Usia ideal menikah itu berapa?
Juni 21, 2007 — priandoyoKalau anda pernah mengalami masa kuliah di Bulaksumur, Seturan, Kemanggisan, Depok, Bandung, Surabaya dan komplek mahasiswa yang kenceng hawa hedonismenya tentu bisa merenungkan sebenarnya usia ideal untuk menikah itu berapa.
Pria 23 th, Begitu lulus, biar bisa ‘mengumbar’ janji dengan sang pacar
Perempuan 20th STMJ (Semester Tiga Mencari Jodoh), tahu kan fenomena mahasiswi yang semakin bimbang didetik-detik kelulusannya. Lebih baik segera ‘berikrar setia’ dengan abang alumni sudah lulus yang sekarang kerja di Chevron! hidup tenang, orangtua senang
PS: Mas Joe, teman baik saya punya banyak dongeng dalam periode ini.
Tapi begitu nyemplung di dunia kerja mungkin standarnya agak bergeser. Penyebabnya beragam, dari kenyataan hidup yang keras, ekspektasi orang tua dan lingkungan yang terlalu tinggi dan sebangsanya, akibatnya:
Pria 25 th (usia kelulusan + 3 tahun masa kerja)
Perempuan 23 th (usia kelulusan + 1 tahun masa kerja)
Kalau ternyata terpaksa bekerja di ibukota -dengan segala tuntutan duniawi yang sebenarnya tidak perlu- maka standarnya pun akan semakin bergeser
Pria 30th (entry level + 5 tahun)
Perempuan 29th: (entry level + 7 tahun)
Padahal, pun kalau pernikahan itu dibangun berdasarkan parameter duniawi seperti rumah, pesta pernikahan, tabungan, harusnya pasangan yang sudah bekerja 1-2 tahun itu sudah feasible untuk menikah, sudah mampu. Tapi emang bisa makan pake Cinta?













Juni 21, 2007 pukul 7:48 am
wah mantap ini.. bisa jadi bahan renungan buat saya yang…… :D
Juni 21, 2007 pukul 8:11 am
mas anjar, itukan asumsinya buat yang bekerja dengan pendapatan lebih dari 3jt perbulan, lha kalau pendapatannya cuma 1jt-2jt, gimana?? menurut saya, idealnya pria 26thn sedangkan wanita 24thn, dengan asumsi pendapatan standar 1-2jt/bln dan bekerja sudah > 3thn dan tabungan > 50jt.
jadi tuntutan duniawi terkejar, ekspektasi tidak terlalu besar & orangtuapun senang..hehe..
tapi itu sih menurut saya, kalau ada yg salah mohon diralat..
Juni 21, 2007 pukul 8:20 am
Halah…
Sanggahan yang ampuh:
Sopir Bajaj aja ada yg punya bini’ 3, trus kenapa takut kawin karena gaji ??
Hehhehehehee….
Kabuuurrrrrrrrrrr………….
Juni 21, 2007 pukul 8:57 am
Kalo menurut ku cewek umur 25 th n cowok sekitar 27 tahunan. Kan ideal tuh. Misalnya ceweknya lulus kuliah diumur 22 tahun, jadi bisa merasakan kerja dulu selama 3 tahun. kan nikah itu butuh kesiapan juga dong…. n juga kesiapan materi. Nikah karena cinta or yang lain tapi tabungan gak punya, ntar mau makan apa???? batu????
Juni 21, 2007 pukul 9:00 am
faktor penghidupan sangat penting. Jangan sepelekan itu. Bisa-bisa rumah tangga goyah gara-gara asap tak ngebul. Kecuali kalau sang istri tetap bersabar dan mensupport dan memotivasi suami.
Dan camkan menikah setelah punya anak atmosfirnya beda lagi. Pemenuhan untuk penghidupan itu mah HARUS! Gak cukup hanya ngandelin CINTA!. Belum lagi sang istri baby blue… Tapi rezeki 4JJ1 mah benar2 ajaib dan selalu tak disangka-sangka. Bukan sekedar uang saja, tapi kesehatan, mertua baik, lingkungan kondusif, dll.
**Curhat***
Juni 21, 2007 pukul 9:48 am
Menurut gw pernikahan itu bukan masalah umur, tapi lebih ke kondisi kehidupan & kesiapan mental kita. Umur 30 tahun & tapi kalo masih nganggur & mental ga ada apa ga dosa bila nantinya punya istri & anak tapi tidak bisa membahagiakan mereka…?? Nikah itu khan amanah yang harus ditanggungjawabi.Saya menikah umur 23 Tahun dengan istri 21 tahun tapi karena saya sudah bekerja & mapan maka kami mantap melangkah ke pernikahan & sudah punya anak.
So … yakin saja..Pernikahan itu akan datang seiring dengan kesiapan kita bukan seiring umur kita.
Peace….
Juni 21, 2007 pukul 12:01 pm
setuju dengan komandan. nikah bukan masalah usia tapi masalah kesiapan, bagaimana mempersiapkan itu.
setuju lagi sama Isal.
makanya cari istri yg ’sang istri tetap bersabar dan mensupport dan memotivasi suami’.
tidak setuju dengan nikah harus kerja 3 tahun dulu, atau harus punya tabungan 50 Jt. kl kerjanya gaji 1-2 jt ya ngak nikah-nikah.
to mas Anjar. mulai jadi biro jodoh nih? he he..
semoga masih inget email ku.. :).
Juni 21, 2007 pukul 3:19 pm
tidak banyak kok, mas. pacar saya cuma satu. itu juga malah lebih tua satu angkatan, kekekekekeke!
Juni 21, 2007 pukul 5:16 pm
me? 24 th waktu itu. bini 25.
ps: postingnya banyak amat. kejar setoran? :P
Juni 21, 2007 pukul 7:29 pm
menikah oh menikah…
sampai kapan aku harus menunggu klo kita mengejar duniawi requirement. prasaan menikah itu gampang, tapi kenapa ya kadang kondisi bisa mempersulitnya. Klo kita yakin bahwa Allah akan selalu melindungi kita dan sayang kepada umatNya, kenapa tidak dilaksanakan ? Niat menikah kan ibadah, ya ngga mas ?
Juni 22, 2007 pukul 3:57 am
kalau ortu belum merestui? hehehehe…umur berapa pun gak pengaruh
Juni 22, 2007 pukul 4:01 am
wah…wah…koq makin maju zaman, nikah koq makin di persulit ya???
Juni 22, 2007 pukul 5:43 am
menurut aku, cewek 25 thn , cowok 26 thn udah ideal di jaman sekarang. Jadi masing-masing pihak udah sempat bekerja 2-3 thn sebelum menikah utk mempersiapkan bekal finansial (dan jadi waktu hunting buat yg belum mendapatkan -calon- pasangan ketika masih kuliah) ^o^V
Juni 22, 2007 pukul 6:15 am
klo menurutku tergantung kondisi.
berapa biaya bayarin susu anak bayi sih ? 1 minggu 150rb-an ya ? kalo mau jadi laki2 tanpa harga diri, boleh aja numpang mertua.
Juni 22, 2007 pukul 6:37 am
menikah ideal bagi saya jika semua sudah siap gak usah pandang umur dan materi, yang penting siap segalanya lahir dan bathin serta restu orang tua… urusan materi Yang Maha Kuasa tidak akan mempersulit jika umatnya mau berusaha. Jangan takut untuk menikah dan berkeluarga palagi takut untuk menghidupi.. asal berusaha pasti bisa.
SIAPKAN MENTAL DAN DAPATKAN RESTU ORTU… INSYA ALLAH LANCAR. AMIEN
Juni 22, 2007 pukul 6:49 am
pakailah ASI sebagaimana sunnah rosul dan rekomendasi WHO, asi eksklusif sampai 6 bulan.
Juni 22, 2007 pukul 9:08 am
istri saya dua tahun lebih tua dari saya, umur saya sekarang baru 23, udah gitu penghasilannya lebih gede…hehehe…alhamdulillah so far so good, yang penting -seperti yang saya nasihatkan kepada junior saya kemarin yang mau nikah- harus berani melangkah coy…
Juni 22, 2007 pukul 1:17 pm
27 th utk cow, 24 utk cw. pas kan ?
Juni 22, 2007 pukul 4:07 pm
27!!! Ma sih 27!!! :D
Juni 22, 2007 pukul 5:53 pm
Kebetulan saya agak tradisional sedikit, hehe..jadi kayaknya buat perempuan memang lebih ‘menegangkan’ kalo over 30 belum nikah. Jadi kayaknya under 27 buat cewek, dan over 27 buat cowok. gimana ? euheuhe…
Juni 23, 2007 pukul 3:50 am
why not for married if ready,,,,,,whatever the younger or old,,,,,
Juni 23, 2007 pukul 4:17 am
berapa orang sih yg bisa menabung sampai 50 jt pada tahun kedua atau ketiga bekerja?
gaji awal engineer itu kalau beruntung memang bisa sampai 3 jt, tapi kenyataannya paling 2 jt. uang segitu gk kerasa habisnya.
lebih baik mengandalkan orangtua dan calon mertua untuk pernikahan, itu lebih mujarab :>
Juni 23, 2007 pukul 2:43 pm
kalo orang tua masih ada, kadang komponen pendukung dari orang tua itu memang membantu banget ya…
idealnya memang antara umur 23-30, jangan lebih karena efek ke anaknya juga tuh ntar, repot juga kan punya anak makin gede dan kitanya makin tua banget, ya kecuali kalo pas kita umur 30an, dapet istri daun muda alias belasan wekekkeke
Juni 24, 2007 pukul 9:11 am
Kalo saya dulu pribadi target menikah usia 22 tahun (masih mahasiswa), tapi realisasinya usia 23 tahun. Namun sekarang saya punya pemikiran bahwa usia yang pas menikah itu ketika gaji minimal udah bisa mencukupi kehidupan sehari-hari keluarga dengan satu istri dan udah serius kepengin nikah. Jadi tidak peduli usianya berapa (asalkan udah baligh lho…).
Tip. Menikahlah di usia masih muda/produktif, karena ketika anak kita udah gede, kita masih bisa mengimbangi dunia mereka.
Juni 25, 2007 pukul 1:42 am
setuju dengan mas ardi… setuju dan setuju ketika gaji menilaml cukup untuk hidup berkeluarga… dan ketika bikah masih usia produktif ya antara 25 an kita masih bisa mendidik anak kita setinggi tingginya heheheh dan merasakan cucu dari mereka
Juni 25, 2007 pukul 2:17 am
Menikah itu masalah mental bukan uang. Berapa sih biaya nikah di KUA? (under 100rb rupiah kan). Kalau memang pasangannya belum ada sih saya maklum aja. Memangnya mau kawin sama siapa? Tapi kalau alasannya uang.. mau kumpulin sampai berapa sih? Juga untuk rekan2 yang punya prinsip tidak mau tinggal sama mertua.. makan aja tuh prinsip sampe tua. Kalau rekan2 masih punya prinsip seperti itu, ya siap2 saja orang tua anda hidup sebatang kara di masa tuanya karena anak2 nya tidak ada yang mau tinggal dengan mereka. Saya sendiri menikah dengan meminjam uang perusahaan 5 juta (alias modal dengkul). Tapi di 7 tahun usia pernikahan saya, alhamdulillah, sudah punya 2 rumah, 1 di Jakarta dan 1 di Tangerang.. tambah 2 mobil, 1 baru dan 1 bekas (note: hasil keringat sendiri, bukan dari mertua). So Menikahlah, dan rejeki itu akan datang sendiri. Cheers..
Juni 25, 2007 pukul 10:00 am
pernikahan….
duh complicated euy, bingung bicarainnya, ya iyalah mang lom kiwin gw…tapi selaku salah satu gadis di dunya ini yang asih dalam taraf penjajakan mencari pemuda idaman cieeeeh………dengan nikah ada penyatuan dua kehidupan, dua insan didunia ini, rizky akan ikut mengalir ya dengan catatan berusaha berdoa & blalabla…apalagi kalo dah punya anak…ntar rezeky pasti ngikut ngalir dech hehe
….x….
Juni 25, 2007 pukul 4:06 pm
wah kalau soal umur ideal buat married.. bukan kita loch yang nentuin jodoh itu kapan datengnya..
banyak pernikahan di indonesia sekarang menikah pake target.
ada yang bilang”gw harus menikah umur 25 tahun”
atau “gw mau kawin muda”
jadi pas mereka kenalan ma seseorang (cewek/cowok) langsung diajak serius, trus juga dilihat dari bebet, bobot, bibitnya lalu dibandingin dengan konstenstan yang lain lalu tinggal pilih mana mau diajak serius dan married deh.. tapi mereka gak tahu apa pernikahan itu sebenarnya!
yang mereka tahu, khususnya cewek mereka harus menikah dibawah 25 tahun biar dicap laku.. malah cewek yang diatas 25 tahun di cap laki-laki sebagai usia rentan akan pernikahan dan persaingan dengan yang lebih muda.. itu yang membuat pernikahan target di indonesia membludak!!!
uda gak pake cinta, rasa hormat dan bla bla bla yang penting kedua belah pihak berniat menikah, menghasilkan keturunan supaya dikeesokkan harinya bisa unjuk gigi bila ada reuni..
dampak pernikahan tersebut mengakibatkan perceraian karna sebenarnya kedua pasangan tersebut belum siap menikah.. ada beberapa pasangan yang tidak ingin bercerai karna iman agamanya, sudah punya anak, takut ngecewain orang tua, malu karna gagal dsb..
trus me..
kalau menikah sebaiknya jangan pake target
and ga usa pake umur ideal segala
keep a life and enjoy aja.. jodoh gak akan kemana
gak usa peduli-in orang tua yang uda nyap-nyap, orang-orang yang nanya kapan loe married..
kenapa gw ngomong begitu,
karna gw uda liat banyak banget pernikahan muda, perselingkuhan, pasangan yang tidak saling menghormati pada awal pernikahan mereka, perceraian, para mertua menyesal dan saling menjelek-jelekkan menantu sendiri dsb..
itu membuat pelajaran buat gw, kalau gw menikah nanti, gw menikah dengan pria yang gw cintai, yang gw hormati, gw hargai, gw memujanya, dan buat gw rela ngelepas karir dan apapun yang gw punya dan ikut bersamanya walaupun keujung dunia sekalipun. walaupun gw ketemu jodoh gw waktu umur gw 35 tahun dan bahagia selamanya misalnya, gw kan jalanin, itu lebih baik ketimbang gw menikah target tapi gak bahagia akhirnya
Juni 26, 2007 pukul 7:30 am
kalau ga ditarget bukannya bisa melenceng kemana-mana ya?
Juni 26, 2007 pukul 9:50 am
hehehhe… komentar rusihakim itu sama persis dengan idealisme ku sebelum aku nikah…
Biasa kalo orang blum nikah suka kayak gitu, bimbang sendiri, liat orang nikah kok kayaknya repot, ditekan di sana sini, denger kata orang musti nikah umur sekian sekian, akhirnya.. ah bodo amat, yang penting gua seneng …
ndilalah, akhirnya jodoh mempertemukan kami dan akhirnya menikah, sekarang aku merasakan ternyata pernikahan tak se-mengerikan yang dulu kubayangkan ;) hehehe… biasa kok kayak gitu…
peace sist :P
Juni 26, 2007 pukul 10:37 am
nikah mah gak usah ditargetin… :)
sebagai cewek dulunya pengen nikah umur 27/28.. cuma berhubung di “todong” dan “diancem” terus sama calon.. yasudah.. akhirnya memberanikan diri nikah.. eh ternyata asik juga.. seru.. hiihihi..
intinya.. wahai cowok2 diluar sana.. kalau mau cepet nikah.. harus berani euy..!! :) maju terus pantang mundur..:) kalo ditolak.. maju lagi..maju lagi.. cewek biasanya suka co kek gitu kok..:D asal jangan norak aja pendeketannya…:) harus tetep cool and gentle ya.. jangan pasang desperado..:)
Juni 27, 2007 pukul 3:30 am
buat rusihakim, wajar sih komentar anda begitu.. komentar orang jomblo.. kalo belum ada pasangan.. jgn malu minta cariin sama mas priandoyo.. he..he..
Juni 27, 2007 pukul 4:49 am
Wow bicara nikah, jd pengeeen neehhh…. :=)
Nikah menurut gw seh kyknya bukan masalah usia aja. memang menurut riset, kematangan seseorang itu bisa dipengaruhi dan diukur dari faktor usia, tp ada jg lho orang yg usianya dah dewasa tp cara berfikirnya kyk anak”.
yg penting diantara pasangan harus ada saling pengertian, tau hak dan kwajiban n yg pasti harus berusaha untuk hidup yang lebih baik gto lhoooo….
Mengenai rezeki mah serahkan kepada Sang Khaliq aja asalkan tdk putus” berusaha dan berdoa.
Lihatlah Ke Bawah jgn Trus”an Melihat Ke Atas, maka Kita akan merasakan betapa beruntungnya hidup Qt.
Ceileeee kyk advisor aja gw…..
Juni 28, 2007 pukul 12:17 am
tips menyakinkan calon mertua bagaimana ya……..???
Kayaknya yang kasih comment di blog ini sudah berpengalaman atau sekedar kutip kata doank!!!!!
Juni 28, 2007 pukul 4:51 am
Salute gw ma postingannya “someone” bikin gw makin terinspirasi .. thx
gw juga termasuk yang mau married nech akhir juli nanti … pada umur 27 dan pasangan gw sekarang 23 .. dengan gaji yang standart . gw sih yakin Berkat itu juga pasti akan ada setelah kita menikah :)
Juni 30, 2007 pukul 6:07 am
setuju ama chamb dgn komennya: “lebih baik mengandalkan orangtua dan calon mertua untuk pernikahan, itu lebih mujarab :>”
semoga ortu saya mampu membiayai pernikahan saya, sederhana gpp yg penting SAH sodara-sodara..SAH… :D
amien.
Juli 4, 2007 pukul 2:09 pm
Banyak perempuan di sekitar saya yang menargetkan untuk menikah di usia tertentu. Umumnya, 29 tahun dianggap sebagai usia ‘peringatan’ bagi perempuan kalau belum menikah.
Teman-teman kuliah saya (jurusan saya mayoritas perempuan) umumnya memasukkan ‘pernikahan’ sebagai agenda mereka setelah lulus. Ada yang kemudian menikah dengan pria yang dijodohkan orang tua, ada yang menikah dengan pacarnya dan ada juga yang menunggu dan menunggu…
Tapi (buat saya ini menyedihkan) ada pula yang menganggap bahwa dirinya tidak berguna kalau tidak menikah. Menurut saya, nilai seseorang tidak ditentukan dari status pernikahannya, tapi bagaimana dia dapat mandiri dan berkonstribusi untuk masyarakat dan Tuhan (kalau tidak atheis).
Juli 23, 2007 pukul 9:04 am
Wah klo yang kerja terus nabung enak….. tuh……
sekarang klo gini gimana ?
lulus STM langsung kerja (waktu kerja umur baru 19th), penghasilan yang diperoleh sebenernya cukup untuk biaya hidup dan sisanya di tabung tetapi digunakan untuk biaya kuliah (Kuliah Ekstensi) yang sbenernya biayanya lebih “gede” daripada kuliah reguler. abis itu kuiahnya ambil S1 selama 5 tahun ato 10 semester. Ya gitu gaji yang diterima digunakan untuk biaya kuliah, makan dan kos. dengan lama kerja selama 5-6 tahun mungkin tabungan saya hanya sedikit selebihnya digunakan untuk biaya kuliah…
bisa nabung ato ngasih ke ortu kalo dapet lemburan…….
gimana mas admin, kira2 ada “wejangan” buat saya agar tetap semangat….. gitu…..
makasih ya
Juli 23, 2007 pukul 9:20 am
teman ada yg kayak gitu, survive kok. cuman yah marriednya diatas 30 tahun.
lulus stm kerja di vendor astra - 5 tahun
lanjut kuliah ke muhammadiyah solo - 4,5 tahun
kerja di R&D di tempat saya 3 tahun
married di usia 31 tahun
namanya oom joko …
Juli 27, 2007 pukul 1:48 pm
Kalo yang cewek lebih tua dikit daripada si cowok gimana? setahun dua tahun gitulah. Gak masalah kan??
Juli 31, 2007 pukul 10:00 am
menurut program bkkbn itu usia minimal sbb: pria 25th, wanita 20th heheheh … jadi kalo cewek sudah 22th, itu udah lewat 2 tahun dong.
yang susah buat pria adalah mencari calon istri yang mau menerima kondisi (ekonomi) dari calon suaminya. mungkin bisa dibilang pelit, tidak mau berusaha, dsb. tapi imho, saya pribadi gak bisa kasi janji banyak soal taraf ekonomi. kalo mau coba ngitung yg ribet misalnya, gaji 3 jt/bln buat seorang cowok jomblo pun bisa habis tak berbekas kalo gak pinter nabung. bisa habis buat pulsa, jajan, refreshing dsb.
intinya bukan di nominal gaji yg diterima atau yg dibawa pulang. tapi gimana bisa mengelola dan mencukupi kebutuhan hidup yang ada. nah, cewek mana yg bisa mengerti ttg hal ini? secara hidup di jakarta gitu loh. setiap hari makan warteg apa kuwat? :P … masak sendiri apa gak bosen? apa gak butuh jajan? apa gak butuh buat refreshing/rekreasi? pulang kampung? pulang kantor naik taksi karena kecapekan?
kalo ketemu calon yg mau menerima hal itu. tentunya sangat membantu cowok sekali. apalagi cowok rata2 gak paham soal wewangian, mandi 2x sehari (iih, jorok dong kalo frekuensinya kurang dari itu), baju baru, sepatu baru, aksesoris baru.
ya wis lah … berdoa aja moga2 rezekinya cukup. ndak perlu berlebihan. toh, petuah orang tua selalu bilang, “dulu kami juga mulai tanpa punya apa2.” nah, kan? sekarang butuh rumah dengan luas bangunan berapa? mau pake kendaraan apa? mau biasa belanja di mal mana?
good luck.
ps: buat calon istri yg lebih tua. esensinya gak ada masalah. yang masalah sebenernya ego. kalo umur lebih tua itu, masing-masing bisa atur egonya, gak masalah. kalo istri lebih muda tapi gak bisa atur ego ya sami mawon isinya masalah thok. bukankah rumah harus menjadi tempat kembali yang nyaman? home sweet home …
pulang yukkk!!! lembur terus nihhhhh
September 3, 2007 pukul 6:55 am
iya nih..pengen buru2 nikah?!
cuman persiapannya itu Loh? resepsi- kartu undangan- mesen tempat- transport buat kedua keluarga.
woo ribet.
mohon pencerahannya buat sesepuh yang dah berpengalaman?!
September 14, 2007 pukul 4:54 am
bener juga seh?nikah bukan masalah umur tapi kesiapan! hehe..saya selisih setaun dengan cowo sy kadang suka mikirin ke arah sana tapi kayanya orangtua kita ga bakal ngijinin deng..yah ituh masalahnya psti materi…mungkin mereka ga mau anaknya sengsara kali yah..hehe..
belum lagih sekarang penghasilan kita ga menentu meskipun udah sama-sama bekerja..suka jadi psimis, meskipun saya teramat sangat yakin allah maha pemberi rezeki tapi sepertinya ada banyak hal yang mesti dipikirin lagih..karena nikah kan sekali seumur hidup..
September 14, 2007 pukul 9:29 am
Kalau dengan umur sama tapi beda agama gimana?
September 23, 2007 pukul 7:33 am
menikah itu adalah fase kehidupan yang penting bukan main2. Sangat penting sekali menimbang2 kapan idealnya kita sudah harus menikah. Menurut gw patokan dasar yang paling utama adalah kemapanan. Kemampuan membiayai diri adalah faktor wajib bagi seorang laki-laki untuk menikah.
Yang terpenting bukanlah umur sebenaranya ! boleh-boleh saja menikah di usia muda namun dengan catatan pada saat itu kita sudah mapan. Alasan lain kenapa kita harus memapankan diri kita sebelum menikah adalah karena wanita butuh uang untuk membeli susu, atau untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Ada sebuah cerita, temen gw kebelet banget mau nikah karena udah cinta. Orang tuanyapun gak ngerestuin cos ia belum kerja. Alhasil, temen gw hidup melarat dengan istrinya (ini kacamata gw).
Bayangin ! untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, temen gw jadinya berjualan es kedelai di seputaran kampus gw. Padahal tadinya dia mahasiswa outstanding !
maksud pembicaraan gw adalah, sebagai seoarang laki2 janganlah mempermalukan diri dengan ketidak mampuan/miskin dalam menghidupi istri.
Oleh karena itu, jika ditanya usia berapa kita idealnya menikah ? jawaban gw adalah : pikirin dulu usia berapa idealnya kita udah mapan.
Masyarakat Indonesia sekarang ini idealnya udah mapan pada usia belasan tahun. Kekayaan jaman sekarang bermula dari ide2 cemerlang. Banyak profesi or sumber penghasilan yang modalnya adalah ide.
So, maksud gw, siapapun yang baca tulisan ini. Mulailah mengajak orang lain untuk belajar mapan semuda mungkin. Pada anak-anak kita, ajarkan mereka berpikir mandiri. Berpikir penuh ide. Pada teman dan lainnya, beritahu mereka bahwa mereka harus mapan secepatnya !
Kembali ke pertanyaan : usia berapa idealnya kita menikah ?
sebenarnya gw pribadi masih bertanya-tanya (skarang umur gw 24 tahun n lagi mikirin pertanyan itu ke gw).
Untuk sementara, jawaban gw adalah SECEPATNYA ! Ketika gw udah baligh, dan mampu menanggung biaya hidup rumah tangga gw kelak. Maunya gw, ketika gaji gw udah cukup gede buat hidup enak bareng istri gw (kelak) maka saat itulah gw udah ideal buat nikah. (Amin, mudah-mudahan umur 25 ^_^ ! Optimis !!!)
Ada sebuah kebanggan tersendiri bagi seorang gw ketika gw mampu membelikan sesuatu untuk orang yang gw sayangi, ya istri gw la….! ^_^
tapi kalo kamu punya pendapat, “gak bakalan kawin kalo ngotot jadi kaya or mapan dulu baru nikah !”
Pendapat gw : Minimal kamu saat nikah kamu gak luntang-lantung !
Kenapa menikah di usia muda (dan mapan di usia muda) itu penting ? jawabannya, semakin hari indonesia makin mahal. Apalagi biaya pendidikan ! kasihan anak-anak kita kalo kita nikah umur 3o an.
Contoh analisisnya : saat anak kita masuk kuliah (18 tahun) umur kamu jadi 48 tahun. Pada usia itu, seberapa besar kapabilitas finansial kita ???
Sedangkan disisi lain biaya masuk kuliah (18 tahun mendatang) pasti mahal !. Konon kenaikan biaya pendidikan rata-rata 10 % pertahun (menurut Safir Senduk). Belum lagi potensi kamu kena pensiun, apakah kamu mau melihat pertumbuhan anak kamu saat dia kuliah dengan kondisi tubuh kamu yang makin lama makin kayak kakek2 ?
Amin….! gw doain banget kehidupan rumah tangga kamu sehat wal afiat dunia akhirat !. Udah mapan saat nikah, nikah di usia muda ^_^
Cayoo ! sukses buat elo !
September 24, 2007 pukul 3:26 am
Klo Buat Gw…Nunggu Mapan??? lo Kaga Bakalan Nikah-nikah yang ada klo itungan mapan umur lo udah ampe 30 an…capee deh..mendingan saran gw klo mo nikah kita harus punya penghasilan tetap atau bekerja di perusahaan yang sudah mapan….
keraj tidak sampai setahun aja langsung nikah aja…insyallah rezeki pasti ngikutin…percaya deh rejeki selalu mengikutin kebeutuhan kita:)
Klo Nyampe mapan ampe Lebaran Kuda juga kaga akan nikah-nikah…hehe
September 24, 2007 pukul 3:33 am
kl dah siap nikah tp dipersulit ortu gmn?? apa lagi cewe harus ada wali kalau nikah… jadi nya niat baik untuk menikah molor sampai waktu yg tidak bisa ditentukan deh huhuhuhu…
September 24, 2007 pukul 9:09 am
sesuai pemaparan pemberi topik..
kalo yang cowok dapet kerja di Chevron mah gampang nyari jodohnya….khususnya nyari ceweknya anak2 bos, yang masih SMA (cakep2 lho)…….
temen gw cewek nikah sama engineer Caltex(Chevron) ketika baru lulus sekolah…umurnya baru 17-18 tahun….sekarang udah punya anak dia….hihihihi….sedangkan gw belum juga lulus kuliah….
asal calon suami pegawai chevron (engineer)….ortu si cewek mah gak mikirin sekolah lagi,….yang penting kan suami sang anak kerja di chevron (hidup bahagia dan ortupun senang)
Oktober 19, 2007 pukul 2:49 pm
duuuuuuuuuuh jadi mauuuuuuuuuuuuLLUU,soale umurku dah 32. punten mas….aqu wanita, pernah narget ga yaa?cuma aqu
bingung kenapa jalan hidup orang laen mudah?aq bersyukur kok dengan yang kudapat. belom nikah juga yaaaaa udah jalan hidupku? taaruf gagal terus?pernah “umi” nanya “nyesel ga taarufnya gagal?” alhamdulillah ngga, karena waktu taaruf aqu seakan2 ga ….. saking pengennya genapin dien.sekarang baru ngeh,atau aq bisa berpikir realistislah.
aqu seh enjoy aja terima ketentuan-Nya, tapi masyarakkat itu kejam ama wanita usia diatas 30an. mereka lebih maklum ama yang MBA daripada perawan tua?
target-target……..
Oktober 22, 2007 pukul 1:43 pm
Ngomong2 tentang Engineer…
Masyarakat Indo ampe sekarang masih juga jagoin engineer ya ternyata,,dikira cuma thn 60-80 hehehe…
Fyi aja emang bener.. dulu Om g lulus ITB dan langsung diterima di Stanfac (persh oil)..
langsung diminta kawin ama ortu yang cewek..umur 15 tahun! ..
Si ortu rela banget anaknya dikawinin muda…
….
Btw siapapun pembaca blog ini ..30-an thn ..cowok engineer ..kerja di Oil Company atau Consultant Oil Company…masih single? hubungi g yaa…
Mudah2 an masih ada stock ya …hehehe
Desember 11, 2007 pukul 12:06 pm
Wah gw siap nikah nih mas Anjar, tapi tar deh 3 tahun lagi
maklum lagi merintis karir and gw sekarang masih 21 tahun so harus ngumpulin modal and ilmu agama dulu donk biar lebih mantep and pd kayak mas Anjar dan Mbak Yu Nunung. Heee.heee
BTW kasih tips and triknya yang mujarab ya selain pake “Jaran Goyang” cos lagi bingung nih, ahwat yang gw incar jadi primadona and saingannya tuh berat2.<<>> yang semuanya tuh bekas satu almamater and si dia classmate gw waktu kuliah dulu.
Jadi agak2 minder gitu. Heeee
Desember 30, 2007 pukul 9:00 am
Menurut saya umur minimal untuk pria menikah itu 25. Tapi, waktu yang ideal untuk kawin sebenarnya bukan berdasar umur, atau pengalaman kerja, tapi lebih berdasar pada -sorry to say- kemampuan finansial. Ya, uang! Kalau pekerja ya berarti gaji. Kalau pengusaha ya berarti penghasilan bisnis. Umur 25 kalau sudah mampu menghidupi istri, ya go on, menikah. Umur 35 kalau belum punya uang, ya jangan dulu!
Sungguh, jaman sekarang apa-apa mahal, apalagi kalau berencana punya anak, wah penghasilan besar itu baru terasa perlunya. Betul; cinta tidak bisa memberi makan.
Intinya: masih muda carilah uang sebanyak-banyaknya, kalau rasanya cukup baru pikir menikah.
Desember 30, 2007 pukul 3:08 pm
wah..kayaknya banyak “jomblower” nich..hihihi. AwaS klo udah nikah nanti akan menyesal !. Menyesal kenapa nggak dari dulu…wakakak.
Januari 4, 2008 pukul 6:15 am
standar miniimal adalah : udah punya rumah walau kecil, biasanya harga rumah 200-300 juta, bisa kpr 10 atau 15 th. down payment biasanya 40-50 juta. cicilan mungkin 1,5 juta. trus udah punya mobil satu, xenia cukup = 90 juta. motor satu = apa aja, mio bisa kok 10,6 juta. penghasilan total gabungan suami dan istri minimal 7 juta. jadi ga gagap pas mau ke dokter buat periksa kehamilan istri, atau tar beliin susu formula buat anak, juga buat beliin buku2 anak, education, dsb. Inget diet buat anak juga penting, harus bergizi, makan daging sapi tiap hari, susu yang bagus, scott’s emulsion, vitamin, fruit. inget, umur sama sekali ga relevan buat nikah, karena begitu nikah, kita harus mikir buat anak. contohlah orang barat, nikahnya rata2 30-35, karena mereka nabung habis2an dulu. pasti kualitas hidup bangsa Indonesia meningkat kalau semua ikutin standar ini.
Januari 14, 2008 pukul 7:17 am
kalo menurut saya, Ada Kesempatan, Ada Kesiapan, Ada Restu Langsung aja Secepatnya.
Kembali kepada individunya masing2, dalam hidup menurut saya target itu perlu meskipun nanti pada kenyataannya melenceng dari rencana. Sebaiknya sedari kecil anak itu sudah dibiasakan untuk mengerti cita2 mereka, hal itu untuk merangsang daya berfikir dalam merencanakan masadepan mereka sendiri.
Masalah Target menikah sejak dari SMu atau bahkan dari SMP saya sudah berfikir tentang itu. Bahkan saya sudah membayangkan bagaimana tentang hari tuaku kelak. sehingga saya memiliki perencanaan langkah2 untuk meraih masadepan yang saya inginkan.
Menurut Nasehat Orang tua “Puncak kesuksesan Anda harus berada pada usia antara 40 - 50 tahun kalo diluar itu anda adalah seorang yang gagal”. Alasannya adalah diusia itu anak kita sedang membutuhkan banyak biaya (kuliah anak2 dsb). Diusia itu juga masa2 dimana kita benar2 bisa menikmati hasil jerih payah kita. Coba saja jika kita sukses diatas umur 55 tahun, saat itu makanpun sudah gak berasa enak, punya mobilpun belum tentu kita bisa mengendarai sendiri, Istri secantik apapun mungkin kita sudah gak bergairah lagi(he he), Pas kalanya bisa nginap diHotel Bintang 5 kelas VIP pulang cek outnya sudah dibawa pake ambulan ( Wah wah sangat menyedihkan).
Jadi perencanaan hidup itu sangatlah penting, mumpung masih muda bekerja keraslah dan siapkan target usia 40-50 harus mencapai sukses.
Masalah menikah JIKA ada kesiapan, ada kesempatan, ada restu, langsung aja eh jangan lupa “rencana yang matang”. tetapi menurutku lebih baik usia antara 22 - 30 tahun.
Saya hanya lulus SMU tidak bisa kuliah karena masalah biaya, tetapi dimana ada niat, semangat dan motivasi semua kesulitan dapat dilalui, yang namanya belajar bisa darimana saja, dan menurut saya hidup sendiri adalah merupakan proses belajar, setiap ada kesulitan 4JJI akan selalu memberikan jalan meskipun jalan itu berliku dan tidak sesuai keinginan kita, kita boleh berencana tetapi rencana 4JJI adalah rencana yang terbaik buat kita. Akan selalu ada kebahagiaan dan keindahan tersendiri saat kita mampu melalui berbagai cobaan tanpa kita menyerah pada keadaan.
Ucapkan dalam hati kita sebagai motivasi “SAYA HARUS SUDAH MENCAPAI SUKSES DIUSIA ANTARA 40-50 TAHUN”.
mari Kawan berjuang bersama2, Hidup lelaki … !!!!!!
jangan lupa buat kaum hawa dukunglah semangat para lelaki-lelaki ini.
:) :)
Januari 25, 2008 pukul 12:48 pm
jodoh udah ada yg atur, tapi kalo ditanya idealnya menurut saya bagi cowok 25 tahun ke atas (sesuai yg di contohkan Nabi Muhammad), kalo perempuan menurut saya asalkan sudah tiba menstruasi juga boleh dinikahkan (seperti contoh siti Aisyah dengan Nabi Muhammad). Namun zaman mereka dengan zaman kita sungguh berbeda.
kalau zaman mereka yg di cari adalah keredho’an 4WI semata segala sesuatunya hanya untuk beribadah di jalan 4WI, kalau sekarang???bisa kalian jawab sendiri dimana orang yg semakin kaya semakin hebat semakin dipandang dll.
namun memang saat ini dibutuhkan sedikit perhitungan agar tidak menyesal di kemudian.
jadi setiap orang kondisinya akan berbeda dengan yg lain tidak bisa disamakan
Maret 16, 2008 pukul 4:09 pm
Mudah2an bisa cepet nikah…
Ammiinnn
April 1, 2008 pukul 2:50 am
apa yang dibilang kalian semuanya itu ada benernya juga. emang pusing si kalo mikirin nikah, yang mapan mah mapan, yang susah mah susah. tapi emang bener nikah itu perlu kesiapan, kemapanan dengan begitu ga nyesel di kemudian hari.