KPR NISP bagaimana ya?
Belum lama, Jono, seorang teman baik saya meminta nasihat seputar KPR, Jono bekerja sebagai dosen di Bandung, dia sedang kebingungan memilih 3 program KPR, antara Panin, Permata dan NISP.
Jono: Jadi Jar, yang bagus mana ya?
Anjar: Hmm, tergantung sih Jon dari sisi mana, pengalamanku waktu itu yang terbaik adalah Permata. Tapi lihat deh kalau ditempatmu gimana, banyak faktor sih, dari account officernya, harga rumahnya hingga kompetisinya.
Jono: Iya sih, bingung juga, tapi di Bandung NISP kelihatannya yang paling agresif untuk KPR ini.
Saya belum konfirm lagi kepada Jono program KPR mana yang akan dia ambil, kemungkinan besar NISP. Tapi per hari ini Mas Widi, admin serpong.org, sharing seputar pengalaman buruknya dengan NISP. Wah jadi mikir lagi nih dengan citra bank NISP.
Mungkin NISP memang kuat di Bandung, atau mungkin officer di NISP BSD yang kurang berpengalaman. Ada komentar?


tanya :
cari appraisal independent dimana sih ??
kok rasanya susah banget yaa…
:(
soalnya mo beli rumah, tp gak tau harga yg reasonablenya.
thanks..
cahyo
cayo
Juli 16, 2007 at 6:08 am
Kami barusan KPR di Panin Makassar.
http://wokay.wordpress.com/2007/05/15/kpr-panin/
Semuanya ok, tapi masih bunga lama yang 11,8%, mungkin karena yang merekomen temanku yang Kacab Panin Palu kali yah.
Urusannya sangat mudah, bahkan tanpa appraisal. Nentuin cicilan dan lama kredit juga kami sendiri. Hitung simulasi via website Panin terus hasilnya kami SMS ke AO dan langsung dibuat draft KPR-nya :)
Unik memang, malahan untuk mempersingkat waktu… waktu itu KTP dan surat nikah kami photo dengan HP terus kami email. Kemudian mereka print barangkali. Benar-benar memanfaatkan teknologi, seadanya, daripada terjebak kemacetan di Makassar yang panas.
Begitu pengalaman kami, salam :)
emys
Juli 16, 2007 at 9:53 am
mas Anjar,
Hari ini saya mendapat penjelasan dari notaris dan NISP mengenai sisi legal dari kaca mata mereka, dalam hal ini pihak notaris akan membantu memindahkan objek pajak (rumah lain) maupun restitusi.
Banyak hal yang membuat saya akhirnya memutuskan utk “menerima” flow yang ada.
salam,
Widi
Widi
Juli 16, 2007 at 1:59 pm
komenqu bukan soal KPR NISP ….gpp yaa ? tapi soal KPM NISP, tepatnya soal temenku di malang…… aku dulu sales astra di malang…….anter temenku masukkan aplikasi KPM ke NISP Malang……. eeee gak taunya NISP mengecewakan. Bayangin aja…… komisi dari Bank buat sales gak di kasikan….. n ternyata di kasi ke customernya, alasan NISP cuctomernya minta disc…….. mestinya kan nego dulu ama salesnya. Abis itu kayanya sampe sekarang KPM NISP Malang gak laku…… lha sapa sales yang mau masukan aplikasi ke sana kalo gak dapet apa apa ….. RASAIN LOE
MEONG.......
Juli 19, 2007 at 5:07 am
Saat ini saya KPR di Bank Niaga Syariah. Saya kurang tahu tentang pemahaman syariah, laba dsb karena kebetulan saya christian, namun yang menarik adalah bahwa cicilannya tetap! Bukan hanya satu tahun, tapi selama jangka waktu cicilan tersebut. Jadi kalau 10 tahun, ya nyicilnya tetap sama 10 tahun itu.
Hal ini memudahkan kami dan membuat kami tenang karena tidak perlu khawatir dengan tingkat bunga yang fluktuatif. Kalau pun fluktuasinya menurut, ya anggap saja amal. Tapi kalau fluktuasinya naik, bisa-bisa pos-pos keuangan yang lainnya terganggu. Apalagi mengingat masa-masa krisis moneter dimana bunga bisa sampai 60% p.a. Bisa kolaps bayar bunga tok.
Dan misalnya telat bayar, akan dikenakan denda. Namun denda itu tidak boleh diambil oleh bank Niaga Syariah, namun akan diberikan ke kaum dhuafa/panti asuhan. Jadi walau telat bayar, kita tetep amal :)
Dan tentang appraisal, uniknya, rumah ini saya beli seharga 190 juta, namun di appraisalnya seharga 375 juta. Aneh khan. :D
Natali Ardianto
Juli 25, 2007 at 5:04 am
Saya ingin juga tanya.
Barus saja saya kontak satu develop, beaya proses KPR BTN sampai 9% dari kredit?
Apa betul? Kok mahal ya?
Wie
Agustus 6, 2007 at 5:42 am
Pak Anjar, blog-nya saya bagus. Boleh saya add di blogroll saya?
Kebetulan sekitar 1-2 bulan lalu sempet cari rumah KPR dibandung. Mau bikin rumah, tabungan cuman 30 jutaan(cukup buat DP saja). Jadi nyaris ambil KPR. Untung ada pemilik tanah 140 m2 pinggir jalan yang baik hati menjual tanahnya ke saya dengan harga 2/3 harga pasaran dan boleh dibayar separuh dulu. Yang separuhnya boleh dicicil selama setahun.
Kemudian saya kembali beruntung mempunyai atasan yang berkenan meminjamkan dana untuk pembangunan. Pinjaman diangsur 3 tahun dari 20% gaji.
Jadi saya bangun(bukan sebagai tukang) sendiri, desain konstruksi,arsitektur, dan sebagainya dilakukan sendiri. Dengan perhitungan yang cermat, simpangan biaya hanya 15 %. Hanya memang rada stress, cape dan pusing selama 1 bulan lebih :)
Akhmad Mulyanto
Agustus 18, 2007 at 6:38 am
Adakah yang punya pengalaman dengan KPR BANK BNI (BNI GRIYA) ?
Sharing dong..
itha
Agustus 27, 2007 at 7:46 am
bisa ga dapet KPR tanpa uang cicilan???
Wiau
September 4, 2007 at 6:08 am
Sorry…. Bisa ga dapet KPR tanpa uang muka? jadi Langsung ke Bank nya?? (Maaf yang sebelumnya di ralat) :)
Wiau
September 4, 2007 at 6:09 am
ko gak ada yang jawab bu itha nih. saya juga mau tanya BNI Griya dong. baru kemarin KPR saya disetujui BNI tapi masih mau tanya2. mau bandingin dengan bank2 lain.
saya mengajukan KPR BNI cepat sekali hanya proses 3 hari. cicilan fix 1 tahun, lalu bulan ke 13 disesuaikan dengan bunga pasar.
pertanyaan saya:
klu ambil KPR BNI, apakah setelah bulan ke 13 akan flat terus sampai cicilan akhir?
atau tiap tahun mengikuti suku bunga pasar?
kalau tiap tahun berubah, wah jatohnya harga rumah jadi mahal sekali ya
boleh di-share pengalamannya?
terimaksih
hessti
Nopember 8, 2007 at 7:16 am
Ada yang tahu tanah/rumah murah di daerah bandung utara (sekitar geger kalong, ledeng, setiabudhi) or buah batu yang bisa dapat 150 juta-an??
ningrum
Agustus 1, 2008 at 8:29 am