Anjar Priandoyo

Taksi tarif lama terbaik!

with 16 comments

Arif, teman baik saya -juga seorang auditor- membantu saya merating taksi tarif lama yang terbaik, dan urutannya adalah sebagai berikut:

1. Taksi Putra
Pilihan taksi terbaik versi Arif adalah Taxi Putra, menurutnya rata-rata usia supirnya tergolong tua (matang) dan paham detail Jakarta dengan baik, pengalaman yang ditemui Arif dilapangan supir Putra termasuk supir yang sabar dan terampil. Arif sangat mengandalkan Putra saat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain on time.

2. Taxi Express
Pilihan kedua justru jatuh ketangan Express. Taksi yang bergabung dalam group Rajawali (Peter Sondakh, Sheraton, Excelcom, Bentoel) acapkali dianggap memimpin sebagai taksi tarif lama terbaik. Dengan jumlah armada 3000 unit, kedua terbesar setelah Bluebird, taksi ini menjadi pilihan banyak orang untuk perjalanan jarak jauh. Besarnya jumlah armada ini membuat Express juga diandalkan untuk mission critical seperti ke rumah sakit dan bandara -paling tidak terbaik di kelas tarif lama

Tapi, seiring nama besar taksi ini, muncul juga sentimen negatif seperti banyaknya supir tembak, atau argometer yang tidak konsisten. Sama seperti Putra, Express juga menggunakan sistem komisi dimana setelah 5 tahun -atau tergantung kesepakatan- supir dapat memiliki taksi tersebut -berbeda dibanding sistem karyawan bluebird.

3. Taksi Koperasi Taksi
Sebenarnya bukan pilihan Arif, tapi taksi yang berwarna Hijau Oranye, ini juga direkomendasikan oleh banyak orang sebagai kandidat tarif lama terbaik. Supir yang konon didominasi orang jawa ini terkenal ramah dan jujur. Walau demikian, jumlah armada taksi ini tidak sebanyak taksi-taksi yang lain.

Ada yang punya pendapat lain mana taksi tarif lama terbaik untuk anda? sekedar ilustrasi
Tarif Lama: Buka pintu Rp 4000, per Km 1800
Tarif Baru: Buka pintu Rp 5000, per Km 2500
Jumlah taksi (Des 2006), total 38.000 (Izin DKI 23.000, Banten 15.000) Bluebird 6000? Express 3000?

Taxi Bluebird vs Taxi Express

Ada yang punya gosip seputar taksi?
Gamya itu pecahan Bluebird, Taksi Sepakat sangat tidak direkomendasikan?

Ada yang punya tips dengan taksi?
Pastikan punya nomor pool taksi terdekat?

About these ads

Written by priandoyo

Juni 15, 2007 at 10:34 am

Ditulis dalam uncategorized

16 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Taksi Putra harus membayar kita untuk posting ini Njar :D btw ada gosip kalau Taksi Putra itu milik Anggota (mantan?) DPR.
    Satu yang menurut saya minus di Taksi Putra adalah mereka pake Proton Wira untuk armada barunya. Mobil yang terasa tipis, kuno dan murahan….

    arip

    Juni 15, 2007 at 10:57 am

  2. Perna ngobrol ama sopirnya, Proton Wira itu based on Mitsubishi Lancer lho :D
    Btw, soal rating ini.. can’t agree more. Putra, Express, Kosti [gue prefer Kosti baru berwarna ijo oranye, instead of armada lama berwarna biru] appropriately in order as the reason above.

    Amir Karimuddin

    Juni 16, 2007 at 3:30 pm

  3. Saya pilih grup Blue Bird (bukan karena di bayar, atau tetangga isterinya Dir Keuangan BB), tapi ini emang yang paling aman dan nyaman, walau juga paling mahal. Dan udah langganan sejak tahun 1980…udah 27 tahun.

    Pernah pake Express, udah lumayan sering, pas dari bandara, ditengah jalan minta tambah uang…habis itu…ga usah ya….kapok, mendingan BB walau bayar Rp.150 ribu dari bandara ke rumah.

    Kalau lagi ga punya uang? Naik Busway, naik bis, naik bajay…lumayan juga kok. Tapi kalau ada temennya, apalagi ada cowoknya, boleh aja pake taksi selain BB. Tapi kalau siang dan ada 2 temen cewek berani juga selain BB, tapi siapkan payung…kalau sopirnya ada gerakan agak aneh, siap pukul kepalanya pake payung. Dan sebelumnya pintu udah dicoba dulu, bisa dibuka nggak dari dalam…hehehe..udah trauma nih dengan pertaksian.

    edratna

    Juni 17, 2007 at 7:08 am

  4. kosti jaya yang mobil baru (lambangnya kartun Pak Kumis) lumayan enak… tapi kayaknya masih sedikit dan terakhir dpt, blm dipasang radio, jadi ga bisa pesen lewat tlp.

    tapi kalo service, untuk tarif lama, Putra emang top sih ^^;

    ndin

    Juni 18, 2007 at 5:41 am

  5. Sepakat dan Setuju!
    Urutannya cocok dengan punya saya.
    Tak ada gading yang tak retak. Pasti ada pengalaman yang tidak enak yang pernah saya alami dengan sopor taksi, meski dengan Blue Bird skalipun.

    Ada pengalaman “aneh”.
    Beberapa bulan lalu.
    Senin mau ke Surabaya, pagi jam 6, naik taksi Express dari Karet ke Bandara. Sebelum turun, minta tanda tangan untuk form penggunaan taksi (biar diganti kantor).
    Pulang hari Minggu kemudian, sore, menggunakan taksi Express dari Bandara ke Karet.
    Tidak lupa nodong sopir taksi untuk tanda tangan form.
    Di kantor hari berikutnya, menyerahkan kwitansi hotel, tiket dan form taksi.
    Baru sadar di kantor, ternyata waktu berangkat dan pulang saya menaiki taksi yang sama, nomer lambung yang sama, dan sopir yang sama!
    halah…

    rezayazdi

    Juni 18, 2007 at 5:46 am

  6. saya setuju juga bang !!
    kalo bisa buat yang paling buruk pelayanannya juga ditampilin biar imbang gitu, khan sekaligus membantu para konsumen (kita maksudnya)..

    stanbpk

    Juni 19, 2007 at 2:23 am

  7. Njar..
    Plihanku terbalik untuk taxi tarif lama , rating 1 Express, 2 Putera, 3 Dian Taxi.
    Kalo Express karena poolnya deket dari area rumahku, jadi lebih sering pake kalo mbayar sendiri.
    Kalo yang gak tarif lama,juga paling serign pake Gamya, malah bisa ngutang and bayar di pool ( kalo order ) ini juga karena deket rumah poolnya.

    kalo dari kantor.. yo tetep pake bluebird hehe..

    Icho

    Juni 19, 2007 at 8:36 am

    • KALO PILIHANKU TAXI TARIP LAMA, rating 1 EKSEKUTIF TAXI 2 GAMYA 3 PUTRA. cobain ja bos………….

      iwan

      Agustus 30, 2011 at 4:33 am

  8. Baru sekali-kalinya naik Taxi Putra saya kecewa, saya naik taxi pulang kerja menuju rumah naik taxi Putra yg supirnya punya mental korupsi…
    uang kembalian biasalah orang kita pasti dibuletin keatas misalnya di Argometer Rp. 25.200 pasti kita bayar
    Rp. 26.000 tapi ternyata uang kembaliannya masih kurang Rp. 1000 jadi saya kena
    Rp. 27.000 dikira saya nggak ngitung kali, saya sadar pas udah turun..
    jadi si supir nilep seribu, walaupun cuma seribu tetap saja tuh supir udah punya mental nggak baik.

    Mohon perusahaan Taxi Putra untuk benar-benar mempekerjakan supir yg jujur dan takut dosa. Selama saya naik Taxi baru kali ini saya mengalami kejadian ini.

    Yang saya kurang sreg juga sama Taxi Putra kok Argometernya dipasang paling dibawah jadi kalau dilihat sama penumpang ketutupan sama persneling, apa maksudnya ?
    bukannya itu akan menghalangi penumpang melihat Argo..
    Sebaiknya Argometer letaknya diatas dan bisa jelas dilihat oleh penumpang…

    Saya nggak merekomendasikan Taxi Putra.

    Shanti

    Oktober 30, 2007 at 4:26 am

  9. hai guys, boleh ikutan ya..
    saya baru mau rencana membuka sebuah armada taksi, kira2 untuk mengurusnya apa saja yang harus dilalui??? perizinan ke mana saja, trayek di jakarta?? ada yang tahu ga harga per trayek berapa?? trus konsep apa yang kira2 diinginkan sama penumpang atau klien taksi, mohon doanya semoga jadi terwujud. thanks atas infonya… sukses juga buat semua.

    adwin

    November 17, 2007 at 6:01 am

  10. Saya kebetulan sekali punya armada taksi. Bisa dilihat di http://www.freewebs.com/bundahenny kalau sempat mampir silahkan….

    Yang saya tahu, kita sebagai pemilik taksi (Koperasi Taksi, Sepakat, Golden) biasanya 1 orang punya beberapa merek dan jadi anggota koperasi taksi. Manajemen yang ditampilkan pasti berbeda-beda.

    Untuk barang yang tertinggal di dalam taksi, Saya sering juga menemukan dan dapat laporan dari penumpang. Istilahnya barket (barang ketinggalan), kalau penumpang duduk di bangku belakang, biasanya supir jarang lihat kebelakang karena mereka lebih konsentrasi untuk melihat penumpang di jalan. maklumlah kejar setoran. Nah begitu ada penumpang baru yang masuk langsung duduk di bangku belakang, kita nggak pernah tahu penumpang juga beda-beda sifatnya, ada yang bilang dan ada juga yang diam aja, ambil barang yang ada di belakang taksi.

    Untuk tips, gimana yah… saya sendiri karena punya taksi kadang ngerti juga kaenapa para supir minta tips apalagi kalau ke bandara. Bedanya tarif lama dg bluebird (tarif baru) hampir 30% jika kita naik argo baru Rp 150.000,- argo lama normal itu hanya Rp 90.000-an lah. Apalagi kalau ke bandara, mereka harus balik naik tol lagi, bayar tol lumayan lah Rp 5.000- terus belum dimintain sama satpam bandara, belum sama LLAJ dijalan, belum dimintain polisi. Jadi pulang-pulang mereka hanya ngantongin Rp 50.000 aja udah bagus, itu udah kerja 24 jam lho…

    Sedangkan untuk taksi komisi, berapapun mereka dapat semua ada komisinya apakah 10% dari total argo atau lebih. Kalau taksi setoran, mereka harus bisa kasih Rp 180.000-an ke pemilik taksi dan beli bensin sekitar Rp 120.000 an, jadi mereka harus cari uang sehari 300! Itu baru setoran sama bensin, buat makan anak istrinya?

    Lagian supir saya kebanyakan miskin.. tinggal di rumah 2×2.. cuman kamar doang.. walah… itung-itung amal lah sama supir taksi yg argo lama… bayangin aja kita kerja narik taksi 24 jam, kalau nyetir sendiri itu udah dari jakarta – semarang pp lah sehari perjalanan mereka…

    hherawati

    Januari 7, 2008 at 7:08 am

  11. Ikutan….
    Kalau survey berdasarkan pengalaman naik taksi, gw urutin sbb : 1. Taksi putra 2. Express 3. Blue Bird , lainnya jarang banget. Alasannya, pertama Taksi Putra itu supirnya mantan taksi Citra, notabene masih banyak yang kenal, sekarang poolnya ada 4, Tanjung Barat, Pamulang, Cibubur dan Kosambi, tapi belum respek dengan Proton Wira yang di Kosambi. Masih bisa dengerin rado atau tape (taksi lain kosong) lumayan buat mantauin traffic….Mayoritas supirnya RCTI ( Rombongan Cirebon, Tegal & Indramayu)..jawa reang..tapi mayoritas baik-baik (walaupun denger2 ada yang suka iseng (pribadi)) …moga2 ga bener ya?…Trus Express..poolnya banyak sampai2 bingung kodenya, di Ciganjur ada 3 kalo ga salah (armadanya banyak peremajaan pake limo) EB, EC, ED, EE & SA…..Jati Asih BA, Joglo PA,PB…Cipondoh MA,MB & MC walaupun armadanya masih ada yang pake Soluna….Supirnya sopan-sopan RCTI juga…Blue Bird, tahulah meskipun tarif baru…buanyak banget poolnya….liat aja kode pool AB,BB,CB,CD,DB,DR,EB,EL,GJ,HB,HK,JJ,LL,MR,NM,PP,RB,RD,TL, TT kalau ga salah….cuma itu sekarang jadi pilihan ketiga, kalo tujuannya jauh ya lumayan lah selisihnya dengan putra atawa express…bisa buat beli aqua dll

    Regards
    Khoo-Ching (Toto)

    Khoo-Ching

    Maret 25, 2008 at 9:02 am

  12. Taksi…

    mmm…saya setuju dengan Herawati tentang kondisi keuangan para sopir taksi. Untuk unag setoran ke perusahaan taksi 150.000-180.000 untuk bensin 120.000 kalo irit tapi klo yang boros bisa nyampe 200.000. Minimal para sopir harus mendapatkan uang 300.000 hanya untuk setoran dan bensin.

    Belum lagi kalo udah kena tilang polisi pasti di minta duit ampe 50.000 + waktu yang kebuang, itu udah bikin sopir secara psikologi g semangat lagi buat narik. pungutan yang dilakukan oleh oknum satpam juga marak dimana2. Misalnya setiap kali taksi mangkal di mall, hotel, apartemen para sopir taksi di mintai unag antara 1000-3000.

    Para sopir ini mempunyai tanggung jawab yang besar, yaitu keslamatan para penumpangnya. Kadang2 ada juga penumpang yang minta buat nrobos rambu2 lalu lintas, kl slamat n g ketauan polisi gpp, tapi kl ketauan polisi pasti tu penumpang cuci tangan dan langsung pindah taksi lain, yang kena getahnya pasti armada taksi ama sopirnya.

    Tentang para sopir yang nodong, ngrampok. memperkosa itu adalah segelintir oknum sopir taksi yang g btanggung jwb. menurut data yang ada kebanyakan sopir yang jahat tsb dari salah satu suku di ind. dan jumlah sopir baik dengan yg jahat 100 : 1

    Hadie

    Mei 17, 2008 at 9:39 am

  13. tips naik taksi (yang aman)
    1. Kalau mau naik taksi, lihat dulu apakah ada KPP (Kartu Pengenal Pengemudi) pada Dash board.
    2. Kalau terlanjur naik, sms ke orang terdekat : Merk taksi, nomor pintu, warna taksi, kalau ada nama pengemudi (lihat nomor 1).
    3. Kalau terjadi barket (barang ketinggalan), apabila naik dari mall, gedung perkantoran atau hotel biasanya mereka punya kamera CCTV. tapi kalau naik dari pangkalan. Biasanya armada tersebut akan ngetem (mangkal), di pangkalan.
    4. Kalau kita melaporkan barket (barang ketinggalan) ke perusahaan taksi, biasanya ditanyakan perjalanan dari mana mau kemana, kejadian tanggal berapa, jam berapa. Kalau bisa sebelum melaporkan kita ingat-ingat dulu.

    budi riyanto

    Desember 16, 2012 at 6:07 am

  14. jangan naik taksi yang ga mau nyalain argo!!
    karena keburu2 ngejar jam berangkat kereta.gw nyetop taksi sedapatnya gan…
    eeh..yang aku kira BLUE BIRD GROUP..ternyata taksi SEPAKAT…warnanya sama birunya..apa lagi tuh pas malem habis maghriban gan…mo gimana lagi dari pada telat,gw naik tuh taksi.Dan karena hari sebelumnya gw sudah ke gambir bwt beli tiket pake taksi EXPRESS..jadi gw tau ongkosnya sekitar 15 ribuan gan..Pas si sopir bilang “ga usah pake argo ya..”… ya gw tenang aja…dalam hati mungkin kita udah sama2 tau ongkos kesananya…eeh..ga taunya sampe gambir pas mo turun..si sopir minta 70ribu gan!!!
    gila bener…tanah abang-gambir segitu??!!
    ya gw turun aja g mo bayar…hahaha…!! pas si sopir mo marah…gw tunjukin tuh tiket kereta n gw bilang “kemaren gw kesini beli tiket ongkosnya cuman 15rebu…kalo mau segitu kalo nggak ya sudah” sembari gw jalan..lalu si sopir panggil2 dgn nada jengkel.
    akhirnya dia cuman gw bayar 15rebu…!!hahaha!! rasain loo…mo nipu pa ngapa dia…klo biasanya gw naik EXPRESS ato BLUE BIRD GROUP aja 22rebu gw kasi 25rebu..
    bwt taksi SEPAKAT mah…g usah d kasi bayar.
    gw sekarang kapok naik taksi SELAIN BLUE BIRD GROUP ma EXPRESS…!! yang lain pada ga jelas semua…

    sorry nich..yg punya taksi tolong di perhatiin para supir2nya…soalnya pas gw liat foto id card ma yang nyupir kayanya laen…yang di id udah tua dan agak kurus…yang nyupir badannya seger. untung gw ma temen cowok…

    rukia

    Maret 15, 2013 at 12:31 pm

    • Setuju sama rukia, jangan pernah ketipu ama cloningnya warna bluebird, alias TAKSI SEPAKAT!!!
      Gw mo ke GI dari SCBD, biasa klo pake bluebird cuma 17rb, krn dah malam gw nyegat SEPAKAT krn ketipu ma warnanya. Si supir nawarin ga pake argo 30rb, gw tolak pake argo aja krn bluebird aja cuma 17rb. Baru sampe dkt stasiun sudirman aja udh sampai 20rb, gw komen argonya koq cepet bgt! Trus si supir menepi dan minta gw turun di tengah jalan sudirman. Gw adu mulut lah ma si supir, dia ttp ga mau jalan. Gw byr deh 20rb dan banting pintu dia.

      Intinya bad experience with Taxi SEPAKAT, jgn terulang lagi…

      Perwira

      Mei 9, 2013 at 4:13 pm


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 495 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: