Engineer cerdas vs engineer bodoh
Stereotype sih, kalau dikampus, mahasiswa yang pintar+rajin+ga gaul, biasanya kurang sukses di kerjaan. Dalilnya pintar di kampus beda dengan pintar di kerjaan.
Ok sekarang bagaimana kalau di kerjaan, tentunya ada engineer cerdas dan engineer bodoh. Engineer cerdas biasanya sakit hati kemudian pindah ke perusahaan lain tapi tetap jadi engineer. Sementara engineer bodoh biasanya loyal dan ujung-ujungnya jadi bos!
Setuju engga?


entah kenapa mas,
saya bilangnya bukan engineer cerdas dan engineer bodoh.
Tapi,
Engineer Cerdas dan Engineer SABAR.
Jadi,
Nggak ada yang bodoh :)
Karena keSABARan adalah sebuah kecerdasan juga
zidni
Juli 12, 2007 at 10:29 am
Jadi maksud mas Zidni harusnya judulnya diubah jadi:
Engineer Cerdas vs Engineer Sabar gitu?
priandoyo
Juli 12, 2007 at 10:34 am
Saya jadi ingat guyonan teman-teman,
Hati2 terhadap teman yang pintar, dia akan jadi sainganmu
Hati2 terhadap teman yang biasa-biasa aja, dia akan jadi kolegamu
dan…
Hati2 terhadap teman yang bodoh…dia akan jadi atasanmu
edratna
Juli 12, 2007 at 11:48 am
wah stereotype engineer koq kayak gitu yah? apa emang paradigma seperti itu yang telah tercipta di dunia kerja untuk seorang engineer….???
aRuL
Juli 12, 2007 at 1:23 pm
Terlalu sering berkaca sama komik Dilbert sih :D
Fadli
Juli 12, 2007 at 1:43 pm
wedew… paradigma yang beurat kali pun..
menurutku gak cuma dikerjaan sih, dikuliahan kadang ada jg yang punya sikap kek getu, asal bisa rajin aja kuliah kadang dapet nile bagus :D , kalo yang bosen mending cari sesuatu kalo yang didapat lebih baik dari yang dikuliah ;)
riez
Juli 13, 2007 at 1:11 am
di tempat kerja banyak deh, temen kuliah yg dulu cuman kejar nilai dan gak gaul, tapi ketika di dunia kerja dia jadi melejit. kenapa yah :D yg aktipis gak terlalu di pakai malahan di dunia kerja wakakaka
majalah tempo salah survey tuh.
papabonbon
Juli 13, 2007 at 1:22 am
engineer cerdas kalo menurutku adalah engineer yang bisa menempatkan diri dan bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik, kalo engineer bodoh adalah engineer yang merasa sebagai engineer cerdas dan selalu membanggakan diri sebagai org cerdas supaya bodohnya gak keliatan..kalo engineer cerdas biasanya gak bilang bilang kalo dia cerdas..tapi dia bekerja sebaik mungkin..sedikit bicara banyak bekerja..itu menurut ane sich bang..ada pendapat lain..ya monggo aja…:)
engineer_telco
Juli 13, 2007 at 3:29 am
istilah yang tepat ENGINEER CERDAS vs ENGINEER YG KURANG BERUNTUNG.
sombreng
Juli 13, 2007 at 6:59 am
One question for you.
The end of the career path is the BOZ– whatever you are now… engineer, marketer, purchaser– Still, you will be the BOZ. So, if you said that the BOZ comes from not-so-bright engineer (;-p), all of the BOZ now is not-so-bright?? *;-P*
IMHO, smart engineer comes from smart-student will find that the greatest obstacle for himself is about the socialization. And for not-so-bright engineer, the greatest one is about the innovation. Who will win?
Anyway, salam kenal.
aa dodi
Juli 13, 2007 at 9:36 am
Engga setuju?
mathematicse
Juli 13, 2007 at 2:08 pm
kalau gw bilang sich mas….engineer pemberani vs engineer penakut :-) artinya engineer yang berani ambil keputusan dan engineer yang kebanyakan pikiran sana sini sampai takut ambil keputusan :-)
kalo gw sich termasuk yang terakhir hehehehehe….
ibnul
Juli 13, 2007 at 2:20 pm
karena aku seorang engineer maka aku harus komentar:
enginer yang baik: suka bergaul, ulet, rajin, kerja keras, dan sharing ilmu, kreatif
engineer yang kurang baik: sombong, ga gaul
salam,
udienz engineer+sysadmin on uptti.unej.ac.id
udienz
Juli 13, 2007 at 2:30 pm
Duh jadi nakut-nakutin aja….!
Tapi yang lebih bagus sih enginer yang pinter+rajin+gaul+kemampuan komunikasi bagus+dsb
Percuma aja gaul tapi bodoh sih,,,
purmana
Juli 13, 2007 at 2:38 pm
Sepinter-pinternya enginer di Indonesia tetep ndak pinter.. Lho kok bisa..? Nyatanya bangsa kita masih terpuruk… Bangsa kita cuman jadi konsumen dan penonton… Lha ngaku-ngaku enginer telko… kerjaanya cuman pasang bts (pasang doang..).. Mbok sekali-kali bikin teknologi.. bikin handphone kek… bikin pemancar kek.. (bikin lho.. bukan cuman rakit+pasang..) Lha katanya dah pada pinter-pinter.. Gimana neh?
JAVAJAZZ
Juli 13, 2007 at 5:21 pm
Mending judulnya diubah jadi engineer yang beruntung dan yang tidak beruntung? Lebih baik jadi orang yang beruntung daripada orang yang cerdas :)
Junarto
Juli 13, 2007 at 10:50 pm
Ada lagi mas,
Engineer gila, engineer yg ga bener+yg ada di pikirannya cuman duit, duit, dan duit.
Emang buat apa sih duit? dimakan aja ga bisa (tp dibuat makan bisa).
sagung
Juli 14, 2007 at 1:11 am
@JAVAJAZZ:
He5x…. Saya rasa kebanyakan engineer kita emang begini kerjanya (termasuk saya). Beli perangkat -> Baca manual spesifik untuk perangkat yg bersangkutan -> setup -> monitoring performa. Kalau ada komplen dari customers, dioprek lagi deh settingan2nya…. CMIIW :)
Tapi info dari beberapa teman saya yg kerja di company electroonic manufacture di Indonesia, mereka produksi juga loh perangkat2 mutakhir, termasuk SetTopBoxes (yeah, IPTV is around the corner :x).
all the best,
-df-
Dafferianto
Juli 14, 2007 at 4:06 am
baru pertama kali kerja kali. orang kerja tuh yang dicari bukan bodoh apa pintar. yang pintar ajarin dong yang bodoh. orang yang suka pindah-pindah dengan alasan personal namanya pinter tapi ngak berguna buat lingkungannya. :)
ari rochmat
Juli 14, 2007 at 7:30 am
————————————————————————-
@Dafferianto
Salut saya ucapkan kepada Bang Defferianto yg udah mau berbesar hati menerima kritikan saya…
Iya neh Bang… rasanya saya sudah frustasi dech jadi anak bangsa.. Saya sebagai enginer “lapis kedua” yang notabene produk universitas swasta, sebenarnya menaruh harapan yang besar kepada para enginer “lapis pertama” macam lulusan UGM, ITB, UI, ITS. dll…
Lha mereka para enginer lapis pertama itu merupakan orang pilihan, yang terbaik, yang mendapatkan fasilitas pendidikan melimpah dari pemerintah… (tapi duit-nya tetep dari rakyat kecil dink.. wehehe..)
Seharusnya mereka itu menjadi ujung tombak bangsa ini… Bukan malah jadi orang egois dan oportunis..
Sekedar kritik aja buat kita semua
—————————————————————————-
javajazz
Juli 14, 2007 at 4:46 pm
wah, ada ibnul ama sagung. orang orang GA dan HRD. waks …. :D
papabonbon
Juli 14, 2007 at 5:07 pm
atleast, namanya mirip wekekeke, ternyata sagung malah anak its toh wekekeke
papabonbon
Juli 14, 2007 at 5:11 pm
kayaknya ada 4 tipe engineer yang saya percayai bekerja di perusahaan2 . Yang mau update knowlege , yang terpacu untuk belajar ilmu lain ( manajemen, misalnya) atau engineer yang fanatik sama bidangnya . Tiga tiganya punya kans untuk jadi bos . Tipe terakhir adalah yg punya punya knowledge pas pasan, tapi gak mau atau tepatnya gak sempat mengupdate ilmunya sehingga karirnya mentok tetep jadi engineer . Nah, para engineer mau pilih jadi tipe yang mana ? hayoooo ?
cuimi
Juli 17, 2007 at 7:43 am
saya lebih cenderung mengatakan bahwa ada engineer yang berkualitas dan tidak berkualitas
ronalddwinompunu
Juli 17, 2007 at 11:41 am
Kalau aku kira-kira engineer apa yo Njar? Engineer gemblung kali ya?
NuDe
Juli 18, 2007 at 8:13 am
Engineer yang bodoh kalah dengan Engineer yang pintar
Engineer yang pintar kalah dengan Engineer yang cerdas
Engineer yang cerdas kalah dengan Engineer yang beruntung
Dan Engineer beruntung kalah dengan Engineer yang …………..
nakula
Juli 18, 2007 at 11:41 am
Engineer cari Muka = Engineer yang cari muka di depan Bos, tp yg kerja orang lain.
Minum keringat kolega
Ipul
Juli 18, 2007 at 11:44 am
Engineer Goblok = gak bisa apa2, ketinggalan jauh ama temen2nya.
Engineer Cari Muka = Engineer goblok yang cuma bisa cari muka di hadapan atasan.
Ada pula Engineer cari muka & suka makan lembur.
Dimas
Juli 18, 2007 at 11:58 am
Wah… ini menarik, Terima Kasih Mas Mengingatkan masa laluku. Saya salah seorang yang mengalami hal itu. Di Kampus saya dikenal dengan Mahasiswa “Bodoh” tapi kebanyakan mereka yang disebut bodoh secara psikologis akan termotivasi sekaligus tidak terbebani untuk menjadi “cerdas” sehingga mereka cenderung untuk lebih merdeka berinovasi dan berkarya. Ya secara statistic mereka akan lebih berpeluang untuk Sukses dan menjadi Bosss. Mari bercermin dari kenyataan bahwa tempat untuk mengukur kecerdasan adalah pada objek yang “bodoh”!
hadilang
Juli 19, 2007 at 1:55 am
cerdas & bodoh ya?
sebenarnya gini
orang pinter karena kurang bergaul/sosialisasi
orang bodoh karena kegaulan
orang pinter kurang informasi
orang bodoh punya banyak informasi
sampe-sampe pemilik amikom bilang
“saya akan berikan penghargaan untuk mahasiswa terpintar dan terbodoh, karena mahasiswa pintar akan sukses dlm pekerjaan(karyawan??) dan mahasiswa bodoh akan sukses jadi pengusaha(pemilik perusahaan/atasan??)
” kynya gt cuma di inonesia tercinta ya?? soalnya bilgates yang cerdas bisa jadi ceo..
si_lugu
Juli 19, 2007 at 4:24 am
Sayang saya buykan enginer
Neo Forty-Nine
Juli 19, 2007 at 8:51 am
saya sebagai calon enginer, mohon doa restunya… :smile:
purmana
Juli 20, 2007 at 2:07 am
[...] akan kalah ’sukses’ dengan orang yang bodoh (akademisnya). Seperti yang tertulis di sini dan juga di [...]
Si Pintar vs Si Bodoh dalam Merebut Kesuksesan « Pelajarpun Boleh Bicara
Juli 20, 2007 at 2:43 am
aduh mas… saya jadi pusing.
mari kita kembali kepada diri kita masing-masing xixixixi.
yang penting berbuat yang tepat di saat yang tepat aja deh.
bagus nirwana
Juli 20, 2007 at 3:45 am
Menurut saya ada dua tipikal orang:
- yang mau berubah dan
- yang nyaman dengan kondisi saat ini
Orang yang cerdas adalah orang yang mau berubah untuk maju.
Orang yang bodoh adalah orang yang tidan berani berubah.
“Perubahan belum tentu menuju pada kebaikan. Tapi untuk menjadi lebih baik, harus berubah”.
ibrahim
Juli 20, 2007 at 3:56 am
rejeki macam2 bro..
hehehe
hebiryu
Juli 21, 2007 at 3:19 am
Kalo udah dibilang Engineer, mestinya dia cerdas dong (di bidang yang dikuasainya). Ga ada itu engineer bodoh.
Kalo ‘cuma’ kurang sukses di kerjaan, bukan berarti dia bodoh.
Kadang orang sukses di kerjaan itu ada unsur liciknya.
Licik Cerdas.
toni as
Juli 21, 2007 at 6:00 am
Kok ada tanda baca yang ilang ya?
I mean Licik tidak sama dengan Cerdas.
(Tanda ” kok ga muncul ya?)
toni as
Juli 21, 2007 at 6:01 am
engineer yg (so-called) cerdas: cepat puas, tidak banyak terpengaruh dengan lingkungan sekitar, independen.
engineer yg (so-called) bodoh: mengandalkan lingkungan sekitar, adaptif, pengen tahu. dianggap mau maju.
intinya, bahagiakah mereka masing2? heheheh
jim
Agustus 1, 2007 at 9:55 am
smua engineer ga ada crdasny sama skali .. . .
buktiin aj !!!!! Yg cerdas itu yg jualan ciptaannya engineer.
Engineer kt srng masuk angin trus dikerokin krn terlalu gaul, he he he
JON_TRALALA
Agustus 18, 2007 at 3:56 pm
menurut gw, seorang berhasil mencapai puncak, dan mendapatkan puncaknya dari hasil keringat sendiri (bukan turunan/hadiah/yang instan2) baik di profesi maupun usaha itu tidak ada yang bodoh. semuanya cerdas semua. jika misalkan si usahawan umpamanya, ‘bodoh’ ketika kuliah, itu bukan karena mereka bodoh, tapi karena hal lain menurutku, terutama malas/tidak cocok dengan kompetensi alami dari diri mereka/sibuk di hal lain yang menyebabkan mereka tidak fokus ke kuliahnya.
yudz
Nopember 9, 2007 at 8:30 am
sbnrnya dipikir-pikir,yg cerdas tu ya yg mempekerjakan engineer tsb.Conto, Pak Eka big bosnya sinarmas.Kalo lht backgroundnya adalah imigran china yg sekolahnya gak nyampe tingkat menengah,apalagi kuliah.Tapi skrg dia punya ribuan engineer di grup perusahaannya.Termasuk saya,wow alangkah bodohnya saya.
wakak
Januari 14, 2008 at 6:49 am
engineer bodoh adalah engineer cerdas berikutnya…hehihe
kabayan
Januari 24, 2008 at 8:24 pm
Wah seru juga dan mirip seperti pengalaman ku jadi mau ngga mau percaya sama dalil ini. Intinya the last man standing will be the boss.
nsn_wannabe
Juni 4, 2008 at 5:01 am
Saya termasuk yg GAK setuju dg nsn_wannabe yaitu teori the last standing will be the boss. Apa artinya jadi terakhir apalagi dalam arti sebenarnya yaitu semua org udah pergi dan yg punya kantor juga pergi alias kantornya dah tutup…makan yg terakhir akan ditagih utang segunung…lah sewa kantornya belum dibayar.
Saya sendiri mengalami….jadi engineer thn 1996 sampai thn 2007 tetap engineer. temen temen yg pindah kerja dah pada mapan, saya tetap seperti pertama masuk kerja. Akhirnya awal thn 2008 direksi perusahaan menyerah dan tidak bisa membayar gaji lagi, makanya memindahkan diriku ke perusahaan lain. Daripada begini yg saya ambil adalah pindah kerja…dan skrg baru 2 bulan kerja di ktr baru udah terasa enaknya.
Yang cerdas adalah yg bisa membaca peluang…baik peluang untuk pindah kerja atau peluang untuk mendapatkan uang sampingan…..
Salam kenal…..
fajar
Juni 4, 2008 at 5:41 am
Engineer cerdas = engineer yang ga menganggap orang lain bodoh tanpa bukti, apalagi mencap nya menjadi sebuah stereotype (makanan apalagi nich?)
engineer yang bodoh = engineer yang menganggap orang lain bodoh tanpa bukti konkrit dan nyata hingga mencapnya menjadi suatu stereotype (duh, susah amat ngetik beginian….), walau pun cuma untuk guyon saja. ini juga berlaku untuk marketer bodoh, pedagang bodoh, direktur bodoh, manajer bodoh, ustadz bodoh (tapi ga gendeng hehehe), mahasiswa bodoh, ekonom bodoh, dll dsb…
Ustadz Gendeng
Juni 20, 2008 at 9:40 am
lebih baik gendeng daripada bodoh ada contohnya yaitu ki gendeng pamungkas….sukses tuch orang
fajar
Juni 20, 2008 at 9:56 am
Numpang nimbrung bro,
Gw Engineer, pengalaman jadi engineer sih baru 2 tahun, dan 3 kali pindah kerja dengan alasan sosial, gw jdi engineer krena itu memang impian gw sejak kecil, sebenarnya sih pengen jadi presiden, itu nanti ,planning sih tetap optimis bro.
Nah sekarang gw pengen kasih tahu ke lo, kalo engineer itu semuanya keren, karena orang mndang kita adalah orang yang smart,educated and challengee. so bangga dong kalian jadi engineer.
akan tetapi seorang engineer itu banyak jenuhnya dan banyak bosannya di kantor , kayak gw nih…gw suka tatntangan dalam pekerjaan smpe -sampe manager gw gw kritik didepan orang banyak karena bertele-tele dalam mengambil keputusan dan actionnya lama.
gw suka mengambil keputusan yang cepat, itulh yang dinamakan good engineer, gak perlu lah nuggu senior atau bos mengambil keputusan sementara kalo resiko yang dihadapi itu kecil, kita juga bisa toh…
nah..sekarang nih gw lagi jenuh sama kerjaan gw karena gw BT sama lingkungannya.
Gw rencananya lagi nyari2 kerja lain nih….doain yahh.
dah gw cuma numpang curhat doang.Thanks.
alvonio
Juli 28, 2008 at 12:16 pm
wah ini bukan contoh yg baik, jangan ditiru yaa,…..
kerja baru 2 tahun pindah dah tiga kali???????????
kaburrrrr
SEMPRULE
Juli 28, 2008 at 2:42 pm
Wuih keren tuh…bisa aja khan dia pindah karena mang dah gak suka dan gak cocok lingkungannya, tiap perusahaan beda=beda man, ada yang buat kita enjoy ada yang gak.
tergantung kita nya….lagipula pindah2 khan gak papa keren lagi….laku di pasaran…
pasti pindah minta gaji lebih gede, walaupun naiknya cuma 100rb doang, itu juga improvement.
ok deh gw dukung lo trus buat wujudin cita-cita, jgn lupa engineer makin lama makin mahal karena pengalamannya.
ikutin jaman,methode baru dll
thank you
pastor bodoh
Agustus 4, 2008 at 2:21 pm
Masalahnya…ukuran sukses di pekerjaan itu apa??
Kerja di Kota
Oktober 2, 2008 at 2:03 pm
Kata guru saya di sma di dunia ini tidak ada orang yang bodoh. adanya orang yang malas.
JUmp
Oktober 15, 2008 at 7:08 am