Pwc dibeli IBM? peta dunia Consulting
Februari 1, 2007 — priandoyoTeman: Njar PwC dibeli IBM ya?
Anjar: Engga, yang dibeli tuh PwC consultingnya aja
Teman: Lho emang PwC ada berapa macem?
Anjar: Bla bla bla (mendongeng selama 30 menit)
Teman: Sebenarnya sih aku tertarik pindah kerja di dunia consulting Jar, any advice?
Anjar: errr…
Sebenarnya agak bingung menceritakan dongeng ini karena, buat orang IT, nama PwC amat sangat tidak familiar. Orang IT lebih mengenal IBM, Cisco, Microsoft dibandingkan Deloitte, EY, KPMG, Big 4 audit firm yang konon tempat favoritnya anak akunting.
Kategorisasi
Secara umum, pembagiannya adalah sebagai berikut:
Management Consulting: BCG (Boston Consulting Group), McKinsey, Bozz Allen
IT Consulting: Accenture, IBM Consulting, Deloitte Consulting, Fujitsu Consulting
Big 4 audit firm: PwC, KPMG, EY, Deloitte
Nah yang menarik ternyata IT consulting sendiri tidak jauh-jauh dari audit firm yang sudah establish sebelumnya. IT consulting adalah bidang yang sangat baru, sedangkan audit firm sudah makan garam dari krisi 1929 di US hingga, skandal Enron paling mutakhir. Berdasarkan kasus Enron maka
“Audit harus dipisahkan dengan consulting”
Dalilnya adalah:
Lah kalau pemeriksa dengan penasihat jadi satu, yang terjadi adalah fraud. Pasti penasihat akan lebih pintar dari si pemeriksa. Misalnya ada manajemen yang korupsi, si consulting bisa ngakalin.
Ok, singkat kata singkat cerita akibat kasus Enron ini:
1. Arthur andersen bubar:
IT consulting > Accenture
Audit firm > gabung dgn EY
2. PwC Consulting > dibeli IBM, jadi IBM Consulting
3. Deloitte Consulting > Berdiri sendiri, spin off dari Deloitte audit
Kasus di Indonesia
Nah terkait dengan pertanyaan teman saya tadi, apalagi terkait dengan pekerjaan. Untuk di Indonesia tercinta ini ceritanya agak berbeda. Misalnya, terkait dengan IT, IBM Consulting belum jalan, Deloitte Consulting juga masih ke Singapur. Anak2 muda, terutama local graduate malah lebih tahu IT Development company (macem Jatis, Sigma, Graham Tech) atau end user di Telco. Atau yang bener2 susye macem BCG yang rekrutmennya tiap tahun di ITB.
Nah berikut bbrp komen temen2 ttg consulting firm:
xxx, gagal di BCG
Tesnya susye amat, starting salarynya 9.x lho
abc, alumni Accenture
Yah coding juga ternyata :(
def, auditor PwC
Travelling terus bo, lembur sampe pagi
fgh, ikut test IBM
Ternyata bukan consulting toh nyarinya
Mira, resepsionis
Lho Arthur d Litte kok jadi ngurusin product segmentation tho?
Taufik, sarjana komputer
AC Nielsen itu apanya Andersen, apanya Markplus?













Februari 1, 2007 pukul 9:33 am
Big4 audit firm ndak melulu ngurusin financial audit loh…
Khusus tim IT audit-nya. Mereka ndak melulu supporting financial audit via audit di sektor GCC (General Comp. Control) dan kontrol aplikasi.
Ada istilah 2nd Channel, di mana lebih ke arah non-audit service. Contohnya: membantu develop policy & procedure, membantu develop IT governance and control via Cobit, etc. Di luar negeri, ada lagi layanan lain seperti Performance Improvement. Tim ini mencari (semacam detective) flaw alias kekurangan di sistem yg mengakibatkan potential revenue loss. Pelanggan favorit adalah sektor telco dan bank. Pekerjaannya seru juga tuh.
Ok, gotta move on. Sambung lagi nanti.
Salam.
Februari 1, 2007 pukul 10:30 am
oalah…ternyata macem2 toh, aku jug baru ngerti….
*OOT banged yah?*
Februari 5, 2007 pukul 7:44 am
1. tahun 2003an, gua pernah ikut tes untuk IBM (Consulting?) hihi.. testnya susah.
2. dan mungkin gua sedikit dari sarjana komputer yang (agak lebih) kenal sama PwC, KPMG, EY, Deloitte dibanding sama SIGMA dkk.
Februari 5, 2007 pukul 8:17 pm
keliatannya keren neh. gengsinya tinggi ya ikutan konsultan. kapan2 nyoba aah..
padahal pengen buka warung buat mahasiswa 10 biji. kalo 1 restoran 4 juta. kan gajinya bisa 40 juta. x 12 = 520 juta. mungkin sama kaya manager citibank ya.
waktu gw cerita gini ke temen gw: temen gw ngomgn: goblok luuhh. ngapain jauh2 ke perancis kalo cuman buka warung. kakakaka……
gw bales lagi : ngapain jauh2 ke perancis kalo cuman kerja di JATIS gaji 4 juta.
Februari 6, 2007 pukul 2:05 am
Mmm, bukannya banyak manager citibank yang buka warung juga ya :P macem Stanley yang bikin Adira Finance, terus ada yang jadi broker saham, atau fotokopi macem snappy :D. hehehe, warungnya beda skala ding
Tapi bukan warung tuh ga simple lho, pengalaman temen yang buka warung bebek dipinggir jalan ternyata susah lho mas. Apalagi kalau mau main diwarung grass root untuk mahasiswa, sainganya tuh dah hidup matinya untuk buka warung, ga gampang lho :P
Februari 6, 2007 pukul 3:54 am
Wah thx banget jar penjelasannya. Baru ngeh klo ada juga permainan politik didunia audit. Tapi bener ga sih banyak yang bilang klo client bayar “gede” pasti si auditor bikin report bagus2. Ga selalu di audit sih keknya semua juga begitu. Dulu companyku ga masuk Gartner n sekarang uda masuk n jadi keliatan lebih keren. Tapi ternyata pas aku tanyain employeenya sendiri sapa mau bayar dimasukin deh di Magic Quadrantnya Gartner :)). Btw jadi ngeh tentang audit, thx a lot bro
Februari 6, 2007 pukul 5:06 am
emang susah. om gw buka seafood di pinggiran UGM, bisa dapet sekitar 10an. tapi cuman 3 bulan doang, tukang masaknya bikin warung sendiri.
ini masalah tersendiri ya :) soalnya barrier levelnya rendah. cuman masalah bisa nabung apa nggak untuk ngembangin usaha.
Februari 6, 2007 pukul 6:55 am
Anjrit, 10 juta bos / month, wah bikin warung tenda aja dong, gw pengennya bikin warung sate kambing ajalah, ga perlu tukang masak kayanya, asal bakar aja beres :P
Februari 6, 2007 pukul 6:56 am
Jajang: sebenarnya permainan kayak gitu itu halal didunia bisnis :( hiks sedih ya, palagi model pengacara-pengacara korporat gitu, gimana ga incomenya gedhue banget, denger-denger voting-votingan brand macem best customer, best profit dkk yang katanya diselenggarakan badan independen banyak yang melenceng juga eh. susah kan.
jadi inget cerita seorang temen yang anti, ga mau masuk oil company yang dicap penjajah. sebenarnya kita-kita yang jadi sekrup kapitalisme :P sama-sama penjahat juga kan. hayo pada tobat :P
btw bos, IMHO sih, IT audit dosanya ga sebanyak financial audit :P kalau ada subyektivitas yang ngomel paling IT personelnya aja, paling buanter ya IT user, tapi kalo financial audit ini yang agak repot, sensitif sih industrinya.
Tapi tenang aja bos, Tuhan tuh adil, buktinya banyak audit firm bubar, sama terakhir2 ini juga di Indo banyak yang dibubarin pemerintah, asuransi dkk juga gitu, tapi penjahat-penjahat yang selamet juga banyak :(
Februari 6, 2007 pukul 7:20 am
huahahah, dulu papabonbon dari financial audit, yg katanya suka backing “penjahat”, nah sekarang jadi sekrup dari pelaku “kejahatan” itu sendiri … :p
halah, bahasanya susah sekali ..:D
Februari 6, 2007 pukul 9:17 am
hohoho, berarti kita ini sesama sekrup-sekrup dilarang saling mensekrup-sekrupkan kepentingan sekrup
*garing mode on
Mei 21, 2007 pukul 3:26 am
[...] menjawab pertanyaan Mas Jono, ada baiknya kita melihat sedikit peta dunia konsulting, yang bisa jadi tidak seindah kelihatannya. Biasanya kalau kita bicara worldwide consulting kita [...]
Mei 19, 2008 pukul 6:21 am
[...] Management Consulting di Indonesia Mei 19, 2008 — priandoyo Diluar Big4 dan sekutunya, berikut perusahaan management consulting (bukan IT consulting ya) di [...]