Calon jodoh kita tuh kebanyakan fans kita!
Di dunia ini ada sebuah ide bernama: Six degrees of separation yang menyatakan bahwa penduduk didunia ini dapat dihubungkan dalam 6 hubungan kekerabatan (kurang lebih artinya seperti itu). Artinya saya sebenarnya masih kerabat Pak Harto lewat Prabowo (orang ke 2), terus adiknya Prabowo (orang ke 3), suaminya adiknya Prabowo (orang ke 4) dan seterusnya sampai saya sendiri.
Saya sepakat dengan teori tersebut, apalagi dengan model friendster, linkedin.com dan situs2 social networking lainnya menunjukkan keniscayaan ide tersebut. Tapi saya tidak hanya mempercayai ide itu saja, tapi juga ide tentang six degree of relationship.
Ide ini menjelaskan bahwa: “seumur hidup kita, kita hanya bisa menjalani hubungan secara intensif dengan hanya 6 orang saja, dan 3-4 orang diantaranya adalah fans kita”
Ambil contoh Jono, berikut adalah 6 degree yang Jono miliki saat kuliah.
1. Bapak, di kampung sebagai penyuplai dana, kebetulan sakit2an
2. Rina, kecengan satu jurusan
3. Vivi, kecengan masa SMA yang ternyata satu kampus, via SMS
4. Riki, Temen kost cowok
5. Vina, adik kelas yang imut-imut itu
6. Partono, dosen skripsi yang menyebalkan
Ibu kost, Mbah Parti misalnya yang setiap hari bertemu, tidak bisa dikategorikan 6 degree ini. Vivi meski hanya lewat SMS, karena intensif digolongkan dalam kategori ini.
Nah setelah Jono bekerja, Jono hanya bisa berhubungan intensif pun hanya dengan 6 orang saja misalkan:
1. Icha, bos dikantor
2. Mira, staf HR yang cantik
3. Chicha, mantan teman kuliah
4. Iwan, teman sebelah kubikal, merangkap temen dugem
5. Wulan, vendor yang rese-nya luar biasa
6. Vina, adik kelas yang imut-imut dan sekarang ngegangguin terus.
Ok, posisinya sudah berubah, lalu kemana Vivi dan Rina? kandidat terbaik hubungan kita sewaktu kuliah? dalam kasus ini Vivi dan Rina terlempar dengan sendirinya dari 6 degree kita, karena Vivi dan Rina tidak memberi respon yang positif.
Lalu bagaimana dengan Vina yang hingga sekarang masih ada diposisi 6 besar? Padahal Vina sama sekali mustahil menerima Jono. Secara logis mungkin Jono tidak mungkin meminang Vina, tapi dalam ide 6 degree ini, sepanjang Vina masih berhubungan intensif dengan Jono maka kemungkinan ini bisa sangat besar.
Aplikasi Teori:
Ok, ini bagian yang paling penting. Jika Jono bisa berhubungan intensif dengan 6 orang, pastinya ada 3-4 orang yang benar2 suka sama Jono. Nah dari Icha, Mira, Vina, Wulan, Chicha pastinya ada orang yang bener-bener mengharapkan Jono.
Kalau Jono tidak punya 6 degree?
Ok, ambil contoh Jono sangat kuper, dimana ia hanya bergaul dengan Iwan misalnya. Teori ini pun tetap berlaku, karena Vina, Mira, Icha pun tetap terkena dampak teori ini. Artinya Vina punya hanya membangun hubungan intensif dengan 6 orang saja.
Jadi kesimpulannya?
Ok, ini yang maha penting: semua orang punya fans. Semua orang adalah sosok sempurna bagi orang lain. Jadi saran saya:
1. Browse orang-orang terdekat anda, be sensitif, ingat baik-baik siapa selama ini yang selalu anda hubungi, dan anda berhubungan dengan intensif. Dalam skala religi, kalau ini dikaitkan dengan ijtihad (berdoa memilih) pastinya ada kandidat yang selama ini selalu (dan sialnya anda sering tidak sadar) melakukan intensif approach kepada anda.
2. Kalau masih engga ada? segera sambar orang terdekat anda. Pelan-pelan, lihat selama 3 bulan atau lebih, hubungan yang anda bangun ini harus ditujukan intensif. Kalau memang Mira -staf HR- yang saat ini paling menarik, maka Mira lah starting point anda untuk membangun 6 degree ini. Ingat, anda punya 3-4 fans!
Ide Pendukung:
1. Memory manusia memiliki keterbatasan, berhenti di 7-2 atau 7+2, manusia tidak mungkin beraktivitas dan mengingat lebih dari angka tersebut. Ambil contoh Tukul Arwana, sepopuler apapun dia saat ini, hubungan intensif dia tidak akan lebih dari angka tersebut. (duh lupa namanya apa, kalau test psikologi suka ada bagian ini)


bah, teori maksa nan membatasi. jadi maksud anda kita cukup butuh enam teman supaya bisa hidup? maksamaksamaksamaksamaksa.
Apa pula itu teori manusia memiliki keterbatasan? saya selalu memegang teori bahwa manusia itu tak terbatas, orang-orang yang merasa terbatas saja yang selalu memaksakan pandangan sempit mereka pada orang lain agar tak ada yang lebih lebar dari mereka; thus mereka tidak tersingkirkan secara alami
maksa. gak baik diambil nih pemikiran!
mending six degree of separations itu yang dipake, six is unlimited kalo itu yang dijadikan pegangan!
Zenstrive
Juni 19, 2007 at 10:37 am
Ini nih, orang yang belum baca tapi langsung komen
*baca dulu bos, malu nanti diketawain orang
saya bilang hubungan intensif.
*dulu lama-lama makin bandel nih yang komentar
priandoyo
Juni 19, 2007 at 10:41 am
kalau istrinya 4, trus ditambah kyai dan bokap, udah lengkap tuh 6 orang. lha anak anak gak masuk bilangan dalam ketegori hubungan intensif :)
papabonbon
Juni 19, 2007 at 12:07 pm
khan intensif sebelum punya pasangan ya Mas?
Ya ada benernya siy
Tapi ya harus selektif dan jangan asal dalam memasukkan orang2 ke dalam list ini
Catatan, untuk orang yang supel gak cukup kalo cuman 6 aja hehe
riyantoro
Juni 19, 2007 at 3:25 pm
kalo di antara six degerenya gak ada yang single gimana neh om??? hehehe
chatoer
Juni 19, 2007 at 3:26 pm
Cari jodoh dari suku Uyghur aaaaahh….
kunderemp an-Narkaulipsiy
Juni 19, 2007 at 6:27 pm
hehehe klo gitu makin banyak fans makin besar peluang-nya ya Anjar? kekekekek tips-nya telat, dulu ga ada friendster dan aku udah laku….makanya aku di paksa2 anak2 blogger bikin friendster aku ogah…repot…ntar… kutanya suamiku nge fans ama aku apa engga malah engga tuh…. piyee..?
Evy
Juni 20, 2007 at 7:28 am
masa sich???klo gitu Rie udah mulai siap2 bwt kualifikasi fans2 Rie, yaa klo katanya mas anjar kan sapa tau ada yang nyangkut
the23wind
Juni 20, 2007 at 10:57 am
Rasanya gue ngga termasuk yg banyak temen, tapi kayaknya udah lebih dari 6 deh. Belon kalo keluarga dihitung juga…
@the23wind: emang Rie itu sapa sih? Kok elo ngomongin dia terus..?
acooljerk
Juni 20, 2007 at 11:46 am
Sebagai informasi, kalau mau ikutan project riset six degree of separation yang dipimpin professor Duncan Watts di Columbia University bisa masuk ke http://smallworld.columbia.edu/
Riset itu masih berjalan terus, internet/email based. Salah satu anggota tim riset itu orang Indonesia, namanya Roby Muhammad yang sedang studi doktoral bidang sosiologi di sana. Kalau orang Indonesia banyak yang ikutan riset itu, pasti dia senang karena menambah partisipan riset yang menarik itu.
Teori ini pernah diuji juga secara empirik, satu saluran TV Amerika, ABC, pernah membuat semacam program reality show namanya “Basic Instincts: the Human Chain”. Dalam acara itu, dilakukan uji coba pertandingan seberapa cepat seseorang bisa menemukan dan meminta bantuan dari seseorang yang ditentukan oleh ABC (yang tidak dikenalnya sama sekali). Kurang lebih, six degree of separation terkonfirmasi.
Mengenai detail acara menarik itu, bisa dilihat di:
http://www.abcnews.go.com/Primetime/story?id=2717038&page=1
salam kenal
pjv
philips vermonte
Juni 20, 2007 at 12:31 pm
kalo orang kuper kayak aku, ada gak ya yang ngepans
:mikir mode on:
kalo yang six degree segh aku setuju mas, tapi kalo yang 3-4 diantaranya adalah fans kita kok lum isa nyangkut ya.
Abu Ahmar
Juni 20, 2007 at 1:22 pm
pusing-pusing amat bro..!! Tempel aja foto bugil loe pade di mana-mana… PASTI BANYAK YG NG’FANS. Awas! ati-ati nenek orang juga KATUT yah..
Leo_Batman
Juni 20, 2007 at 1:57 pm
benul sekali!
pasangan saya sejauh ini setelah saya interogasi di bawah tekanan akhirnya ngaku kalo sebelumnya memang ngefans sama saya…kekekekekekekekeke
joesatch
Juni 21, 2007 at 12:30 am
betul :)
bahtiar
Juni 21, 2007 at 12:37 am
Kalau love at first sight gimana penjelasannya?
junarto
Juni 21, 2007 at 5:43 am
Sayang ya, saya dah ada yang punya… :)
Mas, kalo kemungkinan nambah lagi gimana ? :))
(hehehehe…)
ryu
Juni 23, 2007 at 3:26 am
mas, teori ini juga berlaku buat cewek gak?
masalahnya, mana fans mana yg nyari isteri khan beda banget tuh
jadi, mending pilih yg ngefans sam kita atau yg kita senengin?
perspektifnya cowok banget sih
hehe…
Ima Taher
Juni 27, 2007 at 2:12 pm
sama aja kok mba Ima, mau disurvey? ntar saya siapin dulu ya :), mba Ima sendiri pengalamannya bagaimana?
priandoyo
Juli 3, 2007 at 10:51 am
[...] Comments hard_worker pada Kalau engineer vendor mengeluhpriandoyo pada Calon jodoh kita tuh kebanyakan fans kita!Franky pada Perlukah apply ke Sinar Mas Telecom?anonim pada Mengapa kita merokok?Iduy pada [...]
Anjar priandoyo is Lifeauditor Mau dicari kemana lagi? «
Juli 3, 2007 at 11:13 am
Tentang fans, bahwa semenjak SMP-Kuliah (yang cukup banyak adalah ketika kuliah dahulu, karena salah satunya adalah saya banyak diminta menjadi instruktur), namun dari semua itu tidak ada yang menggoyahkan hati saya, karena saya memang mencari yang sholeha + cantik ups…, sedangkan usia saya saat ini sudah beranjak di umur 26 th.
lutfi mubarak
Juli 10, 2007 at 4:26 am
satu…dua….tiga…..Hmmm cukuplah, Tapi kalo terlalu banyak fans, jadi terlalu banyak pilihan, jadi bingung. Gimana?? Apa diRandom aja??
sagung
Juli 27, 2007 at 1:45 pm
dulunya saya lebih percaya teori sixteen degree of relationship (sory mas anjar, lebih banyak sedikit) pada saat sekolah sampai kuliah. tapi setelah kerja, diluar daerah dan jauh dari komunitas terdahulu teorinya menjadi sixty…. maaf tetapi ada pergeseran personal, dari sixteen itu dulunya terdapat 6-8 fans, setelah kerja dengan sixty…. menjadi 1-2 fans. nah lho bisa begitu? ternyata setelah 6-8 person itu saling mengenal dan saat kita mau melangkah ke person diluar “6-8″ ternyata mereka juga saling mengenal. ada yang bisa bantu?
wiwid ((katanya)dulunya playboy)
Desember 8, 2007 at 5:13 am
wah, jujur aku baru tahu lho mas, ada six degrees of sparation. Soale aku tuh orangnya ternyata (tanpa aku sadari) cuek, apalagi sama cowok. Tapi sebenernya ramah lho.. Eh, aku jadi kurang peka wat deteksi mana yang ngefans ama kita. jadi ungkapan penggemar rahasia tuh bener ya. hehehehehe. Makasih deh, tar ku pertimbangin. ngumpulin sapa ja yang masuk six degreesku
wida
Desember 27, 2007 at 9:12 am
Wah..wah..wah.
Kalo sistem Fans sih GUA BANGET.
Yeah.
jajaka
Mei 7, 2008 at 9:44 am
fans memang orang yang tepat untuk cintai, tapi apakah juga sebaliknya
nursyarifah
Oktober 24, 2008 at 10:22 am