Suara hati trainee BRI yang kecewa
Juli 23, 2007 — priandoyoTanpa bermaksud memprovokasi, saya mencoba share email seorang rekan seputar pengalaman dengan program trainee BRI. Menurut saya kasus yang dialami saudara Mawar dan teman-temannya ini wajar terjadi tidak hanya di BUMN tapi juga di swasta. Mungkin problemnya adalah arogansi dari beberapa individu yang justru membuat suasana makin panas.
Detail email
Gw and teman-teman gw tergabung dalam Ikatan MANtan TRAINEE BRI yang udah ditendang mentah-mentah setelah hampir 6 bulan melewati 6 tahap seleksi, 1 bulan lebih tahap pendidikan and 6 bulan training.
Sebenarnya menurut mas Anjar kami udah bisa disebut Pekerja belum kalau di Perjanjian Kerja kami udah tercantum berapa Upah Pokok yang kami terima, and dalam buku panduan Hak dan Kewajiban Pekerja yang kami punya selama Pendidikan, TRAINEE ada dalam Klasifikasi Upah Pekerja menurut kebijakan Perusahaan.
Gw mau minta tolong informasinya yang berkaitan dengan pengalaman IMANTRI ini, soalnya sekarang kami semua lagi berjuang untuk mempertahankan HAK kami yang seharusnya sudah diangkat menjadi Pekerja Tetap tmt 17 Mei 2007. Dimana kami semua udah mati-matian berjuang dari tahap Seleksi sampai jadi TRAINEE di Cabang masing-masing.
Selama ini nggak mudah untuk jadi seorang TRAINEE, jam kerja kami yang seringkali sama ataupun melebihi senior tanpa kompensasi uang lembur dan harus menerima 50% dari Upah Pokok Minimum Pekerja Tetap setiap bulannya, itupun untuk mengerjakan tugas senior yang posisinya kosong karena kekurangan orang or yang memang sengaja memanfaatkan tenaga seorang TRAINEE buat nyelesaiin semua tugas dia.
Volume pekerjaan yang lebih banyak dari para senior dikarenakan posisi kami yang berpotensi untuk diperas sesuka hati dengan embel-embel itu syarat yang harus kami terima kalau mau lulus and diangkat. Tapi begitu mendengar kami nggak lulus juga ditendang gitu aja, para atasan dan senior kami yang ‘TERCINTA serta TERHORMAT’ itu cuma bisa komentar BRI nggak adil, nggak mungkin kalian nggak lulus, koq baru kali ini ada TRAINEE yang nggak lulus, selama ini nggak pernah ada yang namanya TRAINEE di test sama orang KanWil dan Kanpus, kalian harus menuntut atau komplain, dll.
Dari 100%, hanya 28% lebih dikit yang lulus jadi Pekerja Tetap. Sedangkan posisi kosong yang seharusnya diisi oleh kami para TRAINEE yang lulus dan diangkat nantinya, sudah diisi terlebih dahulu oleh para senior yang dirotasi jabatannya dan posisinya digantikan Outsourcing angkatan pertama yang direkrut 3 bulan and ditempatkan 1 minggu sebelum masa training kami berakhir.
Otomatis keberadaan kami sudah tidak dibutuhkan lagi, dan jauh setelah masa training kami berakhir, kami baru diberitahu bahwa kami dinyatakan tidak lulus. Kami disarankan untuk mencoba jalur Outsourcing kalau memang kami benar-benar masih ingin kerja di BRI, ijazah kami akhirnya dikembalikan beserta Perjanjian Kerja dan tanda terima penyerahan ijazah yang seharusnya diberikan pada kami paling lambat 1 bulan setelah penanda tanganan Perjanjian Kerja dan Penyerahan Ijazah kami ke pihak BRI.
Betul-betul pahit pengalaman yang kami rasakan, sepertinya tenaga kerja sudah benar-benar tidak dihargai lagi di Indonesia. Terkadang sering kali kami mendapat kata-kata kasar mulai dari tahap seleksi, dimana kami diminta untuk tidak macam-macam karena masih banyak pelamar yang ‘ngantri’ kepingin kerja di BRI. Di Cabang pun kami sering kali di suruh keluar dari BRI kalau memang tidak becus kerja, padahal kami baru saja datang ke Cabang dan dalam tahap perkenalan.
Pernah salah satu Pejabat di BRI memberi pengarahan pada para senior kami agar tidak macam-macam karena masih banyak ‘Tenaga Murah dan Lebih Muda’ yang benar-benar kepingin kerja di BRI. Apa BUMN merasa SDM itu nggak ada harganya lagi???? Atau mereka pikir sedikit biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan zaman sekarang ini ?????? Kenapa sering sekali menganggap remeh para penerus mereka???? Apa iklan A-Mild itu benar-benar slogan bangsa kita dimana Yang Muda Tidak Bisa Dipercaya Dan Dilarang Bicara?????
Ada yang mau komentar?
update: 10 Agustus 2007, lebih lanjut silahkan bergabung di milis
korban_bri@yahoogroups.com (eks trainee Jakarta) atau
petisibri2007@yahoogroups.com (eks trainee Surabaya)




Juli 23, 2007 pukul 6:47 am
gw ikut prihatin
Juli 23, 2007 pukul 7:08 am
Trainee atau TBL (Tenaga Bulanan Lepas, istilah zaman dulu), dalam perjanjian masih sewaktu-waktu dapat dikeluarkan, karena belum menjadi pegawai. Karena setiap saat di test, bahkan ada yang sudah 9 bulan, pendidikan klasikal bagus, tapi nggak lulus job training, padahal ybs sebelumnya udah bekerja di HSBC. Syukurlah anaknya secara ksatria mengakui, memang dia kurang rajin dan aktif saat job training.
Saat job training sudah diwanti-wanti, teman seangkatan ada yang keluar setelah 2 tahun (dulu job training 2 tahun an).
Untuk zaman sekarang, pegawai tetappun, bisa kena PHK, sejalan nantinya harus mengikuti peraturan SPP, juga API…jadi saat ini tak ada yang tetap, semua selalu berubah. Saat saya masih kerja di Bank, setiap saat posisi bisa berganti, bahkan bisa keluar sewaktu-waktu…setiap tahun ada ujian…dan ini sepanjang karir saya 27 tahun 5 bulan.
Juli 23, 2007 pukul 8:06 am
itulah ciri-ciri organisasi yg belum berstandard internasional
Juli 23, 2007 pukul 9:10 am
tidak ada rasa aman di swasta. rasa aman harus diciptakan sendiri, bahwa life must go on, apapun yang terjadi. selalu ada ketidakadilan ? mungkin.
rasa aman harus diciptakan dengan membuat diri selalu ada di setiap tempat, di mana kita butuh tempat itu. duh, gimana yah .. tapi yah, gitulah hehehehe ….
Juli 23, 2007 pukul 10:41 am
Sayang sekali, anda terlalu memposisikan diri harus bekerja di BRI. jadinya ya begitulah,…
Andai dari awal anda mendapat info yang lebih akurat, bahwa BRI memang AROGAN, mungkin anda tdk akan semenyesal ini. Apa yang diomongin Big Boss kpd karyawan senior memang benar adanya, bahwa saking banyaknya pegawai memble didalamnya plus murah dan mudahnya pegawai yang datang, menjadikan BRI dalam posisi tawar yang tinggi.
Nggak usah menuntutlah, percuma. Sungguh. Karena memang posisi anda lemah. Coba perhatikan baik2 kontrak anda, bila perlu minta bantuan pengacara untuk “menterjemahkan” bahasa hukum didalamnya. Jangan sampai anda buang2 waktu, biaya anda yang sangat berharga.
Btw, saya pernah mengalami seperti yang anda alami. Semoga saja ada hikmah disebaliknya ( Huh, bas bang ya…. )
Juli 24, 2007 pukul 1:52 am
Emang yang berstandard internasional itu seperti apa?
Apakah standar nasional emang selalu lebih buruk dari std internasional?
Jangan tanya kenapa ya, coz gw gak ngerokok.
Juli 24, 2007 pukul 2:42 am
Trainee BRI yang kecewa……………
Semua yang membaca curhat anda pasti prihatin, sedih dan kecewa dengan kondisi ketenaga kerjaan seperti ini bisa terjadi disebuah BUMN yang belakangan ini naik daun setelah krismon 1998…….
Solusinya, bila akan berjuang dijalur hukum, carilah kantor advocat yang punya kredibilitas tinggi seperti contohnya O.C. Kaligis di Jl. Majapahit Jakarta. Beliau kawan akrab saya. Kalau fakta hukum kuat dan anda dipihak yang benar, saya yakin anda dibela dan insya Allah menang. Beliau pernah berhasil memenangkan claim 2 milyar/orang untuk korban musibah Adam Air, dengan biaya gratis….
Tapi bila fakta hukum anda lemah dan dipihak yang salah, harus diterima juga nasihat beliau……..
Selamat berjuang di jalur hukum, saya nantikan kabarnya di Blog ini…..
Juli 24, 2007 pukul 4:20 am
Selama ini memang pelayanan BRI kepada masyarakat tidak memuaskan. Mungkin karena pegawainya bermental birokrat sebagaimana birokrat kita pada umumnya yang enggan melayani masyarakat, tapi sebaliknya merasa diri mereka raja kecil. Jadi kalau raja arogan, ya begitulah. Sebaiknya kita boikot semua produk BRI sedari sekarang, sebagai tekanan demi kepentingan masyarakat (ingat, BRI bank milik negara) agar mereka bersikap profesional, dalam hal apapun.
Juli 24, 2007 pukul 4:46 am
mendingan tahan dulu deh komen yg memojokkan BRI….
BRI tidak bisa langsung divonis bersalah sebelum kita baca perjanjian/kontrak kerjanya, kalo disitu tertera bahwa BRI memungkinkan melakukan itu (PHK Trainee) ya gak bisa disalahkan donk pihak BRI nya…
Juli 24, 2007 pukul 5:10 am
mungkin ada blogger yang orang BRI, atau ada yang kenal dengan orang BRI bisa komen di blog ini untuk penyeimbang. Ayo mas Anjar Anda khan lulusan BRI juga =)
Juli 24, 2007 pukul 8:19 am
@tepe
itu udah ada yg komen di atas.
Juli 24, 2007 pukul 11:08 am
sebelumnya ikut mengenalkan diri saya sama pak anjar..
setelah lama jadi pemirsa saya pengen juga nimbrung disini..kasus di atas sebenarnya mengandung pesan bahwa kita sebagai calon pekerja mesti paham betul dengan apa yang ditawarkan dan diperjanjikan dengan pihak pemberi kerja, menurut pengalaman saya beberapa nama besar perusahaan tidak selalu mencerminkan “kebesarannya” bahwa manajemennya tidak lebih baik dengan perusahaan yang mediocre tapi telah menjalankan ketentuan pemerintah, jika menjalani masa trainee dan telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja tentunya sudah dianggap sebagai karyawan, hanya mungkin statusnya berbeda, apakah percobaan atau PKWT (kontrak), kalau percobaan sebenarnya lebih “extrem” karena setiap saat salah satu pihak berhak memutus ikatan kerjanya setiap saat tanpa ada sangsi tertentu, namun PKWT (kontrak) apabila salah satu pihak cedera janji dan melakukan pemutusan kerja sebelum berkhir maka pihak tersebut harus mengganti hak2 yang belum dibayarkan selama sisa waktu kontrak berjalan. Dalam hal ini coba kembali anda pelajari apakah, hak dan kewajiban anda, besar upah, jenis pekerjaan, tempat pekerjaan, jangka waktu berlakunya dll sebagi salahsatu syarat perjanjian kerja, karena kalau saya lihat masalah ini mungkin terjadi krn perlakuan yang dirasa kurang adil, dan sistem perekrutan kurang dipahami atau disosialisasikan aturan mainnya kepada para trainee…demikian semoga sedikit membantu sori kalo rada oot..
Juli 24, 2007 pukul 12:23 pm
Pengalaman pribadi berurusan dengan BRI bener2 mengesalkan, gmana nggak saya cma pengen ngurus perubahan rekening almarhum ayah untuk di ubah ke rekening Ibu untuk uang pensiunnya.
Waktu itu saya sudah dapet Surat Perintah Bayar dari Taspen, tapi sampe’ di BRi saya harus nutup rekening Ayah, lapor polisi karena buku tabungan ayah ilang, trus bikin surat waris di Kecamatan, padahal rekening ayah saya gak ada isinya, trus ibu harus bikin rekening lagi di BRI, dan itu pun bermasalah karena antara di KTP dan di SK nama ibu sedikit berbeda. saking keselnya saya sempet ngomong gmana kalo orang tua atau kakek nenek ya yang ngurus sendiri pasti cepet kena strok deh.
Akhirnya saya laporkan hal tersebut ke Taspen, karena 1 bulan saya ngurus gak berhasil2 setiap hari ada aja peraturan tambahan yang harus saya lengkapi. Dan yang bikin kesel, setelah di telpon taspen, ternyata surat perintah bayar yang dulu saya serahkan diterima, saya langsung ngomong, kenapa gak dari dulu bu, SIALAN, 1 bulan saya bolak balik eh ujung2nya pake surat yang pertama kali saya berikan.
Kalo inget BRI kayak inget lintah darat aja…
Juli 24, 2007 pukul 3:40 pm
Lihat kontrak…
lagi-lagi ujungnya lihat kontrak…
jangan pakai kata “seharusnya sudah dianggap” bla bla bla bla….
Dan jangan pakai kata “seorang pejabat senior berkata”, “ada yang berkata”.. kesaksian macam itu tidak bisa diterima dalam pengadilan.
nJar…
nyokap gue memang dulu orang BRI.. tapi udah pensiun dan semenjak itu, praktis dia tidak berhak komentar kecuali pengalaman hidupnya…
(gue juga sedang berusaha nebus ijazah orang di perusahaan lain… sigh..)
Rizko:
Kesalahan itu bukan dari BRI. Itu kesalahan kordinasi Taspen, kecerobohan keluarga anda (buku tabungan hilang itu vital), dan kelurahan karena nama pada KTP ibu anda berbeda. Dan untuk pejabat atau pegawai BRI, bila menghilangkan sesuatu juga harus melalui birokrasi yang sama.
Pegawai Bank dituntut untuk selalu konservatif dan bersikap curiga. Setiap minggunya, selalu ada usaha-usaha penipuan.
Saya juga pernah mengalami pengalaman buruk dengan birokrasi Kepolisian di Daan Mogot saat mengurus ujian SIM A. Saya benar-benar kesal saat itu. Tapi apakah saya berhak memaki-maki mereka? Tidak… karena saat itu saya melewatkan satu prosedur dan itu membuat saya terlempar dari daftar antrian.
newbie:
ciri-ciri perusahaan belum berstandar internasional? Jangan bikin aku tertawa..! Bagaimana dengan perusahaan2 luar yang investasi di Indonesia? Nike Inc., anyone?
Jujur saja,
saya sepakat dengan mbelgedez dan tirtaamijaya. Gak ada jalan lain kecuali pelajari kontrak anda dan cari pengacara.
Juli 25, 2007 pukul 12:34 am
secara saya bukan orang BRI
secara saya punya utang di BRI
dan secara gaji saya ditransfer dari BRI
tapi saya tidak membela BRI..ha3
harus dilihat kontrak kerjanya, jangan pake “biasanya nggak begitu…”,”katanya bapak ini…”
trus masalah Prosedur yg berbelit2, ya namanya Bank emang kaya gitu bro…
cuma, bener nih para TRAINEE itu masuk tanpa KKN, soalnya BRI lumayan kental lho nuansa KKN nya (dulu siH)…
Juli 25, 2007 pukul 4:58 am
Wah BRI setelah dipegang oleh orang partai (titipan si Jarwo Kwat) jadinya kayak gini..Ancurrrr…
Banyak yang stress jadi Trainee BRI. Dari 10 orang Trainee yang cuman diangkat jadi pegawai tetap cuman 1 orang.
Plus, dekman di beberpa unit BRI (terutama di kota kecil) sudah pada jadul semua dan harus di-restart atau di-shutdown aja. Pekerjaannya pada salah semua dan gak becus. Dan itu numpuk semua. Dan trainee yang ketiban beresin kerjaan mereka. Tapi kalau masalah (bancakan) uang, mereka (deskman) gak mau ketinggalan.
Malah ada trinee BRI yang ngorbanin pindah dari Bank lain eeh malah ujug-ujung gak lulus dan mau bunuh diri. It’s true man..
Emang sejak diganti ama orang titipan partai BRI dilakukan reformasi yakni memotong overhead dana pensiun dengan meng-cut para pegawai tetap dan emakai jasa outsourcing.
Hehehe..kayanya ingin niru citibank ni yeee..
Juli 25, 2007 pukul 5:02 am
Oya kayaknya BRI pake outsourcng gara-gara dananya haabis oleh promosi iklan “Untung Beliung” yang menyebalkan itu :)
Juli 25, 2007 pukul 5:33 am
Menurut saya juga yg penting adalah diteliti lagi kontraknya, kalau ada yg kurang jelas, minta bantuan orang yg mengerti bahasa hukum. Klo memang ada cacat hukum, barulah maju. Kita harus optimis bahwa yg benarlah yg akan dimenangkan.
OOT, saya jg setuju klo iklan Untung Beliung itu emang nyebelin. Heran, kok bisa iklan seperti itu yg dipilih utk dibuat & dipublikasikan *garuk2*
Juli 25, 2007 pukul 6:33 am
Lihat kontrak dulu dong bos, jangan asal maen tanda tangan aja. Kalo gak setuju dgn aturan maen disitu, ya cabut aja, cari kerja tempat laen. Emang sih proses interview itu panjang dan melelahkan, dan kalo udah sampe tahap tinggal teken kontrak, ya wajar aja kalo di pikiran kita yg penting bisa cepet kerja, tanpa liat2 isi kontrak (dulu gw jg bernasib spt ini).
Di Bank lain malah kontrak bisa sampe 2 tahun+3 bulan probation+tes kesehatan. Dan pernah beberapa orang kejadian di phk karena alasan gak lulus tes kesehatan. Kesel sih pasti, tapi ya dari awal juga udah dijelasin dan di wanti2 seperti itu, mau gimana lagi…
peace
:D
Juli 25, 2007 pukul 7:00 am
wah kasian juga yah! sebagai rakyat kita terlalu lemah sih!
Juli 25, 2007 pukul 7:02 am
iya nih. sama papabonbon juga pernah ngalamin yg probation 6 bulan. kalo gak perform cut. pernah ngalamin yg dikontrak dulu 2 tahun. dan ketika harus permanent masih diputer puter pindah ke bagian lain karena ada reorganisasi. ngalamin juga baru probation 3 bulan, eh, perusahaan gonjang gajing karena diakuisisi.
gitu gitu, biasalah. emang kalau bisa nego ketika mau teken kontraknya, kudu rada fight. jadi dapatnya yah, bisa sesuai harapan.
Juli 25, 2007 pukul 7:50 am
saya ikut prihatin mas. Semoga menambah motivasi untuk mencari peluang yang lebih baik. hijrah gitu lho…
Juli 25, 2007 pukul 12:37 pm
aku turut bersedih ya….
tapi aku juga uda lihat bahwa ketidak profesionalan di BRI memang terbukti..
beberapa hari yang lalu aku jg baru ikut tes wawancara di BRI, waktu aku tes para pejabat yang menjadi pewawancara masing2 punya kertas yng isi nya nama2 calon peserta tes yang titipan orang dalam yang HARUS DI LULUSKAN untuk calon peg nya,dan ada juga pegawai BRI yg tidak segan2 meminta nomor tes sanak family ny yng mengikut tes wawncra itu di dpn para calon yg akan mengikuti tes,GILA KAN…
itu la BUMN sekrang, prusahaan itu seprti punya mereka bersama sanak family terhormat…
maka nya yang ada PINTAR SAMA BODOS SAMA,,
di jadikan apa ya SDM zaman sekarang,,
aku cm nyarani,tetap ikhlas aja la, yakin bahwa ada yang terbaik di balik itu semua,,
hidup bukan hanya mencari MATERI tp mencari KEBAHAGIAN.
tetap bersemangat yak,,
masih banyk di luar sana yg membutuhkan dan menantikan anda…
Juli 25, 2007 pukul 1:40 pm
buat yg kena Pemutusan Kerja, saya turut bersedih dan ikut prihatin…
tp, bila BRI yg dijadikan pihak yg salah, saya kurang setuju… kesalahan BRI adalah merubah kebijakan personnel-nya, dr “butuh” menjadi “tidak butuh”… untuk sebuah perusahaan profit minded seperti BRI, melakukan ini justru lebih “low cost” dibanding bila mereka melanjutkan programnya, krn tokh BRI bukan Yayasan Sosial… jadi, jangan tanya alasannya apa, krn sungguh saya pun tdk tahu…
kalo ada yg saya masalahkan, itu adalah UU tentang Tenaga Kerja yg sangat tidak pro pekerja… tradisi outsourcing saat ini, adalah bagian dr UU tersebut… perusahaan yg pintar, akan memanfaatkan peluang itu…
so… u can think whatever u can think of… life’s never gonna be easy for all of us… selama kita hanya menjadi RAKYAT… di negeri yg pemerintahnya TIDAK pro-rakyat…
Jangan salahkan siapa-siapa, krn kita sendiri yg menjadikan orang-orang yg memiliki PT (baca:perusahaan), mengelola negeri ini… for their mindset is just “profits”… never for the people, only for themselves…
btw, org butuh kerja sekarang… jgn nasihati untuk baca “kontrak”, bila janji pekerjaan sudah di depan mata… ‘cos now, people willing to pay, just to get a job…
so, buat temen2 yg sedang tdk beruntung… percayalah, peruntungan anda menunggu di tempat lain… tetap semangat, dan tetap mencoba mencari kerja di jalan yg benar yaa…
Salam…
Juli 26, 2007 pukul 1:49 pm
saya juga salah satu korban kebijakan yg semena2 itu dan masih banyak lg teman2 yg lainnya. ketika pengumuman penempatan dan pengangkatan sumpah pegawai, saya di janjikan menjadi pegawai tetap Setelah 6 bulan training, dengan penuh harap menjadi pegawai tetap, saya menerima ditempatkan di daerah. eh……. setelah melalui evaluasi di Tingkat cabang 2X dengan nilai yg baik, tetapi terakhir di kanwil dlm waktu 40 menit wawancara saya dinyatakan tidak lulus, sungguh penilaian yg tidak objektif, karena pewawancara dari Kantor Pusat tidak tahu bagai mana kinerja saya di unit kerja. tapi ya sudah lahhhhh….
semoga Pak O C kaligis atau Pak Ruhut Sitompul membantu……………………….
Juli 27, 2007 pukul 3:04 am
Pengambil Keputusan di BRI semoga diberi TUHAN kesadaran bahwa yang diperlakukan itu manusia yang punya hati, pikiran dan pendidikan..bukan BARANG
Saya percaya Tuhan akan membalas dengan caranya yang adil-bisa langsung ke mereka yang membuat keputusan atau nanti ke keturunan mereka.
Saya dukung temans yang mencari keadilan di jalur hukum. Hal itu lebih terhormat.
Saya doakan perjuangan temans berhasil..Tuntutlah hak saudara karena saudara telah dipermainkan.
Salam
Juli 29, 2007 pukul 12:48 pm
mohon informasi perkembangan dari tuntutan teman teman
mantan traine di surabaya…
terimakasih
Juli 30, 2007 pukul 10:01 am
pak, bu, mbak, mas santaai aja laah carii aja kerjaan lain khan masih banyak toh. buktinya sampeyan2 bisa ditrima beberapa proses seleksi awal, cubalah tolong jadikan itu sebagai modal utk terus maju,…… iya khaaan.
Juli 30, 2007 pukul 10:14 am
ternyata ada yang lebih parah dari tempat gw kerja.
Juli 30, 2007 pukul 7:12 pm
setau gue sih, BRI gak pernah menjanjikan para TRAINEE itu bakal semua diangkat lho. memang waktu diklat diberi tau kalo sebelumnya hampir 100% lulus, tapi tetap ada kemungkinan ada yg gak lulus. dan masa penyeleksian itu baru berakhir setelah SK Pengangkatan Pegawai Tetap keluar. jadi kalo baru 6 bulan, BRI punya hak untuk menyatakan TRAINEE tsb nggak lolos. mungkin karena prosentase kelulusan yg berkurang drastis makanya banyak TRAINEE yg stress berat. soalnya mereka sudah terlanjur berharap besar bakal diangkat jadi pegawai tetap.
kalo tudingan selama jadi TRAINEE cuma di manfaatin ama seniornya juga gak semuanya benar. emang segampang itu ngasih urusan duit ke orang2 baru?. yg ada paling mereka disuruh belajar, dan kalo mau cepet bisa, harus bela2in lembur. kalo baru mulai kerja udah mau enaknya aja, kapan bisa maju ?
gue lihat sih sebenarnya banyak yg salah jurusan pengen masuk BRI. seorang lulusan teknik sipil misalnya, tentu perlu lebih banyak mengenal dunia perbankan dibanding lulusan akuntansi. kalo dianya rajin, pasti bisa mengejar ketertinggalannya.
Juli 30, 2007 pukul 7:16 pm
susahnya nyari kerja ya, sampe di tempat kerja gue, lulusan jurusan perikanan institut terkenal di jabar mau jadi video editor hehehe, perlu kerja keras untuk mengenal dan mencintai pekerjaan jadi kuli tv yg kebanyakan underpaid
Juli 31, 2007 pukul 5:27 am
lho..
ini kok jd ngelantur ke teknik vs non teknik..??
kembali ke topiik..
hehe..
Agustus 1, 2007 pukul 12:30 pm
SAYA KORBAN KESEKIAN RIBUNYA DARI JAKARTA, UNTUK TEMEN-TEMEN SEINDONESIA, BISA BERGABUNG DI ANDI_BABUL@YAHOO.CO.ID , KITA BUAT GEBRAKAN BARU DARI IMANTRI (IKATAN MANTAN TRAINEE) O. K
HE… HE.. HE…….
Agustus 1, 2007 pukul 3:18 pm
Untuk semuanya, thanks buat kritik, saran and masukannya. Bukannya kita ga mau ikhlas, tapi terlalu enteng and sembarangan itu yang kita ga suka. Kalo memang udah sesuai panduan Trainee dari awal, ya seharusnya trs kaya gitu, bukannya tiba-tiba berubah di akhir acara dgn alasan seleksi diperketat and alasan lain yang mereka sendiri jg bingung ngejelasinnya(yuuuukkkkkk…..). Sekedar pelajaran buat perusahaan besar, kudu mau sedikit menghargai SDM, jgn meras tenaganya aja……
Minta doa nya aja, berhasil ataupun ngga perjuangan kita-kita udah ga begitu kita permasalahkan, yang penting di generasi yang akan datang BRI lebih mikir 2 kali buat sewenang-wenang kaya gini lagi. Btw…. Buat anak Trainee Selindo yang lagi ngusahain menuntut hak-hak nya, yang semangat yupz…. :)
Agustus 1, 2007 pukul 4:12 pm
For wayne rayney
Setau kami sich gitu….. Tp setau kami jg nich, yg namanya perusahaan punya standar baku kelulusan and prosedur sendiri dalam hal perekrutan pegawai. Terlepas kita lulus apa ngga, asalkan sesuai dengan semuanya itu, ya kami semua ga mungkin protes.
Susahnya lagi kalo ga ngalamin sendiri, jadi ga tau seluk beluk kami di unit kerja. Kami bersyukur bgt kalo pas jd trainee dibolehin duduk sebentar buat baca-baca or sambil ngeliat-liat buat belajar(Bisa teriak-teriak atasan ngeliat kerjaan numpuk plus kurang orang). Lembur juga kami ga masalah kalo memang senior yang ngerjain kerjaan dia sendiri dan kita cuma disuruh ngeliatin dia sambil sesekali praktek, bukannya minta izin ke atasan biar trainee ikt lembur, tp kenyataannya dia pada ngeliatin kita kerja sambil nonton or baca koran dengan santai, ditambah lagi minta kita buru-buru nyelesaiin kerjaan supaya dia bisa cepat pulang. Padahal komputer nganggur bisa dia manfaatin buat bantuin kita kerja biar cepat selesai.
Terkadang perbankan nerima lulusan dari banyak jurusan itu karena memang posisi pekerjaan yg ngga nuntut keahlian di bidang tertentu. And di BRI juga isinya bukan masalah uang aja lho….. Jadi walaupun kami ngga ngurus uang, masih banyak setumpuk urusan yangg udah di pending dari pemegang posisi yang lama, BUMN gitu lho………
Jadi please….. Jangan pikir kami ngga realistis or lainnya, ngga mungkin kami bertindak dan nanda tanganin perjanjian kerja itu tanpa dasar. Kami semua juga sadar bisa ngga lulus, tapi lewat jalur yang udah ditentuin sendiri sama BRI, bukan sembarang jalur yang bisa seenaknya direkayasa.
But anyway, thanx for your comment :)
Agustus 1, 2007 pukul 6:35 pm
ya gue tau, gak semua pekerjaan di BRI berurusan secara tidak langsung dgn uang. tapi di BRI kerjaan kan di rolling. kadang di UPN , Teller atau yg lain. betul nggak ? setau gue perlakuan untuk grade 3 begitu hehe.
terus jgn pernah mengeluh kalo kalian disuruh ama senior. anggap aja itu kesempatan lebih buat belajar, karena banyak hal yg gak kalian ketahui lewat diklat dulu. memang ada senior yg skillnya kurang, tapi masih banyak yg lain yg bisa kalian serap ilmunya.
rasa sakit hati sering bikin lupa. pasti sebel bgt udah disuruh kerja keras, eh tiba tiba ditendang gitu aja. ada teman gue yg gitu juga. awalnya dia bilang sakit hati bgt udah kerja keras tapi di PHK. sekarang dia udah kerja di AHM, kata dia bagaimanapun juga pengalaman kerja selama di BRI sudah membantuku bisa bekerja di tempat ini.
kalo mau bilang ada permainan waktu seleksi mana yg diangkat mana yg enggak, kalian pasti tahu sendiri kan ? masih merasa nggak adil soal ini ?
Tes masuk BRI begitu tertutup, cuma anak2 karyawan/mantan karyawan bri yg tau. orang luar sangat sedikit yg tahu. nempel pengumuman di kantor juga cuma beberapa jam doank.
menurut kalian adil nggak hal ini buat pencari kerja yg lain ?
kalo kata jack black sih :
give up, just quit, because in this life you can’t win. yeah you can try, but in the end you’re just gonna lose, big time, because the world is run by the man.
so don’t waste you time trying to make anything cool or pure or awesome ’cause the man just gonna call you a fat washed up loser and crush your soul. so do yourselves a favor and just GIVE UP.
Agustus 3, 2007 pukul 4:22 pm
Wah wayne rayney banyak kenalan orang BRI yach, Grade 3 di BRI memang mencakup Front Liner/Deskman Teller and Adminstrasi….. Sekarang jadi paham khan kenapa dari berbagai jurusan bisa masuk BRI????? Karena memang posisinya global untuk semua jurusan. Dan kalo mau lebih tahu lagi tentang BRI, lebih baik cari lagi informasi yang jelas dari berbagai cabang, biar ngga salah komentar karena cuma bisa menduga-duga. He he he ;) Misalnya “emang segampang itu ngasih urusan duit ke orang2 baru?. yg ada paling mereka disuruh belajar”………………..
Mungkin batas antara disuruh sama dimanfaatkan itu tipis kaya benci sama cinta. Yang kami keluhkan bukan disuruh, tapi dimanfaatkan…… Belajar atau menyerap ilmu juga bukan berarti kita harus mengerjakan tugas atau kewajiban seseorang secara bulat-bulat khan???????????? Khan kami cuma Trainee, bukannya pegawai tetap. Yang ada volume ilmu yang seharusnya kami dapat sesuai dengan posisi kami sebagai Trainee, jadi berkurang karena ngga bisa rolling ataupun belajar secara maksimal gara-gara disuruh ngerjain tugas senior nakal yang mau santai tapi kerjaan rebes.
Memang harus diakui, banyak yang bilang masuk BRI itu harus ada saudara yang juga kerja disana. Tapi kalo memang test masuk BRI itu tertutup, kenapa banyak juga yang tahu pengumuman penerimaan pegawai BRI???? Ditanya tau darimana, ada yang bilang dari internet, teman, dipajang di cabang or unit BRI sendiri.
Sejak awal kami tidak pernah mengindikasikan ada permainan saat seleksi pengangkatan, bingung juga rasanya kalo wayne rayney bisa berpikiran seperti itu. Karena dari awal curhat sudah tertera jelas kalau kami semua yang menjadi Trainee sama-sama melewati tahap yang sulit dan berhak diangkat sesuai dengan standar baku dan panduan kami sebagai Trainee. Adil buat anda wayne rayney, kami or setiap orang itu relatif. Karena yang kami tuntut itu bukan siapa orang yang termasuk dalam 28% yang lolos jadi pegawai BRI, tapi cara BRI untuk membuat dari 100% jadi 28%. Di dunia ini juga ada aturan yang jelas, dimana hak dan kewajiban itu harus sejalan, kami sudah melakukan kewajiban kami untuk mengikuti semua aturan main yang ditetapkan BRI sebagai seorang Trainee. Jadi kami rasa wajar kalau kami menuntut hak kami, yang dari awal diyakinkan oleh pihak BRI sendiri akan dijadikan pegawai tetap selama kami bertindak sesuai dengan hak dan kewajiban yang ada diperjanjian serta panduan Trainee sebagai pendukung perjanjian.
Lebih baik menyesali perbuatan yang udah kita lakukan, daripada menyesali perbuatan yang belum kita lakukan. Maju untuk menuntut hak itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan kalah atau menang, tapi butuh keberanian untuk tidak kalah sebelum berperang. Coz cuma pecundang or pengecut yang seperti itu. Lebih baik mencoba dulu, baru bilang ngga bisa. Daripada cuma menduga-duga suatu hal yang ngga pasti. Iya khan????
Agustus 3, 2007 pukul 4:31 pm
Untuk mantan Trainee dari seluruh penjuru Indonesia, teruskan perjuangan kalian…….. ;) Selama kita tahu apa yang kita lakukan dan punya dasar yang koewat untuk berjuang, semoga perjuangan kita ngga sia-sia dan ada hikmahnya untuk kita and semua orang.
Jangan lupa kirim2 kabarnya, kirim salam buat sesama Trainee juga boleh, he he he…. Ok dech, yang semangat yaw. Semoga Tuhan memberikan jalan untuk perjuangan kita. Peace man………
Agustus 15, 2007 pukul 12:52 pm
Teruskan perjuangan!!!
Nama saya Hendry. Sekedar tergelitik utk comment. Saya pernah mengalami nasib yg sama 10th yg lalu wkt bergabung menjadi MT di salah satu perusahaan terbesar di Ind. Jika tidak hati2 wkt itu, saya juga bisa terjebak seperti teman2 trainee BRI ini.
Menurut saya, sudah jelas bahwa UU hanya mengatur tentang kary tetap dan kontrak… Tidak ada Trainee!!! Perusahaan yg cenderung membuatnya jadi abu2. Periode probation sesuai UU, selama-lamanya adalah 3 bulan utk kary tetap. Utk kontrak, maks 3 kali bisa diperbaharui sampai otomatis diangkat. Tapi utk kategori terakhir, sudah dijelaskan dalam UU tentang pekerjaan2 apa saja yang bisa dikontrak, a.l job tsb haruslah bukan merupakan pekerjaan yang timbul secara rutin, bukan merupakan bagian dari operasional perusahaan sehari-hari, bersifat khusus, dst.
Sekali lagi, tidak ada golongan trainee utk pekerja secara UU. Saya percaya adik2 trainee ini pastilah sudah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya cukup layak utk memuali masuk kerja pertama kali (terbukti dengan lulus melalui seleksi yang ketat). Kesempatan utk melatih kary bukanlah kebutuhan para pekerja baru, prshlah yg butuh melatih karyawannya, tidak peduli mereka baru atau lama!! Jangan terbalik. Jangan pernah percaya dengan prsh yg menjelaskan bahwa ada keputusan lulus/ tidak setelah menjalani masa pelatihan ttn!!! Lulus/ Tidak Lulus adalah status yg dikenal dalam probation, dan probation itu selama-lamanya 3 bulan dan tidak bisa diperpanjang sesuai UU. Utk karyawan kontrak, tidak boleh ada probation sesuai ketentuan UU.
Perusahaan sudah melakukan seleksi ketika recruitment, tidak ada seleksi yg seharusnya dilakukan lagi setelah kary direkrut!!! Probation bukan seleksi, ini merupakan periode penentuan cocok atau tidak cocok antara pekerja dan pengusaha. Masing2 dalam kedudukan setara!
Keep fighting!
Agustus 16, 2007 pukul 3:55 pm
kepada seluruh eks trainee BRI, bisa gabung di milis PetisiBRI2007@yahoogroups.com
Agustus 19, 2007 pukul 5:27 am
Sedikit urun cerita saja..
Teman teman eks- trainne BRI, sebelumnya sudah melalui proses Diklat selama kurang lebih 40 hari, di PUSDIK BRI masing2 Kanwil.
Setelah proses diklat berakhir, perwakilan ORANG TUA dari semua peserta diklat diundang untuk menghadiri acara kelulusan.
Dan pada acara tersebut, perwakilan dari BRI menyatakan di depan semua hadirin (termasuk ORANG TUA peserta diklat) bahwa semua peserta diklat kalau tidak melakukan kesalahan secara finansial maka akan diangkat sebagai karyawan tetap.
Saya sangat bersimpati kepada semua ORANG TUA yang menghadiri acara tersebut.
Agustus 20, 2007 pukul 2:59 pm
BRI memang Bangsat…..jancok,asu,bajingan!!!!!!!!!!!!!!!
gw korban dr Jatim
Agustus 20, 2007 pukul 7:04 pm
Rasanya tidak salah BRI memecat orang seperti wahyudi maharsi itu. terlihat seperti apa komentarnya. memang untuk maju, seleksi menjadi karyawan harus lebih ketat.
Agustus 21, 2007 pukul 2:12 am
@20 Sabar mas…
Buat wayne raney or Wayne Rooney Wannabe (whatever lah)
Terkadang bila orang disudutkan pada sebuah masalah, dimana dia sudah tidak berdaya. Maka beragam ekspresi dapat saja muncul.
Umpatan dan cacian adalah hal yang sangat mungkin keluar…
Agustus 21, 2007 pukul 5:44 pm
orang bilang, sifat yg keluar saat sedang tersudut adalah sifat asli. so silahkan ambil kesimpulan sendiri :)
btw wayne rayney beda dgn rooney. kalo anda pecinta motor pasti tau kok mbak niek.
Agustus 21, 2007 pukul 11:15 pm
Wah ga setuju sama wayne rayney … berarti klo kita ga tersudut itu bukan sifat asli, begitu ?? Ga bener itu …! Jangan nge-judge gitu donk… kasian kan para trainee BRI yang bernasib sial .. sampe dibuat “paguyuban” gitu. Ikut prihatin… Bersabarlah… Pasti Dia tahu yang terbaik.
Agustus 22, 2007 pukul 3:40 pm
manusia kan punya akal. disaat normal, bisa saja nutupi sifatnya yg asli . kalo udah sumpah serapah kayak post diatas itu, jelas bgt tuh, gak salah BRI buang orang kayak gitu.
Agustus 23, 2007 pukul 11:42 am
Sr nich…ikut2an nimbrung…
Waduh…kok dah panas gini y….. :D
Santai…santai…BRO…
Pencarian solusi dengan tenang dan sabar….itu lebih memungkinkan untuk membuahkan hasil….
& yg tidak bersangkutan jgn nambah panas suasana….
hargailah orang yg sedang berjuang…..itu lebih membantu..
sekedar minta pendapat&saran nich…
Ceritanya begini…
Aku tuh br lulus kuliah bulan Maret 2007 kmrn, background saya Telco. Sebagai fresh graduate, stlh 1bln lulus, aku bekerja d sebuah Vendor ternama sih, tapi setelah baca2 d atas, berarti gajiku tergolong kecil donk? aku dpt 5,3jt+biaya kesehatan+asuransi+kaca mata+bonus+dll, 13xgaji/1th.
Nah sekarang ini saya mendapat panggilan lg dr:
1. Garuda Indonesia untuk posisi Engineer. (Perhubungan): tesnya tgl 28 Agustus 2007 nanti.
2. PPS-IT BRI (Perbankan): tesnya tgl 29 Agustus 2007 nanti
-Mendingan aku bagaimana?
-Kira2 hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk mengambil keputusan?
-Tentang Engineer d Garuda Indonesia: Kira2 ada info g tentang gaji dan fasilitas yg diberikan?
-Tentang PPS-IT BRI: setelah baca2 dr pengalaman2 d atas….
waduh….aku kok jd “ill feel” sndiri y….
bagusnya gmn y?….dicoba g y?
Btw…..
Untuk Mantan Trainee BRI….
Jangan menyerah untuk berjuang …selama anda d posisi yg benar…
CHAYOOOO!!!!
Agustus 25, 2007 pukul 12:08 pm
Buat para apa yg disebut mantan trainee BRI…..
buat adik2…setelah sy baca sgl komentar klian diatas…saran saya adalah sudah lupain mslh ini dan segeralah cari pekerjaan di tempat lain..
memang apa yg uda kalian alami sgt menyakitkan…tapi akan jauh lbh menyakitkan lg klo dibiarkan berlarut2…bukan masalah kalian pengecut ato pecundang…coba klian pikirkan….waktu terus berjalan dan berjalan terus…smtr kalian msh berkutat dgn mslh yg sama…pdhl klo klian segera bergerak klian mkn uda dpt yg lain skrg…..
Uda…lupain apa yg uda kalian alami…sgr cari tempat lain…mkn rejeki kalian ga di BRI…mkn di tempat lain….
klian jg hrs sadar dgn kondisi negara ini….jumlah pekerja melimpah ruah…smtr pemberi kerja sgt sedikit sekali…g sebanding kan….dgn ini posisi tawar perush jls akan lebih besar dibanding pencr kerja….ini g hanya dialami oleh kalian…kmi2 yg uda didlm aja ngalami….
masuk BRI jg g slamanya lbh baik….klo da msk dalam br deh nyadar..”kenapa dr dulu ga nyari tempat lain?” ya ga…
udah….cr t4 lain aja….jdkan apa yg uda klian dpt sbg pengalaman…mslh senior2 yg memanfaatkan klian…ga semua bgitu…pst ada aja yg baik dan menginginkan yg terbaik utk klian….percy deh g hanya di BRI aja..di t4 lain jg akan bgitu….itu pelajaran bg kmu…mkn kmu skrg ngomong gitu..ntar klo kmu dah jd senior…..kmu y jgn gitu donk….skrg kmu ngomong dimamfaatkan ntar klo da jd senior kmu gitu jg lg….lupa ma yg diomongin skrg…
Btw…apa yg uda sy omongin ini hanya saran aja….kptsn tetap di tanganmu…klo kmu tetap milih berjuang y udah…terserah
Sudah..berjuanglah di t4 lain….jalan hidup manusia mang berliku2…apa yg kmu alami pasti selalu ada hikmahnya…jgn abiskan hidupmu utk yg sia2…jalan hidupmu msh panjang…mkn kmu bs jd wiraswasta kali…
see ya…
Agustus 25, 2007 pukul 2:14 pm
kok aneh ya……..dikalimantan tidak ada trainee yang diphk tuh………semuanya diangkat jadi pekerja tetap grade 3
Agustus 26, 2007 pukul 10:18 am
ya iyalah….kan di pulau jawa tenaga kerja banyak bgt…yg pengen disana banyak sekali dibanding pulau kalimantan….
makanya nyari tuh disini aja…ya ga?
Agustus 27, 2007 pukul 12:57 am
Teman2 bisa gabung di milis :
korban_bri@yahoogroups.com
(eks trainee Jakarta)
atau
petisibri2007@yahoogroups.com
(eks trainee Surabaya)
Kita lanjutkan perjuangan kita untuk menuntut apa yang seharusnya kita dapatkan…..
Agustus 28, 2007 pukul 4:22 am
wah wah rame negh, gua maseh trainee di BRI, pi spesialis IT . . . .
pernah denger nama nama orang besar ga, dari sekian banyak yang gua baca ada beberapa nama yang dulunya mantan karyawan yang dipecat dari perusahaan itu eh buntutnya malah die akuisisi tuh perusahaan, so keep on positive thinking . . . .. rezeki ALLAH SWT ga cuma disini bro
gua sendiri gi nunggu pengumumuan pi sutralah, pasrah hanya ALLAH yang tau yang terbaik buat kita bro, bener kata xeta, jangan terlarut ma masalah kaya gini . .. . we still young, allot off thing that we still can do aminnn
Agustus 28, 2007 pukul 6:04 am
Bener banget bro, ada seseorang yang pernah bilang ama gw ttg kata-kata yang pastinya bisa bikin kita tetep smangat :
‘ Jika suatu hari kau jumpai hal buruk yang menimpamu, maka ketauhilah itu akan semakin dekatnya hari lain yang lebih menggembirakan ‘.
Ujian itu pasti akan membuat kita semakin kuat bro, yakinlah akan rencanaNYA yang pasti terbae buat kita. Jangan nyerah bro, tetep smangat hadapin smua ujianNYA karena kegagalan adalah sukses yang tertunda dan kegagalan bukan berarti kita ga bisa mencapai sesuatu tp dengan kegagalan berarti kita telah memahami sesuatu. Tetep smangaaaatttttttttt…….;-)
Agustus 28, 2007 pukul 3:10 pm
makanya wiraswasta donk…. hee… piss… :)
Agustus 30, 2007 pukul 4:02 am
wah asik nich….
ada yang seneng ada yang susah
kalo gue jadi petinggi di BRI,
mending gua Outsourcing semuanya.
biar semua orang bisa ngrasain kerja kontrak and ga ada lagi pegawai tetap. trus biar yang bener2 becus kerja aja yang bisa bertahan. jadi anak cucu kite minimal besok bisa ngrasain kerja di BRI juga. meskipun cuma berapa bulan ha ha haaa
seharusnya bersyukur dech dah ngerasain gaji…..
ya paling enggak 6 bulan. minimal bisa sedikit pulih toeh modalnya.
coba yang baru seleksi dah ditendang… kan ga balik modalnya he he heee
September 1, 2007 pukul 5:26 pm
PARA BANGSAT2 BRI KANWIL JAKARTA JL. VETERAN=
1. SUPRAJARTO/PINWIL (HP:0816898840) = MATI AJA LO BANGSAT,BELUM CUKUP MUSIBAH YG DATENG AMA LO YA…….
2. EKO DJIANTORO( HP: 081321655326)= BAGIAN SDM
BANGSAT..
3. SOFYAN BASIR(DIRUT GEBLEK) ORANG LUAR PERUSAk BRI
September 2, 2007 pukul 1:53 pm
Ah, kenapa banyak orang bersumpah serapah? Setiap orang punya rejeki dan jalannya masing2. Dinginkan kepala, berpikir jernih, dan kejar cita2. Cita2 adanya di depan, dan mungkin waktu yang kita punya ga sepanjang yang kita pikir. Mendingan juga berusaha dan berdoa buat masa depan kita yang lebih baik. Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita, dan mereka (yg disumpah serapahi)… Yakin, diri kita lebih baik dari mereka? Cuma Tuhan yang berhak ngejudge…
September 3, 2007 pukul 1:30 pm
Pendapat atas kejadian ini, bahwa benar memang sebenarnya kami para mantan trainee seharusnya tidak diperlakukan seperti ini. Faktanya kami memang mempunyai beberapa data atau surat yang memang membuktikan bahwa ada peranan dari TOP MANAGEMENT BRI yang pada akhirnya membuat situasi menjadi seperti ini. Saya pribadi juga sangat merasakan kecewa dengan apa yang saya alami karena dari awal proses hingga akhir proses recruitment saya telah menaruh harapan besar untuk menjadi pekerja di sebuah institusi besar yang mempunyai nama besar dan mumpuni Tetapi akhirnya seperti ini, Apa yang sudah saya perkirakan ditangan saya akhirnya lepas juga, Mengenai kolusi perlu saya tegaskan bahwasanya setiap peluang harus kita manfaatkan sekecil-kecilnya, tetapi perlu diingat itu tidak selamanya membantu, karena kami semua melewati proses yang teramat susah dan panjang. Kami masuk diklat dan ditempa dengan banyak ilmu, tugas, dan ujian yang hampir berlangsung 3 hari sekali. Bisa anda semua bayangkan bagaimana kami semua harus berkonsentrasi untuk belajar dan itu semua kami lewati dengan hasil yang sangat baik. Sampai pada akhirnya kami menjalani OJT semua pengorbanan telah kami lakukan karena kami sadar sepenuhnya. Disinilah kami saatnya membuktikan integritas kami dan peran kami sebagai JUNIOR yang memang dimananpun anda bekerja pasti umum dilakukan. Tapi apa yang terjadi kemudian hari sangatlah pahit, Kami di- PHK secara sepihak tanpa ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, Sayangnya mungkin diantara para pejabat tinggi tersebut cuek saja, Apakah mereka tidak mempunyai anak, Bagaimana jika kejadian ini menimpa anak-anak mereka? eks trainee kanwil jakarta
September 4, 2007 pukul 1:13 am
Hari gene kok masih ada yang mengharapkan jadi employee perusahaan PLAT MERAH kayak BRI…… uang pelicinnya gede tapi Gaji gak seberapa. NYUNGSEP AJA….
September 7, 2007 pukul 6:25 am
Seandainya sebagai trainee (atau bahkan mantan) anda mau belajar, niscaya tidak akan sia-sia pengalaman bekerja dalam lingkungan seperti BRI
Trainee , apapun institusinya, bukanlah karyawan tetap, seandainya karyawan tetap, pun tidak dapat berbuat apapun apabila perusahaan sudah tidak ingin menggunakan jasa kita lagi, syukur2 terima pesangon , terus udah de
seperti kata papabonbon, rasa aman itu harus dibuat sendiri, bagaimana caranya ? dengan memperbanyak pengalaman sehingga kita lebih tahu bagaimana harus bersikap dimasa depan
September 8, 2007 pukul 1:00 am
untuk semuanya saja, yang membaca bisa dilihat saja siapa saja yang lulus evaluasi terakhir. InsyaALLAH semua mempunyai koneksi dan nepotisme”terutama yang mempunyai hubungan kandung entah ibu or ayahnya yang pegawai BRI, waalupun ada putra pegawai BRI yang tidak lolos, itupun dia mengaku karena dia tidak ingin lulus gara2 cara kotor. jadi jangan heran. bila BRI itu yang berkoar2 melayani sepenuh hati, tp sebenarnya melayani keluarga sendiri. tapi untuk daerah lain saya minta maaf, kenyataan ini untuk daerah jawa timur. fakta2 lain ketika tes terakhir, ada seorang yang tes karena kemapuannya menjawab. sampai2 pewancara mengacungi jempol dan membukakan pintu karena kemampuanya, tp malah tidak lolos. malah ada yang tidak bisa kerja sama sekali. pendidikan pun hampir tidak lolos, hanya karena orang tuanya BRI lolos. boleh di cek satu persatu. bukannya kita emosi, tp jika yang diterima kemampuannya seperti itu, ya gimana lg. dan buat p. SOFYAN BASIR. HATI2 RENCANA OUTSOURCING ANDA. TIDAK COCOK DI BRI. COZ BRI BUKAN BANK RETAIL. APALAGI BRI UNIT. YANG MRERUPAKAN BANK KATROK YANG TIDAK BISA DIISI LEWAT OUTSOURCING.
September 10, 2007 pukul 6:41 pm
@ nyungsep
gaji gak seberapa itu relatif lho :D mungkin bagi anda kecil, bagi orang lain bisa sangat besar . outsourcing bri aja banyak yg minat tuh.
dan yg jelas gue lihat BRI sering keluar bonus. cuma dgn ganti dirut baru ini emang agak seret :D apalagi THR juga nantinya cuma 1x gaji .
paling enak memang wiraswasta . lebih baik menggaji daripada digaji. atau jadi pembalap Motogp aja sepertiku :D
September 11, 2007 pukul 12:39 am
Masih untung dapat THR sekali gaji….. Duit bonus + THR karyawan BRI habis buat beli ratusan mobil New CRV tuch…..
September 11, 2007 pukul 1:46 am
Hehehe…..
ternyata angkatan dibawah gw yah….
masih mending bru… gw sempet kontrak 2 tahun dengan iming-iming di ikutkan seleksi menjadi pegawai tetap di BRI KANTOR PUSAT…. yang akhirnya dengan gampangnya dibilang tidak dapat dilakukan karena ada PP tenaga kerja dari pemerintah yang diadopsi oleh BRI sehingga tenaga kontrak bukan penempatan menjadi tenaga permanen atau tetap…
Salam Tuk Pejabat Div. OPS BRI..
gimana kabar Mega Project
TRANSFORMASI OPERASIONAL DAN SERVICE MANAGEMENT…
berapa yah biaya yang dihabiskan sampai terakhir hehehe
PS : sebagian dari kita malah ada yang bayar denda demi ikutan trainee pegawai tetap n akhirnya di kick juga…
September 11, 2007 pukul 7:50 am
>wayne rayney
dpt tembusan drmn klo THR BRI cuma 1x gaji? Klo bnr brti big boss yg dr org partai ga pny hati nurani.Dlm keadaan srb mahal peg nya smkn di press aja.Tuk para trenee yg gagal ga usah terlalu kecwa ambl hkmh nya aja.Sapa tau di tmpt lain kalian lbh sukses drpd peg ttp BRI nya.
September 11, 2007 pukul 9:41 am
saya dengan sakit hati ikut prihatin. ya bgitu BUMN zaman skrg,saya pernah ikt dites yg daftar ribuan tp kt g tau diambl brp,,taunya dimbl krg dr 1% pa g skt ht.skrg zamannya duit sp yang py duit dia yg mng,jgn kaget saudara.tp kt jgn pts asa biasa sprt kt d buat permaninan ma mrk.mn mj indonesia n korupsi tmbh buuaaanyaak bkn byk lagi. maunya murah tapi brkualwitas sama aja ngr ni g bondo mlh pgn untg banyak.
September 11, 2007 pukul 9:49 am
BRI skrg ni bkn py rakyat tp py org brduit slogan aja diperbsr tp kinerja malah g bkaruan lht ja masyarakt banyak yg nbung di swasta, coz pelayanan g becus liht kl d bank swasta lynan bagus bagt coz selecsi bener..lht dr orgx ja gendut2 n jelek2 trllu mkn duit hrm…n sebaliknya swasta.
September 11, 2007 pukul 10:03 am
Dari kami buat para petinggi di BRI
Mungkin kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami cuma bawahan.
Namun tidak adakah sedikit rasa menghargai dari kalian bahwa kita sama.
Tanpa kami pasti kalian juga bukan apa-apa.
Tapi kami bangga pernah bersama kalian.
Walaupun sekarang kalian sudah tidak membutuhkan kami lagi.
Kami yakin ada kekuatan besar yang menopang kami karena keputusanNYA adalah yang terbaik.
Dan tempat terbaik kami kelak memang BUKAN BERSAMA KALIAN.
September 11, 2007 pukul 5:31 pm
@lfa
orang2 BRI sendiri yg ngomong :D
makanya buat para trainee jangan habiskan waktu kalian buat nuntut. ngabisin waktu. paling juga kalah. kalah duit yg jelas.
cari kerjaan lain yg lebih layak. buktikan kalian bisa lebih baik, gak cengeng seperti beberapa nick yg ngomong kotor di blog ini .
September 12, 2007 pukul 12:19 am
Saya ikut prihatin terhadap teman2 diatas.
Jangan menyerah, segera bangkit dan coba mencari pekerjaan lain, mungkin memang rezeki nya bukan di BRI.
Saya mau nanya, trainee yang dimaksud diatas apakah sama dengan PPS BRI ?
Kebetulan saya sedang mengikuti tahapan seleksi PPS-IT BRI.
Terima kasih
September 12, 2007 pukul 3:17 am
Wah Teman-teman ex Bri…sebenarnya di perjanjian kerja BRI pas penandatangan pertama kali tertera di situ bahwa training tersebut masih “menganut sistem Gugur” so kita kudu bisa nerima…so klo kita nuntut..percume..ya kaga??
Mendingan kita cari kerja ditemapt lain, banyak teman saya yang tidak keterima di BRI mereka keterima MT di bank BUMN lainnya…so fail is only succes delayed bro en sis…OK keep Fight….Semangad
September 12, 2007 pukul 3:38 am
Nah lho.. Klo dah ada perjanjian ky gitu jd apa sich yg mo kalian tuntut ? Buang2 wkt aja khan.,apa lg ampe keluar kata2 hujatan yg yg pukul rata cuma nambahin dosa, krn gw yakin klo di stiap bidang apapun pst ktm dgn org baik/buruk perangai nya.Mgkn kelak di tmpt kalian yg br meskipun lbh hebat dr BRI pasti ktm jg mslh yg serupa.
September 12, 2007 pukul 4:05 am
Sebenernya si kita uda ga terlalu mempermasalahkan lagi apakah kita bakal diangkat lagi / ga dengan adanya masalah ini. Namun satu hal yang kita ga bisa lupa, bank BUMN sebesar BRI melepaskan para trainee nya karena akan merubah manajemennya dengan merekrut karyawan dari outsourcing dan tidak akan pernah lagi mengangkat karyawan tetap lagi. Dan perubahan manajemen itu secara TIBA-TIBA. Ada cerita di beberapa kota, kalau pihak BRI telah mangangkat traineenya dengan memberikan SK Karyawan Tetap dan berbicara didepan orangtua kita kalau kita telah lulus tahapan evaluasi. Dan beberapa hari kemudian smua itu DIBATALKAN. Coba kalian bayangkan bagaimana perasaan teman2 kita itu. Namun biarlah itu menjadi kegagalan yang tertunda. Kami yakin suatu saat kami dapat yang lebih baik lagi krn DIA Mengetahui Sgalanya. Tetep smangat guys….
September 12, 2007 pukul 4:48 am
gue dukung pejuang2 ex trainee BRI, pokoknya maju terus pantang mundur..memang semua yang namanya berbau sistem di negeri kita ini udah hancur2an. Tuhan beserta Kalian
September 12, 2007 pukul 3:02 pm
kata sapa thr 1 x gaji, gw yg peg bri blum denger tuh, tp gak akan kurang dr 2x GAJI KOTOR (spt yg udah2) buat pr ex trainee, mending cari kerja di tempat laen aja, btw sebenernya apa sih yg kalian tuntut?
September 12, 2007 pukul 6:11 pm
ya ditunggu aja pak :D semoga lebih dari 1x gaji.
September 13, 2007 pukul 3:11 am
ooy ini ajang THR BRI atau exBRI yang Kuciwa??…….hehe
September 13, 2007 pukul 5:50 am
hanyut dlm kesakithatian mungkin akan sangat menyita energi.
yg paling tepat jalankan saran Pak Tirtaamijaya di atas. pelajari fakta hukumnya, kuat ataukah tidak. jika kuat, segera ke pengacara.
saya ikut mendoalan, semoga Yang Maha Kuasa punya rencana terbaik di balik itu…
September 14, 2007 pukul 4:24 am
waduh kenapa ya?
sebenarnya saya kurang mengerti apa yang kalian kisruhkan…
Saya punya teman yang sekarang sudah di BRI. Dulu dia masuk lewat jalur PPS-IT dan sekarang sudah bekerja sebagai karyawan tetap di kantor pusat Jakarta.
Dia menjalani masa pendidikan selama 1 tahun, kemudian diikat dinas selama 3-5 tahun.
Kalau dari pengalaman dia, sepertinya tidak ada sesuatu yang tidak pasti yang pernah dia alami, dibandingkan persis seperti comment2 di atas.
Dia lulusan S1 Elektro universitas terkenal, dan masuk langsung di grade (kalau tidak salah) 4 (atau mungkin 3 yang mau berakhir ke 4 gitu lah, soalnya saya kurang mengerti).
Nah,
kalau yang dimaksud teman2 semua adalah lulusan S1 tapi tidak menjadi karyawan tetap, barangkali saya harus “geleng2 kepala” karena kurang paham.
Sebenarnya apa yang terjadi sih di BRI?
Btw, teman saya masuk lewat jalur hukum yang benar…
Tidak ada unsur Nepotisme dan KKN lainnya. Dia lolos atas dasar hasil testing yang dijalaninya sendiri, tanpa ada campur tangan orang dalam.
Saya rasa, BRI masih fair dalam perekrutan.
Barangkali untuk grade 3 ke bawah yang kurang fair…
Grade itu mungkin direncanakan untuk dibuat jadi Out Sourcing…
Saya pernah dipanggil tes BRI semasa baru lulus, namun tidak saya jalani karena sudah keduluan perusahaan PMA lain, hehehe…
Tapi jujur saja, PPS-IT dan PPS-UMUM adalah program yang baru dijalankan… Program itu punya spesifikasi khusus untuk calon pelamarnya, sebab saya yg punya kualifikasi cocok saja ga dipanggil mengingat umur sudah tidak masuk kategori… (memble deh… ^_^)
Atau barangkali ada yang menambahkan?
September 14, 2007 pukul 4:43 am
saya ikut mendoakan….
September 14, 2007 pukul 5:57 am
waduh, kalo dini caranya gw jadi mikir2 ya, sebagai fresh graduate, gw unpad 2003, akun, bingung niy mau kerja dimana?pengennya suy bumn, tapi, ada masukan ga dari temen2?
September 14, 2007 pukul 6:08 am
Ga usa bingung2, coba aja semua peluang krn kesempatan ga dtg 2 kali. Dan tentu aja rejeki uda ada yang ngatur jadi ga perlu takut ga kebagian asal kita tetep mo usaha & maksimal doa. Karena rejeki ga akan ketuker. Tetep smangat guys….
September 14, 2007 pukul 7:41 am
Terus terang saya prihatin dengan apa yang terjadi terhadap para eks trainee,….
Memang benar dalam perjanjian kontrak selama masa trainee pegawai ybs masih sangat mungkin untuk tidak lolos, n tp klo hanya 28% yang lolos itu sangat2 harus dipertanyakan….
1. Apakah perencanaan SDM di BRI yang kurang matang sehingga analisa kebutuhan pegawai tidak sebagaimana yang seharusnya.??
2. Apakah hal tersebut diakibatkan proses reorganisasi didalam BRI sendiri sehingga berdampak pada perubahan manajemen SDM (dhi cthnya lbh cenderung ke tenaga outsource) sehingga yg menjadi korban adalah peg. trainee??
3. Apakah mungkin terjadi KKN dimana para traineer yang sudah menjalani trainee akhirnya diganti oleh pegawai titipan.??
4. Ataukah emang hanya 28% itu yang memiliki kualifikasi dan kompetensi untuk menjadi pegawai BRI (terus terang untuk yang ini saya sangat tidak yakin)???
Saya kebetulan bekerja disalah satu bank bumn juga saingan BRI, masalah SDM pasti banyak terjadi di semua perusahaan entah itu ketidak puasan, ketidak adilan atau apapun itu dan begitu juga yang terjadi ditempat saya bekerja. Tetapi setelah saya baca apa yang terjadi pada para rekan2 eks trainee BRI saya merasa bersyukur betapa bahwa tempat saya bekerja memperlakukan para traineer jauh lebih baik. Pengalaman saya disini faktor ketidaklulusan para trainer <10% (bisa dikatakan klo dah mengikuti OJT hampir pasti lulus) disamping itu justru ketidak lulusan lebih banyak pada sesi classical (didalam kelas dhi: nilai dibawah standar).
Masalah reorganisasi juga sempat menjadi bahan perbincangan dikalangan traineer pada saat saya sedang menjalani trainee, dimana pada saat itu ada salah satu unit kerja ditempat saya bekerja yang akan dihapuskan dan tentunya hal ini akan berdampak pada para traineer yang sedang trainee diarea kerja tersebut namun sebagai bentuk pertanggung jawaban manajemen maka seluruh trainee yang sedang menjalani trainee dibagian tersebut dialihkan untuk menjadi staf pada area kerja yang lain dengan kualifikasi “semua lulus”……..
Well, Met berjuang…….
September 15, 2007 pukul 5:24 am
saya ollang rekrutan kanwil makassar…..saya sangat prihatin sistem rekrutmen ditempat saudara, padahal saya alami sendiri mulai dari seleksi pertama sampai seleksi ke enam tidakdipungut biaya se senpun, bahkan kami dijamu sepertinya tamu agung, awalnya sih saya tidak percaya tp saya telah membuktikannya sendiri, bahkan adik dari wapinwil bpk Zainuddin Mappa sendiri tidak lulus tes wawancara akhir….
kalau saya boleh berpendpat :
1. untuk ex trainii, periksa kembali perjanjian kerja saudara, bicarakan dengan yang mengerti hukum, kalau memang benar perjuangkan hak kalian. kami hanya bs mendoakan dari sini. anda masih muda, kesempatan anda msh luas, apa salahnya juga mencoba ditempat lain, masih banyak yang membutuhkan saudara.
2. untuk Rizko, mohon maaf…bagi saya aturan itu untuk kepentingan bersama untuk menjaga agar dana yang disalurkan PT. taspen melalui BRI bisa sampai dengan aman , gimana seandainya dananya tidak sampai pada yg berhak, kasian pegawainya bisa di PHK (hukuman Finacial).
3. sejak bpk rujito (ex dirut) diganti banyak perubahan yang terjadi dengan kebijakan kesejahtraan SDM mulai dari perekrutan sampai pemberian hak termasuk kami pekerja tetap level bawah.
mudah mudahan dari semua kejadian ini mendapat hikma yang dapat dipetik.
September 15, 2007 pukul 7:17 am
ah….kamu para trainee jgnlah putus asalah kau……..ahhh..apalah itu,kalo ku bilang BRI itu hebat yah hebat…yang gak tau nya kau gmn di BRI tuch yang kurang ajar
yah dirut nya skrg,kalian sewa ajalah pembunuh bayaran drpd sewa pengacara kalian mahal-mahal….betul nggak..?”bountyhunter.com”okelah anakku …jgn lah kau bersedih pantatnya itu bos2 di BRI itu semua
September 15, 2007 pukul 2:07 pm
yup…itu dia…
pas kali apa kata bang bonar
tapi sepertinya….
aku gak perlu nyewa pembunuh bayaran….
sebab, aku sendiri yang akan turun mengesekusi mereka satu persatu…
aku sedang mempersiapkannya bos…
tunggu saja kabarnya bos….
September 16, 2007 pukul 8:21 am
ah tadinya aku mau ikut kasih komen, tapi malas ah, letih aku melihat tulisan anak 2 cengeng tu.
September 16, 2007 pukul 1:01 pm
wah kok jadi rame gini ya?
setau saya penerimaan karyawan di BRI terbagi menjadi 2 yaitu staf dg jalur CS (calon Staf) sejak taun 2005 menjadi PPS dalam grading BRI menjadi officer dg grade 7 sejak 2005,penerimaan CS/PPS baik umum atau IT ditangani langsung oleh Div SDM Kantor pusat, trus jalur yang lain adalah pelaksana dalam grading bri menjadi clerk dg grade 3, penerimaan sistem ini ditangani masing Kanwil, kecuali kebutuhan pelaksana Kantor pusat ditangani oleh div SDM. kalo di lihat karyawan dengan grade pelaksana di BRI menempati jumlah yang terbesar yang tentunya menjadi cost yang besar pula apalagi kalo pegawai tetap ( ada insentif, bonus, THR, Cuti, jaminan kesehatan, dana pensiun, jamsostek) . mungkin akan berbeda dengan outsource dimana perusahaan hanya membayar pengali sebanyak 15 (12 gaji, 1 THR, Cuti, dan Jamsostek)…sekedar pendapat pribadi. IMHO orang kerja itu kan kayak cari ikan dilaut, ya kalo lautnya dah menipis ikannya cari laut yang lain dong..
@korban kanwil jkt
walah sampe segitunya..dari detikfinance bekas pinwil jkt tsb malah jadi direktur tuh sejak RUPSLB kemaren…
@nyungsep
dari pengalaman temen2 saya gada tu yang pake uang pelicin
@Abi
tetep semangat, pasti ada jalan yang lain.
@wayne rayney
kalo hasil penerawangan gw kok 2.5 kali tapi di setujui 2 saja , thr nya..he..he.. (kata basis ups…..)
September 16, 2007 pukul 4:27 pm
@ ali
lumayan deh buat pegawai BRI kalo masih dapat 2x gaji :D
September 18, 2007 pukul 11:58 am
hEHE seru nich ngomongin BRI…
@ Kentang - Jember
Komentnya empuk banget, pokoknya setuju 100% dech!! BAiknya semua karyawan di Indonesia itu outsource biar kerjanya lebih serius! Biar ga timpang, yang berpotensi naik, yang ga berpotensi turun, TUL GA?
@Ali
Mana yang bener nich, dari beberapa orang BRI yang gua tanya mereka bilang 1) ga pake pelicin tapi pake sodara 2) pake pelicin lewat sodara 3) murni ga pake apa-apa (kalo yang ini pake keberuntungan ilahi) 4) ngibul habis waktu interview, jilat habis waktu jadi trainee 5) pake otak (orangnya emang bener2 pinter)
Kalo menurut gua, semua hal diatas itu ada benernya, wong semua orang juga udah pada tau kok.
BUAT MAS PRIANDOYO, TOPIK TENTANG UANG PELICIN PENERIMAAN PNS, POLRI, ABRI, DAN BUMN KAYAKNYA 100% NENDANG!
September 21, 2007 pukul 6:23 pm
Allow, Aku sekarang posisi juga trainee di Wil Jogja, dulu aku sebelumnya gak pernah diberitahu bahwa trainee sekarang memang beda “edan kali”, asal tau aja aku dulu sebelum aku adalah staff tetap di Bank Asing yg gaji lumayan, dan juga banyak teman teman angkatanku sudah bekerja, Adil ngak??? waktu wawacara, recruitment, dan waktu diSendik jelas jelas dibilang pegawai tetap, klo niatan BRI gak mo bunuh anak bangsa ato nambah nambah penggaguran pastilah kasih tau lah jumlah kuota, jadi kita masih mikir-mikr untuk out dari pekerjaan kita. sekarang aja hari ini 21/09/2007, gembar gembor 15% jatah yang diambil, edan tenan,
Denger denger karena Dirut Sofyan Basir lagi dukung Mr.XX (biasa disingkat 2 digit) maju pilpres 2009 maka kita kita lah (baca TRAINEE)yang harus dikurbankan kali, BRI sekarang kuda politik Mr.XX dan para Direksi Bejat (maaf, banyak pegawai tetap senior yang bilang gitu) mungkin akan punya posisi empuk menjadi Menkeu, Gub. BI etc. lihat aja jika Mr.XX menang di Pilpres 2009 nanti. Aku sangat mendukung apa kata seniorku (pekerja tetap), untuk patungan menyewa Sniper. Oh…….nasib Trainee…………….Korban Pilpres 2009, Basyir Basyir jasamu tiada tara….menambah orang stress dan pengangguran.
Tolong Donk, Sapa bisa bantu………………
September 22, 2007 pukul 9:37 am
waduh..waduh makin gerah aja hari ini..
waooww..emg gitu ya?!
gw fresh graduate slh satu institut di jabar yang lg ikutan PPS BRI n udh masuk tahap 4 prikotes+intvw lnjutan Psikotes n mash stgh jln lg,,jd pengen tau…ooo ya buat eks trainee bri..SMANGAT AJA,,tunjukkan aj klo kalian itu mampu buat dpt yg lebih baik dan dalam posisi yg lebih baik juga..klo emg klian bnr2 qualified..yakin 100% klian dpt yg lbh bae..btul g bro..life must go on..bener tu waktu terus berputar jgn habisin waktu klian untuk berkutat dalam masalah yg sama,,,jadiin aj ini pglaman yg amat sangat berharga buat kita smua..gw doain smuanya jd org suxes yup..SEMANGAT..inget aj slogn LG—>Life’s Good,jd apapun masalahnya..jadikan smua itu sebg tambahan ilmu yg memperkaya diri kita..hehe (sok iye bgt si gw)..n satu lg rezeki udh ad yg ngatur..jadi mungkin inilah keputusan terbaik buat kalian..Tuhan selalu punya rencana terbaik buat umatnya yg berusaha..jd usaha terus ya..SEMANGAT!!!!
September 27, 2007 pukul 3:58 pm
aku juga korban otak sinting petinggi BRI “SB” bareng kroni-kroninya.gmn tidak aku dah berjuang 6 bulan selama trainee malah diinjek injek sama kebijakan yang membinasakan.padahal Pinwil Jawa Timur dah ngumumin klo kami adalah pekerja tetap BRI asal gal “neko-neko”.apa hasilnya?aku seharian kerja ampe malem gak di hargai sama sekali.trims sama bapak GUNAWAN dari Pusat,INDRA PRASENO dan RAKHMAD dari Kanwil BRI Surabaya yang udah tidak meluluskan aku.
ANDA TIDAK TAHU GIMANA KERJA KAMI..
JANGAN SOK TAU…
PAKE HATI NURANI
TERIMA KASIH SEMOGA SEMUA PETINGGI BRI SELALU SEHAT..
TERUTAMA PARA DIREKSINYA YANG BUAT KEBIJAKAN YANG MENYAKITKAN
COBA ANDA LIHAT AIR MATA ORANG TUA,KELUARGA KAMI
LIHAT,,DENGAR,,RASAKAN….
SAKIT PAK…………………..
September 28, 2007 pukul 5:58 am
Memang……
Yang pada awalnya kita pikir sesuatu itu akan menjadi milik kita……
Namun teman,
Kita harus sadari bahwa sesuatu itu bukan milik kita dan kita harus siap kapan saja diambil oleh pemiliknya…..
Mungkin ada rencanaNYA yang lebih bae yang DIA persiapkan untuk kita….
Sabar saja teman, akan ada hari lain yang lebih menggembirakan dari hari ini….
Jangan putus asa untuk terus memohon ridhoNYA dengan sabar dan sholat….
Tetep SMANGAT !!!!!!
Oktober 2, 2007 pukul 1:06 pm
sabar2 aja masih ada pengganti BRI, yaitu NRI Perjuangan meskipun hanya seorang tenaga outsourching seperti PKSS (Pekerja Karya Sedih Sementara). Gak pa-pa emang udah ada garisnya disitu tapi apa boleh buat kalo rejekonya disitu OKE Guys !!!!!!!!!!!!! Tetap semangat
Oktober 2, 2007 pukul 2:42 pm
percuma semua yg diperjuangkan.
–sensor–
Oktober 2, 2007 pukul 6:11 pm
wah yg komentarnya kasar2 itu memang gak pantas kerja di bank. nanti ujung2nya kalo jadi karyawan malah nyolong :D
Oktober 5, 2007 pukul 11:57 pm
Jadikan saja ini hikmah buat temen2. Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita. Saya punya pengalaman, di tahun 2005 saya ikut recruitment Frontliner BRI Grade 3. Hasil seleksi itu cukup mengejutkan dari 12 org peserta seleksi akhir (kesehatan), hanya 1 org yg nggak lulus yaitu SAYA. Sedih sih pasti, krn saya dan orang tua sangat berharap. Saya juga sempat menduga2 ada yg tdk beres. Tapi semua saya kembalikan kpd Allah. selang sebulan setelah itu saya direcruit sebuah jaringan hotel internasional sebagai marketing. 6 bln kerja ada lowongan untuk AAO (Associate Account Officer) BRI Grade 5. Iseng2 saya ikut seleksi lagi, dan akhirnya lulus, dan sekarang sdh diangkat sbg karyawan tetap sebagai AO.
Tetap semangat teman2, cari peluang lain.
Jangat TAKUT untuk memulai hal baru
Jangan MENYESAL jika blm berhasil
Oktober 6, 2007 pukul 1:56 pm
semoga wayne rayne dibuang sia-sia, seperti trainee bri sekarang, biar dia merasakan rasanya dibuang oleh orang yang memanfaatkan orang lain karena politik, bri dah dibawa ke egoisan politik, trainee jogja cuma 3 bulan dah dibuang dengan alasan penuh kebohongan, gimana bisa tau kinerja jika 3 bulan dah ada hasil sebelum tes, bahkan ada info dari dalam bri yang diambil kuota jogja 40% tapi kebanyakan dari titipan, sedang bukan titipan yang lolos hanya buat tameng jika ada protes publik, yang titipan disembunyikan, biar publik taunya ga ada titipan,
namanya juga bank ruwet Indonesia, semuanya ruwet,
inilah ciri bank yang tidak profesional, katanya bri bukan riba, tenyata dalam perjanjian kredit/kupedes dinyakatan, “ada bunga dan ongkos-ongkos” namanya juga riba coy, konsumen kredit diakali pengembalian bunga, padahal bank lain lebih murah, jangan sok lu bri lihat aja kehancuranmu
Oktober 6, 2007 pukul 2:07 pm
buat exs trainee bri, kita dah dapat ilmu, rahasia, sistem bri. kenapa ga kita gunain aja, banyak bank lain yang ingin nyontoh sistem unit, kita pake aja cara bri, bank lain juga banyak yang mau, toh itu ilmu yang mahal, kenapa kita ga bisa jual ilmu kita ke tempat yang menghargai kita, bri mo hancur ato apa biarin aja,
Oktober 7, 2007 pukul 10:27 am
Ayo ayo mami PKSS sudah datang, sapa jadi member, tu nasabah sudah datang tolong di service sepuas puasnya. mami PKSS tak menghitung potongan gaji kalian, Satpam dan Penjaga malam 4,2 jt tapi kalian terima @ 1jt saja saya, kan sisanya buat mami, deskman 1,6 juta ya….Ayo yao laris manis.
Oktober 7, 2007 pukul 10:32 am
Kalian semua itu ngomong apa, emang gw disini gak pusing, gw pusing neh jack, lagi bingung neh, 2009 jadi gubernur BI ato Menkeu ya?
Oktober 7, 2007 pukul 3:50 pm
Hahaha…
Heh ada Sofyan Basyir looo.. kamu ketauan..!!
Oktober 7, 2007 pukul 3:51 pm
wah kalo skill gak ada emang sakit hati kalo dibuang :D beda kalo punya skill bagus. dibuang, masih banyak yg mau nerima . oknum trainee bri itu memang pantas dibuang :D
wah kesannya gue orang bri. padahal nabung disitu aja enggak.
Oktober 8, 2007 pukul 1:14 pm
sebenarnya kami juga dah kerja di perusahaan jadi karyawan tetap, bahkan dah berprestasi, dulu pernah berharap lebih baik tapi ternyata kami hanya dijebak oleh manajemen yang tidak hanya menghancurkan trainee tapi juga dah hancurkan sistem bri, kalo dari awal kamu diberi tau kalo outsourching, pasti kami tidak akan masuk bri, dari awal sistem penyaringan seperti pegawai sebelumnya, bahkan kalo dihitung tes dah lebih dari 18x, tapi setelah training baru diberi tau sistem baru, dengan alasan dari pusat, memang kami hanya dijebak, maunya tenaga kerja bagus tapi dengan harga murah, pake alasan kurang berkualitas, kalo trainee di tes sama deskman, aku yakin menang trainee, bahkan tidak sedikit junior jabatannya lebih cepat dari senior deskman yang sudah kerja lebih dari 5 tahun, coba manajemen itu diadu pertanyaan dengan trainee, aku yakin pemahaman trainee tidak kalah bahkan yakin menang, manajemen hanya maunya tau hasil tanpa tau kebutuhan dan pemahaman terhadap kondisi sebenarnya, ya begitulah jika pemimpin dari outsourching+hanya titipan politik orang, yang dibawah (unit) kerja keras, yang diatas cuma OD (omong doank) ga bisa laksanakan, aku cuma mau bilang kasihan unit, dah ngasih laba besar 3T lebih tapi ga dapat yang mereka mau, trainee bisa cari kerja lagi, trainee ga akan mati hanya karena ga lolos di bri, emang rejeki cuma bri, toh bentar lagi bri juga akan dirampingkan dengan bumn lain, biar rebutan sendiri, ha ha ha ha, sungguh kasihan kau unit ga punya tenaga sdm, kerja banyak tapi gaji diinjak2, aku turut berduka cita, inilah gambaran manajemen yang tidak berkualitas, begitu kok mau calonin jadi gubernur BI atau menteri keuangan, nafsu tuh yang gede,
Oktober 8, 2007 pukul 1:42 pm
hai trainee bri, yuk kita semangat lagi, sekarang aku dah kerja lebih baik dari di bri, gaji + jabatan lebih ok, tinggalin itu bri, cabut aja, mumpung hidup masih ada, kenapa ga lebih baik, buat wayney reney kalo ga tau keadaan sebenarnya jangan cuma mbacot aja, belom ngrasain, kalo ngrasain paling u cuma bisa sama kayak trainee, memang manusia kalo ga ngrasain sendiri bisanya cuma mbacot, semoga kamu ga seperti kami2, untuk pejabat2 manajemen, saya ucapkan terima kasih dah ga lolosin, sekarang aku dah dapet yang lebih baik dari bri, gaji ku lebih gede dari trainee bri bahkan 2x dari deskman di bri, jabatanku lebih tinggi, bahkan lebih tinggi dari deskman yang kerja di bri 3tahun, jangan mau jadi budak bri, HIDUP TRAINEE, tetap semangat dan teruskan hidup, didepan masih ada matahari, salam dari trainee jogja
Oktober 8, 2007 pukul 4:47 pm
walau gue gak kerja di bri, gue tau kok isinya. banyak teman gue kerja disitu.
btw baguslah kalo loe dapat kerjaan lebih baik. lebih bagus dibanding teman2 loe yg cuma bisa ngeluh doang.
setahu gue sih yg bakal dirampingin itu mandiri ama bni.
2x gaji deskman berarti sekitar 4-5jt ya ? lumayanlah buat pemula.
Oktober 9, 2007 pukul 12:02 am
hahahahahah