Kalau kantor bukan tempat terbaikmu


“Dulu, dikantor pernah ada seorang konsultan yang hebat, dia salah satu lulusan terbaik di Australia. Dulu dia kerja bareng saya, pinter banget” Bosku mengawali pembicaraan.
“Sebenarnya waktu dia lulus kuliah, ada stasiun TV yang menawari dia jadi program manager, tapi karena dia lihat nama besar kantor ini akhirnya dia pilih gabung kita”
“Orangnya luar biasa creative, dia bisa bantu saya bikin presentasi yang bagus, bikin karikatur kalau saya sedang presentasi”
Si bos bercerita sambil terkekeh mengenang dia.
“Kerjaannya memang bagus, tapi saya sadar bahwa kantor ini bukanlah tempat terbaiknya”
Si bos, kantor konsultan keuangan terbesar di Jakarta

Ditulis dalam Dunia Kerja, Experienced.

13 Tanggapan ke “Kalau kantor bukan tempat terbaikmu”

  1. Jaka Setiono Berkata:

    Asli gak mudeng, maksude apa nih?
    Apa masalah gaji?

  2. riyantoro Berkata:

    mungkin si Boss merasa kalau potensi diri bawahannya itu bisa lebih berkembang kalo kerja di tempat lain?
    Beliau merasa sayang kalau kemampuan dan potensi diri bawahannya mentok dan tidak berkembang di perusahaannya.

    :D

    Gitu Mas Anjar?

    Salam,

  3. nugroho Berkata:

    Bos itu merasa klo talent bawahannya itu lebih cocok d bdg arts&creative. org itu akan menyia-nyiakan talent nya dgn brgabung di konsultan keuangan.

    salam kenal, mas.

  4. Desi Irma Mardiani Berkata:

    Beruntunglah yang memiliki Boss seperti ini, berarti dia tidak mengkerdilkan bawahannya dan dia sangat concern thd bawahan.yang berarti dia bakalan mau jadi referensi kalau satu saat nanti si Bawahan nya membutuhkan - enak yaaa..
    sayangnya sampai saat ini aku belum menemukan spesies atasan seperti ini..

  5. Amir Berkata:

    Atasan yang menjadi coach dan bidang kerja yang sesuai. Itu yang men-drive karirmu Nak :D

  6. kunderemp an-narkaulipsiy Berkata:

    Bos teladan…

  7. ABe Berkata:

    Bosku???

  8. Arjuna Pemalu Berkata:

    katanya orang bijak dunia ini gak selebar daun kelor… so kalo memang bukan disitu tempatnya mungkin saatnya untuk berpetualang….

  9. indahwidi Berkata:

    Maksunya apa nich??????? ga paham dech kayaknya

  10. Pendekar Berkata:

    gue banget deh …

  11. Cely Berkata:

    pas banget, tulisan yg bagus!
    (nah, pas nemu yg bagus, knapa banyak yg bingung n ga ngerti baca artikel ini?)

    harusnya org memang memilih sesuai minatnya, walaupun kadang tantangannya ya itu, kali2 dapet t4 kerja yg companynya ga gede (ngambil contoh cerita Mas di atas)

    apapun namanya/ bentuknya, nama gede company kek, gaji kek, jabatan kek, pokoknya kadang org tuh lbh memilih hal2 ini n membenarkan pilihannya, ketimbang bener2 mendengarkan hatinya.., akhirnya alesan lain2 bener2 keliatan bener, karena apa pilihan hatinya sudah lama dilupakan dan gak didengar..

    ada cerita2 lain yg sejenis kayak di atas gak Mas? bagus tuh buat jd inspirasi >.<

  12. bocahgals Berkata:

    gw blm nemu tuh bos kaya gitu……….
    makanya gw ga berkembang kali ya…….( piss )

    tanya kenapa ???!!

  13. hardcore_indeed Berkata:

    Saya pernah ngerasain hal yg sama..

    Dulu saya kerja di dunia perbankan sebagai EDP merangkap Accounting disebuah bank swasta, salary lumayan, suasana kerja enak, rekan kerja asyik, Bos ga terlalu banyak menuntut dsb2…

    Setelah kerja disana 1,5 tahun lebih saya merasa ada yang hilang, yaitu saya lebih suka untuk menjadi seorang programmer dikarenakan cita2 dari kecil..akhirnya saya mengundurkan diri untuk pindah ke sebuah perusahaan IT sebagai seorang Application Specialist.

    Saat mengundurkan diri Boss sampe shock dan meminta saya mempertimbangkan ulang serta bertanya apa yang kurang berkenan sehingga saya mengundurkan diri. Dulu saya bilang ingin mencoba tantangan baru dan memenuhi panggilan jiwa he…

    Sampai saat terakhir disana Boss masih menawarkan untuk menaikan salary 3x lipat dari yang sekarang plus fasilitas mobil tapi saya tetep tolak secara halus..

    Saya sendiri juga bingung waktu itu apa yang membuat saya tertarik sih buat pindah kerja pedahal kerjaan yang baru ini menawarkan salary yg lebih rendah (hanya 80% dari gaji tpt lama), tempat kerja jauh (ditempatkan diluar kota) dan pressure kerjaan yang sangat tinggi sekali..

    Tapi yah itu seperti cerita diatas kepuasan kerja sebagai application specialist dibandingkan dengan menjadi EDP itu priceless !!!

    Kepuasan itu tercermin dari berat badan saya, dulu walau sering makan enak2 berat saya stabil kurang lebih 60kg setelah pindah ke kantor baru malah dalam 2thn ini naik hingga 20kg luar biasa !! pedahal saya orang yang susah untuk gemuk lho.. ^_^

Tinggalkan Balasan