Networking tips untuk freshgrad
September 7, 2007 — priandoyoBicara networking adalah bicara telur dan ayam. Orang memiliki network yang luas karena posisinya yang penting atau tinggi sementara orang bisa mencapai posisi yang tinggi karena networkingnya yang luas. Pertanyaannya, jika kita bukan siapa-siapa, bagaimana cara mencapai posisi tinggi dan punya network yang luas?
Pertanyaan pun ini akan semakin panjang jika:
1. Kita tidak pernah punya link alumni dikampus/industri
2. Kita tidak pernah aktif di kegiatan mahasiswa/keagamaan
3. Nilai akademik kita jelek, kita tidak akrab dengan dosen/akademisi
4. Kita tidak punya sesuatu skill yang menjual
5. Kita introvet dan pendiam
6. Kita tidak suka menulis atau membaca
Parah mungkin, tapi kasus ini tidaklah sedikit. Dan pun terjadi demikian, masih cukup banyak waktu untuk memperbaikinya. Saya kenal banyak orang yang dikampus memiliki semua kategori diatas, tapi ketika di industri dia menjadi bintang yang begitu cemerlang. Dikampus pun kurang lebih begitu, jaman saya asrama dulu, ada siswa yang pendiam, introvet tapi ketika berada dimedia yang tepat dia jadi melejit.
Tips saya untuk networking freshgrad:
1. Pindah ke komunitas yang baru
Komunitas baru memungkinkan kita untuk mengubah habit kita yang buruk menjadi habit yang baik. Komunitas baru yang konstruktif mampu mendorong kita menjadi orang yang lebih baik. Contoh, carilah kerja ditempat yang berbeda, dengan demikian kita akan mengenal orang yang baru. Pekerjaan terkait juga dengan keberuntungan, siapa tahu keberuntungan kita ada ditempat yang baru.
2. Downgrade or Upgrade tapi jangan jadi mediocre
Dikampus, orang yang terkenal itu yang pinter banget atau yang buandelnya luarbiasa. Artinya? tidak ada tempat untuk orang yang mediocre, orang yang rata-rata air. Orang yang standar-standar aja. Orang ga akan pernah dengar si A belajar rutin setiap malam, orang hanya dengar si X belajar sampe masuk rumah sakit, atau si Z ga pernah belajar sampai DO.
Prinsip ini juga berlaku dalam networking, getting out of the crowd adalah keharusan. Mau tahu caranya? carilah tempat dimana kita bisa menjadi extrim -dalam artian positif misalnya. Kalau kita lulusan teknik nuklir maka bergabung dalam komunitas anti AIDS bisa menjadi membangun network kita dengan luar biasa.
3. Biasakan berbagi
Orang mengindetifikasikan networking dengan vertical movement. Orang hanya memfokuskan networking dengan si bos atau pejabat. Padahal idealnya, network itu tidak hanya upper level tapi juga peers dan lower level -baik secara usia, secara posisi ataupun spiritual.
Salah satu teori terkenal mengenai 360 degree networking adalah N+4 dan N-4 artinya kalau dikampus paling tidak kita bisa mengenal senior 4 tahun diatas dan junior 4 tahun dibawah. Dan perlu diingat networking itu perkara bagi berbagi. Tidak selamanya kita ngepeng, minta diberi pekerjaan, minta diberi project tapi selalu harus ada saat dimana kita memberi si junior kesempatan kerja, kesempatan berkarir.
Ada saran lain?
Baca juga:
Kalau network tidak lagi cukup.
Enam informasi yang paling kita butuhkan













September 7, 2007 pukul 9:36 am
Ikut komunitas, itu penting banget. kaya perkumpulan majelis taklim (sori kalo salah nulis), arisan, kegiatan mahasiswa lainya….bisa membuka relasi juga. kan networking tuh bukan hanya untuk sekarang aja, toh nanti kalo udah jadi para pettinggi masih bisa digunakan juga.
September 7, 2007 pukul 9:47 am
ikut kleb motor gede
September 7, 2007 pukul 1:13 pm
Tips tambahan: menjadi orang bejo.:)
September 8, 2007 pukul 8:11 am
hayuk ceting heula :)
September 8, 2007 pukul 12:37 pm
berbaikan sama kakak angkatan tapi ajaklah juga adek angkatan untuk berbagi pengetahuan..
:D
September 8, 2007 pukul 7:39 pm
yea…yea…ikutan komunitas!
September 9, 2007 pukul 7:18 am
iya iya….
September 12, 2007 pukul 9:06 am
blog mas anjar juga bisa jadi ajang networking;)
Nopember 14, 2007 pukul 9:06 am
ikut komunitas alumni SMA jgn disampingkan, di forum alumni SMA saya guyub dari angkatan’ 53 - ‘2007. Walopun dah seumuran kakek-nenek, bapak-ibu, wajib menyapa dengan nama mas dan mbak… Lumayan jd referensi berguru kepada mereka… Byk yang berhasil jd tempat kita belajar lho.. yang menteri jg ada, meski dah pensiun =)
Nopember 26, 2007 pukul 4:24 pm
Langkah awal adalah catat network saat ini dan simpan, jangan pernah hilang serta update terus.
Catat juga ketertarikan tiap-tiap orangnya. Setiap ada tambahan orang, masukkan lagi recordnya.
Saya sudah merasakan setelah sekian tahun (13 tahun) lulus sekolah, betapa saya membutuhkan mereka.
Contoh paling nyata = lihat buku telpon yang terbit tiap tahun.
Salam/anung
Nopember 30, 2007 pukul 4:48 pm
Ikut partai aja …
Kayaknya bakalan banyak kenalan baru …
Apalagi kalo menjelang pemilu2 itu …
Pasti orang2nya bakalan baik2 ke kita …
hehehehe …
Desember 28, 2007 pukul 4:30 am
mendingan jadi sekretaris organisasi apa kek, gak digaji gak papa, asal masih ada dana transport. Biasanya sekeretaris kan sering berhubungan dengan banyak orang tms bos-nya sendiri - nah tu network begins…