Efektifkah mencari lowongan lewat Kompas minggu
Kompas sabtu-minggu sudah lama dikenal memiliki tiras jauh lebih tinggi dibandingkan edisi senin-jumat, perbandingannya sekitar 500.000 : 300.000 exemplar -angka lebih pasti rekan2 di media mungkin-. Parameter bodoh-nya bisa dilihat dari banyaknya penjual koran dadakan sabtu minggu yang spesialis jualan Kompas. Terlebih lagi dikawasan kampus atau kost-kostan.
Namun dari pengalaman saya beberapa tahun belakangan ini mengamati Kompas minggu, ternyata lowongan yang dimuat tidaklah sebegitu efektif. Menurut saya alasannya adalah:
1. Banyak iklan yang hanya basa basi. Positioning Kompas sebagai media #1 Nasional untuk kalangan terdidik, menjadikan Kompas sebagai media wajib untuk hubungan perusahaan (corporate relationship) kepada masyarakat. Model seperti ini dianut perusahaan seperti:
a. Model NGO/LSM
Diamati paling banyak Kompas memuat iklan seperti ini. Transparansi sebagai salah satu nilai dasar LSM mengharuskan iklannya dimuat di Kompas. Padahal, applicant untuk LSM ini sangatlah spesifik, tidak seperti lowongan di perusahaan umum.
b. Model Telco/Oil/Large company
Telco model-model SinarMas, Exelcom, Nokia, Ericsson ataupun Shell, Qatar Petroleum dikenal hobi memajang iklan setengah atau bahkan satu halaman untuk bukaan posisi diperusahaannya. Faktanya berapa sih yang diterima?
2. Iklan lowongan untuk membangun image perusahaan. Strategi ini banyak juga dipakai untuk perusahaan yang ingin membangun imagenya dimata masyarakat. Misalnya perusahaan2 software seperti Microsoft, Cisco ataupun Oracle senang membuat iklan seperti ini.
Auditor think:
Dengan biaya iklan 9 juta untuk ukuran 15×10 cm di Kompas minggu (sharing seorang rekan, mungkin ada yang bisa nambahin detailnya). Padahal yang diambil hanya 2-3 orang,harusnya rugi kalau mengambil iklan lewat kompas.
Positioning Kompas Minggu
Kalau dibandingkan dengan media lowongan yang sejenis,
#1. Gosip dari teman
#2. Campus Recruitment untuk (0-3 tahun graduate)
#3. Jobsd.com, Jobstreet.com
#4. Media cetak (Kompas)
#5. Headhunter (DDI, JAC, Jaksearch, Experd) (5-10 experience level)
#6. Jobexpo (additional event)
Situs referensi untuk iklan kompas minggu. Catatan, situs ini diupdate manual oleh perorangan secara independen, namun sayangnya sering tidak diupdate: Majolelo.com, Karir.Infobeasiswa.net
Ada yang mau sharing pengalaman mendapatkan pekerjaan lewat Kompas?
Screenshot:



Gue ga ngerti, lo positioning posting ini sebagai employee ato employer sih njar??
Apalagi di bagian ini. lo mempertanyakan “employer” banget:
“Auditor think:
Dengan biaya iklan 9 juta untuk ukuran 15×10 cm di Kompas minggu (sharing seorang rekan, mungkin ada yang bisa nambahin detailnya). Padahal yang diambil hanya 2-3 orang,harusnya rugi kalau mengambil iklan lewat kompas.”
Sebagai employer:
Menurut gue company pasti udah mikir tentang cost ini.. 2-3 orang yang diambil tapi capable dan loyal adalah investasi jangka panjang yang lebih efisien. Invest 9 juta dan save ratusan juta?? C’mon man..
Sebagai employee:
Dengan market audience 600,000 eksemplar, Kompas tetep adalah sumber informasi terpercaya.. mana ada company pasang iklan mahal2 kalo ga serius.
Trus ya, niche market kayak LSM/NGO ato Oil+Gas emang lagi hot2nya.. liat aja RasGas tiap minggu bisa iklan satu halaman. Masa iya RasGas akan dapet audience lebih besar dengan cuma masukin di gunamandiri ato Jobsdb??
Coba jangan liat dari kacamata lulusan IT, yang sayangnya jarang lowongannya di company seperti itu hehehe… lulusan FISIP boleh dunk dapet kerja di NGO Aceh dan dapet puluhan juta.. masa harus kul IT dulu…
Amir
April 23, 2007 at 4:02 am
Cuman mo nanya aja bos, kenapa kalo nulis Anjar think atau Auditor think, bukan thinks?
Rey
April 23, 2007 at 10:29 am
gw sih dapet kerja dari kompas hari minggu… di posisi yang gw mau, di perusahaan yang oke, dengan gaji yang boleh juga.. gatau dengan yang lain, deh
nuri sadida
April 23, 2007 at 10:58 am
[...] kerja, agar jangan sampai terjebak bisa membaca ulasan menarik oleh bapak Pri ini. Bagaimana sebuah lowongan pekerjaan terkadang menipu kita. Mantab, perlu [...]
Gosib Pemula « A Journal of A Not-Superman Human
April 23, 2007 at 1:34 pm
lowongan masing2 universitas lebih efektif karena kerjasamanya jelas antara univ dg instansi
arul
April 24, 2007 at 10:42 pm
kalau saya dua kali pindah kerja, dua kali juga asalnya dari lowongan di koran Kompas…
demikian juga dengan istri saya, yang dapet kerja dari lowongan Kompas..
jadi sampe sekarang masih cukup rajin melihat-lihat koran sabtu dan minggu, selain sudah mulai masukin CV ke head-hunter… :)
weathertop
April 25, 2007 at 5:30 am
Halo salam kenal,
Ketika saya liat-liat stats di Technorati, saya nemuin link saya di sini :) Saya kurang lebih ada sependapat dengan tulisan Mas Anjar. Memang nampaknya ada kecenderungan seperti itu. Walau dari komen-komen yang ada di sini juga ada benarnya. Jadi? Ya, beberapa iklan memang ada yang bersifat formalitas (pada akhirnya kandidat yang dipakai hanya dari yang sudah dikenal oleh pihak HRD) ada juga yang memang bersifat serius.
Sebagai informasi, saya bisa masuk kerja di tempat sekarang karena iklan dari harian Kompas. Dan setelah beberapa tahun saya ingin mencari tempat lain dengan melihat iklan lowongan harian ini selalu gagal. Mungkin 5 tahun yang lalu, iklan pencari profesional memang bersifat serius tidak seperti sekarang. Ini hanya hipotesa saya. Soalnya, kalau dihitung-hitung dulu dalam sebulan saya bisa mengirim 5-10 surat lamaran per pos. Bayangkan uang yang harus dikeluarkan untuk fotokopi dokumen dan biaya kirim pos kilat. Akhirnya saya menyerah dan tidak mencoba lagi mengirim lamaran per pos.
Motifasi saya membuat situs iklan lowongan (khusus TI) adalah membantu teman-teman seperjuangan TI yang (mungkin) tidak berlangganan Kompas akhir pekan. Ini didasari karena ketidakpuasan saya juga pada bagaimana perusahaan-perusahaan/ organisasi-organisasi di Indonesia memandang TI hanya sebagai ‘tukang’: sebuah departemen dengan overhead cost dan tidak mendatangkan keuntungan. Saya tahu banyak juga perusahaan yang sudah menerapkan ERP mungkin akan berpikiran lain. Tapi, masih ada perusahaan yang mencari posisi IT Staff (too vague), Technical Support yang bisa programming dsb. Makanya, dalam newsletter yang saya kirim ke member biasanya saya selalu menganjurkan agar kalau ada kesempatan untuk bisa cari kerja di luar negeri, ambil kesempatan itu :)
Majolelo
April 26, 2007 at 2:19 am
hati hati terhadap lowongan yang banyak sekali bidang yang dibutuhkan, sekitar 30 bidang dan membutuhkan 100 karyawan baru.
saya pernah membacanya di harian kompas, ukuran iklannya lumayan besar, tapi ketika saya datangi kantor perusahaan tersebut, mereka meminta saya uang pendaftaran sebesar Rp. 250.000, ijazah nya tinggal dulu nanti dipanggil oleh “clien kami” berarti mereka bukan pemberi kerja, tapi agent pencari kerja. lokasinya di sekitar jalan kenari, jakarta pusat.
yunita
Mei 25, 2007 at 9:08 am
hati hati, dulu suka ada iklan maxgain di kompas..
penipu..
kuda lumping
Juli 19, 2007 at 8:13 am
saya sering sekali mengitim lowongan lewat internet tetapi tidak ada satupun yang dipanggil, apa semua itu bohongan ya
pengangguran
Agustus 23, 2007 at 2:14 am
Menurutku, iklan Kompas masih relevan, karena:
1. Biaya rekrutmen yang terbesar bukan untuk iklan, tapi untuk test
2. Dengan memajang iklan di Kompas, perusahaan bisa menjaring pelamar lebih banyak dan mendapatkan orang yg terbaik.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada bbrp perusahaan yg memajang iklan hanya untuk prestise. Aku pernah tahu ada perusahaan lokal Indonesia yg pasang iklan mencari “lulusan S2 luar negeri”. Kenyataannya tidak ada yg diproses.
Internet memang merupakan media yg lebih efektif, baik dari employee atau employer. sorting dan filtering di database akan jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan menyortir email atau kertas.
Tapi pernah juga dengar dari teman yg bekerja di bagian HRD, bahwa CV-CV yg ada di internet itu kebanyakan “sampah”, sehingga dia tetap prefer cari karyawan berdasarkan referensi dari orang lain.
Syarif
Agustus 23, 2007 at 4:14 am
[...] Tapi pernah juga dengar dari teman yg bekerja di bagian HRD, bahwa CV-CV yg ada di internet itu kebanyakan “sampah”, sehingga dia tetap prefer cari karyawan berdasarkan referensi dari orang lain…” Syarif di Efektifkah mencari lowongan lewat kompas minggu. [...]
CV sampah di Internet « Anjar Priandoyo is Lifeauditor
Agustus 24, 2007 at 1:49 am
kompas masih terbaik untuk pasang iklan lowongan dan mencari pekerjaan karena saya sudah 4 kali pindah kerja lewat lowongan kompas sabtu,Minggu
pegswasta
Agustus 24, 2007 at 5:07 am
yaa.. apa-apa sekarang bisa dikomersilkan, “positip tingking” aja deh
alifaiq
Agustus 25, 2007 at 1:03 am
Cuman menariknya kadang kadang kalo ada lowongan di Kompas yang nyantumin email….banyak bohongnya ..saya pernah cek (sering) alamat situsnya…nggak ada…tp banyak juga yang ada seuai yang dicantumin di kompas
Mas anjar kasih judul diskusi lagi dong,
JUDULNYA SEMAKIN USIANYA TUA UNTUK MELAMAR SEMAKIN TIPIS DITERIMA
andi
Agustus 25, 2007 at 3:13 am
pengalaman gue. Kompas Sabtu-MInggu masih merupakan media cetak terbaik untuk cari kerja. Gue diinterview QP dan akhirnya dapet offer dari QP, juga sebelumnya lewat Gunamandiri yg pasang iklan di KOmpas.
Soal CV-CV sampah, Mas Anjar musti lihat dulu. HRD yg bilang gitu HRD di perusahaan apa? Kalau perusahaan yg menghargai human resources, seharusnya nggak begitu. Saya punya bbrp pengalaman menarik, 4 kali saya pindah kerja, semuanya CV saya kirim via internet. Otomatis saya juga nggak kenal atau punya relasi di perusahaan yg saya tuju. Malah 3 bulan lalu, saya dikontak oleh oilco ENI dari Milan, Itali. Mereka interview saya lewat telpon dan akhirnya nyuruh saya ke Milan buat cek medical dan tanda tangan kontrak. Padahal saya kirim CV ke ENI Indonesia via email setahun lalu. Cerita lain lagi, 2 tahun lalu, saya kirim CV via email ke MNA Global Australia, dan tahun lalu saya baru dikontak MNA Global. Singkat cerita, saya sekarang sudah kerja berkat jasa MNA Global di salah satu oilco negeri jiran (Pon bensinnya sudah mulai banyak di jakarta sini).
Gue bukan bermaksud apa-apa, cuman semua itu harus dilihat kasus per kasus, ojo langsung digebyah uyah. :-))
Coba dech,kirim emailnya ke head-hunter, mereka lebih professional. Kalau calon nggak memenuhi syarat, biasanya mereka ngasih tahu. Gue juga cukup sering kirim CV ke head-hunter dan mereka langsung bilang kalau gue nggak masuk kriteria.
Kalau kirim emailnya ke perusahaan yg (maaf) “ecek-ecek” ya sabaar aja…
Salam sukses selalu
mbah_sastro
Agustus 26, 2007 at 4:41 pm
[...] Efektifkah mencari lowongan kerja lewat kompas (16 comments). CV sampah di internet (31 comments). Efektifkah mencari kerja via head hunter (8 comments). Posted in Dunia Kerja. [...]
Jobsdb mungkin hanya cocok untuk freshgraduate « Anjar Priandoyo
Oktober 9, 2007 at 5:24 am
Hi guys, aku cuma mau kasih ide. Mencari pekerjaan lewat koran boleh, tapi sekarang kan teknologi udah maju, coba deh melamar kerja lewat internet.
Kemarin saya lagi browsing dan menemukan situs online recruitment yang bagus loh, http://www.jobkita.com. Di jobkita.com terdapat banyak pekerjaan yang qualified. Lumayan kan ga harus keluarin biaya untuk beli koran, amplop, and perangko.
Teknologi sekarang udah maju, mari kita gunakan fasilitas yang sudah tersedia. :)
renata
Nopember 12, 2007 at 2:12 am
Terima kasih atas masukannya :)
Yuzi Iwantoro
Nopember 21, 2007 at 5:35 am
cobain
http://www.jobserve.com
***
humble
Februari 3, 2008 at 3:59 pm
Halo all,
Untuk mendapat kesimpulan yang lebih valid perlu disurvei lagi lebih dalam emang..
Tapi emang yang paling enak adalah lewat referensi…
Itu pendapat saya lho.
Thanks
sigit
Februari 5, 2008 at 1:27 am
gue kayaknya dah ga respek ma koran kompas buat nyari kerja, banyak bohongnya, kalo yang beneran pasti syaratnya banyak n muculnya ga tiap sabtu.. so mending pake headhunter aja ato pake outsorcing aja dulu sembari nimba pengalaman.
wahyudw
Februari 6, 2008 at 4:25 am
Guys,
sy ada pengalaman coba ngelamar lewat jobstreet.. ada beberapa kali status underconsiderable..eh boro2 diterima..dipanggil interview aja ngga .. tahu2 besok2 sudah ada status unsuccesfull..yaa ampun .. aneh bgt deh..
saran saya sih buat pengelola website lebih transparan dan fair deh ..kalo memang mo proses ya lewatilah prosedur yang jelas biar sama2 puas dg hasilnya..
salam
donny
Donny Uyung P
Februari 6, 2008 at 9:04 am
gw beli koran kompas jawa pos ama republika tiap sabtu n minggu buat liat iklan lowongan sampe pusing sendriri….sampe kpn gw seperti ini..
tp daripada ga berjuang sama sekali???
dw
Maret 5, 2008 at 2:22 pm
gw jg dpt kerja da lima kali dpt dari kompas,makasih utk kompas saya yakin dan percaya akan kompas yg ditawarkan benar2x sesuai yg diminta.
Danny
Maret 16, 2008 at 11:39 am
Yang Punya Modal monggo bikin usaha2 ….
Yang Belum punya….ayo kerja dulu ampe kaya….
trus bikin usaha….
tapi klo ndak kaya2…ya kerja terus aja….
tapi jangan korupsi yaa….
kerja apa ya besok???
Sarwono
Mei 21, 2008 at 5:55 pm
no. telp untuk pasang iklan lowongan kerja di kompas?
Nia
September 15, 2008 at 3:30 am
Kami berusaha untuk menampilkan iklan lowongan kerja kompas hari sabtu dan minggu di blog lowongan kerja kami.
Mungkin info ini dapat berguna bagi pencari kerja di internet yang tidak sempat membeli koran kompas hari sabtu dan minggu.
Terima Kasih
Lowongan Kompas
Oktober 1, 2008 at 2:32 pm
Dari yang gue baca ulasan loe ttg jobsdb dan kompas, isinya kok negatip thinking melulu ….
Neg Thing
Nopember 9, 2008 at 11:46 am
terimakasih buanyak berarti menghemat waktu dan efisien
supono
Desember 16, 2008 at 12:36 pm
Halo teman teman….:D
perlu satu yg di Ingat !
Apa pun lowongannya yang penting BUKAN MAXGAIN perusahaannya !!!
Salam BANGKRUT , TUTUP , MUSNAH, RUGI dan HANCUR untuk MAXGAIN TERKUTUK .
Kita tetap hati2 dan selektif terhadap perusahaan yang sejenis, OK !
Ketua Asosiasi Pencari Kerja ANTI MAXGAIN
STEPHEN ANDREW RIADI
ANDREW
Desember 27, 2008 at 3:27 pm
MAXGAIN apa sich?
priyo
Januari 18, 2009 at 6:31 pm
numpang promo..
Lagi nyari kerja di daerah bintaro dan sekitarnya nih. Saya laki2/S1 Akutansi/33 th/menikah. Tks atas info dan bantuannya.
moesa
Januari 19, 2009 at 3:41 am
Tips bikin CV yg gigit :
1. Fokus keahlian pada kerjaan yg dilamar.contoh mo ngelamar jd IT, pengalaman/skil IT yg ditekankan, bukan teknik sipil misalnya. Tidak ada istilah 1 cv utk semua perusahaan.
2. Tidak lebih 2 halaman. Proses seleksi CV dinamakan scanning, nah si HRD bisa scanning ratusan bahkan ribuan CV , bisa2 1 CV hanya dilihat selama 4 detik, bahkan kurang. Pakai font dan bahasa yg jelas/mudah dimengerti.
3. Cover letter yg menjual, seolah menjual produk/jasa, yakni keahlian anda sendiri.
4. Terkait poin 2, Desain menarik, Bikin poin-poin saja, tidak perlu terlalu detail.atur2 pas 2 halaman.
5. Ceritakan ‘quantitative achievement’, bukan hanya sekedar bisa ato pernah. Contoh: sales manager x thn, omset tahunan sekian, pernah memimpin organisasi mahasiswa beranggotakan 520 mahasiswa.
6. Jujur dalam menulis CV karena harus selaras dengan wawancara yg mesti jujur pula.
7. Contoh poin2 utama : Header(name,contact),Life Goal,Educational Backround, Professional Experience, Skills, Courses/Seminars, Certification, Referrals.
Semoga Sukses.
tresna
Januari 19, 2009 at 8:36 am