Gaji di perusahaan minyak? analisa untung rugi
Bekerja di perusahaaan minyak tentunya lekat dengan image berduit, cuti 30 hari setahun, jaminan kesehatan 100%, dan uang uang yang sangat banyak. Tapi apakah pasti seperti itu nikmatnya kalau bekerja di perusahaan minyak? benarkah gaji 12 juta untuk freshgrad lebih menjamin masa depan yang cerah dibandingkan gaji 3 juta di office yang damai. Menjawab pertanyaan itu marilah kita mulai dengan gaji, parameter fisik yang paling gampang diukur dan dianalisa.
Berapa gajinya?
Nofie Iman dalam salah satu postingnya memberikan data yang cukup akurat mengenai gaji di perusahaan minyak sesuai dengan gradingnya. Saya kutip sedikit ringkasannya
1. Chevron: 10.3 juta
2. Total: 5.4 juta – 13.3 juta
3. Conoco: 6.1 juta – 10.2 juta
4. Pertamina: 3.8 juta – 8.1 juta
Saya ingin sedikit ‘mengoreksi‘ berdasarkan data rekan-rekan saya (freshgrad 0-6 tahun) yang bekerja di Chevron, Total, Conoco dan Pertamina. Salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah perbedaan antara field officer dan non field officer.
Total sebagai contoh, akan membayar field engineernya di angka 12 juta, yang kerjanya berpanas-panas di rig 2 minggu on dan 2 minggu off. Sementara untuk non field jatuh diangka 4-5 juta. Selisihnya lumayan kan.
Pertamina, berapa lamanya pun (rasio normal below 30) experiencenya akan dianggap grade sama dengan gaji hanya 75% disaat training 9 bulan pertamanya. Chevron sekitar segitu, saya malah tahu standar gaji freshnya untuk office sekitar 9 juta.
Cara masuknya bagaimana?
Tulisan diatas juga belum membahas salah satu fakta yang paling penting bahwa: Sebagian besar karyawan perusahaan minyak adalah karyawan kontrak. Akibatnya, sangat jarang sekali bukaan untuk permanent employee diindustri ini. Conoco Philips contohnya, sebagian besar karyawannya adalah karyawan kontrak. Pun salah satu cara yang paling reliable untuk menjadi permanen adalah lewat program Apprentice yang kemarin Dindaku sudah diterima namun akhirnya tidak diambil.
Selain Nofie Iman, Pa dhe Rovicky geologist kita juga membahas mengenai prospek dunia migas ini dari kacamata orang field.
Moral of the story
1. Migas termasuk industri yang sudah mature (baca: tua). Artinya sudah banyak orang tua dan senior disini. Entry industrinya untuk core business juga terbatas. Hanya dipasok sebagian universitas di Indonesia. Akibatnya style untuk bermain disini beda dibandingkan orang Telco, Banking atau FCMG.
2. Buat freshgraduate / below_30-ers yang masih hobi pindah, pengen switch, atau sekedar curios sama offer dari oil company ini ada baiknya tarik nafas dalam-dalam dan menganalisa tidak sekedar selisih gaji 10-20%.
3. Kalau terpaksa jadi ekor bukan jadi kepala (wirausaha) pilihlah ekor ‘binatang’ yang agresif dan bisa terbang tinggi.
uhm.. makasi infonya bang :)
namanya juga coba2 .. hehehe
defindal
April 17, 2007 at 11:59 am
Kayaknya mudah banget membandingkan….belum masuk ke detailnya….apa setiap lulus sarjana baru gajinya selalu sama, pada perusahaan yang sama?
Mestinya ada spesialisasi jabatan. Misal; untuk Bank, ada yang namanya jabatan account officer (gaji besar, karena risikonya juga tinggi). Tapi banyak yang tidak memilih jabatan risiko tinggi, walaupun gaji lebih rendah….misal; menjadi instruktur, analis ekonomi dst nya
Bagaimana mas…..ada info yang lebih akurat?
edratna
April 18, 2007 at 2:28 am
owh! info yang saya baru tau ini! Hm, tapi emang nominal uang bukan segalanya yah :)
hafiz
April 18, 2007 at 7:37 am
tapi jadi bahan ngetes pas interview
arul
April 18, 2007 at 3:57 pm
sekedar info, kebetulan aq kerja di salah satu perusahaan minyak di negeri ini. KAlo anda orang yang serba cengeng, mendingan kerja di office aja deh. gak ada tantangan gitu lho.
Tapi buat yang suka tantangan kerja di minyak, apalagi di offshore itu asyik banget. bisa dapet kejutan di setiap hari hari anda.
btw soal gaji, kalo gak salah operator lapangan yg kerjanya cuma bikin report doang, plus sedikit ilmu basic di perminyakan, bisa tuh dapet gaji 15 jutaan.
2 minggu kerja, 2 minggu libur. waktu liburnya dipake buat bisnis sambilan, dapet lagi 5 jutaan. itupun gak harus ditungguin.
so jangan pesimis deh dalam hidup.
kalo ada kerjaan di minyak, ambil sok, jangan tunggu besok.
krn kalo pilih pilih kerjaan, siapa anda? ya nggak. masih banyak tenaga pengangguran di luar sana yang mau
gilang
April 20, 2007 at 9:54 am
Ga ada tantangan? hihihi mas Gilang perlu jadi auditor deh kalau gitu, biar tahu kalau dunia tidak melulu minyak. Boleh tahu definisi cengeng buat anda tuh apa sih. Temen saya Psikologi, cewek kerja di LSM di Lhok Nga, ground zeronya Tsunami Aceh, ga ada sapa-sapa tuh, saudara, temen, murni pengabdian. Termasuk cengeng ga ya menurut mas Gilang.
Temen saya Kopassus, di tapal batas Indonesia Malaysia, mainannya Cukong Kayu yang juga bawa senjata itu menurut mas Cengeng ga sih, Cengeng itu kalau kita hidup disuatu sistem dimana tinggal ndulang aja itu nasi udah masuk perut, tapi kita masih teriak lapaarr…lapar…
Tantangan itu nurut anda apa sih? apa hanya ada di Rig, apa hanya ada di hutan? Kuala kencananya Freeport mewah tuh. Plantation di Pangkalan Bun sama offshore keras mana? waduh mas Gilang jangan jauh-jauh deh kalau mau cari tantangan, anda coba main di pabrik, lihat kerasnya kehidupan disana gimana.
Dunia keras dan garang tuh bukan cuman milik Oil, bukan cuman tergambar di iklannya Schlumberger yang garang tentang explorasi cari minyak di ujung dunia bro. Tantangan ini buat saya, kalau kita bisa balancing antara hidup kita, antara kerjaan kita, antara anak istri kita, antara orang-orang yang kita cintain dan orang-orang yang jadi tanggungan kita. Tantangan buat beberapa orang bisa berarti pindah ke Jakarta dari Purworejo. Pesen orang tua jangan gampang meremehkan orang lain kan
Itu baru two thumbs up, inget mas Jono balada sarjana tukang ojek dia itu kerja di Oil, dan saya berani taruhan, Oilnya jauh lebih top dari companynya sampeyan.
priandoyo
April 20, 2007 at 10:56 am
Kalo di migas gaji di atas rata2, penjelasannya sederhana saja, karena supply sedikit, demand cukup besar. Jangankan di Indonesia, di dunia internasional, mereka dicari banget. Makanya enggak heran, tahun kemarin, banyak teman2 pada bedhol desa ke luar negeri. Sampai project2 di kita pada tingkat outstanding level, bingung cari orang, apalagi dengan experience di atas 5 tahun, hot selling…, laku keras. Ini untuk yang based on Jakarta, apalagi yang di site.
Mekani Dewasari
September 2, 2009 at 5:53 am
Saya umur 43 th,S1 Managemant, pernah kerja dijepang sebagai buruh pabrik. Saat ini sedang ganggur, klo ada peluang kerja diluar negeri saya siap n kerja apa aja serta dimana saja.thanks
Salam – Idrus
Idrus
September 4, 2009 at 2:05 am
Bp. Priandoyo….. sebagaimana saya sudah share di posting yg lain, jangan selalu mengidentikan kerja di oil dengan gaji besar itu di field…. Kerja di oil tp di office itu saja sudah cukup besar skala gajinya. Nah kalo di field seperti mas Gilang itu baru namanya sangat besar…. saya pribadi pun kalau tidak terbentur masalah keluarga pasti juga bersedia saat mendapatkan tawaran bertugas di platform ataupun di derrick barge pada saat proses instalasi platform / pipeline. Dan yang perlu diingat, Bp. Pri… semua BBM kita itu asalnya jg dari oil, nggak ada oil Bp. Pri mudik mau naek apa? he..he.. belum lagi listrik.. itu semua juga digenerate oleh PLTG yang gas-nya pun berasal dari sumur2 produksi oil&gas company tadi. Telko pun tidak akan bisa beroperasi kalau nggak ada listrik kan? Bahkan power supply utk rig pun juga menggunakan genset yang dimotori BBM seperti solar atau juga gas engine generator. So gak bisa dipungkiri s/d saat ini hidup kita & kebutuhan primer kita bergantung sekali dgn oil&gas. I know… I know… oil & gas are not renewable resources, makanya sekian tahun dari sekarang kita harus memikirkan energi alternatif dan itu tantangan buat kita semua…
Yanto
April 20, 2007 at 9:59 pm
Kebetulan saya kerja di MIGAS (6 tahun) ditempatkan di lokasi terpencil dengan jadwal 14 hari on board di pedalaman Sumatera and 7 hari off di Jakarta. Saya lulusan S1 posisi supervisor dibayar sekitar 12jt sebulan. Menurut saya gaji saya tidak besar dibanding “pengorbanan” yang mesti saya tebus karena social & family life saya jadi tidak normal (dengan posisi berpisah dgn keluarga) selain itu saya mesti kerja lebih panjang (12 jam sehari) dibanding rekan yang kerja di perkotaan (8 jam sehari). Suatu saat saya berpikir untuk alih profesi bila ekonomi sudah tidak menjadi tuntututan lagi. Sebenarnya bekerja itu pilihan, siapa sih manusia educated yang rela berkorban berpisah2 keluarga untuk kerja di daerah2 terpencil atau di atas offshore platform yang taruhannya nyawa dengan dibayar murah ????. Agar dijadikan renungan.
Eksan
April 21, 2007 at 12:12 am
Siang, Bp. Eksan. Iya bener, kalau dengan kualifikasi bapak & jadwal kerja seperti itu & bapak dibayar “hanya” 12 juta memang sangat kurang Pak.. Untuk field engineer dengan pengalaman +/- 5 tahun & benar2 base di lapangan entah itu onshore / offshore seharusnya kita sudah berbicara gaji di kepala 2 (> 20jt). Kebetulan rekan sekantor saya ada yang baru saja diterima di salah satu oil company sebagai field engineer dan ditempatkan di luar jawa dengan jadwal kerja 2-2. Beliau angkatan 96 lulusan salah satu universitas negeri di pulau Jawa dengan background teknik sipil. Berhubung saya cukup dekat dengan dia, dia menunjukkan kontrak kerja dia dan saya cukup surprised karena tertulis disitu THP nett. 30jt. Mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan nama companynya akan tetapi company tersebut ada di salah satu list yang dikemukakan Bp. Priandoyo diatas… ; )
Yanto
April 21, 2007 at 6:39 am
Lha, tapi kalau kita bicara orang non minyak graduate, kerja di office, salarynya ga gede tuh pak Yanto :) gimana dong, kalah sama industrial average. Berarti kan sebenarnya bukan diferensiasi tertentu kalau kita kerja di minyak. Justru kebanyakan publikasi dan image masyarakat kalau di Oil gajinya besar sekali.
Saya melihat fenomena ini seperti di banking industri, di Indonesia Bank itu jumlahnya ada 130-an bank. Dan yang bisa kasih 4.X graduate salary mungkin hanya 5-6 bank, ada yang extraordinary seperti bank asing bisa kasih 7.X-an mungkin hanya 2-3 bank. Sisanya yang di 60% kurva de Gauss itu mungkin dibawah 2.X per month. Tapi citra di Bank kan luar biasa
Sama di Oil juga, ada berapa banyak sih blok explorasi di Indonesia yang benar-benar produktif, mau dicek di Patra Nusa Data mungkin? sepanjang garis pantai republik ini ada berapa site explorasi? tetep aja receh-recehnya ada juga, dan tetep aja, ada giant corporation yang ternyata tidak sehebat kata orang bayarannya.
Mungkin Pak Yanto bisa provide detail datanya tentang Oil Exploration di Indonesia, kalau Oil premium macem company pak Yanto, Chevron, Total saya bisa sedikit percaya, tapi kalau model CNOOC atau KNOOC mungkin?
priandoyo
April 23, 2007 at 4:29 am
15 tahun lalu habis lepas kuliah saya kerja di salah satu perusahaan minyak amerika yang disebut anjar, , bahkan sebagai pegawai tetap yang berhak dapat jatah pinjaman rumah ( itu dulu ). dari segi gengsi mungkin iya bagus tapi kalau dilihat dinamikanya rasanya monoton , anda cuma jadi pemain pembantu yang seperti robot dari bule bule yang buat aturan , ngomong gak pernah didenger program kita sehebat apapun cuma sekilas dilirik terus dicolong para expatriate bodoh untuk dijadikan program mereka dengan english proposal yang cas cis cus ke Top management.
saya ngerasa terjajah dicompany kayak gitu , makanya lima tahun kemudian saya cabut terus cari kerja diluar negeri , untuk menemukan bagaimana kultur budaya asli mereka disana , pulang dari sana di indonesia saya berusaha balik kedunia oil and gas tapi yang dikelola bener bener anak negeri , hasilnya dengan kerja sistematis ala western tapi sentuhan eastern kita bisa hidupi lapangan lapangan minyak hidupin sumur sumur dengan bangsa sendiri , meskipun skala kecil kita bisa saingan.
sekarang biar dengan oil and gas company kecil saya merasa jadi player , sory aja kalau Exxon , conoco , chevron atau big oil company dll nawarin kerjaan ( sudah beberapa kali offering ) ..go to hell with your proposal .
Bayaran di big oil company saat ini gak menarik lagi karena anda akan tahu berapa gaji anda lima tahun kedepan , kalau gak promosi paling cuma dapat kenaikan setara inflasi.
Sebagai komparasi saat ini saya punya bayaran 31 juta sebulan, usia 36 , base jakarta cukup buat hidup layak , dariperusahaan anak negeri yang gak perlu bayar bule bule dengan dolar selangit. Selamat tinggal penjajahan , saya ingin sumbang pikiran dan tenaga untuk negeri ini , bukan dengan kotak katik cost recovery maupun mark up gaji eksekutif luar negeri.
pesan saya cuma satu , jangan bangga dengan predikat pegawai oil company luar negeri , kita terasa besar tapi sesunguhnya kosong. lihat berapa banyak fenomena karyawan kontrak di perusahaan perusahaan besar ini yang tiap tahun gonta ganti .
Buat karyawan diIndustri lain , jangan minder , besar kecil penghasilan anda tergantung currency value diri anda ! no matter jenis industrinya …salam merdeka.
khatami
April 23, 2007 at 2:20 pm
info dari tetangga,
Gaji di Perusahaan Minyak dan Gas
February 28th, 2007 | Personal
Indonesia punya banyak ladang minyak dan gas, baik yang sudah, sedang, maupun yang belum tereksplorasi dan tereksploitasi. Walau penemuan cadangan minyak di dunia menurun secara signifikan, konon, cadangan minyak di Indonesia masih cukup besar dan belum terjamah.
—cut—-
gilang
April 24, 2007 at 5:40 am
wah sory tabel nya gak bisa di-copy deh
gilang
April 24, 2007 at 5:57 am
pastenya si gilang ini dari nofie iman atau sumber lain ?
mau donk urlnya
Lia
April 24, 2007 at 6:19 am
wah…ternyata ga se enak yang orang bilang tentang kerja di oil company…
kebetulan ne saya calon sarjana perminyakan..
masih semester 6 se….
terus saya juga cewe…
gmn?ada yang mau berbagi pengalaman seorang wanita yang kerja di oil company gak?
thanks b4….
aeni
April 24, 2007 at 7:42 am
Mungkin sebagai gambaran aja, banyak juga lapangan pekerjaan di dunia perminyakan yaitu di Oil Service selain Oil Company. Income juga tak kalah.
Saya baru bekerja 1 tahun di salah satu oil service asing (WesternGeco/ salah satu divisi dari Schlumberger) dgn rotasi 5 week On/Off , soal salary sangat lumayan, utk basic aja kita dapat 2500 U$ and field allowance+Gainshare 70 U$/day and juga ada bonus project kalo habis nyelesain project (ini bervariasi 1000-2000 U$). Jadi bisa dihitung sendirilah kira2 sebulan dapat berapa. Utk benefit & Insurance 100% dicover perusahaan sampai istri+3 anak. Dan juga kita bisa berpartisipasi di stocks perusahaan,semacam beli saham perusahaan kita.
Perusahaan ini menempuh dua jalur recruitment : fresh graduate (trainee) & Mid Carrier (pengalaman/ loncatan dr company lain). And tdk mengenal sistem kontrak, langsung permanent, Silahkan aja klik & apply online di: http://www.slb.com
Good Luck…
Widhie
April 25, 2007 at 9:23 am
wah mba widhie, kayanya untuk status yang langsung permanent mba harus liat liat dulu deh baru bikin kalimat seperti itu, saya tahun 2005 pernah bekerja di Schlumberger, Duri Riau, status saya karyawan kontrak, mungkin untuk engineer salary sanda sangat fantastis, namun saya pada waktu itu berada di bawah outsourcing yang dipakai oleh SLB. Gaji saya 1 juta rupiah per bulan, saya secretaris perusahaan, dengan lembur yang tidak dibayarkan, dan asuransi yang tidak diremburst kembali. Sampai akhirnya saya memutuskan berhenti,perusahaan macam apa yang saya masuki yang tidak memperhatikan kebutuhan karyawan????? beruntung lah anda Mba, sekarang saya masuk dunisa NGO, dimana gaji awal saya sama dengan gaji mba di tahun kedua kerja . Mungkin bisa untuk diingatkan pada SLB melalui Mba, mereka masih pakai outsourcing kok. Agar tidak ada lagi karyawan karyawan teraniaya seperti saya dulu. terima kasih
nino
September 10, 2009 at 9:24 am
To aeni,
Gak masalah utk cewek, rekan2 saya juga banyak yg cewek koq di offshore.
Personel2 ditempat saya bekerja dari bebagai macam negara, mulai afrika sampai amerika. Mereka proffesional bgt gak mandang gender & kita ada peraturan yg cukup keras juga ttg masalah sexual harassment. Jadi cewek jgn takut terjun ke dunia perminyakan & asal mau travelling aja,lumyan lho jalan2 keluar negeri gratis & kadang dikursusin ke Norway, Paris & Dubai.
Widhie
April 25, 2007 at 9:33 am
ga hanya sexual harassment yang perlu di warning mba, buat perempuan yang juga penting adalah verbal abusement,…been there Mba….ada banyak expat yang selalu melakukan verbal abusement….
nino
September 10, 2009 at 9:26 am
Jangan terlalu memuji2 schlumberger… buktinya tiap tahun yang keluar banyak tuh
kucingarab
Oktober 27, 2009 at 4:45 am
Sedikit berkomentar,
Kebetulan saya kerja di oil company, bisa di bilang fresh graduate, below of 5 years experience. kerja di office sebagai GnG (explorasionis) yg bekerja di office bukan nun jauh di lapangan, tapi alhamdulillah bisa mendapatkan apresiasi dengan bayaran lebih dari dilapangan, di atas rata2 perusahaan minyak lainnya, kebetulan sudah beberapa kali interview di tempat lain, yg akhirnya mentok di gaji. jadi tidak selalu corelabe orang lapangan akan lebih besar dari pada yg di office.
Sebagai informasi di Indonesia sangat kekurangan tenaga GnG ini, kalau gak salah membutuhkan lebih dari 1000 orang, berhubung tenaga GnG di Indonesia pada migrasi ke Middle East, Malaysia, dan masih banyak di negara lainnya,
Akibat dari global oil price. Jadi kita kehilangan banyak orang . sebagai contoh perusahan2 dari malaysia, brunei, middle east sudah mulai ngadain walk interview di jakarta mengundang tenaga kerja indonesia untuk bekerja di tempat mereka .
Akibat dari semua itu, Gaji di Indonesia jadinya lumayan competitive untuk mengimbangi market GnG di Pasar luar.
hampir sedikit perusahaan menawarkan fasilitas kontrak untuk karyawan, keculai kontrak dengan daily rate, dg rate more than 500 dolar per day, jadi bisa di hitung per bulannya.
sementara fasilitas lainnya sama seperti kesehatan untuk istri dan 3 anak. kecuali mungkin orang kontrak tidak dapat HOP, yaitu pinjaman beli rumah tanpa bunga, dan lainnya
Terimakasih banyak
Hafizh
April 25, 2007 at 11:04 am
Mohon informasi bilamana ada yang tahu standard salary dan benefit di Amerada Hess untuk tenaga staff/senior supevisor (admin) yang ditempakan di kantor dan di lapangan…. Terimakasih
Eksan
April 26, 2007 at 6:12 am
Nasib dokter lepas pantai gimana??
tolong jelasin dong cara msuknya..tugasnya..jam kerja..dll?
thx
mercsolo
April 28, 2007 at 10:11 am
mas, saya adalah fresh graduate dari suatu perguruan tinggi negeri di yogyakarta, sharing boleh yaa.. saya mo tanya nih, ada gak jalur trainee atau development program di oil company kayak chevron, conoco ato Total? kayaknya yang ada graduates development program yang di published tu cuman freeport aja itupun di arahkan untuk jadi intruktur dan biasanya basic pendidikannya dari engineering..lha trus kayak saya yang basicnya bukan engineer ini ntar mau dikemanain…hehehe…agak hopeless juga ya…kayaknya agak dinomorduakan yaa..
vivien
April 29, 2007 at 11:51 pm
oia..kalo s2 nasibnya juga gimana..
vivien
April 29, 2007 at 11:53 pm
Mba Vivien (maapf kalau ternyata mas?),
Saya sedikit membantu menjawab pertanyaan Mba vivien.
Untuk perusahaan minyak dan perusahaan service minyak, banyak diantara mereka yang mepunyai program training atau development program untuk fresh graduate. malahan di beberapa perusahaan service seperti sclumbeger dan Halliburton mereka tidak memandang beckgraund lulusan apa mereka akan mentraining dari zero menjadi yg mereka inginkan. untuk program ini tiap tahun ada Mba vivien bisa lihat di web nya schlumberger terus kebagian carier.
Begitupun untuk perushaan minyak, Chevron, Total, cocono, BP,Medco dan Petronas mereka punya juga. bebrapa tahun terakhir ini mereka merekrut fresh2 graduate untuk mereka training.
Saya dapat informasi juga tahun ini Puluhan fresh graduated dari universitas Indonesia di antaranya dari ITB berangkat ke petronas KL, malhan ada yg masih kuliah mereka tungguin sampai lulus.
Hafizh
April 30, 2007 at 1:42 am
Wah seru neh kalo udah ngebahas masalah salary….terus terang saya “ngiler” juga liat daftar gaji hasil posting dan koment rekan-rekan…maklum emang dari dulu sejak awal-awal lulus kuliah pengen bengat kerja di oil & gas dengan gaji selangit (untuk ukuran freshgraduate) tentunya. Tapi rejeki emang dah ada yang ngatur, keinginan kerja di oil & gas malah terdampar di pabrik ( abis gimana donk, daripada kelamaan nganggur). cuman tahan 3 bulan (selepas masa probation) langsung cabut. Berbekal ilmu yang didapet dari pabrik dan baca-baca buku, akhirnya terdampar di dunia konsultan (dengan status konsultan magang). Sekarang 6 tahun kemudian dah jadi konsultan beneran dan ternyata gak ada tuh keinginan untuk balik ato nyoba ke oil company ato ke industri, enak ternyata kecemplung didunia konsultan, elmu nambah, koneksi juga dan elmu jadi up to date terus…hehehehe wallapun kalo ngeliat gaji oil & company “ngiler” juga seh..
Oso
April 30, 2007 at 9:17 am
Mas Anjar OOT ya, mau nanya kira2 gaji yang pantas buat dokter/dokter gigi yang freshgraduate berapa ya, klo kita ngelamar di perusahaan minyak dan di tanya mau gaji berapa? klo engginer di perusahaan minya segitu, kita sekolahe lebih lama jeee…trus klo spesialis kira2 berapa, sekolahnya ditambah another 6 years, thanks mas Anjar ya
With My Smile
April 30, 2007 at 11:41 pm
Gaji Dokter, nurse, dan teman-teman di Oil Company saya posting disini:
http://priandoyo.wordpress.com/2007/05/01/gaji-dokter-di-perusahaan-minyak/
ada yang ingin menambahkan
priandoyo
Mei 1, 2007 at 1:42 am
Mas, kebetulan di perusahaanku (Salah satu PSC oil & gas di Indonesia) untuk medical clinic-nya masih ngikut distruktur organik (dikelola sendiri) dan belum di outsourcing. Perkiraan saya (karena tidak etis klo nanya langsung ke-orangnya mas….hehe) sekitar 12-13 Juta dengan masa kerja sekitar 8 tahunan. Schedule kerja mereka 2 minggu on – 2 minggu off dengan 12 jam kerja perharinya.
Eksan
Mei 1, 2007 at 11:45 pm
lupa tak sebut, yang diatas Itu gaji dokter-nya……………Klo gaji paramedic-nya (pembantu dokter) sekitar 8-10jt dengan schedul 2 minggu on 1 minggu off tetap 12 jam kerja-perharinya
Eksan
Mei 1, 2007 at 11:51 pm
Teman saya memaksa saya membaca tulisan Mas Priandoyo ini… maka, sampailah saya disini… nice blog!
Saya – 10 thn bekerja utk oil company C…. ibu satu anak dengan satu suami….;-)… penempatan pertama di Duri-Riau… bekerja tidak selalu di field, karena teknologi yg dipakai sudah canggih, semua2 sudah bisa dimonitor dari belakang meja….tapi kalau pekerjaan menghendaki harus ke field, ya pergilah ke field, wong kerja di perusahaan minyak – ya harus mau ke field lah ….kerja di field juga asik koq…
Orang selalu mengidentikan oil company dengan image gaji tinggi spt kata pembuka Mas Priandoyo di atas…. dan mungkin itu juga yang mendorong Mas Priandoyo membuat tulisan ini…. tapi saya mencoba memberikan “sisi lain”..yang mungkin saat ini menjadi satu2nya alasan mengapa saya betah, mengapa suami masih tetap mengijinkan saya bekerja dan mengapa masih ingin terus berkarir di C meskipun harus berpanas2 ke field… yaitu company value!!! In C, Family value is the highest…. “Be Safe, Your Family is waiting for you” ….”You may work hard this weekend, but remember, your family needs you, spend your time at home this weekend!”…. ” Do it safely or not at all…remember your baby at home!”…..”I will never call you on the weekend or on your day off, promise!! That’s your family time!”….enak gak sih di dengernya kalau para boss dari orang paling tinggi sampe boss kecil ngomong gitu ke kita? ..rasanya dunia ini aman dan tentram..hehehe……jadi, buat para teman2 yg cari kerja, gaji itu bukan satu2nya parameter mengukur untung rugi…. coba pelajari company valuenya….. masa depan kita bukan satu2nya, masa depan keluarga saingannya…. kalau sudah dapat ekor “binatang” yang agresif dan bisa terbang tinggi, pastikan bahwa binatang itu juga bisa membawa orang2 tercinta…. Saat baru lulus sekolah, saya bekerja di Telco yg saat itu jauh lbh agresif dari C, tapi sayang, gak bisa bawa keluarga saya terbang sih…. tiap saya pulang kerja jam berapapun ibu saya selalu nunggu di meja makan dan komentar begini “Nduk..opo sih sing kowe cari….kalo cuma duit, koq kerja koyo ngono tho!?!..kapan kawinnya???” ..eniwei..thanks utk tulisannya… asik buat dibaca2….
Ina
Mei 2, 2007 at 2:50 pm
mas..tanya lagi, hehehe..bisa gak kita kirim passive application ke oil companies, soalnya kalo alamat2nya si ada..soalnya kalo massal kan peluangnya gak janji deeh..hehe..kompetitornya bejibun, lahian berdasarkan pengalaman saya aaply di chevron, mereka tu di ranking dari yang summa cum claude, cum claude, middle, sampe yang terbawah..gitu..ada saran?well, memang yang namanya oil companies itu gak ada matinya..tapi memang kompetitif banget buat bisa gabung disana..
vivien
Mei 13, 2007 at 4:44 am
Pak Priandoyo, minggu depan saya udah dijadwalkan utk interview di Chevron utk posisi IT Engineer. Karena kayaknya di sini udah banyak yg berpengalaman, bisa ngasih tips ato bocoran ngga?
Selain itu, kalo IT Engineer di oli kumpeni itu kira2 kerjaannya ngapain aja ya? Setahu saya utk IT mereka biasanya udah outsource semua…
Gaji yg diharapkan juga udah ditanyain nih. Kalo menurut tulisan Mas Anjar di atas juga rada aneh ya, katanya utk non-field 4-5 jt, sedangkan utk office 9 jt.
Saya kirain, non-field == office. Ato ngga ya?
Sedangkan bidang IT masuk non-field ato office?
Saat ini saya sudah pengalaman kerja 1,5 thn sebagai programmer/analyst di sebuah perusahaan manufaktur elektronik, dengan gaji 4,5 jt /bulan.
Latar belakang pendidikan S1 Teknik UGM.
Jadi kalo expected salary saya bilang 8 jt, masih termasuk wajar ngga sih..?
thx.
Nice blog, btw.
acooljerk
Mei 17, 2007 at 3:41 am
kemaren gue dapat panggilan untuk tes(tgl 23 mei 2007) dari dayadimensi – chevron.posisi yang gue ambil IT engineer.kalo boleh tahu tes-tesnya seperti apa?
thegondrong
Mei 19, 2007 at 5:10 am
IT Engineer ( fresh G )..sekitar 5 Juta – 6 Juta, kalo Oil & gas..akan dapat tambhan 25 %..PBA…….tapi kalo udah senior…bisa 10 ampe 15 Juta + 25% PBA
Erwin
Mei 19, 2007 at 9:27 am
ada yang tahu tahapan tes di Chevron ?
dayadimensi itu perusahaan rekrutment saja atau perusahaan penyedia tenaga kerja buat chevron? jika daya dimensi seperti penyedia tenaga kerja, berarti orang-orang yang daftar kerja di chevron sebenernya berada dalam naungan kepegawaian daya dimensi. benarkah demikian?
thegondrong
Mei 24, 2007 at 6:02 am
mas priandoyo, tahu tentang perusahaan rekrutment Daya Dimensi ?
thegondrong
Mei 24, 2007 at 7:09 am
Setahu gue sih DDI itu rekrutmen aja. Ngga sama dengan, misalnya, DGE gitu…
Btw, dengan terbentuknya NSN, yg tadinya org DGE tetep org DGE ato jadi org NSN?
acooljerk
Mei 24, 2007 at 3:10 pm
Saya lagi iseng2 browsing and nyangkut di tempat yg sangat menarik ini. Mas Pri, saya punya pengalaman sendiri untuk bisa masuk di lingkungan Oil & Gas Comp, mungkin berguna bagi para fresh graduater.
Saya alumni suatu univ. neg. di luar jawa dan tidak menjadi referensi bagi oleh Oil & gas comp. untuk merekrut candidate nya sebagaimana ITB,UGM, UI. Apalagi saya non engineer. Namun saya mencoba masuk melalui “pintu kecil” dalam artian saya masuk melalui oil&gas comp yg masih kecil & belum berproduksi. Saya mengambil banyak pelajaran di lingkungan itu, sehingga setelah 5 thn sayapun meloncat ke persh Oil& gas yg tidak besar tapi sudah berporduksi, setelah tujuh tahun disana kembali saya meloncat kali loncatan saya ke oil & gas Yg lebih besar produksinya. Bisa masuk ke Big Oil & Comp ternyata tidak mudah namun setelah 12 tahun experience saya baru di hargai (“dilirik” beberapa persh setara).
Saya kadang tidak mengerti setiap baca lowongan kerja di media utk masuk ke Oil&Gas selalu menuntut pengalamanan 5 – 10 tahun , terlalu juga yah, membuat eksklusivisme tersendiri. Sehingga saat ini begitu masuk didalamnya saya lihat gak ada yg istimewa dari jenis perusahaan ini. Saya kira semua berjalan sebagaimana umumnya perusahaan lainnya. Gaji yg besar? Logika umum yg biasa dipakai adalah semakin besar produksinya (apapun) maka semakin besar revenue yg kembali kepada karyawannya. Namun karena Migas adlah sektor strategis sebagai penyumbang APBN , mungkin di perlakukan secara khusus (minta diperlakukan istimewa) oleh para investornya. Karena sebagian besar pemainnya adalah asing baru belakangan inisaja perh nasional yg berani (kecuali Medco) dan Asing ini minta jaminan yg macam2lah sehingga tampak eksklusiv. Buat saya esklusif itu bisa hilang dg sendirinya jika banyak pemain nasional di bidang Migas (Susahnya bank2 nasional gak ada yg mo kasih Loan kepada sektor Migas apalagi yg nasional).
dorojatun
Mei 25, 2007 at 3:51 am
ada yang tau gak berapa salary fres grad/entry level di Pageo Utama untuk posisi engineer/field officer
mohon bapak-bapak engineer di Sharing Infonya
trimakasiH.
nov
Mei 26, 2007 at 4:42 am
ada yang tahu gaji karyawan divisi IT & Network (fresh) di CHEVRON ?
dapet informasi 2.5-12 juta yang bener yang mana?
thegondrong
Mei 26, 2007 at 6:48 am
saya lagi membutuhkan pekerjaan operator lapangan
dengan gaji 15 juta
siapa yang bisa hubungi 021-8199429
serius
yang bisa menolong saya akan untung seumur hidup
anfreza
Juni 3, 2007 at 11:01 am
Nama saya Hendra Tahulending. Saya sekarang kuliah di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jurusan Teknik Perminyakan. Saya sangat senang membaca komentar dari saudara sekalian. Saya mempunyai pertanyaan apakah memang gaji untuk yang bekerja on field (orang lapangan) relatif lebih besar daripada yang bekerja off field di Oil Industry contohnya saya mempunyai impian jika Tuhan berkenan untuk Perusahaan Luar Negeri saya ingin bekerja di Exxon Mobil dan untuk dalam negeri saya ingin di bekerja di PERTAMINA. Nah, saya juga sebenarnya mendapat scholarship ke Netherland untuk S1 tapi saya memilih untuk di Indonesia dulu untk S1….Kemudian saya ingin bertanya tentang Median Rate Salary ketika saya masuk di Oil Company di atas (Exxon dan PERTAMINA)….Terus terang saya kan masih butuh banyak informasi agar jangan hanya mendengar fiktif tapi realnya yang saya cari….Saya juga mempunyai kelebihan di bidang komputerisasi dan juga bahasa asing baik secara orally dan passive, itu merupakan beberapa kelebihan saya diluar komopetensi di bidang Teknik Perminyakan yang sedang saya pelajari sekarang. Selain itu saya mempunyai kelemahan di faktor Chemistry (Refinery)…Bagaimana pendapat para “expert” yang telah bergabung di Oil Company tentang kelebihan dan kekurangan saya di atas….Oh yah, doakan saya yach biar lulus tepat waktu (tidak lebih dari 5 tahun = 10 Semester…AMIN, HALELUYA…..)….Tolong dikomentarin dan diberi jawaban dan informasi lain yah……..Tuha
Hendra Tahulending
Juni 3, 2007 at 5:18 pm
IT di perusahaan migas bila dibandingkan dengan IT di perusahaan non migas. kayaknya enakan di IT perusahaan migas deh, kenapa ? karena di perusahaan migas pekerjaan IT tidak terlalu komplek dan lebih enjoy dalam bekerja dibandingkan di perusahaan non migas, trus gajinya besar.
kalo di perusahaan migas tenaga IT nya mungkin hanya sebagai support operasional inti perushaan. sebagaimana yang kita tahu perusahaan migas ladang duitnya sudah jelas, gak bakalan diambil oleh perusahaan lain karena sudah terikat kontrak dengan pemerintah……kalo perushaan non migas (telco, bank, dll) yang berbasis pelanggan, kerjaan IT nya mungkin lebih kompleks dan gak enjoy ya karena dikejar deadline dan dipaksa buat lebih kreatif karena ladang duitnya gak jelas alias dapat direbut oleh perusahaan lain jika layanan perusahaan tsb tidak bagus dan mengecewakan pelanggan.
pemula
Juni 4, 2007 at 10:31 am
Kelihatannya diskusi ini menarik juga, kebetulan saya juga baru bekerja sekitar 2 tahun di Oil Service yaitu elnusa sebagai tenaga kontrak lepas, bagian technical support dengan gaji sekitar 2 jt/bln, job ini saya dapat secara tidak sengaja saat kuliah di kampus saya punya teman yg bekerja disana dia kuliah s1 dengan harapan bisa naik gradenya di elnusa, trus ngobrol2 eh.. ternyata disana membutuhkan 1 orang TS tetapi sebagai tenaga kontrak lepas, yang Insya Allah tidak akan di PHK seumur hidup, kecuali persh tsb tutup, mulanya saya ragu dengan tawaran ini sebab saya dengan basic SMA sudah kerja di sebuah toko komputer sebagai teknisi, sambil kuliah saya ragunya ketika mendengar lowongan itu hanyalah karyawan kontrak lepas, khan repot setelah 1 tahun kerja ternyata tidak di perpanjang lagi, padahal saya di toko sudah 3 tahun lebih jadi teknisi, ya itulah hidup kalau kita tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu apa yang kan terjadi dengan diri kita, setelah di interview dan test, bukannya sombong ternyata kemampuan saya mengalahkan lulusan elektro d3 fresh dari semarang, mungkin karna saya lebih banyak pengalaman kali yach…
Setelah berjalan kurang 6 bulan diadakan evaluasi ulang kenaikan gaji ya Alhamdulillah gajiku naik lagi bahkan sampasi saat ini sudah 2 kali naik gaji, ternyata disaat beberapa pershn banyak yang di demo oleh pekerjanya, di satu sisi elnusa masih memperhatikan kesejahteraan karyawannya, saat ini setelah saya lulus S1 saya di promosikan untuk ke karyawan kontrak tetap yang notabene gaji dan tunjangan akan mendapat yang lebih baik, dari cerita saya ini dapat diambil hikmahnya bahwa asal kita mau bersabar tidak mesti yang ber-ijazah S1 atau D3 dapat mengalahkan yang ber-ijasah SMA, dalam persaingan kerja itu kalau di tinjau dari segi pengalamannya, mungkin untuk saya yang bujangan dengan gaji sekitar 2 jutaan itu cukuplah untuk saat ini, tetapi entah di lain hari …
Agung
Juni 5, 2007 at 3:22 am
pertanyaan simple… saya ada lah lulusan salah satu poltek(diploma) jurasan T.kompter dan sekarang berada Balikpapan di salah satu OFS sebut aja “sibiru” sebagai Drilling technician.. saya ada rencana mengambil kuliah ext diluar, sehubungan dgn jam kerja saya yg lumayan teratur..
pertanyaannya apakah mungkin stelah lulus s1 nanti si “biru” memberi kesempatan pada saya untuk jadi Drilling Engginer…
hmm mungkin gak ya… mungkin bapak2 senior yang di “biru” bisa memberi masukan….
Aan
Juni 6, 2007 at 4:22 am
asslmualaikum mas????
saya mahasiswa dari teknik sistem perkapalan -ITS sbya,,atau marine engineering..seberapa besar sebenarnya lulusan dari kami dibutuhkan utk oil company???? kita dibekali ilmu yang kuat ttg piping installation,pump and compressor!!!!! BONGKAR MUAT @ PERANCANGAN PIPA di kapal tanker;;;!!!! SAYA NGAK MENGUTAMAKAN GAJI, hanya ingin memenfaatkann ilmu saya yang gak hanya berguna bwat industri perkapalan saja, namun salah satunya bwat oil company jga bisa,,,
dede
Juni 9, 2007 at 6:33 pm
buat mas gilang, boleh dong ajak aku kerja di situ. kebetulan saya baru lulus dari perminyakan neh masih nganggur……
eko
Juni 21, 2007 at 1:46 pm
wah bagaimana caranya seorang IT di bank bisa pindah ke IT pers minyak ya?
setelah tahu dan sedikit merasakan kerja di pers multinas minyak saya menyesal kenapa dulu tidak sekolah jurusan geology or minyak…,
pentong
Juli 5, 2007 at 6:47 am
setiap saya googling ktemunya ini mulu, knpa sih bang selalu mengunderestimate-kan kalo oil company?iya saya tau kok enakna kerja di telco en kantoran macem abang gitu, tapi ya rejeki org kan beda2 setiap orang pinginnya yg terbaik buat dirinya entah dimanapun kerjanya
sarie
Juli 9, 2007 at 5:37 pm
Mbak Sarie, pendapat Mbak justru terbalik. Stereotype orang Oil Co dimasyarakat adalah pekerjaan #1, yang digaji tinggi. Ga perlu di ‘ceramahi’ di blog ini juga orang-orang sudah tahu. Justru posting ini tujuannya mendapatkan second opinion. Coba deh mba telusuri posting-posting sejenis diblog ini.
Tentang rezeki itu soalan lain, dan saya tidak pernah mengajarkan untuk tidak mensyukuri rezeki yang telah kita dapatkan. Coba deh Mba Sarie ikutin posting-posting diblog ini. Nanti Mba bisa menilai sendiri.
Salam,
priandoyo
Juli 11, 2007 at 1:29 am
Aan
Kalau kmu mau kul external, dimana hayo? di balikpapan kan ga ada universitas berbobot??
smoga aja sibiru mau ya, tapi as far as I know si biru lebih baik dari si merah
kuda lumping
Juli 19, 2007 at 7:45 am
mas Aan
mau nah ikutan masuk si Biru, kebetulan saya juga di Balikpapan saat ini. bisa dibantu ? hehe thx
FSS
Juli 23, 2007 at 9:42 am
iya gin aku juga mau
kuda lumping
Juli 24, 2007 at 8:37 am
woi yang ketrima kerja di oil co di balikpapan kok gajinya kecil ya, pulang aja kalian smua, total chevron(ex unocal), dll… anj***
kuda lumping
Juli 24, 2007 at 8:40 am
Knapa sih…… pada rebutan masuk oil company ? Sekedar masukan aja …….gimana kalo kayak aku……. Coba jadi sales batubara and timah via-commers……… lumayan kok …. gak usah panas-panas di jalan, tinggal on line aja bisa di tinggal surf or nge-blog………….
MEONG....
Agustus 7, 2007 at 2:46 am
Mas tolong juga dong informasi mengenai teman2 kita yang memulai karirnya dari program d3(alumni), gimana kerja keras mereka kalo di oilfield. Toh banyak juga kan yang ngerekrut buat posisi yang setara buat background mereka…
Ada yang tau ngga…?
Ree_doank
Agustus 10, 2007 at 12:35 pm
Mengutip sedikit kata-kata Mas Priyandoyo di atas ” balancing antara hidup kita”. Saya ingin menyoroti sedikit tentang masalah ini. Dan tolong dijadikan topik baru Mas. Bagaimana kehidupan spiritual kita (ibadah) terutama sebagai orang islam, yang bekerja di dunia perminyakan, terutama yang di bekerja di Oil Field terpencil maupun Offshore. Karena dari beberapa pengakuan teman saya, “T” yang bekerja di Halliburton (daerah operasi Kalimantan), selama 2 minggu ON, dia gak bisa melaksanakan ibadah shalat Juma’t, dan ada lagi yang baru saja resign dari Schlumberger, juga dengan motivasi yang sama (menyebabkan dia lalai dalam sholat), akhirnya setelah cuma bekerja 10 bulan, dia memutuskan untuk keluar.
Sedikit balance opini dari saya…
Memang tidak semua perusahaan minyak mengakibatkan benturan dengan ibadah orang islam, yang pernah saya ketahui, seperti Engineer2 di Chevron yang bekerja di main office, tidak ada benturan dengan jam-jam ibadah, atau juga Halliburton yang beroperasi di Duri, biasanya mereka naik bis perusahaan untuk sholat jum’at bareng di Masjid Ubudiyah Balairaja (10 Menit dari Homebase mereka).
Namun untuk yang bekerja di marginal oil field area ataupun di offshore bagaimana ? Apakah kita akan menomorduakan agama kita, atau perlu adanya tuntutan kepada perusahaan-perusahaan asing untuk menerapkan kebijaksanaan yang lebih bijak untuk daerah operasinya di Indonesia, yang mayoritas umat Islam.
Mohon sharing pemikirannya…
Anjar Priandoyo: Terimakasih mas, saya buka thread baru ya
Balancing
Agustus 13, 2007 at 3:58 am
[...] Mohon sharing pemikirannya… Mas Balancing digaji perusahaan minyak [...]
Sholat Jumat di Rig « Anjar Priandoyo, Lifeauditor
Agustus 13, 2007 at 4:09 am
plis d mas,
kasih tau gaji nya yang jelas dong….trus perusahaan lain mana ???
emang total pernah ngasih dibawah 7 jt ???
salam damai
perona
Agustus 15, 2007 at 7:44 am
mas, memangnya kalau di perusahaan migas sistem kerjanya kontrak/third party ya? berarti gajinya nanti kepotong buat outsourcingnya? gaji fresh grad di atas itu basic atau kotor? temenku fresh grad D3 ditawari enerkon-kodeco base salary 3,2 untuk field operator, itu belum dipotong pajak, memangnya pajaknya berapa?
hary
Agustus 17, 2007 at 2:29 am
Hmm….
BTW…
klo prospek teknik sipil di perusahaan minyak ( mis. Schlumberger) gmn ya??
dan biasanya dpt bangian apa & dpt gaji berapa klo freshgraduate?
DVD
Agustus 20, 2007 at 9:02 am
Saya ingin menyoroti masalah pekerja IT di sektor Oil dan Non-Oil. Sebelumnya saya bekerja di perusahaan IT Multinasional yang sangat dinamis. Kita harus mengikuti terus perkembangan IT dari hari ke hari. Dari satu sisi kadang2 saya merasa capek, karena seolah2 harus terus bekerja 24 jam. Di sisi lain, saya merasa fun, karena selalu bisa bermain dengan teknologi terkini.
Sekarang saya bekerja di oil company (sesuai keinginan saya sejak lama)dengan load pekerjaan yg relatif lebih rendah dan dengan benefit yg lebih baik. Tapi dinamikanya sangat kurang dan terasa datar. Kadang2 merasa boring. Skill dan ilmu pun tidak bisa berkembang dengan cepat.
So, menurut saya selalu ada plus minus dalam bekerja. Salary bukan satu2nya alat ukur kepuasan bekerja. Syukuri aja rejeki yg diberikan Allah hari ini.
Syarif
Agustus 23, 2007 at 5:00 am
Bagus dan menarik blog ini. Diketemukan secara tidak sengaja waktu saya mengerjakan assignment :)
Saya Saat ini sedang kuliah disalah satu Univ di Auckland, program S2 International Business.
Kalau mau mendapatkan info bekerja di dunia perminyakan Indonesia (non engineering), kemana yah mencarinya?
Makasih atas infonya.
Salam Indonesia!!
Zip
Agustus 24, 2007 at 6:08 am
Kok ngga ada yg ngebahas soal non-field salary yah?
dulu saya mau ditawari salah satu distributor oli US, tapi kok tawarannya ngga gede yah, padahal job desc udah direct report ama CFO South East Asia.
jadi kepikiran, jgn2 survey swa yg bilang gaji di perminyakan itu gede, kebanyakan ngambil dari gaji yg di field ya?
kebetulan saya kerja di gedung yang banyak oil co, tapi banyak banget yg pake ID contractor, jadi males mau apply lagi :(
ada comment?
Telco Staff
Agustus 24, 2007 at 11:23 am
gak sengaja mampir disini .Setelah baca halaman ini Saya mau komentar dikit,
Kerja di gas oil ada enak/ga, saya bekerja di kontraktor untuk gas prosees untuk oil field company. Saya terdaftar di kantor di Dubai UAE sebagai karyawan katanya,
Dulu saya pernah bergabung waktu perusahaan ini punya perwakilan di Indonesia dan mengundurkan diri setelah bekerja 4 tahun ke lain perusahaan karena tawaran gaji lebih dan posisi juga dikantor, sebelum nya dilapangan dengan 3 minggu on/off.
Perbedaan yang saya rasakan, yang sangat drastis adalah banyaknya waktu dan tenaga saya hilang di perjalanan, dua pergi dan dua jam pulang, maklum saya tinggal di pinggiran, belum mampu beli rumah dekat deket kantor. padahal jam kerja cuma 8 jam wuiih, gak sebanding dengan juga dengan kelebihan yang saya dapat.
Dilapangan memang jam kerja 12 jam sehari dan 7 hari seminggu. jauh dari keluarga selama on tapi bisa sedikit diobati dengan teleponan atau chat atau email. Saya merasa saat lebih enjoy kerja seperti itu bisa mengontrol emosi dan kadang kadang dapat tambahan side job lumayan juga 15 jt seminggu.
Sekarang saya bolahk balik dubai, bangladesh, thailand dan nanti rencana mau ke nigeria.
Jujur dalam hati saya lebih suka kerja di perusahaan lokal yang punya komitment untuk international seperti mereka yang mereka yang International ke lokal, Merasa lebih dihargai pendapat dan karya.
Benny Aswin
Agustus 25, 2007 at 4:19 pm
menarik juga mengikuti diskusi disini, mulai dari yang serius sampai yang kurang serius hehe, nice blog.
mengamati kerja di oil & gas akhir-akhir ini memang menarik, apalagi setelah adanya kenaikan harga minyak yang sangat signifikan awal 2000an kemaren, hal ini menyebabkan giatnya kegiatan eksplorasi and eksploitasi. hal ini juga berdampak dengan kebutuhan tenaga kerja dibidang oil & gas, baik di indonesia maupun diluar negri. Semakin meningkatnya kebutuhan tenaga kerja membuat banyak perusahaan luar negri yang merekrut tenaga indonesia (GGE/geologist,geophysicist and engineer) seperti petronas, saudi aramco, qatar petroleum, rasgas, pdo, koc, oxy dan dan beberapa perusahaan lainnya. Hal ini membuat banyaknya tenaga profesional indonesia yang hengkang keluar negri selain mendapatkan gaji yang lebih besar dan benefit lainnya, dan juga ditambah ketidakpuasan atas ketimpangan gaji yang cukup besar antara expat dengan tenaga indonesia.
jadi sebenarnya yang sekarang kita liat gaji oil and gas di indonesia cukup besar, seharusnya lebih besar lagi kalau kita mau compare dengan pasaran internasional. ini berawal dari kebijakan pemerintah dalam pengaturan gaji tenaga indonesia sendiri. Sebagian kumpeni di indonesia sebagian kecil mulai menaikkan gaji karyawannya dan mengikat dengan berbagai benefit supaya tidak lari keluar.
rumput tetangga memang terlihat selalu hijau seperti kata pepatah, ngga akan pernah puas, apalagi kalau bicara masalah gaji, seperti beberapa tulisan temen-temen diatas menyebutkan money is not everything, yups, kita akan selalu mencari yang terbaik, itu harus, tapi apa yang kita dapat sekarang, dimanapun itulah yang harus dinikmati, seperti ada kata-kata yang saya dapat dari blog lain (saya lupa nama blognya) “AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU
MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN”.
rinaldi
Agustus 28, 2007 at 6:27 am
Mas Anjar Priandoyo, blog anda bagus sekali sangat2 informatif, saya pengin bisa bekerja di salah satu offshore , tapi saya ga ada pengalaman 1 pun di migas apalagi offshore, saya hanya punya pengalaman kerja di perush IT const di surabaya selama 3 thn di bagian assistant engineer, saya lulusan poltek ITS elektro-teknik telekomunikasi. tolong donk bagi mas anjar atau dari temen2 lain info vacancies di offshore nya, kali aja bisa nikmatin gaji segede gaji kalian
thanks
Yahya-Pemula
September 1, 2007 at 1:50 pm
Bos,cuman mau meluruskan,gaji seorang IT di perusahaan minyak gak kecil kok,tapi IT yang jenis network ya,soalnya network ini plays important role didalam perminyakan,benar2 sangat penting,apalagi mesin2 intrumentasi mereka yang ngitung buat metering yang datanya bisa worth jutaan dollar sehari,terus network yang menghubungkan operator dengan control valve,soalnya ane punya temen yg kerja di oil company,udah CCNA ama ceritified CCNP (dibayarin kantor untuk les plus certificationnya),dia digaji gede,plus betul2 mission critical,bahkan denger2 gajinya segede senior engineer perminyakan di perusahaan tersebut,jadi orang2 IT yg bergerak dalam networking jangan takut masuk perusahaan minyak,ok
Mandrag
September 2, 2007 at 4:45 pm
To the point, saya punya beberapa pertanyaan buat Mas/Mbak yang udah senior dan experience di dunia oil & gas. Dan saya yakin telah bertanya di blog yang tepat.
Begini Mas/Mbak, beberapa waktu yang lalu saya ikut seleksi penerimaan karyawan perusahaan oil & gas, sebut saja namanya “TE Co.” yang settle di Duri – Riau. Karena persyaratan seleksi memperbolehkan mahasiswa yang berada di semester terakhir untuk mengikuti tes, maka saya pun ‘memberanikan’ diri untuk ikut. Alhamdulillah… saya lolos. Tahapan seleksi yang sudah saya ikuti: administrasi, tertulis, interview, terakhir saya udah medical chek-up.
Mas/Mbak yang baik, yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Kira2 tesnya apalagi ya?
2. Kalo keputusan finalnya adalah saya diterima (semoga…), berapa lama company mau men-delay agar saya menyelesaikan studi? Dan selama masa delay apakah saya sudah dapet gaji? Soalnya mata udah rada ijo nih Mas/Mbak…
3. Saya kuliah di salah satu PTN di pulau Sumatera, dengan major: Electrical Engineering dan minor: Electronics/Telecommunication, degree: Sarjana Teknik (insya allah…). Kira2 berapa rentang gaji yang pas buat nego2 gaji nantinya?
4. Berdasarkan informasi, calon yang lulus akan ditempatkan di field, yaitu di subdivisi Electrical Submersible Pumping (ESP). Menurut Mas/Mbak, bidang ESP ini vital ngga’ di field? Banyak ngga’ ilmunya? Gimana peluangnya ke depan? Udah banyak ngga’ engineer indo yang expert di bidang ini? Soalnya, saya punya target buat ngedalemin bidang ESP biar bisa enhancing skills ke luar negri, trus pulang ke indo, kemudian minta naik gaji, abis itu ‘dibajak’ deh sama company yang nawarin bayaran yang lebih tinggi… he he he
Terakhir, saya membuka mata, telinga, dan hati selebar-lebarnya buat jawaban dari senior2 semua. Dan mohon maaf kalo ada kesalahan kata2.
Tengkyu ya Mas/Mbak…
regard from junior,
aan13
aan13
September 4, 2007 at 5:23 pm
Untuk Mbak Widhi,
Mau tanya nih mbak. Dulu pertama kali bisa masuk WesternGeco caranya gimana? Lewat recruitment di kampus ato langsung apply ke slb.com ? Kalo nekat langsung apply k slb.com gitu bisa ga ya?
Saya fresh graduate Electrical Engineering salah satu Universitas terkenal di Indonesia tercinta. Tapi kalo bukan geophysics bisa masuk ga ya?
Sekalian kalo boleh nanya, dulu tahapan seleksinya aya apa mbak? Kalo bisa ngasih detailnya juga Alhamdulillah. Saya pengin banget kerja di WesternGeco.
Maaf sebelumnya. Terima kasih banyak….
Roni
September 5, 2007 at 9:21 am
saya mau tanya gimana ya cara nya buat jadi dokter perusaan minyak?saya datar dimana ya?trus biasanya syarat2 nya apa aja?saya sangat berminat. skrg saya masih mahasiswi di sebuah fak kedokteran. mempermasalahkan gender gak c?makasih
indah
September 5, 2007 at 3:31 pm
Mbak Widhi,
Salam kenal,
Sebelumnya klo boleh tanya kenapa mau masuk Western Geco? Setahu saya SLB itu banyak divisinya.
untuk infonya, klo memang mau gabung ke Wesern Geco, daftar aja di http://www.slb.com, tapi ini general loh, biasanya nanti mereka yang arahkan kamu masuk kemana alias tergantung kebutuhan SLB juga.
Biasanya SLB tiap tahun pasti dateng ke Kampus2 untuk merekrut para lulusan baru, gak hanya buat lokal tapi juga buat Internasional. untuk catatan supaya bisa di terima paling gak IPK minimal >= 3, biasanya akan lebih mudah and bahasa inggris and bahasa asing yang lain klo bisa lebih bagus.
Mudah2an membantu
sentree
September 8, 2007 at 3:29 am
Mas,ada nggak perusahaan minyak yang mentraining pegawainya yang lulusan dengan basic bukan engineering akan tetapi science,kalo pun ada syaratnya apa aja?dan standar gajinya biasanya berapa?
aji
September 12, 2007 at 10:54 am
mau nanya soal karier di oil company
gimana ceritanya
perkembangan karier kita disana
saya seorang mahasiswa tehnik elektro yang berencana mengambil subjur elektronika(kalo perminyakan biasanya banyak yang arus kuat)
apakah ada pekerjaan2 tertentu yang sama sekalo tidak bisa berkembang kariernya atau semua bisa tergantung kemampuan dan kemauan
terimakasih
mid2x
September 12, 2007 at 12:53 pm
Kalo saya cuman lulusan smp ga ada yang mau terima di perusahaan … apa lagi migas ….. hehehehe…. kapan yah bisa kerja di migas .. dengan di iming2 gaji yang lumayan besar kayak di atas ….. yaah itung itung bisaa ngaseh uang sama orang tua…. qe3 ‘…
ghembel
September 13, 2007 at 11:33 am
wis ojo rame ae, sing pengen kerjo di office ya kerja sono, sing nang minyak yo kerjo dewe.. ga usah rame golek sing apik sing elek. sing dhuwur sing endhek
kodok
September 13, 2007 at 5:54 pm
Mas Aji,
Sebenarnya klo perusahaan yang mentraining pegawainya, itu sih banyak juga, tapi rata2 hampir semua perusahaan multinasional pasti akan mentraining pegawainya, tapi tentunya sesuai dengan kebutuhan mereka, jenis trainingnya juga bermacam2.
Saya juga pernah denger dari beberapa teman bahwa ada juga perusahaan yang menyekolahkan pegawainya yang memang kompeten. Yah semua itu tergatung kebutuhan dan untuk kita sendiri, tergantung nasib dan keberuntungan , :D
sentree
September 17, 2007 at 12:38 am
Oh,gitu ya,tapi pertanyaannya mas sentree,apa syaratnya kita bisa masuk ke perusahaan minyak bila basic kita dari science,tapi saya juga sebenarnya udah pernah mengikuti perkuliahan mengenai metode seismik yang banyak dipakai untuk interpretasi.
aji
September 20, 2007 at 10:27 am
mau ikut sharing yah,perusahaan minyak untuk training bagus kok (mungkin gak bisa dipukul rata,tapi alhamdulillah company tempat gw cari makan lumayan bagus),bahkan mempunyai department khusus didedikasikan utk menganalisis gap competency,setiap tahun manager akan menyuruh kita membuat rencana jangka panjang mau kemana kita pergi,nanti departmen khusus akan mengassement,nanti akan diliat kita kurang dimana,bahkan kalau harus di s2 kan ya dibayarin s2nya walaupun ya harus ngantri,karena ada batas company bayarin berapa orang pertahun,makanya bisa aja seorang teknik elektro ngurusin field gas marketingnya misalnya,terus bahkan ada senior manager operations di perusahaan minyak lulusan ekonomi bertitel MBA
Mandrag
September 20, 2007 at 12:23 pm
[...] sempet bingung dan feel weird membaca perdebatan antara mas priandoyo dengan gilang di http://priandoyo.wordpress.com/2007/04/17/gaji-di-perusahaan-minyak-analisa-untung-rugi/. ya gak nyambung dong seorang offshore practicer debat dengan seorang auditor dalam masalah [...]
blogs around EPC and Oil & Gas « Kampungmelayu’s Weblog
September 23, 2007 at 3:28 am
buat aan13
perushaan minyaknya Chevron (CPI) ya…
1. setau saya kalau udah medical check up, tinggal nunggu tanda tangan kontrak aja tuh…..selamat ya
3. wah mantap tuh….lulusan PTN sumatera dilirik oleh perusahaan minyak kayak chevron(jarang2 lho…), apakah dari UNAND,USU atau UNSRI ??…..kalau gaji mending gak usah nego2 dulu deh, terima aja apa adanya, ya pasti lumayanlah…..chevron gitu lho….
4. setau saya kalo di perusahaan minyak itu ada 3 penempatan buat anak elektro
- IT Support (masalah network perusahaan sebagai support terhadap bisnis inti perushaan) –>isinya anak2 elektro telekom dan Komputer
- Power Generator and Transmission (PG&T, Scada, sebagai penyedia tenaga listrik buat operasional perushaaan)….biasanya isinya anak2 elektro arus kuat(tenaga listrik)
- Instrumentasi Perangkat2 perminyakan….karena di setiap tool2 perminyakan ada rangkaian elektronikanya gunanya buat instrumentasi dan monitoring (drilling tool, pumping tool, reservoir tool, dan oil transmission yang melewatkan minyak mentah ke pipa2)–>isinya anak2 elektro elektronika dan instrumentasi–>mungkin ESP itu letak nya di sini kali ya ??…..
Pemula
September 24, 2007 at 10:09 am
iya saya sama seperti mba sarie, setiap googling ketemunya blog mas pri terus,,,iya seperti mengunder-estimatekan sektor migas..setelah saya trace mas terlalu sensi sama org2 yg kerja di oil co. seperti di page ini mas gilang bilang kalo di oil company penuh tantangan, mbok jangan di protes dulu to mas, ya semua pekerjaan ada tantangannya. Tapi kalo di oil co (field) itu saya rasa lebih besar , karena termasuk pekerjaan hi-risk, bayangkan kalo ada tsunami/rig meledak?rejeki orang beda2 mas, ya mungkin orang juga pgn enak seperti mas pri, gaji besar , ruangan ber-ac tanpa harus ke hutan2 diujung dunia(page yg lain) kerja di telco..Satu lagi hampir semua sektor produksi kuncinya adalah BBM. Pabrik ga bisa jalan tanpa BBM…jadi klo buka forum seperti ini jangan sepihak..netral saja. Banyak teman saya juga bilang setiap search artikel gaji migas mampir kesini, pertama2 artikelnya menyemangati, tapi di comment2nya yang ujung2nya mas pri berusaha ngrubah citra itu..coba sekali-kali ngerasain orang2 yg kerja di minyak mas, mereka terpaksa ya mungkin ga pgn anak istrinya ga bisa makan….ya hargai usaha orang , biarkan orang2 itu mendapat gaji besar,,setimpal dengan pengorbananya kok…anyway, citra gaji besar di oil co tetap gabisa diubah…-saya kerja di telco-
anjar: mba sarie, mas agung dan teman-teman di oil lainnya, saya tidak berpihak pada suatu industri manapun, lha wong saya juga cari makan dari sektor itu, ini murni untuk diskusi, dan teori diskusi -bahkan di skala talkshow pun harus ada pro dan kontra biar diskusinya hidup. begitu kawan.
agung
Oktober 1, 2007 at 5:20 pm
denger jadi pedagang beras bisa dapet pemasukan bersih 40jt/bln lho,,,gak diperbudak waktu,,,jadi boss di warung sendiri,,,,he he
Andika
Oktober 4, 2007 at 1:33 am
Tau gk ya…,APA di EXXON lagi penerimaan karyawan….?.nama saya apa sudah keproses yaaa..081359369947
Abdul rozaq
Oktober 5, 2007 at 5:50 am
@andika
wah hebat jg yah pedagang beras bisa dapet 40jt/bln ?
itu di daerah mana ? apa beritanya ada di internet ?
saya masih takjub loh..
wong ndeso
Oktober 5, 2007 at 8:12 am
saudar2ku yang terhormay sebangsa setanah air
tiap tahun slambersi mengadakan recruitment di kampus ugm
terakhir pada septmbr2007 , dari 500 orang yangndaftar
cuma diterima cuma 1 orang teman saya teknikmesinugm
hidup teknik mesin ugm
NGERI..he222
tiap perekrutan slambersi pasti ada yang keterima di slambersi
moga2 tahun depan…giliranku
prima
Oktober 7, 2007 at 11:48 pm
exxon mobile lagi perekrutan besar2an di teknik ugm tapi hanya untuk jurusan2 di ugm, seleksinya di tiap2 jurusan teknik ugm, syarat ipk minml..3,5
geologi dah, sipil dah,kimia dah..
kok mesin belum yyy??
ihik22 kapan ya???
taktunggu wahai exxon mobile
prima
Oktober 7, 2007 at 11:51 pm
beberapa bulan yang lalu..teman saya ditelpon dan dikasih akomodasi tuk tes di jakarta di salahsatu oilcompany
enak sekali dapat pesawat gratis, hotelgatis
tapi pas giliranku…kok aq cuma di sms ku disuruh ke itb tuk tes oil company..
akhirnya ku gak dateng….habis sore aq di sms…paginya kusuruh tes…padahal ku di jogja….
wah aq jadi menyesal gak datang….ihik2222
prima
Oktober 7, 2007 at 11:55 pm
Saya juga bekerja di oil company, tepatnya di kalimantan timur.Basic saya SMU, gaji berkisar antara 9-12 jutaan.Schedule 2 minggu on-2 minggu off.
bambang
Oktober 13, 2007 at 10:58 am
@wong deso.. daerahnya di Pemalang Jawa Tengah (berdasarkan info dari bapaknya temenku yang juga pedaganag beras disana). Hmmmm,,,,ni kok ane jadi bingung yah,,,pingin masuk telco apa oil yuah??? ada masukan??? soalnya ane pingin klo kerja keluar Jogja udah nikah dulu,,,gitu,,,,
Andika
Oktober 14, 2007 at 7:57 am
saya pgn bgt kerja di perusahaan minyak,
y jujur lah..mngininkan gaji gde gtu, saya masih smester 3 teknik elektro, jurusan elektro industri d slh satu univ/politeknik ternama d jkt.
apa aj yg saya perlukn?!
supaya saya bsa mempersiapkn mulai dari skrg.
selain kmampuan elektro, sy jg pny skill khusus d bidang networking/router.
Tommy
Oktober 14, 2007 at 11:48 am
Mau share juga, saya dah 1 tahun kerja ke Halliburton, masuk di divisi Logging. Kalo gaji standar S1 buat Field Engineer ya sekitar 15juta buat fresh graduate. Buat selanjutnya itu tergantung projek / job yang dikerjain, buat yang kebagian job gede ya dapet bonus gede, bisa 50-100 juta. Tapi kalo job nya kecil2 an ya paling dapet bonus 10-20 juta perbulan
Aji
Oktober 15, 2007 at 10:29 am
Rame banget diskusinya. Gatel juga untuk ikutan.
Saya sudah kerja di migas lebih dari 10 th lalu (sejak fresh graduate teknik perminyakan). Mulai dari american oil company nyang punya lapangan di Papua, engineer di Schlumberger terus pindah ke beberapa oil company local. Memang gaji lebih besar daripada rata-rata industri lain tetapi benar juga kalau dibilang oil company itu sudah mature. Artinya suatu saat industri Migas tidak akan menjadi impian lagi untuk mengejar gaji besar.
Dari pengalaman pindah-pindah perusahaan saya lihat lebih enak kerja di officenya karena dengan gaji cukup besar bisa hidup enak di Jakarta. Bisa ketemu keluarga terus, bisa main sama anak-anak, bisa liburan bareng keluarga. Memang kerja di lapangan gaji besar tetapi kita kehilangan waktu untuk keluarga yang saya kira tidak bisa diukur dengan uang.
Thx
Jojok
Oktober 16, 2007 at 8:13 am
ikutan nimbrung ya temans, kebetulan saya kerja di perusahaan minyak asing dari inggris tapi sebagai staff kantor bukan lapangan. harus diakui kalau dari tunjangan dan gaji saya boleh dibilang cukup berbangga. komparasinya adalah dengan suami sendiri yang kebetulan staff salah satu bank asing terkemuka. tapi yang saya mau luruskan disini bukan dari segi uangnya. seperti temen2 bilang, bahwa kerja bukan melulu gaji. yg saya mau bandingkan dengan bidang suami di perbankan, saya malah boleh dibilang hampir tidak pernah lembur. pulang selalu tepat waktu. rekan2 di kantor pun kalau jamnya pulang boleh dibilang “selalu disiplin”. gak pernah terlambat kecuali kepepet. kebetulan sekali perusahaan tempat saya bekerja punya kebijakan kerja 9 jam sehari tapi setiap 2 minggu sekali jumatnya boleh off, bergantian. hal itu sangat membantu buat saya yang punya anak 2, dimana saya bisa pake jumat off itu untuk mengantar sekolah, jalan2, dan spend waktu dengan mereka. hal itu jauh lebih berharga kan?
cheers
Sharon
Oktober 18, 2007 at 6:28 am
hi friends, salam kenal ya. saya sependapat dgn sharon. gaji or uang bukan segalanya tapi kalo ada pendapatan bagus + bonus kumpul dgn keluarga khan lebih bagus. saya sebelumnya berlayar di company japan dgn good salary utk ukuran saya tapi jauh dari keluarga dgn durasi kontrak 6on 2off ternyata ada yang kurang tuh. sekarang saya bekerja di bidang marine konsultan dgn gaji sedikit dibawah waktu berlayar ternyata saya lebih enjoy. pekerjaan tidak monoton, dilapangan ketemu kapal, rig, di kantor ketemu paper work, and bonus ketemu keluarga setiap hari. pilih mana……. lebih asik lagi kalo ada bisnis sampingan ya….
gbu
farid teguh
Oktober 19, 2007 at 3:37 am
Salam kenal, saya lulusan teknik mesin salah satu PTN di jateng. Saya bekerja di salah satu mining contractor di samarinda, saat ini bekerja sebagai mechanic instructor untuk heavy equipment atau istilahnya alat berat. Dulu saya sangat berambisi untuk masuk ke oil service/oil company – sampai sekarang juga sebenarnya masih berambisi sih melihat salary & facility yang cukup bagus; but, melihat background experience saya yang notabene berada di “kawasan” HE, saya tetap keep searching opportnty. slow but suwe….
Suatu saat saya melamar di slb dan ternyata mereka merespons dan langsung dilakukan interview dengan 4 orng (1 indonesia asli + 3 orng asing – salah satu dari mereka orang asia ). Anyway omong punya omong + bla3X…mereka tertarik supaya saya bisa bergabung dengan slb dengan posisi pada yang ditawarkan adalah Jr.Maintenance Technician. Saat itu total pengalaman kerja saya sekitar 6 th. Saya cukup gembira saat karena perkiraan saya, mereka akan offer saya more than ussual they give to others. Ternyata tawaran mereka jauh dibawah perkiraan; flat :3,5jt basic +lain2 total “hanya” 5jt potong pajek. Mungkin untuk fresh graduate, ini akan sangat banyak tetapi dengan mempertimbangkan harus kontrak rumah, belum nanti sering ke site yang waktunya infinitive/tergantung kebutuhan, saya memutuskan untuk tetap bekerja di perusahaan ini sampai skrg. meskipun sekitar 7,5jt an tetapi fasilitas rumah,cuti 4 bln sekali (termasuk keluarga), kesehatan dll dibiayai oleh perusahaan.
Sampai saat ini saya juga masih selalu mencoba mengadu keberuntungan di perusahaan lain terutama Oil Co. Siapa tahu kalau memang beruntung, siapa sih yang nggak mau…
Sony
Oktober 19, 2007 at 5:24 am
salam kenal, pertama posting ni..
saya lagi bingung.. saya sudah bekerja di salah satu PSC di pekanbaru.. alhamdulillah sudah bekerja selama 11 bulan, dan sudah permanen.. gaji yang diperoleh total sekitar 9 jutaan..
namun, saya bingung,,terlalu banyak yg harus saya pelajari di industti oil & gas ini (saya basic s1 telekomunikasi).
akhirnya..iseng2 nglamar di perusahaan telekomunikasi, dan akhirnya ketrima.. sampai sekarang saya belum memutuskan akan memilih yang mana.. gaji yg ditawarkan sekitar 4juta pertahun. concern saya untuk mengambil keputusan:
1. kerja di oil termasuk berat karena kekurang sesuaian dengan bidang saya, beban kerja yg memang berat (job desk banyak) dan waktu tersita karena harus di field (2 minggu field, 1 minggu office jakarta, 1 off)
2.masalah gaji yang terlalu jauh dari yang saya terima sekarang. gaji di oil 2x lipat gaji yang ditawarkan perusahaan telekomunikasi.
3. karir kedepan untuk oil dan perusahaan telekomunikasi.
demikian..
mohon jika ada masukan dari rekan2 semua..
terimakasih,
gunk
gunk
Oktober 19, 2007 at 6:36 am
yah emang gaji bisa sebagai tolok ukur pekerjaan sih.
tapi mungkin kita harus komparasi dengan keuntungan maupun kelebihan bekerja di field oil company.nyawa taruhannya tuh. bosku dl di oil company, pas heli yang membawanya ke remote area ( untuk troubleshoot )hendak landing…Blaarrr terjadi ledakan. syukurnya itu remote area yang gak ada pekerjanya. sejak saat itu beliau memutuskan keluar. sekali lagi nyawa men taruhannya…..
belum lagi jauh dengan anak istri, kita gak tau perkembangan anak juga istri lagi dirumah ato klayapan..kan kita gak tau.
cari yang semua seneng deh..anak seneng, istri seneng, keluarga seneng ,semuaaanya seneng he he he
Doni
Oktober 19, 2007 at 8:05 am
Tidak selamanya gaji besar itu adalah suatu anugerah. Sebelum di pershn yg skg saya pernah bekerja di mining company dengan schedule spt kantoran, 5-2, hanya sabtu dan minggu libur, saya di daerah Indonesia Timur (remote area, 600km dr ibukota propinsi) sedangkan anak-istri di pulau Jawa. Kita hanya bisa bertemu dan berkumpul dalam waktu 2mgg setiap 6bulan. Betapa ironis jika mengingat ketika anak pertama (8bln) menangis tidak mau digendong oleh ayahnya sendiri (“belum kenal”.red). Sampai skg saya masih merasa ada waktu yang hilang secara sia-sia. Saya tidak bisa melihat perkembangan anak “day to day”. Betapa bahagianya orang tua dapat melihat anaknya mulai bisa duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan bicara. Itu semua tidak bisa dibayar dengan uang berapapun. Dan ingat, waktu tidak bisa diputar kembali.
Syukur skg sudah pindah ke oil company, office based. Tetapi sekali lagi, meskipun dibaningkan dengan field based gajinya kalah, tetapi saya merasa puas dapat melihat perkembangan anak.
Pertanyaan, apakah bagi yang kerja 2-2 di platform atau production facilities sudah puas dengan gaji kepala “2″ atau “3″ ? Dibandingkan dengan kepuasan melihat perkembangan anak “day to day” yg mgkn akan terlewatkan saat “ON” 2mgg di platform.
Cita-cita saya hanya simple, pengen punya usaha sendiri. Sehingga tidak lagi menjadi “jongos” yg hanya menunggu gaji tiap bulan dan pesangon di waktu pensiun kelak.
Kalau ada yang bilang/menilai saya “cengeng” mgkn bisa dibandingkan pengalaman kerjanya, saya pernah di office, offshore, onshore, remote area (mining).
Togog
Oktober 22, 2007 at 6:13 am
alo fren….
iya nih kalo boleh pilih memang duaduanya kita bisa dapet.
tapi kalo boleh jujur sebenarnya gaji karyawan oil gas di indonesia masih kecil deh…
ada bisikan dari temen saya katanya coba kerja di oil gas company di dubai lebih keliatan hasilnya. sekalian ninggalin keluarga dalam jangka waktu tertentu tapi mendapatkan yang berlipatlipat dibanding kerja di rig di indonesia.
coba aja, toh gak ada ruginya….
sekedar info nih…. perubahan gaji ke arah lebih baik mungkin bisa terjadi salah satunya dengan cara kompak beralih ke company yang menawarkan gaji yang standarnya internasional…. oil n gas tuh big bisnis lho…. jadi apakah mau kalo orang yang terlibat di dalamnya dihargai murah….
semoga pekerja rig di indonesia gak cepat puas dgn gaji yang sudah didapat….. nyawa kita taruhannya fren…..
good luck…..
iwan
Oktober 26, 2007 at 3:48 am
Wah jadi kepingin ikut nimbrung nih.
Saya mau coba berbagi pengalaman saya bekerja di dunia migas. Kebanyakan orang berpikir bahwa dunia migas hanya identik dengan oil company yang memiliki ladang minyak di daerah terpencil atau lepas panati, namun sebenarnya lebih dari itu. Di oil company sendiri ada industri hulu (upstream) dan industri hilir (downstream). Industri hulu berhubungan dengan eksplorasi dan produksi (E&P), dan biasanya ini berhubungan mulai dari survei seismik, drilling dan produksi (btw saya baru buat blog yang berhubungan dengan logging, bisa dilihat di SBaskoro & Logging http://sbaskoro.multiply.com, ini masih baru jadi maaf kalau belum banyak informasi di sana). Dan untuk industri hilir berhubungan dengan pengilangan, pipeline, trading. Jadi industri migas itu tidak hanya berhubungan dengan rig atau platform lepas pantai dan ladang minyak di tengah hutan atau padang pasir.
Selain daripada itu banyak sekali perusahaan oil service company yang terlibat dalam kegiatan di industri hulu dan hilir. Saya lebih banyak tahu tentang industri hulu. Beberapa perusahaan oil service besar yang terlibat di industri hulu adalah: Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, Weatherford, BJ Services. Untuk drilling banyak sekali, seperti TransOcean, Noble Corp., Diamond, Parker dll.
Jadi pada intinya adalah kita harus tahu dulu jenis pekerjaan yang akan kita pilih. Saya sering menyampaikan kepada adik kelas kalau memilih tempat kerja praktek (internship) adalah tempat dimana kita akan bekerja nantinya. Jadi kita usahakan untuk memilih tempat yang terbaik. Sehingga setelah bekerja nanti, kita tidak akan mengalami culture shock. Dan pada akhirnya kita akan bisa memutuskan untuk tetap bekerja di bidang itu, atau banting setir ke profesi yang lain nantinya.
Dari uraian saya di atas, terlihat bahwa dunia migas sangat luas. Bagi mereka yang berlatar-belakang geosaintis (gelogist, geophysicist, petroleum engineer) tentunya cocok dengan eksplorasi dan produksi. Untuk mereka yang dari teknik mesin, teknik industri, teknik kimia, teknik elektro dapat melihat di industri hilir. Ini berhubungan denga surface facility, pengilangan, proses otomatisasi, proses control (sperti SCADA) dll. Dan dari ekonomi, bisa bekerja di ekonomi perminyakan yang berhubungan dengan trading.
Saya sendiri berasal dari teknik elektro, dan lebih lanjut anda bisa lihat di blog baru saya seperti di atas. Pesan saya juga adalah kita harus melihat jenjang karir minimum 3-5 tahun ke depan, setelah itu tergantung dengan bagaimana anda berkarya dalam pekerjaan itu. Dengan demikian kita bisa lebih tahu arah yang akan kita capai. Masalah kompensasi yang kita terima, kita harus meninjaunya lebih jauh. Biasanya di dalam paket yang kita terima tidak hanya gaji bulanan, namun ada tunjangan yang lain untuk rumah, kesehatan, sekolah anak, transportasi dll. Jangan lupa juga asuransi dan pensiun. Beberapa perusahaan juga memberikan program retensi untuk pegawai yang berhubungan dengan bisnis inti (core business) mereka, seperti discounted stock purchased program, employee stock option, restricted stock unit dll. Dan untuk karir, mereka juga menawarkan training-training yang menarik dan assessment yang fair. Kalau anda memiliki performance (outstanding atau exceed expectation) yang baik dalam bekerja, anda bisa mengarahkan karir anda ke arah yang anda mau.
Bagi yang tertarik untuk bergabung dengan Schlumberger silakan kunjungi website ini: http://www.slb.com/content/careers/index.asp?entry=careers&
Salam,
SBaskoro
sbaskoro
Oktober 30, 2007 at 5:30 am
dayadimensi…
Apa kabar kelanjutan tes Chevron Pacific di bandung 9 Okt 2007 kemaren…
Apa sdh ada???
mohon beritanya dr tmn2 yg ikut tes di bandung tgl 9 Okt
raiz
Oktober 31, 2007 at 7:04 am
Hafizh,
GnG (explorasionis) itu kerjanya apaan sich?kebetulan saya tertarik dengan dunia migas & energi dan untuk memantapkan pengetahuan saya tentang migas maka thesis (karya akhir S2 Magister Management) saya mengekplorasi peluang-peluang bisnis di migas & energi. Banyak sekali lowongan kerja di migas baik lapangan maupun kantoran tapi semua itu mensaratkan harus pengalaman di oil industry padahal sampai sekarang saya bekerja di electronic company, apakah dengan modal pengetahuan saja (thesis, dll) tanpa pengalaman kerja di oil industri mereka mau memberikan kesempatan bagi saya untuk bergabung dengan mereka?Terima Kasih
Kim imaN
November 7, 2007 at 1:46 am
salam,
Dari sejak jaman aku kuliah ampe sekarang (dah kerja) aku msh “nafsu” mencoba kerja di perminyakan..walaupun apa yang saat ini aku dapatkan sudah aku syukuri!! sekedar informasi aku lulusan jur komunikasi universitas ternama di pulau jawa, beberapa waktu lalu saya sempet merasakan MT di salah satu bank (baru) di jakarta, walaupun bank ini milik group besar (3 besar di Ind) beberapa waktu lalu dan kini aku menempati posisi operational manager di cabang daerah jabar..
namun entah kenapa perasaan “kebanggaan” bekerja di oil company lebih memaksa saya untuk tetap mencoba apply kesana-sini..kebetulan wilayah kerjaku dekat dgn explorasi chevron..semakin menjadi jadi hasrat ini..
tak dapat dipungkiri alasan klasik tetaplah “uang/gaji”..yang jauh lebih menggiurkan..
pesen buat seluruhnya : “biarlah forum ini menjadi ajang curhat kita masing2..”tetapi jgn sampai merubah apa yang ada di hati kecil teman2..yang mau ke minyak silahkan..yang mau ke perbankan juga silahkan..toh semua tergantung yang punya hidup kita..”sang gusti pangeran”
amien..
salam hangat,,
skyy
November 7, 2007 at 6:32 am
teman2,mas anjar,tolong di informasikan brp standar gaji untuk seorang PROCUREMENT ANALYST di EXXON dg requirement kualifikasi experience min 2thn (min IPK 3.2),status karywan kontrak BODYSHOP(kl ga slh),mohon bntuannya untuk di informasikan kira2 brp ya range salarynya,soalnya nge blank nih,tks-libi-
libi
November 8, 2007 at 3:44 pm
saya pengen kerja di pers minyak tolong dong bantu siapa aja!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
dimana aja saya mau
kasboelah
November 8, 2007 at 6:48 pm
oeiiiiiiiiiiiiii siapa yang masih ada di sini
kasboelah
November 8, 2007 at 6:54 pm
TUHAN TOLONG TURUNKAN HUJAN EMAS DI RUMAHKU
TUHAN……… KAU DENGARKAH PERMOHONANKU INI?
Gila apa teriak – terial minta emas dari Tuhan? Emang Kamu Nabi Yang Bisa Minta Mujizad Ama Tuhan Trus Langsung Dikasih?
Ghen d
November 9, 2007 at 1:22 am
selamat siang semuanya
sebenernya di milis ini saya ingin curhat tentang nasib saya. saat ini saya study di bidang engineering S2 di UGM. tahun 2000 saya masuk D3 di universitas negeri semarang dan tahun 2003 lulus dan kemudian lanjut langsung di universtisa tersebut. tahun 2006 saya lulus. sebelum saya lulus, saya memang aktif di di kampus tersebut mulai jadi assisten dosen di uni tersebut dan assisten di uni uni swasta dan pernah bekerja sebagai manajer departemet informasi dan teknologi uni negeri semarang.
saya lulus, kemudian saya masih membantu di uni tersebut dan diangkat sebagai pengajar tetap di salah satu uni swasta kecil didaerah. saya memang bercita cita menjadi dosen, kemudian tahun 2006 saya masuk S2 saya di UGM sampai sekarang semester III dengan beasiswa dari pemerintah.
keinginan saya menjadi dosen kemudian sedikit buyar karena desakan ekonomi dan peluang yang kadang ada dan tidak ada (untuk menjadi dosen negeri). secara ekonomi saya membutuhkan salary yang cukup dan menghargai ilmu yang saya peroleh saat ini. sehingga rasa idealis saya untuk menjadi dosen luntur. secara peluang menjadi dosen negeri (PNS) jarang ada kesempatan sehiungga saya memutuskan akan mencoba mencari rejeki dijalur lain yaitu profesional dibidang oil dan gas.
bagaimana pendapat rekan rekan tentang nasib saya, tahun 2008 kemungkinan besar saya bisa kelar study S2 dan saya berencana berjuang untuk mendapatkan posisi di industri minyak. saya mohon saran dari rekan rekan. pengalaman kerja saya hanya sebagai asisten dosen dan dosen selama 2-3 tahun apakah dapat memberikan nilai tambah untuk memasuki dunia industri profesional minyak.
sebgai tambahan buku saya akan terbit tentang proses industri manufaktur, yaitu buku pegangan untuk sekolah menengah teknik / STM, SMK se-indonesia bersama salah satu dosen saya.
terima kasih atas saran
Nug
November 10, 2007 at 7:46 am
Bapak-2,Mas-2,dan para senior terhormat,
ada yang bisa bantu saya???.saya dari kuecil pengen banget ngrasain kerja di offshore.(migas),Aku emang gak bakat kerja kantoran,bawaanya ngantuk aja.apalagi kene udara AC..
ini betul,Aku S1 Elektro tp gak pernah ku gunakan dasar nyari kerja.
kuliah aja habis waktu di MAPALA,
waktu pasca tsunami atjeh aku jg lumayan lama jd relawan.
aku Diver,dah punya certifcate ADC.Wet Welding and Cutting,
tapi gak punya Info yang pas klo mau nglamar kerja di offshore.
aku sih,dah kerja di perusahaan Marine Service jg tp aku belum puas.
So ini bkan murni soal gaji & pendapatan,sementara ini gajiku ckuplah buat makan.cukup jg buat nambah ngopi dan rokok.cman soal Actualisasi diri aja,,,
ok,bantu saya please,teguh_mails@yahoo.com.
tengkyu semua
teguh
November 10, 2007 at 4:42 pm
Pak Anjar sorry saya mau urun rembug lagi, karena ada yang kontak saya. Tapi saya ingin berbagi dengan yang lain.
Sebelum membahas ttg pekerjaan di O&G saya coba untuk berbagi ttg pekerjaan secara umum. Pada saat kita mencari kerja, parameter apa yang kita jadikan patokan untuk memilih pekerjaan? Untuk yang fresh graduate saya sarankan sebagai berikut: salary, career, life style.
Salary sebagai pilihan pertama, mengapa? Ketika kita lulus, tentunya kita ingin punya pendapatan yang banyak. Sehingga kita bisa segera mewujudkan keinginan kita, mulai dari membantu orang tua hingga membeli rumah dll. Maka, kalau kita mampu bersaing carilah pekerjaan yang offer salary terbaik. Kalau anda merasa bahwa berat untuk bersaing, carilah perusahaan yang bisa menampung kerja dahulu. Yang penting ada pengalaman kerja.
Kedua adalah career. Pada saat kita sudah masuk dalam suatu perusahaan, segeralah buka mata kita lebar-lebar. Apakah corporate culture perusahaan ini sesuai dengan yang saya inginkan? What is the next step I can get? Apakah perusahaan ini akan memberikan career yang sesuai dengan keinginan kita? Apakah dengan skill yang saya miliki akan mampu bersaing dengan yang lain? Bagi mereka yang bekerja di field dan ingin kerja di office, apakah perusahaan ini memberikan kesempatan itu? Tentu ini harus melihat lagi ke performance kita masing-masing. Apakah saya layak mendapatkannya berdasarkan apa yang telah saya berikan kepada perusahaan ini?
Kalau pertanyaan itu ternyata jawabannya tidak sesuai dengan yang diinginkan, ya siap-siap aja untuk pindah ke perusahaan lain. Namun keluarlah dengan baik-baik dan jangan lupa untuk meminta surat referensi, karena ini akan membantu mencari pekerjaan berikutnya.
Life style adalah pilihan terakhir. Saya lihat banyak yang mengeluhkan seringnya pergi ke field atau offshore, jauh dari keluarga dsb. Ini semua berhubungan dengan life style. Kalau dari awal sudah mempersiapkan strategi yang baik, insya Allah pada saat anda sudah berkeluarga atau bahkan sebelumnya, posisi anda sudah di tempat yang baik. Dan anda memiliki banyak waktu luang untuk keluarga. Tapi itu semua tergantung bagaimana anda mengatur waktu, semakin tinggi posisi maka semakin banyak tanggung jawab. Jadi time management adalah penting.
Nah pada akhirnya kita akan bisa mendapatkan semuanya. Dan memang manusia tidak akan pernah puas, maka dari itu kita harus selalu introspeksi. Di atas kita, masih ada yang lebih tinggi; tapi banyak juga yang masih di bawah kita.
Untuk O&G, nanti dulu ya. Saya mau kerja dulu nih …. :-)
sbaskoro
November 15, 2007 at 6:33 am
Dan ini jawaban untuk Aan, karena bermula dari blog mas Anjar, maka saya jawab di sini.
—————–
Begini Mas/Mbak, beberapa waktu yang lalu saya ikut …….. administrasi, tertulis, interview, terakhir saya udah medical chek-up.
Mas/Mbak yang baik, yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Kira2 tesnya apalagi ya?
Jawab:
Kalau sudah tahap medical check up, biasanya sudah tahap terakhir. Tinggal menunggu job offer, coba check langsung dengan mereka. Biasanya untuk satu tempat ada beberapa cadangan. Make sure first if you are in the current list or in the waiting list. Kalau nggak bisa dapat informasi itu, asumsikan the worst situation.
—————
2. Kalo keputusan finalnya adalah saya diterima (semoga…), berapa lama company mau men-delay agar saya menyelesaikan studi?
Jawab:
Ini tergantung kebutuhan perusahaan tersebut di lapangan, kalau banyak pekerjaan yang ditangani dan kebutuhan mendesak mereka tidak akan menunggu terlalu. Karena ada beberapa candidate yang ada di waiting list. Maka minta kepastiannya sejauh mana mereka bisa menunggu. Sehingga Aan bisa juga diskusikan dengan pihak Universitas. At the end you can plan and accomodate both side.
——————
Dan selama masa delay apakah saya sudah dapet gaji?
Jawab:
Hmmm …. lihat lagi jawaban di atas. Buat apa kasih gaji ke orang yang belum bekerja, sedangkan ada orang yang sudah siap untuk bekerja menunggu.
—————–
3. Saya kuliah di salah satu PTN di pulau Sumatera, dengan major: Electrical Engineering dan minor: Electronics/Telecommunication, degree: Sarjana Teknik (insya allah…). Kira2 berapa rentang gaji yang pas buat nego2 gaji nantinya?
Jawab:
Mengenai gaji coba lihat referensi di atas. Sayang kurang detail untuk posisi apa gaji sebesar itu. Karena seperti posting saya yang dulu, di O&G sangat luas. Anyway it is better than nothing. Pakai patokan angka 10 juta sebagai referensi. Setelah itu plus minus 40%.
————
4. Berdasarkan informasi, calon yang lulus akan ditempatkan di field, yaitu di subdivisi Electrical Submersible Pumping (ESP). Menurut Mas/Mbak, bidang ESP ini vital ngga’ di field? Banyak ngga’ ilmunya? Gimana peluangnya ke depan? Udah banyak ngga’ engineer indo yang expert di bidang ini? Soalnya, saya punya target buat ngedalemin bidang ESP biar bisa enhancing skills ke luar negri, trus pulang ke indo, kemudian minta naik gaji, abis itu ‘dibajak’ deh sama company yang nawarin bayaran yang lebih tinggi… he he he
ESP di industri perminyakan banyak dipakai untuk mature field dimana oil tidak dapat lagi mengalir secara alami (natural flow) sehingga dibutuhkan artificial lift. Juga banyak diaplikasikan untuk lapangan yang memiliki heavy oil seperti Duri field.
Semakin banyaknya ladang yang sudah mature, ESP akan banyak dibutuhkan. Untuk bisa mendesign ESP yang optimum harus ada study yang dilakukan oleh Reservoir Engineer. Dan untuk bisa lebih jauh, maka Aan bisa belajar tentang Reservoir Engineering. Reservoir Engineer sangat dibutuhkan sekarang di dunia perminyakan.
Semoga membantu ….Kerja lagi ah …..:-)
sbaskoro
November 15, 2007 at 8:31 am
bener banget bang, kebanyakan (malah sebagian besar) adalah pegawai kontrak. sulit sekali permanen entah kenapa. diperusahaan minyak dimana saya bekerja, hanya satu pegawai apprentice yang berhasil menjadi pegawai (dari non teknik loh)…entah dengan yang melalui jalur grad (apprentice ala teknik).
sebagai saran, sebaiknya saudara2 mencari kerja yang permanen tanpa embel2 kontrak, melihat dari sisi hukum yang tidak mengutak atik kenyaman dan membuat kita selalu worried setiap enam bulan atau setahun. bergaji 3juta apabila secara status permanen, itu malah jauh lebih baik. percaya deh…kenyamanan status itu sangaaaaat penting.
beda dengan anak teknik, kalo yak kontrak gini. ini dia yang sebaiknya dicari, pengalaman di dunia minyak akan membuat anda memiliki daya tawar lumayan tinggi ketika akan berpindah kerja, terlebih, perusahaan minyak memang core bisnisnya membutuhkan sekali anda2 yang berijasah engineer.
thanks
dule
November 16, 2007 at 12:15 am
Kerja di oil & Gas ada enak dan enggak enaknya. Saya sudah bekerja di bidang ini dan ditempatkan di pedalaman papua beberapa tahun. Gaji dipandang besar untuk lingkungan tempat asal saya (Jakarta sekalipun). Tapi ada yang kurang di dalam perjalanan karir ini, sehingga saya pun masih mencoba melamar dan mencari job vacancy yang relatif dekat dengan keluarga. Kebetulan background pendidikan saya yang “civil engineer” memang tidak lagi mempunyai field yang luas saat ini.
Ibarat kata, sekarang bukan jamannya sarjana sipil. Dulu saat awal diterima di perusahaan jepang ini saya memang sempat bertepuk dada. Menunjukkan kepada orang sekitar dan teman-teman bahwa saya telah “menjadi orang”. Apalagi saya relatif ‘nakal’ semasa kuliah. Kuliah saya tempuh dalam waktu 10 th, karena sering cuti untuk nyambi bekerja. Setelah menjalani bertahun-tahun, sedikit demi sedikit mulai terlihat kekurangan-kekurangan maupun ke tidak ideal-an dalam bekerja. Apalah gunanya kerja gadi besar tapi jarang ketemu keluarga? Bagaimana anda mampu beli mobil tetapi tidak bisa mengendarainya bahkan sebulan sekali? bagaimana anda mampu membeli rumah tetapi ditempati orang lain dan jarang kita sendiri yang menikmati?
Menurut saya, sah-sah saja memimpikan kerja di off shore karena memikirkan gajinya. Tetapi setelah dirasa cukup, mending langsung cabut aja jadi wiraswasta-wan dan kumpul dengan keluarga sebelum semuanya menjadi terlambat.
Oh ya..kalau ada company teman-teman dan sodara-sodara yang membutuhkan engineer dengan kualifikasi saya, silahkan email ke b460es_juga@yahoo.com
Saya sudah bosan di hutan..
Salam,
Bagus
bagoes
November 16, 2007 at 4:48 am
sya mahasiswi teknik perminyakan di univ.swasta di grogol
sya senang membaca blog ini,,saya menjadi sedkit lebih tau kerja di perusahaan minyak tuh kaya apa,trutama gajinya.
tapi sebenarya saya kurang mengerti dunia perminyakan tuh kaya apa?karena awlnya saya gak mau msuk minyak,,jd pikiran saya skrg jadi apa yahh nanti pas saya lulus?apa saya bisa bkerja di perusahaan2 yang disebutkan diatas..
emangnya klo kerja diperusahaan seperti itu haruskah orang yang pintar sekali ? bisa gak orang yang tidak mengerti apa apa tentang permiyakan menjadi bisa beradaptasi dengan dunia kerja perminykan?
satu lagi klo kerja dibagian office susah gak seh?
thanx b4..
shana
November 16, 2007 at 8:54 am
hidup perminyakan indonesia!!!!!!!
ito007
November 16, 2007 at 12:17 pm
Mas , mbak …..
Saya sekarang sudah kerja dibidang salah satu manufacturing otomotif mobil terkenal di indonesia . Bukannya tdk bersyukur atas pemberian yg kuasa , saya sangat tertarik untuk bisa kerja di oil company .
Pengalaman saya 7 tahun sebagai project Engineer . Selama ini sudah coba ngelamar ke Shell lewat internet tapi belum goal .
Saya ingin dapat informasi bagian apa yg cocok dengan background saya ( lulusan teknik mesin , 7 tahun sbg project engineer ) krn kalau aku buka lowongan pasti dibutuhkan pengalaman sekian tahun dibidang oil industri . Ini yg belum saya punya .
Minta saran dari temen temen ,
Thank you ,
Kresna
kresna
November 17, 2007 at 8:24 am
Dulu mungkin saya orang yang beruntung. Tamat kuliah S1 Teknik mesin langsung berkerja di group perusahaan besar di Riau (Bukan Oil Company). Gaji pertama 3 jt. Kerja di Riau dekat dengan keluarga. Pada saat itu setahun kerja saya berhasil membeli tanah 4 Ha di Pekanbaru dengan tabungan dari gaji.
Masuk tahun kedua saya mendapat tawaran promosi naik jabatan tetapi di pindahkan ke pedalaman kalimantan. Saya tergiur dengan tantangan dan salarynya. Sebulan gaji saya increase menjadi 9 jt untuk posisi junior maintenance Plan Supervisor. Saya ambil tawaran tersebut walau orangtua dan keluarga melarang. setahun kerja karena tuntutan keluarga yang melihat hidup saya mulai tidak teratur saya merelakan diri untuk mengundurkan diri demi keluarga dan calon istri.
Satu bulan kemudian saya mendapat tawaran di Mining Company (remote area 6 jam dari banjarmasin) dengan tawaran gaji yang lebih tinggi. Saya kembali tergiur dan lupa dengan tekad pertama saya re-sign demi keluarga. Saya berangkat kerja di sana. 5 bulan kerja saya diwanti wanti ama calon mertua kalo mereka ga’ setuju kalo anaknya saya bawa kesana. Saya kembali merelakan untuk mengundurkan diri (2 minggu setelah lebaran 2007).
Setelah saya hitung-hitung…selama saya bekerja dengan gaji besar, ga’ ada sedikitpun aset yang terbeli oleh saya. dan saya mengabaikan keluarga. Adik satu-satunya rupanya merajalela selama saya tidak dirumah. Mungkin di satu sisi hati saya bersyukur saya bisa nekat keluar walaupun kini saya mengganggur. Karena gaji sebesar itu ga’ sebanding dengan pengorbanan yang saya keluarkan demi orang-orang yang saya sayangi. Sekarang saya kembali merilis kehidupan karir dari nol.
Banyak perusahaan yang ga’ percaya dengan pengalaman kerja saya, setahun kerja sebagai fresh engineer saya langsung meloncat ke level junior supervisor di worldwide company (Group RGMI), masuk tahun ke-3 saya bekerja di Mining company sebagai Plan head section. Karena saya merasa masih muda dengan pengalaman kerja kurang dari 3 tahun, saya merelakan memasukan lamaran keperusahaan2 dengan menghapus pengalaman kerja saya di CV. Hal ini saya lakukan karena tidak ada satu perusahaan yang percaya dan berani merekrut saya…mungkin dengan pengalaman saya yang masih cetek yang masih dikategorikan freshgrad dan mereka menganggap saya memanipulasi surat pengalaman kerja saya.
Tapi satu hal yang saya pelajari, gaji bukanlah segalanya. Dulu saya bercermin dari teman-teman yang bekerja di Oil company dengan gaji besar tapi rupanya dengan gaji besar saya masih merasa itu kurang.
Mungkin ada Mas-mas senior disini yang mempunyai pengalaman dengan saya atau paling tidak bisa memberikan advice. Saya harap komentarnya.
Terimakasih
HWD
Dani
November 18, 2007 at 2:05 pm
wah tergiur niey mau coba kerja di oil
caranya gimana yha untuk fresh graduate seperti saya ???
mohon bantuan
Andi
November 18, 2007 at 3:28 pm
wah, bung Dani… kalo gw jadi lu mah langsung gw embat. mumpung masi muda, cari pengalaman setinggi-tingginya gapapa. ntar kalo udah berkeluarga, punya anak banyak, baru deh pindah ke office di kota besar. punya pengalaman di field semasa muda cukup menguntungkan untuk seorang engineer. anyways, salut dengan karir yang cepat melesat. mungkin suatu saat anda bisa jadi direktur di usia muda di perusahaan baru anda. atau malah punya usaha sendiri dan berkembang menglahkan RGM. haha.. who knows..
dimasu
November 19, 2007 at 12:56 pm
wah, bung dimasu, wong kerjanya aja udah jauh dari calon istri dan keluarga lainnya, gimana nunggu udah berkeluarga dan punya anak banyak….. he he…
Harusnya emang selama belum ada rencana berkeluarga kerja kayak gitu fine2 ajah, tapi ketika sudah matang dan siap untuk berkeluarga, bisa terjadi ketidak sinkron-an. Lagian pengalaman kerja di lapangan mangnnya kepake buat kantoran yak…? (nanya doank kok), semisal kita lama sebagai engineer di field, trus dah ngerasa cukup and mau balik lagi ke kota besar buat bekerja di office, apakah pengalaman kita di field cukup mumpuni buat diterapkan di sana…?
si emon
November 20, 2007 at 3:52 am
seruu!! seruuu!!!
dari april sampe nov, msh hot issue jg nih…
dari artikel sp komen2nya, aku jadi inget pesen moral dengan bumbu dakwah dr atasanku di Astra wkt aku mo cabut.
‘kamu bakal dapet apa yg kamu cari saat kamu minta sama Allah. kalo kamu minta gaji gede, insyaAllah cuma itu yg kamu dapet. klo kamu minta karir development, insyaAllah hanya itu yg dikasi. klo kamu minta kesempatan buat blajar lebih, insyaAllah itu aja yg kamu terima. klo kamu minta chance buat menerapkan ilmumu di dunia kerja, insyAllah that’s all u’ll get.
tapi kalo kamu minta keberkahan dalam kerjamu, semata2 buat beribadah sama Allah, insyaAllah, kebahagiaanlah yg kamu peroleh’
couldn’t have agree more..
ima ayu
November 20, 2007 at 8:38 am
assalamualaikum
skapat ama mbak ima yang cantiexxx n ama mas dani :)
kayakny harus kita tanya apa yang kita cari? tanya mengapa…
wassalam
wawa
November 20, 2007 at 2:11 pm
[...] animo tentang keingin-tahuan lapangan pekerjaan di industri migas (dari blog saudara Priandoyo http://priandoyo.wordpress.com/2007/04/17/gaji-di-perusahaan-minyak-analisa-untung-rugi/#comment-111… ), saya mencoba untuk bisa memberi informasi masalah [...]
Lapangan pekerjaan di industri migas « Berbagi untuk kemajuan bersama
November 21, 2007 at 7:00 am
maaf bukannya saya ingin meremehkan kerja di perminyakan tp menurut saya menjadi enterprenuer itu jauh lebih baik, selain kita bisa mengatur jadwal kita sendiri juga salary yang kita dapatkan bisa sangat besar (tergantung motivasi). Jadi kita bekerja untuk diri kita sendiri. Oleh kita, untuk kita dan dari kita.
Tapi….jelas sangat tidak mudah di awal2nya…perlu banting tulang. Tapi kalo udah stabil dan jaringan sudah terbentuk maka aku jamin uang akan mengalir dengan sendirinya. Yang perlu dipikirkan tinggal menjaga market dan customer.
Kebetulan saya wirausaha dibidang Software Developer (K-tech) dengan karyawan sangat minim yaitu berjumlah 12 orang. Saya dan 2 orang lainnya yang melakukan marketing sisanya adalah programer dan sistem analist.
Mungkin bisa sedikit saya kasih bocoran penghasilan saya secara pribadi memang tidak stabil setiap bulannya tp kalo bisa saya rata2 (jumlah pendapatan bersih/ jumlah project) yaitu sekitar 15-20 jt/bulan. Sedangkan saya bisa membayar karyawan saya sekitar 3,5 jt/bulan (pembayaran stabil) dan terakhir investasi perusahaan kecil saya sekitar 200 jt/bulan.
Sekarang saya lagi berusaha mengembangkan usaha saya.
Sebagai perbandingan saya mempunyai seorang kenalan yang bergerak di bidang industri batu bata dan genteng. Hemm….keliatannya simpel bgt ya…tp penghasilan dia bisa 3-4 kali lipat penghasilan saya setiap bulannya.
Ayo keluarkan jiwa enterprenuer kita!Pasti bisa kok…jangan terus2an jadi bawahan donk, ngitungin gaji, lamar sana sini, cari2 muka dengan bos dan harap2 cemas supaya ngga di DO dr perusahaan anda :)
ariek
November 26, 2007 at 5:12 am
ariek…
gw suka kt2 lo…
memang paradigma di Indonesia susah u/ diajak mjd enterprenuer…
mmg ga ada slh mcoba. kbetulan gw uda coba meski kecil2n, tp wkt ga tbuang ky org kantoran.
Yg penting jgn diliat bsr kecilnya pendapatan dr bwiraswasta, tp keinginan u/ memulai.
raiz
November 26, 2007 at 12:44 pm
ada yg tw???
kalo qt uda gagal di chevron via dayadimensi,
brp lama qt bs apply cv qt lg???
mohon info dr tmn2.
Thx.
raiz
November 26, 2007 at 12:52 pm
hmmmmm,.. di windy oil company kali yaaa, bayangin aja 5 cc bisa 5 – 10 k, ,…… itu tuuh minyak angin, coba deh kira2 brapa gajinya ya.
ikow
November 27, 2007 at 7:13 am
wah……………..baru sadar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
anton
November 28, 2007 at 3:23 am
Sadar ya.. gaji besar tapi blm bayar zakat en sedekah… ;)
dirq
November 28, 2007 at 5:50 am
halo..sedikit share,
aku lulusan T.Industri ITS – Surabaya dan sekarang
aku kerja di salah satu OFS company sebut aja “Si biru”,,hehe
sekarang ditempatin di saudi, dan dapet gaji kepala 5an lah.. kalo mo ngelamar ke “si biru” langsung aja atuh ga pake lama submit CV (english) ke http://www.slb.com/careers
ok? semoga sukses teman2…
cheers
afin
Desember 3, 2007 at 12:50 am
alloo…smuanya…
kebetulan saya masih kuliah di perminyakan jg.. :)
eniwei….mohon bantuannya buat KP donk…
thx…..
g123
Desember 4, 2007 at 5:50 pm
ku tunggu medical for cpi…
Ga knp di tempatin di kalimantan jg…
Mr. Greg & pak Wisnu pilih aku…
raiz
Desember 7, 2007 at 7:38 am
Dear All
Saya mahasiswa T.mesin ITB ank 2003, br lulus oktober 2007. kemarin saya ikutan tes pertamina (EP) Hulu sudah sampai tahap Medcheck… apabila lulus masih ada satu tahap lg yg harus dilewati yaitu interview user..
Di saat bersamaan saya mendapatkan tawaran untuk posisi sebagai Project Leader di sebuah perusahaan konsultan di bandung, dgn sistem bagi hasil, proyek yg ditawarkan berdurasi 3 bulan. Bila dihitung2 profit yg bisa saya dapatkan +/- 60 juta untuk 3 bulan. Jujur ini merupakan tawaran yg sangat menarik, namun tidak ada jaminan untuk saya kedepannya untuk karir, di sisi lain saya juga ingin bekerja di pertamina. jd saya bingung untuk mengambil keputusan.
pertanyaan saya:
1. Apakah saya lulus tes pertamina, soalnya ktnya klo sudh medcheck pasti diterima, aapakah benar? Padahal msh ada satu tahap lg yg harus saya lewati.
2. Berapa gaji fresh graduate di pertamina? Stlh 5-10 th kira2 gaji saya jd brp?
3. Apakah Pertamina merupakan t4 yg tepat untuk meniti karir???
4. Posisi Perusahaan tempat saya bekerja saat ini (freelance) merupakan perpanjangan tangan dr LAPI ITB, bila saya mengambil tawaran tsb, apakah dapat menjadi pertimbangan nantinya jika saya melamar ke Oil & Gas Company?
FYI umur saya saat 21 th. Dan banyak2 teman2 saya yg menyarankan untuk mengambil tawaran tsb dgn alasan saya masih muda. Tp saya takut kalau saya tidak mendapatkan kesempatan yg sama (Pertamina).
Mohon saran & masukannya..
Thanks.
Best Regard/ Rian
Rian
Desember 10, 2007 at 9:09 am
Saran konservatif, terima aja pertamina, karena masih seger dari open…itung-itung nimba pengalaman….ilmunya di pertamina banyak asal rajin nyari dan gak malu tanya.
Kalau udah 5 tahunan kerja dengan ilmu teknikel yang mantep dan ilmu manajemen yang lumayan…baru masuk konsultan….lebih dilihat dan lebih dilirik.
Kerja di pertamina lemburnya hanya saat-saat tertentu
Umur 21…malemnya nyambi kuliah S2 3 tahun paling lama….umur 24 / 25 tahun pengalaman ada, kematangan dapet, es-esan dapet….nilai jual sebagai konsultan juga lumayan…
Pertimbangin mateng, sholat tahajut kalau beragama Islam…kalau lainnya aku gak tau…pokoknya minta petunjuk sama Yang Maha Segalanya
Kesempatan gak dateng 2x, pertimbangkan dengan matang. Kalau sudah pilihan ya dilakoni sungguh-sungguh…gak usah ngelirik kebelakang lagi…..
INGGIH MBAH…..WIS TUWO LHO AKU…ILINGO
Caca
Desember 11, 2007 at 1:09 am
iya ini lg ngumpulin saran2 dari orng2 yg dah pengalaman di migas. masing itung2an untung-ruginya
Rian
Desember 11, 2007 at 3:28 am
Temans,
Dari semua info yang ada paling banyak info mengenai Chevron. Ada yang tau info mengenai standard gaji dan benefit di ExxonMobil gak? Khususnya untuk Gas Marketing analyst/ Commercial analyst. Makasih infonya :)
JeCee
Desember 19, 2007 at 10:18 am
Kalau cerita tentang memburuh di perusahaan minyak banyak hal2 yang menarik untuk saya buat saya share khan pada kawan2 di perminyakan.
Lebih dari 30 tahun dimana usia sekarang sudah diatas 50 han ,tapi masih tetap menekuni memburuh di perminyakan dari mulai Kalimantan timur ditahun 70 han sampai achir 90 han kemudian ke laut Jawa,Sumatera hingga achir 90 han,dan terus ke timur tengah,Africa,Asia tenggara dan sekarang kembali ketanah air sejak setahun yang lalu dengan status expact dan tentu nya mempunyai bayaran yang sama yang di bayar kan oleh perusahaan kepada tenaga expatriate yang lain nya. Saya hanyalah pekerja minyak yang tamatan SMA diawal 70 han. Untuk saya kalau kita menekuni dan menjadi ahli di bidang kita,maka hasil nya akan kita nikmati sesuai dengan profesional kita.Suka duka dan pasang surut kehidupan pekerja lapangan perminyakan termasuk gaji yang kurang sebagai tenaga teknisi lapangan bukan menjadikan alasan saya untuk meninggalkan pekerjaan saya di tahun 80 han.Ketika bekerja diluar Indonesia dimana saya bekerja dengan buruh dari berbagai macam bangsa,kemampuan saya tidak kalah dengan mereka walaupun tingkat pendidikan mereka lebih tinggi dari saya.
Saat ini mulai banyak buruh2 profesional perminyakan yang bekerja di luar Indonesia seperti di Qatar,Kuwait,Sudan Ivory coast,UEA,Nigeria,North Sea,Thailand,Vietnam,Myanmar karena mereka lebih menghargai arti profesional .
Tommy
Desember 24, 2007 at 7:35 am
Saya salah satu mahasiswa perminyakan yang sebentar lagi akan lulus…Kemari saya sudah mengikutii tes utk perusahaan total dan saya sudah sampai tahap medical cek up. Namun saya masih harus menjalankan 2 tes lagi di balikpapan. Klo yang saya tahu, pertama tes technical assesment dan yang kedua dengan top management….Klo ada yang berasa dr total, tolong bantuannya supaya saya bisa melewati tes ini..Krn saya berharap sekali untuk dapat kerja di Total. Beberapa hal yg ingin saya tanyakan adalah :
1. Apa saja yang harus saya siapkan utk tes di balikpapan?
2. Saya lihat dari tabel ada allowance 40%, maksudnya apa yah?
3.Klo fresh graduate gaji / THP yang diterima berapa yah?mengingat saya berasal dr jurusan perminyakan.
Makasih buat siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan saya..saya tunggu balesan commentnya..
Andhi
Desember 25, 2007 at 5:49 pm
kalau kerja di dubai katanya sekitar 1600 d per bulan, kalu di qatar sebagai pipe fitter berapa terus qu pilih yang mana ya. mohon pencerahan
intel
Desember 27, 2007 at 9:06 am
wah…
terima kasih sudah memberikan share info yang sangat bermangfaat.. dunia oil memang wedun sekalee…
Saya dari ITB Elektro telcom 93…
6 tahun di IT 2 tahun di Oil and gas (TPC)
(salah satu KPS yang pemiliknya kena musibah lumpur)..
sekarang balik ke IT konsultan lagi..(6 bulan)
karena susah jadi permanen hehe ,
Saya punya beberapa “shared conclusions” :
konklusi 1 : hidup itu pilihan…money is not everything
dan rejeki bisa dimana saja …
ga usah di oil, konsultan atau tukang beras/bakso kalo memang dapet rejeki “jackpot” juga bise hehe…
(ini faktor korelasi dengan nasib)
Cuma ..inget..malah semakin
banyak rejeki tanggung jawab semakin besar..
(dari sisi agama sosial ..etc)
konklusi 2 : memang susah menjadi employee
(bukan 3 rd party) di oil company.
Kayak yang temen UGM di atas katakan , dari 500 saja ketrima cuma satu. cuma saya ngliat di depan mata sendiri unsur KKN sangat kental (anak,menantu,konco)
..terutama yang elit macem VP ….sptnya jadi employee gampang gampang saja…..dan sptnya HR tidak punya kekuatan melawan atasannnya
Konklusi III:
So just bersyukurlah dengan apa yang didapet sekarang,
rajin rajin melihat ke bawah saja dan ulurkan bantuan ke mereka terutama yang berpenghasilan berjut jut spt di atas
Regards
mas poerwanto
Desember 27, 2007 at 11:10 am
saya juga orang yang kepingin banget kerja di oil company.
Sebenarnya waktu saya baru lulus saya dapat panggilan di beberapa oil company , tapi saya tidak terlalu bernafsu untuk bekerja disana. Ada beberapa panggilan dari oil company saya gak ikuti. Sekali saya saya ikuti interview di salah satu oil company dari amrik , saya tinggal test terakhir di Riau , tidak saya ikuti karena saya harus bolos kerja dan saya tidak terlalu tertarik meninggalkan jakarta. Tapi setelah saya berkeluarga saya merasakan banyak keperluan standar yang tidak bisa saya penuhi , saya ingin sekali bekerja di oil company meskipun dari posisi fresh sekalipun. Tapi saya yakin kita boleh berusaha tapi pilihan Tuhan adalh yang terbaik.
eka pramudya
Desember 28, 2007 at 1:12 pm
saya ingin tambahakan, untuk chevron fresh graduate gajinya sekitar 11-13 juta net, sedangkan pertamina barusan desember 2007 ini menaikkan gaji pegawainya 100 persen, jadi sekarang sudah sekitar 7-9 juta net fresh graduate. Untuk lima tahun experience seperti saya di chevron dapatnya 25 juta. Salam
abijafar
Januari 1, 2008 at 1:07 am
tambahan,
Untuk yang nanya di qatar (kebetulan abang saya kerja juga disono), untuk petroleum engineer tergantung lokasi, kalau onshore berkisar 5000 USD – 10 ribu USD tergantung nego dan pengalaman. Untuk offshore rata2 diatas 10 ribu USD. Kalau selain petroleum engineers setengah nya.
Diatas adayang bilang di migas banyak kroni, itu kalau lokal company mas, kalau international justru bersih banget, disini persaingan murni karena prestasi, dan gaji besar bukan untuk satu dua orang, contohnya chevron, kita pegawai ada 6000 orang lebih dan semua dengan standard gaji yang sama saya sebutkan diatas.
Jadi jangan karena di oil industri bergaji besar langsung main tembak di tuduh korupsi, yah memang itu nature industri migas, dari dulu memang highly competitive, baik di salary maupun di kerjaan. Maklum revenue “emas hitam” ini alias minyak bumi khan sangat tinggi sedang cost nya rendah. Demand selalu lebih tinggi dari supply, kalau nggak percaya tanya sama yang antri minyak tanah di pangkalan sebelah.
Semoga ini menjadi pencerahan buat semua (bukan maksud kesombongan), justru saya mengundang kepada semua yang the best di sekolah (kayak dari ITB yang FTI), ayo masuk ke migas, karena kita masih sangat tergantung ke migas (lihat APBN kita, atau lihat antrian minyak tadi). Kalau bukan yang the best yang bergabung, jadi nya yah macam Lumpur Lapindo itu.
Jadi bergaji besar asal halal, siapa takut?
Salam
abijafar
Januari 2, 2008 at 1:14 am
bapak. saya ingi mendapatkan beasiswa karena saya kurang biaya untuk kuliah disalah satu universitas di pekanbaru jadi kalu bisa sayang ingin mendapatkan beasiswa kalu bisa tolong informasikan saya melalui E-mail saya ( samsul_bahri@yahoo.co.id) pak. tong saya karena saya sangat membutuhkanya. abis keluarga saya kurang mampu untuk membiayai saya. terimakasih ya pak sebelumnya…………..
samsul bahri
Januari 8, 2008 at 7:02 am
To Mr. SBASKORO….
Pak, gimana yah biar bs gabung dgn Schlumberger..saya sudah 2x ikut tes tapi gagal terus..yg dicari dr Schlumbeger orang yg ky gimana yah?pak dicky selaku recruiter manager kayanya bnr2 selektif sekali…padahal saya ingin bgt bisa bergabung…thanks ya pak…ditunggu jawabannya..
andhi
Januari 10, 2008 at 5:31 pm
bapak-bapak semua, saya ini mahasiswa tingkat akhir salah satu perguruan tinggi negeri di bandung. Dan saya punya keinginan bekerja di bidang yang berkaitan dengan migas..(mo itu kontraktor nya juga boleh). Tapi yang sangat saya sesalkan nilai saya tidak terlalu excellent..(gimana mo masuk migas..hehe). Kira-kira ada info tidak tentang perusahaan yg berkaitan dengan migas (supplier ato kontraktor deh) yang-maaf-salary nya min 5 jt?itung-itung cari pengalaman dulu…hehe
oya sebaiknya masuk perusahaan migas itu fresh graduate ato experience sih??
uby
Januari 14, 2008 at 5:26 am
gaji menurut saya penting, sebab banyak lulusan universitas di indonesia yang tidak diterima kerja di perusahaan asing karena tidak mau meminta nominal gaji mereka jika diterima di perusahaan asing tersebut…….
sebab menurut pengetahuan saya perusahaan asing menghargai kemampuan kita, sehingga kita harus bisa menghargai kemampuan kita sendiri…..
tnx
Master
Januari 16, 2008 at 10:44 pm
Terima kasih Informasinya Mas..
uang memang bukan segalanya yaa..
:)
Teguh
Januari 19, 2008 at 7:21 am
Saya mahasiswa semester 4 Teknik Sipil ITB. Saya sangat tertarik sekali bekerja di Oil & Gas nanti. Saya ingin bertanya :
1. Saya beberapa kali ini melihat campus recruitment dari Schlumberger untuk semua fresh graduate teknik. Yang ingin saya tanyakan adalah mengapa Schlumberger merekrut fresh graduate dengan backround semua teknik? Posisi apa yang akan diterima nantinya?
2. Apakah kesempatan lulusan teknik sipil sama dengan lulusan teknik lainnya (selain teknik perminyakan) dalam rekrutmen ’semua teknik’ (seperti kasus no.1). Posisi apa yang biasanya diduduki oleh lulusan teknik sipil. Dan tentunya, berapa kisaran pendapatannya?
3. Lebih baik mana, jika setelah lulus S1, kerja dulu (misal dapat O&G) atau lanjut kuliah S2? Apa perbedaannya?
Terima Kasih, mohon informasinya.
Hary Noor Baetana
Januari 20, 2008 at 9:43 am
Sedang bingung ni.
Saya lulusan Tekim dari PTN terkenal di Indo tahun lalu. Sudah bekerja sebagai MT di perusahaan MNC yang bergerak di bidang di Consumer Goods. Jujur saya kurang cocok dengan kerjaan yang saya jalanin sekarang.
Saya pengen nyoba kerja di perusahaan minyak ni. Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. apakah lebih baik memulai di oil service atau di oil company?
2. jika saya memulai dari perusahaan EPCI baru kemudian ke oil company, apakah karir ke depan bisa lebih OK? Ato justru lebih baik oil company dulu baru pindah ke EPCI?
3. kabarnya kerja di oil company ga akan dapet karir ya? Cuma gaji besar saja. Dan gaji besar pun sulit untuk meningkat lagi. Apakah benar?
Terima kasih. Mohon pencerahannya.
James
Januari 24, 2008 at 5:06 am
ikutan nimbrung,
saya ingin mencoba tantangan baru di oil karena selama ini saya bekerja di bidang manufacturing, hospitality dan banking. background saya adalah IT – DBA (Oracle), nah mohon informasi perusahaan oil service company yang bergerak di bidang IT nya
terima kasih
mohon pencerahan
michael
Februari 5, 2008 at 6:46 am
ikutan jawab….dari sudut pandang karyawan oil and gas company,kalo menurut pendapet gw…utk yg background IT untuk berkarir d oil n gas …rata2 jalur masuknya outsourcing ato kontrak….cape dee’,…inilah realita bangsa kita ….negara kaya raya…sumber daya alam melimpah….tapi rakyatnya ….tetep aja jadi budak jajahan bangsa lain….ya outsourcing lah….kontrak lah….semua perusahaan oil n gas asing get out from Indonesia !!!
newbie
Februari 5, 2008 at 7:20 am
TO Mas Roni yang nannya ke Widhie..
Kaya nya widhie ga jawab jawab neh.. laghi sibuk yah widh? FYI : Widhie tuch mas bukan mbak loh hehehehe….Kebetulan saya satu kerjaan ama widhie cuma beda swing…
Buat mas roni yang masih fresh graduate kalo mau masuk WG (WesternGeco) biasanya sih harus lewat recruiter yang dateng dateng ke kampus tuch tapi kalo mas Roni sudah punya experience dengan seismic industry bisa di hire as Mid carrier employee.. Di Western Geco bukan hanya Geophysics aja yang di butuhin , dari Mechanical sampai Telcom engineer pun mereka hire.. Kebetulan saya juga dulu lulusan Teknik Telekomunikasi…
Obbies TopAz
Februari 6, 2008 at 5:31 pm
mo nanya nih,utk orang2 yang bekerja diperminyakan berdsasarkan pengalamannya….
jika kita melakukan Tugas Akhir di perusahaan minyak, apakah ada kemungkinan kita dilirik dan ditarik untuk bergabung ke perusahaan tsb ?? soalnya saya keterima untuk melaksanakan TA di Chevron selama 2 bulan,padahal yang ngajuin lamaran TA di chevron banyak, tapi cuman sedikit yang diterima…… kalo diliat dari GPA saya gak excelent banget alias dibawah 3, cuman standar minimal GPA untuk masuk kerjalah, kalo diliat2 rasanya gak mungkinlah untuk masuk chevron jika GPA segitu lewat recruitment fresh grad di campus…
makanya saya pengen tau, apakah ada orang2 yang pada mulanya melaksanakan TA di perusahaan minyak, trus mereka ditarik langsung bekerja disana jika sudah lulus ??
mohon pencerahannya,
thanks
BROM
Februari 6, 2008 at 9:27 pm
mas/mbak senior….
mau nanya,
aku ni anakTE 2007, d kmpusku -PTN d jogja- dah nyuruh mhswny buat milih prodi -TE/TI-, n aku milih TI,
nah!
tapi aku pengin banget kerja di perminyakan ($_$)
yg aku pengin tanyain tu,
1)seberapa besar seorang sarjana TI dibutuhkan di perminyakan?
2)berapa gaji rata2 orang TI di perminyakan?(terutama fresh grad)
3)kerjanya ngapain aj??
4)Apa kelebihan yg hrs dimiliki orang TI yg mau ke perminyakan??
gitu aja dulu,
tengkyu…
Danee
Februari 10, 2008 at 4:41 pm
Met sore semuanya…lam kenal…
Buat BROM,
Aku mau share sedikit pengalamaan ku ni…btw, dah berhasil dapet kerja blom? di Chevron bukan? kalo iya berarti aku nggak usah share ni…tapi nggak papa lah…^______^
Dulu waktu TA, aku juga pilih TA di perusahaan minyak ketimbang di kampus. Karena experience yang didapet beda kan? Menunggu dan lama menunggu, akhirnya dipanggil juga. Dan sama nasibnya sama kamu, ternyata yang bisa KP/TA di sana nggak banyak. Karena lokasinya mungkin ya? Nggak di pulau Jawa. Tapi beruntungnya aku diberangkatkan ke sana bareng temen satu unversitas, jadi nggak sepi2 amat.
Tapi beda sama kamu BROM, dulu aku sama sekali nggak kepikiran untuk masuk kerja ke perusahaan itu dengan bermodal experience TA/KP.
Jadi setelah aku lulus, pas kebetulan perusahaan itu buka lowongan, jadi aku ikutan apply. Begitu juga dengan temenku yang TA barengan. saringan administrasi…Ujian…tahap1…tahap2…medcek…Akhirnya…aku dapet offering letter! Alhamdulillah sampe sekarang aku masih kerja di sini. Tapi apa yang terjadi sama temenku dulu itu? Walaupun sama2 TA bareng aku, dia blum beruntung… Tau kenapa? cuma karena nggak lolos administrasi (kalo nggak salah IPK).
Jadi in summary, diterima atau nggak kamu di sebuah perusahaan nggak semata2 disebabkan kamu pernah TA/KP di sana, itu cuma jadi nilai tambah aja setelah kamu lulus dari segala jenis ujian yang ada (bahkan sarat administrasi sekalipun!)
Begitu kira2.
So…Gutlak and Keep fighting BROM!
Ghina
Februari 17, 2008 at 8:14 am
@Ghina, thanks ya sharingnya….
saya manggilnya apa nih mbak ato mas ?? hehehe….kayaknya mbak ya….
Berarti mbak ghina ngelamar lagi ya dengan status fresh grad ?? terlepas dari pernah TA di perusahaan yang bersangkutan…
apakah gak ada jalur alternatif lain untuk masuk prushaan minyak ya ?? misalnya lewat program TA di sana misalnya, soalnya di chevron mau ngelamar melaksanakan TA pake syarat2 juga, diantaranya syarat IPK, proposal TA, dan persetujuan pihak chevron untuk membimbing kita…nah yang jadi bayangan saya, misalnya selama kita melaksanakan TA di sana, jika kita menunjukkan sikap yang baik,dll yang membuat pihak perusahaan merasa tertarik dengan kapabilitas kita yang mereka lihat selama pelaksanaan TA atau mungkn topik TA kita bermanfaat bagi perusahaan ??
apakah mungkin kita ditawarin bekerja di sana setelah lulus nanti ??, jadi gak lewat proses recruitment kayak biasanya, yang tentunya kalo lewat sana pasti saya gak lulus admin, wong IPK aja kurang dari 3…
program penerimaan karyawan lewat program TA juga ada di PT freeport, jadi mahasiswa tingkat akhir yang memenuhi syarat2 tertentu yang ditetapkan freeport pastinya IPK,dll..berhak untuk melaksanakan TA di sana, kemungkinan setelah lulus menjadi karyawan freeport (dengan pertimbangan2 tertentu, mngkin misalnya topik TA yang bermanfaat untuk perusahaan, dll )
kalo di freeport jelas2 dibilangin bahwa yang berhasil melaksanakan TA di sana kemngkinan bisa direkrut jadi karyawan langsung setelah lulus…namun di chevron gak dibilangin….
ada yang bisa sharing lagi gak ??
thanks,
BROM
Februari 17, 2008 at 10:54 am
ada peluang nggak ya buat tenaga kesehatan seperti dr/drg untuk bekerja di perusahaan migas tersebut, kalau ada,tolong infonya ya
thanks,
rosda arifin
Februari 18, 2008 at 5:10 am
Kalau ada panggilan kerja dari chevron (udah pengalaman)
Pengalaman total 9 tahun kerja posisi terakhir senior manajer bisa masuk level berapa dan gaji berapa ya.
Di oil company 2 tahun sisanya 7 tahun di manufacturing
Caca
Maret 5, 2008 at 9:10 am
Duh, udah deh..
itu sih rejeki2an aja..
Lagian info di atas nggak valid ah
saya fresh grad di TOTAL dan kerja di Jakarta pula.. tapi gaji saya udah nyampe 2 digit tuh..
Nicho
Maret 6, 2008 at 8:06 am
Dan satu lagi mas Priandoyo..
Setahu saya lagi, sejak tahun 2004 sudah banyak perusahaan migas (seperti TOTAL, COPI, Chevron) yang merekrut karyawan muda sebagai karyawan PERMANEN (bukan contracted) untuk regenerasi karena karyawan tuanya banayak yang akan pensiun di tahun 2013 nanti.
Tolong kalo bikin artikel jangan menyudutkan begitu lah. Cari fakta yang jelas. Wong jelas-jelas ketika artikel mas ini ditulis (2007), kakak kelas saya ada yang fresh grad juga di total jakarta ini dengan gaji yang mendekati angka 10 juta.
Jaminan kesehatan ada, jaminan pensiun, kesempatan karir internasional, gaji oke, lingkungan kerja yang baik, kurang apa?!
Nicho
Maret 6, 2008 at 8:13 am
ada bagus start di oil comp dari pd service,,, hehehe,, hidup lebih tenang..
anggun pribadi
Maret 9, 2008 at 2:30 am
gak segitunya kaleee… jgn gila dooonk..
jeky
Maret 9, 2008 at 6:23 am
To Nicho @Total…
Loe kan fresh graduate di total, koq bs dapet di jkt? setau gw smua fresh graduate di total dibalikpapan semua…loe bisa share gak ttg tes total yg dibalikpapan?kebetulan gw udh ampe tahap medcek. Mungkin loe bisa kasih tips ke gw buat ngadepin tes dibalikpapan.T hank you
Andhi
Maret 20, 2008 at 8:19 am
bang gw mau tanya bagaimana kalo kita mau kerja praktek di oil company??
bari
Maret 21, 2008 at 3:40 pm
maw share juga niehh…. gw ma ngajuin KP di Chevron di duri.. prosedur untuk ngajuin kp itu seperti pa? syarat yang dibutihin apa ja? untuk pemberitahuan diterima ato gagnya kp disana berapa lama? ada yang bilang 2 minggu sebelum kp dilaksanakan baru dikasi taw? dan aq denger juga klu putra daerah peluang untuk diterima itu sekitar 60% benar ato tida? mohon bantuannya bagi syapa saja yang maw membantu memberi informasi kepada saya….
derron
Maret 28, 2008 at 2:48 pm
kerja di oil company? wow, itu cuma mimpi saya seumur hidup heheh….
tapi gara2 ga ketrima kerja sana-sini, akhirnya kerja di rumah aja, 2-3 jam sehari bisa dapet 2500 dolar sebulan, dan masih akan meningkat terus insya allah… sisa waktu bisa untuk apa saja heheh..
so berpikir positip ajalah, kerja dimana saja yg penting hati puas, fisik juga puassss…. kek mas tukul
kusumah
Maret 31, 2008 at 12:12 am
Struktur organisasi yang baru di chevron gimana ya :
Dulu kayaknya
- Engineer / Staff (kelas 8 up)
- Team Manager (kelas 11 Up
- Manager
- General Manager
- VP
Team manager saat ini kelas berapa dan jaginya dikisaran berapa ya ? Jawab ya…barangkali ada peluang..amien
Caca
Maret 31, 2008 at 9:11 am
Wah…nambah wawasan dan wacana nih blognya….
mas coba bahas pendapatannya agent asuransi deh…tertarik juga..secara modal mulut aja penghasilan melebihi yg dibahas diatas ini……thx
Bruce
April 1, 2008 at 4:42 am
kerja di ring itu seperti apa sih?kolo ada kerjaan di bidang perminyakan kasih tau yah…thank’s e-mail:ade_pentagram@yahoo.com
ade
April 21, 2008 at 12:10 pm
Untuk semua…
baca-baca komentar di atas saya jadi mau curhat nih….
saya penghasilan sekarang sekitar US400/day + basic salary+expenses , dulu lulus kuliah langsung kerja karena TA di bidang yang sama. Sejak kerja sampai sekarang….kira2 6 tahun..saya kehilangan kehidupan sosial saya….sampai setua ini belum menikah, belum ada pacar….ga tau bisa dapat atau tidak……terus banyak peristiwa penting yang tidak bisa dibeli dengan uang yang terlewatkan….
jadi intinya…kerja di perusahaan minyak itu memang uangnya banyak tapi hidup bukan cuma buat cari uang…….dan kalo misalnya pun terpaksa masuk…jangan lama2…..
donald
April 23, 2008 at 2:10 am
wah… kebetulan emang lg kepikiran buat resign baik2 nih, biar masi probation juga gw ngerasa cm jalan di tempat..
lumayan dyin’ for social life jg… bangun pagi 3.45am, berangkat 4.45am, keluar kantor rutin 8.30 mungkin lebih, nyampe rumah 10.45pm mungkin lebih juga kalo angkot ngetemnya parah… mau kos, tanggung soalnya emang mo banting setir…
haha cengeng ya gw?? mesti banyak belajar nih
kim
April 23, 2008 at 12:17 pm
tambah lagi, gajinya ga seindah cerita2 orang jg kok selama masi probation..
…ato lagi-lagi gwnya aja yang bego pas nego gaji ya… dulu minta rate standar freshgrad aja, soalnya emang blm punya pengalaman apa2 sih, masa belagu minta 6-7jt? niatnya emang cari pengalaman dulu, tapi lama2 gerah juga…
udah cengeng, bego pula ya gw… kasian bener gw orang kampung masuk jakarta dimakan ama orang kota…
hahaha mengasihani diri sendiri… ada gak ya orang kaya gw diluar sana?
kim
April 23, 2008 at 12:26 pm
saya kbtulan masih study mhasiswa fakultas teknik perminyakan kalau misal emg ada yg perlu saya pelajari n saran2 buat cari kerja di dunia perminyakan n mencari tempat buat magang kerja di dunia perminyakan kira2 dmn y…? mohon bpak2/mas2 bsa bantu ^_^
lngkah awal sbg fresh graduate harus kerja sbg apa dlu … nie n dprusahaan mn baiknya buat sbgai batu loncatan… sbg tool fusher atau…..?
terimakasih
mohon di balas di email saya aja
pusslupuss@yahoo.com
lupuss
April 23, 2008 at 3:03 pm
to mas nico @ TOTAL
mas nico,,,bagi2 info dunk ttg TOTAL…
apa aja c tes nya…???
lulusan sipil bisa ga keterima di total…??
bagian apa..???
saya semester akhir skarang…lagi ngerjain TA…
makasih sebelumnya…
-cha-
April 23, 2008 at 4:30 pm
wah niatan cari data buat kerjaan riset gw, terutama tentang perbankan komersial dan syariah…. itung2an dan bahasanya syariah beda banget, hiks padahal tabel nya dijadiin satu… moderator help me dong :D
eniwei ikut komen ah…
saya tau dan denger oil company emang dpt big salary, tapi ya itu buat pajangan ajeeeee…….
kirain gede banget setelah baca “cuman” segitu…
kenapa? soalnya gw pernah itung2an ama bakul “angkringan” yk….. by omzet sehari 200-300rb (asumsi orang jajan @5rb 20-30org/hr)artinya sebulan 6-10jtan.. dan averagely profit mereka 30-40% nah itung sendiri dah sebulan dapet berapa tuh ???
Coba aja praktekin kalo pas lagi jajan deh, aku yakin pada pinter itung2an warung dengan jumlah meja, piring saat anda dateng yang makan berapa orang, dan berapa menit anda habiskan disana di kalikan waktu buka-nya mereka ?
hahahaha…………..
bedanya mereka sederhana engga kebanyakan gaya kayak orang2 oil yg punya mobil, istri, dan rumah yang cuman buat “pajangan dan dianggurin” dengan alasan misi mencari nafkahnya…
Kalian pinter2 mosok g bisa cari celah usaha yang at-least seperti bakul angkringan, mie ayam, etc sih ?
Pasti endonesiah maju banget kalo orang2 pinter seperti kalian punya mindset sedikit akan berdagang. :D
thx before
adith
April 24, 2008 at 3:26 am
Wah..sepadan lah dengan tantangan dan ilmunya…
pokoknya menjamin masa depan lebih baik aja….
sandbox
April 24, 2008 at 4:32 am
@adith
betul, makanya saya mantap mo resign dari oil company, mumpung masih relatif muda, belum terjebak di comfort zone ’semu’ oil industry
kim
April 25, 2008 at 12:53 pm
Hahahahhaha, gak imbang nih pemberitaannya. Boleh saya tanya sumber nya mas pri yg non-field officer itu siapa dan kerja dimana?
Saya fresh grad, kerja di salah satu oil comp yg ada di list nya Mas Pri,. non-field engineer, setiap hari duduk depan komputer. Ga beda jauh lah sama kerjaan mas pri. Tapi boleh lah diadu kl masalah gaji mah.. Dengan mempertimbangkan bahwa saya baru wisuda bulan lalu yaaa.
Sbnrnya intinya adalah, ketika anda bekerja di perusahaan dimana posisi anda adalah core business perusahaan itu, gaji akan mengikuti. Tapi kalo hanya support sih, saya rasa wajar saja kl gak sebesar posisi2 yg masuk core business nya perusahaan. Accounting misalnya? :p
dombzdombz
April 27, 2008 at 2:00 pm
baru gabung …
dan terus terang saya tambah bingung dgn arah pembicaraan… atau memang fungsi blog seperti itu yach, serba ngalor ngidul?
awalnya ttg statement2 yg dipadu dengan acuan data, yg bisa aja salah dan benar…absurd.
kemudian tiba2 jadi ajang pembicaraan karir…
walau memang semua tentang O&G…
buat saya semua pembicaraan yg berpihak, sdh diibaratkan sejak dulu, “mana yg duluan, ayam atau telor…?” capek dah.
seperti hal nya ketika para wirausahawan membuat buku2 tentang keunggulan nya dibanding menjadi pegawai yg diibaratkan tikus2 berkeliaran pagi dan petang. sehingga akhirnya hampir semua org latah buka usaha sendiri.
pekerjaan (cari nafkah) itu bukan agama. tapi tata cara mendapatkannya sesuai ajaran agama yg sebenar2nya (untuk para saudaraku muslim). halal, sesuai yg diajarkan Rasulullah n shahabat2nya. jadi bukan dr jenisnya atau nama perusahaannya atau gajinya.
jadi bankir atau marketing lebih proporsional gaji nya dibanding O&G? gaji di O&G gede? jadi wirausahawan adalah paling baik, dibanding pegawai? hmmm… apakah pernah bIerpikir semua sesuai ridho-Nya? percuma sajalah semua pekerjaan mencari nafkah kalo masih nabrak aturan agama. apakah memang yg pake nama syariah jg sdh sesuai agama? silakan cermati dgn baik & benar.
yg penting kebutuhan minimum kita sdh cukup (makanan, pakaian perumahan, walau kontrakan). sedangkan tambahannya adalah syubhat, ada guna nya sekaligus ada ruginya. jika hal syubhat itu yg mas dan mbak ributkan, maka kita sudah masuk jebakan lingkaran setan. gak akan ada habis nya dikejar. istilah orang2, “di atas langit ada langit.” silakan tanya diri anda sendiri, mau sampai kapan? sampai kita lupa bahwa kita masih blm belajar apa2 ?
btw, koq si empunya blogger ga nongol lg di thread ini?
yos@abi
April 29, 2008 at 2:57 pm
ada yg bisa bantu ga?
Ass WR.WB
perkenalkan nama saya M. Fakkih A, saya mahasiswa semester 6 Universitas jend Achmad Yani Bandung.
* saya ingin kerja praktik di bidang offshore dan saya harap bisa mendesain bangunan offshore dengan program, sebagai orientasi ke dunia kerja.
dimana supaya saya bisa kerja praktik?
-Terima kasih-
email : fakkih_87@yahoo.co.id
fakkih
Mei 1, 2008 at 1:04 pm
mantap jg ni site….
setelah byk baca ni, aq bru nyadar kalo aq mang ga cocok krj di oil (udah ikut bermacam2 prshn Oil)! emang org yg kerja dsana tidak hanya pintar tapi jg juga hrs kuat mental.
gua ga bisa jauh dr kluarga……
haha…
fraxtio
Mei 3, 2008 at 4:38 pm
saya adalah pejuang pemula dalam meng-apply oil & gas job.. (sekarang hand on di internet,,,apply teruss hehe). Dan saya punya ability on Seismic Data Processing (ProMAX)selama mengerjakan TA beberapa bulan yang lalu. Background saya physics.
Pertanyaannya adalah:
“Sebesar apakah energi yang saya kerahkan dalam mencari pekerjaan di oil & gas company?”
so…saya minta doa dari teman-teman sekalian dan abang2 seniorku..ehh calon seniorku maksudnya. :-P
ase
Mei 3, 2008 at 8:29 pm
Hi,
Lagi iseng survei di net buat bahan interview, eh nemu forum ini. Saya kerja di OFS “the big blue” baru 1,5 tahunan sebagai technician. Kebetulan dah gak betah karena ternyata disini technician cuma dipandang sebelah mata n diperlakukan kayak anak tiri. Sebenarnya saya baru aja naik grade, tapi sakit hati juga ternyata gaji baru cuma beda 300rb sama Field Specialist yang satu grade dibawah.
Intinya, ya apply2 lagi n kebetulan ada panggilan selection untuk Rasgas di Qatar dari Guna Mandiri. Buat mereka yang tahu info, tolong di share dong, seperti apa sih proses seleksi guna mandiri itu… apalagi kalo ada yang pengalaman pernah ikut seleksi untuk ke Qatar (esp. Rasgas)
raspberry
Mei 4, 2008 at 2:37 pm
Mau ngasi cerita kecil nih, gaji besar seperti yang orang-orang bilang di oil company ato di perusahaan oil service itu relatif. Saya pernah bekerja di oil service dengan pendapatan 13jt an dan sewaktu di rig,ngobrol bersama orang2 service yang lain kenyataannya mereka biasa2 aja, saya tanya, ada yang gaji kepala 2, jbahkan ada yang tiap hari dapet 400 dolar US. Kata mereka, banyak yang harus ditinggalkan demi mendapatkan uang, dan mereka bekerja karena tuntutan kehidupan yang serba susah. Mas ato Mbak klo sampai di service sih ilmunya gak banyak2 amat, rata2 prosedural, tapi tiap hari anda akan menemui masalah yang harus anda pecahkan dan itu kita sebut tantangan. Saya sudah keluar dari perusahaan oil service milik Amerika tersebut dan saat ini saya menyarankan kepada anda2 yang akan masuk dunia minyak, pertama kali anda pikirkan fisik anda terutama yang bekerja di field dan pengorbanan yang harus anda siapkan untuk mendapatkan uang. Klo anda masi muda,/fresh graduate gak apa2 kerja di oilrig sampe berpeluh ria, kehujanan dan capek karena anda akan mendapatkan rejeki yang lumayan buat menopang hidup orang-orang yang kita sayangi. Saya rasa kerja fisik di oil service menempati porsi 70%, tapi untuk mendapatkan uang dgn jumlah banyak dlm waktu yang singkat apa salahnya dicoba diusahakan. Pokoknya diingat, klo kerja di rig itu kesempatan bagi semua orang, buktinya temen saya yang kerja di oil service sekarang bisa membawa harapan bagi keluarganya, bapaknya yang dulu sopir mobil box sekarang jadi lebih terbantu dengan adanya kiriman dari putranya, dia bisa buat toko kecil, mempekerjakan saudara2nya yang nganggur, dan mendengar kisah indah dari orangtua temen saya tadi rasanya, rasa capek dan bosan kerja di rig itu sirna, karena suatu saat toh kerja itu ada istirahatnya, mumpung masih muda cari uang dulu buat orang2 tercinta. lumayan ngeruk dari orang bule buat bangsa kita he3. saya bekerja di wireline logging dan kadang bagun pukul 1 pagi ngelog data sumur ninyak hingga 2 hari berikutnya, tapi klo udah terbiasa, tetep aja kaya kerja cuman beberapa jam. Pokoknya gaji bukan segalanya, tapi klo pengin membantu orang lain yang kesusahan kita bisa, dengan memanfaatkan fasilitas2 yang sudah Tuhan berikan untuk kita, asal kita kuat bekerja keras dan jangan melupakan Tuhan dan orang2 di sekitar kita. selamat mencoba ya.
akuok
Mei 4, 2008 at 5:19 pm
Oh ya nambahin. Saya keluar karena pengin cari yang lebih gedhe lagi buat nyukupin keluarga ama buat usaha yang bisa nampung pengangguran di kampung saya. Yah mumpung masi muda saya coba daftar jadi orang bagian drilling karena offeringnya lebih besar. pokoknya jagan sampe forum ini membelah ato menciptakan gap karena mungkin ada rasa antipati ato gimana dengan orang minya, kita semua sama saja. Kita cari duit buat keluarga, bangun pagi2 karena kita tahu bahwa mas depan yang baik itu bisa kita raih asalkan kita bisa merubah sikap dan sifat kita yang buruk dan mencoba menjadi orang yang profesional di bidangnya. Saya sebut proyek pengubahan nasib ini REORIENTATION, saya bisa membelikan bBapak saya alat2 pertukanyan, bisa membangun rumah saya yang dulunya kecil sekarang lumayan buat istirahat. Bapak saya di usianya yang mencapai kepala enam pun sekarang juga bersemangat, maklum sesudah pensiun tidak ada penghasilan yang lain selain kost-kostan yang kami kelola. Dulunya tidak ada dhuwit buat berkarya, sekarang Bapak saya dapat lebih terbantu setelah saya membelikan mesin2 pertukangan buat kerjaan Beliau di rumah, tiap hari mesin itu berbunyi dengan nyaringnya, yah hasil dari kerja capek2 di oil rig tadi. Pokoknya jangan ada gap akibat masalah gaji, prestise karena ingat temen2, kita ini masih orang INDONESIA, dan kita ini sama di hadapan TUHAN. Kita sendirilah yang menentukan nasib kita, dan perlu dipikirkan lagi bahwa kita bisa mengubah ekonomi indonesia dimulai dari keluarga kita yang bisa kita buat self supported. Krja di minyak terus berdikari guna mengurangi pengangguran, wow itu sebuah pencapaian tersendiri kawan, pokoke hidup Indonesia, Sorak bagi PEMUDA INDONESIA. GIAT-GIATLAH BEKERJA DAN JANGAN PATAH ARANG.
akuok
Mei 4, 2008 at 5:36 pm
Nambahin, lagi, rejeki gak cuman di minyak, rejeki dimana-mana asalkan kita bisa menggali potensi kita, menemukan apa yang bisa kita usahakan. Banyak rejeki yang tak terlihat dan itu ada di sekeliling kita. Kita bisa kumpul ama temen2, ngobrol bareng Bapak-Ibu-kakak-Adik, ketemu pacar, nemukan sesuatu yang unik di pasar loak, dapet jepretan foto yang unik di suatu bagunan tua, dapet tanaman hias gratisan dikasi ama tetangga, ketemu ama tokoh penting, duduk2 santai di bawah Pohon beringin di depan Gedung Agung ato tamsya di objek wisata yang menarik bareng ama temen2. Pokoknya yang dimaksud REJEKI itu hanya anda yang bisa mendefinisikan. kalo anda bilang CUKUP, itu cukup, tapi klo anda bilang KURANG, anda harus cari cara untuk mengusahakannya. banyak lahan tidur di negara kita, coba deh tanami minimal tanaman ketela yang gampang, pasti jadi duit. Punya lahan 3×3 m buat kolam ikan lele, pasti juga jadi duit. tapi semuanya butuh ketekunan. Dan setelah anda membaca tulisan ini pasti anda akan menemukan emas itu dimana-mana, beruntunglah kita hidup di negeri Indonesia tercinta. AYO SEKARANG BERJUANG ATASI KEMISKINAN. selamat bekerja.
akuok
Mei 4, 2008 at 5:48 pm
wah….. thanx infonya tgl 9 mei gua test CHEVRON, Minta dukungan n doanya…..
P3Gixxx
Mei 7, 2008 at 4:56 pm
setuju
new biz
Mei 7, 2008 at 10:43 pm
hebat hebat hebat,…. inspiring lagih,…..
ikow
Mei 8, 2008 at 12:52 am
Rezeki dimana-mana deh, jadi field engineer mungkin duitnya banyak tapi drawbacknya juga ada (misal karir mentok, kemampuan intelektual menurun).
Jadi scientist kemampuan intelektual nambah tiap hari tapi duit pas-pasan hehe..
kayaknya profesi yang seimbang di semua sisi (duit banyak, kemampuan intelektual nambah) ya cumaa :
Investment Banker dan Dokter Spesialis.
Adhiguna
Mei 9, 2008 at 11:09 pm
aduh baca ini jadi tertarik ikutan nanya, saya lulusan Teknik elektro minornya Computer, liat2 job ada lowongan di conoco jadi Business Apprentice Program (BA) dan GRAD Program-For Engineers.
scara kualifikasi saya bisa apply dua2nya, tapi apa ada yang bisa kasih masukan mengenai prospek masing2 program?
kedepannya akan ditempatkan sebagai apa?tasknya dll, mending apply yang mana ya?
terus ada ikatan kerja tidak? karena saya berpikir cari2 S2 juga di luar (beasiswa)
apa mereka kasih orang yang ikut program salah satu dari itu keluar/cuti untuk S2?
yre
Mei 29, 2008 at 7:21 pm
aslm…
perkenalkan saya saputra, saya mahasiswa perminyakan yang baru semester 6 di jawa barat. saya ingin bertanya kepada senior-senior, biasanya yang menjadi tenaga kerja di field atau office itu sub jurusan apa? apakah T.Produksi,T.Pengeboran, T.Resevoar, dll.
atas informasinya saya ucapkan terima kasih.
saputra
Juni 2, 2008 at 4:41 pm
mas pri.. cinta curiga neeh.. kyanya dendam bgt sama oil company..??
ada apa ya…??
kyanya ngiri bgt gichu loh..
coba deh berpikiran optimis, semuanya dilihat dari sisi negatif mulu..
cinta
Juni 3, 2008 at 7:00 am
temans,
ada yang tau brapa range salary network technician di ras gas? di IT departementnya? thanks ya..dengan engalaman 5 taun..thanks guys!
lullaby
Juni 16, 2008 at 7:42 am
buat mas gilang kalou mo cari kerja yang bener2 ga cengeng bukanya cuma nurut kayak bule aja berarti apa yang dilakukan mas gilang kalo sekedar cengeng dan ga cengeng kan cuma masalah nasib aja mungkin yang dimaksud mas gilang karena mas ga pernah care sama keadaan sekitar justru kalo anda bisa lihat keadaan negara kita justru orang2 yang seperti andalah yang termasuk golongan orang tercengeng di negeri ini yang hanya memikirkan perut sendiri………………………………………..
perlu diketahui “maaf” tukang sapu jalanan bukan pekerjaan yang cengeng boy!!!!
besar kecilnya gaji seseorang tidak tergantung dengan nominal semata, tapi juga kenyamanan sebagai pekerja yang benar2 bekerja untuk kepentingan bangsa bukan mengekor bule untuk kepentingan para expatriat doang!
kalau menurut saya yang juga bekerja di oil company below 5 years mendingan keluar daripada harga diri diinjak2 oleh bule apalagi pengekor2 bule sama aja waktu jaman belum merdeka banyak pengkhianat yang hanya diberi imbalan lebih mereka mau aja disuruh2 menjadi babu mereka….
buat temen2 yang gajinya masih dibilang belum cukup jangan patah menyerah percayakan semuanya pada yang ALLAH……….. semuanya akan ada imbasnya masing2 kok!!!! merdeka untuk indonesiaku……. go to hell for corupptors……..
koko
Juni 19, 2008 at 6:53 am
nampaknya oil&gas diartikan sbg bule……yaaa ini kurang tepat, banyak koq oil&gas yg local spt medco&bakrie.
fajar
Juni 19, 2008 at 8:29 am
Waaahhhhhhh, si mas koko ini banyakan siriknya dech, mas sirik tanda tak mampu loh,…….yg kerja di o&g jg takdir ALLAH selama mereka gak ngejilat, korup dsb. Kalo gak mau di tempat bule ya di lokal aja. Semua pilihan ada di tgn kita. Kalo yg tipenya suka njilat, ngekor or dibabuin, mo bule or lokal sama aja. So ilangin dulu tuh rasa siriknya.
istrinya pipe stress analysis
Juni 19, 2008 at 9:00 am
minggu depan istrinya pipe akan buka perushan baru…..mas koko mo ndaftar gak?
fajar
Juni 19, 2008 at 9:14 am
iya nih mas koko kayaknya bukan berasal dr o&G ya? enggak semuanya org o&G narsis kok, malah menurut aku lbh banyak yg berpenampilan keren2 diluar bidang itu kalo cowok2nya, he……he, rata rata engineernya kusut kusut, walah suamiku kalo baca maaf ya,…. malah gak keliatan kerja di o&g. Abisan tiap hari meres otak mulu sih,…pipanya gak stress orgnya yg stress, emang bener tiap hari tampang suami tegang mulu, hik…hik
istrinya pipe stress
Juni 19, 2008 at 9:26 am
sbg tambahan….gw sering di o&g tapi bukan engineer….jadi org lapangan alias panas-panasan….so jelas kusut dan gosong. skrg dah balik ke kota dan pake ac tapi tetep bukan engineer…..meski bukan engineer tapi bisa stress loh, gak cuma pipe stress analisis yg bisa stress loh…..
dulu gw di o&g skrg di power…sama stress-nya. banyak bule, banyak jepang, banyak indonesia….dalam satu team dan tidak ada istilah menjilat/mengekor. kalo kita obyektif mereka juga obyektif……………mungkin lain tempat lain kondisinya….
fajar
Juni 19, 2008 at 9:43 am
nunut sama bule dan sama lokal, apa bedanya ? sama-2 jadi pesuruh doang koq…… yang beda bentuk fisik yang nyuruh, yang satu kayak Antonio Banderas kena busung lapar dan yang satu nya kayak Mandra lenong…… hehehe.. Nginjak-2nya juga sama, cuma yang bule pake 3,5 jt rupiah dan yang satunya pake 8 jt rupiah…. hehehe…..
Kalo care sama bangsa ini (Indonesia), ya belajar yang rajin lah. Buka lagi buku-2 yang dulu ga sempet dibaca waktu sekolah tinggi (udah bayar mahal khan??? kecuali ente pake beasiswa). Trus kalo cuma pasrah sama Allah tanpa usaha, ya itu namanya bukan orang Islam. Nabi nya dan sahabat-2 nabi nya saja berusaha sampe mo dibunuh, buat ngeyakinin orang-2 tentang Islam dan beliau adalah utusan Allah. Jangan cuma bisa nya menggerutu, trus disebar-2 ke orang-2. Abis itu pelan-2 bikin aksi unjuk rasa. Trus dengan bangga sambil digebukin polisi, mengatakan bahwa ente peduli bangsa ? Yang bener aje dech mas Koko, kalo nulis…. ga usah yang provokatif gitu. Gaya nyang begituan cuma ada di era nya Bung Karno. Jaman sekarang itu jaman kesadaran dari kebodohan selama 21 thn setelah merdeka/ORLA plus 32 thn ORBA plus 10 thn Orde Reformasi (yang makin ga jelas, rakyat Indonesia itu maunya apa….) Masa mo bodoh terus (bodoh = menelan dalam-2 hasil mentah perkataan orang-2 tanpa bukti)… ?? mo sampai kapan ???
ustadz gendeng
Juni 19, 2008 at 9:58 am
yup bener bgt, ya namanya krja cari duit pasti stress. Yg penting halal, apalagi uang sekarang numpang lewat doang, asal jangan plg kerumah anak n istri jd sasaran stress kita, he….he
istrinya pipe stress
Juni 19, 2008 at 10:01 am
menurut kitab primbon kerukunan hidup dalam rumah tangga…. jangan-lah qta berpatokan kebahagiaan hidup pada besar ato kecilnya gaji bapak dan ibu sekalian…..
kalo gaji qta sebulan 15 jt, tapi gaya hidupnya “SETIA” (Setiap Tikungan Ada”….alias punya banyak “cabang” di setiap provinsi….dijamin 1000% gaji bapak2 dan ibu2 tidak akan pernah cukup dech……
soalnya yang diriqu tahu, gaya hidup orang2 yang kerja di O&G (khususnya di lokasi)……punya prinsip “Dimana Rig Berdiri….Disitu Cabang Berada”….
So, berbahagialah yang bekerja di Office….soalnya bisa ketemu istri ato pujaan hatinya tiap hari…….
Hidup…Pekerja O&G yang di office…!!!!!!
Ttd : Salah satu Pelaku Pekerja O&G Offiice
Ki Warih Sudarsono
Juni 20, 2008 at 7:04 am
SUmpah gw ga ngerti ma olok2 kan “ISTRINYA PIPE STERS. .
katanya intelektual….tapi kelakuan kaya “BOCAH”
U TINGGAL PASANG BADAN AJA mAlah ngomongin orang -syiRIK”…
U KAN GA TAU BAGAIMANA Susah DAN beratnya krjA D oil N GASSS……
jAMAN SEKARANG mah yang penting hidup tenang, hidup ga pernah kekurangan, dan selalu didampiungi wanita2 seKSi….
gW mang baru kerja d oil n gas tetapi ga smua itu menjadi sombong” bagi kehidupan 9w…
Yang pentiN9 mah sekarang sambil jalan hidup 9A “MELARAT”
andiz
Juni 20, 2008 at 7:06 am
gak nyambung……………….
fajar
Juni 20, 2008 at 7:19 am
Apanya bung fajar yang g nyambung nich…..?
Klo g nyambung….. ya di sambung dunk bro……
“Gitu aja koq repot…..” (Mengutip pernyataan gusdur…)
Ki Warih Sudarsono
Juni 20, 2008 at 7:44 am
andiz bilang istrinya pipe stres katanya mengolok olok…..setelah aku lihat ke atas istrinya stress biasa aja, jadi menurutku gak nyambung, atau di bagian atas lagi kali ya yg mengolok olok………………..
“gitu aja koq repot” emang pas banget, gusdur dapat kata kata itu dari mana ya?????
fajar
Juni 20, 2008 at 7:51 am
hey bung fajar………
ente ngebilang GW GA NYAMBUNG………
SAKAREPMU WAE…….
gw ga seneng klo orang ga suka ma orang tuh jangan bilang ’syirik”"
mangnya itu bukan {mengolok olok}…
jadi orang mah klo dah dewasa tuhn ga usah mikirin orang lain aja…
hari gini mah klo orang
konflik yg lain ga usah ikut campurr…….
REGARDS,,
andiz
Juni 20, 2008 at 8:24 am
bener bener gak nyambung nih si andiz, gw baru buka internet kok masih ada ya org kayak gini n katanya kerja di o&G,ini org aneh bgt, baca dulu yg bener mas baru komentar. Ya iyaalah gw tau org o&g kerjanya berat, namanya jg istrinnya pipe sterss laki gw kan org o&g, emang bener2gak nyambung.
istrinya pipe stress
Juni 20, 2008 at 8:36 am
andiz Says:
“hari gini mah klo orang
konflik yg lain ga usah ikut campurr…….”
lha… ente koq juga ikut campur ?
emangnya kl kerja di O&G jadi sombong ?
masak kecipratan oli jadi sombong ???
kalo jadi Presiden RI, boleh lah sombong dikit (pake dikawal pasukan VVIP….)
:)
“gw ga seneng klo orang ga suka ma orang tuh jangan bilang ’syirik’ ”
jadi bilangnya apaa dong ? kayak pemilik blog ini ya cara ngomong nya, yang menuduh pekerja O&G ini dan itu ?
trus membanggakan istrinya yg bisa berani menolak tawaran di O&G (emang apa bobotnya kalo nolak. itu mah urusan masing-2). lagipula, O&G itu kerja nya sama dengan yg di Diskotik atau tempat judi ? Weleh…weleh… udah pada keblinger ente pada…..
Ustadz Gendeng
Juni 20, 2008 at 9:31 am
si andiz saingannya Ahmad Dani lho,…..wong didampingi wanita2 setipe mulan kwok and maia, wah o&g kok jadi ngomongin artis,……….,Didampingi wanita2 seksi bukan sombong apa namanya mas, kerja di o&g bagi andiz gak stress dong, wong yg hibur banyak……….Pasang badan utk suami banyak pahala dong. kok jd terpancing yach,……..
istrinya pipe stress
Juni 20, 2008 at 9:49 am
gendeng semuanya….tapi lebih gendeng bisa komentar tapi gak mau nulis di blog ini……………
fajar
Juni 20, 2008 at 9:53 am
males lg nulis di blog ini, kayaknya yg punya blog seneng bikin bahasan yg akhirnya bisa buat org ribut, bisa jd provokatornya org yg sama, cos aku perhatiinn bahasannya pasti menjurus provokatorin org, ok deh semua sukses yaa…..
istrinya pipe stress
Juni 21, 2008 at 12:41 am
tambahin lg buat mas fajar kalo mo bahas ttg engineer and o&g ada yg lbh berbobot di blognya,……..dijamin gak ada provokator yg bisa masuk. Lebih banyak ilmunya. ntar tak tanyain suami
istrinya pipe stress
Juni 21, 2008 at 12:46 am
Waduh2 kok jadi debat kusir dan pembunuhan karakter gini ya beberapa comment terakhirnya..
Pandangan saya tentang kronologi debat nya:
- “Koko” bereaksi keras terhadap komentar “gilang” yg menyatakan bahwa bekerja di oil & gas adalah pekerjaan yang sangat keras/sulit, dan (sayangnya) merendahkan pekerjaan di luar itu sebagai pekerjaan cengeng.
- “istrinya pipe stress” yg tampaknya memiliki kaitan emosi yg dalam dengan salah satu profesional di industri O & G, membalas lgsg ke “koko” sebagai individu.
- “andiz” yg entah individu yg sama atau tidak dengan “koko”, menyerang balik karena tidak berkenan dengan kata “sirik” yg digunakan oleh “istri pipe stress”, yg diintrepetasikan sbg sikap sombong.
- “fajar” yg tampaknya merupakan salah satu relasi dari “istri pipe stress” bahu membahu dengan “istri pipe stress” untuk menyerang “andiz”.
Jadi, sebenarnya perdebatan itu memang wajar terjadi jika kita perhatikan urutan kejadian di atas. Yg sangat disayangkan adalah pihak2 yg bertikai menggunakan retorika yg kurang elegan sehingga kurang menyenangkan untuk dibaca.
Salam hangat.
pengamat
Juni 22, 2008 at 5:14 am
daripada ribut masalah gaji di O&G, gw penasaran ama gaji/penghasilan dokter yg baru selesai koas terus praktek di klinik ato katakanlah RS ternama (sori OTT). ada yg tau brapa? soalnya mantan temen gw punya temen anak kedokteran dan gayanya ‘’selangit”. kayak rejeki selalu linear dgn gelar aja! setau gw sih jaman skrg kalo mau ”wah” ya harus ambil spesialis. biar tukang mie ayam klo emang rekeji maknyos ya maknyos..
klo masalah gaji di O&G gak usah diributin deh. udah jelas standarnya paling tinggi karena resiko/tanggung jawabnya jg berat. menurut owe Gak ada duit cuma2 kecuali lu olang menang kuis/undian TTS haa..(berbicara dgn mulut 1/2 menganga..)
Rgrds,
mr. GakNyambung
(ganteng, 25m, idaman wanita, n gajinya 15jt/bln krn kerja di O&G, tp tidak sombong ky anak FK..)
GakNyambung
Juni 22, 2008 at 2:15 pm
gue sekarang kerja di O&G gaji gede tapi gak bisa nikmatin istri yang cantik di rumah…
pay
Juni 23, 2008 at 4:47 am
Buat rekan-rekan kasih pendapat ya, aku lagi bingung karir nih….
Lulus sbg mechanical engineer tahun 1996
- 2 thn di astra bag process material
- 2 thn di caltex ngurusin planning engineer
- 2 thn di feedmill jadi team manager QA
- 4 thn di WJC jadi manager bisnis process reengineering
Gajinya sih turun naik karena bidang industrinya naik turun, udah punya anak 1 kelas II, suami kerja dgn lokasi pindah pindah tergantung proyek (S1 sipil)…kira-kira kalau mau masuk ke O&G paling kena ngelamar bagian apa ya…
Pinginnya sih balik ke Chevron…apa memungkinkan (pingin hidup tenang, bebas macet, kalau bisa punya karir yang bagus)…..saran ya….
Caca
Juni 23, 2008 at 5:10 am
hehehe..gw lucu aja ngeliatin orang2 pada ribut soal gaji….klo gw sih tenang2 aja…tinggal duduk santai ongkang2 kaki, ngemeng sana sini gak ada isi, beri janji-tebar pesona…..akhirnya puluhan jt masuk ke perut gw tiap bulan…enaknya jd wakil rakyat…hehehe…paling kapling dineraka gw tambah lebar..(oohh tidaaaakk T_T)
Anggota DPR
Juni 23, 2008 at 5:43 am
@Andiz: lo klo baru bangun tidur cuci muka dulu, nyantai bentar, baru nulis blog…biar gak salah comment/gak nyambung hahaha ^^v….
Anggota DPR
Juni 23, 2008 at 6:04 am
woy anggota DPR jiamputtttttttttt….
ga usah sok tau u jadi manusia….
klo ngemeng tuh yg bener, ga usah nambah2in jelek blog ini aja,,,
kasian tuh mas anjar priandoyo….
gara2 orang kaya u, ancur smua orang2 yg bner2 mau sharing….
andiz
Juni 23, 2008 at 8:00 am
Hidup Anggota DPR :)
Mereka kaya raya diatas penderitaan rakyat dan bangsa ini
KetekWarnaWarni
Juni 23, 2008 at 8:33 am
ehm.. tolong manfaatkan Blog sesuai dengan tujuannya!!!!
saputra
Juni 24, 2008 at 8:38 am
GakNyambung Berkata:
(ganteng, 25m, idaman wanita, n gajinya 15jt/bln krn kerja di O&G, tp tidak sombong ky anak FK..)
He3.. dasar katak dalam tempurung.. gaji segitu aja dah ngerasa gede..
Gua dan temen2 seruangan gua di sini ga ada yg gajinya di bawah 50jt/bln, dan itu tidak termasuk hal yg aneh di bidang gua (telco) di indonesia..
Ohya umur gua jg masih 24, lulus S1 th 2006.
(Kadang2 kita terpaksa sombong untuk membungkam orang2 semacam si “GakNyambung” itu..)
peace..:)
saya
Juni 24, 2008 at 3:44 pm
BTW, usulan topik baru nih mas anjar..
Bisa ga mas anjar bikin topik tentang analisis dan diskusi kostruktif mengenai mengapa di universitas2 ternama di Indonesia (entah di luar negri seperti apa), jurusan di bidang core O & G seperti petro, berbagai jenis geo, dan semacamnya termasuk jurusan kelas dua (jika ditinjau dari passing gradenya yah yaitu skor UMPTN/SPMB kalo dulu, kalo skr kbanyakan sudah menggunakan Ujian Mandiri, saya tidak tahu lg peta kekuatan di ujian jenis ini), nilai masuk mereka biasanya lumayan jauh lebih rendah dari berbagai teknik lain (informatika,komputer, elektro, teknik kimia, teknik fisika, mesin, dsb). Mungkinkah karena faktor itu lifting minyak kita tidak sesuai harapan, karena tenaga yg bekerja di situ bukanlah para potensi intelektual dan inovasi yg terbaik yg dimiliki bangsa ini? Mudah2an topik ini bisa memberikan percikan segar untuk topik diskusi di blog ini mengingat kebanyakan artikel tentang dunia O & G di blog ini membahas tentang uang dan teman2nya.
Salam untuk mas anjar dan para penikmat blog ini :)
warga negara indonesia
Juni 24, 2008 at 4:35 pm
to ‘’saya”: gila coy, itu gaji dari hongkong yah?…serius itu gaji 50jt? klo pertaun gw percaya buanget..jangan gilaa duoonnk…hahaha:))…kocak asli…
GakNyambung
Juni 25, 2008 at 12:26 am
@GakNyambung
He3, bukan dr hongkong bro gajinya, tp dari swedia, finland, ato jerman, perusahaan yg mbayar perusahaan t4 gua kerja. itu makannya gua bilang ente tu katak dalam tempurung, ndesho kalo pake istilahnya tukul..:)
Kalo ga percaya silahkan tanya ke temen yg orang vendor telco (Nokia Siemens Networks, Ericsson ato Alcatel), tanya aja rate dollarnya subkontraktor experienced berapa? (Catet loh ya subkontraktor yg gua maksud itu bukan kerjaan berat n kasar semacam di oil rig gt, kita kerja di office modern di tengah kota, jam 8.00 sampe jam 17.00, dan mgkn ini lah kelebihannya telco, kita bisa dapet gaji sama/lebih dr o&g dengan pekerjaan yg jauh lebih elegan, di sini harga otak mahal otot murah, kebalikan dr o & g) Ntar ente bakal tahu kalo dapet gaji ky ente itu masih termasuk apes di sini..:p
Kebanyakan para kuli o & g tu taunya gaji mereka tu yg besar sendiri yg lain dianggep ecek2, berbeda sm pola pandang kami para intelektual telco, kami tahu gaji kami besar tapi kami jg tahu kalo di bidang lain jg ada gaji sebesar ini, jd ndak perlu dipamerin ky org norak gt :) Heran kan knapa gaji telco bisa segede o & g, cara gampangnya lihat aja knapa profit telkomsel > pertamina, knapa investor2 middle east berebut ingin beli operator2 telco kita. Vendor telco pun ga kalah kerennya, nilai kontrak bisnis mereka dengan operator2 major tu bisa bermiliar2 dolar per tahunnya, ga kalah sm yg didapet chevron dari negara kita. Nokia malah katanya revenue globalnya per tahun lebih besar daripada APBN negara asalnya, ck3.. Jadi ga ada yg menang antara telco dan o & g, itu case by case aja, beda mendasarnya adalah oilco jual komoditi, telco jual teknologi.
saya
Juni 25, 2008 at 1:26 am
to Mr/Ms saya………………………….
lo manteb banget bo…………………
memang ada kalanya kita harus sedikit sombong dengan orang2 yang merasa dirinya gede,soalnya mereka jarang keluar dan mungkin kurang sosialisasi aja diluar masih banyak orang2 gede dan cuma dia aja, semoga dengan informasi yang diberikan Mr/Ms Saya dapat memberikan pencerahan kepada semua………………… ya to!!!!!!!!!!!!!!!!!! sekarang gimana caranya biar bangsa Indonesia ini MAJU bung?????
BISA GAKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!
koko
Juni 25, 2008 at 3:33 am
Indonesia mo maju ?? Ya orang semacam bung KOKO ini di”sekolahkan” lagi, biar pikirannya lebih terbuka…. Memangnya informasi apaan sich ? Lha wong info nya dari org yg se tipe. Ga obyektif lah.
Ustadz Gendeng
Juni 25, 2008 at 3:58 am
to saya & koko: Serius gue baru tau ada gaji telco segitu. tp gue percaya deh gaji lo minimal 50jt/bulan. wuih hebat (tp pajaknya brapa coy? 35jt? sama aja dong masuk kantong cuma 15jt hahaha;p).
tapi lo gak boleh asal nuduh orang katak dalam tempurung. sama aja dong kalo gitu. soalnya tetangga gw jualan soto mie+jualan bumbu dapur di senen sehari dapet 12jt hahaha..SEHARI! umurnya 32taun, tampang jelek, dan demen make kaos kutang bolong+sarungan. beda ama loe yg kantoran. denger2 mucikari di indramayu malah 5M/bulan. wow, mantab.
jadi apa bedanya? Profesionalisme anda! jadi jgn sembarangan bilang orang lain katak, soalnya siapa tau kita juga kodok (yah masih sejenis lah ama katak), ngerasa gajinya udah paling tinggi, taunya masih kalah ama tukang soto mie dan mucikari indramayu hahahahaha..pipiis ahh…
GakNyambung
Juni 25, 2008 at 6:26 am
tambahan buat ‘’saya”: lo kerja di telco make otak, gw kerja di O&G make otak+otot. klo cuma otak doang gak asik, kurang tantangan dan mirip seperti bences.
mr. GakNyambung,
(bentar lagi mo cabut ke SLB venezuela, gaji $1100/day, tapi masih kalah ama tukang soto mie & mucikari indramayu :D)
GakNyambung
Juni 25, 2008 at 6:44 am
He3, saya geli melihat komentar-komentar dari saudara “GakNyambung” di atas.
Beliau menyatakan kalau bences (atau mungkin yang lebih dikenal dengan terminologi banci oleh kebanyakan orang) adalah insan profesional yang mengandalkan otak daripada otot saat bekerja, tapi kok saya meragukan validitas pernyataan tersebut ya, dan saya yakin banyak rekan-rekan pembaca yang sependapat dengan saya :) Kalau yang mengandalkan otot dengan utilisasi otak yang sangat kecil dalam bekerja sih saya tahu, kerbau contohnya :p
Hmm, melihat dan membaca komentar saudara “GakNyambung” di atas saya kok jadi mempertanyakan kualitas intelektual yang ada di balik tulisan-tulisan itu ya..
Jadi teringat pertanyaan yang diajukan saudara “warga negara indonesia”, mungkinkah sebenarnya “kerbau-kerbau” semacam itu yang bertanggung jawab atas tidak terpenuhinya ekspektasi lifting minyak kita, yang seharusnya bisa jadi solusi parsial dari krisis energi yang terjadi di negara kita saat ini.. Hmm, Mas Pri, mungkin usulan saudara “warga negara indonesia” tadi bisa kita angkat untuk bahan diskusi yang cukup menarik nih :)
buruh sahaya
Juni 25, 2008 at 9:52 am
Wah, salut dan vote untuk usulan wni dan buruh sahaya..
Hihihii, si GakNyambung langsung mati kutu, ini baru lucu namanya :))
tiwulholic
Juni 25, 2008 at 3:23 pm
kerja di O&G itu kan kaya kuli hahahahaha
OI
Juni 26, 2008 at 1:46 am
hehehe.. mr. (or boy?) GakNyambung lucu sekali.. geli saya denger commentnya yg lucu itu.. panasan ya orangnya.. hehehe.. geli..geli.. sori ya mister boy
kim
Juni 26, 2008 at 12:13 pm
Wah,
Sebetulnya di telco dan O&G typical pekerjaannya mirip. Yang kerja di kantoran ada, yang kerja di lapangan ada. Kalau temen-temen milih kerja di kantoran yang boleh dibilang cuma pakai otak di O&G juga tersedia. Para reservoir engineer, production engineer, drilling engineer, geophysicist, geologist kerjanya juga di kantoran saja. Ke lapangan kalau sekali-kali saja, itupun cuma melihat-lihat para kontraktor bekerja. Gaji kalau statusnya kontrak lumayan deh. Kalau pegawai tetap ya standarlah…
Menanggapi komentar wni, rata-rata passing grade UMPTN/SPMB jurusan perminyakan memang lebih rendah di banding jurusan IF, EL, TI. TK, MS. Tetapi untuk tahun 1998 menurut informasi yang bisa dipercaya menempati rangking pertama. Tahun-tahun terakhir ini menurut kabar juga menempati rangking yang tinggi (1 atau 2 yah).
Menurut saya soal lifting lebih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya alam dan modal. Mungkin kalau temen-temen angkatan 1998 – 2007 mulai berkiprah, bisa kita lihat apakah ada korelasi antara lifting dengan peringkat masuk perguruan tinggi. Angkatan 1998 metinya duah berkiprah selama 4 tahunan pada saat sekarang ini. Para seniornya (yang lebih jelek passing gradenya) sebagian besar sudah kabur keluar negeri dengan beberapa rekan lagi yang akan menyusul. Jadi tidak lama lagi angkatan barulah yang mewarnai dunia O&G Indonesia. Artinya kinerja mereka akan mewarnai lifting kita di masa mendatang.
Tapi saya cukup yakin kalau produksi minyak (lifting) kita akan terus turun. Mungkin sempat naik sebentar pada saat Cepu mulai berpropduksi. Namun untuk mencapai level 1.2 – 1.3 juta barrel per hari seperti masa lalu tampakny tinggal impian. Mendingan Pertamina atau Medco berkonsentrasi mencari sumber daya di luar negeri untuk mengamankan pasokan energi sekaligus membesarkan perusahaan. Terutama di wilayah-wilayah yang kaya sumber daya alam seperti Middle East, Brazil, Afrika Barat. Kalau di dalam negeri tampaknya ya berat sekali…
Salam,
Tukang air…
Tukang air
Juni 26, 2008 at 11:12 pm
Wah, terima kasih mas Tukang Air atas informasi dan analisisnya.. Alhamdulillah akhirnya ada individu O & G yg bisa bertutur kata bijak dan santun di blog ini seperti anda :)
Melihat singkatan yg anda gunakan untuk jurusan2 itu, saya menyimpulkan bahwa anda dari kampus ganesha, boleh saya tahu anda angkatan berapa? :)
Kebetulan saya alumni kampus yg sama, dulu angkatan 2001 waktu masuk dan selesai 2005.
Cuma mgkn ada pernyataan yg ingin saya sanggah,
mengenai informasi bahwa sejak tahun 1998-2007 ranking jurusan perminyakan menduduki posisi terhormat di daftar nilai UMPTN/SPMB kita. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan mahasiswa saat itu, bahwa setiap tahun daftar nilai UMPTN/SPMB beredar secara informal di kalangan mahasiswa, kalau tidak salah sejak zaman PIKSI masih ada ini pun sudah terjadi, saya sendiri punya daftar nilai untuk beberapa angkatan. Nah berdasarkan data yg saya punya, profile nilai masuk jurusan perminyakan dan teman2nya ternyata jauh dari yg mas Tukang Air gambarkan. Secara umum top achiever tetap dipegang oleh trio macan (IF, EL, TK).. Paling tidak itu berdasarkan list yg saya punya (sampai saat terakhir supply ITB murni dari UMPTN/SPMB nasional plus individu2 pilihan bangsa. Sejak ujian mandiri (yg saya secara pribadi kurang setuju) mulai dikibarkan, saya tidak tahu lg perkembangannya). Tapi sepengetahuan saya jg, passing grade sampai tahun 2008 yg dijadikan acuan oleh adik2 kita untuk menentukan strategi pemilihan jurusan dalam SPMB pun masih dikuasai oleh trio macan yg saya sebutkan tadi. Mungkinkah data yg saya miliki itu tidak valid?
Mohon klarifikasi dan pencerahannya :)
Terima kasih dan salam kenal..
tukang becak
Juni 27, 2008 at 4:35 am
Ohya, sebelumnya saya minta maaf jika ada kata2 saya yg menyinggung perasaan rekan-rekan pembaca..
Tidak ada maksud sama sekali untuk menyudutkan atau merendahkan individu atau kelompok manapun..
Murni hanya untuk meluruskan informasi publik.
Terima kasih.
tukang becak
Juni 27, 2008 at 4:42 am
Wah, kalau begitu informasi yang saya terima salah. Karena saudara mempunyai data-data yang otentik tentu saya yang tidak punya data harus mengalah pada yang punya data. Pada saat saya sekolahpun (angkatan tua nih, jadi malu ah), tiga peringkat teratas memang di pegang IF, TI dan EL. Tapi nilai tertingginya dipegang temen ARS…
Any way, semua pekerjaan yang halal adalah mulia. Bagi yang bergaji besar, syukurilah dengan berbagi. Bagi yang masih kurang, syukurilah juga namun tetap berusaha biar lebih baik. Mudah-mudahan kita bisa berkontribusi pada masyarakat sekitar kita menuju kebaikan.
Salam kenal juga ya…
Sampai ketemu kapan-kapan….
Mau cari air lagi, mudah-mudahan dapet banyak…
Ada yang mau mbantuin?
Tukang air
Juni 27, 2008 at 7:09 am
Gile blog ini full of manusia2 arogan yang kepalanya mau meletus saking bangganya terhadap gajinya.
Belum pernah gue ketemu blog dengan orang-orang sesombong di blog ini. Bandingkan dengan forum http://www.wilmott.com dimana disitu ngumpul Investment Bankers/Quants di Wall street dengan PhD dari Stanford/MIT/Oxford dan gaji > 200k USD setahun, tapi mereka biasa aja tuh.
Blog ini memang Luar biasa.
Hecker
Juni 27, 2008 at 7:40 am
Sepakat kita bubarkan blog yg sombong ini ???
ttd,
FPI
(Fria Paling Item)
U G (saingan U J dan U H)
Ustadz Gendeng
Juni 27, 2008 at 10:13 am
Hmm bukan cuman pada sombongin gaji tapi almamater.
Gue pernah ketemu para lulusan MIT, Berkeley, Uni Karlsruhe, TU Muenchen, Ecole Polytechnique, India Institute of Technology, Tokyo University..
mereka confident dan memang top2..
tapi nggak ada, gue ulang sekali lagi NGGAK ADA, yang seSOMBONG para alumnus sebuah Universitas antah berantah yang lambangnya gajah duduk di sebuah negeri antah berantah itu.
mantan janitor
Juni 27, 2008 at 1:39 pm
Lho, kok pada sewot? Ck3..
Masalah sombong gaji, itu memang saya lihat ada di sini, terutama oleh mr gaknyambung. Sebenarnya memang judul topiknya adalah analisis gaji, jadi kalau ada pembaca yg membuka informasi dia bekerja di mana + gaji berapa itu tidak masalah, malah mgkn informasi itu bisa berguna untuk orang yg akan negosiasi gaji di perusahaan tsb. Sayangnya mr gak nyambung menggunakan kalimat yg cenderung arogan dalam menulis, sehingga mendapat reaksi keras dr mr saya, yg jg sayangnya dilakukan dg metode api lawan api.
Untuk masalah almamater, saya tidak melihat ada upaya menyombongkan diri, bisa kita lihat dari dialog santun antara mr tukang becak & tukang air, dan mereka jg sudah berusaha mengaburkan almamater sebenarnya dengan menggunakan sandi kampus ganesha (metoda yg hampir sama digunakan oleh pemilik blog dengan menyebut almamaternya bulag sumur). Mengenai passing grade, kebetulan kan memang topik itu diangkat oleh wni untuk menganalisis korelasi kualitas input jurusan perminyakan dengan performa lifting negara kita. Lg pula siapa bilang alumnus2 universitas2 yg disebutkan oleh mr mantan janitor lebih baik daripada alumnus universitas2 terbaik di tanah air kita? Inilah pandangan yg saya rasa picik dan salah yg bisa menjerumuskan kita menjadi bangsa tempe seperti ungkapan bung karno. Mereka punya fasilitas lebih lengkap mungkin iya, tp mereka punya sdm yang lebih baik saya rasa tidak. Sebagai contoh sedehana, saya punya rekan kerja yg dulu kuliah di salah satu universitas terbaik tanah air. Ketika dia kuliah dulu, ada dosen yg menggunakan soal2 level magister dari universitas2 ternama dunia, tapi dia dan teman2nya tetap bisa menyelesaikannya dengan sempurna (perlu dicatat bahwa saat itu di kuliah S1, dan baru mengetahui fakta tentang sumber soal2 tersebut setelah semester itu selesai), jd siapa yg lebih hebat, s1 kita atau s2 mereka? Jadi jangan termakan oleh list ranking universitas dunia yg merendahkan universitas2 kita, lihat dulu faktor2 yg diperhitungkan dalam penjelasan metoda penilaiannya, kalau faktor fasilitas lab dan perpustakaan jd faktor primer tentu saja kita kalah mengingat keterbatasan dana pendidikan kita. Coba kalau yg dijadikan faktor utama adalah tingkat kompetisi untuk masuk universitas, tentu universitas2 kita akan dengan mudah menembus top 10 dunia. Perlu dicatat bahwa alumnus2 kita banyak jg yg menjadi mahasiswa2 terbaik di sana ketika melanjutkan sekolah. Anda mgkn jg tidak sadar bahwa beberapa teknologi2 terbaik saat ini ada yg dimotori oleh dosen2 di universitas kita (saya tidak sedang berbicara tentang hoax blue energy joko atau banyugeni loh ya, dan mutlak bukan roy suryo :p) Jadi ini adalah fakta yg harusnya membuat kita bangga menjadi bangsa indonesia, bukan masalah sombong atau tidak sombong.
Terima kasih dan hidup Indonesia!!
versatile worker
Juni 28, 2008 at 12:55 am
@ versatile
Kamu komen yang paling bagus yang pernah gw baca dari 20 reply terakhir :).
teman superman
Juni 28, 2008 at 2:31 am
saya ketawa sambil duduk manis aja liat comment mantan janitor. ooo…jadi lulusan MIT/standford yg hebat2 pendapatannya 200k USD/taun? cuma segitu? :)
-Aburizal Bakrie-
(tanya lulusan mana?)
Ical
Juni 28, 2008 at 5:23 am
Ada comment idiot dari Ical…
woi kalo bandingin apple to apple dong,
seorang menteri yang dapet warisan dari engkongnya dan menyengsarakan jutaan rakyat Indonesia seharusnya dibandingkan dengan lulusan Stanford yang bikin Yahoo, Google, Hewlett Packard, SUN Microsystem etc itu baru adil !
Mantan Janitor
Juni 28, 2008 at 10:27 am
enak ya gj besar…
Saya kerja di petrochina sdh 3 tahun, gj saya masih 3 juta pas.
amin
Juni 30, 2008 at 8:36 am
tuk maz amin….
sabar aja x…
allah itu maha adil n bijaksana…
pokoknya klo anda nyaman n dah seneng dengan kerjaan anda yang sekarang anda jalanin paztinya akan maju kedepannya…
biarin aja orang bangga dengan gaji besarnya….
yang penting kita ga ngerepotin orang lain dan bisa hidup senang….
Regards
andiz
Juli 2, 2008 at 8:06 am
istrinya pipe stress Berkata:
he, rata rata engineernya kusut kusut, walah suamiku kalo baca maaf ya,…. malah gak keliatan kerja di o&g. Abisan tiap hari meres otak mulu sih,…pipanya gak stress orgnya yg stress, emang bener tiap hari tampang suami tegang mulu, hik…hik
Ya iyalah, masa ya iya duong… Bojomu stress ya karena bodo, nganalisis gt aja dirasa susah banget, hehe.. Ya kan?
(pasti ga brani jawab)
jeng joko
Juli 2, 2008 at 6:42 pm
sebenernya kerja dimana pun sama aja. kerja di o/g gajinya relatif lebih besar, tp setau gue gak ada bonus sampe berlipat2. misal gaji 20jt tp setaun cuma 13x gaji. sedangkan klo kerja di bank/manufaktur/consumer goods, gajinya mungkin cuma 6-7jtan, tp bonus nya bisa 10x gaji. malah katanya di manufaktur spareparts motor/mobil ada yg sampe 15x gaji (gak tau ini bener apa enggak ya? astra mungkin?)
jadi penghasilan pertaunnya ya sama aja dgn yg kerja di o/g. klo beda paling tipis lah…liat pertaunnya, jgn perbulan doang.
xXx
Juli 3, 2008 at 12:22 am
lho bukannya gaji /bulan yang jadi patokan…klo pertahun kan itu msh dipotong pajak dan lain2,…
jd menurut saya mending pertimbangkan gaji yg /bulannya cukup gede dan selama 1 tahun berjalan apa saja yg kita dapatkan setelah dipotong pajak tentunya, karena makin gede gaji makin gede pajaknya kan….
adie...
Juli 16, 2008 at 5:08 am
Usia saya 26 th dan kerja di salah satu perush. mining lokal dengan pengalaman 5th. Namun, masa kerja di satu perusahaan ga lama, karena keburu pindah ke prusahaan lain. Saat ini gaji saya 14jt untuk bag. finance & accounting.
Namun, saya masih merasa tempat yang sekarang masih kurang bagus, karena manajemennya masih belum baik dan lingkungan kerja yang saling menjatuhkan. Menurut temen2, kira2 apakah dengan pengalamn saya, saya bisa mendapatkan gaji di atas gaji yang sekarang. Karena ada beberapa tawaran namun, masih di bawah yang sekarang. Saya ga mau lepas gitu aja, karena saya adalah tulang punggung keluarga. Kira2 perusahaan di bidang apa yang bagus untuk pengembangan karir ya? Please bantu…….
rosemary
Juli 16, 2008 at 10:38 am
Maaf, saya lihat comment2 di atas kebanyakan dari teknik, tapi kira2 bisa share ga gimana caranya dan gimana bisa tau kalo perush. o/g besar sedang buka low? Soalnya kayaknya, kalo bagian support kayak finance lowongannya jarang………
Thanks,
rosemary
Juli 18, 2008 at 7:18 am
Hehe, ada perang oil vs telco lg ya di sini..
Klo gw sih lebih ngeliatnya sebenernya saat ini telco vs oil tu lumayan berimbang lah saat ini..
Contohnya gw, lulus 2006 gw kerja di chevron (oil co yg ngasih salary paling tinggi di indo setahu gw), status skr jg19 co habis reset, gaji/bln 1x jt (gw ga mau nyebut eksaknya, ntar takut dihujat jg :P), tp ternyata masih kalah jauh sm temen seangkatan gw yg gawe di nsn (dulu nokia), dia bs dapet sampe 2x jt tiap bulannya. Tp di nsn jg, temen gw yg lain (ex siemens), cm dapet 1 digit perbulannya.
Jadi kesimpulannya, gw setuju sm si saya, it’s case by case aja.. wong 1 bidang 1 company aja bedanya bisa jauh gt.. (btw, buset gaji si saya gede amat yak, tp gw sih percaya aja soalnya kata temen2 telco gw, engineer yg basis kontrak di telco gajinya mang gila2an)
Rejeki n karir tu dipengaruhi oleh keberuntungan jg, ga cm performa, nasib orang beda2..
Yg gw ga suka adalah knapa orang oil yg ngomong di sini banyak yg goblok n kupernya, bikin malu aja.. Tp emang gejala ky gt jg gw liat dr temen2 gw di sini (dalam hal kupernya loh ya, bukan gobloknya, banyak yg ga tahu pasaran gaji bidang lain, mgkn karena yg kebetulan ditempatkan di remote area pd terkucil jd jarang berinteraksi dengan pekerja2 bidang lain), kebanyakan mereka dah super bangga dengan gajinya, ngerasa kagak ada yg ngalahin.. ada positifnya n ada negatifnya sih sebenernya.. Negatifnya kita jd takabur dan pengen disanjung terus.. (contohnya, coba aja deh tanya orang oil n orang telco soal gaji mereka waktu ngobrol, orang oil biasanya ngasih nilai grossnya, sementara orang telco lebih milih nyebutin nettnya, mereka lebih rendah hati) Positifnya, kita jd lebih mudah puas n bersyukur dengan penghasilan kita (contohnya, banyak orang telco jeleknya adalah ga pernah puas, cepet bosen, siklus turn overnya cepet karena pada ngejar gaji yg lebih gede lg, setahu gw loh ya).
Jadi Telco vs Oil ? Kalo soal gaji n benefit seri lah, kalo soal tantangan kerja ga bisa dibandingin lgsg karena bidangnya mang beda, jd pilih yg mana? Pilih yg lo bisa nikmati pas kerja, ga cm pas gajian aja hehe..
belajar mencintai duri
Juli 18, 2008 at 7:36 pm
saya lucu liat orang oil vs telco. baru gaji segitu aja udah bangga. saya sih bangga sama gelar saya, tinggal buka praktek duit ngalir dgn sendirinya, belum lagi kalo praktek dirumah sakit hehehe…
dokter
Juli 19, 2008 at 8:10 am
Saya barusan ditawarin offer di slb bgn office. Mereka menawarkan gaji ga sampe 4 jt gross. Ada yang tahu tidak sebenarnya brp standar gaji office di slb untuk fresh graduate? Saya baru pengalaman 1 tahun, mungkin masi dianggap fresh.
vivi
Juli 21, 2008 at 7:24 am
Pagi to all people…..
Tuk vivi….klo perush sekelas slb gaji segitu kyaknya termasuk kecil dech….
diriku aja kerja di service company skala nasional (fresh graduate) bisa dapet 3,7 juta gross…..
moso’ perush skala international seperti slb cuma dapet “segitu”…..
dikibulin tuch……
Ki Sudarsono
Juli 22, 2008 at 12:55 am
tuk ki sudarsono, hmm..masalahnya..itu kontrak (outsource) and saya bgn accountingnya, bkn engineer…worth it gak ya? mrk blg ga bs lgs permanen , hrs kontrak dulu..
vivi
Juli 22, 2008 at 5:31 am
Vivi. GAL BAKAL kamu diangkat permanen. Itu cuman janji manis aja.
Tapi nggak papa ambil aja buat pengalaman, nanti kalau suatu saat kamu kerja di perusahaan lain atau di luar negeri, pengalaman kamu di Schlumberger akan jadi sesuatu yang berharga, karena bagaimanapun SLB itu international company.
So ambil aja tapi jangan pernah merasa nyaman disitu.
adhi
Juli 22, 2008 at 7:15 am
@Mantan Janitor
Mohon maaf jika Anda pernah punya pengalaman kurang baik dengan alumni institut teknologi yang lambangnya dewa ganesha. Tetapi tentu saja tidak semuanya seperti itu. Masih banyak yang tetap bersikap apa adanya. Mungkin yang bersangkutan itu waktu kuliah Etika dan Humaniora dulu tertidur karena capek ngerjain laporan praktikum.
jamparing
Juli 22, 2008 at 7:20 am
Selamat Pagi lagi to all O&G Professional……..
mo tanya nich……
klo kita mo berkarir di O&G company tuk spesialisasi di logistik division bagaimana ya kiat2nya…? and musti prepare apa aja tuch..?
mohon masukannya……
Thanx before……
Ki Sudarsono
Juli 24, 2008 at 12:44 am
hahaha komentar penuh tukang bohong lawan tukang tipu…semuanya sama2 tukang khayal…makan tu gaji telco/oil! pelacur jg bs bilang penghasilan semalam 70jt…dan memang bener ada!bilang gaji segini segitu padahal pulang kantor matiin desktop cegat kereta/metromini, sampe kos, ngayal trus ngocok…kasian semua lu! ye…yee talk to ur dirty-cock-chocker hands!
Edo
Juli 24, 2008 at 9:05 am
ada yg tw gaji di geothermal chevron???
Apa aja yg didapat?
Sama ga ky di divisi oilgas u D3 pglmn posisi utk Technician.
Gw uda Medical Check ni.
Tinggal tggu offering antara darajat or salak
Thx
ardi
Juli 25, 2008 at 3:13 am
@ edo
hahahahahahhahahahahahahahahahaha
setuju banget
@ tukang tipu semua..
sadarlah…
@ yang kena tipu
back to work!!!
rudyanto
Juli 25, 2008 at 5:03 am
Thx utk Pak Faisal & Pak Ariya (chevron)…
Pak Abu (Facility Engineer) wkt tes top banget ptanyaannya.
Smoga nanti sy bs se-cool Pak Abu.
Alhamdulillah Job Offer uda keluar.
Smoga tgl 1 Agustus nanti, sy sudah resmi
join Chevron Geothermal Salak ktemu dgn bapak2.
Pokonya ditempatin Chevron mana aja siap pak
Thx to Allah yg mdengarkan doa sy selama ini.
Amin Ya Rabbal ‘Alamin
cool3_depok
Juli 25, 2008 at 7:52 am
hehe..jangan sombong deh gaji gede..inget man..sapa sih yang tau hari esok?
mendingan saat ini yang gajinya gede berpikir untuk beramal (angkat anak asuh kek.. biar orang2 pinter tapi kurang mampu secara ekonomi dapat merubah nasib).
Andai orang2 Indonesia yang bergaji 2 digit mau berbagi 1 juta per bulan untuk sesama..wah … makin banyak orang bisa merubah nasib. AMIEN
Yoyo
Juli 25, 2008 at 8:37 am
Untuk DOKTER lebih baik buka praktek sendiri (di luar jakarta, sekaligus pemerataan penyebaran dokter – krn masih banyak daerah2 yang kekurangan dokter). Sebagai gambaran untuk dr umum. Waktu fleksibel, pendapatan bisa diatur sesuai kebutuhan, asal ikhlas rejeki akan datang, saat ini dengan tarif hanya 25-35 % dari tarif standar biaya murah berobat di jakarta) sudah dapat pemasukan 8-12jt/bln, kerja dari jam 06.00-07.30 pagi dilanjutkan 16.00-18.30 sore. Mau tambahan sekaligus membuka lapangan kerja buka apotik, dari pasien yang berobat ke tempat kita saja ada tambahan 4-8jt/bln nett. Kalau perlu tambahan lagi bisa kerjasama dengan pabrik-pabrik, baik untuk berobat di tempat praktek kita (klinik) atau menjadi dr perusahaan yang waktu kerjanya 1x-2x/minggu@2jam. Per pabrik bisa dapat tambahan 2-5jt nett (tergantung nego)..Kalau pendapatan mau ditingkatkan lagi yang naikkan aja tarif berobat dan keuntungan apotik. Ya tapi tergantung tega(uang didapat) atau nggak tega(mengharap pahala ditambah sedikit biaya konsultasi) aja, orang sakit kita naikkan tarifnya. Wallahu’alam
dien
Juli 31, 2008 at 10:04 am
to dien: wah saya tertarik juga dengan analisis anda, kira2 bagaimana yah cara menjadi dokter perusahaan, apa kita harus membuat proposal terlebih dahulu ? . Mengenai bekerja di oil and gass bagi dokter yang offshore, denger2 sih katanya besar tapi setelah baca pendapat yang lain jadi mikir2.. nih…
vampire_surfer
Juli 31, 2008 at 12:14 pm
IT/telco vs oil/gas, trus skarang nambah lg dokter vs IT/telco vs oil/gas, hahahak… ayo bidang yg lain ikutan jg biar tambah rame.. :D
Gpp kok, nambah wawasan, biar bisa ngasih gambaran ke adek2 ato anak2 kita..
buat EDO, sirik aja lu..:p
masih sekolah
Agustus 2, 2008 at 5:15 am
IT/telco vs oil/gas vs mining/gas vs mining/telco
hehhehehe..
Ada dech
Agustus 2, 2008 at 10:53 am
Info Agustus 2008 :
Gaji fresh graduate di PERTAMINA-EP = 7,5 jutaan
Dinas di lokasi pengeboran (30 hari) = 14,5 juta ( Junior)
Dinas di lokasi pengeboran (30 hari) = 19 juta (Senior)
Total penghasilan utk yang di lokasi pemboran (Gaji+Dinas) = 22 juta/bulan (Junior) & 45 juta/bulan (Senior).
Urutan level golongan terendah mulai dari 16, 15,……, 2, 1, P1, P2, P3, P4.
Pertamina Forever
Agustus 11, 2008 at 6:09 am
Slmt pagi tmn2 skalian. Sy sdh membaca hampir smua opini dr tmn2. Dan smua itu tentunya untuk tujuan yg baik. Hehe. Nama sy kenjiro, sy mahasiswa smst 3 jurusan teknik kimia d slh satu PTN d sumatera. Sy ingin bertanya, apakah dlm melamar pekerjaan, perusahaan minyak melihat peringkat universitas tmpt calon pekerja bljr? Apa pd umumnya perusahaan minyak melihat universitas tsb hrs reputable? Lalu brp ipk yg d anjurkan utk msk perusahaan minyak, khususnya utk mahasiswa PTN?
Tmn2, d mohon bantuannya yh, krn sy memang bner2 bingung. Hehe. Maaf klo ada kata2 yg slh.
Thx.
Ken
Agustus 21, 2008 at 2:49 am
Pagi juga kawan2.semaleman baca semua opini,perih juga ni mata. Mau tanya nih,dengan segala hormat. Calon suami gw baru ketrima di suatu perusahaan kontraktor untuk geothermal chevron,baru beberapa hari kerja,ada panggilan dari pertamina.udah sampe tahapan med check up.kebetulan belum tanda tangan kontrak jg ama kontraktor tsb.dy lagi binguuunnnggg bgt. Pilih yang mana? Gaji yang skarang 13jt,n pertamina 7,8.tapi pertamina katanya jenjang karier lebih jelas tapi dy anti bgt ngambil uang yang bukan haknya(taulah pertamina,mndingan kagak makan daripada makan “proyek” ga jelas).trus calon suami aku yakin aja dy bakal diambil ama chevron.karena dy emang kerja keras bgt.sbelumnya dy sempet kerja di pabrik benang 5 taun,dy lulusan elektro gajah duduk angkt.97.mana yang terbaik bwat kami yah?trima kasih ya temen2 sebelumnya.
mau tanya
Agustus 30, 2008 at 9:48 pm
IT/Telco vs Oil/Gas vs Mining Vs Pelacur
Kenalkan, gw masih kuliah di perguruan tinggi.
Gw banyak kenal ama pria2 yg kerja di company telco, oil/gas, mining, mereka pendidikannya rata2 S1, ada pula yg S2 sih, tapi kok goblok2 semua ya, gw bohongi mau2 aja tuh….
Gw cuman ngangkang digagahi oleh pria2 yg kerja di telco, oil/gas, & mining, sejam aja dapet 2 — 3 juta, kadang malah ada yg ngasih 5 juta. Krn gw part time, paling seminggu hanya 3 jam ngangkang, ambillah rata2 perjam 2.5 juta, jadi pendapatan gw per minggu itu 7.5 juta, kalo sebulan ya 30 jutaan lah. Apalagi kalo gw ngangkang di depan pria yg kerja di oil company yg di middle east, wah pasti lebih deh.
Belum lagi ada pria katanya alumni perguruan tinggi yg gambarnya ganesha itu sih, kerja di oil company juga, gaji dia sih gede, dia suka ama gw, makanya gw bohongin melulu. Gw bilang butuh ini, butuh itu, kok dikasih duit tuk beli yak. Sarjana kok guuuuoooblok banget yak…..
Gaji gede kalo guooblok gimana……….
Jadi menang mana nih IT/Telco vs Oil/Gas vs mining vs pelacur???
Krn gw pelacur profesional, gw jelas bilang menang pelacur dong…..
Tapi menurut gw, yg paling goblok dan kalah itu Oil/Gas, kenapa?? krn customer gw itu kebanyakan orang2 yg kerja di Oil/Gas…… mungkin di sana dia jarang liat cewek, yg diliat cowok2, wah wah bisa bisa jadi hombreng….
Vs pelacur aja udah kalah, apalagi Vs Artist
coba sekarang IT/Telco vs Oil/Gas vs Mining Vs ARTIST
Kalian tahu artist gak…. jgn2 kelamaan di pelosok trs lupa…. udah goblok, culun lagi, gitu kok sarjana yak, pantes indonesia gak maju2…
He he he
Pisss
ma’lum, gw kan pelacur, jd bahasanya agak kasar
Pelacur Profesional
September 12, 2008 at 4:26 am
Pusink liat orang pada berantem diatas.. ah kalo gue mah pengen masuk sorga aja dah… enak bisa hidup selamanya… kalo di dunia mah percuma, gaji gede tapi akhirnya mati juga bakal… duitnya kagak dibawa mati… hohohooo…
webex
September 14, 2008 at 3:01 am
@mau tanya. Tergantung tipikal suami gimana, kalau dia tipe yang ingin hidup tenang dan gak banyak mikir, ambil Pertamina. Hidup tenang sampai tua bakal terjamin.
Kalau dia tipe petualang, ambil yang kontrak. Gaji gede dan hidup lebih berwarna, tapi hidup nggak tenang. Bakal pindah-pindah kerja, ketakutan kontrak dihentikan etc.
Kalau menurut gue sih kalau belum berkeluarga ambil yang kontrak, kalau berkeluarga ambil yang Pertamina
adhiguna
September 14, 2008 at 10:27 am
Salam kenal ,
Saya pengin kerja di oil company , tapi sampai sekarang belum dapet . Tapi masih tetep hunting terus .
Saya sudah kerja diotomotif ( group astra ) 8 th gaji kira – kira 7 jutaan . Sekarang ada tawaran untuk training di jepang selama 1 th dan setelah itu harus ikatan dinas selama 3 th . Di astra dapet :
1 . THR 1 kali gaji
2 . Bonus 6 kali gaji
3 . Tunjangan kesehatan & Rs
4 . Tunjangan pensiun , yg ini cukup lumayan untuk tabungan hari tua
Saya bingung apakah pengin tetep nganjutin di astra atau tetep hunting untuk di oil company .
Minta masukannya .
trims
roni
September 16, 2008 at 5:22 am
mo nanya donk.. penghasilan yang diterima karyawan oil n gas asing yang beroperasi di indonesia itu masuk ke komponen cost recovery yang di reimburse sama negara gak yah?? kalo iya berarti sama aja negara ini donk yg mbayarin kuli2 panggul nan sombong itu lebih tinggi dari negara ini mbayar mentrinya sendiri??
Abdi Negara
September 18, 2008 at 4:12 am
Duh jgn mau de ambil kontrak di oil company. Tenaga lu diperes kaya sapi, sementara yg permanen enak2an ongkang2 kaki..nyesel g msk oil company…
mrk jg seenaknya bgt..masa ada org ud kerja 1 taon , cuma diperpanjang 10 hr, cuma buat masa sibuk closing doang..
parah gak se..ada company kaya gitu..
perpanjang org juga seenak2 jidat..
gaji gede jg ga worth it..
tekanan batin.
vivi
September 22, 2008 at 8:13 am
Wah….awalnya jujur waktu baca blog ini, seneng banget..
Serasa ada informasi yang memacu diriku untuk belajar and tahu lebih banyak.
Tapi setelah makin nurun and nurun kok malah jadi gini?. Jadi ngolor sana sini ndak jelas, Menghujatlah segala macamnya lah!….
Aneh, saya lihat, mbo….kalo ada yang kurang tepat mbo dilurusin to, kok ribut?. Satu hal lagi ingin nanya, apa ownernya blog ini masih idup???. ato dah almarhum???… Mas??!!, anda membuka topik pembicaraan, sebagai owner, seharusnya anda punya etika dan kendali untuk menghentikannya, bukan malah biarin seperti ini?. Apa enak dilihat?. Jadi kerja gaji besar and gaji besar ndak cukup teman-temanku… kalo hanya masalah kecil ini terus dibiarin?, kapan kita belajar???? apa kita hanya belajar saat mo terima duit?… tidakkan?..
Serius, awal baca blog ini saya tertarik, tapi semakin dipikir?. serasa orang punya blog juga nggak punya etika and itikad baik, yang NOTABENE-nya orang IT?… mas…mas…aku juga orang IT, jadi marilah kita semua belajar untuk menjadi manusia yang seutuhnya…
Kalo memang sesuatu udah gak beres, kan bisa u close or anyelse?… Jadi kalo anda tidak bisa melihat ini sesuatu yang perlu dihentikan?. Mikir-mikir deh dengan hatimu itu?.
Marilah, kita semua…there is no body is super here…
let’s learn what we can….
NOTE****)
Kalo ndak bisa kontrol juga, mending re-sign blog ini aja, malu deh aku sebagai orang IT membacanya….
jadi alergi aku….
So, salam berbenah diri buat semuanya…
Semoga tuhan memberkati kita semua….
amin….
pencerah
Oktober 14, 2008 at 6:42 pm
jangan begitu, mas pencerahan….gimanapun kita patut syukur dengan pengelola blog ini. hanya kadang lain kepala lain hati. Anda yang tugasnya kasih pencerahan, kalo ada sesuatu yang kurang oke, ya ingatkan dengan baik. Dengan cara dan bahasa yang baik pula….Berat lhoo punya title “pencerahan”, he he he….
So, kembalilah ke niat kita ikut diskusi ini. Saya kira untuk sekedar referensi dan informasi bagus banget. Untuk media syukurpun oke juga. Kata sang pencerah, orang kaya itu tidak diukur oleh banyaknya uang dan amteri….kaya itu di hati…Tuhan beri dia kecukupan dan keikhlasan…maka berapapun yang diterimanya, dengan ikhtiar yang optiomal, akan membuatnya kaya…begitu, boss….
iwahyudi
Oktober 15, 2008 at 8:38 am
setuju 100%
rere
Juli 14, 2009 at 1:30 am
Mohon info kwn-kwn yg membaca srt saya
Umur saya skrg udah 46 th termasuk udah tua lah unt msh mencri kerjaan.
Sy pernh kuliah di kampus swasta ternma di jkt mengambil jur. sipil tapi gak sampe selesai.
Dan saya pernah bkrj di konsultan jepang yg bekerjasama dg konsultan lokal dalam bidng estimasi biaya pekerjaan -pekerjaan sipil sepert lap. terbang, jembtn dll.
Kmudian sy pernh bkrj di kontraktor baja slam hampir 11th sbg drafter dan saat ini sy bkrj di kontraktor sbg drafter/designer yg bergerak dalam pembuatan panel untuk platform (instrumentasi baik control system maupun pneumatic dan juga dalam bidang telekomunikasi .
Sy sngt berkeinginan untuk pindah dari perusahaan yg skrg keperusahaan lain yg bs menjanjikan kesejahteraan hidup bg saya dan keluarga saya.
Yang saya tanyakan msh bskah sy diterima diprshn o&g dg umur sy yg setua ini ?
Bagi kwn-kwn yg ada info lwgn kerj untuk sy tlg hbngi sy di mailto : eman.purwanto@gmail.com
adam
Oktober 26, 2008 at 9:34 am
jd gaji di indonesia kok tidak sebanding dengan gaji di luar negeri ya…
di luar negeri berkisar 40 sampai 60 juta..
gaji yang dikemukakan itu adalh gaji karyawan tinggi atau yang biasa2 aja…
koet
Oktober 28, 2008 at 8:49 am
saya pikir yang indo dan new entry, karena kalau expat (baik orang indo maupun asing) gaji tidak kurang dari U$ 15,000 per bulan
rere
Juli 14, 2009 at 1:26 am
Sekedar mengingatkan, besarnya gaji bukan segala-galanya …
mrt
November 4, 2008 at 12:35 pm
Beberapa bulan yang lalu liat ini blog seru soalnya dapet info yang signifikan tentang standar salary di berbagai industri lewat posting2an temen2..walau pun mostly di O&G, Telco dan EPC, makin kesini infonya koq makin ga jelas ya..
Kayanya harus sudah mulai dibiasakan deh kita sharing mengenai salary ini dibikin kaya cara ngomongnya HR, diitung nett per tahunnya. Dibicarain juga compensation & benefitnya (tunjangan kesehatan, pensiun, housing plan dll)
Klo di tempat ane bahkan compensation and benefit ini nilai rupiahnya mencapai 25% loh..tp emang ga langsung kpegang sih..
Ganteng
November 6, 2008 at 6:32 pm
TAMBAHAN, ARTIS ITU BISA DIGOLONGKAN ENTREPRENEUR JUGA , KARENA DIA JUAL KEPOPULERAN & HIBURAN.
MEMANG PENDAPATAN MEREKA JUGA LEBIH BESAR DARI EXPAT.
MEMANG SIH NGERINTISNYA AGAK BERBAU UNTUNG/LUCKY
MODAL TAMPANG BIASANYA/ WALAU BUKAN PASTI, JADI SALAH SATU POINT KEBERHASILAN
Palguna
November 8, 2008 at 8:47 am
Mohon donk ifo gaji di service oil
muhammad Asadurrohman
November 15, 2008 at 2:30 am
waduh,nuhun mang……..
ada beberapa yang saya mau komentari…
1. Kok blognya berbau provokasi ya?? (offensive)
2. Pasti si Priandoyo seneng ni banyak yang comment (walau kebanyakan ga jelas)-Bukan sirik lho yo
3. Si Priandoyo ini kan berposisi sebagai Moderator, cuma koq JARANG BANGET NONGOL yak?? Ada yang nanya malah dicuekin.
Malah saya lihat Pak Sbaskoro yang lebih cuco sbg moderator..
Kesimpulan :
- Blog ini ga jelas, tapi saya kasih dua acungan jempol dah bwt mas Priandoyo (jempol kebalik)
- Mending pada pindah ke Pak Sbaskoro (http://sbaskoro.multiply.com)
~Note~
. Numpang_komen tidak mempunyai hubungan darah/relasi/dsb dengan Priandoyo atau Sbaskoro.
. Pilihlah secara objektif!!
Tunjukkan klo kalian adalah para INTELEK, baik dari tata bahasa/bicara/sikap..
Klo diri sendiri ga bisa kontrol, masa kudu orang lain yang kontrol???
numpang_komen
November 20, 2008 at 1:42 pm
Mas Priandoyo,
Saya pikir anda juga harus banyak bergaul dan membaca, anda menganalisa sesuatu cuma dari satu sudut pandang. Dunia oil and gas itu merupakan suatu bisnis yang sangat kompleks, disini terdapat semua resource dengan semua background ilmunya, karena bisnis di oil and gas tsb mulai dari ekplorasion , operation , maintenance, HR, SCM, legal, business planning, business development karena investasi di oil and gas itu mencakup angka yang ratusan triliun…….kemudian kalo anda pikir business ini sudah mature anda salah, saya berani taruhan untuk 100 tahun kedepan binis ini tetap menjadi busines yang utama, karena setiap ada filed mati akan ditemukan lagi field baru…. mungkin ada bisa belajar sedkit saja mengenai petroleoum engineering. Soal gaji itu pilihan.. Tapi yang jelas oil and gas untuk beberapa puluh tahun kedepan merupakan pilihan yang paling baik untuk mendapatkan jaminan masa depan ( kalo pilihan kita mau menjadi employee), sola kutu loncat dunia oil and gas adalah rajanya, dimana turn over employee diantara perusahaan minyak sangat tinggi itulah yang menyebabkan company selalu membayar pegawainya tinngi untuk menghindari dibajak perusahaan minyak lainnya.
dicki
Desember 1, 2008 at 12:37 pm
Bwt mas-mas, dan mbak2 yang kyanya ud pada berpengalaman di dunia minyak dan gas. Mw nanya oil company ama service company prospeknya bwt kita bagus mana?
klo disuruh milih kira2 lebih mantep yang mana?
trus soal sallary service co bwt fresh byasanya brp?
keuntungan klo kita kerja di perminyakkan apa cuma dari besarnya sallary aj?
makasih.
didit
Desember 2, 2008 at 9:21 am
Ada yang tahu gx gaji di perusahaan service????
Hadi
Desember 4, 2008 at 3:05 am
To dicki:
Justru tampaknya anda yg harus belajar lagi deh, hati2 menggunakan kata “paling” kalau pengetahuan anda tentang fakta di bidang lain masih sangat minim.
bella
Desember 4, 2008 at 5:43 am
Dear All,
Saya pernah interview utk exxon mobil tp utk cepu jadi MCL alias mobil cepu limited. apakah benar kalo kerja di oil gas co indon gaji dibatasi ama migas. teman2 saya utk posisi safety inspector dan qc dikasih 2500 usd / bln dg schedule 6 mgu on 2 mgu off. itu lewat agen moody atau lekom maras jkt.
Apakah memang kecil begitu gaji di exxon?
Tmn ada juga yg interview utk welding engineer tp exxon jkt cuma dikasih 3000 usd / bln tp permanen.
Lekom pernah nanya tmn brp yg diminta, dia minta 6000 usd tp ga ada kelanjutan. exxon jg begitu, ga profesional banget krn stlh test lewat telepon ga pernah ada pengumuman diterima gaknya. kl gagal ya kasih tahu krn udah bilang begitu. jd byk tmn2 yg kecewa?
Malah kata tmn yg udah masuk di MCL cepu disana ada philipin. ngapain MCL ga pake org2 kita pdhl dr segi skill dan cert org kita jg bagus.
Ada yg punya pengalaman tes dg bu anti atau antik dan mr. gordon?
oh ya satu lagi knp sih org2hrd di oil gas ind ga pernah mau reply aplikasi kita , pdhl kl apply ke oil gas co overseas pasti di jwb langsung. apa memang attitude org kita ga mau org kita maju dan berhasil.
Thx
antioutsourcingind
Desember 6, 2008 at 12:58 am
Bapak/ IBu Anjar, Dicki, Bella
Anjar : Kok gak ada tanggapan lg dr comment2 diatas, bukannkah mas Anjar yg punya blog??
Dicki : Emangnya anda tau 100 thn kedepan itu kayak gimana?
Bella : Ilmu anda sdh sampai dimana sich??
No no no
Desember 6, 2008 at 7:19 am
Gw percaya gaji di oil & gas saat ini emang lebih gede dibandingin dengan yg lain..
Sebaiknya bersyukur aja udah dikasih gaji gede..jangan dipakai untuk menyombongkan diri.. uang bukan segalanya bung..
pairo
Desember 9, 2008 at 3:27 am
buset dah, gajinya gede2 ….??? , makin lama baca blog ini bisa gila2 sendiri n tidak bersyukur dengan apa yg kita dapat…..uang,gaji bukan segalanya …..
ordinary
Desember 14, 2008 at 4:53 pm
Ada yang tahu rate gaji Engineer di Hess brp ya?gua ada tawaran dr hess utk QC Engineer.Kasih tahu dong?
O&G Freelance
Desember 17, 2008 at 7:42 am
waaachh sedikit berkomentar aaaah
kebetulan saya sekarang bekerja di perusahaan oil and gas dari jalur apprentice atau trainee atau fresh gradute yang baru lulus ikut tes di kampus, lulus tes terus di training dapet uang saku lumayan lah.dari data2 temen oil and gas lain yang kebetulan training di waktu yang sama uang saku kita rata2 1,5 sampe 3 juta.yaah macem2 fasilitas yang diberikan.tapi sangat menyenangkan trainingnya.naaah setelah masuk bekerja salary kita berbeda-beda ada yang waktu training uang sakunya paling tinggi tapi waktu kerja paling rendah hehehe kasihan deh.oh iyah kita kebanyakan lulusan D3.banyak lulusan D3 yang bekerja di oil and gas.
sedikit info juga nih salary onshore sama offshore biasanya lebih besar offshore karena kerjanya lebih banyak dan resikonya juga lebih besar.
setelah setahun dapat pengalaman pertama kerja di oil and gas dan membandingkan dengan temen2 lain yang kerja di bidang yang lain yg ingin kerja di oil and gas.kebahagiaan kita hampir sama aja.mereka yang bekerja di bidang lain di office gituh bisa ketemu keluarga lebih sering dari kita, terus berada di peradaban lebih lama.
fasilitas di tempat kerja oil and gas biasanya juga serba ada, makan tinggal makan,tidur yaaa lumayan nyaman, mau olahraga disediakan, TV cabel, gym, kolam renang (yg di onshore), karoke, alat2 musik (band), telepon gratis.
yaaah tapi tetep aja jauh dari peradaban dan keluarga.
semua ada resikonya bung.gaji besar juga kalau pengeluarannya besar juga sama aja, yang pentingkhan dalam kerja kita nyaman betul tidak?
gemuruh
Januari 7, 2009 at 6:43 pm
@ gemuruh : betul om Prinsipnya adalah PENGENDALIAN DIRI…semua pasti ada plus minusnya, di O&G lebih besar salary (“di luar karena faktor bisnis yg unik”), sebenarnya lebih banyak merupakan kompensasi misalkan karena meninggalkan social life sementara (on / off), berdomisili di daerah remote dsbnya…NO PAIN NO GAIN… sebagian kecil saja yang kebetulan berada/bekerja di Kota besar…(ini namanya rezeki nomplok…)
Jack
Januari 8, 2009 at 2:26 am
mas2 sekalian,
gimana perbandingan besaran gaji di psc (pertamina, cop, xom, etc) vs oil service (spt hal, slb, bhi, etc)? gedean mana ya? mohon panduannya. mks sblmnya.
Mythology
Januari 8, 2009 at 3:36 am
Bapak2, ibu2, mas2 & mbak2 intelektual negeri ini yang saya hormati. dalam pandangan saya yang terbatas ini adalah bagaimana respon kita kepada Sang Pemberi Berkat/Rejeki yang paling terutama, bukan soal berapanya gaji kita & dimana kita bekerja, kalau kita lihat di Jakarta banyak sekali gerobak rokok yg sekaligus menjadi rumah bagi mereka dan anak2nya, mereka tidak pusing kalau setiap hari harus melihat orang berlalulalang dengan mobil mewah dan kehidupan yg menurut mereka tidak pernah mereka impikan, menjadi orang yang banyak uang dan hidup senang…mereka hanya BERSYUKUR bahwa mereka masih di perkenankan hidup oleh Si Empunya dunia ini, tapi kita..cuma melalui korespondensi saja sudah pusing dengan jabatan, title, gaji tinggi dll, kita harus mereview diri kita lagi deh..ingat dunia ini sudah tua, apapun yg ada di dunia ini akan segera lenyap, bahkan kita pun cuma debu dalam debu, jd sebelum semuanya menjadi terlambat, kita benahi diri dan memiliki sikap hati seperti penghuni gerobak, BERSYUKUR ATAS SEGALA HAL YG SUDAH DI PERCAYAKAN PADA KITA. Thanks.
Tri Untoro
Januari 8, 2009 at 5:51 am
Menarik juga membaca tulisan-tulisan di atas. Lucu-lucu… karena terlalu banyak asumsi-asumsi, mungkin cuma hasil dengar sedikit sana-sini, jadinya kurang objektif dalam beropini. Gini aja:
1. Syukuri apa yang kita miliki saat ini dan berusaha untuk bisa lebih baik lagi. Buka wawasan pikiran seluas-luasnya. 2. Setiap orang mungkin mendapatkan sensasi berbeda untuk satu pengalaman yang sama. Jadi kita mesti harus hati-hati dalam mengeneralisir situasi.
3. Dimanapun kita bekerja, berusahalah untuk selalu mencari keseimbangan dalam hidup antara rutinitas kerja, keluarga, dan terutama ibadah.
Tentang saya:
Background Elektro salah satu perguruan tinggi di Bandung, udah kerja >12 tahun di salah satu perusahaan minyak di Sumatera sbg Engineer. Kerja di office yang hanya 5 menit naik sepeda dari rumah yg disediakan perusahaan. Take home pay – cash (gaji+uang cuti+THR, stlh potong pajak) +-480jt/thn. Diluar fasilitas kesehatan dan tunjangan pendidikan anak2. Bulan depan pindah ke Qatar (take home pay di contract kerja, diluar fasilitas rumah, sekolah, dsb. +-96jt/bulan).
Wassalam,
syukri
Januari 9, 2009 at 10:09 am
kalau dipikir-pikir mending nunggu nasib aja kali yah..hihihihi
saya ga ada kepikiran bisa punya uang banyak, tapi namanya juga rezeki, bisa dateng dari mana aja..
Tentang saya:
S1 ekonomi di perguruan swasta di Jakarta angk. 2000, karena males kerja main band aja deh jadi home band di cafe2 di jakarta (berharap jadi kaya peterpan,hihihihi…) , gaji -/+ 2jt/bulan, thn.2006 ada kontrak kerja di Banjarmasin jadi home band sebuah cafe, gaji -/+ 3 jt/bulan. tahun 2007 sambil ngeband sambil jadi mediator batubara , penghasilan -/+ 7 jt per/bulan. trus sejak september 2007 sampai september 2008 jadi mediator batubara juga, tp kontrak setahun penghasilan -/+ 550jt/bulan (-/+ 6.6 milyar setahun). sekarang udah ga kontrak lagi, band udah ga dikontrak lagi. jadi udah balik ke jakarta. hihihihi…nasib.
boy
Februari 1, 2009 at 8:40 pm
aduh…. jadi ikutan ngiler nich……./////????????
enak kali ya jadi ber uang he hehehehehehe …..sukses untuk semua yang sudah hidup makmur……goodluck
jacky
Februari 9, 2009 at 10:06 am
Mau nanya dong…
kalo untuk non-field di oil dan gas kira2 brp ya? saya lulusan finance (s2)… pengalaman 5 tahun ? plus ada yg tau ngga standard untuk perusahaan tambang (batubara, nikel) non-engineering brp? mungkin mas boy punya data nya?
andress
Februari 9, 2009 at 10:41 am
Wah di sini orang-orang nya pada gede semua penghasilannya… pasti sekarang pada kaya-kaya ya?
Saya pernah kerja di perusahaan kontraktor oil dan tambang tapi ya… begitulah hasilnya tidak terlalu menggembirakan (so please don’t ask me how much it was).
Tentang saya:
Sekarang sudah memutuskan untuk usaha sendiri, tidak ingin lagi jadi pegawai. Pernah dapat (cukup) besar (baca: cuman lumayan) tapi sering juga paspasan. Dengan penghasilan terbatas yang masih juga belum bisa ikhlas dengan keadaan ini apalagi bersyukur.
Agung Prakasya
Maret 19, 2009 at 10:41 pm
bagus ooom
kilo
Juli 9, 2009 at 1:18 pm
oh iya mas satu lagi ,..kalo ngoceh disini jangan terlalu jujur,………………..
jenki
Juli 14, 2009 at 10:26 am
saya sangat suka & bangga bisa bekerja di perusahaan minyak.cita-cita saya dari dulu.terima kasih…
hendrik
Maret 24, 2009 at 2:50 pm
Selamat malam bapak-bapak/ ibu-ibu.
mohon maaf terlebih dahulu ya ikut gabung ne..
klo dilibaca dari dari penglaman diatas gw merasa iri aja neh.
klo boleh nayaneh yang pernah kerja di perminyakan syarat nya apa aja y? dan bagai mana caranya?
saya backgraundya cuma SMA sekarang masih kuliah T.Industri.
klo mau gw gawe dulu biar gw lanjutin lagi nanti kuliah y rencana. tapi gw jg udah pernah kerja di cosumer good.
mohon informasinya
Thanks & Bast Regards
elias_boys@yahoo.co.id
Elias simanjuntak
April 6, 2009 at 11:57 am
mas nanya nih,
aku dapet tawaran di halliburton posisi Mechanical Tech I. Grade: D2-ESG. point of hire balikpapan
kira-kira total pendapatan 1 tahunnya kisarannya berapa ya?
mhn bantu dijawab bagi yg tau, untuk bahan pertimbangan saya take it or leave it. Thanks
heppy
April 15, 2009 at 9:29 am
gaji besar diiringi kerja keras, adil!
aab
April 23, 2009 at 1:11 pm
Syukuri dulu apa yang udah kita dapet…!!!
Kaya materi tapi miskin hati = rugi
Miskin materi tapi kaya hati = mantap (tinggal poles dikit)
kadang skill gak tlalu bisa diandalkan, pengalaman dari hasil kerja keras dan usaha lebih oke
om om yang udah sukses jangan lupa sedekah yah, kan gajinya udah pada gede..
epoi
Mei 1, 2009 at 9:48 am
Syukuri dulu apa yang udah kita dapet…
Kaya materi tapi miskin hati = rugi
Miskin materi tapi kaya hati = mantap (tinggal poles dikit)
kadang skill gak tlalu bisa diandalkan, pengalaman dari hasil kerja keras dan usaha lebih oke
om om yang udah sukses jangan lupa sedekah yah, kan gajinya udah pada gede..
membangun bangsa dengan arif dan bijak
epoi
Mei 1, 2009 at 9:50 am
Dear All
just share my experiences regarding oil n gas company
Well, benar banyak orang yang ingin gaji tinggi. tapi kadang-kadang tidak mendapatkan kepuasaan batin.
Saya udah pernah mencoba kerja sebagai dikontraktor oil n gas .. dibilang lumayan lah namun saya tidak mendapat kepuasan batin karena orang yang dibawah saya digaji sangat rendah dan jomplang dengan “staf” seperti saya apalagi dengan bule-bule yang mungkin dikampung mereka ga dapat job.
Saya cuma mau mengingatkan, sebesar apapun gaji yang tetap sebagai “karyawan” yang akan selalu dikiat waktu dan dibawah komando.
Mungkin akan lebih bijak kalo kita selaku “engineer” bangsa sendiri mulai berpikir bagaimana membangun bangsa ini dan tidak berharap menjadi karyawan perusahaan asing melulu.
Sekian
goody
Juni 18, 2009 at 8:20 am
pak saya mau nanya apakah ada lowongan kerja di Chevron tuk loading master.
saya tamatan s1 kimia USU
pengalaman kerja di Surveyor sbu. Migas PT. Sucofindo 3 tahun. sekarang bekerja di PT. surveyor Indonesia nangani monitoring pengapalan pertamina sei-pakning.
Cp:085278193353
thanks
fahmi trianda
Fahmi Trianda,Ssi
Juli 4, 2009 at 5:34 am
orang yang komen di blog ini terciri awalnya mau cari info, ketika sudah puas lama lama menghujat, karena rasa iri dan cemburu…. :)
Oleh karena itu biasanya hal hal yang sensitif seputaran kerjaan seperti sallary dan benefit biasanya sering di sembunyikan, tidak di perdebatkan dan dibuka secara luas.
anyway saya suka dengan commentnya sebagai info dan cerminan.
rere
Juli 14, 2009 at 1:34 am
hahaha,,bener mbak! setuju aku,, yang menghujat tu orang2 yang g punya modal buat kerja disana^^
btw aku kul d teknik, pengen seh kerja di offshore, tapi kayaknya ada tanggung jawab yg lebih besar daripada harus kerja jauh2!!
aku satu2nya laki2 diempat bersaudara, so aku yg plg bertanggung jawab ma kelanjutan usaha ayahku tercinta^^
buat share aj, kerjaan ayahku gampang kok, tinggal jalan2, plg maks 6 jam (klo g ada problem), kerjanya jg gak tiap hari, dengan bayaran 10-15 M per minggu,,
unbelievable??
believe it^^
hends
September 19, 2009 at 8:22 am
Setiap hari kurs Dollar bergerak naik turun sebesar 100-300 poin terhadap kurs Poundsterling, Swiss Franc, Yen Jepang, Dollar Australia, Euro. Setiap pergerakan 1 poin bila kita tepat memprediksi kita dapat untung Rp. 100.000 untuk tiap lot yang ditransaksikan. 1 lot senilai Rp. 10 Juta sehingga investasi minimal Rp. 100 Juta sehingga Rp. 10 Juta ditransaksikan atau 1 lot sementara Rp.90 Juta untuk cadangan. Kita bisa untung-rugi Rp. 100.000 x 100-300 poin = Rp. 1-3 Juta perhari untuk tiap 1 lot yang kita transaksikan. Trik paling jitu dalam 1 hari transaksi hanya 1 lot bila rugi 5-10 poin langsung keluar, bila untung 5-10 poin langsung keluar. Setiap hari transaksi pasti ada pengumuman harga tertinggi dan terendah kemarin. Dan bila pembukaan harga hari ini mendekati harga tertinggi setelah itu biasanya langsung turun sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung melejit menciptakan harga tertinggi baru. Bila pembukaan harga hari ini mendekati harga terendah biasanya langsung naik sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung turun terus. Setiap kantor cabang futures harus membukukan transaksi minimal Rp. 6 Milliar per bulan/Rp. 300 Juta per 20 hari kerja atau 600 Lot per bulan atau 30 Lot per 20 hari kerja. Ini berarti dana investasi nasabah minimal Rp. 3 Milliar sehingga bisa ditransaksikan Rp. 300 Juta per hari. Komisi yang diterima Rp. 500.000 x 600 Lot = Rp. 300 Juta. Pembagiannya = Rp. 120 Juta bonus marketing (Rp. 200.000 x 600 Lot), Rp. 60 Juta untuk setor ke kantor pusat (keuntungan, pajak, komisi Bappebti), Rp.120 Juta untuk biaya operasional kantor cabang = Rp. 20 Juta untuk listrik, air, telpon, konsumsi, iklan, bensin, sewa gedung dll, Rp. 30 Juta gaji tetap 4 Sekretaris-HRD-Admin, 4 Dealer, 2 Satpam, 2 Respsionis, 2 Office Boy, Rp. 70 Juta untuk Gaji dan Bonus = Branch Manager Rp. 25 Juta, 2 Marketing Manager Rp. 25 Juta, 4 Asisten Manager Rp. 20 Juta. Tiap kantor cabang bisa punya 50-100 Marketing yang dapat target 30 Marketing masing-masing dapat dana Rp. 100 Juta per bulan. Saya melamar marketing tahun 2004, sebelumnya saya jadi pembantu, kuli, pengemis, pengamen. Kerja keras keliling kota 5 bulan pertama jadi marketing saya gagal tapi bulan ke 6 saya menemukan HP Vertu seharga Rp. 200 Juta di ATM sebuah mall di Jakarta. Langsung saya investasikan dan saya transaksikan sebesar Rp. 20 Juta per hari (2 Lot). Tiap untung 5-10 Poin saya keluar = Rp. 500.000-1 Juta x 2 Lot = Rp. Rp. 1 Juta-Rp. 2 Juta per hari. Tetapi tidak tentu karena kadang rugi. Tetapi 1 bulan bisa untung rata-rata Rp. 30 Juta ditambah Bonus 40 Lot x Rp. 200.000 = Rp. 8 Juta saya bisa kantongi Rp. 38 Juta perbulan. Dan semakin meningkat karena keuntungannya saya investasikan kembali. Singkatnya 4 tahun kemudian kekayaan saya menjadi Rp. 60 Milliar. Akhirnya tahun 2009 saya memutuskan berhenti. Kini saya hidup mewah bangun jam 10 siang makan daging babi dan keju-susu ditemani 4 wanita China,Mando, Blasteran Thailand, Blasteran Korea cantik kulitnya putih seksi. Setiap hari saya bisa seks sampai 10 kali. Sebenarnya mereka terpaksa tetapi saya bayar dan saya ancam. Harta Saya : Rumah Rp. 12 Milliar (Pondok Indah 800 Meter Rp. 8 Milliar, Apartemen Da Vinci Rp. 2 Milliar, Resort Bali Rp. 2 Milliar). Alat Transportasi Rp. 4 Milliar (Jaguar Rp. 1,5 Milliar, Mercedes Benz C Class Rp. 550 Juta, BMW Rp. 450 Juta, Toyota Innova Rp. 250 Juta, Audi Rp. 750 Juta, Honda City Rp. 200 Juta, Nissan X trail Rp. 300 Juta), Kapal Pesiar Pribadi Rp. 2 Milliar). Lain-Lain Rp. 4 Milliar (Peralatan Rumah Tangga Rp. 1 Milliar, Perhiasan Rp. 2 Milliar, Pakaian Rp. 1 Milliar). Tabungan Rp. 20 Milliar, Di luar negeri Rp. 20 Milliar (Tabungan di Singapura, Swiss, Prancis). Saya akui hidup saya bergelimang dosa kira-kira bila kalian jadi saya apa yang kalian lakukan? Kalian mau hidup miskin lagi? Coba mikir..Sekarang saya berhenti main Futures karena harus mengamati komputer 24 Jam jadi malas. saya hidup dari bunga bank Rp. 2,4 Milliar per tahun..Sudah banyak nasabah yang saya tipu..kira-kira 100 orang dengan dana lebih dari Rp. 100 Milliar, karena saya pernah jadi kepala cabang (Branch Manager) jadi yang ditipu anak buah juga tanggung jawab saya, tetapi saya benar gak tahan untuk ngeluarkan spreman dan mencium tubuh putih seksi..apa yang harus saya lakukan?
ANTI ISLAM
Juli 18, 2009 at 5:11 am
Rejeki seseorang tidak tergantung kepandaian dan kerja kerasnya. Contoh perhatikan kisah 1 orang Malaysia bodoh mengalahkan 7 orang Jawa pandai :
Kisah ini menceritakan tentang 7 orang pemuda pandai selalu juara kelas, meraih nilai tertinggi dan selalu belajar sampai larut malam. 7 orang pemuda pandai itu akhirnya berhasil lulus S1 dengan menjadi wisudawan terbaik di bidangnya bahkan mereka memperoleh beasiswa S2-S3 gratis. 7 orang pemuda itu terdiri dari lulusan fakultas kedokteran yang menjadi dokter spesialis, lulusan fakultas teknik perminyakan yang jadi tenaga ahli di BUMN, lulusan fakultas teknik informasi yang menjadi programmer provider telepon seluler, lulusan Akuntansi yang jadi Akuntan Departemen Keuangan, lulusan fakultas hukum yang jadi pengacara terkenal, lulusan fakultas ekonomi yang jadi Manajer Bank Asing, lulusan fakultas teknik pertambangan yang kerja di perusahaan asing. 7 orang itu memiliki kesamaan : etnis Jawa, wisudawan terbaik, dari universitas paling hebat di Indonesia, dan bekerja dengan penghasilan Rp. 100 Juta perbulan (Menurut survey Human Resources Consulting pekerjaan sebagai dokter, staff ahli minyak BUMN, programmer provider telepon seluler, akuntan departemen keuangan, pengacara, pegawai pertambangan asing dan pegawai Bank asing kerja 1-3 tahun gajinya Rp. 5-10 Juta perbulan, kerja 3-10 tahun gajinya Rp. 10-50 Juta perbulan, kerja diatas 10 tahun gajinya Rp. 50-200 Juta perbulan). 7 orang itu berasal dari daerah sehingga agak kampungan, berkulit hitam legam, pendek, gemuk dan mukanya sangat jelek tapi karena merasa hebat jadi sombong. Suatu saat ke 7 orang itu pergi ke Plaza Ambassador di Jogjakarta dan bertemu 4 wanita Jawa asli mirip Dian Sastrowardoyo, Dhini Aminarti, Agni Pratishta, Ririn Dwi Ariyanti dan 3 wanita Jawa blasteran mirip Nadine Chandrawinata, Luna Maya dan Rianti Cartwright. Berhubung 7 wanita itu berkulit putih cantik seksi dan tinggi, 7 pria itu langsung terpikat dan jatuh hati. Tetapi karena 7 pria itu sangat jelek dan seram maka 7 wanita cantik itu jijik langsung 7 pria kaya pandai tapi agak “ngowoh” mengeluarkan jurus saktinya pamer harta dan jabatan. Akhirnya setelah diancam, 7 wanita cantik itu mau jadi istri tetapi minta uang belanja gila-gilaan beserta rumah dan mobil. Setelah disanggupi akhirnya mereka menikah, tetapi setiap malam 7 pria itu selalu tertidur lelap tanpa sempat menikmati tubuh istrinya. Karena pria Dokter dibelikan PS oleh istrinya dan ketika malam pria Dokter suka bermain PS dan akhirnya tertidur lelap, pria pegawai BUMN selalu diberi susu dicampur obat tidur oleh istrinya, pria programmer dibelikan fasilitas Komputer dan internet oleh istrinya sehingga selalu bermain internet sampai malam dan akhirnya ketiduran, pria akuntan karena sering menghitung angka akhirnya selalu tertidur terkena hipnotis angka dari istrinya yang mantan pesulap, pria pengacara selalu sibuk membaca dokumen kasus sampai malam hingga ketiduran, pria pegawai Bank juga terkena hipnotis tapi agak sadis karena dia dihipnotis agar seolah-olah merasa berhubungan badan dengan istrinya padahal dengan pembantunya dan di kamar pembantu, pria pekerja perusahaan asing pertambangan dibelikan mainan robot, kereta api dan tentara oleh istrinya sehingga selalu bermain sampai malam dan akhirnya tertidur. Hari demi hari hanya itu yang dilakukan 7 wanita itu terus menumpuk harta dan setiap kali mau dicium selalu menghindar dan selalu lolos dari hubungan badan di malam hari. Diam-diam 7 wanita itu sudah merencanakan merampas semua harta 7 pria kampungan itu namun mereka menunggu sampai hartanya sudah terkumpul banyak. Saat 7 wanita itu sedang pergi ke Mall bertemu dengan 1 pria pengangguran lulusan SMU di Indonesia asal Malaysia yang tinggi, atletis dan berwajah tampan dengan rambut agak gondrong. 7 wanita itu langsung tergila-gila dengan 1 pria Malaysia itu dan bersedia dipoligami. Namun pria Malaysia itu memberi syarat agar 7 wanita itu bersedia menguasai semua harta suaminya dan memberikannya kepada pria Malaysia itu. 7 wanita itu sanggup dan merencanakan taktik “Final Solution” dengan meminta suami masing-masing untuk melakukan korupsi besar-besaran terhadap tempat mereka bekerja namun agar aman dari KPK semua harta hasil korupsi termasuk harta yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya secara jujur selama ini menjadi atas nama 7 wanita itu dengan hadiah hubungan badan 24 jam penuh non stop setiap hari. Ke 7 pria malang itu bersedia dan akhirnya terkumpul harta puluhan Milliaran rupiah semua atas nama istri. Diam-diam 7 wanita itu menghubungi KPK-Kejakgung menceritakan ulah suaminya dan mengaku sebagai tetangganya. Dalam hitungan hari petugas KPK-Kejakgung langsung menciduk 7 pria itu dan 7 wanita itu sudah kabur bersama pria Malaysia itu. Ketika disidik KPK-Kejakgung 7 pria itu mengaku semua harta hasil korupsinya diatasnamakan kepada istrinya. Tetapi ketika 7 wanita itu dipanggil mereka mengaku tidak kenal dengan 7 pria itu dan petugas KPK-Kejakgung berasumsi bahwa harta hasil korupsinya sudah habis untuk hura-hura akhirnya 7 pria itu menjadi tersangka dan masuk penjara. 7 wanita cantik itu sudah kabur dengan pria Malaysia entah kemana….
Hahaha
Juli 20, 2009 at 4:25 am
Survei gaji BTI Consultant dalam majalah SWA 2009 : Bidang Migas. Gaji Presdir Rp 125-250 juta perbulan, dengan tunjangan : tunjangan rumah, mobil, THR, opsi saham, bonus, klaim transpor, klaim ponsel, bonus prestasi, biaya pengobatan dan rumah sakit beserta keluarga, Jamsostek, dana pensiun, tunjangan liburan, keanggotaan golf. Gaji Direktur Rp 80-125 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 30-79 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 11-50 juta perbulan dan Gaji Staf (officer) Rp 5-16 juta perbulan.
Bidang Perbankan. Gaji Presdir Rp 130-200 juta perbulan, dengan tunjangan : program kepemilikan mobil, kredit rumah, personal loan, asuransi jiwa dan kesehatan, klaim transpor, tunjangan sopir, klaim ponsel, bonus level senior, pembagian keuntungan, keanggotaan eksekutif, bonus prestasi dan Jamsostek. Gaji direktur Rp 60-130 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 20-60 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 10-20 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-10 juta perbulan.
Bidang Telekomunikasi. Gaji Presdir Rp 100-200 juta perbulan dengan tunjangan : mobil dan sopir, klaim bensin dan parkir, bonus retensi, opsi saham, bonus manajemen, keanggotaan klub, klaim ponsel, biaya pengobatan dan rumah sakit, asuransi. Gaji Direktur Rp 60-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 16-60 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-16 juta per bulan.
Bidang Perkebunan. Gaji Presdir Rp 107-164 juta perbulan. Gaji Direktur Rp 35-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 12-30 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 6-10 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 3,6-8 juta perbulan.
Bidang Asuransi. Gaji Presdir Rp 100-150 juta perbulan, Gaji Direktur Rp 60-80 juta perbulan, Manajer Senior Rp 15-40 juta perbulan, Manajer Junior Rp 9-15 juta perbulan dan Staf Rp 3-7 juta perbulan. Sementara Gaji pokok PNS berdasarkan PP no 8 tahun 2009 :
Golongan 1A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 1D dengan masa kerja 27 tahun Rp. 1 Juta-Rp. 1,6 Juta perbulan
Golongan 2A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 2D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 1,3 Juta-Rp. 2,3 Juta perbulan.
Golongan 3A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 3D dengan masa kerja 32 tahun Rp. 1,6 Juta-Rp. 2,7 Juta perbulan.
Golongan 4A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 4D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 2 Juta-Rp. 3,4 Juta perbulan.
Pendapatan maksimal PNS : Seandainya ditambah tunjangan keluarga, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan yang besarnya 2-4 kali gaji pokok maka seorang pejabat PNS tertinggi setingkat Dirjen golongan 4A masa kerja 33 tahun mendapatkan gaji maksimal Rp.10-20 Juta perbulan. Pengecualian hanya untuk PNS Departemen Keuangan yang menerima Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 289/KMK.01/2007 dan 290/KMK.01/2007 : Dirjen dan pejabat eselon satu menerima TKPKN antara Rp32,54 hingga Rp46,95 juta per bulan, sehingga pendapatan total setelah ditambah gaji pokok dan tunjangan keluarga bisa Rp. 60 Juta perbulan. PNS Departemen Keuangan dibawah Dirjen bisa mendapatkan Rp. 1,3 Juta-Rp. 24 Juta perbulan. Itu karena Depkeu yang punya APBN hingga sombong bisa menaikkan gajinya sendiri. Tapi PNS yang sederhana tidak sombong di pemerintah daerah dan instansi lain seperi Bappenas, Departemen Perdagangan gajinya Rp. 1 Juta sampai Rp. 3,4 Juta perbulan. Jika diadu kepandaian pegawai Depkeu lulusan Ekonomi versus pegawai Bappenas lulusan Ekonomi belum tentu pegawai Depkeu unggul.
Artinya : Pegawai di bidang Migas, Perbankan, Telekomunikasi, Asuransi dan Perkebunan semur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 15 Juta x 12 bulan = Rp. 180 Juta x 30 tahun masa kerja total Rp. 5,4 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil total hartanya bisa Rp. 8 Milliar sampai 10 Milliar.
Pegawai PNS Departemen Keuangan seumur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 10 Juta x 12 bulan x 30 tahun masa kerja total Rp. 3,6 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil hartanya bisa Rp. 5 Milliar sampai 8 Milliar. Ditambah berbagai sampingan tidak heran pegawai Depkeu makmur.
Hahaha
Juli 20, 2009 at 4:26 am
Saya tahu tuuh istri2 mereka kemana??? mereka sekarang ada sama saya,…… karena ternyata orang Malaysia itu pernah menipu orang dengan menggunakan Rolex Palsu,… lalu suatu ketika orang tersebut sedang berjalan jalan di blok M dan tiba2 ada yang mengenali, lalu dengan segera korban penipuan itu berteriak teriak minta tolong dan (you tahu sendiri laah) dengan segera banyak massa yang datang membantu mengeroyok orang malaysia penipu itu,… dengan penuh dendam dan kebencian massa beramai ramai mengeroyok memukul dengan balok kayu, botol minuman, batu, batang besi dll hingga berdarah darah,… dan seperti belum puas, massa masih juga menelanjanginya menyiramnya dengan air bekas cucian piring,.. mengencinginya dan sampai akhirnya membakarnya,……………. tahu apa yang diperbuat aparat keamanan?????? mereka mengamankan tubuh WN malaysia tersebut dengan segera setelah tubuhnya hangus terbakar (pastilah orang tersebut meninggal dunia, ada di poskota tuh beritanya) ,….
hehehe untunglah orang jelek itu sudah lebih dulu dihabisi massa,. jadi saya gak usah cape2,.. nama saya bersih dan gak usah keluar uang sepeserpun!!!!!
Dan sekarang ,……….. saya bersenang senang dengan ke 7 orang istri yang kabur itu,…. saya gilir mereka satu per satu setiap hari,…. saya paling senang dengan yang mirip ririn dan rianty,…. karena mereka servicenya luar biasa Hot,.. apalagi ada tato di pinggul deket pantat mereka,… satu bendera malaysia dan satunya mirip lambang negara mereka??? (maap saya gak tau,…) makasih buat pemuda gondrong yang telah menyuruh mereka bertato ,… saya suka,… mereka kliatan tambah seksi,….. yang lain saya juga suka ,… kadang mereka saya ajak mandi2 bareng ,… wuuah nikmat sekali,………..
oh iya perkenalkan,…. saya adalah pejabat departemen basah, atasan salah satu dari suami cewek2 itu…. yang punya beberapa usaha yang saya pantau langsung, maupun beberapa usaha yang hanya merupakan penyertaan modal,…… (ternyata diantara karyawannya ada juga suami2 cewe2 itu), saya sudah tahu sebenarnya kisah ini dan juga siapa yang nulis cerita2 itu,… (cerita tsb memang benar!!!) dan juga soal orang malaysia gondrong,… karna dengan kekuasaan saya sebagai pejabat (gaulnya sama pejabat juga doonk) tentu bukan hal sulit utk melacak hal hal tersebut,…. sebentar lagi bini2 mereka akan saya kembalikan ke suami masing2 ,.. tentu saja setelah saya puas menikmatinya,…. dan orang 2 pintar tersebut akan saya manfaatkan utk membantu usaha saya yang akan saya buka di malaysia (saya sudah buka kebun sawit di wilayah malay yg berhadapan dengan sumatera,… belum lagi usaha2 yg berkaitan dengan perdagangan dan hasil bumi serta tambang di sana) hehehe biarlah mereka merasa senang dengan merasa punya klaim atas reog,dlsb.. yg penting saya Heppy,.. hehehee lagian semua juga tahu kok itu semua punya bangsa indonesia,…….aah udah aah gak penting ngeributin ginian,…
tapi sungguh saya gak suka dengan cewe2 malaysia,… yang saya rasa gak begitu cakep dibanding dengan cewe indobnesia,…..
eeh iya ,.. makasih buat bung gondrong yang sekarang dah berada di tpu pondok ranggon,…. yang selalu ML menggunakan kondom,… (memang ketaatan WN Malaysia akan hal2 ini saya akui baik sekali,…. hahahaha) sehingga cewe2 itu tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya,… THX teman,…….
jenki
Juli 22, 2009 at 11:09 am
PENGUMUMAN
DIJUAL SEPEDA GARDAN (TIDAK MENGGUNAKAN RANTAI), MEREK FENDT CARDANO, TAHUN 1980, HARGA RP.15 JUTA AJA.
SEPEDA WARNA HITAM DOP, MULUS, SPEK BOARD CROM MENGKILAP, LENGKAP DENGAN LAMPU, POMPA.
GARPU BELAKANG SEPEDA MENGGUNAKAN SHOCK BREAKER.
BAN BALAP, WARNA HITAM, PELEK STANDAR DIN GERMANY.
BAGI YANG BERMINAT SMS: 085659-766766
Kantor:
Toko Sinar Baru
Jl.Olah Raga 120 Indramayu 45213
Phone: 0234-273708
Endi Hari Purwanto
Juli 21, 2009 at 9:13 am
Menurutku orang Bugis Makassar adalah etnis paling hebat di Indonesia:
1. Jumlah hanya sedikit tapi bisa punya Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Habibie.
Sunda,betawi,batak belum punya hehehe, kalau Jawa wajar karena jumlahnya banyak kayak semut
2. Presiden Habibie adalah manusia paling pintar di Indonesia bandingkan dengan Suharto jawa yang cuma SMP?
3. Wapres Jusuf Kalla pejabat Terkaya di Indonesia Rp. 300 Milliar, bandingkan dengan SBY cuma Rp. 8 Milliar, Kalau Prabowo kaya paling korupsi selain itu dia belum pernah jadi wapres-presiden
4. Aksa Mahmud pengusaha terkaya Indonesia.
5. Perkembangan infrastruktur, gedung, jalan dan mall di Makassar lebih hebat dari kota di jawa!
6. Pengusaha bugis makassar menguasai Papua.
7. Sunda-Batak-Betawi-Jawa Kalah jauh
8. Aku bukan orang bugis-makassar, aku wanita Batak tapi pro bugis makassar, karena prianya lebih gagah
9 DI Jakarta etnis terbanyak yang jadi sopir angkot dan kuli bangunan adalah batak hingnga logat batak : Horas Bah! jadi logat khas orang miskin
10. Etnis Batak jarang yang jadi artis-model karena mereka hitam jelek dengan logat kampungan dan bau
11. Tidak ada etnis Batak yang bisa sesukses dan sekaya Aksa Mahmud dan Jusuf Kalla
12. Orang batak terhebat cuma jadi pengacara karena mereka berkulit hitam jelek dan ngotot sehingga semua takut. Pengacara kekayaannya maksimal Rp. 10 Milliar kalah jauh dari Daeng Jusuf Kalla atau Aksa Mahmud yang puluhan Trilliun rupiah hartanya!
13. Orang batak karena berkulit hitam jelek banyak yang jadi tukang tagih (debt collector), tukang parkir, kuli dan preman penjahat pemabuk pembunuh.
14 BAndara Poloni ramai karena dipakai orang non batak khususnya Bugis
Catherine
Juli 24, 2009 at 4:28 am
tapi kita tetap satu indonesia…
banggaIndonesia
Agustus 19, 2009 at 2:41 pm
Saya melihat website pemerintah kota Makassar perekonomian Makassar tahun 2006 Rp. 18 Trilliun dan di Majalah SWA ekonomi 1,2 Juta orang penduduk Makassar tahun 2007 Rp. 21 Trilliun sehingga pendapatannnya Rp. 17,5 Juta per orang. Ekonomi Semarang tahun 2004 sebesar Rp. 20 Trilliun. Di website BPS tahun 2006 data ekonomi Semarang Rp. 26,6 Trilliun dan Solo Rp. 6 Triliun. Tahun 2007 masih menurut BPS ekonomi 1,4 Juta orang warga Semarang Rp. 30 Trilliun dan 400 Ribu orang rakyat Solo Rp. 7 Trilliun berarti pendapatan Semarang Rp. 21 Juta per orang dan Solo Rp. 17,5 Juta per orang. Ekonomi 800 Ribu orang anggota kota Kudus penghasil rokok nasional terbesar Rp. 24 Trilliun atau Rp. 30 Juta per orang. Ekonomi 2 Juta orang umat kabupaten Cilacap Rp. 26 Trilliun penghasil minyak dan bijih besi atau Rp. 13 Juta per orang. Ekonomi 450.000 orang kawula kota Yogyakarta tahun 2007 Rp. 9 Trilliun dan pendapatannya Rp. 20 Juta per orang.
Makassar memimpin propinsi Sulawesi Selatan yang ekonominya Rp. 70 Trilliun berdasarkan data BPS tahun 2007. Berarti 30% ekonomi Sulsel untuk Makassar 6,8 Juta penduduk Sulawesi Selatan di 24 kota/kabupaten yang lain dapat Rp. 49 Trilliun . Ekonomi seluruh Sulawesi Rp. 144 Trilliun hanya menghidupi 1 kota metropolitan. Semarang memimpin propinsi Jateng yang ekonominya Rp. 312 Trilliun dan Yogyakarta menguasai propinsi DIY yang ekonominya Rp. 32 Trilliun. Perekonomian Jateng-DIY setelah dikurangi ekonomi Semarang-Solo-Kudus-Cilacap-Yogyakarta Rp. 100 Trilliun masih banyak sisa Rp. 245 Trilliun untuk 33 Juta penduduk di 31 kota/kabupaten di Jateng dan 3,5 Juta penduduk DIY di 4 kabupaten lagi Ekonomi Solo-Yogyakarta dan Makassar bertumpu perdagangan terutama sektor perhotelan, ritel dan pariwisata. Data hotel mewah berbintang diatas 1 dan diatas 4 lantai dari biro perjalanan Solo punya 7, Makassar 7 dan Yogyakarta punya 16. Semarang punya 10 hotel mewah berbintang diatas 1 dan diatas 4 lantai Semarang bandara udara kecil jelek dibandingkan bandara udara Makassar yang megah karena dibantu oleh Wapres Jusuf Kalla. Solo-Yogyakarta juga memiliki brand image wisata yang kuat. Ekonomi Semarang dari Industri dan perdagangan. Listrik di Solo-Makassar-Yogyakarta terpakai dalam jumlah besar di malam hari untuk menghidupi hotel dan mall. Listrik di Semarang itu 24 jam pagi-siang-malam kerja keras menyala karena pagi-siang dipakai industri dan malam hari dipakai hotel dan mall. Gedung tertinggi di Semarang baru 17 lantai, Yogyakarta 20 lantai, Solo 25 lantai. Rencana konstruksi gedung diatas 10 lantai : Semarang 12 yang tertinggi 25 lantai, Solo-Yogyakarta masing-masing 5 tertinggi 40 lantai.Makassar hanya 4 dengan gedung tertinggi 20 lantai
Menurut data pusat perbelanjaan modern Solo-Yogyakarta punya 10 dan Semarang punya 15. Makassar 7. Menurut data konstruksi diatas 7 lantai Solo-Yogyakarta punya 15-30 gedung dan Semarang punya 30 gedung. Makassar hanya 15. Semarang-Solo-Yogyakarta sangat panas sehingga tiap rumah orang kaya ada AC dan wanita Semarang-Solo-Yogyakarta banyak yang manja dan suka ke salon perawatan kulit seperti mandi susu sehingga cantik. Biaya perawatan kulit-mandi susu-spa 100.000 wanita kaya manja pemalas Solo-Semarang-Yogyakarta yang jijik dan anti dengan kulit hitam itu setara dengan ekonomi 1 Juta orang yang berkulit hitam sebagai petani-buruh. Tiap malam pukul 19.00-21.00 wanita kaya Semarang-Solo-Yogyakarta duduk manis di sofa depan TV sambil menikmati hidangan, pembantu duduk di lantai dan menonton acara favorit : sinetron !
3. Ekonomi penduduk Sulawesi Rp. 144 Trilliun
Ekonomi Jateng-Yogyakarta Rp. 345 Trilliun
4. PDRB Ekonomi Kota tahun 2007 :
Ekonomi 3,4 Juta penduduk Surabaya Rp. 130 Trilliun pendapatannya Rp. 40 Juta per orang. 24% dari ekonomi Jatim.
Ekonomi 2,2 Juta penduduk Medan Rp. 55 Trilliun pendapatannya Rp. 25 Juta per orang. 30% dari ekonomi Sumut Rp. 180 Trilliun.
Ekonomi 2,4 Juta penduduk Bandung Rp. 48 Trilliun pendapatannya Rp. 20 Juta per orang. 9% dari ekonomi Jabar Rp. 526 Trilliun.
Ekonomi 1,8 Juta penduduk Tangerang Rp. 40 Trilliun pendapatannya Rp. 22 Juta per orang. 37% dari ekonomi Banten Rp. 108 Triliun.
Ekonomi 720 Ribu penduduk Pekanbaru Rp. 32 Trilliun pendapatannya Rp. 44 Juta per orang. 15% dari ekonomi Riau Rp. 210 Trilliun.
Ekonomi 800 Ribu penduduk Batam Rp. 32 Trilliun pendapatannya Rp. 40 Juta per orang. 62% dari ekonomi Kep. Riau Rp. 51 Trilliun.
Ekonomi 600 Ribu penduduk Balikpapan Rp. 30 Trilliun pendapatannya Rp. 50 Juta per orang. 15% dari ekonomi Kaltim Rp. 210 Trilliun.
Ekonomi 1,4 Juta penduduk Semarang Rp. 30 Trilliun pendapatannya Rp. 21 Juta per orang. 9,6% dari ekonomi Jateng Rp. 312 Trilliun.
Ekonomi 1,4 Juta penduduk Palembang Rp. 28 Trilliun pendapatannya Rp. 20 Juta per orang. 27% dari ekonomi Sumsel Rp. 109 Trilliun.
Ekonomi 1,3 Juta penduduk Bekasi Rp. 26 Trilliun pendapatannya Rp. 20 Juta per orang. 5% dari ekonomi Jabar Rp. 526 Trilliun.
Ekonomi 700 Ribu penduduk Banjarmasin Rp. 21 Trilliun pendapatannya Rp. 30 Juta per orang. 52% dari ekonomi Kalsel Rp. 39 Trilliun.
Ekonomi 1,2 Juta penduduk Makassar Rp. 21 Trilliun pendapatannya Rp. 17,5 Juta per orang. 30% dari ekonomi Sulsel Rp. 69 Trilliun.
Ekonomi 800 Ribu penduduk Padang Rp. 17 Trilliun pendapatannya Rp. 21 Juta per orang. 30% dari ekonomi Sumbar Rp. 59 Trilliun.
Ekonomi 500 Ribu penduduk Samarinda Rp. 15 Trilliun pendapatannya Rp. 30 Juta per orang. 7% dari ekonomi Kaltim Rp. 210 Trilliun.
Ekonomi 450 Ribu penduduk Yogyakarta Rp. 9 Trilliun pendapatannya Rp. 20 Juta per orang. 30% dari ekonomi DIY Rp. 32 Trilliun.
Ekonomi 400 Ribu penduduk Solo Rp. 7 Trilliun pendapatannya Rp. 17,5 Juta per orang. 2,2% dari ekonomi Jateng Rp. 312 Trilliun.
hahaha
Agustus 18, 2009 at 11:07 am
HOOOOYYYYY..BAnguuuuunnn..
manaa?? katanya kerjhaaa…haahh hah hah hah hah hah hah
hari gini, jangan ngimpi deh
mBahSURIP
September 2, 2009 at 5:28 pm
http://sapi-blog.blogspot.com/2009/08/teknik-perminyakan.html
mohon lihat blog pertama saia
ucing garong
Agustus 19, 2009 at 12:36 am
asal jangan salah pilih company…
cari company yang mendidik dan transfer knowledgenya bener-bener berjalan dengan baik..sehingga nextnya kita bisa mandiri…
some company ada yang menjadikan local resource cuman jadi “jongos”…..
wanasherpa
September 20, 2009 at 2:12 pm
masih dibahas aja topik ini.
Gw aja yg kerja di oilgas ga bangga.
Uang bukan segalanya, tp batin.
Tp tetep kok.
Uang bisa merubah segalanya.
Utk sekarang si Panah tetap is the best
adek
September 27, 2009 at 1:21 am
Setiap hari kurs Dollar bergerak naik turun sebesar 100-300 poin terhadap kurs Poundsterling, Swiss Franc, Yen Jepang, Dollar Australia, Euro. Setiap pergerakan 1 poin bila kita tepat memprediksi kita dapat untung Rp. 100.000 untuk tiap lot yang ditransaksikan. 1 lot senilai Rp. 10 Juta sehingga investasi minimal Rp. 100 Juta sehingga Rp. 10 Juta ditransaksikan atau 1 lot sementara Rp.90 Juta untuk cadangan. Kita bisa untung-rugi Rp. 100.000 x 100-300 poin = Rp. 1-3 Juta perhari untuk tiap 1 lot yang kita transaksikan. Trik paling jitu dalam 1 hari transaksi hanya 1 lot bila rugi 5-10 poin langsung keluar, bila untung 5-10 poin langsung keluar. Setiap hari transaksi pasti ada pengumuman harga tertinggi dan terendah kemarin. Dan bila pembukaan harga hari ini mendekati harga tertinggi setelah itu biasanya langsung turun sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung melejit menciptakan harga tertinggi baru. Bila pembukaan harga hari ini mendekati harga terendah biasanya langsung naik sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung turun terus. Setiap kantor cabang futures harus membukukan transaksi minimal Rp. 6 Milliar per bulan/Rp. 300 Juta per 20 hari kerja atau 600 Lot per bulan atau 30 Lot per 20 hari kerja. Ini berarti dana investasi nasabah minimal Rp. 3 Milliar sehingga bisa ditransaksikan Rp. 300 Juta per hari. Komisi yang diterima Rp. 500.000 x 600 Lot = Rp. 300 Juta. Pembagiannya = Rp. 120 Juta bonus marketing (Rp. 200.000 x 600 Lot), Rp. 60 Juta untuk setor ke kantor pusat (keuntungan, pajak, komisi Bappebti), Rp.120 Juta untuk biaya operasional kantor cabang = Rp. 20 Juta untuk listrik, air, telpon, konsumsi, iklan, bensin, sewa gedung dll, Rp. 30 Juta gaji tetap 4 Sekretaris-HRD-Admin, 4 Dealer, 2 Satpam, 2 Respsionis, 2 Office Boy, Rp. 70 Juta untuk Gaji dan Bonus = Branch Manager Rp. 25 Juta, 2 Marketing Manager Rp. 25 Juta, 4 Asisten Manager Rp. 20 Juta. Tiap kantor cabang bisa punya 50-100 Marketing yang dapat target 30 Marketing masing-masing dapat dana Rp. 100 Juta per bulan. Saya melamar marketing tahun 2004, sebelumnya saya jadi pembantu, kuli, pengemis, pengamen. Kerja keras keliling kota 5 bulan pertama jadi marketing saya gagal tapi bulan ke 6 saya menemukan HP Vertu seharga Rp. 200 Juta di ATM sebuah mall di Jakarta. Langsung saya investasikan dan saya transaksikan sebesar Rp. 20 Juta per hari (2 Lot). Tiap untung 5-10 Poin saya keluar = Rp. 500.000-1 Juta x 2 Lot = Rp. Rp. 1 Juta-Rp. 2 Juta per hari. Tetapi tidak tentu karena kadang rugi. Tetapi 1 bulan bisa untung rata-rata Rp. 30 Juta ditambah Bonus 40 Lot x Rp. 200.000 = Rp. 8 Juta saya bisa kantongi Rp. 38 Juta perbulan. Dan semakin meningkat karena keuntungannya saya investasikan kembali. Singkatnya 4 tahun kemudian kekayaan saya menjadi Rp. 60 Milliar. Akhirnya tahun 2009 saya memutuskan berhenti. Kini saya hidup mewah bangun jam 10 siang makan daging babi dan keju-susu ditemani 4 wanita China,Mando, Blasteran Thailand, Blasteran Korea cantik kulitnya putih seksi. Setiap hari saya bisa seks sampai 10 kali. Sebenarnya mereka terpaksa tetapi saya bayar dan saya ancam. Harta Saya : Rumah Rp. 12 Milliar (Pondok Indah 800 Meter Rp. 8 Milliar, Apartemen Da Vinci Rp. 2 Milliar, Resort Bali Rp. 2 Milliar). Alat Transportasi Rp. 4 Milliar (Jaguar Rp. 1,5 Milliar, Mercedes Benz C Class Rp. 550 Juta, BMW Rp. 450 Juta, Toyota Innova Rp. 250 Juta, Audi Rp. 750 Juta, Honda City Rp. 200 Juta, Nissan X trail Rp. 300 Juta), Kapal Pesiar Pribadi Rp. 2 Milliar). Lain-Lain Rp. 4 Milliar (Peralatan Rumah Tangga Rp. 1 Milliar, Perhiasan Rp. 2 Milliar, Pakaian Rp. 1 Milliar). Tabungan Rp. 20 Milliar, Di luar negeri Rp. 20 Milliar (Tabungan di Singapura, Swiss, Prancis). Saya akui hidup saya bergelimang dosa kira-kira bila kalian jadi saya apa yang kalian lakukan? Kalian mau hidup miskin lagi? Coba mikir..Sekarang saya berhenti main Futures karena harus mengamati komputer 24 Jam jadi malas. saya hidup dari bunga bank Rp. 2,4 Milliar per tahun..Sudah banyak nasabah yang saya tipu..kira-kira 100 orang dengan dana lebih dari Rp. 100 Milliar, karena saya pernah jadi kepala cabang (Branch Manager) jadi yang ditipu anak buah juga tanggung jawab saya, tetapi saya benar gak tahan untuk ngeluarkan spreman dan mencium tubuh putih seksi..apa yang harus saya lakukan?
Manusia
Oktober 2, 2009 at 3:02 am
Ya Allah, jadikanlah hambamu orang2 yang bersyukur atas rizki yg telah Engkau limpahkan kepada kami. Apa yg kami dapat bukan krn kehebatan kami, bukan krn kuasa kami, tapi sesungguhnya krn kemurahan Mu ya Rabb..
Brapa pun kekayaan kami, semiskin apa pun kami, kayakanlah hati kami utk selalu beriman kepada Mu…
Hamba Allah
Oktober 3, 2009 at 10:15 am
permisi,
saya mau nanya nih, di oil company kira2 ada gak ya penempatan untuk jurusan Teknik dan Manajemen Industri (TMI) ?? kalo ada kira2 diposisi apa ya ?? kebetulan saya S2 di ganesha 10 bdg…..
thanks,
tukulkeren
Oktober 8, 2009 at 3:18 pm
#
Setiap hari kurs Dollar bergerak naik turun sebesar 100-300 poin terhadap kurs Poundsterling, Swiss Franc, Yen Jepang, Dollar Australia, Euro. Setiap pergerakan 1 poin bila kita tepat memprediksi kita dapat untung Rp. 100.000 untuk tiap lot yang ditransaksikan. 1 lot senilai Rp. 10 Juta sehingga investasi minimal Rp. 100 Juta sehingga Rp. 10 Juta ditransaksikan atau 1 lot sementara Rp.90 Juta untuk cadangan. Kita bisa untung-rugi Rp. 100.000 x 100-300 poin = Rp. 1-3 Juta perhari untuk tiap 1 lot yang kita transaksikan. Trik paling jitu dalam 1 hari transaksi hanya 1 lot bila rugi 5-10 poin langsung keluar, bila untung 5-10 poin langsung keluar. Setiap hari transaksi pasti ada pengumuman harga tertinggi dan terendah kemarin. Dan bila pembukaan harga hari ini mendekati harga tertinggi setelah itu biasanya langsung turun sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung melejit menciptakan harga tertinggi baru. Bila pembukaan harga hari ini mendekati harga terendah biasanya langsung naik sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung turun terus. Setiap kantor cabang futures harus membukukan transaksi minimal Rp. 6 Milliar per bulan/Rp. 300 Juta per 20 hari kerja atau 600 Lot per bulan atau 30 Lot per 20 hari kerja. Ini berarti dana investasi nasabah minimal Rp. 3 Milliar sehingga bisa ditransaksikan Rp. 300 Juta per hari. Komisi yang diterima Rp. 500.000 x 600 Lot = Rp. 300 Juta. Pembagiannya = Rp. 120 Juta bonus marketing (Rp. 200.000 x 600 Lot), Rp. 60 Juta untuk setor ke kantor pusat (keuntungan, pajak, komisi Bappebti), Rp.120 Juta untuk biaya operasional kantor cabang = Rp. 20 Juta untuk listrik, air, telpon, konsumsi, iklan, bensin, sewa gedung dll, Rp. 30 Juta gaji tetap 4 Sekretaris-HRD-Admin, 4 Dealer, 2 Satpam, 2 Respsionis, 2 Office Boy, Rp. 70 Juta untuk Gaji dan Bonus = Branch Manager Rp. 25 Juta, 2 Marketing Manager Rp. 25 Juta, 4 Asisten Manager Rp. 20 Juta. Tiap kantor cabang bisa punya 50-100 Marketing yang dapat target 30 Marketing masing-masing dapat dana Rp. 100 Juta per bulan. Saya melamar marketing tahun 2004, sebelumnya saya jadi pembantu, kuli, pengemis, pengamen. Kerja keras keliling kota 5 bulan pertama jadi marketing saya gagal tapi bulan ke 6 saya menemukan HP Vertu seharga Rp. 200 Juta di ATM sebuah mall di Jakarta. Langsung saya investasikan dan saya transaksikan sebesar Rp. 20 Juta per hari (2 Lot). Tiap untung 5-10 Poin saya keluar = Rp. 500.000-1 Juta x 2 Lot = Rp. Rp. 1 Juta-Rp. 2 Juta per hari. Tetapi tidak tentu karena kadang rugi. Tetapi 1 bulan bisa untung rata-rata Rp. 30 Juta ditambah Bonus 40 Lot x Rp. 200.000 = Rp. 8 Juta saya bisa kantongi Rp. 38 Juta perbulan. Dan semakin meningkat karena keuntungannya saya investasikan kembali. Singkatnya 4 tahun kemudian kekayaan saya menjadi Rp. 60 Milliar. Akhirnya tahun 2009 saya memutuskan berhenti. Kini saya hidup mewah bangun jam 10 siang makan daging babi dan keju-susu ditemani 4 wanita China,Mando, Blasteran Thailand, Blasteran Korea cantik kulitnya putih seksi. Setiap hari saya bisa seks sampai 10 kali. Sebenarnya mereka terpaksa tetapi saya bayar dan saya ancam. Harta Saya : Rumah Rp. 12 Milliar (Pondok Indah 800 Meter Rp. 8 Milliar, Apartemen Da Vinci Rp. 2 Milliar, Resort Bali Rp. 2 Milliar). Alat Transportasi Rp. 4 Milliar (Jaguar Rp. 1,5 Milliar, Mercedes Benz C Class Rp. 550 Juta, BMW Rp. 450 Juta, Toyota Innova Rp. 250 Juta, Audi Rp. 750 Juta, Honda City Rp. 200 Juta, Nissan X trail Rp. 300 Juta), Kapal Pesiar Pribadi Rp. 2 Milliar). Lain-Lain Rp. 4 Milliar (Peralatan Rumah Tangga Rp. 1 Milliar, Perhiasan Rp. 2 Milliar, Pakaian Rp. 1 Milliar). Tabungan Rp. 20 Milliar, Di luar negeri Rp. 20 Milliar (Tabungan di Singapura, Swiss, Prancis). Saya akui hidup saya bergelimang dosa kira-kira bila kalian jadi saya apa yang kalian lakukan? Kalian mau hidup miskin lagi? Coba mikir..Sekarang saya berhenti main Futures karena harus mengamati komputer 24 Jam jadi malas. saya hidup dari bunga bank Rp. 2,4 Milliar per tahun..Sudah banyak nasabah yang saya tipu..kira-kira 100 orang dengan dana lebih dari Rp. 100 Milliar, karena saya pernah jadi kepala cabang (Branch Manager) jadi yang ditipu anak buah juga tanggung jawab saya, tetapi saya benar gak tahan untuk ngeluarkan spreman dan mencium tubuh putih seksi..apa yang harus saya lakukan?
Kulit putih cantik
Oktober 16, 2009 at 3:35 am
di sabuga ada titian karier ITB, kalau mau masuk ke oil&gas, monggo ke sana aja…liat2…..
perusahaan yang ngambil tempat : chevron, exxon, total, schlumberger, shell, cnooc, Petroleum Geo-Services Asia Pacific Pte,
satu nyempil freeport…
16-18 okt 09….sabuga ITB
tukulkeren
Oktober 16, 2009 at 5:56 am