Anjar Priandoyo

Perlukah kita ke psikolog?

with 60 comments

Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Kita semua pernah berada dalam fase menunggu. Apakah menunggui server diinstal, menunggui proses proses backup, proses copy paste, dan proses-proses menunggu lainnya. Kesimpulannya sama, menunggu itu capek. Menunggu memang capek apalagi kalau yang ditunggu tidak pasti ujungnya. Karirkah, masa depankah, atau sekedar kepastian tunangan misalnya.

Masalahnya pikiran kita ini jahat, bengong sedikit pasti dia akan berpikir ke arah yang negatif. Banyak pikiran sedikit pusing kita dibuatnya. Susah sekali duduk rileks dipinggir kolam atau seusai beribadah. Di jaman HP selalu ditenteng ini pikiran kita tidak bisa dilepaskan dari beban sehari-hari. Bahkan hingga menjelang tidur kita masih merasa dibebani pikiran itu.

Mungkin kata psikolog itu penyakit, dulu saya pernah konsultasi di kampus tentang masalah kejiwaan ini (tentunya karena gratis). Bla bla bla setelah konseling 1 jam, persis satu jam karena sang psikolog memang menchargenya persis 1 jam. Tidak banyak kesimpulan yang didapat, selain istirahat, dan berhenti memikirkan hal-hal aneh diluar kemampuan kita itu. Capek, kadang lebih gampang minta obat penenang kepada dokter -kata teman saya yang lain-, lebih mudah dan tidak ribet dibandingkan konsultasi dengan psikolog.

Saya memang tidak banyak berinteraksi dengan psikolog, dulu di UGM kampus psikologi terkenal cantik-cantik mahasiswinya (mmm, Dindaku lebih cantik pastinya). Makanya saya pernah menjadi testee dalam beberapa penelitian mereka hehehe. Mulanya senang juga diungkap kepribadian, tapi lama-lama rasanya tidak nyaman ya, ketika kita mengetahui diri kita sebenarnya.

Saya juga pernah dites salah satu psikolog -sekali lagi gratisan-, dan menurutnya saya ini tipe XXX (disensor), bla bla bla yang alam sadar saya bilang, wah itu bukan Anjar banget, itu orang lain. Makanya banyak teman saya yang tidak mau mengakui hasil analisa psikolog. Ah itu kan bisa direkayasa Njar, katanya.

Tapi di Jakarta ini, ternyata banyak rekan yang memanfaatkan jasa psikolog secara teratur, termasuk derivatifnya, mulai dari konseling pernikahan, konseling anak dan sebagainya. Ya tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing, psikolog itu kan harus dibayar :D

Pertanyaannya, kita-kita yang masih susah ini kan tingkat stresnya tinggi banget tuh. Perlu ga kita ke psikolog? atau apakah orang-orang mampu itu setelah ke psikolog masalah kejiwaan mereka jadi lebih baik?

PS: Ada yang tahu ke psikolog mbayarnya berapa? ada rekomendasi? ada yang punya pengalaman :D hihihi

About these ads

Written by priandoyo

Februari 28, 2007 at 1:42 am

Ditulis dalam uncategorized

60 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. bisa curhat ke temen deket, cem ceman, istri, atau orang tidak dikenal. bisa juga ngejunk di forum, atau nulis yang gila gila di web dan milis. salah satu obat ampuh di jaman modern … :p

    yg paling kena sih, refresing dengan cara jalan jalan. liburan gitu lho …

    papabonbon

    Februari 28, 2007 at 3:04 am

  2. Psikolog bisa dianggap sebagai teman, daripada curhat ke orang lain, tahu-tahu dibocorkan kan bisa berabe.

    Saya sering pake jasa psikolog dan menyenangkan, masalahnya (terutama kalau kita jadi ortu), bagi psikolog anak ga pernah salah, yang salah adalah orang tuanya. Juga orang suka nggak nyaman, karena merasa ditelanjangi, padahal kita bisa diskusi dengan mereka, dan psikolog bukan orang yang memaksa kita untuk menentukan langkah, mereka hanya membantu membukakan pikiran kita, tapi langkah mana yang akan diambil adalah murni keputusan kita sendiri.

    Psikolog sering diminta untuk membantu mengetest orang yang mau masuk ke perusahaan, disini ada berbagai alat, dan karena saya pernah jadi tim pewawancara, ilmu mereka memang bagus kok untuk menilai apakah seseorang sesuai dengan kompetensi yang diinginkan perusahaan. Tapi jika sudah tahapan akhir, memang wawancara dengan manajemen perusahaan yang menentukan, karena wawancara sudah langsung dikaitkan dengan bidang tugasnya.

    Andjar merasa bosan menunggu? Bawalah bacaan, nunggu sambil nongkrong di cafe, menggambar(mencoret-coret), menulis……..tak terasa kok waktunya. Selamat mencoba. Nanti tulisanmu akan makin memenuhi bolg ini.

    edratna

    Februari 28, 2007 at 7:37 am

  3. bagi psikolog anak ga pernah salah

    Aduh kapan ya terminologi ini berlaku juga dikantor, “anak buah ga pernah salah” hehehehe betapa menyenangkannya :P. Kalau di militer konon ada terminologi yang mirip “anak buah tidak pernah salah” teorinya sih.

    priandoyo

    Februari 28, 2007 at 9:55 am

  4. psikolog bukan orang yang menyelesaikan masalah kita, kita sendiri yang harus menyelesaikan masalah kita. untuk datang ke psikolog kita harus jujur dan menelanjangi diri kita, dari situ saya pikir kita akan menemukan sesuatu yang mencerahkan, dari diri kita sendiri bukan dari psikolog.

    misgi

    Februari 28, 2007 at 2:43 pm

  5. Njar, nggak usah ke psikolog kalau utk masalah pribadi. Lebih enak diselesaikan sendiri dgn bantuan orang-orang dekat. Kalau masalah anak (mis. gangguan belajar, phobia, dll) lebih baik ke psikiater aja. Kalau masalah perkawinan lbh baik ke konsultan perkawinan atau ke ustad. Psikolog itu bikin pusing… :-)

    @ papabonbon : kapan kamu stress, om ? perasaan cerah mulu… :-)

    *dari psikolog kabur*

    fertobhades

    Maret 3, 2007 at 1:02 pm

  6. wah bang, nanti dimarahi ‘ikatan psikolog indonesia’ lho :P

    priandoyo

    Maret 5, 2007 at 1:15 am

  7. salam kenal…
    perlu ata tidak kepsikolog…
    itu kembali kediri masing2…
    masalah yang ada di dalam diri kita hanya kita yang tau apakah bisa menyelesaikannya atau tidak, datang kepsikolog jalan baik, tetapi psikolog bukan yang menyelesaikan masalah, tetapi psikolog adalah media untuk mencari solusi dari masalah kita atau temapat untuk melihat sisi lain dari masalah yang kita hadapi sehingga nantinya kita dapat mebuat keputusan untuk dapat menyelesaikan masalah kita…
    psikolog memberikan pandangan dari sisi yang berbeda tentang masalah yang dihadapi. dalam penyelesaian masalah itu tergantung dari individu yang memiliki masalah itu…
    -helma rambe. Psi -

    helma rambe

    Oktober 19, 2007 at 2:42 am

    • setuju banget sama kak Helma Rambe, S.Psi..
      hidup psikolog!!

      -calon S.Psi-

      novira mayensi

      Januari 23, 2010 at 12:43 pm

  8. maaf.. bukan helma rambe psi tapi helma rambe Spsi. :)

    helma rambe

    Oktober 19, 2007 at 2:49 am

  9. menurutku ke psikolog itu ngak penting,yang lebih penting adalah kita tau dimana letak masalah kita.setelah itu kita berusaha untuk menyelesaikan,kalo masalah belum selesai jangan pernah sekalipun kita meninggalkan masalah tersebut…dan setelah masalah selesai kita baru menenangkan diri kita dengan cara kita istirahat.istirahat yang cukup bisa membantu menenangkan pikiran kita.

    nicky dwita ing marthatia

    November 27, 2007 at 11:44 am

  10. psikolog atau psikiater kayaknya akan menjadi favorite job di Jakarta, krn disinilah kota dengan tingkat stress tertinggi…
    Mungkin ada yang mau sharing gimana caranya menghilangi atau minimal mengurangi stress… :)

    Ronny

    November 27, 2007 at 1:52 pm

  11. [...] Kemudian, seiring banyaknya masukan saya mencoba mengangkat tema-tema menarik seputar psikologi kehidupan yang seringkali rekan-rekan sulit untuk ungkapkan seperti: Menghadapi bos otoriter (15 respons). Kalau si bos ga mau tahu (11 respons) Tulisan curhat seperti itu cukup diminati banyak orang padahal semula dibuat tanpa konsep, sampai saya sadar, bahwa saya bukan psikolog :D hahaha, yang punya background dan knowledge tepat untuk menjawab pertanyaan teman-teman. Walaupun sempat ada pertanyaan pribadi juga: Perlukah kita ke psikolog (10 respons) [...]

  12. setuju tuh, psikolog tuh media aja.. yg penting jujur dulu ama diri sendiri, kalo gak jujur ya gak selese masalahnya..

    Cely

    Desember 3, 2007 at 4:31 am

  13. ya jelas lah prlu!!!apalagi bila kita sudah memiliki permasalahan yang sangat serius yang dapat mengganggu ketenangan jiwa kita@ akadari itu peran psikolog sangat berarti dalam kehidupan manusia

    ilma

    Desember 30, 2007 at 1:04 am

  14. psikolog menurutku sanganlah penting,karna kita bisa mengetahui papa-apa yang ingi kita ketakui dalam diri kita maupun dalam diri/jiwa seseorang.maka itulah psikolog sangan penting berperan dalam kehidupan kita.

    Hernawati

    Januari 21, 2008 at 2:32 am

  15. Aku mempunyai cita-cita yang sangat kuat untuk menjadi seorang psikolog yang terkenal.sedangkan saya sendiri masih menduduki SMA kelas dua,tapi,keluarga n pacarku g setuju kalau aku menjadi seorang psikolog.mereka ingin kalau aku menjadi Didan or Guru!..tapi aku g mau.aku akan nunjukin ke mereka kalau apa yang aku inginkan bakalan terwujud.karna aku sangat menyukai dunia PSIKOLOG.

    Hernawati

    Januari 21, 2008 at 2:40 am

  16. sya kira kita sebagai manusia sangat perlu menceritakan masalah2 kita yang sangat private kpd orang yang tepat n py bisa dipercy yaitu psikolog karena maslh2 yang private itu sangat memungkinkan mengganggu kedewasaan kita, kehidupan kita baik secara pribadi, keluarga, dan masyarakat sekitar, bahkan seluruh dunia. contohnya saja pengeboman di Bali!! (pasti teman2 semua sudah tw ttg mslh di Bali). jadi saya sarankan jangan sekali-kali meremehkan masalah pribadi kita karena kita adalah MANUSIA (makhluk paling penting dari seluruh makhluk di Dunia ini) dan kita harus mengutamankan kesehatan jiwa kita!! maka dari itu, kita harus menghargai diri kita!! siapa lagi yang bisa menghargai diri kita selain diri kita sendiri.
    thx’s atas colomnya :)
    susanto, calon S.psi

    susanto

    Januari 24, 2008 at 5:27 pm

  17. kalau masih bisa di selesaikan oleh diri sendiri, kenapa juga harus ke psikolog, kecuali kalau kita sudah tidak tahu lagi harus bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan itu.

    kita hanya butuh ruang untuk sendiri dan merenungi apa yang sudah terjadi dalam hidup kita.

    sasa harun, penyiar, 23 thn

    Februari 19, 2008 at 4:31 am

  18. bilang ma sasa gw mo kenal lebih jauh ma dia tolong ya
    gw suka banget ma suara desahan itu bikin bulu bangun
    nih email gw fahmelo_jr@yahoo.com

    mello Madison

    Maret 7, 2008 at 9:20 am

  19. psikolog,kdengeranya hanya orang wah aja sring konsltasi krna mreka yg klebihan materi,mnurt orang2 dr ekonomi klas bawah ke psikolog cm buang duit,tp menurut saya psikolog adlh orang hebat yg mampu menetralisir emosi,menenangkan jiwa yg rapuh,mampu memberi motifasi untuk hidup lbh baik dan membuat kita berpikir positif dan percaya diri

    ana

    Maret 14, 2008 at 8:02 am

  20. hehehe anjar baru sebentar di jakarta udah butuh psokolog hehehe

    ikow

    Maret 14, 2008 at 9:30 am

  21. hm..

    perlu atau tidak perlunya kita ke psikolog .. itu tergantung pada dirikita sendiri juga. maksudnya di sini kalau kamu memang mempunyai masalah pasti kamu butuh seseorang untuk mendengarkan curhatan kamu.
    kalau kamu ke psikolog pasti kamu harus mengeluarkan uang kan.
    mungkin solusinya : masalah kamu itu coba diatasi sendiri dulu. kalau masalah itu tidak bisa diatasi sendiri mungkin kamu perlu seorang teman untuk bercerita. pilih lah teman yang benar-benar kamu percaya (Ingat janagan memilih sembarang teman).
    Dan yang harus kamu ingat jangan pernah menyimpan masalah sendiri. lama kelamaan masalah akan bertumpuk. itu tidak baik bagi kesehatan, kamu akan jatuh sakit.
    dan kalau teman kamu sudah menasehati, kamu fikir-fikir lagi nasehat dari dia. jangan langsung dijalankan.

    teman yan baik adalah teman yang selalu menasehati kita bila kita khilaf.

    oK..
    -Vna-

    vina

    April 20, 2008 at 12:40 pm

  22. perlu.. perlu ja, coz kadang kita g abisa ngenalin diri kita ato ada aja orang yang a mau ngakui kalo dia punya sikap buruk so dengan batuan profesional kita sedikit banyak harus ngakui kalo misalkan kita punya sikap yang g kita harepin tapi g bisa di jadiin patokan juga sich,cuman di jadiin pembanding ja….

    Milly_Zahra

    Juni 9, 2008 at 11:07 am

  23. ak juga bingung peting pa gak cos ak blum pernah ketemu ma pakar psikolog tp menurut ak it penting cos psikolog sebagai pihak netral yg yg akan membantu kita menjadi lbh tenang………………….

    5af ak juga bingung makanya saya lg kul di jurusan psikolog moga2 ak bisa jawab semua pertanyaan yg ada

    jojo

    Agustus 16, 2008 at 7:53 am

  24. jujur aja skrg ini gw lg ada mslh yg parah bgt.dan gw tipe yg gak gampang u/ curhat ke orang lain terutama teman.sama keluargapun gw gak pernah curhat.dulu biasanya gw curhat sama pacar gw.tp skrg pacar gw itu dah merit dgn ce lain.makanya sampe skrg gw merasa kehilangan tempat u/ curhat.karena saking udah beratnya mslh gw ini,gw sampe terlintas u/ sharing ke psikolog.ada gak sih psikolog yg konsultasinya secara online alias via chatting?dimana sih qta bisa nemuin psikolog?

    ira

    Oktober 15, 2008 at 12:01 pm

  25. eeeeemmmmmmm,,,,,,,,
    seber na sih aku pengen banged ke psikolo9,,,,,,
    tapi bener ju9a sih kata x’an,,,,,psikolog bukan orang yang menyelesaikan masalah kita, kita sendiri yang harus menyelesaikan masalah kita. untuk datang ke psikolog kita harus jujur dan menelanjangi diri kita, dari situ saya pikir kita akan menemukan sesuatu yang mencerahkan, dari diri kita sendiri bukan dari psikolog…….
    bener ju9a,,,,nanti na kan kita ju9a yang menyesai kan masalah kita, bukan psikolog,,,,cama aj bUung Dun9,,,,

    waChyu

    November 12, 2008 at 4:53 am

  26. mbaak ira kita sharing yuuk mau nggak???

    ikow

    November 12, 2008 at 5:24 am

  27. begini bang pri, bener kata2 orang diatas yang namanya masalah kita cuma kita aja yang bisa menyelesaikannya…
    karena masalah kita tuh datangnya dari kita sendiri (atau juga kurang mampunya kita menyingkapi situasi dan kondisi dengan baik)

    tapi… yang namanya psikolog ada karena ada orang yang bener2 butuh dukungan dari dia (psikolog) untuk meluruskan masalah.

    gw juga dah pernah ke psikolog dan dia sih cuma dengerin omongan gw. nah bis ntu dia komentarin keluhan gw n dia ngebantu untuk mengatasi masalah gw…

    enak sih curhat ke psikolog… tapi bayarannya lumayan lah kalo terus2n… lebih baik curhat ke temen sambil traktir makan dipinggir jalan…

    tapi kalo masalahnya dah bener2 serius (gak bisa ditangani sendiri) nah disitulah fungsinya Psikolog ada…

    kayak kita sakit fisik dah pasti kita berobat ke dokter…
    kalo kita ada masalah dengan diri kita dah tentu kita mesti obati!

    nb : gw mo kasih ref psikolog yang pernah gw kunjungi letaknya di daerah ragunan n biayanya Rp. 60rb sejam…

    mudah2n bermanfaat!

    Akbar

    Desember 10, 2008 at 2:56 pm

  28. ga tau kenapa ud beberapa bulan ini gw ngerasa stress, tp gw g bisa ngobrol ama siapa2, gw jg mikir apa gw perlu ke psikolog?? gw g bisa curhat am sapa2, soalnya gw g terbiasa buat curhat. kyaknya gw ngerasa terlalu banyak masalah yang numpuk sampe gw jd ngerasa g kenal am diri gw sendiri. bisa ad yg tolong kasih referensi psikolog??? gw butuh ASAP, dan klo bisa rate harganya. klo ada yg tau ttg psikolog via online jg tolong infonya…. thx

    me

    Januari 5, 2009 at 2:24 pm

  29. hmmm…menurut gue terkadang ke psikolog selama ada dukungan finansial oke2 aja.perlu malah. karena ada beberapa masalah yang tidak hanya perlu didengarkan melainkan perlu di selesaikan…apalagi yang menyangkut sesuatu yang tidak bisa dilogikakan yah

    itulah saat dimana psikolog diperlukan

    tapi pada dasarnya psikolog tidak menyelesaikan masalah

    hanya membantu kita memilah dan menganalisis yg mana masalahnya…

    apalagi kalo udah menyangkut alam bawah sadar…wuih ga kena deh biar curhat ma sapa gtu

    misalnya orang yang sulit mengendalikan marah, atau orang yang punya masalah rendah diri yang akut…dimana dibutuhkan lebih dari sekedar support dan telinga untuk mendengar n_n

    dhean

    Januari 20, 2009 at 3:59 am

  30. oiya…
    gue tidak tahu pasti tarifnya psikolog2 itu…tapi yang gue tau psikolog sekaligus hypnoterapier yang praktek di rumah sakit women n children di daerah cipete..tarifnya 300/jam…emang lumayan banget sih…bisa di ganti kantor tidak yah?hehehe…atau LPT UI, atau psikolog2 yang ada di essa consulting….cari no-nya di 108 yah n_n

    dhean

    Januari 20, 2009 at 4:02 am

  31. wah, kantor ga imburse jasa psikolog, malah jangan2 dianggap kenapa2 klo submit imbursement.

    FYI, d RSJ juga ada konsultasi oleh psikolog (yap..bukan psikiater lho),seperti d RS J Marzuki Mahdi, Bogor. klo pensiunan PNS kan di cover oleh askes tuh, nanti deh ditanyakan lagi rate untuk umum nya..

    hehehe klo konsul d psikolog terkenal apa ga tambah stres begitu billingnya keluar hehehehe

    Greg

    Greg

    Januari 20, 2009 at 6:54 am

  32. ^btw, iya pak anjar, di mbulaksumur emang mbak2 psiko nya yahud.. 11-12 ma d kampus sebelahnya hehehehe

    curhat colongan sesama mantan testee ne mbak2 psiko

    Greg

    Januari 20, 2009 at 6:55 am

  33. Hi..hi..artikel yg menarik. Saya juga calon psikolog. Sudah lulus S.Psi. Sekarang mau profesi psikolog. Nanti kalo udah lulus pak anjar boleh konsultasi gratis ke saya he..he..promosi. Pengalaman saya dulu saat masih kuliah s1 di unair. Memang gitu tugasnya sehari2 mencari orang(mulai yg normal,bermasalah,sampe gangguan jiwa). Kalo penting or nggaknya ke psikolog tergantung masing2 individu. Kalo bisa diselesaikan sendiri ya ga papa. Tapi kalo sudah menghambat optimalisasi perkembangan individu peran psikolog memang sgt diperlukan. Peran psikolog disini adalah memberikan intervensi masalah. Makanya disitu diperlukan keterbukaan antara psikolog dan klien, bukan bermaksud “menelanjangi” masalah. Karena jd psikolog juga ada kode etiknya. Ga boleh sembarangan. Selebihnya untuk keputusan selanjutnya tergantung individunya. Psikolog hanya memberikan saran dan intervensi yg tepat. Tapi saya juga pernah dpt kasus unik spt gangguan jiwa dan penyimpangan perkembangan. Intervensinya menyangkut masa depan individu yg bersangkutan. Jadi juga melibatkan psikiater dan keluarganya. Ternyata jadi psikolog ada gak enaknya. Kalo kliennya gak bisa mencapai quality of life. Psikolognya juga merasa bersalah he..he..

    Sandra

    Februari 3, 2009 at 2:10 pm

    • Wah mbak, nanti saya mau jg donk konsultasi gratis…??? Soalnya saya menderita kecemasan yang tinggi…

      Kurniawati

      Juni 16, 2010 at 3:06 am

  34. hy..

    gw ank SMA kelas XI IPA yang pengen bgt jd psikolog,
    knapa??
    krna menurut gw th,psikolog itu enak,

    knpa gw blang gtu??krna qt dpt baca pikiran orang,qt bisa ngeliat dunia dgn ilmu yang qt udah dapat,bisa bantu orang yang dalam masalah,

    dirumah gw uh banyak bgt buku tenteng psikolog,(setiap hari gw baca dh),,
    tp kayanya cita-cita gw bakalan tarhambat dikit karena keluarga gw gak ada yang setuju gw jadi psikolog,mereka tuh lbh suka gw ambail bidang pertanahan n perpajakan di jogja juga sh,,alasannya :katanya jadi psikolog tuh gk ada gunanya.apalagi di INDONESIA,katanya mungkin kalau di luar negri pasti psikolog itu berguna,

    sempet gw mikir,apa gw mesti pergi keluar negri untuk kerja jadi psikolog??

    atu hal lagi kenapa gw mau jadi psikolog??
    gw salah sau anak broken home,susah untuk gw untuk bisa terbuka ama orang lain,ya..kalau lagi ada masalah gw mala cari kesibukan kaya baca buku atau nangis di kamar ampe banjir tempat tidurnya(jadi malu dh!!hohoho)

    mudah-mudahan aja yah gw bisa jadi psikolog,hehehe supaya udah gk ada lagi kathalina yang lain,n supaya gw bisa ngebantu orang lain..

    kathalina

    Februari 19, 2009 at 11:48 am

  35. Bisa nggak saya konsultasi mengenai anak saya, krn setiap test psikologi selalu ggl, ditunggu konsultasi tks

    roesmiaty

    April 3, 2009 at 7:16 am

  36. gue pengin tau, kalau klien (tentunya yg sudah bayar jasa psikologi) sudah gak tahan, pengin curhat sama psikolognya, atau keluarga klien pengin ketemu si psikolog, karena si klien sudah sangat bingung dan butuh konsultasi, apakah kewajiban si psikolog? apakah harus segera menemui si klien? atau dia bisa bilang minggu depan aja ya,gue lagi sibuk nih!!!
    Terus karena penundaan tersebut si klien melakukan tindakan yang merugikan orang lain atau dirinya sendiri, misalnya bunuh orang, atau bunuh diri, maka sejauh mana si psikolog dapat diminta pertanggung jawaban?

    luthfy zain fuady

    Juni 18, 2009 at 11:49 am

  37. Kalau kita percaya bahwa 90% penyakit yang ada itu datangnya dari pikiran, seharusnya melakukan penyehatan pikiran kita, apapun medianya ( melalui psikolog ataupun media lain) seharusnya sangat penting. Untuk masalah-masalah yang sifatnya umum, contoh boss yang demanding, tuntutan hidup yang tinggi, pacar yang tidak setia misalnya, menurut saya mungkin belum perlu untuk menggunakan jasa professional advisor. Tapi kalau untuk masalah2 yang butuh tingkat kerahasiaan yang tinggi dan bisa membahayakan orang lain( misalnya kecenderungan sex menyimpang, agresivitas tinggi dll), sepertinya menggunakan jasa profesional paling cocok. Berdasarkan pengalaman saya, psikolog lebih menekankan pada peran sebagai orang yang mendengarkan, tanpa menghakimi, sementara kalau psikiater, mereka lebih sering kasih jalan pintas dengan memberi obat penenang dan chemical lain. Sementara untuk peran sebagai pendengar yang baik, kurang dilakukan. Jadi, tergantung masalah anda saja. Kebanyakan memang untuk pencandu narkotika yang memang harus dibantu dengan obat, psikiater sepertinya memang jalan keluar yang terbaik.

    hekne

    Juni 30, 2009 at 8:56 am

  38. Bagus bgt’s tuh jd psikolog mnrt gw,alx klu jd psikolog pst bnyk uangx.misalx djakarta bnyk bgt’s org x konsul ma psikolog krna tingkat kesetresanx lbh tinggi….gto.tp menurut gw kalau kita stress mending kita renang or jalan2 kepantai aja.alx gw jg slh 1 famili broken home.

    andrea

    Oktober 6, 2009 at 1:52 pm

  39. ingin konsul gratis niy ma psikolog coz kuw kan masih mahasiswi, hehe..yg psikolog asli mana niy ? help me…!!

    Gie

    Oktober 8, 2009 at 7:57 pm

  40. ya menurut saya anak memikul tanggung jawab ba ibu ya kadang ya ada yg mengepolitasi anak merasa tertekan seharian rinitas suting sinetron dan anak merasa tertekan akhir ya setres

  41. pisikolog ya menjadi sahabat sejati perlunya meliki luka batin , sakit hati kita harus membereskan ya lama bisa menjadi penyakit kangker , jantung lah

    dani

    Mei 19, 2010 at 2:40 am

  42. karan pisikolog bisa membantu kita bisa mencurahkan masalah lebih berkurang kali kita bisa lega beban kita pisikolg juga bisa menyimpan rahasinya kan

    dani

    Juni 20, 2010 at 2:36 pm

  43. .,,.,, help me,., mr,.,

    paimansyahpura

    September 27, 2010 at 7:47 am

  44. ada yg tau tempat klinik psikolog di daerah bekasi atau jakarta timur ????
    tolong saya,karna saya benar2 butuh……trims

    yulia sari

    Oktober 16, 2010 at 10:51 am

  45. kalau udah jadi psikolog,,
    kerja na gimana..
    uuuppp gaji na gede gag…
    hehehehehe

    puput

    Oktober 28, 2010 at 1:11 am

  46. klo gw,dari dulu waktu masih smp,gw pengen banget jadi psikolog.
    soalnya gw seneng ngederin & mencoba membantu permasalahan temen gw yg curhat sama gw.gw merasa berguna,& lega klo permasalahannya berkurang ataupun selesai.
    tapi sekarang,gw yang perlu psikolog !!!

    red

    Oktober 10, 2011 at 1:16 pm

  47. tentu saja perlu… mereka tugasnya membantu, bukan?

    donaLd

    November 26, 2011 at 4:40 pm

  48. gwe tinggal di bali…masalah gue banyak banget…gue butuh psikolog….ada yang bisa ngasi referensi gak psikolog di bali yang kompeten tapi harganya terjangkau….

    thanks…

    gede ajus

    Desember 14, 2011 at 1:06 am

  49. ass. gw butuh psikolog nih..saat ini gw lgi ada mslh asmara ma cwo gw..bisa dibilang gw tipe cwe yg peka bgt soal mslh percintaan…please..help me.. :'( :'(

    Vivi

    Maret 4, 2012 at 11:44 am

  50. masalah keluarga, kecemburuan sosial terhadap saudara kandung karena orang tua pilih kasih, terpaksa menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan hati, merasa dikekang orang tua, tidak punya kebebasan memilih
    saya punya semua masalah ini, perlukah saya ke psikolog? lalu dimana saya dapat menemui seorang psikolog di Banten? dan biasa’y berapa biaya yang diperlukan jika konsul? atau mungkin bisa konsul lewat media internet? tolong bantu saya… terima kasih

    Dewi

    Mei 6, 2012 at 4:28 am

  51. apakah seorang pisikolog itu perlu cantik dan tinggi?

    armaida

    Maret 1, 2013 at 5:56 am

  52. Apakah psikolog penting?
    Penting atau tidaknya psikolog mungkin tergantung dari pribadi setiap orang. Untuk orang-orang yang berani untuk menghadapi masalah mereka dan mau mulai secara aktif mengembangkan diri serta mengatasi masalah mereka,mungkin ide yang baik untuk dibimbing oleh seseorang psikolog. Seorang psikolog seharusnya tidak hanya memberikan nasehat dan saran,namun juga membimbing,memonitor dan memberikan umpan balik terhadap klien dan permasalahannya.

    Mengapa ke psikolog harus bayar?
    Well,selain karena psikolog harus makan juga, :D seorang klien akan lebih memiliki komitmen, fokus dan usaha untuk menyelesaikan masalahnya tadi. jika di gratiskan, maka seseorang akan melihat pertemuan dengan psikolog bukan sebagai kesempatan yang “terbatas” sehingga jadi kurang serius ngerjain pr-nya (aku selalu kasih pr setiap ketemu). Kalau aku pribadi, aku berharap teman2 jangan terlalu khawatir dengan masalah uang,karena mungkin psikolognya bisa diajak berdiskusi tentang masalah itu. Kalau untuk saya lebih baik datang tapi bayar nanti,daripada nggak datang karena takut tidak bisa bayar.
    semoga keterangan ini membantu.
    konsultasi online seru juga ya, aku bs dihubungi
    by email: vista.puri.cendhani@gmail.com

    Vista Puri Cendhani,M.Psi

    Vista Puri Cendhani

    Juni 16, 2013 at 3:43 am

  53. Perlu kalau kita merasa sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Saya pernah ke psikolog dan recommend banget pergi ke dia. Tempat prakteknya di Bintaro, tp kalau menurut aku itu sih lebih deket Pondok Indah, tapi nama jalannya aja RC Veteran. Nama lengkap psikolognya Rizki Washarti Siregar, tapi dia bilang panggil Kiki aja. orangnya ramah banget + obyektif. Dari awal (sebelum sy dtg) dia udah SMS sy, nanya keluhannya apa. Ketika saya ceritakan, dia bilang, kl dia spesialisasinya pendidikan dan bukan klinis dewasa, kl begitu lebih baik ke rekan dia aja. Tapi saya terangkan, bahwa saya cuma butuh second opinon, bukan punya penyakit gitu deh, hehe. Dia bilang kalau tidak butuh terapi dan sifatnya masih psikologi umum, dia masih bersedia, walau dia kembali menawarkan, apa gak mau ke rekan dia aja. Sy bilang, ke dia aja (krn sy dpt dia jg dr teman sy yg punya anak bermasalah dan menemui dokter Kiki lalu sembuh). Saya bilang, sy cuma mo curhat, tp ingin dpt pendapat profesional. Kl sy tidak sreg, nextnya sy dtg ke rekan dia aja.

    Eh pas hari H, sy cukup terkejut. Ternyata dia cantik (hehehe). Tp selain itu, ternyata dia bukan sekedar memberi saran yg obyektif+profesional, tapi dia memberi sy sedikit “tugas” untuk dikerjakan agar masalah sy hilang. Sy terapkan dan perlahan, sy merasa lebih baik. Sy temui dia lagi kemudian dan selalu sama: dia akan ngasih pendapatnya sebagai pakar. mendengarkan dengan baik (dia terlihat berempati). Lalu sebelum sy pulang ngasih PR lg. tp saya selalu merasa lebih baik setelah menemui dia. Akhirnya stlh berapa kali pertemuan, dia bilang:”rasanya mbak gak perlu menemui sy lagi deh. kyknya skrg udah ok kan?” dan sejujurnya sy jg merasa gitu. sy jg bersyukur bahwa dia bilang gak perlu dtg lg sih. karena lama-lama kan mahal juga, hahahah. tp berarti jd dia gak money oriented ternyata. Top deh!

    Tata

    September 19, 2013 at 3:59 pm

    • dear mbak Tata,

      bolehkah saya minta referensi psikolog yang di bintaro rc veteran itu?

      sebelumnya terima kasih..

      bisa di info ke nomer hp saya? 085230375582

      Nafisyah Arfiani

      Mei 24, 2014 at 5:53 am

    • Mba tata….boleh juga donk minta almt or telp psikolog yg di bintaro itu, email ke k12i5tine@yahoo.com ya mba info berikut tarifnya. Thks b4.

      istin

      Juni 4, 2014 at 11:38 am

    • Mbak mau donkkk No tlf nya. Tulis aja disini DJ yg lain juga bisa kan kesana. Thanks.

      Anggun

      Juni 12, 2014 at 6:34 am

    • Praktikpsikolog.com tempat Dr Kiki.

      Anggun

      Juni 12, 2014 at 7:26 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: