Strategi menuju puncak: Sales vs Technical
Mei 3, 2007 — priandoyoDi penghujung tahun 2002 Irfan Setiaputra, Kala itu Country Managing Cisco Indonesia pernah bercerita mengenai perjuangan karirnya kepada saya dan Habib di lobby Hyatt Regency Jogjakarta. Kebetulan Irfan ini Pa dhe teman saya, Habib, asli Solo. Jadi cerita pun mengalir dengan lancar, lha wong dulur dhewe. Irfan tergolong tinggi besar untuk ukuran orang Indonesia, rambut cepaknya dan mata yang agak sipit membuat kesan seperti warga tionghoa.
Saya tertarik untuk mengulas cerita Irfan dalam blog ini karena sepanjang awal sampai akhir ceritanya Irfan selalu menekankan bahwa satu-satunya jalan menuju puncak adalah melalui Sales/Marketing division bukan bagian lain. Cerita ini pun benar-benar dibuktikan oleh Irfan, sebelumnya ia berkarir di Bank Niaga sebagai orang TI, sukses memindahkan datacenter dari Surabaya ke Jakarta membuat namanya harum dikalangan internal department TI. Tapi waktu itu Irfan sadar bahwa sebagai orang support ia tidak akan menjadi apa-apa, akhirnya ketika ada tawaran dari IBM Indonesia, Irfan pun memilih banting stir: jadi Salesnya IBM. Terbukti Irfan jadi top sales performer dan membawanya ke top position di Cisco Indonesia.
Tapi ceritanya tidak berhenti sampai disitu, tak lama kemudian saya mendengar Adi Juwono Rusli, orang Undip bisa menjadi (kala itu) Country Sales Director di Oracle, dan dengar punya dengar Adi JW ini orang technical bukan orang sales seperti Irfan. Dan kemudian Adi pun akhirnya menjadi MD Oracle Indonesia, orang lokal pertama yang menduduki posisi itu.
Sebelum menyelami lebih lanjut karir path kedua orang ini ada baiknya kita melihat screenshootnya. Data ini disusun dari berbagai sumber, dan beberapa berdasarkan estimasi umum (mohon koreksi lebih lanjut)
Irfan Setiaputra
1964 (00 th) lahir, Ortu Dubes Austria
1982-1989 (25 th) Informatika ITB (7 tahun, irfan aktif diorganisasi)
1989-1994 (30 th) IT Dept. Bank Niaga (sekitar 6-7 tahun)
1994-1998 (34 th) IBM Sales team (sekitar 3-4 tahun)
1998-2000 (35 th) Managing Director of Linknet (Lippo Group)
2003-Now (39 th) Country Managing Cisco Indonesia
Sumber: Sinar Harapan
Cat: Pada tahun yang sama Irfan sebenarnya sudah mendapatkan tawaran tidak hanya dari Cisco tapi juga Nokia dan Sony Ericsson, beberapa mensyaratkan agar Irfan bertugas di Singapore. Tapi Irfan menolak.
Adi Juwono Rusli
1967 (00 th) lahir di pekalongan
1990 (23 th) Elektro Undip Semarang *)
1995 (28 th) Oracle Indonesia, Manager Support
2002 (35 th) Oracle Indonesia, Country Sales Director
2004 (37 th) Oracle Indonesia, Country Managing Director *the 1st local
Sumber: Swa
Dari studi kasus ini bisa didapat beberapa ‘kesimpulan’:
1. Technical (Support, Engineer) merupakan karir yang paling optimal dalam 10 tahun pertama hingga mencapai posisi Manager. Ini juga sebanding dengan rate gaji yang paling tinggi dibandingkan pekerjaan lain.
2. Mengawali karir awal sebagai enterprise sales bisa jadi sangat sulit. Misalkan Sales Rep-nya IBM untuk iSeries, selain marketnya sangat spesifik, teknologi berkembang sangat cepat. Cerita ini pun juga terdengar bagi sales2 SAP SBO, Axapta, Produk2 Metrodata yang kurang pervasive. Atau salesnya GnG produk related semacem Veritas atau Technip
3. Sales position pada mid level management merupakan starting point yang paling optimal untuk menuju puncak. Ekivalen di industri lain, planning, business development adalah posisi-posisi yang secara power paling dominan.
4. Bekerja sebagai core business menjamin jalur yang lebih pasti menuju puncak.
FYI, dua orang ini juga dibahas di Indonesia’s 20 Top Directors and Managers
Ada komentar? kapan harus menjadi orang teknikal, kapan harus jadi orang sales? Merasa terlambat? ingin berubah? punya pandangan lain?













Mei 3, 2007 pukul 7:24 am
Syarat utama jadi lini management adalah kemampuan all-in melihat dari segala sisi. Tidak hanya dari background pendidikan aja, tetapi kemampuan menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Apalah artinya produk bagus dan luar biasa jika tidak ditunjang dengan Sales-Marketing yang cemerlang pula. Toh semuanya Ujung2nya Duit (UUD).
Dengan demikian, saya pikir jika Anda ingin berkarir di seperti itu, jika background Anda technical, jadilah spesialist hingga manager technical sampai umur 30. Jika karir ingin melesat, ya harus punya exposure outstanding untuk Sales.
Jika background-nya non technical, saya pikir memulai karir di Sales adalah jalan terbaik ;)
Mei 3, 2007 pukul 9:44 am
Iya Njar, menurut gue justru yg harus dihighlight adalah hal2 yg bikin Pak Irfan outshine the others, contohnya: sukses mindain dc dari sby ke jkt, atau jadi tope sales performer
Mnurut gue dimanapun loe kerja hal2 ini yang perlu sebanyak mungkin ditorehkan dan paling sulit juga dilakukan :D n gue termasuk yg percaya cara2 seperti ini bikin sukses loe abadi n ngga artifisial sperti kl lo misalnya ngejilat n nempel trus sm satu atasan atau macarin anak bos :D
Mei 3, 2007 pukul 10:14 am
anjar, si widiyanto saputro, tn3, juga jadi top performer di esatek, karena masuknya di sales. :D
Mei 3, 2007 pukul 12:21 pm
uhm.. kuliah 7 tahun yah.. hehehhehe.. masi ada jatah 4 tahun lagi… “0″
Mei 3, 2007 pukul 3:32 pm
@defindal
gw tinggal 2 tahun lagi nih..masi lama lah ;p
setuju ama bang aresto, harusnya yg ditonjolin prestasi-prestasinya selama jenjang karir tersebut..kenapa dia bisa dipilih untuk memegang suatu jabatan? kelebihan dia dari yang lain (tentunya diluar masalah KKN, kl emang ada..)
Mei 3, 2007 pukul 3:42 pm
OOT: Njar.. ada yang fitnah kamu tuh. Liatin blognya kang Kombor deh.
Mei 3, 2007 pukul 4:10 pm
Anjar. Iya Njar. Aku butuh klarifikasi darimu. Masa sih Kamu nggak baca-baca komentar yang masuk ke blog Kamu? Silakan klarifikasi di sana, Njar. Jangan diam saja.
Mei 3, 2007 pukul 11:00 pm
setelah beberapa kali berkunjung ke situs ini, yang notabene penuh dengan trik menggapai posisi puncak dalam karir, segala tetek bengek perbandingan gaji antar perusahaan, membangun social network, saya semakin yakin untuk pulang kampung setelah selesai PhD dan membuat toko kecil yang menjual beras, ikan asin, kacang hijau, minyak goreng, dan segala kebutuhan rumah tangga lainnya sembari mengajar di universitas kecil sebagai kepuasan intelektual.
semoga tidak ada hambatan yang berarti, amin
Mei 4, 2007 pukul 9:10 am
Strategi menuju puncak adalah berjalan ke atas. :D
Mei 8, 2007 pukul 2:27 pm
Mas Anjar,
Kira-kira klo kita masuk di Insurance sebagai orang IT, itu nanti mentoknya dimana yach?
Saya bingung juga, makanya saya milih berkarir di IT Solutions aja, padahal benefit yg ditawarin sama si insurance lebih bagus.
Tapi yaa itu, sepertinya untuk orang IT tidak ada lift untuk sampai ke lantai tertinggi ;p
Mei 9, 2007 pukul 4:16 am
Ada yang bisa komen? ini pertanyaan susah :)
Nopember 23, 2007 pukul 10:41 am
Memang yg paling gampang untuk dilihat performancenya oleh BOD adalah posisi sales/marketing, selalu ada angka yg jadi patokan, beda dengan orang support, termasuk IT sebagus apapun kita kerja, susah utk diketahui apakah itu ada pengaruhnya dengan kemajuan perusahaan atau tidak.
Di marketing yg main adalah starategi, termasuk juga politik….sebagian besar orang yg berhasil di bisnis adalah orang yg mengerti marketing..ini bukan kesimpulan saya tapi kesimpulan dari salah satu bisnis review dari salah satu majalah bisnis…sayang saya lupa kapan bacanya…
Desember 27, 2007 pukul 8:23 am
Wah kemungkinan sukses ada dong yah, walaupun sekarang baru jadi technical support..
Januari 17, 2008 pukul 4:18 am
[...] Sedikit kutipan: “…Mac Arthur dalam sebuah quotenya pernah berkata bahwa untuk menjadi seorang Jendral Besar, seseorang harus lahir sekitar tahun 1880-an, menjadi perwira menengah dalam perang dunia I dan kemudian perwira tinggi di perang dunia kedua. Jendral besar perang pasific Amerika ini pun mengakui sendiri bahwa ada banyak perwira yang jauh lebih baik dari pada dirinya namun tewas ditangan peluru musuh, jauh sebelum dia menjadi besar…” 7 langkah menjadi direktur pada umur kurang dari 40 tahun (49 response). Strategi menuju puncak, sales vs technical (13 response) [...]
Januari 19, 2008 pukul 5:40 am
Setiap perusahaan ataupun bisnis, intinya bagaimana cara mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya, jadi posisi yang secara langsung dapat memberikan kontribusi seperti itulah yang akan cepat mendapatkan posisi puncak…not the analyst I think…
Mei 14, 2008 pukul 2:58 am
Strategi mencapai puncak :
Strategi 1. adalah berdoa
Strategi 2. berusaha mencari peluang dan potensi internal+external
Strategi 3. berpandangan terbuka
Strategi 4. berfikiran positif
Strategi 5. tawwakal
Juni 13, 2008 pukul 5:52 am
saya lagi blogwalking jadi singgah kesini,tukaran link ya………