Anjar Priandoyo

Polisi

with 27 comments

Pa dhe saya, seorang polisi, beliau pernah bertugas sebagai Kolonel di Mabes Polri. Pa Lik saya sekarang Kapten Polisi aktif di Caruban, Madiun. Pa Lik yang lain bertugas sebagai Polisi pelabuhan di Ambon. Bu Lik yang paling kecil beristrikan seorang PNS Tentara di Purwokerto. Praktis hanya bapak saja yang tidak bekerja sebagai aparat, dan praktis hanya bapak yang tidak merokok.

Kakek bukan seorang polisi, dia hanya seorang mantri pengairan di Purwokerto. Kakek memang mendidik anak-anaknya dengan keras. Di kampung pemuda paling hebat biasanya bergabung di militer, entah sebagai anggota Kostrad ataupun Polisi. Dan premis ini juga berlaku pada anak-anak kakek. Mengabdi pada negara selain tidak dipungut biaya, kehormatan keluarga sangat terangkat mungkin begitu pemikiran kakek.

Buat seorang Anjar kecil, jatuh cinta pada pria berseragam, bukan hanya karena melihat profil pa dhe yang mentereng dengan mobil dinasnya. Bukan hanya legenda tentang pa dhe di kampungnya. Bukan hanya karena betapa orang menghormati pa dhe. Bukan hanya karena satu-satunya foto yang dipasang dirumah kakek adalah padhe dan paklik yang berseragam polisi. Bukan hanya sebuah keinginan ‘membalas’ kelak di keesokan harinya. Anjar kecil bermimpi punya foto diri yang dipajang dirumah kakek.

Di SMA, obsesi Anjar untuk menjadi polisi semakin memuncak, tapi kali ini Anjar bercita-cita menjadi anggota TNI. Anjar benar-benar terobsesi menjadi tentara. Jamannya Anjar bisa berlari 6.7 lapangan bola dalam 12 menit, Anjar bisa pull up > 13 kali dalam 1 menit, sanggup push up dan sit up > 44 kali dalam 1 menit, sanggup berenang cepat dalam kolam berlumut.

Sampai akhirnya masa rekrutmen itu tiba, sejarah berkata lain, Anjar remaja gugur pada tes wilayah daerah. Anjar sangat sedih waktu itu, terbayang reaksi keluarga besar dan tetangga jikalau mendengar Anjar gagal. Kesedihan ini pun masih berlanjut ketika Anjar duduk dibangku kuliah, selalu terbayang untuk mencoba rekrutmen tentara di tahun kedua. Tapi ini pun ternyata gagal. Anjar harus puas menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat bergabung dengan ketentaraan.

Anjar, bercita-cita menjadi menjadi polisi.

About these ads

Written by priandoyo

Juli 3, 2007 at 5:46 am

Ditulis dalam Kehidupan

27 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. lari 6.5 x
    pull up 18 x
    push up 50 x
    sit up 60 x [over over dah :p]
    sudah jadi masa lalu yah … :D

    buat yg lagi hobi latihan fisik, disyukurilah rahmat Tuhan pada mereka yg berkaki kijang dan bertubuh lencir. apalagi beberapa orang istimewa yg bisa lari 8 – 8.5 x

    papabonbon

    Juli 3, 2007 at 5:56 am

  2. Saya bingung, dari dulu saya mencari-cari penjelasan rasional kenapa orang mau berkarir di militer (polisi juga saya masukkan).
    Jujur (entah kenapa) saya sangat anti dengan militerisme. Mungkin juga faktor budaya.
    Bahkan saat SMA saya sempat bertengkar dengan teman karena menghujat ybs, bahwa masuk tentara/polisi itu adalah tindakan paling irrasional dan kekanak-kanakan.
    Waktu itu saya bilang “kamu telah mengambil posisi yang berseberangan dengan saya!”, dan mulai tahun depan kita tidak akan memiliki titik temu lagi.

    Fadli

    Juli 3, 2007 at 6:07 am

  3. Aiiihhh….. jadi takyuuuuutttt deh kalo cemua keluarganya policiiii….. (^_*)….

    Lutfi

    Juli 3, 2007 at 6:36 am

  4. @ Fadli:
    Mas Fadli, bedakan anti militerisme dengan anti militer.
    Tentara, polisi, adalah alat negara yang harus dan wajib ada dalam negara manapun. Tentara sebagai benteng pertahanan, polisi sebagai alat penegakan hukum masyarakat sipil.
    Saya sepakat kalau anti militerisme dalam wilayah anti terhadap pendekatan militeristik dalam penegakan hukum sipil atau penguasaan aset ekonomi, stabilitas politik, penghilangan nyawa rakyat dsb. Dengan kata lain: penciptaan ketakutan dengan senjata oleh militer terhadap rakyatnya sendiri. Pada titik ini, saya pikir sebagai masyarakat sipil kita sepakat.

    rezayazdi

    Juli 3, 2007 at 6:37 am

  5. teman yg benar benar teguh dan menikmati hidup menjadi tentara cukup banyak lho. apalagi dunia tni ad dan al agak jauh sedikit dari keduniawian dibanding polisi misalnya.

    mereka masuk tentara karena suka dengan tantangan dan kehidupannya yang sederhana dan menjunjung kesetiaan, tantangan medan/lapangan. seperti harumnya mesiu di udara yang bisa dicium ketika sedang berlatih dan berlari lari di lapangan.

    yah, ketika udah jadi bos, udah mulaibanyakyg tumbang karena harus dealing dgn kepentingan ekonomi sih. tapi so far, banyak tentara tentara sederhana di pos pos di kota kecil, yg emang menikmati keseharian mereka. ini serius :)

    papabonbon

    Juli 3, 2007 at 8:34 am

  6. @ Anjar:
    wah kebetulan dong, polri lg merekrut lulusan S1.
    E&Y ato Polri?

    Klo menurut saya seharusnya TNI itu menjaring jg kandidat perwira lewat jalur kampus ( semacam ROTC), gak cuma dr Akmil saja. Banyak kandidat yg kapabel.

    Lagipula membela negara adalah hak semua warga negara, gak cuma yg lulusan Akmil.

    bima

    Juli 3, 2007 at 12:41 pm

  7. Kalau jalur Sepa (sekolah perwira), perwira sumber sarjana dan sejenis itu kelihatannya kurang tertarik mas Bima. Jangankan saya yang lulusan kampus ndeso. Banyak rekan saya lulusan NDA (Akmilnya Jepang) kemudian masuk TNI/Polri secara karir kurang bagus dibandingkan yang murni Akabri, ini belum bicara masalah ‘klik ‘ya.

    Kebersamaan anak2 Akabri selama 4 tahun tuh tidak tergantikan dengan sekolah SEPA yang cuman 4-6 bulan saja. Jadi sepinter dan sehebat apapun orang SEPA, mustahil jadi panglima TNI.

    priandoyo

    Juli 4, 2007 at 1:54 am

  8. ahhhhhhh aku tetap benci polisi

    nungqee24

    Juli 4, 2007 at 1:56 am

  9. dan aku tetap cinta bapakku, hehehehe :D

    nungqee24

    Juli 4, 2007 at 1:57 am

  10. Cinta mertua juga khaannnn???? : )

    Lutfi

    Juli 4, 2007 at 3:43 am

  11. wah kasian anjar … cita2-mu tidak tercapai, nak … :)

    wikan

    Juli 6, 2007 at 6:28 pm

  12. @Anjar

    Kenapa emange klo masuk Kepolisian dan kemiliteran melalui jalur SEPA? Terus kenapa klo engga bisa sampe jadi Panglima ABRI/TNI ato jadi KAPOLRI???

    Lulusan AKPOL ato AKABRI aja cuma 1 yg jadi Panglima dan Kapolri! Padahal Setiap rekrutmen satu angkatan bisa mencapai sekitar 300 orang.

    Terus Klo masuk lewat AKPOL ato AKABRI otomatis jadi Panglima TNI ato Kapolri yang jenderal bintang 4 (****) ??

    Yang pasti kalo masuk lewat SEPA dan jadi perwira, begitu lulus kita langsung diberi jabatan! Minimal Kepala seksi gitu deh. Klo uda AKP/Kapten pasti jadi kapolsek.

    Kader pimpinan soale. Bandingkan dengan perusahaan swasta saat ini, lulusan S1 jadi apaan????? Apakah langsung jadi kepala seksi??? Kecuali program MDP,ODP atopun Management Trainee lho.

    DoDiT
    Management Trainee sebuah BUMN

    Dodit

    Juli 8, 2007 at 3:21 pm

  13. Mas Dodit, sampeyan sudah tahu kehidupan TNI/Polri belum ya? kalau belum saya no comment deh, kasihan sampeyan nanti banyak yang ngetawain lagi :)

    *tiap tahun anak TN yang masuk Akabri berkisar 80-100 orang, dan hampir semua Adhi Makayasa dipegang anak TN. Eh maaf hampir semua lulusan terbaik, hampir semua jabatan strategis.

    priandoyo

    Juli 9, 2007 at 1:24 am

  14. @ Mas Anjar

    Yup. Emang klo masuk lewat SEPA kemungkinan kecil bisa dapat jabatan strategis. ;)

    Btw…meskipun gitu kita pasti dihargain, dididik jadi kader pimpinan. Sama dengan lulusan Management Trainee/ODP/MDP di perusahaan.

    Mgkin mas Anjar bisa ngasih tulisan tentang MT/ODP/MDP yang skrg lagi rame mbuka lowongan.

    MT Semen Gresik, ODP Bank Mandiri, MDP Bank BCA, PPS Bank BRI, PCPM Bank Indonesia dan perushaan-perusahaan lainnya.

    Thx.

    DoDiT

    Juli 9, 2007 at 3:53 am

  15. Mas Anjar yg maLang….

    Ga uSH BRKECIL HATI….
    bny jalan menuju sukses kok mas…

    NgOmONg soal polisi…
    cha sekeluarga sebenarnya anti polisi….
    bermula dr perang antara polisi dg warga di daerah cha hny gara2 prtandingan sepak bola …

    memang warga bersalah,tp polisi jg jgn seenak perutnya doang dong..mentang2 mrk yg brkuasa…masa^ mrk seenaknya saja mrh2 k rmh warga smbil menodongkan pistol…!!!!

    Tp mas skr cha justru mau tak mau hrs cinta polisi…
    gara2 org yg cha kasihi lolos tes polisi….
    entah bagaimana reaksi keluarga seandainya mrk tahu cha berhubungan ma polisi…

    Yg jelas bwt mas Anjar ttp semangat…
    sebenarnya polisi itu pekerjaan yg plg bny di sumpah serapahi org lho mas…palagi “LaNtAS”…
    Lagian apa duit yg mrk dpt itu halal…??
    blom lg godaannya bny….
    palagi bwt polisi muda yg pd umumnya suka main cew….

    klo bny mudharat drpd manfaatnya….
    kenapa jg hrs jd polisi…….?????!!!!!!!

    pikir lg ya mas…..

    _CHA_

    chacha

    Juli 10, 2007 at 9:44 am

  16. @ Anjar:
    .. sepinter dan sehebat apapun orang SEPA, mustahil jadi panglima TNI. Yah memang begitu kondisinya di Indonesia, mau gimana lagi?

    Jadi inget waktu kelas 3 SMA, ada presentasi dari rombongan TNI, salah satunya Kapten ..(lupa namanya), salah satu pilot F-16 TNI AU. Saya yg memang tertarik dg penerbangan langsung pingin daftar, tapi apa daya orang tua gak setuju. Terus abis S1, cari-cari IDP/PSDP tapi gak ada.

    Sekarang “terdampar” di luar, eh malah dapet info di negara pembuat F-16 lowongan jadi pilot tempur terbuka lebar, yg klo di Indonesia udah tertutup rapat (udah lewat batas umur).

    Tapi syaratnya harus meninggalkan kewarganegaraan RI… hiks..

    bima

    Juli 12, 2007 at 2:00 am

  17. masih banyak polisi korup…..,he……..

    abay

    September 24, 2007 at 2:29 am

  18. [...] Saya dan Dinda, sejak awal mencari rumah selalu menempatkan prioritas keamanan sebagai prioritas utama. Paranoid? belum tentu, Dinda yang anak seorang marinir tahu betul bahwa kejahatan itu terjadi bukan hanya karena niat tapi juga kesempatan. Sedangkan saya? setidaknya pengalaman mendapatkan pendidikan bela negara di asrama cukup memberikan pemahaman bahwa isu keamanan itu menjadi tanggung jawab masing-masing orang, bukan satpam apalagi institusi. [...]

  19. Bc tulisan mas anjar jadi inget ma masalah yang lagi tak hadapi,aq dari keluarga polisi.Dari kakek,bapak,kakak ipar,sepupu,semua berprofesi sebagai polisi.Saat ni aku berpacaran dengan anggota TNI AD sdg bertugas di irian.Mulanya orang tuaku setuju,tapi setelah diberitahu oleh mantunya budhe,yg seorang tentara juga,kalo kehidupan tentara itu susah.Ibuku jadi berpikir 2X untuk merestui hub.Ku,apalagi merelakanku untk di bwa ke irian.Padhal pacrku sdh berniat menikahi aku.
    Tolong aku ya ALLAH…

    Dwi

    Februari 28, 2008 at 5:55 am

  20. lari 6.5 x
    pull up 18 x
    push up 50 x
    sit up 60 x [over over dah :p]
    sudah jadi masa lalu yah … :D

    jadi petinju mas ,…hehehehe,…

    btw aku prenah posting 3 + 1 hal yang membuat orang betah bekerja,……(sory tadi nyari2 postingannya diblog ini gak ketemu) yaitu:

    1. kesenangan, … kaya kerjaannya seniman lah
    2. kebanggaan,…… kaya cita2 nya anjar
    3. uang,…… kaya yg sering diributin disini
    4. kepepet,…. kalu yg tiga itu gak memenuhi tapi masi dikerjakan juga,…. coba apa namanya?

    yang no. 1 adalah manusia yang paling bahagia dalam pekerjaannya berturut2 hingga no. 4,…… kok Anjar gak kepikiran yaaa ama komen gw ini padahal ama tmen2 gw hal ginian udah jadi pemakluman bersama…..

    ikow

    Februari 28, 2008 at 6:50 am

  21. Dear all,tdk smua Polri/TNI sehina image nya.. Yg melakukn tindkn kurang trpuji itu hnylah Oknum2 trtentu. Apa jdnya nasib aparat yg berjuang,mempertaruhkan hdp n kelrg utk membela bngsa&negra. Jgn pandang keseluruhan hny dgn sebgian yg cacat. Lgpula,apa jdnya bngsa tnp aparat..? Sapa yg akan melindungi negara? Yg pasti apapun profesi org,smua kembli pd individu n tingkt keimanan seseorg..

    May

    Mei 27, 2008 at 7:45 pm

  22. Mau ikutan korupsi ya?
    Hitung deh, polisi sehari berapa kali makan sumpah?
    makin buncit aja deh

    indrakrn

    Juli 17, 2008 at 2:42 am

  23. [...] mendekati 80 tahun, tapi masih terlihat tinggi tegap. Pak Alimin salah satu pemuka di kampung, polisi juga, ikut Seroja 75 juga sama seperti [...]

  24. Aku memang bangga sama prajurit2 kita,bahkan aku sempet pengen masuk ke dunia itu.Tapi setelah aku kenal sama oknum tsbut aku jadi ilfeel,aku kecewa tentara yang selalu di banggakan di puji tapi ternyata penindas yang kejam penghianat bahkan penipu.Dimana pembela rakyat kalau kebanyakan oknum seperti itu,tolong sadar jangan sampai nama kalian jelek dimata rakyat.Inget kalian ‘PEMBELA’ bukan ‘PEMERKOSA’

    Fera

    November 16, 2009 at 1:54 pm

  25. jangan mentang2 punya pangkat&jabatan jd seenak’a berbuat sesuatu tanpa memikirkan baik buruk’y wat orang lain.,.Inget dukungan rakyat jg pntng wat x’n para prajurit jd jngn prnh mmprmainkn rakyat.Krna bs sja mereka berbalik membeci&memusuhi x’n

    Fera

    November 16, 2009 at 1:59 pm

  26. [...] priandoyo.wordpress.com [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: