5 alasan mengapa mencari jodoh itu sulit
Juni 18, 2007 — priandoyoKarena blog ini (mungkin) lebih banyak dibaca anak muda, bekerja di Jakarta, umur 25-35 tahun, mapan & mandiri, saya ingin sedikit memfokuskan topik diskusi ini, untuk teman-teman yang merasa sulit menemukan jodoh, -dan memang berniat mendapatkan jodoh- (harusnya semua orang pasti menginginkan memiliki pendamping kan)
Yang menarik, ternyata tidak hanya saya yang punya cukup punya banyak stok teman yang sering dimintai bantuan untuk mencarikan pasangan hidupnya. Tapi banyak juga teman saya yang lain yang menjadi ‘distributor ’seperti ini, Sama-sama punya banyak stok, tapi kenapa memasangkan satu-sama lain tidak semudah kelihatannya.
Ada yang tahu, yang bikin sulit itu apa?
Banyak alasan yang dipakai orang untuk membenarkan bahwa mencari jodoh itu sulit (ini yang sangat saya kesalkan, setiap menjodohkan ‘client’ saya) mungkin jawaban yang paling banyak ditemukan adalah:
1. Ga bisa memilih
Ini adalah alasan yang paling banyak dipakai para pria, di early quarter life crisis 24-29 tahun, selepas kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Biasanya pada stage ini, si pria memiliki 3-4 orang kandidat yang datangnya dari: teman kantor, adik kelas, rekomendasi orang tua dll dkk, yang kadang bikin si pria arogan. Ah cari pasangan gampang kok
Ini adalah titik yang paling ‘membahagiakan’ pria sekaligus berbahaya, seiring supply dari rekan wanita yang mulai ‘waspada’ semakin banyak. Akibatnya muncul perasaan tenang (yang berbahaya) bahwa jodoh tidak datang kemana.
Saran: Jangan terlalu lama memilih, kalau kandidat terbaik perhari ini adalah Titi, karyawan bagian purchase, yang kelihatannya biasa aja, -tapi dia tertarik dengan anda- lets go, sikat aja.
2. Ga yakin (dengan calonnya)
Mungkin ini alasan yang paling banyak dipakai wanita. Banyak pengalaman dilapangan menunjukkan bahwa lelaki tidak bisa (takut) berkomitmen dengan wanita. Memang menjadi suami tidaklah mudah, dengan segala beban dan tanggung jawabnya. Menjadi ’single’, terbang merdeka bak burung dara jelas lebih menyenangkan buat para pria.
Saran: Buat perempuan yang bingung (ga yakin) dengan seseorang pria, menurut saya daripada cowok alim, ganteng, kaya pintar tapi ga bisa berkomitmen, lebih baik cowok biasa aja, tapi bertanggungjawab (berkomitmen).
3. Ketakutan yang tidak perlu
Belum cukup dana untuk pesta nikah, belum punya pekerjaan dengan gaji 9 juta/bulan, belum sekolah ke inggris, dan sejuta alasan yang mengada-ada. Saya tidak terlalu tertarik membahas ini. Semua ini tidak perlu.
Saran: ketakutan itu wajar, ingat kita membangun bahtera rumah tangga, jadi kalau infrastruktur ga siap ya bakal berantakan juga. Tapi inti persoalan ini sederhana, bergantung kesiapan pasangan kita. Calon istri kita ekspektasinya apa? masih masuk akal engga? kalau engga? terlalu muluk2? yo wis, tinggalin aja, cari yang lebih siap.
Pernikahan itu bukan soalan yang terlalu tinggi, tapi juga bukan soalan yang remeh-temeh. Kalau sang pasangan tidak siap, ya artinya selamanya juga tidak akan siap.
Dua alasan lain, saya menunggu dari teman-teman. Ada masukan?
Sebentar Jar, untuk late ‘quarter life crisis’ gimana? maksudnya untuk pria umur 29-35? apakah alasan mereka masih sama?
Terus untuk perempuan, apakah ga yakin (sangsi dengan kadalnya pria) itu berlaku sepanjang tahun? atau bakal ada perubahan?













Juni 18, 2007 pukul 9:39 am
Njar, kayaknya banyak yang curhat cari jodoh ya? Boleh…boleh…dengan cara yang elegan, mungkin Anjar bisa membantu mempertemukan teman-teman yang masih lajang.
Juni 18, 2007 pukul 9:43 am
chemistry itu gak bisa dipaksakan. papabonbon pernah putus dengan mamabunbun. kita waktu itu LDR, papa di jkt, dan mama di malang. papa diputuskan karena “pelit” pulsa, dan jarang pulang. –>alasan karena pengen nabung buat biaya kawin. intinya mamabunbun merasa kurang disayangi dan gak yakin dengan komitmen papabonbon. dan merasa gak
setelah di putuskan, papabonbon bingung juga. akhirnya kemana mana laporan ama teman. lagi jomblo dan cari calon. yang bisa serius. dikenalkan ke beberapa orang, yg juga sesama jomblo, dan siap berkomitmen, tapi aneh, rasa rasanya kok ndak ada chemistry, ujungnya malah diri sendiri yang gak bisa serius.
akhirnya berusaha kontak mama bunbun lagi. baksa pulang dan telpon serta email lebih gencar. mamabunbun pun megnarahkan nggarap skripsi di jakarta biar bisa kontak papabonbon lebih intens. dan terjadi begitu saja, kita bisa jadian lagi. serius buat siap siap kalau mau kawin. dan jadilah. :)
Juni 18, 2007 pukul 9:49 am
teman yg dicomblangin papa dan mama, juga kelihatannya seprti itu. yg ada chemistry bisa lanjut ke pelaminan. tapi yang gak ada chemistry, yah salah satu harus berani “cut” memberitahukan kalau tidak cocok. beebrapa bahkan cari alasan aneh. dari ibu tidak setuju, alasan fisik, kembali ke pacar lama yg dulu digantung, yg tiba tiba muncul sebagai faktor eksternal, padahal sebelumnya tidak pernah ada pembicaraan. [ujungnya jadi friksi gak enak sih buat dua belah pihak, empat pihak malah :p].
terkadang, manusia harus memilih mau berkomitmen dgn siapa dan berusaha keras harus memutuskan, ketika dihadapkan pada pilihan semacam itu.
Juni 18, 2007 pukul 9:57 am
Jadi papa dan mamabunbun sedang ‘bergerak’ dibidang distribusi lajang juga ya, anjar dan dinda juga sedang bergerak dalam usaha itu, tapi susah juga ternyata
Juni 18, 2007 pukul 12:14 pm
Wagh kalo saya baru mau memapankan diri mas. Ajakan nikah segh sempet ada, tapi berhubung belum mapan.. akhirnya kena kartu “pending”. Btw ada yang bisa di share gak buat anak kuliahan yang dah ngebet. Abis lulus, pengennya pengan buruan kawin *nyengir*
wigh… kerja aja belon :lol:
Juni 18, 2007 pukul 1:16 pm
Menjodohkan teman itu susah, makanya ada yg namanya biro jodoh. Sebetulnya jenis pekerjaan nya seperti headhunter, dan seharusnya mendapat kompensasi yg sepadan (apa cukup doa aja ya?)
Mungkin njodohin temen waktu SMA atau kuliah lebih gampang, karena system nya lebih ke referral. Untuk yg 25 ke atas Time Spent nya untuk konsultasi dll pasti lebih tinggi karena there’s more at stake alias ujung2 nya adalah perkawinan. What a pressure!
Paling gampang kalo mau njodohin teman, bikinlah kegiatan kumpul2 informal, tidak perlu one on one. Kalau para calon datang, biarlah mereka play the field sendiri.
Sekali lagi, the pressure is just too high, apalagi ekspektasi saat ketemuan. Maan… jadi inget dulu pernah beberapa kali di set up sama temen utk semi blind date… Capeee deeh..
Juni 18, 2007 pukul 1:47 pm
“1. Ga bisa memilih?”
Hoo, selama ini aku kira permasalahan utamanya malah: Gak ada pilihan. :P
Tapi faktor yang bikin sulit dalam memilih jodoh, hampir mirip juga dengan faktor2 yg bikin sulit memilih karir:
1. Ga bisa memilih — Buat yg beruntung bisa dapet multiple offer
2. Ga yakin — “Aduh, nanti kalo aku masuk bidang ini sesuai dengan bidang dan bakatku gak ya…”
3. Ketakutan yg tidak perlu — “Aduh, katanya kalo masuk ke position ini, perkembangan karirnya cepat mentok”
Juni 18, 2007 pukul 4:16 pm
faktor lain adalah Narsis.. alias mengangap spek diri terlalu tinggi / tidak ada yg sepadan, ada tuh 1-2 orang di ktr sy.. hehehe
Juni 19, 2007 pukul 1:06 am
“Ga bisa memilih — Buat yg beruntung bisa dapet multiple offer”
kadang kalau kita nurunin expectacy, pilihan yg muncul jadi banyak lho. tapi ketika kita naikin spec [overclocking] secara gak wajar, dan kita gaulnya kurang, tiba tiba tidak ada pilihan yg ada di depan mata.
yah, sebaiknya mind set kita memang di seel pada level yg baik. dan sebaik baiknya level adalah yg standar kita. kalau di overclocking, sih, dan dipaksain jalan, emang bisa, cuman ntar timbal baliknya di jalan suka ndak match dan tidak compatible ajah. :)
wekekekeke
Juni 19, 2007 pukul 5:03 am
saran saya sebelum memikirkan jodoh lebih baik perbaiki cash flow dulu, baru ntar ngadep ke camer jadi enak, dengan catatan kalo emang serius. Tapi kalo sekedar untuk pacaran sih menurut saya jangan terlalu banyak perhitungan. :)
Cuma jodoh itu sesuai dengan teori investasi yaitu high risk high return, artinya semakin cantik wanita yang ingin kmu dapatkan artinya usahanya juga semakin beresiko jadi banyak saingan, kalo udah gitu saatnya mengukur diri.
Juni 19, 2007 pukul 5:28 am
wow .. Bener2 to the Point .. hehe
Juni 19, 2007 pukul 6:07 am
gimana kalo ogut…
cowo….3 minggu lagi kawin (waaaaks…kenapa time running so fast….!)
tapi masih ga yakin…? sanggup ga dia ngadepin kelakuan gw yang terlalu “aneh”
waaaksss…koq jadi ajang curhat gini seh?
waaaksss…lupa tadi disuruh nelpon tukang cateringnya buat nanya dah beres belom…
waaaksss…duuuh duit tabungan abis buat kawinan doank…hiks kapaan beli nikon D80 baru…hiks
Juni 19, 2007 pukul 7:49 am
biasa mas, mendekati hari H biasanya makin banyak “halang rintangnya” huehehehe :) kecemasan lajang y mau melepas keperjakaannya. jadi lumayan paranoid emang :p
Juni 19, 2007 pukul 9:30 am
Perbaiki cash flow? Tapi nanti malah cash flow akan terganggu saat punya pacar? ha ha ha.. Belum lagi kalau pas pesta pernikahan dan memulai rumah tangga!
Dalam masa lajang, agar market value kita tinggi sebaiknya perbaiki karir dan income sehingga nanti option nya juga lebih banyak.
Menurut pengamatan pribadi, misalnya kita dulu termasuk geeky dan kurang ‘gaul’ dan pilihannya sempit, maka di usia 25-30 lah masanya pria2 tersebut jaya, karena pada saat yg sama, perempuan seumur sudah mendekati masa2 ‘genting’ untuk menikah.
Karena itu, siap2 lah utk menuai! Kalau bisa harus memilih di usia 30 thn karena secara fisik pun kita akan makin jadi seperti Oom oom… ha ha ha
Juni 19, 2007 pukul 9:49 am
Cari Jodoh memang susah, apalagi tampang pas2an kantong kempes…
(Halaahhhh)…..
Juni 19, 2007 pukul 10:10 am
Seringkali pikiran kita sendiri yg bikin sulit yak! coba aja sering afirmasi dalam diri dgn self talk: aku akan segera dapat jodoh. Ya, aku segera akan dapat jodoh…Coba praktekkan deh saat mau tidur atau setelah bangun tidur. Selamat mencoba…
Salam kenal Pak Anjar:)
Salam Progresif!
Juni 19, 2007 pukul 10:24 am
cari jodoh, tinggal nunjuk apa sich susahnya…..
Juni 19, 2007 pukul 12:16 pm
Susahnya cari jodoh:
(1) Kitanya minat ke sang calon, eh calonnya ga minat
(2) Ada yang minat ke kita, eh kitanya ga minat
Jadinya belum ketemu-temu deh…
Juni 19, 2007 pukul 3:12 pm
saya setudju dengan papabonbon, harus ada chemistry, ini terbukti dari pengalaman pribadi, mau dipaksakan gimana pun kalo gak ada chemistry tetep susah euy…(ampe skr masih cari yg chemistrynya ada nih…:P)
mas anjar mau jd distributor lajang neh, boleh2 mas, applynya kemana ya, apa harus send CV….hehehe
Juni 19, 2007 pukul 4:29 pm
tips yang patut dipertimbangkan….thanks :)
Juni 20, 2007 pukul 3:12 am
mas anjar, boleh nih kita sharing…kebetulan aku lg penelitian ttg biro jodoh. ada referensi gak ttg masalah perjodohan ini??? mksh. trusss boleh tau gak, media/situs biro jodoh terlaku bagi para lajang…..??
thx
Juni 20, 2007 pukul 4:28 am
Nina,
Pernah dengar Table for Two? Mereka tahun lalu banyak pasang iklan di mana2… Mungkin bisa di Google.
Terus terang dulu waktu masih kuliah di Houston, saya pernah diminta bantu teman di sana utk menjalankan suatu biro jodoh online, tapi ‘recruitment’ anggota nya dilakukan di club malam. Jadi pake photo dan registration di tempat. Hasilnya: GAGAL TOTAL.
Mungkin untuk biro jodoh, kuncinya adalah supaya jangan terlalu membuat nya jelas2 adalah biro jodoh. Jadi approach nya ‘pertemanan’. Friendster sukses karena dalih nya ‘teman’. Misalnya namanya Lovester, apakah bisa se booming itu beberapa tahun lalu?
Juni 20, 2007 pukul 7:51 am
oke juga …..
Juni 20, 2007 pukul 10:07 am
5 alasan apa 3 alasan sih?
Juni 23, 2007 pukul 1:00 am
2. TAKUT DITOLAK
3. TDK YAKIN BISA MATCHING/NYAMBUNG/SEIRAMA
4. BELUM SIAP SECARA FINANSIAL
5. MODAL KOMUNIKASI KURANG (GA PUNYA BROKER/MAK COMBLANG)
6. BELUM SIAP SECARA PSIKIS
7. ………………………………. (Hayo siapa yg bisa nerusin)
Buat Nina:
Gampang, referensinya tinggal hubungi Redaksi KOMPAS untuk rubrik KONTAK JODOH, yakin pengalaman mereka segudang.
Setahu saya yg terlaris ya Kontak Jodoh-nya Kompas, karena penggemarnya mulai dr Low-End ampe High-End lho, dan yg paling penting lagi……GRATIS, TIS, TIS, TIS……
Coba deh perhatiin deh, Kompas Minggu………………pesertanya seabrek-abrek.
Cuman mereka itu (Redaksi Kompas), taunya menghubungkan aja, tdk memberikan konsultasi buat Pesertanya, baik Pemasang Iklan maupun Peminat). Jadi soal hubungan lebih lanjut, resiko ditanggung PENUMPANG………… he he he ……………………………………
Masih mau coba penelitian lebih jauh/dalam? ………………. Tapi butuh sedikit ke-NEKAT-an……………. dijamin hasilnya AKURAT!!!
Coba pasang iklan/data Nina sebagai Pemasang Iklan disitu nanti akan ada SURPRISE!!! (kalo serius soal Penelitian sih……..)
Salam.
Juni 23, 2007 pukul 5:27 am
gua dapet cewek aja belum pernah. gua nggak bisa nglupain cewek dambaan gua.
Juni 23, 2007 pukul 10:26 am
Mas Yasha,
kalo gak salah Table for Two sudah tutup. Waktu itu marketing managernya ngumumin di milis.
Juni 24, 2007 pukul 7:05 am
Yang namanya cari jodoh itu harus ada tindakan nyata. Gebetannya harus dicari, ditemukan, dikencani…and guys,gak boleh ada istilah cowok pelit pulsa.Ntar malah dikira punya selingkuhan,sampe lupa ama gebetan yg “sah”. HA HA HAAA! Dan dilamar atuuuh! Kalo cuma affrimasi, mendelik-delik, berdoa,lompat2,kejang2, tapi gak ada tindakan nyata, ya keburu kabur dong gebetan elo. Emang sih perlu berserah pada Tuhan, tapi Tuhan juga ngasih kita khususnya laki2 untuk berani menghadap ortu cewek. Resiko ditolak, emang udah resiko. Tapi kalo cuma bisa menghayal, mana bisa. Mending dihadapi. Berhasil, alhamdulilah, blm berhasil coba berjuang bersama cewek kamu. Paling enggak kan cewek kamu juga ikut berjuang.Kamu gak sendirian. Dan yang penting, kamu udah punya penghasilan dan nunjukkin kerja keras.OK? Selamat bertempur. Ingat, ada Tuhan, kepandaian kamu dan dukungan dari cewek kamu.
Juni 24, 2007 pukul 1:40 pm
Mas, kalo biro jodohnya udah jadi, kasih kbr ya…Aku pgn ikutan :-D
Ngarep banget nih, dpt imam yg baik, sabar, setia, sayang ama keluarga, ngga neko2 n mapan tentunya, hehehe.
Amin…Amin…Amin
Juni 25, 2007 pukul 2:10 pm
ditunggu biro jodohnya. kalau bisa yang super manjur dan gratis…
Juni 25, 2007 pukul 2:40 pm
EHmmm….menarik jg ceritanya.
Aku lg nyari jodoh nih
^_^
Uda kerja dan mapan
umur 24
Juli 3, 2007 pukul 6:07 am
[...] saya, sebagaimana pernah diulas dalam 5 alasan mencari jodoh sulit, permasalahan yang dihadapi cowok adalah tidak bisa memilih dan permasalah bagi cewek adalah tidak [...]
September 27, 2007 pukul 9:47 am
[...] yakin dengan calonnya (khususnya bagi perempuan) 3. Ketakutan yang tidak perlu 4. … 5. .. Lima alasan mencari jodoh itu sulit (32 comments) “Dari ribuan SMS yang masuk ke HP saya, SMS terbanyak itu konsultasi masalah mencari jodoh, [...]
September 27, 2007 pukul 10:52 am
*Cari jodoh itu harus nyang cantik/ganteng.
*Ortunya ndak bawel…
*Ortunya tajir, agar dapet warisan nyang ndak abis 7 turunan 9 tanjakan…
http://mbelgedez.wordpress.com/2007/09/27/ratu-adil-memang-ada/
September 27, 2007 pukul 12:55 pm
* Kalo masalahnya ga yakin / ga bisa memilih -
Kadang terlalu banyak pertimbangan bisa jadi masalah juga.
Yang penting mau diajak berjuang bersama, terus ga neko-neko (ngerti keadaan pasangan), trus ada “stroom” walaupun cuma byar pet byar pet,. udah .. jalan aja. Kalo looking for the perfect one mah kelamaan,.. keburu expired hehehe..
September 27, 2007 pukul 4:09 pm
hmm,komitmen :)
September 28, 2007 pukul 12:23 am
Komitmen apakah berarti setia, cukup setia saja????
September 28, 2007 pukul 7:16 am
Aduuh aduuh… isi blog yang ‘gue banget’ deh.
Sarannya… ‘klo ada yang matching langsung sikat aja’ gitu???
thanks sarannya. saya jg terlalu paranoid nih…
Oktober 1, 2007 pukul 5:39 am
sikat…sikat…
emangnya criminal cat??? (baca : kucing garong) - main sikat maen embat sapa yg lewat…
hehehehe…..
ya pilah-pilih perlu lg mas..,
emg mau ngabisin sisa umur hidup elo dgn org asing, org kaku, org dari planet mars??
gw setuju, klo kuncinya chemistry & komitment.
kalo dah ada jangan dilepasin, coz kesempatan gak dateng 2x.
gw jg setuju, klo nikah harus mapan dulu.
bukan berati punya mobil&rumah plus sekarung emas berlian.
maksudnya punya penghasilan cukup, bisa ngehidupin ANAK+ISTRI dgn LAYAK.
jangan sampai terjadi praktek pendzoliman thd anak-istri kita gara2 kita gak bisa mencukupi kehidupannya.
secara kita pria = pemimpin keluarga!!
malo dong nikah modal cinta tapi pengangguran tanpa hasil…
piss ah….hehehehe
Oktober 1, 2007 pukul 11:26 am
semalem ortu dah nanyain… kalo aku gak ada pacar/ calon/ jodoh.. katanya mo dijodohin sama orang keraton… wadoooooooh
sori.. jadi curhat.
Oktober 1, 2007 pukul 4:18 pm
dicoba aja siapa tau cocok :D
Oktober 21, 2007 pukul 2:18 pm
wah kok sama masih pada pusing2 nyari jodoh tho kangmas Ndiajeng2 ini sekarang tue jalanin ama jangan banyak memilih . ntar malah ga kepilih lho…
iya spakat deh bwt kasih fasilitas nyari balon suami yang sholeh nie…
Kloo dah niat ama ada yang mau ngapin nunggu ntar dsrobot sama yang lain lho..akhirnya nangis 3 hari deh..ato 3 bulan tue…h..h…
Nopember 3, 2007 pukul 4:44 am
boss klo pasangan dah ok tp ortu lom bisa kasi izin gimana? apa ada solusinya buat yang kayak ginian. apa pendekatan yang bisa dilakukan. terimakasih atas advisenya :)
Nopember 13, 2007 pukul 2:52 am
sekarang ini kan banyak banget tuh janda-janda baru..
nah ditimbang dari untung ruginya apa aja ya buat kita yang masih perjaka “ting ting” ini?
Nopember 13, 2007 pukul 5:09 am
duh umur dah segini , blom ada yang ngelamar hiks……
ada yang salah di gw……
Nopember 21, 2007 pukul 8:37 am
Membaca alasan mencari jodoh itu sulit, kesannya seperti yg belum mendapat jodoh itu orang yang bermasalah.
Padahal jodoh itu sebenarnya ketetapan yg sudah ditentukan sama Allah. Biarpun sudah pacaran atau lagi pacaran kalau ketetapan untuk menikah belum tiba, biasanya ada halangan. Dari yg ga yakin mau dengan pacarnya, pacarnya tiba2 putusin atau hal2 lain. Tetapi kalau pas waktunya, biarpun baru 3 bln kenal pun bisa saja langsung mau menikah. Bagi yg belum menemukan jodoh/sulit dapat pasangan yg cocok tidak perlu mempermasalahkan atau menyesali diri karena setiap org memang jalan hidupnya berbeda2. Ada yg memang dimudahkan dapat jodoh, ada yg harus bersabar karena blm ketemu yg cocok atau jodohnya belum nongol. Selama sudah berusaha mengisi hidup dengan benar dan bisa bermanfaat serta memperbaiki kekurangan, waktu untuk dapat jodoh pun akan datang pada saat yang tepat. Insya Allah.
Nopember 21, 2007 pukul 12:30 pm
@ akhwat
plus ama berdoa kan :)
Nopember 24, 2007 pukul 5:42 am
mau mencari jodoh yang baek, seiman,berpendidikan,pekerja
Nopember 26, 2007 pukul 10:00 am
stuju…! stujuuu…!!!
chemistry is da key…
momentum is da element..
juz wait in a happy n cheering mode… the happily ever after shall then come 2 u..
Nopember 26, 2007 pukul 11:15 am
yup banget deh, cari jodoh mesti ada chemistrynya biar semanget en bikin bergairah,kalo ga ada chemistrynya sama aja membohongi diri sendiri, gheto loch….so jgan terlalu ngoyo2 bgt cari jodoh, ntar juga dateng sendiri kok, santai aja man!!!!!!
Desember 18, 2007 pukul 4:49 pm
nikah tuh menyempurnakan separuh iman
nikah tuh membagi dua penghasilan
nikah tuh menyempurnakan utang tu resepsi
hayo pilih yang mana????
Desember 18, 2007 pukul 4:51 pm
….hai lelaki jika kami ingin menikahiku, keimananmu(masuk islam) adalah mas kawin yang kuminta….
hebat y wanita2 jaman nabi dahulu
Desember 18, 2007 pukul 4:53 pm
yang bikin sulit nikah salah satunya perbedaan suku
misal cowok jawa dengan cewek sunda….susah tuh
pdhl dalam islam…..semua manusia sama yang beda takwa
Desember 18, 2007 pukul 4:57 pm
walaupun beberapa madzab mengizinkan menikah tanpa wali tapi restu ortu yang paling menyebabkan orang gampang atau sulit seseorang itu menikah.
bayangkan jika seorang calon mertua bertanya kepada calon mantunya : KERJA DIMANA NAK???
susah njawabnya kalo calon mantu cuma guru ngaji yang hafal al quran dan hadits
harusnya calon mertua tanya : “dah hafal berapa juz nak? klo dah banyak hafalanya silahkan nikahi anak saya..”
he2…..mustahil kan???
hidup ortu kita yang sebagian besar materialistis
Desember 18, 2007 pukul 5:00 pm
mas priandoyo salam kenal
saya cuma ingin nambahkan yang bikin sulit jodoh tu biasanya ortu… cos yang nikah anaknya tapi yang pilih ortunya (biasanya)…. emang yang mau nikah ortu pa kita??
tapi ortu kita tetap harus kita hormati
mas praindoyo
saya cuma ingin menambahkan klo yang namanya jodoh tu adalah wanita yang kita nikahi…. klo wanita yang kita pacari dan akhirnya tidak jadi nikah ya itui namanya bukan jodoh…hhee
Januari 15, 2008 pukul 5:13 am
setuju, kita harus berusaha dengan serius dalam segla sesuatu, termasuk mencari jodoh, untuk itu kunjungi situs biro jodoh online : ecomblang.com seudah terasa manfaatnya oleh kami
Januari 17, 2008 pukul 11:41 am
katanya jodoh, rejeki dan sudah ditentukan oleh Allah. Tinggal kita menjemputnya aja. Tapi saya juga bingung, gimana menjemputnya, sekarang aja saya masih bingung siapa sih jodoh saya. Sudah berusaha kesana kemari, kenalan sama beberapa gadis eh ternyata hilang begitu saja. Dianya sreg aku yang gak sreg. Aku sudah sreg gantian dia yang gak sreg, jadi bingung aku. Sudah beberapa kali sholat istikharah untuk minta petunjuk, eh masih bingung juga. Perasaan dulu pernah dikasih petunjuk lewat mimpi bertemu dengan dia, memang sih si dia yang kutaksir selama ini. Tapi juga masih bingung lha yang ditaksir kok nggak ada respon sama sekali ke aku. Cuek-cuek aja. Dikasih perhatian ya tetep cuek bebek aja. kadang aku bingung apakah dia jodohku ya Allah, jangan buat aku bingung dong. :) Atau petunjuknya yang salah kali ya? Kadang aku mikir juga, aku jauh-jauh cari jodoh, eh barangkali aja jodohku ada di depan mata yang selama ini kuabaikan. Tapi aku yakin petunjuk dari Allah tidak akan salah. Jodoh memang misteri. Tapi bener kok yang dikatakan, kalau memang sudah jodoh pasti akan dipertemukan juga. jodoh tidak akan lari kemana asal kita mau berusaha dan tidak tinggal diam. Setelah berusaha baru kita tawakal. Serahkan yang di atas. Kalau dia memang jodoh pasti akan kembali ke kita, kalau tidak ya lupakan aja dan cari yang lain. Toh wanita di dunia tidak hanya dia saja.
Januari 25, 2008 pukul 8:39 pm
Buat teteh-teteh yang susah mencari jodoh, silahkan ke daarut tauhid kebetulan saya sedang mencari istri yang ke-3.. dijamin puas sama AA mah…
:)
April 13, 2008 pukul 10:31 am
halaaaahhhhhh
gitu aja kok repot…..
cuman 3 langkah doang kok yang kita2 harus jalanin
1. KOLEKSI = yang agak banyak
2. SELEKSI = jangan terlalu perfeksionis
3. RESEPSI = jangan nyewa gedung yang terlalu mahal…tar bangkrut…
wkkwkkwkkww
jujur gw aja masih bingung ma pernikahan…walau gw skrg udah kerja di salah satu BUMN yang bergerak di bidang kebandarudaraan..n gw dah jalan 2 taun ma cewek gw…doi kerja n kuliah…gw juga sambil kuliah lagy….
gw ngejanjiin pas gw lulus kuliah baru gw mau nikah….
jujur gw deg2an banget pas mau tunangan…gw takut n nervous
beralasan gak syh gw??
Juni 13, 2008 pukul 5:23 am
maspurws…
he he he.. idem kita dunk…? gitu deh, pdhl udah ga milih2 kok tapi emang dasar aja si jodoh masih dasar dodol alias emg lom ditangan yak ha ha ha…..