Suara hati trainee BRI yang kecewa
Tanpa bermaksud memprovokasi, saya mencoba share email seorang rekan seputar pengalaman dengan program trainee BRI. Menurut saya kasus yang dialami saudara Mawar dan teman-temannya ini wajar terjadi tidak hanya di BUMN tapi juga di swasta. Mungkin problemnya adalah arogansi dari beberapa individu yang justru membuat suasana makin panas.
Detail email
Gw and teman-teman gw tergabung dalam Ikatan MANtan TRAINEE BRI yang udah ditendang mentah-mentah setelah hampir 6 bulan melewati 6 tahap seleksi, 1 bulan lebih tahap pendidikan and 6 bulan training.
Sebenarnya menurut mas Anjar kami udah bisa disebut Pekerja belum kalau di Perjanjian Kerja kami udah tercantum berapa Upah Pokok yang kami terima, and dalam buku panduan Hak dan Kewajiban Pekerja yang kami punya selama Pendidikan, TRAINEE ada dalam Klasifikasi Upah Pekerja menurut kebijakan Perusahaan.
Gw mau minta tolong informasinya yang berkaitan dengan pengalaman IMANTRI ini, soalnya sekarang kami semua lagi berjuang untuk mempertahankan HAK kami yang seharusnya sudah diangkat menjadi Pekerja Tetap tmt 17 Mei 2007. Dimana kami semua udah mati-matian berjuang dari tahap Seleksi sampai jadi TRAINEE di Cabang masing-masing.
Selama ini nggak mudah untuk jadi seorang TRAINEE, jam kerja kami yang seringkali sama ataupun melebihi senior tanpa kompensasi uang lembur dan harus menerima 50% dari Upah Pokok Minimum Pekerja Tetap setiap bulannya, itupun untuk mengerjakan tugas senior yang posisinya kosong karena kekurangan orang or yang memang sengaja memanfaatkan tenaga seorang TRAINEE buat nyelesaiin semua tugas dia.
Volume pekerjaan yang lebih banyak dari para senior dikarenakan posisi kami yang berpotensi untuk diperas sesuka hati dengan embel-embel itu syarat yang harus kami terima kalau mau lulus and diangkat. Tapi begitu mendengar kami nggak lulus juga ditendang gitu aja, para atasan dan senior kami yang ‘TERCINTA serta TERHORMAT’ itu cuma bisa komentar BRI nggak adil, nggak mungkin kalian nggak lulus, koq baru kali ini ada TRAINEE yang nggak lulus, selama ini nggak pernah ada yang namanya TRAINEE di test sama orang KanWil dan Kanpus, kalian harus menuntut atau komplain, dll.
Dari 100%, hanya 28% lebih dikit yang lulus jadi Pekerja Tetap. Sedangkan posisi kosong yang seharusnya diisi oleh kami para TRAINEE yang lulus dan diangkat nantinya, sudah diisi terlebih dahulu oleh para senior yang dirotasi jabatannya dan posisinya digantikan Outsourcing angkatan pertama yang direkrut 3 bulan and ditempatkan 1 minggu sebelum masa training kami berakhir.
Otomatis keberadaan kami sudah tidak dibutuhkan lagi, dan jauh setelah masa training kami berakhir, kami baru diberitahu bahwa kami dinyatakan tidak lulus. Kami disarankan untuk mencoba jalur Outsourcing kalau memang kami benar-benar masih ingin kerja di BRI, ijazah kami akhirnya dikembalikan beserta Perjanjian Kerja dan tanda terima penyerahan ijazah yang seharusnya diberikan pada kami paling lambat 1 bulan setelah penanda tanganan Perjanjian Kerja dan Penyerahan Ijazah kami ke pihak BRI.
Betul-betul pahit pengalaman yang kami rasakan, sepertinya tenaga kerja sudah benar-benar tidak dihargai lagi di Indonesia. Terkadang sering kali kami mendapat kata-kata kasar mulai dari tahap seleksi, dimana kami diminta untuk tidak macam-macam karena masih banyak pelamar yang ‘ngantri’ kepingin kerja di BRI. Di Cabang pun kami sering kali di suruh keluar dari BRI kalau memang tidak becus kerja, padahal kami baru saja datang ke Cabang dan dalam tahap perkenalan.
Pernah salah satu Pejabat di BRI memberi pengarahan pada para senior kami agar tidak macam-macam karena masih banyak ‘Tenaga Murah dan Lebih Muda’ yang benar-benar kepingin kerja di BRI. Apa BUMN merasa SDM itu nggak ada harganya lagi???? Atau mereka pikir sedikit biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan zaman sekarang ini ?????? Kenapa sering sekali menganggap remeh para penerus mereka???? Apa iklan A-Mild itu benar-benar slogan bangsa kita dimana Yang Muda Tidak Bisa Dipercaya Dan Dilarang Bicara?????
Ada yang mau komentar?
update: 10 Agustus 2007, lebih lanjut silahkan bergabung di milis
korban_bri@yahoogroups.com (eks trainee Jakarta) atau
petisibri2007@yahoogroups.com (eks trainee Surabaya)
gw ikut prihatin
kuda lumping
Juli 23, 2007 at 6:47 am
Trainee atau TBL (Tenaga Bulanan Lepas, istilah zaman dulu), dalam perjanjian masih sewaktu-waktu dapat dikeluarkan, karena belum menjadi pegawai. Karena setiap saat di test, bahkan ada yang sudah 9 bulan, pendidikan klasikal bagus, tapi nggak lulus job training, padahal ybs sebelumnya udah bekerja di HSBC. Syukurlah anaknya secara ksatria mengakui, memang dia kurang rajin dan aktif saat job training.
Saat job training sudah diwanti-wanti, teman seangkatan ada yang keluar setelah 2 tahun (dulu job training 2 tahun an).
Untuk zaman sekarang, pegawai tetappun, bisa kena PHK, sejalan nantinya harus mengikuti peraturan SPP, juga API…jadi saat ini tak ada yang tetap, semua selalu berubah. Saat saya masih kerja di Bank, setiap saat posisi bisa berganti, bahkan bisa keluar sewaktu-waktu…setiap tahun ada ujian…dan ini sepanjang karir saya 27 tahun 5 bulan.
edratna
Juli 23, 2007 at 7:08 am
itulah ciri-ciri organisasi yg belum berstandard internasional
newbie
Juli 23, 2007 at 8:06 am
tidak ada rasa aman di swasta. rasa aman harus diciptakan sendiri, bahwa life must go on, apapun yang terjadi. selalu ada ketidakadilan ? mungkin.
rasa aman harus diciptakan dengan membuat diri selalu ada di setiap tempat, di mana kita butuh tempat itu. duh, gimana yah .. tapi yah, gitulah hehehehe ….
papabonbon
Juli 23, 2007 at 9:10 am
Sayang sekali, anda terlalu memposisikan diri harus bekerja di BRI. jadinya ya begitulah,…
Andai dari awal anda mendapat info yang lebih akurat, bahwa BRI memang AROGAN, mungkin anda tdk akan semenyesal ini. Apa yang diomongin Big Boss kpd karyawan senior memang benar adanya, bahwa saking banyaknya pegawai memble didalamnya plus murah dan mudahnya pegawai yang datang, menjadikan BRI dalam posisi tawar yang tinggi.
Nggak usah menuntutlah, percuma. Sungguh. Karena memang posisi anda lemah. Coba perhatikan baik2 kontrak anda, bila perlu minta bantuan pengacara untuk “menterjemahkan” bahasa hukum didalamnya. Jangan sampai anda buang2 waktu, biaya anda yang sangat berharga.
Btw, saya pernah mengalami seperti yang anda alami. Semoga saja ada hikmah disebaliknya ( Huh, bas bang ya…. )
mbelgedez
Juli 23, 2007 at 10:41 am
Emang yang berstandard internasional itu seperti apa?
Apakah standar nasional emang selalu lebih buruk dari std internasional?
Jangan tanya kenapa ya, coz gw gak ngerokok.
LeftClick
Juli 24, 2007 at 1:52 am
Trainee BRI yang kecewa……………
Semua yang membaca curhat anda pasti prihatin, sedih dan kecewa dengan kondisi ketenaga kerjaan seperti ini bisa terjadi disebuah BUMN yang belakangan ini naik daun setelah krismon 1998…….
Solusinya, bila akan berjuang dijalur hukum, carilah kantor advocat yang punya kredibilitas tinggi seperti contohnya O.C. Kaligis di Jl. Majapahit Jakarta. Beliau kawan akrab saya. Kalau fakta hukum kuat dan anda dipihak yang benar, saya yakin anda dibela dan insya Allah menang. Beliau pernah berhasil memenangkan claim 2 milyar/orang untuk korban musibah Adam Air, dengan biaya gratis….
Tapi bila fakta hukum anda lemah dan dipihak yang salah, harus diterima juga nasihat beliau……..
Selamat berjuang di jalur hukum, saya nantikan kabarnya di Blog ini…..
tirtaamijaya
Juli 24, 2007 at 2:42 am
Selama ini memang pelayanan BRI kepada masyarakat tidak memuaskan. Mungkin karena pegawainya bermental birokrat sebagaimana birokrat kita pada umumnya yang enggan melayani masyarakat, tapi sebaliknya merasa diri mereka raja kecil. Jadi kalau raja arogan, ya begitulah. Sebaiknya kita boikot semua produk BRI sedari sekarang, sebagai tekanan demi kepentingan masyarakat (ingat, BRI bank milik negara) agar mereka bersikap profesional, dalam hal apapun.
Junarto
Juli 24, 2007 at 4:20 am
mendingan tahan dulu deh komen yg memojokkan BRI….
BRI tidak bisa langsung divonis bersalah sebelum kita baca perjanjian/kontrak kerjanya, kalo disitu tertera bahwa BRI memungkinkan melakukan itu (PHK Trainee) ya gak bisa disalahkan donk pihak BRI nya…
dalban
Juli 24, 2007 at 4:46 am
mungkin ada blogger yang orang BRI, atau ada yang kenal dengan orang BRI bisa komen di blog ini untuk penyeimbang. Ayo mas Anjar Anda khan lulusan BRI juga =)
tepe
Juli 24, 2007 at 5:10 am
@tepe
itu udah ada yg komen di atas.
bocahjunior
Juli 24, 2007 at 8:19 am
sebelumnya ikut mengenalkan diri saya sama pak anjar..
setelah lama jadi pemirsa saya pengen juga nimbrung disini..kasus di atas sebenarnya mengandung pesan bahwa kita sebagai calon pekerja mesti paham betul dengan apa yang ditawarkan dan diperjanjikan dengan pihak pemberi kerja, menurut pengalaman saya beberapa nama besar perusahaan tidak selalu mencerminkan “kebesarannya” bahwa manajemennya tidak lebih baik dengan perusahaan yang mediocre tapi telah menjalankan ketentuan pemerintah, jika menjalani masa trainee dan telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja tentunya sudah dianggap sebagai karyawan, hanya mungkin statusnya berbeda, apakah percobaan atau PKWT (kontrak), kalau percobaan sebenarnya lebih “extrem” karena setiap saat salah satu pihak berhak memutus ikatan kerjanya setiap saat tanpa ada sangsi tertentu, namun PKWT (kontrak) apabila salah satu pihak cedera janji dan melakukan pemutusan kerja sebelum berkhir maka pihak tersebut harus mengganti hak2 yang belum dibayarkan selama sisa waktu kontrak berjalan. Dalam hal ini coba kembali anda pelajari apakah, hak dan kewajiban anda, besar upah, jenis pekerjaan, tempat pekerjaan, jangka waktu berlakunya dll sebagi salahsatu syarat perjanjian kerja, karena kalau saya lihat masalah ini mungkin terjadi krn perlakuan yang dirasa kurang adil, dan sistem perekrutan kurang dipahami atau disosialisasikan aturan mainnya kepada para trainee…demikian semoga sedikit membantu sori kalo rada oot..
mas dibyo
Juli 24, 2007 at 11:08 am
Pengalaman pribadi berurusan dengan BRI bener2 mengesalkan, gmana nggak saya cma pengen ngurus perubahan rekening almarhum ayah untuk di ubah ke rekening Ibu untuk uang pensiunnya.
Waktu itu saya sudah dapet Surat Perintah Bayar dari Taspen, tapi sampe’ di BRi saya harus nutup rekening Ayah, lapor polisi karena buku tabungan ayah ilang, trus bikin surat waris di Kecamatan, padahal rekening ayah saya gak ada isinya, trus ibu harus bikin rekening lagi di BRI, dan itu pun bermasalah karena antara di KTP dan di SK nama ibu sedikit berbeda. saking keselnya saya sempet ngomong gmana kalo orang tua atau kakek nenek ya yang ngurus sendiri pasti cepet kena strok deh.
Akhirnya saya laporkan hal tersebut ke Taspen, karena 1 bulan saya ngurus gak berhasil2 setiap hari ada aja peraturan tambahan yang harus saya lengkapi. Dan yang bikin kesel, setelah di telpon taspen, ternyata surat perintah bayar yang dulu saya serahkan diterima, saya langsung ngomong, kenapa gak dari dulu bu, SIALAN, 1 bulan saya bolak balik eh ujung2nya pake surat yang pertama kali saya berikan.
Kalo inget BRI kayak inget lintah darat aja…
rizko
Juli 24, 2007 at 12:23 pm
Lihat kontrak…
lagi-lagi ujungnya lihat kontrak…
jangan pakai kata “seharusnya sudah dianggap” bla bla bla bla….
Dan jangan pakai kata “seorang pejabat senior berkata”, “ada yang berkata”.. kesaksian macam itu tidak bisa diterima dalam pengadilan.
nJar…
nyokap gue memang dulu orang BRI.. tapi udah pensiun dan semenjak itu, praktis dia tidak berhak komentar kecuali pengalaman hidupnya…
(gue juga sedang berusaha nebus ijazah orang di perusahaan lain… sigh..)
Rizko:
Kesalahan itu bukan dari BRI. Itu kesalahan kordinasi Taspen, kecerobohan keluarga anda (buku tabungan hilang itu vital), dan kelurahan karena nama pada KTP ibu anda berbeda. Dan untuk pejabat atau pegawai BRI, bila menghilangkan sesuatu juga harus melalui birokrasi yang sama.
Pegawai Bank dituntut untuk selalu konservatif dan bersikap curiga. Setiap minggunya, selalu ada usaha-usaha penipuan.
Saya juga pernah mengalami pengalaman buruk dengan birokrasi Kepolisian di Daan Mogot saat mengurus ujian SIM A. Saya benar-benar kesal saat itu. Tapi apakah saya berhak memaki-maki mereka? Tidak… karena saat itu saya melewatkan satu prosedur dan itu membuat saya terlempar dari daftar antrian.
newbie:
ciri-ciri perusahaan belum berstandar internasional? Jangan bikin aku tertawa..! Bagaimana dengan perusahaan2 luar yang investasi di Indonesia? Nike Inc., anyone?
Jujur saja,
saya sepakat dengan mbelgedez dan tirtaamijaya. Gak ada jalan lain kecuali pelajari kontrak anda dan cari pengacara.
Kunderemp
Juli 24, 2007 at 3:40 pm
secara saya bukan orang BRI
secara saya punya utang di BRI
dan secara gaji saya ditransfer dari BRI
tapi saya tidak membela BRI..ha3
harus dilihat kontrak kerjanya, jangan pake “biasanya nggak begitu…”,”katanya bapak ini…”
trus masalah Prosedur yg berbelit2, ya namanya Bank emang kaya gitu bro…
cuma, bener nih para TRAINEE itu masuk tanpa KKN, soalnya BRI lumayan kental lho nuansa KKN nya (dulu siH)…
jakwir
Juli 25, 2007 at 12:34 am
Wah BRI setelah dipegang oleh orang partai (titipan si Jarwo Kwat) jadinya kayak gini..Ancurrrr…
Banyak yang stress jadi Trainee BRI. Dari 10 orang Trainee yang cuman diangkat jadi pegawai tetap cuman 1 orang.
Plus, dekman di beberpa unit BRI (terutama di kota kecil) sudah pada jadul semua dan harus di-restart atau di-shutdown aja. Pekerjaannya pada salah semua dan gak becus. Dan itu numpuk semua. Dan trainee yang ketiban beresin kerjaan mereka. Tapi kalau masalah (bancakan) uang, mereka (deskman) gak mau ketinggalan.
Malah ada trinee BRI yang ngorbanin pindah dari Bank lain eeh malah ujug-ujung gak lulus dan mau bunuh diri. It’s true man..
Emang sejak diganti ama orang titipan partai BRI dilakukan reformasi yakni memotong overhead dana pensiun dengan meng-cut para pegawai tetap dan emakai jasa outsourcing.
Hehehe..kayanya ingin niru citibank ni yeee..
ipul
Juli 25, 2007 at 4:58 am
Oya kayaknya BRI pake outsourcng gara-gara dananya haabis oleh promosi iklan “Untung Beliung” yang menyebalkan itu :)
ipul
Juli 25, 2007 at 5:02 am
terlalu pojokan BRI itu keliru bang… apalagi nyangkut ke masalah lain. dananya kagak mungkin habis kalo u’ promosi.kan itu sudah dianggarkan. kalo menyangkut kasusnya Anjar saya setuju kalo cari advokat untuk teliti dengan surat perjanjian kerjanya. itu kalo mau dilanjutkan krena menyangkut urusan hukum pasti butuh dana dan waktu yg bertele2.
duta
November 15, 2009 at 3:14 pm
Menurut saya juga yg penting adalah diteliti lagi kontraknya, kalau ada yg kurang jelas, minta bantuan orang yg mengerti bahasa hukum. Klo memang ada cacat hukum, barulah maju. Kita harus optimis bahwa yg benarlah yg akan dimenangkan.
OOT, saya jg setuju klo iklan Untung Beliung itu emang nyebelin. Heran, kok bisa iklan seperti itu yg dipilih utk dibuat & dipublikasikan *garuk2*
mirna
Juli 25, 2007 at 5:33 am
Lihat kontrak dulu dong bos, jangan asal maen tanda tangan aja. Kalo gak setuju dgn aturan maen disitu, ya cabut aja, cari kerja tempat laen. Emang sih proses interview itu panjang dan melelahkan, dan kalo udah sampe tahap tinggal teken kontrak, ya wajar aja kalo di pikiran kita yg penting bisa cepet kerja, tanpa liat2 isi kontrak (dulu gw jg bernasib spt ini).
Di Bank lain malah kontrak bisa sampe 2 tahun+3 bulan probation+tes kesehatan. Dan pernah beberapa orang kejadian di phk karena alasan gak lulus tes kesehatan. Kesel sih pasti, tapi ya dari awal juga udah dijelasin dan di wanti2 seperti itu, mau gimana lagi…
peace
:D
Fajar
Juli 25, 2007 at 6:33 am
wah kasian juga yah! sebagai rakyat kita terlalu lemah sih!
k'tutur
Juli 25, 2007 at 7:00 am
iya nih. sama papabonbon juga pernah ngalamin yg probation 6 bulan. kalo gak perform cut. pernah ngalamin yg dikontrak dulu 2 tahun. dan ketika harus permanent masih diputer puter pindah ke bagian lain karena ada reorganisasi. ngalamin juga baru probation 3 bulan, eh, perusahaan gonjang gajing karena diakuisisi.
gitu gitu, biasalah. emang kalau bisa nego ketika mau teken kontraknya, kudu rada fight. jadi dapatnya yah, bisa sesuai harapan.
papabonbon
Juli 25, 2007 at 7:02 am
saya ikut prihatin mas. Semoga menambah motivasi untuk mencari peluang yang lebih baik. hijrah gitu lho…
julfan
Juli 25, 2007 at 7:50 am
aku turut bersedih ya….
tapi aku juga uda lihat bahwa ketidak profesionalan di BRI memang terbukti..
beberapa hari yang lalu aku jg baru ikut tes wawancara di BRI, waktu aku tes para pejabat yang menjadi pewawancara masing2 punya kertas yng isi nya nama2 calon peserta tes yang titipan orang dalam yang HARUS DI LULUSKAN untuk calon peg nya,dan ada juga pegawai BRI yg tidak segan2 meminta nomor tes sanak family ny yng mengikut tes wawncra itu di dpn para calon yg akan mengikuti tes,GILA KAN…
itu la BUMN sekrang, prusahaan itu seprti punya mereka bersama sanak family terhormat…
maka nya yang ada PINTAR SAMA BODOS SAMA,,
di jadikan apa ya SDM zaman sekarang,,
aku cm nyarani,tetap ikhlas aja la, yakin bahwa ada yang terbaik di balik itu semua,,
hidup bukan hanya mencari MATERI tp mencari KEBAHAGIAN.
tetap bersemangat yak,,
masih banyk di luar sana yg membutuhkan dan menantikan anda…
nda
Juli 25, 2007 at 12:37 pm
buat yg kena Pemutusan Kerja, saya turut bersedih dan ikut prihatin…
tp, bila BRI yg dijadikan pihak yg salah, saya kurang setuju… kesalahan BRI adalah merubah kebijakan personnel-nya, dr “butuh” menjadi “tidak butuh”… untuk sebuah perusahaan profit minded seperti BRI, melakukan ini justru lebih “low cost” dibanding bila mereka melanjutkan programnya, krn tokh BRI bukan Yayasan Sosial… jadi, jangan tanya alasannya apa, krn sungguh saya pun tdk tahu…
kalo ada yg saya masalahkan, itu adalah UU tentang Tenaga Kerja yg sangat tidak pro pekerja… tradisi outsourcing saat ini, adalah bagian dr UU tersebut… perusahaan yg pintar, akan memanfaatkan peluang itu…
so… u can think whatever u can think of… life’s never gonna be easy for all of us… selama kita hanya menjadi RAKYAT… di negeri yg pemerintahnya TIDAK pro-rakyat…
Jangan salahkan siapa-siapa, krn kita sendiri yg menjadikan orang-orang yg memiliki PT (baca:perusahaan), mengelola negeri ini… for their mindset is just “profits”… never for the people, only for themselves…
btw, org butuh kerja sekarang… jgn nasihati untuk baca “kontrak”, bila janji pekerjaan sudah di depan mata… ‘cos now, people willing to pay, just to get a job…
so, buat temen2 yg sedang tdk beruntung… percayalah, peruntungan anda menunggu di tempat lain… tetap semangat, dan tetap mencoba mencari kerja di jalan yg benar yaa…
Salam…
sotoy
Juli 25, 2007 at 1:40 pm
saya juga salah satu korban kebijakan yg semena2 itu dan masih banyak lg teman2 yg lainnya. ketika pengumuman penempatan dan pengangkatan sumpah pegawai, saya di janjikan menjadi pegawai tetap Setelah 6 bulan training, dengan penuh harap menjadi pegawai tetap, saya menerima ditempatkan di daerah. eh……. setelah melalui evaluasi di Tingkat cabang 2X dengan nilai yg baik, tetapi terakhir di kanwil dlm waktu 40 menit wawancara saya dinyatakan tidak lulus, sungguh penilaian yg tidak objektif, karena pewawancara dari Kantor Pusat tidak tahu bagai mana kinerja saya di unit kerja. tapi ya sudah lahhhhh….
semoga Pak O C kaligis atau Pak Ruhut Sitompul membantu……………………….
KORBAN JUGA
Juli 26, 2007 at 1:49 pm
Pengambil Keputusan di BRI semoga diberi TUHAN kesadaran bahwa yang diperlakukan itu manusia yang punya hati, pikiran dan pendidikan..bukan BARANG
Saya percaya Tuhan akan membalas dengan caranya yang adil-bisa langsung ke mereka yang membuat keputusan atau nanti ke keturunan mereka.
Saya dukung temans yang mencari keadilan di jalur hukum. Hal itu lebih terhormat.
Saya doakan perjuangan temans berhasil..Tuntutlah hak saudara karena saudara telah dipermainkan.
Salam
Wahyu
Juli 27, 2007 at 3:04 am
mohon informasi perkembangan dari tuntutan teman teman
mantan traine di surabaya…
terimakasih
korban dari Bandung
Juli 29, 2007 at 12:48 pm
pak, bu, mbak, mas santaai aja laah carii aja kerjaan lain khan masih banyak toh. buktinya sampeyan2 bisa ditrima beberapa proses seleksi awal, cubalah tolong jadikan itu sebagai modal utk terus maju,…… iya khaaan.
eek
Juli 30, 2007 at 10:01 am
ternyata ada yang lebih parah dari tempat gw kerja.
djagoan
Juli 30, 2007 at 10:14 am
setau gue sih, BRI gak pernah menjanjikan para TRAINEE itu bakal semua diangkat lho. memang waktu diklat diberi tau kalo sebelumnya hampir 100% lulus, tapi tetap ada kemungkinan ada yg gak lulus. dan masa penyeleksian itu baru berakhir setelah SK Pengangkatan Pegawai Tetap keluar. jadi kalo baru 6 bulan, BRI punya hak untuk menyatakan TRAINEE tsb nggak lolos. mungkin karena prosentase kelulusan yg berkurang drastis makanya banyak TRAINEE yg stress berat. soalnya mereka sudah terlanjur berharap besar bakal diangkat jadi pegawai tetap.
kalo tudingan selama jadi TRAINEE cuma di manfaatin ama seniornya juga gak semuanya benar. emang segampang itu ngasih urusan duit ke orang2 baru?. yg ada paling mereka disuruh belajar, dan kalo mau cepet bisa, harus bela2in lembur. kalo baru mulai kerja udah mau enaknya aja, kapan bisa maju ?
gue lihat sih sebenarnya banyak yg salah jurusan pengen masuk BRI. seorang lulusan teknik sipil misalnya, tentu perlu lebih banyak mengenal dunia perbankan dibanding lulusan akuntansi. kalo dianya rajin, pasti bisa mengejar ketertinggalannya.
wayne rayney
Juli 30, 2007 at 7:12 pm
susahnya nyari kerja ya, sampe di tempat kerja gue, lulusan jurusan perikanan institut terkenal di jabar mau jadi video editor hehehe, perlu kerja keras untuk mengenal dan mencintai pekerjaan jadi kuli tv yg kebanyakan underpaid
wayne rayney
Juli 30, 2007 at 7:16 pm
lho..
ini kok jd ngelantur ke teknik vs non teknik..??
kembali ke topiik..
hehe..
wong ndeso
Juli 31, 2007 at 5:27 am
SAYA KORBAN KESEKIAN RIBUNYA DARI JAKARTA, UNTUK TEMEN-TEMEN SEINDONESIA, BISA BERGABUNG DI ANDI_BABUL@YAHOO.CO.ID , KITA BUAT GEBRAKAN BARU DARI IMANTRI (IKATAN MANTAN TRAINEE) O. K
HE… HE.. HE…….
CULUN STYLE
Agustus 1, 2007 at 12:30 pm
Untuk semuanya, thanks buat kritik, saran and masukannya. Bukannya kita ga mau ikhlas, tapi terlalu enteng and sembarangan itu yang kita ga suka. Kalo memang udah sesuai panduan Trainee dari awal, ya seharusnya trs kaya gitu, bukannya tiba-tiba berubah di akhir acara dgn alasan seleksi diperketat and alasan lain yang mereka sendiri jg bingung ngejelasinnya(yuuuukkkkkk…..). Sekedar pelajaran buat perusahaan besar, kudu mau sedikit menghargai SDM, jgn meras tenaganya aja……
Minta doa nya aja, berhasil ataupun ngga perjuangan kita-kita udah ga begitu kita permasalahkan, yang penting di generasi yang akan datang BRI lebih mikir 2 kali buat sewenang-wenang kaya gini lagi. Btw…. Buat anak Trainee Selindo yang lagi ngusahain menuntut hak-hak nya, yang semangat yupz…. :)
Juliana
Agustus 1, 2007 at 3:18 pm
For wayne rayney
Setau kami sich gitu….. Tp setau kami jg nich, yg namanya perusahaan punya standar baku kelulusan and prosedur sendiri dalam hal perekrutan pegawai. Terlepas kita lulus apa ngga, asalkan sesuai dengan semuanya itu, ya kami semua ga mungkin protes.
Susahnya lagi kalo ga ngalamin sendiri, jadi ga tau seluk beluk kami di unit kerja. Kami bersyukur bgt kalo pas jd trainee dibolehin duduk sebentar buat baca-baca or sambil ngeliat-liat buat belajar(Bisa teriak-teriak atasan ngeliat kerjaan numpuk plus kurang orang). Lembur juga kami ga masalah kalo memang senior yang ngerjain kerjaan dia sendiri dan kita cuma disuruh ngeliatin dia sambil sesekali praktek, bukannya minta izin ke atasan biar trainee ikt lembur, tp kenyataannya dia pada ngeliatin kita kerja sambil nonton or baca koran dengan santai, ditambah lagi minta kita buru-buru nyelesaiin kerjaan supaya dia bisa cepat pulang. Padahal komputer nganggur bisa dia manfaatin buat bantuin kita kerja biar cepat selesai.
Terkadang perbankan nerima lulusan dari banyak jurusan itu karena memang posisi pekerjaan yg ngga nuntut keahlian di bidang tertentu. And di BRI juga isinya bukan masalah uang aja lho….. Jadi walaupun kami ngga ngurus uang, masih banyak setumpuk urusan yangg udah di pending dari pemegang posisi yang lama, BUMN gitu lho………
Jadi please….. Jangan pikir kami ngga realistis or lainnya, ngga mungkin kami bertindak dan nanda tanganin perjanjian kerja itu tanpa dasar. Kami semua juga sadar bisa ngga lulus, tapi lewat jalur yang udah ditentuin sendiri sama BRI, bukan sembarang jalur yang bisa seenaknya direkayasa.
But anyway, thanx for your comment :)
Trainee BRI yg kecewa
Agustus 1, 2007 at 4:12 pm
ya gue tau, gak semua pekerjaan di BRI berurusan secara tidak langsung dgn uang. tapi di BRI kerjaan kan di rolling. kadang di UPN , Teller atau yg lain. betul nggak ? setau gue perlakuan untuk grade 3 begitu hehe.
terus jgn pernah mengeluh kalo kalian disuruh ama senior. anggap aja itu kesempatan lebih buat belajar, karena banyak hal yg gak kalian ketahui lewat diklat dulu. memang ada senior yg skillnya kurang, tapi masih banyak yg lain yg bisa kalian serap ilmunya.
rasa sakit hati sering bikin lupa. pasti sebel bgt udah disuruh kerja keras, eh tiba tiba ditendang gitu aja. ada teman gue yg gitu juga. awalnya dia bilang sakit hati bgt udah kerja keras tapi di PHK. sekarang dia udah kerja di AHM, kata dia bagaimanapun juga pengalaman kerja selama di BRI sudah membantuku bisa bekerja di tempat ini.
kalo mau bilang ada permainan waktu seleksi mana yg diangkat mana yg enggak, kalian pasti tahu sendiri kan ? masih merasa nggak adil soal ini ?
Tes masuk BRI begitu tertutup, cuma anak2 karyawan/mantan karyawan bri yg tau. orang luar sangat sedikit yg tahu. nempel pengumuman di kantor juga cuma beberapa jam doank.
menurut kalian adil nggak hal ini buat pencari kerja yg lain ?
kalo kata jack black sih :
give up, just quit, because in this life you can’t win. yeah you can try, but in the end you’re just gonna lose, big time, because the world is run by the man.
so don’t waste you time trying to make anything cool or pure or awesome ’cause the man just gonna call you a fat washed up loser and crush your soul. so do yourselves a favor and just GIVE UP.
wayne rayney
Agustus 1, 2007 at 6:35 pm
Wah wayne rayney banyak kenalan orang BRI yach, Grade 3 di BRI memang mencakup Front Liner/Deskman Teller and Adminstrasi….. Sekarang jadi paham khan kenapa dari berbagai jurusan bisa masuk BRI????? Karena memang posisinya global untuk semua jurusan. Dan kalo mau lebih tahu lagi tentang BRI, lebih baik cari lagi informasi yang jelas dari berbagai cabang, biar ngga salah komentar karena cuma bisa menduga-duga. He he he ;) Misalnya “emang segampang itu ngasih urusan duit ke orang2 baru?. yg ada paling mereka disuruh belajar”………………..
Mungkin batas antara disuruh sama dimanfaatkan itu tipis kaya benci sama cinta. Yang kami keluhkan bukan disuruh, tapi dimanfaatkan…… Belajar atau menyerap ilmu juga bukan berarti kita harus mengerjakan tugas atau kewajiban seseorang secara bulat-bulat khan???????????? Khan kami cuma Trainee, bukannya pegawai tetap. Yang ada volume ilmu yang seharusnya kami dapat sesuai dengan posisi kami sebagai Trainee, jadi berkurang karena ngga bisa rolling ataupun belajar secara maksimal gara-gara disuruh ngerjain tugas senior nakal yang mau santai tapi kerjaan rebes.
Memang harus diakui, banyak yang bilang masuk BRI itu harus ada saudara yang juga kerja disana. Tapi kalo memang test masuk BRI itu tertutup, kenapa banyak juga yang tahu pengumuman penerimaan pegawai BRI???? Ditanya tau darimana, ada yang bilang dari internet, teman, dipajang di cabang or unit BRI sendiri.
Sejak awal kami tidak pernah mengindikasikan ada permainan saat seleksi pengangkatan, bingung juga rasanya kalo wayne rayney bisa berpikiran seperti itu. Karena dari awal curhat sudah tertera jelas kalau kami semua yang menjadi Trainee sama-sama melewati tahap yang sulit dan berhak diangkat sesuai dengan standar baku dan panduan kami sebagai Trainee. Adil buat anda wayne rayney, kami or setiap orang itu relatif. Karena yang kami tuntut itu bukan siapa orang yang termasuk dalam 28% yang lolos jadi pegawai BRI, tapi cara BRI untuk membuat dari 100% jadi 28%. Di dunia ini juga ada aturan yang jelas, dimana hak dan kewajiban itu harus sejalan, kami sudah melakukan kewajiban kami untuk mengikuti semua aturan main yang ditetapkan BRI sebagai seorang Trainee. Jadi kami rasa wajar kalau kami menuntut hak kami, yang dari awal diyakinkan oleh pihak BRI sendiri akan dijadikan pegawai tetap selama kami bertindak sesuai dengan hak dan kewajiban yang ada diperjanjian serta panduan Trainee sebagai pendukung perjanjian.
Lebih baik menyesali perbuatan yang udah kita lakukan, daripada menyesali perbuatan yang belum kita lakukan. Maju untuk menuntut hak itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan kalah atau menang, tapi butuh keberanian untuk tidak kalah sebelum berperang. Coz cuma pecundang or pengecut yang seperti itu. Lebih baik mencoba dulu, baru bilang ngga bisa. Daripada cuma menduga-duga suatu hal yang ngga pasti. Iya khan????
Trainee BRI yg kecewa
Agustus 3, 2007 at 4:22 pm
Untuk mantan Trainee dari seluruh penjuru Indonesia, teruskan perjuangan kalian…….. ;) Selama kita tahu apa yang kita lakukan dan punya dasar yang koewat untuk berjuang, semoga perjuangan kita ngga sia-sia dan ada hikmahnya untuk kita and semua orang.
Jangan lupa kirim2 kabarnya, kirim salam buat sesama Trainee juga boleh, he he he…. Ok dech, yang semangat yaw. Semoga Tuhan memberikan jalan untuk perjuangan kita. Peace man………
Trainee BRI yg kecewa
Agustus 3, 2007 at 4:31 pm
Teruskan perjuangan!!!
Nama saya Hendry. Sekedar tergelitik utk comment. Saya pernah mengalami nasib yg sama 10th yg lalu wkt bergabung menjadi MT di salah satu perusahaan terbesar di Ind. Jika tidak hati2 wkt itu, saya juga bisa terjebak seperti teman2 trainee BRI ini.
Menurut saya, sudah jelas bahwa UU hanya mengatur tentang kary tetap dan kontrak… Tidak ada Trainee!!! Perusahaan yg cenderung membuatnya jadi abu2. Periode probation sesuai UU, selama-lamanya adalah 3 bulan utk kary tetap. Utk kontrak, maks 3 kali bisa diperbaharui sampai otomatis diangkat. Tapi utk kategori terakhir, sudah dijelaskan dalam UU tentang pekerjaan2 apa saja yang bisa dikontrak, a.l job tsb haruslah bukan merupakan pekerjaan yang timbul secara rutin, bukan merupakan bagian dari operasional perusahaan sehari-hari, bersifat khusus, dst.
Sekali lagi, tidak ada golongan trainee utk pekerja secara UU. Saya percaya adik2 trainee ini pastilah sudah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya cukup layak utk memuali masuk kerja pertama kali (terbukti dengan lulus melalui seleksi yang ketat). Kesempatan utk melatih kary bukanlah kebutuhan para pekerja baru, prshlah yg butuh melatih karyawannya, tidak peduli mereka baru atau lama!! Jangan terbalik. Jangan pernah percaya dengan prsh yg menjelaskan bahwa ada keputusan lulus/ tidak setelah menjalani masa pelatihan ttn!!! Lulus/ Tidak Lulus adalah status yg dikenal dalam probation, dan probation itu selama-lamanya 3 bulan dan tidak bisa diperpanjang sesuai UU. Utk karyawan kontrak, tidak boleh ada probation sesuai ketentuan UU.
Perusahaan sudah melakukan seleksi ketika recruitment, tidak ada seleksi yg seharusnya dilakukan lagi setelah kary direkrut!!! Probation bukan seleksi, ini merupakan periode penentuan cocok atau tidak cocok antara pekerja dan pengusaha. Masing2 dalam kedudukan setara!
Keep fighting!
Hendry
Agustus 15, 2007 at 12:52 pm
kepada seluruh eks trainee BRI, bisa gabung di milis PetisiBRI2007@yahoogroups.com
Catur Budi
Agustus 16, 2007 at 3:55 pm
Sedikit urun cerita saja..
Teman teman eks- trainne BRI, sebelumnya sudah melalui proses Diklat selama kurang lebih 40 hari, di PUSDIK BRI masing2 Kanwil.
Setelah proses diklat berakhir, perwakilan ORANG TUA dari semua peserta diklat diundang untuk menghadiri acara kelulusan.
Dan pada acara tersebut, perwakilan dari BRI menyatakan di depan semua hadirin (termasuk ORANG TUA peserta diklat) bahwa semua peserta diklat kalau tidak melakukan kesalahan secara finansial maka akan diangkat sebagai karyawan tetap.
Saya sangat bersimpati kepada semua ORANG TUA yang menghadiri acara tersebut.
ucheman
Agustus 19, 2007 at 5:27 am
BRI memang Bangsat…..jancok,asu,bajingan!!!!!!!!!!!!!!!
gw korban dr Jatim
wahyudi maharsi
Agustus 20, 2007 at 2:59 pm
Rasanya tidak salah BRI memecat orang seperti wahyudi maharsi itu. terlihat seperti apa komentarnya. memang untuk maju, seleksi menjadi karyawan harus lebih ketat.
wayne rayney
Agustus 20, 2007 at 7:04 pm
@20 Sabar mas…
Buat wayne raney or Wayne Rooney Wannabe (whatever lah)
Terkadang bila orang disudutkan pada sebuah masalah, dimana dia sudah tidak berdaya. Maka beragam ekspresi dapat saja muncul.
Umpatan dan cacian adalah hal yang sangat mungkin keluar…
niek
Agustus 21, 2007 at 2:12 am
orang bilang, sifat yg keluar saat sedang tersudut adalah sifat asli. so silahkan ambil kesimpulan sendiri :)
btw wayne rayney beda dgn rooney. kalo anda pecinta motor pasti tau kok mbak niek.
wayne rayney
Agustus 21, 2007 at 5:44 pm
Wah ga setuju sama wayne rayney … berarti klo kita ga tersudut itu bukan sifat asli, begitu ?? Ga bener itu …! Jangan nge-judge gitu donk… kasian kan para trainee BRI yang bernasib sial .. sampe dibuat “paguyuban” gitu. Ikut prihatin… Bersabarlah… Pasti Dia tahu yang terbaik.
Agustian
Agustus 21, 2007 at 11:15 pm
manusia kan punya akal. disaat normal, bisa saja nutupi sifatnya yg asli . kalo udah sumpah serapah kayak post diatas itu, jelas bgt tuh, gak salah BRI buang orang kayak gitu.
wayne rayney
Agustus 22, 2007 at 3:40 pm
Sr nich…ikut2an nimbrung…
Waduh…kok dah panas gini y….. :D
Santai…santai…BRO…
Pencarian solusi dengan tenang dan sabar….itu lebih memungkinkan untuk membuahkan hasil….
& yg tidak bersangkutan jgn nambah panas suasana….
hargailah orang yg sedang berjuang…..itu lebih membantu..
sekedar minta pendapat&saran nich…
Ceritanya begini…
Aku tuh br lulus kuliah bulan Maret 2007 kmrn, background saya Telco. Sebagai fresh graduate, stlh 1bln lulus, aku bekerja d sebuah Vendor ternama sih, tapi setelah baca2 d atas, berarti gajiku tergolong kecil donk? aku dpt 5,3jt+biaya kesehatan+asuransi+kaca mata+bonus+dll, 13xgaji/1th.
Nah sekarang ini saya mendapat panggilan lg dr:
1. Garuda Indonesia untuk posisi Engineer. (Perhubungan): tesnya tgl 28 Agustus 2007 nanti.
2. PPS-IT BRI (Perbankan): tesnya tgl 29 Agustus 2007 nanti
-Mendingan aku bagaimana?
-Kira2 hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk mengambil keputusan?
-Tentang Engineer d Garuda Indonesia: Kira2 ada info g tentang gaji dan fasilitas yg diberikan?
-Tentang PPS-IT BRI: setelah baca2 dr pengalaman2 d atas….
waduh….aku kok jd “ill feel” sndiri y….
bagusnya gmn y?….dicoba g y?
Btw…..
Untuk Mantan Trainee BRI….
Jangan menyerah untuk berjuang …selama anda d posisi yg benar…
CHAYOOOO!!!!
Wong Katrok
Agustus 23, 2007 at 11:42 am
Buat para apa yg disebut mantan trainee BRI…..
buat adik2…setelah sy baca sgl komentar klian diatas…saran saya adalah sudah lupain mslh ini dan segeralah cari pekerjaan di tempat lain..
memang apa yg uda kalian alami sgt menyakitkan…tapi akan jauh lbh menyakitkan lg klo dibiarkan berlarut2…bukan masalah kalian pengecut ato pecundang…coba klian pikirkan….waktu terus berjalan dan berjalan terus…smtr kalian msh berkutat dgn mslh yg sama…pdhl klo klian segera bergerak klian mkn uda dpt yg lain skrg…..
Uda…lupain apa yg uda kalian alami…sgr cari tempat lain…mkn rejeki kalian ga di BRI…mkn di tempat lain….
klian jg hrs sadar dgn kondisi negara ini….jumlah pekerja melimpah ruah…smtr pemberi kerja sgt sedikit sekali…g sebanding kan….dgn ini posisi tawar perush jls akan lebih besar dibanding pencr kerja….ini g hanya dialami oleh kalian…kmi2 yg uda didlm aja ngalami….
masuk BRI jg g slamanya lbh baik….klo da msk dalam br deh nyadar..”kenapa dr dulu ga nyari tempat lain?” ya ga…
udah….cr t4 lain aja….jdkan apa yg uda klian dpt sbg pengalaman…mslh senior2 yg memanfaatkan klian…ga semua bgitu…pst ada aja yg baik dan menginginkan yg terbaik utk klian….percy deh g hanya di BRI aja..di t4 lain jg akan bgitu….itu pelajaran bg kmu…mkn kmu skrg ngomong gitu..ntar klo kmu dah jd senior…..kmu y jgn gitu donk….skrg kmu ngomong dimamfaatkan ntar klo da jd senior kmu gitu jg lg….lupa ma yg diomongin skrg…
Btw…apa yg uda sy omongin ini hanya saran aja….kptsn tetap di tanganmu…klo kmu tetap milih berjuang y udah…terserah
Sudah..berjuanglah di t4 lain….jalan hidup manusia mang berliku2…apa yg kmu alami pasti selalu ada hikmahnya…jgn abiskan hidupmu utk yg sia2…jalan hidupmu msh panjang…mkn kmu bs jd wiraswasta kali…
see ya…
xeta
Agustus 25, 2007 at 12:08 pm
untung aja gue punya bank sendiri. jadi gak ngalami yang kaya gitu
bedu kertarajasa
Agustus 30, 2009 at 8:29 am
kok aneh ya……..dikalimantan tidak ada trainee yang diphk tuh………semuanya diangkat jadi pekerja tetap grade 3
shinchan
Agustus 25, 2007 at 2:14 pm
ya iyalah….kan di pulau jawa tenaga kerja banyak bgt…yg pengen disana banyak sekali dibanding pulau kalimantan….
makanya nyari tuh disini aja…ya ga?
xeta
Agustus 26, 2007 at 10:18 am
Teman2 bisa gabung di milis :
korban_bri@yahoogroups.com
(eks trainee Jakarta)
atau
petisibri2007@yahoogroups.com
(eks trainee Surabaya)
Kita lanjutkan perjuangan kita untuk menuntut apa yang seharusnya kita dapatkan…..
Bayu
Agustus 27, 2007 at 12:57 am
wah wah rame negh, gua maseh trainee di BRI, pi spesialis IT . . . .
pernah denger nama nama orang besar ga, dari sekian banyak yang gua baca ada beberapa nama yang dulunya mantan karyawan yang dipecat dari perusahaan itu eh buntutnya malah die akuisisi tuh perusahaan, so keep on positive thinking . . . .. rezeki ALLAH SWT ga cuma disini bro
gua sendiri gi nunggu pengumumuan pi sutralah, pasrah hanya ALLAH yang tau yang terbaik buat kita bro, bener kata xeta, jangan terlarut ma masalah kaya gini . .. . we still young, allot off thing that we still can do aminnn
masih trainee
Agustus 28, 2007 at 4:22 am
Bener banget bro, ada seseorang yang pernah bilang ama gw ttg kata-kata yang pastinya bisa bikin kita tetep smangat :
‘ Jika suatu hari kau jumpai hal buruk yang menimpamu, maka ketauhilah itu akan semakin dekatnya hari lain yang lebih menggembirakan ‘.
Ujian itu pasti akan membuat kita semakin kuat bro, yakinlah akan rencanaNYA yang pasti terbae buat kita. Jangan nyerah bro, tetep smangat hadapin smua ujianNYA karena kegagalan adalah sukses yang tertunda dan kegagalan bukan berarti kita ga bisa mencapai sesuatu tp dengan kegagalan berarti kita telah memahami sesuatu. Tetep smangaaaatttttttttt…….;-)
Bayu
Agustus 28, 2007 at 6:04 am
makanya wiraswasta donk…. hee… piss… :)
yayan
Agustus 28, 2007 at 3:10 pm
wah asik nich….
ada yang seneng ada yang susah
kalo gue jadi petinggi di BRI,
mending gua Outsourcing semuanya.
biar semua orang bisa ngrasain kerja kontrak and ga ada lagi pegawai tetap. trus biar yang bener2 becus kerja aja yang bisa bertahan. jadi anak cucu kite minimal besok bisa ngrasain kerja di BRI juga. meskipun cuma berapa bulan ha ha haaa
seharusnya bersyukur dech dah ngerasain gaji…..
ya paling enggak 6 bulan. minimal bisa sedikit pulih toeh modalnya.
coba yang baru seleksi dah ditendang… kan ga balik modalnya he he heee
kentang - Jember
Agustus 30, 2007 at 4:02 am
PARA BANGSAT2 BRI KANWIL JAKARTA JL. VETERAN=
1. SUPRAJARTO/PINWIL (HP:0816898840) = MATI AJA LO BANGSAT,BELUM CUKUP MUSIBAH YG DATENG AMA LO YA…….
2. EKO DJIANTORO( HP: 081321655326)= BAGIAN SDM
BANGSAT..
3. SOFYAN BASIR(DIRUT GEBLEK) ORANG LUAR PERUSAk BRI
korban kanwil jkt
September 1, 2007 at 5:26 pm
Ah, kenapa banyak orang bersumpah serapah? Setiap orang punya rejeki dan jalannya masing2. Dinginkan kepala, berpikir jernih, dan kejar cita2. Cita2 adanya di depan, dan mungkin waktu yang kita punya ga sepanjang yang kita pikir. Mendingan juga berusaha dan berdoa buat masa depan kita yang lebih baik. Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita, dan mereka (yg disumpah serapahi)… Yakin, diri kita lebih baik dari mereka? Cuma Tuhan yang berhak ngejudge…
pink lotus
September 2, 2007 at 1:53 pm
Pendapat atas kejadian ini, bahwa benar memang sebenarnya kami para mantan trainee seharusnya tidak diperlakukan seperti ini. Faktanya kami memang mempunyai beberapa data atau surat yang memang membuktikan bahwa ada peranan dari TOP MANAGEMENT BRI yang pada akhirnya membuat situasi menjadi seperti ini. Saya pribadi juga sangat merasakan kecewa dengan apa yang saya alami karena dari awal proses hingga akhir proses recruitment saya telah menaruh harapan besar untuk menjadi pekerja di sebuah institusi besar yang mempunyai nama besar dan mumpuni Tetapi akhirnya seperti ini, Apa yang sudah saya perkirakan ditangan saya akhirnya lepas juga, Mengenai kolusi perlu saya tegaskan bahwasanya setiap peluang harus kita manfaatkan sekecil-kecilnya, tetapi perlu diingat itu tidak selamanya membantu, karena kami semua melewati proses yang teramat susah dan panjang. Kami masuk diklat dan ditempa dengan banyak ilmu, tugas, dan ujian yang hampir berlangsung 3 hari sekali. Bisa anda semua bayangkan bagaimana kami semua harus berkonsentrasi untuk belajar dan itu semua kami lewati dengan hasil yang sangat baik. Sampai pada akhirnya kami menjalani OJT semua pengorbanan telah kami lakukan karena kami sadar sepenuhnya. Disinilah kami saatnya membuktikan integritas kami dan peran kami sebagai JUNIOR yang memang dimananpun anda bekerja pasti umum dilakukan. Tapi apa yang terjadi kemudian hari sangatlah pahit, Kami di- PHK secara sepihak tanpa ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, Sayangnya mungkin diantara para pejabat tinggi tersebut cuek saja, Apakah mereka tidak mempunyai anak, Bagaimana jika kejadian ini menimpa anak-anak mereka? eks trainee kanwil jakarta
sahat martogi
September 3, 2007 at 1:30 pm
Hari gene kok masih ada yang mengharapkan jadi employee perusahaan PLAT MERAH kayak BRI…… uang pelicinnya gede tapi Gaji gak seberapa. NYUNGSEP AJA….
Nyungsep
September 4, 2007 at 1:13 am
Seandainya sebagai trainee (atau bahkan mantan) anda mau belajar, niscaya tidak akan sia-sia pengalaman bekerja dalam lingkungan seperti BRI
Trainee , apapun institusinya, bukanlah karyawan tetap, seandainya karyawan tetap, pun tidak dapat berbuat apapun apabila perusahaan sudah tidak ingin menggunakan jasa kita lagi, syukur2 terima pesangon , terus udah de
seperti kata papabonbon, rasa aman itu harus dibuat sendiri, bagaimana caranya ? dengan memperbanyak pengalaman sehingga kita lebih tahu bagaimana harus bersikap dimasa depan
rakhmatp
September 7, 2007 at 6:25 am
untuk semuanya saja, yang membaca bisa dilihat saja siapa saja yang lulus evaluasi terakhir. InsyaALLAH semua mempunyai koneksi dan nepotisme”terutama yang mempunyai hubungan kandung entah ibu or ayahnya yang pegawai BRI, waalupun ada putra pegawai BRI yang tidak lolos, itupun dia mengaku karena dia tidak ingin lulus gara2 cara kotor. jadi jangan heran. bila BRI itu yang berkoar2 melayani sepenuh hati, tp sebenarnya melayani keluarga sendiri. tapi untuk daerah lain saya minta maaf, kenyataan ini untuk daerah jawa timur. fakta2 lain ketika tes terakhir, ada seorang yang tes karena kemapuannya menjawab. sampai2 pewancara mengacungi jempol dan membukakan pintu karena kemampuanya, tp malah tidak lolos. malah ada yang tidak bisa kerja sama sekali. pendidikan pun hampir tidak lolos, hanya karena orang tuanya BRI lolos. boleh di cek satu persatu. bukannya kita emosi, tp jika yang diterima kemampuannya seperti itu, ya gimana lg. dan buat p. SOFYAN BASIR. HATI2 RENCANA OUTSOURCING ANDA. TIDAK COCOK DI BRI. COZ BRI BUKAN BANK RETAIL. APALAGI BRI UNIT. YANG MRERUPAKAN BANK KATROK YANG TIDAK BISA DIISI LEWAT OUTSOURCING.
mantan fronliner bri coz qt bkn trainee
September 8, 2007 at 1:00 am
@ nyungsep
gaji gak seberapa itu relatif lho :D mungkin bagi anda kecil, bagi orang lain bisa sangat besar . outsourcing bri aja banyak yg minat tuh.
dan yg jelas gue lihat BRI sering keluar bonus. cuma dgn ganti dirut baru ini emang agak seret :D apalagi THR juga nantinya cuma 1x gaji .
paling enak memang wiraswasta . lebih baik menggaji daripada digaji. atau jadi pembalap Motogp aja sepertiku :D
wayne rayney
September 10, 2007 at 6:41 pm
Masih untung dapat THR sekali gaji….. Duit bonus + THR karyawan BRI habis buat beli ratusan mobil New CRV tuch…..
Nyungsep
September 11, 2007 at 12:39 am
Hehehe…..
ternyata angkatan dibawah gw yah….
masih mending bru… gw sempet kontrak 2 tahun dengan iming-iming di ikutkan seleksi menjadi pegawai tetap di BRI KANTOR PUSAT…. yang akhirnya dengan gampangnya dibilang tidak dapat dilakukan karena ada PP tenaga kerja dari pemerintah yang diadopsi oleh BRI sehingga tenaga kontrak bukan penempatan menjadi tenaga permanen atau tetap…
Salam Tuk Pejabat Div. OPS BRI..
gimana kabar Mega Project
TRANSFORMASI OPERASIONAL DAN SERVICE MANAGEMENT…
berapa yah biaya yang dihabiskan sampai terakhir hehehe
PS : sebagian dari kita malah ada yang bayar denda demi ikutan trainee pegawai tetap n akhirnya di kick juga…
Heru.edhi
September 11, 2007 at 1:46 am
>wayne rayney
dpt tembusan drmn klo THR BRI cuma 1x gaji? Klo bnr brti big boss yg dr org partai ga pny hati nurani.Dlm keadaan srb mahal peg nya smkn di press aja.Tuk para trenee yg gagal ga usah terlalu kecwa ambl hkmh nya aja.Sapa tau di tmpt lain kalian lbh sukses drpd peg ttp BRI nya.
@lfa
September 11, 2007 at 7:50 am
saya dengan sakit hati ikut prihatin. ya bgitu BUMN zaman skrg,saya pernah ikt dites yg daftar ribuan tp kt g tau diambl brp,,taunya dimbl krg dr 1% pa g skt ht.skrg zamannya duit sp yang py duit dia yg mng,jgn kaget saudara.tp kt jgn pts asa biasa sprt kt d buat permaninan ma mrk.mn mj indonesia n korupsi tmbh buuaaanyaak bkn byk lagi. maunya murah tapi brkualwitas sama aja ngr ni g bondo mlh pgn untg banyak.
andi
September 11, 2007 at 9:41 am
BRI skrg ni bkn py rakyat tp py org brduit slogan aja diperbsr tp kinerja malah g bkaruan lht ja masyarakt banyak yg nbung di swasta, coz pelayanan g becus liht kl d bank swasta lynan bagus bagt coz selecsi bener..lht dr orgx ja gendut2 n jelek2 trllu mkn duit hrm…n sebaliknya swasta.
dhureh
September 11, 2007 at 9:49 am
Dari kami buat para petinggi di BRI
Mungkin kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami cuma bawahan.
Namun tidak adakah sedikit rasa menghargai dari kalian bahwa kita sama.
Tanpa kami pasti kalian juga bukan apa-apa.
Tapi kami bangga pernah bersama kalian.
Walaupun sekarang kalian sudah tidak membutuhkan kami lagi.
Kami yakin ada kekuatan besar yang menopang kami karena keputusanNYA adalah yang terbaik.
Dan tempat terbaik kami kelak memang BUKAN BERSAMA KALIAN.
Blackstone
September 11, 2007 at 10:03 am
@lfa
orang2 BRI sendiri yg ngomong :D
makanya buat para trainee jangan habiskan waktu kalian buat nuntut. ngabisin waktu. paling juga kalah. kalah duit yg jelas.
cari kerjaan lain yg lebih layak. buktikan kalian bisa lebih baik, gak cengeng seperti beberapa nick yg ngomong kotor di blog ini .
wayne rayney
September 11, 2007 at 5:31 pm
Saya ikut prihatin terhadap teman2 diatas.
Jangan menyerah, segera bangkit dan coba mencari pekerjaan lain, mungkin memang rezeki nya bukan di BRI.
Saya mau nanya, trainee yang dimaksud diatas apakah sama dengan PPS BRI ?
Kebetulan saya sedang mengikuti tahapan seleksi PPS-IT BRI.
Terima kasih
Peserta Seleksi PPS-IT BRI
September 12, 2007 at 12:19 am
Wah Teman-teman ex Bri…sebenarnya di perjanjian kerja BRI pas penandatangan pertama kali tertera di situ bahwa training tersebut masih “menganut sistem Gugur” so kita kudu bisa nerima…so klo kita nuntut..percume..ya kaga??
Mendingan kita cari kerja ditemapt lain, banyak teman saya yang tidak keterima di BRI mereka keterima MT di bank BUMN lainnya…so fail is only succes delayed bro en sis…OK keep Fight….Semangad
Jamaikan
September 12, 2007 at 3:17 am
Nah lho.. Klo dah ada perjanjian ky gitu jd apa sich yg mo kalian tuntut ? Buang2 wkt aja khan.,apa lg ampe keluar kata2 hujatan yg yg pukul rata cuma nambahin dosa, krn gw yakin klo di stiap bidang apapun pst ktm dgn org baik/buruk perangai nya.Mgkn kelak di tmpt kalian yg br meskipun lbh hebat dr BRI pasti ktm jg mslh yg serupa.
@lfa
September 12, 2007 at 3:38 am
Sebenernya si kita uda ga terlalu mempermasalahkan lagi apakah kita bakal diangkat lagi / ga dengan adanya masalah ini. Namun satu hal yang kita ga bisa lupa, bank BUMN sebesar BRI melepaskan para trainee nya karena akan merubah manajemennya dengan merekrut karyawan dari outsourcing dan tidak akan pernah lagi mengangkat karyawan tetap lagi. Dan perubahan manajemen itu secara TIBA-TIBA. Ada cerita di beberapa kota, kalau pihak BRI telah mangangkat traineenya dengan memberikan SK Karyawan Tetap dan berbicara didepan orangtua kita kalau kita telah lulus tahapan evaluasi. Dan beberapa hari kemudian smua itu DIBATALKAN. Coba kalian bayangkan bagaimana perasaan teman2 kita itu. Namun biarlah itu menjadi kegagalan yang tertunda. Kami yakin suatu saat kami dapat yang lebih baik lagi krn DIA Mengetahui Sgalanya. Tetep smangat guys….
Abi
September 12, 2007 at 4:05 am
gue dukung pejuang2 ex trainee BRI, pokoknya maju terus pantang mundur..memang semua yang namanya berbau sistem di negeri kita ini udah hancur2an. Tuhan beserta Kalian
belum_jadi
September 12, 2007 at 4:48 am
kata sapa thr 1 x gaji, gw yg peg bri blum denger tuh, tp gak akan kurang dr 2x GAJI KOTOR (spt yg udah2) buat pr ex trainee, mending cari kerja di tempat laen aja, btw sebenernya apa sih yg kalian tuntut?
le garcong
September 12, 2007 at 3:02 pm
ya ditunggu aja pak :D semoga lebih dari 1x gaji.
wayne rayney
September 12, 2007 at 6:11 pm
ooy ini ajang THR BRI atau exBRI yang Kuciwa??…….hehe
Jamaikan
September 13, 2007 at 3:11 am
hanyut dlm kesakithatian mungkin akan sangat menyita energi.
yg paling tepat jalankan saran Pak Tirtaamijaya di atas. pelajari fakta hukumnya, kuat ataukah tidak. jika kuat, segera ke pengacara.
saya ikut mendoalan, semoga Yang Maha Kuasa punya rencana terbaik di balik itu…
hampir 30
September 13, 2007 at 5:50 am
waduh kenapa ya?
sebenarnya saya kurang mengerti apa yang kalian kisruhkan…
Saya punya teman yang sekarang sudah di BRI. Dulu dia masuk lewat jalur PPS-IT dan sekarang sudah bekerja sebagai karyawan tetap di kantor pusat Jakarta.
Dia menjalani masa pendidikan selama 1 tahun, kemudian diikat dinas selama 3-5 tahun.
Kalau dari pengalaman dia, sepertinya tidak ada sesuatu yang tidak pasti yang pernah dia alami, dibandingkan persis seperti comment2 di atas.
Dia lulusan S1 Elektro universitas terkenal, dan masuk langsung di grade (kalau tidak salah) 4 (atau mungkin 3 yang mau berakhir ke 4 gitu lah, soalnya saya kurang mengerti).
Nah,
kalau yang dimaksud teman2 semua adalah lulusan S1 tapi tidak menjadi karyawan tetap, barangkali saya harus “geleng2 kepala” karena kurang paham.
Sebenarnya apa yang terjadi sih di BRI?
Btw, teman saya masuk lewat jalur hukum yang benar…
Tidak ada unsur Nepotisme dan KKN lainnya. Dia lolos atas dasar hasil testing yang dijalaninya sendiri, tanpa ada campur tangan orang dalam.
Saya rasa, BRI masih fair dalam perekrutan.
Barangkali untuk grade 3 ke bawah yang kurang fair…
Grade itu mungkin direncanakan untuk dibuat jadi Out Sourcing…
Saya pernah dipanggil tes BRI semasa baru lulus, namun tidak saya jalani karena sudah keduluan perusahaan PMA lain, hehehe…
Tapi jujur saja, PPS-IT dan PPS-UMUM adalah program yang baru dijalankan… Program itu punya spesifikasi khusus untuk calon pelamarnya, sebab saya yg punya kualifikasi cocok saja ga dipanggil mengingat umur sudah tidak masuk kategori… (memble deh… ^_^)
Atau barangkali ada yang menambahkan?
justin
September 14, 2007 at 4:24 am
saya ikut mendoakan….
mami
September 14, 2007 at 4:43 am
waduh, kalo dini caranya gw jadi mikir2 ya, sebagai fresh graduate, gw unpad 2003, akun, bingung niy mau kerja dimana?pengennya suy bumn, tapi, ada masukan ga dari temen2?
iqoy_baru apply trainee
September 14, 2007 at 5:57 am
Ga usa bingung2, coba aja semua peluang krn kesempatan ga dtg 2 kali. Dan tentu aja rejeki uda ada yang ngatur jadi ga perlu takut ga kebagian asal kita tetep mo usaha & maksimal doa. Karena rejeki ga akan ketuker. Tetep smangat guys….
Azka
September 14, 2007 at 6:08 am
Terus terang saya prihatin dengan apa yang terjadi terhadap para eks trainee,….
Memang benar dalam perjanjian kontrak selama masa trainee pegawai ybs masih sangat mungkin untuk tidak lolos, n tp klo hanya 28% yang lolos itu sangat2 harus dipertanyakan….
1. Apakah perencanaan SDM di BRI yang kurang matang sehingga analisa kebutuhan pegawai tidak sebagaimana yang seharusnya.??
2. Apakah hal tersebut diakibatkan proses reorganisasi didalam BRI sendiri sehingga berdampak pada perubahan manajemen SDM (dhi cthnya lbh cenderung ke tenaga outsource) sehingga yg menjadi korban adalah peg. trainee??
3. Apakah mungkin terjadi KKN dimana para traineer yang sudah menjalani trainee akhirnya diganti oleh pegawai titipan.??
4. Ataukah emang hanya 28% itu yang memiliki kualifikasi dan kompetensi untuk menjadi pegawai BRI (terus terang untuk yang ini saya sangat tidak yakin)???
Saya kebetulan bekerja disalah satu bank bumn juga saingan BRI, masalah SDM pasti banyak terjadi di semua perusahaan entah itu ketidak puasan, ketidak adilan atau apapun itu dan begitu juga yang terjadi ditempat saya bekerja. Tetapi setelah saya baca apa yang terjadi pada para rekan2 eks trainee BRI saya merasa bersyukur betapa bahwa tempat saya bekerja memperlakukan para traineer jauh lebih baik. Pengalaman saya disini faktor ketidaklulusan para trainer <10% (bisa dikatakan klo dah mengikuti OJT hampir pasti lulus) disamping itu justru ketidak lulusan lebih banyak pada sesi classical (didalam kelas dhi: nilai dibawah standar).
Masalah reorganisasi juga sempat menjadi bahan perbincangan dikalangan traineer pada saat saya sedang menjalani trainee, dimana pada saat itu ada salah satu unit kerja ditempat saya bekerja yang akan dihapuskan dan tentunya hal ini akan berdampak pada para traineer yang sedang trainee diarea kerja tersebut namun sebagai bentuk pertanggung jawaban manajemen maka seluruh trainee yang sedang menjalani trainee dibagian tersebut dialihkan untuk menjadi staf pada area kerja yang lain dengan kualifikasi “semua lulus”……..
Well, Met berjuang…….
Bank Saingan BRI
September 14, 2007 at 7:41 am
saya ollang rekrutan kanwil makassar…..saya sangat prihatin sistem rekrutmen ditempat saudara, padahal saya alami sendiri mulai dari seleksi pertama sampai seleksi ke enam tidakdipungut biaya se senpun, bahkan kami dijamu sepertinya tamu agung, awalnya sih saya tidak percaya tp saya telah membuktikannya sendiri, bahkan adik dari wapinwil bpk Zainuddin Mappa sendiri tidak lulus tes wawancara akhir….
kalau saya boleh berpendpat :
1. untuk ex trainii, periksa kembali perjanjian kerja saudara, bicarakan dengan yang mengerti hukum, kalau memang benar perjuangkan hak kalian. kami hanya bs mendoakan dari sini. anda masih muda, kesempatan anda msh luas, apa salahnya juga mencoba ditempat lain, masih banyak yang membutuhkan saudara.
2. untuk Rizko, mohon maaf…bagi saya aturan itu untuk kepentingan bersama untuk menjaga agar dana yang disalurkan PT. taspen melalui BRI bisa sampai dengan aman , gimana seandainya dananya tidak sampai pada yg berhak, kasian pegawainya bisa di PHK (hukuman Finacial).
3. sejak bpk rujito (ex dirut) diganti banyak perubahan yang terjadi dengan kebijakan kesejahtraan SDM mulai dari perekrutan sampai pemberian hak termasuk kami pekerja tetap level bawah.
mudah mudahan dari semua kejadian ini mendapat hikma yang dapat dipetik.
ollang
September 15, 2007 at 5:24 am
ah….kamu para trainee jgnlah putus asalah kau……..ahhh..apalah itu,kalo ku bilang BRI itu hebat yah hebat…yang gak tau nya kau gmn di BRI tuch yang kurang ajar
yah dirut nya skrg,kalian sewa ajalah pembunuh bayaran drpd sewa pengacara kalian mahal-mahal….betul nggak..?”bountyhunter.com”okelah anakku …jgn lah kau bersedih pantatnya itu bos2 di BRI itu semua
bang bonar
September 15, 2007 at 7:17 am
yup…itu dia…
pas kali apa kata bang bonar
tapi sepertinya….
aku gak perlu nyewa pembunuh bayaran….
sebab, aku sendiri yang akan turun mengesekusi mereka satu persatu…
aku sedang mempersiapkannya bos…
tunggu saja kabarnya bos….
anak medan
September 15, 2007 at 2:07 pm
ah tadinya aku mau ikut kasih komen, tapi malas ah, letih aku melihat tulisan anak 2 cengeng tu.
yuki medan
September 16, 2007 at 8:21 am
wah kok jadi rame gini ya?
setau saya penerimaan karyawan di BRI terbagi menjadi 2 yaitu staf dg jalur CS (calon Staf) sejak taun 2005 menjadi PPS dalam grading BRI menjadi officer dg grade 7 sejak 2005,penerimaan CS/PPS baik umum atau IT ditangani langsung oleh Div SDM Kantor pusat, trus jalur yang lain adalah pelaksana dalam grading bri menjadi clerk dg grade 3, penerimaan sistem ini ditangani masing Kanwil, kecuali kebutuhan pelaksana Kantor pusat ditangani oleh div SDM. kalo di lihat karyawan dengan grade pelaksana di BRI menempati jumlah yang terbesar yang tentunya menjadi cost yang besar pula apalagi kalo pegawai tetap ( ada insentif, bonus, THR, Cuti, jaminan kesehatan, dana pensiun, jamsostek) . mungkin akan berbeda dengan outsource dimana perusahaan hanya membayar pengali sebanyak 15 (12 gaji, 1 THR, Cuti, dan Jamsostek)…sekedar pendapat pribadi. IMHO orang kerja itu kan kayak cari ikan dilaut, ya kalo lautnya dah menipis ikannya cari laut yang lain dong..
@korban kanwil jkt
walah sampe segitunya..dari detikfinance bekas pinwil jkt tsb malah jadi direktur tuh sejak RUPSLB kemaren…
@nyungsep
dari pengalaman temen2 saya gada tu yang pake uang pelicin
@Abi
tetep semangat, pasti ada jalan yang lain.
@wayne rayney
kalo hasil penerawangan gw kok 2.5 kali tapi di setujui 2 saja , thr nya..he..he.. (kata basis ups…..)
ali
September 16, 2007 at 1:01 pm
@ ali
lumayan deh buat pegawai BRI kalo masih dapat 2x gaji :D
wayne rayney
September 16, 2007 at 4:27 pm
hEHE seru nich ngomongin BRI…
@ Kentang – Jember
Komentnya empuk banget, pokoknya setuju 100% dech!! BAiknya semua karyawan di Indonesia itu outsource biar kerjanya lebih serius! Biar ga timpang, yang berpotensi naik, yang ga berpotensi turun, TUL GA?
@Ali
Mana yang bener nich, dari beberapa orang BRI yang gua tanya mereka bilang 1) ga pake pelicin tapi pake sodara 2) pake pelicin lewat sodara 3) murni ga pake apa-apa (kalo yang ini pake keberuntungan ilahi) 4) ngibul habis waktu interview, jilat habis waktu jadi trainee 5) pake otak (orangnya emang bener2 pinter)
Kalo menurut gua, semua hal diatas itu ada benernya, wong semua orang juga udah pada tau kok.
BUAT MAS PRIANDOYO, TOPIK TENTANG UANG PELICIN PENERIMAAN PNS, POLRI, ABRI, DAN BUMN KAYAKNYA 100% NENDANG!
dga
September 18, 2007 at 11:58 am
Allow, Aku sekarang posisi juga trainee di Wil Jogja, dulu aku sebelumnya gak pernah diberitahu bahwa trainee sekarang memang beda “edan kali”, asal tau aja aku dulu sebelum aku adalah staff tetap di Bank Asing yg gaji lumayan, dan juga banyak teman teman angkatanku sudah bekerja, Adil ngak??? waktu wawacara, recruitment, dan waktu diSendik jelas jelas dibilang pegawai tetap, klo niatan BRI gak mo bunuh anak bangsa ato nambah nambah penggaguran pastilah kasih tau lah jumlah kuota, jadi kita masih mikir-mikr untuk out dari pekerjaan kita. sekarang aja hari ini 21/09/2007, gembar gembor 15% jatah yang diambil, edan tenan,
Denger denger karena Dirut Sofyan Basir lagi dukung Mr.XX (biasa disingkat 2 digit) maju pilpres 2009 maka kita kita lah (baca TRAINEE)yang harus dikurbankan kali, BRI sekarang kuda politik Mr.XX dan para Direksi Bejat (maaf, banyak pegawai tetap senior yang bilang gitu) mungkin akan punya posisi empuk menjadi Menkeu, Gub. BI etc. lihat aja jika Mr.XX menang di Pilpres 2009 nanti. Aku sangat mendukung apa kata seniorku (pekerja tetap), untuk patungan menyewa Sniper. Oh…….nasib Trainee…………….Korban Pilpres 2009, Basyir Basyir jasamu tiada tara….menambah orang stress dan pengangguran.
Tolong Donk, Sapa bisa bantu………………
Trainee Sniper
September 21, 2007 at 6:23 pm
waduh..waduh makin gerah aja hari ini..
waooww..emg gitu ya?!
gw fresh graduate slh satu institut di jabar yang lg ikutan PPS BRI n udh masuk tahap 4 prikotes+intvw lnjutan Psikotes n mash stgh jln lg,,jd pengen tau…ooo ya buat eks trainee bri..SMANGAT AJA,,tunjukkan aj klo kalian itu mampu buat dpt yg lebih baik dan dalam posisi yg lebih baik juga..klo emg klian bnr2 qualified..yakin 100% klian dpt yg lbh bae..btul g bro..life must go on..bener tu waktu terus berputar jgn habisin waktu klian untuk berkutat dalam masalah yg sama,,,jadiin aj ini pglaman yg amat sangat berharga buat kita smua..gw doain smuanya jd org suxes yup..SEMANGAT..inget aj slogn LG—>Life’s Good,jd apapun masalahnya..jadikan smua itu sebg tambahan ilmu yg memperkaya diri kita..hehe (sok iye bgt si gw)..n satu lg rezeki udh ad yg ngatur..jadi mungkin inilah keputusan terbaik buat kalian..Tuhan selalu punya rencana terbaik buat umatnya yg berusaha..jd usaha terus ya..SEMANGAT!!!!
cuzz
September 22, 2007 at 9:37 am
aku juga korban otak sinting petinggi BRI “SB” bareng kroni-kroninya.gmn tidak aku dah berjuang 6 bulan selama trainee malah diinjek injek sama kebijakan yang membinasakan.padahal Pinwil Jawa Timur dah ngumumin klo kami adalah pekerja tetap BRI asal gal “neko-neko”.apa hasilnya?aku seharian kerja ampe malem gak di hargai sama sekali.trims sama bapak GUNAWAN dari Pusat,INDRA PRASENO dan RAKHMAD dari Kanwil BRI Surabaya yang udah tidak meluluskan aku.
ANDA TIDAK TAHU GIMANA KERJA KAMI..
JANGAN SOK TAU…
PAKE HATI NURANI
TERIMA KASIH SEMOGA SEMUA PETINGGI BRI SELALU SEHAT..
TERUTAMA PARA DIREKSINYA YANG BUAT KEBIJAKAN YANG MENYAKITKAN
COBA ANDA LIHAT AIR MATA ORANG TUA,KELUARGA KAMI
LIHAT,,DENGAR,,RASAKAN….
SAKIT PAK…………………..
KORBAN REKRUT BRI JATIM'06
September 27, 2007 at 3:58 pm
Memang……
Yang pada awalnya kita pikir sesuatu itu akan menjadi milik kita……
Namun teman,
Kita harus sadari bahwa sesuatu itu bukan milik kita dan kita harus siap kapan saja diambil oleh pemiliknya…..
Mungkin ada rencanaNYA yang lebih bae yang DIA persiapkan untuk kita….
Sabar saja teman, akan ada hari lain yang lebih menggembirakan dari hari ini….
Jangan putus asa untuk terus memohon ridhoNYA dengan sabar dan sholat….
Tetep SMANGAT !!!!!!
Azka
September 28, 2007 at 5:58 am
sabar2 aja masih ada pengganti BRI, yaitu NRI Perjuangan meskipun hanya seorang tenaga outsourching seperti PKSS (Pekerja Karya Sedih Sementara). Gak pa-pa emang udah ada garisnya disitu tapi apa boleh buat kalo rejekonya disitu OKE Guys !!!!!!!!!!!!! Tetap semangat
etika
Oktober 2, 2007 at 1:06 pm
percuma semua yg diperjuangkan.
–sensor–
lae togar
Oktober 2, 2007 at 2:42 pm
wah yg komentarnya kasar2 itu memang gak pantas kerja di bank. nanti ujung2nya kalo jadi karyawan malah nyolong :D
wayne rayney
Oktober 2, 2007 at 6:11 pm
Jadikan saja ini hikmah buat temen2. Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita. Saya punya pengalaman, di tahun 2005 saya ikut recruitment Frontliner BRI Grade 3. Hasil seleksi itu cukup mengejutkan dari 12 org peserta seleksi akhir (kesehatan), hanya 1 org yg nggak lulus yaitu SAYA. Sedih sih pasti, krn saya dan orang tua sangat berharap. Saya juga sempat menduga2 ada yg tdk beres. Tapi semua saya kembalikan kpd Allah. selang sebulan setelah itu saya direcruit sebuah jaringan hotel internasional sebagai marketing. 6 bln kerja ada lowongan untuk AAO (Associate Account Officer) BRI Grade 5. Iseng2 saya ikut seleksi lagi, dan akhirnya lulus, dan sekarang sdh diangkat sbg karyawan tetap sebagai AO.
Tetap semangat teman2, cari peluang lain.
Jangat TAKUT untuk memulai hal baru
Jangan MENYESAL jika blm berhasil
AAO BRI
Oktober 5, 2007 at 11:57 pm
semoga wayne rayne dibuang sia-sia, seperti trainee bri sekarang, biar dia merasakan rasanya dibuang oleh orang yang memanfaatkan orang lain karena politik, bri dah dibawa ke egoisan politik, trainee jogja cuma 3 bulan dah dibuang dengan alasan penuh kebohongan, gimana bisa tau kinerja jika 3 bulan dah ada hasil sebelum tes, bahkan ada info dari dalam bri yang diambil kuota jogja 40% tapi kebanyakan dari titipan, sedang bukan titipan yang lolos hanya buat tameng jika ada protes publik, yang titipan disembunyikan, biar publik taunya ga ada titipan,
namanya juga bank ruwet Indonesia, semuanya ruwet,
inilah ciri bank yang tidak profesional, katanya bri bukan riba, tenyata dalam perjanjian kredit/kupedes dinyakatan, “ada bunga dan ongkos-ongkos” namanya juga riba coy, konsumen kredit diakali pengembalian bunga, padahal bank lain lebih murah, jangan sok lu bri lihat aja kehancuranmu
trainee bri
Oktober 6, 2007 at 1:56 pm
buruknya aja yg loe utarakan. tuh kan oknum ….kalo loe rasakan. sebenarnya kalo loe pung nyali loe harus lawan waktu itu jangan sekarang loe mulutnya besar gitu sekarang.
duta
November 15, 2009 at 3:35 pm
buat exs trainee bri, kita dah dapat ilmu, rahasia, sistem bri. kenapa ga kita gunain aja, banyak bank lain yang ingin nyontoh sistem unit, kita pake aja cara bri, bank lain juga banyak yang mau, toh itu ilmu yang mahal, kenapa kita ga bisa jual ilmu kita ke tempat yang menghargai kita, bri mo hancur ato apa biarin aja,
trainee jogja
Oktober 6, 2007 at 2:07 pm
Ayo ayo mami PKSS sudah datang, sapa jadi member, tu nasabah sudah datang tolong di service sepuas puasnya. mami PKSS tak menghitung potongan gaji kalian, Satpam dan Penjaga malam 4,2 jt tapi kalian terima @ 1jt saja saya, kan sisanya buat mami, deskman 1,6 juta ya….Ayo yao laris manis.
PT.PKSS
Oktober 7, 2007 at 10:27 am
Kalian semua itu ngomong apa, emang gw disini gak pusing, gw pusing neh jack, lagi bingung neh, 2009 jadi gubernur BI ato Menkeu ya?
Sofyan Basyir
Oktober 7, 2007 at 10:32 am
Hahaha…
Heh ada Sofyan Basyir looo.. kamu ketauan..!!
Agustian
Oktober 7, 2007 at 3:50 pm
wah kalo skill gak ada emang sakit hati kalo dibuang :D beda kalo punya skill bagus. dibuang, masih banyak yg mau nerima . oknum trainee bri itu memang pantas dibuang :D
wah kesannya gue orang bri. padahal nabung disitu aja enggak.
wayne rayney
Oktober 7, 2007 at 3:51 pm
sebenarnya kami juga dah kerja di perusahaan jadi karyawan tetap, bahkan dah berprestasi, dulu pernah berharap lebih baik tapi ternyata kami hanya dijebak oleh manajemen yang tidak hanya menghancurkan trainee tapi juga dah hancurkan sistem bri, kalo dari awal kamu diberi tau kalo outsourching, pasti kami tidak akan masuk bri, dari awal sistem penyaringan seperti pegawai sebelumnya, bahkan kalo dihitung tes dah lebih dari 18x, tapi setelah training baru diberi tau sistem baru, dengan alasan dari pusat, memang kami hanya dijebak, maunya tenaga kerja bagus tapi dengan harga murah, pake alasan kurang berkualitas, kalo trainee di tes sama deskman, aku yakin menang trainee, bahkan tidak sedikit junior jabatannya lebih cepat dari senior deskman yang sudah kerja lebih dari 5 tahun, coba manajemen itu diadu pertanyaan dengan trainee, aku yakin pemahaman trainee tidak kalah bahkan yakin menang, manajemen hanya maunya tau hasil tanpa tau kebutuhan dan pemahaman terhadap kondisi sebenarnya, ya begitulah jika pemimpin dari outsourching+hanya titipan politik orang, yang dibawah (unit) kerja keras, yang diatas cuma OD (omong doank) ga bisa laksanakan, aku cuma mau bilang kasihan unit, dah ngasih laba besar 3T lebih tapi ga dapat yang mereka mau, trainee bisa cari kerja lagi, trainee ga akan mati hanya karena ga lolos di bri, emang rejeki cuma bri, toh bentar lagi bri juga akan dirampingkan dengan bumn lain, biar rebutan sendiri, ha ha ha ha, sungguh kasihan kau unit ga punya tenaga sdm, kerja banyak tapi gaji diinjak2, aku turut berduka cita, inilah gambaran manajemen yang tidak berkualitas, begitu kok mau calonin jadi gubernur BI atau menteri keuangan, nafsu tuh yang gede,
tebu
Oktober 8, 2007 at 1:14 pm
hai trainee bri, yuk kita semangat lagi, sekarang aku dah kerja lebih baik dari di bri, gaji + jabatan lebih ok, tinggalin itu bri, cabut aja, mumpung hidup masih ada, kenapa ga lebih baik, buat wayney reney kalo ga tau keadaan sebenarnya jangan cuma mbacot aja, belom ngrasain, kalo ngrasain paling u cuma bisa sama kayak trainee, memang manusia kalo ga ngrasain sendiri bisanya cuma mbacot, semoga kamu ga seperti kami2, untuk pejabat2 manajemen, saya ucapkan terima kasih dah ga lolosin, sekarang aku dah dapet yang lebih baik dari bri, gaji ku lebih gede dari trainee bri bahkan 2x dari deskman di bri, jabatanku lebih tinggi, bahkan lebih tinggi dari deskman yang kerja di bri 3tahun, jangan mau jadi budak bri, HIDUP TRAINEE, tetap semangat dan teruskan hidup, didepan masih ada matahari, salam dari trainee jogja
tebu
Oktober 8, 2007 at 1:42 pm
walau gue gak kerja di bri, gue tau kok isinya. banyak teman gue kerja disitu.
btw baguslah kalo loe dapat kerjaan lebih baik. lebih bagus dibanding teman2 loe yg cuma bisa ngeluh doang.
setahu gue sih yg bakal dirampingin itu mandiri ama bni.
2x gaji deskman berarti sekitar 4-5jt ya ? lumayanlah buat pemula.
wayne rayney
Oktober 8, 2007 at 4:47 pm
hahahahahah, ketawa buat wayne reyney, sok tau banget sih, yang dirampingkan itu mandiri ma bni jadi 1, btn ma bri jadi 1, makanya jangan sok tau tentang orang, ga tau aja kok banyak komentar, tong kosong nyaring bunyinya, otak kosong banyak bicara, temenmu pejabat ya sama aja enaknya, maaf yah 4-5 juta di perusahaan lain karena mereka tau potensi sdm, sorry dalam kerja aku ga pemula, dah banyak pengalaman, kayak trainee lainnya yang dah kerja², mungkin sebaiknya kamu hidup dulu jadi orang yang dibuang yah, dah ga tau bilangnya sok tau, ga tau trainee bilangnya macem², kasihan u wayne reyney, dibayar berapa mau belain sampe segitunya, sapa yang tau u ga kerja di bri? u boong orang juga ga tau, u membual orang juga ga tau, kan ga ada buktinya,
tebu
Oktober 9, 2007 at 12:02 am
Wow… woow.. tenang tenang… ga perlu dilebih-lebihkan gitu. Sampe diulang-ulang. Sabar-sabar ….
Agustian
Oktober 9, 2007 at 1:09 am
buat rekan-rekan ex trainee yg kecewa, kami pekerja tetap BRI ikut merasakan kekecewaan rekan2. Supaya jangan sia-sia pelajari lagi kontrak tertulisnya & silahkan berjuang melalui hukum supaya bisa clear permasalahannya. sekedar info bekerja di BRI bukan seperti masa kepemimpinan pak RUDJITO, banyak perubahan di masa Pak SOFYAN BASYIR ini. Kita gak tau apa karena dia ex Bukopin sehingga tidak menjiwai BRI yg dimasa pak Rudjito sangat menghargai SDM. Rekan2 masih punya kesempatan masuk BRI melalui penerimaan CS (Calon Staf) atau AAO (Associate Account Officer) yang gradenya lebih tinggi di banding kami yang sebelumnya masuk melalui jalur Front Liner yang memiliki kesempatan kecil utk menjadi CS atau AAO meskipun pegawai tetap. Peraturan baru sekarang saja Meskipun Kami sarjana S1 tapi BRI memandang kami Sarjan D3 yang alasannya kami tidak mengerti. Jadi jika rekan2 masuk melalui CS atau AAO anda dipandang sebagai Sarjana S1 apapun latar belakang pendidikan anda. Sukses!!!!!!!!
PT BRI
Oktober 12, 2007 at 10:19 am
dik Wayne Rayne, Deskman BRI Gang Dolly, saya merasa sangat terharu karena adik mendukung perjuangan membela management yang saya pimpin, besuk jika Bapak JozzSoup Karlaz menang di 2009, saya diangkat di Jadi Gub BI atao Menkeu, adik Wayne Rayney sang deskman sekaligus pensiunan juara moto gp 500cc akan saya angkat jadi jubir saya, nanti adik biar jadi trainne dan belajar sama bang Andi Mallablangger ato ponakan saya Dinoz Pasti Halal,karena mulut adik begitu bagus, nerocos tiada henti, Oh iya moment lebaran ini saya bersama keluarga dan jajaran top level direksi mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H, MINAL AIDZIN WAL FAIDIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Buat para Kadiv,Pinwil, Pinca,MBM, AMBM,Ka Unit,dan terutama Mantri, Saham kita mulai dilirik oleh TEMASEK jadi mohon dukungannya jangan jual saham kita yang tinggal segelintir ini. HIDUP BRI. Cukup sekian terima kasih.
Sofyan Basyir
Oktober 12, 2007 at 12:15 pm
Saya mengucapakan rasa syukur yang sebesar beasrnya, untung saja kami tidak lagi dipimpin bapak, cerita neh, pas waktu bapak menyatakan hengkang dengan status free transfer, kami esuknya langsung tumpengan. dan ini benar terjadi. aku malah ada fotonya. Teman teman Bukopin kita harus merasa bersyukur sekarang. Nehi nehi sudah pindah…….
Staff Bukopin
Oktober 12, 2007 at 12:24 pm
GHak sudi aku jadi Jubirmu…………..maaf ya……..Sorry…….Trims Pak
Wayney Rayney
Oktober 12, 2007 at 12:27 pm
Gaji 4-5 juta kok gak disyukuri…. udah mending bisa dapat kerjaan… jaman begini kalau bisa dapat kerjaan aja udah syukur. Dalam keadaan seperti apa pun, bersyukurlah! Selalu lihat ke bawah, ke orang-orang yang jauh kurang beruntung daripada kita, jangan lihat ke atas terus, gak akan ada puasnya.
aoboru
Oktober 13, 2007 at 4:01 am
wah gaji 4-5juta aku dah bisa beli ini tu+sangat bersyukur, buat sesama trainee, maaf lahir batin, buat sofyan basir, mending lu sungkem dulu ma trainee seluruh Indonesia biar ga dikutuk, buat BRI semoga masih kuat sampai tahun 2010, sebelum anda merugi di tahun 2011, seperti perkiraan manajemen BRI merugi tahun 2011 keatas,
tebu
Oktober 13, 2007 at 4:54 am
sabar……………
itu sudah pasti kata yang lumrah untuk ngomentari nasibmu.Asal tau aja bro, sejak tahun 2007 emang udah santer banget terdengar isu penggunaan tenaga outsource yang jelas emang jauh lebih murah. Apesnya buat para trainee yang masa percobaannya berakhir di tahun 2007, manajemen BRI emang udah setengah hati untuk ngangkat pegawai tetap. sebagai bahan berkelit dipergunakanlah tameng bahwa yang merekrut dan menyeleksi kelulusan adalah pihak independen bukan pihak BRI (hal itu mungkin gak kepikir ama kamu) jangankan Trainee, wong pegawai tetap aja mau pada dipensiunkan kok………Sofyan basir itu kan orang swasta murni….kebijakannya emang bisnis semata….era sekarang udah emang seperti ini (UU tenaga kerja yang baru emang gak berpihak pada tenaga kerja) bangsa ini sepertinya sudah makin murah harganya dengan menempatkan tenaga kerja pada harga yang paling murah….bukan hanya di BRI pak, semua perusahaan sudah menuju seperti ini….
So Up to u….mau menyalahkan siapa….?
dedi
Oktober 15, 2007 at 8:42 am
itulah salah satu sebab perekonomian indonesia sulit bangkit.
indonesia terlalu banyak pekerja,sampai2 undang2 pemerintah tentang ketenagakerjaan banyak menimbulkan protes atau demo dmana2,PHK dmana2,yang pada intinya sangat merugikan para tenaga kerja ..msh bs kita mengandalkan pemerintahan seperti itu? i dont think so..
saya lihat dari pesan2 teman2 diatas,tidak sedikit yg menawarkan untuk mencari pekerjaan lainnya,mengapa tidak kita ciptakan saja pekerjaan itu..
saatnya indonesia bangkit dengan banyak pengusaha di dalamnya..
raul
Oktober 15, 2007 at 5:25 pm
assalamualakum……………emang susah untuk nge just siapa yang salah or bener.berharap untuk anak-anak yang blom diangkat sabar ya……………….do de best u can do.kalo emang rejeki ga akan kemana.anak-anak trainee bri smangatz.minal aidin wal faidzin juga bukan hanya untuk traieners aja tapi juga untuk semua dewan direksi bri.smoga sgala rezeki allah yang telah ditetapkan benar-benar terasa nikmatnya.@_@ wassalamualaikum ……………………..
kinoy
Oktober 18, 2007 at 9:03 am
gak jadi front liner di BRI gapapa
kan masih bisa jadi front liner di rumah (ngewarung gitu ganti)
HA………..ha……..ha………HI…..hi……..HIKS…HIKS…..HIKS……
man-tri bogor 07
mas don
Oktober 25, 2007 at 12:41 am
Dear yang kecewa.
Percayalah, setiap orang pernah mengalami kekecewaan. Namun tidak semua orang cepat bangkit dari kekecewaannya. Jadi saran saya, berhentilah mengeluh, berdoa dan berusaha jauh lebih baik.
Dan seperti saran salah satu teman di atas, bila memang anda kuat secara hukum, mengapa tidak menuntut resmi melalui pengadilan ketimbang mengeluh dan meminta pembenaran dari sana sini.
Semoga sukses ya
Leslie
Oktober 25, 2007 at 7:42 am
nganggur adalah sebagian dari iman……
wa ka kak……
jadi kontraktor juga pekerjaan halal bukan?
mas don
Oktober 30, 2007 at 3:16 am
Gw turut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara, teman-teman gw juga sama korban Kebijakan Kapitalisme, imprealisme BRI, saat ikut test masuk BRI diyatakan bahwa mereka itu calon karyawan tetap. tapi setelah masa trainee berakhir hanya sebagian kecil yang diterima sebagai pekerja tetap. Padahal kemapuan mereka lebih baik daripada para seniornya yang pekerja tetap. Menurut gw ini hanya korban kebijakan tolol aja, dengan alasan EFISIENSI.
Tapi ambil aja hikmahnya, Lw bersyukur ngak jadi karyawan tetap. Karena nanti akan terus mengalami penindasan kerja tanpa upah lembur, jam kerja ngak jelas terutama bagi karyawan BRI Unit.
Jangan tertipu dengan nama besar BRI. Penghargaan terhadap SDMnya RENDAH BANGET……..
Alvito
Oktober 30, 2007 at 3:16 pm
Sopyan Basir…..! Kapan nih GW NAIK GAJI………..Trus Kapan Personal Value diberlakukan… ! Gw masuk BRI tahun 2000… Dikontrak kerja bahwa nilai Gw sam dengan lulusan SLTA tapi Ijazah sarjana Gw yang ditahan… Payah Lw…Dimana Penghargaan SDMnya…. Sekarang yang dulu masuk SLTA pada sekolah S1 lagi walau cuma sekolah sabtu minggu… dengan kualitas PasPasan tanpa akreditasi asal S1. Payah… Lw BRI………. Kasihan tuh Deskman, Mantri BRI UNIT…… Cape deh……!
Situmorang
Oktober 30, 2007 at 3:27 pm
ikutan numpang crita yaa..sori klo kpnjangan hehehe…
berita gini mah udh basi.
sebelumnya gw mnta maaf ya, krn sbrnya smua insiden “pemotongan calon pgwai BRI” ini berawal dr “kesalahan” kami2 ini..
kami, yg smuanya berjumlah krg lbh 80-an org mrpkn “Trainee PPS BRI”(Progrm Pengembangan Staf), ato yg dl dkenal dgn “CS”(Calon Staf). itu utk jbtn grade 7. angkatan gw ini terdiri dr 4 kls paralel, dmn 2 kls awal berjln lbh dulu dgn selang wkt 2 mgu, br kmdn kls gw. kami ada ikatan dinas 5 thn, denda 60 jt.
kami klasikal di pusdiklat slama 2,5 bln & OJT 6,5 bln yg dipencar ke 4 wilayah berbeda : jawa barat, tengah, timur & bali. tiap 2 bln kami kmbali k pusdiklat utk evalusi, dmn evaluasi kami diuji oleh para instruktur & pinca dr slrh indonesia.
“ksialan” itu tjd pd saat 2 kls yg awal (sebut aj kls A-B) melakukan evaluasi I, dmn penguji utk slh 1 dr kls tsb adlh pinca gw.
stlh si pinca blk dr jkt utk menguji, dy lsg mnggl gw & tmn OJT gw kruangannya utk crita (ato tepatnya ngamuk2) ttg klakuan smua trainee dr 2 kls tsb. intinya, mnurut si pinca mrk tu udh brtingkah ga sopan di dpn para pnguji & terkesan ga serius, pdhl mrk pun ga bs menjawab smua prtanyaan pnguji.
si pinca udh tll emosi&akhrnya dy nyuratin slh 1 kadiv, yg sialnya tu kadiv akhrnya turun tgn sndr jd pnguji utk kls gw! & perlu dketahui, kami smua tumbang ma kadiv sinting 1 itu. dan gr2 tumbangnya anak2 dkls gw, dy lsg nge-judge klo kita smua ga ada yg kompeten. & dy blg itu smua PASTI kslhnnya EXPERD krn udh meloloskan kami smua. dsr gila!! akhrnya, dy lah otak dr pnggagas utk mgeluarkan aturan klo mulai evaluasi II s/d seterusnya, khusus utk TRAINEE PPS wajib diuji ma 3 org dgn komposisi yg terdiri dr instrukutr, pinca & kadiv. sdgkn utk TRAINEE Operasional Grade 3 (utk di unit/cabang: deskman, mantri, UPN, teller), yg biasanya cuma diuji ma pinca/AMO/MO, sejak saat itu jd diuji ma tingkat kanwil, dgn komposisi pinca, pinwil/ org kanwil & org kntor pusat, dgn tingkat kelulusan yg dibutuhkan cuma 10% & sisanya diisi ma tnaga outsourcing.
pd akhr evaluasi III yg mrpkn evaluasi trkhr & pnentu, kami yg dnyatakan lolos cuma sktr 20-an org dr msg2 2 klompok kls.
oya, sbg tmbhn, mulai saat itu hingga sterusnya (mgkn nunggu smpe ada pngganti si kadiv gila itu!), rekrutmen BRI (khusus utk Grade 7) lsg diadakan ma kntor pusat BRI cq. tim Assesment BRI, yg dktuai oleh sapa lg klo bkn sang kadiv himself! & dy cuma pgn nyari calon kandidat pgwai BRI yg memenuhi standarnya sndr, yaitu MINIMAL setara ma kompetensi tmn gw yg skrg jd anak buah dy lsg, secara otaknya tu anak emng No. 1 di angkatan gw, & diakui ma slrh jajaran kadiv. mnrt gw pribadi sih klo standarnya sgitu, itu mah mimpi, krn tingkat kcerdasan msg2 org kan beda2.
trs slh 1 tmn gw yg lolos yg ditempatin di div.CBK blg klo tnyata para trainee dipotong gde2an itu krn anggaran yg shrusnya dgunakan utk kita mlh disalurkan ke proyek untung beliung. hmm…pdhl tmn gw yg br lolos & lsg dsuruh nanganin tu proyek, blg klo proyek itu ga mcapai trget yg dharapkan hahaha…puasss gw..
tapi yaudhlah, itu udh 6 bln yg lalu jg kan? utk klian para TRAINEE Operasional, ga usah tll smpe diambil hati bgt lah. liat dr sisi yg lain. misalnya, sapa tau aj klo emg kmrn tu lolos di BRI, klian mlh stres krn slain tekanan kjaan yg gde jg karir yg mandek. gw blg gt krn itulah faktanya. tmn2 gw yg pd dktor pusat sana aj udh pd stres bgt, mlh ada yg udh nekat smpe byr denda 60 jt saking ga kuatnya. kt ortunya tu anak smpe dtg ke psikiater (bukan psikolog lg lho mlhn). trus ada jg yg smpe kguguran. mcm2lah! pdhl gaji mrk udh gde bgt. tp tnyata ttp ga bs bkin enjoy & happy kan??
mnrt gw, “ksialan” itu bs jd “anugrah” lho..
maka..BERSYUKUR ajalah!!
dgn pnglmn slama 6 bln itu, wlopun singkat, tp kan ttp bisa dicantumin di CV bwt nglamar ke tmpt laen yg jauh lbh ok. jjr aj, wlopun gondok ma BRI, tp jaminan nama BRI di CV tnyata ttp pny pengaruh lho hehehe…
ranthee
Oktober 31, 2007 at 1:32 am
BAASYIR BANGSSAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT!!!!!
TOP
November 1, 2007 at 5:37 am
IYA BENER PKSS KAYAK GERMO TINGGAL DUDUK2 DAPAT UANG. ANAK BUAHNYA SURUH MENSERVICE SUTULUS HATI PLUS LEMBUR SAMPE MALAM CUMA DAPAT 1.5JT. ALHAMDULILAH
TOP
November 1, 2007 at 5:40 am
itulah tandanya kalo pemimpin orba (ucup kelik) masih berdiri, jadi nuansa orba masih kuat,
oakley
November 4, 2007 at 10:32 am
Sekedar info.
Rekan2 ALKATRA (Aliansi untuk Keadilan Tenaga Kerja) yg notabene merupakan kelompok eks-trainee BRI Kanwil Sby sejauh ini telah menempuh jalur hukum. hari Rabu (7 Nop 2007) adalah sidang mediasi ke tiga. Kita didampingi oleh kawan2 Aliansi Pembela Rakyat (APR) dari LHKI Surabaya.
Mohon dukungannya. Semoga berjalan dgn sukses
Keadilan tidak memandang derajat.
Kebenaran tida bisa disembunyikan.
Vivere Peri Coloso
Permadi
November 9, 2007 at 2:10 pm
emang seh susah njelasin smuanya….sekarang kanwil jogja jadi korban!!!!!
big bosss
November 9, 2007 at 6:47 pm
klo emang kita harus sabar n tawakal udah semua cuman yang belum adalah nasib jadi pengangguran lagi hiks2….;,-)
big bosss
November 9, 2007 at 7:18 pm
Saya ikut prihatin dengan kondisi teman-teman yang harus gugur saat menjalani masa trainee. sebagai mantan trainee BRI, saya tau persis perjanjian yang ada saat itu. saat menjadi trainee status kita belu mnejadi pegawai tetap, dan memungkinkan untuk gugur karena nilai dianggap tidak mencapai standard yang ditetapkan, jadi dari segi hukum, BRI sama sekali tidak bisa disalahkan.
Faiz
November 11, 2007 at 6:07 am
yah kita ga mati hanya karena bri, apapun itu pejabat tetep aja nginjak² orang kecil, ucup kelik apapun bentuknya tetep bertanduk
oakley
November 16, 2007 at 1:30 pm
hahahahahahahaha … hihihihihihihihi … huhuhuhuhuhuhuhu
biemaja
November 16, 2007 at 6:33 pm
Saya turut mendoakan perjuangan adik2 sekalian di surabaya berhasil dan sukses.
yoyok
November 23, 2007 at 8:10 am
Bank BRI itu adalah Bank yang ber-Assets terbesar ke: 3 di Indonesia. Sebagai sebuah Bank Terbaik dan Terbesar, tentunya, Bank BRI perlu pegawai front office (Teller & Customer Service) yang harus selalu muda. Sehingga tidak diperlukan pegawai tetap, kecuali utk Back Officenya. Mari kita jaga Bank BRI dari sakwa sangka yang negatif. Bagaimanapun, Bank yang diakui oleh Dunia (dari Indonesia) saat ini hanya Bank BRI. Masa Krisis saja, L/C yang diterima di Luar Negeri hanya dari Bank BRI. Jadi mari kita teriakkan: HIDUP BRI, MAJULAH BRI. (Pemerhati Bank BRI).
ADIPATI MADANGKARA
November 25, 2007 at 9:35 am
Saya sebagai Mahapatih Gajah Mada (Alm), menyampaikan bahwa Bank BRI itu sejak zaman Majapahit telah kami rancang untuk menguasai Nusantara ini. Bukti-nya saat ini yang benar-benar mewarisi wilayah Kerajaan Majapahit adalah Bank BRI. Bukan Bank lain yang kerjanya hanya bisa hadir di kota-kota besar. Kalau BRI itu dari Ibukota Negara RI, sampai ke Propinsi, Kabupaten, KOta, Kecamatan dan Desa. Mari kita bersumpah PALAPA: Kami tidak akan memakan “buah” Palapa, apabila kami belum menabung di Bank BRI. (Salam dari Istana Kepatihan Majapahit, Gajah Mada).
MAHAPATIH GAJAH MADA :
November 25, 2007 at 9:41 am
istri saya pernah mengalami kejadian serupa
bedanya dia mundur dari MT (BPS) PT.Perta-xxxx karena ngga kuat kalo harus dipindah keliling indonesia.
Sempat kena denda 300% biaya training (hampir 300 jti bok)
tapi karena kemurahan hati pak dirut (thx ya pak ari) akhirnya bisa ditawar jauh dari angka tsb.
Pertam-xxx lumayan bijak ke karyawan bru beda bgt ma BRI.
Klao saya merasa dirugikan, sebar saja email ke RCTI, SCTV, metro meneg BUMN dan kesmua milis agar nama petinggi bri itu ancur dan BRI sendiri biar tau diri.
mr.x
November 27, 2007 at 8:41 am
Anda akan dilihat kalo anda punya bargain position, bukan hanya pihak yg mengemis minta kerjaan.
ini ada beberapa alamat mungkin bisa buat ngancurin nama
orang yg anda maksud, ada beberapa nama yg saya cut
tapi bisa dicari sendiri seperti nama2 di kementrian BUMN,
direktur BI dll.Kirimi juga semua milis.
Cari tau identitas pejabat BRI tsb beserta alamat rumah, no hp, nama anak istrinya terus kirim email tentang kebusukan mereka ke dirut bank BRI, BNI, BTN, BI, Mandiri, BCA, BI dll
(cari nama direkturnya lewat orang dalam)
supaya nama mereka hancur. Kalo perlu difitnah aja kali ya, supaya mereka mikir panjang kalo mempermainkan nasib orang.
cari juga alamat embassy dan yahoogroups karyawan perbankan di seluruh dunia (HSBC, ABN AMRO, CITI CORP dll), ceritakanlah keluhan anda semua dalam semua bahasa (tinggal minta bantuan penerjemah)
Jangan mau didholimi, nama baik itu susah dicari, menghancurkan nama baik mereka bukan hal yg sulit asal niat dan dilakukan terus menerus.
info@tpi.tv, lip6@sctv.co.id,
redaksi@sinarharapan.co.id,
redaksi@gatra.com,
redaksi@seputar-indonesia.com, redaksi@mediaindonesia.co.id,
redaksi@myRMNEws.com,
red@tempo.co.id,
editor@jawapos.co.id,
kompas@kompas.com,
public.relations@trans7.co.id,
public.relations@transtv.co.id,
pengaduan@kpk.go.id,
news@tpi.tv,
wimar@witoelar.com,
webmetro@metrotvnews.com,
republik_mimpi@yahoo.com,
redaksi@detik.com,
redaksi@staff.detik.com,
humas@dpr.go.id,
itcp@setkab.go.id,
redaksi@metrotvnews.com,
redaksi@indonesiasatu.com,
redaksi@gusdur.net,
semoga berhasil dan selamat berjuang !!!
bad habbit
November 27, 2007 at 9:17 am
Ini Pengalaman aku ikut MT.
Memang pada waktu MT kita tiap bulan ada semacam evaluasi dari mentor nah untuk dipertanggungjawabkan pada waktu Sidang Evaluasi MT. dan disitu ada penilaian tetang hasil MT kita yang nantinya apakah kita layak untuk diangkat jadi pegawai tetep atau mundur/gugur. Dan di MT itu kita masih belum jadi pegawai malah Capeg pun tidak karena kita ada semacam surat perjanjian dengan perusahaan yang melakukan MT. jadi kalopun kita gak lulus, kita gak bisa nuntut soalnya di pasal2nya dah tercantum. Itu pengalaman aku ikut MT di salah satu perusahaan. alhamdulilah akhirnya aku ketrima meski sangat disayangkan ada beberapa temen yang gak lulus
Lupiz
November 28, 2007 at 9:24 am
bri..??? apa sih yg dibanggakan jadi peg bri ??
.. buat temen2 yg merasa telah dikecewakan jangan terlalu larut dg masa lalu tsb. saya yakin temen2 punya potensi yg lebih baik utk hanya sekedar jadi peg. bri, bila temen2 memang benar benar ingin kerja di perbankan. kan masih banyak bank lain yg mgkin lebih menghargai niat kalian bekerja. jangan tergiur karna gaji bri mgkin sedikit lebih tinggi di bandingkan bank lain. tai saya pikir nggak juga tuh, dua tahun mendatang gaji 2 – 3 juta mah ga ada artinya,. bonus mpe 6 kali gaji dg predikat istimewapun mah ga seberapa.
buat peg bri..jgan terlalu berbangga dg status kalian, katanya bank rakyat tapi kerjaanya memeras rakyat. bertobat lah
calon ceo
November 29, 2007 at 2:27 pm
BRI memeras rakyat?? orang aneh lu man, bini gue kerja di BRI masuk BRI ga ada KKN murni karena kemampuan. elu aja kali yang bego plus tolol. kagak ngerti sistematika perbankan udah bilang memeras. kalo ada yang ga enak dalam proses seleksi ya wajar gertakan banyak yang murah gua pernah alamin tuh di WOM finance (swasta manager akuntingnya cina). jadi jangan elu generalisir bumn bobrok man. buktinya org luar pada studi banding ke bri bukan bank laen. dasar tolol
libra
November 30, 2007 at 4:59 am
alhamdulillah…sk keluar juga.anak palembang ayo maju terus pantang mundur.penantian ini akhirnya berkesudahan.inget ya kita kudu buktiin sama semua kalo kita tuh punya otak yang bisa dipake bukan cuma ngejual judul nepotisme and tampang ok doank.bwat sofyan basyir smoga rejeki ente terus berlipet ameeeeeeeeeeeeeeeeen
brotha cempaka
Desember 1, 2007 at 2:00 pm
Kepada orang2 di Bank Indonesia yang kebetulan membuka website ini, harap mengecek program dan data SID (Sistem Informasi Debitur) yang dimiliki BRI. Dikawatirkan terjadi manipulasi data pada setiap bulan laporan. Harap diteliti kembali ketika menerima data dari BRI, jumlahnya kemungkinan selalu lebih kecil dari kenyataan yang sesungguhnya. Selain itu ada indikasi data debitur dibuat asal.
Inteligen Bank Nasional
Desember 4, 2007 at 4:00 pm
Memang ku lihat sendiri, beberapa pegawai di BRI memang produktif dalam bekerja dan ada yang gak. kasian juga tuh BRI mereka dah mati-matian rekrut lewat outsorcing tuk brantas yang gak produktif. sekarang kedudukan kekasih gue yang ikut out sorcing n dah menjadi karyawan bri menjadi ancaman karyawan tetap, mau gak mau peg. meski kerja keras.
sayangnya pernah terlontar dari kata2 senior yang menyakitkan, “Selama ini di Surabaya emang dapat apaan, gini aja gak becus”. wah kadang2 pingin marah ndiri denger kata2 mereka. walaupun jabatan gue cuma boysfriend.
cew gue akhirnya melakukan semua prosedur training yang ada di Surabaya dengan ketat, namun pegawai mengatakan lagi, “Kasian pak manterinya nyelesaiin sebanyak ini” lho…………. kok jadi bgini yaaaaaa……, tuh senior bikin bingung orang, emangnya kerja di BRI meski kayak apa sih BROOOOOOOOO. seenaknya aja, suka2, apa mesti sesuai aturan. Jadi pusing deh kalo gitu,
Cewek gue juga cerita bahwa SID di BRI paling kacau dari semua bank yang ada itu Kepala Cabang yang ada pada saat rapat cabang. seminggu setelah itu langsung terjadi Lembur masal di BRI unit. wah nih kerjaaan gimana emangnya dulu mennnn. apa orang BRI gak kerjain hal itu selama ini. atao hanya makan gaji buta.
sori wa dah raguin semua sistem kerja BRI.
tapi memang walau sistem itu sempurna sekalipun pasti ada celah bagi oknum tuk gak jalanin sistem, gue jd inget kata para hecker “NO SYSTEM IS SAFE”
SMANGAT ALL “DIMANAPUN KE ADILAN GUE BAKAL SUPPORT LO!”
TP INGAT REJEKI LO GAK CUMAN ADA DI BRI KOK BRO……..
boysfriend's BRI
Desember 7, 2007 at 4:02 am
company gw salah satu tenant di BRI Tower, aku liat banyak orang BRI yg kerjaannya cuman naik turun lift….
mringgis.com
Desember 7, 2007 at 7:06 am
mas yang kekasihnya jadi outsourcing…
Sampeyan tahu bengkel2 sepeda motor? itu yg ngisi kebanyakan motor honda, apakah itu berarti motor honda gampang rusak??
Jawabannya adalah bukan, tapi motor honda memang paling banyak jumlahnya.
Itu sama dg yg di BRI, kenapa SID-nya ruwet?? Karena jumlah debitur (orang) di BRI paling banyak. Kalo masalah kerja mas, saya rasa di antara bank2 seluruh dunia, orang BRI unit paling lama kerjane mas!! mungkin mas sendiri ga akan pernah ngalami kerja jam 07.30 sampai jam 4 pagi!!! cuma tidur 1 jam! Jadi yg makan gaji buta siapa???
Mungkin cewek mas aja yg manja, bayangannya masuk BRI yg enak2 aja, kayak di TV, rapi, cakep, image-nya bagus. Padahal yg dicari yg bisa kerja!! ga cuma ngeluh. Salah sendiri siapa suruh cari kerjaan?? dapat tuh kerjaan. Makanya cari duit ben dpt duit.
dee
Desember 7, 2007 at 6:42 pm
WAH BRI BENER² GA PROFESIONAL, PELAYANAN NO 19 DARI 19 BANK DI INDONESIA, SISTEM&TEKNOLOGI JADUL BANGET GA MAJU² MASIH PAKE BANYAK REGISTER+RUWET GA SIMPLE, PEGAWAINYA BANYAK DARI BAWAAN ORANG DALAM, SIAPA YANG BISA JADI PENJILAT+DEKET DENGAN ATASAN DIA YANG CEPET NAIK JABATAN MALAH YANG KRITIS DI BLACK LIST EMANG DH, KREDIT MASIH TAKUT RESIKO (BANYAK NASABAH KREDIT GEDE PINDAH BANK LAIN)+PROSEDUR KREDIT LAMA DAN BERBELIT², POKOKNYA MASIH BANYAK ANCURNYA
OAKLEY
Desember 8, 2007 at 1:04 am
RIBUT BRI, GA BIKIN MATI GA DI BRI, TEMENKU GA LOLOS DI BRI, TAPI LOLOS DI BI JADI PEGAWAI, YANG NGOMONG GOBLOK MT BRI YANG GA LOLOS ITU DIA GA LIHAT, TENYATA YANG LOLOS MASIH BANYAK YANG KALAH DENGAN YANG GA LOLOS, CORRY YA BRI, U GA LOLOSIN, AKU MALAH JADI ATASANMU DI BI, BYE BYE BRI, TRAINEE YOGYA
OAKLEY
Desember 8, 2007 at 1:09 am
Kepada orang2 di Bank Indonesia yang kebetulan membuka website ini, harap mengecek program dan data SID (Sistem Informasi Debitur) yang dimiliki BRI. Dikawatirkan terjadi manipulasi data pada setiap bulan laporan. Harap diteliti kembali ketika menerima data dari BRI, jumlahnya kemungkinan selalu lebih kecil dari kenyataan yang sesungguhnya. Selain itu ada indikasi data debitur dibuat asal.
TOLONG DITINDAKLANJUTI INFORMASI INI, HAL INI SANGAT PENTING SESUAI PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 7/8/PBI/2005 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR.
Inteligen Bank Nasional
Desember 8, 2007 at 1:29 pm
Kepada orang2 di Bank Indonesia yang kebetulan membuka website ini, harap mengecek program dan data SID (Sistem Informasi Debitur) yang dimiliki BRI. Dikawatirkan terjadi manipulasi data pada setiap bulan laporan. Harap diteliti kembali ketika menerima data dari BRI, jumlahnya kemungkinan selalu lebih kecil dari kenyataan yang sesungguhnya. Selain itu ada indikasi data debitur dibuat asal.
INFORMASI TERKINI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SID BI :
Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/14/PBI/2007 tanggal 30 November 2007 tentang Sistem Informasi Debitur
Inteligen Bank Nasional
Desember 8, 2007 at 1:36 pm
Jangan Ngawur Mas, SID BRI itu laporan yang paling valid diantara perbankan. Emang Bank nya Mas yang kacak kadut! Jangan coba-coba mempermainkan BRI ya. BRI itu Bank nya Rakyat Indonesia, Bank pertama kali yang dimiliki Bang Indonesia. Jangan Ngawur Mas! Ngaca! Dasar Neokolonialisme USA!
Inteligen Bank Nasional
Desember 9, 2007 at 2:29 pm
Kepada orang2 di Bank Indonesia yang kebetulan membuka website ini, harap mengecek program dan data SID (Sistem Informasi Debitur) yang dimiliki BRI. Dikawatirkan terjadi manipulasi data pada setiap bulan laporan. Harap diteliti kembali ketika menerima data dari BRI, jumlahnya kemungkinan selalu lebih kecil dari kenyataan yang sesungguhnya. Selain itu ada indikasi data debitur dibuat asal.
Mohon di Cek jumlah NOMOR REKENING PINJAMAN yang dimiliki BRI dengan laporan yang diterima oleh Bank Indonesia mulai tahun 2005 sampai sekarang.
Terdapat indikasi BIODATA NASABAH PINJAMAN PADA LAPORAN SID TIDAK SESUAI dengan BIODATA NASABAH PINJAMAN PADA INDENTITAS NASABAH YANG SEBENARNYA.
SEKALI LAGI TOLONG DITINDAKLANJUTI INFORMASI INI, HAL INI SANGAT PENTING SESUAI PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 7/8/PBI/2005 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR. dan PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 9/14/PBI/2007 TANGGAL 30 NOVEMBER 2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR.
Inteligen Bank Nasional
Desember 10, 2007 at 12:44 pm
jika kita bicara soal sebuah nama yang katanya besar yaitu BRI maka kita sedang berbicara tentang sesuatu paradigma kenpa saya mengatakan paradigma atau pola berpikir karena jika anda seperti saya bekerja instansi dgn nama besar tersebut maka anda akan tahu bahwa seluruh pekerja BRI akan perlahan masuk dalam pola pikir yang membuat orang tidak bisa berkembang jujur saja wahai petinggi bri dan negara ini, sistem bri yang sangat kaku akan perkembangan, moderenisasi dan demokrasi akan membuat bri perlahan turun menuju hancur..
kenaa saya ngomong seperti itu karena proses perkembangan karir di bri adalah sesuatu yang sangat tidak jelas… sesuatu yang masih memliki hak saudara kenalan or nepotism dan itu harus dihentikan…
anehnya petinggi bri megnanggap setiap perkembangan atau perubahan adalah suatu rancangan belaka yang jika gagal di luncurkan maka akan ada proyek ke 2 yang mgk bisa nambah penghasilan bgtu juga dgn teman2 senior bri akan berpikir bahwa memang seperti itu adanya… kebijakan petinggi dan pejabat adalah firman Tuhan gak bisa di bantah…
jika dibantah masuk neraka….
itu permasalahan teman2 trainee…
saya akan memberikan pendapat bahwa….
terlihat banget dualisme kebijakan yang terjadi kenapa saatpertam kali munculnya kebijkaan perkrutan maka dilakukanlah perekrutan secara besar-besaran diseluruh kanwil dan ingat keputusan untuk perekrutan karyawan adalah pertimbangan matang yang dilakukan oleh perusahaan manapun…
saat angin bertiup kencang dan mgk badai menghantam gelombang tiba2 para prtinggi itu berubah pikiran atau diubah pikirannya yaitu TIDAK ADA PEREKRUTAN PEG TETAPLAGI maka selesailah semua impian generasi muda bangsa kita yang menggantungkan cita2 di BRI….
masalah hukum jangan pernah main2 dengan BRI karena semua piihak bank dalam mengeluarkan perjanjian dengan pihak ketiga apakah itu nasaabh maupun relasi seperti calon pekerja akan benar2 memperhatikan satu per satu kata yang dia buat….
so…. for all prends trainee bri yang ga lulus jangan kecewa karena masih begitu banayak perusahaan besar yang emiliki sistem profesional seperti yang kalian pikirkan dan idamkan dan itu bukan BRI trust me…. nanti tanyain temen2 trainee bri yang lulus setelah 1 or 2 tahun dia kerja gmana rasanaya…ok chaoooooo
krobozzz..
Desember 11, 2007 at 6:00 am
Emang sedih kalo denger kejadian2 kayk gitu di jaman sekarang.
Anak bangsa mempermainkan bangsanya sendiri.
Mw jadi apa bangsa ini klo kelakuannya kayak gitu????
Zoe-zoe_1
Desember 14, 2007 at 6:57 am
MELAYANI DENGAN SETULUS HATI…….
PREEEEEET……..
SEMBOYAN BOLEH BAGUS TAPI TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN.
SEHARUSNYA
“MELAYANI DENGAN KETERPAKSAAN”
ITU BARU PAS UNTUK SELURUH KARYAWAN BRI.
TELLERNYA JUDES2 APA LAGI DI BRI UNIT.
PREEEEEET………
BEDA BANGET YA SAMA BANK MANDIRI PADAHAL SAMA2 BUMN.
Nasabah bri
Desember 14, 2007 at 1:40 pm
BUAT PARA MANTAN TRAINEE KALIYAN HAMPIR GEMBIRA
TUH SOFYAN BASIR HAMPIR MATI KECELAKAAN PESAWAT. DIA DI KASIH HIDUP SUPAYA NYADAR HIDUP BUKAN CARI UANG TOK. KALAU DIKASIH KESEMPATAN MASIH NGAWUR. LIAT AJA SEBENTAR LAGI TUHAN BERKEHENDAK.
fuck bri
Desember 15, 2007 at 1:37 am
BUAT PARA MANTAN TRAINE…….Q DUKUNG KALIAN SEMUA
BECIK KETITIK OLO KETORO……….
JHONY
Desember 17, 2007 at 1:20 am
AYO UNTUK SEMUA MANTAN TRAINEE BRI KITA BENTUK SUATU FORUM NAMANYA ” FUKBRI(FORUM UNTUK KETIDAKADILAN BRI) ” KIRIM EMAIL ANDA KE traineebri@yahoo.co.id. dan buat semua orang yang bermasalah dengan BRI KIRIM AJA KE ALAMAT EMAIL DIATAS. ANDA AKAN TAHU KELEMAHAN2 BRI JADI TIDAK USAH TAKUT DISITA DLL. GIMANA TRAINEE BRI JAKARTA KOQ TIDAK ADA SUARANYA
FUK BRI
Desember 19, 2007 at 2:09 am
Tolong informasinya apabila ada perkembangan lebih lanjut. Terima kasih.
X-TRAINEE BRI
Desember 21, 2007 at 7:49 am
Salam temen-temen trainee yang kecewa…..idih ngapain pusing-pusing mbahas BRI terus…pusing man…., waktu pertama di unit aja aku udah pusing…he..he.., aduh pegawainya itu lho..udah tuwir-tuwir…gak ada potongan bankir…eee lihat trainee kayak kita seneng buanget (mungkin mereka pikir sapi perahan baru nih..).. ama koperasi simpen pinjem sebelah unit aja kalah top,… baik dari gedung, pegawai maupun motor dan mobil dinesnya…., sebagai perbandingan :
1. Teller :
di koperasi sebelah mbaknya cantik banget, sopan,dan masih muda…
di BRI Unit aduh mak…udah tuwir,endut galak lagi…, mending cantik… lha ini …? pusing dehh…
2. Deskman/Administrasi
di koperasi sebelah orangnya helpfull, dan sopan ama nasabah…
di BRI yang notabene (mantan) senior aku, aduh udah galak, bajunya dinesnya itu lho selalu gak mecing, gak pernah pake parfum..he..he.., dan komentar yg sering aku dengar dari dia “Kalo nasabah jangan dikasih ati…(aduh..) dan selalu uring-uringan nyuruh aku buat SID, nata barkas, nglayani nasabah, de..el..el sampai nitip mbeliin makan….(aduh…puyeng) emang tangan gue ada berapa bang…!!!!
3. Mantri dan Kepala Unit
di koperasi sebelah..masih mau ngajak ngobrol masalah kredit dan seputar perbankan ama aku ( info…gue mantan karyawan Bank Swasta sebelum jadi trainee BRI )
di BRI Unit….aduh Mantri dan Kepala Unitnya..kelihatannya paling pinter sendiri se-Indonesia Raya, jadi pendapat orang lain semua salah deh….hee..hee..
4. Motor dan mobil Dines
di koperasi sebelah : ada Mega Pro dan satu Xenia untuk kepalanya
di Unit : semua Win dan MegaPro untuk kepala Unitnya
………..Terus ngapain temen-temen traine pada pusing2 mau nuntut segala… entar kalau udah jadi pegawai BRI mau ikut tradisi menjadi tuwir,bolot dan sok tahu…Mau..?
Mending cari kerjaan baru aja…masih banyak kok Perusahaan lain yang lebih menjanjikan….baik dari segi upah, gengsi dan jabatan…, bagi aku gak keterima di BRI adalah anugerah…, sekarang aku udah diterima di BI (BANK INDONESIA) …jadi pendidikanku emang gak laku di BRI tapi laku di BI….( aku juga dipanggil di Perusahaan Int’l Olie dari Inggris man…) yah ..mungkin waktu wawancara yang cuma 30 menit itu orang KANPUS gak bisa menggali potensiku…(ha..ha…),
Akhirnya Salam buat Mbak/Mas…..Teller, Deskman, Mantri, dan spesial buat Pak Ka.Unit….sorry gak sempat pamitan dan gak sempet maaf-maafan ( karena yang seharusnya minta maaf mereka atas situasi dan perlakuannya terhadapku ha..ha..kayak sinetron ratapan anak tiri) …semoga temen-temen yang di Unit segera sadar bahwa GAK SEMUA TRAINEE ITU GOBLOK, DAN GAK SEMUA YANG SUDAH MENJADI PEGAWAI ITU PINTER…..bye..
( Setelah aku menutup tulisan ini..aku jadi sadar temen2 aku dulu yang di Unit bisa buka internet gak ya….)
TRAINEE SUKSES
Desember 22, 2007 at 10:32 am
emang BI lebih baik ap manajemen nya dr BRI……g ad yg prnh bc berita ya….kmn aj kucuran dana BI itu mengalir….klo BRI jelas kucuran dananya (Buat massa menengah kebawah) biar jd pengusaha yg sukses…g ky BI yg g jelas kmn n utk apa…
ryo..man
Desember 23, 2007 at 4:17 am
Yakin aja tiap orang pasti akan dapetin yang terbae. Rejeki ga akan mungkin ketuker bro’. Asal kita terus berusaha maksimal untuk rebut smua peluang en kesempatan yang ada. Hidup itu cuma ada 2 pilihan ‘ Diem ditempat ato Maju melangkah ‘ . Tinggal kita yang tentuin mana pilihan kita. Jangan pernah berhenti berharap karena ditiap kesulitan pasti selalu ada jalan. Tetep smangat !!!!!!!!!
Azka
Desember 23, 2007 at 8:30 am
Ah elo2 pade. Bersyukur loe para trainee yang nyungsep ga jadi karyawan tetap BRI. BRI itu keliatan aja besar and hebat, tapi pelayanannya menyedihkan. Sekarang da 112 th BRI kita lihat ni pelayanannya, berapa RANKING pelayanan BRI sekarang???????????????????????????????????
Gue acungin jempol ke atas klo bisa masuk 5 besar dalam hal PELAYANAN seperti kaya PROFITnye tiap tahun. tapi klo masih sama gue acungin jempol juga tapi ke bawah.
Woi DIRUT BRI yang punya gaji ratusan juta, maen donk ke bawah ke UNIT, seX2 SIDAK pake topi supaya ga ketauan, trus belaga jadi nasabah, tanya2 ke bawahan loe seperti nasabah, lihat anak buah loe gimana kerjanya. Seorang atasan yang baik harus tau keadaan yang di bawah. Klo mo sidak jangan pake agenda, ntar ketauan.
Klo bisa 5 besar gue bakalan JADI NASABAH BRI LAGI, tapi klo ga bisa SORY MASIH BANYAK LEBIH BAGUS DARI BRI.
Klo loe ga punya visi dalam hidup, ikutin visi gue “ATAS BAWAH ATAS BAWAH dst”.
atas bawah atas bawah dst
Desember 23, 2007 at 9:58 am
HALLO TEMEN2 YG PD KECEWA…..
SALAH SATU ALASAN PEMBERLAKUAN OUTSOURCHING SELAIN EFISIENSI KATANYA MO CARI WAJAH2 YG CANTIK N GANTENG BAHASA BULENYA GOOD LOOKING…TAPI NYATANYA OS BARU YG MASUK GAK LEBIH BAGUS DARI YG UDAH ADA.WAKTU SELEKSI PAKAI KACAMATA KUDA YA PAK?OR ADA SETORANNYA?JGN TAMBAH LG YG JELEK2 BOS….EMPET KAMI LIATNYA.MASA’DAFTAR NENEK2NYA DITAMBAH…..APA KARENA YG CANTIK UDAH DIAMBIL BANK LAIN YA PAK?KISA KEBAGIAN SISA DONG…MAKSUDNYA MO SEKALIAN CARI JODOH PAK…HUA..HA…HA…LAKNAT TO BRI
BEMBIE
Desember 23, 2007 at 12:57 pm
alo semua, kompas tgl 21 des, peraturan Bank Indonesia outsourcing bank mau di hilangkan, trus piye nasibnya mantan Trainee yang di PKSS… kacian bngt di depak lagi.. mungki jadi cleaning service ya…. gila sekarang ini carikerja kaya mau nyolong aja susah bngt.
btw ada yang tau perkembangan revisi PBI yang untuk tenaga outsorcing untuk kegiatan bank yang inhern dan yang tiak inti itu apa maksudnya ya…….????
PT.PKSS
Januari 5, 2008 at 3:59 am
Sudah..akhiri saja pertikaian ini, toh sebentar lagi BRI rencananya akan saya nyataken ditutup!!jadi dirutnya saya mutasikan kePuskesmas di Halmahera (jadi mantri)..
puas..puas..puas??
Sofyan DJalal
Januari 5, 2008 at 5:52 am
Sudah, mari kita akhiri pertikaian ini, toh BRI rencananya akan saya tutup!!
Dirutnya saya mutasikan ke Puskesmas di Halmahera (jadi Mantri)..
Puas..puas..puas??
Sofyan DJalal
Januari 5, 2008 at 6:02 am
brita kompas?? ya mungkin diabisin skalian lo..siap2 aj di depak jd perek di rumah bordil BRI. Mami PKSS dah ga buka praktek lagi…
PT.PKSS.cuk
Januari 5, 2008 at 6:18 am
BRI PANTAT !! KURANG AJAR
Kampret
Januari 5, 2008 at 6:18 am
Wahai rakyatku…
Jika 2009 aku jd president lg,, maka akan aku larang dan bubarkan semua perusahan Outsourcing di Indonesia.
KASIHAN kan sarjana sarjanaku dijual murah..
S B Y
Januari 5, 2008 at 6:26 am
Apa yang dialami oleh teman2 ex trainee bri hanyalah sekelumit kecil perjalanan hidup yang terkadang memang pahit namun tetap harus ditelan.. Namun demikian teman2 jangan terus berkutat dengan masa lalu semata melainkan harus mampu bangkit untuk mencapai masa depan yang lebih baik.. tetap semangat!!! ribuan pekerjaan yang lebih baik drpd bri menanti anda di luar sana!!! buktikan pada mereka bahwa anda tidak perlu mengemis2 di bri untuk bisa sekedar hidup di dunia ini!!!
Si Butet Yogya
Januari 5, 2008 at 9:44 am
sambil bersiul ku dendangkan lagu ini untuk para bos2 dan petinggi serta pemimpin yang pendusta
Lidah memang tak bertulang
tak terbatas kata2
tinggi gunung seribu janji
lain di bibir lain di hati
jangan suka berjanji kalau pada akhirnya kau tidak kan bisa menepatinya.
sambil bersiul ku dendangkan lagi lagu ini untuk para mahluk jadi2an yang selalu mengikuti tingkah dan perilaku mahluk sesamanya
apa apa apanya donk apanya donk apanya donk
dank dink donk
apa apa apanya donk apanya donk apanya donk
dank…. dink…. donk….
jangan kerja mu hanya selalu mencari apanya dan apanya donk yang harus kau tiru untuk mengais rezeki diStasiun televisi. bahkan orang sakit dan cacat pun kau tiru. punyakah engkau rasa takut akan azab???
hai para pendusta (S B Y cs) dan peniru (Si Butet Jogja cs) SUJUD dan BERTOBATLAH….
penyanyi dari Blog nyasar
Januari 5, 2008 at 1:39 pm
maafkan aku jika menyakitimu…..hahaha….
salam buat wahyudi maharsi…
bRi_F.cuk
bambang suwito
Januari 6, 2008 at 7:09 am
Komen dikit..
Tenaga outsourcing BRI itu dikontrak oleh Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja yang didirikan oleh eks pejabat BRI juga loh!Jadi mereka kongkalingkong dengan Pejabat di BRI sekarang. Bayangkan tenaga outsourcing dibayar setengahnya dari gaji yang dibayarkan BRI. Di Jawabarat aja ada lebih dari 300 orang tenaga outsourching yang jadi deskman yang jam kerjanya tidak tentu bisa sampai jam 3 pagi tanpa uang lembur, ada uang lembur di ambil kepala unit dan kalau sakit bayar sendiri dari gaji 1,6 jt lebih dikit itu dan sekitar 1,6 jt lagi diambil oleh Perusahaan itu dengan pendirinya sebagian besar eks pejabat minimal kepala cabang! GILA YAH ORANG INDONESIA INI!!
Roni
Januari 6, 2008 at 1:52 pm
wayne rayney anda yang menikmati hasil dari eks trainee BRI ini ya?Pantas kalo komentarnya selalu gitu…hehe.
Roni
Januari 6, 2008 at 2:12 pm
buat exs trainee jogja, kasihan dikau, ternyata bri banyak tukang sulap. yang ga lolos jadi lolos, yang pinter tersingkirkan karena titipan, dari 9 orang yang lolos, 8 bawaan, nilai 58 jadi lolos mendadak, yah meski semua trainee tau itu, memang bri ga punya malu, buat pemegang saham+simpanan di bri, hati² ada perampingan bank, dalamnya bri menghawatirkan,
oakley
Januari 7, 2008 at 12:17 am
Wah memalukan sekali BRI jika memang benar2 kayak gitu…untung deh gw dulu gak jadi ikut seleksi BRI. Bidang telekomunikasi lebih menjanjikan.
wewed
Januari 7, 2008 at 3:33 am
Jangan pada gitu ah…
Kakak gw lulus2 aja tuh… tanpa neko2 macem macem.. (mang gak sanggup & gak ada koneksi buat neko2 siyh..) He he he…
-piss ah-
si emon
Januari 7, 2008 at 8:06 am
1. Ikut prihatin atas masalah yang menimpa rekan2 Trenii BRI
2. Kalo menurutku, jangan pernah ngerasa kalo tenaga kalian ga laku di tempat lain dengan mengais2 dan meminta belas kasihan BRI. buktikan kalo memang kalian mampu pasti ada tempat lain yang lebih OK. ga selamanya BRI bisa jadi harapan.
3. Kalopun memang proses hukum mo dilanjutkan, apa yang kalian harapkan??? apakah kalian berharap kalo BRI dapat menerima kalian?? atau ada harapan lain???
4. Sedikit Share, pengalaman pribadi, dulu sekitar 1 tahun lalu saya pernah apply, test, dan sudah pasti diterima di sebuah perusahaan elektrik di kawasan jakarta utara. tapi yang terjadi lain cerita, karena tiba2 dengan permohonan maaf pihak SDM mengatakan kalo tidak bisa menerima saya, sama, dengan alasan yang ga jelas dan tidak masuk akal. kebetulan saya punya teman akrab yang sudah bekerja di perusahaan tersebut. setelah saya cari tahu, alasan utama saya tidak jadi diterima adalah karena posisi untuk saya sudah diisi oleh orang yang di”titip” oleh Bos perusahaan itu. setelah itu saya coba cari tempat lain, dan saat ini saya udah bekerja di perusahaan telekomunikasi di wilayah jakarta selatan dengan gaji 4x lipat dari gaji yang pernah ditawarkan perusahaan tersebut. dan mungkin kehendak Tuhan kalo akhirnya rasa kecewa saya dulu bisa “terbalaskan”. karena beberapa hari lalu, perusahaan di pulomas itu telepon saya dan menawarkan posisi yang sama dengan dulu. dengan enteng dan bangga saya jawab, “sekarang saya kerja dengan gaji sebesar Y, kalo bapak mau penawaran saya adalah 2 kali Y. saya puas bisa gantian menolak mereka.
5. jangan pernah mau untuk direndahkan orang lain. saat ini kalian ga lulus di BRI, sapa tahu nantinya (kalo masih mau) ternyata bisa lulus jadi pegawai BI, apakah tidak lebih puas ???
Ksatria
Januari 8, 2008 at 11:07 am
I didn’t know it was this bad… kasian… ya semoga mantan2 trainee bri ini bisa cari kerja di tempat lain.. enggak usah ngotot kerja di bri… jgn nyesel, toh udah tau kan bri itu bobrok .. just like all other bumn…
makanya ganti mindsetnya dari jd pekerja ke bikin usaha sendiri
donna
Januari 10, 2008 at 12:53 am
ya ampun…dari bln brp sy nulis disini mpe skrg ini mslh blm kelar-kelar jg…sy jd bingung sbnrnya ini t4 utk menyalurkan unek-unek ttg BRI ato t4 orang yg uda stress dgn segla kesulitan hidup skrg…
uda aja kenapa sih?klo dibahas terus ya ga bakalan selesai2.utk mantan trainee intinya satu..klian tuh uda sulit utk diterima sbg peg tetap.udahlah cari yg lain.lht cerita diatas…banyak yg malah sukses stlh tidak diterima.saran saya…semua cerita sakit hati trainee yg ga keterima diakhiri saja…klo da keterima yg ada jg belum tentu seneng
Kemudian ttg budaya BRI yg g jamannya lg…inget dong BRI usia uda 112 thn…merubah segala sesuatu yg uda berjln skian lama g semudah seperti k bank2 yg baru bediri..yg usianya msh seumur jagung…pst butuh proses…tuntutan jaman yg membuat bri berubah…tp asal klian tau…sy slut sekali dg pegawai bri senior yg uda bekerja puluhan tahun…bygkan dulu indonesia spt apa…mrk digaji hanya berapa puluh rupiah…bahkan cm dikasi beras..utk gaji coba…kendaraan??sepeda ontel…berkilo2…tp loyalitas mrk luar biasa…klo anak2 skrg…mang mau dibuat kaya gitu….saya yakin ga ada mau…tapi jdnya ya bgitu…terlihat ketinggan jaman…jadul banget deh…setiap tempat jg punya ciri khasnya sendiri..sama dgn BRI ya ga…
xeta
Januari 10, 2008 at 2:47 am
Keep on fighting, brother!!
Fritz Gerald, Balige-Mdn
Januari 10, 2008 at 7:15 am
yg lolos ga smuanya titipan..typ emang banayk yg titipan..
yg udah nikah dan punya anak aja dilulusin (TRAINEE kanwil Surabaya).
pLAZA bri
Januari 12, 2008 at 5:39 am
sampai jumpa teman² trainee bri Yogya yang dibuang Januari ini, semoga kita semua dapat yang lebih baik untuk kita semua, amin. memang bri tidak profesional, minta surat keterangan pengalaman kerja saja ga dikasih, malah dilempar², di kanwil ke cabang, tapi dicabang malah ga dikasih, seolah² mereka mau cuci tangan, ga mau tanggung jawab, apalagi ga dikasih tau jadwal + Informasi ngambil ijasah, dulu awalnya disambut dengan baik, setelah ada masalah begini kayak ga di pikirin+ga di gagas di biarin aja, memang benar² bri ga bertanggung jawab,
oakley
Januari 16, 2008 at 4:05 am
bentar lg ada bonus lohhhhhhhh!! ayo buruan BUAT SMKnya
TOP
Januari 16, 2008 at 2:41 pm
Bonus ya… asyik dong…., tapi jangan lupa ya kalo uda dapet bonus sisihin 2,5% kepada orang laen yang membutuhkan (fakir miskin, anak yatim piatu, janda, dll). Inget rezeki yang kita dapet sebagian merupakan hak “mereka”.
OK BRO….!!!
wawan
Januari 18, 2008 at 1:24 pm
SMK TOP…????
GNIJNA lo… jilatin bokong sopyan basir aj lo…
to :TOP
Januari 19, 2008 at 6:12 am
bri masuk koran di surat redaksi kompas tgl 22 januari 2008. disitu ditulis ada karyawan bri yang lembur, tapi uang lemburnya ga dibayarin. padahal katanya uda ada crash program. setau gw si kalo uda ada crash program, uang lembur pasti dibayar, lain halnya kalo DITILEP / DIUNDUR. alamak kaya jaman penjajahan jepang aja ROMUSA (kerja paksa). gw jadi ragu sama BONUS, apa bener ada itu BONUS sedangkan uang lembur aja ga dibayar….
bayar artis di trans tv aja bisa, masa hanya uang lembur pake ga dibayarin…. MALU DONG
wawan
Januari 22, 2008 at 5:37 am
gmana hasil dari jalur hukumnya jeees!!
TOP
Januari 24, 2008 at 10:44 am
Puuuuusssssssiiiiiinnnnnnggggggg….
Kritik trus BUMN kalo tujuannya untuk membenahi (fungsi kontrol) coz ada saham lo di perusahaan2 milik negara ini lewat tax, taukan sebagian BUMN kita masih sakit. Tapi inget loh bukan bikin buruk citra atau pelampiasan kekesalan semata. kalo boleh gw bilang (negatif thinking) sebagian lo yang ketendang dari BRI akan tutup mata juga ko kalo posisi lo savety di BRI, atas kebobrokan yang mungkin ada di BUMN kita.
Cari solusi, tawarkan solusi bagi beberapa BUMN kita yang dianggap masih bermasalah. jgn berkutat saja pada persoalan mentalitas yang bobrok. lo tau kan sebelum ‘98 kita kritik kehidupan bernegara yang syarat kkn, tapi stabilitas pertumbuhan ekonomi tetap terjaga 8% bo pertahun. tapi sekarang, lo masih kritik hal yang sama (kkn) yang bukan turun, malah tambah menjamur, toh pertumbuhan ekonomi untuk mencapai 6,3% aja pake ngeden-ngeden (nahan buang air). so kasih solusi bos buat BUMN kita. (yang rasional dan sistematis).
Kalo masih mau memperbaiki BUMN kita tetap semangat dan luruskan niat (sory bukan sok bijak). BUMN kita butuh anak-anak muda yang berani, pintar, profesional dan jujur.
yakin deh yang tua, korup dan bebal otaknya akan hilang di hapus jaman, dan akan tiba saatnya lo yang bakal gantiin mimpin. Apa mau di bilang Bajingan, Bangsat, Korup, Bebal, Bandot Tua sama anak cucu lo.
pikir sendiri jawabanya….
ahhhh…. lega gw (hilang pusing gw)
trims…..
sartono
Januari 24, 2008 at 10:51 am
Berarti BRI merupakan perusahaan yang tidak beres, saya kita apa sih pekerjaan di Bank yang sulit, terutama untuk Management Trainee seperti ini. Toh kalau memang BRI mau melakukan cut habis-habisan dari pegawai barunya mengapa tidak seperti pada saat rekrutmen saja. Bilamana BRI tetap menjalankan praktek seperti ini, tampaknya saya tidak bisa melihat masa depan lebih cerah dari Bank ini, sebagai contoh beberapa waktu yang lalu BRI coba memasuki pasar anak muda dengan mendatangkan artis ibukota dalam launching produknya, ternyata sekarang seperti tenggelam di telan bumi. Kesuksesan suatu perusahaan adalah integrasi dari semua hal dan yang paling kritikal adalah rekrutmen dan sumberdaya manusia.
Archie
Januari 27, 2008 at 1:12 am
smoga smwa bs saling introspeksi diri…
arif
Januari 27, 2008 at 6:49 am
hmmmmm……..
titip simpati untuk korban trainee BRI
tapi…
coba buka mata anda…….
masih banyak orang-orang kurang beruntung ..
misalnya fresh graduate di perusahaan kecil di Bali gajinya bisa mulai 900 ribu sampai 1,5.. tanpa tunjangan apapun. tanpa hak THR.. tanpa hak apa-apa lagi.. gak peduli tamatan mana.. ITB,UI,UGM, dll.
inipun siap dikick kapan saja jika punya salah..
karena lapangan kerja terbatas, ada aja yang mau…duhhh…
bersyukurlah.. Jakarta emang tempat yang menjanjikan gaji aduhai dan membuat orang tambah rakus, merasa kurang dan kurang………
buat pengusaha dan petinggi, mudah-mudahan sadar, jika menindas adalah pekerjaan hina..bertobatlah ..
kunchunx
Januari 28, 2008 at 2:41 am
Yaa.. itulah resiko kalau kerja ikit orang.. Kalo mau enak ya kerja sendiri dong…. hehehehe..
orangkecil
Januari 28, 2008 at 4:40 pm
..hari ini baru aja saya ngambil form pendaftaran ke BRI..
saya baru lulus bulan november 2007, ini pertama kali saya mau nyari kerjaan..setelah baca tulisan Mas di atas, ups! saya bersyukur bisa tau lebih awal..jadi setidaknya ga akan berharap terlalu banyak..saya akan lebih teliti untuk nyari tempat kerja..
makasih banyak buat infonya..makasih untuk mencegah lebih banyak lagi orang yang kecewa..itu gunanya informasi.. :)
sari
Januari 31, 2008 at 8:41 am
sari sari….. jgn terlalu takut seperti itu. saran saya coba aja dulu, apa lagi de sari baru lulus. ikut tes dari awal sexan nambah pengalaman ikut psikotes dan wawancara plus bhs inggris. pengalaman adalah guru terbesar dalam hidup.
wawan
Januari 31, 2008 at 10:40 am
anda boleh kecewa tp dunia belum kiamat. Masih byk kesempatan di luar yang jauh lebih menarik dibanding jadi kuli. Menurut sy nich sektor perbankan g menarik keliatannya saja mentereng, penampilan necis dll tp diliat dari gaji ama tanggung jwb g seimbang. Enakan kerja sendiri…..
anton
Januari 31, 2008 at 12:14 pm
Nggak Cuma BRI kok yang arogan seperti beberapa postingan diatas, ngga percaya…liat aja BNI juga gitu.
thementalpicture
Januari 31, 2008 at 6:36 pm
Bingung saya…
Wong korban penipuan ketenagakerjaan kok disuruh introspeksi… Ada lagi yang nyuruh korban kasih solusi, bukannya kritik… (Orba banget gitu loh…:)), ada juga yang nuduh kalo korban di posisi penjahat, akan berlaku sama dg penjahatnya…. Masih ada juga yang membandingkan korban dengan korban laen yang lebih sengsara… katanya, masih untung!!!…
Korban ya korban!!! Harus berjuang utk memperoleh haknya, wong Sholat aja harus berhenti kalo tiba-tiba harta kita dirampok… (wajib hukumnya mempertahankan harta!) Mau sekarang masih nganggur kek, mo udah dapet kerja lagi, wajib hukumnya mempertahankan hak anda!
Klo mo introspeksi… mustinya yang nipu yang introspeksi! Klo kasih solusi, direktur dan management BRI udah dibayar buat mikirin solusi. Buat para trainee yang dipecat, minta bayaran yang cukup kalo anda disuruh mikirin solusi… Kalo ada yang bilang masih lebih sengsara orang2 laen, suruh orang yg ngomong itu advokasi korban, anda masih punya urusan yang musti diadvokasi juga, yaitu urusan anda sendiri… Kalo ada yang nuduh jika si korban ada di posisi penjahat maka si korban niscaya juga berkelakuan sama… palagi masih ngatain bebal, penjahat, dst… what the heck! Mungkin org itu yg sakit.
Above all… para trainee BRI adalah korban! Keep fighting…!!!
Korban Lapindo
Februari 1, 2008 at 2:23 am
kalo gitu ga jadi nyoba ikutan rekrutmen BRI di lppm.ac.id dech…. kalo begini ceritanya. mending nekunin kerjaan gw sekarang. mana gw barusan di terima jadi PNS lagi. BTW kok Bank Ruwet Indonesia ini kok melakukan rekrutment terus. buat boong-boongan abisan ntu di tendang, apa mang butuh beneran? weleh weleh
leak
Februari 1, 2008 at 9:02 am
Pesan Saya sih…..untuk anda terutama lulusan teknik, jangan deh masuk bank kalo hanya jadi pegawai di bagian lain seperti di analis kredit atau apa, kecuali anda informatics kerja di bagian IT bank is OK..
But buat lulusan teknik, jangan buru2 tergiur untuk masuk bank, walaupun anda saat ini sedang nganggur, kenapa…. anda-anda dijamin stress dengan pekerjaan yang sangat ‘manusiawi’ artinya pekerjaan yang terlalu memerlukan manusia untuk penyelesaiannya alias pekerjaan manual, tidak ada otomatisasi. seperti nagih, ngitung bunga, bikin memo, dll…semuanya serba manual yg intinya menghabiskan waktu anda, sedang dilain pihak andaharus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan anda….So pasti anda tidakakan pernah cukup waktu, walaupun anda lembur. batasan pekerjaan selesai itu tidak ada, karena pekerjaan selalu ada, belum lagi kalau di bagian kredit anda harus melakukan proses peninjauan kembali debitur anda, sangat menuyita waktu.
Bank adalah institusi yang berhitung bahasajawanya ‘etungan’, jadi siap2 aja bonus anda kecil kalo kerja di bank.
terus…margin keuntungan bank saat ini makin mengecil saja…kenapa, ya karena persaingan yang begitu ketat. untuk bank swasta lebih gesit dalam melakukan perubahan suku bunga (baca: menurunkan suku bunga), bank bumn tidak demikian mudah dalam menurunkan suku bunga, jadi pesan buat yg mau masuk ke bank bumn…anda pasti akan kesulitan menjual produk anda (kredit, dll) karena suku bunga yang tidak bersaing membuat produk bank bumn tidak diminati masyarakat.
Selain itu…sesungguhnya pegawai bank itu sangat kasihan….kenapa, karena dia hanya melihat uang melintas didepannya, dia melihat dan tau peluang bisnis yang sedang marak ( dari debiturnya….) tapi dia tidak berani ambil kesempatan untuk berusaha di bidang yg sedang sangat laku tersebut, kenapa……kenapa…karena pegawai bank dididik untuk tidak salah melangkah,,,,terutama pegawai bagian kredit tidak boleh salah melangkah karena kredit bisa macet, karena keseringan menilai resiko bisnis tersebut menjadikan pegawai bank tidak sukses dalam bisnis karena serba berprasangka buruk terhadap peluang bisnis yang ada, dia sudah merasa takut terlebih dahulu karena mengetahui resiko2…
padahal kan kita tau, di balik resiko itu ada keuntungan…
Bisnis itu tidak beresiko, yang beresiko adalah menjalankan bisnis tanpa perhitungan…
semoga menjadi pertimbangan para alumni (terutama lulusan teknik) untuk tidak masuk bank.
thementalpicture
Februari 1, 2008 at 1:16 pm
oi gw lulusan ipb ni PETERNAKAN. klo gw jd AO sebuah Bank gmn, cocok ga?
lulusan IPB
Februari 1, 2008 at 1:24 pm
perekrutan management trainee/cs bri masih ada unsur KKN, keponakan salah satu direktur masuk dalam cs. semua pegawai kantor cabang tau.
madaeng
Februari 2, 2008 at 5:39 am
hmmm…..BRI…Saranku cuma satu buat temen2 yang tertarik bekerja di BRI “JANGAN MASUK BRI SELAIN LEWAT PROGRAM PPS (GRADE 7)” coz kalau temen2 masuk BRI lewat program lain selain PPS atau dibawahnya program PPS jenjang karir kalian akan mentok (grade 7 kebawah). Hanya pegawai dari program PPS yang akan diberikan kesempatan untuk meniti karir ke jenjang yang lebih tinggi. Buat para trainee yang kecewa lebih baik lupakan BRI, cari kerja ditempat lain aja, toh masih banyak bank lain yang menawarkan gaji dan jenjang karir yang lebih baik dari pada BRI (untuk posisi se-level grade 7 kebawah). So, buat teman2 yang memiliki bakat dan potensi yang bagus ingat ya “JANGAN MASUK BRI SELAIN LEWAT PROGRAM PPS (GRADE 7)”
tasya
Februari 2, 2008 at 6:22 am
bu tasya kalo AO grade berapa ya? saya dpt info dari LPPM ada low AO BRI. thx sblmnya.
lulusan IPB
Februari 2, 2008 at 7:12 am
Bank saat ini memang tidak secerah dulu…
itu saya akui sebagai bankers.
Bonus juga cuma 1-2 kali setahun, kalau dulu bisa sampai 5 kali.
Ketenangan kerja juga berkurang karena usaha yg dibiayai bisa saja macet baik disengaja atau tidak.
Standar Operating Procedure juga main ketat, tetapi di lain pihak tuntutan untuk mencapai target juga berat, sehingga kesannya pegawai bank bagian kredit itu disuruh lari untuk cari prospek, tapi ternyata ekornya dipegangi, sehinnga akhirnya cuma bisa lari ditempat.
terakhir….fatwa bahwa bunga bank haram, banyak mempengaruhi diri saya untuk segera keluar dari bank.
Sekedar Info bila anda kerja di bank BUMN, siap2 aja menggadaikan ijasah anda di bank BUMN, untuk jaminan masa ikatan dinas.
BRI: training 3 bulan+ 9 bulan OJT –> Diikat 3 th ikatan dinas
BNI: training 6 bulan+ 6 bulan OJT –> Diikat 5 th ikatan dinas
BCA sepertinya ikatan dinasnya hanya 1 thaun.
thebankers
Februari 2, 2008 at 3:52 pm
sayang sekali, anda menganggap kerja di BRI itu tujuan hidup anda seolah BRI adalah tempat kerja terenak di seluruh jagat..emang sih pasti sangat menyebalkan, namun sekedar info basi aja, Ical Bakrie kaya tanpa harus kerja di BRI, Bob sadino juga, itu contoh yang terkenal, selain kedua orang itu masih banyak yang mampu hidup tanpa harus bekerja di BRI…udahlah, daripada repot-repot ngurus ini itu,mending cari peluang lain..
Highlander
Februari 3, 2008 at 7:30 am
Mudah2an kerja di BRI memang bukan menjadi tujuan…
Tapi saran saya tetap sama… cari peluang laen sambil keep fighting. Esensinya adalah: kalo anda tertindas dan dizalimi, anda wajib melawan. Supaya para penindas tidak semena-mena terhadap yang tertindas. Jangan berpikir bahwa anda memperjuangkan hak utk bisa diterima kembali… anda terlalu berharga utk BRI!!! Nawaitukan perjuangan anda utk org-org laen agar tidak terjadi lagi kasus serupa.
Rasulullah memungut batu di jalan agar batu tidak terinjak org lain… Saya sendiri tidak menjadi miskin atau menderita karena jadi korban Lapindo… cuman salah satu dari asset saya aja. Tapi di manapun, karena saya menjadi bagian yang tertindas di kasus Lapindo, saya akan lawan demi utk org2 yang tertindas di sana…
Korban Lapindo
Februari 3, 2008 at 7:53 am
@highlander
wah..bandinginnya nggak apple to apple..
kl ical bakerie mah..sejak orok juga nangisnya udh duit..org dr moyangnya udah kaya…
buat tmn2 yg dikerjain bri,sabar aja,rezeki itu udh bertebaran di muka bumi..gmn kita semangat menjemputnya aja :)
kl seandainya saya dulu digaji besar,asti saya sudah keenakan di perusahaan lama saya..yg akhirnya saya membranikan diri keluar..untuk merantau..dan alhamdulillah memang rezeki lbh mudah mengalir..
keep fighting bro..
humble
Februari 3, 2008 at 4:20 pm
Mas mas semua ruwet ruwet, sakit. mendingan KITA SEMUA BICARA BAGAIMANA KERJA/DAGANG/WIRASWASTA yang BAEK. Bikin forum ini menjadi lebih HOT n SEXY. Klo kita lewat sub blog ini hanya mengeluh, mecakar maki, pamer (BI, gaji 15jt/bulan) susah mah. N La yang mo ngisi penghujat blog ini gak CREATIVE dan STAGNAN, Hujat terus tu BRI, Mari kita JANGAN MENGHUJAT, KITA DOAKAN YANG TERBAIK SAJA. KITA INI BANGSA STAGNAN!!!!! INGAT HUKUM ARCHIMIDEST : SAPA CEPAT BELUM TENTU SELAMAT, SAPA COMENT PASTI DICOMENT.
MAS ANJAR SAYANG, SAYA DULU ADEK KELASMU DI FTE UGM, SEKARANG SAYA KERJA DI QATAR JADI PEDAGANG ASONGAN JUALAN MIGAS.
SESUAI DENGAN PASAL 346 KUHP BAB 3 HAL 999, DENGAN INI SAYA NYATAKAN BOG INI HARUS DIREVOLUSI STERILL,
YANG MO HUJAT JANGAN HUJAT, BAKAR AJA GEDUNG BRI, SAHAMNYA SURUH AKUSISI TEMASEK SAJA, CARI SNIPER BUNUH WAN BASYIR DAN KRONI2NYA, SELAMAT BERJUANG KAWAN, SEMOGA ANDA BERUNTUNG DAN JANGAN NGOMONG DOANK. TERIMAKASIH
PEDAGANG ASONGAN
Februari 3, 2008 at 10:07 pm
Mas mas semua ruwet ruwet, sakit. mendingan KITA SEMUA BICARA BAGAIMANA KERJA/DAGANG/WIRASWASTA yang BAEK. Bikin forum ini menjadi lebih HOT n SEXY. Klo kita lewat sub blog ini hanya mengeluh, mecakar maki, pamer (BI, gaji 15jt/bulan) susah mah. N La yang mo ngisi penghujat blog ini gak CREATIVE dan STAGNAN, Hujat terus tu BRI, Mari kita JANGAN MENGHUJAT, KITA DOAKAN YANG TERBAIK SAJA. KITA INI BANGSA STAGNAN!!!!! INGAT HUKUM ARCHIMIDEST : SAPA CEPAT BELUM TENTU SELAMAT, SAPA COMENT PASTI DICOMENT.
MAS ANJAR SAYANG, SAYA DULU ADEK KELASMU DI FTE UGM, SEKARANG SAYA KERJA DI QATAR JADI PEDAGANG ASONGAN JUALAN MIGAS.
SESUAI DENGAN PASAL 346 KUHP BAB 3 HAL 999, DENGAN INI SAYA NYATAKAN BlOG INI HARUS DIREVOLUSI STERILL,
YANG MO HUJAT JANGAN HUJAT, BAKAR AJA GEDUNG BRI, SAHAMNYA SURUH AKUSISI TEMASEK SAJA, CARI SNIPER BUNUH WAN BASYIR DAN KRONI2NYA, SELAMAT BERJUANG KAWAN, SEMOGA ANDA BERUNTUNG DAN JANGAN NGOMONG DOANK. TERIMAKASIH
PEDAGANG ASONGAN
Februari 3, 2008 at 10:10 pm
Ok agung setuju, semua keluh kesah yang tidak berakhir di Solusi terbaik jangan di keluarkan di Forum ini.
Buatlah Solusi tebaik dari semua masalah.
Berusahalah mencari alternatif bekerja ditempat / bidang lain yang lebih produktif walau awalnya tidak digaji besar.
Agung sudah pernah merasakan kerja susah di Salah satu bank Internasional bergaji 1,1 juta (harus jalan mencari nasabah dengan uang sendiri).
Alhamdulillah ada jalan keluar yang nawarin kerja di bidang IT bergaji 1,7jt/bln bersih (aku terima ikhlas):-)
Jangan lupa jalin terus Networking di dunia kerja, jangan pasif, pasti selalu ada Solusi terbaik.
TANGGA DIATAS TIDAK AKAN KITA RASAKAN, BILA KITA BELUM MENERIMA TANGGA DIBAWAH…:-)
Salam SOLUSI untuk semua yang selalu OPTIMIS…:-)
Agung
Februari 4, 2008 at 2:23 am
saya kan baru lulus klo saya coba AO gpp kan ya?nambah pengalaman. tapi saya ucapkan terima kasih jg atas semua sarannya. mdh2an bisa menjadi bahan pertimbangan saya, andaikan saya sudah mendekati “PINTU GERBANG BRI”.
lulusan IPB
Februari 4, 2008 at 2:32 am
@ Pedagang Asongan
setau saya pak anjar ki orang ilkom,
ini yang ga bener, mbok ditanggapi dengan kepala dingin..gausah pake bakar2 kenapa? mang di TE diajarin bakar2an..
hasan
Februari 4, 2008 at 7:32 am
Sebentar lagi Pemilu, aiy punya ide nich, bikin Partai IManTRI.
Aa Culun
Februari 4, 2008 at 8:03 am
Ngapain kasih koment di Blog, lebih mantap di KOMPAS. emang bank BUMN udah koneks internet. he he he gak ada internet nanti pegawainya pada malas chatting semua…
NoOffense BRO…
multipletalent
Februari 4, 2008 at 10:11 am
@Agung: lo ngomongin Agung terus. Emangnya siapa sih Agung..?
acooljerk
Februari 4, 2008 at 4:31 pm
ngapain susah pijat aja ma aku 25rb male for mans khusus yogyakarta dijamin puaaaaassssss ples ples
jag
Februari 5, 2008 at 6:13 am
Halah jadi takut masuk BRI
Calon Sarjana
Februari 5, 2008 at 11:59 pm
Semua yang selama ini dibicarakan ternyata hanya ‘RASA’ aja….just FEEL not reallity….karena fakta dan pembuktian dari mr. Sofyan Baasyir trhdp pemerintah dapat meningkatkan level beliau, dengan pencetakan efisisensi biaya dan mampu membuktikan memberikan LABA no. 1 BUMN di Indonesia thn 2007. so look up your self, apalah diri ini yang hanya merasa besar dan penting dibanding dengan apa yang telah KAU berikan dan torehkan dalam prestasimu……….Apalagi Sistem Personal Value, personal Grade mampu memberikan bukti bagi Mr. Sofyan Baasyir dikhlayak publik, pemegang saham, pemerintah dan semua pemerhati BRI., bahwa tingkat kepemimpinan management beliau telah berhasil…….!!!!!!!!!!! Itu dpt disimpulkan bhw bukan krn SDM pegawai BRI yg dibawah standart, justru krn konsentrsi BRI yg telah diplot pemerintah ditingkat MIKROlah yg menjadikan BRI harus bisa menjadi me’mikro’kan diri..Draft kenaikan gaji dari personal Value dari strata point dan Pendidikan etc, per Juni 2007 dirapel muilai maret 2008,bagi Grade 3 Kenaikan min sebesar Rp. 850.000,- perolehan menjadi Rp. 4.7 juta, Grade 4,5,6 dst lebh berjenjang keatas….Sooo…utk yg spt itu pertanyaan atas kegagalan S.Bsyr dimana……..be Profesional adlh meraih sesuatu yg besar dan Pasti dg mereplace yg Kder2 yg hanya bisa manja, protes, yg NOTABENE lulusan sekarang bukan para PEJUANG ato pekerja…it’s Truth!!!!!..tapi kta hanya bs waspada karena masa jabatan beliau hampir berakhir, so biaya yg terjadi kenaikan P.V etc adalah mjd beban penerus Beliau nantinya!!!!!!!!!!
THE TRUTH
Februari 6, 2008 at 4:06 pm
Pembuktian lagi bahwa dari sejak 23 Juli 2007, s.d sekrg 6 Februari 2008 …aura rasa Kecewa ex Trainee2 masih terasa kental, itu waktu yg cukup lama bagi seseorang buat PATAH HATI karena putus cintanya….bahwasannya sesungguhnya karena Cintanya yg terlalu mendalam dan Besar terhadap BRI, menjadikan begitu sakit dan berubah KEBENCIAN yang sangat dalam terhadapnya saat menyadari diri telah diputus CINTA olehnya..meradang, sakit, teriak, mengumpat, mencaci….bahkan paling bagus adalah terapi abjad untuk penyembuhan.Himdarilah tiga huruf dalam Hidupmu sampi kau benar2 sembuh dari patah hatimu…wahai kawan pecinta, penyayang ex trainee……..3 huruf :B.R.I……..BUKANKAH CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI, karena cinta sudah memiliki dirinya sendiri, biarkanlah ia apa adanya, maka wujudkanlah hanya karena cinta……..Bentuknya?????????
THE TRUTH
Februari 6, 2008 at 4:18 pm
Buy ligth sweet brend = US$ 96.2/ Barrel
CPO =? ada yang tau
PEDAGANG ASONGAN
Februari 6, 2008 at 6:07 pm
kasian..
masukkin di kaskus ato forum2 gede aja mas…
perushaan ga tau diri…
happy
Februari 6, 2008 at 9:57 pm
bri jd seleb lagi di surat redaksi kompas jumat 8 februari 2008. di situ dibilang nasabah di tolak dengan alasan ttd beda.gw ga tau ni mana yang bener, tp klo gw punya solusi knp ga difax ja KCCT,copy KTP,CIF & lembar yg hijau dari unit tempat nasabah itu buka rekening.cocokin sama apa beda ttdnya.klo hal seperti ini udah dilakuin,berarti nasabahnya mm salah,tp klo belum WAH PAYAH ORANG BRInya.
gw punya usul ni u/ BRI. gunain gesek ATM saat penarikan diTELLER spt bank BCA atau min seperti bank MANDIRI lah yg sama2 BUMNnya. trs kalo bisa alamat + no ktp dihapus dari tampilan diButab, supaya aman bagi nasabah dan bagi bank sendiri.
peace bro…
wawan
Februari 8, 2008 at 3:59 am
BUAT THE TRUTH
KALAU NGOMONG AJA SEMUA ORANG BISA BRO
TETAPI ORANG HIDUP BUKAN UNTUK PROFIT AJA, TAP MENJAGA HUBUNGAN DENGAN TUHAN DAN MENJAGA HUBUNGAN ANTAR MANUSIA. “” KATA ORANG JAWA TEPO SELIRO, UNGGAH-UNGGUH”" ANCENE LEK WONG ARAB PANCEN ARABPATINGENAH. U PISAN ORANG ARAB???????
ISONE NGEDEKNE KUNAM TOK
FUCKBRI
Februari 9, 2008 at 1:36 am
Buat yg diatas yg bilang “Jangan masuk BRI kecuali lewat program PPE”
Semua org juga pengen bisa diterima lewat PPE…masalahnya,ikut PPE dikira gampang?
bos_lionel
Februari 9, 2008 at 7:00 am
apa ada yang tau ramuan umpan tombro bro, yang yahud
soalnya didaerahku lagi rame-ramenya lomba nich
jag jager
Februari 9, 2008 at 1:28 pm
Gw setuju banget sama pernyataan: bwt lulusan teknik, jangan pernah berpikir buat kerja di bank. So lame and clerikal job! Lulusan SMA juga bisa.. gak ada guna praktikum berjam-jam di lab pas zaman kuliah, gak ada guna begadang berapa hari ngerjain tugas….semuanya gak ada guna kalo lo masuk ke bank.
So, buat para engineer muda, kerja lah di bidang keilmuan kalian. Seriously!
Gw bilang gini, karena gw engineer, yg terdampar di sebuah bank. Dulunya gw milih pekerjaan ini krn kesannya lebih white collar job, bergengsi gt. Orgnya rapi-rapi n cakep2, gak kaya engineer2 yg jarang mandi.
Emang c, gw much luckier drpd temen2 trainee BRI. (btw, gw sempet keterima PPS BRI th 2006 tp kaga gw ambil, krn gw males bgt ngebayangin dtempatin di remote area). Skrg gw dah jadi supervisor d bank X dg jalur semacam MT gt jg. Dg ikatan dinas Y tahun! -> jangan perna mau deh TTD ikatan dinas, masi muda gini mestinya loe bisa jadi kutu loncat yang efektif!
Gaji gw? Yah cukuplah buat idup, masih >5. Walau bodohnya, gaji gw jadi yg terendah bila dibandingin ma temen2 gw yg “setia” sama ke-engineer-an mereka, dg rata2 gaji >10.
Penampilan boleh perlente, penghasilan belom tentu! :))
Udah lah, ngap daftar ke bank?? Daftar aja ke oil ato telco company..
Kalo masi nekat kerja di bank, kayanya ke bank syariah aja deh (buat yg muslim), gw liat c org2nya lebih “meneduhkan”, lebih terseleksi lah moralnya. Walo profesionalitas kayanya masi jauh (termasuk gaji tentunya).
Buat yg lagi ikut tes BRI, mending ikut tes BI aja deh sana.. min gajinya gedean. Buat yg udah masuk BRI, semoga selamat dunia-akhirat, karena kalian ada di perusahaan kacrut. Gak apa-apa saya juga ada di perusahaan kacrut kok… But life goes on bro, keep fighting!
Don't Do Banking!
Februari 9, 2008 at 3:00 pm
[...] Ada kesedihan ketika membaca tulisan ‘Suara hati trainee BRI yang kecewa’ di blognya Priandoyo, sedih karena prihatin atas nasib teman-teman yang kecewa atas perlakuan BRI [...]
Social Responsibility « Sicindai
Februari 10, 2008 at 6:56 am
AAO (Associate Account Officer) itu grade 5..Btw di BRI itu PPS bukan PPE. PPE itu MTnya Bank Niaga kali…
ex PPS
Februari 10, 2008 at 11:06 am
kalau PPS yg buat IT Staff itu grade brp ya?
Chris
Februari 12, 2008 at 11:05 am
yah gw juga skrg masih menganggur, ternyata impian bisa masuk trainee itu gak sepenuhnya mimpi indah yah……
kazkaz
Februari 16, 2008 at 2:16 am
BUAT FUCK BRI,…..bukannya hanya kekesalan yang hanya bisa ditelurkan, seberapa jauh fakta yang telah membuat kita terhenti dari keinginan…seberapa besar yang telah ANDA sumbangkan selain untuk diri Anda sendiri?? buat BRI, ato instansi anda sendiri? saya yakin hanya sekelumit yg telah kau sumbangkan….itu bisa kta lihat dari semua komentar anda di blog ini, hanya mengedepankan Ego sekelompok 500 orang dibandingkan kesejahteraan 16.000 orang karyawan???, suatu hal sulit jika anda membuka empati sedikit saja dari relung intelegensia yg anda punya, dalam posisi Mr Sofyan Baasyir!!!!bangsa kita sekarang adalah bangsa yang hanya bisa mengumpat, mencaci mengumbar hawa nafsu saja, serakah duniawi!seperti anda sendir bgmana?????? tanpa bisa berkarya, krn terlihat sekali ’subyektifitas’ anda jika harus menjadi profesional, apatis yang narsis…ke FANATISAN warisan dari moyang kita, yg justru menjadikan mengesampingkan logika dan kebenarannya…spt dahulu mudanya Mr. Sofyan Baasyir sebelum akhirnya diterima di BUKOPIN adalah salah seorang dari yang TIDAK diterima saat test mjd karyawan BRI, bisa saja jalur Customer Service/Teller, justru pembalasan Mr. S. B skrg bhkan bisa menjadi direktur perusahaan yg dulu menolaknya!!..dunia tak akan yg tahu akan datang bagaimana..bisa saja ANDA jika memang PROFESIONAL suatu saat kedepan bahkan bisa menggantikan Mr Sofyan Baasyir 15-20 tahun kedepan, Who Knows?..atau kalau gak bisa, menjadi Penjaga malam pun gak apa2 asal bisa berkarya dan halal…jangan muna thd diri muara dari kehidupanmu adalah MATERI!!!
THE TRUTH
Februari 16, 2008 at 2:21 pm
Jawaban The Truth mungkin bisa sedikt meneduhkan hati para adik2 yang merasa kecewa dg. BRI.Sekedar share dari saya seorang ibu rumah tangga yang mempunyai
suami karyawan BRI yg dulu menjadi karyawan BRI dg mengikuti serangkaian seleksi BRI yg panjang dan melelahkan, tanpa koneksi dan kolusi belasan tahun
silam.(Mungkin jg bisa memberi semangat bagi yang ingin masuk BRI ataupun menghibur bagi yang pernah merasa menjadi korban trainee BRI, bahwa mungkin it’s
just ‘matter of time’ or ‘matter of rejeki’).
Saya percaya, BRI mengeluarkan biaya dan effort yang besar untuk recruitment seperti ini. Dari sisi anggaran maupun SDM. Masa seleksi awal mgkn ditekankan
lbh k kemampuan akademis maupun intelegensia, sementara masa menjadi trainee lbh kearah integritas dan attitude serta sesuai tidaknya seseorang bekerja di
BRI, dg visi dan misi BRI serta dg budaya BRI. Hal-hal yang saya sebutkan terakhir ini adalah hak mutlak setiap perusahaan yang diwakili pejabatnya waktu itu
untuk menentukan bhw seseorang sesuai atau tidak bekerja di BRI.
Hal ini bisa saja terjadi, bukan berati anda tidak pekerja keras, bukan berarti anda tidak smart, bukan berarti anda tidak perform juga bukan krn nilai2 anda
tidak memenuhi. Tapi it’s just not fit. Like and dislike tentu saja ada,dimana2.swasta atau PMA juga.Unless you are extraordinary excellent, just follow the
stream, supaya dislike ini tidak muncul yang bisa menjegal diri sendiri.
Selama belasan tahun suami menjadi karyawan BRI, alhamdullilah dia bisa menghidupi anak istrinya dengan uang halal dan cukup. Saya tahu enough is never
enough, kalau anda membandingkan gaji dengan bank lain, BRI tergolong kecil. Dulu, pernah suami tergiur mendapat tawaran bank lain dengan gaji 3xnya.Tapi
syukurlah kami diberiNYA yang terbaik, bank tsb tidak lagi exist hanya beberapa tahun kemudian. There is something money can’t buy. Bekerja di BRI setau
saya penuh pengabdian, artinya, anda bekerjalah dulu jangan mikir untung ruginya. Let’s Allah take care of the rest. Dulu saya suka komplain suami sering
pulang malam, pulangpun masih bawa kerjaan. Sabtu Minggu sering bawa keluarga hanya untuk lembur. Ada uang lemburkah? jangan harap, karena staf keatas tidak
ada lemburan. Jarang suami komplain ttg kerjaannya. Dia menerimanya bahkan lebih banyak lagi minta kerjaan ke bosnya.’What r u trying to proof’ tanya saya.
‘Nothin, it’s just challenge me’ jwbnya. Betul sekali yang bilang setiap tahun ada ujian, ada test2, bahkan toiec scorepun hrs terus diperbaiki kalau mau
masih eligible untuk mengikuti kursus2 di luar negeri, and yet dg kerja keras seperti itu suami belum juga jadi dirut, direktur or even gm.’hanya’ seorang
manager yang membawahi beberapa stafnya.
Proteskah? sakit hatikah? alhamdulillah tidak, karena kami mensyukuri what we have now.Bahkan sekarangpun membawa pekerjaan di rumah makin banyak, kenapa?
bukannya sdh jadi manajer, level 13? jawabannya karena waktunya dikantor banyak untuk menghadiri rapat,meeting2 dll, sehingga harus naik turun lift di BRI
tower.Kapan pekerjaannya bisa selesai klau ga di rumah? bukannya dia tinggal nyuruh staf2nya yang level 7, 9, bhkan yang 11 sekalipun.Itulah sebabnya manajer
dibayar dan diberi level sedikit lebih tinggi dari stafnya. Karena hasil pekerjaan stafnya, still he needs to read dan beri komentar untuk esok harinya, dan
itu dikerjakan dirumah. Lalu kenapa mesti buang2 waktu untuk rapat dll? Karena banyak program2, visi dan misi BRI yang tidak bisa dishare kesemua karyawan
BRI, orang2 yang seperti suami sayalah yang menerjemahkan ke bagian masing2 untuk kemudian menjadikannya menjadi sebuah hasil karya. Big picturenya gimana
sih? Yah ujung2nya supaya lebih profitable.Why? bukannya ini BUMN, boleh rugi seperti BUMN yg lain? Nggak lagi bisa seperti itu karena BRI sudah menjadi
milik publik yang performanya bisa dilihat dg naik turunnya harga saham. Saham BRI yang pada waktu IPO dilepas dg harga rp 875, sekarang sudah diatas 6000an
bahkan pernah hampir 8000an. Apa artinya? publik mempunyai animo baik terhadap BRI, karena dianggap profitable. Alhamdulillah, dengan begini BRI masih bisa
akan tetap eksis. Menggaji 16000an karyawannya, yang mungkin tiap2 karyawan mempunyai 2-3 anak, dan belum lagi para orangtua, ponakan, sanak saudara yang
mungkin tiap bulannya tergantung pada kiriman dari sang para karyawan BRI. Juga para fakir miskin yang mempunyai jatah 2,5% dari penghasilan karyawan
BRI,yang kalau semua mau membayar zakatnya. yang kalau dihitung penghasilannya, 12xgaji, 2xTHR, 1xcuti, 4-7x bonus, 2xincentif, 3xcuti besar.
Secara rata2 bisa menerima 24xgaji dalam setahun. Bukankan ini jumlah yang besar? Belum pajak yang dibayarkan 16000an karyawawannya? Alhamdullillah. Banyak sudah yang dilakukan BRI untuk negeri ini, untuk kita, untuk rakyat. Jangan lupa, karyawan, keluarga2 karyawan, dan orang2 yang menerima manfaat dengan adanya BRI adalah rakyat juga.
Orang2 lain mgkn melihat karyawan BRI kok bisa punya rumah bagus, punya mobil lebih dari satu, bisa naik haji, pasti korupsi nih, pasti meras rakyat nih.Lihatlah angka penghasilan diatas yang belum memasukkan jatah
saham MSOP dengan harga jual di pasar sekunder.It’s big number mas.Tapi itu relatif, betul. enough is never enough, isn’t it? Yang penting berkah.
Selama belasan tahun saya dan keluarga makan dari BRI, suami bekerja buat BRI bukan buat bosnya, bukan buat dirut,direktur atau kadivnya. Lihatlah BRI yang
tetap tegak berdiri diantara krismon th 1998? kenapa? karena akar yang kuat menancap ke bumi ini.BRI mau repot2 mengurusi nasabah kecil2, orang2 desa dengan
mendirikan unit2 di pelosok tanah air. Mana ada bank besar yang dielu-elukan itu mau repot2 spt itu? Lihatlah dengan jiwa yang besar dan arif, bahwa BRI
sudah berbuat banyak untuk negara ini, rakyat ini. Anda mungkin tidak setuju dengan para pemimpinnya, but see the bigger picture, and tell yourself jika
someday anda jadi pemmimpin janganlah seperti itu. meantime anda tetap terus berkarya di bidang anda yang memang fit untuk anda.Kalau saya melihat suami yang
sudah bekerja keras mati-mati2an, belum juga jadi kadiv (gm), direktur, atau dirut, hm… seperti apa beliau2 itu kerja kerasnya dulu, pasti beliau2 sudah
melalui apa yang sudah dilalui suami saya, and yet did it a remarkably outstanding job. Stick out among the crowd.
Jadi jika anda para fresh graduate atau calon pelamar, jangan segan untuk masuk dan menjadi karyawan BRI. Suami saya hanya lulusan sebuah universitas negeri di Jawa yang direcruit di pusat, tanpa KKN, dan beberapa tahun kemudian BRI mau menyekolahkannya ke luar negeri dengan menanggung semua biayanya beserta keluarganya. Di BRI there are plenty room for u to grow.It’s depend on U, depend on rejeki anda, Depend on rencana Allah atas anda,just keep on trying.
Jika anda karyawan BRI,dan masih menikmati gaji serta fasilitas BRI, bersabarlah jika banyak yang tidak sesuai dengan keinginan anda, dan bersyukurlah akan
nikmat yang anda miliki sekarang sehingga rejeki anda menjadi lebih berkah dan hati anda menjadi tenang. Do your best, and let Allah takes care of the rest.Orang-orang yang seperti anda inilah nanti yang akan meneruskan BRI.Jadi luruskan hati, bekerja keras, sabar dan tawakal, serta jadilah pemimpin yang baik dan menjadikan BRi menjadi ‘The most wanted emplyoyeer’ di majalah fortune.Take it,terima dengan kebesaran hati and live with it, or leave it, and be yourself out there.
Jika anda merasa menjadi korban ‘trainee BRI’ tentu sakit, kecewa, malu menjadi satu, tapi ingatlah bahwa semua itu terjadi atas kehendak ALlah, rejeki anda
mungkin bukan di BRI, bukankah rejeki itu Dia yang mengatur? don’t questioning HIM. mungkin BRI bukan yang terbaik untuk anda.Tapi BRI telah berbuat yang pasti banyak untuk negeri ini, anda tentu juga sangat cinta pada negeri ini kan? meskipun mugkin anda tidak setuju dg presidennya, menteri2nya atau para
penguasanya sekalipun. Tindakan yang provokatif yang mendiskreditkan BRI hanya akan menguntungkan pihak-pihak lain sebagai kompetitor BRI. What is it for you? nothing.Anda tidak akan dapat apa2 selain kepuasan karena memaki-maki dan menghujat. So take a deep breath, sabar..and wake up, and sail on silver boys n girls. It’s ur time to shine….di tempat lain. Instead of menggalang komunitas yang isinya hanya share kekecewaan dan sakit hati. Trust me’ I have been
everywhere, kecewa dan sakit hati bisa dimana-mana,di perusahaan apapun, dan dimanapun, coz it is in ur heard, in ur head. Banyak-banyaklah berdoa setelah
berusaha, semoga rencana Allah sesuai dengan rencana Anda. Good Luck.
wify
Februari 18, 2008 at 8:46 am
Jawaban The Truth mungkin bisa sedikt meneduhkan hati para adik2 yang merasa kecewa dg. BRI.
Sekedar share dari saya seorang ibu rumah tangga yang mempunyai suami karyawan BRI yg dulu menjadi karyawan BRI dg mengikuti serangkaian seleksi BRI yg panjang dan melelahkan, tanpa koneksi dan kolusi belasan tahun silam.(Mungkin jg bisa memberi semangat bagi yang ingin masuk BRI ataupun menghibur bagi yang pernah merasa menjadi korban trainee BRI, bahwa mungkin it’s just ‘matter of time’ or ‘matter of rejeki’).
Saya percaya, BRI mengeluarkan biaya dan effort yang besar untuk recruitment seperti ini. Dari sisi anggaran maupun SDM. Masa seleksi awal mgkn ditekankan
lbh k kemampuan akademis maupun intelegensia, sementara masa menjadi trainee lbh kearah integritas dan attitude serta sesuai tidaknya seseorang bekerja di BRI, dg visi dan misi BRI serta dg budaya BRI. Hal-hal yang saya sebutkan terakhir ini adalah hak mutlak setiap perusahaan yang diwakili pejabatnya waktu itu untuk menentukan bhw seseorang sesuai atau tidak bekerja di BRI.
Hal ini bisa saja terjadi, bukan berati anda tidak pekerja keras, bukan berarti anda tidak smart, bukan berarti anda tidak perform juga bukan krn nilai2 anda tidak memenuhi. Tapi it’s just not fit. Like and dislike tentu saja ada,dimana2.swasta atau PMA juga.Unless you are extraordinary excellent, just follow the stream, supaya dislike ini tidak muncul yang bisa menjegal diri sendiri.
Selama belasan tahun suami menjadi karyawan BRI, alhamdullilah dia bisa menghidupi anak istrinya dengan uang halal dan cukup. Saya tahu kalau anda membandingkan gaji dengan bank lain, BRI tergolong kecil. Dulu, pernah suami tergiur mendapat tawaran bank lain dengan gaji 3xnya.Tapi syukurlah kami diberiNYA yang terbaik, bank tsb tidak lagi exist hanya beberapa tahun kemudian. There is something money can’t buy.
Bekerja di BRI setau saya penuh pengabdian, artinya, anda bekerjalah dulu jangan mikir untung ruginya. Dulu saya suka komplain suami sering pulang malam, pulangpun masih bawa kerjaan. Sabtu Minggu sering bawa keluarga hanya untuk lembur. Ada uang lemburkah? jangan harap. Jarang suami komplain ttg kerjaannya. Dia menerimanya bahkan lebih banyak lagi minta kerjaan ke bosnya.’What r u trying to proof’ tanya saya.
‘Nothin, it’s just challenge me’ jwbnya. Betul sekali yang bilang setiap tahun ada ujian, ada test2, bahkan toiec scorepun hrs terus diperbaiki kalau mau masih eligible untuk mengikuti kursus2 di luar negeri, and yet dg kerja keras seperti itu suami belum juga jadi dirut, direktur or even gm.’hanya’ seorang manager yang membawahi beberapa stafnya.
Proteskah? sakit hatikah? alhamdulillah tidak, karena kami mensyukuri what we have now.Bahkan sekarangpun membawa pekerjaan ke rumah makin banyak, kenapa?
bukannya sdh jadi manajer, level 13? jawabannya karena waktunya dikantor banyak untuk menghadiri rapat,meeting2 dll, sehingga harus naik turun lift di BRI
tower (spt salah satu comment disini) .Kapan pekerjaannya bisa selesai klau ga di rumah? bukannya dia tinggal nyuruh staf2nya yang level 7, 9, bhkan yang 11 sekalipun.Itulah sebabnya manajer dibayar dan diberi level sedikit lebih tinggi dari stafnya. Karena hasil pekerjaan stafnya, still he needs to read dan beri komentar untuk esok harinya, dan
itu dikerjakan dirumah. Lalu kenapa mesti buang2 waktu untuk rapat dll? Karena banyak program2, visi dan misi BRI yang tidak bisa dishare kesemua karyawan BRI, orang2 yang seperti suami sayalah yang menerjemahkan ke bagian masing2 untuk kemudian menjadikannya menjadi sebuah hasil karya. Big picturenya gimana sih? Yah ujung2nya supaya lebih profitable.Why? bukannya ini BUMN, boleh rugi seperti BUMN yg lain? Nggak lagi bisa seperti itu karena BRI sudah menjadi milik publik yang performanya bisa dilihat dg naik turunnya harga saham. Saham BRI yang pada waktu IPO dilepas dg harga rp 875, sekarang sudah diatas 6000an bahkan pernah hampir 8000an.
Apa ini artinya? publik mempunyai animo baik terhadap BRI, karena dianggap profitable. Alhamdulillah, dengan begini BRI masih bisa akan tetap eksis. Menggaji 16000an karyawannya, yang mungkin tiap2 karyawan mempunyai 2-3 anak, dan belum lagi para orangtua, ponakan, sanak saudara yang mungkin tiap bulannya tergantung pada kiriman dari sang para karyawan BRI. Juga para fakir miskin yang mempunyai jatah 2,5% dari penghasilan karyawan
BRI,kalau semua mau membayar zakatnya.
Karyawan BRI kalau dihitung penghasilannya, 12xgaji, 2xTHR, 1xcuti, 4-7x bonus, 2xincentif, 3xcuti besar.
Rata2 bisa menerima 24xgaji dalam setahun, untuk selevel suami saya. Bukankan ini jumlah yang besar? Belum lagi pajak yang dibayarkan 16000an karyawawannya? Alhamdullillah. Banyak sudah yang dilakukan BRI untuk negeri ini, untuk kita, untuk rakyat. Jangan lupa, karyawan, keluarga2 karyawan, dan orang2 yang menerima manfaat dengan adanya BRI adalah rakyat juga.
Orang2 lain mgkn melihat karyawan BRI kok bisa punya rumah bagus, punya mobil lebih dari satu, bisa naik haji, pasti korupsi nih, pasti meras rakyat nih.Lihatlah angka penghasilan diatas yang belum memasukkan jatah
saham MSOP dengan harga jual di pasar sekunder.
It’s big number mas.Tapi itu relatif, betul. enough is never enough, isn’t it? Yang penting berkah.
Selama belasan tahun saya dan keluarga makan dari BRI, suami bekerja buat BRI bukan buat bosnya, bukan buat dirut,direktur atau kadivnya. Lihatlah BRI yang
tetap tegak berdiri diantara krismon th 1998? kenapa? karena akar yang kuat menancap ke bumi ini.BRI mau repot2 mengurusi nasabah kecil2, orang2 desa dengan
mendirikan unit2 di pelosok tanah air. Mana ada bank besar yang dielu-elukan itu mau repot2 spt itu? Lihatlah dengan jiwa yang besar dan arif, bahwa BRI sudah berbuat banyak untuk negara ini, rakyat ini. Anda mungkin tidak setuju dengan para pemimpinnya, but see the bigger picture, and tell yourself and your children jika someday jadi pemimpin janganlah seperti itu. meantime anda tetap terus berkarya di bidang anda yang memang fit untuk anda.
Kalau saya melihat suami yang sudah bekerja keras mati-mati2an, belum juga jadi kadiv (gm), direktur, atau dirut, hm… seperti apa beliau2 itu kerja kerasnya dulu, pasti beliau2 sudah melalui apa yang sudah dilalui suami saya, and yet did it a remarkably outstanding job. Stick out among the crowd.Masing2 orang punya porsinya masing2.
Jadi jika anda para fresh graduate atau calon pelamar, jangan segan untuk masuk dan menjadi karyawan BRI. Suami saya hanya lulusan sebuah universitas negeri di Jawa yang direcruit di pusat, tanpa KKN, dan beberapa tahun kemudian BRI mau menyekolahkannya ke luar negeri dengan menanggung semua biayanya beserta keluarganya. Di BRI there are plenty room for u to grow.It’s depend on U, depend on rejeki anda, Depend on rencana Allah atas anda,just keep on trying.
Jika anda karyawan BRI,dan masih menikmati gaji serta fasilitas BRI, bersabarlah jika banyak yang tidak sesuai dengan keinginan anda, dan bersyukurlah akan nikmat yang anda miliki sekarang sehingga rejeki anda menjadi lebih berkah dan hati anda menjadi tenang. Do your best, and let Allah takes care of the rest.Orang-orang yang seperti anda inilah nanti yang akan meneruskan BRI.Jadi luruskan hati, bekerja keras, sabar dan tawakal, serta jadilah pemimpin yang baik dan menjadikan BRi menjadi ‘The most wanted emplyoyeer’ di majalah fortune.Take it,terima dengan kebesaran hati and live with it, or leave it, and be yourself out there.
Jika anda merasa menjadi korban ‘trainee BRI’ tentu sakit, kecewa, malu menjadi satu, tapi ingatlah bahwa semua itu terjadi atas kehendak ALlah, rejeki anda mungkin bukan di BRI, bukankah rejeki itu Dia yang mengatur? don’t questioning HIM. mungkin BRI bukan yang terbaik untuk anda.Tapi BRI yang pasti telah berbuat banyak untuk negeri ini, anda tentu juga sangat cinta pada negeri ini kan? meskipun mugkin anda tidak setuju dg presidennya, menteri2nya atau para penguasanya sekalipun. Tindakan yang provokatif yang mendiskreditkan BRI hanya akan menguntungkan pihak-pihak lain sebagai kompetitor BRI. The end of the day kalau BRI hancur, marketsharenya hanya akan diambil alih pihak lain. So what is it for you? nothing. Anda tidak akan dapat apa2 selain kepuasan karena memaki-maki dan menghujat. So take a deep breath, sabar..and wake up, and sail on silver boys n girls. It’s ur time to shine….di tempat lain. Instead of menggalang komunitas yang isinya hanya share kekecewaan dan sakit hati.
Trust me’ I have been everywhere, kecewa dan sakit hati bisa dimana-mana,di perusahaan apapun, dan dimanapun, coz it is in ur heart, in ur mind and in ur head. Banyak-banyaklah berdoa setelah berusaha, semoga rencana Allah sesuai dengan rencana Anda. Good Luck.
wify
Februari 18, 2008 at 9:03 am
Salut buk saya baca…. trims
andik
Agustus 27, 2009 at 6:00 am
KALO EMANG BLUM REJEKI ELO KERJA DI BRI, YA TERIMA NAsib aja!bersyukurlah dalam segala hal, siapa tahu Tuhan menyiapkan rejeki yang jauh lebih bernilai daripada kerja di BRI
albert tangkijaheng
Februari 18, 2008 at 10:51 am
meneruskan ibu wify,
saya baru nikah dengan seorang wanita dimana wanita itu adalah salah satu trainee yang alhamdulillah lolos dalam seleksi dan training dalam rentang waktu yang cukup panjang itu.
saya merasa prihatin juga dengan temen2 trainee yang kurang beruntung diangkat menjadi karyawan bri, memang tidak proporsional antara yang diangkat dan yang tidak, bahkan ada di suatu cabang yang trainee nya tidak ada yang lulus satu pun entah apa alasannya.
saya memberikan gambaran tentang pekerjaan istri saya di bri unit. begitu diangkat posisinya sebagai teller atau deskman (CS klo di bank swasta), BRI adalah bank yang menekankan bisnisnya pada usaha menengah, kecil dan micro terlihat banyaknya unit-unit di daerah dari sabang sampai merauke pasti ada (kebetulan saya org survey jd pernah ke pelosok2 di indonesia)
Istri saya ditempatkan di unit bri jauh dari kantor cabangnya, perjalan 3.5 jam dari rumah dan terpaksa kos, sementara saya tinggal di jkt. Krn ditempatkan di daerah2, nasabahnya pun berbeda dengan di kota-kota besar sperti yang kita biasa lihat. jam 5 subuhpun udah banyak yang ngetuk pintu klo di bri dan walaupun pake nomor antrian nasabahnya tidak tertib alias crowded krn maklum sebagian besar nasabah bri unit dari desa. Saking banyaknya transaksi maka terpaksa banyak yang di pending dan harus di lanjutkan sampai malam, dan pulang sampai jam 11 malam itu adalah hal yang biasa buat pegawai BRI, dari teller, deskman, mantri sampai kaunit. ada lemburan??? tidak ada seperti apa yang dikatakan ibu wify di atas. belum lagi klo ngitungnya tekor maka mesti ganti sendiri sedangkan gajinya pun ga terlalu besar.
dalam hati saya kasian sama istri (sama mungkin dengan perasaan ibu wify) tapi ya ga ada pilihan lagi sebagai pegawai negara dan pekerjaannya menuntut seperti itu.
jd untuk temen2 trainee yang ga masuk jgn kecil hati, ternyata setelah masukpun membutuhkan efort dan kesabaran yang tinggi, dan yang tidak siap dengan kondisi seperti ini ada juga yang mundur dr pekerjaan dan diwajibkan denda 10 jt karena ijazahnya ditahan, karena masa kerjanya kurang dari 5 thn. dan saya mendengar tunjangan pensiun yang perbulan pun di hilangkan. jd BRI memang sdh seperti bank2 pada umumnya (tunjangan pensiun sdh tdk dapat lg diharapakan di BUMN-BUMN Indonesia)
jadi siapa tau temen2 yang tidak lolosi seleksi mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga efort kerjanya pun tidak terlalu tinggi.
selamat berjuang,
Eka Ristandi
Februari 19, 2008 at 3:35 am
jadul…
semua hanya masalah perut
ferre
Februari 21, 2008 at 6:25 am
Buat saya (eks trainee) masalah ini sdh selese, tp buat rekan2 yg masih pro kontra adalah hak kalian. Mulai sekarang ayo!!! mulai berusaha dan bekerja.
Buat temen2 ku eks trainee yg msh di outsor, saya mengerti perjuangan dan perasaan kalian. Kalian adalah orang yang hebat dan luar biasa. Selamat berjuang kawanku, suksesssss
adit
Februari 24, 2008 at 4:35 am
SAYA PEKERJA BRI YANG DIANGKAT SEBAGAI PEGAWAI TETAP PERIODE TERAKHIR TMT 2005…SELEKSINYA HAMPIR 1 TAHUN SAMPAI JADI PT, TANPA KKN DAN BERSAING DENGAN 13.000 PELAMAR…KALO SOAL TRAINEE YANG GAGAL SIH KASIAN JUGA TAPI SAYA JUGA DULU SAMA AJA WAKTU TRAINEE JUGA KUATIR DIANGKAT APA NGGAK..YA KALO YANG SAYA TAU WAKTU ITU EMANG BRI DI PEDRIKSI AKAN MENGALAMI BEP (ISTILAH EKONOMI YG SAYA JUGA GAK TAU ARTINYA COZ SAYA ORANG TEKNIK TAPI KATANYA ARTINYA BALIK MODAL)KALO NGGAK ADA PERUBAHAN KARENA OVERCOST..SO PARA ATASAN NGAMBIL KEBIJAKAN ITU MALAH SAAT ITU ADA RENCANA PENSIUN DINI JUGA N PEKERJA TETAP YANG GAK PRODUKTIF AKAN DI OUTSOR JUGA..
SAAT ITU TEMEN2 DI BRI YANG UDA SENIOR JUGA KUATIR..TAPI KEBIJAKAN ITU DIBATALKAN KARNA BANYAK DI TENTANG..
KALO SOAL BRI YANG KATANYA BIROKRAT SETAU SAYA SEMUA ITU UNTUK MELINDUNGI UANG NASABAH JUGA KOK..KARNA HAMPIR SETIAP BULAN ADA ORANG2 YANG BERUSAHA MELAKUKAN PENIPUAN..POSISI SAYA CUSTOMER SERVICE JADI WAJAR KALO HARUS BIROKRAT KARNA HUBUNGANNYA DENGAN UANG..KALO KITA SALAH NGASIH UANG KE ORANG YANG TEKOR PEKERJANYA JUGA KARNA HARUS GANTI KE BRI..
SO..BUAT PARA TRAINEE..GAK ADA YANG SALAH DALAM MASALAH INI…TAPI YANG JADI MASALAH ADALAH SITUASI DAN KONDISI EKONOMI YANG SELALU BERUBAH YANG PADA AKHIRNYA MENUNTUT SETIAP PERUSAHAAN UNTUK MENGIKUTI PERUBAHAN ITU KALO MAU SURVIVE… DEMI:
1. 56.000 KARYAWAN BRI KALO DENGAN KELUARGANYA JADI 56.000 X 4 ORANG ( SUAMI ISTRI N 2 ANAK) = 274.000 ORANG ;
2. DEMI NASABAH BRI YANG KEBANYAKAN PETANI DAN PENGUSAHA WARUNG2 DI PINGIR JALAN, NASABAH YANG GAK BISA NULIS, NASABAH YANG KALO NGAMBIL UANG DI TULISKAN OLEH PEKKERJA BRI,GAK BISA TANDA TANGAN DI CAP JARI, GAK BISA DATANG KE BRI UNTUK NGAMBIL UANG ADA PEKERJA BRI YANG KE RUMAH UNTUK MINTA TANDA TANGANNYA..
3. BUAT APBN JUGA YANG AKHIRNYA UNTUK PEMBANGUNAN INDONESIA TERCINTA JUGA..(LABA BRI SEBAGIAN DI SETORKAN KE NEGARA)
SOOO…BUAT SEMUA BERPIKIR POSITIF AJA..KARENA HIDUP GAK SEMUA SEPERTI YANG KITA HARAPKAN..KALO DALAM AL-QURAN : ALLAH SWT AKAN MEMBERIKAN KITA REJEKI DARI
ARAH YANG TDK KITA DUGA.THANKS..
ad13n
Februari 24, 2008 at 9:01 am
Apa kabar BRI………………….?
Memang lebih baik…………….
Begini teman, lo pikirin aja BRI tu dari desa sampai kota, dari barat sampai ke timur dimana aja ada BRI, karyawannya aja kalau dihitung-hitung lebih dari 56 Ribu + Keluarga yang ditanggung udah berapa dana yang dikeluarkan, jadi kalau BRI memberikan solusi di Konrak/Outsorcing ya, itu sah-sah saja, mungkin hal tersebut jalan yang lain bagi anda yang pd waktu itu masih Trainee untuk mau masih bekerja di BRI, sabaran aja ntar mungkin suatu saat pada waktu anda masih bekerja sebagai Outsorcing BRI menerima anda sebagai Pegawai Tetap.
BRI Memang Lebih Baik
Februari 25, 2008 at 5:21 am
gw baru lulus nih…………., masih cari kerja…….., kemaren gw ikut seleksi AO BRI….
mau nanya tinggi mana grade AO atau PPS ??????
trus masalah gaji ada yang punya informasi gak berapa2 nya?
Tolong dijawab ya…….
ditunggu respon nya………
Thank before…….
job seaker
Februari 26, 2008 at 8:32 am
buat bu.wify
anda mengatakan anda menerima uang halal???????
di BRI nasabah ditarget untuk memberikan minimal 1% dari total kredit. bayangkan kasihan udah pinjam cuma tiga juta dipotong administrasi dipotong IT(istilah diBRI) bayangkan tinggal berapa. bayangkan di banyuwangi malah IT sampai 5%. jadi bu wify jangan bangga. anda makan uang yang tidak halal. SAYA tidak bohong. karena saya melakukannya.
buat bu wify
Februari 27, 2008 at 1:21 am
Mas, Mbak, Bapak atau Ibu, terima kasih atas jawaban yang khusus dibuat untuk saya. Hal ini saya anggap sebagai teguran, bahwa kata-kata bangga bisa mengarah keperbuatan ‘Ria’. Saya tidak bermaksud ‘Ria’, saya hanya menyampaikan apresiasi, penghargaan saya pada suami (dan saya yakin, puluhan ribu karyawan BRI lainnya) bahwa kami hidup dari gaji yang tertera pada slip gaji suami, dan itupun dilakukan dengan kerja keras yang sudah saya ceritakan sebelumnya, bekerja untuk BRI sebagai perusahaan bukan orang-perorangnya)
Pekerjaan suami saya tidak pernah berhubungan langsung dengan nasabah, apalagi bertemu dg nasabah untuk minta uang. Yang saya tahu dan ini berlaku di semua bank, bahwa setiap kredit pasti ada biaya administrasi, besarnya tergantung masing2 Bank. Katakanlah kalau di BRI secara resmi hanya 1%, tapi diminta 5%. Saya yakin yang masuk pembukuan BRI hanya 1%, dan itu yang pada gilirannya untuk membayar gaji2 karyawan, sementara yg 4% masuk kantong orang yang meminta. Jadi merekalah yang makan uang tidak halal, bukan yang lain.
Kalau diskusi ini berkembang ke arah ‘Bunga Bank Haram’ sehingga gaji karyawan Bank juga haram’ terus terang pendalaman ilmu agama saya masih cethek, saya nggak berani menjawabnya, karena ini menyangkut kebijakan pemerintah yang membolehkan adanya Bank di Indonesia. Menyangkut juga semua karyawan Bank yang ada di Indonesia (apa ini maksud anda?).
Saya hanya ingin menyampaikan kalau anda mengerti maksud tulisan saya sebelumnya bahwa sebaiknya dipisahkan antara orang2 BRI dan BRInya sendiri. Kata anda, anda pernah melakukannya (sebagai nasabah yang dimintai 5%), anda bisa mencari bank lain yang lebih murah, BPR, BCA, BNI atau yang lain, fair kan? Kalau anda pernah melakukannya sebagai karyawan BRI yang meminta 5%, anda berarti tahu pasti kemana larinya uang tersebut. Wassalam.
wify
Februari 28, 2008 at 4:22 am
Wah….panjang juga baca komen (ga semua) dari awal sampai tanggal 28 Februari.
Kesimpulannya yang saya dapat, kalo mau hidup enak jangan masuk jadi karyawan BRI tapi kalo nyari pengalaman boleh lah.
menanti
Februari 29, 2008 at 7:03 am
menurut saya kerja itu layaknya pilihan juga, take it or leave it.
saat ini saya gawe di bri ya seperti biasa pasti ada plus minusnya…beberapa bulan yang lalu sempat diiming-imingi gaji 2.5 kali gaji saya di bri, disalah satu perusahaan ternama di indonesia..namun dg berbagai pertimbangan akhirnya masih bertahan di bri ( itu artinya saya masih menikmati), salah satunya adalah keluarga ( anak dan istri).. disini saya mencoba berbagi tentang plus dan minus gawe di bri menurut saya
Plus
1. Suasana kekeluargaan
2. Waktu yang luwes(berangkat dan plg tepat waktu shg msh waktu untuk keluarga, masih punya waktu untuk ngobyek diluar, ya lumayan lah buat ngebulin dapur, dalam kondisi tertentu ada toleransi waktu)
3.training, dalam kurun waktu 3 tahun, saya mengikuti training dan workshop sebanyak 16 kali atas biaya dari bri, kalo dihitung2 biayanya besar juga, sampe saya memiliki 6 buah sertifikasi internasional , kesempatan kuliah S2 Ke LN
Minus
1. Ikatan dinas dengan ijazah di tahan..hiks tp gpp saya punya dua kok he..he…
2. senioritas, ya menurut saya sih biasa aja, dimana2 pasti juga ada
3.Bidang saya bukan lahan yang empuk, ada beberapa teman angkatan saya, mungkin gaji mah ga seberapa di banding yang empuk2 tsb ( ya rejeki orang beda2) ( tp bukan korupsi loh, istilahnya dah di gaji masih dibayar..
Intinya sampe saat ini saya masih menikmati kok, meski kadang juga ngedumel kalo pas lagi sibuk ( walah) ato senyum sendiri kalo lagi nganggur he..he…
ke depannya sih wait and see aja..
Ali
Februari 29, 2008 at 2:35 pm
BRI ya..
gimana ya ngebacanya ikut prihatin juga
tapi sekarang aQ juga lg brjuang buat nembus seleksi kary BRI
ya doakan saja aQ g bernasib sama atau stidaknya lebih beruntung
CAyo…
ndonk
Maret 2, 2008 at 5:57 am
Ikut gabung yaa…
Saya pribadi ikut prihatin thd tmen IMANTRI BRI,
Tpi menurut saya jgn jdikan masalah ini sebagai penyita seluruh akitivitas dan pemikiran anda, Tetap jalankan ikhtiar anda2 untuk mencari jawaban keadilan yang menurut anda adalah kebenaran, akan tetapi hidup kan harus terus berlanjut , jadi terus berjuang karena saya yakin Tuhan telah menentukan rejeki setiap orang, dan satu lagi yg saya pahami bahwa rejeki Tuhan itu tidak pernah tertukar.Dan, saya sendiri adalah orang yg pernah mengalami keterpurukan dalam hal mencari pekerjaan, hingga akhirnya Tuhan saat ini memberikan yg terbaik buat saya…
Boe
Maret 3, 2008 at 2:56 am
wah, kulo nggih bingung, tasih dados unemployeement…
oo dadi nek badhe mlebet BRI niku kudu ngagem arto tho?
ing semarang nggih mekaten nopo mboten nggih…
dewi
Maret 3, 2008 at 8:34 am
@ dewi
berdasar pengalaman saya pribadi, tidak ada tu namanya uang masuk, berpikir positif saja.. Tuhan melakukan apa yang ada di hatimu..
ali
Maret 3, 2008 at 9:12 am
gak masuk BRI bukan berrarti Kiamat koq!!!!
emg bener,qta harus perjuangin hak qta.
but, drpd buang biaya waktu tenaga, darah n air mata
mendingan sgr berbenah diri aja…pandang yg ada di depan aja, tidakada yg pasti di dunia ini kecuali perubahan!
-mantan BRI, angkt.2007-
dw
Maret 5, 2008 at 3:43 pm
saya mungkin salah satu yg beruntung dlm perekrutan trainee bri tsb.memang skrg lebih ketat tesnya dan yg saya dgr u/angktn junior sy seleksi ojt akhir lgs ditangani direksi2bri.terkadang pintar&nilai yg bgs bukan jaminan u/lulus.Jd faktor luck benar2bermain.ada bbrapa hal terlebih attitude qta yg mgkn mnrt sy mrpkn poin terbesar u/lolos.krn kita sdh disaring dr ribuan pelamar se ind pastilah tingkat iq&ilmu sdh diatas rata2.bwt mas/mbak jgn sedih ato putus asa,krn tmn2 sy yg 50% tdk lulus saat ini sebagian besar sdh mndpt kerja di perush2bumn maupun swasta yg menurut sy lebih bagus&bonafide dari bri serta gaji yg jauh lebih besar.mungkin memang bkn di bri rejekinya,tp sy yakin masa classikal+ojt selama 9 bln memberikan bekal tersendiri u/kita baik masalah pengalaman,ilmu,persahabatan di tempat kerja maupun lingkungan2baru nantinya.Percayalah rejeki sdh ada yg mengatur&kenapa kmrn sempat ada di bri semua pasti ada hikmahnya.Mungkin sekedar diket,sy dan teman2seangktn baik yg lulus maupun tdk masih srg ketemuan/telp2an dan mnrt rekan2yg tdk lulus rata2 mreka mengatakan byk hikmah yg bisa dipetik, dan jd tahu kenapa mreka hrs masuk bri dulu sblm ke perush yg baru.Bahkan ada yg akhrnya menemukan jodoh di tempat ojt lalu menikah dan dia bukanlah yg lulus.Jadi byk berdoa saja krn tuhan pasti memberikan yg terbaik bwt qta smua
pps2
Maret 5, 2008 at 3:55 pm
Saya Setuju Dengan ibu Wify, atas counter thd “buat bu wify” yg tdk mau menyebutkan namanya, seandainya anda pengusaha dan mungkin seorang yang berbakat sukses menjadi saudagar…akankah anda berfikir thd credit tanpa APRAISAL di bank2 lain yg berskala mikro sekalipun???? dari materi 1 X Analisa minimal Rp. 500.000,- dalam survei, jika anda memiliki banyak ragam usaha yg akan dijaminkan dan Agunan kebendaan dapat anda bayangkan pengaliannya….So OPEN MINDED , jgn hanya melihat satu sisinya saja,semua yang bekerja dengan keringatnya dgn ketentuan yg ada aturannya……
the truth
Maret 6, 2008 at 2:23 pm
buat bu Wify..
Tenang jangan kuatir, masalah halal dan haram adalah masalah klasik di dunia perbankan.
Kita berpikir positif aja bu, saya jg bekerja di BRI sbg deskman.
kita bekerja mulai jam 7.30 sampai jam 17.00 (normalnya) seringnya pulang dah gelap, apalagi musim tanam kayak gini, bisa tidur kantor buat nyiapin SPH. Untung aja unit saya dekat jadi ga terlalu repot. Tapi capeknya? jangan ditanya.
Dengan kita bekerja spt itu, bahkan tanpa uang lembur koq dibilang gaji kita haram?? Kalo gitu ONH orang naik haji juga haram lho? Trus gaji PNS juga haram?? Jangan gampang bilang haram kalo ga tahu dalilnya Om! Malah banyak rakyat kecil yg berkembang usahanya karena kredit di BRI. Ga percaya?? Tanya aja ke desa2, mana ada bank yg bisa kayak BRI? DSP? Mandiri? apalagi BCA?
Kalo ada karyawan BRI yg minta 5% ke nasabah saya ga pernah dengar deh, apalagi di unit saya. Biaya administrasi di BRI 5%??? Wah tolong lapor aja ke cabang kalo ada Pak/Bu! Saya kira udah ga jamannya lagi deh! Tapi kalo ada daerah yg masih ada spt itu, berarti KEBANGETEN!!! Gaji karyawan BRI itu lho dah lebih dari cukup. Tiap bulan dapet gaji, ada IJP, bonus laba, THR dan Cuti. Saya kira dengan income segitu kalo kita mau bersyukur gak ada deh oknum peg. BRI yg berbuat nakal. Tapi ingat OKNUM lho!
Oke deh, berhubung ini bulan Maret n’ kabarnya IJP akan dibayarkan bulan ini, marilah kita berdoa bu wify dan semua pekerja BRI selindo semoga IJP cpt cair n’ barokah. Amin
admin
Maret 7, 2008 at 3:53 pm
sory admin, kliru pake nama.
dee
Maret 7, 2008 at 4:01 pm
KUR= KREDIT USAHA RAKYAT
tanpa pontongan
Tanpa AGUNAN
bunga murah
gak usah mbayar,
ASAL………..2009 Coblos NAMA
Cak – JOUZOEP KALLAZZzzzzzzzz.z.z.z.z.z.z. (JK) itu kan proyek gw!!!!!
(just kidding) jng dikoment y, gw takut ni………………..
KREDIT USAHA RAKYAT
Maret 7, 2008 at 5:30 pm
EH MAAP, namanya UTANG Ya Bayar,
malu donk sama Eyang kakung,
KREDIT USAHA RAKYAT
Maret 7, 2008 at 5:33 pm
OGAH AH mending DSP aja…………..
DANAMON SIMPAN PINJAM
Maret 7, 2008 at 5:37 pm
gw jg BUMN, koq gak terkenal malah bank BRI yang terkenal??? angkat juga MAnDiri donk, ah Kamu
Mandiri Micro
Maret 7, 2008 at 5:40 pm
hahahaha, gw baru aja buka Unit Baru, coba ladang smack down ma Bank kakek gW!!!
NISP
Maret 7, 2008 at 5:42 pm
kakak, IKUT……………………….
PERMATA
Maret 7, 2008 at 5:43 pm
welcome 2 BCA, BIG Giant, gw mo turun aja……
BCA
Maret 7, 2008 at 5:46 pm
dulu sempat Micro gw Mampus, tetapi IREX memang tempur, gw dan beli amunisi baru!!! siap tempurrrrrrrrrrr
BNI
Maret 7, 2008 at 5:49 pm
tok tok tok, perkenalkan gw anak ke2 Temasek, 2 bersaudara dengan Danamon Simpan Kejam, eh maaf Pinjam (DSP), lihat jurus jurus Gw, 50 jt tanpa jminan, gak peduli nunggak, Kakak Bank bank TUT Semua, Ayo lawan Gw, gak takut Gw
SUPPLY CHAIN (Danamon)
Maret 7, 2008 at 5:53 pm
Ayah Yemasek jahat, masak gw mau dijual ke Gang Dolly, mentang mentang harga diriku gak naik naik stagnan di 320 lantai BEI, malah produksi Supply Chain, papa temasek jahat……..hua……huaaaaa….. Mama Siti (maksudnya Citigrip) adopsi gw donk!!!
BII
Maret 7, 2008 at 5:58 pm
Emanknya mama apaan, adopsi adopsi2 emang semudah membalikkan telapak kaki,……Lihat Eyang BI, lagi bingung ngurusi kasus, pening aku,, apa ragi aku lagi loss,,,,, pening aku,
CITIBank
Maret 7, 2008 at 6:01 pm
Semuanya Nyatnyut gak ada yang bener, KTA gw 450jt Jack apa gak gila………….tentu gw jelas menang……………….nantang!!!!
Standchat
Maret 7, 2008 at 6:03 pm
Yah namanya BUMN, suka berubah-ubah mood, apalagi kalo udah dijadikan lahan komoditi untuk hal2 yang menyangkut politik, suatu waktu bisa nyenengin, lain waktu bisa nyebelin..
Tapi Alhamdulillah aja deh..
Adek
Maret 7, 2008 at 6:03 pm
Nantang nantang pale lo Peyang!!!!
HSBC
Maret 7, 2008 at 6:05 pm
Mas bank bank, sengaja membakar emosi gw ya!!!
APA BELUM DENGAR JAGOAN2 DEEP COOL EXTOR GW PENDEKAR PILIH TANDING, DARI JARAK 10 KM, SEMUA YANG BELUMBYAR PADA BERGIDIK, HAHAHHAHAH….cIAT…..
ABN AMRY
Maret 7, 2008 at 6:11 pm
SUDAH SUDAH, JANGAN BERKELAHI,
SAYA SUDAH TUA, UMUR 112 TAHUN, MENURUT HEMAT KAKEK
MARI KITA MULAI BISNIS INI DENGAN NIAT TULUS MEMBATU RAKYAT INDONESIA YANG PUSING 7X7 GEROBAK SAYUR KELILING, KLO BISNIS YANG BAEK JANGAN GONTOK GONTOKAN, CARI LABA YA CARI LABA, TAPI JANGAN MENCEKIK LEHER RAKYAT INDONESIA, JANGAN BIKIN KAKEK SEDIH….HIK HIK HIJ, PESEN KAKEK ITU SAJA….HIK HIK,
ADUK KAKI KAKEK KUDISAN, APA ADA KUMANNNYA YA, SOALNYA KAKEK KALO DARI SAWAH LUPA CUCI KAKI,
COBA CUCU2KU KLIATANYA ADA KUTU KUDIS BARU NAMANYA KUTU SB (SOPAN BASIR)….ADUH GATEL BANGET NIH(BANTU CARI SALEP OLES, BIAR KUTUNYA PERGI) TOLONG
BRI
Maret 7, 2008 at 6:19 pm
Ih ceyem dah kalo aa’ abn amry udah pasang kuda2 “jaran goyang” yang nunggak bakal di goyang… hiiiiiii..
Bank "KRUT"
Maret 7, 2008 at 6:26 pm
ih kasian blog-nya mas Anjar dijadiin ajang becandaan gak jelas gini, piye mas Anjar? marah ngga? hehehehe..
Bank "KRUT"
Maret 7, 2008 at 6:30 pm
KUR hanya Proyek Pak Tuan abud aje slam kenal buat semua, buat temen2 ku yang ngak loolos jgn patah semangat bro maju trus
Gilomz
Maret 8, 2008 at 12:10 am
2009 th menentukan buat golkar, bri kan koceknya golkar. jd gw harus cari masukan yg bwanyakk buat setor biar bisa kepake. soal nasib karyawan emang gue pikirin….
dirut bri say
Maret 8, 2008 at 4:20 pm
kalo gw untung masih belom ketrima saat ikut wawancara ama direksi BRI. gw bersykur banget tuh, and skg gw aja dah kerja di EPC company yang sesuai dgn background gw. Gaji pastinya jauh di atas BRI donk :-)
So buat yang masih minat kerja di BRI???
BRI ke laut aja kaleeeee
Santoz
Maret 9, 2008 at 3:17 am
Kalian itu banker macam apa…. sarjana2 deskman…kacian bgt nasib loe..gabung aja ma KUD sono
KUD /koprasi Unit nDeso
Maret 9, 2008 at 8:14 am
Memang hidup ini pilihan. Ada sarjana jadi deskman, ada sarjana jadi pengangguran, ada juga sarjana yang jadi koruptor. Tapi untunglah masih punya pilihan. Kadang pilihan tidak segampang jadi orang baik atau orang jelek, jadi sukses atau gagal, jadi kaya atau miskin bahkan jadi orang ‘humble’ atau ‘arrogant’ . Semua manusia punya sisi baik dan sisi buruk, tapi tidak sejelas hitam dan putih, seperti spektrum warna mulai dari yang terang sampai yang gelap. Di warna apakah anda? itu juga pilihan. Berbahagialah anda yang memilih untuk mensyukuri apa yang anda punyai.
tuti
Maret 10, 2008 at 6:39 am
KUR pusiiiiiing……..emangnya enak jadi CS, gara2 KUR gue pulang sampe subuh nyiapin SPH buat besoknya..
DEVI
Maret 14, 2008 at 7:27 am
KUR………????????????????????????
moga aja jadi KARmanya si Tuan ABUT…
KUR-ma
Maret 19, 2008 at 4:43 am
BRI adalah perusahaan besar yang memproduksi tradisi pembunuhan karakter terhadap generasi muda indonesia
yap… loe pasti akan setuju tersenyum bingung dan ada juga yang strezzz kenapa…
karena sejak tahun 2003 MSDM BRI melakukan perekrutan BRI sebagai tenaga paling dasar dalam grade bri deskman/teller/upn dengan standard pendidikan D3 tetapi nerimanya 90 % S1. ..
anak-anak dengan gelar sarjana berjuang dikampus masing2 untuk nyelesain kuliah dengan daya analitis yang baik
penuh kreativitas dan juga penuh semangat baru terhadap perkembagan zaman baik yang ngamatin kebijakan2 SBI buat karya ilmiah tentang perbankan dan micro finance serta yang ngamatin perkembangan microbankinngnya bank2 eropa di afrika dan trik suksesnya juga ada koq….
semuanya melamar di bank kebanggaran rakyat indonesia (katanya sih)
bukan salah manajemen menerima mereka… karena semua itu adalah keinginan merekasendiri dengan serangkaian test yang dilakukan BRI maka mereka mampu mengambil qouta yang agak kecil bagi mereka yang lulus tanpa koneksi itu….
ditraining dalam sentra pendidikannya BRI or dunia khayalnya BRI mereka semakin yakin terhadap ke bonafitan sistem BRI semua pengajar yang begitu banyak kreasi membuat mereka betul2 siap masuk kedalam dunia perbankan yang benar2 real…
hal hal yang komunikatif, respektif dan profesional diajarin ke anak2 baru BRI dengan pesan terkhir agar ikut mengawasi dan menjaga BRI terhadap fraud2 yang mungkin terjadi di unit kerja yang akan mereka tempati…
hari berganti hari mereka akhirnya turun lapangan
kesan pertama masuk unit kerja luarrrrr biasaaaaaa….
senyum manis dari beberapa orang BRI yang kerja di kampung pun terlihat respek terhadap kita yang masuk dengan gaya seorang PEGAWAI BANK seharusnya tetapi tiba2 berubah total ketika manusia2 yang menyebut dirinya senior itu tau klo yang masuk tadi anak baru sirik iri dengki dan ketakutan akan persaingan muncul menggelora dalam benak membunuh segala yang ada dalam otak anak baru tersebut
kenyataan yang ada adalah…
anak baru tersebut akan memulai petualangan barunya dengan beberapa hal seperti :
1. prinsip kerja sebagai sarjana yaitu analitic…
2. mengelolah semua dalam penglihatannya terhadap ilmu yang dipelajarinya dalam sentra pendidikan BRI sendiri tentang prosedural maupun budaya kerja
3. kemudian melakukan analisa terhadap otaknya untuk menghasilkan sesuatu yang namanya kesimpulan
4. kesimpulannnya adalah terdiri atas 2 yakni :
a. berteriak keras terhadap penyimpangan peraturan dan budaya kerja profesional yang bertahun-tahun menyimpang tersebut terhadap senior dan seniorita
b diam tidak berkutik dan menangis di kamar kost masing2….
Survey membuktikan 20% orang diam dan menangis, 70% teriak melawan dan 10% diam gak ngelawan tapi malah menghilang alias kabur….
70% hal tersebut menggambarkan begitu banyaknya orang yang peduli dan peka trhadap gaya kerja BRI yang tidak relevan lagi dengan kondisi profesionalisme yang dianut perusahan2 khususnya di bidang jasa perbankan baik service ekternal terhadap nasabah (terbukti dengan surveynya MRI) serta service internal yang bisa dibuktiin dengan survey terhadap pekerja BRI yang lebih dari 80 % tidak mengetahui tentang hak2nya di BRI seperti ketentuan jelas tentang asuransi kesehatan mereka, tentang kredit pegawai mereka yang selalu berbeda2 syarat2nya jika pincanya diganti, apalagi tentang karir mereka kapan bisa naik pangkat, bisa ikut Job Opening kapan, kalau sudah ikut tiba2 hasilnya gak jelas malah yg gak ikut job opening yang lolos dan begitu juga soal pendidikan2 seperti beasiswa S2 dan sebagainya kayaknya menjadi suatu hal yang sangat haram bagi karyawan selain divisi SDM untuk tau hal tersebut dan jadi komoditi berharga banget bagi yang duduk di SDM Cab,kanwil dll….
padahal itukan menyangkut hak dan kewajiban pekerja jika belajar di dunia khayal BRi yakni Sendik….
hal pembunuhan karaker yang saya maksudkan terhadap generasi muda itu adalah kondisi dalam unit kerja BRI yang berisi orang2 kampung dengan maaf strata pendidikan rata2 sma selalu saja menggunakan kekompakan kedaerahan untuk menghantam anak baru yang jelas2 lebih muda dari mereka dengan menutup semua pemikiran yang mampu mereka hasilkan dalam hal PERBAIKAN kinerja BRI itu sendiri…
kebanyakan trik yang dilakukan mereka adalah dengan dalih KEBIASAAN dan PEMBANGKANGAN terhadap atasan membuat kreatifitas dan respontik sarjana2 kita menjadi memble didepan tua2 BRI yang gak pernah kenal yang namanya KRS dan KHS….
kreatifitas seperti meeting setiap hari evaluasi kinerja unit kerja setiap akhir minggu, jobs desc yang jelas, dan pembagian goals dan achievement terhadap pekerja khususnya pemasaran adalah saran2 yang SUER pernah terdengar di telinga saya dari orang2 yang sekarang telah berganti perusahaan alias gak di BRI lagi karena kecewa terhadap sistem kita…
sayangnya saran dan pendapat tersebut keluarnya dari mulut seorang deskman yang selalu dianggap sok tau bagi para senior2 bodoh tersebut…
daya kreasi mereka makin maju ketika melihat kebijakan-kebijakan kaunit yang menurut hemat mereka tidak cocok untuk diterapkan di unit kerja mereka yang seperti itu, kondisi pasar micro credit di daerah wilayah kerja mereka dari budaya masyarakat sekitar, kebutuhan masyarakat terhadap industri sekitar dan peranan SDM di wilayah setempat di relevansikan dengan produk2 BRi baik Loan maupun saving mulai dicermati benar2 sebagai orang2 yang dididik di universitas dan balasannnya adalah kata2 PEMBANGKANG SOK TAU bahkan ancaman pun terjadi
alhasil mereka yang masuk kategori 70% yang sebelumnya teriak akhirnya DIAM saat memasuki tahun kedua di unit kerja masing2 menerima dan menerima semua yang dkatakan SENIOR karena rata2 mereka orang luar daerah man…n gak mau mati disitu or tersiksa karena di dissosialiskan…..
sampai suatu waktu hadirlah adik2 angkatan mereka yang masuk sama persis dengan kondisi mereka saat masuk setahun yang lalu, mereka yang dulu Junior kini menjadi senior yang jahat….. dan dari mula2 diam saja mendengar senior2 yang lain mengomelin anak baru tersebut sampai pada akhirnya ikut2an ngomelin anak baru tersebut…………………..
KESIMPULANNYA adalah jika sistem ini tidak dibenahi maka BRI sebuah BADAN USAHA MILIK NEGARA dengan mengedepankan profit perusahaan untuk kepentingan segelintir orang akan membunuh karakter dan daya pikir generasi muda bangsa ini yang sebenarnya punya segudang kreatifitas untuk BRI masyarakat kecil dan sistematik industri perbankan khusunya mikro di negeri ini secara perlahan…
mungkin seharsnya ada pembenahan terhadap kualitas pekerja BRI saat ini sejenis test kecil yang bener2 FAIR untuk kemajuan BRI sendiri……..
PIKIRKANLAH TEMAN2……
HIDUPKAN BANGSA INI DENGAN POLA YANG MENGHIDUPKAN GENERASI MUDA KITA AMIN……………
mohon maaf karena kata2 ini gak bermaksud mendeskreditkan para lulusan smu di BRI or orang2 BRI yang sejak lulus smu sampai hampir pensiun berada dekat mama n papa alias kampung sendiri
but guys…ini kenyataan………
tunggu comment berikutnya Teknologi dan Pekerja BRI
Pembunuhan Karakter di BRI
Maret 30, 2008 at 9:40 am
senior2 gw yg lulusan SMU msh byk yg megang mouse pun gemetar, klo mo diajarin mereka bilang “ah ngapain repot”, tp anehnya mereka2 yg punya prinsip spt itu justru sll diberi kemudahan & SMK tinggi, sementara yg muda2 yg mau maju dicap pembangkang..
BRI sdh 112 thn bukan berarti jd pikun kan?
Alicia
April 1, 2008 at 12:11 pm
buat Eks Trainee.. gua juga ikut prihatin
kalo dilihat dari tulisan atas sepertinya udah yang paling benar yah… dan merasa lebih pintar dari yang udah kerja di BRI… padahal katanya masih kalah dengan anak baru… mungkin itu juga makanya pada ndak lulus… kelihatan pintar waktu test.. eh waktu kerja ngaco.. merasa paling pintar.. ya udah ndak lulus deh.. btw mendingan jangan terlalu difikir dah masa lalu mendingan kita lihat kedepan aja, masih banyak tantangan, karier dll selain di BRI.. yah kalo perlu buat Bank aja sendiri khusus mantan-mantan Trainee… gimana hayo berani ndak.. ntar terima pegawai terus tanya commentnya tentang bank kamu.. sudah lebih baik belum dari BRI… ntar kalo banknya maju aku ditawarin kreditnya yang tanpa angsuran ya… wwkkkkk
Bonus
April 2, 2008 at 3:49 pm
Gw pikir masalah trainee yang belum lulus ujian pegawai tetap sudah selesai coz kita bisa bikin masalah ini lebih sederhana yaitu, manajemen punya kebijakan (hak, di PKS tertulis) menentukan standar kerja pegawai (terlepas pergantian top manajemen divisi msdm). Sewaktu test mungkin bagus namun setelah On Job Traning mungkin ada pendapat lain. Ini berhubungan dengan dinamisasi organisasi bung!!
Untuk temen temen yang belum diterima untuk bahan instropeksi diri, berbagai pembelaan jangan dihubungkan dengan menjelek jelekan system di BRI, apalagi senior senior di BRI karena mereka terbukti telah berjasa membangun BRI hingga sekarang. Hargai mereka!!.
Kami sebagai pekerja ikut sedih temen temen trainee belum bisa bergabung bersama kami, tapi kami lebih sedih jika BRI menerima pekerja yang terlalu berwacana dengan banyak teori yang tidak membumi, apalagi sarjana yang sombong dengan teori perguruan tingginya
Memang banyak hal yang perlu diperbaiki di BRI dan manajemen BRI terus memperbaiki hal tersebut secara bertahap sesuai dengan kondisi internal (mereka lebih tau)
Life must go on, ambil hikmahnya aja, BRI sebenarnya rugi telah keluar uang puluhan juta untuk satu orang trainee yang belum diterima dan bagi trainee “magang” di BRI adalah pegalaman baik gratis plus dapat upah lumayan
Epenk
April 6, 2008 at 6:23 am
Saya sdh membaca semua komentar dari rekan-rekan semua. Bagi yang sedang memperjuangkan haknya, selamat berjuang! Nothing endures but change!
Saya kira perubahan yang dilakukan oleh individu pemberani (seperti yang disebutkan oleh rekan-rekan sebelumnya) yang kemudian layu ketika menghadapi tekanan oknum senior akan menjadi hal yang merugikan di masa depan bagi organisasi tersebut. Kenapa? Karena kepekaan dan kreatifitas individu pemberani itu akhirnya tidak tertangkap baik oleh organisasi. Pada akhirnya, ketika kecepatan perubahan organisasi lebih lambat daripada kecepatan perubahan eksternal, hasilnya..organisasi akan dipaksa untuk berubah. Change or die!
Kebiasaan menganaktirikan SDM dan segala hal lainnya sejak dari rekrutmen hingga kebijakan perawatan SDM adalah hal yang telah ketinggalan jaman, khususnya untuk organisasi yang bisa dikatakan tambun.
Meskipun demikian, sokongan ekonomi secara garis besar kepada seluruh individu yang ada didalam organisasi yang kemudian meluas kepada keluarga sang individu merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri membantu mengantisipasi keruwetan ekonomi mikro negara ini. Sudah disebutkan oleh pula oleh rekan-rekan sebelumnya, bahwa ada puluhan ribu orang yang hidup dari organisasi ini, dan tentunya inilah sisi positifnya.
Akhirnya, andalah yang menentukan pilihan. Bila anda salah arah, maka kembalilah ke arah yang benar. Namun bila anda berada di jalan yang anda yakini tepat untuk anda dan kemanfaatan rakyat negara ini, lanjutkan perjalanan anda.
Salam perubahan!
reno
April 11, 2008 at 9:35 am
Salam kenal…….
saya tidak ingin ikut berkomentar tentang nasip teman-teman trainee bri yang gagal, karena dari semua tulisan dan keluh kesah anda semua, kelihatan sekali kalo kapabilitas anda memang tidak cocok untuk bekerja di Bank. Apalagi untuk bekerja di BRI Unit yang memiliki kultur bisnis yang unik. Anda semua terlalu cengeng, sok pintar dan sok pantas bisa menjadi pekerja tetap. Kasiah aja menyimak semua keluh keah anda semua. Apalagi dengan mengumpat orang lain, sementara anda sendiri tidak bisa berinstrospeksi…bahwa hidup anda tidak hanya ditentukan oleh BRI. Anda semua telah menzalimi diri anda sendiri…sadari itu saudarku.
Oh ya, maaf kabar baiknya, teman-teman di BRI baru saja terima IJP 2,xx X Gaji, dan sebentar lagi di bulan Juni terima BOLA (Bonus Laba 2007) 4,xx X Gaji, terus kalo anda sekalian ambil Hak Cuti Tahunan mendapat BOPCT (Biaya Ongkos Perjalanan Cuti Tahunan) 2X Gaji, Penghargaan 15 th Rp…., 20th dapat juga Rp…., 25th, 30th, dan banyak lagi yang bisa didapat diBRI sekarang ini dan kalo anda mau melepas saham ESOP/MSOP saatnya sekarang untuk menjual karena Saham BRI memang lagi bagus, BRI Memang Luar Biasa…. Dan Anda-anda yang menghujat BRI….ya kasian aja gitu… …salam
Fadil
April 13, 2008 at 9:57 am
Weeee……….. mana komentar trainee yang gagal….udah pada keterima kerja ditempat lain semua ya ato sudah pada keok semua
Encok
April 14, 2008 at 9:42 am
aku trainee bri yang ga lolos, buat yang mau debat silahkan aja, temen² trainee yang ga lolos dah pada kerja semua, daripada ngurusin bri yang ga ada gunanya juga menghabiskan tenaga dan waktu, mending kerja tempat lain, dapet duit ga capek² ngurusin bri, ok bro? kalo mo debat, gontok²an, tawur, terserah deh, lo mati aku ga ngurusin ok, yang pro bri itu hak kamu, kita juga ga mikir, itu urusanmu, salam buat mantan trainee
trainee bri
April 16, 2008 at 3:10 am
hidup masih panjang bro. bagaimanapun juga BRI tempat gue cari makan.
maniaezzzzzzzzz
April 16, 2008 at 1:49 pm
Temen2 gw dpt panggilan dari Perusahaan Outsourcing BRI di Palembang PT.PKSS untuk posisi Front Liner…..Ada yang punya masukan ga bwt tantangan yang satu ni….ato bahkan gw bakal dapet penderitaan sama seperti yang laen….thks
CiQuey
April 17, 2008 at 5:09 am
kalo PKSS itu perusahaan milik BRI juga.tapi kalo soal gaji & bonus memang kalah jauh dari pegawai tetap.
wayne rainey
April 17, 2008 at 7:01 am
kLO boleh kasih Info Kira2 GAJI yg diberikan berapa ya..?
Soalnya mereka bilang Ijazah pake ditahan segala.selama masa kontrak 1 tahun.
CiQuey
April 17, 2008 at 5:03 pm
asyik jadi tambah seru……tahun 2009 pasti lebih seru….(apa hubungannya ya….)
aditya meox isi
April 19, 2008 at 3:27 am
to : ciquey
gaji pokok 1,..jt only + tunj premi (300rban)
tunjcuti 50% dr gapok.
kerjaan = peg.tetep
ijp; bonus = se ikhlasnya (kalo da yg ngasih.hehe)
gpp masuk kalo buat iseng2 aj.. bentar
klamaan ntar makan ati.
pkss? nggak bgt!
April 19, 2008 at 5:38 am
Mohon maaf kalau komentar saya saat ini membuat anda marah…
Saya karyawati BUMN, yang ingin sharing dengan anda yaitu pada saat saya melamar di BUMN tempat saya bekerja, proses wawancara saya lulus tetapi teman saya adik dari Kabag Akuntansi di BUMN tersebut tidak lulus seleksi tahap akhir yaitu wawancara….
Teman saya tersebut amat marah dengan BUMN tsb atas ketidak lulusannya karena dia adik kabag di BUMN tsb, sementara saya tidak punya saudara… akhirnya dia melamar di BUMN lain diterima lalu bekerja sekian tahun …kemudian melamar lagi ke BUMN lain …diterima dan akhirnya pindah ke BUMN ke 3 tsb…
Kini teman saya sudah menjadi direktur di BUMN ke 3 tsb , sementara saya dan teman2 yg sama2 diterima pada saat itu masih general manager dan manager ..
Dari kisah nyata ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Tuhan YME lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita…. karena hidup akan terus berjalan.. mungkin anda dapat berkarir lebih baik diluar BRI..
Semoga sharing ini berguna …karena saya yakin orang yang punya religi yang kuat akan selalu berpikir positif
salam
dewipm
dewi
April 19, 2008 at 7:09 am
Hai..kawanku..jadilah orang yang sabar…terima apa yang telah diputuskan..Insya Allah akan ada sesuatu yang tebaik di balik itu semua…dari pada memikirkan tingkah pola mereka di atas sana…Lihat aja petinggi – petinggi mereka sekarang dikurung di penjara…itu karena ulah mereka sendiri…Jadi yang penting ..optimalkan kemampuan dan potensi diri…Banyak kok peluang di luar sana…tanpa mengganggu job…
salam
AU2ME.COM
sahrudin
April 20, 2008 at 2:57 am
@ CiQuey
kalo gak salah gajinya 1,7 – 1,8 gitu deh. setau gue emang rencananya buat posisi front liner diisi outsource sedangkan peg. tetap di back office, jadi gak bisa dibilang kalo tanggung jawab pekerjaannya sama (padahal gajinya beda).
untuk nyari pengalaman lumayan kok. rata2 mantan2 BRI lebih mudah untuk nyari kerja di bank lain.
kalo bonus emang agak susah sekarang, soalnya makin banyak outsource. dulu tiap dapat bonus biasanya peg.tetap ngasih sebagian duitnya buat mereka.
apapun kerjaannya jalani aja asal halal. jangan cengeng seperti beberapa postingan diatas :D
wayne rainey
April 20, 2008 at 3:29 am
Mas, mbak, Om, Tante……Lam kenal yak…!!!
ak mo minta tolong infonya…..kira2 dimana ya kita bisa download ato ngeBaca2 artikel2 tentang pembuatan TES PSIKOLOGI..coz mulai Senin depan ak mulai kerja di perusahaan (outsourcing) yang menuntut kita untuk mengerti dalam tes2 assesment psikologi.
thks :)
Ovie
Ovie
April 20, 2008 at 5:03 pm
Kenapa sih nafsu banget jadi karyawan padahal ketemu duit juga sebulan sekalee, jadi pengusaha aja!!!
boss'D'
April 21, 2008 at 2:09 am
bagi yang ingin punya kartu kredit BRI bisa hubungi saya,bunga pembelanjaan cuman sekitar 2% an, cash advance 3%, gratis iuran th. pertama. Kalau mau, tlg alamat e-mailnya/telp. ntar saya hub. langsung. Syarat mudah hny FC KTP & CC yang sudah ada, bg yang belum punya CC, cukup slip gaji aja. mudah kan….!!!
tuti
April 21, 2008 at 3:02 pm
hmm….seperti itukah penderitaan n perjuangan yang harus dilalui n dialami oleh para trainee??? :’( apa jangan2, setiap ada malam perpisahan di gedung serba guna, gelak tawa n nyanyian para instruktur n siswanya, cuma sandiwara belaka??? aku gak tau coz aku gak pernah ikutan acara hedonis kayak gitu..
sebenarnya, aku anak salah satu instruktur bri di jogja (gak usah aku sebut namanya)..kalo ada yang pengen caci maki instruktur, caci maki aja aku..tumpahkan segala kepenatan kalian..aku ikhlas menerimanya..mungkin di lain waktu, aku akan bernasib sama seperti kalian..karena orang tua ku mencita-citakan aku di bri… :’(
mungkin inilah takdir yang harus ditempuh…
kalo ada yang pengen curhat ma aku, silakan..gak usah malu2..mungkin aku bisa bantu..walaupun aku hanya seorang anak yang gak akan didengar omongannya..
dewa
April 22, 2008 at 5:31 pm
kenapa sih ngebet banget kerja di BRI? kerja di sarang KKN. Ati-ati banyak uang “haram” nya. Lebih baik wiraswasta.
ian
April 25, 2008 at 4:59 pm
komentar saya :
1. Gaji BRI tuh kecil jadi ngak usah ribut, sekelas AO ajah cuma 3.7 Jt kalah dengan salesman dari peruasahaan rokok yang tangung jawabnya hampir tidak ada
2. Karir di BRI ituh mati kecuali lu pade punya uang untuk KKN
3. BRI ituh berisikan SDM yang tidak bermutu dari semua sisi kecuali yang di rekrut dari diatas 2005 karena perekrutan dilakukan oleh pihak eksternal
4. baik Ka Unit, mantri or apapun yang di Desa2 sana semuanya koruptor …masa korupsi duit bensin??? what the Fuck man ??!!!
5. Jadi BRI TUH BIASA BGT NGAK ADA YANG DIBANGGAKAN .
THANKS
PPS PLus
April 26, 2008 at 1:14 pm
Saya adalah tenaga outsource yg sedang diklat di sendik untuk unit BRI Jkt, setelah membaca tulisan-tulisan diatas saya menjadi agak khawatir, takut hal ini dialami oleh saya. semoga BRI tidak hanya mengedepankan laba, tetapi mensejahterakan karyawannya, agar pelayanannya baik.
Moja
April 27, 2008 at 8:56 am
Setelah melewati beberapa tahapan tes yang cukup berat, setelah mengikuti pendidikan di sentral pendidikan BRI selama 1 bulan, setelah melewati masa IJT di BRI selama 6 bulan, akhirnya sekarang saya bekerja di BANK BUMN juga, terima kasih ditujukan kepada jajaran direksi BANK BRI karena tanpa jasa – jasa beliau saya tidak dapat belajar mengenai ilmu perbankkan, dan saya sekarang berusaha untuk mengimplementasikan ilmu tersebut di tempat bekerja sekarang, sekali lagi terima kasih semoga kita senantiasa di limpahkan kenikmatan bekerja yang pada akhirnya dapat bersama – sama membangun ekonomi kerakyatan di bumi kita tercinta ini.
* Pesan untuk mantan Trainee :
1. Berbahagialah
2. Bersyukurlah
3. Bersabarlah
bahwa kegagalan itu langkah awal menuju kesuksesan.
* Pesan untuk calon pelerja BRI :
1. Berbahagialah
2. Bersyukurlah
3. Bersabarlah
bahwa kesuksesan adalah ujian terberat agar kita senantiasa ingat kepadaNya.
* Pesan untuk jajaran Direksi BRI :
1. Berbahagialah
2. Bersyukurlah
program outshorsing telah berjalan sesuai rencana, laba tahun 2007 tercapai, SELAMAT !
Mantri Ndeso
April 27, 2008 at 2:24 pm
SELAMAT HARI BURUH SEDUNIA
TOP
April 30, 2008 at 4:27 pm
Sebuah Hal Tuk Direnungkan
Kenapa Aku Diuji ?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta
(Q.S Al Ankabut 2-3)
Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-idamkan
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (Q.S Al Baqarah 216)
Kenapa Ujian Seberat Ini ?
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
(Q.S Al Baqarah 286)
Rasa Frustasi ?
Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman
(Q.S Al Imran 139)
Bagaimana Aku Harus Menghadapinya ?
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung
(Q.S Al Imran 200)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’
(Q.S Al Baqarah 45)
Apa Yang Aku Dapat Dari Semua Ini ?
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (Q.S At Taubah 111)
Kepada Siapa Aku Berharap ?
Cukuplah Allah bagiku tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal (Q.S At Taubah 129)
Aku Tak Dapat Bertahan Lagi !!!
Dan jangan berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir (Q.S Yusuf 87)
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu (Q.S An Nisaa 86)
jawa timur
Mei 3, 2008 at 1:21 am
Sorry ya gue ikutan nimbrung. Sebelumnya gue ikut simpati atas musibah kepada para trainee angkatan th 2006 ini. Ada satu rekan kerja gue juga jad korban dan untungnya bos gue baik hati mau terima dia lagi, karena tempat gawe gue emang bisa buat partimer sich. BTW, gue cuma bisa bilang kalau kalian musti berbesar hati, karena gue dan 4 teman lain juga mantan pegawai BRI, malah udah kontrak 2 th dan perpanjang 1 th, sebagai instruktur IT waktu mereka butuh buat proyek SAP. Waktu rekrut secara lisan kadiv diklat janjiin kita bakal diangkat, tetapi pas perpanjangan kontrak malah ada adendum kontrak bahwa kita ga mungkin diangkat. Sebelum perpanjang kontrak, waktu itu th 2004 ada pemutihan pegawai kontrak, kita usul mau ikut tapi ditolak SDM, alasannya kontrak kita setara E1, sedangkan pemutihan untuk pangkat C dan D, padahal kita ga masalah soal pangkat yang penting pengen jadi pegawai tetap.
Alhasil dengan birokrasi yang ga karuan kita awalnya 12 orang 1 angkatan dipisah jadi 6 untuk masing-masing grup, 6 orang di SAP SDM, sisanya di IT atau logistik ga jelas. yach gue dan 3 orang lagi akhirnya ketendang gitu aja. yang 1 karena ga mau ikut perpanjang kontrak. Sedangkan yang 2 orang dibagian IT/logistik yang ga jelas itu berhasil diangkat pas ikutan rekrut untuk implementor. Prosedur rekrut pun ga jelas, karena yang lulus kebanyakan ga qualified but pintar carmuk dan sangat ramah.
Kita bertiga yang berjuang mati-matian sempat stress sih, tau yang keluar duluan ga ada kabar lagi, tapi setelah sekian lama kita akhirnya berhasil dapat kerjaan lain, tapi itupun susah payah, karena rekrut pegawai di indonesia kan diskriminasi terhadap usia, sedangkan kita udah kelamaan stuck tanpa harapan di BRI. Teman gue masih ada yg menyimpan dendam. Tapi gue ambil hikmahnya aja, toh dalam hati kecil gue, sebenarnya gue sebel banget kerja kantoran n dalam cubical yang bikin stress (sekarang gue ngajar), ilmu ini gue dapat setelah baca the Secret hehehe…. N uang yang selama ini kekumpul dari BRI akhirnya juga bisa kepake untuk biaya lanjutin sekolah. Gue bersyukur atas kesempatan ini semua yang ga bakal gue dapat kalo masih ngendon di BRI dengan tumpukan kerjaan yang membosankan, karena emang banyak nganggur n bengongnya, yach ciri khas BUMN apalagi eks kantor pemerintahan. Dan koleksi BRI sekarang seperti apa coba kalau dilihat, pegawai-pegawai tua yang o’on setengah mati waktu gue ajarin ngeklik aja susahnya minta ampun. Entah karena malas atau bosan dengan suasananya. Yach beruntunglah gue keluar dari semua itu dan ga berakhir seperti mereka. Hidup segan mati tak mau. Nah kalian yang masih muda, sebaiknya bersyukurlah, karena kesempatan masih terbuka lebar. Itu tandanya memang kalian tidak memenuhi syarat sebagai penjilat dan penikmat gaji buta di BRI. Ok! Tetap semangat!
tika
Mei 4, 2008 at 5:41 pm
Gue freshgraduate n m ikut outsourcing-nya BRI, qra2 ada kesempatan jd peg.tetap g ya?
G jd jg gpp, msh bny Bank2 lain yg management-nya lbh baik kq…
;-p
Izzard_07s Mig33
Mei 5, 2008 at 10:09 am
saya karyawan tetap bri, menurut saya bank ini salah satu persusahaan yang dengan sempurna membunuh karakter para pekerja nya, jadi kalo ada yang bisa meng “hack” jaringan komunikasi nya, itu suatu amal jari’ah bagi anda.
sebagian besar pegawainya tetap nya berharap pada anda yang bisa melakukakan nya. thanks
andhi
Mei 7, 2008 at 12:01 pm
saya karyawan tetap bri, menurut saya bank ini salah satu persusahaan yang dengan sempurna membunuh karakter para pekerja nya, jadi kalo ada yang bisa meng “hack” jaringan komunikasi nya, itu suatu amal jari’ah bagi anda.
sebagian besar pegawainya tetap nya berharap pada anda yang bisa melakukakan nya. thanks
dan bagi anda yang pegawai tetap jika ingin perubahan pemilu nanti jangan pilih ‘jk’ karena sofyan basir bakal jadi dirut lagi.
KAMI MAU RUDJITO
anoi
Mei 7, 2008 at 12:03 pm
Sepertinya, karakter2 pekerja seperti ini emang patut dibunuh, baik di BRI maupun tempat lain. Mengkhianati, adalah hal yang biasa bagi karakter seperti ini. Lucu, knp ga cabut aja dr BRI bung.Ga laku ya? takut ga bisa makan? karena karakter kayak begini siapa yang mau? Mau bukti? anda nglamar deh tempat lain, dan tunjukkan karakter anda yang ‘hebat’ itu pada waktu wawancara, pasti ga bakalan diterima, kasihan deh! Kalaupun diterima, pasti karena anda sembunyikan karakter aslinya. Tapi syukur BRI selamat dari karakter ‘hebat’ itu,dan yakin deh ga bakalan jadi rugi ga punya pegawai spt ini. Ntar tulis lagi di blog ini berapa lama anda tahan ditempat baru tersebut.
dino
Mei 7, 2008 at 2:27 pm
dari orang yangikut traine, naik cekcoknya sesama karyawan jangan2 pejabatnya,,,,,,,
aku sih gangerti apa2
simple aja …..
intinya diperusahaan kelakuan KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME… nantinya akan merugikan perusahaan itu, sendiri, bahkan bisa menjadikan perusahaan itu di likuidasi.
masalahnya bila perusahaan itu BUMN buntut buntutnya perusahaan yang harusnya sudah KO dikasih vitamin terus sampe sembuh ( padahal vitaminnya merupakan uang rakyat, bensin naik, motor pajek, barang PPN, rokok ada cukai.. intinya sebenarnya kalau dipikir2 tiap hari orang indonesia selalu bayar pajak) dari cerita diatas diambil kesimpulan KKN dibikin undang2 yang tegas, contoh korupsi dengan nominal tertentu kasih bonus PETI MATI, lakukan ini pada para pelaku KKN, saya sangat merasa yakin apa bila udah ada minimal 10 orang koruptor di eksekusi mati, pasti para pejabat lain akan berfikir 100 kali untuk korupsi…..
Untuk BUMN BRI setau saya sudah jadi rahasia Umum kalau proses seleksinya pasti KKN ( setau saya lebih sulit wawancara di cabang dibandingkan psikotesnya) karena syarat wajib lolos wawancara punya kerabat minimal kenalan di BRI (duluuuuu), sekarang saya rasa MANAGEMENT BRI pasti udah mikir persaingan di kridit mikro udah sangat ketat,,,, apa bila SDM nya LOYO pasti bakalan KO,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
bri bagian bumn pemerintah dan rakyat
Mei 12, 2008 at 10:57 pm
Hapuskan Outsourcing dari Dunia Kerja..(khusunya perbankan)
Jadikan Pegawai Tetap smua..
Outsourcing tidak manusiawi..
habis manis sepah dibuang..
emangnya org kayak sampah!!!
Klo dipikir..
jika semua Outsource diangkat jd peg. Tetap..
Besar kemungkinan akan menjadikan perush itu lebih untung..
atas sikap loyal dr pegawainya..
dan pemerintah juga berhasil mengentaskan pengangguran..
Buat Kang Anjar P..
saya turut prihatin..
Smoga cepet dapet pekerjaan yg lebih baik..
Hapus Outsourcing
Mei 13, 2008 at 2:20 pm
“Ditendang Mentah-mentah” pasti akan sangat kecewa sekali…saya bisa merasakannya.. bekerja di perusahaan negara memang akan seperti itu, karena “watak” pegawe2 nya juga memang tidak dididik untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang bermoral..selalu ingin menguasai..mereka boleh pintar, tapi Moral???Nol Semua..Jangan kwatir, semua pegawe negara seperti itu…sekarang anda sudah berpengalaman?..JAdi bersiap-siaplah di depan menghadapi yang brengsek-brengsek jika Anda sudah bekerja lagi di perusahaan negara…Semoga Anda mendapatkan pekerjaan yang lebih beruntung
OKI
Mei 15, 2008 at 3:35 am
ga pusing2, rejeki dah ada yang ngatur. Yang penting berusaha dan berdoa. OK
pekerja outsourching BRI 2008
Mei 15, 2008 at 10:53 am
for edratna (saya males baca yang bawahnya lagi) : iya emang fakultatifnya seperti itu; tapi apa wajar kalo yang tidak diterima 72% ? nampaknya ada yang salah nih……. kalo yang ditolak 72% terus proses seleksinya gak valid dong; bisa dibilang hasil test2 sebelumnya tidak menyaring sesuai kbutuhan BRI; pendapat saya: anda korban kongkalikong orang dalam, yang gerah ngelihat rekrutmen baru dan kemudian oportunis lobi pimpinan; saran saya cari kerja di bank lain aja, ungkapkan pengalaman anda di BRI dan yakinkan, anda bukan didepak karena tidak mampu!!
nugrohoadipratama
Mei 16, 2008 at 4:27 pm
kalo gue lihat, outsource di BRI lebih mendingan. kan setelah kontrak 1 tahun udah mulai dapat tunjangan kesehatan & cuti yg layak. beda banget ama outsource di tempat lain
rawi
Mei 18, 2008 at 3:11 am
Mendingan panya? outsource hidup dlm ketidak pastian, tiba2 bisa langung jadi pengangguran, da nyang bilang kalo outsource PKSS tu (pekerja kontrak setahun sekali). gw hanya bisa mengajak tuk outsource PKSS agar sabar aja, pa lagi yg ga punya kerabat di BRI siap-siap ja deh……..
Semprul
Mei 20, 2008 at 1:27 pm
Dana promosi kok ga dipake untuk promosi,
- Dana promosi Gabungan jatah Pinca
- Dana promosi di Bagi2 (Pinca, AMBM) orang UNIT kebagian sisa
mang aneh ya?
pincang
Mei 20, 2008 at 1:31 pm
masalah ibu2 ko dibawa ke kantor, yg punya masalah Bu Pinca (padahal ga ikut tes pinca ko disebut Bu Pinca Ya?) yg kena damprat para pekerja. trus pendendam lagi, PINCA pa tu?
pendendam
Mei 20, 2008 at 1:34 pm
woy…kalian orang BRI pd geblek semua, ngapain ribut-ribut disini, gak jelas.kerja sana, urusin IT nya yg suka byar pet, gak jelas bgt nih bank. bank plg katro se indonesia,selama ini bri menang krn unitnya sudah tersebar di pelosok desa, tapi kalo pelayanannnya masih sprti ini (ndeso bin katro), bakalan dilibas ma bank-bank swasta. dasar katro!!!
bukan orang BRI
Mei 21, 2008 at 1:01 am
kalo lagi offline itu artinya lagi bagi2 bonus :D
rawi
Mei 21, 2008 at 6:34 am
gmn bisa nglayani dengan senyum…
dari 4 teller di cab ku hanya aku yg pkss….cuma bisa cetak butab peg organikyg dpt bonus… cuma bs denger ketawa mereka … pait2 pisan…
untungnya BRI sdh pake front liner PKSS,kalo nggak, ga bisa dpt 4x gaji tuh peg tetap…
bonus 4x4 =
Mei 23, 2008 at 10:13 am
terimalah dgn lapang dada.awalnya memang sakit tp belajarlah utk bisa tetap tegar.sy berusaha dgn segala kemmpuan sy,hingga mjd slh 1 trainee terbaik di cab sy.tp….ALLAH berkehendak lain,ALLAH menunjukkan jln yang terbaik bwt sy.utk jadi org sukses tdk hrs bekerja di BRI.sy yakin seluruh mantan TRAINEE yg tdk lulus memilki potensi yg luar biasa.BANZAI!
hehe
Mei 28, 2008 at 4:37 am
saya baru ikutan tahap ke2 tes BRI dibulan ini nih pak. nanti saya kabarin deh, slanjutnya gimana. masih lama tahapanya nih. denger2, skitar bulan juli/agustus baru dimulai klasika-nya. masa iya, kita kudu nganggur slama itu, cuma gara2 nunggu hasil BRI? daripada nganggur, jadi trima kerjaan yang ada dulu. cuma bginilah resikonya, bolak balik bolos kerja cuma buat ikutin tes BRI. knapa sih, ngga skaligus 2-3hari dihabiskan, lalu hasilnya sminggu kemudian, jadi biar ngga nunggu klamaan? klo misalnya BRI itu sibuk, knapa ngga joint dengan lembaga konsultan independen aja? toh, lebih praktis. pke sistem lepas ajalah. jadi klo uda ada calon pgawai uang lulus sampe tes takhir, lembaga konsultan itu tidak akan bertanggung jawab lagi dalam hal pengurusan calon pegawai BRI tersebut.
ada cara mudah ko, malah dipilih cara yang sulit…aneh kan? apa BRI seneng dengan cara yang sulit2 ini?
udin petot
Mei 29, 2008 at 4:36 am
haha…
seru banget nih memperdebatkan antara Management Trainee, Outsource, sama yang paling penting.. B O N U S..
saya juga mantan karyawan bank swasta yang pernah disebut oleh ibu edratna..
Management Trainee bisa berkonotasi positive dan negative. Ketika bisnis suatu perusahaan berkembang dengan pesat, maka artinya mereka akan membutuhkan orang2 berkualitas yang memiliki value yang sejalan dengan value perusahaan…ini yang positive
Management Trainee adalah kesempatan untuk perusahaan untuk menyeleksi SDM mana yang layak menjadi karyawan tetap bagi perusahaan mereka dengan nilai investasi yang minimal. Biasanya, job title mereka selama menjadi Trainee berada diluar struktur kerja yang sudah ada, sehingga dengan bebas, management perusahaan dapat menetapkan hak2 mereka. Misal : NO OVERTIME allowance, meskipun kalau kita melihat load pekerjaanya sangat ga mungkin mereka bisa pulang jam 5.
Sebenarnya nilai dari program ini adalah kita senagai calon karyawan harus bisa mengerjakan sesuatu dengan lebih.. sebab kalau itu biasa, banyak orang yang akan bisa..
Satu lagi, untuk para teman2 yang sekarang masih menjadi outsource, saya ingat wejangan dari Bpk. Palgunadi yang selalu terngiang2 di kepala saya..”belajarlah bersyukur atas apa yang kamu dapat..”
dRe
Mei 29, 2008 at 7:12 am
waktu tes ptama BRI, saya dikasihtau sama pihak management: katanya sistem bonus / lembur masih ada tuh bos? malah kuantitasnya lebih besar dari perusahaan lain. tapi ngga tau itu bener atau engga, tapi saya ikuti aja prosedur tesnya. buat “TS”, mo nanya, dulu tes-nya sampe brapa tahap ya? ko kayanya ribet banget
udin petot
Mei 29, 2008 at 1:00 pm
BRI memang brengsek, semoga cepat bangkrut dan semua karyawannya di PHK semua. Dan asetnya dijual semua.
ian
Mei 30, 2008 at 7:44 am
Saranku cm satu, jangan patah semangat! Masih byk pekerjaan lain dan bank-bank lain! Ok!!!
Lobi-lobi
Mei 30, 2008 at 8:09 pm
saran buat management BRI……
kalo bisa? sama nasabah sendiri tuuh… mbok ga usah pakai administrasi ini- itu, koq tega2nya sih…….
tiap bulan saldo tabungan berkurang…..?
Belum lg yg punya kartu ATM,katanya melayani dg tulus hati……??????
kq masi suka potong ini-itu…???
berarti ga tulus dong…….
Cm iklannya aja gitu?
Buktikan ketulusanmu… jujurlah pada semua orang……
apalagi sama nasabah sendiri…..
bukan cuma iklian Doang………!!!!
Dimana ketulusanmu……?????
jangan nunggu BRI bangkrut,
praey
Mei 31, 2008 at 2:45 am
Pekerjaan di Unit memang melelahkan, apalagi menjadi deskman. kenapa sih BRI tega bgt, di bandingkan dgn bank2 lain yg bisa fokus ngurusin satu pekerjaan, misal satu org ngurusin pembukaan rekening saja, dan satu org lagi ngurusin pinjaman.. dll (intinya satu jenis pekerjaan buat satu org) apalagi saya rasa singkatan BRI yang tepat adalah (Bank register Indonesia) kerjaannya deskaman kebanyakan register melulu. saya rasa BRI harus berubah mulai detik ini, jgn hanya mementingkan Laba untuk popularitas, tp pelayanan kepada nasabah dan di hapuskan outsource menjadi pegawai tetap biar pada loyal pada BRI sehingga hidup tenang, sejahtera lahir batin!!
Outsource BRI di Unit
Juni 3, 2008 at 3:33 pm
ternyata di perusahaan sebesar BRI sekarang ada istilah baru ya, di BRi sekarang ada 2 jenis pekerja, ada “pekerja tetap” dan juga ada yang jadi “tetaaaaaaaaaaaaaaaaap pekerja”, gimana gak gitu kerjaan sama atau malah lebih banyak yang outsource tapi status beda!!!!! weleh-weleh-weleh dunia emang sudah gila
satu lagi jangan pernah sekali-kali nanya lagi kok bri tega ya, itu pertanyaan konyol, karena emang di bri sekarang orientasinya adalah target,(mungkin direksinya sebelum diangkat udah teken kontrak dulu), kalau gitu ya harus pinter2nya direksinya lah ngutak – ngatik yang ada (termasuk biaya2 administrasi gitu & masalah kepegawaian tuh@@@@@@@@@@@@@@@@)
bone
Juni 5, 2008 at 1:19 pm
Halo semua,
Jangan sedih dong. Itu kan biasa selagi bisa diperas diperas deh tenaga kerja kalian semua. Kalo perlu udah disuruh kerja kalian disuruh kasih uang ke mereka. Namanya juga serakah yah, mau dibilang apa. Maka dari itu kalau mau kerja harus liat-liat dong keadaan jangan mentang-mentang kerja di suatu tempat yang sudah punya nama terus langsung saja dikira enak. Lebih baik kerja di tempat yang mendahulukan dan menghargai karyawan. Kalo BRI seperti itu seret orangnya agar bisa dimasukan ke dalam penjara. Kalo perlu lobang buaya sekalian. Hidup kebebasan hidup……Udin
Udin
Juni 6, 2008 at 6:06 am
Koq beda ama di kampung saya (Jawa Tengah agak pelosok), dimana pegawai bank (BRI) sangat dihormati dan dianggap mewah, dan kenyataan emang yg kerja di bank pada hidup lebih dari kecukupan (rumah, mobil, jalan-jalan, dll). Apa beda ya bank di masing-masing tempat???
fajar
Juni 6, 2008 at 7:12 am
yang dilihat mas fajar pimpinan cabang, sementara yang teriak disini deskman, ya jelas bedalah. Yang udah enak mah ga bakalan teriak. Tapi siapa tau dulunyta dia deskman juga? karena pandai bersyukur lama2 jadi pimpinan cabang deh.
dian
Juni 6, 2008 at 11:24 am
heee, pada blagu blagu amat si. kayak di indonesia banyak kerjaan aja. kayak ga banyak aja yg nganggur….sedih tau ga sedih! most people would kill for the opportunity.
diandra
Juni 6, 2008 at 12:13 pm
pegawai bank itu cuma menang perlente saja, tapi pegang duit, atau itung duit tapi duit orang, kalau mau kaya ya jangan jadi pegawai bank…
awas bekerja di tempat banyak duit, salah2 bisa korupsi, karena duit di depan mata….tapi duit orang
wida
Juni 6, 2008 at 12:27 pm
NGAPAIN MAS/MBAK RIBUT Hujat menghujat BRI.
Ntar seperti publik foldernya BRI Lho yang ditutup.gara2 email yang menghantam Orang2 Di jantung BRI.
BRI itu ga ada kata demokrasi.
KALAU Pingin tahu BRI itu ga usah jauh2.
lihatlah dan amatilah negaramu Indonesia.
Ada kesenjangan kerja, upah buruh yang murah, eksploitasi ,penurunan gaji secara sistemik,dll.
kenaikan gaji nya per tahunnya hanya 5 % padahal inflasi nasional republik ini 6,59%.( tahun 2007 )
itu mah bukan kenaikan melainkan pembodohan.penurunan gaji secara sistemik.
secara nominal memang naik tapi dilihat dari nilai uang ya turun pak.
ga tau kalau th ini,kenaikannya berapa?
inflasi diperkirakan 2 digit sekitar 12 %.
kalau kenaikan gaji BRI di bawah angka inflasi lagi.
ya memang dirutnya diciptakan untuk menganiaya ribuan buruh murah.
buruh di BRI memang layak dijembatani dengan advokasi perburuhan dari luar SP Nasional BRI.
SP Nasioanal nya BRI itu melempem.mana ada gaungnya .
pernakah anda dengar SP BRI melakukan gebrakan.
jawabnya ya ga ada dan tak pernah dengar.
lebih baik MAS / MBAK pilih yang lainnya aja.
Lebih baik JADI PENGUSAHA.
VIRUS JIHAD REVOLUSI
Juni 7, 2008 at 5:43 am
Luna : Allow sayang, lagi cobaiin kerjaan ya (telp ma PINCA bkn deskman)
Deskman : Iya
Luna : Sapa sech ikut ikut aja
Deskman : H ooo o o
Luna : Masnya yang jadi deskman itu ya
Deskman : itu sih gosip, klo jadi Pimpinan cabang, deskman nya Luna MAU DONK!
100 meter dari SENDIK
Juni 7, 2008 at 6:16 am
Alumni DANAMON (senior sales Officer masuk 2005 selalu target)-> gabung ma BRI JUNI 2007 —> kemaren ditelp ma mantan Bos Cluster manager Danamon SOLO MR. SUCI WINARTA yang di take over BTPN mikro jadi Pinwil Salary 90 jt kompensasi 1.2 M, lewat Sales Head Danamon Mr. Djemi Suhenda yang juga pindah ke BTPN, aku suruh gabung lagi dibawah nya jadi Branch Manager!
Hahahaha……….(pening aku). Sungguh!
Gak tau harus Ngapain?
100 meter dari SENDIK
Juni 7, 2008 at 6:24 am
gara2 mbah syeh sofyan basir ada di bri, semua jadi kacau boz, bri jadi mesin politik partai, biaya tenaga kerja di cut abiz, padahal laba sangat tinggi, menyedihkan… generasi muda dikebiri boz..
preman bri
Juni 7, 2008 at 1:25 pm
KPK tolong dong periksa bri,,lembaga yang jelas2 korupsi…larangan jabatan ga boleh terima dari nasabah dalam bentuk apa pun…tapi disamarkan asal jangan meminta jadinya budaya (ewes-ewes)..Dana promosi gabungan jadi milik pinca…uang legalisasi surat hutang yang ga jelas kekuatan hukumnya dibagi2 buwat kaunit…ambm ma pinca…………deskman kerja dengan tanggungjawab yang terlalu berlebihan …tolong dong kalu mw maju teliti lagi ma managemen …mang ga da lit bangnya apa….terus calon2 stafnya kerja apa seh aprove ga lelas kunjungan ke cabang2 dapat uang saku itu dari uang legalisasi tau…………..doyan aja duit kaya gitu dasar juancok…monyet… tai… anjing…lintah darat……
britai
Juni 7, 2008 at 2:21 pm
kasian ya BRI dimaki dan dicaci, bahkan oleh karyawannya sendiri yang tiap bulan terima gaji dr BRI, jadi seperti orang tua yang diumpatin anaknya, emang sih jadi ortu jg ga mesti bener, tapi diumpat2 anaknya sendiri???. kasihan deh ya.orangtuanya yang keblinger apa anaknya yang durhaka?
dono
Juni 7, 2008 at 4:15 pm
BRI itu termasuk bank yang memiliki nasabah yang loyal, dengan bergerak di micro membuat labanya selalu terbesar, beda dengan saudaranya BNI dan Mandiri yang di sektor Corporate, sekali nunggak susah minta ampun nagihnya. 2009 pastinya diharapkan ada dana untuk pembiayaan “hajatan partai”, so perusahaan BUMN dan departemen bisa “membantu”. kalo dari segi BONUS, BRI ga ada yang ngalahin dari semua bank plat merah, kalo untuk standar gaji pegawai masih lebih baik BNI dan Mandiri. kalo pegawai O/S nya, saya pikir masih lebih dihargai di BNI, walaupun sejak april 2008 ada peraturan baru untuk O/Snya, CMIIW.
tinggal lihat ketika holding company terbentuk, apakah akan ada PHK atau ga yaa. tapi untuk BRI, pangsa pasarnya sudah mulai digerogoti, BNI jaman syaefuddin pernah bermain di micro namun Rujito mengeluh karena bisa-bisa BRI kemakan, akhirnya proyek tersebut menghilang dari BNI (mentang-mentang saudaraan kali yaa). tapi saat ini DSP mulai merajai (pantes aja, lha wong orang-orangnya mbajak dari BRI) tapi pada akhirnya dibajak juga oleh BTPN (iyalah, Jerry Ng, Jemmy Suhenda pentolannya pindah ke BTPN.. hehehe COPnya masih ngejogrok tuh pak. tapi selain BTPN, masih ada bank Nusa Parahyangan, Bank of Tokyo, yang mulai melirik pangsa pasar ini, jelasnya dari segi risk lebih kecil kan daripada pangsa Corporate.
untuk kebijakan internal biasanya ketika ada direksi baru, pasti ada perubahan, contohnya ketika Sigit jadi dirut BNI, ada kebijakan zero growth kepegawaian, tapi O/S ditambah seluas-luasnya sesuai capacity planningnya. sekarang mulai ada penerimaan lagi, walaupun terlihat setengah-setengah (lagi memperkuat di sisi pemasaran yaa… banyak di assessment untuk marketing tuh..). untuk masalah bonus, biasanya kalo dirut dari karir (pegawai dalam) lebih besar daripada dirut cabutan. CMIIW
saya pikir semua tidak harus menjadi seorang pegawai kantoran, seperti kata Ciputra, Indonesia kekurangan entrepreneur, so gagal di satu tempat masih ada bidang lain untuk dijajaki, rejeki sudah diatur dan kita tinggal mengambilnya bukan mencarinya… CMIIW lagi deh.
sukses terus untuk teman-teman semua, berjuang untuk meraih kebahagiaan menurut persepsi masing-masing.
rgds
sang elang
Juni 8, 2008 at 10:02 am
Saya heran lho kenapa BUMN BUMN jadi sapi perah parpol.kok semua pada diam ya.( double heran).
coba liat deh budaya organisasi BUMN.
Kuno banget ( feodalisme )
mana ada demokrasi.
HAI KPK Selamatkan BANK PELAT MERAH KHUSUSNYA DARI PERAMPOKAN PARPOL.
SOFYAN BASIR Orang GOLKAR yang merampok BRI.
Gatot Murdiantoro Suwondo Perampok BNI suruhan SBY.
tak lupa DIRUT BTN Dan Dirut Mandiri Setor upeti juga pada pejabat.
tau ga tindakan mereka lebih anarkis dari BONEK, lebih onar dari Aremania, lebih sok seperti The Jack.
Mana KPK diam aja. banyak kesalahan sebenarnya kalau engkau tau dari orang 2 itu.
gampang aja lihat dari pergerakan biaya yang membengkak dari biaya apa ? telusuri ?
Mana sih Erman Banci tidak punya konsistensi masalah perburuhan.Menteri Tenaga kerja yang goblok sepanjang Jaman Republik ini.
Masa di perbankan Teller,Customer Service, Bahkan di Marketingnya Outsource ya dibiarin aja. padahal itu jabatan core bisnis.
dengan oportunisnya ia bilang penentuan core dan non core bisnis dipetakan dari kebijaksanaan perusahaan masing masing.
ERMAN BANCI. itukah kebijakaan perburuhan yang melempem.bahkan dalam tahap rancangan. kenaikan gaji karyawan akan ditinjau 2 tahun sekali. (sekarang masih 1 Th sekali ) inikan untuk memperbaiki iklim investasi di indonesia ( goblok) apologise dia.
Kami BONEK Suporter Brutal pun masih Pro BURUH Indonesia.
BONEK REVOLUTION arek jojoran
Juni 8, 2008 at 2:47 pm
Correction:
untuk level admin (teller, admin kredit)
gaji pegawai BRI dulu emang lebih rendah dari BNI, tapi sekarang level bawah BRI mendapat kesejahteraan lebih baik dari level bawah BNI.
untuk level Officer
officer BRI dihargai lebih baik dari officer BNI, gaji setahun BRi paling tidak 20Kali, gaji BNI tidak sampai 20X
sekarang BNI udah disalib sama bank swasta lain.
teller46
Juni 8, 2008 at 3:12 pm
hidup itu kejam jendral ….so jangan jadi jendral tapi jadi pengusaha ….dan selalu belajar ….
maem
Juni 9, 2008 at 4:51 am
Katanya Teman Saya Di BRI itu ada KATA Kamus ONLINE Nya SELINDO.
KAMUS ONLINENYA : DISYUKURI AJA…………..A.
Itu jawaban orang feodal Mas.
BONEK REVOLUTION arek jojoran GUBENG,SBY
Juni 9, 2008 at 7:50 am
Fenomena trainee yang dipekerjakan juga terjadi di perusahaan2 dgn management “rumahan ”
Sebuah rumah sakit bersalin swasta yang mengambil label Boutique Hospital dengan semena mena memecat seorang karyawatinya yang mengepalai ruang bayi, karena ybs memergoki perawat tsb tertidur selama 10 menit . Konsekuensi pemecatan adalah “pesangon “. Ternyata pesangon tdk diberikan , dgn alasan perawat tersebut telah diikutkan pada kegiatan kursus selama 2 bulan . belakangan diketahui bahwa kursus tersebut “GRATIS” disponsori oleh perusahaan obat rekanan RS.
Dengan hitungan pesangon yang tidak transparan dan “ikatan dinas” akibat kursus yang mencekik (5thn ikatan dinas untuk 2 bulan kursus ) Rumah sakit juga menyita sepeda motor karyawati tersebut sebagai jaminan pelunasan biaya kursus .
Lebih menyedihkan lagi ,rumah sakit tdk bersedia menerbitkan surat referensi kerja , malahan menelpon bbrp RS sejenis untuk menolak lamaran kerja dari ybs.
Ada solusi bagaimana perawat tsb bisa melanjutkan hidup ?
Mana lbh parah drpd pegawai trainee yg tdk lulus dan tdk diangkat jadi karyawan tetap .
Subjektivitas pimpinan masih mendominasi keputusan pengangkatan karyawan . Saran saya untuk mantan trainee BRI. Mumpung usia masih muda, carilah pekerjaan lain . Pelanggaran hak karyawan bukan hanya di BUMN, perusahaan besar sekalipun terjadi . Tapi kalau kalian memiliki skill yang bisa diandalkan, Insya Allah perusahaan lain akan menerima lamaran anda tanpa melihat latar belakang siapa, pernah bekerja di mana atau apa pendidikan anda . Selamat berjuang
cuimi
Juni 9, 2008 at 8:32 am
ikutan nimbrung ya, soale aku juga interest nih. menurutku bumn itu kumpulan orang2 yang belum terseleksi. jadi apakah di bumn itu org nya mampu bekerja dan tidak? itu adalah pertanyaan berat. yg bagus kan, spt company asing, yang mampu, kerja terus dan karir meningkat, dan yang gak bs kerja harus ditendang. tapi bri blm seperti itu, bri masih kumpulan oang yang menganggur secara tersamar.
win2008
Juni 11, 2008 at 2:52 am
wah2… makin seru obrolannya pak Anjar… trs gmn perkembangan tuntutan tmn2 yg “dikecewakan” tsb… Moga2 dpt keadilan yup…
* salam *
miss_key
Juni 12, 2008 at 2:41 am
Mo ikut nimbrung nihh!!!
for all ex trainee BRI yang gagal dan kecewa karena tidak lulus dan diangkat,,the show must go on dan masih banyak kesempatan bagi para ex trainee untuk berkarir dan malah lebih maju setelah dinyatakan Gagal di BRI (tmn2 seangkatan diterima di BUMN lain/ Bank Swasta Asing),mumpung masih muda dan banyak kesempatan yang lbh besar dan lbh baik di perusahaan lain selain BRI,,jangan terlalu kecewa dan sakit hati,,krn kt hrs yakin pasti ada yg lbh ok banget buat kita kedepannya asal kt tetep semangat dan berusaha keras…#####best regards for all ex trainee ###