Lelaki yang bercita-cita mengubah dunia
Ketika aku masih muda, aku bercita-cita untuk mengubah dunia. Cita-cita ini sangat kuat sehingga hampir setiap detik yang aku pikirkan adalah untuk mengubah dunia ini. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata mengubah dunia itu sulit. Kemudian aku pun bercita-cita mengubah negeriku, tapi itu pun tidak mudah, kemudian aku beralih bercita-cita mengubah kampung halaman, tapi ternyata itu pun tidak mudah.
Sampai suatu ketika, aku terbaring di rumah sakit dalam keadaan tua renta. Aku baru menyadari bahwa aku tidak melakukan sesuatu apapun yang aku cita-citakan. Seharusnya aku mulai dengan mengubah diriku sendiri, kemudian seharusnya aku mengubah keluargaku, mengubah kampung halamanku, mengubah negeriku, lalu mengubah dunia.
Tapi aku baru sadar, bahwa sekarang semua itu sudah terlambat, aku tua, renta, merangkak menuju liang lahat.
Kutipan seorang buku miliki teman.
Jadi Jon, teori namanya kalau kamu bercita-cita mengubah dunia, tapi kamu belum berani memutuskan untuk berkeluarga.


daripada mengubah dunia, mari kita “take over the world!!”
ref to: http://en.wikipedia.org/wiki/Pinky_and_the_Brain
Pinky: “Gee Brain, what do you want to do tonight?”
The Brain: “The same thing we do every night, Pinky – Try to take over the world!”
weathertop
Juni 28, 2007 at 2:52 am
heh!
the pinky and the brain..
Ya, mari kita ubah diri kita dulu baru mengubah orang lain
riyantoro
Juni 28, 2007 at 5:18 am
hehehe… setuju mas Anjar. :D
ihedge
Juni 28, 2007 at 1:19 pm
Weleh, baru tahu saya kalau tujuan hidup itu untuk berkeluarga :P
Rusdy
Juni 29, 2007 at 5:10 am
“Jadi Jon, teori namanya kalau kamu bercita-cita mengubah dunia, tapi kamu belum berani memutuskan untuk berkeluarga.”
Ngena bgt!
Here nice quote from ‘Evan Almighty’ :
God: How do we change the world?
Evan Baxter: One single act of random kindness at a time.
God: [spoken while writing A-R-K on ground with a stick] One Act, of, Random, Kindness.
ibunyaadin
Juli 24, 2007 at 4:26 am
[...] semangat, saatnya mengubah dunia Posted in Career [...]
Jamannya sudah beda nak « Anjar Priandoyo is Lifeauditor
September 12, 2007 at 1:14 am
apapun yg kita lakukan sebenarnya juga mengubah dunia. Minimal dunia kita sendiri
mo_cab
September 12, 2007 at 9:24 am
wah…gw banget…dulu waktu kecil gw bercita2 merubah dunia..trus lama lama dengan berjalannya waktu..pingin merubah gmana orang biar bisa berkerja tidak hidup susah…ternyata intinya gmana merubah diri sendiri dulu kekee…salam kenal ama mas anjar..
laci
September 14, 2007 at 7:03 am
gimana caranya melamar ke qatar telecom
ardiansyah
April 7, 2008 at 5:26 pm
memang sebagai manusia yang berakal kita memiliki beberapa keinginan,tapi kalau cita-cita mengubah dunia, mustahil deh, coba deh hitung denyut nadi,atur akhlaq muliamu, waktu dibuat mundur, pasti nggak bisa, apalagi mengubah dunia, yang ada ubahlah rasa hatimu,agar tetap pada tujuan hakiki
nursyarifah
Oktober 24, 2008 at 10:30 am