Obat flu paling mujarab
Agustus 10, 2007 — priandoyoSudah dua hari ini saya tergeletak dirumah, sakit flu tepatnya. Hari Senin kemarin, kondisi tubuh saya sudah tidak enak, beberapa kali bersin dikantor membuat saya harus meminum Panadol, sekedar menghilangkan nyeri dan demam. Merasa kondisi makin tidak enak saya putuskan minum Decolgen, dan mengambil izin sakit di kantor.
Selang dua hari dengan obat warung, ternyata flu juga tidak kunjung sembuh. Flu kali ini memang menyiksa, walau tidak separah sebelumnya, mengingat saya sudah tanggap dengan izin sakit dan segera beristirahat. Tapi, karena desakan Dinda untuk berobat akhirnya saya putuskan untuk berobat pada dokter.
Saya kemudian berobat disalah satu RS bertaraf internasional disekitar rumah, bukan karena apa-apa, tapi karena medical insurance dari kantor memang diterima ditempat ini. Dokter yang saya temui sangat ramah, beliau menjelaskan apa itu penyakit flu, bagaimana mendeteksi flu karena infeksi atau radang, hingga apa saja obat yang diberikan.
Menurut sang dokter, flu saya tergolong ringan, dan karena tidak ada lendir/dahak berwarna hijau, maka penyebab flu saya bukan karena infeksi virus -sehingga tidak perlu antibiotik, tapi kemungkinan penyebab flu saya adalah calon radang. Tidak lupa sang dokter menjelaskan pentingnya beristirahat saat terkena flu.
Mendapatkan perlakuan sang dokter yang ramah, keyakinan akan mutu RS yang katanya internasional, saya tidak ambil pusing dan segera mengambil obat flu di tempat pengambilan obat. Berikut struk ‘biaya’ obat yang saya terima.
Aldisa SR (Flu): Rp 37.812,-
Rhinathiol (Batuk): Rp 38.152,-
Starcef : Rp 190.762,-
Total: 266.726,- (belum termasuk biaya dokter)
Seketika itu saya terkejut, Starcef ini obat apa ya? semula saya pikir Starcef adalah sejenis vitamin, karena memang sang dokter tidak menjelaskan apa definisi Starcef itu. Ketika saya tanyakan kepada petugas dipengambilan obat, ternyata Starcef adalah obat antibiotik. Dan seketika itulah saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Kenapa sang dokter tidak menjelaskan apa itu Starcef? dan kenapa harga Starcef sangat mahal. Tapi, karena siang itu badan sudah letih saya tidak ambil pusing.
Belakangan setelah mendingan, saya menghubungi si mbak -dokter keluarga saya- perihal Starcef ini.
“Dokter yang di RS dulu ya? ga kira-kira masak flu dikasih Starcef!”
Kira-kira begitu tanggapan si Mbak.
Satu lagi ironi, seputar pelayanan kesehatan di sekitar kita. Dibaliknya ada mata rantai yang panjang dari industri farmasi, jasa rumah sakit, dokter, hingga industri asuransi yang rumit. Dilematis, disatu sisi, pelayanan kesehatan seperti ini ditanggung oleh perusahaan, dan buat mental karyawan seperti saya ini fasilitas. Disisi lain, ada banyak orang yang membutuhkan jasa pelayanan kesehatan, bukan obat flu ‘mubazir’ seharga 260 ribu diatas. Ironis, padahal obat flu seharusnya hanya istirahat.
Apa yang harus saya lakukan?













Agustus 10, 2007 pukul 3:03 am
walah2, ribetna, biasana sih klo flu aku minum es sepuansa biar bablas sekalian
Agustus 10, 2007 pukul 3:10 am
Kerjasama dokter dan penyedia obat2an? Itu mah lagu lama :D
Agustus 10, 2007 pukul 3:41 am
qeqeqe …Mas Anjar jg lg banyak pikiran kaliiiiii… jadi aga lama smbuhnya…
Ato mungkin perlu coba solusi2 tradisional kyk refleksi ato reiki?
…ato kerokan?
Agustus 10, 2007 pukul 4:32 am
Sepakat.. mendingan solusi tradisional.. lagian AFAIK flu itu obatnya istirahat mas.. obat cuma bisa ngurangin gejalanya.. saya sih.. lebih seneng es-te-em-je daripada obat antibiotik mahal-mahal.
http://manismadu.blogspot.com/2006/07/pilek-hidung-meler.html
Agustus 10, 2007 pukul 5:21 am
wah.. wah.. wah.. kena dikerjain deh mas Anjar sama dokter bertaraf internasional hehehehe…
Mas dunia medis kita memang rada ga normal, suka bermain mata dengan pbf (pedagang besar farmasi). Kalo dokternya ga punya nurani, itu pasien dicekokin obat2 mahal titipan med rep nya. kayak infus aja, yang merek sanbe, harganya bisa 3-4 kali yang merk biasa (otsuka misalnya) eh, tapi banyak rs yang pake merk sanbe, padahal pasiennya orang yang kurang berada.
Kalo saya flu minumnya sih telfast od, karena saya alergen. per butirnya 6000, minumnya cuman sekali sehari. Kalo pagi meler minum itu langsung sembuh 2-3 jam kemudian.
Agustus 10, 2007 pukul 6:18 am
rasanya akan panjang banget kalo diceritakan tentang ketidakberdayaan pasien didepan dokter :-D Alhamdulillah saya sudah menemukan tempat berobat yang dokternya gak main kasih obat, terutama buat periksa kandungan istri
Agustus 10, 2007 pukul 6:19 am
btw, template kok balik ke yang lama njar ?
Agustus 10, 2007 pukul 6:43 am
Repot banget flu aja ke RS Internasional Bintaro mas
Gunakan sarana kesehatan masyarakat mas Puskesmas aja
hehehe :)
Agustus 10, 2007 pukul 6:48 am
hehe katanya orang pinter minum tolak angin :D cobain mas..enak manis :)
Agustus 10, 2007 pukul 6:56 am
yang penting sembuh dulu aja mas. :D masalah lain dipikir lagi kalo udah sembuh.
-IT-
Agustus 10, 2007 pukul 7:06 am
kayaknya di puskesmas musti mbayar sendiri deh, meski murah, tetep kluar duit, kalo di RSIB kan meski mahal, ga ikut mbayar, sayang2 juga kalo asuransi dari kantor yang udah jadi hak kita ga dipergunakan, padahal tiap bulannya gaji udah dipotong terus buat mbayar asuransi ini ;)
Agustus 10, 2007 pukul 7:59 am
Pasti itu dokter udah dideketin Salesnya SANBE…Baca deh ulasan SWA mengenai SANBE, disitu bisa kita liat bagaimana parahnya “kongkalikong” antara dokter dengan med-rep nya….
Krn rata2 dokter sekarang ditarget oleh perusahaan obat, apabila bisa menjual sampai jumlah tertentu, maka dokter tersebut akan mendapat reward berupa mobil, jalan-jalan ke luar negeri dll.
Mengenai tulisan Mr. w-tech bahwa rumah sakit2 memakai infus SANBE itu dikarenakan pemerintah, depkes, BPOM semuanya sudah didekati oleh oknum SANBE dengan cara-cara yang kotor…semua bisa dibaca di SWA Edisi : Gerilya ala SANBE…
Bagaimana obat bisa murah kl bisnis obat-obatan dikuasai oleh MAFIA ?
Agustus 10, 2007 pukul 8:09 am
Mas Anjar..klo sy baca di Medicastore..Starcef itu u org2 yg terkena penyakit radang, termasuk bronkitis, dsb (Coba liat indikasinya di bawah). Di ceritanya masa Anjar dijelaskan, klo menurut dokternya mas Anjar, mas Anjar ada indikasi terkena radang. Well..mgkn itu kali ye..yg nyebapin tuh dokter ngasih mas Anjar starcef.
STARCEF
GENERIK
Sefiksim.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih, otitis media (radang rongga gendang telinga), faringitis (radang tekak), tonsilitis (radang tonsil/amandel), bronkhitis akut & kronis, pneumonia.
KONTRA INDIKASI
Riwayat syok yang disebabkan oleh Sefiksim.
PERHATIAN
Pasien yang alergi terhadap Penisilin, gangguan fungsi ginjal serius, hamil, menyusui, bayi berusia kurang dari 6 bulan.
EFEK SAMPING
Hipersensitifitas, gangguan saluran pencernaan, gejala-gejala syok, kerusakan ginjal, granulositopenia atau eosinofilia, gangguan pernafasan, stomatitis (radang rongga mulut), kandidiasis, kekurangan Vitamin K.
Agustus 10, 2007 pukul 8:17 am
pantesan lama gak keliatan… :-)
Agustus 10, 2007 pukul 9:36 am
Semoga lekas sembuh anjar!
Emang obat mahal harganya kalo untuk orang nggak mampu kalo nggak salah bisa nunjukkan kartu miskin pas berobat. Cuma nggak tahu ada beda apa nggak pelayanannya dengan tanpa kartu miskin.
Agustus 10, 2007 pukul 12:09 pm
Mas Anjar, sepanjang kita kenal, kayaknya sering jatuh sakit yah? Kalau bisa (jangan bosen ndengerinnya yah): olah raga teratur. Setengah jam saja asal intensif dengan frekuensi 2 - 3 kali seminggu cukup kok. Plus sarapan pagi yang cukup dan banyak minum air putih dijamin jarang kena flu deh. Dulu saya juga sering flu, tapi setelah rutin olah raga paling banter masuk angin, obatnya cuma minum teh panas, makan yang banyak dan istirahat sudah cukup deh pulih. Thx
Agustus 10, 2007 pukul 3:07 pm
Hmm, saya termasuk orang yang sangat jarang sakit.
Tahun kemarin cuma 1 hari saja sakit dan izin dari kantor.
Waktu kuliah dan sekolah juga gitu.
Di rumah cuma sedia 3 macam obat Paramex, Neozep sama Adem Sari.
Yah, klo sakit yaa sekadar muter2 disana itu obatnya. Flu, biasanya klo satu kantor sudah kena, saya orang terakhir.
Tidur juga minim, paling lama cuma 6 jam, lebih sering 4 dan 5 jam.
Ga pake suplemen apa-apa.
Tapi beberapa bulan terakhir ini saya jadi kecanduan minum Teh Hijau Dingin,
lumayan juga. Tidur bisa lebih pules (ga tahu hubungannya apa)
Agustus 10, 2007 pukul 4:20 pm
kalo saya pinter, mas. soale cuma minum tolak angin, tidur seharian. besoknya udah mendingan, kekekekekekeke
Agustus 10, 2007 pukul 5:36 pm
Sudah pernah baca ini: http://nofieiman.com/2007/05/matinya-profesi-dokter/ ?
Kalau saya, no comment saja. :)
Agustus 10, 2007 pukul 8:21 pm
min kali min hasilnya plus
Flu ditambah minum es hasilnya sembuh
InsyaAllah
Agustus 10, 2007 pukul 11:19 pm
Intinya, sesuaikan sakit (penyakit) dengan tempat dimana kita berobat. Walaupun medical insurance dari kantor meng-cover kita di RS2 ternama sekalipun, kalau penyakitnya cukup ringan mungkin cukup ke dokter umum di kompleks (kalau kantor gw sih tiap bulan dapet outpatient allowance, jd kalau kita bisa memanfaatkan allowance ini seminimal mungkin ya kita untung karena masih ada tambahan yang cukup lumayan terhadap gaji, kalau alhamdulillah kita sehat ya outpatient allowance masuk kantong kita sepenuhnya) atau sekedar berkonsultasi lewat telpon dengan saudara/kerabat yang kebetulan dokter. Gitu dehh…
Agustus 11, 2007 pukul 12:22 am
Jaman dulu dokter berhati besar dengan tas kecil, sekarang dokter berhati kecil dengan tas besar yang siap merampok picis demi picis uang pasien…
Pengalaman terakhir saat Alm. Ayah sakit membuat saya jadi mungkin anti ama yang namanya dokter, saya benci banget dengan yang namanya dokter (gak semua dokter sih) cman kebanyakan ya begitu…
Dulu orang susah masih punya harapan tuk menjadi dokter, tapi sekarang harapan itu tinggal legenda jaman dahulu, sekarang tuk jadi dokter butuh biaya besar, bahkan yang bego sekalipun bisa jadi dokter yang penting punya biaya tuk kuliah… makanya mungkin yang dipikiran dokter sekarang adalah gmana ngembaliin biaya yang udah dia keluarkan hehehe
BTW asli saya gak percaya lagi ama yang namanya dokter, tetep cek obat2an yang diberikan dokter, kan ada buku obat yang bisa dibeli bebas di Gramedia…
BTW pengen cari dokter seperti yang pernah saya tonton di film, yang maen kalo gak salah Robby William atau Robbin William (saya lupa), yang lucu itu yang pernah maen film Nano2 n maen film Jumanji. Kalo ada dokter kayak gitu benar2 rahmat kali ya :)
Agustus 11, 2007 pukul 2:54 am
Biasalah mas anjar.
Emang dokter2 kyk gitu.
Karena tau klo kita kesehatan kita ditanggung penuh oleh perusahaan (gratis), mereka langsung ngasih resep yang berharga mahal.
Senasib dunk, mas.
Agustus 11, 2007 pukul 5:46 am
semoga cepat sembuh mas :)
kongkalikong? Benar, rantainya ruwet tuh.
Mari bersama-sama mengungkap “permainan kotor” tersebut.
Merdeka !!! *semangat* :)
Agustus 11, 2007 pukul 6:30 am
Obat flu yang mujarab:
Makan kenyang, minum teh hangat tawar, minum vitamin c dosis tinggi, tidur seharian. Pokoke Bed Rest. dijamin sembuh.
Agustus 11, 2007 pukul 10:26 am
@mbelgedez
wah mas, ati2 ma vit c dosis tinggi, ntar lambung ga kuat nahan efeknya malah nti jadi komplikasi tingkat tinggi. hehe… klo yang lain sepakat. Makan kenyang, minum teh anget, tidur seharian.. soalnya sudah berpuluh2 tahun menderita flu, mulai dari flu dingin, flu debu ma flu kecapekan (eh.. emang ada jenis2 flu kaya gitu ya ? :D .. aka. alergi )
@anjar
yang penting kan sekarang kan Ganbatte lagi kan mas!!
Agustus 12, 2007 pukul 3:17 am
satu lagi informasi buat yang sakit Flu
===> makan SABU-SABU yang banyak
(* Sayur dan Buah )
Agustus 12, 2007 pukul 10:36 am
Ya ampun Mas cuman flu aja mpe habis 200an ribu Capee dee…
Bener juga, yang dapet fasilitas kayak menghambur2kan duit
ckckck
Orang miskin susahnya setengah mati mau berobat ndak punya duit Kasian banget.
Obat flu benernya cuman makan banyak trus istirahat seharian, kalo demam pake selimut aja mpe keluar keringat ntar dah enteng lagi :D
Dilematis sih, gak berobat wong ada fasilitas perusahaan. Kalo berobat koq kejadian kayak ceritamu Mas, pihak RS n dokter malah menyalahgunakan. Mentang2 tau kalo ditanggung perusahaan n perusahaannya bonafid n makmur trus obat mahal2 dikasiin. Hmmm
Moral dan mental dokter sekarang yach…
Palagi untuk masuk dokter sekarang makin mahal ajah ckckck
Tapi kalo dokter gak berbuat gituan mungkin balik modalnya lama kali yach
Kayak polisi aja..
Ampuun dech…
Agustus 13, 2007 pukul 11:12 am
Mas Anjar, coba vaksin flu aja, terbukti ampuh buat saya. Saya biasanya gebres-gebres minimal sekali dalam sebulan sebelum mengenal vaksin flu. Tapi setelah divaksin, imunitas saya meningkat pesat. Hampir tidak pernah flu mulai awal vaksinisasi (sekitar februari 2007). Kebetulan perusahaan saya memfasilitasi vaksin flu ini alias gratis. Untuk harga pasarannya kurang tahu, kalo berdasar info kapan lalu di detik.com, biayanya sekitar 100-200 ribu per orang dengan jangka waktu efektif vaksin sekitar 1 tahun. Biasanya waktu terbaik vaksin dilakukan sebelum masa pancaroba, kalo di jakarta biasanya di”pas”in sebelum masa banjir tahunan melanda jakarta.
Oya mas, salam kenal sebelumnya ^_^
Agustus 16, 2007 pukul 9:41 pm
cak kentir: vaxigrip tuh ya? kok nggak populer n susah nyarinya di tempatku. Apa takut obat flu di pasaran gak laku yah.. weks..
“Jakarta - Anda yang sering terserang batuk pilek mungkin risih jika harus sering minum obat. Lebih suka minum jeruk nipis campur kecap, batuk pilek pun hilang.” (detikcom)
Agustus 25, 2007 pukul 3:18 pm
[...] pas nebus obat mahal banget, pakai antibiotika golongan sefalosporin generasi ketiga, padahal hanya flu … (yang ini termasuk gak ? ) … wow [...]
Oktober 10, 2007 pukul 5:05 am
[...] banyak rekan yang mengambil cuti. Sementara ah, tenggorokan gatal dan kepala terasa pusing -agenda sakit flu dua bulanan ini mungkin kembali menyerang lagi. [...]
Desember 6, 2007 pukul 9:40 am
kalu pusing biasa aku minum panadol, tapi kalu lagi di tegal aku bingung soale ditegal g ada panadol, ceritanya dulu ada ada orang pusing n mau beli obat pusing di warung
pembeli : “mumet nemen kie ana obat mumet bli?”
penjual : ” oo.. ana mas panadol”
pembeli “: pan tuku..oo panaa…dol”, trus orang tu g jadi beli
itulah makanya ditegal g ada obat pusing merk panadol soale g laku he..
Maret 1, 2008 pukul 11:20 am
hallo Bang,… bukankah anda sudah mencoba istirahat tapi flunya tidak kunjung sembuh juga.
Menurut saya, masing-masing dokter mempunyai pertimbangan masing-masing saat memberikan obat pasiennya seperti diagnosa yang dokter lakukan di saat pasien diperiksa.
Pendapat dokter lain tentang pemilihan obat dapat dipertimbangkan apabila si dokter lain tersebut memeriksa anda di saat yang sama, bukan di saat pasien sudah sembuh dari sakitnya.
Jadi menurut pendapat saya, praduga itu boleh saja, namun rasa syukur tetap tidak boleh dilupakan. karena betapapun mahal obat yang anda beli, saat ini anda dapat merasakan sehat kembali dan dapat berkumpul dengan orang-orang yang anda kasihi.
Juni 4, 2008 pukul 5:29 pm
Lam kenal mas Anjar,… ^_^
Wah, dah setengah taun lebih nih baru komennya,….. tp gpp lah, dasarnya mau komen, komen ajah,…. ^_^
Kalau masalah dokter, aku no komen lah, biar itu jadi urusan dia sm Tuhan aja,… Mau ada kongkalikong or ga, yg namanya bangkai pasti kecium juga.
Nah, kebetulan pas banget nih aku juga lagi flu (duh bedanya setengah taun lebih,… ^_^),….
Barusan, aku coba search di google: “obat flu -burung” (tanpa tanda kutip), ketemu satu situs yang bagus untuk mengobati flu cara amannya:
http://mediasehat.com/artikel.php?kl=1&no=95
http://www.indomedia.com/intisari/2001/Apr/obatbatuk.htm
Umumnya, memang yang menyembuhkan flu adalah:
- Makan Sayuran dan Buah-buahan segar berwarna
- Banyak berolahraga & Istirahat yang cukup
- Banyak Minum Air Putih
- Di suntik vaksin
Kalau ketiga poin diatasnya sudah dilakukan, yang terakhir enggak juga gpp.
Lalu untuk menu tradisionalnya, daripada minum obat yg mahal-mahal, lebih baik coba:
- sayur pare : nafsu makan & penyegar badan
- daun pepaya : pembunuh kuman & pengurang nyeri
- sayur bayam : penyegar badan
- jus belimbing : penurun panas / cincau
Hehehe,….. menu besok kayanya rame nih aku,… ^_^
Semoga bisa berguna buat semua orang yang baca komennya (kalo ada yg baca),…. ^_^
Thx.