Anjar Priandoyo

Expat pulang ke Indonesia, sebaiknya digaji berapa

with 11 comments

Dear Pak Priandoyo, Salam kenal, Saya mendapatkan blog anda melalui rekomendasi temen saya yang sekarang kerja di Algeria, dulunya dia kerja di Jakarta. Saya ingin bertanya dan mendapat masukan dari anda, Saya lulusan teknik elektro jurusan komunikasi. Setelah lulus tahun 2001 saya berkerja sebagai Automation & Instruments Supervisor. Pada tahun 2004 ada tawaran menarik untuk bekerja di Timur Tengah sampai sekarang sebagai Automation and Instruments Engineer. Beberapa hari yang lalu saya dapat email dari salah satu MNC Company pada divisi Automation di Jakarta, yang menanyakan expected salary saya berapa. Pertanyaan saya: Jika saya ingin berkerja di Jakarta dengan pengalaman saya di bidang yang sama selama 6 tahun, kira2 kira2 expected salary berapa ya.
Mas Alex via email

Komentar:
Gaji pasti akan mengikuti standar Jakarta. Untuk engineering field tentunya tidak akan ada penyesuaian, entah berapapun lamanya pengalaman diluar. Asumsi start fi Automation industry 4.x, dengan kenaikan 10-20% pertahun, seharusnya sudah >10.x. Sama dengan yang berkarir penuh dari dalam negeri.

Tapi, untuk kasus automation/instrumen mungkin bisa berbeda. Ada yang punya pendapat? ada yang pengalaman dari ngexpat balik ke Indonesia minta gaji berapa?

Written by priandoyo

Agustus 27, 2007 pada 11:09 am

Ditulis dalam Standar Gaji

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. mas alex,

    kalo sekarang sampeyan di iran sudah merasa enak dengan gaji, fasilitas, lingkungan , dsb..
    minta aja tambahan 50% (max) gaji yg sekarang, misalnya sekarang dpt usd 5000 per bulan, sampeyan minta saja usd 7500, tp kalo dia sanggupnya cuman 5000 (sama dg yg sekarang), ya tolak saja..!!

    tp kalo sampeyan pertimbangannya bener2 pengin balik ke indo (dg berbagai pertimbangan), ditawarin gaji 10 juta per bulan ya ambil aja lah..kan tabungan sampeyan sdh byk bisa dibeliin rmh di indo

    wong ndeso

    Agustus 27, 2007 at 12:45 pm

  2. Mas Alex,
    kalau ingin balik ke indonesia dan ditawari separo dari gaji sekarang, ambil aja. Tapi apakah Anda siap untuk menghadapi keseharian hidup di jakarta. berangkat kerja pagi buta, pulang larut malam, kecuali kalau Anda tinggal dekat dengan kantor mungkin lain soal.
    Situasi yg sekarang saya alami, juga membuat saya berpikir untuk balik lagi ke Jakarta (Indonesia), walaupun selisih gajinya nggak besar. Ada bbrp pertimbangan di luar gaji yg menjadikan saya berat untuk balik ke Jakarta, ini ngak ada sangkut pautnya dengan nasionalisme, lho!
    Tapi kalau “home sick” yaaa itu lain soal.
    Kebetulan saat ini saya kerja di oil co di negeri jiran. Jarak rumah kantor 5 menit aja, siang bisa pulang untuk makan siang di rumah, malah kadang sempat tiduran atau nidurkan si bungsu. Jam kantor 7-16. Jadi jam 4.15 sore santai di rumah atau jogging keliling kompleks. Gak ada macet dan BBM mobil murah banget, saya isi bensin cuman sebulan sekali.
    Anak sekolah di International School (gratis sampai SMA). Rumah full furnished disediakan kantor. Komunitas orang Indonesia (terutama orang Jawa) sangat banyak, bahkan saya masih bisa ngomong pakai “boso kromo inggil”. he..he…he….. Bagaimana kalau saya “home sick”? Gampang, putar aja channel parabola, ada indosia, anteve,dll. Atau telpon ke ortu, murah kok (lebih murah dari rata-2 tarif IDD dari Jakarta).
    Kalau setahu saya, pengalaman 6 tahun seperti Anda, bisa dapet 15-an jt. Sekarang ini banyak oil co di Indonesia yg lagi nyari orang. Kalau Anda nggak mikir gengsi, saran saya coba masuk ke KPS-KPS baru yg masih kecil. Di situ Anda bisa main harga alias tawar menawar. Atau mungkin cari kerja di seputaran wilayah ASEAN. Banyak persh.-2 besar yg sekarang memindahkan investasi ke ASEAN.
    OK, semoga sukses nemu kerja di Indonesia

    mbah_sastro

    Agustus 27, 2007 at 4:55 pm

  3. terimakasih atas komentarnya,

    @wong ndeso
    maunya begitu, :-) tapi bukankah gaji di suatu perusahaan sudah ada patokanya?

    @mbah_sastro
    Kalo mau ngebandingin di lingkungan sosial (keseharian) memang saya disini juga seperti itu, walaupun tidak sama persis.
    Disini dapat juga fasilitas apartemen, antar jemput, tunjangan kesehatan untuk dokter dan RS.
    Masalah disini saya merasa gak berkembang dalam karir dan juga statusnya kontrak per project.
    masalah sosial yang lain, karena perbedaan kultur memang ada, tapi tidak menjadi kendala yang berarti.

    Alex

    Agustus 28, 2007 at 5:57 am

  4. hujan emas dinegeri orang, hujan batu dinegeri sendiri, yah mending emas kali yaaah apalagi di negeri sendiri, sampai banjir lagi, tapi sayang di jakarta tuh hujan dan banjirnya air. hehehehe

    ikow

    Agustus 28, 2007 at 7:00 am

  5. Mas Alex,

    Sampeyan engga perlu bingung2. Kalo merasa dah cukup dinegeri orang, ya udah, pulang aja. Kalo masalah gaji, dah resiko kalo balik kampung (biasanya) lebih kecil drpd di luar. Itu wajar. Kalo anda beruntung dapet yg sama, sukur deh.
    Kalo nanya berapa yg cocok utk pengalaman 6 thn, yg anda perlu adalah mencari standar gaji perusahaan tsb . Kalo engga bisa, ya standar industri yg sama. Nah, baru diatasnya ditambahkan 20-30% krn anda punya pengalaman diluar.

    Wong_sleman

    Agustus 28, 2007 at 7:23 am

  6. @mbah_sastro
    saya suami istri kerja di jkt. Masa pergi pagi2 banget dan pulang malem banget itu kami alami ketika kami masih fresh grad alias staf junior. Tapi dg berkembangnya karir, 3-4 thn kemudian kami pergi ngga pagi2 banget, dan pulang ngga malem2 banget kecuali pas ada deadline project aja.

    Suami yang di swasta, pergi biasanya setelah anterin anak ke sekolah. Pulang abis magrib, kadang2 sampe malem (sering karena jemput dan dinner dulu sama saya) tapi kadang2 solat asar udah di rumah. Yang pake ceklekan absen kan staf muda. Yang supervisor ke atas, kerjaannya lebih banyak rapat dan kadang malah maen golf *sigh*

    Saya kerja di kantor riset dan konsultasi, lebih fleksi lagi. Sering kerjanya remote, di rumah aja. Keluar kalo pas ada meeting, ngajar atau sekalian ke luar kota kalo memang diperlukan.

    Kalo Mas Alex sudah pengalaman dan kerja dibidang yang ngga mesti mantengin meja/mesin dari pagi sampe malem, saya kira dg jabatan mulai asmen jam kerjanya sudah lebih fleksi. Kan ada bbrp anak buah yang bisa disuruh2 :D

    Kalo soal gaji, dari pengalaman temen2 dan adik ipar di bidang teknik (non telco), asmen (pengalaman 5-7 thn) dapet gaji 8-12. Yang 8 jt biasanya fringe benefitnya lebih generous (COP, bonus, dll). Saran saya: expected salarynya dalam annual saja misalnya 170 jt/thn nett plus medical insurance and transportation allowance.

    jakartans

    Agustus 28, 2007 at 7:35 am

  7. menurut saya bukan masalah gaji dan lain-lain..tapi tentukan dulu TUJUAN HIDUP anda itu apa ? Kaya ? Sukses ? Bahagia ? dari situ anda bisa ambil keputusan….

    Asep Berlian

    Agustus 29, 2007 at 3:21 am

  8. Menarik dan seru kalau diskusi soal kerjaan dan gajinya. Kalau menurut saya, betul seperti kata Mas Asep Berlian. Mas Alex inginnya gaji berapa? Kalau katakanlah 10 juta-an/bulan, kira-2 bidang apa yg bisa memberikan gaji segitu? Ya Anda cari sendiri.
    Buat Oom Jakartans, memang nggak semua kerjaan di jakarta pergi pagi pulang malam, itu hanya saya lihat kebanyakan orang di jakarta seperti itu. Mungkin kasus Anda termasuk yg bukan kebanyakan. Wah berarti ini orang sukses, alias di atas rata-rata lah..

    mbah_sastro

    Agustus 29, 2007 at 5:04 pm

  9. Subhanallah, dengan net gaji di atas 10 juta dah berapa masuk katagori wajib zakat…jangan lupa zakatnya kang…ups…kalo anda muslim…semakin banyak rizki yang qt terima maka permasalahan utama adalah sebanyak itu pula qt harus mensyukurinya..letak kebahagiaan bunyak banyaknya gaji yang qt terima, tapi banyaknya rizki yang berkah…ketika rizki menjadi berkah, maka rizki itu mendekatkan anda kepada Pemilik Rizki dan orang-orang mustad’afin yang membutuhkan, orang-orang yang tidak mampu karena dikerdilkan oleh ketidak-adilan struktural dan sosial…semoga qt semua mendapatkan kebahagiaan…

    sulaeman

    September 3, 2007 at 1:52 am

  10. mas Alex,kalau US$ 5,000/bulan nett. cukup nggak?…he…he…
    bentul mas, tujuannya pulang ke tanah air itu kenapa?
    lalu bisa liat dr survey yg di provide mas Andjar, di industri tsb rata2 nya berapa.
    lalu perusahaan yg nawar anda di Indon itu seberapa besar? pelajari dulu, jangan2 gak sebonafid yg anda bayangkan.

    good or bad, it’s my country ya mas Alex…membangun republik tercinta.

    salam,

    Dul

    kardul

    September 5, 2007 at 3:41 pm

  11. mbah_sastro bagi ilmunya kok bisa kerja di malesia piye.

    Jadi pingin…bisa bagi ilmunya ya….mbah_satro
    Kulo niki S1 mesin, pengalaman kerja macem-macem, total 11 tahun, terakhir posisi manajerrrrr selama 5 tahun PMDN di sby….iso 9001 oke, project manager ERP pernah, QA di manufacturing juga pernah…pokoke komplit….yang minat-yang minat…manajer…manajer…..new zelan wonten gak yo…..

    Caca

    Nopember 19, 2007 at 7:20 am


Tinggalkan Balasan