Anjar Priandoyo

Misteri aplikasi kredit motor

dengan 24 komentar

Email dari seorang rekan yang sedang ‘berbahagia’

“…Jadi ceritanya sopir saya sangat ingin beli motor. Tapi karena income dia terbatas, pihak dealer usul agar aplikasi diajukan atas sama majikan supaya approval credit nya lebih mudah.

Tapi yg terjadi adalah, Credit Marketing Officer dari OTO Kredit Motor datang membawa segepok kertas2 BLANKO atau template. Kontrak yg belum diisi, formulir aplikasi yg setengah diisi, 4 lembar kwitansi kosong, serta surat Serah Terima Barang yg juga KOSONG. Tidak ada tulisan atau ketikan apapun. Apa yg mereka minta? Saya untuk menandatangani semua dokumen kosong ini, karena ini adalah “prosedur dari perusahaan”. Ini saya TOLAK.

Saya minta sang Credit Marketing Officer utk kembali lagi dgn dokumen yg lebih siap dan resmi. Tapi sang Credit Officer tidak pernah kembali lagi, dan ternyata aplikasi ditolak (menurut supir saya) dgn alasan bahwa prosedur mereka tidak saya penuhi.

Ini terjadi pertama kali 2 pekan yg lalu. Tadi malam seorang CMO lain dari OTO Kredit Motor datang, dan saya sangat terkejut dan lumayan marah karena dia melakukan hal yg sama. Semua dokumen blangko dia minta saya untuk tandatangan, dgn alasan yg sama “Prosedur dari perusahaan”.

Apakah memang seperti ini caranya? Supir saya sepertinya sudah ‘ngebet’ banget pingin punya motor dan dia ngga akan ragu untuk tandatangan dokumen2 tersebut. Mungkin hal yg sama juga dilakukan oleh ribuan orang di luar sana yg tidak mengerti basic legal procedures.

Ada info mungkin? Apa perusahaan lain melakukan hal yg sama? Saya curiga bahwa para CMO ini hanya malas untuk bolak balik mengurus dokumen2 ini…”

Auditor Thinks:
Seharusnya ga boleh, tapi namanya marketing dan namanya orang lagi butuh kan kasus ini bisa terjadi, ada saran?

Anjar Thinks:
Kalau mau beli motor murah dan aman:
1. Motor sitaannya FIF (Federal International Finance)
2.

Ditulis oleh priandoyo

Mei 11, 2007 pada 4:05 am

Ditulis dalam Others

24 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. kayaknya bosnya pemarah deh. gimana kalau yg melayani bicara si ibu dulu ? sambil marketingnya ngisi aplikasi sampai selesai ? ntar si boss tinggal teken ajah :D

    gara gara aplikasi kredit motor, istriku dapat fans baru .. wakakakakakak :D

    papabonbon

    Mei 11, 2007 pada 4:36 am

    • ya.memang seperti itu yang selama ini dikerjakan oleh setiap CMO.yanng jelas mungkin cmo yang datan ridak mampu menjelaskan alasanya pada bapak…

      bayu

      Juli 3, 2009 pada 6:04 am

  2. Kalau mau beli motor murah dan aman:
    1. Motor sitaannya FIF (Federal International Finance)

    Hahahaha :D
    Bisa saja Pak Pri ini.. tapi patut dicoba tuh..

    Arief Fajar Nursyamsu

    Mei 11, 2007 pada 6:03 am

  3. kamu lagi sial aja kali Njar.
    Aku dulu waktu kredit tidak disodori dokumen kosong tuh.
    Kalau iya, definitely aku nggak akan mau tanda tangan

    bank al

    Mei 11, 2007 pada 6:11 am

  4. si Boss ngga pemarah, tapi suka dibuat marah sama orang.. he he he…

    Masalahnya adalah CMO bilang bahwa dia tidak punya wewenang utk mengisi form2 dan kontrak di tempat. Dan dia juga tidak meminta si Boss utk datang ke kantor nya.

    Kontrak itu seharusnya diketik dan diisi dulu oleh pihak financing, dari sana baru dibawa ke Boss utk ditandatangani.

    Ini sudah lebih dari beli kucing dalam karung…

    Pengalaman yg lain bgmn?

    Yasha Chatab

    Mei 11, 2007 pada 6:36 am

  5. pengalaman pribadi sih, di form yg dibawa si analis kredit udah setengah terisi, sebagian lagi adalah data yg harus diisi sambil wawancara dgn calon nasabah.

    kalau harus kita yan ngisi sendiri sih, pasti males aja bawaannya, mana baru pulang dari kantor masih capek, dan abis ujan deres.

    untung marketingnya dan istri tahu sikon hahahaha :D

    papabonbon

    Mei 11, 2007 pada 6:40 am

  6. Ternyata kejadian lagi…

    Tukang kredit motor (kebagusan kalo pake istilah modern nya) dari perusahaan lain tadi datang.

    Dan kembali lagi, saya mendengar “kalo di leasing sudah biasa dgn kontrak yg kosong”.

    Saya usul “Bagaimana kalau semua kertas2 kosong itu saya tandatangani saat motor nya datang?”

    Tukang kredit “Kalo bapak tantang saya begitu, saya juga tantang bayar nya 7 juta sebagai DP”

    Loh? Koq malah gue dibilang menantang? Saat dia menggunakan kata ‘tantang’, I realized it was time for me to end the negotiation.

    Saya bisa mengerti perusahaan2 leasing tersebut memang selalu terjebak bad debt dari konsumen yg kabur dan ngemplang. Tapi itu bukan justifikasi bahwa mereka bisa membuat aturan dan safeguards yg menyalahi prosedur.

    Ada komentar dari perusahaan leasing mungkin?

    Yasha Chatab

    Mei 12, 2007 pada 6:32 am

  7. catat namanya, laporkan ke media massa :D

    papabonbon

    Mei 12, 2007 pada 6:49 am

  8. Pesanku cuma satu…..jangan pernah menandatangani blanko kosong. Baca dengan teliti, apa yang tertulis di kontrak sebelum tandatangan.

    edratna

    Mei 13, 2007 pada 3:48 am

  9. masa disuruh ambil ke FIF ? bekas2 dari situ onderdilnya udah dituker2 ama non ori. makanya harga lebih murah.

    lagian masa ambil honda ?

    menurutku honda di indo pake mesin emak2, harga juragan :D lihat revo sih.

    irwan

    Mei 13, 2007 pada 5:59 pm

  10. emang kaya gitu aplikasi di kerjain di rumah jadi di rumah konsumen cuman survey kelayakan konsumen ama tanda tangan kontark aja ,surveyan bukan cuman satu dalam satu hari bos banyak ……………cmo oto 2 bogor

    rahman

    Juli 5, 2007 pada 1:29 pm

  11. seharusnya seorang cmo tidak melakukan itu, saya seorang cmo Adira tidak akan melakukan itu.

    budi ardiansyah

    November 28, 2007 pada 8:40 am

  12. cmo harus hrus ngikutin yg diinginin knsumen,klw mau dilengkapi mungkin bisa seharian, biasane knsumen pd mles.apalgi baca akad prjajian.

    sufi

    Februari 25, 2008 pada 2:13 pm

  13. kalau mau gak ribet jgn kredit dong, kredit ya emang agak ibet dikit, tanda tangannya lebih2 dari lurah.. (hehe..maapin.rah)
    tapi yg duit cekak dpt motor kredit bangga banget kan, dah itu gak kebayar di kembaliin ke leasing dgn muka begonya trus tuh spart di oplos semua lagi…..(leasing gigit jempol deh)
    eh giliran yg bener2 mau kredit ampe lunas plus duitnya banyak kena imbasnya sih muka org bego tadi.. dah itu pake marah2 ke cmonya lagi…. (dia cuma org kecilan bos)
    gimana dong???????

    Samadhi

    Maret 7, 2008 pada 3:02 pm

  14. yah…. harusnya cmo bisa lebih bijak… biar bagaimanapun konsumen adalah raja… n harus ngikutin aturan yang berlaku… n untuk konsumen yang “jail” langsung aja di tindak tegas… ( duh dah kayak pejabat aja ya..) untuk itu diperlukan informasi yang akurat dari data konsumen agar tidak terjadi….. “salah paham”, tapi kita sbgai cmo memang harus sabar menghadapi berbagai macam orang.. oke bos !!!

    fajar

    Maret 30, 2008 pada 8:15 am

  15. Bagi sebagian orang yang belum mengenal/mengetahui prosedur kredit motor pasti bingung, bahkan mungkin timbul kecurigaan karena harus menanda tangani blanko/perjanjian/akad kredit kosong. Tapi sesungguhnya memang prosedur kredit motor seperti itu (semua leasing), kalau anda kurang percaya anda boleh telp./tanyakan ke salah satu leasing yang Anda tahu, atau tanyakan kepada rekan/reman Anda yang pernah mengajukan kredit motor. Prosedur kredit motor sangat berbeda dengan prosedur kredit mobil, pada kredit mobil anda akan menanda tangani blanko/perjanjian/akad kredit yang telah diisi.Tapi biasanya setelah dicetak Anda akan dikirimi copy kontrak(akad kredit) beserta pholis asuransi. Pada intinya si cmo/surfeyor hanya menjalankan tugas, mungkin hanya cara penyampaian yang kurang jelas kepada anda. Saya sendiri pernah bekerja di leasing sebagai cmo/surfeyor selama kurang lebih 3th. Sorry bukan untuk menggurui, hanya sharing tentang apa yang saya ketahui. thanks

    heri

    April 8, 2008 pada 4:05 am

  16. Satu lagi, dalam proses kredit, kalau ada pihak yang harus curiga/hati2 adalah pihak leasingnya. Karena mereka berani memberikan pinjaman kepada orang yang sama sekali tidak dikenal tanpa jaminan apapun. Anda bayangkan kalau ada orang yang tidak Anda kenal tiba2 neminjam uang sejumlah 5 juta lebih kepada Anda, apakah Anda akan kasih begitu saja tanpa ada jaminan apapun? Jadi seharusnya seorang konsumen yang ingin kredit motor harus tahu posisinya sebagai pihak yang akan pinjam uang kepada pihak leasing tanpa memberikan jaminan, berkas persyaratan hanya sebagai data , tapi berkas tersebut tidak ada yang dapat di jual (ktp,kk,rek.listrik,pbb,bukti penghasilan) semuanya tidak ada yang dapat dijadikan uang.

    heri

    April 8, 2008 pada 5:18 am

  17. Kalau saya sarankan,yang mau kredit motor lebih baik ke pembiayaan sepeda motor SYARIAH BPRS AlSalaam (021-94066766). Disamping tanpa sistem bunga, angsuranya juga lebih ringan-bisa dibandingin-, kalau mau dilunasi sebelum tempo selesai biasanya dapat potongan, besarnya tergantung tenornya. Dan yang lebih penting akadnya jelas.

    Gozali

    Mei 10, 2008 pada 10:34 am

  18. [...] apaboleh buat, saya nyerah deh !.  Saya tidak mau tanda tangan blanko kosong aplikasi kredit motor. Saya harus tahu persis bahwa barangnya saya terima. Baru saya mau tanda tangan.  Permintaan yang [...]

  19. penandatanganan dokumen itu sebenarnya selain untuk mempercepat proses kredit agar surveyor tidak datang 2 kali juga untuk mencegah jika konsumennya tidak jadi kredit. sehingga jika konsumen ga jadi pihak leasing punya hak untuk menuntut kredit itu.

    Gonjes

    Maret 15, 2009 pada 1:18 pm

  20. Kalo pengalaman dari saya so far so good..
    Saya sudah 2x kredit motor..
    yg pertama di honda NSS, prosedurnya saya telp mw kredit motor udh ada uang muka 2,5 (krn nelp hari minggu jd cuman di catet nama sm no telp), hari senin di telp oleh pihak NSS, di tanya mw motor apa? uang muka brp? angsuran brp? warna apa? saya kerja dmn? gaji saya brp? no telp kntr saya? 2 hari kemudian motor datang gak pake di survey loh, jd di survey skalian motor datang, dan saat saya tanda tangan, di kertas sudah ada tulisan nama saya, nomer kontrak, asuransi, dsb.
    kasih uang muka, motor di turunin dari pick up, beres deh.

    yang kedua di OTO, nah kalo di sini saya justru di bikinin oleh si salesnya, saya cukup siapin syarat2 kaya fc ktp, kk, slip gaji, dsb. stelah diketik sm dia, baru di tanda tangan.

    kalo kwitansi kosong, itu emg prosedur utk nanti kalo seandainya motor kita hilang, proses utk kepolisian dealer yg urus, krn udh ada tanda tangan kita, jd gak perlu repot bolak balik ke dealer, mgkn gt kale…

    sekian

    Kupret

    April 21, 2009 pada 10:00 am

  21. Sebenarnya prosedur kredit motor gmn sih, saya sudah disurvey seminggu lebih dan udah bayar uang muka kok belum dikirim-kirim motornya juga. kenapa kok lambat ya

    Anto

    Oktober 17, 2009 pada 6:50 am

  22. wadoodoooh kyak a byak ksamaan diantara para kreditur(orng yang mo kredit)sory ya kita jg mngalami sperti anda alami ya nasib ya nasib,,,ya nasib orng kcil

    MUHSON

    Oktober 19, 2009 pada 2:25 am

  23. saya juga ngalami di Adira, nyodorin kwitansi kosong, terpaksa ditandatangan karena kebelet pengen punya motor

    rafli

    Februari 8, 2011 pada 12:46 pm


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 359 pengikut lainnya.