Mengajukan KPR pada 6 bank sekaligus
Juli 4, 2007 — priandoyoBerikut email dari mas Jono, langsung saya jawab ya dibagian bawah, mungkin ada pendapat lain?
Saya adalah pegawai tetap dengan masa kerja 5 tahun, usia 28 thn, istri tidak bekerja THP saya 6,1jt (excluded insentif dan uang makan). Dengan cicilan KPR 1.235.000 (bunga 10,5%) selama 15 tahun -berdasarkan brosur dari developer. saya punya utang di BRI dengan cicilan 1.250.000 per bulan.
Saat ini saya sedang dalam tahap menyicil DP yg pertama (DP dicicil 3x) total DP adalah 20% dari harga rumah. rencananya hari sabtu ini saya mau menyerahkan berkas utk keperluan pengajuan KPR dari pihak developer menyediakan 6 bank utk KPR (diantaranya niaga,BNI,BTN dll)
Nah sekarang saya sedang bingung memilih KPR, karena saya ‘buta’ banget masalah KPR. Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Apakah bisa berkas saya dimasukkan ke 6 bank tersebut, dan setelah ada itung2annya baru saya pilih yg menurut saya cocok ? dan dalam proses tsb diatas saya berhubungan dengan orang bank atau dengan marketing developer.
Komentar
Tentu bisa, tapi 6 bank bukannya terlalu banyak ya? saya pikir mas Jono akan kesulitan mengatur berkas-berkas yang harus dikopi sebanyak 6 kali. Belum lagi bila salah satu bank mengharuskan ada biaya administrasi untuk pengurusan KPR. Saran saya, pilih 3 yang terbaik.
2. Apakah utang saya di BRI akan diketahui bank yg saya ajukan KPR nya ?
Komentar
Pasti diketahui, karena pihak Bank akan mengecek pinjaman kita melalui Bank Indonesia. Tapi tidak masalah, kalau hitungan gaji kita masuk apapun bisa.
3. Berdasarkan pengalaman teman saya, waktu dia mengajukan di BII hanya disetujui sebagian sehingga dia harus membayar tambahan DP, akhirnya dia mengajukan lagi ke Bank Niaga dan ternyata disetujui full (80%). nah yg saya cemaskan adalah masalah penambahan DP ini, bagaimana trik nya agar pihak bank menyetujui full 80%.
Komentar
Ada banyak alasan kenapa KPR hanya disetujui sebagian, salah satunya penghasilan kita yang dianggap bank tidak memenuhi persyaratan bank tersebut. Nah kalau itu saya ga bisa jawab harus lihat itung-itungan angka temennya mas Jono dulu.
Perlu diingat masalahnya itu bukan pada full 80%-nya, tapi berapakah besar gaji kita yang dianggap memenuhi aturan bank tersebut. Ada yang cicilan 30% gaji, ada yang 40%, bahkan 50%
Sebenarnya setelah saya baca2 blog mas pri, saya agak berminat dengan Bank BTN (karena perubahan suku bunganya relatif stabil)…cuma kata teman saya Bank BTN biasanya tidak menyetujui kredit full 80%.
Komentar
Nah ini saya kurang yakin, BTN terkenal bermain di pasar mass medium KPR, secara kapitalisasi BTN #1, disusul Niaga #2 untuk KPR, tapi perlu diperhatikan segmen rumah yang mana yang Mas Jono masuk.













Juli 5, 2007 pukul 3:02 pm
Ikutan belajar sama mas yang ganteng ini, dech. Salam kenal juga untuk semuanya, ya.
Juli 9, 2007 pukul 11:20 am
Pernah ada yang dengar James, belum 25 tahun, tapi sudah punya property bernilai milyar-an, dan tanpa modal sama sekali. James terkadang menjadi pembicara di seminarnya Tung Desem Waringin.
Awalnya James mengajukan kredit bukan ke 6 bank, tapi langsung 20 bank. Jadi jangan khawatir jika hanya 6 bank, justru lebih bagus lagi kalau bisa ajak “kerjasama” si owner rumah, minta agar harga rumah dicantumkan lebih tinggi dikit, jadi dapet kredit lebih tinggi lagi.
Hal ini sama dengan teorinya James, dia berhasil mendapatkan 2.2 M, untuk membeli rumah yang berharga 1.5 M, sisanya untuk renov itu rumah dan dia karyakan lagi itu rumah.
Hebat yaaaa….
Juli 10, 2007 pukul 7:22 am
baru beberapa 2-3 minggu lalu ikutan workshop propertinya james… seru banget, banyak ilmu baru. Link ke blognya ada di web saya.
Juli 10, 2007 pukul 9:10 am
Mas Ryad, ikutan karena TDA yaaa…..salam kenal yaaa, he.he.h.e..
Juli 11, 2007 pukul 4:52 am
Mas (?) Nee juga TDA? salam kenal juga… :)
Blognya mas Anjar ini menarik juga, banyak diskusinya.
Satu info yg udah lama ga saya perhatiin tapi ternyata masih menarik utk dibaca… standard gaji… hehehe…
Juli 11, 2007 pukul 6:24 am
Saya Mbak kok. Saya TDA yang baru diluncurkan, yang 11 digit.
Sampai ketemu di pertemuan TDA ya
Juli 11, 2007 pukul 7:35 am
ups.. maaf ya…
masuk 11 digit club? pasukan elite donk… :)
mau donk dapat sharingnya…
Mbak Nee ini nama aslinya sapa ya?
Boleh liat web/blognya?
hehe.. jadi ngobrol dirumah orang… sori mas Anjar.
Juli 11, 2007 pukul 7:57 am
he.he.he……saya sempat ditegur sama jendral tda pak, saya termasuk yang pasukan gunung es, buat blog tidak sesuai maunya tda, hanya soal keluarga doang, lalu jarang sharing……..he.h.eh.e…..
Saya sudah cantumin web/blog saya yaaaa…..
Juli 11, 2007 pukul 10:28 am
hmm… menarik juga ya…
saya udah baca artikel2nya..
yg office, home.. dan tentunya yg trading…
sayangnya ga bisa liat full feature… friendster di block…
pengen berguru nih… boleh? :)
Agustus 13, 2007 pukul 1:58 am
wahahaha, urusannya udah financial engineering yah …
Nopember 7, 2007 pukul 12:27 pm
Mau konsultasi juga ke Mas Anjar. Saya mau ajukan kredit ke bank utk biaya membangun rumah (bukan renov) di atas tanah sendiri, sertifikat tanah diagunkan. Beberapa bank sptnya menyediakan fasilitas kredit spt ini, a.l. BTN (Swagriya), BNI, Permata, Niaga. Dalam benak saya, dlm proses appraisal pihak bank akan menilai kondisi keuangan saya, biaya pembangunan (RAB), nilai tanah yg diagunkan, dll. Artinya, pihak bank pasti akan keluar biaya utk proses appraisal tsb.
Pertanyaan saya :
1. Apakah betul bank pasti akan membebankan biaya appraisal ke customer (saya), sekalipun ajuan kredit akhirnya ditolak oleh bank ?
2. Jika point 1 betul, berapa kira2 biaya appraisal utk jenis kredit spt ini?
3. Jika point 1 betul, berarti cukup berat dong kalau kita ajukan serentak ke bbrp bank sekaligus ? (biaya total = biaya appraisal x jml bank). Apa nggak sebaiknya ajuannya satu demi satu saja ?
4. Berapa lama sih proses appraisal utk jenis kredit ini ?
Trims sebelumnya.
Nopember 7, 2007 pukul 12:31 pm
Oh ya, ada satu pertanyaan lagi yg terlewat : Kalau ajuan kredit serentak ke bbrp bank sekaligus, bagaimana jika bank yg meluluskan ajuan kredit tsb lebih dari satu bank ? Kan yg diambil oleh customer cukup satu. Apakah customer cukup membayar biaya appraisal, lalu membatalkan ajuan ke bank tsb, tanpa ada denda? Trims.
Maret 11, 2008 pukul 3:54 am
O iya mas mumpung ada topik ini niy.. mas saya rencananya mau ambil rumah seken yang udah lunas n temen saya mau jual di bawah harga pasar nah gimana caranya supaya saya bisa dapet itu rumah tanpa modal alias saya ngga pake DP n semua biaya bisa di cover pake uang kpr tersb. mohon pencerahannya. yach mungkin sama seperti mas james itu yang bisa beli rumah 1.5 M tanpa modal..
please gimana caranya? thx
Mei 1, 2008 pukul 3:22 pm
mas anjar, mau tanya juga ttg pemilihan bank untuk kpr. saat ini saya mengajukan kredit rumah Rp. 320.000.000 selama 15 tahun. Pilihan saya tertuju pada 2 bank yaitu BTN konvensional dengan bunga 9,5% fluktuatif dan angsurannya Rp.3.407.000/bln. Sedangkan BTN SYARIAH dengan bunga 9,97% flat dan angsurannya sekitar (kur-leb) Rp. 4.400.000/bln. Kira-kira bank mana yang terbaik yang saya ambil untuk kpr perumahan saya ya? Mengingat perekonomian kita yang gak menentu. wassalam