Anjar Priandoyo

7 langkah menjadi direktur pada umur kurang dari 40 tahun

with 136 comments

“…Mac Arthur dalam sebuah quotenya pernah berkata bahwa untuk menjadi seorang Jendral Besar, seseorang harus lahir sekitar tahun 1880-an, menjadi perwira menengah dalam perang dunia I dan kemudian perwira tinggi di perang dunia kedua. Jendral besar perang pasific Amerika ini pun mengakui sendiri bahwa ada banyak perwira yang jauh lebih baik dari pada dirinya namun tewas ditangan peluru musuh, jauh sebelum dia menjadi besar…”

Persis sehari setelah saya pulang dari Timika tetangga saya bercerita tentang Dian Siswarini. Ibu dengan tiga anak yang baru berusia 39 tahun ini terpilih dalam RUPS XL di Ritz Carlton sebagai Direktur Network membawahi ratusan Telco engineer, disebuah dunia yang identik dengan laki-laki. Saya tertarik untuk mengupas strategi dan sepak terjang ibu yang sempat membuat heboh karena prestasi kenaikannya dikaitkan dengan Hari Kartini 21 April yang lalu.

Topik ini saya buat umum namun saya batasi dengan definisi sebagai berikut:
Direktur adalah pimpinan, C level (Chief Level) sebuah perusahaan terbuka (Tbk) atau Transnational atau Multinational atau dengan international rate atau kapitalisasi lebih dari $ 1M. Jadi asumsing C level yang saya bahas disini sudah punya rate > 100 juta perbulan. Gosipnya sih Bu Dian kena Rp 200 juta.

Karir path yang dibahas disini adalah from employee to executive. Jadi disini tidak akan dibahas Michael Sampoerna yang umur 26 tahun sudah jadi Raja Kretek, atau model Agus Martowardojo yang kental dengan political drivennya pemerintah, atau model kutu loncat cross industri macem Arwin Rasyid atau Widya Purnama. Path disini adalah dari buruh rise to the top.

Sebagai bahan diskusi, mari kita lihat screen shoot perjalan karir ibu ini:
Dian Siswarini
1968 (00th): 5 Mei 1968
1991 (23th): Lulus Elektro ITB
1991 (23th): PT Citra Sari Makmur (CSM), Engineer – Supervisor
1994 (26th): PT Satelindo, Supervisor
1996 (28th): PT Excelcom (XL), Senior Engineer
1997 (29th): XL, Manager Network Design & Engineering
2005 (37th): XL, Vice President Network
2007 (39th): Network Director XL
Sumber: Bisnis Indonesia

Kalau kita lihat pathnya sebenarnya apa yang Dian Siswarini jalani adalah industrial standard. Jargon ini yang akan selalu dipakai orang HR yang akan bilang bahwa companynya adalah equal employeer, valuenya bagus dll ala HR dept. Padahal kalau kita lihat apa yang sedang terjadi didalamnya mungkin sangat jauh lebih kompleks. Kalau kita analisa, maka langkah yang harus kita tempuh adalah:

1. Lahir pada saat yang tepat.
Seperti Mac Arthur bilang, Dian juga lahir pada tahun 60an akhir, lulus ketika embrio Telco/Seluler mulai menggeliat. Dan dewasa ketika XL baru berumur satu tahun. See, jadi kalau mungkin boleh meramalkan Senior Engineer yang masuk Telco baru saat ini punya kesempatan to the top level dengan sangat mudah.

2. Punya mentor yang tepat.
karena tidak mungkin Arthur tanpa Merlin, begitu juga tidak mungkin Dian dapat menjadi seperti sekarang tanpa mentor yang tepat: Muhammad (Danny) Buldansyah, orang ini juga lulusan ITB tahun 1988, 3 tahun sebelum Dian lulus, yang tahun 2005 menjadi Direktur Network XL posisi yang 2 tahun kemudian ditempati Dian. Danny sekarang menjadi Direktur Network di Esia.

Danny dalam perjalanan pun tidak kalah dramatis dibandingkan Dian, sebagai ‘orangnya’ Lucent (AT&T). Danny membawa sepasukan orang Lucent untuk bekerja di XL. Kenaikan posisi Danny tentunya diikuti dengan kenaikan kliknya.

3. Punya musuh yang tepat.
“..There is no bad publication, its publication..” Seorang pemimpin pastinya tidak lepas dari gosip. Musuh bisa berarti gosip, bisa berarti kesempatan ‘dari keburukan pemimpin sebelumnya’. Musuh ini bisa dibuat, bisa juga datang dengan sendirinya, bisa jadi rekayasa, bisa jadi karena siapapun butuh pahlawan.

4. Punya path yang ajaib
Ketika lulus, Dian bekerja di CSM, sebuah perusahaan jasa satelit. CSM sendiri merupakan satellite network provider pertama dan terbesar di indonesia. Ditempat ini Dian bisa meraih posisi supervisor pertamanya, kemudian masuk ke Satelindo dan akhirnya Network Planning di XL. Sudah rahasia umum bahwa kasta tertinggi adalah planning, disusul operation dan kemudian support.

5. Bekerja diperusahaan yang sedang ‘tumbuh’ dan ‘kisruh’
XL pertama kali berdiri di tanah Mega Kuningan -yang konon disokong Tommy Winata-, dibangun oleh Group Bentoel (Peter Sondakh, Group Rajawali, Sheraton, Taxi Express), kisruh sana sini pergantian kepemilikan ke Telkom Malaysia. Dan segudang pergerakan lain di level management.

Perusahaan yang dinamis (turn over tinggi), high risk dan sebangsanya memungkinkan peralihan kekuasaan dengan sangat cepat. Bedakan dengan Baihaqi Hakim-nya Caltex yang dengan tenang, dalam industri yang sudah stabil. Telco pada waktu itu memberikan kesempatan yang sangat luas. Entah apa jadinya kalau tidak ada perubahan kepemilikan pada XL.

6. Manager before 30
Sebagaimana Mac Arthur bilang harus sudah menjadi perwira muda pada saat perang dunia pertama. Seorang C Level juga harus menjadi manager pada usia kurang dari 30 tahun. Seperti HSBC yang tidak akan pernah mengangkat staffnya menjadi manager bila ia gagal pada usia 30. Seorang calon C Level harus paham betul mengenai strategi ini.

Beberapa perusahaan mature saat ini memiliki posisi manager yang sangat mustahil untuk digeser. Bila Dian terjebak dalam posisi seperti itu tentunya dia tidak akan memiliki karir gemilang seperti ini.

Ada yang ingin menambahkan? dalam posisi dipuncak seperti sekarang sangat mungkin Dian pindah ke Telco/Operator lain yang lebih mature, seperti Telkom misalnya. Padahal hampir tidak mustahil Dian bisa sampai dipuncak bila mengawali tahun freshgradnya di Telkom

Any other insight?
Next topic would be: Irfan Setiaputra, Country Managing Cisco Indonesia. Informatika ITB 1st batch, grads 1989

Anyway, happy b’day bu Dian

Revisi: 16 May 2007, data tentang CSM, terimakasih untuk orang CSM atas kritik dan masukannya.

About these ads

Written by priandoyo

Mei 3, 2007 at 2:06 am

Ditulis dalam Pekerjaan

136 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Anjar, kenapa baru posting sekarang ? aku sudah lewat 30 nih. Udah telat dong… huh !!!

    bank al

    Mei 3, 2007 at 2:57 am

    • HAHAHA….
      NAZI sudah menjadi bubur gan……..

      Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH.

      Juni 27, 2014 at 8:49 am

  2. untuk yg nomer 1-5 ko sepertinya faktor lucknya gede bgt ya..apalagi yg no 1 ;p

    bagus

    Mei 3, 2007 at 3:55 am

  3. Wah,
    mas anjar kok nggak mbahas Pak Danny buldansyah?
    beliau juga sama lho seperti bu Dian,

    Kalau mas anjar nggak mbahas,
    nanti saya yang mbahas lho :)

    zidni

    Mei 3, 2007 at 4:38 am

  4. Hehehe, tenang-tenang satu-satu ya dongengnya. So far dalam seminggu ini berita tentang bu Dian sepertinya lebih seru dibanding Pak Danny. Boleh mas Zidni kalau mau mbahas duluan. Atau ada insider info lain yang bisa disharing. Monggo mas.

    priandoyo

    Mei 3, 2007 at 4:43 am

  5. bahan saya cuma dari pas di XL mas,
    mungkin mas Anjar punya bahan yang dari AT&T?
    kita bisa share mas,
    add YM saya mas :)

    zidni

    Mei 3, 2007 at 5:38 am

  6. Hmmm setuju sm Den Bagus, kayaknya perlu dipertajam nih Jar, spy emang pas dengan judulnya. Kl kyk gini kan orang mikirnya oh Bu Dian begitu karena by chance, padahal orang yg dikasih chance yang sama dengan Bu Dian belum tentu sama achievementnya …

    Aresto

    Mei 3, 2007 at 6:04 am

  7. wah, kalo mau diskusi langsung dengan ibu dian bisa nggak yah ? minimal email2an dengan beliau gitu loh..?? ada yg bisa ngasih emailnya ?

    wong ndeso

    Mei 3, 2007 at 6:34 am

  8. Njar, mungkin bisa jadi ide juga untuk dibahas.. mumpung era emansipasi wanita :D

    Juanita Rohali, kakak Alya Rohali, Fasilkom UI angkatan 86. Sekarang CFO Bakrie & Brothers (holding company).

    Kalo kayak gitu dianggap ‘murtad’ dari IT ga ya? hehehe.. berarti ‘pathnya’ lebih berat… :D

    Amir

    Mei 3, 2007 at 7:04 am

  9. Paling cocok sama poin 2 dan 5.
    => 2. mentorlah yang bisa berbagi insights dan kadang “membawa” anak2 asuhnya.
    => 5. perusahaan/industri yang masih baru dan tumbuh cepat memberi peluang lebih besar untuk naik ke atas. Sistem belum terbentuk. Masih banyak ruang buat orang-orang segar dengan ide-ide baru.

    Paling gak cocok sama poin 1.
    => di setiap saat selalu ada industri baru yang tumbuh. bertentangan dengan point 5.

    Bahar

    Mei 3, 2007 at 7:13 am

  10. Ok itu baru hebat :D, mungkin saudara Amir bisa kasih bocoran habis S1 dia pindah lanjut sekolah kemana, bocoran karir path dkk-nya, gimana dia bisa sampai ditempatnya sekarang dkk, soalnya nanti kemungkinannya ada dua:

    1. Lulusan Fasilkom UI memang jenius, bisa diterima diberbagai industri, atau
    2. Lulusan Fasilkom UI kurang menjual, sehingga harus (terpaksa) lanjut S2 :P

    *kaburrrr

    priandoyo

    Mei 3, 2007 at 7:18 am

  11. Mas Riri Satria kan kenal tuh ama Juanita Rohali.. sapa tau pas mampir bisa kasi tau tips dan tricknya hahaha..

    Amir

    Mei 3, 2007 at 7:53 am

  12. gmana ya bs jd manager before 30 ??? wadaowww

    bayuleo

    Mei 3, 2007 at 8:06 am

  13. 1968 (00th): Kakaknya Alya Rohali
    1990 (23th): Lulus Fasilkom UI
    1991 (23th): IT Engineer
    1992 (24th): MM UI
    1994 (26th): S-2 di Australia
    1996 (28th): Bank Lyonese Indonesia – MT sd Credit Head
    2006 (38th): Bakrie Brothers, Finance Senior Manager
    2007 (39th): Bakrie Brothers, CFO

    *cat: Bu Juanita itu temen main waktu kecilnya Bobby S Ghafur, Presdirnya BB

    Jadi, kesimpulannya anjar nambah satu:

    1. Pilih temen main kecil yang kalo udah gede jadi Presdir :)

    Zidni

    Mei 3, 2007 at 8:31 am

  14. 1. udah cocok belum masuk sma tn di 10 angkatan awal?
    2. smatn lebih cocok jaman sekarang, karena jadi sekolahnya anak orang kaya ?
    3. hhm, papabonbon sekarang masuk jalur finance, kelihatannya perusahaannya matur tapi les beaurocratic, sayangnya mentor aye [in progress] ada di jakarta, sementara kerjaan baru di sby. gimana yah :D

    papabonbon

    Mei 3, 2007 at 10:12 am

  15. Mas, mau nambahin cerita sejarah sedikit:
    Douglas MacArthur memang seorang Jenderal yang jempolan tapi dia tidak pernah tercatat sebagai seorang presiden Amerika Serikat. Harry Truman, dikenal sebagai orang yang selalu ‘telat’. Telat kawin, dan telat terjun ke politik. Pernah ikut perang dunia I tapi pangkatnya tidak sampai tinggi, karena lebih memilih kembali sebagai orang sipil. Tapi sejarah mencatat dia sebagai presiden AS dalam 2 periode (yang pertama menggantikan Eisenhower yang meninggal). Dia tidak kaya, tidak jenius,dari keluarga yang sederhana dan tidak punya dukungan politik yang kuat.
    Artinya: kalau sudah rejeki yah nggak kemana-mana…(kata orang jawa kan seuntung-untungnya orang pinter yah lebih beruntung orang yang ‘lucky’)….tapi dari pengalaman saya untuk sukses modal yang nggak kalah penting adalah kemampuan menjual diri, berdiplomasi, berkomunikasi dan …bernegosiasi…

    andri_ph

    Mei 3, 2007 at 11:52 am

  16. Tulisan yang bagus dari seorang Young IT Auditor. Tapi tulisan di sini masih menunggu konfirmasi. Nomer HP-ku juga masih ada kan?

    Kang Kombor

    Mei 3, 2007 at 12:46 pm

  17. Tulisan yang bagus dari seorang Yaoung IT Auditor. Tapi tulisan di sini masih menunggu konfirmasi. Nomer HP-ku juga masih ada kan?

    Kang Kombor

    Mei 3, 2007 at 12:46 pm

  18. Peminpin yang baik adalah seseorang yang dilahiran untuk menjadi pemimpin, bukan seseorang yang diciptakan menjadi pemimpin.

    panca

    Mei 3, 2007 at 1:32 pm

  19. ga setuju..dilahirkan untuk jadi pemimpin dasarnya apa?taunya si bayi bakal jadi pemimpin dari mana? moso kl mau megang jabatan musti ditanya “kamu dilahirkan buat jadi pemimpin ga?”
    jiwa kepemimpinan kl menurut saya pribadi terbentuk dari lingkungan..talent mungkin termasuk faktor yang mempengaruhi tapi tentunya didukung dengan keinginan dan ambisi yang kuat
    no offense, cm pendapat pribadi ajah

    bagus

    Mei 3, 2007 at 3:29 pm

  20. Kalau saya lihat, Yuanita Rohali, disamping punya banyak berbagai keberuntungan, tapi juga punya karakter yang cocok untuk decision maker yang handal … dan juga mampu membuat positioning diri … ya nggak heranlah dia bisa mencapai posisi C-level dalam usia segitu … he he he

    Salam
    Riri (alumni Fasilkom UI)

    RIRI SATRIA

    Mei 3, 2007 at 4:12 pm

  21. wah mau nih deket2 ibu satu ini .. gimana caranya … heheheh

    Bali SEO

    Mei 3, 2007 at 4:22 pm

  22. talenta tiap orang tidak sama, pandangan terhadap loyalitas dan kenyamanan bekerja juga berbeda. Dan yang penting harapan tiap orang terhadap kepuasan juga berbeda. Namun, ini contoh yang bagus untuk seekor elang yang terbang dan hinggap di tempat mana ia kehendaki.

    agorsiloku

    Mei 4, 2007 at 12:33 am

  23. GOOD…………Tuk ditiru and kita ikuti…………..sucses for all

    ekoutama

    Mei 4, 2007 at 3:34 am

  24. Tapi karena usiaku sekarang……………
    Maka aku lebih memegangi yang ini
    Live begin at forteen
    Sory mas karena usiaku itu dan aku pengin selalu bergairah kerja. trims

    ichsan231

    Mei 4, 2007 at 4:05 am

  25. Pak, boleh nanya-nanya via japri?

    Mantabs analisisnya neh,,,

    manusiasuper

    Mei 4, 2007 at 6:47 am

  26. keren!!, tapi saya lebih suka ungkapan, jangan ikuti jalan yang sudah ada, tapi buatlah jalan baru dan tinggalkan jejak :)

    Setiadi

    Mei 4, 2007 at 7:59 am

  27. kalo buruh PNS kaya saya gimana Mas??
    Nanti pas jadi Direktur mungkin dah ubanan..hehehe..trus gajinya 2,00 juta :)

    ABe

    Mei 4, 2007 at 8:14 am

  28. Wah asyik banget ya bagi yang mencapai jadi direktur atau jendral besar sebelum 40 atau lebih juga nggak apa-apa. Bagi yang nggak sebenarnya mereka yang lebih pandai dan cerdas tapi udah mati kena peluru duluan

    sezsy

    Mei 4, 2007 at 8:21 am

  29. @ Zidni
    Benar, networking juga penting. Karena dengan networking orang jadi tahu talenta kita.

    erander

    Mei 4, 2007 at 9:54 am

  30. uang 200juta/bulan buat apaan ya??
    cara buangnya gimana ya?? wakakkaka.
    kalau setahun 200×12= 2.400juta. wahahahha

    atau = 2.400.000.000,00
    tuh nolnya itung ndiri wakakkaka :D

    eh kalau tokoh2 indosat ada nggak?? (saya m3ers sih)

    Bookrey

    Mei 4, 2007 at 11:54 am

  31. mantap… gw liat ibu dian perlu pindah gerbong kereta buat jadi director… so, emang kalo udah mentok, atasan ga mau digeser kadang perlu cari tempat yang memungkinkan untuk tetep naik… Keep search for chance to be director… Paling lama untuk middle management 2-3thn lah… kalo lebih dr 3 tahun… coba cari posisi lebih tinggi di tetangga sebelah…. cheers…

    Daniel Dani Makassar

    Mei 5, 2007 at 4:00 am

  32. bikin t_motivasi nih…skrg gw kerja di persh baru he..he…temen2..doain bisa sukses ya..?n jd direktur.!

    madeka

    Mei 5, 2007 at 10:44 am

  33. Postingnya bagus mas Anjar
    Mas Anjar minat ngak jadi Direktur sebelum usia 40? hehehe

    Tapi ada satu hal yang menarik mas…

    Manusia-manusia seperti Bill Gates, Michael Dell, Steve Jobs, pendiri Google, pendiri Hewlett Packet, dll, semuanya telah menjadi CEO sebelum usia 30 yaitu dengan cara membuka perusahaan sendiri. Kalo begini judul diatas bisa berubah

    “1 langkah menjadi direktur pada umur kurang dari 40 tahun…bahkan mungkin 30 tahun!”
    1.Buka Perusahaan Sendiri!

    Kira2 diIndonesia siapa ya mas yang merintis Perusahaan sendiri dari usia 30an? perlu dicontoh itu.
    Btw terima kasih untuk posting2nya ttg dunia kerja. Saya mendapat banyak ilmu dari posting mas Anjar ;-)

    (maaf saya menggunakan perbandingan dengan mencantumkan orang2 brillian dari US. Abis saya tidak tahu siapa orang2 brillian seperti mereka diIndonesia)

    Dimas

    Mei 5, 2007 at 11:10 am

  34. Typo dikit:
    …Muhammad (Danny) Buldansyah, orang ini juga lulusan ITB tahun 1998, 3 tahun sebelum Dian lulus…
    mungkin maksudnya 1988?

    anjar: iya, salah nulis terimakasih koreksinya diatas sudah saya perbaiki

    .\Goio

    Mei 6, 2007 at 12:34 am

  35. mantab bener tuh career nya. btw koq judulnya 7 , pas di bahas baru 6. 1 lagi kemana nih mas ??? siapa tau ketularan hehehehehe

    johanes Baptista

    Mei 7, 2007 at 8:00 am

  36. yang ke tujuh itu kerja keras :D
    *hallah

    Anjar Priandoyo

    Mei 11, 2007 at 3:04 am

  37. 200 juta per bulan ? nett atau gross ? gak kebanyakan tuh ? :-)

    Karena kerjaanku adalah executive consultant di sebuah international executive search firm, dimana memang kerjaku nanganin perpindahan eksekutif, maka sedikit banyak aku ngerti bagaimana career path para eksekutif, termasuk gajinya, hihi.

    Kalau dikau berada di company yang lagi grow dan industrinya juga lagi grow, maka bisa meniti karir di sebuah perusahaan dengan cepat. Selain itu harus didukung oleh culture perusahaan yang memang melihat posisi seseorang berdasarkan kemampuan dan achievementnya, bukan berdasarkan senioritas dan usia.

    Tapi kalau tidak , maka berkarir dengan berpindah perusahaan adalah salah satu cara untuk mempercepat akselerasi karir.

    Oya, aku kasih satu contoh lain, lihat pak Yos Adiguna Ginting, beliau saat ini adalah HR Director HM Sampoerna Tbk, persh rokok no 1 di Indonesia (dari sisi omset maupun aset) dengan jumlah karyawan 30.000 (kary. langsung) + 50.000 (kary. tidak langsung). Beliau saat ini berusia 38 tahun !! You know what, dia adalah Phd dari computational chemistry, dan saat ini dia adalah salah satu eksekutif yang masuk dalam kelompok eksekutif dengan gaji tertinggi di negeri ini.

    andrias ekoyuono

    Mei 15, 2007 at 4:04 am

  38. Gosip mangkanya bro, soalnya yang dulu-dulu expat ratenya juga sekitar segitu. Tapi bukannya 200 juta ga kebanyakan, kan statusnya juga kontrak to. Gimana mas andri, mau ngebocorin juga hasil di executive search firm gimana.

    Wah profil Bang Yos, perlu disharing juga disini nih, ajaib juga track recordnya. Phd, waaah

    priandoyo

    Mei 15, 2007 at 5:50 am

  39. Nambahin sedikit soal cerita General MacArthur:
    Beliau ini memang legendaris semenjak muda, sewaktu lulus dari US Military Academy,West Point, NY, dia berhasil meraih lulusan terbaik, bahkan dengan aggregat nilai tertinggi ketiga sepanjang sejarah (salah satunya Gen. Robert Lee, Jenderal Confederate sewaktu US Civil War). Dia juga datang dari keluarga cukup berada, ayahnya Lt. Gen Arthur MacArthur adalah Gubernur Militer Filipina thn 1900.
    Harus diakui saya paling berkesan dari kata2 yang ada diatas, adalah humbleness beliau meskipun dia tau dia sangat layak untuk posisi tersebut dan tetap menaruh respek pada rekan2 dan bawahannya.

    Sama sedikit menanggapi soal career path ini, mungkin yg org tidak sadar adalah jika ingin sukses muda, maka pengorbanannya juga banyak.. Jangan bayangkan mereka kerja rutin (alias 9 to 5) atau ambil cuti liburan bersama keluarga tiap 6/12 bulan.. Saya ga yakin umumnya org di Indonesia, yg relatif masih konservatif cukup siap dgn situasi demikian

    Johan Batubara

    Mei 15, 2007 at 6:58 am

  40. ^^
    koreksi dikit untuk commentku, HM Sampoerna Tbk. adalah nomer 1 dari sisi omset dan profit.

    andrias ekoyuono

    Mei 15, 2007 at 8:08 am

  41. hmmm..sorry ikut nimbrung nih, topik ini emang mantap sekali untuk dibahas, apalagi klo ngeliat besarnya sallary yg mereka dapat. Aku setuju sekali ama pendapatnya pak Johan Batubara mengenai point 4 dan 5 ( Punya path yang ajaib dan Bekerja diperusahaan yang sedang ‘tumbuh’ dan ‘kisruh’ ). Karena disitulah biasanya kita digodok sebagai seorang fighter dan leader…

    singkat kata, untuk rekan2 yg masih muda, kejarlah pengalaman sebanyak-banyaknya dan jgn cepat mengeluh, sebab apabila kita memberanikan diri “belajar” di perusahaan yg sedang berkembang. pasti kita akan sering menghadapi rintangan yg membuat hati kecut :P

    “Dengan uang kita bisa beli apa saja yg kita inginkan. Tapi dengan pengalaman dan kerja keras kita bisa menguasai dunia “

    gmaildotcom

    Mei 15, 2007 at 8:10 am

  42. Wah, baru baca postingmu yang ini njar. Kmrn abis ketemu Bu Dian, hmm.. kesan pertama liat orangnya memang keliatan wanita cerdas tapi gak kaku, bahkan kadang humoris. Bener2 istri idaman.
    Eh njar curious nih, kalo kehidupan keluarga Bu Dian gimana ya? Suaminya katanya pensiun bekas Direktur Alcatel, wuih.. emang takdir keluarga direktur kali ya.

    adhi

    Mei 15, 2007 at 12:08 pm

  43. wah,klo bicara masalah takdir emang susah dilawan :P, tp aku pernah denger filosofi klo keberhasilan seseorang itu ditentukan oleh 2 hal : 97 % kerja keras, 3 % berdoa…so yg penting kita berusaha ( push to the limit, sisanya biar Tuhan yg menentukan )

    gmaildotcom

    Mei 16, 2007 at 4:09 am

  44. wa..
    ibu dian ini sodara ipar temen aku, masih sodara jauh..
    tau ttg dia malah dari situs ini, ternyata keren banget ya dia ;p

    -ga ngeh he he he.. tks anyway

    -a-

    cya

    Mei 29, 2007 at 5:55 am

  45. mas anjar pasti lebih tahu ttg mbak dian

    Panjul

    Mei 29, 2007 at 8:01 am

  46. Irfan Setiaputra … masuk ITB tahun 1981, IF-ITB 1982, lulus tahun 1989 (jaman dulu bisa lulus lama). Selama kuliah jadi aktivis dan banyak jaringan. Sekarang jadi Country Manager CISCO yang mana lebih ke arah Elektro ketimbang Informatika. Ngakunya gak punya sertifikat CISCO, tapi bisa ngerjain orang buat punya sertifikat CISCO (mungkin sama dengan Bill Gates yang gak punya MS anything certificate)

    wikan

    Juni 18, 2007 at 9:38 am

  47. Aku masih di bawah 30. Wah agak nyesel juga ya nolak tawaran sales engineer. padahal gw bisa belajar sales dari situ. Tiap hari capek juga yak membisu depan server.

    isal

    Juli 4, 2007 at 5:03 am

  48. ok

    arie bhewhe

    Juli 19, 2007 at 6:55 am

  49. umur gue ampir 35 dan sampe sekarang masih Asmen sejak dari 2 tahun lalu …..targetnya ngga muluk2 cuman jadi manager sebelum umur 40 tahun dengan gaji 12 juta sebulan….yg nilainya cuman 1/5 dari usaha sampingan gue per bulan …yah nasib-nasib….

    Pendekar

    November 15, 2007 at 5:10 am

  50. [...] baik dari pada dirinya namun tewas ditangan peluru musuh, jauh sebelum dia menjadi besar…” 7 langkah menjadi direktur pada umur kurang dari 40 tahun (49 response). Strategi menuju puncak, sales vs technical (13 [...]

  51. Waduh, kalau gitu bisa kasep dong….umur 36 – manajer 5 tahunan, GM : dipegang saudara owner…direktur : anak istri yang pegang….

    Ada solusi bagus gak ya…nekat maju spy jadi gm atau mending mulai ngelirik ladang tetangga ya….

    Kalau pindah ke usaha sejenis etisnya gimana……apa masih diizinkan secara moril ? Bapak – Ibu – Tetangga….piye enak-e.

    Caca

    Januari 18, 2008 at 1:09 am

  52. wah… mantab nih!
    dengan tulisan ini, kayaknya banyak orang yg termotivasi dan makin semangat untuk berbuat lebih baik :)

    wishbeukhti

    Januari 18, 2008 at 7:48 pm

  53. wah bagus neh..
    bisa diterapkan neh mas.. makasih yaa..
    :)

    Teguh

    Januari 19, 2008 at 4:15 am

  54. Nambahin daftar utk menambah inspirasi…..

    Eva A. Rudjito:
    Brand Development Director – Beverage; Sariwangi & Lipton, Unilever Indonesia.
    Reporting to VP – Southeast Asia based in China
    Birth: March 1974

    David Hutagalung:
    Market Development Director GE Indonesia.
    Reporting to President – GE Southeast Asia
    Birth: Nov 1973

    Herani Hermawan:
    Senior VP, Sales Global Payments & Cash Mgt HSBC Indonesia
    Birth: April 1970

    Korban Lapindo

    Januari 19, 2008 at 7:37 am

  55. Well tetep aja, kalau kita punya master atau PhD dari luar negeri pasti lebih cepet berkarir di dalam negeri, apalagi kalau ada pengalaman beberapa tahun di luar negeri. Nggak perlu dari bawah banget. Dengan syarat NETWORKINGNYA BAGUS.

    Sementara yang hanya S1 apalagi lokal harus menempuh jalur konvensional, lulus, meniti karir dari bawah banget.

    Liat aja si Adiguna Ginting PhD, pengalaman profesionalnya dikit kok. Contoh lain juga saya kenal beberapa teman yang master/PhD dari LN yang pengalaman kerjanya nggak banyak tapi pada pulang jadi direktur. Sama direktur IBM IG Mantra yang dulu juga punya PhD dari Australia kan, pengalamannya juga dikit. Walau saya kenal juga banyak PhD yang gak dapet kerja dimana-mana akhirnya cuma bisa jadi dosen.

    Semua tergantung STRATEGY, NETWORK DAN LUCK. Nggak bisa dibilang kalau dibawah 30 nggak jadi manajer nggak bisa jadi CEO.

    Jalan hidup siapa yang tau.

    Adhi

    Januari 20, 2008 at 5:06 pm

  56. Poin 1 relatif dan butuh pembuktian..
    Poin 2, 4 dan 5 kyknya memang tepat dan sedang saya dapatkan..
    Poin 3, punya musuh? Emang harus punya musuh ya? Cari Musuh Mode *on*
    Poin 6 (manager before 30) Insya Allah, skrg baru 24thn sih.

    Akankah saya bisa menjadi Direktur sebelum 40? Kalo memang benar iya, brarti tulisan mas Anjar ini benar2 dahsyat dan terbukti ampuh.. Hihihi..

    Kanadianto

    Januari 21, 2008 at 2:53 am

  57. Saya kurang mudheng dengan point no.3, mungkin lebih cocok disebut punya challenge / tantangan yang tepat…
    Pertanyaannya, jika sudah Manager di bawah 30, untuk menjadi Direktur apakah memilih tetap di perusahaan yang sama atau pindah ? Mungkin akselerasi menjadi Direktur akan lebih cepat jika menempuh path ini..

    Oh ya langkah ke – 7nya apaan donk ? Apakah ‘smart move’ bisa masuk langkah ke 7 ? :-)

    Baja

    Januari 21, 2008 at 4:39 am

  58. Wah kesian bngt ama yg smua yg udh comment…Saya betul-betul bingung knp smua terobsesi bngt dg jabtn (‘direktur’)? Pdhal dia jg cm “pegawai’ (yg tentu bs dipecat), rentan korupsi/dzolim thd staff (+msk neraka!)l, job-presure tinggi (=stress, heart attack, gila). Sy ngomong gini krn udah mengalami itu smua. Sy llsan LN. Pernah (+msh jd dosen PTN — yg biasanya disebut dg nada ksian), pjbt eselon (umur 35 – sampai skrg), junior mngr (di USA umur 30), owner persh. Menurutku bnyk hal yg bs membuat bahagia selain jbtn direktur.

    Donna

    Januari 23, 2008 at 4:47 am

  59. Setuju banget dgn ibu Donna ini,

    ngomong-ngomong, orang-2 sukses yg disebut-sebut tadi, suka ngebahas kesuksesan orang lain gak ya?

    cape’ d….

    wong deso

    Januari 23, 2008 at 7:08 am

  60. Waduhh mbak Donna, habis gimana ya.. Gaji direktur di prshaan saya sebulan itu sama dengan setaun gaji saya sih.. Siapa yg ndak kepengen juga..

    Jadi direktur bisa dipecat? Yahh sama aja mbak, saya juga sebagai staff rentan di pecat kok kalo ndak perform dengan baik. Lagipula saya ga pengen jadi direktur lama2 kok, cukup dua tahun aja juga gpp.

    Gaji sama bonus tahunannya saya kumpulin trus buat modal usaha. Nah khan naik tuh statusnya dari direktur jadi owner perusahaan. Walaupun nanti cuma pabrik tempe ato kerupuk kulit..

    Hehehe… Peace Yoo..

    http://kanadianto.wordpress.com

    Kanadianto

    Januari 23, 2008 at 8:18 am

  61. Ya itulah knp sy skiaaaan bangt!!! Rupanya mo ngejar harta ?? (sorri–sngaja nyebut ini biar lugas+tegas walau kasar). Klo cuma uang yg dikejar klian smua gk ush nunggu 40th. J Rowling (pnulis Harry Potter) cm perlu 1 th konsen nulis dan skarang lht dia lbh kaya dari smua direktur yg kalian sebut2. Tmn gw cm butuh 0,5 th untuk merubah nasib dg jd commodity trader dg income Rp1M/bl. Tp silakan aja. Its ur choice! Mo kn job stress, gila, skt jantung, ditahan (krn korup–kyk CEO bbrp BUMN), mati muda, diperas (ama mob), keluarga bubar, anak kaco, didemo, dibenci staff, dll…yaa dilakan aja. Gw mah udah prnah jd dir..(skrg jg msh!) dan ini pelajaran yg jg kalian hrs pikir. Gk cm enaknya aja! Dan klo cm harta yg dikejar jangan tanggung2 bljrnya: blajar dr Machavelli jg ttg bagaimana ‘merebut’ jbtn direktur!!!!! good luck

    donna

    Januari 24, 2008 at 12:23 am

  62. Hihihi.. Bu Direktur, salam kenal deh kalo gitu..
    Ya nggak segitunya juga sih Bu.. Jangan pragmatis gitu ahh.. Tapi buat anak2 muda yang sedang mengejar karir seperti saya, sangat wajar lahh kalo kita punya target2 tertentu dalam hidup termasuk jadi Direktur sebelum 40th.. Gimana kalo ibu bikin tulisan yg bisa membimbing kami2 agar bisa mencapai sukses seperti ibu, krn kyknya wawasan ibu lumayan oke nih.. Nanti tulisannya dikirim aja ke mas Anjar. Mungkin saja bisa berguna bagi kawan2 yg lain..

    Cheers,
    Arko Kanadianto
    Calon Direktur Pabrik Tempe & Kerupuk Kulit

    kanadianto

    Januari 24, 2008 at 2:01 am

  63. Sorriiiiii mas. donna gk ada mksud menggembosi nafsu klian smua buat jd direktur. Please…feel free unt ngejar karir itu. Cuma; pikirkan dua sisi dari stiap hal yg kt maui. Yg donna tulis itu adalh pelajaran dr pengalaman: stl sempat berkarir k sana-sini (dan tanya2 tmn2 sesama CEO) akhirnya donna simpulkan– mnjad CEO sj ternyt tdk membuat aku tlh mancapai bnr2 apa yg aq maui dlm hidupku! Ternyt ada kehidupan di luar sana yg jg membahagiakan, tnp hrs menderita spt yg dialami sbg CEO. Bhs jw-nya: wang sinawang…That’s it!

    donna

    Januari 24, 2008 at 2:53 am

    • SOK TAU LUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU

      RAHMAD.BAIDHOWI

      Maret 4, 2010 at 6:04 pm

  64. Yahh.. Telat mbak.. Semangat aku udah hilang utk jadi direktur.. Mau jadi owner perusahaan juga kyknya ga mungkin abis ga punya modal, khan blom sempet nyicipi jadi direktur. Mending aku bercita-cita jadi General Manager (GM) aja ahh.. Hihihi.. Btw, Mbak Donna khan owner perusahaan tuh.. Gmn? Lagi butuh GM ndak?

    Arko Kanadianto
    Udah ga mau jadi direktur
    Skrg jadi calon GM prshaan Mbak Donna aja.

    http://kanadianto.wordpress.com

    kanadianto

    Januari 24, 2008 at 3:48 am

  65. Lha klo tetap pengan jd GM yaa brarti msh pngn jd direktur… OK aja tp klo mas jd GM di tmpatku trus berarti akan ada PHK thd GM lama…??? Piye donk. Mendingan sy support mas mndirikan pabrik tempe aja. Modal gk usah gd. atau mendirikan franshise warung koboi (=nasi kucing) aja. bukankah skrg konon orang miskin tambah n hrg2 naik trus. Klo udah gitu mo jd direktur, GM, CEO, komisaris, atau bakul…silakan milih sndiri. Soal gaji: sky is the limit. Enak kan?

    donna

    Januari 24, 2008 at 4:02 am

  66. halo nama saya anggi. saya telah membaca blog yang, anda buat di google. saya sangat tertarik membacanya tetapi alangkah tulisan yang tentang tanggung jawab yang anda jangan seperti itu. itu bukannya saya mengata-ngatakan anda tetapi saya, sangat bingung untuk membacanya. saya hanya tidak suka pada kata-kata yang “mempunyai musuh yang tepat” saya sangat terkagum melihat itu saya katakan didunia ini tidak ada musuh ya walaupun saya ada tetapi saya waktu bekerjasama tidak mempunyai musuh.

    anjar: halo mba anggi, coba baca lagi deh mba anggi, pelan-pelan, musuh itu bukan sesuatu yang buruk, tahu engga musuh terbesar mba anggi siapa? ya diri mba sendiri. musuh terbesar kita itu diri kita sendiri

    anggi

    Januari 24, 2008 at 4:21 am

  67. “musuh terbesar kita itu diri kita sendiri”

    maaf mas Anjar, saya belum bisa mencerna pernytaan mas Anjar, mungkin krn kekurang pintaran saya utk mencernanya, namanya juga wong deso.

    Kalo kita menganggap diri kita sendiri itu musuh terbesar kita, gimana kita menganggap orang lain ya? hidup bisa tenang gak ya? setahu saya musuh kita yg terbesar itu adalah syetan, syetan yg merasuk kedalam diri kita dan dia tidak henti-hentinya menggoda manusia, itu kata pak Ustad lho.

    Tulisan mas Anjar itu bagus sekali, dapat memotivasi kita utuk mengejar level direktur, gaji besar, dihormati orang dan disayang mertua. Memang sih kalau kita pengen aman jadilah karyawan, tiap bulan sudah ketahuan gaji yg diapat, mengatur pengeluaran bulanan, kita hanya kerja, kerja dan kerja mengabdi utk perusahaan yg kita sayangi, meskipun kita tdk tau sampai kapan perusahaan baik sama kita, dan kita tdk tau sewaktu-waktu kita bisa dipecat.

    Syah-syah saja kalo kita ingin seperti orang lain, menjadi direktur misalnya. Perlu diingat, utk menjadi direktur, kita harus lebih bekerja keras, harus pintar, tidak cukup pintar saja tapi harus diembel-embeli titel yg berderet, sekolah harus tinggi, harus sekolah di sekolah yg mempunyai reputasi bagus, kalo perlu keluar negeri.

    Menurut saya, apa tidak lebih baik kalo kita menjadi diri kita sendiri, tdk hanya terobsesi dgn jabatan tinggi, seperti kata ibu Donna, kita manfaatkan ilmu dan keahlian yg kita miliki, niatkan untuk membantu orang lain dgn membuka lapangan kerja.
    Ada orang bilang, “Sekolah tinggi itu bukan jaminan untuk hidup sukses, tetapi keahlianlah (skill) yg kita miliki”
    Banyak orang yg hanya lulusan SD, malah tidak sempat lulus, menjadi orang yg sukses, punya karyawan banyak dan dapat menggaji beberapa orang direktur.
    Dan banyak orang yg tadinya menduduki top level di perusahaan, setelah pensiun, tidak bisa berbuat apa-apa, bingung untuk memulai usaha, uang dan harta lama-lama habis, krn tidak ada kemampuan untuk berusaha.

    dan menurut saya banyak langkah untuk menjadi pengusaha..
    Tidak perlu keluar dari pekerjaan sekarang, tapi bisa sambilan.

    yg penting kerja keras, berdoa dan mensyukuri yg kita dapat.

    Komentar saya ini, bukan utk menggurui, tapi hanya semata-mata untuk mengingatkan diri saya sendiri yg sudah terlanjur keluar dari pekerjaan dan mulai belajar membuka usaha sendiri, supaya tetap lebih semangat.

    salam suskes,
    wong deso.

    wong deso

    Januari 24, 2008 at 7:35 am

  68. Apa ya, coba lihat ini deh :)
    anda harus punya musuh

    mas wongdeso pun kalau menjadi pengusaha harus punya musuh kan biar usahanya maju. musuh mas wongdeso itu competitor, saingan bisnis mas wongdeso. dengan adanya persaingan kita akan terpacu untuk maju. nah disamping competitor itu, musuh terbesar justru datang dari diri sendiri, eg kemalasan, tidak tekun.

    lalu siapa sejatinya musuh terbesar? ya ini kembali ke persepsi dan konteks pembicaraan masing-masing. bisa jadi diri sendiri, bisa jadi kompetitor yang lebih cepat berinovasi, ataupun dalam konteks religi musuh itu setan.

    *tulisan saya diatas hanya berupa draft, singkat-singkat. bukan harus diterjemahkan kata perkata. kalau satu-satu mau dijabarkan panjang sekali. mohon maaf deh kalau jadi membuat salah interpretasi

    priandoyo

    Januari 24, 2008 at 7:39 am

  69. oh ya anjar di tulisan selanjutnya.. bahas juga dunk orang-orang entrepreneur yang sukses… Indonesia punya potensi besar khususnya di daerah untuk menjadi pengusaha… pendapatan ga kalah dari dirut :)
    Saya yakin pemuda pemudi Indonesia harus disadarkan bahwa kesuksesan bukan hanya dari kerja di perusahaan besar, coba angkat ahli-ahli animator indonesia dll ..

    De Paris

    Januari 24, 2008 at 8:05 am

  70. wah postingan bagus neh, sayang baru ketemu sekarang :D

    anyway kok 3 point pertama berbau unsur keberuntungan yang kuat ya? memang perlu sesuatu “yang tepat”, tapi saya rasa akan lebih menarik kalau dibahas faktor2 internal dari person yang bersangkutan ;)

    kenji

    Januari 24, 2008 at 8:48 am

  71. Ah….taikkucing semuanya….kalo gak ada yg namanya KKN ya pasti gak bisa naek lah…..
    di tempat gue yang jdi manager ya konco2nya ….yg dibawahnya ya gitu2 aja…. semua TAIKKUCING….

    Intinya mesti pinter2 JILAT…pinter2 NIPU….pinter2 OMONG….org seperti ini pasti cepet naeknya….coba aja liat di sekeliling anda….kalopun ada yg naek karena skill….pasti bisa diitung…sisanyaa……ya itu….KKN, JILAT, SIKUT KIRI KANAN….croot crooot

    orang_gembel_Iseng

    Januari 24, 2008 at 4:04 pm

  72. Ah kalian ini bisanya cuma berteori… j.j..j..j.jj ( maaf uda sekarat jadi ngetiknya ga bisa panjang2 )

    Suharto

    Januari 25, 2008 at 12:35 am

  73. Komentar2 yang aneh… Hehehe..
    Kalo baca sesuatu itu diambil sisi positifnya toh mas..
    Setidaknya bagus untuk motivasi kita bekerja, memberikan yang terbaik, meningkatkan kemampuan agar mendapat karir yang lebih baik ke depannya..

    Atau apakah anda sudah sepesimis itu dengan masa depan anda? Hihihi..

    kanadianto

    Januari 25, 2008 at 2:28 am

  74. Waduh MAs Anjar Topiknya jadi seru banget yach….

    tapi Anyway it’s good topic mas, dan saya mau sedikit comment aja buat temen2 semua, kadang apa yang di sampaikan oleh Mrs Donna ada benarnya dalam arti banyak yang bisa di kejar selain jabatan, karena mendapatkan jabatan yang tinggi dalam pekerjaan tidak menjadi jaminan kebahagiaan, yang mana tentunya pengorbanannyapun harus ekstra keras.

    saya bisa bicara demikian karena memang saya merasakan sendiri walaupun belum sehebat Mrs Dona di atas, saya baru bisa jadi Mngr Cabang di MNC company di usia 28 th walaupun untuk sampai disinipun saya rasakan sendiri tantangannya.

    Namun anehnya saya justru tidak terlalu merasa berambisi untuk dapat posisi yang sangat tinggi di Perusahaan saya seperti jadi CEO atau Dirut misalnya, malah sebaliknya saya malah lebih ingin sukses sebagai “Owner Perusahaan ” saya sendiri suatu saat nanti. dan ini lah yang terus memberikan energy kepada saya untuk terus berkarya agar level grade skill saya jauh bertambah baik. karena saya yakin dengan membangun bisnis sendiri akan lebih banyak memberi manfaat banyak orang daripada menjadi seorang CEO sebuah perusahaan.

    Mas Poer

    Januari 25, 2008 at 11:34 am

  75. @@kanadianto Says:
    Januari 25, 2008 at 2:28 am
    Komentar2 yang aneh… Hehehe..
    Kalo baca sesuatu itu diambil sisi positifnya toh mas..
    Setidaknya bagus untuk motivasi kita bekerja, memberikan yang terbaik, meningkatkan kemampuan agar mendapat karir yang lebih baik ke depannya..

    Atau apakah anda sudah sepesimis itu dengan masa depan anda? Hihihi..

    =======================
    HEHEHEHE…..Justru ini pengalaman pribadi mas…hehehehe…makanya saya share….saya punya kedudukan karena salah satu yg saya sebut diatas..yaitu KKN….heheheheheh….. BULLSHIT lah kalo gak ada itu pasti gak bisa diatas mas…..pasti anda juga ngerasa sendiri bukan???hehe…

    Bener mas Poer nih….lebih puas kalo kita jadi pemimpin di perusahaan punya sendiri… apalagi bisa membuat lapangan kerja dan anakbuahnya dididikk suapaya gak SIKUT KIRI KANAN….hehehe..

    orang_gembel_Iseng

    Januari 26, 2008 at 3:45 pm

  76. top tenaaan. tulisan ini memang telat dipublish. untuk menuju 40 umurku tinggal 2 tahun lagi. padahal dulu udah manajer sebelum 30. eh lalu stuck in the moment– kayak u2

    tobat… tobat

    melinjo

    Januari 27, 2008 at 1:18 pm

  77. Salam sejahtera utk semuanya.
    Maaf saya mau nanya agak menyeberang.
    Kalau alumnus Sastra Arab punya kans berkarir di mana ya, yang pathy gitu?
    Saya perlu pencerahan…
    Terimakasih banyak diucapkan.
    Mas Anjar, salam kenal & terimakasih juga.

    evita

    Januari 27, 2008 at 2:28 pm

  78. Untuk mba Evita:
    Banyak mba Evita. Alumnus sastra arab bisa jd pentertjemah film arab/lagu kasidah/novel arab/kitab kuning/pegawai depag/dosen UIN/diplomat kedutaan RI di arab sampai dengan…jualan perangkat shalat ataupun penari perut (tapi hrs ditrain dulu)..

    Untuk orang_gembel_iseng:
    Saya se7 bangt. Itu mirip yg dikatakan bu Donna..jangan tanggung2 kalo cuma mau jd direktur..Kenapa tidak pake cara MACHIAVELLI sekalian. Iya kan? Stl merengung ini bbrp teknik Machiavelli yg bs dipake:
    1. pacari bos, anaknya, atau istrinya, atau rangkap semuanyaaaa :-)
    2. Setalah jd the second man , gunakan racun or whatever unt menghilangkan bos the first man :-(
    Wah.. Mas orang_gembel_iseng kamu betul2 top tenan aku seneng banget dg idemu.. sy kira menduknas hrs memasukkan dlm kurikulum program MM he he he …

    deni

    Januari 28, 2008 at 3:41 am

  79. @Deni
    Terimakasih, Mas Deni.
    Kalau kitab kuning, kira2 dalam bentuk apa ya, yg dapat diexploitate hingga menghasilkan uang?
    Makasih atas responsnya.

    evita

    Januari 28, 2008 at 6:35 am

  80. Buat Mba Evita
    Waduh, mba Evita km kan pasti lbh ahli soal itu :-(
    Kalo mo diekspliot yaa kali aja di-DVD-kan di buat digitalized kitab kuning –smisal diputer di i_Pod biar orang2 sadar kembali ke jln yg benerrr :D Kalo mau dpt royalti banyak ini kiatnya: di setiap DVD lagi-nya Radja/PeterPan/Sheila on7/Dewa/Gigi/Ungu dll ditengahnya disisipi sebait ayat untuk penyadaran… pasti begitu konsumen beli DVD lagu-skaligus juga beli karya mba juga…

    deni

    Januari 28, 2008 at 6:56 am

  81. Hidup model gitu hanya menghabiskan umur…

    orangkecil

    Januari 28, 2008 at 4:44 pm

  82. waduh mas selamat ya tulisannya masuk berita terbaik lintas berita

    ajat kecil

    Januari 28, 2008 at 7:51 pm

  83. @orang kecil
    @ajat kecil
    Yang mana tuh maksudnya?
    @orang_gembel_iseng
    Kutunggu lg idemu sing apik tenan. Tp gk usah pake crot..crot sgala… bbrp reader msh dlm masa pertumbuhan!

    deni

    Januari 29, 2008 at 1:30 am

  84. wah makin menarik niy topiknya…. sebenernya gak perlu jadi direktur kalau mau banyak uang, hanya cukup pekerjaan tetap untuk pengeluaran bulanan, punya sampingan yang bisa dikerjain pas jam kerja, dan jadi stocks or commodity trader abis kelar kerja…. willing to take calculated risks, have plenty friends, and keep learning….

    good luck =)

    kalau mau tetep mau jadi direktur yah harus selalu watch your back, don’t share your secret or important knowledge, build up supporters (jendral harus punya kolonel yang loyal), backstab your competitor, always claim you are the main contributor for tasks given by your boss, ensure your competitor out from the picture, make your boss looks good and rely on you so much… I love Machiavelli !! … Jangan lupa bikin orang lain berutang budi apalagi sama bos, no such thing as free lunch…

    YTArifin

    Januari 29, 2008 at 12:41 pm

  85. @Deni
    Aduuuhh….akhirnya ada yg nerima pendapat saya…hehehe…ada tips2 buat naek cepet…dan pasti tokcer dijamin 100% mubah dan 1/2 haram hehehe :
    1. Pinter2 cari temen/anak buah yang bisa dijadikan alat untuk tameng diri untuk dijadikan kambing hitam , ini penting kalo suatu saat dapet anda dapet masalah di kantor yang gak mungkin anda tanggung..khan enak kalo dilempar ke org….YA GAK???

    2. Pinter2 ngomong dan pandai bersilat lidah

    3. Untuk yang wanita coba deh…sekali2 jual diri ke bos…tawarin makan kek, or tidur sekalian… :):) , mungkin tips ini udah dijalankan yah…ssssttt….

    4. Belajar berhati baja, artinya harus bisa jadi raja tega, bisa sikut kiri dan kanan.. bullshit kalo ini gak dilakuin apalagi di perusahaan2 MNC dan terkenal.

    5. Pintar2 jilat menjilat…dan jadi yes men…

    Cuma inget trik2 ini bisa dilakukan di perusahaan kelas menengah ke atas…kalo perusahaan kecil ngapain juga…wong orang2nya gak banyak…hehehe…

    orang_gembel_Iseng

    Januari 29, 2008 at 5:42 pm

  86. @orang_gembel_iseng
    Ada tambahan bo:
    1. sering2 kasih angpao atau upeti ke bos: amplop, cewek,parcel, servis lain. Buat spy boss utang budi banget.
    2. Kalo temen salah jngn cpt2 dilaporkan. Catat aja. nanti catatan itu penting unt nodong dia kalo dia mcm2 atau gak mau bantu kita.
    3. Maling idenya orang–terutama dr bawahan yg pinter. Akui itu idemu biar kliatan pinter walau kamu begony minta ampun.
    Nah, good luck teman-teman. Unt Orang-gembel-iseng wah.. harusnya ini kamu bukukan dan jual ke anak2 MM–sukur kalo mendiknas mau mengadopsi jd kurikulum, biar bangsa ini gak bodo2 amat… he he he ya gak?!

    Deny

    Januari 30, 2008 at 12:31 am

  87. Manteup tenan… bobroknya :-)

    buyung upik

    Januari 30, 2008 at 5:05 am

  88. @buyung upik
    Halaaah… dari pada muter2 pake teori yg jls asalnya dan gak jelas tingkat keberhasilannya…???? :-p

    Dony Artama

    Januari 30, 2008 at 5:17 am

  89. @semua:
    Aku kira hrs spakat dulu: masalah moral diutamakan gak? Kalo gak yaaa…jadinya kayak orang_gembel_iseng atau deny!!! Makanya mas buyung upik..orang2 dr “ilmu putih” hrs bisa memberi resep yg manjur :-p

    Dony Artama

    Januari 30, 2008 at 5:23 am

  90. Tulisan ini Inspiratif banget…..

    Mr. Yull

    Januari 31, 2008 at 4:40 am

  91. @Dony Artama

    Anda bicara moral??? halah…. kalo pada bermoral harusnya gak perlu temen2 di sini yg udah punya jabatan managerial berbuat KKN.. coba anda berkaca diri, kira2 anda bermoral gak? :p
    bulshit kalo bicara moral pada perusahaan2 MNC or perusahaan besar…semakin moral seorang di perusahaan itu baik.. semakin susah naek jabatan… TRUST ME!!

    Demikian juga sama halnya di bidang politik, kalo moral semua pejabat bagus.. pasti tuh ada undang2 dimana tempat2 maksiat dilarang berdiri.. lah skrg.. makin meraja lela… kalo gak percaya coba aja buka http://www.kaskus.com... or http://www.bintangmawar.net WUAKAKAKAKAKAKAKAKAK….

    Balik lagi… kalo di perusahaan2 juga gitu.. pasti org2 yg punya jabatan di managerial main mata dengan vendor2 supaya project bisa masuk… yaaaaah.. minimal dapet 2% laaaa… or dugem deh… WUAKAKAKAKAKAK…Crooot

    orang_gembel_Iseng

    Januari 31, 2008 at 6:38 am

  92. Nambahin…langkah jadi direktur

    1. Berkepribadian Ganda : bisa bermoral, bisa bermorat(marit) tergantung situasi dan kondisi.

    Contoh : sikut dan rekrut

    Nakal

    Januari 31, 2008 at 8:14 am

  93. @orang_gembel_iseng:
    Sy gk bcr moral bo!!! Sy cm nanya yg nulis2: kt prlu mikir moral gak? Kalo gak yaaa kayak kamu itu..
    Nah, makanya justru sy dorong orang ‘ilmu putih” buat kasih konter attack.. Bagi sy yaa enteng: up 2 U ! Klo dri pengamatan sy yg paling sukses yg bisa kayak bunglon/ mobil hibrid..

    Dony Artama

    Februari 4, 2008 at 1:36 am

  94. @Dony Artama:
    OK deh kt gak sperguruan tp kayaknya kt sealiran. Tp menurutku bunglon gk bisa hidup di alam bunglon. Dia sukses cm klo yg lain2 bkn bunglon jg..iya to? Apa gini yg dimaksud metode bunglon itu?
    A. Kalo bosmu agamawan (umpama Islam): Yaa kamu musti pura2 pake peci tinggi2, baju koko bw kitab+tasbih terus. Dorong bos-mu poligami!
    B. Kalo bosmu playboy: jngn lupa bw “gambar-gambar” baru, khususnya gambar kantor sndr klo punyaaa :-D
    Nah, itu cuma baru 2 aja. Kombinasi laen — klo banyak– pasti bikin bunglon. Mungkin nanti akan ada kursus: School of Bunglon biar kita blajar mcm2 teknik bunglon.

    Deny

    Februari 4, 2008 at 1:48 am

  95. 2)…mksd gw gambar tmn kantor sndr… :-)

    Deny

    Februari 4, 2008 at 1:49 am

  96. Deny Says:
    Februari 4, 2008 at 1:48 am
    @Dony Artama:
    OK deh kt gak sperguruan tp kayaknya kt sealiran. Tp menurutku bunglon gk bisa hidup di alam bunglon. Dia sukses cm klo yg lain2 bkn bunglon jg..iya to? Apa gini yg dimaksud metode bunglon itu?
    A. Kalo bosmu agamawan (umpama Islam): Yaa kamu musti pura2 pake peci tinggi2, baju koko bw kitab+tasbih terus. Dorong bos-mu poligami!
    B. Kalo bosmu playboy: jngn lupa bw “gambar-gambar” baru, khususnya gambar kantor sndr klo punyaaa :-D
    Nah, itu cuma baru 2 aja. Kombinasi laen — klo banyak– pasti bikin bunglon. Mungkin nanti akan ada kursus: School of Bunglon biar kita blajar mcm2 teknik bunglon.

    =================>>> berarti ini sama dengan point saya yang no.5 donk… coba baca diatas…

    5. Pintar2 jilat menjilat…dan jadi yes men…

    Udahlah.. pokoknya gak ada deh org yg mau naek cepet org yg lurus :p… pasti ada salah satu ilmu gue yg dipake di atas… hehehehe… crooooottt..

    orang_gembel_Iseng

    Februari 4, 2008 at 2:28 am

  97. mana nih yg golongan putihnya…katanya mau kasih comment…
    kalo gak ada comment….kesimpulannya….

    GAK ADA ORANG GOLONGAN PUTIH DI SINI….

    orang_gembel_Iseng

    Februari 8, 2008 at 11:29 am

  98. Sepengalaman gue, yang benar-benar idealis dan bersih kayaknya nyaris nggak mungkin deh naik ke top of corporate ladder. Baik di government maupun private sector.

    Biasanya ya bener spt dibilang yang diatas, yang tipe2 bunglon-lah yang bisa naik.

    Tentu ada satu dua perkecualian, tapi mungkin cuman 0.1%
    welcome to corporate world.

    Hanya di bidang SCIENCE, seseorang dinilai 100% based on performance-nya dia. Kalau anda di riset misalnya, bagaimanapun bacot anda kalau anda tidak bisa mem-publish hasil riset anda di jurnal internasional, then bacot anda gak ada gunanya.

    So kalau anda idealis, mending jadi scientist aja.

    Adhi

    Februari 8, 2008 at 12:36 pm

  99. Kayaknya bunglon terlalu bagus… lebih baik istilahnya adalah “PENJILAT”

    orang_gembel_Iseng

    Februari 11, 2008 at 2:50 am

  100. Hihihi.. Betul2.. Saya setuju tuh..
    Tapi ntar disangka berpolitik di kantor lagi..
    Hiyyyy.. Seremmmm Ahhh…

    kanadianto

    Februari 11, 2008 at 3:23 am

  101. ilmunya sadiz2, cocok ama yg gw amatin n gw praktekin. gembel_iseng ame deny kerja dimana loe brur..??

    Shilitte McCroc

    Februari 15, 2008 at 5:30 am

  102. Shilitte McCroc Says:
    Februari 15, 2008 at 5:30 am
    ilmunya sadiz2, cocok ama yg gw amatin n gw praktekin. gembel_iseng ame deny kerja dimana loe brur..??

    ====>>>>>> Dimana2 broer….

    orang_gembel_Iseng

    Februari 25, 2008 at 7:56 am

  103. Cuma heran ya.. disini banyak org yg munafik gak mau ngaku ngelakuin apa yg gue tulis di atas….
    PAYAH….

    Baru Shilitte McCroc aja yg ngaku.. coba yang lain????

    Ilmu ini juga kepake kok sama konsultan2 yang jualan servicenya… BETUL GAK MAS ANJAAAARRR????

    orang_gembel_Iseng

    Februari 25, 2008 at 7:58 am

  104. yah.. pada diem… payoye

    orang_gembel_Iseng

    Februari 27, 2008 at 11:51 am

  105. Ikut nimbrung,
    Ngomong-ngomong soal jadi direktur di umur kurang dari 40 tahun jadi inget Rico Usthavia Frans, Vice President Country Marketing Head Citibank N.A. Indonesia. Anak ITB. Dia ini dulu kakak kelas di SMA 1 Yogya (atau adik kelas ya, soalnya ada tiga Usthavia Frans, aku lupa urutannya Rico – Eric – Yohan atau Eric – Rico – Yohan). Yos Adiguna Ginting adalah senior mereka di SMA 1 Yogya…

    Indri

    Maret 28, 2008 at 7:55 pm

  106. kayaknya umur ku udah lewat ya,,….
    coba mas anjar kupas di bagian goverment indonesia siapa saja dan riwayat karirnya yang bisa cepat melejit trus kiat2nya.ok aku tunggu ya…
    t_rex78@plasa.com

    t_rex78

    Maret 31, 2008 at 2:32 am

  107. Mas Anjar, saya juga udah telat nih jadi C -level, sudah 40 thn :)
    memangnya jadi CXX atau C-level itu cita2 ya? mungkin karena otomatis gajinya jadi melejit dan terkenal ya?
    Makin tinggi pohon, anginnya makin kencang pula, waktu ke keluarga makin sedikit(katanya resiko), banyak cobaan (harus banyak tahajud, kalo masih ada waktu dan tenaga)
    saya malah pingin jadi engineer kontrakan spt temen2 parakontel ‘Njar…scopenya jelas, termnya jelas, gajinya cukup :) maklum otakku kecil gak sebesar teman2 itu.
    Tapi menurut saya, dimana saja dan kapan saja mau menjadi CXX atau engineer biasa yg sukses ya harus punya kiat2 pintar spt:
    1. Ulet, tangguh, rajin, work smart
    2. Diplomatis, terhadap ekspektasi atasan, bawahan dan sejawat/ peer
    3. Up to date, visionary
    4. punya sikap, get along with others, team work
    5. punya sense of humor
    6. Moral yg baik, bacalah buku sejarah, bahwa moral yg baik itu mendukung kepemimpinan anda.
    dan masih banyak lagi….

    mas SJ

    Maret 31, 2008 at 3:42 am

  108. Seriously, saya sedang mencari mentor yang terbukti sukses menjadi CEO. Mohon informasi dari sahabat-sahabat, kira-kira siapa yang dapat dilamar untuk menjadi mentor bagi saya. Profil singkatnya bagaimana? mohon kirim info ke firmanjul@yahoo.com
    Terima kasih

    Firman Juliansyah

    April 7, 2008 at 9:14 am

  109. Topik ini sangat bagus, memang banyak orang suskes dengan cara mas Iseng saya sudah lihat,tapi kita jadi seorang direktur yang tong kosong, dan jika ada perubahan pasti perusahaan akan hancur, kita bisa lihat Tommy suharto dan membandingkan dengan Bambang kakaknya, tommy setiap usaha selalu mengandalkan koneksi, saat bapaknya meniggal ga jelas lagi perusahaannya, kalau Bambang walaupun dia ada koneksi tapi dia tidak mau berserah seratus persen sama koneksi, masih mementingkan ke profesionalan, buktinya walaupun bapaknya meniggal, Bimantara tetap jaya, RCTI dan Global TV masih ok, dan masuk orang terkaya 10 Indonesia. Dari kasus ini bisa dilihat mana orang yang sungguh-sungguh atau orang yang hanya mengandalkan kelicikannnya. kita bisa bandingkan Salim Group (dibawah 10 terkaya di Indonesia) sama Sinar mas Group (3 Terkaya di Indonesia), Eka Cipta membangun usahanya dari bawah sebagai penjual getah karet di kalimantan, Kalau Liem sio Liong penyeludup bersama Suharto, suharto meninngal banyak usahanya yang kolaps, Eka Cipta walaupun sempat terpuruk sampai menjual Bank BIInya, tapi cuma dalam waktu 5 tahun dia kembali eksis dan perusahaanya betul-betul bangkit kembali. Mungkin kita melihat kelicikan orang sukses itu dan menjadikan contoh, karena kita melihatnya di Indonesia. tapi di malaysia kita ambil contoh banyak orang-orang sukses disana sukses berdasarkan kerja keras, walaupun krismon mereka tetap bisa eksis karena pondasi mereka benar. tapi intinya kalau mau sukses tapi susah dipraktekkan yaitu:
    1. Pada saat rasa malu itu tidak ada lagi, misal: Penduduk Jakarta dan Jawa barat ada sekitar 15 juta jiwa lebih, dalam satu bulan anda bisa menjual pisang goreng (atau apapun itu) seharga Rp1000,- door to door kepada 10 persen saja (1.5 juta orang) penduduk jawa barat dan jakarta ( dari Tanjung Periok sampai Cirebon) anda bisa mendapat omset gross (1.5 milyar), itu satu bulan kalau setahun berapa silakan hitung sendiri, melebihi pendapatan seorang direcktur diperusahaan manapun.
    2. Orang Indonesia banyak gengsinya, kalau rasa gengsi dibuang saya yakin anda kaya.
    3. Coba anda cari orang sukses, yang sukses karena gengsinya…
    4. Kalaupun ada orang sukses karena liciknya, pasti tidak akan bertahan lama.

    IMMANUEL

    Mei 17, 2008 at 10:21 pm

  110. Halooooo,
    Ini lagi omong apaan ????

    Peace

    Juni 26, 2008 at 12:49 pm

  111. Hello Firman Juliansyah, saya Alumnus McKinsey Boston dan Sloan MIT Business School. Pernah jadi General Manager Southeast Asia Pacific di Infineon Technology, belum pernah jadi CEO sih…

    Apakah anda mau menerima saya sebagai mentor? rate saya murah hanya 200 USD/30 menit.

    Hecker

    Juni 26, 2008 at 3:50 pm

  112. tak pikir Manager Band Sekolah/kampus??:P
    dibawah 25 thn ..

    lexo

    Maret 21, 2009 at 3:52 pm

  113. di Itali ada Niccolo Machiavelli
    di Indonesia ada Orang Gembel Iseng.

    saya sendiri penasaran mengenai Machiavelli, ternyata ada bukunya di Gramedia. bukunya Orang Gembel gak ada… saya lihat di buku ini sebuah pemahaman dan pola pikir..namun sangat bertentangan dengan hati nurani saya..

    ya seperti pepatah mengatakan banyak jalan menuju Roma, mau jalan gampang ikutin Machiavelli dan Orang Gembel, mau jalan yang benar….susah….tapi bukan berarti mustahil..

    mad cat

    April 7, 2009 at 4:48 pm

  114. bang anjar….
    kurang satu langkah tuh…. baru 1 s/d 6

    Sodara2 yg mau melengkapi jadi 7,
    silahkan posting
    secepatnya..

    ada imbalan sepantasnya.. ; )

    salam

    bowie

    April 8, 2009 at 2:41 am

  115. yang ke 7, banyak banyak berdoa….tapi hal ini gak relevan bagi seorang ateis…

    ngomong ngomong mengenai point ke 3. punya musuh yang tepat…..hhhmmmm…”Musuh ini bisa dibuat” dan “bisa jadi rekayasa” “karena siapapun butuh pahlawan” kok kayak ada bell kecil berdering yah? ring ring

    mad cat

    April 9, 2009 at 5:31 pm

  116. Analisis yang jitu. Salut.

    Bayu Probo

    Oktober 27, 2009 at 6:36 am

  117. saya baru usia 23..namun inysallah saya jadi direktur usia 25 ato 26 dengan pendapatan 1 milyar lebih…sekarang saya tinggal di osaka prefecture,jepang……dengan penghasilan……yah……biasa…biasa aja lah…

    syafii

    Oktober 31, 2009 at 12:12 am

  118. Wah… tapi masih beruntung saya donk saya di promosikan jadi Manager pada bulan ke 3 saya berkerja, yaitu umur 23 dan pada umur 27 th saya di tawarkan posisi Direktur ya walau belum Direktur Utama tapi lumayan Direktur Oprasional. Padahal target saya pada umur 37 baru mau jadi Direktur Utama eh ternyata di luar dugaan. Eh tapi kalau SK Pengangkatan saya keluar pada Januari 2010 maka umur saya 28 jadi Direktur. Mungkin karena keberuntungan. Saya ada cerita juga kalau ada tukang potong rumput bisa jadi direktur kebun dan pengembangan itu lebih sip… Salut gue dengan beliau. Teman gue sekalian motivator gue eh ditambah dulu dia atasan saya. Gimana beruntungan siapa???? Sebenarnya direktur Kebun yang saya ceritakan sudah hampir jadi Direktur Utama dengan gaji 100jt tapi karena konflik diperusahaan maka belum jadi. Moga – moga beliau sukses krn itu cita2 beliau.

    DD

    Desember 4, 2009 at 1:41 pm

  119. mari kita maju membangun indonesia.terimakasih

    rvbnmm

    Februari 26, 2010 at 6:33 pm

  120. ketika kita berpikir apa yang akan kita berikan pada negara ini maka kita akan menjadi sesuatu yg berguna bagi sesama.

    rvbnmm

    Februari 26, 2010 at 6:36 pm

  121. saya suka menjadi direktur,ntar kalo aku udah gede,cita2ku tercapai.Nanti keluargaku aku belikan rumah sebesar istana+mobil.semoga cita2ku tercapai.amin

    Hanissa Frida

    Maret 4, 2010 at 9:44 am

  122. by jabon

    wah ekren banget 200 juta [erbulan … saya [asti juga bisa seperti itu

    jabon

    Agustus 24, 2010 at 9:30 am

  123. itu kan semua sudah di dasari pendidikan yang memadahi sblmnya.,.,
    ya minimal sudah S1.,
    bagaimana orang yang sudah berumur 25 th baru akan memulai pendidikannya,.,.
    mungkinkah dapat mengejar ketertinggalnya,..,
    sedangkan sang umur berpacu dengan kita.,.,

    sugianto

    April 11, 2011 at 1:12 pm

  124. kunjungan pertama di blog ini, salam kenal untuk semua teman disini.

    Andi

    April 20, 2011 at 4:48 pm

  125. semua orang berkata berbeda, alangkah baiknya ambil saja nilai postitifnya dan berpikirlah sesuai jalan pikiran anda sendiri, niscaya apabila anda memiliki impian/masa depan maka anda ingin mewujudkannya sehingga anda pun akan bekerja keras demi mewujudkannya..
    terima kasih (krysna_gumilar@yahoo.com) (yahoomessenger)

    Krysna Gumilar

    Juni 8, 2011 at 1:35 am

  126. [...] Atas bimbingannya, banyak anak buahnya yang beliau didik kemudian  berhasil menduduki posisi puncak. Bisa dilihat disini. [...]

  127. terima kasih banyak atas saran anda.
    sangat bermanfaat

    saraf kejepit

    Februari 28, 2013 at 4:05 am

  128. It’s hard to find educated people on this subject, but you seem like you know what you’re
    talking about! Thanks

    finance guide

    April 23, 2013 at 12:13 am

  129. Assalamualaikum, salam sejahtera :)
    kakak, hera cita2nya pngn jd direktur ^_^ , hera skrg bru lulus smp, insyaAllah dilanjut smk komputer, kira2 tepat gak skolah ke smk komputer? terus minta sarannya masuk jurusan apa ya?
    antara Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan MultiMedia (MM)
    sebelumnya makasih.. wassalam

    hera nurafni

    Juni 6, 2013 at 1:35 am

  130. Saya mungkin termasuk yang beruntung di usia belum 35 sudah menduduki posisi Country Manager di sebuah perusahaan teknologi menengah.

    Setelah saya amati dari perjalanan karir saya dan teman-teman saya yang relatif menjadi pemimpin ketika usia muda (dibawah 40), ada satu benang merahnya, yaitu:

    Mereka terbiasa jadi pemimpin.

    Mau di organisasi besar, kecil. Organisasi tingkat RT sampai Multinational company. Mereka selalu dalam posisi dengan tanggung jawab memimpin banyak orang.

    Makanya dalam berkarir, utamakanlah menjadi kepala kucing daripada ekor singa. Anak muda biasanya berlomba-lomba cari perusahaan terbesar yang memberikan benefit dan fasilitas terbaik, sekalipun mereka disana hanya akan menjadi baut yang tidak ada artinya.

    Seseorang dengan mental pemimpin akan cenderung mencari perusahaan kecil/menengah dan akan berusaha mempelajari seluruh aspek bisnis dan bekerja sebaik mungkin hingga bisa menjadi pemimpin disitu. Dia membentuk mental pemimpin dan kharisma dari organisasi kecil, naik terus hingga bisa menjadi pemimpin di organisasi besar.

    adi

    Oktober 22, 2013 at 11:18 am

  131. Tambahan lagi,

    terbiasa menjadi leader, di organisasi sekecil apapun, membuat seorang pria menjadi lebih kharismatik dan respected di kalangan keluarga. Anak yang terbiasa melihat ayahnya menjadi leader dan berkuasa (walau dalam lingkungan kecil), cenderung untuk lebih menghormati ayahnya dan membuat dia juga memiliki trait leadership yang kuat.

    Seorang kepala pasar tradisional lebih berwibawa daripada staff rendahan di Microsoft/Google/McKinsey dan memiliki aura dan kharisma yang berbeda di mata keluarganya, mereka akan cenderung memiliki anak yang lebih confident dan lebih berbakat menjadi leader karena terbiasa melihat ayahnya memimpin daripada disuruh-suruh.

    Ini terjadi dengan saya dari kecil terbiasa melihat ayah saya sebagai kepala unit pembangunan perumahan yang terbiasa nyuruh-nyuruh orang dan ibu saya yang kepala administrasi sebuah sekolah, jadi saya dan seluruh saudara kita terbiasa melihat orang tua kita memimpin orang, yang akhirnya membuat kita menganggap menjadi leader itu adalah sesuatu yang biasa dan harus dicapai.

    Ini excerpt dari Reuters :

    “According to a study of twins published in the September 2012 issue of The Leadership Quarterly, if your biological parents held leadership positions, you have a 24 percent likelihood to inherit a predisposition to do so as well, indicating that being the offspring of leaders may give you an edge.”

    http://www.reuters.com/article/2013/10/14/idUS206691148520131014?goback=%2Egde_3044917_member_5795950797908893700#%21

    adi

    Oktober 24, 2013 at 4:55 am

  132. terksih infor masinya

    Prediksi Bola

    Agustus 7, 2014 at 7:04 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 489 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: