Tips memilih bank untuk KPR
Membeli rumah dengan kredit (KPR) merupakan pilihan utama untuk pasangan muda di Jakarta. Tulisan ini ditujukan untuk pasangan muda yang berencana membeli rumah dengan kisaran 150-350 juta. Dengan harga ini, rumah yang didapatkan mulai luas tanah 70-120an atau 2-3 kamar tidur. Berdasarkan pengalaman kami selama ini beberapa hal pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik sebelum memilih bank KPR adalah:
1. Segmentasi bank
Niaga, Permata, Panin bersaing di segmen yang sama: rumah-rumah menengah di pinggiran jakarta dengan range 150-300 juta. Biasanya developer sudah menggandeng bank-bank tersebut sejak awal, kecuali perumahan spesifik seperti Legenda Wisata yang dibangun Duta Pertiwi dengan group Sinar Mas tentunya menganjurkan BII (Bank Group Sinar Mas) sebagai KPR pilihannya. Atau Daan Mogot Arcadia dengan Bank Eksindonya yang masih dalam satu group.
Niaga dikenal sebagai bank paling agresif. Niaga banyak menggandeng developer-developer kecil, ukuran 40-200 rumah per kompleks. Kalau kita mencari rumah-rumah dipinggiran Jakarta sebagian besar menawarkan Niaga sebagai pilihan KPR-nya.
BTN dikenal sebagai bank untuk KPR menengah ke bawah dalam skala besar. Prakteknya dilapangan BTN cenderung tidak agresif dalam menawarkan KPR-nya. Memang sih banyak yang berkomentar,
“KPR? kenapa ga di BTN saja”, gampang jawabannya:
“Lha BTN emang kantornya dimana?”
BNI, yang membajak kepala Divisi KPR dari Bank Niaga pun menawarkan fitur yang mirip-mirip dengan bank Niaga. Masalahnya, perumahan manakah yang digandeng oleh BNI? Mandiri yang dikenal kuat di Corporate, BCA yang di Consumer Banking, nampaknya tidak begitu terlihat di segmen perumahan menengah ini.
Kesimpulan: Niaga dan Permata #1 di kategori ini, BNI pun di 2007 ini sedang memfokuskan untuk KPRnya
2. Fleksibilitas persyaratan
Teorinya persyaratan KPR disemua bank sama, harus ada NPWP, harus ada pengalaman 2 tahun sebagai karyawan tetap, harus ada ini itu. Tapi prakteknya tidak ada karyawan yang sempurna bukan, makanya pertimbangan fleksibilitas bank harus dijadikan pertimbangan utama
Contoh: Join income / cicilan yang dibayar bersama suami dan istri seringkali berurusan pelik. Bank Niaga dan Panin memandang istri hanya komponen penunjang untuk cicilan kredit. Akibatnya status istri tidak menjadi masalah besar, apakah istri karyawan permanen/kontrak, belum ada NPWP. Sebaliknya bank Permata, BCA memandang istri sebagai komponen utama. Akibatnya semua dokumentasi harus lengkap.
Kesimpulan: Bank Panin #1 di kategori ini, Niaga #2
catatan, fleksibilitas bank Panin sempat menuai kritik dari teman-teman. Konon bank Panin masih menggunakan sistem perhitungan manual untuk approval KPR-nya, sementara bank lain menggunakan sistem komputerisasi yang mengharuskan proses prosedural.
3. Birokrasi
Birokrasi ini terkait dengan sistem kerja bank tersebut. Bank Niaga, Panin, BRI misalnya menggunakan sistem account officer (AO). Dengan sistem AO ini proses pencarian nasabah, analisa kredit hingga appraisal dikerjakan oleh satu orang yaitu sang AO dari awal hingga akhir. Keuntungannya appraisal yang dihasilkan bisa lebih tinggi, apalagi untuk rumah second. Sistem ini juga cukup rawan unsur KKN (sogok menyogoknya). Dalam beberapa kali diskusi, baik dengan developer, properti agent, atau pihak bank. Budaya untuk menyogok agar memudahkan aplikasi ini kerap dilakukan.
Sebaliknya bank Permata menggunakan sistem bertingkat. Artinya group bisnis dan analis adalah orang yang berbeda. Dalam kasus ini proses pencarian nasabah dikerjakan si A, sedangkan perhitungan kredit dikerjakan oleh si B. Ribet memang tapi dengan sistem ini Bank Permata berani menawarkan bunga paling rendah di 12.8% pa
Kesimpulan: Bank dengan model AO (Niaga, Panin, BRI) #1 dikategori ini
4. Negotiation/Bargaining
4.1 Negoisasi appraisal harga rumah
Proses kredit sebagaimana proses jual beli adalah hal yang penuh subyektivitas. Hal ini bisa berbuntut panjang semisal: Harga rumah second 300 juta, bisa jadi dinilai Niaga 250juta, dinilai Panin 270juta, dinilai BRI 350 juta. Angka ini dari mana, memang ada rumusnya seperti
luas tanah X harga pasaran + luas bangunan X harga pasaran + harga strategis
Tapi angka ini sebenarnya negotiable, tergantung kepentingan si credit officer dan nasabah itu sendiri. Kata orang “everything’s negotiable”
4.2 Negoisasi limit credit
Limit credit yang diberikan pun penuh dengan negoisasi. Gaji si amir di Telkomsel misalnya, 1 juta perbulan, tapi dalam satu tahun amir bisa 24 kali gaji. Gaji budi di software house bisa 2 juta tapi overtime budi bisa hingga 3 juta perbulan misalnya. Niaga menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, tapi Panin menghitung dari rata-rata gaji sedangkan Permata menghitung dari analisa lainnya
Kesimpulan: Bank dengan AO yang agresif menduduki peringkat #1. Sebenarnya agak sulit memlih bank terbaik dalam kategori ini. Yang ada adalah AO/credit officer yang pintar atau yang lamban. Tapi overall Panin #1
5. Lain-lain
Komponen ini sebenarnya banyak tapi kami memilih mengkategorikannya dalam ‘tidak signifikan’. Sehingga kami lebih memfokuskan pada hal-hal sebelumnya. Seperti:
4.1 Bunga Bank,
Diskusi mengenai bunga bank bisa sangat menarik apalagi dikaitkan dengan issue floating vs fixed rate, subsidi bunga, suku bunga BI, syariah vs konvensional. Menurut kami, issue bunga bank sebaiknya tidak perlu dipusingkan. Dasarnya adalah setiap bank berkompetisi dan suku bunga sebenarnya sudah merupakan ‘ketetapan alam’ yang tidak perlu dipusingkan.
FYI, per january 2007. Permata di 12.8%, Niaga 13.88%, BCA, BNI, Mandiri di 14%. Fluktuasi jelas, konon 2005 sendiri pernah suku KPR di 20%
4.2 Feature
Ada angsuran suka-sukanya BNI, ada extra paymentnya, ada asuransinya Bank Mega. Stop, komponen ini membingungkan. Jangan terlalu dipusingkan oleh komponen ini.
4.3 Reputasi Bank
Panin, NISP mungkin tidak seterkenal Niaga atau BTN (yang justru di segmen menengah massal). Kami belum sampai mendiskusikan kategori ini.
Any comment?
PS: Coba lihat perbandingan KPR Permata vs Niaga


Yang penting diperhatikan:
1. Lokasi
Bagaimana akses untuk ke kantor, ke dokter, ke sekolah dll. Untuk apa rumah bagus, kompleksnya asri, tapi jauh dari mana2, berangkat sehabis sembahyang Subuh, dan sampai rumah jam 10 malam (banyak lho teman yang seperti ini, dan akhirnya rumah dikontrakkan, dia nyewa rumah kecil di Jakarta)
2. Cek sertifikat kepemilikan tanah.
Minta pengembang menunjukkan copy sertifikat tanahnya, apakah sudah berbentuk SHGB atau Hak Milik? Bagaimana proses jual belinya, apakah akan membayar angsuran ke pengembang atau Bank? Kalau membayar ke pengembang, hati-hati…..karena walaupun udah membayar, ternyata pengembang tak bisa membayar hutangnya pada Bank, maka tanah tsb tak bisa diambil sertifikatnya.
Catatan: Saya dulu bayar uang muka ke pengembang, tapi kemudian langsung tanda tangan perjanjian kredit dengan BTN (saya percaya Bank ini, karena tahu persis laporan keuangannya per triwulan yang dipasang di media, dan bonafiditas di perumahan. Setelah krisis, Bank yang masih eksis tinggal BTN, yang lain baru saja bergerak di KPR), sehingga angsuran bulanan langsung ke BTN. Saat PK, saya baca satu per satu pasal perjanjiannya, dan 3 bulan kemudian saya cek lagi ke Bank, sertifikat rumah sudah atas nama saya, walaupun masih disimpan di Bank.
3. Pilih Bank yang bonafid.
Ini yang sulit,m terutama bagi orang awam. Kalau bank menawarkan suku bunga murah, pelajari betul apa seterusnya, seringnya hanya untuk tahun pertama. Bank Indonesia semakin ketat mengatur regulasi perbankan, Bank2 yang tak memenuhi standar API (Arsitektur Perbankan Indonesia) harus merger atau setor modal, agar minimal bisa menjadi bank regional. Bank Fokus? Cek lagi, apa bisa membiayai KPR? Perhatikan siapa pemilik Banknya, karena Bank swasta di Indonesia sebagian besar udah dimiliki oleh asing.
4. Suku bunga.
Jangan sepelekan masalah ini,tapi minta diperjelas…dan baca lagi nanti saat perjanjian kreditnya. Apakah suku bunga fixed sampai dengan lunas (membayar angsuran tetap), atau ada istilah reviewable? Karena suku bunga bisa aja merangkak di atas 20% (saat krisis ekonomi sampai 36%). Sebaiknya besar kredit maksimal 30% dari gaji, agar ada cussion atau bantalan jika terjadi sesuatu. Yang jelas Bank pasti minta diasuransikan, untuk menjamin jika terjadi suatu hambatan karena meninggal atau kecelakaan.
Hmm..memang urusan rumah repot banget kok. Jadi mesti teliti sekali, agar tak terjebak pada hal-hal yang menimbulkan kesulitan dikemudian hari.
edratna
Januari 10, 2007 at 6:29 am
Yupp bener bu, saya setuju kalo pertimbangan nomor 1 adalah lokasi.
Dan faktor ini juga yang bikin kita maju mundur terus, ga brani mutusin jadi ngambil yang mana. Berat banget menimbang2 faktor lokasi ini.
Palagi sekarang kosnya dekeeeet banget ma kantor, serasa ngga rela meninggalkan kos setiabudi, hehehe:D istirahat aja bisa tidur siang bentar di kos:P
Kalo di jakarta, emangnya masih ada rumah murah yang masih layak huni ya bu?? Di daerah mana ya bu?
Misal bank pemberi KPR kita suatu hari nanti pailit sebelum selesai cicilan, sertifikat kita gimana nasibnya ya bu?
nungQee
Januari 10, 2007 at 8:51 am
Justru itulah masalahnya, kenapa mesti memilih bank yang bonafid. Kebangkrutan bank,entah karena mismanajemen (Bank Summa), atau karena krisis moneter kemarin, memberi pengalaman berharga…jika kita udah mencicil, banknya bangkrut, masalah sertifikat jadi terkatung-katung. Sedangkan perbankan adalah “high regulated” dan selalu berubah peraturannya dan makin diperketat….jadi hati2 memilih Bank ya.
Ngomong2 Nunung apakah akan bekerja? Jika bekerja, saran saya kontrak aja di Jakarta, dekat kantor atau minimal lokasi mudah dicapai dengan kendaraan umum. Tapi jika hanya Anjar yang bekerja, memang bisa memilih daerah yang agak diluar Jakarta, sepanjang perjalanan kekantor untuk suami mudah (tetap pertimbangkan naik kendaraan umum, karena dalam keadaan darurat, mobil/motor ditinggal dirumah….trauma kejadian tahun 1998 kemarin).
edratna
Januari 11, 2007 at 7:37 am
wah, anjar terlalu pusing di teknis luarnya –> bank nya :D
yg namanya bank commercial, yah suku bunga ngikutin pasar, paling buat menghindaribahaya, ya kita lihat bonafiditas bank dan suku bunganya floating atau flat.
kalo masalah yakin dan gak yakin dengan rumah yg mau dipilih dan lokasinya, ini masalah sense dan perhitungan maa depan. tuh, ada perumahan baru, arah mampang ke pasar minggu [yg jalan buswaynya udah jelas]
kalo perumahan belum jadi, tinggal lihat bonafiditas pengembang, sejarah tanah, sengketa tau tidak, jalur irigasi dan jalannya oke apa nggak, bangunan yg lagi dibikin meyakinkan atau tidak. kalo masalah penataan dan rehab rumah, jgn kawatir, bikin pagar aja udah 10 jt ke atas, bikin pragola 10-20 jt, bikin dapur 10 jt, bikin bak penampungan air, 5 juta hueheheheheh :D belum lagi bikin taman … :p
papabonbon
Januari 16, 2007 at 6:03 am
ada yang tau kompleks perumahan murah daerah Jakarta Selatan? Atau Jakarta maupun daerah Depok.
Rumahnya tipe yang kecil saja. Thx
Tika
Januari 17, 2007 at 10:20 am
banyak sekali mba tika, browse aja kearah selatan. pengalaman saya gampang banget mendapatkan informasi rumah kalau kita terjun langsung ke lokasi :)
priandoyo
Februari 1, 2007 at 2:55 am
mba Tika,
murah itu relatip lho. menurut mbak tika murah bisa jadi mahal bagi kantong saya. tapi kalo di jakarta selatan rasanya sih sudah mahal semua ya’, kalo selatan jakarta rasanya masih ada yang murah. selatan jakarta meliputi pamulang,sawangan, serpong, cileduk dst. berikut ada beberapa yang menurut saya murah karena dikisaran 100an juta:
nama perum,lokasi,lb/lt,harga,no telp
puri serpong, pamulang,36/72,82jt,-
pamulang estate,pamulang,36/90,120jt,-
vila inti persada,pamulang,36/90,120jt,-
bumi sawangan indah,sawangan,36/72,42jt,-
taman melati,sawangan,36/72,80jt,-
puri bintaro indah,cileduk,38/72,111jt,7667585
duta bintaro,-,36/72,90jt,-
* postingan ini tidak terkait dengan developer ataupun broker agen manapun. hanyalah ringkasan, karena setiap hari membaca baliho nya dijalan.
Indra Riawan
Februari 12, 2007 at 10:43 am
Mas Indra: mas kalau dari listnya mas Indra ini, best choice-nya yang mana ya. kalau sekilas sih, puri bintaro indah sepertinya ok tuh. tapi ciledugnya gimana? kebanjiran ga
priandoyo
Februari 12, 2007 at 11:05 am
Mas Pri, tips utk memilih KPR dari bank cukup bagus.. cuman sptnya masih ada yang belum sempat dibahas, antara lain :
1. Masalah penalty, baik penalti krn tunggakan cicilan, maupun penalti krn pelunasan hutang baik sebagian maupun seluruhnya.
2. After sales service lainnya, misal masalah kepengurusan dokumen, baik fotocopy, maupun dokumen asli pada saat KPR sudah lunas
fajaradi
Februari 12, 2007 at 12:27 pm
Penalty:
Bank Niaga: 3% tahun pertama, 1% tiap tahun berikutnya :( tidak direkomendasikan.
Bank Permata: 3% tahun pertama, sisanya bebas
Bank BNI: tidak ada penalti, malah ada feature extra payment
After sales service:
Belum bisa komen, tapi sepertinya tidak terlalu signifikan perbedaan antar bank. Memang ada CS tertentu yang menyebalkan, tapi lebih ke personalnya bukan pada banknya.
Mas Fajar terimakasih masukannya
priandoyo
Februari 14, 2007 at 10:48 am
Hati-hati dengan penawaran KPR Bank Niaga, banyak konsumennya merasa tertipu, baca ini :
http://www.mediakonsumen.com/index.php?name=News&file=article&sid=227&theme=Printer
nungqee
Februari 16, 2007 at 9:08 am
Kalo untuk bangun rumah sendiri (pake pemborong), bank mana yg siap dan ada bedanya nggak dgn KPR biasa ? Artikelnya bagus … thanks.
feryindrawan
Februari 20, 2007 at 1:52 am
Beda KPR biasa dengan KPR bangun/renovasi rumah adalah di masalah desain & layout, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Jadi untuk mengajukan KPR bangun/renovasi rumah, tiga hal tsb wajib dipenuhi, sehingga bank bisa menghitung berapa maksimal kredit yang bisa diberikan. Hitungan RAB ini kemudian akan dianalisa, kalo ngitungnya salah ya enggak bakalan di-acc.
fajaradi
Februari 20, 2007 at 2:59 am
Mas Pri, after sales service menurut saya adalah yang utama.. jangan sampai KPR sudah lunas tapi dokumen susah keluarnya, bisa manyun dah kita.. gabung saja di milis Tabloid Rumah buat nyari informasi tentang masalah rumah.
See you there..
fajaradi
Februari 20, 2007 at 3:02 am
@ feryindrawan : sama aja, semua bank kayaknya menyediakan layanan KPR renovasi rumah. Sistemnya hampir sama. Nantinya bank juga akan melihat lokasi dan gambar rencana pembangunannya. Hati2 dengan IMB, biasanya bank agak ketat dengan yang satu ini. cicilannya bisa kita pilih jangka waktunya sesuai penilaian bank atas kemampuan finansial kita.
salah satu contohnya : http://www.btn.co.id/produk.asp?intProductID=23
nungqee24
Februari 20, 2007 at 3:29 am
Bagaimana proses perhitungan KPR dgn Bank Syariah? Ada syarat khusus untuk non muslim? trims sebelumnya. Iwan Mulyawan
Iwan Mulyawan
Februari 20, 2007 at 6:44 am
bro, salam kenal…
gw jg lagi nyari rumah skrg, pengennya gw ntar mo ngajuin kpr ke permata tp ga terlalu yakin bakalan disetujui, masalahnya kemaren aja pas apply buat credit card hasilnya ditolak…:-P, gw tau masalahnya rekening gw di permata saldonya ga pernah lebih dr 200 k doang, biasa keluar saku kanan simpen di saku kiri….
ade tips ga biar apply kpr-nya bs mulus….
thx
dono
Maret 1, 2007 at 8:51 am
Kmarin sy baru akad kredit KPR BNI dgn bunga 12.6% efektif.
Lamsidjan
Maret 1, 2007 at 8:55 am
salam kenal semua ..
masukan , kebetulan lagi liat2.
bca lagi ada promo hut bca . bunga kpr nya bisa 9.9 % fix 50 bulan
tapi selama bulan maret.
http://www.klikbca.com/individual/silver/news.html?p=1177
Suvanno
Maret 1, 2007 at 1:42 pm
mas dono: Sebenarnya kaya jualan mas, yang butuh sebenarnya kan orang bank. Kita pinter2 aja jual profil diri kita, yakinkan pihak bank kalau kita tuh bisa mbayar, dan kalau banknya ga pake kita dia rugi. Trik-trik orang dagang lah kurang lebih.
Terus satu lagi, mungkin ada baiknya nyoba KPR-nya paralel, paling engga 2 atau 3 bank dalam waktu bersamaan. Biar perbandingan bunga dll dkknya bisa pas.
mas lamsidjan: selamat mas, kecenderungannya sekarang bunga memang turun. mas per kapan? niaga maret ini sudah 11%, permata masih 12%, bca yang promo kasih 9.9% :) memang agak sedih sih lihat kecenderungan yang turun ini. tapi kalau memang niat beli rumah jangan terlalu patokan sama bunga, bisa-bisa mumet sendiri.
mas suvannobetul mas, ini saya posting juga reviewnya, barangkali mau komen
http://priandoyo.wordpress.com/2007/02/20/review-program-bunga-kpr-bca-99-pa-fixed-50-bulan/
priandoyo
Maret 2, 2007 at 1:26 am
makasih banyak buat infonya, bro….
dono
Maret 2, 2007 at 1:37 am
Bijaksana-lah dalam mengambil KPR.. meski akhir-akhir ini BI rate turun dan tentunya suku bunga KPR juga ikutan turun. Beberapa pengamat ekonomi (termasuk George Soros) memprediksikan resesi ekonomi di AS akan terjadi tahun 2007 ini (sekitar kuartal 2). Resesi ekonomi di AS ini mau tidak mau akan berimbas juga ke ekonomi Indonesia.
Jadi kalo mau aman, kembali lagi pertimbangkan KPR syariah..
fajaradi
Maret 2, 2007 at 4:41 am
kalo informasi yang pernah saya dengar bank niaga punya produk KPR yang namanya KPR “cicilan tetap” sampai dengan jangka waktu 15 tahun jadi cicilan akan tetap terus walaupun suku bunga naik tetapi berpangaruh pada tenor / jangka waktunya. jadi kalau suku bunga naik maka secara otomatis tambahan dari cicilan tersebut akan terakumulasi pada akhir periode pinjaman dari 15 tahun bisa jadi 16 tahun tapi kalau bunga turun bisa jadi ga sampai 15 tahun…
so,,, coba konfirmasi aja ke bank niaga terdekat…
adrian
Maret 3, 2007 at 7:34 am
Betul mas, sebenarnya itu bukan ‘cicilan tetap’ tapi perpanjangan masa tenor saja, jumlah yang dibayarkan tetap sama. Kalau setahu saya sih, semua bank punya fitur seperti itu :)
kembali, dalil awalnya, semua itu bisa dinegoisasikan, tinggal bank (account officer) mana yang paling fleksibel dan bener2 memberi commitment untuk bantu kita.
priandoyo
Maret 5, 2007 at 1:13 am
mohon bantuan untuk kpr bank yang bunganya rendah, aku mau beli rumah seharga 200 juta, tapi aku hanya punya uang 130 juta. kira2 bank mana ya yang baik. sisa kekurangan aku mau kpr monohn informasi dan bantuan nya dong
ade riyanthi
Maret 6, 2007 at 4:35 am
Bunga KPR sebenarnya beda-beda tipis, biasalah kompetisi :) coba diexplore dari yang paling deket rumah aja dulu, terus baru compare ke yang lain. Soalnya perlu beberapa kali bolak-balik kan. Dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Untuk permulaan bisa dari Niaga, Permata atau Panin.
Kalau punya 130 juta dah lebih dari cukup, kalau mau beli rumah seharga 200 juta sebenarnya cuman punya 40 juta aja dah cukup (teorinya 20% untuk DP) kok mba.
priandoyo
Maret 6, 2007 at 10:56 am
Selamat, karena Blog yang sangat mendidik dan sangat membantu.
Mas Anjar, saya mau tanya nih, saya sudah ikut KPR Mandiri, tapi bunganya kok masih tinggi ya, padahal per Maret 2007, BI Rate sudah berkisar 9-9.25%. Jadi saya mulai berfikir ingin pindah ke KPR Bank lainnya.
Gimana cara pindah ke KPR lain dan saya ingin menanyakan preferensi KPR mana yang paling baik menurut Mas Anjar.
Terima Kasih
Agung Indrajit
Maret 13, 2007 at 11:15 am
Mas Pri, saya bingung nih, khan mau ambil KPR dari salah satu abnk, masalahnya rumah yg akan saya beli ini adalah rumah yang diberikan kepada salah satu departmen pemerintahn yg sudah menjadi hak milik, apa pihak bank akan menolak permohonan kredit saya apabila dalam pembiayaan bank tersebut melihat surat2 rumah atas nama seseorang yg dibeli dari depatment tersebut. mhn penjelasanya mas pri.
tx.
Didin Herdiana
Maret 14, 2007 at 2:07 am
Halo mas Pri, saya mo nanya, kita ada rencana mo ngambil rumah di Daan Mogot Arcadia. Cuma KPR nya musti di bank Index Selindo. Wah, bank apaan tuh? Begitulah pikiran yang muncul di benak kami pertama kali mendengarnya. Kata si marketing sih bank ini dah kuat, satu grup dengan jarum dan honda, dan bla… bla… bla… Nah, saya boleh minta informasinya gak mengenai bank ini, dan reputasinya gimana?
Yang kita khawatirkan cuma satu kalo bank nya ada masalah, gimana nasib surat2 rumah kita?
Tolong dibantu yah….thanks.
PS: Oh ya sekalian bisa dibahas sedikit mengenai perumahan di Daan Mogot Arcadia? Boleh diulas dari berbagai sisi, kelebihan maupun kekurangannya. Ok mas, thanks banget sebelumnya.
callysta
Maret 15, 2007 at 7:44 am
@ callysta:
wahahaha… sama kaya kita dulu pas ke daan mogot arcadia, dikasih tau bank index, “bank apa pak? index?” :D sampe mengulang2 pertanyaan gitu, jangan2 kita salah denger.
Tapi si marketingnya juga menawarkan pemilihan bank KPR terserah kita cuman setelah satu tahun. Nah kita juga kurang jelas tuh waktu itu. Tapi kalo kurang pede dengan bank index, minta aja, agar pengurusan KPR diserahkan ke kita semua.
Tapi ati2 loh ya, daan mogot banjir, akses fasilitas terdekatnya cuman ke kalideres :P
nungqee24
Maret 16, 2007 at 12:52 am
Kapan-kapan kita ulas deh, siapa tahu ada rekan-rekan lain yang tahu. Kalau mengenai Bank Index Selindo, memang Daan Mogot Arcadia memilih bank ini karena ownernya punya saham disana. Ya ada keterikatan lah, yang menurut si Daan Mogot Arcadia ini memang gampang pakai Bank Index. Sama seperti kasusnya Kota/Legenda Wisata yang under Sinar Mas Group (Duta Pertiwi) otomatis bank referensinya BII.
Tapi untuk kasus Mba Callysta, saya pikir ga ada masalah kalau mbak kurang nyaman dengan Bank Indexnya, bisa juga dioper ke Bank lain seperti BCA atau bank lain, marketingnya pastinya bilang demikian kan. Contoh perumahan lain yang developernya kerjasama (baca: minjem uangnya) sama Bank Niaga, tentu dia akan lebih prefer dengan Niaga, walaupun diconvert ke bank lain juga bisa.
Moga-moga dapet yang terbaik deh mba, apalagi kalau masih dilevel marketing, perlu nego lebih kenceng, siapa tahu ada alternatif offering yang kita lum tahu -atau disembunyiin untuk specific customer-
priandoyo
Maret 16, 2007 at 12:49 pm
Mas Didin, kalau sudah menjadi hak milik harusnya tidak ada masalah rumah itu proses mendapatkannya dari mana. Mas Didin tidak perlu bingung, apalagi kalau lewat KPR, bagian legal bank yang sudah sangat berpengalaman itu gak akan mau rugi juga misalnya ada surat-surat yang bermasalah.
Mungkin yang agak repot kalau dibeli dengan cash, kita perlu cross check sama notaris/advokat tentang surat menyuratnya
Akhirnya mas, terutama masalah legal ini kan masalah ‘logika’, gampangnya pinter2an legal si bank-nya aja, kalau legalnya berani memproses ya bisa, tapi kalau legalnya ‘kurang berani’ ya ga keproses juga.
Saran saya sih, tenang aja, coba disatu bank dulu, kalau ternyata dibank X ini problem, coba dibank lain. Siapa tahu ada solusi. Jangan dulu menyerah deh, yang butuh kan bank-nya juga. Dia kan cari makan dari duit kita :D hehehe
Sukses yak
priandoyo
Maret 16, 2007 at 1:06 pm
salam kenal, mas saya mo tanya, kami ada rencana mo beli rumah harga sekitar 350 jt di daerah depok, tapi sekarang kami punya dana sekitar 250jt, jadi kekuranganya sekitar 100 jt kami mau kpr di BNI, dengan jangka waktu cicilan selama satu tahun, krn kami belum pernah melakukan kpr, lama ga sih ngurus u/kpr rumah? dan kami punya rumah juga di depok harga sekitar 200 jt, apakah bisa jg buat jaminan kpr? dan untuk jangka setahun kira berapa kena bunga. trim’s
mba ika
Maret 17, 2007 at 6:54 pm
Salam kenal,
Langsung aja yah, saya ingin sekali beli rumah secara KPR, Type 21-36 di daerah bekasi atau pinggiran jakarta yang angsurannnya dibawah sejuta. Rekan-rekan ada info tidak, nama,alamat,atau no tlp developernya.
thanks semua
wibowo
Maret 20, 2007 at 8:23 am
mas wibowo: Kenapa harus bekasi? kenapa ga coba alternatif lain di depok, tanggerang atau cibubur. saya kira untuk angsuran dibawah 1 juta perbulan masih banyak alternatif.
Saran saya coba dateng dipameran properti saja, untuk 2007 ini listnya:
http://priandoyo.wordpress.com/2007/01/26/pameran-properti-2007/
Saya kurang menyarankan berhubungan lewat telepon, disamping telepon adalah privacy, informasi lewat telpon tidak jelas. Lebih baik langsung datang ke lokasi
priandoyo
Maret 20, 2007 at 9:10 am
Mbak ika : Kok sayang ya rasanya kalau harus lewat KPR standar, dengan pinjaman 100 juta, termin 1 tahun, bunga 14% misalnya, sudah 9 juta-an perbulan. Saran saya coba ke Bank terdekat coba konsultasi alternatif financing dari bank tersebut seperti apa untuk kebutuhan pendanaan ibu.
Jaminan KPR
Kalau kita KPR, sebenarnya yang dijaminkan adalah rumah tersebut. Jadi kalau Mbak punya rumah bisa sebagai data pendukung untuk analisa kreditnya saja. Kecuali pinjaman untuk usaha, kegiatan konsumtif lain memang perlu jaminan
Lama proses KPR
3-5 hari yang sering diiklankan bank itu biasanya untuk rumah dari developer, kalau rumah second biasanya kisarannya lebih lama bisa 14-21 hari. Tapi again tergantung proses juga berjalannya gimana, bisa jadi AOnya lelet, bisa jadi sangat cepet
priandoyo
Maret 20, 2007 at 9:16 am
Dengan Nova di Medan Salam Kenal Pak. Saya adalah seorang pemuda yang baru saja menikah. saya bekerja sebagai PNS. nah saya mau tanya, Apakah Prog. Griyatur Suka2 pada BNI itu sama dengan KPR? disamping itu saya mau tanya disitu Prog. Griyatur menawarkan bunga 14% pa apakah itu sudah dapat dikategorikan menengah atau bawah tingkat bunga nya? menurut Bapak seorang PNS mampu dengan beban ini ?
Nova Mahendra
Maret 20, 2007 at 12:13 pm
mas pri trims infonya, kebetulan aku buta banget dengan urusan bank di jakarta apa lagi masalah pinjam meminjam uang…lagi pula emang takut (takut ga bisa bayar he..he), kami masih tinggal di luar(dinas di luar negeri), sebelum berangkat dinas aku sempat nafsir satu komplek perumahan karena sering ngantar anak berenang (komp. gema pesona depok), dan sekarang kami punya rumah di kota kembang depok, kalo ga kepepet kami ga mau jual rumah petama kami ini (buat klo sdh tua nanti kalo dikasih umur panjang amin….) karena lingkungannya enak, air tanahnya bagus, debunya juga ga banyak karena jauh kali yaa….) kebetulan kami beli dulu rumah second(langsung ke pemilik) dengan cara cash, surat2 lengkap jadi kami ga kena masalah (walaupun daksa/pengembang bermasalah), tapi masalahnya sekarang rumah jauh dari sekolah2 yang berkualitas, kalo sekolah biasa sih.. banyak makanya kami berniat membeli rumah lagi, dan kalo nunggu kami selesai dinas harganya juga mungkin sudah selangit mas…, dulu tahun 2005 harga masih 250 juta kurang 2 tahun sudah naik antara 350-450 juta(rumah second) kalo yang baru sudah 500 jutaan, ini juga sebetulnya harga rumah yang kami suka belum final, karena yang punya masih bertahan 375 juta… tapi kita berharap aja mudah2an nanti dikasih 350 juta(kalo rezeki kan ga kemana.he..he..) makanya kami berniat kpr…, tapi setelah ada info dari mas pri…jadi pikir2 lagi nih…,
O,ya mas pri tau gak ya…jenisk pinjaman yang bunganya murah di bank BNI selain jenis KPR ..?karena suami sekarang lg dinas 2 minggu di jakarta cuma karena sibuk kerja ga punya waktu banyak u/ tanya2 ke bank, tapi kami pengen di BNI karena kami punya account di sini jadi mungkin bisa jadi refrensi juga, kemaren suami sempat bilang ktnya kalo pinjam 100 juta u/ jangka pembayaran satu tahun bunganya sekitar 7 jutaan (ktnya sih kayak kpr) memang ada pinjaman bank seperti itu mas pri….kog…bunganya sedikit sekitar 7 juta setahun…?
trims
o, ya kalo ada rekan2 yang tau/ tinggal di perumahan gema pesona depok tolong kasih tau dong…harga rumah untuk tanah 125 m bangunan 100 m betul ga sekitar 375 juta , mana tau ada yg bisa kasih info..lebih murah dan tolong juga apa kekurangan komplek tersebut… karena setahuku katanya pengembangnya sama dengan pesona kayangan.
mba ika
Maret 20, 2007 at 1:53 pm
Toloang Bantu Dapatkan nama2 pengembang perumahan daerah depok untuk kelas menengah ke bawah di tunggu………. thx
KIA
Maret 21, 2007 at 5:19 am
Mas saya butuh pendapat nih. saya tertarik membeli kontrakan 4 kamar dengan harga sekitar 100jt.rencana saya mau beli rumah tersebut dengan kredit bank,tp saya bingung mau ambil di mana.apalagi masa kerja saya belum sampai 2thn,dan persyaratan bank biasanya 2thn minimal.dan apabila gaji+uang hasil kontrakan di gabung,bisa untuk membayar angsurannya.tp kalau hanya gaji bersih,kemarin saya ajukan kartu kredit saja di tolak.
apakan ada saran bagaimana saya bisa mengajukan kredit ke bank?
terima kasih.
Rian Anggoro
Maret 21, 2007 at 7:46 am
Mas Nova dan Mas Rian, intinya seperti sudah saya sharing diatas, ALL THINGS NEGOTIABLE, semua hal bisa dinegosiasikan. Teori-teori cicilan 1/3 gaji, masa kerja > 2 tahun, karyawan tetap pun bisa dikomunikasikan dengan pihak bank. Pihak bank (account officer) yang memproses aplikasi anda pun akan melihat bagaimana sih niatan anda untuk KPR, kalau kita sendiri ragu bisa nyicil atau engga apalagi pihak bank.
Mba Ika wah kalau seperti ilustrasi mbak diatas, dengan ratenya berarti sekitar 7% per tahun. Hmm dibawah SBI dong? kurang tahu persis mba gimananya. Mungkin ada yang bisa sharing untuk short term loan seperti ini gimana penjelasannya
priandoyo
Maret 21, 2007 at 11:05 am
to : Kia
di depok agak susah ya cari rumah menengah ke bawah, apalagi karena banjir kemarin harga rumah jadi naik, tapi ini mungkin bisa bantu, kebetulan kami jg punya rumah di depok.
1. studio alam depok
2. kemang swatama
3. bojong depok/dekat bogor
atau coba kia jalan-jalan ke depok, di depok timur itu banyak perumahan baru, terutama di dekat cilodong ada yang satu group dengan perumahan jatijajar waktu lagi bangun dekat studio alam.
mba ika
Maret 21, 2007 at 11:34 am
mbak ika, kebetulan temenku tinggal di gema pesona dan rencananya mau nyusul suaminya akhir juni ini bertugas di luar negeri. kalau berminat nanti tak tanyain apa dia mau jual rumahnya. luas tanah 145 m2 dan bangunan 115 m2 kalo gak salah
Ike
April 6, 2007 at 1:35 pm
Mas Pri,
di jakarta housing expo ada beberapa real estate dari kawasan binjay harganya sekitar 300-400an sih masih dari jayapropertyjuga , kira menurut pendapat mas sebagai sesama binjay gimana prospeknya. Kebetulan brosurnya ada dirumah nih ndak apal. Terus bisa dikasih semacam flow untuk proses pengajuan KPR dari sisi kita saja. dan antara satu fase ke fase lain berapa lama juga tuh prosesnya. Trims loh
hamdisy
April 10, 2007 at 7:01 am
Dear Mas Pri,
Seru juga baca forumnya…
Aku juga punya problem yang mirip dengan rekan2 sebelumnya, aku lagi mau kredit rmh, kira2 mana yang lebih bagus prospeknya? daerah Gading Serpong atau Cibubur (Citra Grand)? Lebih baik beli rumah yang masih benar2 baru bangun (langsung dari developer) ato lebih baik beli rmh second? Mungkin ada Mas Pri ato rekan2 yang lain bisa kasih input, plus minus nya Gading Serpong (developer nya Summarecon) dan Cibubur (developer nya Ciputra Group).
Trima Kasih ya sebelumnya atas saran dan inputnya
firly
April 10, 2007 at 12:12 pm
Dibahas disini ya mba firly
Studi kasus Summarecon vs Ciputra
priandoyo
April 11, 2007 at 6:00 am
Selamat pagi Mas Pri,
Masih seputaran suku bunga kpr, mas mo nanya setiap bank pemberi kredit kok belum terlihat secara pasti menentukan berapa nilai suku bunga kpr yang wajar untuk tahun ke 2 atau dst. Mas Pri kalo penentuaan aturan Nilai suku bunga ini apakah sudah ada regulasi yang tepat dan pasti dari pemerintah. Kalo deposito khan sudah ada ketentuannya berapa yang dijamin oleh pemerintah. Jadi informasi suku bunga deposito sudah transparan dan telah dipublikasi setiap hari di banyak media masa/ koran. Tapi berbeda dengan KPR, sepertinya nilai suku bunga kpr untuk tahun ke 2 dst. masih merupakan sisi gelap dan penentuaanya adalah berdasarkan kebaikan hati para pemberi kredit/bank dan menjadikan beban yang mengerikan bagi pengambil kredit.
Berapa prosenkah yang harus “dibayarkan secara fair” ke bank pemberi kredit apabila rate SBI di 9%, ada beberapa bank bilang 3% hingga 5 % atau mungkin lebih. Mas Pri bisakah hal ini di bahas karena hal inilah yang kita benar benar kita pertimbangkan dan merasakan angsuran akan kpr kita. Kalo pre award hingga award stage semua marketing bank sepertinya menawarkan yang manis manis. After award ato after sales service ini kita bisa dibuat bulan bulanan menghadapai nilai angsuran.
Wass, hgg
honggo
April 12, 2007 at 2:12 am
Mas Pri, kalau KPR Bumiputera gimana?
Kan sekarang mereka ada pogram KPR 125, yang katanya bisa membiayai sampai dengan 125% dari nilai rumah.
Tks ya
Ratna
April 17, 2007 at 6:27 am
mas Pri,
salam kenal, tulisannya menarik, mohon ijin saya link ya..
thanks
Widi
http://www.serpong.org
…a directory of wonderful things
Widi
April 17, 2007 at 1:54 pm
[...] Setelah anda cocok, jika rumah yang anda incar itu berada di kawasan pengembang ternama di Serpong maka anda ”tinggal memilih” bank untuk mengajukan KPR. Untuk perbandingan memilih KPR anda dapat menelusurinya di website resmi bank tersebut atau anda dapat memulainya dengan mengklik disini [...]
www.serpong.org » Blog Archive » Tips Memilih KPR & Perumahan di Serpong
April 17, 2007 at 2:36 pm
Salam Kenal Mas Pri,
Mana yang lebih baik KPR BNI atau KPR Mandiri ? Soalnya via BNI kayaknya gak banyak-banyak nanya, tapi kalo via Mandiri kok ada proses verifikasi dan survei ke tempat tinggal sekarang dan ditanyai macem-macem kayak mo ngajuin KTA aja
Makasih yaa
Darcy
Mei 31, 2007 at 8:57 am
sore,
Saya rencananya akan mengambil KPR Niaga. Rumah yang saya ambil adalah rumah baru dari developer. masalahnya, masa kerja saya di PT yang lama 6 bulan, dan di PT yang baru, 10 bulan, namun status sudah karyawan tetap. Selain itu, sampai bulan lalu, saya selalu menabung di rekening calon suami, sehingga rekening saya selalu hanya untuk biaya sehari2 saja…200rban sisanya. Namun sejak berencana KPR atas nama say, sejak 1 bulan lalu, saya memindahkan sekitar 10 juta ke rekening saya (untuk biaya KPR). sehingga masalah terbesar yang buat saya takut ga diapproved adalah , 2 bulan terakhir rekening saya jelek, dan 1 bulan terakhir, rekening saya OK. dan masalah masa kerja yang kurang dari 2 tahun itu. (Kalau di total 6bulan+10 bulan = 16 bulan) Kira2 kemungkinan diapproved besar ga ya? karena saya udah bayar DP ke developer. Selain itu apa ada tips menjawab pertanyaan bank? misalnya jika menanyakan masalah masa kerja dan masalah rekening. Karena di surat keterangannya di pt lama 6 bulan dan pt baru 10 bulan. namun status sudah tetap. Terima kasih ya.
Nina
Agustus 24, 2007 at 10:55 am
Salam kepada rekan2 semuanya,
Ada yang ingin saya tanyakan nih…
Saya sekarang ini meminjam uang kepada teman untuk membeli rumah, jika saya ingin membayar lunas pinjaman dari teman saya tersebut apakah bisa memakai fasilitas KPR dari bank? jika bisa apakah termasuk kedalam KPR pembelian rumah atau renovasi ya?
Terimakasih atas jawabannya.
Andri
September 5, 2007 at 4:34 am
dibaca ya…
meila
September 10, 2007 at 6:12 am
Salam untuk teman2 semua…
Ada yang mau saya tanyakan kepada rekan2…
saya ada rencana untuk pengambilan KPR di daerah Bekasi timur..dengan harga rumah 370 jt..dan saya cuma ada dana untuk DP sebesar 70 jt..
yang ingin saya tanyakan..bagaimana cara yang jitu untuk menentukan bank mana yang akan saya pilih..
ada beberapa bank yang menawarkan bunga flat tapi cuma 1 tahun..seterusnya ikut bunga floating…apakah di tahun seterusnya bank bank bisa seenaknya sendiri untuk menaikkan suka bunga KPR nya??
terima kasih…
M Amirudin
September 12, 2007 at 2:17 am
Mas pri ato rekan2 yg lain sy mo minta input donk.Pny rencana bl rmh scr krdt di VILLA CIBUBUR 2 devlp nya subentra, dgn hrg jual Rp 122 jt.bank nya niaga n bni syariah, tlg ksh input bank mana yg hrs sy pilih ? Bgm dg kredibilhtas subentra nya ?Thx.
@lfa
September 12, 2007 at 4:10 am
Mas Pri..saya sdh mengambil kpr niaga dr jan 2007 dg bunga 13% dan cicilan 1.2 perbulan.stllh baca2 di forum ini ttg bank niaga saya jd takut jg utk kenaikan suku bunga di th 2 dst..
mas..yang saya tanyakan bisa ga ya jangka waktu kpr saya dipercepat..dr niaga dikasih 20 thn..maksudnya saya mau minta di persingkat misal jd 15 tahun..
terimakasih atas jwbnya
aurel
September 13, 2007 at 8:38 am
Salam kenal untuk semua,
Wah terima kasih Mas Pri dan teman-teman, kami banyak mendapat info yang berguna dari website ini :)
Mau minta informasi dong…
Saat ini kami juga sedang mencari rumah di daerah Depok. Salah satu kandidat yang kami minati adalah Kemang Swatama Depok yang berlokasi di daerah studio alam Depok.
Nah, kebetulan sewaktu kami meninjau kesana dan bertemu dengan salespersonnya, kami ditawarkan banyak keringanan seperti diskon harga jual yang cukup banyak, hingga di atas 50 juta dari harga awalnya. Dan kami juga ditawari untuk mencicil selisih antara plafon KPR dengan harga rumah setelah DP.
Penawaran ini sangat menarik, namun di sisi lain kami juga ingin tahu apakah penawaran yang kami dapat tersebut itu wajar ataukah ada sesuatu.
Apakah ada rekan-rekan yang punya pengalaman baik maupun buruk membeli rumah di Kemang Swatama?
Terima kasih
kadek
Oktober 16, 2007 at 8:24 am
Wah u mas/mba @lfa kebetulan sy juga ngambil di Villa Cibubur 2. Klo Mas/mba jadi kemungkinan kita tetanggaan dong…:). Klo sy memang belum akad kredit, tp kepastian KPR sudah keluar. Sy pakai BTN. Meskipun cenderung lebih tinggi suku bunganya, tp setelah sy survey sana-sini lebih stabil kenaikan or penurunannya. Untuk Niaga, Sy sama sekali ga menganjurkan. Malahan klo ada BNI Syariah Sy mau deh. Selain suku bunganya lebih rendah, flat lagi. Sebelum Sy mengajukan KPR ke BTN, Sy mencoba u mengajukan ke BNI Syariah.Tp ya ampun…kayaknya mereka itu ga mau punya customer atau gimana gitu..malah Sy yg terus2an tanya dan menanyakan kapan kira2 aplikasi mau diambil (Aplikasi sy titipkan di Subentra land).Yasudah..karena mendesak, akhirnya sy mengajukan ke BTN.Tp tiba2 marketing Niaga telpon Sy.Dan keliatannya mendesak sekali spy sy sgra melengkapi persyaratan KPR. Sy bingung krn sy tdk pernah mengajukan KPR ke Niaga. Tyt, di Subentra Land mengirimkan aplikasi Sy ke Niaga.Akhirnya Sy mengajukan 2 aplikasi.Tp yg tembus dan ada kepastian hanya BTN.Dan untuk Niaga,nonsens.Gencar di awal..tp sampai skrg sy tdk ada kepastian apakah KPR Sy sudah diapprove atau blm.Sampai skrg pihak marketingnya jg tdk pernah menghubungi Sy lagi. Sy malas u menanyakan juga krn Sy memang tdk ada niat d awal u pake Niaga krn takut dengan nilai suku bunga d iaga yg terkenal melonjak tajam di thn kedua.Demikian, semoga sedikit memberikan pencerahan.
mama_wife
November 5, 2007 at 9:20 am
Saya lagi mengajukan KPR ke 3 bank sekaligus, Panin, Permata dan BTN, masing2 punya kelebihannya. Panin floating rate 9.9%, penalti nya 2% untuk pembayaran dipercepat, sedangkan Permata bulan Oct Nov 2007 lagi ada flat rate 9.9% untuk tenor 3 thn, penalti sama 2%, sedangkan BTN jg ada KPR flat rate untuk jangka waktu 5 thn dengan bunga 10.9%, penalti 1%. Jadi overall kalo mau safe, saya sih berharap BTN diapproved, tp kalo gak diapproved at least Permata or Panin are fine jg. Mudah2an info ini membantu yang lagi cari bank untuk KPR.
Salam
Lora
November 6, 2007 at 7:32 am
Additional information aja nih,
Marketing officer dari BTN cukup ramah dan professional. Baru kemarin saya telp, hari ini sudah datang ke kantor untuk collect dokumen dan interview kecil, tidak ribet dan cukup membantu.
Website ini sangat berguna dan membantu para awam mengenai KPR. Bravo
Lora
November 6, 2007 at 7:40 am
Pengalaman saya saat mengajukan KPR di BTN dan BNi Syariah :
1. BTN
– Marketing officer dari BTN cukup ramah dan professional –> betul sekali :)
– IMB harus ada, saya coba mengajukan dengan melampirkan “surat ijin pengajuan pembuatan IMB” / resi tetap tidak diterima, padahal pembuatan IMB butuh waktu 1 bulan ( bisa-bisa penjual rumahnya marah2 tuh krn ga segera dibayar he he atau malah gak jadi jual rumahnya ke kita)
2. BNI Syariah
– Marketing officer nya biasa-biasa aja pelayanannya, kadang penjelasannya kurang
– IMB fleksibel !! bisa menyusul he he… akhirnya saya lebih memilih BNI Syariah, insyaallah minggu depan udah akad.
Perbandingan cicilan per 20 november 2007 :
Harga pengajuan : 350 juta selama 15 tahun
BTN:
Option 1 : Fix 5 th pertama bunga 10,9% dgn cicilan Rp 4 juta 50rb, 10 tahun berikutnya bunga floating 10,7% dgn cicilan 4 juta >>> nilai rumah menjadi Rp. 723 juta
Option 2 : Floating 10,7% dgn cicilan 4 juta
BNI Syariah :
Fix 15 tahun bunga 9% dgn cicilan 4,5 juta per bulan >>> nilai rumah menjadi Rp 810 juta
Pertimbangan saya mengapa memilih BNI Syariah :
1. IMB flexibel, proses cepat
2. Kalo dihitung, maka nilai rumah yg 810 juta itu akan seimbang dengan BTN option 1 fix 5 th bunga 10,9% + floating 10 th bunga 14% >>>> nilai rumah menjadi 813 juta
Disini saya mengasumsikan tahun-tahun yg akan datang kondisi BI rate akan naik lagi seperti th 2005-2006, krn dunia ini udah tua he he… bakalan banyak gonjang ganjing deh kayaknya, ya pemanasan global, bencana, nuklir, lihat aja harga minyak udah USD98 per barel (padahal dulu sekitar USD55-65), Cina merencanakan utk konversi $ ke europe, dll
( Info: BI rate sekarang 8,25% dan biasanya bunga KPR konvensional lebih tinggi 2,5 – 4%)
Dari pengalaman rekan2 yg pernah ambil KPR konvensional th 2005-2006, mereka pernah mengalami bunga 18%!!, kalo itu terjadi pada saya, maka cicilan bisa bengkak ke 5.750.000 per bulan… :(
Anggap saja BI rate mau turun… turunnya sampe berapa?? Paling2 turun ke 7% mentok….. tapi kalo malah naik gimana? Dari history tahun2 yg lalu BI rate bisa naik ke 12,5% (www.tempointeractive.com/hg/ekbis/2006/06/07/brk,20060607-78519,uk.html )
Atau coba lihat history BI rate di sini: http://www.bi.go.id/web/en/Indikator+Moneter+dan+Perbankan/birate/
Demikian sekilas sharing dari saya, dan saya jadi teringat rumah eyang yg diKPR BTNkan 20 tahun yang lalu, saat cicilan Rp 20.000,- per bulan terasa beraaaaat sekali… tapi tahun 2006 eyang sudah melunasi rumahnya sambil ketawa ketiwi he ha he. Lha wong nyicil rumah kok seharga piza HUT personal cheese deluxe… cuman 20 rebu
user
November 21, 2007 at 3:50 pm
tambahan nih:
Ini tentang cicilan eyang yg 20 ribu per bulan x 20 tahun akan menghasilkan harga rumah sekitar 5 juta-an
Tebak berapakah harga rumah eyang sekarang? jangan heran krn sekarang rumah eyang menjadi Rp. 150.000.000,-
Mengapa? krn perkembangan perumahan yang pesat, sehingga banyak sekolah, supermarket, kantor cabang bank, dll di sekitar rumah eyang sehingga harga membumbung tinggi.
Berarti kalo mau dihitung pake cara simple, eyang sudah menabung uang 5 juta selama 20 tahun, dengan bunga 100% per tahun :))… anggap aja sisa yg 50 juta utk biaya renovasi
user
November 21, 2007 at 4:04 pm
http://goliath.ecnext.com/coms2/gi_0199-5565860/Interest-rates-on-housing-credit.html
Publication: Indonesian Commercial Newsletter
Publication Date: 01-APR-06
Delivery: Immediate Online Access
Author:
Article Excerpt
The high increase in oil fuel prices in October, 2005 and falling value of the rupiah to the level of 10,000 per U.S. dollar forced Bank Indonesia (BI) to raise its benchmark interest rate (BI rate) from 10% in September to 11% in October, 2005. and again to 12.25% in November that year.
The rapid increase in BI rate forced banks to raise their interest rates on almost all types of loans including housing credit (KPR). Earlier, the KPR interest rates ranged from 12.5% to 15%, but with the increase in BI rate, the KPR interest rate was raised to 17%-20% toward the end of 2005. The increase forced buyers to postpone signing a deal.
In January, 2006, the rupiah regained some of its lost value to reach the level of 9,000. Meanwhile, the BI rate was unchanged from the level of 12.75% since December, 2005 until late April. The central bank even said it might consider cutting the key interest rate prompting banks to offer a lower interest rates including on KPR.
Early the second quarter of 2006 was a good momentum for banks for credit expansion in KPR sector. Banks begin to show enthusiasm and reduce their interest rates to attract more clients with weak purchasing power. The…
user
November 22, 2007 at 7:55 pm
Hallo.. semua..
Salam Kenal,
Boleh minta masukkannya yah?
Saya rencana mengambil rumah daerah Jatibening dan ingin di KPR.
Menurut Developernya ada 2 pilihan antara BTN dengan BNI. BTN dengan suku bunga 10.75% dan BNI dengan suku bunga 8.5% flat 1 tahun (masa promosi s/d hari Minggu ini).
Bagusnya yang mana yah? BTN itu perhitungannya anuitas tahunan dan BNI katanya di tahun kedua jg perhitungannya menurun?
Saya bener2 bingung.. ???
Saya mohon bantuannya… :)
Terima Kasih..
Elisa
November 30, 2007 at 12:30 pm
oh yah.. lanjutan diatas. rumah yang saya ingin belum dibangun alias indent (perumahan baru) dan baru dibangun rumah contoh dan itupun belum jadi…
apakah saya perlu kuatir dengan developernya mengingat perumahan ini harganya cukup mahal?????
mohon masukannya….
terima kasih…
Elisa
November 30, 2007 at 1:09 pm
Mas Pri aku br ngajuin KPR, memang sebelumnya aku udah was was karena jaman “Baru Lulus Kuliah” dulu masih bandel2nya pake kartu kredit sehingga jadilah BI CHecking ku meninggalkan noda..he..he.. pembayaran yang macet dr 2001 lalu, sdh aku sudah lunasin di awal desember 2007 kemarin. masalahnya, BI checking yang baru sekarang ini mengeluarkan data per dua tahun belakangan , jd record jelek selama dua tahun masih ada…. kalu sistem yang lalu kan hanya status sebulan terakhir…nah aku bingung.terus juga nama ku muncul sebagai penerima kredit dari danamon dan BII dengan status pembayaran lancar..padahal aku gak pernah menerima kredit tsb…jadi analis bank tempat aku ajuin KPR itu bilang dataku terlalu “complicated”..berat katanya….padahal secara finasial performance saat ini menurut beliau OK sekali….Nah ada cara gak untuk mengakali ini…aku udah buntu..apa dengan comment mas ttg sistem AO di bank Niaga yang identik dengan sogok-menyogok bisa mengcover hal BI CHecking…soalnya Manager bank tempat aku mengajukan kpr tsb (pelat merah), bilang semuanya bisa dia atur tapi kalo BI CHECKING nyerah..mohon sarannya.
Mea
Desember 15, 2007 at 3:54 pm
waduh sori salah ketik tuh…maksudnya bukan bank niaga, tapi bank yang menggunakan sistem AO rawan unsur KKN…mohon dimaklumi…udah ngantuk
Mea
Desember 15, 2007 at 4:03 pm
Hallo semua, Mas Pri dkk.
Cuma mau bertanya secara singkat.
Bisakah seseorang yang bekerja/domisili di luar negeri mengajukan KPR di Indonesia?
Terima kasih atas jawaban dan komentarnya
Wassalam
Zipper
Desember 16, 2007 at 2:31 am
Ngak bisa Mas,
Syaratnya harus punya slip gaji di indonesia utk dpt KPR.
Saya sendiri Beli rumah dan apartemen terpaksa dengan cash keras atau bertahap.
Untungnya kita bisa dapat discount dan bebas biaya bunga, admin, asuransi dll.
sawangan
Desember 16, 2007 at 4:33 am
Mas Pri, aku mengajukan KPA di atas 100 jt dimana syarat utamanya adalah memiliki NPWP sendiri.
Saat ini saya bekerja dengan gaji 4 jt net, di mana perusahaan tidak pernah memotong gaji untuk pembayaran pajak.
Saya telah menyerahkan nomor NPWP dan SIUP perusahaan tempat saya bekerja. Apakah nantinya hal ini bisa menajadi bumerang bagi perusahaan tempat saya bekerja ?
Apakah pengurusan NPWP baru akan melengkapkan data pengajuan KPA saya ?
anjar: teorinya ya, bisa jadi bumerang. pendapatan berapapun besarnya harus dilaporkan ke kantor pajak setiap tahunnya, maret kalau ga salah. Dalam hal ini yang bermasalah adalah perusahaan mas Jhon. saran saya bikin saja NPWP pribadi, satu hari jadi kok
Jhon
Desember 20, 2007 at 8:11 am
Mas Pri, boleh juga jadi “Mortgage Broker”
saya nanti jadi nasabah yang pertama…
To Bpk/Ibu “Sawangan”, kalau kita punya slip gaji dari luar negeri apa tidak cukup valid ya? and boleh bagi info/pengalamannya utk pembayaran bertahap yg bebas bea2 itu
terima kasih, agung
agung
Desember 22, 2007 at 5:13 am
Hi All,
Hanya ingin sharing aja
Saya mengambil KPR lewat bank niaga udah setahun, mulai januari 2007. selama 15 tahun ( lamaaaaa :-( )..dengan perjanjian suku bunga floating pertahun. Tahun prtama dapat bunga 13,88 %, pas waktu itu bunga lagi tinggi2nya. tapi mulai januari 2008 , selama setahun bunga turun menjadi 11,3 %.. Saya blm tanya ke Niaganya, soalnya iklan Bank NIaga , bunga KPR hanya 9,99 %..kenapa ya bunga saya bisa lebih tinggi??
Takut juga nih..jangan2 taktik bank nih…
Please help to comment
Thanks
Arief
traps
Desember 27, 2007 at 7:35 am
Hi all
Tlg info, mana lebih baik ambil KPR Bank Niaga or BNI. Sy baru ngajuan ke Niaga, tp kalo kaya gitu, sptnya pikir ulang, please help me
Cecep Mutakin
Januari 6, 2008 at 4:21 pm
dEAR All,
ada comment n advise ga, ama lokasi CItra Indah di arah timur CIbubur.
Recommended g lokasinya.
Thanks ya..
hERA
Februari 6, 2008 at 4:45 am
Allow smua,
Saya rencana mau ambil rumah di Jatijajar depok, dan sudah mengajukan KPR BTN dan BNI, saat ini sih BTN sudah di setujui dan lagi nunggu persetujuan dari BNI. Kira2x bila kedua2xnya di setujui, mana yg lebih baik saya ambil ? Ada yg bisa bantu menjelaskan bedanya annuitas, floatting dan fixed rate gak ya ? Trus kalo mau melihat rate KPR yg paling baru dimana ya websitenya ? ada di http://www.properti.net/kpr/kpr/, tapi gak pernah di updated alias data tahun 2004. Saya mau melihat rate KPR dari bank2x yg normal, bukannya ketika masa promosi atau tahun pertama saja yg keliatannya murah2x.
Trims
Tri
Februari 13, 2008 at 4:10 am
KPR BRI bunganya 11% fix dua tahun dan ada beberapa discount spesial dan DP 5% untuk developer tertentu…lumayankan…Klo kaga percaya telp aja ke call BRI 14017…
Jamaikan
Februari 13, 2008 at 10:01 am
Mas Pri..
kalau mau ambil KPR rumah itu cuma bisa lewat bank yg di sediain sama Developer aja ya?? ga bisa diluar dari Bank yg di ajuin sama Developer. Katanya kalau kita urus sendiri, pihak Bank pasti minta jaminan sertifikat dari developer, sedangkan developer blm ada sertifikatnya.. Soalnya saya mau ambil rumah, dan pihak developer cuma sediain KPR BTN sama BNI.. Sdngkan saya beniat mau ajuin ke KPR Permata..
dewa
Maret 15, 2008 at 12:12 pm
@Tri
Coba sedikit bantu tentang istilah annuitas, floatting dan fixed rate sepanjang sepengetahuan saya.
annuitas : Serangkaian pembayaran (pinjaman) berkala dalam jumlah yang sama besar pada jangka waktu tertentu.
floatting : konsep pembayaran bunga atas pinjaman, dimana kita mengikuti suku bunga yang ditetapkan BI (SBI).
fixed rate : konsep pembayaran bunga atas pinjaman, dimana kita membayar bunga pada tingkat suku bunga yang tetap (sudah ditetapkan sebelumnya) selama jangka waktu tertentu (bisa sampai akhir angsuran, bisa juga s.d jk wkt tertentu spt yang diperjanjikan).
Eko
Maret 19, 2008 at 11:14 am
@Ifa,
kalo boleh tau beli rumahnya tipe berapa tanah berapa (di cibubur villa 2)?
saya browse info ttg cibubur villa 2 di internet sulit sekali.
trims
luth
April 9, 2008 at 5:56 am
Bagaimana soal kesehatan keuangan Bank Niaga dan Permata mas? Maksud saya, bank non pemerintah apa tidak rawan terkena likuidasi, yang artinya KPR yang ditawarkan kedua bank tersebut akan terkena imbasnya. Trims
ddjaja
April 13, 2008 at 4:40 am
Sorry lupa, salam kenal, saya Djaja dari Bandung. Minta saran juga nich dari mas Anjar & teman-teman, kalo cari rumah di Bandung dengan budget dibawah 300jt sebaiknya menggunakan produk dari bank mana ya? sekalian tanya kiat-kiat mencari rumah di Bandung, soalnya sy baru 3 bulan menetap. Trims
ddjaja
April 13, 2008 at 4:45 am
@ dewa,,klo pengalaman saya sih sebenernya bisa2 aja dengan semua bank,hanya saja klo kasusnya seperti itu memang biasanya proses jadi agak lama karena bank belum bekerja sama dengan developer (dalam kasus mas, sertifikat belum keluar) jadinya harus tunggu-tungguan deh..
ferdy
April 21, 2008 at 4:46 am
saya baru aja masukin aplikasi KPR niaga, saya ambil yg cicilan 9.9% fix 3 thn.
sepertinya memang aturan cicilan max 33% gaji bersih itu flexible ya, dan juga proses wawancaranya cm sebatas formalitas, ga terlalu signifikan. mereka bilang proses analisis kredit jg cm 2 hari.
keliatannya sih lumayan cepat.
daniel
April 24, 2008 at 7:01 am
sy sedang mencari bank yang tepat untuk ambil KPA
tlg inf ya
thx
eveline
Mei 21, 2008 at 12:40 am
Hai..semua, share pengalaman sy dgn Bank Permata BSD. Sy sdg proses KPR diatas 150 juta kepada 3 Bank, salah satunya Bank Permata. Bank Permata oke, tapi dikabulkan sebesar 125 juta, alasannya living cost sy 3,5 juta/bln itu hasil dari interview by phone dari analis credit. Sy complain dong krn wkt interview sy + istri sy tdk pernah ditanya terkait dgn living cost kok tau-tau dpt 3,5 juta/bln. Pihak marketing sempat kaget, dan minta maaf, namun tetap aja plafon kredit sy 125 juta. Sy jg sempat tanya apakah Bank Permata meg-outsourcing-kan phone checking sebagaimana digunakan oleh bank Lain dlm memberikan kredit, krn pertanyaannya kurang fokus seperti sejarah tempat kita kerja dan apakah istri sy dlm kondisi hamil…?. Stlh sy diskusi dgn istriku akhirnya kami memutuskan utk melepaskan Bank permata mengingat jg faktor Bank lain (2 bank) yg jg msh dlm proses.
salam
junaidi
Mei 21, 2008 at 2:55 am
@^
waksss…. dasar perhitungan living cost gimana yach? Kalo pengajuan KPR 336jt kira-kira cairnya berapa yach?
Widi
Mei 21, 2008 at 12:15 pm
Mas Pri, Situsnya bagus sekali..
sejak saya mo beli rumah saya jadi rajin liat webnya karena banyak ilmu yg baru saya pelajari
Kebetulan saya sedang mengurus KPR BCA..kebetulan saya pindah ke perusahaan baru dan belum 2 tahun..waktu pengisian form applikasi sy lampirkan surat kerja diperusahaan lama yg sdh lebih dari 2 th
Apakah hal itu jd pertimbangan juga utk meloloskan permohonan saya?
FYI, saya pernah ngurus juga di BNI dan ditolak karena belum 2 tahun kerja
terima kasih
donny
donny
Juni 3, 2008 at 9:36 am
saya lagi cari rumah KPR/BTN di daerah pamulang sekitarnya, tapi yang kredit, sama uang mukanya dibawah 5 juta. yaa maklum lagi paceklik,. tolong dikonfirmasikan yaa,, thanks
semmy
Juni 4, 2008 at 8:11 am
di saat lagi guncang issue BI rate akan naik, apakah sebaiknya mempercepat proses pengajuan KPR ?
mnrt marketingnya, pemerintah janji tak menaikkan rate bunga konsumtif bank sampe thn 2009. benarkah ???
sekarang ini saya sedang cicil DP di perumahan Bogor Park Residence, jadwal cicilan DPnya sih masih sampe awal thn depan.
mohon info , masukannya. thx
Julianah
Juni 5, 2008 at 11:55 am
kalo BI rate naik, semestinya sih bunga KPR bakalan naik juga ada yang pernah bilang spread bunga KPR itu +4% dari SBI, jadi kalo SBI sekarang 8.5%, yah kisarannya bakalan sekitar 12-13%)
ada juga yang bilang kalo kenaikan bunga ini untuk meredam inflasi gara2 kenaikan BBM, dan mungkin bakalan reda setelah beberapa bulan setelah kondisi ekonomi membaik (yeah right, kapan? – tapi emang sini punya kecenderungan paranoid sih, jadi dipikir2 saja dulu, banyak2 cari info, hehehe)
alter
Juni 19, 2008 at 3:45 am
Mohon bantuannya. Rencananya kami akan ngambil rumah di bandung. Kami merencanakan pembiayaan di biayai bank sekitar 550 jt. gaji kami 15 juta/bulan. kira-kira bank mana yang bisa merealisasikan kredit kami. terima kasis
soni
Agustus 11, 2008 at 7:06 am
mas………
kalau masalah di kartu kredit…pasti KPR-nya di reject ya???
mikir2 nih…pingin rumah lagi?????????
mas ono
Agustus 11, 2008 at 8:22 am
hum barusan tlp ke cs BNI ….Suku Bunga KPR BNI –>> sudah naik per 08Sept –>> 14% fixed 1 tahun floating tahun berikutnya…wuih nambah mahal aja nih cicilanny//
ada yg tau BTN brp ratenya..?????
Agus
September 12, 2008 at 9:15 am
mas mau tanya dong ttg kpr 125% bank bumi putra itu untung ruginya apa ya
thx
suryawati
September 19, 2008 at 9:58 am
saya mau ngambil kpr di grand silah residence (belakang perumahan bisma), lokasinya di jalan warung silah ciganjur..ada yang tahu prospeknya..?trima kasih
tiyan
Oktober 13, 2008 at 10:02 am
info buat P’ Agus…
BTN KPR rate per September ‘08 :
pinjamanan mulai & di atas 150 juta = 10%
junaidi
Oktober 14, 2008 at 4:27 am
@junaidi
saya baru tgl 10 okt 2008 ngajuin kpr ke BTN..12 % bos nggak 10 % (kredit 201 jt)..BTn mana yang 10 %
tiyan
Oktober 14, 2008 at 9:40 am
@tiyan…
Bunga 10 % itu berlaku pada saat saya akad kredit pada tgl 19 Sept’ 08, mungkin saat ini (Oktober ‘08) BTN sudah merevisi suku bunga kreditnya dimana pada hari ini tgl 14 Okotber ‘08 saya dpt info sudah kisaran 12-13 %.
junaidi
Oktober 14, 2008 at 9:45 am
To : Mas Pri
Mas, saya berencana untuk membeli rumah dalam waktu dekat ini. Tapi, berhubung kesibukan saya dalam pekerjaan, akhirnya rencana awal saya untuk mengumpulkan semua informasi perumahan dalam Properti Expo September kemarin, tidak dapat saya lakukan. Mas Pri bisa atau tahu kapan akan diadakannya lagi Properti Expo?
Mas Pri bisa memberikan saran atau input, perumahan baru mana yang baik di pinggiran Jakarta Selatan (Serpong, Bintaro, dsktr), yang berkisar 150-250 juta, lingkungan asri, nyaman, dan dekat dengan RS, Sekolah, Pasar, dll?
Terima kasih atas bantuanya.
Sumardi
Oktober 28, 2008 at 4:29 am
Pak Pri dan Temen2 yang lain,
mohon info proses KPR BTN untuk Puri Bintaro Indah. Saya dijadwalkan wawancara jumat ini di BTN Ciputat, apa saja ya yang harus saya siapkan ??? trus prospek Puri Bintaro Indah sendiri bagaimana ya ??
@Pak Summardi
selamat hunting pak, saran saya sich survey lokasi langsung saja, soalnya daerah situ buanyak banget perumahan baru, kalo perlu surveynya sampe pamulang…
evan
November 27, 2008 at 6:45 am
mas evan jg ambil di puri bintaro indah ?
gmn prospeknya ?? klo bagus pengen ambil disitu jg nih
sylvi
Juni 1, 2009 at 3:38 am
saya ada rencana untuk cari rumah btn untuk saudara, lokasi didaerah bojong atau cilebut bogor, kira-kira perumahan apa yang masih ada prospek dan gak terlalu rss. Kisaran harga rumah antara 60 – 80 jt, terus bisa cicil pastinya. Terus yang paling penting tidak terlalu jauh dengan stasiun kreta api. ada yang bisa bantu. Terima kasih
widodo
Januari 14, 2009 at 1:08 pm
INFO mengenai KPR MANDIRI dengan suku bunga 13,50% effective fixed 6bln.
hub. chadpandj@yahoo.com
richard
Maret 28, 2009 at 5:48 pm
Saya mau tanya soal KPR, kalau harga jual rumahnya Rp. 329 juta (belum termasuk biaya notaris dan pajak). Untuk bulan Maret 2009 ini bunga bank yang paling murah di bank mana ya ? Terus kira2 dapat cair berapa ? DP nya harus bayar berapa ? Kalau dicicil selama 13 tahun harus cicil berapa Rp setiap bulannya ? Terima Kasih banyak ats bantuannya
Wong Jok Ja
Maret 29, 2009 at 1:09 am
pagi mas,saya mau tanya masalah KPR,dana yang saya butuhkan utk KPR sebenarnya hanya 140jt dan sanggup saya cicil selama 5 thn,tapi AO menawarkan 160jt dengan cicilan selama 15thn…manakah yang lebih mengguntungkan saya mas? karena pada dasarnya saat ini bunga kpr tinggi sekali 13,5%(B,mandiri)..apakah AO selalu mencari nasabah KPR dengan tawaran seperti itu….agar nasabah KPR terikat pada bank dalam jangka waktu lama
chris
April 23, 2009 at 10:48 pm
mas,
makasih atas sharing mengenai KPR ya, sangat berguna dan informatif
KPR
Mei 20, 2009 at 2:59 pm
hmmm..dah coba sm bni dan bca…kurang berhasil…, tapi akhirnya btn juga…mak nyus btn, emang kalo ngeliat fisik banknya emang kalah sama bank2 yang diatas, dan rate nya terkenal konservatif, tapi itu bro…komitmennya terhadap pendanaan bagi yang mau beli rumah…tidak diragukan.
bravo btn … yang lain jargon doang … btn lah yang melayani dengan hati.
arin
Juli 18, 2009 at 4:12 am
mas chris, menurut saia, begitulah bank penginnya untung panjang, so..kalo mampu jangka pendek, sampaikan bahwa kita ambil cicilan jangka pendek aja.
arin
Juli 18, 2009 at 4:14 am
Banyak orang termasuk saya mencari artikel seperti ini, saya minta ijin Reposting di http://www.plazaindonet.com, terima kasih
wawan
Juli 27, 2009 at 2:09 pm
KPR yg ada saat ini yg saya alami apabila ada keterlambatan pembayaran adalah sistem Renternir yaitu Bunga berbunga…(Riba). adakah KPR bank yg bebas riba. mohon bantuannya
wawan
November 9, 2009 at 4:02 am
Saya mau tanya mas…
saya sedang mau membeli rumah baru namu oleh developernya disarankan menggunakan KPR dari Bank Niaga, BRI Syariah dan Permata. Bila menggunakan salah satu dari ketiga bank ini, maka developer akan membantu untuk pengajuan KPRnya.
Yang saya bingungkan, dari ketiga bank ini mana yang terbaik. Karena dari cerita yang saya dengar untuk suku bunga bank Niaga kadang2 suka tiba2 naik sedangkan KPR BRI Syariah suku bunganya flat 14,5% selama 15 thn yang jelas menurut saya tidak menguntungkan.
Dan apabila saya memilih bank diluar bank yang direkomendasikan oleh pihak developer, apakah bisa?
Mohon masukannya… terima kasih
Dewi
November 9, 2009 at 9:27 am
Cibubur!!!cibubur!!! Dijual Rumah type LT.90M2/LB.90M2 (hook),3 kamar tidur, 1 kamar mandi,1 ruang makan, 1 ruang tamu, 1 kios (2,5m2 x 2,5m2),Sekolah SD hanya berjarak 10 m, 500m dari Plasa Cibubur,dijamin tdk banjir,Daerah berkembang.
Specifikasi:
beton bertulang, keramik 30×30, Jet pum, listrik 900watt, harga Rp 450 jt (nego)hub:081213070210
refly
November 9, 2009 at 12:30 pm
saya sedang berencana membeli rumah second, dengan alasan tidak harus beli terlalu pinggir jakarta yg biasanya kpr menawarkan rumah di komplek. berapa lama kah proses mulai dari pengajuan kpr rumah second sampai kita akad kredit? bank mana yg lebih direkomendasikan, apakah kita juga harus ikut terlibat dengan pemilik rumah dalam hal tawar menawar harga? bagaimana jika harga rumah menurut pihak bank terlalu mahal atau tidak sesuai dengan harga rumah? sulit ga sich kalo mau beli rumah second? tipsnya dong?
shanti
November 10, 2009 at 9:24 am
aku & suami ingin beli rumah second sekitar daerah kampung makasar, pinang ranti, bambu apus, cijantung atau cipayung… pake kpr, harga +- 250 jt-an, memenuhi syarat kpr, lingkungan asri, ada yg punya rekomendasi?
shanti
November 10, 2009 at 9:33 am
sekarang ini bank mana yg memberikan bunga terendah dan syarat yg fleksibel? saya berencana mengambil rumah dengan harga 170 juta dengan modal yg saya miliki 70 juta,saya seorang PNS III/a, terimakasih….
syarif
November 18, 2009 at 3:20 am
Salam kenal mas pri..
Saat ini saya sedang mengajukan proses untuk KPA City Park, di Cengkareng. Semeua persyaratan udah ada keculi satu ganjalan ketika pihak bank BTN meminta SIUP kantor dimana saya bekerja. Bagaimana kalo kantor tidak memberikan copy SIUP-nya? adakah cara lain untk lebih fleksible untuk negosiasi dengan bank masalah ini?
terimakasih mas
Siladhamo
siladhamo
Desember 3, 2009 at 1:32 am