Anjar Priandoyo

Nasib Management Trainee kita!

with 97 comments

Masalahnya, kita terlalu sering dibuai jargon dan promosi mengenai kehebatan program Management Trainee (MT) atau ODP, EDP dan sebangsanya untuk menciptakan pemimpin tangguh di perusahaan tersebut. Padahal?

Lebih banyak teman yang masuk lewat MT mendapati nasibnya sama dengan program staf / officer biasa, malah parahnya banyak yang nasibnya justru tidak jelas gara-gara program MT yang dipaksakan. Karena tidak sedikit program MT hanya sebagai dalih mendapatkan tenaga kerja massal, murah. Atau sekedar program promosi perusahan, yang sebenarnya tidak lebih dari jargon biasa. Bro, saya cerita perusahaan #1, #2 di Indonesia, terbaik dibidangnya.

Ada pendapat lain?
*titipannya Mas Jono nih

Baca juga:
MT di Bank? baca tulisannya Om Oktav tentang MT Bank

Written by priandoyo

Juli 9, 2007 pada 4:54 am

Ditulis dalam Dunia Kerja

97 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. mas jono deuy :D

    wisnu

    Juli 9, 2007 at 5:31 am

  2. MOhon pencerahan dari yang pernah ikutan program management trainee, ODP, MDP.

    Silakan posting pendapatnya.

    DoDiT

    Juli 9, 2007 at 6:01 am

  3. Jaman dulu.. hampir 10 tahun lalu saya pernah ikut program MT ini njar..
    Kalo saya pikir , kalo program MT di kelola dengan baik dan sesuai dengan tujuan di adakannya program MT ini hasilnay akan ok2 aja tuh.
    Dulu saya ikut MT IT 1 tahun dan status golongan masih gol 4K ( Kader ), kalo mau naik ke gol 4A, mesti bikin satu project dan di presentasikan ke BOD, kalo Lulus baru deh nak ke Gol 4A..
    MT ini hampir ada di setiap departement, jadi untuk kelanjutan/regenerasi masing2 dept. biasanya di ambil dari MT-MT nya..
    ada MT Service, next akan jadi kepala bengkel, MT PArt, next jadi Ka. Part, MT Unit, mungkin jadi Sales Supervisor
    dst.. MT IT ?? nah ini yg rada bingung.. rata2.. MT IT larinya ke developer.. or System Analist.. dan begitu saja.. selama seniornya masih ada ya posisinya itu terus..
    Jadi intinya penempatan para MT nya sudah di tentukan oleh HRD pd saat recruitment dengan melihat sesuai pendidikan dan syaratnya.
    Saya pikir program MT di Astra cukup efektif dan bagus deh !
    ( Iya kan Njar.. )

    Icho

    Juli 9, 2007 at 7:00 am

  4. program MT adalah untuk mendapatkan talenta yg bersemangat kerja untuk 2 tahun pertama.

    selanjutnya, terserah anda ! :D

    papabonbon

    Juli 9, 2007 at 7:42 am

  5. Ikutan sharing aja.

    Kantor saya foreign company yang bergerak di bidang automation industry (supply, maintenance & turnkey project).

    Selama ini, company hanya akan merecruite engineer junior melalui jalur MT, jadi tidak ada lagi recruitment utk fresh grad.

    Setiap engineer yg sdh senior berkewajiban utk share “ilmu” ke mereka (karena mrk memang routing tiap bulan tiap dept – kecuali ke Admin). Bahwa mrk bisa kita ikut sertakan ke project – itu memang bagian dari “education” nya mereka.

    Tiap bulan mrk wajib membuat presentasi ke level dept. head mengenai salah satu product dan service kami, jadi bisa kelihatan apakah mereka sdh cukup “ngeh” atau belum.

    Kalo soal tenaga murah – sekilas memang murah costnya tetapi di typical project engineering, gak murah juga pada akhirnya – karena tiap involvement mrk kan hrs di assist dgn engineer, dan tdk bisa dibiarkan sendirian.

    Mungkin taktik kaya’ gitu bisa valid di typical pekerjaan non-teknis barangkali ya?

    Dion

    Juli 9, 2007 at 9:28 am

  6. Ini yang dimaksud program MT, ODP, EDP yang mana? Saya kira setiap perusahaan akan berbeda-beda…karena yang baik adalah, jika saat terakhir sebelum wawancara terakhir (sebelum test kesehatan), diberi arahan dari HRD arahnya kemana, gaji berapa, peluang karir bagaimana? Jadi bisa langsung mundur jika tak merasa cocok.

    Tentu MT untuk Bank, untuk Oil & Gas, dan perusahaan lain berbeda-beda. Jadi sulit mengatakan baik atau buruknya.

    edratna

    Juli 9, 2007 at 11:14 am

  7. menurut sayah, kebanyakan program MT ini memang ditujukan untuk yang para fresgrad, perusahaan ingin membentuk karakter “pekerja” yang tentu saja sesuai dengan goal masing2 perusahaan, sayang euy waktu jd fresgrad dulu sudah pernah melamar jadi MT, di beberapa Bank (Mandiri, BCA, dll) dan perusahaan FMCG (Orang Tua, Frisian Flag) tp gak ada yang tembus, hehe

    chatoer

    Juli 9, 2007 at 2:11 pm

  8. Jawabannya adalah tergantung tiap perusahaan. Program MT yang bagus biasanya sudah mempersiapkan kurikulum MT dengan baik termasuk juga dengan career path (career roadmap) yang dipersiapkan buat para pesertanya. Namun untuk saat ini memang banyak perusahaan yang bikin MT “ikut-ikutan” yang career pathnya tidak jelas.

    nitip promo : dengerin gw ngomong soal HR dan career setiap senin I dan III di SmartFM Jakarta 95,9 FM jam 16:00, hihihihi niat banget yang promo

    andrias ekoyuono

    Juli 10, 2007 at 1:22 am

  9. kenapa astra minggle program MT nya dengan project ? karena mereka menyadara kalau sistem kaizen toyota tidak bisa diterapkan pada orang indoensia dengan cara pull. orang indonesia harus di push lebih dahulu. padahal sistem itu butuh improvisasi, kreativitas untuk melakukan improvement berkelanjutan. ujungnya kaizen kan lean manufacturing dengan basis six sigma.

    nah, dgn masukin ke project dan diawasi dgn presentasi ke level department head akan membuat orang sungguh sungguh membuat program perbaikan berkelanjutan [apalagi ada sistem mentoring yg otomatis mengawal program berkelanjutan dan kesesuaian program yg dijalankan dgn KPI dari masing masing bagian].

    setelah proses MT yg satu atau dua tahun ini selesai, orang sudah punya rasa percaya diri yg cukup, untuk melakukan loncatan di jalur line touring di titik apex yg tepat, ataukah dia tetap menjalankan gerbongnya di line touring [perusahaan yg sama].

    makanya, ujungnya adalah tetap – pendekatan struktur sosial – keluarga sudah nyaman dgn organisasi/perusahaan anda sekarang, sudah masuk zona kenyamanan atau pendekatan individual – anda butuh lebih, mau membuktikan diri, dan siap fight and to die for.

    dua duanya tetap bermuara pada satu hal : “selanjutnya terserah anda !”.

    huehehehe

    papabonbon

    Juli 10, 2007 at 2:51 am

  10. @ edratna

    Kebetulan saya MT di perusahaan BUMN, bergerak di sektor publik (pokoknya tanpa jasa perusahaan ini, kita ngga akan bisa nnton tv, maen internet, dll). Strategis banget deh. Vital bagi negara.

    Yang aku maksud tuh, gimana career pathnya??? Klo dulu pas taon 1990-an sih, kita yang masuk lewat jalur S1 tinggal nunggu 4 taon uda jadi Kepala Seksi (Supervisor) dan setelah 12-14 taon pasti jadi kepala Bagian (Asisten Manager). Uda jelas karirnya.

    dan yang aku tanyakan bgmana Management Trainee untuk Semen Gresik, PCPM bank Indonesia, MDP BCA, ODP Bank Mandiri. Pengen aku bandingin dengan perusahaan tempatQ bekerja soale.

    @ anjar

    Yg masuk lewat MT jelas beda dengan pegawai yang masuk lewat jalur program staf/officer biasa. Di perusahaanQ staf biasa butuh waktu 8 s/d 12 taon untuk bisa sampe ke level MT yang barusan masuk (Fresh graduates). Dan satu lagi staf biasa di perusahaanQ karirnya mentok sampe Kepala Seksi (Supervisor) setelah itu cuma jadi Spesialis Senior (Jabatan fungsional tanpa punya anak buah) sampe nunggu pensiun.

    Terus saya kurang setuju dengan pendapat mas anjar bahwa program MT bertujuan untuk mendapat tenaga kerja massal/murah. Sebab program MT, cuma ngambil sedikit org yang benar-benar mumpuni dan berkualitas dan digaji besar (meskipun sama sekali belom pny pengalaman).

    GItu aja penjelasanQ buat mas Anjar yg kyknya jg masuk lewat jalur MT y???

    DoDiT

    Juli 10, 2007 at 3:14 am

    • Saya suka sekali dengan pendapat anda, tepat sasaran dan mudah di pahami….

      Eko

      September 28, 2009 at 4:00 am

  11. :) Namanya sebuah sistem, tentu akan berpulang kembali kepada People yang menjalankan. Apapun itu sistemnya. Maka wajar juga bila dijumpai ada yang puas dan tidak puas atas pelaksanaan sebuah sistem.

    Btw, kembali ke program MT. Memurut saya memang sangat tergantung konsep desain dibalik program MT ini di suatu perusahaan. Tujuannya apakah memang ke arah rekrutmen saja, development atau bahkan sampai masuk ke program fast track karir (talent pool).

    Praktek di Indonesia pun sangat beragam, belum ada standarnya untuk pengertian MT ini. Saya pernah menjumpai, untuk menjadi sales mainan anak-anak yang tugasnya berjalan keliling ke door to door ke rumah konsumen, jalan kaki (maaf seperti pedagang asongan namun berdasi), perusahaan yang merekrut mereka itu saat mempromosikan lowongan kerja juga menggunakan istilah Management Trainee tanpa perlu syarat khusus….Nah runyam khan? :)

    Namun saya percaya, di Negeri kita inipun banyak perusahaan yang telah menjalankan program MT dengan kualitas bagus, baik dalam proses rekrutmen, maupun kietika lulus program MT, peserta memperoleh jenjang jabatan manajerial dengan sistem penghargaan yang sip pula.

    Di perusahaan semacam ini, MT benar-benar orang pilihan! Seperti layaknya AKMIL/Akademi Kepolisian, atau Sesko/Sespim di organisasi pendidikan TNI/Polri.

    Tetap semangat dan maju terus untuk masa depan kita lebih baik

    Salam Progresif!
    Krisnawan Putra-Trainer, Praktisi Training Indonesia

    Krisnawan Putra

    Juli 10, 2007 at 4:21 am

  12. @DoDit

    blom tentu juga atuh Dit MT itu seperti yg kamu jelasin. temenq masuk asuransi BCA lewat program MT cuma dapet salary 2 juta-an. Temenq di AHM(Astra Honda Motor) masuk jalur MT cuma dapet THP 3,5 juta-an. Klo salary cuma segini, apa bedanya donk ama staff biasa he he he. Mending temenq di PGN jalur biasa tapi dapet 5 juta-an

    lia

    Juli 10, 2007 at 6:33 am

  13. @lia

    yup, bener banget mba lia. MT emang ga selalu besar gajinya. ya sekali lagi tergantung companynya juga. klo MTnya emang niatnya bener2 nyari leader, biasanya sih dapet salary yg lumayan. tapi kalo company yg buat MT cuma pengen ikut2an trend n nyari tenaga murah yg massal seperti mas anjar bilang, ya salarynya juga seadanya aja. paling2 2-4 juta-an aja.

    @Dodit
    Jangan nyombong gaji gede deh. disini banyak akuntan/auditor n anak2 minyak loh:D diketawain nanti kamu.

    randi

    Juli 10, 2007 at 6:49 am

  14. kalo mo gede masuk MT Bank Asing..

    baru lulus monya langsung gaji gede.. emang bisa apa ?

    org ikutan MT dan nasibnya jadi staff yah udah terima aza..mungkin emang situ, kemampuannya emang ga di butuhin.. coba aja pindah. sapa tau dapet yg lebih baik..

    gitu aza kog repot..
    kalo yg lain MTnya sukses jadi Manager de el el.. yah berarti emang dia sukses jalanin semuanya..

    etoh

    Juli 10, 2007 at 9:08 am

  15. Mau MT ato bukan sama aja koq .. toh unjung2nya jg “DUIT”.:-)

    lexo

    Juli 10, 2007 at 7:19 pm

  16. Pengalaman MT saya diawali dengan klasrum, dijelaskan disitu semua proses bisnis perusahaan. Dilanjutkan OJT, namun sayangnya cuma di satu unit tertentu. Penempatan OJT ini masih coba2 berdasarkan test psiko, kalo dilihat perkembangannya bagus di tempat itu, akan ditempatkan unit itu.

    Cerita teman yang lain, di MT nya di puter-puter ke semua bagian perusahaan. Mulai dari HR, engineering department dll. Tujuannya supaya dia lebih siap dan memahami secara langsung interkoneksi antar bagian. Untuk bagian di mana dia ditempatkan nanti waktu OJT nya lebih lama, dan diberi penugasan secara langsung, namun masih dalam pengawasan.

    yang penting, menurut saya adalah kurikulum MT dan signifikansi nya yang jelas.

    AnangYp

    Juli 10, 2007 at 11:17 pm

  17. MT itu asyik kok Njar..

    Kalo mau cerita lengkapnya, baca aja di blog gw ya, hehehehehehehehehehe..

    Hans Victor Sitepu

    Juli 11, 2007 at 2:19 am

  18. ah, itu sih tergantung orangnya masing-masing. :D

    -IT-

    irvan132

    Juli 11, 2007 at 8:57 am

  19. gw gak pernah ikutan MT, tapi temanku dulu pernah ikutan. MTnya selama setahun dan tiap beberapa bulan dia pindah2 ke cabang2 persh dia.

    Kalau ditempatku sekarang sih ga ada MT, tapi tiap engineer baru harus melalui fase probation selama 3bulan.

    Selama masa probation ini, kita punya mentor (biasanya head service) dan diberikan satu proyek yg harus di selesaikan dalam waktu 2.5bulan.

    Laporan dan presentasi akhirnya kayak kita waktu skripsi, di depan panel semua head dept, head div plus mentor.

    Disini kita harus bisa mempertahankan pendapat dan laporan kita disitu. Kalau dianggap gagal oleh salah satu panel, gugur dan terpaksa keluar dari perusahaan :’(

    [poer]

    Juli 12, 2007 at 2:59 am

  20. [...] Management Trainee = Leader for Future .? Skedar mau sharing aja, untuk menanggapi pendapat teman-teman di Blog-nya Anjar.. [...]

  21. Salam kenal…(Indonesia)
    Numpang promosi nih!
    Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?
    Main ke blog kampusku – Makasih ya!

    Kang Tutur

    Juli 12, 2007 at 5:15 am

  22. Mas2 n mbak2..
    MT, ODP, EDP atau apalah?? cm sekedar istilah aja..
    kalo mau jd MT sejati ya hrs buka usaha sndri (mulai dr nol)., entar kita liat hasilnya “untung apa buntung”?. :)

    lexo

    Juli 12, 2007 at 5:32 pm

  23. wah2 ini juga aku pernah ngalami sendiri.lulus kuliah bulan september 2006 langsung dapat kerja di perusahaan gas industri (oksigen, hidrogen, argon, nitrogen, dll). jadi MT. wuah bangga banget (meski cuma dibayar 1 juta/ bulan). sempat curiga juga sih.masa gaji MT 1 juta? diperusahaan laen aja (kayak HM sampoerna) denger2 minim 3,5 juta. ternyata pas lulus MT (3 bulan kemudian) cuma jadi staf teknik yang job desknya serabutan dengan gaji 2,3 juta. ealah…. sekarang sih udah resign. kecewa banget. tapi nyesel juga. soalnya gaji di perusahaanku (packaging) sekarang cuma 1,5 juta. hiks..hiks…

    cahyo kurniawan

    Juli 18, 2007 at 7:05 am

  24. kenapa yah, kuliah mahal mahal,
    begitu kerja jadi pegawe cuma di gaji 1,2,3 juta??
    dikit banget yang langsung berjuta juta rupiah..(itupun jadi kuli org asing)
    indonesia, menyedihkan

    pangeran bloon

    Juli 21, 2007 at 3:35 am

  25. indonesia menyedihkan , setuju sama komentar diatas gw.

    randi

    Juli 22, 2007 at 2:23 pm

  26. mikirnya gimana sih?
    belum bisa apa2 mau minta gaji tinggi.. dimana2 juga ga ada aturan gitu. memangnya kalo kamu kerja di LN lsg gajinya setingkat manajer gitu? Di negara maju gaji fresh graduate lebih tinggi karena living cost juga lebih tinggi.

    lagian kalo memang mampu dan pinter, gaji itu kan tidak statis, naik terus..

    barista

    Juli 22, 2007 at 3:40 pm

  27. [...] – nasib management trainee kita!  [...]

    Oktavianus Sinaga

    Juli 23, 2007 at 3:45 am

  28. mas, sampean itu siapa tho ?????
    lha wong bru lulus masih ingusan minta gaji gedhe, karir bagus…di indonesia banyak sarjana yang masih nganggur, bersyukur dongk dengan apa yang tlah didapat…biar jadi berkah.

    emang sampeyan sapa, lha wong anak ITS, UI, UGM, UNIBRAW, UNDIP, UNS, UNAIR, melamar ditempat aku aja aku masukin ke mesin penghancur, jarang yang memenuhi syarat. mintanya gaji gedhe otak memble

    doni

    September 3, 2007 at 7:55 am

  29. Gaji Fresh graduates di tempatku cuman 2,9jt.
    Di perusahaanku banyak anak-anak alumni ITS,UGM dan segelintir anak ITB.

    Perusahaanku salah satu BUMN yang bergerak di bidang perlistrikan nasional.

    DoDit

    September 8, 2007 at 8:25 am

  30. iihh mas mas dan mbak mbak yang udah pada berpengalaman dan pegang jabatan tinggi diperusahaannya dengan gaji tinggi.. buat freshgraduates lokal gaji 2-3 juta dah gede banget loh… sini deh buat saya aja kl gak mao…… idiihh.. coba deh liat pengangguran sekarang…biar bisa bersyukur.. :P

    kazkaz

    September 9, 2007 at 9:57 am

  31. hmmmm… menarik nih bahasannya…. memang bener.. MT di beberapa perusahaan tuh emang yg shortlisted.. best of the best menurut prusahaannya…
    tp …
    satu contoh nyata :
    coba deh, cek ke jobsdb, jobindo, jobnetok,, banyak prusahaan kecil yg nyari MT juga.. tp bukan MT ky MT, ODP, MDP, GI, dll itu… tp MT -MT an.. yg pendidikan terakhirnya sma juga boleh.. gajinya? yaa… +- 1jt …. nah ini mungkin, yg dibilang MT untuk nyari tenaga kerja massal…
    biasanya prusahaan investasi nih yg ky gini.. atau prusahaan marketing.. atau banyak prusahaan lainnya juga .. yg cari2 sales berkedok MT..

    contoh lain,
    sy pernah menghadiri sbuah Job Fair yg diadakan oleh Universitas Swasta Bandung di BTC beberapa waktu lalu.. salah satu prusahaan yg menawarkan lowongan MT adl. sebuah prusahaan tas & peralatan outbone yg cukup terkenal di bdg.. tp berbeda dgn MT, MDP, ODP, GI di prusahaan lain, MT ini…. setelah nanya ke yg jaga stand, yg boleh apply hanya yg berbackground pendidikan tertentu… dan…….. GA ADA TRAININGnya… langsung kerja & ternyata hrs sudah berpengalaman dibidangnya.. nah looooh.. mana MT nya klo gitu…..

    yah.. itu beberapa pengalaman sy semasa mencari kerja..

    – cuma sekedar share tanpa bermaksud menjelek2kan suatu instansi manapun….

    beQyu

    September 18, 2007 at 11:25 pm

  32. Kalau memang kualifikasi/kemampuan anda merasa harus dibayar tinggi, saya rasa gak masalah untuk mencoba mencari pekerjaan dengan gaji yang diinginkan. (Beri kesempatan yang lain untuk job2 yang memang kurang diminati)

    Ada beberapa temanlu yang emang berskill akhirnya dapet pekerjaan 4-6 jt sebagai seorang fresh graduat dengan hanya internship beberapa bulan saja

    dozus

    September 25, 2007 at 5:35 am

  33. Nikmatilah dulu bouz….. Jabatan, karir, kenaikan gaji kan tidak datang tiba2 dan tanpa usaha… kalo itu ada malah jadi curiga semua orang. Jadi kita jalani saja dengan usaha tentunya agar lebih baik dari sekarang…, gimana mas anjar.. kok diam aja hehehehe……

    Lupiz

    November 28, 2007 at 8:59 am

  34. apaan ci management trainee?
    gue kurang ngerti
    katanya bisa jadi manager yah
    tapi dari komen yang diatas2 kayaknya beda2 kasih pendapatnya
    waktu itu gue kirim cv k perusahaan cargo
    ditlp u/ interview dan psikotes untuk mt
    tapi gue ga dateng
    coz kata temen gue nasibnya ga jelas
    kumaha euy
    jadi bingung
    tapi skrng gue da kerja di ff
    emang apa sih mt?
    coba jelaskan lebih jelas.
    terus emang berapa ci rata2 atau pantesnya gaji untuk fressgraduate s1?
    karena ditempat gue umr
    hehehehe

    ayya

    Desember 13, 2007 at 4:52 am

  35. Ya…. memang menarik ngomongin masalah kerjaan, apalagi bwt yf fresh..

    biasanya untuk MT di perusahaan yang nasional, artinya bagus brandnya, dan terkenal lah.. bisa gaji 3 juta buat MT.

    Tapi buat perusahaan yang core bisnisnya bukan utama/ support dan belum terkenal, mereka biasanya kasih maks 2,5 juta

    nah buat perusahaan yang kecil biasanya sekitar 1 jutaan, bisa 1,5 juta.

    program MT.. akan dilakukan oleh sebuah perusahaan yang terkenal benar2 untuk mencari tenaga kerja yang bagus, ga asal2an… lihat saja tes masuknya, untuk yang serius program MT, tesnya paling komplek…!

    menyangkut personality, dsb.. sampe ke kepemimpinan.. tidak seperti klo jadi oficer biasa..

    tetapi jika tesnya sekedarnya saja ( ga ketat).. biasanya itu cuman mo cari tenaga kerja murah..

    Ya.. untuk perusahaan berkelas.. ga mungkin cari MT untuk just nyari tenaga kerja murah.. itu akan merusak citra perusahaan tersebut.

    jadi memang buat kalian2 yang fresh grad.. harus benar2 ditanyakan sedetail mungkin ttg apa itu MT tersebut, bagaimana jenjang karirnya, bagaimana job descnya, bagaimana fasilitasnya.. jadi jangan sampe tertipu..

    Kuliah sudah mahal2 ..cari pekerjaan yang bagus.. klo cuman digaji satu juta doang sih.. mending kalian keluar saja, cari yg lain.. klo aku bilang sih, mereka yang menggaji karyawan S1 dengan cuman 1 juta.. keterlaluan..! Tidak punya etiket…

    mending jualan apa.. walau lebih sedikit, tetapi itu usaha kita sendiri..

    bayangkan.. masa penjual ketoprak saja bisa dapet 1,5 juta sebulan.. sekolah cuman sampe SMP.. nah kita sudah punya wawasan luas, punya dasar ilmu, punya teori.. sudah jauh lebih mampu dalam pikiran maupun jiwa.. kok lebih rendah..

    ya to…?

    nah buat para pemimpin perusahaan yang masuk di blog ini.. awas klo kalian menggaji karyawan S1 ( benar2 S1— dari universitas yang terakreditasi bagus min B ) dengan cuman 1 juta..

    gue adalah orang pertama yang menegor loe loe pada..

    kan kubela kaum intelektual..! karena merekalah.. negara ini akan bisa tetap berjalan.

    merdeka..!

    purbo_nie

    Desember 13, 2007 at 6:44 am

  36. ooooo begitu…………….
    makasih ya…infonya
    semoga pada lancar kerjaan y……………………

    inova_pris

    Januari 31, 2008 at 8:42 am

  37. g setuju ma mas anjar…g pernah ampir tertipu di bank sinar m#s…program MTnya ga jelas dan gaji kecil banget, dah gt lulus MT mulai dr bawah jg jadi teller ato backoffice nothing special…mending langsung ngelamar posisi itu aja dr pd pake MT2an..
    saran g klo ngelamar MT selidiki dlu nasib MT2 sebelumnya di perusahaan tersebut…klo ga jelas mending jangan da…buang2 energi dan waktu…

    happy

    Februari 6, 2008 at 9:22 pm

  38. memang ga bisa di pungkiri klo di beberapa perusahaan program MT sendiri jadi alasan pembenar untuk mendapatkan tenaga kerja murah dan gampang di pindah-pindahin, karena klo pake Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/ kontrak yang mencantumkan secara langsung jabatannya seperti “Staf Legal”, maka perusahaan melanggar UU Ketenagakerjaan apabila tanpa adanya revisi/ amandemen PKWT/Kontrak secara tiba-tiba melakukan rolling ke bagian lain seperti Salesman Farmasi, Staf Corporate Secretary, dan yang lainnya.

    Ariev

    Februari 28, 2008 at 7:43 am

  39. @Purbo_Nie, gimana ya kalo gue jadi pengusaha ya gue akan cari S1 yang mau gue gaji 800 ribu, ini bukan masalah etiket-etiketan, ini masalah BISNIS bung!

    Gue kasih 800 ribu aja pegawai yang ngelamar BEJIBUN kok S1 bahkan S2 hahaha..

    Salah mereka sendiri nggak punya jiwa entrepreneurship, kalau tau penjual ketoprak yang lulusan SD dapet 1.5 juta sebulan, mestinya para sarjana yang katanya pinter-pinter itu terpacu dong untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, bukannya menjadi beban pemerintah.

    Adhi

    Februari 28, 2008 at 10:34 am

  40. ak kok msh binun ya soal MT-MTnan gt, klo misal dpt pnggilan intrvw bwt MT gmn dunk???? pdhl ak ngga dftr ke perusahaan itu, katanya dapet dataku dari universitas, ak tny k tmn2ku y laen y lulus brg ak tryt 1 jurusan cm 4 org y dpt pggln serupa…. mrk manggil brdasar apa siy??? barusan lulus niy, buta soal kaya’ gt…. mohon saran dan pencerahannya ^^

    sandz

    Maret 28, 2008 at 5:35 am

  41. Kalau anda mau jadi MT harus lamar di Per.asing,rata2 mereka minta IPKnya tinggi diatas 3.25 dan juga pilih uni yang berreputasi seperti UI.Gama ,ITB dll.Seleksinya juga tidak gampang ,rata2 harus lewat 3-4 ronde,bahkan HSBC disaring 6 X dengan seleksi yang rumit ,berpresentasi dlm.bahasa inggris.Saya kasih contoh salary MT di Bank Asing,HSBC 7 j,stanchart 6.5 j,comenweth bank 4.5 j.sedangkan di BCA,Danamon ,Permata kira2 diantara3-4juta.

    Dudung

    April 9, 2008 at 8:46 am

  42. Saya tambahkan lagi kalau MT diB.asing mempunyai prospek yang bagus,dalam 2 tahun MT dikirim luar n. 3X untuk tranning.fasilitasnya juga banyak ada loan rumah/mobil sampai 400j dengan bunga yang rendah,ini saya bicara untuk MT yang baru masuk.Pokoknya kalau sdh kerja 3th. gaji diatas 10J.Kembali lg.anda harus lolos seleksi yang ketat,kalau saya lihat anak2 FE DEPOK yang ranking atas banyak yang goal.

    Dudung

    April 9, 2008 at 8:56 am

  43. gimana penerapan MT di cigarette industry,soalnya saya jadi MT diperusahaan rokok besar tapi baru ada program MT…

    antas ask:

    April 11, 2008 at 9:47 am

  44. Waah…buat rekan-rekan MT perusahaan ternama dan top ” bersyukurlah ” anda-anda semua karena telah memperoleh kebahagiaan materi kompensasi lebih besar dari yg kita peroleh hanya sebagai staf dari jalur biasa kebanyakan juga lulusan dari lulusan luar negeri atau Univ. Negeri UI, ITB, UGM, IPB, Unpad, ataupul lulusan dari Univ. Swasta ternama Trisakti, Parahyangan, Atma Jaya, Binus, Pelita Harapan, (anak orang kaya coy) mau jurusan apa aja ,…jadi manager (udah pasti bos gede apalagi), dapet COP dan segala macemnya, kebetulan ane kerja di salah satu anak perusahaan astra dan masuk dari jalur biasa sebagai officer dgn kompensasi yg jauh lebih kecil dan paling mentok jabatan supervisor itupun bila sudah masa kerja 10-15 tahun dengan dikomandani oleh karyawan yg berumur lebih muda yg dari segi pengalaman dan kemampuan sering bertanya kepada kita2 seniornya para staf biasa..dari segi konsep memang lumayan ok tapi dari segi teknis nol persen punya ..ngga ada apa-apanya giliran bikin projek ngga jelas trus resign deh soalnya paling juga bertahan kerja cuma 2-3 tahun,kurang loyal alias kutu loncat gitulah dan kayaknya juga dari segi pergaulan cenderung eksklusif sama temen2 MT dan Bos berlatar belakang MT juga sehingga menimbulkan kecemburuan sosial dikalangan karyawan
    Harapan saya mudah-mudahan perusahaan dan orang Indonesia melihat secara jeli jika emas tetaplah emas dimanapun berada …

    moeloek

    April 28, 2008 at 9:33 am

  45. kehidupan sebagai MT yang sedang saya jalani sangat membingungkan, walaupun diganjar dengan fasilitas2 yang qta anggap cukup wah untuk seorang fresh graduate. namun saya merasa banyaknya tuntutan2 yang akan saya hadapi di kemudian hari, selain itu dari diklat pun terlalu banyak menuntut, dari sabtu-minggu masuk class training, program banyak yang tidak jelas, dan bahkan saya merasa setelah saya lu2s dari program MT ini saya akan dijadikan apa oleh perusahaan saya…

    wanita

    Mei 23, 2008 at 4:33 pm

  46. MT adalah program yang layaknya “cheat” dalam suwatu game, yang mendadak dangdhut bisa membikin kita naek level keatas dalam setruktur hirarkis perusahaan.

    Seperti saya pas lulus MT kemaren langsung dapet gol 11, bayangin aja, kalok merintis dari hirarkis paling bawah, dengan aturan maksimal kenaikan golongan paling cepat 2 tahun sekali, golongan 11 tsb kudu ditempuh paling cepat 20 tahun!

    :?

    titov

    Mei 27, 2008 at 9:56 am

  47. eh, iya loch..
    bwt aku yg juga baru (mo) lulus
    MT tu ajku pikir bisa jadi alternatif bagus kok.
    umumnya kita kan mang belum (cukup) pengalaman
    nah, kan kalo (semoga) dapet MT yang bagus di perush yang professional, kan bgs.

    tar kan kita bisa liat, (sambil) blajar, and praktek ttg bidang kerja kita.
    tergantung orangnya, kalo dia ulet n serius
    ya..
    sedikit banyak dia bakalan makin “bermutu” deyy..

    kalo udah begini, salary ma jobdesk yang bagus
    kan tinggal ngikuti..

    yang jelas,
    harus brsyukur tuch..
    ga boleh nyerah..
    n mata jg sambil terus jeli ngliatin peluang2 bagus

    tul g??

    (eh, klo ada info MT bagus,, dw mau dunk…^_^)

    dw-ayu

    Mei 30, 2008 at 4:56 am

  48. Saya punya pengalaman 3 kali join di MT Program……
    Mulai dari yang benefit-nya paling jembred sampai di PMA ,
    So apa yang bisa saya ambil hikmahnya ?
    Cari tau aja dulu berapa banyak employer kasih benefit…..
    Baru fokus biar goal seleksi…..

    benny

    Juni 5, 2008 at 5:03 am

  49. menurut sayah mah klo boleh saran say di dengerin mah lah yg namany kerja mah emang bener mesti ada jalur ny tp klo kt jd kutu loncat, g nguasin kerjaan kt yah percuma………..
    masalh gaji seh emang sayah jg g menutup mata untuk kepegen bgt sekali gajian seharga mobil marsedes tp brhubung di indoneisa msti bnyk lewatin prosedur..birokrsai kn jd keburu tua kt….
    toh prusaan mikirnya mah ngapain mikirin orang yg protes coz gd duit ny…..
    mending kt kerja keras selalu masalah hasil mah itu mah suatu bonus dari kerja kerjas kt….
    liat orang tua kita pny rumah kendaraan dan sebagainy setelah mereka kerja brp taun????
    gd koq orng yg kerja lgsng kebeli rumah,mobil,pesawat,punya istribanyak….

    sekarang seh mending jadi orang yg beruntung dari pada jd orang pinter klo boleh milih mah…..
    buktinya bnyk orang pinter yg gaji ny masih kecil…..apalagi kta yg cuma bisa ngetik2 di sini dowang sedangkan kerjaan kt????

    the_tanto

    Juni 9, 2008 at 6:45 am

  50. hmmmm…MT yah…btw MT itu jobdesknya apaan sih?kalo dioper2 kesana sini tanpa jobdesk yang jelas bukannya justru mengacaukan perusahaan???

    memang serba salah yah jadi pekerja. kalo tekun tapi gak ada tanda2 kenaikan karier apalagi uang…seumur2 gak bisa nikah.

    kalo pindah2 karena cari prospek yang lebih bagus, dianggap kutu loncat…

    maksud hati pengen ikut MT buat pengembangan diri, eh dibohongin…

    andai aku bisa dapet 2,5 juta aja dah bersyukur banget kok…masih pengangguran nih…

    lycos

    Juni 13, 2008 at 7:11 am

  51. Management Trainee yaaa….dulu ngetop banget dach istilah ini….tahun 1996 ketika gw lulus kuliah, pengin banget masuk jadi MT tapi tiap test gak bisa lolos alhasil gak pernah ngalamin MT.
    Mungkin ada juga yg membuat arti MT menjadi percobaan, selama masa percobaan tugas diroling pindah pindah dari bagian satu ke bagian yang lain. Aku kira hal ini wajar aja koq.

    fajar

    Juni 13, 2008 at 8:52 am

  52. gimana tentang nasib MT Untuk PT semen padang ? ada yang bisa ngasi masukan ngga!

    Rakhmat

    Juni 13, 2008 at 10:01 am

  53. Ini sekilas aja sekedar meluruskan apa itu MT :
    — Sumber dr http://career.ubaya.ac.id/
    Management Trainee ==> Cikal Bakal Manajer
    Dalam suatu kesempatan, entah membaca lowongan kerja di surat kabar atau majalah, Anda mungkin pernah mendapati kata management trainee (MT). Posisi itu ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu. Profesi apa itu?

    Pada masa kini perusahaan apapun pasti membutuhkan SDM untuk ditempatkan pada posisi manajerial. Namun, banyak atau seringnya karyawan berpindah-pindah pekerjaan membuat perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan mendapatkan seorang manajer yang tahu benar kondisi bisnis perusahaan tersebut. Dengan kata lain, seakan-akan investasi di bidang SDM tidak membawa hasil.

    Itulah mengapa ada perusahaan-perusahaan yang menerapkan program rekrutmen lewat management trainee (MT). Tujuannya adalah mendapatkan manajer yang memahami kondisi bisnis perusahaan tersebut. Biasanya para MT akan memulai karier dari staf, lalu meningkat ke posisi supervisor, eksekutif, dan akhirnya manajer.

    Kebanyakan yang direkrut untuk menjadi MT adalah lulusan baru (fresh graduate). Mereka diberi pelatihan dan pengetahuan tentang kondisi bisnis perusahaan tersebut. Maka, seorang management trainee adalah peserta dari program tadi.

    Situs hanyawanita.com menyebutkan, MT merupakan proses rekruitmen dan pencarian sumber daya manusia dengan kualitas tertentu dalam bidang tertentu, yang dilatih untuk ‘menduduki’ posisi kunci dalam sebuah perusahaan. Menurut Inge Santoso, seorang trainer yang biasa memberikan pelatihan di sejumlah perusahaan besar, yang ditekankan pada MT adalah aspek psikologis. Para peserta pelatihan, katanya, biasanya tidak melihat potensi besar yang mereka miliki. ”Tugas kami di sini menyadarkan mereka untuk melihat potensi terpendam mereka,” ujarnya.

    Setelah sadar, mereka biasanya berusaha menggali dan memperbaiki kinerja mental mereka. Dampak setelah mengikuti pelatihan, mereka menjadi lebih giat dan bekerja secara total. Kehidupan pribadi dan sosial mereka, lanjut Inge, juga semakin bagus.

    Tidak ada latar belakang pendidikan khusus untuk menjadi seorang MT. Tergantung perusahaan, posisi untuk bidang apa yang dibutuhkan. Di Amerika, yang banyak membutuhkan MT adalah bidang ritel, jasa, dan department store. Di Indonesia pencarian MT ditawarkan oleh perbankan. Hanya saja, nama MT menjadi businees development programme.

    Iwan Setiawan, trainer dari Forever Young Indonesia, sebuah perusahaan multi level marketing, mengungkapkan, yang ditekankan pada para MT adalah pengembangan karakter. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan, para anggota di perusahaannya akan lebih kuat dan stabil. ”Manusia tersusun dari fisik, mental, emosi, dan rohani. Satu sama lain harus saling terkait,” ujarnya.

    Di perusahaan tempat Iwan bekerja, profesi MT masuk dalam bagian training dan human resources development (HRD). Itu tidak selalu berlaku demikian, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.

    Tergantung kebijakan perusahaan juga berlaku pada lamanya program pelatihan yang diberikan untuk MT. Ada perusahaan yang mewajibkan MT mengikuti pelatihan antara 1-2 tahun. Menurut hanyawanita.com, selama periode waktu itu MT diberi pengetahuan tentang pengendalian bisnis, pembuatan kebijakan, rencana manajerial, dan membangun jaringan komunikasi.

    Ada perbedaan antara masuk kerja pertama sebagai karyawan dan MT. Bila sebagai karyawan, seseorang harus menjalani masa percobaan. Sementara bila sebagai MT, ia akan menjalani masa evaluasi. Sebagai tambahan, peserta MT biasanya akan diputar tempat tugasnya. Dengan kata lain, mereka menjalani sistem perputaran (rolling system). Setiap selesai tugas pada satu bagian tertentu, mereka akan dievaluasi. Demikian seterusnya hingga selesai masa evaluasi. Setelah masa evaluasi berakhir, MT tidak akan lagi di-rolling. Itu berarti saatnya ia mulai membangun karier di perusahaan tersebut.

    Aziiz

    Juni 20, 2008 at 8:31 am

  54. Sementara ini fresh graduate gaji yang paling top Ya diperusahan Consultant asing seperti McKinsay baru masuk diatas 10 j dan Sedangkan di KAPBig4 seperti EY,Pwc atau KMPG gaji pokok sekitar Rp.3.5-4.5j tapi kerjanya berat lembur tidak dibayar.Tapi kalu anda bisa lewatkan 3 th.posisi anda sdh. diatas 10j.Sedangkan sekarang banyak penawaran kerja jadi auditor di singapore bagi pemula lulusan akun. gaji pemula antara s$2.000-2.500.Sedangkan di Bank jadilah posisi MT level anda cukup tinggi carrer anda cepat naik ibaratnya anda masuk AKBRI keluar sudah pegang pangkat Letda.Saya ambil contoh disalah satu Bank asing MT itu grade-nya dilevel 12 sedangkan posisi GM dilevel 16.Bayangkan jika anda dari bawah harus menempuh berapa tahun baru sampai tingkat ini.

    Dudung

    Juli 1, 2008 at 9:45 am

  55. Memang saat ini banyak perusahan yang buka lowongan MT tapi anda harus betul2 jeli,baru2 ini saya lihat Per. Mie dan minyak angin yang buka peluang ini,tapi programsnya tdk jelas dan sok2an ikut trend.Anda harus betul2 pilih perusahan MNC atau yg scala besar,sebab kita ketahui mereka mempunyai trainning yang bagus.Saya ambil contoh MT internasional Bank asing selama 2 th.pertama akan dirolling traning 3x diluar negeri,dari informasi biaya ini rata sebesar 300j untuk satu orang.Bahkan dalam hal ini mereka tidak terikat dg. sistim kontrak.Jadi betul2 memperhatikan SDM,kalau tidak Bank tsb. tidak akan bertahan selama ratusan th. seperti HSBC.Stanchard,ABNAMRO atau BNP Paribas.i kembali lg. bicara dalam seleksi penerimaan MT.cukup ketat,tapi jangan takut anda dapat coba2 yang paling penting Bhs inggris harus lancar.(Tof.diatas 500).satu lg. yang penting IPK anda harus paling sedikit diatas 3.25 kalau tidak jangan harap anda dipanggil untuk intervew.

    Dudung

    Juli 1, 2008 at 10:06 am

  56. Kebetulan saya diterima di perusahaan swasta lewat jalur MT.
    Ada ga sih tips-tips khusus buat peserta Program MT ini. Mungkin Saudara-Saudara yg sudah pernah mengalami bisa membantu….
    Karena Saya pikir semua program pasti memiliki kelemahan dan kelebihan yang pasti bisa kita siasati.
    Thanks

    Kobe

    Juli 7, 2008 at 4:35 am

  57. Percaya atau tidak ini kenyataan yg pernah saya alami. Saya pernah sakit hati dan nyesel masuk program MT di sebuah perusahaan mining contractor. Awalnya tergiur oleh uang saku 4jt/bln dan pengembangan karir yg bagus, setelah lulus MT 1 thn bisa dpt posisi supervisor yg gajinya 6-7 jt/bln. Terus terang saya juga lulus prog MDP di slh satu Bank swasta pada saat yg hampir bersamaan. 2 pilihan, akhirnya saya pilih yg mining contractor karena alasan gajinya lebih tinggi. 1 minggu di kumpulkan di kantor pusat di Jkt, saya kira ada pelatihan ternyata cuma pengarahan, ngobrol2,ga ada mentor, makan2, dibiarin di dlm ruang tanpa agenda kegiatan yg jelas. Berusaha bersabar..meski 2 org teman langsung mengajukan resign karena kecewa. Akhirnya saya dikirim ke job site di Kaltim. Sumpah..mau nangis rasanya ternyata MT di perusahaan ini ga ada program kegiatan sama sekali, nampak sekali org di site ga ngerti anak MT mesti diapakan. Daripada bengong ga jelas akhirnya saya ngambil inisiatif membuat agenda kegiatan sendiri, saat konsultasi dengan atasan saya lagi2 saya menelan pil pahit ternyata kompetensi sang atasan sangat jauh dari yg saya bayangkan.. apa karena dia cuma lulusan SMA saya ga ngerti. Apa ini artinya?? Saya mengambil kesimpulan ni perusahaan belum siap menyelenggarakan program MT. Saya mampu bertahan selama 7 bulan karena alasan keuangan, ga kuat lagi buang2 usia disana.
    Meski sekarang saya sudah bekerja sbg officer, saya sangat mendukung program MT untuk kaderisasi pimpinan perusahaan di masa mendatang, tapi hati2 lah dalam memilih, lihat profil perusahaan dan kualitas MSDMnya. Jangan sampe kecewa seperti saya dulu

    Dede

    Juli 9, 2008 at 4:46 am

  58. hmm..

    ricky

    Juli 10, 2008 at 4:20 am

  59. saya seorang karyawan sebuah bank asing yg masuk melalui program graduate trainee hampir setahun yg lalu.. hasilnyaaaa?? officer yg tdk jelas nasibnyaa.. karena ternyata banyak juga perusahaan yg membuka low MT/GT hanya utk menyerap tenaga kerja berkualitas dengan harga murah meriah.. ini saya ketahui dari bbrp rekan kerja yg sudah lebih dari 3tahun bekerja di sana.. dan sampai sekarang karir tetap berjalan di tempat..

    curhat doang, bho.. :)

    ricky

    Juli 10, 2008 at 4:25 am

  60. MT itu Ideally only happen in a very big company.

    Sebuah company yang dapat dengan mudah terukur rate turnover karyawannya karena banyaknya yang mencapai masa pensiun atau pengunduran dirinya atau expanding rate yang tinggi.

    misal bank itu taon lalu kan ngadain MT karena mereka disuruh expanding gila2an kalo mau jadi anchor bank.

    Kalo MT di food juga selain dari sisi expanding, mereka udah establish dan padat karya. Jadinya employee turnover ratenya meskipun kecil persenannya itu banyak. Thus mereka perlu MT untuk ngegantiin manager2 itu kalau mereka mundur atau pensiun.

    MT itu murah gajinya buat levelan manager. TApi gede gajinya buat levelan fresh grad. So, dari sisi company untung dari sisi karyawan juga untung.

    Zhar Aditya

    Juli 10, 2008 at 5:22 am

  61. Bah, kenapa gaya ngomong gue kayak cincha lawra…ochoy…

    Zhar Aditya

    Juli 10, 2008 at 5:30 am

  62. Dear All,

    Ada yang bisa share MT nya Garuda Indonesia ?
    Kebetulan GI lagi merekrut dr MT neh….

    Thanks before.

    Albaz

    Juli 15, 2008 at 1:52 am

  63. Betul MT di perusahaan/bank gede yg asing pula… pasti lebih mantap dari yg lokal dan kecil punya :p

    IB tetap paling oce!! Sapa gak ngiler final year undergrad student dapet tawaran magang SGD8K/mo plus bonus upon signing contract. Weleh-weleh…

  64. gw baru lulus n uda sering coba ngelamar kerjaan tapi rata2 mentok pas uda sampe interview!!?? sempet curiga juga kalo nepotisme tetep jadi salah satu kunci utama dalam pengrekrutan karyawan…mudah2 dalam sistem pengrekrutan MT gada nepotisme…amin!!!

    Dani

    Juli 21, 2008 at 8:50 am

  65. wah banyak MT boong2an y..

    tatuuutt…

    Ganis Zulfa Santoso

    Juli 25, 2008 at 9:56 am

  66. Saya baru lulus mei yang lalu. Tapi dari maret sudah bekerja di suatu perusahaan trading/importir. Sekarang saya mendapat tawaran MT di group KONIMEX (yang buat inza, konimex. konicare, froz, hexos, nano-nano, dll). Mau minta pendapat teman2, apakah bonafid tidak perusahaanya? Takutnya seperti yang diungkapkan dia atas (perusahaan mie, dll) yang MT nya cuma abal-abalan saja, he3. Thank you atas segala masukan dan komentarnya.

    Jaka

    Agustus 12, 2008 at 6:16 am

  67. MT=empty (baca emti) adalah kosong..
    saya sedang berjuang, umur kurang lebih 25, tapi suruh handle 100 lebih pekerja dengan umur rata-rata di atas saya, officer nya dah kerja nyaris 10 tahun.. nasib nya, lean sigma, six sigma, 5R, kaizen, segalam macam….mental..
    tapi memang perlu shock culture, saya shock dengan mereka, dan mereka harus shock dengan saya
    iseng2 saya coba tulis tentang MT di sini romailprincipe.wordpress.com

    romailprincipe

    Agustus 14, 2008 at 3:21 pm

  68. om om dan mbak mbak saya dapet panggilan MT di jobsdb bagus gak siy ? mohon pencerahannya

    Lelouch

    Agustus 27, 2008 at 8:54 am

  69. aduh bener ga sie MT tuh bnyak yang boong, jadi takut bgt nhe, coz bsok pagi da panggilan MT nhe…… kasih saran yah….

    mey

    Agustus 27, 2008 at 10:50 am

  70. Gue kadang prihatin sam yang kuliah tinggi ilmunya sampe nglotok tapi tetep aja mau jadi kuli,.malu sama pengusaha pengusaha yang lulusan SD,SMP, tapi karyawannnya para S2..
    meski gue skrg masih kuli juga di jepang tapi Insya Allah sementara,.pulang mau usaha sendiri ,..dah capek MT MT an

    giyztar

    Oktober 18, 2008 at 7:01 am

  71. mau sekedar ikut share nih………

    Saya lulus kuliah tahun 2006, background saya fisipol satu almamater sama mas anjar. Begitu lulus, langsung masukin lamaran ke berbagai instansi, tapi sampai akhir tahun belum mendapatkan kerja. Lalu, saya berpikir untuk melanjutkan kuliah dengan harapan nanti bisa menjadi dosen. Belum ada satu tahun kuliah, alhamdulillah saya diterima menjadi calon pegawai di sebuah Bank ternama, itu juga setelah melalui proses selama kira-kira 10 bulan dan seleksi yang ketat sekaligus melelahkan tenaga dan pikiran. sekarang saya sedang mengikuti pendidikan (training) selama enam buan. Selama masa training, saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat walaupun saya baru mengenalnya pada saat training, mungkin karena background saya dari Fisipol tetapi dicekoki materi-materi ekonomi. sistemnya dibagi menjadi dua, yaitu sistem classical dan on job trainang. Tetapi overall, setelah saya coba mengikuti tahap demi tahap, saya rasa sistem seperti perekrutan MT dan lain sebagainya masih layak dipertahankan. Dengan adanya MT, pimpinan, manager, HRD, lebih punya pandangan mengenai posisi apa yang cocok untuk kita kelak berdasarkan performance kita pada saat training.

    belumsempurna

    Oktober 20, 2008 at 2:44 pm

  72. saya memberikan anda 1 free ticket untuk seminar leadership, jika anda ingin datang silahkan registrasi, jika tidak teruskan pesan ini , silahkan liat pesan asli di blog : arylangga.blogspot.com

    arylangga

    Oktober 28, 2008 at 10:21 am

  73. ini yang pada ngomong gaji freshgraduate 4 jutaan dikit tuh pede banget kali ya ama kemampuan diri sendiri, kalo gitu ya lamar aja lah MT di unilever yang dapet 7,7 juta atau perusahaan/bank asing apa kek yang gaji MT nya gede. ketawan banget kan ngomong kaya gitu emang karena ga diterima aja kali jadi MT dimane-mane….

    inda

    November 15, 2008 at 1:56 pm

  74. belum mau daftar MT lagi….test nya masal!bejibun orangnya….mau bagi pengalaman, kemarin dapet panggilan Di FG (group majalah terbesar) buat interview sebagai Staff Marketing, aku datang jakarta dengan penuh harapan dapat mendapatkan posisi tersebut, ya karena syarat-syarat dan job desc nya sesuai senga nyang saya harapin, S1, mampu mnganalisis, membina hubungan ( markom ).
    hari interview tiba…bla..blabla…saat terakhir saya diberi tugas buat menganalisis produk mereka disebuah hypermart, supermarket, minimarket dan kios..saya berpikir..ini tantangan yang baik san saya berpikir juga…jabatan yang saya dapt nanti pasti ok.
    tiba hari sesudahnya..saya jawab, saya analisis… bahkan SWOT nya…
    yeah..berhasil……..
    kemudian..si interviewer cerita pajang lebar…yang intinya saya ketrima di FG sebagai MD merchadiser, awalnya aku setuju..aku pikir itu bagian dari staff promosi ( saya belum paham bidang kerja )aku pulang kejogja….siap siap….kembali kejakarta…aku baca lagi lowongan ternyata MD terpisah dari staff promosi yang syaratnay beda jauh. level pendidikan pun beda!! oh Dear God….aku kaget..kecewa…. aku konfirmasi ulang ka FG… katanya “posisi staff marketing dan merchandiser sama mas” >>> bagaimana mungkin untuk level pendidikan yang berbeda bisa memiliki posisi sama?dan gaji?waktu itu digaji 1,5 +tunjangan, dan masih kontrak. yah..ga jadi aku ambil… aku merasa dijebak aja. karena temanku juga mengalami hal yang sama…melamar jadi staff promosi mentoknya dijadiin merchandiser….salut deh buat HR nya.,…kata katanya bisa halus gitu…sampai aku ga sadar!!!

    ronni

    November 21, 2008 at 4:15 pm

  75. Saya hanya sekedar memberi gambaran kepada adik2 kita yang baru lulus.

    Kebetulan saya adalah manager di salah satu perusahaan yang lumayan gede n mpy program HR yang cukup bagus. Saya masuk ke perusahaan tsb tanpa melalui Management Trainee or sejenisnya. Kebetulan di perusahaan saya ada beberapa MT yg rata2 adalah fresh graduate. FYI para MT ini kalo gue tanya mereka ngejawab ada yang pingin jadi kepala cabang, manager etc pokoknya idealis banget ( idealisme adalah sesuatu yang paling mewah yg dipunyai anak muda). Kebetulan saya mengepalai dua department shg hrs membina MT dr dua Department tsb.

    Para MT tersebut rata2 adalah lulusan Universitas ternama n mereka sangat bangga bisa jadi MT di tempatku (Wajar kan baru lulus belum tau ganasnya dunia kerja). Yang bener2 menjadi beban saya adalah saya harus memberi mereka proyek or kerja. Karena saya bingung mereka disuruh ngapain akhirnya ya paling saya suruh ngefax, fotocopy, ngetik, bikin minum n sesekali saya ajak rapat. Saya bener2 bingung mereka tuch saya suruh ngapain.

    Jujur aja beberapa kali program MT di perusahaanku semua berakhir dgn bubar jalan n nggak satupun yg bertahan lebih dr 1 tahun.

    andi

    Desember 15, 2008 at 3:24 pm

  76. Menarik juga pembahasannya…
    jadi pengen ikutan gabung dan curhat nih. hiks3x

    Saya bekerja di perusahaan swasta nasional (emang nasional banget)sebagai MT hampir 1 thn. Soal sallary rendah banget hanya dapet 2 jeti. Jobdesc ndak jelas, tidak ada program2 yang sering diomongi teman2 di sini, kerjaan datang ke kantor, absen, duduk, jalan-jalan keliling kantor, liat karyawan lain mengerjakan tugasnya… pokoke mbosenin n BT… masalahnya ndak bisa resign sebelum habis kontrak atau denda….

    Pas bulan agustus tiba-tiba ada salah satu kepala depo di daerah mengundurkan diri… nah, tanpa ada persiapan apapun saya langsung ditugaskan (magang, ad intern apalah sebutan bagi saya) sebagai kepala depo pada area tersebut.

    pertamanya PD setelah itu bingung harus ngapain… ngambil keputusan ternyata membutuhkan kebijaksanaan yang sangat tepat… belajar memimpin staff, salesman, coordinator dan supervisor yang ada di depo… ujung-ujungnya jadi ndak PD karena mereka lebih senior (rata2 seumuran bokap gue coy..). soal pengalaman jelas mereka paling jago. Teman sebaya hanya dengan salesman junior yang usainya ndak lebih dari 23 tahun.

    Di tempatkan oleh BM di area yang terus merugi dengan pengalaman minimal membuat saya jadi kehilangan motivasi apalagi pencapaian sales target jadi terus-menerus turun (anjlok dan ancurrr), marahi supervisor sungkan, selalu diajak adu keahlian dalam hal marketing,sales dan admin oleh salesman dan staff. intinya mereka seperti tidak setuju mereka dipimpin oleh seorang yang seusia anaknya. ujung-ujungnya dimarahi BM kerena performa depo/area.

    setelah itu saya mati-matian untuk memenuhi standar minimal seorang kepala depo. sekarang semuanya hampir bisa teratasi.. nah pas saya beranikan diri tanya ke BM tentang program Management Trainee yang ndak jelas, dia malah ngomong “itukan sudah termasuk dari program pelatihan agar nantinya kamu bisa menjadi manager yang sesuai kualifikasi perusahaan, learning by doing,OK”

    terus terang semua tidak adil, kemarin pas teken kontrak di jelaskan akan dididik menjadi SPV dengan berbagai program training… lulus akan ditempatkan menjadi SPV yang berkualitas tinggi.. kenyataannya belum lulus udah jadi pimpinan SPV tapi dengan gaji standar MT tanpa ada pendidikan, training, fasilitas, tunjangan atau sebagainya. pokoke kerja rodi, nyari tenaga kerja murah. Terus kalo lulus nanti penempatan sebagai apa?

    Tantangan sih tantangan, kesempatan besar, memang.. tapi kalo teman-teman berada di posisi saya pasti ndak bakalan tahan akan beban kerja, mental dan moril yang super berat ini..pengen resign setelah lulus (pasti lulus progam MT, udah jadi kepala depo sih) dan cari kerjaan jadi SPV aja yang lebih ringan dan kompensasi yang sesuai antara tugas dan hak.

    Mohon teman-teman menanggapi dan memberikan masukan kepada saya yang nyaris burnout n dis-motivasi…

    Thanks
    MT

    MT

    Desember 21, 2008 at 2:55 am

  77. Bagaimana dengan MT di PT Bukit Asam???/

    KIKI

    Februari 24, 2009 at 3:29 am

  78. buat MT: saya mau tanya, mas kerja di MT sinarmas bukan?(nebak2 doank sih),
    ayo mas tetap semangat menunggu sampai ikatan dinas selesai..
    lihat dari sisi positifnya saja, kan dengan begitu berarti pengalaman kerjanya mas makin OK.. :)

    BUAT mas dan mba yang sudah memiliki pengalaman karir di bidangnya masing2, saya mau tanya..
    saya freshgraduate dari salah satu PTN, saya berharap sekali untuk bisa diterima di salah satu bank dengan posisi MT, tapi sampai sekarang (sdh 3 bln setelah lulus) belum kesampaian,

    nah menurut senior2 yang laen, lebih baik saya menerima tawaran di bidang seperti frontliner atau bidang lain di bank selain MT sebelum saya berhasil memperoleh posisi MT
    atau saya sabar mengikuti proses test MT di bank?
    nah masalahnya jika saya sudah mulai bekerja maka saya tidak punya waktu yang leluasa untuk mengikuti test di bank2 lain..
    Mohon sarannya..
    Best regars,
    Hermin

    Hermin

    Maret 3, 2009 at 10:00 am

  79. Dear All

    Saya adalah salah satu user dari para peserta program Management Trainee n saya akan sharing pengalaman saya sebagai berikut :
    - Perusahaan saya adalah perusahaan Shipping company yg lumayan besar n sekitar lima tahun terakhir ini diadakan rekrutmen Management Trainee.
    - Program Management Trainee sendiri adalah program yang dirancang oleh HRD untuk memperoleh tenagan kerja yang mampu bekerja dibidangnya (ini nggak terlalu penting) n yg paling penting dan ini pentiiiiing sekaliii yaitu diharapkan para alumni program Management Trainee nggak akan pindah2 kerja.
    - Sebagai user saya berkali2 diserahi tugas untuk membimbing para peserta Management Trainee, tp terus terang aja ilmu yg saya berikan ke mereka biasanya kayak kita menyiram air di padang pasir Musnah Begitu saja kenapa? karena sejak pertama masuk para peserta managment trainee sudah didoktrin bahwa mereka adalah calon2 pemimpin perusahaan shg terus terang aja agak besar kepala. Tiap kali istirahat yg mereka bicarakan hanya karir, jd kepala cabang, jd manager direktur dll.
    - Emang sich HRD memberikan masukan seperti itu supaya mereka semangat karena jadwal mereka padat n hanya dikasih uang saku doang.
    - Karena alasan kasihan itulah maka biasanya saya ngasih nilai bagus ke mereka meskipun mereka kadang ngremehin kita2 yg udah bekerja di situ. Terus terang aja posisi saya disitu adalah termasuk Manager n bertanggung jawab penuh terhadap operational perusahaan. Gitu aja mereka ngremehin apalagi kepada staff2 yg laen.
    - Alhasil dari sekitar sepuluh MT yg diangkat jadi karyawan hanya dua org n sisanya ditendang dgn sukses tanpa pesangon hanya secarik kertas TERIMA KASIH yg bisa mereka bawa pulang.
    - Setelah yg dua ini jd karyawan setelah lima tahun ternyata ya cuman jadi karyawan biasa n utk posisi manager, superintendent kami tetap mencari dari luar or para staff yg udah lama kerja n kompeten.

    Jadi bagi para pencari kerja untuk lebih dipertimbangkan lagi kalo mo ikut program MT

    andi

    Maret 30, 2009 at 2:14 am

  80. Saya pernah ikut ODP tahun 2007 di sebuah Bank.. cuma karena ga ada pilihan akhirnya di ambil juga.. dari sisi keilmuan siy positif sekali, banyak ilmu yang didapatkan mengikuti program tersebut.. jadi tau business practice perbankan.. tapi soal salary, hmm istilahnya diperhalus dengan mengatakan uang saku… dalam artian relatif ga besar.. yah, mau di apain lagi itung2 dapet ilmu dibayar.. hehehe.. oiya, ada semacam perjanjian kalo mengundurkan diri harus membayar ganti rugi sekian puluh juta… itung2annya siy ga sebanding dengan yang didapatkan, jauh lebih besar yang harus di bayar.. konsekuensi juga siy, kenapa mau tanda tangan kontrak..
    Akhirnya pada saat pengumuman kelulusan program ODP saya mengundurkan diri karena diterima untuk program MT di BUMN, yah, mau ga mau harus bayar penalti, nego dengan direksi nya akhirnya bayar 50 % dulu, nanti 2 tahun setelah itu baru bayar 50 % lagi ( berarti tahun 2010). konsekuensi atas perjanjian, karena memang posisi pencari kerja tu selalu lemah, karena sign kontrak yang menyanggupi untuk pembayaran penalti…
    trus program MT di BUMN ini dah selesai selama 9 bulan, dah penempatan di unit kerja.. asyik juga, n rasanya ga merasa rugi keluar dari ODP di bank tersebut, semua bisa terbayar lunas.. hehehe..

    Adi

    Maret 30, 2009 at 6:29 am

  81. di Perancis semua lulusan Grande Ecole ternama otomatis jadi MT dan dipersiapkan untuk posisi management. Mirip kondisinya dengan Indonesia.

    Di Indonesia lulusan PTN top sehabis MT bisa jadi spv/manajer dan mengepalai para lulusan SMU/D3 yang sudah sangat berpengalaman. Walaupun di MT cuman disuruh bikin kopi doang, dan setelah jadi pimpinan (karbitan) pun di-ejek-ejek di belakang sama anak buahnya.

    Demikian juga di Perancis lulusan Grande Ecole tanpa pengalaman langsung jadi manager, mengepalai para lulusan Universitas (sekalipun kita lulusan Univ top bahkan PhD dari negara Perancis/UK/US).

    Disini anak-anak MT Grande Ecole cuman saya suruh pasang kabel aja, abis gak bisa apa-apa…

    Sistem karbitan yang sangat KONYOL….

    adhiguna

    Maret 30, 2009 at 11:04 am

  82. Saya setuju bahwa untuk anak fresh grad gaji jangan dulu menjadi prioritas tapi pengalaman. Jika baru masuk sudah bergaji besar sombongnya luar biasa. Ilmu theory tapi rasanya paling bener. Lupa kalo kerja ga sendiri tapi ada juga orang yang membantu yang nasibnya tidak lebih baik.

    Saya sendiri pernah terjebak dalam suatu sistem MT2an seperti itu. Awalnya ditawarkan pada posisi officer sesuai background pendidikan dan pengalaman kerja saya. Tapi ketika tanda tangan kontrak ternyata statusnya MT. Training yang dijanjikan tidak ada. Wajib bikin projek tapi ga dikasih mentor, ujian maju sendiri kehadapan eksekutor…walhasil meskipun kerja dari pagi sampai malam, sabtu-minggu wajib lembur pula ( 1 dept cuma 2 orang bow)…HRD tetap memutuskan saya tidak lolos dalam seleksi.
    Saat ini saya dikontrak kembali oleh perusahaan tersebut selama beberapa bulan karena pengganti saya belum capable dalam menjalankan pekerjaannya.
    Sempat down juga karena cari kerja diluar sana kan susah sekali. Saat ini sedang mencari pekerjaan baru dan menunggu masuk kuliah S2 di UI bulan September nanti.

    Mohon doanya.

    Hoshi

    April 22, 2009 at 3:49 pm

  83. sekedar share aja..saya mt disebuah bumn kontraktor…saya masuk cm dpt gaji 2.5 jt..tapi saya rasa itu wajar buat fresh graduate..stlh beberapa bulan saya dapat gaji 3 jt..yang saya soroti bkn mslh gaji melainkan jenjang karir..apabila dari level biasa untuk jadi pegawai tetap butuh waktu min 5 s/d 7 thn tapi lewat jalur MT hanya ditempuh 2 thn kurang..klo ada orang yang fresh pgn gaji diatas 3 jt mnding kelaut aje kale..

    tips : klo mo jd MT harus pilih2 perushaannya dlu..klo bisa masuk MT yg BUMN..karir pasti dijamin..

    hell

    April 28, 2009 at 7:12 am

  84. @hell
    ‘kalo fresh pengen >3jt kelaut aje’?
    Ga juga mas, liat dulu company dan industrinya apa. Apalagi di non-bumn, justru kesempatan ‘melompatnya’ jauh lbh tinggi krn ga terbentur dinding birokrasi, lbh ke performa. Ato mungkin masnya sendiri yg underpaid…

    rori

    April 29, 2009 at 12:20 am

  85. setelah lumayan lama bekerja di bni, saya merasa kecewa dengan BNI, para atasannya tidak patut dicontoh,
    tidak patut dijadikan teladan, bagaimana tidak, sesama atasan saja saling meremehkan,
    ambil contoh saat meeting, salah satu atasan melakukan presentasi, atasan yg lain menertawakan dari belakang dengan nada yg tidak hormat, seperti anak kecil saja, terlihat sekali bahwa tidak ada rasa saling menghormati dan menghargai.
    bahkan sewaktu buka puasa bersama secara prasmanan, ada salah satu atasan yg secara kebetulan saat hendak mengambil nasi, kebetulan nasi di wadah tersebut habis (entah mungkin sedang diuji Tuhan), secara tidak pantas, dia memukuli wadah nasi yg terbuat dari logam tersebut sembari teriak “mana ini pelayan kateringnya”.
    sungguh, tidak patut dicontoh dan tidak pantas dijadikan teladan.

    kecewa

    Mei 1, 2009 at 1:52 pm

  86. ga semua MT kyk gtu…gw nih alhamdulilah lulus MT di alfamart…..asyik2 ajah…sepanjang kita bisa belajar apa susahnya….nikmatin ajah toh gajinya lumayan…

    piay

    Mei 17, 2009 at 9:42 am

  87. klo di bank sinar mas gmn ya program MT nya???
    gaji dpt cm 2 jt…trus d traning 9 bulan

    mr butt

    Mei 20, 2009 at 2:23 pm

  88. ada yang tau tentang program MT Intraco penta..tolong donk info nya

    player

    Juni 7, 2009 at 11:57 am

    • Mau tanya juga donk.
      Program Samudera Indonesia Management Development Program ada yang tau ga?
      Tolong di share pengalaman temen2 disini.
      Berapa gajinya, bagaimana lingkungan kerjanya, dan bagaimana juga jenjang karirnya, apakah seperti yang dijanjikan atau tidak.
      Trims.

      Rey

      Juni 8, 2009 at 2:10 am

  89. tergantung dimana kerjanya dulu la mas,,klo MT di perusahaan yg jelek ya jelek,,gmn iki sampean..

    reza

    Juni 19, 2009 at 8:03 am

  90. MT indocement gimana? bagus gak???

    yuin

    Juli 6, 2009 at 7:40 am

    • hmm..
      jadi bisa di share gak nih perusahaan apa aja yang MTnya oke..? soalnya aga2 tertarik juga nih ikutan program MT. heheh

      kalo masalah gaji sih, buat yang fresh graduate ga usah mikir gede2 dulu kali yah, kan pengalaman belom ada, trs ilmu yg d kuliah belom ttu juga 100% berguna kalo udah menghadap dunia kerja sesungguhnya.
      ga malu apa nerima gaji gede (>5jt) tp ga ada pengalaman apa2. (ya ga malu lah yah, kan pikirannya: yg penting duit, heheh)

      yesiola

      Agustus 9, 2009 at 7:35 am

      • kalo emang standar gajinya gede 2 banget gimana??? dan 5 juta itu termasuk yang paling kecil,…..
        gimana donks ??? gak kita terima????

        sayapun merasa saya gak pantas dengan uang yg saya terima,.. karena kebutuhan hidup saya gak banyak,…. tapi saya memang digaji besar,… yaah saya banyak2 bersukur aja deh,.. bantu2 sodara dlsb,…..

        duku

        Agustus 10, 2009 at 2:12 am

  91. Misi smua,,
    ada yg tau program MT di Mcdonalds seperti apa?

    mohon gambaran dan jenjang karir ky gmana..??

    terima kasih banyak sbelumnyaa..

    rulzone

    September 16, 2009 at 9:34 am

  92. JANGAN PUNYA PIKIRAN JELEK DULU TERHADAP MT, ITU JUGA BERGUNA NANTINYA DIKEMUDIAN HARI, TERUS JANGAN HANYA MAU NGINCAR GAJI GEDE AJA 5 JUTA LAH 6 JUTA, EMANG LU BISA APAAN???…TRS EMANG LU YAKIN LU BESOK ATAU HARI INI MASIH HIDUP, UMUR SAPA YANG TAU BUNG….HANYA TUHAN YANG TAU… SO JADI SYUKURI AJA APA YANG KITA CAPAI SELAMA INI, SEMUA ITU DARI AWAL/DARI DASAR GAK MUNGKIN SEUJUG2 LANGSUNG PUNYA RUMAH, KERJA KERAS DULU….ADA SEDIKIT INFO NIH ADA GT (INTER PAN PASIFIK GROUP)…SEMOGA KAWAN-KAWAN SUKSES

    RED ALERT

    September 28, 2009 at 5:18 am

  93. Saya denger-denger nih kalau masuk program MT ada kontrak tidak boleh menikah bener ngga sih? Kalau bener, perusahaan apa saja yang ada kontrak itu? Ko kayanya agak diskriminasi ya?

    Tia

    November 22, 2009 at 2:23 am


Tinggalkan Balasan