Anjar Priandoyo

Dalam hubungan personal, komunikasi bukanlah segalanya

with 3 comments

Semalam, -setelah agak bosan dengan siaran TV- kami memutuskan untuk mencoba suasana baru dengan mendengarkan radio. Jam menunjukkan pukul 21.40-an, lampu kami pasang redup dan sayup-sayup terdengar suara penyiar trax FM. Dan persis seperti 10 tahun yang lalu di Magelang dengan suara penyiar Polaris FM-nya, penyiar membacakan curhat seorang anak muda yang dikirim lewat email.

“Saya (cowok) sudah 6 bulan pacaran, dan sudah beberapa kali melakukan hubungan intim. Namun akhirnya sekarang pacar saya seakan memperbudak saya, sering marah-marah. Dan beberapa kali mengancam dengan mengatakan bahwa saya hanya memanfaatkan tubuhnya saja. Saya sekarang tertekan bla bla bla”

Kemudian penyiar pun menjawab -mungkin dengan tanpa pikir-pikir lagi- dengan
“Wah kamu ga bisa gitu, kamu harus berani mengkomunikasikan perasaanmu sama pacarmu. Intinya itu komunikasi, bla bla bla”

Kemudian email curhater yang lain pun dibacakan. Macam-macam ceritanya, tentang pacar yang anak band, orang tua yang tidak setuju dkk. Dan jawaban sang penyiar pun kurang lebih sama “Komunikasi”.

“Kok jawabannya ga konstruktif sekali ya mas -komunikasi-. Masalah tuh ga sesimple itu penyelesaiannya kan” istri saya nyeletuk.

Sejenak saya pun terdiam, memang dalam hubungan personal, komunikasi sebenarnya bukan lagi kata kunci untuk melanggengkan sebuah hubungan. Kalau pasangan kita sedang ngambek misalnya, tentunya komunikasi -apalagi verbal- menjadi tidak ada gunanya. Jauh lebih baik action riil, seperti diam atau mengangguk. Toh besok juga akan selesai.

Begitu juga hubungan antara orang tua dan anak. Sang orang tua tidak suka anaknya berpacaran dengan anak band yang penampilannya urakan. Konklusinya bukan dengan komunikasi, tapi dengan action, misal: ganti pacar baru atau cari pacar lain :D

Dalam skala korporasi pun sebenarnya sama saja. Banking smile, yang dikenal dengan fake smile sudah menjadi trademark banking yang tidak lagi laku dijual. Orang-orang sudah tahu, kalau pergi ke bank pasti akan dihadapkan pada CS yang senyum-senyum manis. Tapi begitu 2-3 menit komunikasi dijalankan dan kita tahu bahwa orang didepan kita adalah ‘ular’,  bubar semuanya.

About these ads

Written by priandoyo

Januari 30, 2007 at 10:39 am

Ditulis dalam uncategorized

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bagaimana dengan pengertian?

    Arief Fajar Nursyamsu

    Februari 1, 2007 at 2:07 am

  2. Kalau big conceptnya (kata Pak Andri, pria 3 anak)
    menerima-memahami-dan memaafkan. ‘Pengertian’ menurut saya masuk dalam fase menerima-memahami itu mas Arief.

    Tapi kalau pengalaman saya sekarang, komunikasi apalagi verbal sudah tidak efektif. Pie mas, dulu kalau pengalaman ‘ribut’ sama istri solusinya gimana :D

    priandoyo

    Februari 1, 2007 at 2:17 am

  3. Quote: “Tapi kalau pengalaman saya sekarang, komunikasi apalagi verbal sudah tidak efektif”..

    Pakai yang non verbal dong.. he he he he.. ;)

    Pernah baca buku “Men Are from Mars, Women Are from Venus”-nya John Gray. Saya baca cuma bagian awal sama sepintas saja, habis itu disimpen lagi. Karena cara ngomong yang berbeda, misal: kalo cowok ngomong ke cewek: “Kamu ga ngerti jalan pikiranku”, tapi kalau cewek ngomong ke cowok: “Kamu ga ngerti perasaanku” … he he he he.. ga nyambung kan, satunya “pake pikiran”, satunya “pake perasaan”.

    Kalau “ribut” saya kira dengan “menerima-memahami-dan memaafkan” sudah oke kok. Tapi sebentar, kalau memaafkan memang siapa yang salah?
    Si “Paham” kali yang salah. Makanya ada namanya salah paham..

    Biasanya begini.. memahami perasaan dan jalan pikiran pasangan, tunggu sampai reda, komunikasikan apakah akan dibahas atau tidak. Jangan dibahas saat masih “panas”.. tunggu biar “dingin” dulu. Gitu..

    Eh itu tadi IMHO lho.. :D

    Arief Fajar Nursyamsu

    Februari 1, 2007 at 7:39 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 483 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: