Anjar Priandoyo

Perlukah kita membeli rumah dari broker

with 31 comments

Broker adalah salah satu tempat mendapatkan informasi rumah selain dari teman, koran atau tetangga. Beberapa orang fanatik menggunakan jasa ini, sementara yang lain agak antipati. Profesi broker sepertinya menyenangkan mengingat jam kerjanya tidak terikat, pembagian keuntungan yang jelas. Namun juga merupakan profesi yang akan segera punah, -paling tidak itu diramalkan freakonomics.com  dalam how real-estate agents would seem to be an endangered species

Menurutnya penyebab kepunahan ini adalah entry barrier yang rendah, siapapun bisa jadi broker, kalau dulu hanya ada Century 21 dan Ray White, sekarang broker middle seperti LJ Hooker, Coldwell banker, atau middle low seperti ERA dan turunannya tumbuh dimana-mana.

Broker rata-rata mengambil keuntungan 3% walaupun dalam beberapa kasus mencapai 2-6% tergantung dengan kesepakatan awal. Biasanya setengah keuntungan diberikan pada perusahaan dan sisanya oleh agen itu sendiri. Gerai broker yang dengan franchise 150-300 jutaan

Positif side : Pentingnya memakai jasa agen properti
Neutral side : Jual rumah melalui broker properti
Entrepeneur side: Bisnis broker Property

Pendapat pribadi:
Pusing :D
Pendapat anda?

About these ads

Written by priandoyo

Februari 22, 2007 at 10:17 am

Ditulis dalam Keuangan

31 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. hahaha.. gw dah baca bukunya. katanya Broker biasa jual murah lebih murah ketimbang yang seharusnya dia bisa jual.

    hebiryu

    Februari 22, 2007 at 11:10 am

  2. bahasa betawinya, MAKELAR :p

    Azil

    Februari 22, 2007 at 9:06 pm

  3. jadi jasa penilai buat entry poin yg lebih bergengsi :)

    papabonbon

    Februari 23, 2007 at 1:04 am

  4. Kursusnya dimana mas papabonbon? beneran nih cuman 2.5 juta mau dong mau

    priandoyo

    Februari 23, 2007 at 1:09 am

  5. Saya beli rumah via broker, alasannya : enggak ribet.. semua surat-surat yang berkaitan dengan tanah sudah dicek dulu keabsahannya, jadi kondisinya relatif aman.

    Selain itu, kalo kita pengin belinya via KPR, broker mau ngurusin semua kok.. jadi kita tinggal nyiapin syarat administrasi-nya saja.

    fajaradi

    Februari 23, 2007 at 2:04 am

  6. Brokernya apa mas? terus kenapa milih broker tersebut? sharing dong mas pengalaman pake broker. Saya kemarin lewat LJ Hooker, alasennya karena direkomendasikan teman, jadi lebih mantep aja. Soalnya bisnis broker gini lebih ke personal relationship kali ya, jadi kalau ada apa-apa kedepannya gampang. hehehe, misalnya ntar mau nyari atau njual rumah lagi dah gampang

    priandoyo

    Februari 23, 2007 at 3:24 am

    • mas,saya baru beli rumah via jasa ljhooker.karena ini pertama kalinya dan brokernya kebetulan temen istri saya jadi saya pengen tanya apakah saya sebagai pembeli harus membayar fee kepada broker itu? kalo iya berapa persen besarnya ya mas?thanks lho…

      jaya

      Juli 13, 2009 at 10:08 am

  7. mas Priandoyo pake LJ Hooker yg di maleo bintaro bukan? gimana mas recommended ga broker nya?

    sinaga

    Februari 23, 2007 at 3:43 am

  8. Mas Pri.. saya dulu beli rumah lewat broker krn si penjual rumah ternyata sudah ngiklanin rumahnya lewat broker, jadi mau tidak mau ya akhirnya kontak terus dengan AO broker tsb.

    O,ya broker-nya cuman broker kelas lokal krn coverage area-nya cuman seputaran Bogor.. namanya Indo House.

    Tapi setelah ngalamanin sendiri proses dengan broker yang sangat-sangat membantu, kesimpulan saya ya spt yang saya tulis komentar di atas : “..enggak ribet.. semua surat-surat yang berkaitan dengan tanah sudah dicek dulu keabsahannya, jadi kondisinya relatif aman..”

    Kemudian, setelah dapet rumah via broker.. iseng-iseng saya coba jual rumah lama pake iklan gratisan di internet. Bujug dah, repot banget.. tiap hari ada aja yang telpon, tapi ya cuman sebatas nanya-nanya doang.. enggak ada realisasinya.

    Hampir tiga bulan saya harus mengalami ‘teror’ spt itu.. sampai akhirnya saya memutuskan utk memakai jasa broker (lagi-lagi Indo House), enggak nyampe 2 minggu rumah saya laku terjual dengan fee 2,5%. Selama 2 minggu menunggu, saya cuman ditelpon 2x, yg pertama ditanya sama AO-nya apakah harga masih bisa nego lagi, yg kedua ditelpon sama AO-nya utk penandatanganan/akad jual beli.

    fajaradi

    Februari 23, 2007 at 4:13 am

  9. menurutku kalo pertama2 baru beli rumah, perlu njalanin sendiri semua prosesnya, termasuk ngurus2 administrasi dengan bank, surat2 untuk jual beli, dll karena dengan begitu kita akan tau dan punya pengalaman bagaimana prosedur sebenernya. Rueppoot banget emang, tapi disinilah pengalamannya. Kita jadi bisa nulis dan sharing banyak informasi berguna ke teman2.

    Kalo sudah pake KPR dengan bank, nyantai saja, insyaAllah pemalsuan surat2 dari penjual bisa diantisipasi, karena bank sangat selektif dan ketat, kalo kenapa-napa kan bisa berabe juga si bank nya.

    Trus nanti selanjutnya kalo mau pake broker, atau jasa2 lain, jadi tau seperti apa yang semestinya, biar ga gampang dikibulin, misal si broker minta aneh2.

    nungqee24

    Februari 23, 2007 at 6:09 am

  10. Betul juga nih saran dari Mbak Nungki..

    Kebetulan pembelian rumah saya yang via broker itu adalah pengalaman ke-3, jadi ya sudah kebayang betapa repotnya proses jual-beli rumah, dan betapa nyamannya proses jual-beli rumah via broker.

    BTW, KPR via bank belum tentu menjamin kepastian hukum lho.. enggak percaya khan..? pernah baca kasus-nya Kota Kembang – Depok atau mungkin perumahan lain yang developernya brengsek..? nah itu salah satu contoh betapa lemahnya posisi konsumen.

    fajaradi

    Februari 23, 2007 at 7:08 am

  11. Wah iya ya… Kota Kembang Depok, saya pernah kesana tuh. Kayaknya emang ngacoo tuh pengembangnya. Kalo kayak gitu kita juga musti selektif memilih dan mempertimbangkan profil pengembang yang bener.

    nungqee24

    Februari 23, 2007 at 8:37 am

  12. mas sinaga: oke atau tidaknya saya belum bisa komen mas, soalnya belum bandingin juga sama broker-broker yang lain. Kalau lihat dari kelasnya LJ Hooker ini termasuk yang medium sized, mungkin feenya lebih mahal. Kalau di lingkungan Bintaro sendiri yang saya tahu baru Coldwell Banker dan LJ Hooker.

    Tapi kalau agennya, saya dengan Pak Rizal, ini saya rekomendasikan. Orangnya masih muda 30-something, dan pembawaannya tenang.

    mas fajar: wah mas, itu pengalaman yang harus disharing tuh, hunting dari koran saya belum pernah pengalaman, kayaknya agak ribet ya lihat poskota /kompas satu-satu gitu. Terus lewat internet kok kayaknya jadi pengalaman buruk gitu

    priandoyo

    Februari 23, 2007 at 9:09 am

  13. Mas Pri, apanya yang perlu di-sharing yah..? cara hunting rumah-nya kah..? atau masalah broker-nya-kah..?

    fajaradi

    Februari 23, 2007 at 9:35 am

  14. Semuanya mas kalau boleh, disharing aja ke kita-kita ini yang belum pengalaman. Barangkali ada tips n trik :) kalau saya agak kurang percaya sama koran dan internet sih mas. Kalau lebih spesifik mungkin saat menjual rumahnya itu mas, prosesnya gimana (diatas dah dijelaskan sih, tapi mungkin bisa diexplore lagi)

    priandoyo

    Februari 23, 2007 at 9:43 am

  15. wah ternyata top juga ya.. jual pake broker bikin urusan lancar :) thanks infonya.

    hebiryu

    Februari 25, 2007 at 8:39 am

  16. Mas Pri.. pengalaman saya menjual rumah via broker sih simpel ajah..

    1. Call Account Officer-nya (AO), kebetulan memang sudah kenal pas beli rumah

    2. AO-nya kasih info akan datang ke rumah untuk nganterin formulir isian, tapi kita sebagai pemilik rumah lama diharpkan nyiapin semua fotokopi dokumen terkait, antara lain :
    (a) Sertifikat Tanah (SHGB/SHM)
    (b) IMB
    (c) Akta Jual Beli yang lama
    (d) KTP suami & istri
    (e) Surat Nikah
    (f) Kartu Keluarga
    (g) Bukti Pembayaran PBB terakhir

    3. AO dateng ke rumah, kemudian memberikan formulir isian (semacem surat kuasa) kepada kita. Sebelum kita isi, AO kemudian menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta masa laku surat kuasa ini.

    4. Formulir isian diisi sesuai dengan data yang ada, dan juga dilampiri dengan fotokopi dokumen yang berlaku, dan kemudian ditandatangani oleh suami dan istri, serta si AO.

    5. Si AO akan mengecek kesuaian antara dokumen asli dan fotokopinya, dan memberikan paraf di fotokopinya.

    6. Rumah yang akan dijual kemudian di-foto-foto sama si AO-nya.

    7. Si AO kemudian memasang spanduk/papan iklan di depan rumah, dan juga meminta kunci rumah tsb agar di kemudian hari jika ada pembeli bisa diantar untuk melihat-lihat.

    8. Biaya broker terbagi 2 :
    (a) administrasi sekitar 150rb utk biaya spanduk/papan iklan dan foto
    (b) fee 2,5% dibayar setelah rumah laku terjual

    Catatan :
    Dokumen asli lebih baik disimpan oleh kita, dan baru pada saat akan deal diberikan ke AO untuk proses di notaris.

    fajaradi

    Februari 26, 2007 at 6:36 am

  17. selamat siang, kami sdh membaca statement atas jual beli rumah dengan broker ( ya, sangat baik dan mungkin memuaskan bagi semua pembaca yang sekiranya membutuhkan informasinya ).dan kami mohon tambahan informasinya lagi,jika bisa. kalau hrg jual beli saat di ajukan dan telah di sepakati bersama, ttp jika suatu saat ada calon pembeli untuk menanyakan penawaran, bgmn? apa utk nego hrg tersebut langsung dari antar penjual dan pembeli, atau langsung dari broker ke pembeli.
    itu saja yang kami tanyakan kurang lebihnya.
    tk

    adi

    Agustus 22, 2007 at 5:44 am

  18. Mohon sharing pengalaman,
    Apakah broker juga mengambil untung dari penjualan selain dari fee? Misalnya dengan menaikkan harga rumah dari yang ditawarkan oleh pemilik.

    taufik

    taufik

    November 2, 2007 at 7:25 am

  19. Setau saya,broker ga menaikkan harga lagi..karena itu udah kesepakatan antara penjual dan broker.Fee hanya berdasarkan kesapakatan juga antara penjual dan broker kok. Dan yang pasti harus benar2 seleksi agen properti..Menurut saya agen properti seperti Tanamas Properti juga cukup bagus sistemnya dan cukup profesional.Hanya sayang masih di daerah jakbar..

    Monica

    November 12, 2007 at 2:46 pm

  20. mau berbagi pengalaman aja nih:

    kemaren saya baru beli rumah di alam sutera lewat ray white, kesan saya sih sangat simpel prosesnya dan sangat membantu orang awa seperti saya. Latar belakang saya menggunakan jasa broker adalah karena saya emang saya tidak mau repot…..trus kebetulan waktu lagi jalan2 ke alam sutera kok ada yang cocok…saya telp agennya dan dia langsung follow up, sayangnya rumah yg saya minati pertama kali malah gagal terbeli karena tiba2 si penjual menaikkan harga, sampai disini saya masih berpikir kalo yang menaikkan harga adalah agen. Sampai ketika agen menghubungi saya lagi dalam jangka waktu sehari setelah deal gagal itu untuk menawarkan rumah dengan spesifikasi sama persis tp dengan harga delisih 40 juta lebih murah, saya kaget ternyata asumsi saya salah, ketika saya lihat kondisi rumahnya malah lebih bagus….hanya butuh waktu 2 jam untuk mutusin beli. Kita bayar tanda jadi 5 juta di kantor ray white, dari perjanjiannya saya baru tau kalo pembeli tidak dibebani fe agen dan agen ray white dilarang me mark up harga atau harga ditentukan penjual (tp setelah selesai masih agak gak enak sih sama agen hehehhe).
    Setelah itu KPR dia yang ngurusin juga, kita tinggal fax data2 kita….dan nungguin informasi dari dia (dia harus memantau proses KPR, cocokin waktu penjual, legal bank, dan legal developer plus notaris) untuk akad kredit sekaligus akte jual beli di notaris………stelah itu semua selesai…..bulan depan dah mulai ngangsur di bank niaga.

    yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. benar gak sih kalo pihak pembeli tuh “benar-benar” tidak dibebani membayar fee agen?
    2. Saya kemaren memberikan uang 1juta hanya sebagai ucapan terima kasih karena sangat terbantu, kira2 jumlahnya wajar gak? atao masih kurang……karena sebelumnya temen2 saya bilang saya harus kasih 2.5% dari nilai transaksi, tp setelah baca kontraknya kok gak ada kewajiban itu, makanya saya cuman kasih sejuta secara personal aja…(smpai saat ini masih gak enak, takut kurang)

    o ya, kesimpulannya saya puas dengan developer alam sutera karena cepat prosesnya, puas dengan ray white, dan cukup puas dengan niaga sebaga bank KPR

    semoga berguna

    Siss

    Desember 14, 2007 at 11:50 pm

  21. Hi Siss,
    beli rumah lewat broker itu emang tidak dibebani membayar fee ke agen kok. Yg kena beban fee 2.5% itu adalah si penjual rumah, bkn pembeli. malah harusnya mbak ga perlu ngasih duit sama sekali ke ray white krn mrk sudah memperoleh fee 2.5% dari total harga rmh yg ibu beli. Misalnya harga deal rmh yg ibu beli 1 M, maka ray white menerima 25 juta utk komisinya. gede kan? Hehe…

    besarnya listing fee itu bervariasi kok. ada agen yg mau deal dgn fee 2%, ada juga yg 2.5%, bahkan 3%, tergantung negosiasi antara penjual dgn agen.

    hope it helps.

    miel

    Januari 2, 2008 at 8:49 am

  22. Pengalaman saya cari rumah lewat broker adalah lebih pada hubungan sosial, maksudnya adalah broker itu selain hanya sebatas memberikan advis atas rumah yang kita beli juga dapat kita jadikan teman, sehingga kita bisa saling sharing segala sesuatu hal berhubungan dengan rumah yang akan kita beli.
    Saat ini saya dalam proses pembelian rumah seken di BSD, sebagai info bahwa rumah dg spek yang saya cari masih dikisaran 350-400jt (harga di broker). nah suatu ketika sy dpt info dari si broker bahwa ada rumah dijual sesuai dengan yang saya cari. Tetapi si penjual ternyata tidak mau menggunakan jasa broker (alias tanpa perantara). Singkat cerita akhirnya nego dilakukan antara saya dan penjual tetapi segala sesuatu dengan transaksi ini (legal, bank, dlsb) dibantu oleh broker sy sendiri (dg fee < 1% dan ditanggung oleh kedua belah pihak). dan itu
    menurut saya akibat hubungan yang baik dengan si broker.

    abs

    Maret 11, 2008 at 8:26 am

  23. ketika malam itu buyer tel aq, dia berkata oke dgn lokasi yg sy twrkan. ketika pg sy bergegas kerumah pemilik alias sikikir dgn penuh harapan. apa yg terjdi setelah sy sampe dirmhnya sikikir sy berusaha berkata dg sesopan2nya bahwa ingin membantu menjualkn tanahya yg terletak diJL.Palagan jogja luas 230an nama samaran sikikir (bu.yuno) orgnya pelit minta ampun masak mau dijualkan tnhnya tp tdk ksh fee apa2 sepeserpun (gratis). emang bensin ama pulsa gratiss?? wah biarpun sy org kecil, tp tdk sampai hati klo sekikir bu.yuno. padahal dia orang ky pedagang pakaian besar dipasar Beringharjo. sadar ya bu harta tdk dibawa mati… lagian kt jg bekrja, tdk asal minta. wah kengan paling pahittttt…… salam utk tmn broker dijkt. PRAZZ JOGJA CP: 081 227 400 400

    prazz

    September 18, 2008 at 4:32 pm

  24. Mas, mengapa ya banyak orang males menjual rumahnya lewat jasa broker. mereka lebih suka menempel iklan jual rumahnya di tembok2 depen toko yang ramai. Mungkin masalahnya pasang iklan di broker properti itu tidak gratis ya…

    RumahCitra

    Juni 29, 2009 at 4:35 am

  25. mas,saya baru beli rumah via jasa ljhooker.karena ini pertama kalinya dan brokernya kebetulan temen istri saya jadi saya pengen tanya apakah saya sebagai pembeli harus membayar fee kepada broker itu? kalo iya berapa persen besarnya ya mas?thanks lho…

    jaya

    Juli 14, 2009 at 9:40 am

    • Bapak jaya yth,
      Jika Bapak beli rumah melalui broker baik secara Cash atau kredit broker tidak memungut biaya apapun karena komisi sudah dapat dari pembeli jadi gratis lho

      thomas

      April 22, 2010 at 1:44 pm

    • Bapak jaya yth,
      Jika Bapak beli rumah melalui broker baik secara Cash atau kredit broker tidak memungut biaya apapun karena komisi sudah dapat dari penjual…. jadi semua pembeli gratis lho

      thomas

      April 22, 2010 at 1:47 pm

  26. share pengalaman aja, saya liat iklan di poskota rumah dijual dgn harga sekian juta, saya telp langsung pemilik ktnya masih bisa nego, seminggu kemudian saya browsing di internet dan menemukan rumah yg sama tp yg pasang iklan agen properti, tp harganya sudah lebih tinggi 10%, apakah yg menaikkan harga si agen properti untuk mengambil keuntungannya ataukah pemilik yang menaikkan harga untuk membayar fee dari si agen????

    kiki

    Mei 12, 2010 at 9:50 am

  27. permisi,,,
    saya mau jual rumah sekaligus tempat usaha saya,,,
    yang saya ingin tanyakan kpada bpk2 yang sudah berpengalaman, broker apa yang saya harus pilih dan rekomended?
    biasanya menjual mnggunakan sistem seperti broker ini berapa lama (max) ya?
    terima kasih

    royhan

    Desember 5, 2010 at 1:09 pm

  28. masih eksiskah? kami ingin Bapak bergabung di tim kami di kawasan Bogor Selatan. Apa bisa Bapak cantumkan nomer Hp Bapak agar kami dapat menghubungi Bapak sekarang?
    Terima kasih atas tanggapannya

    Maya Claudya

    Oktober 7, 2011 at 12:49 am


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 495 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: