Umur 35 banting setir?

Banyak pertanyaan masuk di blog ini seputar banting setir profesi, contoh kasus kali ini dari Mas Jono di stasiun TV nasional. Ada problem dengan umur yang sudah 35 tahun, yang mungkin buat dunia engineering tergolong tidak muda lagi. Ada yang punya saran bagaimana strategi banting setir yang paling efektif untuk Mas Jono?

detail email
Salam kenal mas Anjar, saya Jono. Sudah 6 tahun kerja sebagai penunggu stasiun Transmisi TV Swasta Nasional, lias OPERATOR TRANSMISI.

Intinya saya bosan dengan situasi kerja sekarang ini, apalagi ada kabar TV tepat saya bekerja mau dibeli oleh pemilik TV yang lain, sehingga ada wacana pemancar mau digabung yaitu satu tower untuk 2 atau bahkan bisa 3 pemancar sekaligus. Seperti punya grup NC itu kan dibeberapa kota sudah 1 tower dan 1 Gedung dipakai bertiga untuk TPI, GLOBALTV, dan RCTI. Dulu pegawainya banyak juga yang di PHK.

Saya ingin sekali kerja di telco, operator mau, vendor juga mau. Dulu pernah test di Vendor dan operator seluler tapi belum rejekine mas. Sekarang satu-satunya yang membuat saya tidak PEDE adalah umur saya yang ampir 35tahun. karena pengalaman 6 tahun sebagai operator Transmisi, sepertinya gak dihargai kalo masuk dunia telco.

Ditulis dalam Dunia Kerja, Experienced.

43 Tanggapan ke “Umur 35 banting setir?”

  1. Amir Karimuddin Berkata:

    Agak sulit jg kalo baru “nyadar” setelah umur 35… bisa dipastikan semakin sempit pilihannya.. mengingat umur 35 itu seharusnya bisa mencapai Senior Manager..
    Sekarang kembali lagi.. background pendidikannya gimana? Beneran bargainingnya sangat susah dibanding fresh grad dengan < 3 taun pengalaman..

  2. alionzo ABAP Berkata:

    ogut baru 32 taun, kerja jadi programmer SAP (ABAP)…
    sekarang lagi mikir2 juga nih mau banting setir atau mau ganti setir jadi setir bajaj hehee…
    kebayang sih umur2 segitu emang lagi binun..
    mau nunggu jadi manager liat antri-an-nya aja kayak-nya sampe umur 40 belum jadi manager nih :( .. manager juga masih muda, kapan mau digantiin-nya tu manager …
    gitu kali ya duka-nya orang technical? karir-nya gemilang sampe umur 30 aja.. selebih-nya giliran orang2 sales yg berjaya..

  3. Dion Berkata:

    Saya baru lewat 35, dan setahun ini baru aja pindah industri: dari IT ke Automation Engineering. Walaupun based pekerjaannya sama2 di project management, tapi industry field nya memang beda sekali.

  4. Dion Berkata:

    Sorry yg tadi gak lengkap … abis nyoba pakai Safari nya Apple ternyata gak compatible banget … nyambung lagi.

    Saya baru lewat 35, dan setahun ini baru aja pindah industri: dari IT ke Automation Engineering. Walaupun based pekerjaannya sama2 di project management, tapi industry field nya memang beda sekali.

    Mas Jono bisa coba cari kerjaan baru di industri yang beda tapi dgn based skills yang sama (sorry gak bisa ngasih contoh soalnya buta banget sama broadcasting industry). Misalnya kaya’ yg udah saya lakukan. Banting setirnya jgn terlalu drastical juga, nanti “buta” banget, malah gak lulus probation :(

    Coba cari posisinya yg lbh tinggi dari yg skrg, jgn mid-management kebawah. Dgn pengalaman 6 tahun, pasti bisa lah cari posisi yg level-an manager. Jgn cari yg dibawah itu, nanti ketemunya fresh grad.

    Memang kalo baca blog ini bisa iri sama temen2 yg di Telco, tapi kan juga gak bisa applicable ke semua orang Mas. Yg penting rejeki lancar dan enjoy sama kerjaannya.

  5. nee Berkata:

    Kenapa ingin ke Telco ?Saya setuju dengan tulisan Dion, cari yang seroot, jangan loncat terlalu jauh, mungkin pelan-pelan dari root itu bisa mendekati perusahaan idaman.
    Jika langsung ke Telco tetapi tidak memiliki pengalaman akan berhadapan dengan fresh grad.

    Telco sekarang ini dituntut untuk selalu belajar, karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Jadi untuk yang masih belum berpengalaman, dari pihak management biasanya dipilih yang masih fresh grad. Selain itu juga (terutama di vendor) tuntutan kerja diluar jam kerja sangat diharapkan, sehingga kenapa dipilih yang usia muda dengan pertimbangan belum ada keluarga yang membebani jika diharuskan kerja diluar jam yang seharusnya.

  6. tirtaamijaya Berkata:

    Komentar untuk 35 th banting stir…..
    Saya sangat prihatin dengan rasa pesimis anda mencoba karir baru…..ingatlah pepatah: “Where is the will, that is the way!”….Dimana ada kemauan, disitu ada jalan!… Pertanyannya apakah anda mempunyai kemauan yang kuat untuk membuat karier baru seperti yang anda idamkan dengan segala kesulitan dan perjuangan?.. Kalau kemauan anda kuat, saya jamin anda pasti berhasil!……
    Saya punya pengalaman tentang ini…………

  7. tirtaamijaya Berkata:

    sambungan Komentar Banting stir…….
    Saya punya pengalaman pribadi untuk meyakinkan anda:..
    Saya pensiun dari TNI pada usia 55 tahun dengan pangkat akhir Kolonel, lalu saya bekerja disebuah perusahaan teman saya di Denpasar Bali, setelah bekerja selama 5 bulan saya merasa tidak cocok, saya pulang ke Bogor dan mendirikan Partai Demokrasi Liberal Indonesia, setelah 2 tahun memimpin PDLI, saya bekerja lagi disebuah perusahaan properti di Jakarta, bekerja 5 bulan, merasa tidak cocok, pindah lagi menjadi GM sebuah hotel bintang lima di Puncak/Cipanas, baru kerja satu bulan, saya dilamar PT Jarum untuk membantu menangani proyek perdana propertinya WTC Mangga Dua JKT. Di Jarum bekerja 2 tahun sampai WTC tuntas. Karena merasa tidak cocok, tahun 2003 saya pindah ke Surabaya, bekerja disebuah perusahaan publik/terbuka, menjadi Corporate Secretary, sampai sekarang..usia saya sekarang 64 tahun.

  8. tirtaamijaya Berkata:

    Sambungan Komentar Banting stir……
    Dari cerita pengalaman saya diatas, jelaslah bahwa anda itu masih sangat muda dan potensial untuk berani mencoba karir anda yang lebih cocok dengan karakter dan bakat anda.. Jangan sia siakan masa muda anda untuk berjuang mencapai Dream anda! Tapi jangan lupa anda harus mau belajar dan belajar sambil berjuang dengan keras!..Selamat berjuang!!!

  9. priandoyo Berkata:

    Luar biasa Pak Nurhana, salut sama pengalaman bapak. Gimana caranya tuh bisa punya motivasi seperti itu? kita-kita yang muda perlu belajar banyak dari bapak.

    PS: Pak Nurhana Tirtaamijaya adalah Corporate Secretary dari Suryainti Permata Tbk

  10. nee Berkata:

    Wah baca tulisan Pak Tirtaamijaya saya jadi malu sendiri, hebat banget, two tumbs up !
    Disaat lagi ngetrend di kalangan executive muda untuk berlomba-lomba mengambil pensiun dini, wahhh Bapak masih berkreasi.
    Bravo

  11. Adi Nugroho Berkata:

    Yang jelas… harus banyak2 bergaul dan memperluas networking kita. Karena dari teman2/networking kita jugalah salah satu cikal bakal kesuksesan itu ada. Saya yakin Pak Tirtaamijaya mempunyai banyak sekali teman/kolega/networking sehingga mudah saja untuk masuk perusahaan sana… masuk perushaan sini dengan background yang berbeda2.
    saya sendiri juga dari sekarang mulai banyak memperluas pergaulan , gak milih2 teman, baik buruk, cakep jelek, bejad baik, wanita pria.. semuanya saya jadiin teman karena saya yakin suatu saat nanti saya akan dibantu salah satu dari mereka…

    cheersssss :):)

  12. erander Berkata:

    Tepat .. usia bukanlah hambatan untuk terus berkarir. Yang menjadi hambatan adalah cara berpikir kita sendiri. Change your mind .. maka dunia mu juga akan berubah. Simple banget. Hanya saja, kita sering ragu. Sering ga yakin. So .. jangan salahkan siapa2 kalau kita juga ga kemana2. Hidup itu mudah kalau kita bikin mudah. Jadi ingat pepatah .. “Bikin hidup ini enak, tapi jangan seenaknya” Good point.

  13. haikal Berkata:

    Salut buat pak tirtaamijaya, ga kebayang kalo udah umur 55 thn, masih punya semangat memulai sesuatu dari nol lagi.. semangat yg tak pupus dimakan usia.. salut pak ^_^

  14. limanov Berkata:

    Salam kenal semua, Saya sangat apreciate dg P’Tirtaamijaya, baru saya tersadarkan diri, karena saat ini usia saya juga baru 35 tahun dan baru sadar kalo ingin banting setir. Terima kasih P’Tirta atas share pengalamannya.

  15. tirtaamijaya Berkata:

    Komentar untuk teman-teman bloger…….
    Terima kasih atas apresiasi atas komentar saya…..untuk lebih mengenal saya, silahkan mampir di blog saya: http://tirtaamijaya.wordpress.com usia saya sudah 64 tahun dan ingin berbagi pengalaman dengan teman semua, sebelum ajal menjemput saya, semoga ada manfaatnya…amin!

  16. Biho Berkata:

    Wah jadi semangat lagi nih baca wejangan dari Pak Tirta Amiajaya…

  17. jono35th Berkata:

    Terimakasih mas Anjar, email saya bahkan dijadikan topik. Sungguh surprise bagi saya.
    Salam kenal juga untuk semua diatas yang sudah memberi masukan, spesial untuk bopo tirtaamijaya, sungguh membangkitkan semangat.

    Berikut ini saya paparkan tanggung jawab kerja sebagai OPERATOR TRANSMISI adalah OPERATION & MAINTENANCE seluruh perangkat pemancar, jadi mulai dari GENSET, UPS, AVR, AC, NAIK TOWER 100METER UNTUK GANTI LAMPU, GANTI LNB PARABOLA KALAU KENA PETIR, BONGKAR PASANG AMPLIFIER UNTUK PERBAIKAN. jadi intinya PEMANCAR TV diusahakan ON AIR terus, meminimalkan penyebab OFF AIR.

    Tidak ada perkembangan teknologi yang berarti dalam dunia Pemancar TV, bisa dikatakan stagnan. Perkembangannya adalah menuju TV DIGITAL (pemancar dan penerimanya digital, efisien channel, karena 1 channel yang sekarang bisa dipakai untuk 4 sampai 5 TV digital), tapi mungkin masih 10 tahun lagi untuk indonesia, karena harus ganti TV yang digital juga bagi pemirsa di rumah, atau diberi semacam decoder. Belum lagi nantinya TV konvensional seperti ini akan dilibas dengan TV kabel , TV Satelit, dan TV via HP (untuk kalangan menengah atas). Jadi nantinya pemirsa TV adalah menengah kebawah yang emen-eman untuk langganan TV berbayar.

    Kalau saya pikirkan path yang paling mendekati pekerjaan saya di dunia TELCO adalah di bagian OMC (operation & maintenance centre), di operator selular. Kira-kira bener tidak ya, mohon yang berkecimpung di OMR selular memberi tanggapan. SYukur-syukur memberi lowongan dan link kemana saya harus apply.

    Saya memang sudah punya networking yang lumayan luas, ada beberapa teman di operator selular CDMA dan GSM, ada juga yang di Sub Contractor Telco. Saya tidak pantang menyerah apply lamaran jika ada lowongan yang saya rasa cocok. Selalu perpikir positif. Pekerjaan/rejeki memang rahasia Tuhan, saya sungguh bersyukur pada pekerjaan saya saat ini, tapi berusaha untuk melangkah dan mencari yang lebih baik lagi (menurut saya), kan gak ada salahnya.

    Justru ingin pindah ke Telco karena saya hoby membaca, upgrade ilmu, karena telco selalu berkembang ilmunya, dan tentu tidak akan membosankan. Dan tentu offeringnya…

  18. Miko Berkata:

    @ Mas Jono35th
    Kebetulan saya bekerja di salah satu operator selular. Kalau dilihat dari jobdesk Mas Jono di transmisi pemancar TV, kalau menurut saya Mas Jono cocoknya di bagian network operation khususnya di field operation & maintenance (bisa di bagian BSS-BTS maupun di transmisi - Microwave engineer). Karena kalau di OMC (operation & monitoring center), skill yg dibutuhkan lebih ke arah IT-networking, biasanya harus bisa menguasai aplikasi2 database based on Unix, Oracle dsb..karena kerjaanya bukan cuma melototin status alarms network saja, tapi juga penyajian data utk peningkatan performance & quality network. jadi harus kuat dasar IT-nya. Mungkin utk seusia Mas Jono semangat belajar ITnya sudah agak kurang jika dibandingkan dgn anak fresh yg basic ITnya udah kuat dari kampus asalnya.
    Saran saya mungkin Mas Jono bisa apply dulu sebagai Supervisor/Senior Engineer utk bagian BSS/Transmisi, karena penyesuaian jobnya yang mungkin tdk terlalu radikal dgn skill yg dimiliki Mas Jono, ditambah pembelajaran sedikit ttg Database Network element based on vendor perangkat yang dipakai. Kalau prestasi kerja bagus, pasti cepat promosinya apalagi dgn experience 6 tahun. MAaf kalo ada yg kurang berkenan. Ok, tetap semangat yo Mas!!

  19. ryev4 Berkata:

    Sabar Aja Mas, Mungkin Rizq Mas Masih Disitu, Yang Penting Usaha Dan Doa Sajalah

  20. k'baca Berkata:

    Say pikir, jangan dibanting - ntar mbelokinnya susah. Lebih diputar ke kiri dan ke kanan sedikit demi sedikit……, kalau dah jelas “arah baru” baru tancap gas - nah setirnya dilempengin aja. [setuju???]

  21. Jono35th Berkata:

    @miko. Thank sarannya. Jd Supervisor BSS yg lbh pas ya mas. Sebetulnya teori GSM sy menguasai, krn dulu thn 99 skripsinya tentang Network Planning GSM. mas Miko di GSM or CDMA? Semoga ada posisi BSS SUPERVISOR, sptnya lbh menarik jk gabung operator CDMA yg lg start-up. Ada rekan dr Smart Tel gak ini?

  22. wong_edan Berkata:

    Coba kalo mau beneran banting seetir.. kontak Pak Tirtaamijaya aja… mungkin beliau bisa membantu…koleganya pasti banyak tuh… :)
    Coba donk Pak Tirta mbantu kawan2 di sini… :)

  23. tirtaamijaya Berkata:

    Mas Jono,….Terima kasih atas apresiasinya atas komentar saya terdahulu….Saya mau bantu tapi tak punya chanel seperti kwalifikasi anda..Saya punya cerita tentang seorang yang berani banting stir dari apa yang sebelumnya digeluti , uang banyak, glamour,… pindah kepekerjaan yang 180 % bertolak belakang… Dulunya dia model iklan, fashion model, artis sinetron dll. Terakhir memenangkan hadiah 1 milyar sebagai Pewaris Sejati dalam Acara Reality Show RCTI. Ratusan juta habis dalam waktu singkat. Hidupnya seperti enak, tapi sebenarnya kacau, tidak tau makna hidup. Dikira hanya untuk cari uang dan hidup glamour saja.. Atas izin Allah, saya ikutkan dia training ESQ 165 Leadership Center Profesional Mei 2007 di Surabaya. Asalnya dia menolak dan bilang, minta aja duitnya yang Rp 2 juta (biaya investasi./Tcket), daripada dibuang buat ikut training, toh gak akan ada pengaruhnya buat dia.
    Tapi ternyata selama mengikuti training, dia menangis tiap hari 2 kali, baru menyadari apa makna hidup sebenarnya. Ia lalu melamar dan diterima sejak Desember 2006 sebagai Asisten Trainer di ESQ 165 Leadership Center JKT. Sekarang dia sibuk 7 hari semuggu memberikan training keliling Indonesia, tapi lebih bahagia walau dengan uang gaji yang pas-pasan….. Dia anak kembar saya, Surya…Ternyata bisa sukses dipekerjaan yang bertolak belakang 180%… Kalau tertarik melamar ke ESQ 165 Leadeship Center, saya nanti kasih Web sitenya…

  24. wong_edan Berkata:

    Kalo konteks banting setir itu masih ada hubungannya dengan masalah keuangan , dalam hal ini mau pendapatan yang lebih besar dari apa yg dterima skrg mungkin beda lagi tujuannya.. kecuali kalo banting setir yang dimaksud itu adalah segala sesuatu yg dimulai dari nol dan berbda seperti cerita pak Tirta diatas termasuk pendapatan yang berbeda…
    nah…kembali lagi ke mas Jono35, mau banting setir yang seperti apa? :):)

  25. Jono35th Berkata:

    @pak tirta. ESQ sy bc buku Ginanjar. Hidup ini digital jg. Berusaha pantang nyerah = 1. Tp stlh itu jg hrs berserah diri pd Nya = 0. @wong_edan. Konteknya justru pekerjaan sy skrg di TV, ini dr awal bkn idaman sy, sy kebanting disini. Skrg ini bs dikatakan sy ingin meluruskan setir ke selular, krn itu idaman sy dr awal, sesuai pendidikan, jg skripsi, teknologi yg cpt berkembang shg dinamis, banyak tantangan. Selular, voice & data(internet) mrpkn kebutuhan primer skrg ini.

  26. mamat Berkata:

    Mas Jono, kenapa harus banting setir. Saya pernah ada di posisi anda. Saya juga seorang broadcast engineer dan pernah banting setir menjadi EO, selama 2 tahun dan akhirnya dilamar kembali menjadi engineer di sebuah radio. Dan ternyata setelah ditekuni karir saya cepat meningkat dengan posisi sekarang sbg technical manager. Jadi ini memang jawaban atas doa saya.

    Saya hanya berfikir koq sayang juga punya pengalaman 6 tahun di TV musti ditinggal. Kalo masalahnya financial kenapa gak coba ke stasiun lain. Pengalaman saya bicara dunia broadcast khusus tv sedang booming.. kenapa gak dimanfaatkan. FYI saat ini ada TV sedang setup peralatan yang rencananya on-air 25 agustus di jakarta. Sepertinya ada peluang untuk mas Jono.

    Saya hanya sharing bahwa sebagai engineer ternyata kita hanya punya kebanggaan semu, seperti rasa bangga pernah naik tower (sy baru sampai ketinggian 200 m), pernah mendirikan stasiun di berbagai kota dll. tapi kalo kita berpikir lagi ternyata hal itu belum tentu membuat kehidupan keluarga kita menjadi lebih baik, terutama dari segi financial. Maka dari itu saya sarankan jangan banting setir dulu.

    salam

  27. Jono35th Berkata:

    @mas mamat
    Mungkin kita pernah ketemu jika mas mamat pernah setup ke Transmisi tempat aku bekerja.

    Menarik juga memaknai kebanggaan semu yang mas mamat kemukakan. Memang kalau dari segi salary, saya yakin berapapun akan terasa kurang saja ya mas. Yang saya lakukan sekarang ini, tetap aplly ke selular jika ada peluang yang menarik bagi saya. Tetapi saya tetap mensyukuri kerja di Transmisi, ada ritme kehidupan yang unik, saat orang lain bekerja di siang hari, eh saya malah OFF (libur), saat itu bisa nganter jemput anak kesekolah, nganter istri belanja, dll. Saya juga bisa olah raga rutin Volley tiap sore. Tapi ada kalanya saat orang lain tidur nyenyak, saya mesti begadang nungguin peralatan, dan yang lebih tidak enak kadang saat Hari Raya Lebaran saya tetap masuk kerja. Saya merasa kaya dari segi banyaknya waktu luang saya untuk mengurus keluarga, dan saya sadar itu akan hilang seandainya benar saya kerja di telco industri.

    Mas Mamat pernah naik tower 200m ya, saya mentok 115m karena emang cuma segitu tingginya, tapi bangga juga lho mas, karena ada rekan kerja yang baru membayangkan naik tower saja sudah keringat dingin. Baru sampe border pertama sekitar 20m sudah nyerah, tangan keringetan, kaki gemetar.

    Mas mamat, mungkin kita bisa sharing lebih banyak via email jika berkenan, minta saja email saya pada mas Anjar.

    Terimakasih

  28. java man Berkata:

    Membaca tulisan2 di blog ini saya jadi teringat pengalaman saya sendiri. Mungkin ini hampir sama dengan yang dirasakan sama mas Jono35. cuma bedanya waktu itu saya masih umur 27th. Saya bekerja di salah satu pabrik manufacturing di Indonesia, waktu itu umur saya masih 24 baru lulus langsung kerja… maklum cuma ijasah D3. Selama bekerja di manufacturing selama hampir 4 tahun saya meraasa gak cocok karena bukan pekerjaan idaman saya. Kerjaan jadi Process engineering yang menangani mesin2. Sangat kaku sekali menurut saya.
    Pada tahun2 ke 2 dan ke tiga kalo ada waktu di kantor saya iseng2 belajar program.
    Sampai akhirnya saya lumayan mahir…saya ambil certification dengan biaya sendiri….
    setelah dpt saya coba2 melamar di berbagai perusahaan IT sampai akhirnya keterima…dan lepas dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan kmauan saya di manufacturing.

  29. Onay Berkata:

    Mas Jono,

    Saya pernah mengalami hal yang Mas sedang hadapi, meski pada usia yang beberapa tahun lebih muda. Sejak lulus kuliah saya bekerja sebagai engineer kontrol satelit di satu perusahaan operator satelit. Terus terang, sama seperti Mas, sebearnya pekerjaan idaman saya juga selular (tugas akhir saya tentang selular CDMA). Target utama saya operator selular, tapi saya menyadari dengan skill set saat itu posisi tawar saya tidak cukup kuat. Karena itu, saya membidik vendor telco dan posisi yang meleverage sebagian skill dan experience saya waktu itu (UNIX, OpenVMS). Alhamdulillah, tahun lalu setelah bekerja beberapa tahun di dunia satelit, saya diterima di satu vendor value added service (VAS) selular dari Eropa sebagai senior support engineer dengan offering yang lebih tinggi perusahaan saya sebelumnya. Modal saya: skill UNIX dan OpenVMS, serta knowledge (bukan praktical skill) GSM/SS7/IN.

    Saat ini saya juga dalam proses switch dari pekerjaan yang 100% technical ke mixed antara technical-marketing-finance. Insya Allah, dua bulan lagi saya join dengan operator selular CDMA startup.

    Saya mendukung langkah Mas Jono untuk switch career ke telco, karena industri ini sangat dinamis dan rewarding. Kalau boleh memberikan saran, Mas apply posisi yang masih beririsan dengan pekerjaan sekarang. Jadi jangan apply untuk posisi MSC engineer atau VAS engineer, tetapi radio transmission engineer atau BTS engineer, misalnya.

    Untuk Smart Telecom, coba Mas Jono lihat-lihat di http://www.jobstreet.com, mereka posting lowongan disana.

    Sekedar sharing..

  30. Riri Satria Berkata:

    Sekedar nimbrung … umur 35 banting setir ? .. belum telat kok ! .. soalnya saya juga umur 35 banting setir dari status karyawan ke berbisnis sendiri (jasa konsultansi) … yang penting, dipertimbangkan, yakin, lalu go for it ! … he he he ..

    Salam
    http://ririsatria.bloggles.info

  31. Jono35th Berkata:

    @ java man, onay & Riri Satria
    Terimakasih masukan-masukannya, yang intinya tidak ada kata terlambat untuk BANTING STIR. Sebenarnya kasus saya ini saya yakin banyak juga dialami rekan-rekan lain, dan semoga dengan membaca berbagai saran-saran dari atas sampai bawah bisa memetik hal-hal positif. Terimakasih juga sebesarnya kepada mas Anjar.

    Setidaknya saya jadi tahu sebaiknya saya apply ke bagian yang bersinggungan dengan pengalaman saya selama ini, dan saya juga sadar mengukur diri atas kemampuan saya.

    @Riri Satria
    Ini contoh yang bagus, jadi enterprenuer, bisa menentukan sendiri besar kecilnya penghasilan. Terus Maju mas! Saya juga sudah punya usaha sampingan, tetapi istri saya yang menjalankan, saya hanya mengawasi dan mendukung dari belakang.

    @onay
    Good luck kesampaian juga banting stir ke CDMA, dan menarik sekali jobsnya: Technical-marketing-finance, saya yakin sangat-sangat menantang dan memacu adrenalin. Besok onay tarik saya ke situ ya….

  32. mamat Berkata:

    Mas Jono kalo mau kontak saya mat_bongkeng@yahoo.com
    salam

  33. ilham Berkata:

    @ tirtaamijaya… Jono, dan Anjar…
    Tadinya saya ingin ikut komentar panjang… Tp membaca tulisan Pak Nuhana Tirtaamijaya, rasanya sudah lebih dari cukup. Inspiring and motivating… Ga ada yg muluk2, semua atas pengelaman pribadi menemukan diri dalam pekerjaan… Selamat Pak dan Surya. Terus berjuang bro Jono… Saya pun berada di jalan itu…

  34. Anjar Priandoyo is Lifeauditor Para kepala tiga yang gundah (pindah quadran) « Berkata:

    [...] juga: Curhatnya Mas Udin 35th, Broadcast Engineer yang ingin banting setir ke Telco. Curhatnya Mas Jono 37th, Engineer di MidEast, yang ingin pulang kampung. Posted in [...]

  35. Kenapa tidak bisa enjoy dengan pekerjaan « Anjar Priandoyo is Lifeauditor Berkata:

    [...] juga: Umur 35 banting setir (34 comments). Lulusan STM listrik yang belum maksimal bekerja Posted in Dunia [...]

  36. ablah-ablah Berkata:

    baca diskusi mengenai “banting stir” ini jadi ngne’i diri saya banget.saat ini umur saya 32 tahun kerja di vendor telco posisi sitac coordinator. sejak setahun lalu saya ingin sekali banting stir dari site acquisition ke engineer telco (yg begini banting stir bukan ya?). saya suka mikir engineer telco itu bisa cari kerja sampai ke luar negri lain dengan sitac yang kebanyakan sampai taraf lokal saja. dan dari yang saya baca di blog mas anjar ini dan blog lainya engineer gajinya bisa lebih dibanding sitac.tolong kalo ada temen2 yang bisa ngasih saran, atau mas anjar.makasih mas anjar ya

  37. Para senior engineer yang gundah « Anjar Priandoyo Berkata:

    [...] Umur 35 banting setir (36 respons) Para kepala tiga yang gundah, pindah quadran (37 respons) Posted in Dunia Kerja. [...]

  38. dhany Berkata:

    Lah, kalo saya malah pengen banting setir dari engineer telco ke usaha sendiri. Faktor utama: waktu untuk keluarga, dg kondisi sy saat ini sedikit sekali yg bisa sy luangkan.
    Satu hal, yg juga diingat, keseimbangan karir & keluarga. Bayangkan spt ini, mas Jono dpt tawaran kerja bidang telco, tp musti pisah dg keluarga. Apa mas siap? Tentunya segala mslh ada solusinya, tergantung kesiapan mental dan kekuatan tekad untuk menghadapi perubahan2 yg musti dijalani.

  39. Dani Berkata:

    Umur saya 35 tahun dan saat ini bekerja di salah satu perusahaan telco di Indonesia dengan gaji cukupan dan posisi Officer, saat ini juga boring dgn pekerjaan dan ada keinginan banting setir…tapi bingung mau kemana ….pengalaman kerja 5 tahun di telco dan sudah moving ke semua bagian operasional dan marketing…dan pernah pegang area …ada kejenuhan dan saat ini saya mengisinya dengan banyak melakukan kebaikkan buat orang lain, karena saya yakin rejeki akan mudah datang dan membawa berkah dengan lebih banyak membantu orang lain ….

  40. Tips untuk banting setir « Anjar Priandoyo Berkata:

    [...] Mas Donny via email Komentar: Topik banting setir seperti ini sebelumnya pernah dibahas di Umur 35 Banting Setir (39 respons) Ramai mulai dari nasihat secara ‘psikologis’ untuk tetap semangat, ataupun testimoni [...]

  41. linurdin wahyu hidayat Berkata:

    MAS SAYA MINTA INFO UNTUK PEMASANGAN TOWER SAYA PUNYA DUA TEAM (8ORANG/TEAM)

  42. linurdin wahyu hidayat Berkata:

    pak saya juga pengen terjun kejalur telekomunikasi tpi ga punya pondasi…. jaringan? cuma saat ini saya menjadi salah satu dealer elektronik chip rame2 dikarawang……
    saya lagi merintis jasa pasang tower erection saya punya dua group klo ada yang punya orderan tolong kontak saya
    di 081314434980

  43. gerakjalanesq Berkata:

    Dalam Rangka Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional
    ESQ LC dan FKA mengadakan GERAK JALAN
    pada tanggal 20 MEI 2008
    (umum/alumni dan non alumni)

    Biaya Pendaftaran sebesar Rp 15.000/orang (gratis kaos)

    Rute :
    Menara 165 – Putaran Trakindo
    (Cilandak) – Menuju Highscope
    Putaran bawah (Highscope) – Menara 165.

    JADWAL, INFORMASI SERTA PETUGAS PENDAFTARAN :
    ESQ Leadership Center,
    Jln. Ciputat Raya No. 1B, Jakarta 12310.
    Tel. 021-7696654 / Fax. 021-7696645
    ü Sdri. Nia (0856-95631665)
    ü Sdri. Ivi (0813-10747165)
    ü Sdri. Nina (0815-10782233)
    ü Sdri. Aina (0815-13271165)
    Pendaftaran dapat lewat email atau sms
    ke nomor yang tersebut diatas

Tinggalkan Balasan