Anjar Priandoyo

Persiapan menikah

with 33 comments

Kata Dinda, di Malang, Majalah Anggun (majalah pernikahan muslim) untuk edisi Agustus ini sudah terjual habis. Penyebabnya tidak lain adalah persiapan untuk pernikahan 3-4 bulan kedepan, -bulan musimnya orang menikah. Saya sendiri dan Dinda menikah lewat beberapa hari dari bulan Syawal. Bukan karena pertimbangan bulan baik atau apa, tapi menikah paska Lebaran itu relatif lebih mudah -dalam hal kumpul mengumpulkan sanak saudara.

Terkait persiapan menikah, pacaran seringkali dijadikan dasar untuk mempersiapkan menikah. Dengan pacaran kita bisa mengenal calon pasangan kita lebih baik lagi. Saya setuju, tapi ada cara lain yang lebih efektif untuk mengenal calon pasangan kita lebih dekat: bekerja sama mempersiapkan pernikahan.

Ceritanya, setelah pull out dari project dan kembali kekantor, saya banyak memperhatikan persiapan teman-teman menjelang pernikahannya. Salah satu teman saya sibuk menghubungi istrinya mengenai KTP, kredit di bank, persiapan untuk membuat undangan dan tetek bengek lain yang harus diurus menjelang pernikahan. Kegiatan yang kelihatannya simple ini ternyata cukup time consuming pada prakteknya.

Memang seharusnya persiapan untuk menikah ini sekarang lebih mudah, tinggal telpon sana-sini, hubungi organizer sana-sini, browsing sana-sini dan sederet informasi sudah bisa didapat. Tapi, tetap saja, banyaknya pilihan juga menjadi kendala. Akibatnya seringkali si lelaki harus beberapa kali menelpon calon istrinya, beberapa kali menelpon undangan, calon mertua dan diskusi panjang-panjang via telpon di jam kantor.

Seru memang, apalagi kalau harus mengenang masa-masa itu.

Bekerja sama, merupakan metode paling efektif untuk menyamakan visi kedua pasangan. Dengan bekerja sama kita bisa lebih baik mengenal karakter dan menyesuaikan dengan keadaan pasangan kita. Masalahnya, ada juga pasangan yang prinsipnya serba instan dan cepat, tanpa mau memahami makna dari semua proses yang ‘ribet’ itu.

About these ads

Written by priandoyo

Agustus 10, 2007 pada 9:55 am

Ditulis dalam Keluarga

33 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. wah, gue komen pertama nih di blog ngetop, hehehe…
    cihuy banget.

    oh ya, komentar. hmmm… apa yah??

    oh, tulisannya bagus pak. nice post.

    tukang ketik

    Agustus 10, 2007 at 11:42 am

  2. Inti ceritanya majalahnya atau nikahannya nich? ;-)

    panjul

    Agustus 10, 2007 at 11:10 pm

  3. kirain mau ngobrolin soal pacaran … :D

    papabonbon

    Agustus 11, 2007 at 1:39 am

  4. nomor 3!

    wahh.. emang se ribet itu ya mas ??
    bener-bener ga bisa disederhanakan ??

    (blum ngalami si).

    Agustian

    Agustus 11, 2007 at 10:45 am

  5. dan katanya lagi : pasangan yang mempunyai banyak persamaan mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam pernikahan….

    *asal jangan sama jenis kelamin* ;)

    fertobhades

    Agustus 11, 2007 at 5:02 pm

  6. kapan kawin ? may :)) :))

    anginsurga

    Agustus 12, 2007 at 6:54 am

  7. semakin cepat kan semakin baik.
    kenapa nunggu setelah syawal kalo bisa sebelum lebaran :D

    arif

    Agustus 12, 2007 at 2:12 pm

  8. ribet pas ngejalanin persiapan, tapi efenya pasca ijab kabul lega dan bahagia luar biasa! we did it!! haiyaaah!!

    lei

    Agustus 13, 2007 at 7:01 am

  9. Termasuk mempersiapkan diri kalau ada kerabat dari calon pasangan kita yang jelas-jelas ga setuju dengan rencana pernikahan kita….

    Wiratmoko

    Agustus 16, 2007 at 9:14 am

  10. Kayaknya jalan gw berbeda deh, Njar! Lebih baek dalam lembaga yang namanya ta’aruf. Kemudian bikin panitia yang akan mempersiapkan segala sesuatunya. Dan biarkan Allah yang akan menjamah hati kedua insan yang berbahagia tersebut.

    Itu lebih baik dan tidak banyak mudharatnya…

    Alvian Bayu

    Agustus 16, 2007 at 11:53 am

  11. Kalo Aq,Hidup itu Sudah Takdir Berpasangan.lhu bayangin Semua yang kita punya dibadan ini sudah berpasangan. Jd kagak usah khawatir dah pasti ditunjukin pasangannya. he….he….he…..kayak mbah dukun aja.

    Adhine

    Agustus 17, 2007 at 7:38 am

  12. menikah itu memang ribet abis jodoh nya susah banget di dapat makanya gw amp sekarang belum nikah-nikah nich
    heeeee….

    lien

    Agustus 31, 2007 at 8:47 am

  13. makanya lu kira gampang cari jodoh boro-boro persiapan pernikahan jodoh aja belum dapat…heeeeee

    kimona

    Agustus 31, 2007 at 8:57 am

  14. hihi.. kapan ya bisa nikah :D

    kerowkhan

    September 29, 2007 at 12:24 pm

  15. aku udah ada persiapan buatkawin,tapi aku masih bingung dgn pasangan sya,masalah nya di di singapura dan sya sendiri di brunai,kami hanya berhubungan via tlp tiap hari,yg aku bingung aku udah pacaran sama dia,udah 7th,tapi jarng sekali bertumu,inza allah bulan maret 2008 kami akan kawin,doain aja yah.

    adji

    Oktober 30, 2007 at 1:08 pm

  16. ok juga tuh buat nambah keyakinan tuk tetap maju buat nikah. pusing nih, baru kenal 2 minggu dan orangnya jauh di sulawesi sedangkan aku di bekasi. dia maunya serba simple sedangkan ibu mau nya meriah. komunikasi lewat telp doang jadi susah agak susah buat ketemu di satu titik. tapi mungkin itulah seninya penjajakan. mudah – mudahan lancar yah.

    piet

    November 29, 2007 at 4:24 pm

  17. ok juga tuh buat nambah keyakinan tuk tetap maju buat nikah. pusing nih, baru kenal 2 minggu dan orangnya jauh di sulawesi sedangkan aku di bekasi. dia maunya serba simple sedangkan ibu mau nya meriah. komunikasi lewat telp doang jadi agak susah buat ketemu di satu titik. tapi mungkin itulah seninya penjajakan. mudah – mudahan lancar yah.

    piet

    November 29, 2007 at 4:25 pm

  18. yang jadi masalah,kita nikah untuk ortu,adik2 kita,teman,saudara,atau diri kita sendiri?pusiiiing…”JANGAN TAKUT!!!” smakin banyak anak banyak rizki kate ortu,SAM klw dah dapet binie jngn lupain jatah bulanan kita y kate adik,tak lupa teman “sejati” berkata klw dah nikah jangn lupa bagi2 pngalaman cara ngebuka durian montong ye he….,saudara sebangsa dan setanah air,tau yach?banyak versi sich, diri kita sendiri?????????

    ikul18

    Desember 18, 2007 at 3:37 am

  19. Duhh Mas Anjar..
    Jadi pengen nikah nih baca2 blognya Mas..
    Penghasilan berdua sih udah cukup buat berkeluarga..
    Tapi kok skrg saya malah dipusingkan dgn biaya resepsi yahh.. Resepsi jadi menunda niat baik utk menikah nih..
    Duhh pusinggg…

    kanadianto

    Januari 24, 2008 at 4:34 am

  20. Hati-hati jangan terlalu habis pikiran fokus dan waktu pada Resepsi/acaranya. Ada yang terhalusinansi dalam pesta pernikahan impiannya dan ‘sedikit’ melupakan yang paling penting -hidup berdua kedepannya-setelah acara. So, persiapan acaranya nya jangan sampe use 100% kapasitas kita, lumayan ajah, toh banyak WO-WO. Lebih baik mantapkan hati dan teruss saling memahami dan menyatukan visi hidup ber2 kedepan.
    Biasanya klo gini sang cewek yang kebagian ngurusin daripada cowoknya dg alesan cewek lebih detail dan lebih beres ngerjainnya. Jadinya banyak cewek yang terserang sindom stress pra nikah karena cape, lelah, jadi emosional dan merasa kurang dibantu ma calon suami. Kasian kan, fokus si cewek terdistorsi/terganggu ma urusan detail.

    Rizelle

    Januari 31, 2008 at 5:08 am

  21. ok to the point aja yah.?status say kerja dan kuliah tetapi sekarng 2ini timbul di benak pikiran bahwa gw harus nikah .(berumah tangga)sebab usia bertambah tapi kul blom selesai,kira2 dua tahun lagi.klw seandainya.,ngejalanin .kerja kuliah & nikah mampuh gak ya, bingung neh lemah financial boss.
    tetapi ketika saya mengobrak ngabrik blo2.ketemulah dengan blog ini syukur alhamdulilah ada banyak bahan masukan.untuk merealisasikan vissi.& missi.
    thx buat yang dah suxes, semoga semoga tidak menurunkan kecintaan kita kepada allah swt.amin

    tony

    Maret 30, 2008 at 9:59 am

  22. sumbangan buat nikah besarnya berapa yah?fifity-fifty or seikhlasnya

    bembi

    April 22, 2008 at 9:25 am

  23. Seringkali kita menginginkan jodoh yang sempurna, padahal sesunggunya itu tidak pernah ada. Yang terpenting menurut saya adalah adanya dorongan yang sama, kemudian ada titik temu yang membuat kita nyaman dengan si dia seandainya kita menikah.

    Hal-hal lain, bisa dilakukan adaptasi setelah kita diikat tali pernikahan. Saya menikah tanpa pacaran, dan kini sudah 13 tahun lebih tanpa hambatan yang berarti. Kuncinya adalah saling memahami dan sedikit menahan diri untuk tidak membuat rasa sakit di pasangan kita serta memaafkan.

    Belakangan ini menurut saya, munculnya biro jodoh yang serius dan online, menurut saya membawa trend baru. Mereka yang serius pasti ingin berusaha menikah secepat mungkin dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Saya sendiri pernah merekomendasika kepada teman-teman yang belum nikah jika ingin ikhtiar dengan biro jodoh online, sepertinya situs http://www.cepatnikah.com bisa dijadikan sarana untuk itu.

    Kawan saya yang bergabung 4 bulan lalu ternyata mendapatkan pilihan hidupnya dari situs itu. Jadi jika ada kabar menggembirakan kenapa tidak kita sharing aja. Saya harap situs seperti http://www.cepatnikah.com atau yang sejenis akan banyak memberikan bantuan.

    joko

    joko

    Mei 14, 2008 at 3:41 am

  24. Doa’in ya sebentar lagi saya juga mau nikah nih
    Mudah-mudahan diberi kelancaran baik persiapan, akad maupun resepsinya..
    Oh iya, syarat-syarat tuk daftar ke KUA apa saja ya..?

    hafidz2008

    Juni 18, 2008 at 4:34 am

  25. Artikelnya boleh juga:), mohon doanya yaa semg tahun ini saya menikah amin…

    aida

    Juni 23, 2008 at 7:58 am

  26. menikah, ga kan bahagia klo dijodohin ma ortu.
    pengen nikah tapi banyak syarat dari mertua, harus punya rumah dulu & harus punya pekerjaan tetap.
    ternyata ribet juga menikahi anak orang kaya.
    padahal udah cinta

    AVAY

    November 5, 2008 at 5:44 am

  27. Omongin persiapan menikah… bs kasih pendapat ga lebih enak pake WO apa handle sendiri….

    Eka

    Desember 3, 2008 at 3:17 am

  28. sbnre pa sich pentingna resepsi?kan yg penting SAH scr agama n negara y to?N jgn lp RESTU dr ortu. Pusing mikir biaya resepsi yg ada malah gk jd nikah kan malah lbh pusing he2

    maria

    Mei 20, 2009 at 5:08 am

  29. Maz anjar..Sy it mhswi..Skrg sy sbuk2ny bwt rancngn skrpsi..Ktka sy membCr pernkhn kpd pasngn sy..Kmi ad niat it,.Fktorny dy it jauh dr ortU..Jd sy ingn mgurusny tp kendlany kita ingin sukses dahulu aliaz stlh wisuda trus krja u bhgykn ortu trus bru nkh.Kalo dpkir2 dsaat kmi lg sm2 sbuk skrg mw nyusun padhl niat udh ad..Jd gmana d0nk y maz?Nkh dlu ato stlh wisuda,krja,sukses?

    Zurra

    Oktober 23, 2009 at 10:24 pm

  30. d usia q yang masih sangat muda tp aq dah pengen nikah..nikah muda,,tpi aq jga blum tw smw persiapan nikah itu ap ja !!!??

    ayu

    Juli 6, 2010 at 6:54 am

  31. sallahkkah aq jika aq menikah stelah wisuda, namun blm bekerja………..
    terlalu dini kah ?????

    nita

    Juli 25, 2010 at 12:00 pm

  32. ass” kwan 2 smu yg pusing mkirin nikah !! jgn dipikirin ‘ nikah itu sunah rasul ,tpi hrus ada memtal prsiapan

    niha satria

    Mei 7, 2011 at 6:16 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 475 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: