Akhirnya Bahar membahas transaksi derivatif Indosat juga
“Akhirnya Bahar membahas mengenai transaksi derivatif Indosat yang menghebohkan itu juga Jar” Aresto menyampaikan komentarnya pagi ini. Sebenarnya topik transaksi derivatif Indosat ini, sudah seminggu yang lalu jadi pembicaraan dikantor. Selain Indosat sudah tiga tahun berturut-turut ini menjadi client kantor -sehingga agak tabu untuk mendiskusikannya-. Topik sensitif ‘bernuansa politis’seperti ini ada baiknya kita pahami bersama.
Diskusi seminggu yang lalu:
A: Emang Dradjad Wibowo itu siapa to?
B: Dia itu Ekonom PAN, ngerti lah dia soalan ekonomi seperti ini. Tapi gw yakin, sasaran tembak si Dradjad ini bukan masalah kerugian negaranya yang sekian ratus M itu
A: Lha terus apa?
B: Ngangkat issue bahwa meski dah dioperasikan sama asing (Temasek), tuh Indosat tetep ga beres juga. Mending di kerjain sama orang kita sendiri kan
A: Ngg, tapi kira-kira beliau sekedar menduga, punya bocoran info atau apa?
B: Nah ini gw ga ngerti, pastinya dah ada dukungan juga. Tau sendiri kan Serikat Pekerjanya Indosat kayak apa.
A: Berarti politik tuh sangat dekat dengan ekonomi ya?
B: Lah iya lah, gimana to.
Diskusi hari ini:
A: Sebenarnya kalau orang yang benar ditempatkan pada tempat yang benar, negara ini tidak akan salah kelola ya.
B: Oh ya?
- Temuan transaksi Indosat diduga potensial rugikan negara disampaikan anggota Komisi XI DPR yang juga Wakil Ketua Fraksi PAN Dradjad H Wibowo dalam rapat kerja Komisi XI dengan Men. Keuangan Sri Mulyani, Deputi Senior BI Miranda Goeltom, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Paskah Suzetta, dan Bapepam-LK Fuad Rahmany Senin (4/6) di Jakarta.
- Bisnis Indonesia: Potensi kerugian negara capai Rp350 miliar: Indosat rugi transaksi derivatif
- Kompas: Transaksi Indosat diduga potensial rugikan negara
*) Terus berjuang Har


Terus-terang, aku akan sangat senang kalau ada yang bisa menyatakan bahwa transaksi penjualan Indosat adalah sebuah tindakan kriminal. Atau, paling tidak menyatakan bahwa kebijakan penjualan Indosat itu inkonstitusional (dasar hukum dibikinin saja).
Menteri yang dulu menjual Indosat itu berasal dari sebuah partai nasional tetapi tidak memiliki nasionalisme sama sekali. Mudah-mudahan temuan mengenai potensi kerugian negara akibat transaksi derivatif Indosat itu bisa ditindaklanjuti. Memang benar setelah dikuasai Temasek, Indosat tidak lebih maju. Di manapun Temasek itu hanya berani investasi portfolio. Coba suruh mereka investasi untuk bikin pabrik, pasti nggak akan mau. Maunya beli saham perusahaan yang sudah jalan dan perusahaan itu sehat. Kita nggak butuh invstor model begitu deh. Dulu waktu Temasek belum menguasai Indosat, perusahaan itu juga jalan sehat-sehat saja kok. Yang jual saja yang oon.
Kang Kombor
Juni 14, 2007 at 5:25 am
harus lihat layer layer investasi oom.
- mulai dari saham [kan sekalian jadi owner juga sekaligus meminimalisasi resiko]
- beli obligasi [kasih utangan buat investasi barang modal atau modal kerja peruahaan] atau sekalian bikin holding buat utangan infrastruktur, lanjutnya
- bikin perusahaan yg bergerak di sektor riel di tempat tsb
- tapi khawatir juga kan, nanti kena isu sara, dianggap perusahaan penjajah, lagian takut juga kalau kalau nanti dinasionalisasi ama kang kombor :)
papabonbon
Juni 14, 2007 at 5:49 am