Anjar Priandoyo

Gaji dokter di perusahaan minyak?

with 117 comments

“…Mas Anjar OOT ya, mau nanya kira2 gaji yang pantas buat dokter/dokter
gigi yang freshgraduate berapa ya, klo kita ngelamar di perusahaan
minyak dan di tanya mau gaji berapa? klo engginer di perusahaan minya
segitu, kita sekolahe lebih lama jeee…trus klo spesialis kira2 berapa,
sekolahnya ditambah another 6 years…”

Komentar:
Kebanyakan perusahaan gede apalagi Oil Company ga mau rugi makanya mereka kerja sama dengan penyedia jasa kesehatan model provider seperti SOS atau model network semacem Global Assistance Healtcare. Bahkan lokal punya seperti Pertamina pun untuk medicalnya under Yayasan Patra (ataupun sebangsanya).

Pengalaman kakak saya, alumni FK-UI, beberapa rekannya di Freeport yang under SOS benefitnya tidak sebagus engineer disana. Sekitar 3.X atau 4.X mungkin. Memang sangat tidak sebanding dengan engineernya.

Pengalaman apply di RS Pertamina pun range gajinya tergolong rendah. Kalau dihitung secara finansial lulusan kedokteran memang penghargaannya sangat rendah direpublik ini. Tapi kalau dinilai dari pengabdiannya, ataupun sabetannya dokter kan = professional, self employee bukan kelas karyawan pada umumnya.

*Pengalaman pribadi audit rumah sakit
Any other comments?

Written by priandoyo

Mei 1, 2007 pada 12:50 am

Ditulis dalam Standar Gaji

117 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ass.wr.wb mas anjar, kulo nuwun sbg orang baru mw nanya2 nih mas…
    sebagai betotan dokter gigi baru aja lulus, gimana sih mas cara-caranya bisa masuk ke freeport apa chevron sebagai tenaga medis resmi disana. kan di atas katanya lewat SOS atau Global etc gitu ya, masih bingung liat linknya, isinya medical services semua. klo bs minta tolong ya mas kasihtau jalur-jalurnya…makasih banyak
    matur nuwun sanget

    dokter gigi

    Februari 15, 2008 at 4:57 pm

  2. Asslkm.
    mas mo nanya ni. gimn sih cara masuk sbg dokter perusahaan spt di kaltim atau yg lainnya. kan rata2 mereka pake provider penyedia pelayanan kesehatan.
    makasih ya.

    dr.inuk

    Maret 16, 2008 at 6:56 am

  3. kalo dipikir-pikir sih kayanya kerja diperusahaan oil&gas enak juga ya dpt gaji besar & bonafid tapi stlh diitung2 ternyatgn jumlah sks hampir 230 sks dan wkt pendidikan yang hampir 7 thn yang mungkin lbh lama daripada S2 profesi lain. skrng ini utk msk kedokteran bth 100 – 150 jtan utk semester awal dan selenjutnya sktr 30 jtan blm termasuk biaya ha, hi, hu, he, ho.trus kalo mau spesialis bth 6 th dgn resiko tanpa income eh malahan bisa hbs 500 jtan apalagi yg sdh berkeluarga. trus kalo dipikir-pikir hidupnya akan enak, ternyata msh kalah juga dgn otak expatriat yang penjajah, cuma modal otak licik dibayar mahal maunya meres keringet lwt broker. kalao ada dokter yang pengen kerja di minyak lbh baik ambil aj 1-2 thn untk biaya sekolah spesialis tapi jan masukin dihati alias melankolis ngendon di minyak aj gak mau meningkatkan karir.wajar aj kali ya kalo org indonesia itu bangga sekali dgn kebule -bulean alias kebarat – baratan mungkin krn lama dijajah jadi mentalnya msh mental inferior. kalo kita punya bergain knp kita malu sbg org indonesia. salut buat mas priandoyo. keep your idealism for keep humanity. merdeka

    abu ghozy

    April 23, 2008 at 12:54 am

  4. saya ingin tahu berapa sih nominal gaji bagi dokter umum yang mulai kerja di perusahaan energi itu.
    dan ada fringe benefitnya gak? apa saja?
    terima kasih atas infonya.

    andang hardjanto

    Juni 4, 2008 at 12:44 am

  5. wah emang parah republic ini, sekolah dokter mahal dan lama, tapi penghargaannya gak ada. Coba perhatikan klinik2 24 jam sekarang, kalao di hitung2 pendapatan dokter jaga itu gak jauh beda dengan karyawan biasa. Ditambah lagi sistem praktek dokter bersama juga kadang2 share pembagian tidak adil.. wah kita yang punya ilmu dan skill mereka yang meraup keuntungan dari kita, waduh terjajah donk kita…. zzzz

    vampire_surfer

    Juli 31, 2008 at 8:57 am

  6. dokter di energy company Coal Port around 6- 8 Jt / bulan dalam satu tahun mendapat 18 kali gaji termasuk insetive dan bonus,THR.

    Wahyudi Kuncoro , dr

    September 3, 2008 at 4:34 am

  7. pemerintah yg telo, membiarkan rakyat diperas oleh outsources,,,,,,,,,,,masa GP di oil company gak ada 10jt??!! dokter dinegri ini tak dihargai, sangat tidak dihargai. karyawan lulusan S1 ekonomi kerja kantoran 5 hr/mgg 08.00-16.00 aja bs dapet 8jt, wah…..jgn salahkan dokter kita yg kinerjanya tidak optimal karena tak mendapat penghargaan yg layak

    aji MD

    September 13, 2008 at 11:51 am

  8. dokter di perusahaan kan cuma backup/support. Aset kami ya para engineer. jadi BUAT APA kami menggaji kalian besar2 ??

    kalo mau gaji besar ya buka praktek sendiri dong! katanya dokter, bisa buka pratek sendiri, duit ngalir sendirii..ah ngemeng doang dokter2 indo mah…payah…

    HRD_Oil&GAS

    September 26, 2008 at 3:19 pm

  9. Hi All,

    @HRD_Oil&GAS,
    Biasa aja dong mas… kalo sakit mas kmana? ke dukun? hahaha :))

    To all dokter & drg
    saya lulus feb 06, trus sy berkeliling di offshore/onshore dgn bergabung sama medical provider Global, dan SOS. Kemudian setelah beberapa saat, saya mulai dapat tawaran untuk jadi dokter di company langsung tanpa campur tangan medical provider. Kalau TS sekalian bergabung bersama medical provider, gaji yg diterima memang kecil (5-9jt/bln). Tapi anggapa saja itu waktu yg harus dibuang untuk meraih kesempatan yg lbh besar lagi. setelah lepas dari medical provider saya mendapat gaji yg lebih besar. Sekarang sy sdh di offer utk di salah satu oil comp directly. Rencana masuk untuk nabung dulu buat spesialis.. biar istri dulu yg ambil spesialis sekarang.
    Yang pasti buat para dokter and drg.. jgn mau digaji rendah.. karena akan menurunkan pasaran kita, sedangkan kita disini bekerja untuk life saving. Banyak jalur untuk dapat penghasilan yg lebih untuk seorang dokter. Saya tau juga kok rasanya mulai dari bawah di sebuah klinik… hehehe.

    Peace ah.

    xYz

    dr. xYz

    September 29, 2008 at 3:24 am

    • dok,gmn caranya masuk SOS?saya prnh dengar klo ikut SOS gt bisa jg kerjanya diluar indo,lumayan buat pengalaman n tantangan

      adi

      September 26, 2009 at 12:54 pm

  10. @ dr.xYz,

    gaji 5-9jt menurut anda kecil? Sombong sekali anda. berapa sih standar dokter yg anda anggap layak? kriterianya apa?bersyukur anda para dokter. jangan Sombong.

    mau gaji gede, yuk ikut saya kesini. mejeng di gurun pasir siang malem, cuma digaji $2300/day. tapi mungkin bagi anda segitu masih kecil kali yaa, emang mantap deh standar dokter..

    btw tujuan anda jd dokter emang mau nolong orang atau SEmata2 karena duit?

    kuli_biroe

    Oktober 5, 2008 at 4:41 pm

  11. Uang negara abis buat subsidi pendidikan di PTN di jawa…ujung-ujungnya kerja sama bule juga…
    parah…mana balas budimu

    paraah

    Oktober 6, 2008 at 6:08 am

  12. @ kuli_biroe

    Mas.. besar kecil itu relatif yah untuk tiap orang. Lihat workloadnya. Saya bilang kecil.. (relatively).. karena workloadnya tinggi. Selain itu spesifikasi yang dituntut oleh perusahaan/penyelenggara kerja memang tinggi. Apa mas tau saya kursus2 yang saya lalui harganya berapa? apa mas tau CV saya?

    Mau tahu angka yg layak untuk gaji? (bukan cuman untuk dokter ajah).. coba googling dengan keyword: kelly salary guide. Kalau mas bilang dokter mengharapkan angka segitu sombong.. coba lihat non dokter yg bagian produk manager atau accountant di pdf kelly itu.

    Sebelum ngomong riset dulu mas.

    Salary memang sensitif… itu pasti. Tapi keahlian seseorang patut dibayar atau diberi penghargaan lebih. especially kalau itu menyangkut nyawa manusia.

    @ Paraah
    Profesi dokter, tidak ada masalah tuh kerja sama bule.. memang kalau kerja sama bule kenapa? Balas budi? memang kalau saya beramal harus kasih tau ke orang2?
    Kalau di pilihan ganda itu namanya betul betul tidak berhubungan mas.. alias pilihan B..

    Menurut saya.. profesi dokter adalah hal yang tidak enak..
    Masyarakat menganggap kita adalah profesi yang enak.. duduk2 dapet duit.. (emang segampang itu yah??). Apakah masyarakat tahu untuk menjadi dokter tidak mudah? selama pendidikan yang feodal, sekolahnya lama, ada tuntutan untuk PTT (sekedar info saja saya PTT di pedalaman Papua), dituntut untuk terus meng-update ilmu, dituntut untuk komunikasi yang luwes dengan pasien.
    Semua ada harga yang harus dibayar tentunya. Kenapa orang Indo mau bayar mahal2 ke dokter di Singapore? atau Malay? padahal toh kualitas tidak jauh berbeda..bahkan banyak diantara kita lebih baik.

    Itulah sifat kebanyakan orang Indo. Kalau menghargai diri dan bangsanya sendiri tidak bisa.. kalau ke bule atau orang luar nunduk2.

    Saya hanya ingin melihat rekan2 saya maju. Apa itu salah?

    cheers

    dr. xYz

    Oktober 6, 2008 at 5:07 pm

  13. Emang bener gaji kita sebagai dokter di Indonesia ini gak sebanding ama kerjaan kita. Orang nuntutnya macem2 ama dokter kalo gak puas cabut ke luar negeri emangnya dokter2 sini dianggap apa? Gw ada beberapa pengalaman sebagai spesialis di perbatasan.

    1. Sekali ada pasien korban kecelakaan lalu lintas, pasien koma gak sadar hasil CT Scan EDH, SDH, Pnemoencefal dll, gw bilangin mesti dioperasi karena masih bisa di tolong tapi sementara gw resusitasi pake pelumpuh otot, dan sedasi ama masukkin ventilator, tuh kelurga pasien nganggep dokter sini bodo-bodo, malah bawa pasien ke Singapore, sampe di singapore dibilangin mati batang otak hahaha……. dikirim balik katanya gak ada harapan. Sampe di sini gw bilangin dokter singapore tuh bodo-bodo udah tau pasien gw kasih pelumpuh otot masih dicoba tes mati batang otak, edan…… Yah cerita singkat tuh pasien kita operasi dan sekarang sembuh tuh…… Masih bilang dokter luar hebat ?????

    2. ada lagi pasien yang sering berobat keluar negeri ceritanya di negeri jiran operasi usus buntu, balik ke sini ngeluh sakit perut bagian bawah kata dokter sana cuma infeksi saluran kencing aja. Tapi kita sih gak percaya, kita saranin aja tuh pasien operasi ulang, tau gak hasilnya hebbaaaat banget deh tuh dokte luar negeri, kandung kencing pasien kejahit sama usus, walah-walah itulah sebabnya sakit perut mulu.

    3. Ada lagi pasien yang dibalikin dari rumah sakit luar karena katanya vegetatif karena kecelakaan lalu lintas, sampe sini kita rawat and sekarang jalan-jalan tuh hahahaha

    Masih banyak lagi sih kisah-kisah nyata lainnya tapi capek ah nulisnya

    dr aneh

    Oktober 11, 2008 at 3:36 pm

  14. Weleeeh…rame!Aku lulusan drg di univ negri d Jawa, skrg PTT d puskesmas dlm kota d sumatera selama 3 taon. Emang orang sana siy…jg dengan pertimbangan menemani ibuku + ngawasin 2 adek cowo’ku yg ga jelas itu. Jadi: 1. Aku dapat mengabdi sama keluarga. Konsekuensi: Minta maaf sama suami belum bisa nemenin dia d jkt.
    Sbg drg PTT gajiku cm 1 jt pas (lebih 80 rb u/ traktir adikku yg bungsu). Pasienku kebanyakan peserta askeskin. Jadi: 2. Mencoba mengembalikan utang budi sama negara (spt yg disebut mas paraah). Konsekuensi: Dimanfaatkan habis2an oleh pemda saat pemilihan wako. Masyarakat dijanjikan berobat gratis selama 3 bln, maka tiba2 seluruh masyarakat jadi sakit gigi. Alhamdulillah, masih bisa nolongin orang seperti yg mas kuli-biroe harapkan. Sehari bisa nyabut 15 gigi, belum termasuk yg tambal, dan konsultasi. Akhir program, aku sakit kepala, sakit pinggang, sakit leher, & bahu terkilir.Sekarang bapak kita dah jd wako, janjinya pd puskesmas bhw biaya yg dikeluarkan akan diganti dari dana pemda cuma keluar u/ 2minggu pengobatan aja. Hmm…cape deh…
    Untung aja aku msh bisa nebeng praktek sore di tmp ibuku yg jg drg. Kdg jg ngajar di prodi yg baru buka d univ negeri di kotaku. Alhamdulillah, cukup u/ biaya aku bolak-balik jakarta sebulan sekali tuk ktemu suami.
    Emang klo ada embel2 dr/drg, knp masyarakat jd banyak yg mengharapkan lebih ya?Karena saya wanita & punya suami yang menafkahi uang mungkin bukan segalanya bagi saya. Tapi saya sangat mengerti bahwa rekan2 dr/drg pria mencari penghasilan lebih. Jadi, tolong diingat jg bahwa kami butuh penghidupan yg layak. Belum lagi adanya resiko tertular Penyakit Menular Seksual, mungkin dari bapak2 yg tiap hari cm liat gurun pasir?Katanya orang pertambangan (terutama pertambangan asing) sering disubsidi u/ hal yg begituan? Maaf lho klo salah2 ngomong…

    Lie_ung

    Oktober 16, 2008 at 2:47 am

  15. tukeran link yukkkk

    madzz

    Oktober 18, 2008 at 8:31 am

  16. ngebaca blog diatas gw jadi inget sama mantan gw anak kedokteran yg punya gaya selangit n suka ngerendahin anak teknik. pas udah PTT dia baru nyadar bahwa jalan rejeki orang beda2, gak selalu bisa diukur dari gelar dokter, insinyur, dsb. (kebetulan doi PTT di daerah lampung pedalaman). jadi ajah dia minta balik lg ama gw hehe2. basi…

    salam,
    tukang minyak

    coro

    Oktober 20, 2008 at 11:32 pm

  17. saya seorang fresh graduate dokter, yang berusaha mencari rezeki di negara yang indah ini Indonesia
    Kemarin saya ditawarkan menjaga klinik selama 12 jam dengan bayaran Rp 20.000 percaya gak gaji dokter per hari masih dibawah UMR
    Kemudian ada lagi yang menawarkan saya kerja di klinik 24 jam dengan gaji Rp100.000 dengan jam kerja 24jam/hari dan 7 hari perminggu emang dokter itu robot yang gak punya kehidupan
    tapi karena kebutuhan ekonomi ya….. terpaksa diterima juga, masa mau puasa terus tiap hari, dokter juga butuh makan
    percaya gak jadi dokter itu gak gampang lagi, pertama untuk masuknya ke PTN ternama gila tuh seleksinya mesti lewat passing grade, trus kuliahnya dengan tugas2nya bukan gampang juga, belum lagi KOAS siksaan lahir batin, bisa gak pulang + cape jadi babu + dimaki-maki lagi
    udah sumpah dokter juga gak boleh praktek masih harus ujian kompetensi lagi yang gak semua lulus, kalaupun lulus masih harus menunggu 4 bulan lagi sebelum STR keluar dan baru bisa mengurus surat ijin praktek, udah bisa praktek tanggung jawabnya nyawa lagi
    dan bayarannya dokter gak lebih besar dari gaji satpam (ini kenyataan karena saya memiliki teman seorang satpam)
    emang dokter bukan manusia yang pantas dihargai ya…….
    ya buat orang2 yang punya klinik dan kebetulan baca tolong dong dinaikin upahnya, yang wajar dong minimal dokter2 ini yang gak punya apa2 bisa punya tabungan buat kuliah spesialis jangan cuma anak2 org kaya yang bisa kuliah lg dong, kita juga pengen bisa
    buat orang2 pemerintahan yang juga baca tolong dong diperhatikan nasib dokter2 ini, beri pekerjaan atau apalah, ada kepastian nasib, jangan taunya buat peraturan-peraturan doang, tentang malpraktek dll, tapi gimana dokter bisa kerja dengan bener kalo makan aja sulit (percaya deh lulusan dokter nasibnya gak lebih baik dari yg lain)
    buat adik2 yang pengen jadi dokter yah lebih baik diurungkan saja niatnya, jadi dokter gak seindah yang dibayangkan, malah kebalikannya
    buat dr XYZ gimana sih caranya bisa jadi dr offshore aku punya kualifikasi lulusan universitas negri ternama di jawa dengan IPK>3,3, str, atls, acls dan hiperkes
    tolong bantuannya ya

    dr coolz

    Oktober 30, 2008 at 5:46 am

  18. @dr coolz:

    serius itu bayaranya 20rb/hari? 100rb 24 non-stop?kaya bus malam aja. setelah gue baca tulisan loe, yah turut berduka cita deh. sadis amat yak, kalo fresh engineer (Lulusan ITB, UI) di tempat gw sih bayarannya 10jt/bln (belum sama de eL eL), sabtu minggu ya di buat liburan n jalan2 lah yaw..

    nyari lowongan buat di offshore? wah gak butuh dok!
    kita orang engineer offshore mah sehat2 semua disini hahaha;p

    coro,
    TOTAL E&P Indonesie

    coro

    November 1, 2008 at 7:17 am

  19. to mas dr coolz,
    setelah membaca tulisan mas, saya kok jd down ya. yg bener aja dong mas spt itu. saya seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran, sekarang saya sudah tinggkat 2. bisa dijelaskan lg gak mas apa iya jd dokter jaman skrg udah gak seindah dulu lagi?? masak saya harus banting stir, kan gak mungkin. sepertinya jauh dan berat banget ya perjuangan seseorang untuk jadi dokter..

    tp baca komen coro diatas kok kayanya enak banget ya?? tp jgn arogan gitu dong mas..!

    rivi

    November 8, 2008 at 7:12 am

  20. @ rivi
    benar apa yg dikatakan mas coro itu, standar fresh grad engineer di oil & gas itu skrg di indo adalah Rp. 10jt (gross-office base – jakarta). Kalo dikirim ke field utk schedule 2 weeks on 2 weeks off, akan mendapatkan lagi tambahan sekitar 28-36% (onshore/darat) dan 50-60% (offshore/laut) dari nilai basic salary awal (yang range-nya sekitar 10jt tsb. Bayangkan fresh grad engineering di oil & gas industri di Indonesia bisa dapat 10-18 jt/month (gross). After tax masih dapetlah 15jt-an, dan after potong biaya hidup sekitar 2-3jt/month utk seorang bujangan…..masih bisa nabung sekitar 10-12jt/bulan (nett ditabung). Silakan baca tulisan saya sebelumnya di “Pelajaran dari calon Pegawai Chevron yang gundah” di blog ini juga. Jadi kemungkinan utk 5 tahun early career, saya rasa dunia perminyakan masih better than profesi dokter…..kalo itu masih sama2 makan gaji lho ya…artinya saya ga berbicara kalo buka praktek sndiri……
    saya sendiri skrg juga bekerja di industri Migas, sudah sekitar 2 tahun bekerja di bidang explorasi Migas, alhamdulillah…..perndapatan saya sekarang sekitar 17jt/bln gross, dan kebetulan suami saya juga bekerja di industri Migas yang sama dg saya, hanya saja dia lebih dulu 1 thn berkarir drpd saya (experience dia sekitar 3 thn), pendapatan dia skrg sekitar 24 jt/bln gross (field base dg schedule seperti yg saya sebutkan di atas (2 weeks on 2 weeks off). minimum kami mendapatkan 15x gaji pertahun (12x adalah gaji normal sesuai jumlah bulan, 1x THR, 1x Uang cuti dan min. 1x Bonus tahunan). Dan umur kami berdua saat ini adalah 26 thn.

    @ coro…
    mas, sebaiknya jangan terlalu arogan dg dunia oil & gas, saya & suami juga sama2 engineer di salah satu competitor Total E&P. Tapi jangan memandang rendah profesi dokter lho…..pembaca blog ini sudah amat tidak heran dg besarnya gaji di oil&gas industri

    kutu_loncat_oil_co

    November 20, 2008 at 6:56 pm

  21. @ rivi
    benar apa yg dikatakan mas coro itu, standar fresh grad engineer di oil & gas itu skrg di indo adalah Rp. 10jt (gross-office base – jakarta). Kalo dikirim ke field utk schedule 2 weeks on 2 weeks off, akan mendapatkan lagi tambahan sekitar 28-36% (onshore/darat) dan 50-60% (offshore/laut) dari nilai basic salary awal (yang range-nya sekitar 10jt tsb. Bayangkan fresh grad engineering di oil & gas industri di Indonesia bisa dapat 10-18 jt/month (gross). After tax masih dapetlah 15jt-an, dan after potong biaya hidup sekitar 2-3jt/month utk seorang bujangan…..masih bisa nabung sekitar 10-12jt/bulan (nett ditabung). Silakan baca tulisan saya sebelumnya di “Pelajaran dari calon Pegawai Chevron yang gundah” di blog ini juga. Jadi kemungkinan utk 5 tahun early career, saya rasa dunia perminyakan masih better than profesi dokter…..kalo itu masih sama2 makan gaji lho ya…artinya saya ga berbicara kalo buka praktek sndiri……
    saya sendiri skrg juga bekerja di industri Migas, sudah sekitar 2 tahun bekerja di bidang explorasi Migas, alhamdulillah…..perndapatan saya sekarang sekitar 17jt/bln gross, dan kebetulan suami saya juga bekerja di industri Migas yang sama dg saya, hanya saja dia lebih dulu 1 thn berkarir drpd saya (experience dia sekitar 3 thn), pendapatan dia skrg sekitar 24 jt/bln gross (field base dg schedule seperti yg saya sebutkan di atas (2 weeks on 2 weeks off). minimum kami mendapatkan 15x gaji pertahun (12x adalah gaji normal sesuai jumlah bulan, 1x THR, 1x Uang cuti dan min. 1x Bonus tahunan). Dan umur kami berdua saat ini adalah 26 thn.

    @ coro…
    mas, sebaiknya jangan terlalu arogan dg dunia oil & gas, saya & suami juga sama2 engineer di salah satu competitor Total E&P. Tapi jangan memandang rendah profesi dokter lho…..pembaca blog ini sudah amat tidak heran dg besarnya gaji di oil&gas industri

    kutu_loncat_oil_co

    November 20, 2008 at 6:58 pm

  22. Wah memang enak jadi engineer ya…. Tapi buat para dokter muda jangan berkecil hati prospek dunia kedokteran sangat besar, asalkan anda mau.

    1. jangan.takut anda lulusan dari sekolah kedokteran manapun juga baik negri maupun swasta, ketika anda lulus sangat-sangat jarang pasien mempersoalkan anda lulusan dari mana, yang pening anda dapat menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan pasien anda.
    2. Bina hubungan baik dengan dosen-dosen anda dan juga senior-senior anda karena dari merekalah pengalaman dan informasi itu anda dapatkan.

    Pengalaman saya dulu saya dokter umum PTT lagi. di masa saya, gaji PTT masih 980.000 potong pajak sama uang askes hasilnya 954000, kalo gak salah. Itu saya jalanin selama 3 tahun. Abis itu sekolah lagi gak pake rekomendasi-rekomendasian lah and gak ada surat-surat saktian lah. Bener-bener hasil belajar. Sekarang sy selesai sekolah lagi dan anda tahu penghasilan saya lebih dari yang saya harapkan, minimal lebih 60 juta/bulan dan santai, jauh lebih santai dari engineer, gak perlu ninggalin keluarga, bisa jalan-jalan sepuasnya tak terhalang waktu, dll.

    Anda tahu bahwa dokter umum tidak selalu identik dengan gaji kecil, saya tahu dokter-dokter umum yang jauh lebih muda dari saya yang penghasilannya lebih dari 10 juta per bulan, dan sekali lagi lebih santai dari engineer. Banyak peluang yang anda bisa lakukan, banyak waktu yang bisa anda gunakan untuk melihat peluang yang ada. Waktu yang anda miliki jauh lebih banyak dari engineer yang harus kerja kantor dan bahkan tinggal di offshore. Beberapa kawan saya berkata jika anda dibayar kurang dari standar gaji, jangan mau, karena jika anda menerima maka akan menjadikan pembenaran untuk gaji-gaji anda atau penerus anda selanjutnya. Ambil contoh ekstrim, anda jadi engineer gaji 10 juta perbulan tapi kerjanya offshore, jika anda pikirkan gaji memang besar, tapi jika anda pikirkan waktu yang anda habiskan gak imbang. Bayangkan anda meninggalkan keluarga, lebih ektrim lagi anda tidak bisa melihat anak anda tumbuh dan berkembang, kehilangan waktu berharga, dll. Jadi dokter jangan hanya jadi dokter saja, tetapi lihat juga peluang dan kondisi di sekeliling anda.
    Juga ada RS-RS asing yang namanya saya tak perlu tulis di Inonesia ini yang berani menggaji dokter Rp. 1.000.000 – 1.500.000, per hari untuk kontrak selama 1 bulan, pajak ditanggung, biaya perjalanan ditanggung, akomodasi ditanggung.
    Memang kalau anda sudah jadi spesialis penghasilan anda akan berkali-kali lipat, bahkan ada satu grup dokter spesialis di sebuah rumah sakit, yang gross netnya mencapai Rp. 1,5-2 milyar per bulan, tapi untuk mencapai itu dibutuhkan belajar, kerja, komunikasi, dan doa.

    numpang lewat

    November 21, 2008 at 6:33 am

  23. iya gw juga bingung kalo dibilang dokter kok “penghasilannya” kecil???? mungkin harus lebih sabar kali yaah,.. yang nulis 2 kecil gitu biasanya fresh graduate or yang mentalnya belum matang,… yang mereka biasanya pikir itu lulus sekolah langsung diterima kerja T4 enak gaji gedeeeee,….. seakan2 mereka paling penting dll dlsb dsb,…. hal ini biasanya terjadi gak di kedokteran aja kok di setiap fakultas hampir pasti ada atau malah sebagian besar???? (anjar mirip2 juga kayaknya) malah kalo berpikiran sederhana dan realistis bisa dibilang gak punya cita2 ,… huuuuah susah deeh,…

    miki

    November 21, 2008 at 8:13 am

  24. wah..,profesi dokter emang profesi mulia..,namun sayang skarang neh banyak dokter2 yang cm berorientasi ke duit mulu..,so bnyak kasus2 maal praktek..,kek kasus yang nimpa ibu tmen gw di palembang..,giliran dokter tuh digugat cm bilang dng entengnya..,salah diagnosa..,nyebelin gak tuh..,nyawa orang dimainin seenaknya..

    anjrit

    November 21, 2008 at 9:11 am

  25. buat coro;

    Total Indonesie ga ada apa2nya. Lha wong banyak curangnya itu org2 dalam. Mrk buat man power supply sendiri. apanya yg enak di Total, gaji kayak tai gitu

    Antioutsourcingind

    November 21, 2008 at 9:39 am

  26. to kutu_loncat_oil_co,

    dilihat dari sistem penggajian anda & suami anda.. kayanya kita 1 perusahaan deh :-)
    hehehe…

    to coro,

    ga butuh dokter di rig/barge? yg bener? :-P
    perasaan sih setiap rig/barge/plattform ada min medic 1 yg jaga.. kalau lagi drilling malah biasanya dokter tuh yg jaga. kalau ngga… jadi ga safety dong perusahaannya? CMIIW
    Kalau ga butuh dokter dan dibilang sehat-sehat aja… ini Total Oil Com, atau Total buah segar? hehehe Peace ah…

    dr. xYz

    November 21, 2008 at 10:27 am

  27. to mas numpang lewat & all TS,

    bener banget mas, saya setuju…
    Sebenernya gini… buat semua yg belum jelas… yg membuat para dokter mengeluh disini dengan rate yg kecil, adalah dokter umum yang dari kalangan “rakyat jelata”, bukan anak dokter spesialis, bukan anak orang kaya pula (termasuk saya di golongan ini).

    Ada beberapa dokter (umum) yang mengeluh dengan keadaan ini, tapi saran dari saya… mengeluh juga harus sambil berusaha. usahakan diversifikasi dari layanan dokter umum yg ada.. khususkan diri di ceruk sunat/khitan misalnya, atau buat TS yg tertarik di masalah kulit & estetik bisa mengambil kursus kecantikan atau pelatihan kulit (pangsanya besar disini). Kalau yg suka dengan olahraga, dapat mengolah tentanga nutrisi olahraga dan kesehatan olahraga. Intinya.. khususkan diri anda.
    Kalau saya pribadi, saya sudah pernah menjalani dari jaga di klinik kecil, khitan organizer. dan akhirnya sekarang di perusahaan. Jalan kesana tidak mudah, yang tidak kalah penting juga selalu menjaga hubungan baik dengan semua orang, karena siapa tahu anda mendapatkan koneksi dari orang tersebut nantinya.

    kalau ingin tanya-tanya lebih jauh, bisa kontak saya di
    YM: gadget.freak

    semoga rekan-rekan sekalian sukses di bidang masing-masing :D

    cheers

    dr. xYz

    November 21, 2008 at 10:38 am

  28. @ Antioutsourcingind :

    lo nya aja kali yg bego jd gaji lo kaya tai. klo gw sih nego yg bagus, jd gaji gw yg 40jtan (exp 5tn-an). gw sih direct hire.

    @dr. xYz:
    yup total oil dok. total buah segar? wah gak gaul loe..hehe..

    @ anjrit :
    makanya gw males make dokter indo. udah sering bgt gw denger kasus si anu si itu sakit tau2 lsg disuruh operasi aja. taunya dibawa ke sin cuma dikasi obat sembuh hahaha. payah!! tp kecuali si dr.xYz, percaya deh gw dia dokter hebat hehehe.

    coro

    November 22, 2008 at 6:27 am

  29. tergelitik..

    @numpang lewat:
    1-2M perbulan?? wow mantab! serius lu? jangan mengada2 deh bro. itu dokter pengalaman berapa lama?

    @coro:
    baru gaji segitu aja dah sombong loe..

    kulie_biroe (real-time drilling specialist),
    now $3000/day

    Schlumberger_oman

    November 23, 2008 at 3:54 pm

  30. ha…ha…ha…
    Pada ribut aja masalah gaji..
    Saya fikir kita tampaknya harus sama2 belajar kata “Syukur”.
    Ayahrafi dokter tapi sekarang nganggur..ha..ha..(soalnya lagi sekolah), gaji Rp.0/bulan. Gak papa tuh, biasa aja. Yang penting syukur, makan enak, tidur nyenyak, keluarga sehat, apalagi yang dicari?

    salam dari negri kincir angin,

    ayahrafi

    November 24, 2008 at 9:53 pm

  31. hm..makin rame aja.. cool..cool.. toh mati ga bw duit.. btw, yang berjuta2 tuh dah di potong 2,5% belum?? krn bukan jatah kita lha yau…

    dr ma

    Desember 2, 2008 at 6:46 am

  32. gaji oh gaji… demi sesuap nasi. intinya bersyukur atas apa yang kita terima, daripada mengeluh akan apa yg tidak kita punya. tapi sekali kali jgn pasrah…

    Buat para dok, dok..semoga bisa menyeimbangkan antara pengabdian dan pekerjaan mencari duit:)…

    ES

    Desember 2, 2008 at 9:12 am

  33. Udah dokter muda jangan patah semangat.

    Dokter itu pada dasar self employeed jadi yach emang gajinya kecil dulu.

    Nanti udah 10 tahun lu kerja sambil bangun asset, bangun nama. Baru dech lu cashflow melejit.

    Maen ama anak istri di rumah tiap hari. Pagi anter anak ke sekolah siang bisa jemput anak.
    Nganggur2/ weekend cari rumah buat investasi. Atau ngontrol bisnis/pegawai.

    Bisa liat anak belajar jalan, belajar ngomong, nemenin istri belanja, nemenin anak sakit, nemenin anak boker.

    kiyosaki

    Desember 3, 2008 at 5:43 am

  34. nemenin anak boker? rajin amat dok..

    salam,
    kulie_biroe (real-time drilling specialist)
    $3000/day

    Schlumberger_oman

    Desember 3, 2008 at 6:05 pm

  35. utk Coro di Total Indonesie:

    Ah Lu gaji segitu aja sombong, di Batam gaji2 teknisi NDT aja bisa diatas lu. Total itu perush korup aja diikuti he hehehehe.
    Sorry lah gua di Batam jauh ama lu, jarak ama gajinya juga. Banyak tmnku di Total jd aku tahu gaji mereka. Dr dulu menang nama doank heeheheheheh

    antioutsourcingind

    Desember 3, 2008 at 10:39 pm

  36. gaji gede tapi gak zakat..,gak shodaqoh..,gak infaq..,sama ajah bohong..,(khusus yg muslim),hehe…

    anjrit

    Desember 4, 2008 at 12:38 am

  37. @kuli-biroe
    3000US$/hari ?

    Wuakakakkakakkakak
    Dari kata perhari-nya aja gw udah tauk kartu lu !!

    Udah lha… Anakku
    Yg sudah ya sudah.

    Masa lalu memang indah. Lupakan good old days

    kiyosaki

    Desember 6, 2008 at 4:47 am

  38. hehehe..kasian para dokter pemakan gaji..emangnya lo merasa kelasan karyawan?? kalo ia jangan jadi dokter..hakekatnya dokter itu TIDAK SUDI PUNYA BOS!!, makanya lo belajar rajin2,baru jadi dokter umum ya wajar lo diinjak2, karena beda dengan engineer yang udah bisa kerja, ilmu kedokteran umum kita jauh dari yang diharapkan..KECUALI lo pade belajar serius..ga yakin gw…

    anyway…waktu berlalu..lalu setelah ilmu lo mantep..baru lo pade cengar cengir..>50 jt/bulan itu biasa…bahkan kalangan tertentu >100 jt/bulan..wajar, pelayanan dan ilmu mereka taraf internasional..

    gimana para engineer? yang duluan gaji 15 juta..paling banter 20 juta..ampe 55 th lalu pensiun..nganggur..nah lo para dokter 55th itu masa jaya2nya..reputasi dan ilmu terbangun…duit cuma berhenti saat lo mati…TAPI KALO LO PADE GOBLOK DAN GA MAU MENINGKATKAN TARAF DIRI SESUAI INTERNASIONAL..mati aje lo miskin..emang kemampuan lo cuma segitu..

    gaji rutin dari instasi kaya karyawan malah kagak pernah diliat..habis buat listrik ma air aja..pemerintah kan ga ngerti lo cuma digaji 10% dari gaji dokter luarnegeri..kalo lo merasa taraf internasional jangan segan2 kasih tarif internasional..gw sih nyante aje..cuma mau periksa 10 orang aja sehari, lebih dari itu gw pusing..tapi tarif gw juga bersaing ama negara sebelah..selama ini pasien gw numpuk terus..mereka puas..gw juga puas..

    gueblek

    Desember 6, 2008 at 11:36 pm

  39. @kiyosaki:

    kenapa lo kaget gw dpt $3000/day? biasa aja lagih..

    @gueblek:

    kata siapa engineer mentok di 20jt? klo manajer manufaktur mungkin iya. tp klo oil? capek gw ngejelasinnya :)

    Schlumberger_oman

    Desember 7, 2008 at 10:37 am

  40. @Schlumberger_oman:

    gw ga bilang mentok gajinya..tp mentok pensiunnya..peace

    gueblek

    Desember 7, 2008 at 12:49 pm

  41. Ndak usahlah pada bgt. Klu nafas da ditenggorokan baru km rasa apalah artinya dunia yg fana ini. .

    Nur iswandi

    Desember 7, 2008 at 2:44 pm

  42. saudara saudara sekalian, sudahlah jangan saling mencela. tiap orang punya jalan hidup masing-masing.
    setiap profesi satu sama lain sebenarnya saling membutuhkan (meski tidak langsung). dan tiap profesi adalah mulia selama itu halal dan dijalankan degan dedikasih. belajarlah untuk bersyukur.

    sekedar share:
    Jika anda mengalami jalan seperti saya mungkin anda akan berpikir lain, saya bisa lulus kuliah aja syukur, karena dari tingkat 2 harus mencari biaya hidup dan biaya kuliah sendiri. jaman kuliah saya dah pernah ngalami kerja dari gaji yang cuman puluhan ribu rupiah sampe beberapa juta (lumayan lah untuk kelas mahasiswa). selepas lulus sempat kerja di perusahaan telco multi nasional yang jam kerjanya edan, kadang bisa lembur 1 minggu berturut turut tapi reward ga sebanding, ya sakit hati memang karena merasa diperlakukan tidak adil, tapi di kemudian hari anda akan sadar ada pelajaran yang anda petik dari itu.

    sekarang saya bisa kerja dg sangat santai di negeri orang, dengan skill yang sangat dihargai dan bisa mengantongi gaji yang kadang bisa sampe 9000 EUR per bulan (mungkin masih kalah jauh dengan teman teman yang di offshore atau teman teman dokter yang dah jago :), tapi bagi saya itu sudah jauh jauh lebih dari cukup mengingat pengalaman kerja saya dari sejak lulus sampe sekarang masih 2.5 tahun). ya saya sangat bersyukur bisa melewati itu semua dan yang terpenting ternyata bisa membuat saya sadar ternyata uang itu bukan segala galanya.

    buat teman teman yang fresh grad: jangan minder dan jangan patah semangat ketika menempuh jalan yang sulit, karena bersama kesulitan itu ada kemudahan. berikanlah dedikasi maksimal dimanapun anda berada dan apapun profesi anda, jika anda merasa belum mendapat reward yang setimpal cobalah evaluasi diri dan perjuangkanlah lagi. kalo masih belum berhasil juga, mungkin saatnya anda “pergi” dan “melangkah” ke tempat lain yang lebih baik :). jalan menuju sukses ga selamanya mulus, ada kalanya kita jatuh juga, jadi tetap semangat.

    kehidupan bagaikan roda, kadang kita di atas kadang kita dibawah. saat kita di atas ujiannya adalah kesombongan. saat kita di bawah ujiannya adalah kesabaran. dan ingatlah setiap kesombongan akan berakhir dengan kehinaan.

    maaf kalo terlalu menggurui, cuman share dari pengalaman yang belum banyak.

    semoga bermanfaat.

    orang_telco

    Desember 7, 2008 at 6:42 pm

  43. Waduh pada ribut soal gaji….mendingan qta mikirin kalo bangsa ini lagi miskin masih untuk dapet gaji mau Rp.100 – Sejuta2 ngga ada gunannya kalo bangsa ini hancur…

    Rickster

    Desember 7, 2008 at 7:10 pm

  44. Dear All,

    Selamat Hari Raya Idul Adha,

    Mohon maaf lahir & batin buat semuanya :-)

    Cheers

    dr. xYz

    Desember 8, 2008 at 5:48 am

  45. mohon maaf lahir batin semuanya…
    sekedar lewat..mungkin ini ada sedikit reality input :
    1. berdasarkan gaji PNS sekarang untuk dokter, ditambah beban kerja rata2 60 pasien/hari, maka per pasien dihargai pemerintah hanya Rp.1373..lebih murah dari tarif parkir atau ongkos toilet
    2.buat teman2 yang ingin mencari dokter yang berkualitas, silahkan google artikel the ideal number of patient per day, yah paling banyak pasien max 30/hari, adalah jumlah dimana kualitas pelayanan sudah memasuki zona berbahaya..
    3.Kalau saya pribadi, konsult ke dokter lain untuk anggota keluarga, saya selalu memastikan dokter ini pasiennya tidak lebih dari 20, seberapa pun terkenal hebatnya dia, anda tidak akan bisa berbicara tentang sakit anda, lihat 3 menit lalu obat, dan ini yang menyebabkan malpraktek marak di indonesia, seorang dokter bukan dukun, 10-15 menit adalah jumlah waktu yang rasional dan optimal untuk menghindari salah pengobatan.
    4.Usahakan masuk dalam urutan 10 pasien pertama..
    5.Kalau anda mampu, katakan di depan bahwa biaya bukan masalah, dokter indonesia dididik untuk berpikir bagaimana yang termurah untuk pasien, dan sering ini berarti bukan yang terbaik…banyak pemeriksaan screening awal yang standar diluar negeri tidak dilakukan dokter anda karena takut anda tidak mampu bayar laboratoriumnya (bukan ongkos dokternya loh)

    semoga input ini bisa membantu anda mendapatkan pelayanan prima untuk keluarga, karena saya pun tahu nyawa manusia memang tidak selayaknya dihargai Rp.1373 dan bisa mengurangi malpraktek di indonesia

    dr.realis

    Desember 8, 2008 at 8:08 am

  46. Berkarir lewat pendidikan kedokteran, konsep berpikirnya jauh berbeda dengan yg enginer atau kantoran.

    Dokter merupakan profesi yang bisa dilakukan sendiri.

    Satu kunci dokter bisa sukses yaitu musti selalu belajar dan belajar dng melanjutkan ke jenjang spesialis. Bila sudah banyak ilmu didapat maka cobalah ber mindset enterpreunership. Saya jamin pendapatan gak akan kalah dengan level top manager suatu perusahaan.

    Dan ingat pendapatan itu akan terus mengalir sampai akhir hayat kita. Beda dengan level top manager, yg kalo udah pensiun ya udah stop smp disitu.

    Satu lagi, kesehatan adalah suatu hal yang akan terus dicari orang. Sehingga jangan takut buat para dokter gak bakal kehilangan customernya :)

    Reiz

    Desember 8, 2008 at 7:19 pm

  47. @antioutsourcingind:
    gw kasian ama elo coy. kayaknya lo anti bgt sama TOTAL. lu pernah ditolak TOTAL ya? ato ngelamar ampek capek tapi gak dipanggil2?! kasian. kalo lo bego dlm nego gaji, mau di Exxon jg bisa2 gaji lo cuma 3jt hehehe. kasiaan deh lu.

    coro

    Desember 8, 2008 at 11:41 pm

  48. maal praktek..,wah serem..:(

    ananda_mikocok

    Desember 9, 2008 at 2:03 am

  49. Gw dulu punya temen deket kerja di TOTAL..
    awal kerja masih kontrak.. 1bulan kerja 1 bln off..
    gaji 30 jt.. tapi kalo off gak digaji…
    Kalo sekarang udah pegawai tetap di TOTAL.. direct hire..
    Gaji gak begitu tau.. penempatan Jkt, posisi manager, umur dah 40an
    Kalo di tempatkan di Perancis katanya 75jt

    pairo

    Desember 9, 2008 at 3:14 am

  50. Menteri Kesehatan Sita Fadilah Supari

    JAKARTA, RABU- Menteri Kesehatan menyesalkan makin banyaknya mahasiswa asing yang kuliah di Fakultas Kedokteran di beberapa universitas negeri di Indonesia, sementara probabilitas siswa SMA di Indonesia untuk masuk Fakultas Kedokteran hanya empat persen. Artinya, mahasiswa asing lebih berpeluang masuk Fakultas Kedokteran.

    “Bayangkan, probabilitas siswa dari Malaysia untuk masuk Fakultas Kedokteran itu 30 persen. Waktu di RS Sanglah Bali, saya kaget kok banyak mahasiswa berwajah India,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc III dan IV Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Rabu (18/6).

    Menurut Menkes, di FK Universitas Hasanuddin saja ada sekitar 300 mahasiswa asing. Alasan perguruan tinggi negeri menerima mahasiswa asing hanya karena ingin dibilang world class. “Yang saya sedihkan, mereka ini praktik di Rumah Sakit pendidikan yang dananya dibiayai oleh pemerintah,” kata Menkes.

    Sementara itu, Indonesia sendiri masih sangat kekurangan tenaga dokter. Jika mahasiswa asing itu nantinya lulus, mereka bisa langsung jadi dokter di Indonesia tanpa adaptasi, sedangkan dokter-dokter kita bisa jadi kuli. “Ini sangat ironi, ” tegas Menkes.

    ananda_mikocok

    Desember 9, 2008 at 4:33 am

  51. @pairo
    gaji 30 juta 1 bln on 1 bln off berarti ya dibagi 2. gaji 1 bln 15 juta lah.
    Makanya itu gua ga suka kerja di total. gedhe liburnay doang
    @coro
    kamu kata orang jawa memang kecoak. krn coro = kecoak.
    sori coy gua ga pernah kerja ama oilco indonesia, di batam aja utk cswip 3.1 welding inspector bisa dapet min 6000 usd / month. ini msh inspector , kl engineer ya itung sendiri.
    lu baca ga, exxon itu kasih 2500 usd / 30 juta, bkn 3 juta.
    kok bisa masuk total lu pdhl buta warna. yg geblek total ato lu. mgkn semua

    antioutsourcingind

    Desember 9, 2008 at 7:59 am

  52. @numpanglewat
    wah, mantan PPDS sih ga bisa jadi patokan, setiap seleksi spesialis kan ratenya ucma 10-2-% yang ketrima, itu pun bersaing dengan …. u know la.

    Penghasilan spesialis jangan dibandinginin ama kita deh.gaji dokter umum memang rendah, gaji ya, bukan penghasilan. Gaji aku kalo dirata2 kurang lebih cm Rp. 5000/jam. ini di rumah sakit gede lho, mewah, elit, di kota gede. ini belum termasuk waktu2 yang ga diitung seperti harus presentasi kasus + MORNING REPORT.

    Sebenrnya aku juga bingung, bole ga sih aku ‘ribut’ kalo gajiku kurang lebih sama ama tukang batu ? perasaan tetangga panggil tukang paving aja 50rb/7 jam, aku cuman 45rb/shift ?

    buat yang mau jadi dokter.. pikir matang2, karena keluarga tidak hanya mensupport kamu selama 7 tahun sekul, tapi bisa jauhhhhhhhh lebih panjang……

    dokterjaga

    Desember 14, 2008 at 9:26 am

  53. maju terus dokter indonesia..,teruskan pengabdianmu..,smoga tuhan yg membalas..,amien..^_^.

    ananda_mikocok

    Desember 15, 2008 at 3:02 am

  54. gw yakin si antioutsourcingind ini pasti manusia indonesia pas2an. komen lu gak mutu. dah ah capek gw.

    coro

    Desember 21, 2008 at 11:00 am

  55. Saya Tidak Habis pikir

    Buat Kalian yang Kerja di Perminyakan dengan Hidup dengan Uang Berlimpah tetapi di ikuti Kesombongan Yang berlimpah Juga Akhirnya Mengejek sesama PROFESI…

    Buat Kami Yang memiliki Uang cukup Lumayan atau untuk Ade-ade yang baru lulus bisa di bilang di bawah lumayan…
    kami hanya meminta penghargaan yang pantas.
    tetapi kenapa di ejek dan di hina.

    Biarpun Begini kami telah memberi kepada Negeri ini.
    dan kami tidak pernah mengejek sesama Profesi…
    Setidaknya Kami masih Memiliki Harga diantara Sesama Profesi.

    dr. Dexa R

    Desember 30, 2008 at 3:15 pm

  56. Wah pad GEDE2 gajinya.
    Ada lowongan ga om utk HSE Officer,
    Sy pengalaman 8 thn di oil gas.
    Kira2 harus minta berapa lagi nich?
    Thanks

    HSE Officer

    Desember 31, 2008 at 4:03 am

  57. Salary engineer tdk sama dgn salary dokter kok….Di tempat saya kerja (Oil Company) salary engineer masih dibawah gaji seorang dokter umum (proffesional hiring), apalagi gaji dokter spesialist nya kecuali engineer yg top level (Mgr atau GM).
    Btw itu semua rezekilah…rezeki itu titipan Allah SWT, gak pantas utk dibanggakan. Saya setuju sm ‘dr Dexa’ dan ‘Reiz’ yg berfikir positif dan optimis, hayo adek2 dr muda, mari berusaha dan berkompetisi menjadi dokter yg terbaik, biarkan masyarakat yg menilai, jika kita sukses akhirnya duit akan mengalir dgn sendirinya….bravo dokter indonesia, jadilah professional yang bertaraf internasional

    Medical Officer

    Desember 31, 2008 at 5:27 am

  58. jangan lupakan sedekah om/tante/mas/mba/dik……

    uhuiii

    Desember 31, 2008 at 5:53 am

  59. gaji gaji gaji…… jangan lupa uang buat orang miskin ya… gini ni… hidup berkecukupan saja….

    ridhaniar

    Januari 13, 2009 at 12:02 am

  60. hmm gw bingung ada aja orang yg ributin masalah gaji…
    lha duitnya aja buat kita masing2, ngapain diribut2in…lu punya gaji gede juga kan ga bakal bagi2 ke gw?empet!
    gw yakin ni si coro,diagnosisnya klo ga jelek bgt tampangnya, ga punya temen ato sering ditolak cw…udah punya gaji gede masih aja dipamer-pamerin..dasar!
    ga pede kali ya ni orang..
    inget yah! gaji gw ga segede lu, tapi gw bahagia man! mau lu ngemeng gaji lu segede obama jg gw mah ga impress, gw mah cuma impress ama orang2 yg obrolannya mutu..ga kek lu empet!obrolan dr atas ngerendahin orang, ninggiin mutu…mau lu apa?pengen dihargai?!pengen dipuji?
    mulailah menghargai orang lain
    baru lu dihargai…
    malu gw denger ada orang ky lu
    -no hard feelin’ ok, its just a word..-
    dr.cherrz
    :-)

    dr.happy:-)

    Februari 4, 2009 at 1:10 pm

  61. BUAT LOE SEMUA..YANG PENTING NYAMAN!!! JANGAN MAU DIGAJI RENDAH, ENAKKAN TIDUR SIANG DI RUMAH…PEDULI AMAT,BEDAKAN PENGABDIAN DENGAN PENJAJAHAN!! DO WHAT YOU WANT!!!

    degreat

    Februari 9, 2009 at 3:56 am

  62. hmmm..menarik…walaupun nggak baca seluruhnya…capek juga bacanya…

    aku dokter, lulusan 2008… sejujurnya memang penghargaan sangat kurang, beberapa temanku berpendapat sama: sekolah lama, pagi sampai pagi, mahal pula, mau kerja aja birokrasinya sulit, mesti kursus2 yang mahal pula, tapi bayarannya gak sebanding, belum lagi kadang2 suka “gak dianggep” kalo sebatas dokter umum… tapi ya, ngeliat hal ini setelah lulus, rada capek juga lah kalo mempermasalahkan hal ini, walaupun realistis memang perlu siii… tapi ya….kalo hasil pemikiranku adalah, ketika masuk ke yang namanya fakultas kedokteran, maka hidupmu bukan hidupmu lagi, tapi hidupmu ya milik orang banyak, dan sayangnya orang banyak itu kebanyakan tidak berduit dan sangat membutuhkan si dokter ini…so…apakah bijaksana kalo masi mengharapkan uang dari mereka, hitung2 balik modal…??? huhuhuhu…kalo boleh curhat colongan dan memberikan gambaran ekstrim, aku nyadar tentang hal ini waktu kakekku meninggal dan aku tidak bisa hadir karena harus jaga. bayangkan!!! orang yang aku sayangi membutuhkanku, tapi di saat yang sama diharuskan menunggui orang yang tidak dikenal sama sekali.. sejauh itu kehidupanmu dimiliki oleh orang lain….tapi ya kembali lagi…itulah konsekuensi profesi…

    so, profesi dokter menurutku lebih ke pengabdiannya, bukan ke duitnya, duit mungkin hanya efek samping saja; penghargaan memang dituntut lebih dari masyarakat tapi itu tidak hanya sebatas materi, tetapi kerjasama, kepercayaan, dan tidak terburu-buru mencap profesi dokter sebagai profesi matre, mungkin itu yang lebih diperlukan ….anda boleh bilang aku ini masi polos, masi idealis banget..tapi ya setidaknya aku berharap aku masih akan berpikiran seperti ini sampai kapan pun… Cuma ya tentu saja…sangat berharap penghargaan yang lebih dari “pemerintah” dan masyarakat tentunya…

    tapi tentu dokter juga manusia, kelelahan itu kan pasti ada terkadang, jadi jangan suka menuntut terlalu banyak…selama ini kebanyakan orang berpendapat betapa enaknya dokter dan menganggap begitu jahatnya kita kalau melakukan kesalahan kecil saja.. sekarang? anda lihat sendiri kan kenyataan yang ada?? so… BE NICE TO UR DOCTOR….

    putri

    Februari 26, 2009 at 4:18 am

  63. satu lagi, buat dokter: BE NICE TO UR PATIENT….. asal pasiennya ga “macem2″ aja he5x….

    BTK

    putri

    Februari 26, 2009 at 4:29 am

  64. siapa tu yang bragging dapet 3000US$/day? bohong lah kalo loe asian..especially indonesian jangan terprovokasi..drug dealer kali ya hehehe…

    gpp dokter gaji kecil mereka kerja buat orang indonesia…yang kekayaan bangsanya disedotin chevron exxon total dkk tokh?

    dokter mau gaji gede?jangan takut..kalian profesional jadi hargailah diri anda lebih dan jangan takut mengambil risiko..saya dulu juga pernah dibayar Rp.1000/pasien sekarang? well saya dapet sekitar 10 juta/day minimal, sebagai dokter spesialis.

    dr.me

    Maret 17, 2009 at 4:58 pm

  65. kalian dokter jangan sombong. gw bukan dokter tidak berarti kalau gw gak mampu jadi dokter, TAPI karena gw gak interested sama sekali dengan kedokteran. kalo dulu gw mau masuk FKUI sih cincai, lha wong grade SPMB gw aja 82%, tp setiap orang kan punya pilihan masing2, ingat itu.

    selamat deh buat kalian2 yg punya gaji gede, tp jgn lupa beramal yah!

    salam,
    mantan gajah duduk

    anak teknik

    Maret 19, 2009 at 11:42 am

  66. ^anak teknik

    mas..

    kalau dilihat dari atas sampai bawah.. tidak ada yg sombong deh dari yg mengaku TS saya (maaf ditulis mengaku, karena identitas kita jg tidak jelas kan?).

    Bener kata mas, kita punya pilihan masing2, dan saya juga dulu bingung antara pilih teknik atau fk, dan saya pilih fk tuh pada akhirnya :-)

    Saya sependapat dgn dr.me, ada yg mulai flammin’ dan braggin’ masalah salary, padahal dari judul mas anjar sendiri diatas sudah jelas, tentang mencari tahu gaji dokter di perusahaan minyak, dan untuk sharing sehingga tahu harga pasaran, supaya tidak over/under expectation/valued.

    Saya kerja di perusahaan mas, dan saya kira 3000USD/day itu berlebihan braggin’ nya, even di kerja di luar sekalipun (as engineer loh yah) kecuali kalau sebagai VP.. hehehe.

    Yang wajar2 saja lah.. ini kan forum sharing.. harusnya mah saling support yah.. bukannya malah flammin’.

    Yang perlu diketahui, jalur dokter itu agak2 beda, kami lulus sekolah, kemudian bekerja untuk menabung agar dapat sekolah lagi mas, berbeda dengan lulusan lain yg pursue karir. jalur dokter mah yah rata2 memang jadi spesialis (professional career).

    Best wishes,

    dr. xYz

    Maret 21, 2009 at 12:22 am

  67. sebenarnya apa si tujuan hidup kita? dari dulu Dia telah menentukan apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup kita… dan perasaan sampe sekarang belum berubah menjadi “uang”… memang uang penting si… tapi bukan segalanya kan? yang penting dalam bekerja adalah ikhlas.. ikhlas menjalankan segala yang menjadi kewajiban kita… masalah uang (baca rizki)… Dia menjanjian kalo kita tidak akan kekurangan…
    I realy realy appreciate to Putri… pesenku “jangan pernah berubah ya dek..” saya pikir yang kamu ungkapkan bukan suatu idealisme… tapi memang suatu keharusan yang harus kita lakukan sebagai mahluk-Nya… do the best and keep fight.. OK??

    roed

    Maret 21, 2009 at 3:43 pm

  68. To all

    Saya heran dan geli membaca beberapa komentar rekan2, kenapa musti saling ejek, dan menyombongkan diri. Semua orang dengan profesi apapun layak untuk dihargai.
    Mustinya sebagai orang yg berpendidikan kita bisa bertutur kata yang sopan, semoga Tuhan menunjukkan jalan terang dan membuka hati kita semua ..amin

    dr mizu

    Maret 21, 2009 at 3:47 pm

  69. Hahaha….udah hampir 2 tahun diposting masih juga pada asyik ribut masalah gaji. Btw, itu adalah hak anda jadi apa dikata. Buat mas anjar, gak diupdate mas postingan yang ini???

    salam damai,
    SH

    ayahrafi

    Maret 21, 2009 at 9:58 pm

  70. Ak lulusan dokter baru.Br trima hsl ukdi.Dr smua pembicaraan yg ada.Ak jd interest masuk&merasakan mjd dokter di oil company,mgkn ak bs jg menyemarakkan forum debat ini.Mhn informasi bagaimana cr melamar mjd dokter perusahaan?Sblmnya trima kasih bnyk.

    Dr.New

    April 7, 2009 at 5:18 pm

  71. waduh, para dokter kalo digaji kecil jangan mau. ada saatnya kita cari duit, ada saatnya kita full kerja sosial. jadi balance lah…….
    saya udah 2 tahun jadi dokter, selama ini freelance terus, belum ada yng mau angkat jadi fulltimer, maklum mungkin beginilah nasib dokter umum. tapi saya cuma kerja 2x seminggu dengan pendapatan sekitar 5jt sebulan, ya cukup gk cukup itu pnilaian relatif, tapi menurut saya bayaran segitu dengan jam kerja segitu…cukuplah…..

    dr. nia

    April 15, 2009 at 9:55 am

  72. Rekrutmen dokter di perusahaan minyak biasanya menggunakan jasa biro rekrutmen SDM macem experd, dll.. Untuk rekrutmen dokter, jadwal dan model tes rekrutmennya berbeda.

    (http://disinihot.wordpress.com)

    surip

    April 15, 2009 at 12:26 pm

  73. buat sdr. HRD n temen2 lain yg bukan dokter. pendapt dan opini dokter2 itu tangkap dulu mksd hati mrka. Dokter umum di indo itu rata-rata digaji rendah. wajar mrka minta lebih. knp?? hampir semua para dokter umum itu ingin kuliah spesialis. btw lo tw g? utk jd obgyn aja uang masuk 400jt. malah stlh didalam saat semester I kita harus traktir senior n dosen stiap hari.jd total kita butuh 1M utk skolah 5-6th.jmlah yg biasa g menurut HRD?lo mw g ngumpulin duit 200jt habis tu lo harus keluarin duit tiap hari selama 6 th tanpa digaji??

    Bila temen2 yg bkn dokter bila terjadi yg tak terduga, maaf kata kecelakaan..lo mw pgl dokter luar negeri ya?? impossible..

    jl klo msalah dokter indo byk yg jelek.yah solusinya gampang.lo hrus selektif donk,cari info dokter mana yg bgs..
    Skrg ini ada perumpamaan. klo lo bli 10 apel. ternyata ada apel yg busuk.apa ente buang semua tuh apel yg lo beli???

    david

    April 26, 2009 at 12:22 pm

  74. yah, benar sekali yang dibilang saudara david..sepertinya anda punya keluarga dokter..jadi anda lumayan tahu, seperti apa penderitaan yang kami alami…bukannya dokter tidak punya jiwa sosial..tergantung masyarakatnya sih..ketika saya di papua dulu..tidak terpikir oleh saya soal uang..satu kecamatan dokternya cuma saya..24 jam selalu siap dipanggil kerumah pasien..mau naik perahu atau jalan kaki..saya akan datang..”free of charge”..karena masyarakat disana memang membutuhkan saya…setiap hari saya mengobati 50 pasien sehari..belum kalau saya tur kekampung2..bisa 100-150 sehari..lagi-lagi free of charge…TETAPI…saya kan tidak mungkin seumur hidup di pelosok..dihutan-hutan, saya juga ingin berkeluarga..memberikan penghidupan layak untuk keluarga..sekolah menjadi spesialis…nah kebayang ga??? setelah semua free of charge diatas..saya tetap harus mengumpulkan 300-400 juta..untuk sekolah spesialis..selama 4-5 tahun..dimana sekali lagi saya membaktikan diri saya dirumah sakit..free of charge lagi!!!…so berapa lama kami harus free of charge??

    * senangnya hati saya..dari obrolan dengan teman-teman saya yang muda..hampir 80-90% merasa, dokter tidak dihargai..dan kami pun sepakat senior-senior kami di IDI tidak perduli kami…jadi saya bisa katakan : akan terjadi perubahan drastis dalam dunia kedokteran dalam 10 tahun mendatang…asuransi kesehatan akan sangat bermanfaat….10 tahun kedepan, kamilah tonggak dunia kedokteran (sebagai spesialis-spesialis)…moto kami : kami adalah “pekerja jasa” tugas kami memberikan jasa dan layanan terbaik…

    bambang

    Mei 19, 2009 at 2:10 am

  75. Yth.Teman Sejawat

    Departemen IKK FKUI bekerjasama dengan Panitian Lulusan Dokter FKUI akan kembali mengadakan pelatihan HIPERKES periode 2009.
    - Periode II : 25 Mei – 4 Juni 2009
    - Periode III : 15 – 25 Juni 2009
    - Periode IV : 21 – 31 Juli 2009

    Apabila Teman Sejawat ingin melakukan penyesuaian jadwal, silahkan hubungi CP kami. Untuk periode selanjutnya akan dibuat kemudian.

    Pelatihan ini diperuntukkan bagi para dokter-dokter yang ingin menjadi dokter perusahaan, dan sertifikatnya merupakan syarat wajib bagi setiap dokter yang ingin mengembangkan karirnya di sebuah perusahaan.

    Harga : Rp 2.000.000 (sertifikat berlaku SEUMUR HIDUP)

    Selain sertifikat yang berlaku seumur hidup, pelatihan ini juga mendapatkan akreditasi IDI sebesar 12 SKP (RESMI dari IKK FKUI).

    Pelatihan ini berlangsung selama 10 hari, meliputi kegiatan materi dan kursus, serta plant survey ke perusahaan.

    Pendaftaran minimal 10 hari sebelum pelatihan, dilakukan melalui transfer ke rekening:

    -BCA cab.Bandung Setia Budi no.2331.6484.87 an. Segal Abdul Aziz
    -BNI’46 cab UI Depok no.0165368986 an.Sorayah Agustini
    -Bank Mandiri cab. Jakarta RSCM no.122.00.05183309 an.Fitri Juniarta

    Bukti Pembayaran dikirim via fax ke (021) 31926364 pada hari&jam kerja

    Keterangan lebih lanjut:
    CP: Hilmi (02193078700), Hari (08158176879), Oya (02192627208)
    email: hiperkes_ui@yahoo.com
    web: dr-aysay.blogspot.com

    Angling

    Mei 20, 2009 at 1:06 pm

  76. Hi.hi..cape juga baca dari atas sampe bawah…seruuu…info yang menarik dan memotivasi, walaupun kadang ada yang bikin down, tapi seenggaknya bisa diambil banyak hal positifnya..ga sia-sia ngebacanya walo butuh 1,5 jam..

    nah, salam kenal buat teknisi ama dokter2 yang mampir..

    klo dibaca, jarang yang ngomongin dokter gigi..kebetulan sy fresgred drg. lulusan PT negeri, berasal dari keluarga yang Alhamdulillah bisa ngebiayain sy sekolah 6 tahun, bukan keluarga dokter, bahkan mungkin sy satu-satunya yang menjadi tenaga kesehatan serupa drg. diantara keturunan uyut-uyut orang tua saya..

    Gak ada koneksi kolega, modal gak ada, kecuali skill dan kesabaran..sekarang cuma numpang di drg. senior yang udah lama gak kerja (alias musti ngebangun dari awal lagi)
    gak ada gaji, paling dikasi transport 20rb/hari, maklum ini tempat praktek pribadinya beliau. tapi Alhamdulillah..sabaarr..sabaarr..

    bersyukurlah yang udah bisa kerja dengan pendapatan lebih dari cukup, semoga bisa menjadi teladan buat orang sekitarnya dan bisa ngasi manfaat..

    Sekedar ngasi gambaran buat para enginerring juga buat yang belum tau kenapa kita sebagai freshgred ingin mengharapkan penghasilan yang cukup (sesuai perjuangan kami), :

    1. buat buka praktek drg, minimal punya kursi gigi yang harganya paling murah 15jt (merek biasa dan standar), tang gigi yang memadai sekitar 5 jt (dewasa n anak), alat tambal light curing 3 jt, sterilisator 4 jt, bahan dan alat2 dasar bisa sampai 2 juta, musti punya ruangan praktek yang harga sewanya bisa nyampe diatas 10 jt/tahun (tergantung tmpt n pemilik).
    tuuuh..itu aja udah berapa , lebih dari 30 juta..buat enginerring harga segini bisa didapet dalam sehari..Dahsyat..Alhamdulillah-nya jangan lupa.. =)
    ini baru yang minimalisnya, dengan alat yang paling biasa (klo gak mau dibilang jelek), gimana klo mau yang lengkap dan canggihnya?? itung sendiri ajaa yaa..!!!!

    2. sekolah kita 6 tahun rata-rata, bukan karena kita bego, tapi memang banyak yang musti dipelajarin, buat dokter umum mungkin gak perlu nyari pasien toh saat co-ass langsung di rumah sakit, nah kita yang drg. musti nyari pasien sana-sini, yang kebanyakan orang-orang gak punya dan musti kita yang bayarin, ditambah lagi di PT saya kursi giginya udah amburadul, tambahlah bikin pusing…1 kursi gigi kadang direbutin 4-6 co-ass..sampe2 kita musti bangun jam 5 pagi untuk ‘reserve” tuu kursi…
    dosennya??? jangan tanya masalah disiplin, cuma 1-2 orang aja yang tepat waktu..wajarkan lulus 6 tahun..???
    belum lagi adannya Mahasiswa Asing (khususnya dari Malaysia) yang diperlakukan kayak raja n ratu, kitaa??? tersisishkan..seperti biasa..he.he,,
    tapiii yaaa Alhamdulillah..iya ga?

    3. Kita sebagai profesi dokter/ drg. gak bisa tuuh yang namanya beriklan disana-sini, bisa-bisa ijin prakteknya dicabut, coba bayangin sebagai fresh gred, gimana orang bisa tau..??? musti lewat banyak perjuangan buat promosi..klo jadi perusahaan kan gampang tuuh ngiklan sana-sini..
    tertindaslah kita sama drg./dr. senior lewat nama besar mereka, dan bersyukurlah yang orang tuanya salah satu dokter senior… =) nah, klo saya gimana??? ck.ck..ck..sabaar..sabaarr…

    4. buat jadi SPesialis…wuidiiiihhh…paling murah kita ngeluarin 60 jt buat Sp. yang 3-4 thn, nah..klo yang 6-7 tahun kayak Bedah Mulut…ratusan boo..!! saya baru tahu klo yang doktr umum jadi obgyn bisa sampe 500 jt.. Gilaaaaa…!!!!
    sialnya lagi buat sy yang gak ada kolega bisa jatoh lebih mahal, karena musti saingan sama titipan titipan perusahaan atopun titipan dosen dkk…bayangin dari 10 jatah mahasiswa Spesialis, 8 diantaranya udah direserve sama titipan universitas lain, 2 untuk umum, satu diantaranya anak dosen….pendaftarnya ada 50 orang =(…..nahasssss….
    tapi yaaa Alhamdulillah… semoga ada jalannya..

    5. profesi drg. belum terlalu dipikirin masyarakat, belum ditambah kesan yang dianggap menakutkan, padahal bibir saya sampe kering buat senyuum teruuuss…hayoooo gimanaaa cobaaa???

    6. biar update kita musti ikut seminar, yang harganya mulai dari 350 rb sampe 15 juta per term..makin ngejelimett ajaa nii kepala..

    Itu baru segelintir masalah freshgred kayak saya..
    masiiih banyak yang musti dihadapin..he.he..

    nah, kali aja ada info dari perusahaan ataupun yayasan yang masih menghargai kami-kami ini..biar bisa sekolah lagi, biar orang-orang ngerasaain manfaat ilmu kita dan sehat lagi..

    dari awal cita-cita jadi dokter emang biar bisa nolongin orang sambil dapet penghasilan, jadi disabarin aja..dan terus berusaha…ada yang mau bantu??

    selamat yaaa yang udah pada berhasill..bagi-bagi tipsnya buat dokter dan dokter gigi junior ini duonk..

    daripada saling hina, ayoo kita saling bantu.. =)
    buat yang jadi enginerr..ayoo berkarya buat bangsa..!! jangan cukup puas dengan yang sekarang, buka lapangan kerja, jangan foya-foya…

    Siapa lagi klo bukan kita yang ngebangun bangsa ini.. =)

    Abdi

    Juni 10, 2009 at 6:22 am

    • Abdi,klo boleh tau,lulusan mana?PTN di pulau jawa?menurutku,yg pernah jadi coass KG juga,reserve dental unit di klinik tu ga boleh,kan baru kerja kalo dah ada pasiennya,kalo spt itu caranya,yang punya pasien pagi ga bisa kerja donk,kecuali pasienmu datang paling pagi terus.pasti budaya reserve dental unit di klinik pendidikan itu dah nular ke adek2,yang mulai sapa tuh,tanggung jawabnya untuk ditertibkan lagi harusnya!

      adi

      September 26, 2009 at 4:11 pm

  77. gw dr di kalimantan selatan..

    Mengabdi n cari duit..balance..

    Semuanya enak asal ikhlas kok…

    Bangsa ini perlu yang terbaik..

    Bwt temen2 yg kerja di oil comp. Manfaatin dong ilmunya buat ciptain “Oil company made in Indonesia, by indonesian people 4 indonesia”..

    dr. Peace

    Juli 8, 2009 at 8:30 am

  78. out source2 itu memang sudah keterlaluan.apa kalian pikir dokter itu sekolahnya gak pake otak,gak usah munafik deh buat nolong orang,buat nolong diri sendiri dulu deh yg wajib,pengalaman gw kerja outsource2 seperti global assistance atau SOS itu,dokter gak lain dijadikan sapi perahan aja,gak beda kaya buruh2 kasar atau buruh2 tekstil itu..itu oil company bayarnya gak kurang dari 6000 US$ per bulan ke outsorce untuk satu dokter ..ni gw baca ada HRD oil n gas bilang dokter tuh buat back up aja,emang nya nyawa lu punya back up nya gak?mikir dong kalo mau ngomong!!

    dr.bro

    Juli 15, 2009 at 2:44 pm

  79. Bner bro!!!buat yang fresh graduate..HATI2 SAMA YANG NAMANYA PERUSAHAAN GLOBAL ASSISTANCE AND HEALTHCARE!!HRD nya yg namanya josef W hardojo adalah seorang pria licik yang bicaranya un educated dan suka menawar harga dokter kayak nawar perek…hati2 aja temen2 !!

    dr.oil

    Juli 15, 2009 at 2:48 pm

  80. Ahhhh tapi masih ada juga dokter yang orientasinya bisnis…..
    Tengok saja rumah sakit negri (RSUD), sang pahlawan kita seharusnya standby buat si miskin, tetapi malah standby di kliniknya…..

    Semuanya itu relatif….. susah memang cari yang ideal

    Wooosheee

    Juli 16, 2009 at 3:16 am

  81. @dr.bro
    wah.. jangan2 kita pernah ketemu bro? hehehe

    @dr.oil
    Mr J yg berkepala botak yah.. hehehe.
    Jangan kalah gertak ama dia mah.. gertak balik ajah..
    namanya negosiasi kan?
    kalau ga cocok ya tinggalin ajah :-D
    paling nanti juga dia nelponin terus..hahahaha

    dr. xYz

    Juli 16, 2009 at 8:02 am

  82. @dr.xYz :iya yang bobi(botak biadab),kemaren hampir gw laporin polisi..salary gue main potong aja tanpa alesan yang jelas,tu orang kudu dikasi pelajaran berharga deh,seenak perutnya memperlakukan dokter kayak buruh..emosi banget gue sama perusahaan kelas tempe macam begituan..perusahaan M*M*K

    dr.oil

    Juli 16, 2009 at 5:29 pm

  83. @dr.xYz : masa sih bro?jangan2 kita senasib..hahaha,gue setuju sama dr.oil ini,outsorce2 gitu kudu di kasi mati biar gak kelewatan

    dr.bro

    Juli 16, 2009 at 5:33 pm

  84. kok pada ngeluh sich..tuh juga engineer minyak,gak usah banyak omong deh pade..kaya gaji lu paling gede aja,panas2an di gurun nyari minyak,kaya gw dong…ngontrol dari balik komp gw health system nya

    peace…
    health Specialist_iran oil
    US$5000/day nett

    dr.mantep to enak to

    Juli 17, 2009 at 12:28 am

  85. Aku dokter ptt, sangat terpencil. buat rekan2 dokter.. gapapa gaji kita kecil.. nanti di surga gaji kita dapet yang paling gede kok.. tabungan kita kan bukan tabungan duniawi tapi tabungan surgawi… peace…

    dokter ptt

    Juli 20, 2009 at 12:43 am

  86. seru juga nih diskusinya, sharing aja nih …
    dulu sy jg pernah ngerasain kerja d klinik dihargai cuma 45rb/shift+7000 jasa tindakan; sedih banget pokoknya. sempat jg kerja di oil company. lumayan buat modal kawin n sekolah S2. sekarang sy lebih enjoy jadi dosen di fk aja, sambil praktek pribadi meskipun pasiennya masih sedikit bahkan kadang nggak ada…
    toh katanya uang tidak bisa membeli kebahagiaan, hehehe

    emang sih profesi kita tidak punya standar gaji yang berlaku, kalau sdh lulus ditanya mau gaji berapa kadang nggak tau maunya berapa, coba seperti sekretaris kalau sudah lulus minimal gaji 3 jt. harusnya kita juga punya standar itu.
    di salah satu workshop yang oernah saya ikuti ada salah satu topiknya membahas standar gaji dokter yang dianggap layak. kalau nggak salah sih standarnya bekisar 10-12 jt utk dokter umum & 3-4x lipatnya utk spesialis.

    dr. k

    Juli 28, 2009 at 1:23 am

  87. manusia2 takabur, mata duitan semuaaaa..emang duit2 itu dibawa ke dalam liang kubur? kertas2 itu hanya untuk kesenangan sesaat saja..pada akhirnya mati juga khan loe pade?? sadarlah wahai saudaraku!! tidak ada gunanya diributin, akan lebih baik kalau dipergunakan secara bijak dan sukur2 berguna untuk sesamamu…think it!!

    reader

    Juli 28, 2009 at 10:06 am

  88. ngapain mikirin gaji… disaat nanti pas tua.. mulai sakit=sakitan, stroke, pikun, lumpuh, baru tahu betapa ga berharganya uang ini, uang yang tidak artinya// jadi ga usah dibanggakan gitu lah

    dr dew

    Juli 30, 2009 at 4:01 pm

    • Lho bukannya kalo sudah mulai sakit2an, uang itu cukup berharga untuk berobat ke dokter..hehehe..piss Dok

      Pairo

      Juli 31, 2009 at 2:59 am

  89. Kalian dokter ama enggineer/tukang las pada kagak ada gunanya, yang dokter ngomongnya gede yang enggineer mulutnya jorok. Kalian sekolah lama, ditraining bulanan, cuman jadi pembantu orang lain, buat apa? Enggineer begitu udah tua, penyakitan pasti tersiksa, belum lagi istri selngkuh karena ditinggalin terus…kasian deh lu. Kalian dokter juga bakalan mati penyakitan karena ketularan pasien. Kerja kaya kalian apa enaknya sih? cuman dapat 100 jutaan maximal per bulan aja bangga, kasian deh luuuuuu….. udah kerjanya susah, pendidikan lama, hidupnya sengsara
    Lihat nih seperti saya, cuman lulusan S1 Ekonomi tapi penghasilan saya per hari minimal 60 juta, perhari!!!! caranya????? MAIN SAHAM DOOOONNNNGGGGGG!!!! investasi!!!pernah denger ga???? dasar kalian pada BEGO!!!!
    Sadar ga kalau kalian semua pada ujungnya juga jadi kacung buat kami2 ini! saya beli saham perusaan minyak dan jadi pemegang utama sama aja dengan mengkacungkan para enggineer2 seperti kalian, kalian yang panas2an, kalian yang penyakitan kena radiasi, gue yang kaya raya!!! nyadar ga loe pade??? Anak gue sakit tengah malam, gue angkat telpon pasti langsung datang dokter pribadi gue! Apa bedanya ama kacung coba!!!??? KALIAN BUAT APA SALING SOMBONG!!!???? DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT BUNG!!!
    diatas dokter dan enggineer masih ada ekonom seperti saya wakaakakkakakakakka
    semoga pada sadar semuanya

    Dokter&Tukang Las

    Juli 31, 2009 at 4:17 pm

    • wah wah dari semua coment2 yg ada, ini nih yg plg gk manusiawi, sgt merendahkan martabat profesi2 yg lain,, lo tuh yg hrsnya sadar,,,,,,,,,,

      baba

      Agustus 5, 2009 at 10:50 am

    • Hoho..Mr.ekonom,main saham kan resiko gede juga,ga selamanya bisa beruntung.dan tanpa sadar ada stress juga,karena mikirin duit yg diinvest.lama2 bisa cardiac arrest,kacung pun bisa ga menolong kalo dah bablas

      adi

      September 26, 2009 at 3:56 pm

  90. iya deh yg cuman s1 ekonomi tp penghasilan 60 juta per hari… jaga kondisi kesehatan pak.. soalnya kalo sakit, akhirnya juga minta tolong ke orang lain…btw, jgn sampe di kacungin sama duit ya pak…

    aq

    Agustus 5, 2009 at 2:32 pm

  91. kikikiks walapun pahit tapi bapak ini ada benarnya juga, dan bisa mngakhiri perdebatan panjang “adu penting” antara dokter dan anggineer….

    kenyataan emang pahit :-P

    alda

    Agustus 7, 2009 at 6:53 pm

  92. 60 juta perhari?tipeng banget lu..udah deh bro gak usah mimpi..kartu lu dah kebaca ma gw..ekonom juga banyak yang jadi sales berserakan di jalanan haha…kesian deh lo

    yono

    Agustus 25, 2009 at 3:40 am

  93. yaaaaaah buat yang ngomongin gaji,… inget zakat nya ajjjaaaa. jangan liat ke atas mlulu. liat ke bawah jg duuuunk…

    dr. RAH

    Agustus 26, 2009 at 7:48 am

  94. piss man…

    nimbrung juga ya..
    gini aja bang…kenalkan…aq dr.RLD.

    dari pada banyak omong semua, yang bukan dokter aq mengundang anda untuk bertemu kalo kalian mau..
    yang merendahkan harkat n martabat dokter silahkan bertemu saya.saya ga mencoba arogan.tapi memang kalo anda ingin mencoba arogan, saya sanggup meladeni..ada emailQ di atas.tinggal kirim mau ketemu kapan.qt ketemu..selesaikan masalah pribadi bung..saya dokter hanya di depan pasien.selanjutnya saya manusia biasa.bukan dokter lagi.
    buat para dokter..jangan terlalu bodoh menanggapi orang bodoh yang tidak tahu susahnya pekerjaan qt.kalo kalian pikir jadi dokter karena duit.jangan jadi dokter bung..
    saya disini membawa perdamaian.kalian yang bukan dokter butuh dokter untuk berobat.dan yang dokter butuh orang bidang lain untuk melengkapi.
    sedih aq ngliat kalian berantem kayak gini..

    dr.RLD

    September 6, 2009 at 11:48 am

  95. semua profesi baik, ingat kekayaan yang hakiki adalah di hati. yang penting bersyukukuuuur, ok………..

    ariawan

    Oktober 4, 2009 at 1:07 am

  96. saya sejak kecil bercita2 jadi dokter untuk menolong orang sakit…sekarang saya dah jadi dokter..saya gak pernah mikirin masalah uang..rezeki itu dah diatur..
    yang penting saya senang bisa ngobatin orang..
    termasuk ngobatin engineer dan s1 ekonomi..

    piss..

    dr.love

    Oktober 4, 2009 at 3:42 am

  97. All,

    gw lulus belum 5taun jadi GP, dari lulus gak pnah mau jaga klinik2, nyaelah cuman dibayar antara 25rb-50rb/hari..ajigile..kalo sgitu aja gw trima,gmana ntar adek2 gw klo lulus, mau dbayar goceng perhari??!!

    Gw pnah kerja di Int’l Hosp. dengan pendapatan antara 7-8jt/bln. asal masih cukup buat maen biliar,karaoke,pacaran, ngapain repot :p

    Skarang gw kerja di Oil&Gas Co. di site, jadwal 14-14, yah perbulannya dapet antara 16-18jt cukuplah buat beli mobil,nyicil rumah, ama siap2 kawin :p

    nah,kmaren gw dtawarin di health provider ni, bukan SOS bukan Global,pokonya yg kantornya di kuningan sebrang paves hehe… mosyo yah penempatan di site papua jadwal 28-28 loe rata2 dkasi 10jt/bln??!! kalo di onshore jawa n laut jawa jadwal 12-12 loe dapet flat 7jt/bln?? langsung ilfil aja gw mau nawar jg,yg ada ktawaan ngakak ama temen gw di lift hkhkhk….
    gw bilang aja,kalo sgitu mah RS. di indonesia ini masih banyak yg bisa bayar lebih dari itu tanpa harus naro leher dibawah baling2 choper..peace.. :)

    intinya,besar kecil benefit GP,liat dl ada added valuenya gak,terus terang kita mau kerja di site mau cari apalg slain uang? ilmu klinis kaga nambah,jalur sekolah kaga lebih terbuka,ninggalin keluarga iya.

    beda sama di RS, benefit lebih kecil tapi ilmu terus update,refresh terus,ada simposium2 yg bisa diikutin nambah2 SKP,jalur2 cihuy dan informasi manstab menuju pendidikan spesialis berserakan tinggal dipungut, deket ama keluarga,pacar,calon mertua,tempat biliar, dan tempat karaoke :p

    Jadi buat rekan2 GP yg masih sama2 berjuang bareng saya,santai aja rejeki pasti ada, gak berlebihan, tapi ada dan cukup untuk KEBUTUHAN kita, bukan KEINGINAN kita. Asal…. yang pinter loe jadi dokter, masa iya dokter gak tau obat malaria apaan, gak tau cara masukin mayo gimana, cara masukin bladenya laringoskop gmana,hecting gmana,ngerakeun pisan!!! peace :)

    Untuk yang gembar-gembor gaji gede diatas (babeh gw jg kerja di total, n om gw di COPI, udh jadi kuncen malah saking lamanye hehee…) sdikit banyak gw taulah kalian dapet brapa,bukan brarti kalian bisa nghina orang2 lain ssuka2 kalian. mungkin suatu saat kalian justru akan membutuhkan orang2 yang (anda anggap) dibawah anda.

    Soalnya biasanya yg model2 bacot bgini,dulu pas kuliahnya biasanya model2 mahasiswa culun,iler nempel di buku,ilang prawan di sabun,mantan kere. soalnya kalo udh biasa jadi orang kaya,gak akan heran n sombonglah soal 40-100jt/bln..

    OKB2 gara2 oil&gas gini biasanya baru blajar ke pijet plus2,blajar pilih2 PL di karaoke, ngaku doyan dugem n mabok padahal cmn duduk2 doang n cuman nyium bau teaquilla aja udh bersin2 huahauahuahau….

    belive me…i know hehe…

    Tapi dokter2 ni juga, makanya gw ogah dipanggil dok,gak pnah ngaku profesi gw dokter. kalian tau gak? masyarakat tu udah empet ama arogansi dokter sok ptentang-ptenteng bangga banget ama titelnya,padahal ilmu blm tentu nempel di otak.

    OK,pengorbanan slama sekolah yg lama itu patut dihargai,tp ya mbok appropriate dwong.. ini lagi di meja CS salah satu bank swasta ada yg gak mau dipanggil “Pak”, harus dipanggil “Dok”. Di facebook kasi nickname “Doc ***” emang knape klo loe dokter??? jadi kebal loe kaya gatotkaca?? gw jg dokter neng, tp gak gitu2 amat ah, pakailah titelmu pada tempatnya…

    Gw tau soalnya calon bini gw dulu juga “dokterfobia” until she met me :p

    udh ah, salam sejawat bagi yg merasa,
    dan salam PHK ASAP bagi yg teuteup sombong kerja di laut hwehehe…

    cmiiww…

    dr.YangGakPernahNgakuDokter

    Oktober 9, 2009 at 5:02 am

  98. ass..

    seruu sekaliii membaca perbicangan di atas….

    perkenalkan saya Mahasiswa tingkat 3 FK swasta di JAWA,,

    saya sangat appreciate dengan komentar dr.DEXA, kita dalam 1 profesi tidak saling menghinakan karena kita TEMAN SEJAWAT, kita adalh SAUDARA.

    tapi lihatlah teman2 engineer disana..saling hina menghina…masalah gaji pula….dimana ke-ELIT-an profesi kalian????

    Awal saya ingin menjamah dunia kedokteran, karena saya pikir nanti akan ada rasa PUAS ketika melihat orang yang kita bantu kembali SEHAT…itu merupakan GAJI terbesar seorang pelayan jasa seperti kami…itu sangat saya rasakan ketika saya dan teman2 lainnya membantu seorang keluarga tidak mampu yang anaknya mengalami luka bakar hebat di kedua kakinya, 2 hari sekali kami datang kerumahnya mengganti perban (karena si anak tidak mau kalo g diperban,dia bakal nangis hebat), karena klo dibiarkan tidak diganti, sulit untuk sembuh…kita yang membelikan rivanol,NaCl, obat luka bakarnya….karena keluarga itu tidak mampu membawa kerumah sakit…itu berlangsung hampir 2 bulan.

    seminggu kemarin anak itu sudah bisa lari2…

    ITUlah KEPUASAAN yang tidak terbayar oleh uang…..

    ^^

    mungkin saya terlihat kekanakan, tapi setidaknya itulah yang saya rasakan…

    buat dr.Xyz, putri, I really respect to u….

    insan tuhan

    Oktober 28, 2009 at 5:15 am

  99. hi.hi..ketemu lagi..dipikir gak akan ada kelanjutannyaa..eeeh masih pada bales2 jugaa nii..

    Hi.hi..saya dari PTN di jawa..pasti tau laa yaah??
    memang kita harus Reserve..walopun belum pasti tu pasien dateng, kadang pasien batal karena hujan, ato mereka ada perlu ngedadak..jadi sia-sia deeh nge-reserve subuh-subuh..

    begitulah nasib kita dulu saat Ngo-ass..

    @dr yang gak ngaku dokter..
    kita punya cara pandang yang sama yaa tentang arogansi dokter..juga pandangan masyarakat sama dokter..kesannya Ekslusif..gw juga males banget di panggil dok..duk.dok..rieut..tapii kebanyakan orang senang dan pengen dipanggil begitu..eeh..giliran ada nenek-nenek butuh pertolongan..ada tukang sampah pingsan..sungkan buat nolong..wew..semoga kita bukan seperti itu..

    sekarang lagi PTT nii di NTT..di dijalanin aja satu-satu..kalo ada peluang kerja buat drg. kasih kabar duonk bos..butuh buat kawiin niih…hi.hi..

    salam pemuda..

    abdi

    Oktober 28, 2009 at 5:27 am

  100. Bersyukur gw bisa baca semua comment ini (brarti thanx for mas anjar yg post artikel hehe). Gw lebih suka ga nambahin perdebatan di atas,semua yg bijak jg tahu.. Apapun..minumnya the botol..halah.. Tw kl semua cm anugrah,karunia Tuhan:)
    Nah,krn itu gw mau minta tlng aja..di antara semua orang pintar,rendah hati,baik dan BIJAK ini ada yang pernah menjalani ato membuat sistem tentang klinik atau praktek ga (khususnya dental clinic)..mudah2an ts (sy drg beneran kq:p) ada yg berbaik hati memberi saran ato bareng2 mbangun sistem, supaya kita ga kalah ama drg2 impor bro:p
    Gw buka praktek sendiri,kecil2an(krn gw sperti ts abdi yg mulai segalanya dari nol en prnh kerja cm dpt gaji 300rb/bln slama kuliah buah tambah2..tp mimpi en cita2 gw gueeede,mg2 Tuhan memeluk mimpi gw:), untuk jd pilot project..
    Soalnya ga ada klinik ato praktek yg sukarela memberi info meski dah dibujuk (yaiyalah hahaha), jd gw meluruskan niat baca2 sbanyak mng buku en berdoa sepanjang hari smbl praktek tentunya (kl ga makan apa gw hehehe).atas perhatias t.s,terimakasih (halah ky surat konsul:p)

    martin

    November 3, 2009 at 10:47 am

  101. salam TS smuana…
    ikut an kasih comment yach saya,, memang sich saya ‘gak nyesel juga lho jadi dokter umum,, klo cuma buat idup cukup an sie pikir2 lagi dech mo jadi dokter,, gak banding ma resiko na, biaya belajar n mikir pelajaran na,, padahal klo pasien na gak mampu,, fee ok aja diturun in,, event2 charity ok aja dibayar ama transport + konsumsi .. eh event non charity.. oppss juga,, so TS minta/mohon masukannya donk ‘tuk acara non charity dengan skala resiko ringan sedang fee tuk dokter umum berapa yach..??? trims yaa…

    Ela

    November 20, 2009 at 8:14 am

  102. To TS Ela,

    Acara non-charity nya apa dulu ni?
    kebetulan sy sering diajak acara outbond/gathering/outdoor training, fee ya macem-macem.. rangenya dari 250k-1500k/day, tergantung kita diajakin sama siapa/provider mana.
    range diatas untuk skala resiko ringan s.d berat ya ;D
    Semoga sukses selalu!

    dr. xYz

    November 22, 2009 at 5:52 pm

    • trims info na yach,,
      btw 250k-1500k tu artina apa yaa??
      makasie..

      Ela

      Desember 1, 2009 at 4:16 pm

  103. buat dokter yang fresh graduate..HATI HATI SAMA YANG NAMANYA PERUSAHAAN GLOBAL ASSISSTANCE AND HEALTH CARE terutama sama HRD nya yang bernama JOSEF W HARDOJO dengan ciri2 pendek,kepala botak,ngomong sok tau dan terkadang merendahkan…TOLONG HATI HATI DENGAN PRIA LICIK INI…JANGAN RAGU RAGU MELAPORKAN KE POLISI BILA ANDA DICURANGI..PRIA INI SUNGGUH SANGAT LICIK DAN MERENDAHKAN HARGA DIRI DOKTER..MENAWAR GAJI LAYAKNYA MENAWAR HARGA PEREK DIJALANAN…HATI HATI SAJA!!!

    anti_kapitalis

    November 27, 2009 at 11:06 am

  104. ^anti_kapitalis
    bro, gw sudah pernah berhadapan dengan Mr. JWH ituh, bagian sok tau dan kadang merendahkan, pendapat pribadi gw sih sama… tapi kalau masalah tawar-menawar, sama seperti yang gw bilang ke dr.oil diatas..
    Kita harus yakin dengan harga bargain kita. Kalau tidak ketemu negonya ya sudah, tinggalkan saja, toh pekerjaan tidak hanya ada di 1 tempat saja kan… :-D
    Yang penting tetap berusaha & berdoa, semoga dibukakan pintu rizqi dari arah lain.

    PS: Keluh kesahnya kok sama ya sama dr.oil? sodaraan yah? (^_^)v

    Cheers

    dr. xYz

    November 28, 2009 at 3:23 am

  105. saya baru kena batu nya bang XYZ…bner2 sampe naik darah saya..hufff…dipikir kita sekolah modal otak kosong apa…

    anti_kapitalis

    November 28, 2009 at 11:21 am

  106. kupikir ini forum tukar pikiran… ternyata forum saling menghina… ANJING LU SEMUA

    CAPE_BACANYA

    November 29, 2009 at 4:54 pm

    • !!sopan donk kalau kasih komentar…!!
      saya sie hanya dokter umum n bukan tergolong top list dokter,, tapi selama ini saya praktek n cukuplah jumlah pasien na n gak artina ‘take home pay’ saya jadi naik,, tetap saya periksa pasien semampu ilmu yang saya bisa,, so artinya saya BUKAN ANJING!!!

      Ela

      Desember 1, 2009 at 4:29 pm

  107. hmm..

    dr.love

    Desember 2, 2009 at 2:07 am

  108. …. :)

    sr

    Desember 4, 2009 at 9:54 am

  109. @ dr.Love….love u hehehe
    Bnyk blajar nih dr sini…ampe pusing gr2 bacanya di bis…pengalaman2 yg luar biasa…
    Dr.xyz…smangat!

    sr

    Desember 4, 2009 at 9:57 am

  110. @ dr.xYz
    saya setuju dengan semua pendapat2 anda!!!
    n kayanya kita kenal nihHHHH!!!!!

    to All:
    intinya semua bebas berpendapat dan saling menghargai..
    disini kan para TS saya sekedar sharing dan cari info, bkn mohon belas kasihan atau menyombongkan diri..

    dr.ARS

    Desember 13, 2009 at 12:03 am


Tinggalkan Balasan