Punya duit 1 M tapi ga punya network?
Mei 14, 2007 — priandoyo“…Menarik tulisan blognya. mau tanya-tanya nih. saya umur 40, sekarang lagi coba pengin usaha sendiri, tapi nggak tahu mau ngapain. mungkin Anjar ada ide? modal yang ada kira-kira 500 juta sampai 1M lah, jangan banyak-banyak dulu.
Background geology, jadi mustinya bisa bikin perusahaan konsultan perminyakan. tapi sudah lima tahun kerja di luar indonesia, jadi network di indonesia agak kurang bagus.
Sekarang sih kerja sebagai managing consultant untuk perusahaan minyak nasional di Afrika dengan kontrak setahun dengan gaji USD1000/hari. tapi kalau karier rasanya sudah mentok, nggak bisa kemana-mana lagi. jadi solusinya usaha sendiri itu…”
Jono, via email
Komentar
Mungkin ini penyakit engineers indonesia, yang hobi melanglang dunia sampai akhirnya kangen pulang kampung dengan satu alasan: “Hujan batu dinegeri sendiri lebih baik daripada hujan emas dinegeri orang”. Rate boleh $1000/days tapi bisa jadi rasanya sambel terasi pasuruan jauh lebih enak dari pada 5 stars hotel high end facility diluaran sana.
Ada yang bisa komentar? saran saya pribadi:
1. Jangan buru-buru, orang Indonesia itu ‘jahat-jahat’ dan ‘opportunis sejati’, kalau denger ada yang punya 1M pasti HP kita berdering-dering setiap jamnya. All business is possible disini, jadi saran pertama hati-hati. Saran auditor untuk punya ‘professional skeptism’ dan konservatif harus diutamakan.
Banyak cerita soalnya, Engineers yang notabene terlalu teknis, berbeda pola pikirnya dengan kebanyakan bisnisman di Indonesia.
2. Pastikan sudah ada alokasinya, Saya percaya mas Jono pastinya sudah menghitung bahwa 1M murni untuk berbisnis, jadi seharusnya sudah ada keranjang yang dipisahkan untuk investasi, reksadana, saham dkk. Kalau begitu, lets play! ada saran?
3. Perlukah network? tergantung mau main dimana? kalau di corporate level seperti membuka konsultan, atau jasa training untuk korporate mungkin perlu network yang kuat. Tapi kalau main di consumer level seperti Alfamart (250 juta franchise) atau buka Primagama, CarCling atau franchise lainnya sepertinya network tidak terlalu dominan.
Ada saran? sementara sampai disini dulu ya mas Jono, kita lihat perkembangannya, Sebelumnya terimakasih untuk emailnya. beberapa saya coba sharing japri.













Mei 14, 2007 pukul 2:32 am
Hmm gimana kl Mas Jono memposisikan diri sebagai investor saja. Mas Jono misalnya bisa memecah duit 1 M itu menjadi pecahan 25 juta dan menawarkan kredit mikro ke orang2 yang butuh modal.
Untuk membatasi ruang lingkup, bisa saja Mas Jono memfokuskan pada satu bidang usaha, misalnya handcraft, IT, atau pengolahan sampah, atau energi swadaya , dll.
Itu opini saya, dasarnya adalah saya ingin berbuat sosial, empower orang lain, dan meminimalisasi resiko :D
`orangyggakebayangduit1M
Mei 14, 2007 pukul 2:42 am
Anjar…apa perusahaanmu ga rugi to…begitu masuk kantor langsung ada tulisan baru?…..ckckck….walaupun seneng juga bacanya.
Sebetulnya memang kalau mau mulai usaha, dilihat dulu kompetensi kita apa…kalau oil & gas…berusahalah di bidang itu, sebagai suppliernya atau konsultan atau apa…jadi sesuai dengan kompetensi dan hobby.
Temenku, awalnya hanya karena bosen jalan2 ke luar negeri bersama nyonya2 PTP (dia dulu karyawati terus ikut pensiun dini). Saat orang lain belanja, dia ngobrol sama manajer toko, tentang perekonomian di KL, barang apa yang disenangi orang Malaysia. Pulang ke Indo, kepikiran terus…akhirnya dia buka usaha, di bidang garmen, yang di ekspor ke malaysia…sekarang omzetnya milyard…dan bisa membiayai anaknya kuliah S1-S2 di Amrik. Kalau tetap di perusahaan yang lama, ga mungkin kuat kirim anak ke Amrik.
Mei 14, 2007 pukul 2:43 am
Nambahin artikel ini: http://www.wired.com/techbiz/startups/news/2007/05/microlenders
dan ini:
http://www.msnbc.msn.com/id/18628572/site/newsweek/
bisa jadi bahan pertimbangan
Mei 14, 2007 pukul 2:46 am
Tahu nggak….modal dia berapa? Hanya Rp. 9 juta…uang dari Jamsostek….kalau pensiun kan dapat uang dari Jamsostek, yang selama ini tiap bulan gaji kita udah dipotong untuk Jamsostek. Jadi sebetulnya kita bisa kalau mau (kayak tulisan kang Kombor di blognya)
Mei 14, 2007 pukul 7:46 am
Jadi Njar, kita mo bisnis apa niy? :D :D
Mei 14, 2007 pukul 7:54 am
Quoted:
Wah wah, padahal kita pikir dengan US$1000/days sudah dijamin super bahagia yah, ternyata belum sreg juga! :D
Mei 14, 2007 pukul 11:18 am
emang uang bukanlah segalanya……..
Mei 14, 2007 pukul 2:30 pm
tiap orang ada rejekinya di bidang tertentu yg spesifik. saran saya, si bos jono harus memikir ulang dan mencoba, di bidang mana rejekinya tersedia dan bagaimana yg akan dia lakukan untuk mengubah investasi jadi mesin uang beneran.
Mei 15, 2007 pukul 2:18 am
duitnya banyak gitu euy..
Mei 15, 2007 pukul 2:35 am
wah ikut nimbrong nich ….
saya pernah ikut seminarnya pak TUNG DESEM WARINGIN… ternyata yang dikanyakanya benar “banyak orang yang punya uang tapi.. gak taumau dipakan ya…?”
saat itu dia bilang kesaya…
ada 4 tahapan yang harus kita lalui dalam hdup ini :
1. Menjadi seorang Pekerja
2. memiliki Bisnis
3. Main di Properti
4. Bermain dengan saham (investor)
monggo pak yang 1 M di alokasikan kemana…, atau mungkin ada solusi buat yayasan biar tambah amal buat anak bangsa yang butuh pendidikan…
nuwon….
Mei 15, 2007 pukul 2:59 am
menurut saya, lebih baik uangnya investasikan saja. Tetapi karena anda tidak tahu akan diinvestasikan kemana, maka saya sarankan untuk diinvestasikan di edukasi yg berkaitan investasi.
Mei 15, 2007 pukul 4:40 am
Ikutan acchhh…
Buat Bos Jono saya ada penawaran nih saya remaja yang bekerja di salahsatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang Electrical switchboard manufacturer, saya dan kawan-kawan sedang merintis usaha koperasi karyawan simpan pinjam, untuk saat skrng kendala yang kami hadapi yaitu tidak adanya investor (modal yang kurang) karena modal yang kami dpt adalah dari kami (karyawan), untuk kami, dan oleh kami. Sehingga saya khawatir pengurus yang selama ini punya semangat dan tanggung jawab yang tinggi jadi lesu dan tak bersemangat lagi (maklum wong ndeso hehe..).
Kami benar benar berharap agar Bpk. Jono sedikit memberi perhatian kepada kami yang mencoba sedikit merubah jalan hidup ini.
Salam kenal,
Zaenal Arifin
PT. Uni Makmur Elektrika
Telp : (021) 875-2191
Fax : (021) 875-2689
HP. : 0813 8595 6913
Mei 15, 2007 pukul 5:06 pm
memang bener bgt tuh..
kebahagian nggak bs diukur dgn gaji kita…
saya sendiri pernah mengalaminya…
life @5 star hotel di laut mediterania,salary ribuan U$,terbang di upper deck boeing (first/bisnis class)…but believe me… I was not so happy at that time…
syukurilah kebahagian,seandainya kebahagiaan itu dianugerahkan oleh Allah SWT…uang bkn segalanya…
Mei 15, 2007 pukul 8:32 pm
pak jono, no hape bapak berapa? :D
Mei 16, 2007 pukul 3:48 am
Buat Bos Jono .. Saya .. ada beberapa relasi orang geophysics .. n beberapa geology .. kebanyakan di G&G oil company .. kalo bapak mau kita bisa bikin .. consultant geosience … bpk modalnya .. saya cari orngnya … tempat … vendor software … etc ..
Rori … Earth Scientist …
Mei 16, 2007 pukul 4:49 am
saran saya,sisihkan dulu 10% dari harta anda untuk orang yang membutuhkan,karena anda di beri rezeki oleh Tuhan,dan 10% dari keseluruhan harta anda adalah milik orang yang miskin,yatim dan benar2 membutuhkan,jika anda menyisihkan sebagian dari harta anda PASTI harta anda akan semakin ditambah oleh Tuhan
kalau sudah menyisihkan harta anda coba analisis bisnis yang anda sukai ,karena jika anda berinvestasi dibidang yang anda tidak sukai biasanya akan kurang berjalan baik
salam
ngayogyakarta@plasa.com
Mei 16, 2007 pukul 7:24 am
kasihkan ke saya saja mas… lumayan buat ongkos nyewa penembak bayaran biar koruptor indonesia gak perlu masuk pendjara, tapi langsung tembak!! stuju?
Mei 16, 2007 pukul 4:58 pm
Yang jelas jangan sampai menginvestasikan uang 1 M hanya membuat tambahan beban pikiran n bikin sakit jantung darting etc :p
Mungkin di sisi lain 1 M itu, harus ada cadangan yang dimaenkan di investasi real estate atau investasi mapan lain
Jadi saat kita maen bisnis, jika terjadi hal2 yang di luar rencana maka kira masih akan memiliki cadangan dan kita masih bisa menenangkan diri :D
Salam,
Mei 26, 2007 pukul 3:50 am
Banyak orang jungkir balik cari duit untuk bertahan hidup, kalo uang dah ditangan tinggal cari bagai mana uang bisa jadi uang. yang penting jangan lupa sama yang “kasih Rizki” nikmati hidup dan tanggungjawab sama hidup. Oceh…..
Juni 5, 2007 pukul 9:02 am
saya seorang karyawan BUMN, dengan pddkn terakhir adalah S2 marketing (MM). saat ini psosisi saya sudah 7 tahun tdk naik pangkat dengan alasan yang tdk diketahui.
perlu diketahui untuk pendidikan S1 dan S2 saya dengan biaya sendiri, umur saya sekarang 44 thn. apakah saya harus ikut program pensiun dini yang ditawarkan perusahaan, mengingat posisi saat ini adalah level 2 dari yang paling bawah, mohon saran
Juli 14, 2007 pukul 4:08 pm
I have visited your site 364-times
Juli 14, 2007 pukul 4:09 pm
Your site found in Google: http://google.com/search?q=stg
Juli 14, 2007 pukul 4:09 pm
I could not find this site in the Search Engines index
Agustus 2, 2007 pukul 9:58 am
sambel terasi pasuruan? bukannya lebih sedap terasi sidoarjo tah? ayam/tempe penyet warung makan di sembung, jombang itu memang suedep terasine ….
Agustus 10, 2007 pukul 3:53 pm
Saya belum mendapatkan kerja
siapa yang bisa mencari kerja buat saya
soalnya saya lagi banyak masalah dalam hal financial
saya ingin kerja yg gajinya 10-15Jt
terima kasih semua dan juga tuhan
Desember 5, 2007 pukul 9:38 am
Iya Mas anjar, bukanya trasi yang terkenal di jombang plus rujak petisnya…
Kalo saya kangen kampung saya suruh pembantu buat sambel trasi (merek abc yang kecil kecil)…. makan sama tempe goreng sedep banget….
Desember 14, 2007 pukul 9:35 am
sekarang ini kayaknya dengan uang yang besarnya segitu,mungkin saran yang paling baik ya bisa jadi investor dulu. Soalnya kan kalau mau buka usaha ya riskan juga, habisnya nggak tau sikon n lingkungan di sini. Kayaknya saya bisa kasih saran deh. Tapi sorry gak bisa dipublikasikan dengan situs yang kayak gini, maklum ini sedikit resmi dan regulasinya udah kayak gitu. Tapi, kalo pengen tau sekedar informasi bisa kok kirim email.Tenkyu.
Februari 6, 2008 pukul 4:54 am
kalau mas mau coba,yang tinggal diem aja ga usah banyak kerja adalah mencoba bisnis di pasar jasa keuangan non perbankan.dengan resiko yang bisa di batasi,,,untuk informasi lebih jelas mas boleh coba hubungi saya ke send2_dion@yahoo.com, ntar saya coba kasih penjelasan seperti apa bisnis ini apa keuntungan dan kerugian dari bisnis ini..
Mei 6, 2008 pukul 12:51 am
Ya, Bagi orang yang belum pernah punya uang 1M truz punya uang 1 M, kemungkinan bingung, pastilah. Buat apa gitulo…Ups. menurutqu, uang sebesar itu mending diputar aja utk bisnis dan kegiatan sosial. Nah, klau dipikir2 bisnis apa ya ? Klau bisnis sesuaikan aja dengan kemampuan atau pilih bisnis waralaba aja yang sistemnya uda ada, jd tinggal memonitor aja dan tidak perlu report mikirin ini, itu. Truz yang sosial, sesuaikan aja dengan bisnis yg dijalankan sehingga ada imbal baliknya, misalnya comunity development, dll. :)