Anjar Priandoyo

Mengajukan KPR pada 6 bank sekaligus

with 20 comments

Berikut email dari mas Jono, langsung saya jawab ya dibagian bawah, mungkin ada pendapat lain?

Saya adalah pegawai tetap dengan masa kerja 5 tahun, usia 28 thn, istri tidak bekerja THP saya 6,1jt (excluded insentif dan uang makan). Dengan cicilan KPR 1.235.000 (bunga 10,5%) selama 15 tahun -berdasarkan brosur dari developer. saya punya utang di BRI dengan cicilan 1.250.000 per bulan.

Saat ini saya sedang dalam tahap menyicil DP yg pertama (DP dicicil 3x) total DP adalah 20% dari harga rumah. rencananya hari sabtu ini saya mau menyerahkan berkas utk keperluan pengajuan KPR dari pihak developer menyediakan 6 bank utk KPR (diantaranya niaga,BNI,BTN dll)

Nah sekarang saya sedang bingung memilih KPR, karena saya ‘buta’ banget masalah KPR. Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Apakah bisa berkas saya dimasukkan ke 6 bank tersebut, dan setelah ada itung2annya baru saya pilih yg menurut saya cocok ? dan dalam proses tsb diatas saya berhubungan dengan orang bank atau dengan marketing developer.
Komentar
Tentu bisa, tapi 6 bank bukannya terlalu banyak ya? saya pikir mas Jono akan kesulitan mengatur berkas-berkas yang harus dikopi sebanyak 6 kali. Belum lagi bila salah satu bank mengharuskan ada biaya administrasi untuk pengurusan KPR. Saran saya, pilih 3 yang terbaik.

2. Apakah utang saya di BRI akan diketahui bank yg saya ajukan KPR nya ?
Komentar
Pasti diketahui, karena pihak Bank akan mengecek pinjaman kita melalui Bank Indonesia. Tapi tidak masalah, kalau hitungan gaji kita masuk apapun bisa.

3. Berdasarkan pengalaman teman saya, waktu dia mengajukan di BII hanya disetujui sebagian sehingga dia harus membayar tambahan DP, akhirnya dia mengajukan lagi ke Bank Niaga dan ternyata disetujui full (80%). nah yg saya cemaskan adalah masalah penambahan DP ini, bagaimana trik nya agar pihak bank menyetujui full 80%.
Komentar
Ada banyak alasan kenapa KPR hanya disetujui sebagian, salah satunya penghasilan kita yang dianggap bank tidak memenuhi persyaratan bank tersebut. Nah kalau itu saya ga bisa jawab harus lihat itung-itungan angka temennya mas Jono dulu.

Perlu diingat masalahnya itu bukan pada full 80%-nya, tapi berapakah besar gaji kita yang dianggap memenuhi aturan bank tersebut. Ada yang cicilan 30% gaji, ada yang 40%, bahkan 50%

Sebenarnya setelah saya baca2 blog mas pri, saya agak berminat dengan Bank BTN (karena perubahan suku bunganya relatif stabil)…cuma kata teman saya Bank BTN biasanya tidak menyetujui kredit full 80%.
Komentar
Nah ini saya kurang yakin, BTN terkenal bermain di pasar mass medium KPR, secara kapitalisasi BTN #1, disusul Niaga #2 untuk KPR, tapi perlu diperhatikan segmen rumah yang mana yang Mas Jono masuk.

About these ads

Written by priandoyo

Juli 4, 2007 pada 6:33 am

Ditulis dalam Keuangan

20 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Ikutan belajar sama mas yang ganteng ini, dech. Salam kenal juga untuk semuanya, ya.

    Redaksi Dewa Dewi

    Juli 5, 2007 at 3:02 pm

  2. Pernah ada yang dengar James, belum 25 tahun, tapi sudah punya property bernilai milyar-an, dan tanpa modal sama sekali. James terkadang menjadi pembicara di seminarnya Tung Desem Waringin.
    Awalnya James mengajukan kredit bukan ke 6 bank, tapi langsung 20 bank. Jadi jangan khawatir jika hanya 6 bank, justru lebih bagus lagi kalau bisa ajak “kerjasama” si owner rumah, minta agar harga rumah dicantumkan lebih tinggi dikit, jadi dapet kredit lebih tinggi lagi.
    Hal ini sama dengan teorinya James, dia berhasil mendapatkan 2.2 M, untuk membeli rumah yang berharga 1.5 M, sisanya untuk renov itu rumah dan dia karyakan lagi itu rumah.
    Hebat yaaaa….

    nee

    Juli 9, 2007 at 11:20 am

  3. baru beberapa 2-3 minggu lalu ikutan workshop propertinya james… seru banget, banyak ilmu baru. Link ke blognya ada di web saya.

    Ryad

    Juli 10, 2007 at 7:22 am

  4. Mas Ryad, ikutan karena TDA yaaa…..salam kenal yaaa, he.he.h.e..

    nee

    Juli 10, 2007 at 9:10 am

  5. Mas (?) Nee juga TDA? salam kenal juga… :)

    Blognya mas Anjar ini menarik juga, banyak diskusinya.

    Satu info yg udah lama ga saya perhatiin tapi ternyata masih menarik utk dibaca… standard gaji… hehehe…

    Ryad

    Juli 11, 2007 at 4:52 am

  6. Saya Mbak kok. Saya TDA yang baru diluncurkan, yang 11 digit.
    Sampai ketemu di pertemuan TDA ya

    nee

    Juli 11, 2007 at 6:24 am

  7. ups.. maaf ya…
    masuk 11 digit club? pasukan elite donk… :)
    mau donk dapat sharingnya…
    Mbak Nee ini nama aslinya sapa ya?
    Boleh liat web/blognya?

    hehe.. jadi ngobrol dirumah orang… sori mas Anjar.

    Ryad

    Juli 11, 2007 at 7:35 am

  8. he.he.he……saya sempat ditegur sama jendral tda pak, saya termasuk yang pasukan gunung es, buat blog tidak sesuai maunya tda, hanya soal keluarga doang, lalu jarang sharing……..he.h.eh.e…..
    Saya sudah cantumin web/blog saya yaaaa…..

    nee

    Juli 11, 2007 at 7:57 am

  9. hmm… menarik juga ya…

    saya udah baca artikel2nya..
    yg office, home.. dan tentunya yg trading…
    sayangnya ga bisa liat full feature… friendster di block…

    pengen berguru nih… boleh? :)

    Ryad

    Juli 11, 2007 at 10:28 am

  10. wahahaha, urusannya udah financial engineering yah …

    papabonbon

    Agustus 13, 2007 at 1:58 am

  11. Mau konsultasi juga ke Mas Anjar. Saya mau ajukan kredit ke bank utk biaya membangun rumah (bukan renov) di atas tanah sendiri, sertifikat tanah diagunkan. Beberapa bank sptnya menyediakan fasilitas kredit spt ini, a.l. BTN (Swagriya), BNI, Permata, Niaga. Dalam benak saya, dlm proses appraisal pihak bank akan menilai kondisi keuangan saya, biaya pembangunan (RAB), nilai tanah yg diagunkan, dll. Artinya, pihak bank pasti akan keluar biaya utk proses appraisal tsb.

    Pertanyaan saya :
    1. Apakah betul bank pasti akan membebankan biaya appraisal ke customer (saya), sekalipun ajuan kredit akhirnya ditolak oleh bank ?
    2. Jika point 1 betul, berapa kira2 biaya appraisal utk jenis kredit spt ini?
    3. Jika point 1 betul, berarti cukup berat dong kalau kita ajukan serentak ke bbrp bank sekaligus ? (biaya total = biaya appraisal x jml bank). Apa nggak sebaiknya ajuannya satu demi satu saja ?
    4. Berapa lama sih proses appraisal utk jenis kredit ini ?

    Trims sebelumnya.

    adi

    November 7, 2007 at 12:27 pm

  12. Oh ya, ada satu pertanyaan lagi yg terlewat : Kalau ajuan kredit serentak ke bbrp bank sekaligus, bagaimana jika bank yg meluluskan ajuan kredit tsb lebih dari satu bank ? Kan yg diambil oleh customer cukup satu. Apakah customer cukup membayar biaya appraisal, lalu membatalkan ajuan ke bank tsb, tanpa ada denda? Trims.

    adi

    November 7, 2007 at 12:31 pm

  13. O iya mas mumpung ada topik ini niy.. mas saya rencananya mau ambil rumah seken yang udah lunas n temen saya mau jual di bawah harga pasar nah gimana caranya supaya saya bisa dapet itu rumah tanpa modal alias saya ngga pake DP n semua biaya bisa di cover pake uang kpr tersb. mohon pencerahannya. yach mungkin sama seperti mas james itu yang bisa beli rumah 1.5 M tanpa modal..
    please gimana caranya? thx

    eric

    Maret 11, 2008 at 3:54 am

  14. mas anjar, mau tanya juga ttg pemilihan bank untuk kpr. saat ini saya mengajukan kredit rumah Rp. 320.000.000 selama 15 tahun. Pilihan saya tertuju pada 2 bank yaitu BTN konvensional dengan bunga 9,5% fluktuatif dan angsurannya Rp.3.407.000/bln. Sedangkan BTN SYARIAH dengan bunga 9,97% flat dan angsurannya sekitar (kur-leb) Rp. 4.400.000/bln. Kira-kira bank mana yang terbaik yang saya ambil untuk kpr perumahan saya ya? Mengingat perekonomian kita yang gak menentu. wassalam

    anti

    Mei 1, 2008 at 3:22 pm

  15. Mas mohon pencerahannya ya :D
    saya dan suami mengajukan kpr untuk rumah di BSD cluster sevila. Tanda jadi kami bayar tgl 27 des 08 lalu. kami join income dengan penghasilan per bln 16,8 jt ( penghasilan suami 12 jt, saya 4.8jt). saat ini kami tidak ada pinjaman apapun,hanya kewajiban byr kredit card saya yg masih tersisa 2 jtan.harga rumah 451 jt an.kami ingin kpr 10 tahun. saat ini kami ditawari KPR bank permata dengan bunga thn 1 = 9.99 %, tahun berikutnya floating karena ada program subsidi bunga dari developer.uang muka yg dibayarkan 85jtan.pertanyannya:
    1. mana lebih baik, saat ajukan data ke kpr, memakai data gaji suami saja, saya,atau data join income?
    2. bisakah kami menawar bunga yg diberikan (jadi lebih rendah dari 9.99% ) ?
    3. apakah permata menawarkan bunga yg kompetitif?atau ada bank lain yg lebih kompetitif?

    terima kasih.

    adidi

    Januari 3, 2009 at 1:43 pm

  16. Yth.Bpk Anjar
    Saya berminat untuk membeli ruko yang ditawarkan di salah satu media.Ruko tersebut masih dalam proses kredit dan sudah dibuat usaha warnet. Pihak penjual menawarkan over kredit ruko yang saat ini cicilannya 7 juta perbulan selama sisa kredit 9 tahun lagi beserta usaha warnetnya dengan biaya Rp.300 juta. BAgaimana sebaiknya saya mengajukan ke bank untuk kasus semacam ini. sebelumnya terima-kasih pencerahannya

    sugeng hardianto

    Januari 4, 2009 at 2:50 am

  17. Mau tanya sama semua yang disini nih…
    kalau misal kita mengajukan KPR ke 6 Bank (seperti cerita di atas), lalu ternyata 3 Bank menyetujui.
    Terus apa yang harus kita lakukan?
    Bagaimana cara membatalkan kucuran kredit dari 2 Bank lainnya? apakah cukup telp bilang “Maaf saya batal” atau gimana? Apakah ada biaya2 atas pembatalan ini?
    Terima kasih

    wardhana

    September 27, 2010 at 3:33 am

  18. Selamat pagi pak
    Saya minta info tenaga apraisal dan biayanya. Karena saya mau menilai sebuah rumah untuk dibeli.

    Terima kasih
    Palansa

    Palansa

    Oktober 21, 2010 at 1:17 am

  19. Pagi mas..maaf mas saya newbe di blog ini.Saya baru menikah kurang dari 2 tahun.Penghasilan saya sebulan 5-10 juta.penghasilannya fluktuatif, karena saya bukan pegawai.Saya adalah wiraswasta.Nah, saya mau mengajukan KPR dengan harga rumah 145 juta.wilayahnya di bintaro.tapi saya bingung bgmn cara saya mengajukannya ya mas.kira2 ada jalan gk buat saya mas.

    Kuat Kurniawan

    Februari 6, 2011 at 10:28 pm

  20. Ada Bank yg meminta biaya Apraisal di awal, ada yg tidak. Klo yg meminta biaya apraisal di awal sebaiknya anda cabut pengajuannya & cari Bank lain yg mau memprosesnya lebih dahulu jika sudah ok baru di apraisal.
    Beberapa kali pengalaman pengajuan kpr, yg minta appraisal lebih dahulu biasanya hanya intrik belaka, katanya di apraisal pihak ke3 tapi kenyataannya di apraisal internal atas biaya kita, seperti pengalaman di bank D & N.
    Mungkin karena nasabahnya terbatas, mereka mencari tambahan uang dr sana.

    nina

    September 11, 2012 at 1:55 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 475 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: