Darimana motivasi job hunting terbaik anda?
Dimanapun, motivasi adalah hal yang paling signifikan menentukan kesuksesan anda. Begitu juga dalam job hunting, motivasi merupakan hal yang paling penting untuk menjaga arah anda selama pertempuran mendapatkan pekerjaan. Motivator terbaik selama job hunting paling tidak datang dari
1. Restu Orangtua
Orangtua, merupakan stakeholder utama hidup kita, orangtua pula yang secara signifikan merupakan sumber motivasi terbesar dalam job hunting. Paling tidak kabarilah orang tua setiap kali berangkat test/interview. Biasanya, orangtua -apalagi orangtua yang berpikiran tradisional dan tidak banyak menuntut- sudah tahu persis bahwa mencari pekerjaan itu sulit.
Saya suatu ketika pernah mengungkapkan betapa letihnya harus pulang pergi test. Jawab si orang tua gampang saja
‘Iya tuh tetangga juga susah nyari’ atau ‘iya si X juga sekarang dirumah’
Orangtua paling tidak punya stok motivasi yang sangat banyak, sadar ataupun tidak sadar.
2. Peers, rekan atau sahabat
Motivasi kedua datang dari teman kampus atau yang sederajat. Lulus cepat sebenarnya sangat menguntungkan, kita bisa melihat gelombang kelulusan rekan yang lain dibawah kita. Kelak ketika motivasi kita untuk mengirim lamaran sudah habis, kita bisa mendapatkan motivasi ulang dari rekan-rekan yang baru lulus.
3. Seniormu mungkin motivator terbaikmu
Senior kampus adalah benchmark kita yang paling mudah. Beruntungnya, tidak semua senior itu sukses. Artinya ada juga si cum claude yang biasa aja, ada juga si malas yang berhasil. Senior kampus tentunya akan mengambil industri yang sama dengan yang kita ambil. Carilah senior yang berimbang, pengalaman adalah guru yang terbaik, dan kita bisa juga belajar dari pengalaman orang lain.
Pahamilah, Motivasi itu naik turun
mengirim lamaran itu sebenarnya mudah, ikut tes administrasi, test interview, tes psikologi mungkin tidak terlalu letih. Tapi, yang paling menyebalkan sebenarnya adalah perkara menunggu. Jangankan pekerjaan, dalam masalah cinta -gantung-menggantung dalam ketidakpastian adalah hal yang paling berat, dan ini berlaku pada musim job hunting
Nasihat terbaik adalah mengirim sebanyak-banyaknya dan melupakan secepat-secepatnya. Ada yang punya nasihat dan motivasi lain?


jangan terlalu memilih :D
feha
September 8, 2007 at 12:07 am
Akur dengan mas Anjar…..
rejeki itu tidak tertukar…….
dandunk
September 10, 2007 at 6:51 am
tetep optimis juga mas.
:D
-IT-
irvan132
September 10, 2007 at 8:54 am
yup.. ORTU emang yang utama. terus motivasi Untuk merubah Nasib.
Percaya: Tuhan begitu maha adil, DIA ga akan merubah Nasib/ rejeki seseorang tanpa diiringi dengan usaha dan kemauan yg kuat untuki ngerubah nasibnya sendiri.
Gitu siy..penglaman Ogut kalo lagi putus asa, Gagal di satu pekerjaan. terus pengen terus Keep Fight?!
.
ridwan
September 11, 2007 at 6:30 am
Aku motivasinya apa ya…?:-) latar blakang Ekonomi deh kayaknya..
soalnya kalo gak kerja..gak bisa makan :-)
lexo
September 25, 2007 at 2:58 pm
Cepat cepat mencari pekerjaan, jika sudah bekerja cintailah pekerjaan anda !!!
rinto
September 26, 2007 at 8:07 am
hmm…baca tentang orang2 yg sukses di umur muda atau di majalah2 eksekutif n bisnis kan suka ada liputan mengenai eksmud2 gt…g biasanya termotivasi dr situ…
biasanya bakal ada ungkapan
“gile…cepet bener nih orang dah jadi eksekutif” ditambah “wah cmn 2 tahun lebih tua dari g??!!!bisa ga yah g seuumur dia jadi seperti itu??”…
selain motivasi, lo harus buat jg komitmen…karena motivasi tuh sangat tergantung ama semangat sedangkan komitmen walaupun dah tidak semangat, lo harus tetep ngelakuin gt….
@mas anjar
mas anjar bingung nih mana yg harus saya ambil yah jatis, balicamp, ato mitrais??anggap aja misalkan saya dah dihadapkan kontrak ketiga perusahaan tsb lg mikir2nih ceritanya, trus ga bermasalah dengan tempat kerja, ga bermasalah dengan gaji, ketiga2nya provide training jg…
provoke banget yah??tp serius it’s a hard decision taulah reputasi ketiga perusahaan tersebut…klo bs jawab lewat email jg boleh kok mas, dah bingung abis nih….thanx yah…
happy
Februari 6, 2008 at 8:33 pm
Bener juga, harus selalu dapat sumber motivasi. Agak sulit juga kalau nge-kost karena jauh dari ortu sementara hati ini merana melihat teman2 seangkatan yang udak menikmati gaji pertamanya.
Aku
Nopember 9, 2008 at 5:46 am
hem….
hem…
motivasi saya …
ketik reg ….
bukantukularwana
Februari 3, 2009 at 2:55 am