Gaji di perusahaan minyak? analisa untung rugi
April 17, 2007 — priandoyoBekerja di perusahaaan minyak tentunya lekat dengan image berduit, cuti 30 hari setahun, jaminan kesehatan 100%, dan uang uang yang sangat banyak. Tapi apakah pasti seperti itu nikmatnya kalau bekerja di perusahaan minyak? benarkah gaji 12 juta untuk freshgrad lebih menjamin masa depan yang cerah dibandingkan gaji 3 juta di office yang damai. Menjawab pertanyaan itu marilah kita mulai dengan gaji, parameter fisik yang paling gampang diukur dan dianalisa.
Berapa gajinya?
Nofie Iman dalam salah satu postingnya memberikan data yang cukup akurat mengenai gaji di perusahaan minyak sesuai dengan gradingnya. Saya kutip sedikit ringkasannya
1. Chevron: 10.3 juta
2. Total: 5.4 juta - 13.3 juta
3. Conoco: 6.1 juta - 10.2 juta
4. Pertamina: 3.8 juta - 8.1 juta
Saya ingin sedikit ‘mengoreksi‘ berdasarkan data rekan-rekan saya (freshgrad 0-6 tahun) yang bekerja di Chevron, Total, Conoco dan Pertamina. Salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah perbedaan antara field officer dan non field officer.
Total sebagai contoh, akan membayar field engineernya di angka 12 juta, yang kerjanya berpanas-panas di rig 2 minggu on dan 2 minggu off. Sementara untuk non field jatuh diangka 4-5 juta. Selisihnya lumayan kan.
Pertamina, berapa lamanya pun (rasio normal below 30) experiencenya akan dianggap grade sama dengan gaji hanya 75% disaat training 9 bulan pertamanya. Chevron sekitar segitu, saya malah tahu standar gaji freshnya untuk office sekitar 9 juta.
Cara masuknya bagaimana?
Tulisan diatas juga belum membahas salah satu fakta yang paling penting bahwa: Sebagian besar karyawan perusahaan minyak adalah karyawan kontrak. Akibatnya, sangat jarang sekali bukaan untuk permanent employee diindustri ini. Conoco Philips contohnya, sebagian besar karyawannya adalah karyawan kontrak. Pun salah satu cara yang paling reliable untuk menjadi permanen adalah lewat program Apprentice yang kemarin Dindaku sudah diterima namun akhirnya tidak diambil.
Selain Nofie Iman, Pa dhe Rovicky geologist kita juga membahas mengenai prospek dunia migas ini dari kacamata orang field.
Moral of the story
1. Migas termasuk industri yang sudah mature (baca: tua). Artinya sudah banyak orang tua dan senior disini. Entry industrinya untuk core business juga terbatas. Hanya dipasok sebagian universitas di Indonesia. Akibatnya style untuk bermain disini beda dibandingkan orang Telco, Banking atau FCMG.
2. Buat freshgraduate / below_30-ers yang masih hobi pindah, pengen switch, atau sekedar curios sama offer dari oil company ini ada baiknya tarik nafas dalam-dalam dan menganalisa tidak sekedar selisih gaji 10-20%.
3. Kalau terpaksa jadi ekor bukan jadi kepala (wirausaha) pilihlah ekor ‘binatang’ yang agresif dan bisa terbang tinggi.



April 17, 2007 at 11:59 am
uhm.. makasi infonya bang :)
namanya juga coba2 .. hehehe
April 18, 2007 at 2:28 am
Kayaknya mudah banget membandingkan….belum masuk ke detailnya….apa setiap lulus sarjana baru gajinya selalu sama, pada perusahaan yang sama?
Mestinya ada spesialisasi jabatan. Misal; untuk Bank, ada yang namanya jabatan account officer (gaji besar, karena risikonya juga tinggi). Tapi banyak yang tidak memilih jabatan risiko tinggi, walaupun gaji lebih rendah….misal; menjadi instruktur, analis ekonomi dst nya
Bagaimana mas…..ada info yang lebih akurat?
April 18, 2007 at 7:37 am
owh! info yang saya baru tau ini! Hm, tapi emang nominal uang bukan segalanya yah :)
April 18, 2007 at 3:57 pm
tapi jadi bahan ngetes pas interview
April 20, 2007 at 9:54 am
sekedar info, kebetulan aq kerja di salah satu perusahaan minyak di negeri ini. KAlo anda orang yang serba cengeng, mendingan kerja di office aja deh. gak ada tantangan gitu lho.
Tapi buat yang suka tantangan kerja di minyak, apalagi di offshore itu asyik banget. bisa dapet kejutan di setiap hari hari anda.
btw soal gaji, kalo gak salah operator lapangan yg kerjanya cuma bikin report doang, plus sedikit ilmu basic di perminyakan, bisa tuh dapet gaji 15 jutaan.
2 minggu kerja, 2 minggu libur. waktu liburnya dipake buat bisnis sambilan, dapet lagi 5 jutaan. itupun gak harus ditungguin.
so jangan pesimis deh dalam hidup.
kalo ada kerjaan di minyak, ambil sok, jangan tunggu besok.
krn kalo pilih pilih kerjaan, siapa anda? ya nggak. masih banyak tenaga pengangguran di luar sana yang mau
April 20, 2007 at 10:56 am
Ga ada tantangan? hihihi mas Gilang perlu jadi auditor deh kalau gitu, biar tahu kalau dunia tidak melulu minyak. Boleh tahu definisi cengeng buat anda tuh apa sih. Temen saya Psikologi, cewek kerja di LSM di Lhok Nga, ground zeronya Tsunami Aceh, ga ada sapa-sapa tuh, saudara, temen, murni pengabdian. Termasuk cengeng ga ya menurut mas Gilang.
Temen saya Kopassus, di tapal batas Indonesia Malaysia, mainannya Cukong Kayu yang juga bawa senjata itu menurut mas Cengeng ga sih, Cengeng itu kalau kita hidup disuatu sistem dimana tinggal ndulang aja itu nasi udah masuk perut, tapi kita masih teriak lapaarr…lapar…
Tantangan itu nurut anda apa sih? apa hanya ada di Rig, apa hanya ada di hutan? Kuala kencananya Freeport mewah tuh. Plantation di Pangkalan Bun sama offshore keras mana? waduh mas Gilang jangan jauh-jauh deh kalau mau cari tantangan, anda coba main di pabrik, lihat kerasnya kehidupan disana gimana.
Dunia keras dan garang tuh bukan cuman milik Oil, bukan cuman tergambar di iklannya Schlumberger yang garang tentang explorasi cari minyak di ujung dunia bro. Tantangan ini buat saya, kalau kita bisa balancing antara hidup kita, antara kerjaan kita, antara anak istri kita, antara orang-orang yang kita cintain dan orang-orang yang jadi tanggungan kita. Tantangan buat beberapa orang bisa berarti pindah ke Jakarta dari Purworejo. Pesen orang tua jangan gampang meremehkan orang lain kan
Itu baru two thumbs up, inget mas Jono balada sarjana tukang ojek dia itu kerja di Oil, dan saya berani taruhan, Oilnya jauh lebih top dari companynya sampeyan.
April 20, 2007 at 9:59 pm
Bp. Priandoyo….. sebagaimana saya sudah share di posting yg lain, jangan selalu mengidentikan kerja di oil dengan gaji besar itu di field…. Kerja di oil tp di office itu saja sudah cukup besar skala gajinya. Nah kalo di field seperti mas Gilang itu baru namanya sangat besar…. saya pribadi pun kalau tidak terbentur masalah keluarga pasti juga bersedia saat mendapatkan tawaran bertugas di platform ataupun di derrick barge pada saat proses instalasi platform / pipeline. Dan yang perlu diingat, Bp. Pri… semua BBM kita itu asalnya jg dari oil, nggak ada oil Bp. Pri mudik mau naek apa? he..he.. belum lagi listrik.. itu semua juga digenerate oleh PLTG yang gas-nya pun berasal dari sumur2 produksi oil&gas company tadi. Telko pun tidak akan bisa beroperasi kalau nggak ada listrik kan? Bahkan power supply utk rig pun juga menggunakan genset yang dimotori BBM seperti solar atau juga gas engine generator. So gak bisa dipungkiri s/d saat ini hidup kita & kebutuhan primer kita bergantung sekali dgn oil&gas. I know… I know… oil & gas are not renewable resources, makanya sekian tahun dari sekarang kita harus memikirkan energi alternatif dan itu tantangan buat kita semua…
April 21, 2007 at 12:12 am
Kebetulan saya kerja di MIGAS (6 tahun) ditempatkan di lokasi terpencil dengan jadwal 14 hari on board di pedalaman Sumatera and 7 hari off di Jakarta. Saya lulusan S1 posisi supervisor dibayar sekitar 12jt sebulan. Menurut saya gaji saya tidak besar dibanding “pengorbanan” yang mesti saya tebus karena social & family life saya jadi tidak normal (dengan posisi berpisah dgn keluarga) selain itu saya mesti kerja lebih panjang (12 jam sehari) dibanding rekan yang kerja di perkotaan (8 jam sehari). Suatu saat saya berpikir untuk alih profesi bila ekonomi sudah tidak menjadi tuntututan lagi. Sebenarnya bekerja itu pilihan, siapa sih manusia educated yang rela berkorban berpisah2 keluarga untuk kerja di daerah2 terpencil atau di atas offshore platform yang taruhannya nyawa dengan dibayar murah ????. Agar dijadikan renungan.
April 21, 2007 at 6:39 am
Siang, Bp. Eksan. Iya bener, kalau dengan kualifikasi bapak & jadwal kerja seperti itu & bapak dibayar “hanya” 12 juta memang sangat kurang Pak.. Untuk field engineer dengan pengalaman +/- 5 tahun & benar2 base di lapangan entah itu onshore / offshore seharusnya kita sudah berbicara gaji di kepala 2 (> 20jt). Kebetulan rekan sekantor saya ada yang baru saja diterima di salah satu oil company sebagai field engineer dan ditempatkan di luar jawa dengan jadwal kerja 2-2. Beliau angkatan 96 lulusan salah satu universitas negeri di pulau Jawa dengan background teknik sipil. Berhubung saya cukup dekat dengan dia, dia menunjukkan kontrak kerja dia dan saya cukup surprised karena tertulis disitu THP nett. 30jt. Mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan nama companynya akan tetapi company tersebut ada di salah satu list yang dikemukakan Bp. Priandoyo diatas… ; )
April 23, 2007 at 4:29 am
Lha, tapi kalau kita bicara orang non minyak graduate, kerja di office, salarynya ga gede tuh pak Yanto :) gimana dong, kalah sama industrial average. Berarti kan sebenarnya bukan diferensiasi tertentu kalau kita kerja di minyak. Justru kebanyakan publikasi dan image masyarakat kalau di Oil gajinya besar sekali.
Saya melihat fenomena ini seperti di banking industri, di Indonesia Bank itu jumlahnya ada 130-an bank. Dan yang bisa kasih 4.X graduate salary mungkin hanya 5-6 bank, ada yang extraordinary seperti bank asing bisa kasih 7.X-an mungkin hanya 2-3 bank. Sisanya yang di 60% kurva de Gauss itu mungkin dibawah 2.X per month. Tapi citra di Bank kan luar biasa
Sama di Oil juga, ada berapa banyak sih blok explorasi di Indonesia yang benar-benar produktif, mau dicek di Patra Nusa Data mungkin? sepanjang garis pantai republik ini ada berapa site explorasi? tetep aja receh-recehnya ada juga, dan tetep aja, ada giant corporation yang ternyata tidak sehebat kata orang bayarannya.
Mungkin Pak Yanto bisa provide detail datanya tentang Oil Exploration di Indonesia, kalau Oil premium macem company pak Yanto, Chevron, Total saya bisa sedikit percaya, tapi kalau model CNOOC atau KNOOC mungkin?
April 23, 2007 at 2:20 pm
15 tahun lalu habis lepas kuliah saya kerja di salah satu perusahaan minyak amerika yang disebut anjar, , bahkan sebagai pegawai tetap yang berhak dapat jatah pinjaman rumah ( itu dulu ). dari segi gengsi mungkin iya bagus tapi kalau dilihat dinamikanya rasanya monoton , anda cuma jadi pemain pembantu yang seperti robot dari bule bule yang buat aturan , ngomong gak pernah didenger program kita sehebat apapun cuma sekilas dilirik terus dicolong para expatriate bodoh untuk dijadikan program mereka dengan english proposal yang cas cis cus ke Top management.
saya ngerasa terjajah dicompany kayak gitu , makanya lima tahun kemudian saya cabut terus cari kerja diluar negeri , untuk menemukan bagaimana kultur budaya asli mereka disana , pulang dari sana di indonesia saya berusaha balik kedunia oil and gas tapi yang dikelola bener bener anak negeri , hasilnya dengan kerja sistematis ala western tapi sentuhan eastern kita bisa hidupi lapangan lapangan minyak hidupin sumur sumur dengan bangsa sendiri , meskipun skala kecil kita bisa saingan.
sekarang biar dengan oil and gas company kecil saya merasa jadi player , sory aja kalau Exxon , conoco , chevron atau big oil company dll nawarin kerjaan ( sudah beberapa kali offering ) ..go to hell with your proposal .
Bayaran di big oil company saat ini gak menarik lagi karena anda akan tahu berapa gaji anda lima tahun kedepan , kalau gak promosi paling cuma dapat kenaikan setara inflasi.
Sebagai komparasi saat ini saya punya bayaran 31 juta sebulan, usia 36 , base jakarta cukup buat hidup layak , dariperusahaan anak negeri yang gak perlu bayar bule bule dengan dolar selangit. Selamat tinggal penjajahan , saya ingin sumbang pikiran dan tenaga untuk negeri ini , bukan dengan kotak katik cost recovery maupun mark up gaji eksekutif luar negeri.
pesan saya cuma satu , jangan bangga dengan predikat pegawai oil company luar negeri , kita terasa besar tapi sesunguhnya kosong. lihat berapa banyak fenomena karyawan kontrak di perusahaan perusahaan besar ini yang tiap tahun gonta ganti .
Buat karyawan diIndustri lain , jangan minder , besar kecil penghasilan anda tergantung currency value diri anda ! no matter jenis industrinya …salam merdeka.
April 24, 2007 at 5:40 am
info dari tetangga,
Gaji di Perusahaan Minyak dan Gas
February 28th, 2007 | Personal
Indonesia punya banyak ladang minyak dan gas, baik yang sudah, sedang, maupun yang belum tereksplorasi dan tereksploitasi. Walau penemuan cadangan minyak di dunia menurun secara signifikan, konon, cadangan minyak di Indonesia masih cukup besar dan belum terjamah.
—cut—-
April 24, 2007 at 5:57 am
wah sory tabel nya gak bisa di-copy deh
April 24, 2007 at 6:19 am
pastenya si gilang ini dari nofie iman atau sumber lain ?
mau donk urlnya
April 24, 2007 at 7:42 am
wah…ternyata ga se enak yang orang bilang tentang kerja di oil company…
kebetulan ne saya calon sarjana perminyakan..
masih semester 6 se….
terus saya juga cewe…
gmn?ada yang mau berbagi pengalaman seorang wanita yang kerja di oil company gak?
thanks b4….
April 25, 2007 at 9:23 am
Mungkin sebagai gambaran aja, banyak juga lapangan pekerjaan di dunia perminyakan yaitu di Oil Service selain Oil Company. Income juga tak kalah.
Saya baru bekerja 1 tahun di salah satu oil service asing (WesternGeco/ salah satu divisi dari Schlumberger) dgn rotasi 5 week On/Off , soal salary sangat lumayan, utk basic aja kita dapat 2500 U$ and field allowance+Gainshare 70 U$/day and juga ada bonus project kalo habis nyelesain project (ini bervariasi 1000-2000 U$). Jadi bisa dihitung sendirilah kira2 sebulan dapat berapa. Utk benefit & Insurance 100% dicover perusahaan sampai istri+3 anak. Dan juga kita bisa berpartisipasi di stocks perusahaan,semacam beli saham perusahaan kita.
Perusahaan ini menempuh dua jalur recruitment : fresh graduate (trainee) & Mid Carrier (pengalaman/ loncatan dr company lain). And tdk mengenal sistem kontrak, langsung permanent, Silahkan aja klik & apply online di: http://www.slb.com
Good Luck…
April 25, 2007 at 9:33 am
To aeni,
Gak masalah utk cewek, rekan2 saya juga banyak yg cewek koq di offshore.
Personel2 ditempat saya bekerja dari bebagai macam negara, mulai afrika sampai amerika. Mereka proffesional bgt gak mandang gender & kita ada peraturan yg cukup keras juga ttg masalah sexual harassment. Jadi cewek jgn takut terjun ke dunia perminyakan & asal mau travelling aja,lumyan lho jalan2 keluar negeri gratis & kadang dikursusin ke Norway, Paris & Dubai.
April 25, 2007 at 11:04 am
Sedikit berkomentar,
Kebetulan saya kerja di oil company, bisa di bilang fresh graduate, below of 5 years experience. kerja di office sebagai GnG (explorasionis) yg bekerja di office bukan nun jauh di lapangan, tapi alhamdulillah bisa mendapatkan apresiasi dengan bayaran lebih dari dilapangan, di atas rata2 perusahaan minyak lainnya, kebetulan sudah beberapa kali interview di tempat lain, yg akhirnya mentok di gaji. jadi tidak selalu corelabe orang lapangan akan lebih besar dari pada yg di office.
Sebagai informasi di Indonesia sangat kekurangan tenaga GnG ini, kalau gak salah membutuhkan lebih dari 1000 orang, berhubung tenaga GnG di Indonesia pada migrasi ke Middle East, Malaysia, dan masih banyak di negara lainnya,
Akibat dari global oil price. Jadi kita kehilangan banyak orang . sebagai contoh perusahan2 dari malaysia, brunei, middle east sudah mulai ngadain walk interview di jakarta mengundang tenaga kerja indonesia untuk bekerja di tempat mereka .
Akibat dari semua itu, Gaji di Indonesia jadinya lumayan competitive untuk mengimbangi market GnG di Pasar luar.
hampir sedikit perusahaan menawarkan fasilitas kontrak untuk karyawan, keculai kontrak dengan daily rate, dg rate more than 500 dolar per day, jadi bisa di hitung per bulannya.
sementara fasilitas lainnya sama seperti kesehatan untuk istri dan 3 anak. kecuali mungkin orang kontrak tidak dapat HOP, yaitu pinjaman beli rumah tanpa bunga, dan lainnya
Terimakasih banyak
April 26, 2007 at 6:12 am
Mohon informasi bilamana ada yang tahu standard salary dan benefit di Amerada Hess untuk tenaga staff/senior supevisor (admin) yang ditempakan di kantor dan di lapangan…. Terimakasih
April 28, 2007 at 10:11 am
Nasib dokter lepas pantai gimana??
tolong jelasin dong cara msuknya..tugasnya..jam kerja..dll?
thx
April 29, 2007 at 11:51 pm
mas, saya adalah fresh graduate dari suatu perguruan tinggi negeri di yogyakarta, sharing boleh yaa.. saya mo tanya nih, ada gak jalur trainee atau development program di oil company kayak chevron, conoco ato Total? kayaknya yang ada graduates development program yang di published tu cuman freeport aja itupun di arahkan untuk jadi intruktur dan biasanya basic pendidikannya dari engineering..lha trus kayak saya yang basicnya bukan engineer ini ntar mau dikemanain…hehehe…agak hopeless juga ya…kayaknya agak dinomorduakan yaa..
April 29, 2007 at 11:53 pm
oia..kalo s2 nasibnya juga gimana..
April 30, 2007 at 1:42 am
Mba Vivien (maapf kalau ternyata mas?),
Saya sedikit membantu menjawab pertanyaan Mba vivien.
Untuk perusahaan minyak dan perusahaan service minyak, banyak diantara mereka yang mepunyai program training atau development program untuk fresh graduate. malahan di beberapa perusahaan service seperti sclumbeger dan Halliburton mereka tidak memandang beckgraund lulusan apa mereka akan mentraining dari zero menjadi yg mereka inginkan. untuk program ini tiap tahun ada Mba vivien bisa lihat di web nya schlumberger terus kebagian carier.
Begitupun untuk perushaan minyak, Chevron, Total, cocono, BP,Medco dan Petronas mereka punya juga. bebrapa tahun terakhir ini mereka merekrut fresh2 graduate untuk mereka training.
Saya dapat informasi juga tahun ini Puluhan fresh graduated dari universitas Indonesia di antaranya dari ITB berangkat ke petronas KL, malhan ada yg masih kuliah mereka tungguin sampai lulus.
April 30, 2007 at 9:17 am
Wah seru neh kalo udah ngebahas masalah salary….terus terang saya “ngiler” juga liat daftar gaji hasil posting dan koment rekan-rekan…maklum emang dari dulu sejak awal-awal lulus kuliah pengen bengat kerja di oil & gas dengan gaji selangit (untuk ukuran freshgraduate) tentunya. Tapi rejeki emang dah ada yang ngatur, keinginan kerja di oil & gas malah terdampar di pabrik ( abis gimana donk, daripada kelamaan nganggur). cuman tahan 3 bulan (selepas masa probation) langsung cabut. Berbekal ilmu yang didapet dari pabrik dan baca-baca buku, akhirnya terdampar di dunia konsultan (dengan status konsultan magang). Sekarang 6 tahun kemudian dah jadi konsultan beneran dan ternyata gak ada tuh keinginan untuk balik ato nyoba ke oil company ato ke industri, enak ternyata kecemplung didunia konsultan, elmu nambah, koneksi juga dan elmu jadi up to date terus…hehehehe wallapun kalo ngeliat gaji oil & company “ngiler” juga seh..
April 30, 2007 at 11:41 pm
Mas Anjar OOT ya, mau nanya kira2 gaji yang pantas buat dokter/dokter gigi yang freshgraduate berapa ya, klo kita ngelamar di perusahaan minyak dan di tanya mau gaji berapa? klo engginer di perusahaan minya segitu, kita sekolahe lebih lama jeee…trus klo spesialis kira2 berapa, sekolahnya ditambah another 6 years, thanks mas Anjar ya
Mei 1, 2007 at 1:42 am
Gaji Dokter, nurse, dan teman-teman di Oil Company saya posting disini:
http://priandoyo.wordpress.com/2007/05/01/gaji-dokter-di-perusahaan-minyak/
ada yang ingin menambahkan
Mei 1, 2007 at 11:45 pm
Mas, kebetulan di perusahaanku (Salah satu PSC oil & gas di Indonesia) untuk medical clinic-nya masih ngikut distruktur organik (dikelola sendiri) dan belum di outsourcing. Perkiraan saya (karena tidak etis klo nanya langsung ke-orangnya mas….hehe) sekitar 12-13 Juta dengan masa kerja sekitar 8 tahunan. Schedule kerja mereka 2 minggu on - 2 minggu off dengan 12 jam kerja perharinya.
Mei 1, 2007 at 11:51 pm
lupa tak sebut, yang diatas Itu gaji dokter-nya……………Klo gaji paramedic-nya (pembantu dokter) sekitar 8-10jt dengan schedul 2 minggu on 1 minggu off tetap 12 jam kerja-perharinya
Mei 2, 2007 at 2:50 pm
Teman saya memaksa saya membaca tulisan Mas Priandoyo ini… maka, sampailah saya disini… nice blog!
Saya - 10 thn bekerja utk oil company C…. ibu satu anak dengan satu suami….;-)… penempatan pertama di Duri-Riau… bekerja tidak selalu di field, karena teknologi yg dipakai sudah canggih, semua2 sudah bisa dimonitor dari belakang meja….tapi kalau pekerjaan menghendaki harus ke field, ya pergilah ke field, wong kerja di perusahaan minyak - ya harus mau ke field lah ….kerja di field juga asik koq…
Orang selalu mengidentikan oil company dengan image gaji tinggi spt kata pembuka Mas Priandoyo di atas…. dan mungkin itu juga yang mendorong Mas Priandoyo membuat tulisan ini…. tapi saya mencoba memberikan “sisi lain”..yang mungkin saat ini menjadi satu2nya alasan mengapa saya betah, mengapa suami masih tetap mengijinkan saya bekerja dan mengapa masih ingin terus berkarir di C meskipun harus berpanas2 ke field… yaitu company value!!! In C, Family value is the highest…. “Be Safe, Your Family is waiting for you” ….”You may work hard this weekend, but remember, your family needs you, spend your time at home this weekend!”…. ” Do it safely or not at all…remember your baby at home!”…..”I will never call you on the weekend or on your day off, promise!! That’s your family time!”….enak gak sih di dengernya kalau para boss dari orang paling tinggi sampe boss kecil ngomong gitu ke kita? ..rasanya dunia ini aman dan tentram..hehehe……jadi, buat para teman2 yg cari kerja, gaji itu bukan satu2nya parameter mengukur untung rugi…. coba pelajari company valuenya….. masa depan kita bukan satu2nya, masa depan keluarga saingannya…. kalau sudah dapat ekor “binatang” yang agresif dan bisa terbang tinggi, pastikan bahwa binatang itu juga bisa membawa orang2 tercinta…. Saat baru lulus sekolah, saya bekerja di Telco yg saat itu jauh lbh agresif dari C, tapi sayang, gak bisa bawa keluarga saya terbang sih…. tiap saya pulang kerja jam berapapun ibu saya selalu nunggu di meja makan dan komentar begini “Nduk..opo sih sing kowe cari….kalo cuma duit, koq kerja koyo ngono tho!?!..kapan kawinnya???” ..eniwei..thanks utk tulisannya… asik buat dibaca2….
Mei 13, 2007 at 4:44 am
mas..tanya lagi, hehehe..bisa gak kita kirim passive application ke oil companies, soalnya kalo alamat2nya si ada..soalnya kalo massal kan peluangnya gak janji deeh..hehe..kompetitornya bejibun, lahian berdasarkan pengalaman saya aaply di chevron, mereka tu di ranking dari yang summa cum claude, cum claude, middle, sampe yang terbawah..gitu..ada saran?well, memang yang namanya oil companies itu gak ada matinya..tapi memang kompetitif banget buat bisa gabung disana..
Mei 17, 2007 at 3:41 am
Pak Priandoyo, minggu depan saya udah dijadwalkan utk interview di Chevron utk posisi IT Engineer. Karena kayaknya di sini udah banyak yg berpengalaman, bisa ngasih tips ato bocoran ngga?
Selain itu, kalo IT Engineer di oli kumpeni itu kira2 kerjaannya ngapain aja ya? Setahu saya utk IT mereka biasanya udah outsource semua…
Gaji yg diharapkan juga udah ditanyain nih. Kalo menurut tulisan Mas Anjar di atas juga rada aneh ya, katanya utk non-field 4-5 jt, sedangkan utk office 9 jt.
Saya kirain, non-field == office. Ato ngga ya?
Sedangkan bidang IT masuk non-field ato office?
Saat ini saya sudah pengalaman kerja 1,5 thn sebagai programmer/analyst di sebuah perusahaan manufaktur elektronik, dengan gaji 4,5 jt /bulan.
Latar belakang pendidikan S1 Teknik UGM.
Jadi kalo expected salary saya bilang 8 jt, masih termasuk wajar ngga sih..?
thx.
Nice blog, btw.
Mei 19, 2007 at 5:10 am
kemaren gue dapat panggilan untuk tes(tgl 23 mei 2007) dari dayadimensi - chevron.posisi yang gue ambil IT engineer.kalo boleh tahu tes-tesnya seperti apa?
Mei 19, 2007 at 9:27 am
IT Engineer ( fresh G )..sekitar 5 Juta - 6 Juta, kalo Oil & gas..akan dapat tambhan 25 %..PBA…….tapi kalo udah senior…bisa 10 ampe 15 Juta + 25% PBA
Mei 24, 2007 at 6:02 am
ada yang tahu tahapan tes di Chevron ?
dayadimensi itu perusahaan rekrutment saja atau perusahaan penyedia tenaga kerja buat chevron? jika daya dimensi seperti penyedia tenaga kerja, berarti orang-orang yang daftar kerja di chevron sebenernya berada dalam naungan kepegawaian daya dimensi. benarkah demikian?
Mei 24, 2007 at 7:09 am
mas priandoyo, tahu tentang perusahaan rekrutment Daya Dimensi ?
Mei 24, 2007 at 3:10 pm
Setahu gue sih DDI itu rekrutmen aja. Ngga sama dengan, misalnya, DGE gitu…
Btw, dengan terbentuknya NSN, yg tadinya org DGE tetep org DGE ato jadi org NSN?
Mei 25, 2007 at 3:51 am
Saya lagi iseng2 browsing and nyangkut di tempat yg sangat menarik ini. Mas Pri, saya punya pengalaman sendiri untuk bisa masuk di lingkungan Oil & Gas Comp, mungkin berguna bagi para fresh graduater.
Saya alumni suatu univ. neg. di luar jawa dan tidak menjadi referensi bagi oleh Oil & gas comp. untuk merekrut candidate nya sebagaimana ITB,UGM, UI. Apalagi saya non engineer. Namun saya mencoba masuk melalui “pintu kecil” dalam artian saya masuk melalui oil&gas comp yg masih kecil & belum berproduksi. Saya mengambil banyak pelajaran di lingkungan itu, sehingga setelah 5 thn sayapun meloncat ke persh Oil& gas yg tidak besar tapi sudah berporduksi, setelah tujuh tahun disana kembali saya meloncat kali loncatan saya ke oil & gas Yg lebih besar produksinya. Bisa masuk ke Big Oil & Comp ternyata tidak mudah namun setelah 12 tahun experience saya baru di hargai (”dilirik” beberapa persh setara).
Saya kadang tidak mengerti setiap baca lowongan kerja di media utk masuk ke Oil&Gas selalu menuntut pengalamanan 5 - 10 tahun , terlalu juga yah, membuat eksklusivisme tersendiri. Sehingga saat ini begitu masuk didalamnya saya lihat gak ada yg istimewa dari jenis perusahaan ini. Saya kira semua berjalan sebagaimana umumnya perusahaan lainnya. Gaji yg besar? Logika umum yg biasa dipakai adalah semakin besar produksinya (apapun) maka semakin besar revenue yg kembali kepada karyawannya. Namun karena Migas adlah sektor strategis sebagai penyumbang APBN , mungkin di perlakukan secara khusus (minta diperlakukan istimewa) oleh para investornya. Karena sebagian besar pemainnya adalah asing baru belakangan inisaja perh nasional yg berani (kecuali Medco) dan Asing ini minta jaminan yg macam2lah sehingga tampak eksklusiv. Buat saya esklusif itu bisa hilang dg sendirinya jika banyak pemain nasional di bidang Migas (Susahnya bank2 nasional gak ada yg mo kasih Loan kepada sektor Migas apalagi yg nasional).
Mei 26, 2007 at 4:42 am
ada yang tau gak berapa salary fres grad/entry level di Pageo Utama untuk posisi engineer/field officer
mohon bapak-bapak engineer di Sharing Infonya
trimakasiH.
Mei 26, 2007 at 6:48 am
ada yang tahu gaji karyawan divisi IT & Network (fresh) di CHEVRON ?
dapet informasi 2.5-12 juta yang bener yang mana?
Juni 3, 2007 at 11:01 am
saya lagi membutuhkan pekerjaan operator lapangan
dengan gaji 15 juta
siapa yang bisa hubungi 021-8199429
serius
yang bisa menolong saya akan untung seumur hidup
Juni 3, 2007 at 5:18 pm
Nama saya Hendra Tahulending. Saya sekarang kuliah di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jurusan Teknik Perminyakan. Saya sangat senang membaca komentar dari saudara sekalian. Saya mempunyai pertanyaan apakah memang gaji untuk yang bekerja on field (orang lapangan) relatif lebih besar daripada yang bekerja off field di Oil Industry contohnya saya mempunyai impian jika Tuhan berkenan untuk Perusahaan Luar Negeri saya ingin bekerja di Exxon Mobil dan untuk dalam negeri saya ingin di bekerja di PERTAMINA. Nah, saya juga sebenarnya mendapat scholarship ke Netherland untuk S1 tapi saya memilih untuk di Indonesia dulu untk S1….Kemudian saya ingin bertanya tentang Median Rate Salary ketika saya masuk di Oil Company di atas (Exxon dan PERTAMINA)….Terus terang saya kan masih butuh banyak informasi agar jangan hanya mendengar fiktif tapi realnya yang saya cari….Saya juga mempunyai kelebihan di bidang komputerisasi dan juga bahasa asing baik secara orally dan passive, itu merupakan beberapa kelebihan saya diluar komopetensi di bidang Teknik Perminyakan yang sedang saya pelajari sekarang. Selain itu saya mempunyai kelemahan di faktor Chemistry (Refinery)…Bagaimana pendapat para “expert” yang telah bergabung di Oil Company tentang kelebihan dan kekurangan saya di atas….Oh yah, doakan saya yach biar lulus tepat waktu (tidak lebih dari 5 tahun = 10 Semester…AMIN, HALELUYA…..)….Tolong dikomentarin dan diberi jawaban dan informasi lain yah……..Tuha
Juni 4, 2007 at 10:31 am
IT di perusahaan migas bila dibandingkan dengan IT di perusahaan non migas. kayaknya enakan di IT perusahaan migas deh, kenapa ? karena di perusahaan migas pekerjaan IT tidak terlalu komplek dan lebih enjoy dalam bekerja dibandingkan di perusahaan non migas, trus gajinya besar.
kalo di perusahaan migas tenaga IT nya mungkin hanya sebagai support operasional inti perushaan. sebagaimana yang kita tahu perusahaan migas ladang duitnya sudah jelas, gak bakalan diambil oleh perusahaan lain karena sudah terikat kontrak dengan pemerintah……kalo perushaan non migas (telco, bank, dll) yang berbasis pelanggan, kerjaan IT nya mungkin lebih kompleks dan gak enjoy ya karena dikejar deadline dan dipaksa buat lebih kreatif karena ladang duitnya gak jelas alias dapat direbut oleh perusahaan lain jika layanan perusahaan tsb tidak bagus dan mengecewakan pelanggan.
Juni 5, 2007 at 3:22 am
Kelihatannya diskusi ini menarik juga, kebetulan saya juga baru bekerja sekitar 2 tahun di Oil Service yaitu elnusa sebagai tenaga kontrak lepas, bagian technical support dengan gaji sekitar 2 jt/bln, job ini saya dapat secara tidak sengaja saat kuliah di kampus saya punya teman yg bekerja disana dia kuliah s1 dengan harapan bisa naik gradenya di elnusa, trus ngobrol2 eh.. ternyata disana membutuhkan 1 orang TS tetapi sebagai tenaga kontrak lepas, yang Insya Allah tidak akan di PHK seumur hidup, kecuali persh tsb tutup, mulanya saya ragu dengan tawaran ini sebab saya dengan basic SMA sudah kerja di sebuah toko komputer sebagai teknisi, sambil kuliah saya ragunya ketika mendengar lowongan itu hanyalah karyawan kontrak lepas, khan repot setelah 1 tahun kerja ternyata tidak di perpanjang lagi, padahal saya di toko sudah 3 tahun lebih jadi teknisi, ya itulah hidup kalau kita tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu apa yang kan terjadi dengan diri kita, setelah di interview dan test, bukannya sombong ternyata kemampuan saya mengalahkan lulusan elektro d3 fresh dari semarang, mungkin karna saya lebih banyak pengalaman kali yach…
Setelah berjalan kurang 6 bulan diadakan evaluasi ulang kenaikan gaji ya Alhamdulillah gajiku naik lagi bahkan sampasi saat ini sudah 2 kali naik gaji, ternyata disaat beberapa pershn banyak yang di demo oleh pekerjanya, di satu sisi elnusa masih memperhatikan kesejahteraan karyawannya, saat ini setelah saya lulus S1 saya di promosikan untuk ke karyawan kontrak tetap yang notabene gaji dan tunjangan akan mendapat yang lebih baik, dari cerita saya ini dapat diambil hikmahnya bahwa asal kita mau bersabar tidak mesti yang ber-ijazah S1 atau D3 dapat mengalahkan yang ber-ijasah SMA, dalam persaingan kerja itu kalau di tinjau dari segi pengalamannya, mungkin untuk saya yang bujangan dengan gaji sekitar 2 jutaan itu cukuplah untuk saat ini, tetapi entah di lain hari …
Juni 6, 2007 at 4:22 am
pertanyaan simple… saya ada lah lulusan salah satu poltek(diploma) jurasan T.kompter dan sekarang berada Balikpapan di salah satu OFS sebut aja “sibiru” sebagai Drilling technician.. saya ada rencana mengambil kuliah ext diluar, sehubungan dgn jam kerja saya yg lumayan teratur..
pertanyaannya apakah mungkin stelah lulus s1 nanti si “biru” memberi kesempatan pada saya untuk jadi Drilling Engginer…
hmm mungkin gak ya… mungkin bapak2 senior yang di “biru” bisa memberi masukan….
Juni 9, 2007 at 6:33 pm
asslmualaikum mas????
saya mahasiswa dari teknik sistem perkapalan -ITS sbya,,atau marine engineering..seberapa besar sebenarnya lulusan dari kami dibutuhkan utk oil company???? kita dibekali ilmu yang kuat ttg piping installation,pump and compressor!!!!! BONGKAR MUAT @ PERANCANGAN PIPA di kapal tanker;;;!!!! SAYA NGAK MENGUTAMAKAN GAJI, hanya ingin memenfaatkann ilmu saya yang gak hanya berguna bwat industri perkapalan saja, namun salah satunya bwat oil company jga bisa,,,
Juni 21, 2007 at 1:46 pm
buat mas gilang, boleh dong ajak aku kerja di situ. kebetulan saya baru lulus dari perminyakan neh masih nganggur……
Juli 5, 2007 at 6:47 am
wah bagaimana caranya seorang IT di bank bisa pindah ke IT pers minyak ya?
setelah tahu dan sedikit merasakan kerja di pers multinas minyak saya menyesal kenapa dulu tidak sekolah jurusan geology or minyak…,
Juli 9, 2007 at 5:37 pm
setiap saya googling ktemunya ini mulu, knpa sih bang selalu mengunderestimate-kan kalo oil company?iya saya tau kok enakna kerja di telco en kantoran macem abang gitu, tapi ya rejeki org kan beda2 setiap orang pinginnya yg terbaik buat dirinya entah dimanapun kerjanya
Juli 11, 2007 at 1:29 am
Mbak Sarie, pendapat Mbak justru terbalik. Stereotype orang Oil Co dimasyarakat adalah pekerjaan #1, yang digaji tinggi. Ga perlu di ‘ceramahi’ di blog ini juga orang-orang sudah tahu. Justru posting ini tujuannya mendapatkan second opinion. Coba deh mba telusuri posting-posting sejenis diblog ini.
Tentang rezeki itu soalan lain, dan saya tidak pernah mengajarkan untuk tidak mensyukuri rezeki yang telah kita dapatkan. Coba deh Mba Sarie ikutin posting-posting diblog ini. Nanti Mba bisa menilai sendiri.
Salam,
Juli 19, 2007 at 7:45 am
Aan
Kalau kmu mau kul external, dimana hayo? di balikpapan kan ga ada universitas berbobot??
smoga aja sibiru mau ya, tapi as far as I know si biru lebih baik dari si merah
Juli 23, 2007 at 9:42 am
mas Aan
mau nah ikutan masuk si Biru, kebetulan saya juga di Balikpapan saat ini. bisa dibantu ? hehe thx
Juli 24, 2007 at 8:37 am
iya gin aku juga mau
Juli 24, 2007 at 8:40 am
woi yang ketrima kerja di oil co di balikpapan kok gajinya kecil ya, pulang aja kalian smua, total chevron(ex unocal), dll… anj***
Agustus 7, 2007 at 2:46 am
Knapa sih…… pada rebutan masuk oil company ? Sekedar masukan aja …….gimana kalo kayak aku……. Coba jadi sales batubara and timah via-commers……… lumayan kok …. gak usah panas-panas di jalan, tinggal on line aja bisa di tinggal surf or nge-blog………….
Agustus 10, 2007 at 12:35 pm
Mas tolong juga dong informasi mengenai teman2 kita yang memulai karirnya dari program d3(alumni), gimana kerja keras mereka kalo di oilfield. Toh banyak juga kan yang ngerekrut buat posisi yang setara buat background mereka…
Ada yang tau ngga…?
Agustus 13, 2007 at 3:58 am
Mengutip sedikit kata-kata Mas Priyandoyo di atas ” balancing antara hidup kita”. Saya ingin menyoroti sedikit tentang masalah ini. Dan tolong dijadikan topik baru Mas. Bagaimana kehidupan spiritual kita (ibadah) terutama sebagai orang islam, yang bekerja di dunia perminyakan, terutama yang di bekerja di Oil Field terpencil maupun Offshore. Karena dari beberapa pengakuan teman saya, “T” yang bekerja di Halliburton (daerah operasi Kalimantan), selama 2 minggu ON, dia gak bisa melaksanakan ibadah shalat Juma’t, dan ada lagi yang baru saja resign dari Schlumberger, juga dengan motivasi yang sama (menyebabkan dia lalai dalam sholat), akhirnya setelah cuma bekerja 10 bulan, dia memutuskan untuk keluar.
Sedikit balance opini dari saya…
Memang tidak semua perusahaan minyak mengakibatkan benturan dengan ibadah orang islam, yang pernah saya ketahui, seperti Engineer2 di Chevron yang bekerja di main office, tidak ada benturan dengan jam-jam ibadah, atau juga Halliburton yang beroperasi di Duri, biasanya mereka naik bis perusahaan untuk sholat jum’at bareng di Masjid Ubudiyah Balairaja (10 Menit dari Homebase mereka).
Namun untuk yang bekerja di marginal oil field area ataupun di offshore bagaimana ? Apakah kita akan menomorduakan agama kita, atau perlu adanya tuntutan kepada perusahaan-perusahaan asing untuk menerapkan kebijaksanaan yang lebih bijak untuk daerah operasinya di Indonesia, yang mayoritas umat Islam.
Mohon sharing pemikirannya…
Anjar Priandoyo: Terimakasih mas, saya buka thread baru ya
Agustus 13, 2007 at 4:09 am
[...] Mohon sharing pemikirannya… Mas Balancing digaji perusahaan minyak [...]
Agustus 15, 2007 at 7:44 am
plis d mas,
kasih tau gaji nya yang jelas dong….trus perusahaan lain mana ???
emang total pernah ngasih dibawah 7 jt ???
salam damai
Agustus 17, 2007 at 2:29 am
mas, memangnya kalau di perusahaan migas sistem kerjanya kontrak/third party ya? berarti gajinya nanti kepotong buat outsourcingnya? gaji fresh grad di atas itu basic atau kotor? temenku fresh grad D3 ditawari enerkon-kodeco base salary 3,2 untuk field operator, itu belum dipotong pajak, memangnya pajaknya berapa?
Agustus 20, 2007 at 9:02 am
Hmm….
BTW…
klo prospek teknik sipil di perusahaan minyak ( mis. Schlumberger) gmn ya??
dan biasanya dpt bangian apa & dpt gaji berapa klo freshgraduate?
Agustus 23, 2007 at 5:00 am
Saya ingin menyoroti masalah pekerja IT di sektor Oil dan Non-Oil. Sebelumnya saya bekerja di perusahaan IT Multinasional yang sangat dinamis. Kita harus mengikuti terus perkembangan IT dari hari ke hari. Dari satu sisi kadang2 saya merasa capek, karena seolah2 harus terus bekerja 24 jam. Di sisi lain, saya merasa fun, karena selalu bisa bermain dengan teknologi terkini.
Sekarang saya bekerja di oil company (sesuai keinginan saya sejak lama)dengan load pekerjaan yg relatif lebih rendah dan dengan benefit yg lebih baik. Tapi dinamikanya sangat kurang dan terasa datar. Kadang2 merasa boring. Skill dan ilmu pun tidak bisa berkembang dengan cepat.
So, menurut saya selalu ada plus minus dalam bekerja. Salary bukan satu2nya alat ukur kepuasan bekerja. Syukuri aja rejeki yg diberikan Allah hari ini.
Agustus 24, 2007 at 6:08 am
Bagus dan menarik blog ini. Diketemukan secara tidak sengaja waktu saya mengerjakan assignment :)
Saya Saat ini sedang kuliah disalah satu Univ di Auckland, program S2 International Business.
Kalau mau mendapatkan info bekerja di dunia perminyakan Indonesia (non engineering), kemana yah mencarinya?
Makasih atas infonya.
Salam Indonesia!!
Agustus 24, 2007 at 11:23 am
Kok ngga ada yg ngebahas soal non-field salary yah?
dulu saya mau ditawari salah satu distributor oli US, tapi kok tawarannya ngga gede yah, padahal job desc udah direct report ama CFO South East Asia.
jadi kepikiran, jgn2 survey swa yg bilang gaji di perminyakan itu gede, kebanyakan ngambil dari gaji yg di field ya?
kebetulan saya kerja di gedung yang banyak oil co, tapi banyak banget yg pake ID contractor, jadi males mau apply lagi :(
ada comment?
Agustus 25, 2007 at 4:19 pm
gak sengaja mampir disini .Setelah baca halaman ini Saya mau komentar dikit,
Kerja di gas oil ada enak/ga, saya bekerja di kontraktor untuk gas prosees untuk oil field company. Saya terdaftar di kantor di Dubai UAE sebagai karyawan katanya,
Dulu saya pernah bergabung waktu perusahaan ini punya perwakilan di Indonesia dan mengundurkan diri setelah bekerja 4 tahun ke lain perusahaan karena tawaran gaji lebih dan posisi juga dikantor, sebelum nya dilapangan dengan 3 minggu on/off.
Perbedaan yang saya rasakan, yang sangat drastis adalah banyaknya waktu dan tenaga saya hilang di perjalanan, dua pergi dan dua jam pulang, maklum saya tinggal di pinggiran, belum mampu beli rumah dekat deket kantor. padahal jam kerja cuma 8 jam wuiih, gak sebanding dengan juga dengan kelebihan yang saya dapat.
Dilapangan memang jam kerja 12 jam sehari dan 7 hari seminggu. jauh dari keluarga selama on tapi bisa sedikit diobati dengan teleponan atau chat atau email. Saya merasa saat lebih enjoy kerja seperti itu bisa mengontrol emosi dan kadang kadang dapat tambahan side job lumayan juga 15 jt seminggu.
Sekarang saya bolahk balik dubai, bangladesh, thailand dan nanti rencana mau ke nigeria.
Jujur dalam hati saya lebih suka kerja di perusahaan lokal yang punya komitment untuk international seperti mereka yang mereka yang International ke lokal, Merasa lebih dihargai pendapat dan karya.
Agustus 28, 2007 at 6:27 am
menarik juga mengikuti diskusi disini, mulai dari yang serius sampai yang kurang serius hehe, nice blog.
mengamati kerja di oil & gas akhir-akhir ini memang menarik, apalagi setelah adanya kenaikan harga minyak yang sangat signifikan awal 2000an kemaren, hal ini menyebabkan giatnya kegiatan eksplorasi and eksploitasi. hal ini juga berdampak dengan kebutuhan tenaga kerja dibidang oil & gas, baik di indonesia maupun diluar negri. Semakin meningkatnya kebutuhan tenaga kerja membuat banyak perusahaan luar negri yang merekrut tenaga indonesia (GGE/geologist,geophysicist and engineer) seperti petronas, saudi aramco, qatar petroleum, rasgas, pdo, koc, oxy dan dan beberapa perusahaan lainnya. Hal ini membuat banyaknya tenaga profesional indonesia yang hengkang keluar negri selain mendapatkan gaji yang lebih besar dan benefit lainnya, dan juga ditambah ketidakpuasan atas ketimpangan gaji yang cukup besar antara expat dengan tenaga indonesia.
jadi sebenarnya yang sekarang kita liat gaji oil and gas di indonesia cukup besar, seharusnya lebih besar lagi kalau kita mau compare dengan pasaran internasional. ini berawal dari kebijakan pemerintah dalam pengaturan gaji tenaga indonesia sendiri. Sebagian kumpeni di indonesia sebagian kecil mulai menaikkan gaji karyawannya dan mengikat dengan berbagai benefit supaya tidak lari keluar.
rumput tetangga memang terlihat selalu hijau seperti kata pepatah, ngga akan pernah puas, apalagi kalau bicara masalah gaji, seperti beberapa tulisan temen-temen diatas menyebutkan money is not everything, yups, kita akan selalu mencari yang terbaik, itu harus, tapi apa yang kita dapat sekarang, dimanapun itulah yang harus dinikmati, seperti ada kata-kata yang saya dapat dari blog lain (saya lupa nama blognya) “AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU
MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN”.
September 1, 2007 at 1:50 pm
Mas Anjar Priandoyo, blog anda bagus sekali sangat2 informatif, saya pengin bisa bekerja di salah satu offshore , tapi saya ga ada pengalaman 1 pun di migas apalagi offshore, saya hanya punya pengalaman kerja di perush IT const di surabaya selama 3 thn di bagian assistant engineer, saya lulusan poltek ITS elektro-teknik telekomunikasi. tolong donk bagi mas anjar atau dari temen2 lain info vacancies di offshore nya, kali aja bisa nikmatin gaji segede gaji kalian
thanks
September 2, 2007 at 4:45 pm
Bos,cuman mau meluruskan,gaji seorang IT di perusahaan minyak gak kecil kok,tapi IT yang jenis network ya,soalnya network ini plays important role didalam perminyakan,benar2 sangat penting,apalagi mesin2 intrumentasi mereka yang ngitung buat metering yang datanya bisa worth jutaan dollar sehari,terus network yang menghubungkan operator dengan control valve,soalnya ane punya temen yg kerja di oil company,udah CCNA ama ceritified CCNP (dibayarin kantor untuk les plus certificationnya),dia digaji gede,plus betul2 mission critical,bahkan denger2 gajinya segede senior engineer perminyakan di perusahaan tersebut,jadi orang2 IT yg bergerak dalam networking jangan takut masuk perusahaan minyak,ok
September 4, 2007 at 5:23 pm
To the point, saya punya beberapa pertanyaan buat Mas/Mbak yang udah senior dan experience di dunia oil & gas. Dan saya yakin telah bertanya di blog yang tepat.
Begini Mas/Mbak, beberapa waktu yang lalu saya ikut seleksi penerimaan karyawan perusahaan oil & gas, sebut saja namanya “TE Co.” yang settle di Duri - Riau. Karena persyaratan seleksi memperbolehkan mahasiswa yang berada di semester terakhir untuk mengikuti tes, maka saya pun ‘memberanikan’ diri untuk ikut. Alhamdulillah… saya lolos. Tahapan seleksi yang sudah saya ikuti: administrasi, tertulis, interview, terakhir saya udah medical chek-up.
Mas/Mbak yang baik, yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Kira2 tesnya apalagi ya?
2. Kalo keputusan finalnya adalah saya diterima (semoga…), berapa lama company mau men-delay agar saya menyelesaikan studi? Dan selama masa delay apakah saya sudah dapet gaji? Soalnya mata udah rada ijo nih Mas/Mbak…
3. Saya kuliah di salah satu PTN di pulau Sumatera, dengan major: Electrical Engineering dan minor: Electronics/Telecommunication, degree: Sarjana Teknik (insya allah…). Kira2 berapa rentang gaji yang pas buat nego2 gaji nantinya?
4. Berdasarkan informasi, calon yang lulus akan ditempatkan di field, yaitu di subdivisi Electrical Submersible Pumping (ESP). Menurut Mas/Mbak, bidang ESP ini vital ngga’ di field? Banyak ngga’ ilmunya? Gimana peluangnya ke depan? Udah banyak ngga’ engineer indo yang expert di bidang ini? Soalnya, saya punya target buat ngedalemin bidang ESP biar bisa enhancing skills ke luar negri, trus pulang ke indo, kemudian minta naik gaji, abis itu ‘dibajak’ deh sama company yang nawarin bayaran yang lebih tinggi… he he he
Terakhir, saya membuka mata, telinga, dan hati selebar-lebarnya buat jawaban dari senior2 semua. Dan mohon maaf kalo ada kesalahan kata2.
Tengkyu ya Mas/Mbak…
regard from junior,
aan13
September 5, 2007 at 9:21 am
Untuk Mbak Widhi,
Mau tanya nih mbak. Dulu pertama kali bisa masuk WesternGeco caranya gimana? Lewat recruitment di kampus ato langsung apply ke slb.com ? Kalo nekat langsung apply k slb.com gitu bisa ga ya?
Saya fresh graduate Electrical Engineering salah satu Universitas terkenal di Indonesia tercinta. Tapi kalo bukan geophysics bisa masuk ga ya?
Sekalian kalo boleh nanya, dulu tahapan seleksinya aya apa mbak? Kalo bisa ngasih detailnya juga Alhamdulillah. Saya pengin banget kerja di WesternGeco.
Maaf sebelumnya. Terima kasih banyak….
September 5, 2007 at 3:31 pm
saya mau tanya gimana ya cara nya buat jadi dokter perusaan minyak?saya datar dimana ya?trus biasanya syarat2 nya apa aja?saya sangat berminat. skrg saya masih mahasiswi di sebuah fak kedokteran. mempermasalahkan gender gak c?makasih
September 8, 2007 at 3:29 am
Mbak Widhi,
Salam kenal,
Sebelumnya klo boleh tanya kenapa mau masuk Western Geco? Setahu saya SLB itu banyak divisinya.
untuk infonya, klo memang mau gabung ke Wesern Geco, daftar aja di http://www.slb.com, tapi ini general loh, biasanya nanti mereka yang arahkan kamu masuk kemana alias tergantung kebutuhan SLB juga.
Biasanya SLB tiap tahun pasti dateng ke Kampus2 untuk merekrut para lulusan baru, gak hanya buat lokal tapi juga buat Internasional. untuk catatan supaya bisa di terima paling gak IPK minimal >= 3, biasanya akan lebih mudah and bahasa inggris and bahasa asing yang lain klo bisa lebih bagus.
Mudah2an membantu
September 12, 2007 at 10:54 am
Mas,ada nggak perusahaan minyak yang mentraining pegawainya yang lulusan dengan basic bukan engineering akan tetapi science,kalo pun ada syaratnya apa aja?dan standar gajinya biasanya berapa?
September 12, 2007 at 12:53 pm
mau nanya soal karier di oil company
gimana ceritanya
perkembangan karier kita disana
saya seorang mahasiswa tehnik elektro yang berencana mengambil subjur elektronika(kalo perminyakan biasanya banyak yang arus kuat)
apakah ada pekerjaan2 tertentu yang sama sekalo tidak bisa berkembang kariernya atau semua bisa tergantung kemampuan dan kemauan
terimakasih
September 13, 2007 at 11:33 am
Kalo saya cuman lulusan smp ga ada yang mau terima di perusahaan … apa lagi migas ….. hehehehe…. kapan yah bisa kerja di migas .. dengan di iming2 gaji yang lumayan besar kayak di atas ….. yaah itung itung bisaa ngaseh uang sama orang tua…. qe3 ‘…
September 13, 2007 at 5:54 pm
wis ojo rame ae, sing pengen kerjo di office ya kerja sono, sing nang minyak yo kerjo dewe.. ga usah rame golek sing apik sing elek. sing dhuwur sing endhek
September 17, 2007 at 12:38 am
Mas Aji,
Sebenarnya klo perusahaan yang mentraining pegawainya, itu sih banyak juga, tapi rata2 hampir semua perusahaan multinasional pasti akan mentraining pegawainya, tapi tentunya sesuai dengan kebutuhan mereka, jenis trainingnya juga bermacam2.
Saya juga pernah denger dari beberapa teman bahwa ada juga perusahaan yang menyekolahkan pegawainya yang memang kompeten. Yah semua itu tergatung kebutuhan dan untuk kita sendiri, tergantung nasib dan keberuntungan , :D
September 20, 2007 at 10:27 am
Oh,gitu ya,tapi pertanyaannya mas sentree,apa syaratnya kita bisa masuk ke perusahaan minyak bila basic kita dari science,tapi saya juga sebenarnya udah pernah mengikuti perkuliahan mengenai metode seismik yang banyak dipakai untuk interpretasi.
September 20, 2007 at 12:23 pm
mau ikut sharing yah,perusahaan minyak untuk training bagus kok (mungkin gak bisa dipukul rata,tapi alhamdulillah company tempat gw cari makan lumayan bagus),bahkan mempunyai department khusus didedikasikan utk menganalisis gap competency,setiap tahun manager akan menyuruh kita membuat rencana jangka panjang mau kemana kita pergi,nanti departmen khusus akan mengassement,nanti akan diliat kita kurang dimana,bahkan kalau harus di s2 kan ya dibayarin s2nya walaupun ya harus ngantri,karena ada batas company bayarin berapa orang pertahun,makanya bisa aja seorang teknik elektro ngurusin field gas marketingnya misalnya,terus bahkan ada senior manager operations di perusahaan minyak lulusan ekonomi bertitel MBA
September 23, 2007 at 3:28 am
[...] sempet bingung dan feel weird membaca perdebatan antara mas priandoyo dengan gilang di http://priandoyo.wordpress.com/2007/04/17/gaji-di-perusahaan-minyak-analisa-untung-rugi/. ya gak nyambung dong seorang offshore practicer debat dengan seorang auditor dalam masalah [...]
September 24, 2007 at 10:09 am
buat aan13
perushaan minyaknya Chevron (CPI) ya…
1. setau saya kalau udah medical check up, tinggal nunggu tanda tangan kontrak aja tuh…..selamat ya
3. wah mantap tuh….lulusan PTN sumatera dilirik oleh perusahaan minyak kayak chevron(jarang2 lho…), apakah dari UNAND,USU atau UNSRI ??…..kalau gaji mending gak usah nego2 dulu deh, terima aja apa adanya, ya pasti lumayanlah…..chevron gitu lho….
4. setau saya kalo di perusahaan minyak itu ada 3 penempatan buat anak elektro
- IT Support (masalah network perusahaan sebagai support terhadap bisnis inti perushaan) –>isinya anak2 elektro telekom dan Komputer
- Power Generator and Transmission (PG&T, Scada, sebagai penyedia tenaga listrik buat operasional perushaaan)….biasanya isinya anak2 elektro arus kuat(tenaga listrik)
- Instrumentasi Perangkat2 perminyakan….karena di setiap tool2 perminyakan ada rangkaian elektronikanya gunanya buat instrumentasi dan monitoring (drilling tool, pumping tool, reservoir tool, dan oil transmission yang melewatkan minyak mentah ke pipa2)–>isinya anak2 elektro elektronika dan instrumentasi–>mungkin ESP itu letak nya di sini kali ya ??…..
Oktober 1, 2007 at 5:20 pm
iya saya sama seperti mba sarie, setiap googling ketemunya blog mas pri terus,,,iya seperti mengunder-estimatekan sektor migas..setelah saya trace mas terlalu sensi sama org2 yg kerja di oil co. seperti di page ini mas gilang bilang kalo di oil company penuh tantangan, mbok jangan di protes dulu to mas, ya semua pekerjaan ada tantangannya. Tapi kalo di oil co (field) itu saya rasa lebih besar , karena termasuk pekerjaan hi-risk, bayangkan kalo ada tsunami/rig meledak?rejeki orang beda2 mas, ya mungkin orang juga pgn enak seperti mas pri, gaji besar , ruangan ber-ac tanpa harus ke hutan2 diujung dunia(page yg lain) kerja di telco..Satu lagi hampir semua sektor produksi kuncinya adalah BBM. Pabrik ga bisa jalan tanpa BBM…jadi klo buka forum seperti ini jangan sepihak..netral saja. Banyak teman saya juga bilang setiap search artikel gaji migas mampir kesini, pertama2 artikelnya menyemangati, tapi di comment2nya yang ujung2nya mas pri berusaha ngrubah citra itu..coba sekali-kali ngerasain orang2 yg kerja di minyak mas, mereka terpaksa ya mungkin ga pgn anak istrinya ga bisa makan….ya hargai usaha orang , biarkan orang2 itu mendapat gaji besar,,setimpal dengan pengorbananya kok…anyway, citra gaji besar di oil co tetap gabisa diubah…-saya kerja di telco-
anjar: mba sarie, mas agung dan teman-teman di oil lainnya, saya tidak berpihak pada suatu industri manapun, lha wong saya juga cari makan dari sektor itu, ini murni untuk diskusi, dan teori diskusi -bahkan di skala talkshow pun harus ada pro dan kontra biar diskusinya hidup. begitu kawan.
Oktober 4, 2007 at 1:33 am
denger jadi pedagang beras bisa dapet pemasukan bersih 40jt/bln lho,,,gak diperbudak waktu,,,jadi boss di warung sendiri,,,,he he
Oktober 5, 2007 at 5:50 am
Tau gk ya…,APA di EXXON lagi penerimaan karyawan….?.nama saya apa sudah keproses yaaa..081359369947
Oktober 5, 2007 at 8:12 am
@andika
wah hebat jg yah pedagang beras bisa dapet 40jt/bln ?
itu di daerah mana ? apa beritanya ada di internet ?
saya masih takjub loh..
Oktober 7, 2007 at 11:48 pm
saudar2ku yang terhormay sebangsa setanah air
tiap tahun slambersi mengadakan recruitment di kampus ugm
terakhir pada septmbr2007 , dari 500 orang yangndaftar
cuma diterima cuma 1 orang teman saya teknikmesinugm
hidup teknik mesin ugm
NGERI..he222
tiap perekrutan slambersi pasti ada yang keterima di slambersi
moga2 tahun depan…giliranku
Oktober 7, 2007 at 11:51 pm
exxon mobile lagi perekrutan besar2an di teknik ugm tapi hanya untuk jurusan2 di ugm, seleksinya di tiap2 jurusan teknik ugm, syarat ipk minml..3,5
geologi dah, sipil dah,kimia dah..
kok mesin belum yyy??
ihik22 kapan ya???
taktunggu wahai exxon mobile
Oktober 7, 2007 at 11:55 pm
beberapa bulan yang lalu..teman saya ditelpon dan dikasih akomodasi tuk tes di jakarta di salahsatu oilcompany
enak sekali dapat pesawat gratis, hotelgatis
tapi pas giliranku…kok aq cuma di sms ku disuruh ke itb tuk tes oil company..
akhirnya ku gak dateng….habis sore aq di sms…paginya kusuruh tes…padahal ku di jogja….
wah aq jadi menyesal gak datang….ihik2222
Oktober 13, 2007 at 10:58 am
Saya juga bekerja di oil company, tepatnya di kalimantan timur.Basic saya SMU, gaji berkisar antara 9-12 jutaan.Schedule 2 minggu on-2 minggu off.
Oktober 14, 2007 at 7:57 am
@wong deso.. daerahnya di Pemalang Jawa Tengah (berdasarkan info dari bapaknya temenku yang juga pedaganag beras disana). Hmmmm,,,,ni kok ane jadi bingung yah,,,pingin masuk telco apa oil yuah??? ada masukan??? soalnya ane pingin klo kerja keluar Jogja udah nikah dulu,,,gitu,,,,
Oktober 14, 2007 at 11:48 am
saya pgn bgt kerja di perusahaan minyak,
y jujur lah..mngininkan gaji gde gtu, saya masih smester 3 teknik elektro, jurusan elektro industri d slh satu univ/politeknik ternama d jkt.
apa aj yg saya perlukn?!
supaya saya bsa mempersiapkn mulai dari skrg.
selain kmampuan elektro, sy jg pny skill khusus d bidang networking/router.
Oktober 15, 2007 at 10:29 am
Mau share juga, saya dah 1 tahun kerja ke Halliburton, masuk di divisi Logging. Kalo gaji standar S1 buat Field Engineer ya sekitar 15juta buat fresh graduate. Buat selanjutnya itu tergantung projek / job yang dikerjain, buat yang kebagian job gede ya dapet bonus gede, bisa 50-100 juta. Tapi kalo job nya kecil2 an ya paling dapet bonus 10-20 juta perbulan
Oktober 16, 2007 at 8:13 am
Rame banget diskusinya. Gatel juga untuk ikutan.
Saya sudah kerja di migas lebih dari 10 th lalu (sejak fresh graduate teknik perminyakan). Mulai dari american oil company nyang punya lapangan di Papua, engineer di Schlumberger terus pindah ke beberapa oil company local. Memang gaji lebih besar daripada rata-rata industri lain tetapi benar juga kalau dibilang oil company itu sudah mature. Artinya suatu saat industri Migas tidak akan menjadi impian lagi untuk mengejar gaji besar.
Dari pengalaman pindah-pindah perusahaan saya lihat lebih enak kerja di officenya karena dengan gaji cukup besar bisa hidup enak di Jakarta. Bisa ketemu keluarga terus, bisa main sama anak-anak, bisa liburan bareng keluarga. Memang kerja di lapangan gaji besar tetapi kita kehilangan waktu untuk keluarga yang saya kira tidak bisa diukur dengan uang.
Thx
Oktober 18, 2007 at 6:28 am
ikutan nimbrung ya temans, kebetulan saya kerja di perusahaan minyak asing dari inggris tapi sebagai staff kantor bukan lapangan. harus diakui kalau dari tunjangan dan gaji saya boleh dibilang cukup berbangga. komparasinya adalah dengan suami sendiri yang kebetulan staff salah satu bank asing terkemuka. tapi yang saya mau luruskan disini bukan dari segi uangnya. seperti temen2 bilang, bahwa kerja bukan melulu gaji. yg saya mau bandingkan dengan bidang suami di perbankan, saya malah boleh dibilang hampir tidak pernah lembur. pulang selalu tepat waktu. rekan2 di kantor pun kalau jamnya pulang boleh dibilang “selalu disiplin”. gak pernah terlambat kecuali kepepet. kebetulan sekali perusahaan tempat saya bekerja punya kebijakan kerja 9 jam sehari tapi setiap 2 minggu sekali jumatnya boleh off, bergantian. hal itu sangat membantu buat saya yang punya anak 2, dimana saya bisa pake jumat off itu untuk mengantar sekolah, jalan2, dan spend waktu dengan mereka. hal itu jauh lebih berharga kan?
cheers
Oktober 19, 2007 at 3:37 am
hi friends, salam kenal ya. saya sependapat dgn sharon. gaji or uang bukan segalanya tapi kalo ada pendapatan bagus + bonus kumpul dgn keluarga khan lebih bagus. saya sebelumnya berlayar di company japan dgn good salary utk ukuran saya tapi jauh dari keluarga dgn durasi kontrak 6on 2off ternyata ada yang kurang tuh. sekarang saya bekerja di bidang marine konsultan dgn gaji sedikit dibawah waktu berlayar ternyata saya lebih enjoy. pekerjaan tidak monoton, dilapangan ketemu kapal, rig, di kantor ketemu paper work, and bonus ketemu keluarga setiap hari. pilih mana……. lebih asik lagi kalo ada bisnis sampingan ya….
gbu
Oktober 19, 2007 at 5:24 am
Salam kenal, saya lulusan teknik mesin salah satu PTN di jateng. Saya bekerja di salah satu mining contractor di samarinda, saat ini bekerja sebagai mechanic instructor untuk heavy equipment atau istilahnya alat berat. Dulu saya sangat berambisi untuk masuk ke oil service/oil company - sampai sekarang juga sebenarnya masih berambisi sih melihat salary & facility yang cukup bagus; but, melihat background experience saya yang notabene berada di “kawasan” HE, saya tetap keep searching opportnty. slow but suwe….
Suatu saat saya melamar di slb dan ternyata mereka merespons dan langsung dilakukan interview dengan 4 orng (1 indonesia asli + 3 orng asing - salah satu dari mereka orang asia ). Anyway omong punya omong + bla3X…mereka tertarik supaya saya bisa bergabung dengan slb dengan posisi pada yang ditawarkan adalah Jr.Maintenance Technician. Saat itu total pengalaman kerja saya sekitar 6 th. Saya cukup gembira saat karena perkiraan saya, mereka akan offer saya more than ussual they give to others. Ternyata tawaran mereka jauh dibawah perkiraan; flat :3,5jt basic +lain2 total “hanya” 5jt potong pajek. Mungkin untuk fresh graduate, ini akan sangat banyak tetapi dengan mempertimbangkan harus kontrak rumah, belum nanti sering ke site yang waktunya infinitive/tergantung kebutuhan, saya memutuskan untuk tetap bekerja di perusahaan ini sampai skrg. meskipun sekitar 7,5jt an tetapi fasilitas rumah,cuti 4 bln sekali (termasuk keluarga), kesehatan dll dibiayai oleh perusahaan.
Sampai saat ini saya juga masih selalu mencoba mengadu keberuntungan di perusahaan lain terutama Oil Co. Siapa tahu kalau memang beruntung, siapa sih yang nggak mau…
Oktober 19, 2007 at 6:36 am
salam kenal, pertama posting ni..
saya lagi bingung.. saya sudah bekerja di salah satu PSC di pekanbaru.. alhamdulillah sudah bekerja selama 11 bulan, dan sudah permanen.. gaji yang diperoleh total sekitar 9 jutaan..
namun, saya bingung,,terlalu banyak yg harus saya pelajari di industti oil & gas ini (saya basic s1 telekomunikasi).
akhirnya..iseng2 nglamar di perusahaan telekomunikasi, dan akhirnya ketrima.. sampai sekarang saya belum memutuskan akan memilih yang mana.. gaji yg ditawarkan sekitar 4juta pertahun. concern saya untuk mengambil keputusan:
1. kerja di oil termasuk berat karena kekurang sesuaian dengan bidang saya, beban kerja yg memang berat (job desk banyak) dan waktu tersita karena harus di field (2 minggu field, 1 minggu office jakarta, 1 off)
2.masalah gaji yang terlalu jauh dari yang saya terima sekarang. gaji di oil 2x lipat gaji yang ditawarkan perusahaan telekomunikasi.
3. karir kedepan untuk oil dan perusahaan telekomunikasi.
demikian..
mohon jika ada masukan dari rekan2 semua..
terimakasih,
gunk
Oktober 19, 2007 at 8:05 am
yah emang gaji bisa sebagai tolok ukur pekerjaan sih.
tapi mungkin kita harus komparasi dengan keuntungan maupun kelebihan bekerja di field oil company.nyawa taruhannya tuh. bosku dl di oil company, pas heli yang membawanya ke remote area ( untuk troubleshoot )hendak landing…Blaarrr terjadi ledakan. syukurnya itu remote area yang gak ada pekerjanya. sejak saat itu beliau memutuskan keluar. sekali lagi nyawa men taruhannya…..
belum lagi jauh dengan anak istri, kita gak tau perkembangan anak juga istri lagi dirumah ato klayapan..kan kita gak tau.
cari yang semua seneng deh..anak seneng, istri seneng, keluarga seneng ,semuaaanya seneng he he he
Oktober 22, 2007 at 6:13 am
Tidak selamanya gaji besar itu adalah suatu anugerah. Sebelum di pershn yg skg saya pernah bekerja di mining company dengan schedule spt kantoran, 5-2, hanya sabtu dan minggu libur, saya di daerah Indonesia Timur (remote area, 600km dr ibukota propinsi) sedangkan anak-istri di pulau Jawa. Kita hanya bisa bertemu dan berkumpul dalam waktu 2mgg setiap 6bulan. Betapa ironis jika mengingat ketika anak pertama (8bln) menangis tidak mau digendong oleh ayahnya sendiri (”belum kenal”.red). Sampai skg saya masih merasa ada waktu yang hilang secara sia-sia. Saya tidak bisa melihat perkembangan anak “day to day”. Betapa bahagianya orang tua dapat melihat anaknya mulai bisa duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan bicara. Itu semua tidak bisa dibayar dengan uang berapapun. Dan ingat, waktu tidak bisa diputar kembali.
Syukur skg sudah pindah ke oil company, office based. Tetapi sekali lagi, meskipun dibaningkan dengan field based gajinya kalah, tetapi saya merasa puas dapat melihat perkembangan anak.
Pertanyaan, apakah bagi yang kerja 2-2 di platform atau production facilities sudah puas dengan gaji kepala “2″ atau “3″ ? Dibandingkan dengan kepuasan melihat perkembangan anak “day to day” yg mgkn akan terlewatkan saat “ON” 2mgg di platform.
Cita-cita saya hanya simple, pengen punya usaha sendiri. Sehingga tidak lagi menjadi “jongos” yg hanya menunggu gaji tiap bulan dan pesangon di waktu pensiun kelak.
Kalau ada yang bilang/menilai saya “cengeng” mgkn bisa dibandingkan pengalaman kerjanya, saya pernah di office, offshore, onshore, remote area (mining).
Oktober 26, 2007 at 3:48 am
alo fren….
iya nih kalo boleh pilih memang duaduanya kita bisa dapet.
tapi kalo boleh jujur sebenarnya gaji karyawan oil gas di indonesia masih kecil deh…
ada bisikan dari temen saya katanya coba kerja di oil gas company di dubai lebih keliatan hasilnya. sekalian ninggalin keluarga dalam jangka waktu tertentu tapi mendapatkan yang berlipatlipat dibanding kerja di rig di indonesia.
coba aja, toh gak ada ruginya….
sekedar info nih…. perubahan gaji ke arah lebih baik mungkin bisa terjadi salah satunya dengan cara kompak beralih ke company yang menawarkan gaji yang standarnya internasional…. oil n gas tuh big bisnis lho…. jadi apakah mau kalo orang yang terlibat di dalamnya dihargai murah….
semoga pekerja rig di indonesia gak cepat puas dgn gaji yang sudah didapat….. nyawa kita taruhannya fren…..
good luck…..
Oktober 30, 2007 at 5:30 am
Wah jadi kepingin ikut nimbrung nih.
Saya mau coba berbagi pengalaman saya bekerja di dunia migas. Kebanyakan orang berpikir bahwa dunia migas hanya identik dengan oil company yang memiliki ladang minyak di daerah terpencil atau lepas panati, namun sebenarnya lebih dari itu. Di oil company sendiri ada industri hulu (upstream) dan industri hilir (downstream). Industri hulu berhubungan dengan eksplorasi dan produksi (E&P), dan biasanya ini berhubungan mulai dari survei seismik, drilling dan produksi (btw saya baru buat blog yang berhubungan dengan logging, bisa dilihat di SBaskoro & Logging http://sbaskoro.multiply.com, ini masih baru jadi maaf kalau belum banyak informasi di sana). Dan untuk industri hilir berhubungan dengan pengilangan, pipeline, trading. Jadi industri migas itu tidak hanya berhubungan dengan rig atau platform lepas pantai dan ladang minyak di tengah hutan atau padang pasir.
Selain daripada itu banyak sekali perusahaan oil service company yang terlibat dalam kegiatan di industri hulu dan hilir. Saya lebih banyak tahu tentang industri hulu. Beberapa perusahaan oil service besar yang terlibat di industri hulu adalah: Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, Weatherford, BJ Services. Untuk drilling banyak sekali, seperti TransOcean, Noble Corp., Diamond, Parker dll.
Jadi pada intinya adalah kita harus tahu dulu jenis pekerjaan yang akan kita pilih. Saya sering menyampaikan kepada adik kelas kalau memilih tempat kerja praktek (internship) adalah tempat dimana kita akan bekerja nantinya. Jadi kita usahakan untuk memilih tempat yang terbaik. Sehingga setelah bekerja nanti, kita tidak akan mengalami culture shock. Dan pada akhirnya kita akan bisa memutuskan untuk tetap bekerja di bidang itu, atau banting setir ke profesi yang lain nantinya.
Dari uraian saya di atas, terlihat bahwa dunia migas sangat luas. Bagi mereka yang berlatar-belakang geosaintis (gelogist, geophysicist, petroleum engineer) tentunya cocok dengan eksplorasi dan produksi. Untuk mereka yang dari teknik mesin, teknik industri, teknik kimia, teknik elektro dapat melihat di industri hilir. Ini berhubungan denga surface facility, pengilangan, proses otomatisasi, proses control (sperti SCADA) dll. Dan dari ekonomi, bisa bekerja di ekonomi perminyakan yang berhubungan dengan trading.
Saya sendiri berasal dari teknik elektro, dan lebih lanjut anda bisa lihat di blog baru saya seperti di atas. Pesan saya juga adalah kita harus melihat jenjang karir minimum 3-5 tahun ke depan, setelah itu tergantung dengan bagaimana anda berkarya dalam pekerjaan itu. Dengan demikian kita bisa lebih tahu arah yang akan kita capai. Masalah kompensasi yang kita terima, kita harus meninjaunya lebih jauh. Biasanya di dalam paket yang kita terima tidak hanya gaji bulanan, namun ada tunjangan yang lain untuk rumah, kesehatan, sekolah anak, transportasi dll. Jangan lupa juga asuransi dan pensiun. Beberapa perusahaan juga memberikan program retensi untuk pegawai yang berhubungan dengan bisnis inti (core business) mereka, seperti discounted stock purchased program, employee stock option, restricted stock unit dll. Dan untuk karir, mereka juga menawarkan training-training yang menarik dan assessment yang fair. Kalau anda memiliki performance (outstanding atau exceed expectation) yang baik dalam bekerja, anda bisa mengarahkan karir anda ke arah yang anda mau.
Bagi yang tertarik untuk bergabung dengan Schlumberger silakan kunjungi website ini: http://www.slb.com/content/careers/index.asp?entry=careers&
Salam,
SBaskoro
Oktober 31, 2007 at 7:04 am
dayadimensi…
Apa kabar kelanjutan tes Chevron Pacific di bandung 9 Okt 2007 kemaren…
Apa sdh ada???
mohon beritanya dr tmn2 yg ikut tes di bandung tgl 9 Okt
Nopember 7, 2007 at 1:46 am
Hafizh,
GnG (explorasionis) itu kerjanya apaan sich?kebetulan saya tertarik dengan dunia migas & energi dan untuk memantapkan pengetahuan saya tentang migas maka thesis (karya akhir S2 Magister Management) saya mengekplorasi peluang-peluang bisnis di migas & energi. Banyak sekali lowongan kerja di migas baik lapangan maupun kantoran tapi semua itu mensaratkan harus pengalaman di oil industry padahal sampai sekarang saya bekerja di electronic company, apakah dengan modal pengetahuan saja (thesis, dll) tanpa pengalaman kerja di oil industri mereka mau memberikan kesempatan bagi saya untuk bergabung dengan mereka?Terima Kasih
Nopember 7, 2007 at 6:32 am
salam,
Dari sejak jaman aku kuliah ampe sekarang (dah kerja) aku msh “nafsu” mencoba kerja di perminyakan..walaupun apa yang saat ini aku dapatkan sudah aku syukuri!! sekedar informasi aku lulusan jur komunikasi universitas ternama di pulau jawa, beberapa waktu lalu saya sempet merasakan MT di salah satu bank (baru) di jakarta, walaupun bank ini milik group besar (3 besar di Ind) beberapa waktu lalu dan kini aku menempati posisi operational manager di cabang daerah jabar..
namun entah kenapa perasaan “kebanggaan” bekerja di oil company lebih memaksa saya untuk tetap mencoba apply kesana-sini..kebetulan wilayah kerjaku dekat dgn explorasi chevron..semakin menjadi jadi hasrat ini..
tak dapat dipungkiri alasan klasik tetaplah “uang/gaji”..yang jauh lebih menggiurkan..
pesen buat seluruhnya : “biarlah forum ini menjadi ajang curhat kita masing2..”tetapi jgn sampai merubah apa yang ada di hati kecil teman2..yang mau ke minyak silahkan..yang mau ke perbankan juga silahkan..toh semua tergantung yang punya hidup kita..”sang gusti pangeran”
amien..
salam hangat,,
Nopember 8, 2007 at 3:44 pm
teman2,mas anjar,tolong di informasikan brp standar gaji untuk seorang PROCUREMENT ANALYST di EXXON dg requirement kualifikasi experience min 2thn (min IPK 3.2),status karywan kontrak BODYSHOP(kl ga slh),mohon bntuannya untuk di informasikan kira2 brp ya range salarynya,soalnya nge blank nih,tks-libi-
Nopember 8, 2007 at 6:48 pm
saya pengen kerja di pers minyak tolong dong bantu siapa aja!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
dimana aja saya mau
Nopember 8, 2007 at 6:54 pm
oeiiiiiiiiiiiiii siapa yang masih ada di sini
Nopember 9, 2007 at 1:22 am
TUHAN TOLONG TURUNKAN HUJAN EMAS DI RUMAHKU
TUHAN……… KAU DENGARKAH PERMOHONANKU INI?
Gila apa te