Anjar Priandoyo

Jangan mencari rumah lewat internet

with 23 comments

Mencari rumah adalah pekerjaan yang gampang-gampang sulit. Gampang karena saat ini banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan mulai dari broker, expo, koran, hingga internet. Namun juga sulit karena membeli rumah adalah salah satu tindakan emosional. Orang akan memilih rumah berdasarkan banyak pertimbangan, mulai dari sekedar kecocokan, feng shui, hingga analisa investasi. Prakteknya, banyak orang mengatakan bahwa membeli rumah tidak ubahnya mencari jodoh. Berbagai variabel seperti kondisi keuangan, visi berumah tangga bisa jadi mengubah pilihan yang semula hanya berupa hitungan diatas kertas.

Internet merupakan tools yang sangat memudahkan dalam mencari rumah. Belakangan ini situs seperti www.rumah123.com diluncurkan dan dikelola dengan sangat professional untuk semakin memudahkan para pencari rumah. Pertanyaannya, apakah mencari rumah lewat internet merupakan suatu pilihan?

Ada beberapa pertimbangan mengapa internet tidak cocok digunakan untuk mencari rumah:
1. Internet tidak lebih media informasi pasif seperti koran, anda hanya melihat lokasi, foto rumah dan harganya, padahal mencari rumah hanyalah salah satu tahap selain proses KPR, perijinan, hingga proses selamaten misalnya. Memang beberapa situs menawarkan customer service yang bisa membantu anda menentukan pilihan rumah, tapi ingat CS situs rumah tidak sepengalaman broker properti yang memang spesialis dalam urusan rumah.

2. Rumah adalah produk yang tidak standar (customize produk)
Berbeda dengan mobil yang spesifikasi mirip. Rumah sama sekali tidak bisa diperdagangkan secara virtual. Sama-sama tipe 36 pun kita harus memperhatikan jenis bahan, nomor rumah, arah rumah, tetangga, hingga kontur topografi. Akibatnya kunjungan lokasi seharusnya adalah prioritas utama. Jika anda eksekutif muda yang sangat sibuk, anda jangan membuang waktu dengan browsing rumah di internet, luangkan waktu anda untuk mengunjungi lokasi sebagai prioritas utama.

3. Membeli rumah umumnya adalah transaksi yang rendah frekuensinya.
Beberapa orang hanya satu kali seumur hidup. Pekerja yang sangat mobile pun tidak lebih dari 2-3 kali, karena seharusnya perusahaan yang menanggung fasilitas perumahan ini. Kecuali bila anda sangat kaya, tapi ini seharusnya tidak akan lebih dari 10 kali. Jadi anda tidak bisa membandingkan dengan aktivitas anda melirik www.jobsdb.com setiap pagi misalnya.

Saran saya:
1. Belajar, jadikan proses mencari rumah sebagai proses belajar. Broker yang pintar adalah broker yang bisa mengajari anda menjadi seorang broker pula. Bukan broker yang bisa menunjukkan dimana lokasi rumah yang bagus. Anda bukan dalam tahap mencari rumah bagus, tapi dalam tahap belajar menentukan rumah mana yang bagus. Anda bisa juga belajar dari pengalaman kerabat yang sudah membeli rumah bila tidak ada broker. Intinya anda harus meluangkan waktu untuk belajar

2. Kunjungi lokasi, Sempatkan waktu untuk berjalan-jalan kelokasi yang menurut anda menarik. Bisa mulai dari Depok bila anda tinggal di Cilandak misalnya. Mulai ke Bekasi, Tangerang. Standar harga rumah tidak bisa anda dapatkan di internet. Dalam satu kompleks pun rumah yang terkena banjir hebat dengan rumah yang kering-kering saja bisa berselisih jarak 10 M.

Pengalaman saya mencari rumah lewat internet, saya menemukan beberapa rumah yang murah, fisik yang sepertinya menarik ternyata lokasi banjir, ternyata IMB bermasalah, ternyata pemiliknya tidak jujur menyebutkan usia rumah. Dan berbagai macam modus manusia menerapkan prinsip ekonomi untuk keuntungan sebesar-besarnya.

Bagi saya proses mencari rumah harus dijalani di lapangan. Anda tidak perlu bekerja di Dinas Topografi TNI AD untuk merasakan perubahan ketinggian jalan tapi cukup dengan berkeliling dengan motor/mobil. Mewawancarai satpam, tukang bakso dan tetangga sekitar.

Jadi, matikan internet anda sekarang dan selamat berjalan-jalan

Written by priandoyo

Februari 14, 2007 pada 10:55 am

Ditulis dalam Tips Membeli Rumah

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kalo nulis beginian jangan pulang kerja pas waktunya ngobrol2 santai sama istri, tiap hari lagi … :(

    nungqee

    Februari 15, 2007 at 3:56 am

  2. :P ga tiap hari ko nda
    beneran

    priandoyo

    Februari 16, 2007 at 12:52 am

  3. Rasanya kurang tepat bahasannya ataukah judulnya? mencari rumah dapat dilakukan via internet dgn tujuan kemudahan mencari rumah yang tersedia, luas bangunan/tanah yg dinginkan, lokasi, jumlah kamar dsb.
    Mencari rumah baru mungkin akan lebih mudah karena cukup mendatangi developer di kantor dan melihat rumah contoh. Namun membeli rumah yang sudah jadi atau second, bukan hal yang mudah.
    Dengan mencari rumah via internet maka kita bisa memilih lokasi2 yang diinginkan lebih awal tanpa harus berputar2 dilokasi atau jalan2 tanpa tujuan hanya sekedar mencari rumah.

    Namun apabila yang dimaksud MEMBELI… saya setuju sekali utk tidak melakukannya melalui internet karena banyak hal yg tidak terlihat dari depan komputer. Membeli rumah haruslah melihat langsung ke lokasi utk mengetahui keadaan sesungguhnya, apakah layak huni, perlu renovasikah, banjirkah, bagaimana keadaan lingkungan dsb.

    Tentunya banyak lagi hal2 yg bisa dibahas dalam hal ini, namun pada intinya Membeli rumah, silahkan lihat objectnya, jangan hanya melihat di internet. Namun Mencari rumah, silahkan gunakan semua fasilitas yang ada (koran, majalah, bahkan internet)

    Semoga berguna.

    rony

    Februari 26, 2007 at 12:38 pm

  4. Mas Rony, apa yang saya tulis diatas adalah berdasarkan pengalaman pribadi kok. Rumah yang saya dapatkan sekarang itu berdasarkan konsultasi dengan broker dan rekan-rekan yang sudah pengalaman mencari rumah.

    Yang saya jumpai di internet, mencari rumah itu menjadi tidak fokus. Apalagi buat pendatang seperti saya yang tidak mengenal Jakarta dengan baik. Jangankan saya, teman saya yang Jakarta asli aja ga paham tuh daerah2 perumahan dimana aja.

    Kalau saya lihat, pengguna internet sekarang kebanyakan professional muda, dan tentunya budgetnya ga besar, rumah-rumah kisaran 150-450 juta itu spesifikasinya mirip-mirip, jumlah kamar 2-3, lokasi yang diinginkan orang-orang juga mirip, perumahan lah, kota satelit lah. Rata-rata sosiografi mereka juga mirip, istri bekerja, paham IT

    Nah untuk tipikal seperti itu saya kurang merekomendasikan cari rumah lewat internet. Saya pernah browsing disuatu situs (kira-kira ada belasan ya situs ttg rumah itu) luar biasa pusing membaca hasilnya, mungkin perlu bantuan orang untuk menerjemahkan artinya, belakangan setelah saya banyak jalan-jalan offline, baru saya bisa mengerti.

    Jadi… kalau kita orang kuoayuo ruoyo, sering jual beli rumah, sudah mengenal persis Jakarta, memang mencari dari internet/koran dianjurkan. Diluar itu, hmmm -kalau saya pribadi kurang menganjurkan-, ga tau ya kalau ada yang pernah berhasil :D bisa sharing mungkin :)

    priandoyo

    Februari 28, 2007 at 7:54 am

  5. [...] Aturan pertama: Saya tidak menganjurkan mencari rumah lewat internet, -diskusi diatas sempat sedikit didebat oleh orang rumah123.com, tapi saya tetap bersikeras untuk [...]

  6. [...] Comments Data komplek perumahan di Bintaro « Bicara Rumah pada Jangan mencari rumah lewat internetBahar pada Setiawan Djodi beli saham Telkomselsuara hati cadet pada Perlukah apply ke Sinar Mas [...]

  7. Kami dari situs http://www.PropertiProperti.com , dan saya ingin share sedikit mengenai pengalaman orang yang memasang Iklan disitus kami yang merasa sangat terbantu oleh media kami. Banyak diantara mereka yang sebelumnya sudah lama mengiklankan di media lain namun belum terjual2 dapat menjual rumah/propertinya hanya dalam waktu 1-3 bulan. Hal ini menandakan bahwa situs kami sangat efektif dalam memberikan referensi kepada pencari rumah/properti sehingga mereka terbantu dalam pencarian & pembelian rumah/properti yang mereka idamkan.

    Oleh karena itu, ini mungkin lebih ke masalah kenyamanan saja, apakah mencari melalui media internet atau mencari langsung ke lapangan.

    Salam,
    PropertiProperti.com

    PropertiProperti.com

    Agustus 25, 2007 at 1:05 pm

  8. IMO cari rumah diinternet perlu juga sih buat tambahan referensi. Tp pengetahuan ttg lokasi tetep diperlukan, dan harus dicek ke lapangan langsung. By phone dulu tanya lebih detail. Kalo kita tertarik baru liat ke lapangan.

    Btw, sy juga nyari rumah via internet. Tp setelah dicek ke lapangan belum ada y cocok … :D

    faozy

    Desember 3, 2007 at 9:45 am

  9. Pengalaman saya sih, klo cocok dengan iklan yang ada di internet, tunggu aja sampai penjualnya nego sendiri dengan kita. Lumayan kok dari harga yang ditawarkan via internet (Rp. 375.000.000) menjadi Rp. 320.000.000,- saja pabila langsung ke pemilik. Apalagi klo pemiliknya sudah perlu uang…….
    Silahkan mencoba……..
    Salam.

    Aa Plamoen

    Desember 19, 2007 at 3:18 am

  10. Saya kok punya pengalaman rumah2 yang ditawarkan di internet lebih mahal dari di koran ya, dengan kualifikasi kira2 sama?… BTW ini pengalaman pribadi di Sby.

    Korban Lapindo

    Februari 3, 2008 at 7:07 am

  11. Menurut saya cari rumah di jabotabek lewat internet bisa buat masukan, paling tidak buat referensi kita yang tinggal di luar kota Jabotabek. Tahap selanjutnya tentu saja lihat lokasi…ga mungkin kan kita langsung transaksi hanya dengan baca iklan di internet..

    Tutie

    Juni 17, 2008 at 7:07 am

  12. Hus…. terlambat nih….

    btw jangan mudah terpancing,
    banyak bloger yang bicara seolah menyulut seperti tulisan diatas,

    ini hanya cara 2x marketing saja hehe,
    juga banyak dilakukan beberapa bloger yang sekarang dah ngetob banget seperti MAs Priyadi

    ada yang untuk naikin visitor ada juga yang cuma mempertahankan saja……

    sudahlah nulis yang baik2x aja, masa dah besar masih gak tahu pembicaraan apa yang gak bakal nyinggung orang….

    Dadi

    Juli 29, 2008 at 7:29 am

  13. Munafik sekali lihat banner di kiri atas page ini !

    Dadi

    Juli 29, 2008 at 7:32 am

  14. Saya dan istri menggunakan berbagai media sewaktu mencari rumah setahun yang lalu.
    Selain koran, salah satu media tersebut adalah melalui internet.

    Tetapi semua saya gunakan sebagai masukan atau info, tidak pernah begitu membaca info dari media (koran,internet) saya langsung tertarik.
    Harus dilihat dulu dan dicari info yang sejelas-jelasnya dengan datang langsung ke lokasi dan berbicara dengan pemilik atau developer atau orang yang tinggal didekat rumah yang saya incar.

    Menurut saya hal ini yang ingin disampaikan penulis blog pada orang yang membaca postingan ini.
    Itu setelah saya baca baik2 postingan diatas.
    Betul memang sekilas judulnya seperti menyatakan untuk tidak menggunakan media internet dalam mencari(membeli) rumah.
    Tapi jika dicermati isinya, maka yang timbul adalah internet hanya sebagai media saja, jangan sepenuhnya percaya pada info di internet lalu kita beli rumah tanpa pernah survey lokasi.
    Demikian.

    Mungkin atas dasar ingin membantu menyampaikan informasi (sebagai media pasif), penulis juga berpartisipasi dalam situs webnya yang membahas tentang rumah.

    Kepada dadi, tolong dibaca dengan seksama.
    Toh kalau pendapat anda masih negatif, email langsung ke penulis, beres.

    arya

    Juli 29, 2008 at 8:26 am

  15. MENCARI rumah lewat internet sangatlah menghemat waktu karena kita bisa malakukan penyaringan harga dan lokasi tanpa harus membuang BBM dan waktu yang terbuang karena macet di jalan. Pengalaman Pak Anjar ’sendiri’ tidak bisa dijadikan patokan karena pastilah sangat berbeda dengan pengalaman orang lain. Saya sendiri mendapatkan rumah saya lewat internet. Saya lihat foto dan harganya masuk budget, terus saya kunjungi lokasinya untuk melihat kondisi rumah dan negosiasi harga dan ternayata cocok. Yang pasti, saya dapatnya setelah banyak rumah2 yang saya lihat kunjungi, tidak sekali kunjungan lokasi langsung jadi. Tapi setidaknya saya sudah tidak usah muter2 Jakarta untuk melihat rumah2 yang harganya diatas kemampuan saya. Tidak terbayangkan BBM dan waktu yang terbuang kalao saya harus keliling2 Jakarta hanya untuk mencari rumah yang ternyata tidak masuk dalam budget saya. Yang harus diingat adalah jangan MEMBELI rumah hanya dengan melihat foto2 yang ada diinternet. Kunjungan lokasi dan negosiasi harga harus dilakukan secara langsung tanpa melalui internet.

    Ita

    Agustus 18, 2008 at 11:16 am

  16. Saya pada prinsipnya setuju dengan pendapat mas anjar.. akan tetapi kita harus melihat mencari rumah dari banyak segi.. dan sangatlah kompleks… begini.. kalau hanya mencari.. cari terlebih dahulu sebenarnya boleh kok lewat internet.. sebagai contoh kita pengen cari rumah di suatu wilayah.. trus ketemu deh.. mungkin 50 rumah… sebagai pilihan .. trus baru kita sisir satu2 sekalian kita cari juga info rumah di jual di lapangan.. cari deh 5 rumah yang srek… baik yang diperoleh lewat internet maupun lapangan… trus kalau udah pilih deh.. satu yang benar2 diminati…
    pada saat proses jual beli inilah…. kita yang harus jeli dan bersabar… jangan ke susu.. , harus dipelajari dan diperhatikan terlebih dahulu … fisik rumah, tanah dan surat2 nya (PBB, Sertifikat, IMB, dll) ama jangan lupa apakah rumah nya sengketa.. berhantu atau tidak… kalau udah bener2 pasti… baru deh… di pilih.. dan transaksi.. santai aja.. rumah ibaratnya jodoh.. kalau emang rumah nya udah berjodoh dengan kita.. gak mungkin ke lain orang…

    oo iya bagi teman2 yang pengen pasang iklan rumah . buka deh.. http://www.rumah99.com
    terima kasih….

    taufiq

    September 26, 2008 at 9:27 am

  17. Anjar type orang yang perfectsionis, tetap saja gak berubah, masa gara – gara pengalamanmu

    ” Pengalaman saya mencari rumah lewat internet, saya menemukan beberapa rumah yang murah, fisik yang sepertinya menarik ternyata lokasi banjir, ternyata IMB bermasalah, ternyata pemiliknya tidak jujur menyebutkan usia rumah. Dan berbagai macam modus manusia menerapkan prinsip ekonomi untuk keuntungan sebesar-besarnya.”

    kalo dari pengalaman itu yang pinter adalah yang masang iklan, desainer nya hebat, bisa menarik orang yang melihatnya…dan harusnya kamu gak boleh kecewa dan percaya begitu saja!

    internet adalah sebagai katalog digital, bagi penjual sangat membantu karena bisa memuat lebih lengkap penyajianya, lebih cepat distribusinya, lebih hemat biayanya,

    daripada kamu harus jalan2 keliling pameran perumahan, ujung2nya juga ngambil brosur atau katalog atau fotonya sebelum kelokasi to?

    intinya entah tahu sebuah produk dari brosur, atau iklan koran, atau selebaran, atau dari internet ” sebelum bertransaksi lihatlah dulu barang yang mau di beli tersebut..?”

    salam

    maskush "Genduth"

    Oktober 25, 2008 at 6:18 am

  18. Internet hanya media, jalan-jalan dan kunjungan memang harus di utamakan. Sependapat dengan Mas Priandoyo! Nice sharing………….

    Adji Waluyo P

    Februari 16, 2009 at 1:51 am

  19. askum mas kena broker ya?kami sediakan yang syariah mas.cuman baru di jogja,jadi kalo di jkt….planing thun depan.kami sediakan layanan syariah untuk yang di jogja.slam umi dan jundi.w3

    andri

    Maret 15, 2009 at 4:54 pm

  20. inet pentinglah buat nyari rumah, tapi ya jangan dari inet aja harus dikombinasikan dg survey langsung.

    survey langsung sangat berguna untuk mengetahui kondisi real yg tampak mata, misal jarak tempuh dr pusat kota brp lama, kualitas fisik bangunan, fasilitas yg disediakan dll.

    sedangkan info dari inet sangat berguna untuk mengetahui kondisi real yg tidak tampak mata, misal developernya nakal tidak, master plan wilayah situ kedepannya gimana, komplain2 dr warga yg udah tuinggal disitu, kondisi lingkungan banjir ato tidak, hubungan sosial masyarakatnya gmn, dll.

    amin

    Maret 16, 2009 at 5:55 am

  21. di Inet, nyari info, kalo nyari rumah ya di lokasi perumahan baik itu komplek atau perkampungan….di Inet rumah mana cukup….paling banter kan 17 inch

    Gubrak

    Maret 16, 2009 at 10:34 am

  22. Inet penting banget, apalagi digabung wikimap. Plus google buat nyari2 rencana tol/KRL, dan isu2 mengenai developer nakal. Bravo inet.

    snaif

    April 22, 2009 at 11:09 pm

  23. Yang masih pada baru bisa internet ,…….udahlah jangan jelek2 internet ini kan kemajuan zaman mau gak mau harus ikutin , kalau pengalaman pribadi gak usah nyalahin internet. cerio

    ken

    Juli 16, 2009 at 5:24 pm


Tinggalkan Balasan