Siapa bilang jadi direktur enak

Katanya, setelah ada reorganisasi ada beberapa direksi yang harus turun jabatan. Nah Pak Jono itu direksi yang paling ‘kasihan’ mau diturunin jadi kepala divisi ga bisa, dia ga paham betul operasional di perusahaan ini. Mau dibikin direksi di anak perusahaan ga ada. Coba mau gimana lagi, emang ada ya lowongan untuk direksi. Susah kan.

Tau kan tunjangan direksi untuk rumah, untuk kendaraan, untuk HP itu berapa. Nah semua itu bakal di cabut kalau Pak Jono ga jadi direksi lagi.
Obrolan mbak-mbak di sebuah lorong kantor

Sudah tahu juga kan, kalau direksi pegawai kontrak yang bisa dipecat kapan aja kalau kinerja perusahaan ga bagus. Ah kadang kita bisa belajar melihat sesuatu dari luar saja.

Ditulis dalam Dunia Kerja, Experienced.

13 Tanggapan ke “Siapa bilang jadi direktur enak”

  1. papabonbon Berkata:

    mau tahu fasilitas buat direksi ?

    Car ownership Program : 70 % from the company, 30 % from the employee. BOD: maximum budget is Rp. 490 Million
    dan ini direfresh tiap 4 tahun sekali, bisa ambil mobil baru. dan budgetnya bisa The actual purchase price may exceed 20% however the difference over the maximum fully on the employee’s own account. Gimana enak ndak ? repair dan bensin diganti full.

    jatah kamar dan kompensasi jika sakit tidak terbatas. termasuk untuk keluarga.

  2. fau Berkata:

    kalo di kantor saya, setelah menjabat direktur biasanya ada 2 jalur: jadi staf lagi (plus jabatan fungsional di “cabang lain”) atau jadi dirjen/menteri/komisaris/staf khusus kantor pres/menteri
    kantor yang aneh… :D

  3. aureko Berkata:

    Kalau menurut aku enak aja

    jangan ditakuti, karena rasa takut itu selalu menyelimuti jalan kegagalan.

    intinya selagi masih ada waktu, jaga kesehatan konsentrasi kerja dan jangan lupa sisihkan waktu untuk refreshing.

    mau jabatan di refresh tiap 4 bulan bahkan 2 bulan sekalipun kalau memang kualitas kita bagus ngapain harus ditakutin dan ngapain dibuat susah hingga sampai dirasa nggak enak.

    buat temen2 yang dah jadi direktur atau calon direktur, janganlah pikirkan hal hal yang tidak perlu di pikirkan…

    sekali lagi menurut saya jadi direktur itu enak, apalagi saya dah mengalami dari nol dan lebih dalam lagi disemua posisi itu enak, hanya orang yang g bisa menikmati pekerjaan saja yang ngerasa kerja itu g enak.

    jangan 2 kerja kita di tempat kantor sekarang itu bukan dari hasil keringat kita, kalau itu lain lagi ceritanya

  4. t4lruum Berkata:

    Jadi apapun ada + dan - nya. Semakin tinggi penghasilan dan fasilitas, maka semakin tinggi tanggung jawab :) Tinggal pilih, menjadi orang yang menerima tanggung jawab itu atau tidak…

  5. Amir Karimuddin Berkata:

    Daripada jadi pegawai kontrak, mending jadi direktur kontrak. Kalo diberhentikan, ga bakal sulit deh cari karir baru.
    For example, Arwin Rasyid setelah tidak lagi jadi CEO Telkom [dan tidak jadi CEO Indosat] ngapain? Well, at least pasti ada yang mo mempekerjakan beliau sebagai konsultan dengan rate dollar per jam :D

  6. regsa Berkata:

    lebih enak jadi anaknya direktur mas

  7. dahsyat Berkata:

    … disini lagi rame di protes oleh para CEO krn mulai 31 Dec tahun ini, akan mulai peraturan baru bahwa di setiap Audit report harus memasukan disclosure mgnai “details and responsibilityof directors” agar lebih transparan buat shareholders-nya.

    Wah, ternyata yg diatas bisa menggerutu juga yah krn diaudit hehehe

  8. sacredavalon Berkata:

    Siapa bilang jadi direktur enak? ya enak buanget lah mas. Emang jadi anak buah lebih enak? hehehe. Bener sih sesuatu ada plus minus nya, masak maunya plusnya aja, enak bener, cuma kalo direktur plus lebih banyak kayaknya, hehe

  9. nungqee24 Berkata:

    fasilitas kan setara dengan tanggung jawabnya, direktur dikasih fasilitas bejibun karna emang tanggung jawabnya paling gede, kalo ada kesalahan dengan perusahaan dan harus berurusan dengan pihak berwajib biasanya yang dipanggil duluan juga top levelnya… … jadi aku pikir semua ada bagiannya sendiri2, nggak perlu ngiri.
    Nature nya manusia emang suka ‘ngences’ kalo liat orang lain hidup bergelimang harta…

  10. chandil Berkata:

    Namanya juga kerja ada enak dan ada tidak enaknya, jadi direktur emang enak ? ada pertanyaan juga emang jadi manajer enak ? jadi direktur enak karena gajinya gede, bener gajinya gede, tapi tanggung jawabnya juga gede, kalo kenapa-kenapa sama perusahaan yang dipimpin yang pertama kali kena semprot sama shareholders yah direktur. Kalo perusahaan rugi yang pertama kali nggak digaji yah direktur, kalo perusahaan untung yang pertama kali mendapatkan keuntungan yah direktur. So ada enak dan ada tidak enaknya, sesuai dengan beban dan tanggung jawab yang dipikul.

    cheers,
    chandil.wordpress.com

  11. budi setiawan Berkata:

    kebetulan saya sedang jadi direktur sebuah sarana pelayanan kesehatan, menurut saya semuanya enak saja asal niatnya untuk ibadah, jadi kalau mendadak di phk ya tidak sedih karena bisa beribadah sebagai apapun…dan yang penting tidak diphk karena korupsi dan kinerjanya dinilai buruk tapi karena kepentingan pemilik belaka, sehingga kita bisa tetap mengangkat kepala mencari peluang baru

  12. Pendekar Berkata:

    jadi direktur impian saya…

  13. hardcore_indeed Berkata:

    Mengutip kata bijak yg diucapkan sm Ben Parker, Pamannnya Peter Parker alias Spiderman ;

    “Greater Power Needs Greater Responsible”

    Ditranslate menurut kamus saya ;

    “Semakin Tinggi Pohon semakin kencang angin yang berhembus(dan semakin banyak buah yang matang)”

Tinggalkan Balasan