Anjar Priandoyo

Menghadapi bos yang otoriter

with 37 comments

Sebelumnya salam kenal pak, saya tahu email bapak dari blog bapak. Saya mau bertanya nih pak. Bagaimana caranya menghadapi pimpinan yang otoriter itu, kebetulan beliau manager di divisi saya. Pimpinan saya itu orang yang tidak mau menerima saran dan kritik, yang dia inginkan bawahan harus selalu nurut apa kata dia. Gak boleh da yang berontak, kalau berontak ya, kita cuma bisa milih keluar ato dipindah ke divisi lain. Mohon solusinya pak
Mba Lia di Jakarta

Komentar:
Kalau kata Mario Teguh, tahu kan yang suka di radio atau televisi itu ‘business effectiveness bla bla bla. Menurut MT “Anda harus bekerja pada bos yang tepat, anda harus mendapatkan bos yang mampu mendorong karir anda bukan bos yang hanya memanfaatkan anda dst, (lupa-lupa inget, kira-kira gitu lah)”.

Kalau menurut saya: lawan, entah bagaimana caranya

About these ads

Written by priandoyo

Agustus 31, 2007 at 2:51 am

Ditulis dalam Pekerjaan

37 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mbak Lia di Jakarta, saya lagi iseng jalan jalan ke situsnya mas Priandoyo, menemukan curhatnya mbak Lia….
    Saya juga baca komentar mas Mario yang menyarankan singkat: lawan saja, entah bagaimana caranya….
    Saya setuju agar dilawan, tapi bagaiman caranya saya ingin sharing sesuai dengan pengalaman hidup saya….

    Pertama tama kita harus introspeksi dulu, apakah kita sudah Do the best seluruh tugas tanggung jawab kita?..minta pendapat kepada teman sekantor yang obyektif…Kalau belum, perbaiki dulu atitude/performance anda…

    Kalau sudah yakin bahwa kita telah melakukan yang terbaik sesuai seluruh norma kehidupan yang berlaku: Norma agama; norma hukum; norma adat; norma kesopanan dan norma kesusilaan.( juga aturan kantor)..maka mulai langkah berikutnya…

    Anda juga harus melepaskan diri dari beberapa pengaruh negatif yang sering mempengaruhi paradigma berfikir jernih kita, yaitu:
    Berburuk sangka/apriori; Sudut pandang yang berbeda; pengalaman masa lalu kita; referensi bacaan kita; lingkungan hidup kita dan keimanan kita sendiri kepada Allah SWT…

    Kalau anda sudah yakin telah menganalisa semua diatas dan anda yakin berada dipihak yang benar, maka lakukanlah hal sebagai berikut:

    Menghadaplah kepada Manager anda sesuai prosedure perusahaan, sebaiknya hanya 4 mata, jangan ada orang lain…sampaikan segala unek unek anda secara baik, benar dan sopan…..jangan ditambah dan dikurangi, jangan melibatkan orang lain…
    Pada saat menghadap, fikiran harus jernih, emosi harus dalam keadaan nol, tidak takut tapi juga tidak menantang..jangan fikirkan hasilnya sama sekali…fokuskan bahwa anda sedang melakukan ibadah menyampaikan suatu kebenaran kepada seseorang…
    Hati dan fikiran anda harus berserah diri kepada Allah SWT, manager anda bukan apa apa dihadapan Allah…kalau anda mampu melakukan apa yang saya uraikan diatas, maka hasilnya akan menakjubkan, miracle…… Believe it or not… but plese try!..

    tirtaamijaya

    Agustus 31, 2007 at 7:30 am

  2. Saya juga punya bos yang otoriter, saya sudah coba bertemu empat mata dengan bos, pagi-pagi sekali sebelum karyawan lain datang. Bahkan saya sudah siapkan kata2 mental, sikap dll apalah…begitu saya ketemu dengan bos apa yang sudah saya siapkan tadi berantakan tak terucapkan…waduh piye mas…?

    Itulah kalo kerja ma orang…suatu saat aku akan PECAT bos ku dan menjadi bos untuk aku sendiri

    anjarw

    Agustus 31, 2007 at 8:17 am

  3. Hahaha, persis Mas Anjarw. Bos pastinya orang yang charismatic, sekali lihat bisa langsung ngeper kita. Pak Tirta, disharing lebih dalem dong tipsnya.

    priandoyo

    Agustus 31, 2007 at 8:22 am

  4. Saya terkenal bisa menjinakkan bos. Bos segalak apapun akhirnya baik dengan saya. Kuncinya? Bekerja baik,kalau dia marah kita introspeksi apa benar kita memang salah. Kalau ternyata kita nggak salah, saya selalu berpikir positif, mungkin beliau lagi banyak tekanan.

    Karena berpikir positif, lama-lama bos akan baik sekali, dan sebetulnya itu sudah merupakan permintaan maaf secara tak langsung.

    Namun sejak krismon, bos-bos pemarah sudah tak ada, budaya kerja yang digalakkan membuat antara bos dan anak buah minimal setahun sekali tatap muka, yang sebelumnya telah diadakan penilaian secara kuestioner. Bos yang galak, seenaknya sendiri, bisa menangis pas acara “heart to heart” ini, dan ini dipandu oleh tim diluar divisi ybs. Atau kalau ada bos temperamental, dia udah jatuh sakit dulu, karena tekanan pekerjaan dan permasalahan semakin berat, memaksa bos dan anak buah harus bekerjasama untuk mencapai target, yang akan menentukan bonus yang diperoleh unit kerja tersebut.

    edratna

    Agustus 31, 2007 at 9:17 am

  5. Saya jarang bertemu bos otoriter, selama ini mereka semua mau mendengarkan apa yang kami katakan, berdebat dengan bos? sering banget, jika memang anda benar. skill negosiasi anda juga harus lihai, jika anda tidak bisa menyampaikan dengan baik maksud anda, maka bos anda tidak akan mempercayai anda.

    Jika terlalu extrem otoriternya, just give him a “shoot” kalau memang benar, kalau masih otoriter, prepare to find your new bos, or be the bos! :)

    OrangeMood

    September 1, 2007 at 1:12 pm

  6. pandangan yang berbeda.

    kalo mau cape sedikit (tapi hasilnya abadi), coba selami aja kenapa si bos otoriter banget. kadang-kadang memang kerjaan begitu menumpuk dan urgent, jadi satu-satunya jalan untuk menyelesaikannya adalah pake cara itu. tapi kalo si bawahan sudah bisa menyelesaikannya tanpa disuruh-suruh lagi, si bos juga udah tenang koq. jadi saran saya adalah coba selami dan belajar dan selalu ingat, sabar subur….

    mercusuar

    September 2, 2007 at 2:48 am

  7. Mas Priandoyo, saya sebenarnya mau dengar komentar mbak lia dulu, tapi gak apa, saya beri tips tambahan….
    Komentar beberapa komentator tentang harus berfikir positif sangat benar,…memang begitulah seharusnya…
    Tentang keberanian menyatakan pendapat didepan bos, memang tidak mudah, butuh persiapan dan latihan yang matang….terutama bagaimana mengatasi rasa takut dipecat dll….
    Latihlah terlebih dulu berani menyampaikan sesuatu kebenaran kepada diri sendiri dan menaati serta melaksanakan kebenaran itu secara konsisten, jangan munafik….
    Bila kita telah konsisten mendisiplonkan diri kita dengan selalu melakukan kebenaran, kejujuran dan keadilan setiap saat, maka otomatis akan muncul rasa percaya diri yang kuat untuk menyampaikan kebenaran kepada atasan kita…

    Bos/manager juga manusia yang punya hati nurani dan suara hati yang dihembuskan oleh Allah SWT pada saat ia berada dodalam kandungan ibunya….

    Hati nuraninya akan selalu mendambakan kejujuran, kebenaran dan keadilan yang disampaikan dari mulut dan fikiran yang jujur dan ikhlas pula….
    Silahkan berlatih……

    tirtaamijaya

    September 2, 2007 at 10:55 am

  8. Lawan aja Mba….

    Kalah atau menang urusan belakangan
    Yang penting usaha…

    “Allah Tidak akan merubah nasib suatu kaum kalu dia tidak berusaha”. Saya lupa dari surah apa dan ayat berapa, tapi intinya seperi itu.

    mriyandi

    September 2, 2007 at 8:19 pm

  9. saya ada juga mempunyai bos yah kata orang sering berubah fikiran.namun sebenarnyakita harus bersikap positif terhadap bos.kita nggak boleh takut ma bos kita.sebenarnya bos dengan kita sama.namun aoa yang kita rasakan kemungkinan besar besar bos akan merasakan pa yang kita rasakan.enjoy aja.kalau bisa bos dianggap seperti bapak sendiri atau ibu sendiri atau temankita sendiri.namun kerjanya juga harus maksimal agar bos lebih yakin dengan kita

    muhammad

    September 4, 2007 at 1:57 am

  10. Ambil hatinya, ikuti ritme kerjanya, buat dia tergantung dengan kita. Sesekali dimarahin ggk apa2. Toh sebagian dari gaji kita adalah untuk kompensasi kemarahannya. :)

    Baginda

    September 4, 2007 at 7:38 am

  11. Saya butuh Bos, dan Bos juga butuh saya.
    Berdasarkan pledoi diatas maka saya berpikir posisi saya juga kuat dan tak tergantikan.
    Jadi triknya menurut saya adalah mengembangkan diri menjadi orang yang tak tergantikan, dengan posisi ini kita bisa memandang Bos lebih egaliter.
    Toh yang namanya Bos itu kelebihannya cuma “waktu yg telah dia habiskan lebih banyak ketimbang kita”.

    Fadli

    September 4, 2007 at 12:12 pm

  12. Kalau menurut saya pribadi bos yang otoriter nga jauh dari kondisi tekanan yang dihadapinya baik itu dilingkungan kerja atau dirumah jadi kalau kita disuruh mengubah perilaku bos itu ama aja dengan “nanduk karang” jadi kalau kita masih berharap dengan pekerjaan tersebut so kita jangan ambil hati dan jalani gawean sesuai kemampuan kita kalau udah kita nga sabar mendingan cari alternatif gawean alain smbil gerjaain yang udah ada karena menurut beberapa tokoh agama kalu kita kerja ama orang pintu amal kita adalah “SABAR” so Patient aja lah….

    faizal

    September 6, 2007 at 5:25 am

  13. Mbak, saya pernah lo mbak punya Bos otoriter, tapi alhamdullilah saya bisa “jinakkan”, tips nya sederhana saja :
    1. Pastikan kita sudah melakukan segala sesuatunya dengan baik, benar dan bertanggung jawab, jika ada yang Bos kita kurang suka atau minta koreksi ikuti dulu apa maunya sambil berdiskusi (tidak menentang atau menantang) supaya kita bisa tahu apa dan bagaimana cara dia bekerja. dengan berdiskusi secara tidak langsung dia juga akan memahami pula pola bekerja anda(usahakan pula berdiskusi dikala mood sang Bos sedang Ok.
    2. Dapatkan kepercayaan dari orang-orang disekelilingnya atau orang yang dekat dengan dia, kepercayaan yang saya maksud disini adalah secara Profesionalisme ya….,dalam arti kemampuan bekerja anda harus bisa diukur dan di akui oleh orang-orang disekeliling Bos anda. termasuk atasan Bos Anda tapi ingat selalu in Professional way….(trust me this is verry important)
    3. harus punya kemampuan dlm manajemen Issue (dalam arti selalu peka dalam how to do & what to do bila anda mendengar issue atau rumor tentang boss Anda dengan anda atau dengan orang lain. agar setiap langkah yang kita ambil kita akan sudah bisa prediksi reaksi dari dirinya.
    Mungkin demikian tips dari saya,semoga bisa membantu.

    Mas Aji

    September 25, 2007 at 8:07 am

  14. tp bagaimana kalo menghadapi bos yang punya sikap suka marah aja pada anak buah, tidak pernah bisa mengayomi anak buah maupun mendidiknya, otoriter lagi, maunya gk boleh ada anak buahnya yg ngasih saran sama sekali, lebih parahnya lagi dia sering pelupa, dan yang paling konyol kadang2 dia ambil sikap untuk menghadapi anak buahnya yang melakukan kesalahan mirip kayak kelakuan anak kecil, gak dewasa sama sekali…….gimana ya cara menghadapinya, thanks atas saranya

    yayan

    September 28, 2007 at 1:24 am

  15. Bos otoriter, saya mengalaminya tahun lalu. Sembilan bulan bekerja dengan bos otoriter malah membuat saya capek fisik dan mental. Tak sekadar otoriter, kalau ngomong juga seenaknya dan antikritik. Setelah melaluinya, saya akhirnya sadar kalau nanti dapat bos yang model otoriter, sebaiknya saya ngomong langsung ke HRD dan minta solusi. Kalau memang sudah tidak bisa bekerjasama lagi, sebaiknya mengundurkan diri jadi anak buahnya. Buat apa bekerja bersama orang yang membuat hati tertekan. Toh, kita masih bisa pindah ke divisi lain yang tidak dipegang orang otoriter.

    maharani

    November 11, 2007 at 6:19 am

  16. [...] menarik seputar psikologi kehidupan yang seringkali rekan-rekan sulit untuk ungkapkan seperti: Menghadapi bos otoriter (15 respons). Kalau si bos ga mau tahu (11 respons) Tulisan curhat seperti itu sangat diminati banyak orang, [...]

  17. kalau boss-nya otoriter, kasih saja racun tikus… heee..heee… (just joke)

    mringgis.com

    Desember 3, 2007 at 1:25 am

  18. Sekedar sharing pengalaman.
    Dulu saya juga pernah mengalami yang namanya dimanfatin sama boss. Dibingungkan mengenai masalah tanggung jawab pekerjaan. Dimana karena adanya kekurangan sesuatu hal dalam pengetahuannya untuk mengatasi masalah pekerjaan, maka dipilihlah saya untuk mendampinginnya. Dan sifat boss cenderung untuk bermain politik di kantor untuk menutupi kekurangannya ini. Setelah saya mengetahui permainan ini, dan ternyata hal ini malah menjadi daya tawar saya bila si boss mulai bertindak otoriter lagi. Malah pernah saya menuntut untuk pindah bagian dan kebetulan ada divisi lain yang memerlukan keahlian saya. Semenjak itu sikap otoriternya mulai berkurang. Ditambah lagi direksi mulai terlibat, dan membuat keputusan bahwa walapun saya satu tim dengan boss satu ini, namun tanggung jawab kami berbeda. Disini membuktikan bahwa sebenarnya boss juga memerlukan kita. Jadi coba galilah lagi apa sebenarnya potensi kita, sehingga si boss hanya punya 2 pilihan : Tetap melakukan hubungan kerja yang baik dengan kita, atau kita keluar dari tim.

    Hadi

    Desember 3, 2007 at 5:17 am

  19. Mungkin ini sedikit off:
    berhubung saya statusnya masih magang, ada satu manager yg menjabat sebagai financial controller yg seenaknya aja main perintah ke saya, yg notabene merupakan tanggung jawab seorang supervisor yg menjabat sebagai internal auditor.
    Mungkin dikiranya saya anak magang yg bisa disuruh2 siapa aja. Tanpa ada perkenalan langsung maen suruh ini suruh itu, tanpa ada penjelasan tentang pentingnya kerjaan.
    Supervisor saya yg ngeliat saya disuruh2 gitu, ngerasa ga enak mau ngasi saya kerjaan. :P Nah lho, justru yg harusnya ngasi kerjaan malah ga ngasih sama sekali.
    Intinya, menghadapi atasan macam itu, diemin aja. (karena saya anak magang, toh nantinya bakalan out juga dari perusahaan :D )
    Tapi kalo saya pegawai tetap, planning saya simpel aja. Pelajari sampai dimana tanggung jawab kita sebenarnya terhadap si boss. Temukan celah2 kecil yang bisa bikin bos tersebut ga bisa membales kata2 kita. (misalnya, dateng telat, ga bisa ngasih contoh baik, etc)

    Tapi, sayangnya… bos aku yg satu ini, ga ada celahnya! Kerjaannya lebih cepet dari aku, datengnya tepat waktu, dan pengalamannya lebih banyak :D Emang pantes jadi bos deh….

    Firewalker

    Desember 15, 2007 at 10:51 am

  20. lam kenal mbak lia..
    saya pernah berpikir seperti itu karena bos saya keras, otoriter, dan kalo marah bisa keluar semua yang jelek2. cobala untuk mempelajari kelemahannya, setiap manusia punya sisi kelemahannya. kalo da ketemu baru buat senjata untuk melawan.

    Namun, kita perlu dengan kepala dingin dan perasan tenang jangan takut dipecat atau dipindahkan. kalo perlu dengan sedikit kelakar. kalo marah beneran bilang aja becanda pak…

    Masa gara2 becanda dikit kita dipecat….

    yana

    Desember 18, 2007 at 2:27 am

  21. Lam kenal mas. Blogmu ku-link di blog-ku. Tq artikelnya cukup inspiratif

    maharani

    Januari 6, 2008 at 9:14 am

  22. Saya mempunyai problem yang hampir sama, hanya saja bos saya sekarang adalah bukan cuma otoriter tapi sangat takut tersaingi, akibatnya dia tidak menginginkan bawahan yang kuliah atau lulusan sarjana. Karena akan bisa menyaingi dia. Ini terbukti pada beberapa teman seruangan dengan saya yang sedang kuliah dan sarjana akhirnya memilih resign, karena perlakuan tidak adil dari sang bos. Sering statement dari sang bos mengdiskreditkan lulusan sarjana, yang tidak berguna dan tidak berpotensi dll. Saya adalah salah satu karyawana yang menurut si bos menjadi ancaman atas jabatannya, padahal kita tidak pernah mengancam. Seringi argumen yang dia keluarkan membuat kita merasa geli dan heran karena analisa terlalu dangkal dan cenderung tidak ada solusi. Pendek kata si bos tidak sehebat kedudukannya. Si bos sering membuat kondisi tidak kondusif di dalam ruangan, sengaja membuat blok diantara karyawan dengan target saya tidak nyaman, akhirnya ada 2orang karyawan yang memihak ke si bos hanya karena agar aman. Yang membuat jadi lebih rumit karena salah seorang karyawan yang baru diangkat di jadikan si bos sebagai golden boy, dan jadi mata-mata si bos untuk menghasut karyawan yang lain agar memihak kepada bos bahkan sering sekali bersikap jadi bos, menyuruh karyawan yang lain untuk mengerjakan sesuatu. Sampai sekarang situasi jadi rumit. Faktanya si bos tidak disukai dilingkungan perusahaan oleh beberapa manager yang lain, karena terlalu sering membuat statemen yang mencela.
    Menurut rekan-rekan nich, apa yang harus saya perbuat, karena ada dua karyawan seruangan saya yang menjadi korban juga

    Kasman

    Januari 29, 2008 at 7:06 am

  23. Untuk menghadapi orang seperti itu bersbarlah dan serahkan kepada Allah dengan berichtiar membaca Do’a
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

    رَبِّ اشْرَحْ لي‏ صَدْري

    وَ يَسِّرْ لي‏ أَمْري

    وَ احْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِساني

    يَفْقَهُوا قَوْلي‏

    Rabbisyrahli sadri wayasirli amri wahlul uqdatam minlisani yafqahu qauli

    Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,
    dan mudahkanlah untukku urusanku,
    dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku
    supaya mereka mengerti perkataanku.
    (Tha ha [20]:25-28)

    ini dekenal dengan Do’a pelembut hati atau Do’a terang hati

    Insya Allah dapat membantu

    Teuku Syahrul

    Juni 21, 2009 at 3:16 pm

  24. Otoriter…….permissive……demokratis idealnya demokratis, tapi kenyataan bervariatif dimana ada keunt & kerugian masing-masing, bila hadapi yang otoriter pasti mengeluh sebentar saja setelah itu bangkit dengan dilandasi niat bekerja dulu apa karena orang kalau tidak pernah jatuh tdk akan menjadi orang yg maju jadikanlah hambatan menjadi peluang terbesar, seperti anak kecil belajar jalan jatuh terus tapi dia akan mencoba cara tidak jatuh mgkn dgn cara tangan dulu menapak lalu kaki semua itu butuh keseimbangan otak kanan untuk kreatifitas,,,,,,,,,,cb renungkan & good luck

    ayoex

    Oktober 14, 2009 at 10:47 pm

  25. Selama 14 th kerja, sy mengalami 3 bos yg otoriter, munafik, klo mrintah sak det sak nyet, sk pencet bel, punya darah tinggi, tiap hr diomongin jelek dan disumpah serapahin anak buah, dll masi byak lg. Sbg anak buah hanya bs sabar, n aq bs bertahan

    Herry

    Maret 4, 2010 at 8:22 am

  26. ass…sy mau minta solusi,,soalny skrang sy lg ga ada kprcyaan sm skli,pdhal tdnya saya orang no 1 diprshaanya,menghdpinya gmn yas?

    obic

    Maret 11, 2010 at 3:43 pm

    • wah sama, kasusnya saya mas, dulu saya juga orang kepercayaan di kantor, tapi gara-gara suatu masalah, jadinya sama orang yang di urutan belakang sekarang padahal masalah saya tidak ada urusannya dengan kerjaan, hanya masalah pribadi. nama saya diblack list oleh si bos, mau keluar kerja tapi gak da modal untuk bayar utang di kantor, puyeng kepala ni..

      naomi missora

      Mei 15, 2010 at 3:33 pm

  27. pak anjar, saya baru nemu situs ini, saya baru kerja di kantor selama 1th, dengan bos yang otoriter. kantor ini merupakan sebuah yayasan pendidikan dan merupakan milik pribadi si bos, kebetulan bos saya perempuan. semuanya semaunya si bos, jika tidak sesuai dengan keinginannya, semua karyawannya kena ‘fatwa-fatwa’ yang isinya sudah bisa ditebak dan diulang-ulang. si bos saya juga tidak konsisten dengan perkataannya, banyak janji manisnya saja, so bos telah membuat kesepakatan dan si bos sendiri yang mengingkari kesepakatan tersebut. baru-baru ini si bos berkata mengenai harga diri, katanya saya ini baru anak kemarin sore, kok sudah punya harga diri, saya ini orang tua, harga diri saya sudah di injak-injak.. menurut bapak saya must gmn? tq

    naomi missora

    Mei 15, 2010 at 3:29 pm

  28. saya juga punya masalah yang sama, yaitu bos yang otoriter, tak adil dan parahnya pelupa lagi. sehingga aku selalu jadi korban kemarahan beliau, padahal itu bukan salah ku. beliau beraninya sama aku aja, aku jadi benci dengan beliau.

    syarif afgan

    Juli 5, 2010 at 8:19 am

  29. cara menghadapi karyawan yang berasal dari latar belakang yang berbeda

    amirhusin

    April 27, 2011 at 4:30 am

    • cara menghadapi karyawan yg berasal dari latar belakang yng berbeda

      amirhusin

      April 27, 2011 at 4:45 am

  30. tentang menghadapi karyawan yang berasal dari latar belakang yang berbeda

    amirhusin

    April 27, 2011 at 4:41 am

  31. Klo bisa pas lagi kerja ato ada perintah kerja HP dimatiin agar bila ada instruksi mendadak gak bisa merintah lagi sampai urusan satu kelar dulu….

    puell

    April 27, 2011 at 11:44 pm

  32. saya kerja dgn bos yg otoriter tidak mau nerima masukan dari anak buah. saya sudah 3 kali minta pindah tapi tidak di izinkan.
    Malah dia nyuruh resign..

    Harus bagaimana ya…supaya dia izinkan saya pindah.

    baarbeeh rizalist

    Juni 5, 2011 at 5:11 pm

  33. seotoriter apapun bos kita pasti ada titik kelemahannya,,,,, cari dan dapatkan itu,,, setelah dapat jadikan itu kesempatan dan buat dia menjadi ketergantunganma kita

    hiks… hikssss

    Ira

    Oktober 10, 2012 at 12:03 pm

  34. hem.. saya juga pernah gan hanya di manfaatin kalo itu sudah berbau uang tapi kalo gak ada makin dijauhi bahkan sangking otoriternya sedikit-dikit maen pecat aja tanpa penjelasan yang kuat. yang beginilah nasib sebagai bawahan yang ikut perusahaan tanpa status, kontrak bukan apalagi tetap padahal perusahaan besar bahkan sudah terkenal di seluruh indonesia hanya saja tidak ada ketegasan dari pihak pemerintah bagaimana didalamnya yang sesungguhnya seperti merampok masyarakat aja!!! tadinya diiming imingin bunga dan denda ringanlah proses cepatlah bahkan ada asuransinya lo ternyata setelah kepancing kedalamnya apalah jadi bila terjadi kemacetan bukan di beri solusi malah diminta jaminannya dengan tidak mau tau kalo gak kita proses hukum dan heran semua biaya yang timbul akan dibebankan pada pihak konsumen dengan menjerat setinggi tingginya waduh saya merasa sangat bersalah pada konsumen saya kalo begin terus yang kuasa tak kan diam juga saya kan dapat balasannya juga terus apa yang aku harus lakukan gan mao pindah perusahaan kini sangat sulit sekali mencari lowongan pekerjaan .. mudiaaaaaaar gan!!!!!!!!

    pal te pel pal

    November 16, 2012 at 2:30 pm

  35. “BOS=Bullshit”…menurut saya yang penting insting kita sendiri bagaiamana bisa membaca situasi itu sendiri. di lingkungan pekerjaan sama saja seperti bermain puzzle, naluri & insting yang kuat dapat menyelesaikan puzzle tersebut.

    budhy

    Januari 10, 2013 at 1:49 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 483 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: