Pahlawan kesiangan
Mas, aku ga bisa nunggu
orang tuaku juga ga bisa menunggu
Sekarang atau tidak sama sekali
Jon, temen-temen ga bisa nunggu
kita harus berangkat sekarang
Ayo Jon!, kita ga bisa nunggu kamu siap
kita ga bisa menunggu kamu punya atau jadi apalah
Sekarang Jon, sekarang
Jon, pikir lagi Jon
tapi kumohon jangan kelamaan


Rini, mas masih menikmati jalan sendirian
Orang tuaku masih butuh jatah bulanan
Tunggu atau cari yang lain
Rini, teman-teman malah mengajakku jalan-jalan
Ke Bangkok atau Batam dan Bintan
Kami akan berangkat sekarang
Duh Rini, tunggu sampai kami pulang
Masa lajang memang menyenangkan
Rini, pikir lagi Rin!
Apa kamu dah ada cadangan?
======================
Peace Bro!
ihedge
Juni 26, 2007 at 1:50 am
wah, perlu ditarbiyah nih ! :) dimulai dengan kajian kajian tentang nikah dan diracuni dengan buku buku ust. Fauzil Adhim, seri “Pinanglah Aku Dengan Hamdallah”.
Inilah bedanya kuliah di luar negeri dengan kuliah di jogjeskarto. :) karena materi tarbiyah ttg menikah ini kalau di luar negeri kebanyakan hanya beredar di orang arab atau orang mesir yg beda komunitas, akibatnya gak terinduksi sama sekali. kecuali di universitasnya ada ppi yg pengajiannya dikooptasi sama aliran ikhwanul muslimin/tarbiyah/pks ini.
ayo bro, segera menikah. selanjutnya tanggung sendiri, huehehehe :)
jujurnya, dari jaman dulu urusan manusia berkutat melulu sekitar, lahir, menikah dan mati. kapan varian role play macam melestarikan alam dan mencintai makhluk hidup lain [termasuk E.T dan penghuni mars] dan lain lain yg ideal itu jadi bagian dari pergumulan batin manusia ? :p
mosok diisi varian perang emlulu. dah kebanyakan termasuk perang yg diinisiasi oleh para nabi. mboseni jadinya :)
papabonbon
Juni 26, 2007 at 2:15 am
huehehehe… itu reply di atas cuman iseng doank bro, biar sejalan sama yang ditulis Anjar. Nulisnya aja pake senyum2 sendiri. :D. Belum tentu mengungkapkan yg terjadi sama saya.
Di kampus sih dulu ada sekelompok teman2 yang selalu mengajak pengajian dsb. Tapi yaa… dasar orangnya gini sih. :P
ihedge
Juni 26, 2007 at 2:32 am
Benar komentarnya papabonbon, lingkungan tempat kuliah sangat mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan.
Saat ada acara reuni 3 angkatan (satu tingkat diatas dan satu tingkat dibawahku), ternyata umur anaknya mirip2 aja. Walaupun ada yang menikah duluan (maksudnya begitu lulus langsung nikah), ternyata punya anaknya yang menunggu kerjanya settle…jadi akhirnya hampir sama dengan yang menikah belakangan (apalagi pake kontrak 2 tahun tak boleh menikah).
edratna
Juni 26, 2007 at 4:29 am
Tiga baris pertama, lalu
….
….
….
saya mengalami dejavu
Fadli
Juni 26, 2007 at 2:46 pm