Anjar Priandoyo

Apa yang harus kita lakukan bila telanjur menganggur?

with 30 comments

“Mas, idealnya berapa lama sih kita menganggur?”

Sarjana, idealnya adalah seseorang yang dibekali konsep berpikir yang matang. Artinya dia tidak lagi berpikir dalam kerangka pelaksana (saja), tapi sudah berpikir dalam kerangka konsep (perencana). Praktisnya, sarjana sudah bisa mengorganize sesuatu dengan baik. Paling tidak dalam karir planningnya, bagaimana mendapatkan koneksinya dan bagaimana untuk mencapai tujuannya dengan baik.

Bicara rata-rata, seharusnya periode sarjana menganggur adalah 0-9 bulan. Kalau setelah 9 bulan masih menganggur berarti ada yang salah dari sarjana tersebut. Apatah si sarjana terlalu pilih-pilih pekerjaan? atau si sarjana malas-malasan, atau memang si sarjana tidak berniat bekerja.

Salah seorang sahabat baik saya, yang sebenarnya sangat berbakat, pernah suatu ketika gagal dalam sebuah interview karena salah menjawab pertanyaan “apa yang kamu lakukan selama kamu menganggur hampir 10 bulan ini”. Si teman, menjawab dengan mengikuti kursus ABCD, mencari pekerjaan dan pulang kerumah. Jawabannya bisa jadi benar, tapi dimata interviewer hal ini menimbulkan masalah tersendiri. Benarkah bisa selama itu?

Saran saya, bagi 9 bulan ini dalam 3 periode:
1. Tiga bulan pertama: Kirim lowongan sebanyak-banyaknya
Dikampus, ada sebuah legenda, jaman dahulu ada seorang sarjana yang mengirimkan surat lamaran lebih dari 300 amplop. Itu jaman internet belum ada ya. Sampai akhirnya si sarjana itu diterima bekerja di entah lamaran yang keberapa ratus. Cerita ini begitu menginspirasi saya untuk juga mengirim sangat banyak lamaran hardcopy saat lulus kuliah. Mungkin 20-30 lamaran yang saya kirim via pos.

Legenda itu tentunya tetap berlaku hingga sekarang, tapi jangan lupa, pastikan selama 3 bulan itu CV anda terupgrade. Di internet ada banyak CV yang bagus. Luangkan satu atau dua minggu sekali untuk menghias CV anda. Perbaiki terus dan terus

2. Tiga bulan kedua: Ready for battle
Setelah menebar lowongan, periode selanjutnya adalah interview. Buat anak daerah, persiapkan travelling anda ke Jakarta, ke lokasi-lokasi pabrik, ke kawasan industri dengan baik. Rekor pribadi saya selama job hunting adalah: 1 buah Handphone NOkia, 1 buah dompet, hilang di copet orang dan nyaris 1 buah tas.

Ya, saya kuliah di Jogja, artinya saya berangkat ke Jakarta sore-sore dari Lempuyangan, naik kereta ekonomi Progo sampai di stasiun senen jam 4 pagi. Mandi di stasiun kemudian berlanjut lompat-lompat bisa menuju tempat test. Repot dan capek, apalagi begitu test, justru kantuk yang menyerang.

Ini adalah periode paling penting, energi terbesar yang dihabiskan adalah pada periode ini. Pastikan keluarga anda, -pacar bila ada- mendukung semua aksi kita.

3. Tiga bulan terakhir: Dewasalah memilih
Hidup tidak selamanya indah, ada saja periode susah. Ada saja lowongan yang tidak diterima. Perusahaan ideal yang tidak pernah memanggil. Padahal, semua tips, semua blog, semua network sudah disiapkan. Saya percaya, di periode ini sebenarnya ada saja perusahaan yang memanggil anda, tapi mungkin kitanya yang kurang sreg dengan gajinya, kurang yakin dengan reputasinya, kurang suka dengan lokasinya.

Saran saya, apapun itu setelah hampir 9 bulan, kita harus dewasa memilih. Pilihlah pilihan yang terbaik diantara yang mungkin paling buruk sekalipun. Lebih baik kita segera mendapatkan pekerjaan daripada harus menanggung beban menganggur. Pengalaman saya pribadi, buat yang dari latar belakang ekonomi susah, biasanya lebih siap untuk berjuang di periode ini.

Ada saran, pertanyaan atau pendapat lain?

Written by priandoyo

September 7, 2007 pada 4:34 am

Ditulis dalam uncategorized

30 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. nggak mau ah inget inget jaman susyah, hehehehehe

    ikow

    September 7, 2007 at 9:19 am

  2. Mungkin ikut, course – course tambahan kali yah mas….
    kalo nggak lanjut s2…buat yang punya duit.
    cari kerja di level berikutnya (setelah lulus s 2).

    Johanes Baptista

    September 7, 2007 at 9:22 am

  3. hehehe..dulu saya nganggur 3 bulanan lah mas Anjar. dalam periode 3 bulan tsb ya kirim2 lamaran dan pulang balik bandung-jakarta. bandung – cibitung. Hehehe. Nah dalam emngisi 3 bulan tsb saya isi dengan part time nerjemahin buku dan ikut kursus sana-sini. Namun yang paling menetukan selain usaha adalah doa dan jangan memutuskan silaturahim. betul itu network sangat penting bro… so yang kuran ggaul ketika kuliah biasnaya suka kesulitan.

    Nah kerjaan pertama ya terimo aja dulu papaun itu yang penting sejalan dengan visi kita ked epan. Luamyan buat pengalaman. Jgn pilih2lah. Dulu kalau gak salah kerjaan pertama digaji 900 ribu rupiah. Danalhadulilah sudah berani untuk menikah. Eh setelah menikah kok rezeki Alloh mengalir begitu deras ya. Mungkin doa ortu kalee ye…

    I love mom & dad! Miss U so much…

    isal

    September 7, 2007 at 10:25 am

  4. halah cari istri yang cuantik, lugu……..tajir lagi…….
    kan dunia ini kayak surga……..hwekekekekekekek………

    abeeayang

    September 7, 2007 at 4:11 pm

  5. waktu masih smu pengen kuliah, dah kuliah pengen kerja, dah kerja bosen kalo ga pengen kuliah lagi atau buat usaha sendiri….pusing..

    Rommy

    September 8, 2007 at 3:49 am

  6. aku calon pengangguran nih.
    thanx buat tipsnya ya.
    btw salam kenal.

    mataharicinta

    September 8, 2007 at 5:36 am

  7. NETWORKING…. itu penting buanget..
    perluas pergaulan emang gak ada salahnya. ini berarti buanget. pergaulan bisa dijalin lewat beragam cara, apa lewat organisasi formal ataupun organisasi informal. kebukti juga, ketika belum lulus kuliah aja aku udah ditawarin kerjaan ama temen. setelah itu mulailah pandai-pandai memilih tawaran. alhamdulillah… kini semakin mampu untuk hidup mandiri

    alidawahyuni

    September 8, 2007 at 9:07 am

  8. artikel menarik mas; memang tak ada standar waktu untuk semua tahapan itu……namun yang penting dalam kondisi market failure ini bagaimana pencari kerja untuk siap mau menerima jenis kerja apapun….itu adalah suatu pilihan…..dia akan banyak memperoleh pengalaman kerja, horison yang semakin luas , dan membangun jejaring……maka idealnya setelah pengalaman plus pengetahuan serta mental yang lebih prima tentang kerja meningkat maka dia lebih kompetitif mencari pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya….. pengalaman dari kebanyakan mantan bimbingan saya selama ini telah membuktikan hal itu efektif…..

    sjafri mangkuprawira

    September 8, 2007 at 10:44 am

  9. kerjakan apa saja yang dapat dikerjakan yang penting tidak mengerjakan hal-hal yang dilarang

    didikmaryonosh

    September 8, 2007 at 11:43 am

  10. Bagi kaum adam ada dua mode “bekerja” atau “menganggur..”
    Bagi kaum hawa hampir nggak ada kata nganggur bisa jadi wanita karier atau bisa jadi ibu rumah tangga “yang ini juga kerja lho kan tiap bulan dapet gaji juga, walaupun itu gaji suami..” :p

    AL

    September 9, 2007 at 2:07 am

  11. dah ngangur tambah masalah lagi………..
    http://abeeayang.wordpress.com/2007/09/10/pacarku-ngajak-nikah/

    abeeayang

    September 9, 2007 at 4:45 pm

  12. Sharing aja ya, rekan-rekan ….
    Kebetulan bulan ini, saya mulai berstatus ‘pengangguran’. Kenapa saya pake tanda kutip, krn berhentinya saya dari pekerjaan yg lalu juga merupakan bagian dari pilihan saya. Krn merasa ada ketidak-cocokan dengan sistem kerja yg tidak terstruktur secara benar. Jadi daripada lama2 saya jadi bete dan lbh hancur semangatnya, yaa saya putuskan utk stop. Apakah saya sdh punya kerjaan pengganti? BELUM! Tap sedari dulu saya kerja, saya selalu prepare diri saya andai satu saat saya berhenti kerja (ini yg saya rasa sering dilupakan oleh temen2 kita. Sdh kerja, gaji cukup, hidup terjamin .. masuk ke comfort zone deh dan lupa utk mempersiapkan diri hehehe).

    Bener spt tulisan satu rekan disini … CARI dan JAGA networking kita! IMHO, itu modal utama di jaman sekarang. Selebihnya baru masalah ngirim lamaran dsb.
    Kembali ke diri saya sendiri, stlh berhenti kerja, sambil ngirim2 lamaran (via temen dan iklan), saya aktifkan lagi bisnis webstore saya. Kebetulan barang yg dijual di webstore saya sesuai dg hobi saya. Jadi Insya Allah, kalo bisnis ini jalan, maka kesampaian-lah cita2 setiap wiraswasta … BEKERJA SESUAI DENGAN HOBI! Mohon doanya ya semoga impian saya ini bisa kesampaian :)

    Oh ya, sambil nunggu panggilan, saya juga coba sbg freelancer, sambil bikin planning dengan teman2 saya. Apapun saya coba telusuri: mulai dari planning bikin toko, event organizer, production house, dsb. Seandainya semuanya sdh bisa berjalan (amin…), mungkin baru nantinya saya pilah2 lagi mana yg akan saya seriusi, utk terus dibesarkan. Atau … malah mungkin semuanya saya jalankan dengan serius? Who knows?

    Jadi saran saya kepada rekan2, jangan patah semangat! terus kirim lamaran, tp jgn cuma sebatas itu. Isi juga waktu kita dg melakukan apa yg jadi kebisaan kita (menjahit, jualan baju, bikin kue2, broker jual-beli rumah/tanah, dll). Supaya otak dan semangat kita gak beku :)

    tozzymodif

    September 9, 2007 at 7:03 pm

  13. inget dulu setelah selesai sekolah, mengirim begitu banyak lamaran menggunakan pos-tercatat. Salah satu print-print an terpanjang yang saya miliki adalah 20 surat.
    Sampai akhirnya saya diterima di tempat kerja yang jauh dari rumah, dan benar, itu adalah batu loncatan yang membuat saya diterima di sebuah perusahaan yang besar.

    Hedwig™

    September 10, 2007 at 2:59 am

  14. Hidup tidak selamanya indah, ada saja periode susah. Ada saja lowongan yang tidak diterima.

    Good point .. titik inilah yang menentukan masa depan kita. Karena pada titik inilah pertemuan antara usaha yang telah kita lakukan – mulai dari ngirim lamaran hingga selesai ditest – dengan takdir dan garis tangan yang diberikan-Nya.

    Jika sudah membaca buku The Secret, langkah mas Pri sama seperti dibuku itu .. yang penting mengembangkan positive thinking.

    erander

    September 10, 2007 at 3:00 am

  15. wah, info menarik. Bisa saya sampaikan kepada teman2. Thanks ya.

    julfan

    September 10, 2007 at 4:04 am

  16. info yang sangat penting bagi yang menganggur,walaupun aku masih kuliah.ya buwat persiapan .mulai dari sekarang membangun networking yang luas dengan siapa pun.okeyy!

    pustik

    September 10, 2007 at 5:21 am

  17. ah menurut saya step diatas tdk mempengaruhi penilaian terhadap seseorang, yang penting adalah bagaimana orang itu membangun networking/relasi sebanyak2nya di banyak bidang… pengangguran bukan berarti dia tidak bekerja menjadi karyawan suatu perusahaan, kalau nganggur cuman berdiam diri di rumah itu dinamakan penggangguran sejati, banyak teman saya lama tdk bekerja di suatu perusahaan malah saya liat lebih banyak meng-explore kemampuannya yang bahkan banyak menghasilkan fulus(uang). Malah yang manjadi karyawan hanya terkait dalam satu bidang dan hanya makan gaji duang tiap bulannya. Saya sarankan jangan melihat bekerja itu ada duduk di dalam suatu perusahaan, bagi para “pengangguran aktif” sudah banyak contoh dimana banyak kantor ingin menerima mereka di perusahaan mereka walaupun notabene mereka “nggangur 2-3 tahun lamanya…..

    anjar pamungkas

    September 10, 2007 at 7:11 am

  18. Artikel yang cukup bagus Mas.

    Justru sekarang ini saya masih bekerja sebagai programmer tapi berencana untuk ‘menganggur’ nih karena punya obsesi untuk ‘ngerjain orang lain’ (baca : mempekerjakan orang lain)

    Sulistianto

    September 10, 2007 at 9:15 am

  19. Waktu nganggurku 6 bulan, sebelum diangkat menjadi auditor internal di sebuah LPND. Waktu itu, aku gunakan untuk penggemukan badan setelah kuliah tiga tahun yang bisa dibillang kurang bisa menggemukkan badan.
    Penting gak seeh…

    adis™

    September 10, 2007 at 10:07 am

  20. bosen neh kerja mulu… :-).. kalo ngangur lebih bosen lg..

    lexo

    September 25, 2007 at 3:08 pm

  21. Wah menarik neh, salam kenal gw mantan hotelier yang sekarang kerja di swasta yang bidangnya ga jauh2 dari makanan. Sekedar sharing saja pada waktu gw mulai kerja 5 tahun yang lalu di salah satu hotel bintang 5 paling mewah di Jakarta (pada saat itu) yang kamarnya berkisar 250 dollar/malam hanya mendapat gaji 2,2 jt/bln sebagai supervisor dengan jam kerja min 12 jam/hari.Gw sangat frustasi karena merasa gaji tidak sebanding dengan waktu yang terbuang. Dan gw cuma bertahan 2 tahun dan pindah ke hotel lain dan di tempat baru ini gw bertemu dengan mantan bos gw seorang bule yang sangat fair. Dia bilang sama gw kalau di usia gw yang masih muda tidak sepantasnya gw ngejar materi dan karir. Ibaratnya gw mesti seperti pesawat jumbo jet yang sedang loading pasenger di bandara. Begitu penumpang penuh pesawat akan tinggal landas dengan sendirinya. Artinya semuanya ilmu dan pengalaman yang gw dapat selama bekerja seperti penumpang itu. Begitu gw sudah mendapat cukup ilmu dan pengalaman dengan sendirinya karir kita akan naik dan uang juga akan mengikuti. Gw sangat terinspirasi dengan kata2 itu dan setiap kali gw kerja just try to give my best. As hotelier keuntungan terbesar adalah kesempatan membangun networking yang tidak terbatas. Hasilnya gw dapat pekerjaan gw sekarang ini ditawari oleh mantan client gw yang mengawasi perkembangan pribadi gw di tiap tempat gw pernah kerja. Gw langsung teringat kata2 mantan bos gw itu itu coz in 5 years dari seorang supervisor biasa bergaji 2,2 jt gw mendapatkan pekerjaan sebagai senior manager dengan penghasilan di atas 10 jt. Jadi buat rekan2 kita harus belajar sabar dan mau menjalani prosesnya dalam membentuk karakter kita. Lebih baik agak lama tapi bertahan abadi daripada kita naik cepat dan jatuh juga lebih cepat lagi.

    PatGonz

    Januari 2, 2008 at 6:35 am

  22. wah g banget nih…cmn mo sharing aja nih buat fresh untuk lebih hati2 dalam memilih pekerjaan….saran g klo bs work with the best…kenapa karena g pernah terperangkap di perusahaan yg baik perusahaan ato g sendiri tidak bs berkembang…software arsitekturnya parah, security sistem parah, bos seolah2 ga peduli ama bisnisnya, “yang muda yg ga di percaya”, dan akhirnya g terperangkap disitu akibat kontrak…ujung2nya pengalaman kerja yg g dapet ga dapet menghasilkan apa2 dan g harus kembali berjuang dengan fresh2graduate sekarang…
    tp konsekuensinya lo harus mempersiapkan diri at your best jg karena the best want the best too…
    minimal seandainya bukan the best lo selidiki dulu calon senior2 lo orang2nya kompeten ga??punya management ato visi misi yang jelas ga?ato sekedar pgn bayar freshgraduate murah tp menghasilkan produk semahal mungkin…k??
    good luck yah…doain g jg still struggling nih…

    happy

    Februari 6, 2008 at 8:05 pm

  23. gw freshgraduate. (lulus akhir oktober kemaren). sampe skr masih cari2 kerja. kemaren ini udah dapet di mitrais tp ga jadi diambil (abisnya di Bali sih ^_^).

    Sambil2 nunggu panggilan sambil tetep jalanin bisnis kecil2an yg udah dirintis dari jaman kuliah.

    Kenapa tetep cari kerja? ya takut aja bisnis “kenapa” jadi udah ada jalan aman. takutnya kalo udah sekian lama ga kerja, begitu mau kerja jadi susah

    ada yg punya pengalaman? masih hijau soal yang satu ini

    makasih :)

    Chris

    Februari 14, 2008 at 10:00 am

  24. saya sudah menagnggur 2 tahun 3 bulan dan saya belum pernah bekerja sama sekali!!!!
    bukan karena saya pilih2 kerjaan ato apapun yang disebutkan anda di atas… tapi beratus-ratus lamaran yang sudah saya kirimkan baik lewat internet maupun pos, maupun datang langsung tidak ada tanggapan sama sekali… ga ada panggilan untuk tes awal pun…..
    gimana donk klo seperti itu kasusnya???????????????

    rita

    Februari 29, 2008 at 4:04 am

  25. bagus banget neh…saya selama setelah lulus pernah kerja freelance dimana-mana sampe akhirnya nganggur dirumah hehehe…padahal udah coba2 kirim lamaran memang seh banyak yang tertarik tapi ga tau kenapa di interview terakhir2 koq malah ga dapet yah? salah dimana neh? slah disaya atau memang ada kandidat lain yang bagus. Berapa bulan dirumah bosen banget sampe akhirnya dapet pekerjaan dengan posisi resepsionis lumayan lah dari pada ga ada kegiatan…
    Skrg seh sudah engga nganggur lagi walupun nganggur karna lagi hamil dan sambil kerja part time dan punya usaha kecil2an dijkt. Pengalaman saya networking juga g berlaku koq soalnya walaupun kita kenal banyak orang pasti mereka lebih mendahulukan saudara2 atau kerabat terdekat mereka.
    Dan saya sangat menyangkan sikap teman saya yang saat ini menganggur, padahal sebelumnya sudah diterima dibeberapa perusahaan tetapi karena menurut saya sikap dan mentalnya belum cukup kuat untuk bekerja sehingga dia memutuskan untuk berhenti. Kalau saya jadi dia pasti saya terusin ambil aja sisi positifnya buat pengalaman dan ngelamar lagi diperusahaan lain. Mungkin juga banyaknya orang belum bekerja karena mental yang belum cukup kuat…
    Saran mendingan kalau sudah kepalang menganggur cari usaha sampingan maksudnya jualan dengan modal kecil dan bisa kredit, ini karena saya dan kakak membuat usaha kecil2an yang bisa dilakukan dari rumah yang penting tekad dan nekat , kan lumayan untung dari penjualan buat biaya hidup sendiri jadi g minta dari orang tua Coba aja kunjungi http://www.butik-ceria.com

    addawiyah

    Maret 20, 2008 at 11:16 am

  26. wah di mitrais??? pengen dong. Kasih ke aku aja..hehe

    ase

    Mei 7, 2008 at 9:11 am

  27. bagi yg dr luar daerah: pengalaman pribadi mengatakan gunakan alamat jakarta sebagai alamat surat, apakah itu alamat sodara, temen, pacar, dsb peluang bisa lebih besar – yaa… paling ga diajak intrvw lah ma PT X. Kalo ngotot pake alamat daerah yaa mentok2 PNS kali ya.

    Oia, bt yg pengen jd PNS, objektif Anda jg cari duit ato gaji dong tapi pengabdian kpd negara. Repot kalo jd PNS sekedar pengen kerja alias ga ada pilian laen lantas bela2in kasih “upeti” Rp xx jeti ke petinggi ini itu biar lolos.

    Saya pribadi drpd jd PNS di dinas ABC mungkin mendingan jadi guru (tp di sekolah swasta) soalnya guru negeri minta akta 4 segala bt yg bkn kependidikan (kabarnya udah ga berlaku ya?). Jd guru bisa upgrade ilmu n update info terus biar ga kalah ma anak didik (’dipaksa’ keadaan)…

    pinkong

    Juni 24, 2008 at 10:35 am

  28. adowww.. saya sedang mengalaminya. 7 bulan sudah. tuolong.. kapan semua ini akan berakhir??

    korekapi

    September 20, 2008 at 2:58 pm

  29. saya baru lulus tanggal 14 oktober kemaren…………………..sekarang belum bekerja dan sudah mulai frustasi ( gara2 interview ma schlumberger gagal ).
    cari kerja susah ternyata….hiks…hiks…hiks

    dean

    Oktober 31, 2008 at 1:26 pm

  30. Gimana ya mas, agak nyesel juga sempat nolak lowongan di Daihatsu SO bagian GA. Abis sy freshgrad tp mwnya gaji yg gede. Sm HRD-nya dikasih gapok 1.1jt apa g terlalu kecil ya buat lulusan D3? Di toyota aj, gapok operator yang lulusan STM juga dikisaran segitu. Nganggur deh sekarang. :(

    Ex-Daihatsu

    Nopember 9, 2008 at 5:56 am


Tinggalkan Balasan