Apakah apartemen merupakan suatu pilihan?
Jujur, sebagai orang ndeso saya tidak pernah bermimpi tinggal di apartemen. Tapi melihat trend apartemen di Jakarta ada baiknya kita belajar sedikit-sedikit tentang pola hidup vertikal ini. Seperti biasa saya mengawalinya dengan teori segmentasi:
Dalilnya adalah:
“Tidak semua apartemen mahal, ada klasifikasi dan ada segmentasi tertentu”
Ok dari sini kita bisa membagi kelas apartemen dengan:
Lokasi:
1. Segitiga Emas (CBD)
Segitiga Emas (Sudirman, Thamrin, Rasuna) dikenal dengan CBD (centre business district) memang bluprint pemda DKI menjadikan wilayah tersebut semuanya gedung, tapi toh tetap saja ada orang2 keras kepala yang mendirikan rumah untuk kost-kostan atau tempat parkir disana.
Di segitiga emas ini, pun ternyata terbagi dalam beberapa kelas:
a. > 1M: Tidak tertarik :))
b 1M-500juta: Tidak tertarik sama sekali :))
c. < 500 juta: Thamrin Residence, 18th Residence, Sudirman Park, City Loft
2. Seputaran Kota (Inside city)
Kemang, Warung Buncit, Tanjung Duren (mediterania), Taman Anggrek
a. >500 juta: Tidak akan dibahas
b. 400-500 juta
c. <400 juta: Sputaran casablanca, kemang dkk
Kategori apartemen seputaran kota ini termasuk baru, beberapa developer malah jelas-jelas mengusung konsep ini ‘back to city’-nya Agung Podomoro adalah salah satu contohnya.
3. Luar kota
Margonda Residence (depok) dkk: Ga terlalu paham
::: Kesimpulan:
Apartemen < 400 juta, dengan 2-3 kamar di seputaran kota mungkin menjadi pilihan yang sangat menarik. Beberapa developer terlihat sedang membangun apartemen diwilayah yang bakal strategis.
Saya pribadi terus terang tidak tertarik, tapi saya pikir kita semua harus tetap aware dengan trend hidup vertikal ini. Kelak 10-20 tahun lagi kita tidak tahu apa yang akan terjadi:)


dgn budget 300-400 jt, apartemen sangat layak dipertimbangkan. kemudahan aksesnya itu lho, ndak nguatin, lingkungan juga aman. cuman kamu jadi anak kota yg bener bener kota aja, njar. kehidupan sosialnya udah terputus dengan lingkungan masa lalu.
kalo bosen, di kontrakin ajah. ndak usah ekspat, ke eksmud yg kerja di perusahaan minyak, udah amat sangat bisa diandalkan sebagai pasive income. yg paling penting, bisa dijadiin bisnis yg dikendalikan dari rumah, let’s say, main saham [ndak perlu bingung narik kabel buat ngamatin pergerakan harga saham harian, lha wong di jkt gitu lho], mau bikin travel online atau lain lain yg online, buat pengiriman dan sebagai pusat komando, tokcer punya].
papabonbon
Februari 1, 2007 at 6:50 am
Nah itulah masalahnya bang, apakah investasi di medium apartemen (300-400jt) itu menguntungkan? dibanding harga sewa, perawatan dkk, kira-kira biaya sewanya nutup kalau berapa?
Kalau kerumah konvensional, sewa rumah tuh 5-7% harga rumah, kalau rumahnya 250 juta biaya sewanya 12-17 juta. Nah kalau apartemen gimana?
:::hehehe, seperti biasa kebanyakan analisa, lambat bergerak :P
priandoyo
Februari 1, 2007 at 7:05 am
apartemen kalo ke ekspat bukannya 30 jt, kalo ke orang lokal sedikit lebih miring ? yg mahal emang perawatan. tapi kan sama aja, rumah juga bawaanya kudu dibangun macem macem lagi kok …
yg lebih signifikan buat dieprhatikan, apartemen itu kalo gak salah, HGB doang, ndak ada hak milik. kayak konsep jepun di mana harga tanah udah setinggi langit. dan kalau di luar negeri, apartemen yg udah 20 tahun yah kudu dihancurkan … habislah HGB nya … secara HM juga ndak punya.
keuntungan, material bangunan apartemen biasanya lebih oke, dibandingkan perumahan yg pada suck itu. lagipula udah ada fasilitas gym, renang, taman yg udah include. sekolah, gak pusing, lha wong dekat ke mana mana …
masalah klasik, mahal ke mana mana untuk saat ini, kecuali akses bus way yg udah enak nyaman itu [catat gak perlu takut macet, ntar kan busway makin lancar].
papabonbon
Februari 1, 2007 at 7:50 am
Kita kebalkan Njar. Sebagai penduduk tetap di Singapura, gue nggak pernah mimpi tinggal di rumah satu lantai di atas tanah :P
Di sini, kurang dari 10% penduduknya tinggal di rumah (”rumah” dalam definisi tradisional, yaitu dibangun di atas tanah dan sepenuhnya untuk sendiri). Sisanya tinggal di rumah susun dan apartemen, termasuk gue. Dulu seorang temen kuliah pernah nanya,
“Do your parents own a flat or an apartment back there in Indonesia?”
Gue jawab, “No, they own and live in a house in the city area.”
Tanggapannya, “Whoo, you must be very family, then!”
…
Cay
Februari 1, 2007 at 3:26 pm
Kita kebalkan Njar. Sebagai penduduk tetap di Singapura, gue nggak pernah mimpi tinggal di rumah satu lantai di atas tanah :P
Di sini, kurang dari 10% penduduknya tinggal di rumah (”rumah” dalam definisi tradisional, yaitu dibangun di atas tanah dan sepenuhnya untuk sendiri). Sisanya tinggal di rumah susun dan apartemen, termasuk gue. Dulu seorang temen kuliah pernah nanya,
“Do your parents own a flat or an apartment back there in Indonesia?”
Gue jawab, “No, they own and live in a house in the city area.”
Tanggapannya, “Whoo, you must be a rich family, then!”
…
Cay
Februari 1, 2007 at 3:27 pm
^_^ narpen ngincer apartemen sebetulnya (terutama di jkt, org makin padat, lahannya tetep..), tapi banyak pihak2 yang tidak mendukung nih.. huhu.. tampak kerabat2 belon pada siap dengan konsep apartemen..
btw.. apa bedanya,
apartemen dan rumah susun? hehe…
narpen
Februari 2, 2007 at 12:13 am
papabonbon: Betul pak, ekspat biasanya range-nya $3000, salah SM ekspat dikantor pernah cerita sama saya, dia bingung kok semua apartemen di Indonesia kompak nawarin harga $3000 untuk apartemen upper level (2-3 kamar + pembantu) per bulannya. Kalau orang lokal setahu saya malah 1/4-nya dari 7-15 juta untuk kelas yang sama.
Masalahnya bang, kalau mau main dikelas segitu, kan ga mungkin kita punya apartemen 300-400juta-an. Senior2 Manager lokal di Indonesia aja mungkin nyarinya sewa apartemen upper level juga (yg harganya >1M)
cay: wah kita patut berbangga nih sebagai orang indonesia :P
narpen: rumah susun ga pake lift :P
priandoyo
Februari 2, 2007 at 2:17 am
sebenarnya rumah susun dan apartemen ndak ada bedanya. cuamn orang indoensia aja yg ndak siap berapartemen ria, sehingga ketika rumah sussun dibuat, konsepnya jadi kelas menengah ke bawah gitu. padahal, rumah susun di tanah abang aja kontraknya bisa 10 juta tuh setahunnya. guile bener.
papabonbon
Februari 2, 2007 at 2:18 am
seperti aku tulis sebelumnya, rumah susun tanah abang, temen anak UGM juga, udah dipasang AC, dua kamar, kontrak di sana dapat harga 8-10 jutaan lho …
papabonbon
Februari 2, 2007 at 2:21 am
8-10 juta, wah itu baru murah sekali bang, mmm tapi itu dilantai berapa yak :D, infonya kurang lengkap nih. Rusun di Tebet aja, dah 1-1.5 juta perbulan lho, padahal kosongan, lantai los 4×6m ada tempat cuci, kamar mandi beberapa dapet teras, lokasinya lantai 2 atau 3.
Jadi agak mencurigakan nih kalau ditanah abang malah dapet lebih murah.
priandoyo
Februari 20, 2007 at 9:15 am
saya mau beli rumah susun yang murah nih ada yang tau tidak ya ? dan juga saya mau tempatnya tidak di luar kota.makasih
dina
Maret 23, 2007 at 3:04 am
Wuah koq pembahasan jadi rada2 luput dari topiknya yah … :)
Kalo consideration gue buat apt sebagai investment, kebetulan gue lagi consider salah satu low-entry-price apt di CBD (hint: Agung Podomoro poject, 1 or 2 BR), consideration nya seperti ini:
1. Apartment baru serah terima 2 taon lagi (so loe tau donk yang mana … hehehe)
2. Deal terakhir: (seinget gue, CMIIW)
Payment 1: DP (10jt)
Payment 2: Cash Keras Pertama & Kedua (10% dari sisa)
Payment 3-39: Cicilan 26X (30% dari sisa)
Sisanya: KPA (50% dari sisa, 5 tahun)
3. Apartment begitu serah terima di furnish dulu (tambahan sekitar 50(1BR)-100(2BR) jt lagi nih)
4. Apartment disewakan selama 5 taon (tidak ditinggalin sendiri), mudah2an 80% dari waktu (4 taon) laku disewakan, 1 taon nganggur *hopefully*, dengan consideration facilities yang bagus,
5. Kenaikan inflasi sekitar 6%, kenaikan harga apartment rata2 8% (source: dari berbagai media)
6. Revenue dari Sewa (1BR) 50jt an per taon (menurut kabar lapangan sih lebih tinggi dari ini, tapi gue ambil jelek nya aja)
7. Maintenance 10% tiap taon dari total revenue sewa (kalo tiap taon si penyewa ganti)
Setelah 5 taon disewakan dan KPR nya abis (jadi KPR loe sebagian besar dibiayakan oleh revenue dari sewa apartment), udah balik modal tuh :P (meaning cash yang loe keluarin udah balik plus asset sebuah apartment)
Nah sekarang kalo dibandingkan dengan reksadana, kalo pertumbuhan bagus, reksadana saham bisa 40% – 50% setaon … hehehe … tapi jantung dug2an terusssss
pilih yang mana ?? property atau equity ??
Note: itungan di atas masih itungan kasar gw di spreadsheet, masih banyak factor yang harus di consider
PositiveThinker
Mei 9, 2007 at 4:38 am
@+Thinker:
Thamrin Residence ya, Pak? :-) Kebetulan saya jg “nyaris” ambil disitu, cm karena butuh cepet (br merit akhir taun kmrn) & udah direncanain dr th 2005, makanya sy ambil Sudirman Park. Produk AP jg… :-)
Panjul
Juni 2, 2007 at 1:11 pm
Yang jelas sih, gw pernah baca satu ulasan di Kompas ttg transportasi di Jkt yg makin hectic aja. Kalo gak salah inget (CMIIW) disitu dibilang kalo 10-12th dr skrg (kira2 tahun 2020an lah), pertumbuhan kendaraan di Jakarta (bukan Jabodetabek) itu udah sekitar 300,000 unit, sementara pertumbuhan jalan aspal di Jakarta itu hanya mencapai 4.5jt m2 (itu udah maximal & termasuk jalan2 kelas 2). Just do the math… seandainya (seandainya nih ya) pd waktu bersamaan semua kendaraan itu berkeliaran di jalan2 Jakarta, berarti masing2 kendaraan hanya “dijatah” seluas 15m2 alias 3mx5m….!!! Nah, trus gimana mau geraknya??? Orang2 yg tinggal di Bodetabek gimana donk kalo mau ke kantor, ke mall2 di CBD, dll.? Nah kalo udah gitu apa gak apartemen harusnya menjadi pilihan utama untuk mengantisipasi kejadian ini kan? Buat yg ngantor di Sudirman / Kuningan lebih dr 2 th, coba perhatiin deh, bandingkan volume traffic di jalan2 tersebut mulai dr 2005, 2006 & 2007. Memang sih keadaan sedikit berubah dengan adanya jalur busway, tp utk Sudirman plg nggak kan udah ada 1 jalur tambahan di jalur cepat tuh? Bayangkan th 2005 dulu kita plg kantor jam 5 jalan masih lengang, sementara sekarang ini pulang jam 4 aja antrian udah bumper to bumper!! Fakta lain adalah begitu keluar 1 tipe mobil baru, let’s say Innova lah di 2005, mgkn wkt itu kita cm lihat 1-2 Innova dr 10 mobil yg ada di jalan. Tp skrg?? Mgkn dr 10 mobil di jalan protokol itu 7 diantaranya adalah Innova. Edan kan pertumbuhan jumlah kendaraan itu??
Panjul
Juni 2, 2007 at 1:21 pm
Dengan bertambahnya macet jalanan, sekarang udah ada kok orang yg rasional, sudah banyak yg ninggalin mobilnya dirumah terus pergi kerja naik motor or busway.
Ani
Juni 5, 2007 at 4:49 am
Ada yang tau keadaan di apartemen ini :
http://www.jawabaratindah.co.id/id/laguna.html
Yang apartemen lagunan nawarin 150jt. Dia cuma sedia type 36 n 37. Lokasi di daerah pluit sekitar RS. Pluit
Apa ada yang udah pernah lihat apartemen ini? bagus atau nggak yah?
Ada yang tau apartemen yg lokasinya gak harus CBD tp masih dalem kota dgn harga murah? (Yang dimaksud murah 150-200jt)
Lanjut bicara soal apartemen, masih ragu juga nih apakah akan memilih rumah atau apartemen, takutnya kalau rumah di pinggir kota jauh banget jaraknya. Kalau apartemen..hmm, kok lbh banyak yg mahal yah.. Terus sempet terlintas pikiran, mase depan bangunannya masih terjamin gak nih, mana tau belasan tahun lg jadi apa >.<
Ada yg bs kasih pendapat lg?
Trims..
Cely
Juli 18, 2007 at 6:12 am
Setahu sy ada apartment yg sering luput dr pengamatan krn udah lama yaitu Apartment Permata Executive di Jl Pos Pengumben, deket permata hijau. Kl dr arah Permata hijau menuju kb jeruk belok ke kiri. Kayaknya bagus dan tdk terlalu jauh dr jl Sudirman tuh..Kalo ga salah harganya 170-300 jt an deh..
sayasaja
Juli 18, 2007 at 8:11 am
kalo apartemen laguna seh gue rasa sama aja kayak rusun gitu. Coz lingkungannya terlalu padat banget. emank seh apa aja da disono termasuk fasilitasnya lumayanlah… tapi mungkin emank kalo dilihat dari lingkungannya n dari segi orang2 yang tinggal disono… Hmmm…
kUmuh abiez.. hehehe.
sorry ya klo da yang ngerasa!!!
valen
Agustus 14, 2007 at 5:36 am
apartment permata executive jangan dah..
itu marketing officenya bulukan gitu..
kemaren pas banjir awal tahun, listriknya mati 2 minggu, gara2 basementnya kerendam air.
siap kena banjir ga ?
etoh
Agustus 28, 2007 at 1:43 am
ada yang tau tentang apartemen di daerah tebet, gak? aku gak tau apa namanya, tapi sepertinya udah agak lama karena katanya yang 1 BRnya udah abis.
please reply. TQ
PS: bagusan mana royal mediterania garden atau mediterania garden 2?
TQ lagi.
rafael
September 7, 2007 at 10:39 am
apa bener kita itu tinggal di apartemen ga ada hak milik??
padahal gua baru beli apartemen.. masa duit ratusan juta gua buat apartemen ludes?? kalo gitu buat apa dong gua bayar??
tq ataz perhatiannya..
DyeN
September 11, 2007 at 1:46 pm
koq gw bingung yah itungannya positivethinker,
dengan asumsi harga awal apartemen 300 jt, trus disewain selama 4 tahun dengan sewa 50 jt/th. masih blm break even dong ?
man
September 13, 2007 at 2:17 am
Mau nanya donk…
Sbenernya lebih menguntungkan mana sih kl buat investasi, Apartemen yg lantainya lebih rendah atau lantai lebih tinggi?
Andiaz
Nopember 14, 2007 at 3:46 am
Pameran properti tgl 3-11 Nov 2007, ada 3 pengembang yang nawarin apartemen bersubsidi pemerintah daerahnya dekat kamal dan ada juga di daerah kebagusan. Lumayan terjangkau tapi untuk tinggal di apartemen rasanya belum cucok. :)
Btw, ada yang tau lebih banyak nggak mengenai apartemen subsidi pemerintah ini nggak?
Sita
Nopember 14, 2007 at 10:10 am
“LOW COST APARTMENT” Program 1000 tower bersubsidi pemerintah.
Lokasi di TMII, Cipayung, Jakarta – Timur
Nama: SUNWAY GARDEN APARTEMEN
Baru akan dibuka awal Desember ini, harga perdana Rp 90 juta & 140 juta untuk pemesanan s/d Nov 07.
Booking Fee: Rp 1jt
Fasilitas sport center (kolam renang, jogging track, dll)
Commercial Area.
Keuntungan:
- Bebas pajak
- Subsidi uang muka
- subsidi bunga
Dibangun di lahan seluas 12ha.
Pengembang: PIKKO GROUP – developer dr proyek2:
HAMPTON’S PARK Pondok Indah, Sahid Sudirman, Menara Kuningan, Maple Park, Sudirman Park, dll
Untuk Info lebih lanjut & pemesanan bisa hub via sms ke 0815 740 20072, nanti pihak marketing nya akan menghubungi utk penjelasan lebih lanjut.
atau via email ke sunway_garden@yahoo.com
sunwaygarden
Nopember 14, 2007 at 11:36 am
Sita Says:
November 14th, 2007 at 10:10 am
Btw, ada yang tau lebih banyak nggak mengenai apartemen subsidi pemerintah ini nggak?
Banyak yang bilang apartemen ini adalah Rusun spt kebon kacang, benhil, dll. karena harganya yang sangat murah.
Padahal sebenarnya masuk dalam kategori Apartemen, “Low Cost ApartmenT”
Mengapa??
Karena fasilitas & kualitas yang diberikan, seperti di SUNWAY GARDEN, Cipayung, TMII, sudah lengkap seperti yg disebutkan diatas.
Mengapa harganya murah??
- Harga yang diberikan murah karena pengembang/developer tidak mengenakan pajak2 lagi dalam penjualan unitnya kepada pembeli.
- Pembeli mendapatkan Subsidi bunga untuk pembelian dengan cara kredit
- Pembeli mendapatkan subsidi uang muka
Dan masih banyak lagi keuntungan2 lain yang didapatkan masyarakat dalam program ini.
sunwaygarden
Nopember 14, 2007 at 11:44 am
lagi mikir mo beli apartemen Lavande di Tebet itu loh (APG/agung podomoro group). alasan nya = bunga deposito udah gak menarik lagi. perkiraan saya, beli unit 2 bedroom disitu bisa di sewakan minimal Rp 4 juta per bulan. dengan modal Rp 450-500 jutaan, itu setara dengan 3 kali bunga deposito saat ini. itung2x buat diversifikasi juga (do not put all of your money on one place only).
alasan kedua, deket ama rumah ortu di Tebet, jadi kalo ada apa apa, bisa cepat nyampai nya.
cuma gw masih ragu, karena pembangunan fisik nya belum tampak hingga skarang, walau udah di market kan sejak April 2007 (serah terima Oktober 2009).
pertanyaan =
1) apakah sebaiknya gw nunggu ada pembangunan fisik dulu baru beli ??? resiko nya harga udah naik lagi kala itu.
2) apakah ada tips sebaiknya memilih lantai berapa, floor, tengah, atau roof ??? apa plus minus nya? dari segi bisnis, di lantai mana yg profit nya paling gede ?
3) sempat denger selentingan soal strata title. kayaknya berhubungan dengan hak pemilikan juga. idealnya berapa tahun??? apa plus minus strate title ??
mudah2xan ada yg mo berbagi ilmu dengan saya. thanks sebelumnya atas jawabannya.
nkristan@indo.net.id
Nopember 16, 2007 at 5:35 am
saya beli 1 unit di ThamRes awal Januari 2007, dan disitu diberikan hak milik jadi sedikit berbeda dan jadi daya jual yg cukup bikin orang ngantri beli apartemen disitu. jadi utk pertanyaan nya Dyen, apakah ada Apt yg statusnya hak milik, bisa beli disitu ,tapi saya gak tau masih ada tdk unitnya, krn terakhir saya ke sana untuk ambil surat-surat dan dokumen kepemilikan thamres, dari 5 tower yg ditawarkan, hanya tinggal beberapa unit yg masih available dan itu kejadian di bulan Agustus 2007 lalu! dahsyat! saya beli 1 br = 429jt dan bulan Agustus sdh naik jadi 600jt lbh! Dahsyattttt!!!!…. moga2 aja rencana investku dimasa depan terkabul dg beli di situ..amiiinnnn… bukan promosi lho, cuma “stil yakin” he he.. :-)
Nadya
Januari 2, 2008 at 11:37 pm
ada yg booking “kebagusan city”? HGB 20 thn doang? bs downgrade jd rusun? atau bakal upgrade ya?
dibanding “sunway cipayung” lbh bagus mana?
isure02
Januari 25, 2008 at 10:29 am
saya baru booking apartemen di Moderland yang subsidi pemerintah, rencana nya sih jg buat disewain, secara lokasinya ada di tengah2 kota tangerang, ada yg beli apartemen di moderland jg ga?? bagi2 info yah…
soalnya masih rada bingung mo diterusin apa ga nih proses beli2nya itu
Lucey
Februari 4, 2008 at 1:11 am
kalo diliat2 trendnya, apakah apartemen 5-10th mendatang tidak bakal oversupply?
karena kalo diliat yg dibangun skrg, ada sktr 4 superblok yg mau dibangun (mungkin lebih)
1. central park, tj duren
2. st.moritz, puri indah
3. ciputra world, depan itc kuningan
4. rasuna epicentrum
ditambah pemerintah mencanangkan program 1.000 tower dan apt bersubsidi
kalo kita itung, satu tower apt ada 30lt, 1 lt ada 20 unit
berarti 1 tower ada 600 unit
kalo ada 1000 tower yg dibangun berarti ada 600.000 unit apt
kalo di setiap apt rata2 dihuni 3 org, maka total org yg bakal tinggal di apt yg baru dibangun adalah 1.800.000 org
kira2 perkiraan saya ini bisa jadi pertimbangan ga sih?
sayang saya ga punya data pertumbuhan penduduk di jkt.
mungkin ada yg bisa bantu?
ada juga yg agak mengganjal dihati saya untuk apt adalah rasa aman apabila terjadi sesuatu pada apt yg saya tinggali.
apakah itu gempa, kebakaran, angin topan, dll
apakah developer menjamin apabila gedung tersebut rusak parah akan dibangun kembali seperti semula?
apakah ada dasar hukum yg membahas masalah ini?
mungkinkah asuransi yg menjamin gedung tersebut bisa bertanggung jawab?
trims..
Ernest
Mei 7, 2008 at 12:08 pm
saya juga sudah indent apartemen Lavande di Tebet, rencana beli sih buat ditinggalin..ngak terlalu mikirin namanya invest..walaupun pasti nanti harganya naik terus…pikiran pertama kenapa beli apartment sebenarnya masalah lokasi, waktu dan dana..saya kerja sering ke proyek2 jadi butuh tempat tinggal di pusat kota Jakarta, trus masalah waktu yang cuma 24 jam..saya ngak mau ngabisin waktu dijalan untuk berangkat kerja and pulang kerja..pusing man! dan yang terpenting, kalo punya duit sekitar 300 juta apakah kita bisa beli rumah di pusat kota Jakarta? paling2 kebeli di pinggiran, kayak Cibubur, Depok, Tangerang…wow…jauh man!..bisa tua dijalan tuh…
coba anda bayangkan 10 tahun lagi Jakarta kayak apa….macet? pasti…bahkan tambah parah…so buruan beli apartemen deh..mumpung masih murah…soalnya 10 tahun lagi..pasti ngak kebeli…hihihihi
http://www.designbyeduard.com
vindodesign
Mei 25, 2008 at 7:24 pm
Beberapa waktu lalu lihat2 ke salah satu proyek apartemen bersubsidi dari pemerintah dgn pengembang Bakrieland. Lokasinya dekat dgn ktr Walikota Jaktim.
2 BR 144jt dgn fasilitas kolam renang dll. Serah terima 2010, surat2 hak milik alias strata title. Kira2 utk invest bagus ga ya?
Antz
Mei 26, 2008 at 5:54 am
To: Priandoyo
Mana ada apartemen di daerah yang disebutin diatas (CBD Kuningan), Kemang, Casablanca, Taman Anggrek yang harganya dibawah 1.2M (bahkan yang paling mini sekalipun)? – kecuali Taman Rasuna
Kalau ada yang dibawah 1M pasti orang udah pada borong kaleeee… Btw, gw tinggal di salah satu apartemen Casablanca yang paling jelek beberapa tahun ke belakang harganya udah 950 juta (padahal cuman 93 sq.m. doang)
Bahkan di salah satu apartemen CBD Kuningan dengan luas 130 sq.m. rata-rata harganya Rp. 22-28 M. (Iya…dua puluh dua milyar!)
Anonim
Desember 14, 2008 at 5:51 am
rafael Berkata:
September 7, 2007 pukul 10:39 am
ada yang tau tentang apartemen di daerah tebet, gak? aku gak tau apa namanya, tapi sepertinya udah agak lama karena katanya yang 1 BRnya udah abis.
please reply. TQ
saya menjawab : The Lavande Residences nama apartemennya mas Rafael….
Dah launching dari bulan januari 2007. Ya …memang untuk 1 BR dah lama habis…..karena 1 BR nya gak banyak. Tapi masih ada pilihan lain. Kebetulan punya type yang studio ( tinggal 4 unit) 2BR, dan 3 BR juga ada. konsepnya Lavande hunian Mas, selain itu semi private (punya akses card ). Staus kepemilikannya Strata Title ( Hak tanah masih milik penghuni – bersama-sama)paling ada perpanjangan status setiap 35 tahun sekali. Lokasinya ada di tebet. ada jalan tembus menuju bidakara atupun ke patra kuningan. Kebetulan saya punya kenalan marketingnya The Lavande. Kalau ada yang berminat atau mau cari informasinya silahkan sms atau call di nomor 08561651900 atau email aja ke rieqi@thelavande.com
informan
Januari 2, 2009 at 10:20 am
aku mau jual Apartmen Permata Executif lantai 16 type 45, 2 KT, 1KM, 2 AC, kitchen set, full renovasi, jual murah 240 jt
eva yunita
Februari 21, 2009 at 5:50 pm
aku mau jual apartmen Permata Executif lantai 16 type 45 m, 2KT, 1KM, 2AC,kitchen set, renovasi, jual murah 240jt. hub : 0813 991 77 607
eva yunita
Februari 21, 2009 at 5:55 pm