Standar gaji di Malaysia, Engineer
Perkenalkan nama saya Willy 36 tahun bidang kerja Instrument Engineer 12 tahun. Pengalaman nggak pindah-pindah. Saya dapat offer RM13000 gross dari EPCI di KL Malaysia. Family Status, Asuransi kesehatan kontrak 1 tahun renewable. Setelah dikurang pajak yang saya terima sekitar RM10500 deh
Minta sarannya nih urgent , apakah diambil atau tidak? pekerjaan saat ini sedikit dibawah angka itu tapi kondisi/benefit yang lainnya kurang OK, kecuali bahwa statusnya Permanent Staff.
Pertanyaannya:
1. Apakah saya dibayar normal atau underpaid? please advisenya
2. Sebenarnya saya udah deal informal / belum sign kontrak. Apakah etis kalau saya minta tambah lagi meskipun sebelumnya saya sudah bilang ok di email?
Komentar:
Ada yang punya saran? yang sekarang di Malaysia mungkin. Kalau etis tidak etis, saya kira sah-sah aja untuk minta tambah. Tapi, mungkin ada yang punya pendapat lain.


Bang Willy, sekarang anda kerja dimana ? kalau di Indonesia dan statusnya permanent staff, dengan tawaran gaji yang tidak terlalu berbeda, menurut saya lebih baik anda pertahankan pekerjaan anda.
Jika yang anda cari adalah kualitas hidup, memang KL menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Kota yang indah, nyaman, tidak semacet jakarta, dan makanan juga hampir sama dengan Indonesia.
Hanya yang perlu dicermati adalah perlakuan rasis yang akan anda terima disana. Tapi jika pintar menyiasatinya, mungkin tidak ada masalah.
chamb
Agustus 31, 2007 at 10:06 am
Saya kerja di Indonesia, tapi sedang di construction site Luar negeri , kalau balik ke Indonesia gajinya kira-kira sama dengan RM5000nett saja.
Rasis yang bagaimana yang mungkin terjadi di KL? Toh kita serumpun dengan mereka apalagi saya dari Sumatera sama-sama bangsa melayu gitu lhoh.
Willy
Agustus 31, 2007 at 7:11 pm
ya itulah masalahnya. meskipun sama-sama melayu tidak menjamin mereka tidak akan rasis, jika memang bawaannya begitu.
di malaysia kan ada kaum china dan india yang malah lebih berhasil di karir, keuangan dan bisnis di banding orang melayu sendiri. nah, misalkan anda bisa menjalin komunikasi dengan orang melayu, hal itu tidak menjamin kaum china dan india memperlakukan anda dengan hormat.
menurut pengalaman saya malah paling susah itu bergaul dengan orang melayu, karena mereka merasa inferior dibanding dua kaum tadi, jadinya mereka malas bergaul dengan orang melayu asal indonesia karena dianggap lebih rendah dari mereka.
malah jika anda seorang high achievement person, lebih baik anda bergaul dengan orang china dan india. memang awalnya susah, tetapi jika anda berhasil, jauh lebih menyenangkan bergaul dengan mereka.
oh ya, lebih baik menggunakan bahasa inggris bila bicara dengan orang melayu disana. di KL orang melayu malu berbahasa melayu di tempat pekerjaan dan universitas. pengalaman saya mencoba berakrab-akrab berbahasa melayu dengan mereka malah dijauhi dan diajak berbahasa inggris.
chamb
September 1, 2007 at 5:33 am
Thank advise-nya mas, saya sih tidak mau ikutan menjadi rasis, wah sayang banget yaa orang sana modelnya kayak gitu. Kalau saya sih orang Indonesia dan nggak malu lah pakai bahasa Indonesia.
Kalau mengenai income gimana nih, cukup sebagai alasan untuk loncat nggak? mengingat saat ini dalam hal pekerjaan saya sih OK-OK saja selain sedikit masalah karena jauh dari keluarga (single status di Construction Site).
Willy
September 1, 2007 at 6:20 am
sebagai perbandingan saja, dosen muda berijazah doktor start dengan salary sekitar RM 4000 – 7000. biaya hidup tanpa sewa apartment (saya gk tau harganya, karena waktu disana disediakan apartment) untuk single palingan hanya RM 700.
chamb
September 1, 2007 at 9:31 am
Mas Willy, kalau boleh tahu apa nama company yang memberi Mas Willy offer segitu? Bukan apa2, tapi menurut saya angka yang dioffer ke mas itu kecil sekali. RM 10,500 kira2 IDR 27,500K kan? Untuk ukuran pengalaman mas yang sudah 12 tahun (saya yakin level mas sekarang sudah Senior Engineer atau bahkan mungkin Consulting/Lead Engineer). Sekedar referensi, ex-rekan kerja saya sekantor (Senior Project Control Engineer, angkatan 90 jadi kira2 seumuran mas) yang pindah ke Ranhill-Worley Parsons (RWP) KL awal tahun ini mendapat RM 20,000 nett di RWP. Saya ada satu teman lagi yang baru sebulan pindah ke Technip KL (Technip Geo Production), anak Structure Engineer mendapat RM 12,500 nett disana, sedangkan dia baru berumur 29 tahun & mengantongi pengalaman 5 tahun saja. Kedua teman tersebut memperoleh family status & fasilitas kesehatan yang kurang lebih sama dengan mas, status juga 1 year renewable contract. Jadi kalau dengan tawaran RM 10,500 di KL saya rasa gak worthed & banyak lowongan kerja di engineering company maupun EPCI company di Jakarta yang berani membayar mas dengan angka segitu seperti KBR, Amec Berca, Saipem, etc.
papibonbin
September 1, 2007 at 4:13 pm
Thank you mas papibonbin bbrp teman saya yang lain juga ngomong begitu, saya akan coba nego lagi sesuai saran / perbandingan dari anda, kalau kagak berhasil juga kagak apa-apa.
Nama company belum bisa saya disclose sekarang mas, nanti aja kalau emang sudah CLOSE negonya. Atau kalau boleh japri nggak apa-apa sih ini email saya:willy.rayhan@gmail.com
Willy
September 2, 2007 at 12:45 am
Sama2, Mas Willy. Glad that I can help. E-mail saya papibonbin@yahoo.com.
papibonbin
September 2, 2007 at 2:32 am
Dik Willy..
Sebetulnya ada pilihan bilamana tertarik. Kalau sekarang berkarir di perusahaan service provider untuk perusahaan
minyak di malaysia memang seperti itu remunerasinya. Tetapi kalau di operatornya sendiri spt murphy oil, talisman, hess atau petronas carigali, anda akan mendapatkan antara 1.5 sampai 2 x kali dari yang ditawarkan.
abang
September 2, 2007 at 8:47 am
Thank you Bang atas sarannya!, kalau re-offernya mendekati comparasinya mas papibonbin, saya ambil dah, kalau nggak nggak jadi saja, sambil terus keep searching.
Kalau ada info buat di operator Oil, saya dikhabari yaa Bang? (kalau abang nggak keberatan posting ke email saya: willy.rayhan@gmail.com)
Willy
September 2, 2007 at 9:26 am
wah, dari RM 5000 ke RM 10,500 dah lumayan tuh daripada daripada di indo.
but kalo bisa sih nego lagi kalo misal angka ga bisa, yah benefitnya.. (seperti kemungkinan bawa keluarga after 1 thn) or ada ga kemungkinan untuk permanent status di company..
karirzone
September 3, 2007 at 4:57 am
Ahh saya sih ngga deh kerja di Malay…nanti dikeroyok lagi sama polisi Malaysia…takyuuttt
Asep Berlian
September 3, 2007 at 6:21 am
mas willy, setahun lalu saya exp.4th saya minta RM15rb, si EPCI bilang itu kegedean, yang lucu temen minta RM7rb dia tetep bilang kegedean juga :P…biasa lah..itu kan trickinya mereka..hehe..
betul itu kalau cuman segitu ngapain cape2 jauh ke malaysia mas willy, kalau saya sih enteng saja bilang “cik, saya tuh pernah dapat segituan diindonesia, saat saya exp.baru 2th, ngapain saya susah2 kemalaysia”…oke selamat berjuang mas willy.
salam,
@rdcikalmart
September 3, 2007 at 8:27 am
Mas Willy,
Benar apa kata rekan2 disini offering segitu sih kecil untuk ukuran pengalaman 12 tahun bidangnya instrument lagi (termasuk ilmu langka yg sangat sulit dicari katanya). Saya yakin dengan pengalaman segitu tidak susah bagi seorang instrument engineer mencari ‘hanya’ RM 10rb di Indonesia, percaya deh mas khan sekarang bayak lowongan di Indonesia baik di oil company semacam Chevron, Total, Conocophilips, Hess, BP, EMP, dll atau engineering company semacam Worleyparson, KBR, Technip, Saipem, McDermott, etc. Anyway memang kesempatan datang sekali seumur hidup tetapi juga banyak penyesalan datang dikemudian hari jika tidak bijak menyikapinya..
Denmas
September 4, 2007 at 4:52 am
Mas Willy,
Kalo company-nya local MY kayaknya memang standardnya segitu, tapi kalo MNC EPC harusnya lebih.
Mas Willy, komponen gaji biasanya ada juga yang namanya outstation allowance (seperti saya juga dapat), yang besarnya lumayan, hampir 30% dari base-sal, ditanyakan saja Mas.
Beda dengan teman2, saya ngga ngerasa orang melayu rasis kok. Kami, engineers Indonesia, berteman baik dan sering bercakap2. Jadi ya please, jangan hantam kromo semua melayu (saya objektif aja nih) malaysia seperti itu. Yang berpendidikan (apalagi di kantor) mereka sudah paham kok bahwa engineers itu sederajat.
Satu lagi – ini pendapat saya pribadi – sepertinya kita harus belajar bersyukur ya bahwa gaji itu untuk keperluan kita sendiri. Jadi kitalah yang paling tau seberapa besar/kurangnya. Jangan dibandingkan terus dengan gaji orang lain, ngga akan selesai Mas! Singkatnya: jangan pikirin besar gaji/rejeki orang, pikirin saja gaji kita sendiri :-), iya ngga??
Gaji itu rejeki, kita cuman usaha aja biar keberkahan dari gaji itu sebanyak mungkin! (percuma gaji besar kalo serupiah-pun ngga berkah)…
Yassir
September 4, 2007 at 2:00 pm
Hello Mas Willy,
maaf sebelumnya saya kurang tahu untuk bidang mas,tetapi untuk bidang telekomunikasi sktr 7000 U$ – 9000 U$,cm kami biasanya kontraktor (bukan permanen) dan apartemen,mobil harus sewa sendiri
Mr.Humble
September 4, 2007 at 2:50 pm
U$ mata uang apa yah? :-)
papibonbin
September 5, 2007 at 9:30 am
US$ mas…
kardul
September 5, 2007 at 3:46 pm
Oooo…. :-)
papibonbin
September 5, 2007 at 11:01 pm
…papibonbin mancing nih ye….hehehe…:-)
@rdcikalmart
September 6, 2007 at 1:41 am
He..he… mancing apa nich?
papibonbin
September 6, 2007 at 3:31 am
mas anjar, boleh gak dibuat forum baru, tentang berkarir keluar negeri, misalnya ke malaysia. biar yag punta info bisa berbagi, cerita dan pengalaman. serta yang berkeinginan berkarir diluar negeri dapat info.
ini sekalian menunjukkan jati diri dan harga diri bangsa kita, jangan bangsa kita di sangkanya cuman bisa ngirim burh kasar keluar negeri, tapi juga yang berpengalaman dan memiliki tingkat kompetensi yang tidak kalah dengan bangsa lainnya, terutama engineer nya.
masa India saja, yang filmnya cuman bisa nyanyi dangdut saja, para engineer telco dan IT nya sangat dihargai, tunjukin donk kalo kita juga bisa, dan tidak jago kandang saja, tks
Ini_Aku
September 6, 2007 at 9:40 am
mudah2an belum telat
Kebetulan di grup kita lagi cari E/I engineer
Mas Willy, coba kirim cv nya ke saya , siapa tahu cocok dengan yang dicari oleh manajemen di perusahaan kita
kalau masalah gaji mungkin bisa sama dengan yang di over di malaysia
salam
Alex
axlpce@gmail.com
Alex Iskandar
September 14, 2007 at 7:44 am
Nah tuh khan ……
Ada yg kasih offer di Jakarta sama dengan Malaysia.
Selain Malaysia, coba cari gawe di Mid-East, seperti Dubai, Bahrain, Qatar, Oman, Saudi, …. disana sedang giat2nya membajak professional dari Malaysia & Indonesia.
Jadi kenapa kita datang ke Malaysia yg notabene gaji kecil, sedangkan orang2 di Malaysia sendiri pada hengkang ke Mid-East utk mendapatkan offer yg lebih menarik.
Dg experience seperti anda di Mid-East anda bisa dapatkan rang US$ 8-15 ribu. Tergantung status kontrak ato permanent dan benefit2 lainnya.
Ahmed
Oktober 5, 2007 at 4:13 am
maaf…1 ringgit brp rupiah ya….(stupid mode-on)
mo_cab
Oktober 5, 2007 at 4:24 am
1 rm sekitar 2600-an.
buat mas ahmed, kayaknya jangan digeneralisir deh kalo di malaysia itu semuanya kecil… nanti diprotes lho.. banyak lho yang lebih milih kesini padahal diterima juga di mid-east, UK, etc…
buat mas alex, siapa bilang kalo engineer India lebih dihargai? kalo di tempat kami, alhamdullillah, rate indonesia itu diatas rata2 yang lain kok (bahkan dibanding filipina, india, etc)…
buat mas Ini_Aku, di malaysia, professional engineer asal indonesia banyak banget kok disini. dan mereka (termasuk saya), insya allah, betah kok disini…
kampungmelayu
Oktober 20, 2007 at 11:09 am
weleh-weleh.
Orang Malaysia sendiri banyak yang kerja di Saudi kok. Kalau memang di negaranya di bayar bagus, ngapain mereka kerja di Saudi
voordoc
Oktober 20, 2007 at 11:28 am
maaf mas, ditempat saya ini orang malaysia malah dibayar lebih rendah dari orang indonesia. kenapa mereka dibayar bagus di saudi, ya mungkin karena di saudi gaji mereka bisa sama dengan orang indonesia.
sekali lagi, case-by-case ya. saya cuma bilang ‘jangan digeneralisir’. kalau satu orang dibayar 1 juta di satu negara, belum tentu semua orang dinegara tsb juga dibayar 1 juta. makanya setiap argumen saya tulis ‘ditempat kami’. di tempat lain, ya entah…
saya kira debat gaji gak ada habisnya, disebabkan banyak sekali generalisasi yang gak perlu.
salam.
kampungmelayu
Oktober 21, 2007 at 2:33 am
Kalau peluang untuk cewek gimana ya, level manajer 5 tahunan, ngerjain compliance of quality assurance di manufacturing plus bisnis process reengineering (termasuk implementasi ERP – pernah jadi PMnya). Latar belakang S1 mesin produksi. Suami 1 Si sipil anak 1 6 tahun (he–he— bisa laku berapa di malaysia). Ramah untuk pekerja cewek gak ya. Trus urusan sekolah SD gimana….enak untuk anak…cerewet buanget tapi perlu dijawab lho…please…..
Caca
Nopember 29, 2007 at 12:58 am
hooo ada rencana pindah ke negara tetangga “Malingsia” yaa ada baiknya visit first http://www.malingsia.com
he he he… just kidding!!
binchoutan
Nopember 29, 2007 at 1:37 am
Hi.. salam kenal.. cuma mau tau aja kira2 peminat engineer kerja di malaysia banyak gak ya?
chantique
Desember 4, 2007 at 2:22 pm
Mas Kampung Melayu,
Org Malaysia yg kerja di Saudi itu kelas profesional.misal di telco. Kenapa ke Saudi di bayar USD tanpa pajak. Di Malaysia di bayar RM + Pajak
sawangan
Desember 4, 2007 at 8:30 pm
Perkenalkan nama saya Andrian, saat ini saya bekerja sebagai IT support di perusahaan PMA di Jakarta dengan status permanen. Salary yang saya terima saat ini sekitar 4jt-an (gaji+transport) plus overtime sesuai peraturan Menakertrans. Belum lama ini Saya mendapatkan tawaran pekerjaan di Malaysia sebagai Technical Support Specialist dari sebuah perusahaan jasa IT Outsorce Singapore/Malaysia untuk di tempatkan di salah satu client mereka di Penang Malaysia, dengan gaji yang ditawarkan MYR 2500 (USD 750) tapi statusnya contract 1 year, Saat ini saya sedang bimbang mana yang harus saya pilih. Mohon pencerahannya. Terima kasih.
Andrian
Desember 5, 2007 at 4:49 am
Yang penting survey dulu biaya hidup…Dgn gaji segitu bisa ngak hidup layak di Malaysia dan saving. Kalau engak mending kerja di Jakarta saja.
Kecuali anda mau cari pengalaman kerja di LN sebagai batu lompatan ke Negara lain
voordoc
Desember 5, 2007 at 6:26 am
Saya lulusan S1 Teknik Electro dan S2 Teknik Kontrol (PTN di Jakarta), mau tanya, pengalaman 10 tahun sebagai electrical & Instrument engineer, berapa gaji yg harus saya minta? dan cocoknya di industri apa?
Joni
Desember 12, 2007 at 6:07 am
Pa Willy saya bebetulan mendapat tawaran juga ke Malaysia, Contract Duration : 6 bln, untuk kerja di perusahaan EPCI sebagai, Site Supervisi, dengan pengalaman 13 thn ( utk ratenya RM 11,500 Lump Sum tax free per month ) Accommodation and Tiket ditanggung. Kalo saya pikir tidak ada salahnya kita mencoba untuk gambaran/pengalaman dikemudian hari.
Tony
Januari 9, 2008 at 3:32 am
[...] juga: Standar gaji di Malaysia, Instrumen Engineer . Posted in Expatriat, Standar [...]
Berapa standar gaji IT di Malaysia? « Anjar Priandoyo
April 7, 2008 at 2:44 am
Salam kenal semuanya..
Saya mau cerita ne.
Ini saya dah lulus S1 Teknik Mesin Univ negri dr tahun lalu.
Sampe sekarang belum jg mendapatkan kerja (dg banyak alasan).
Sekarang mulai menyesal kalo diliat k belakang..
Yang mau saya tanyakan
- apakah saya masi punya kesempatan untuk dilirik oleh perusahaan dg kondisi saya yg pengangguran selama 1 th ini?
- ortu saya memaksa saya kuliah S2 sejak awal saya lulus ampe sekarang. kalopun kuliah S2 bidang apa yg hrs saya ambil agar bisa jd benefit buat saya mencari kerja stlh lulus? kuliah S2 MM ato S2 teknik mesin? Kalo pengennya se masuk d perusahaan kontraktor EPIC gtu. :D
Demikian,mohon bantuannya..
Terima kasih..
aan
April 23, 2008 at 12:57 am
to aan :
untuk S2, lebih baik kerja dulu, baru ketahuan mau ambil S2 bidang apa. saya melihat banyak orang yang ambil S2 langsung setelah S1, karena latah dengan sikap lulusan yang kerja di PNS pada jaman OrBa dulu. semakin ke S2, semakin dihargai karir nya (padahal pengalaman lebih penting ketimbang jenjang pendidikan, walau sebagai dasar perlu untuk diraih.)
Saran saya, tetap saja melamar, ke status fresh graduate atau fresh engineer. Jika ingin mencoba EPCI, silakan coba Tripatra Engineers & Constructors. Ini kantor full-knowledge untuk masalah Oil & Gas, terutama yang berbau lepas pantai. Tapi jangan “lihat” gaji dan treatment perusahaan ya…. Yang penting pasang sikap sabar, kira-2 2-3 tahun, kemudian silakan berpikir apakah berikutnya terus di sana atau hengkang ke EPC atau O&G Kumpeni lainnya. Apalagi aan adalah lulusan PTN, yg notabene masih dipandang lah oleh banyak perusahaan. Sebab, banyak yg terburu-buru hengkang dari sana, padahal kemampuan belum cukup. sehingga akhirnya terseok-2 juga, ketika dengan rasa percaya diri yang besar, melamar dan diterima di perusahaan berikutnya yang lebih bagus (dan asing pula.)
Saya cukup berterima kasih kepada perusahaan-2 yang tidak mau menerima saya (setelah melalui tahap interview) karena ketidaksiapan saya dalam kemampuan dan pengalaman. Sehingga saya baru bisa pindah dari sana setelah 3 tahun bersabar dalam kondisi tidak dianggap (mungkin karena saya cuma lulusan PTS pinggir kali…hehehe)
Yos@ABI
April 30, 2008 at 3:57 am
Mas, kalo standar gaji GIS Engineer untuk perusahaan Mining
Fresh graduate sekitar berapa?
Project luar jawa sih Kaltim gitu
Thanxs alot
dhamayanti
Mei 9, 2008 at 5:28 am
Wah, kebeneran nih ada yang bahas Oil & Gas. Numpang minta saran….saya dapet tawaran dari O&G Construction Company di Saudi Arabia,utk posisi Project Control Coordinator. Sebelumnya saya dari Perusahaan BUMN-Industri Manufaktur, megang posisi Project Management Officer selama 4 Taun. Si Company Saudi nawarin Basic-nya USD 1500+Kendaraan+Housing utk single (mereka ngga ngijinkan bawa keluarga). Kira2 worth it ngga, ya segitu? Terus, selaen Basic, biasanya dapet tambahan apa lagi ya?
Reza
Mei 23, 2008 at 6:54 am
Reza: bisa dipertimbangkan kontrak berapa tahun dan kira-kira kelanjutannya di sana gimana. untuk perusahaan sejenis d qatar (setau saya) salarynya juga segitu, sekitar $1000-$1750 atau sekitar 5000-7000 riyal. tapi kelebihannya untuk yg keluarga diizinkan bawa keluarga. dan yang ngeplan untuk pulang sebulan sekali disediakan tiket pulang di samping rumah, transportasi (ditanggung, biasanya jemputan), asuransi, dsb
Wahyu Reza Prahara
Mei 23, 2008 at 8:13 am
Thank you reply-nya, mas Wahyu.
Mereka ngasih probation period-nya 3 bulan , cuti tahunan dikasih 21 hari en dibayar sebulan gaji. Tapi selama setaun pertama ngga boleh mudik dulu. Baru taun kedua setiap 6 bulan dikasih jatah tiket PP.
Saya sih ngejar pengalaman O&G + prospek kedepannya juga….semoga perusahaan2 besar O&G asing mau nerima karyawan ex-Arab? Hehehe…
Reza
Mei 23, 2008 at 8:55 am
Mau nanya neh akang akang yang udah ke malaysia mungkin ada yang tau standar gaji buat designer graphics di malaysia berapa ya ?
klo ada yang tau mohon di reply ya
thnks
sukses semua ya
AinkUjangAli
Mei 26, 2008 at 7:28 pm
Mas mau tanya nih, saya kerja di fabrikasi oil and gas special pressure vessel sebagai Project Engineer, baru kerja 1 tahun sihh di sini. jurusan saya waktu itu tekhnik industri, waduh udah 1 tahun kagak ngerti-ngerti juga nih ilmu presssure vessel. apa perlu saya kursus dimana ya????
trus gaji saya yang saya dapati gak gede-gede amat 3 juta doang, tapi kerja under pressure banget, memang sih umur saya masih muda gitu ,mungkin paling muda di kantor baru 25 tahun gitu tapi megang jabatan project engineer.belum juga punya pengalaman banyak udah dikasih masalaha yang belum perah di alami sebelumnnya, rasanya udah gak sanggup lagi nih mau pindah..mohon sarannya yahhh….
cobain
Juni 9, 2008 at 12:53 pm
Sabar Pak, semua orang melalui hal tersebut. Kebanyakan belajar by doing dan baca-baca buku tentang pressure vessel.
Gaji besar normalnya baru melejit pada pengalaman 5 tahun ke atas. Silahkan lihat lowongan2 oil & gas company pasti yang di cari 5 th atau 10 tahun pengalaman.
(emang sih untuk oil and gas bagian fabrikator gajinya masih kecil2, dibandingkan masuk ke EPC apalagi ke Usernya macam Total dll.)
Jabatan udah cocok tuh. Maju terus pantang mundur!
Tex
Juni 11, 2008 at 4:15 am
Salam kenal semuanya..
Bagi yang pernah kerja di Malaysia, saya mau nanya..
Saya mendapat tawaran kerja untuk Pengawasan Proyek di Kuala Lumpur, tapi perusahaan tidak memberi penawaran soal gaji, saya yang diminta untuk mengajukan Gaji yang diminta, dengan Akomodasi ditanggung Perusahaan. Saya Engineer, lulusan S1, Pengalaman kerja 11 thn, sudah berkeluarga dengan anak 1 tapi tidak akan dibawa (tetap tinggal di indonesia) namun tetap menjadi tanggungan saya.. Berapa kira2 gaji ideal yang bisa saya minta dan bagaimana saya menunjukkan rincian yang layak (gaji pokok + tunjangan). Tax_nya brp %,
Mohon Advisnya.. Terimakasih..
Nank
Juli 11, 2008 at 9:49 am
Bapak-bapak,
Maaf sebelumnya, Mau nanya nih. Kalo kita orang indonesia kerja sebagai seorang Engineer Listrik di malaysia. Apa sih yang biasa ditawarkan oleh perusahaan tersebut…?
Terus biaya hidup disana itu berapa sih untuk satu keluarga (Suami Istri)…?
Karena saya minggu depan ada interview dari salah satu perusahaan di malaysia..
Terima kasih atas pencerahannya…
email : supono_smu@yahoo.co.id
Sup
Juli 25, 2008 at 7:40 am
Hi ini saya WIlly yang memulai tulisan ini di awalnya. Saya mau update, bahwa tawaran dari Malaysia tersebut akhirnya tidak jadi saya ambil, malahan saya kembali ke Indonesia dengan gaji hampir sama dengan yang ditawarkan di Malaysia.
Seterusnya bulan ke depan ini Insya Allah saya akan pindah lagi ke Middle East, karena ada tawaran yang cukup menarik dari sana.
Kalau ada teman-teman yang di Middle East, boleh donk berkenalan untuk memperlebar network disana.
Oh yaa…terima kasih kepada semua teman-teman yang telah memberikan tanggapan pada tulisan ini. Terutama terima kasih buat mas Anjar.
Willy
Juli 30, 2008 at 6:48 am
Selamat Pak Willy..
Emang Kalo rezeki ga bakal kemana..
Sony
September 2, 2008 at 4:58 pm
Dear Mas2 & Bpk,
Nama saya Doni salam kenal.
Sy minta tlg jika ada info opportunity utk Instrument/Automation. pengalaman kerja sbg instument/automation engineer dr thn 1994 to agustus 2008.
Terima kasih atas bantunnya
dan salam hangat.
Doni
Doni
Oktober 31, 2008 at 9:30 am
dear all…
Wah Bapak yang disini udah pengalaman semua y, udah maestro lah.
Pengen minta saran nih Bapak2 semua….
kalo dibilang fresh grad saya ini masih fresh grad. background di teknik fisika, instrumen….. saya sih pinginnya di instrumen control atau automasi gitu.
Alhamdulillah saat ini saya udah kerja diO&G service, tapi dpt bidngnya di eksplorasi. sya di instrumen juga tapi untuk aquisisi data ( eksplorasi dengan sistem seismik refleksi).
yang ingin saya tanyakan, gimana saya harus bersikap, apakah terus disini atau cari yang lain yang sesuai…
kalo di bidang yang sekarng ini benar benar dilapangan dalam arti sesungguhnya, masuk hutan beneran dan kadang perkampungan. kadang dimusuhin orang setempat jg. saya masih ingin mengembangkan diri di instrumen kontrol…. kalo mw belajar lagi, kemana saya bisa daftar ke perusahaan bidang tersebut.
jack
Desember 13, 2008 at 4:26 am
halo…salam kenal semua….
nama saya rudi…langsung aja saya mau tanya…saya bekerja di bidang trading dengan masa kerja hampir 4 tahun dengan penghasilan gross per bulan Rp. 2,5 juta.
yang saya mau tanyakan…apakah memang segitu harga untuk seorang enginner yang bekerja di bidang trading, sesuai dengan masa kerja yang bisa di katakan agak lama???
mohon infonya jika ada kawan2 yang senasib sepenanggungan…
rian
Desember 30, 2008 at 1:35 pm
maaf ada yang kelupaan…apakah sistem penggajian di indonesia ini, khususnya trading comp tidak melihat latar belakang pendidikan???
karena ada rekan kerja yang backgroundnya di bawah saya dengan masa pengabdian yang tidak jauh berbeda, dan penngalaman bekerja yang sama. tetapi bisa menghasilkan yang jauh lebih besar daripada saya???
FYI perusahaan tempat saya sekarang adalah perusahaan pribadi, dan semuanya close managment.
rian
Desember 30, 2008 at 1:38 pm
Kembali ke topik,
Ada yg punya info lowongan kerja di Malaysia???? pls share donk……..
uhuiii
Desember 31, 2008 at 12:48 am
GW ETNIS CHINA usia 26 tahun punya Rp. 90 Milliar untuk beli : Rumah Rp. 10 Milliar (Pondok Indah 600 Meter Rp. 4,5 Milliar, Kebon Jeruk 300 Meter Rp. 1 Milliar, Kelapa Gading 300 Meter Rp. 1 Milliar, Apartemen Rp. 1 Milliar, Resort Bali Rp. 2,5 Milliar). Rp. 20 Milliar (Jaguar 2008 Rp. 2 Milliar, Mercedes Benz S Class 2008 Rp. 2,5 Milliar, Mercedes Benz C Class 2008 Rp. 550 Juta, BMW 2008 Rp. 450 Juta, Toyota Camry 2008 Rp. 400 Juta, Toyota Innova 2008 Rp. 200 Juta, Audi 2008 Rp. 400 Juta, Honda Accord 2008 Rp. 350 Juta, Honda City 2008 Rp. 200 Juta, Nissan X trail 2008 Rp. 300 Juta, KIA Sedona 2005 Rp. 150 Juta, Kapal Pesiar Pribadi Rp. 2,5 Milliar, Pesawat Jet Pribadi Rp. 10 Milliar). Rp. 4 Milliar (Peralatan Rumah Tangga Rp. 1 Milliar, Perhiasan Rp. 2 Milliar, Pakaian Rp. 1 Milliar). Deposito Rp. 26 Milliar. Rp. 30 Milliar (Apartemen di Singapura, Thailand, Prancis, Swiss).
Karena gw bisnis tianshi, gw juga punya istri china cantik putih bersih seksi gak kayak orang pribumi hitam bodoh yang jadi TNI-POLRI, PNS golongan 1-4 gaji Rp. 500 Ribu-5 Juta perbulan atau Pejabat Eselon gaji Rp. 5 Juta-20 Juta sebulan, pegawaii swasta-Bank-Bumn gaji staff Rp. 1 Juta-Rp. 10 Juta sebulan, gaji Manajer-Direktur Rp. 10 Juta-Rp. 4o Juta sebulan maksimal menabung Rp. 4 Juta/ bulan. 20 tahun kerja dapat Rp. 960 Juta doank tidak ada PNS-Pegawai Swasta yang bisa beli Jaguar, mercedes benz, rumah pondok indah yang harganya Rp. 1 Milliar udah gitu istrinya item jelek busuk…haleluyah ada bantahan?
hubungi gw di Johannes_73Indonesia@yahoo.co.id
haha
Februari 27, 2009 at 6:20 am
masuklah kow ke liang jahannam wahai haha, ada bantahan ???
hoho
Mei 24, 2009 at 2:04 pm
paling ini orang cina glodok stres yg berangan2 ingin jd orang super kaya;-) kenapa sih? dagangan dvd bokep loe gak laku ya?
plerr
Mei 24, 2009 at 3:29 pm
Hmm, kekayaanmu dari warisan kaleee..
ga usah dipamer-pamerinlah…
hihi
Februari 27, 2009 at 9:59 am
Setiap hari kurs Dollar bergerak naik turun sebesar 100-300 poin terhadap kurs Poundsterling, Swiss Franc, Yen Jepang, Dollar Australia, Euro. Setiap pergerakan 1 poin bila kita tepat memprediksi kita dapat untung Rp. 100.000 untuk tiap lot yang ditransaksikan. 1 lot senilai Rp. 10 Juta sehingga investasi minimal Rp. 100 Juta sehingga Rp. 10 Juta ditransaksikan atau 1 lot sementara Rp.90 Juta untuk cadangan. Kita bisa untung-rugi Rp. 100.000 x 100-300 poin = Rp. 1-3 Juta perhari untuk tiap 1 lot yang kita transaksikan. Trik paling jitu dalam 1 hari transaksi hanya 1 lot bila rugi 5-10 poin langsung keluar, bila untung 5-10 poin langsung keluar. Setiap hari transaksi pasti ada pengumuman harga tertinggi dan terendah kemarin. Dan bila pembukaan harga hari ini mendekati harga tertinggi setelah itu biasanya langsung turun sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung melejit menciptakan harga tertinggi baru. Bila pembukaan harga hari ini mendekati harga terendah biasanya langsung naik sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung turun terus. Setiap kantor cabang futures harus membukukan transaksi minimal Rp. 6 Milliar per bulan/Rp. 300 Juta per 20 hari kerja atau 600 Lot per bulan atau 30 Lot per 20 hari kerja. Ini berarti dana investasi nasabah minimal Rp. 3 Milliar sehingga bisa ditransaksikan Rp. 300 Juta per hari. Komisi yang diterima Rp. 500.000 x 600 Lot = Rp. 300 Juta. Pembagiannya = Rp. 120 Juta bonus marketing (Rp. 200.000 x 600 Lot), Rp. 60 Juta untuk setor ke kantor pusat (keuntungan, pajak, komisi Bappebti), Rp.120 Juta untuk biaya operasional kantor cabang = Rp. 20 Juta untuk listrik, air, telpon, konsumsi, iklan, bensin, sewa gedung dll, Rp. 30 Juta gaji tetap 4 Sekretaris-HRD-Admin, 4 Dealer, 2 Satpam, 2 Respsionis, 2 Office Boy, Rp. 70 Juta untuk Gaji dan Bonus = Branch Manager Rp. 25 Juta, 2 Marketing Manager Rp. 25 Juta, 4 Asisten Manager Rp. 20 Juta. Tiap kantor cabang bisa punya 50-100 Marketing yang dapat target 30 Marketing masing-masing dapat dana Rp. 100 Juta per bulan. Saya melamar marketing tahun 2004, sebelumnya saya jadi pembantu, kuli, pengemis, pengamen. Kerja keras keliling kota 5 bulan pertama jadi marketing saya gagal tapi bulan ke 6 saya menemukan HP Vertu seharga Rp. 200 Juta di ATM sebuah mall di Jakarta. Langsung saya investasikan dan saya transaksikan sebesar Rp. 20 Juta per hari (2 Lot). Tiap untung 5-10 Poin saya keluar = Rp. 500.000-1 Juta x 2 Lot = Rp. Rp. 1 Juta-Rp. 2 Juta per hari. Tetapi tidak tentu karena kadang rugi. Tetapi 1 bulan bisa untung rata-rata Rp. 30 Juta ditambah Bonus 40 Lot x Rp. 200.000 = Rp. 8 Juta saya bisa kantongi Rp. 38 Juta perbulan. Dan semakin meningkat karena keuntungannya saya investasikan kembali. Singkatnya 4 tahun kemudian kekayaan saya menjadi Rp. 60 Milliar. Akhirnya tahun 2009 saya memutuskan berhenti. Kini saya hidup mewah bangun jam 10 siang makan daging babi dan keju-susu ditemani 4 wanita cantik kulitnya putih seksi. Setiap hari saya bisa seks sampai 10 kali. Sebenarnya mereka terpaksa tetapi saya bayar dan saya ancam. Harta Saya : Rumah Rp. 12 Milliar (Pondok Indah 800 Meter Rp. 8 Milliar, Apartemen Da Vinci Rp. 2 Milliar, Resort Bali Rp. 2 Milliar). Alat Transportasi Rp. 4 Milliar (Jaguar Rp. 1,5 Milliar, Mercedes Benz C Class Rp. 550 Juta, BMW Rp. 450 Juta, Toyota Innova Rp. 250 Juta, Audi Rp. 750 Juta, Honda City Rp. 200 Juta, Nissan X trail Rp. 300 Juta), Kapal Pesiar Pribadi Rp. 2 Milliar). Lain-Lain Rp. 4 Milliar (Peralatan Rumah Tangga Rp. 1 Milliar, Perhiasan Rp. 2 Milliar, Pakaian Rp. 1 Milliar). Tabungan Rp. 20 Milliar, Di luar negeri Rp. 20 Milliar (Tabungan di Singapura, Swiss, Prancis). Saya akui hidup saya bergelimang dosa kira-kira bila kalian jadi saya apa yang kalian lakukan? Kalian mau hidup miskin lagi? Coba mikir..Sekarang saya berhenti main Futures karena harus mengamati komputer 24 Jam jadi malas. saya hidup dari bunga bank Rp. 2,4 Milliar per tahun.
hahaha
Juni 25, 2009 at 4:24 am
Tulisan saya kok dihapus ?
1. Saya tidak mungkin memberi nama asli saya dan nama perusahaan itu sama saja bunuh diri..apa anda mau beri nama asli alamat rumah dan no telp anda pada blog ini? tentu tidak karena alasan privacy.
2. Saya terlahir berkulit hitam jelek pendek dan gemuk tetapi saya ingin dilayani dan tidak tahan dengan wanita cantik berkulit putih seksi. Tanpa uang, bidadari cantik kulit putih seksi pasti muntah. dan kabur lihat saya, jadi saya terpaksa menghalalkan segala cara.Salahkah yang menciptakan saya hitam jelek gemuk atau salah sinetron-iklan yang selalu menampilkan gadis cantik putih seksi ?
3. Apalagi saya orangnya bodoh,tidak punya keahlian teknologi, kedokteran, seni atau olahraga…
4. Saya hanya menjalankan secara langsung 1 kali yaitu Rp. 200 Juta dari penjualan vertu,seiring dengan kenaikan nilai transaksi saya maka saya naik Jadi Asisten Manager, Marketing Manager dan Branch Manager. Dana nasabah yang dipegang anak buah saya Rp.100 Milliar lebih dengan 200 investor lebih… untung kira-kira Rp. 180 Milliar rugi Rp. 100 Milliar jadi masih untung tetapi bila secara individu yang rugi lebih dari 100 an nasabah atau 50% lebih rugi! sumpah.. yang untung segelintir nasabah dengan dana diatas Rp. 1-5 Milliar, nasabah dengan dana dibawah Rp. 1 Milliar sangat rawan. Karena futures itu seperti tarik tambang, 2 tim berlawanan posisi saling menarik yang paling terkuat menang, futures pasti ada pihak yang berlawanan ambil posisi transaksi jadi yang terkuat menang.. bila kita dananya kecil harus jeli ikut tim yang paling kuat dalam hal ini ikut tren pasar karena pasti digerakkan investor AS-Eropa yang ototnya (dananya) kuat..
5.Transaksi yang rugi dijalankan oleh anak buah saya dan kesalaha saya 2:
1. Memerintahkan anak buah dengan mencari nasabah sambil menawarkan profit tinggi. tapi itu saya ralat dengan : “Bilang kepada nasabah kalau tiap pergerakan 1 poin bisa untung atau rugi Rp. 100.000 per lot tergantung posisinya tapi kami sudah meminimalkan resiko dengan bla..bla..bla..
2. Transaksi anak buah, tidak saya awasi, meski sudah saya ikutkan training, kursus tetapi mereka cenderung kejar komisi..
someone
Juni 27, 2009 at 4:34 am
Menurutku orang Bugis Makassar adalah etnis paling hebat di Indonesia:
1. Jumlah hanya sedikit tapi bisa punya Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Habibie.
Sunda,betawi,batak belum punya hehehe, kalau Jawa wajar karena jumlahnya banyak kayak semut
2. Presiden Habibie adalah manusia paling pintar di Indonesia bandingkan dengan Suharto jawa yang cuma SMP?
3. Wapres Jusuf Kalla pejabat Terkaya di Indonesia Rp. 300 Milliar, bandingkan dengan SBY cuma Rp. 8 Milliar, Kalau Prabowo kaya paling korupsi selain itu dia belum pernah jadi wapres-presiden
4. Aksa Mahmud pengusaha terkaya Indonesia.
5. Perkembangan infrastruktur, gedung, jalan dan mall di Makassar lebih hebat dari kota di jawa!
6. Pengusaha bugis makassar menguasai Papua.
7. Sunda-Batak-Betawi-Jawa Kalah jauh
8. Aku bukan orang bugis-makassar, aku wanita Sunda tapi pro bugis makassar, karena prianya lebih gagah
catherine
Juni 27, 2009 at 4:35 am