Hidup sehat dalam perjalanan dinas

Perjalanan dinas bisa menjadi menyenangkan namun bisa juga menjadi malapetaka seiring dengan pola hidup yang tidak sehat, makanan yang berlebih, stress dan kurangnya berolahraga. Sedikit tips yang bisa saya bagi.

1 Kendalikan pola makan
Kendalikan makanan pagi
Hotel selalu menyediakan buffet breakfast, yang artinya kita bisa dengan ‘mengamuk’ bisa mengkonsumsi deretan daging, kue dan makanan berat lainnya. Usahakan makan pagi yang sederhana seperti telur, nasi dan buah-buahan. Ya, itupun tergolong sederhana.

Makan siang seperti biasa
Biasanya makan siang akan disediakan client, hal ini juga dengan pertimbangan efisiensi. Karena akan sangat repot jika waktu makan siang kita harus keluar kantor, belum lagi cuaca yang terik yang tidak nyaman untuk makan diluar. Makan siang diluar biasanya sesuai kick off meeting dengan client atau saat kunjungan pertama. Kita tidak perlu khawatir dengan makan siang ini.

Lampu kuning di malam hari
Malam hari adalah titik paling kritis dalam perjalan dinas. Dimalam hari volume penjual makanan bisa naik 3 sampai 4 kali lipat. Makan pada malam hari juga berfungsi sebagai fungsi sosial sehingga mau tidak mau porsi extra akan kita dapatkan pada malam hari.

2 Sedapat mungkin berolahraga
Ya, sedapat mungkin, karena pada prakteknya amat sangat sulit untuk bangun dari kasur yang nyaman. Berkeringat sepulang atau sebelum kerja. Sebagai solusinya kita dapat berolahraga sederhana dikamar seperti push up dan sit up. Atau berolahraga ringan diseputaran hotel. Hotel bintang 4 seharusnya menyediakan peralatan fitness dan kolam renang. Jadi jangan lupa membawa sepatu kets, celana renang dan kacamatanya bila perlu.

3. Berpikir positif
Ini point terakhir dan yang paling penting, berada jauh diluar kota, jauh dari keluarga dan kehidupan normal bisa memberikan tekanan yang sangat besar bagi diri kita. Proses pengendalian diri akan lebih berat dibandingkan kita berada di tempat semula.

Ditulis dalam Kesehatan.

6 Tanggapan ke “Hidup sehat dalam perjalanan dinas”

  1. andri PH Berkata:

    Betul Mas Anjar,
    Saya sendiri termasuk auditor yang paling malas kalau harus dinas luar kota. Padahal teman2 yang lain paling semangat-bahkan klien kita lebih bersemangat kalau dinas luar (DL). Sebelum menikah mungkin DL tidak menjadi masalah besar buat saya, tapi setelah menikah dan punya anak, wah pisah semalam dengan mereka seperti orang hukuman rasanya, sama sekali tidak nyaman. Untungnya saya paling lama DL adalah 1 malam / 2 hari perjalanan, jadi tidak begitu berat. Jadi kalau rekan2 lain sudah hampir menjalani seluruh propinsi di Indonesia, maka saya termasuk yang paling minim pengalaman menjelajahi Indonesia. Tapi itu kembali ke pilihan masing2 orang kan? Kalau masalah makan waktu DL sih itu sih biasa, susah memang mengendalikan sesuatu hal di luar kebiasaan di tempat yang tidak biasa (bingung kan???), perlu kendali yang kuat Mas!! Kalau saya sih sorenya diusahakan olah raga, selain biar sehat juga malamnya biar bisa tidur pulas. Maklum kalau DL masalah terbesar saya adalah waktu tidur malam, kurang pulas karena itu tadi merasa terasing dan tidak nyaman.
    Sampai ketemu di Jakarta…..

  2. priandoyo Berkata:

    “..seperti orang hukuman, merasa terasing, tidak nyaman..”
    Wah pak Andri, kita yang setipe atau sebenarnya hampir semua orang yang DL itu merasa tidak nyaman ya. Kalau dibandingkan teman-teman kampus, saya termasuk yang paling sering travelling, dan umumnya teman-teman pada ngiri. Dan kalau saya bilang terlalu sering travelling itu ga enak kok mereka ga percaya ya.

    Sampai ketemu juga di Jakarta pak, nitip apa nih :D

  3. andri PH Berkata:

    Kembali ke orangnya Mas. Kata orang sih, laki2 itu ada yang tipe merpati (betah di rumah) dan ada yang tipe elang (nggak betah di rumah) atau di tengah2 (saya lupa burung apaan yah?). Kalau saya jelas burung merpati, asli gak doyan keluyuran kalau tidak sama keluarga. Biar ke tempat/daerah yang katanya bagus, enak , dll dsb… tapi kalau gak sama keluarga yah tetap aja gak enak.
    C U

  4. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    Hehehehe… saya juga termasuk tipe merpati apa yah?
    Kemana-mana kalau bisa ngajak istri (anak masih di kandungan, jadi kemana-mana ngikut) ..

    Bulan depan disuruh pameran ke Yogya 3 hari.. ya bilang ke big-boss..
    “Istri boleh diajak kan Pak? Kalau boleh, saya ga perlu bolak-balik Solo-Jogja tiap hari.” :D

    And the big boss said… “Oke.. boleh saja.. saya lebih seneng kalau begitu. Akomodasi ntar ditanggung kantor” … :D

    Elang atau merpati yah..

    Sukses ya mas Pri..

  5. prambudi Berkata:

    Salam kenal moving dr Bank Al

    eeitsss, jangan lupa mengkonsumsi supplement spt Vitamin C, B, mineral zink (C-DR/Supradin/redoxon)
    Jangan terlalu banyak mengandalkan power instant (M150, Xtrajos dll)
    biar tubuh siap hadapi stress lingkungan baru…
    Lumayanlah dulu 7 Jam Sing- Narita, 14 jam Narita - USA, terus 10 Jam USA-Brasil tidak membuat diriq sakit.. yah Jetlag itupun cuma 2 hari…. :D

    Ok, Met traveling terus.. Mas Pri

  6. priandoyo Berkata:

    Wah berarti total hampir 27 jam diatas pesawat dong mas pram, wah wah gimana rasanya ya badan habis perjalanan sejauh itu :D ga kebayang deh, paling lama naik kereta api aja 14 jam, itu pun dah bikin meriang beberapa hari.

    Kalau masalah suplemen saya setuju banget saran mas pram, biasanya saya juga menambahkan list Tolak angin / Antangin dalam perbekalan saya, kalau masih ga enak baru minum vitamin C :)

Tinggalkan Balasan