Anjar Priandoyo

Belajar sabar dari ular

with 17 comments

Ular konon bisa diam berjam-jam menunggu mangsanya. Tapi, begitu mangsa didepan mata dia bisa menerkam dalam orde sepersekian detik. Artinya, si ular tahu betul artinya sabar. Sabar bukan berarti lambat. Sabar selalu dikombinasikan dengan kecepatan, bukan sekedar kecepatan, tapi kecepatan yang luar biasa. Kita perlu belajar sabar dari ular.

Dunia kerja kurang lebih seperti itu, ritmenya sangat lambat. Normalnya kenaikan gaji dilakukan satu tahun sekali, kenaikan pangkat dilakukan setiap empat tahun sekali. Dan empat tahun itu bisa berarti waktu yang sangat lama, apalagi bagi perusahaan yang memiliki sistem promosi yang lebih tradisional. Jikalau tidak sabar bisa jadi potensi kita hanya bertahan di satu dua tahun pertama. Tahun berikutnya memble, dan tahun promosi justru kita menjadi malas-malasan ataupun tidak perduli.

Pertanyaannya seberapa lama kita bisa bersabar? dan seberapa siap kita untuk menerima hasil penantian kesabaran itu.

Seorang engineer yang baik misalnya membutuhkan waktu 8 tahun sejak dia diterima bekerja untuk kemudian menjadi manager network regional. Tahun tahun pertama bekerja engineer itu menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik hingga tibalah tahun keenam dari penantiannya. Ternyata di tahun keenam itu ‘bencana’ terjadi. Ada perubahan struktur, GM regional yang baru ternyata mempersiapkan kandidat lain sebagai manager regional, sehingga sakit hatilah si engineer baik hati tersebut.

Kembali pada kasus ular tadi, bisakah engineer tadi belajar dari sang ular? bukankah dia sudah menanti dengan sabar selama enam tujuh tahun lamanya. Targetnya memang sudah didepan mata, tapi ternyata ada faktor lain yang mengubah takdirnya sebagai penerkam mangsa. Faktor itu bernama timing, kesesuaian waktu.

Ular memang sangat sabar, dia sudah bisa melihat target santapannya dengan sangat jelas. Sekali target itu terlihat dan selamanya target itu terekam dalam ingatannya. Artinya, ular betul-betul memperhatikan dengan detail gerakan sang mangsanya. Meskipun posisi target sangat dekat, ular tidak akan menyerang bila posisinya tidak menguntungkan.

Dunia kerja mungkin jauh lebih rumit, kita bisa mempraktekkan ilmu sabar si ular dalam dunia ini. Dan kalaupun kita mau, ‘ular’ juga punya banyak cara lain untuk menerkam mangsanya. Anda tahu caranya?

Written by priandoyo

Juli 23, 2007 pada 6:10 am

Ditulis dalam uncategorized

17 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ayah saya mengajarkan kecerdasan, kesabaran, dan ketenangan ini lewat memancing. Sejak kecil saya memang sering memancing — darat maupun laut.

    Di sini kita tak cuma dituntut cerdas dalam meramu bait dan menggunakan tools; tetapi juga sabar dan tenang dalam menunggu serta mengantisipasi hal-hal yang nggak kita perkirakan sebelumnya. Dan bukankah Allah itu beserta orang-orang yang sabar?

    Bicara soal ular, kalau tidak salah stereotip ’sabar’ ini hanya untuk jenis ular tertentu, seperti boa dan python, tapi tidak berlaku pada jenis yang lain. CMIIW

    Nofie Iman

    Juli 23, 2007 at 9:39 am

  2. sekarang nih jamannya agresif bos, kalau pasif gitu ya disamber orang. Harus proaktif. Perlu ditegaskan bahwa diam itu bukan lagi emas di masa sekarang

    andrias ekoyuono

    Juli 24, 2007 at 2:55 am

    • dulu kan diam adalah emas,terus era globalisasi diam adala,,,,ANCURR!!

      langgar

      Juli 14, 2009 at 11:42 am

    • dulu kan diam adalah emas,terus era globalisasi diam adala,,,,ANCURR!!

      “KAN PRIBAHASA SEKARANG UDAH ADA :SIAPA YANG CEPAT DIA YANG DAPAT”

      langgar

      Juli 14, 2009 at 11:43 am

  3. makanya jadi orang yang gesit
    segesit gue

    maradona

    Juli 25, 2007 at 4:20 am

  4. wastainu bissobri wassolah

    “Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu”

    wisnu

    Juli 25, 2007 at 6:31 am

  5. sebagai seorang pendekar ilmu ular sangat mengejawantah dalam diri saya, lambat, pelan, perlahan, penuh kehati-hatian dan percaya diri, namun sekali sodok jangan tanya rasanya….

    Pendekar

    Oktober 30, 2007 at 1:41 pm

  6. Klo Pawang Ular …?

    kabayan

    Januari 1, 2008 at 6:16 pm

  7. jadi harapan yang telah dipuypuk lama harus rela dihancurkan dalam sekejap ya?

    winterwing

    Juni 7, 2008 at 11:11 pm

  8. tapi loooo ati2 za, jngan trlalu dkat dngan ular ntar looo di patuk nyaaaaaaa
    hiiiiiiii

    debix_ijo

    Juni 14, 2008 at 6:02 pm

  9. seandainya para pemimpin dan rakyat Indonesia pada sabar insaallah akan menjadi negara yang “Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur”, aman, tidak ada gontok2an, gk ada korupsi .Amin!

    Abikiki

    September 3, 2008 at 7:05 am

  10. menurut ku sabar itu bukan berarti pasif….ataupun dalam istilah kerennya menunggu bola…sebagai orang yang di bekali otak pikiran kita harus meng optimalkan aset yang berharga tersebut….sabar adalah jalan terakhir ketika telah berusaha dengan maksimal sesuai dengan kemampuan kita…yaitu sabar dalam menuggu hasil…

    bri

    Februari 6, 2009 at 10:43 am

  11. sama kaya @bri
    Sabar adalah menunggu kesempatan tapi klo kesempatan yang ditunggu nggak dateng-dateng ya… coba buat satu kesempatan.

    pr14o

    Februari 6, 2009 at 3:23 pm

  12. aku gak suka ular. biar pun katanya, ular itu sabar.
    gak deh. ular itu licin, kesannya suka berbuat curang.
    ular itu bermata tajam, artinya buas.
    ular itu mendesis, artinya gak terbuka, tukang gosip tapi gak berani bilang terus terang.
    ular itu berbisa, bicaranya mematikan perasaan orang lain.
    tapi aku setuju, kita harus sabar, tapi bukan sabarnya yang seperti sabarnya ular….

    niar

    Mei 13, 2009 at 10:13 am

  13. bicara adalah hal yang paling mudah namun melakukan kesabaran adalah hal yang sangat sangat dan sangat sulit,,apalagi dalam krhidupan sepertin ini

    ajat

    September 27, 2009 at 7:20 am

  14. pernakah anda mengalami depresi berat thdp dampak kesabaran yang tiada artinya,,,,setiap hembus nafas ini tdk bisa merasakan secercak kebahagiaan

    ajat

    September 27, 2009 at 7:22 am

  15. Subhanallah..,
    Sabar itu bukan Pasrah…,
    Sabar itu adalah Mencari jalan ter”Santun” agar keluar dari Masalah….
    Masalah itu adalah Berkah…
    Masalah itu adalah Proses Menuju Kearifan….
    Adukan Masalah Anda pada ALLAH,
    Tiada Masalah tanpa jalan keluar..
    Sharing pada Sesama adalah altenatif membuka Hati
    Semoga Manfaat.
    ADI SAR, tujuanku@gmail.com

    ADI SAR

    November 3, 2009 at 2:58 am


Tinggalkan Balasan