Dua jalan alternatif menuju BSD
Secara administratif, Bintaro itu bertetangga dengan BSD (Bumi Serpong Damai). Di peta pun hanya hanya sepenggalan jalan tol pemisahnya. Selain jalan tol, dari Bintaro kita bisa mengunjungi BSD lewat dua jalan alternatif:
1. Lewat Astek – Jombang
2. Lewat BSD – Bintaro (samping masjid al ghofur)
Dan ceritanya wiken kemarin, saya dan Dinda mencoba jalan alternatif yang kedua. Jalan ini sudah digambarkan dengan baik oleh Gunther dalam petanya dengan garis coklat. Artinya jalan kampung -yang memprihatinkan. Ternyata benar, jalan yang kami lalui benar-benar parah.
Pertanyaannya, kenapa dua developer besar ini tidak mau membangun jalan alternatif antara BSD dan Bintaro ini. Mungkin, karena jalan ini tidak menguntungkan kedua belah pihak, misalnya:
1. Dari sisi BSD, pembangunan jalan ini akan membuat BSD terlihat lebih jauh dari Bintaro
2. Dari sisi Bintaro, pembangunan jalan ini akan membuat akses ke BSD semakin mudah yang berdampak buruk pada penjualannya.
3. Mungkin tanah-tanah ini masih milik penduduk yang tidak mau menjual tanahnya pada kedua developer ini. Memberikannya jalan membuat harga-harga akan melonjak. Maka dari sisi kedua belah pihak membuat jalan penghubung ini merupakan opsi yang dua-duanya tidak menguntungkan.
Sisi oportunis Anjar berkata:
1. Ditengah-tengah ‘konflik’ tidak berujung ini lebih baik developer kecil membeli tanah-tanah dilokasi ini, dan segera membangun pemukiman. Meskipun infrastruktur masih buruk, toh rumah sudah laku dijual. Mau tidak mau akan ada infrastruktur.
2. Siapa yang paling keras kepala itu yang menang. Kalau sudah begini, siapa yang keras kepala akan menang. Meski infrastruktur ga Ok, tapi kalau lokasinya Ok lambat laun infrastrukturnya bakal Ok juga.
Contoh, (Pasar) Ciputat, lokasinya Ok, tapi jalan aksesnya MasyaAllah. Yang terjadi pedagang di Pasar tetap eksis dengan jalan utama yang kian hancur. Pikirannya sudah dilokasi yang bagus. Kita lihat saja kapan jalan ini dibangun
Moral of the story:
1. Jalan itu pasti dibangun, cepat atau lambat
2. Lebih baik lokasi yang dekat tapi jalan ancur, daripada lokasi jauh tapi jalan bagus

tip yg aneh, toh aku juga pakai :D
papabonbon
April 10, 2007 pada 5:57 am
Bintaro dan BSD itu anehnya dari zaman dulu sampai sekarang, tidak ada angkot yang secara langsung menghubungkan kedua daerah tersebut. Padahal, mobilisasi antara kedua daerah termasuk tinggi.
Saya sih mendingan lewat tol. :P
calupict
April 11, 2007 pada 6:14 am
ada lagi kasus yg mirip di bintaro jaya. namanya komplek kuricang (bintaro sektor 3A). dulu sih kabarnya ini komplek dpr yg diakuisisi oleh bintaro jaya. jadi sebenarnya kuricang ini bagian dari bintaro jaya cuma akses ke komplek ini hanya dari mandar atau dari nusa jaya dekat stasiun pd.ranji. cuma ya gitu deh jalannya ancur banget sehingga harga tanah/rumah di komplek ini masih 1/2 dari harga bintaro. kalo liat di peta sebenarnya dengan buka akses via komplek pondok jaya maka akses ke bintaro utama/raya bisa langsung jadi; cuma kabarnya penduduk komp.pd. jaya pd ga mau dibukain akses via komplek mereka. sesuai moral story diatas maka seharusnya saat ini adalah waktu yg tepat utk beli tanah/rumah di kuricang .. cummaaa yg terjadi orang masih emoh.. dgn budget 300 jt an masih mending beli di graha bintaro/permata dgn lt. 72 s.d 120 daripada beli di kuricang dgn lt. 150 s.d. 200an … gimana dong ?? :)
osinaga
Mei 16, 2007 pada 4:38 am
sy lbh suka cari cluster lama di BSD.. atau kapling yg nyelip2 jaman BSDnya Ciputra.. lbh murah dan lbh besar dr bintaro..
gundul pacul
Juni 17, 2007 pada 2:50 pm
sekarang jalan beruang yang untuk ke kuricang kan sudah di hotmix, jadi rumah and tanah dah mahal dong.
dari penduduk kuricang yang tinggal di england UK
sela
Januari 27, 2008 pada 6:25 pm