Anjar Priandoyo

Kapan sebaiknya memulai usaha

with 75 comments

Blog ini cukup banyak membahas periode transisi mulai dari transisi mahasiswa-dunia kerja, transisi single-menikah, hingga yang sekarang dicoba diangkat dari professional-pengusaha. Saya sebenarnya -pastinya sebagai orang yang ragu-ragu memulai usaha- punya banyak contoh kesuksesan dan banyak pula contoh mengenai kegagalan seseorang dalam membangun usahanya.

Mengingat sebagian besar pengunjung ini mungkin adalah karyawan safe player -seperti saya- yang menunda-nunda kapan memulai usaha. Mungkin ada baiknya kita mulai posting ini dengan sharing, sebenarnya apa yang kita rencanakan untuk membangun usaha sendiri.

Seorang senior, teman baik saya selalu bilang -tentunya saat masih dibangku kuliah, bahwa setelah kerja 4 tahun dia akan berhenti dan berwirausaha. Nyata, sampai dengan tahun keempat dan penghasilan -dan tentunya cukup modal- si senior tidak juga berhenti menjadi karyawan. Sebenarnya, masalahnya ada dimana? apa yang membuat karyawan ragu-ragu?

Ada juga yang berencana memulai sebelum umur 30, pokoknya setelah menikah, rumah, mobil dan posisi manager ditangan tercapai. Tapi? ternyata banyak juga yang setelah mencapai itu, ternyata belum tergerak -dan kelihatannya semakin sulit untuk memulai usaha.

Ada masukan? -khususnya yang setia menjadi karyawan, yang pernah gagal, yang selalu ragu-ragu, atau yang sudah sukses.

Written by priandoyo

September 14, 2007 at 2:15 am

Ditulis dalam uncategorized

75 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. saat habis di phk mungkin… hahahaha ,…….

    yang jelas saat mulai usaha atau baru niat sekalipun jauhkan lah halhal yg sifatnya gengsi dan teman2nya.
    dan juga nggak bisa lah kira 2 kita tuh langsung nyebur begitu saja, yg paling bagus sih kita tuh ada sedikit pengalaman apalagi kalo ada darah dagang lebih baik lagi,…. yah magang2 sedikitlah di industri yg akan kita tekuni, misal kalo mo bikin restoran yah cobalah magang2 dulu sama warung padang, kalo mo buka warnet coba lah nyamar, trus kerja jadi penjaga warnetnya or else else lah. dan utk pekerja kayaknya janganlah kerjaannya itu dilepas dulu, sayanglah booo, emang gampang cari laba nett 2 digits??? aku prenah juga mencoba kayak gituan yaa ampun amat berat kalo kita pikir dan bandingkan dengan kerja kantoran yg udah enak, ada duit , punya kuasa dlsb. berkotor kotor pula. dan satu lagi ,pada saat baru pertama memulai dngan modal yg biasanya pas pasan cobalah biasakan berpikir dengan pola pedagang2 kecil yg setiap sen pengeluarannya harus amat sgt dipikir (bisa nggak ???), bahkan ibaratnya mau smsan aja dipikir biayanya??? dan kita akan merasa bahwa pola pikir nya akan mundur jauh2 kebelakang dibandingkan org kantoran. tapi ya itulah dan jangan takut ilmu kantoran kita hilang dan nggak kepake?? seiring dengan makin besarnya usaha ilmu kita akan kepake juga kok, misalnya mau urusan bank, emang kalo nggak sekolah bisa ngerti??? masih banyak kali ya kurangnya tips ini coba deh kawan ditambah2 lagi.

    yuki

    September 14, 2007 at 2:54 am

  2. tambah lagi aah dikit,…

    utk yg baru lulus kuliah trus mau dagang sih nggak rekomen deh,,, emang gampang??? apalagi kalo kul nya dikampus hueebat dan elit, emang sanggup???? tambah lagi niih,.. pekerjaan dagang itu nggak elit dan bergengsi dihadapan calon mertua, pa lagi “calon” anak or kay n cakep, apalagi di kq5 (kalo udah sukses sih lainlah) huahahahaha. … beda kalo udah menikah ( yah balik2 lagi ke keutamaan nikah deh). trus utk mas anjar dan stereotipe kawan yg lain, kenapa sih selalu aja ada embel2 lulusan ptn ternama??? apakah kalo dari pts dan nggak ternama (palagi sma kali yaah) nggak bisa jadi hero dengan cara “jualan” , lagian juga tuh org “mungkin” belum cuba berkarya di tempat lain selain dagang dan sukses??? dagang juga baru, jangan2 tu org begitu krn kalah di pasar kerja??? dan kayaknya sekarang mesti dibedakan juga mereka2 yg memang berdagang karena memang panggilan hati, bisa karena keterbatasan sosial ekonomi dll dll dlsb dengan mereka yg berdagang karena “cemen” anak org kaya, nggak mau kerja, pengin gampang, lsg jadi boss, nggak mau diperintah org, menjual dagangannya ke perusahaan induk/ instansi ortu dlsb, lalu daganglah mereka, kalo yg kaya gini sih nggak usah dibahas deh dari lulusan ataw sekolah manalah. ya khan. mak dar it tolonglah dibahas dan didefinisikan :
    1. macam2 profil pengusaha,
    2. mengapa mereka berusaha.
    dlsb yg lebih dalam sikitlah.
    utk blogger dan pengunjung lain disini, kayanya kalo mo jdi pengusaha masih jauh deh, wong masih mikirin mo beli mobil apa ( baru loh) rumah dimana ?? yg notabene utk seorg yg akan berusaha munghkin lebih baik digunakan utk modal kali yaaa,….
    usaha= dagang.

    yuki=ikow

    September 14, 2007 at 3:26 am

  3. Saya pikir yang safe adalah sembari bekerja, pelan-pelan mulai merintis usaha. Tentu usahanya harus yang bisa dikerjakan sambil masih bekerja di kantor. Bisa juga istri dilibatkan (jika pasangan kita memang tidak bekerja). Baru kalau sudah cukup bagus, keluar dari kantor.

    Blog Strategi Bisnis

    September 14, 2007 at 4:16 am

  4. Setuju Mas Yuki, betul juga nih embel-embel PTN ternama itu bikin tulisannya kurang bergigi, kurang dalem juga. Terimakasih sarannya ya, nanti kita explore lebih dalam. Saya sepakat sih dengan insight Mas Yuki

    priandoyo

    September 14, 2007 at 6:26 am

  5. Gw niat untuk usaha dibidang Komputer..
    Tapi apa ya?:(
    Modal juga perlu banget:(

    Ir.WIN

    September 14, 2007 at 7:32 am

  6. setuju bgt ma mas yuki…
    orang skrg pengennya invest duit doank, mo nya naroh duit buat bkin warnet lah, jualan lah, ternak lah…tapi kagak mo terjun langsung di dalamnya, mo nya terima hasilnya tiap bulan (persis kaya orang kantoraannn). mana bisaaaa ???

    tekre

    September 14, 2007 at 7:41 am

  7. sedikit pengalaman ajah dari yg pernah buka usaha…..ungkin lebih ke arah tips :D
    1. pastikan anda sudah punya koneksi yang “cukup”
    2. pastikan anda sudah punya modal yang “cukup”
    3. pastikan bahwa anda siapa secara manajemen maupun teknis….
    4. apabila anda berencana mengajak partner, pastikan bahwa partner anda memang punya komitmen penuh
    5. pastikan bahwa anda benar2 berani untuk all-out….gak disambil dengan kerjaan lain

    feha

    September 14, 2007 at 8:15 am

  8. kalo mau “sekarang” lah saat anda memulai, dan memulai gak harus dengan berlari, cukup selangkah ke depan…

    fauzan

    September 14, 2007 at 8:30 am

    • ya mas, orang kantoran emang beruat untuk hengkang alih propesi kalo nggak panggilan hati nurani,tapi ni kalo uda punya modal nggak ada salanya,punya ide segerahla di mulai………………!

      wriadimakmur

      April 1, 2011 at 5:07 pm

  9. Bikin usaha sendiri itu ternyata SUSAH (Walo ada beberapa orang beranggapan gak susah – susah amat – salute unt mereka), waktu saya resign ke pekerjaan saya 3 bulan lalu dan memutuskan menikah dalam otak saya sudah punya planing bikin usaha di tempat baru, nyatanya banyak kendala untuk memulainya, dari lahan sampai permodalan,menurut saya niat serta intelegensi saja tidak cukup untuk mendirikan suatu usaha, rasanya sangat putus asa, lebih mudah mengirimkan CV, Interview, Psikotes dan tes kesehatan dan minggu depan saya sudah menempati pos saya yang lama sebagai karyawan (again) di kantor baru milik orang lain bukan sebagai entrepreneur di kantor saya sendiri. Mental saya belum siap menjadi pengusaha Ternyata……….!!!

    brigita

    September 14, 2007 at 10:48 am

  10. numpang comment ah… :D
    kalau menurut saya buka usaha sendiri itu bakat-bakatan juga, Kalau memang bakatnya jadi karyawan ya susah juga mau mulai usaha. Lagian kalau semua orang buka usaha sendiri ntar yang jadi karyawan siapa? he..he..he..

    tedytirta

    September 14, 2007 at 11:14 am

  11. share aja…. gw pernah bangkrut bikin usaha di bidang selluler, komputer dan game.
    setelah dicerna… kegaglan tersebut bersumber pada:
    1. pembagian waktu yang belum bisa mengena pada sasaran
    2. konsentrasi yang tak terfokus pada satu bidang
    3. lalai dan cape kberkerja sendiri
    jd… untuk memulai bisnis, haruslah dipertimbangkan matang–matang segala sesuatu yang mungkin akan terjadi…
    jangan asal sambil jalan aja…

    nnay

    September 14, 2007 at 12:31 pm

  12. Memulai usaha? Kalau bisa jangan terlalu deket usia pensiun lah. Saya lihat banyak profesional yang bingung mendekati usia pensiun, mau ngapain lagi nanti saat pensiun. Beberapa ingin memulai usaha, tapi kadang bingung, merasa telat, gamang, dan sebagainya. Kalau menurut saya pribadi, cocoknya umur 30-40 sudah perlu mulai belajar mulai usaha. Kalau yang “safety player” ya bisa saja mulai sambil bekerja. Tapi yang penting jangan terlalu telat, kecuali memang tidak ada niatan untuk punya usaha sama sekali.

    Anis Hariri

    September 14, 2007 at 2:38 pm

  13. Mulai usaha saat peluang usaha itu datang :d

    dobelden

    September 14, 2007 at 2:42 pm

  14. MAS..BILA ANDA INGIN USAHA APA AJA HARUS ANDA PAHAMI SAMPAI TULANGNYA…SEHINGGA TIDAK SALAH HITUNG ATAU SALAH SASARAN.

    TRUS BANYAK TEMEN YANG BISA MENJADI LINK USAHA ANDA BAIK DENGAN SENGAJA ATAU TIDAK.

    YANG JELAS HARUS CUKUP MODAL, APALAGI KALAU KITA LIHAT DARI PEMASARAN ALA MODEREN..PAKE IKLAN DI MANA MANA..PASANG IKLAN KAN MAHAL…HAK..HAK..HAK..

    Benyamin MA

    September 14, 2007 at 6:45 pm

  15. Memang untuk usaha, kita harus tahu detail dengan apa yang kita usahakan tersebut. Bisa dimulai dari hobby atau skill yang kita punyai sekarang. Untuk memulai usaha, memang perlu nyali dan tekad yang kuat. Kita bisa belajar dari yang dilakukan dulu oleh Pemilik McDonal Indonesia, Pemilik Bakmie Tebet yang tadinya mereka adalah eksekutif di perusahaan ternama. Mereka tidak hongkang-hongkang kaki dalam mengelola bisnisnya. Mereka benar-benar terjun dan menguasai apa yang dijualnya, bahkan sampai ke pekerjaan cleaning servicenya sekalian. Jadi…..untuk berusaha, memang harus keras di awalnya, kalau tidak akan sulit mengangkatnya dan akhirnya demotivasi. Hasilnya, mereka sudah menikmati hasilnya sekarang. Kita semua sudah tahu. Semoga bermanfaat ya.

    Jack

    September 15, 2007 at 5:10 am

  16. MODAL UTAMA KEBERANIAN MAS, SETELAH ITU NETWORK, BARU MODAL UANG (MENURUT SAYA LOH).
    UNTUK MULAINYA BERTAHAP JUGA BISA, BISA PAKE KONSEP QUADRAN CASHFLOW NYA ROBERT T. KIYOSAKI KAN.

    ubay

    September 15, 2007 at 6:00 am

  17. aslkm..
    mulai usaha??
    menurut saya ::
    kenapa mesti ada kata kapan???
    kalo melihat ada peluang buat memulai usaha,,langsung ajah mulai…jangan berfikir lagi kapan???
    byk kok buku tentang usaha, n semuanya bagus2 tp yang penting harus serius n sabar …yang susah itukan memulainya bukan yg lain2…
    wassalam

    marwan

    September 15, 2007 at 10:51 am

  18. Hu-uh kenapa mesti ada kapan? Kayak gak PD aja memulainya. Yang penting maju tak gentar dan pantang mundur. Dengan disertai sedikit taktik dan banyak2 berdoa tentunya. Xixixixi

    Adi

    September 15, 2007 at 9:38 pm

  19. hahahaha…selalu saja kaum pemuja “pengusaha” menggunakan dalil2 nya ROBERT T. KIYOSAKI.

    emang beliau punya usaha apa ?
    modal beliau kan cuma teori aja di bukunya, dengan teori rich dad poor dad lah, quadran ini lah…
    buktinya mana ? usaha dia mana ? usaha dia ya cuma nulis tuh buku, yg dibeli sampean2 itu.

    contoh tuh bill gates, karya nyatanya udah jelas

    tekre

    September 17, 2007 at 12:36 am

    • setuju sama agan tekre ini….
      nmbahin contoh
      -steve job
      coz bill gates bsa gtu krna nyuri ide nya steve job (Apple C.O)
      -modal, link, emang sangat perlu tp dasar untuk mencapai kesitu sangat perlu..
      meurut saya modal awal untuk menjadi wirausaha hanya 2 (karna saya tengah mulai usaha dan berjalan lancar)
      NIAT dan PENASARAN
      cma butuh 2 kta itu…
      kebnyakan saat orang niat akan langsung mulai berwirausaha namun saat dia tahu dia gagal dia pasti lngsung mundur, org tsb hanya bermodal niat awal…
      -biasakan untuk merubah pola pikir menjadi orang yg pantang menyerah, kalau pun gagal memang usaha tidak menjanjikan, tapi kunci nya satu..
      jika kita gagal cari tau knp anda bsa gagal dan perbaiki…
      dengan adanya rasa PENASARAN inilah anda psti bsa bangkit dan mengetahui seluk beluk dunia usaha….
      – saya kurang setuju dengan kata-kata belajar dari pengalaman. saya lebih suka hanya mengetahui bukan mempelajari…
      saya lebih suka membuat pengalaman sendiri, membuat pengalaman yg berbeda dengan hasil yg baik dari mengetahui pengalaman orang2

      Detitto

      November 27, 2010 at 11:53 pm

      • SETUJU BUANGT,TPI KENAPA UNTUK MEMULAI BERBISNIS KEBANYAKAN ORANG DI HANTUI PENUH DGN KERAGUAN

        Riky

        Mei 30, 2011 at 10:31 am

  20. sedikit share dari beberapa sumber, klo mo bikin usaha yg insyaAllah langgeng itu prinsip utamanya “make meaning”, apakah usaha kita nanti akan bisa membuat perbedaan (lebih baik) pada orang2, membuat lebih mudah, membantu lebih cepat etc… klo kita sudah bisa memberikan itu,mau tidak mau orang akan terbantu dan sepanjang hal itu bisa memuaskan hati kita.. naah itu dah sukses. Kalo masalah income dan teknik usaha serta lain2.. musti berguru lagi nih..masi jaooh :D

    bintar

    September 17, 2007 at 4:02 am

  21. Gimana ya……..pengen sich punya usaha gitu.Tapi g’tau harus mulai darimana….

    endthin

    September 17, 2007 at 4:12 am

  22. menurut gua jangan nunggu waktu siap karena nga ada waktu yang benar2 kita siap semakin kita tunggu semakin sedikit kesempatan kita untuk belajar bisnis jadi to do aja kalau bisnis yang bagus yang retail aja yang penting ada cash flownya aja dulu trus baru kembangin bisnis sesuai ide yang diminati atau dicari orang mengenai faham robert kiyosaki menurut gua nga salah bisnis dia banyak lo selain penulis dia punya banyak property sokita ambil caranya aja untuk segera financial fredom tapi ingat banyak jalan menuju roma jangan terpaku dengan teori orang aja ok yang penting 3 A (Action,Action,Action)

    Faizal

    September 17, 2007 at 5:14 am

  23. Yang namanya business pasti ada gagalnya, so gak pernah takut buat gagal adalah salah satu modal utama. Perkara mau 100% berbisnis maupun jadi sambilan adalah no problem. Nyatanya bisnis sambilan juga banyak yang sukses :-)

    andrias ekoyuono

    September 17, 2007 at 6:48 am

  24. hehe, my bro…
    kita sering plan plan tp jarang action action action…
    yg pertama lu siapin mental, itu aja. kayanya mental usaha lebih ringan dibandingkan mental kawin deh,,, kekekek

    kedua ya action kan plan lu, perihal gaji jgn jadikan yg utama dulu krn lu baru mulai… tapi sejalan nya waktu ada yg sangat membedakan antara pegawai dan pengusaha. WAKTU untuk mendapatkan uang…

    buat yg benci bgt ma ROBERT, ya dia bukan pengusaha skala UKM, diakan bisnis owner, jd biar ditinggal ttp aja jalan, invest dmn2… gue bukan penggemar robert hanya pengamat saja.

    kodhim

    September 17, 2007 at 8:42 am

  25. Menarik baca postingan tentang kapan saat jadi wirausaha. Menurut saya, kalau memang niat jadi wirausaha, antara lain :
    1. Harus punya niat dan motivasi kuat, untuk apa jadi pengusaha.
    2. Harus diawali sedini mungkin, jangan tunggu mau pensiun, umur 40-an atau 30-an, pokonya awali sedini mungkin.
    3. Cari network seluas-luasnya. Tanpa network, bisnis nggak bisa jalan. Sekaligus ciptakan image bahwa kita bisa dipercaya, capable, dan punya niat melayani.

    Saya coba sharing pengalaman pribadi saya.
    Saat masih kuliah di bulaksumur, saya sudah bantu-bantu calon permaisuri jualan bbrp barang kerajinan. Hasilnya gak seberapa, tapi seneng bisa dapet duit.
    Sekarang setelah lama kerja di migas, keinginan itu masih ada. Bahkan niatan itu lebih kuat, tapi sementara ini masih saya pendam keinginan itu, sambil menungu saat yg pas untuk total betul-2 terjun jadi wirausaha. Saat ini saya sedikit-sedikit nyicil beli lahan, dan kalau siap mau bikin kontrakan yg banyak, perkebunan, rumah makan taman atau taman bermain anak-2, mirip disneyland lah, he..he…. Pertimbangan saya beli lahan karena lahan/tanah/property adalah komodity terbatas yg nggak pernah nambah dan setiap waktu makin banyak orang yg butuh. Rencananya, nanti sang permaisuri yg akan menghandel, sementara saya fokus kerjo di migas. Kalau aku sich, saat ini masih kerasan kerja di negeri jiran, tapi punya cita-2 bisa bikin oil co sendiri (ihik-ihik, mimpi kali ye?).

    Betul sekali Mas Faizal, dalam berwirausaha yg penting ACTION, ACTION dan ACTION ! Saya setuju dengan konsep pemikiran Kiyosaki, karena saya saat ini menerapkan prinsip dia. Saya pun terinspirasi meniru cara bisnis Kiyosaki setelah berdiskusi dengan bbrp kawan, dan terutama dg permaisuri. Seperti kata Mas Kodhim, saya bukan pembela teori Kiyosaki, saya berusaha menyerap semua ilmu dari berbagai sumber, tentunya setelah melalui pemikiran dan diskusi yg intensif dg bbrp orng-2 terdekat saya.
    O ya, selain itu, siapkan juga proteksi (ikut asuransi, investasi yg safe atau apalah), just in case something happens dimana kita nggak sanggup kerja lagi, kita masih bisa mempertahankan gaya hidup kita. jadi masih punya income gitu loch..

    mbah_sastro

    September 17, 2007 at 3:07 pm

  26. @kodhim
    “……buat yg benci bgt ma ROBERT, ya dia bukan pengusaha skala UKM, diakan bisnis owner, jd biar ditinggal ttp aja jalan, invest dmn2…….”

    nah inilah ciri2 pengagum robert yg membabi buta, memulai usaha aja belum udah ngimpi klo bakal punya usaha yg meskipun dtinggal tetap jalan (uang bekerja untuk kita)…halah2x

    klo saya sendiri sekarang ini cenderung menjadi karyawan, tapi gaji yg kita peroleh kita manfaatkan sebaik2nya (setelah bayar zakat), misalnya : buat beli tanah, property sebanyak2nya.
    simple aja kan, gak perlu teori macem2.
    ato kalo mo dagang, dagang aja, jalani dengan sepenuh hati jgn cuma berteori.

    tekre

    September 18, 2007 at 1:03 am

  27. hari ini..
    berarti 23 hari lagi saya duduk di kantor ini..
    saya sudah mengajukan pengunduran diri saya tgl. 11 sept kemarin .. dan 11 oktober is the last day in my lovely office ..

    kenapa tgl 11 karena saya pengikut teori para pembantu yang mudik kampung dan tidak kembali lagi setelah idul fitri ..he..he..

    tujuan saya keluar adalah membuat usaha sendiri..
    yeah..it’s my dream!! mimpi-mimpi dan mimpi yg harus saya wujudkan..

    selama ini saya bekerja nyaman sekali sebagai desainer produk dan perusahaan mencoba menahan keinginan saya utk keluar tapi saya punya alasan kuat yg saya kemukakan pada GM :
    ” saya ingin mencoba menjadi kepala dan tidak ingin menjadi tangan atau kaki lagi..karena kaki atau tangan jika di amputasi masih bisa hidup..mungkinkah kepala di amputasi ??..saya ingin menjadi kepala !! ”

    usia saya sudah 29 tahun .. (have 1 wife & 1 kid)
    saya harus berdiri.. saya harus bangkit !!
    saya harus bisa !! karena dengan terpaksa manusia menjadi bisa !!

    saya tidak perduli apabila pendapatan saya lebih kecil dibanding ketika saya bekerja !! toh hidup adalah pilihan !!

    Keluarlah anda dari SAFE ZONE anda !!
    SEMANGAT !!! HIDUP !!! RAIH MIMPI ANDA !!

    heaven it’s not place .. it’s a feeling

    eko

    September 18, 2007 at 6:42 am

  28. - tekre….

    apa salah nya kita mimpi punya bisnis yg bisa kita tinggal ttp jalan… kan mimpi itu bisa kita jadikan sebuah target usaha kita. visi mungkin klo perlu. :p
    setiap orang yang bedagang (skala kecil) nantinya pasti akan mengarah pada itu (ditinggal tetep jalan), prinsip itu pasti mereka akan berusaha raih. bahkan jika mungkin nantinya ditinggal setaun lebih pun masih bisa jalan dan bahkan berkembang. sedangkan owner nya expand bisnis…

    ini kan mengarah pada teorinya kiyosaki sebagai bisnis owner…
    kita punya uang, kita bikin sistem usaha, sistem yang muterin duit kita… kita mikir lain.

    kodhim

    September 18, 2007 at 6:53 am

  29. Sedikit share mengenai wirausaha, saya dulu pernah kerja 10 tahun, terus coba2 di bisnis komputer, tapi berjalan 3 bulan, udah ketakutan, karena belum bisa menghasilkan keuntungan, alhasil, usaha diteruskan permaisuri, dan saya balik jadi karyawan, setahun usaha kami tutup, permasuri jadi karyawan lagi hingga sekarang. Niat untuk usaha sendiri terus ada, dan juga arahnya ada, tapi selalu takut rugi dan modal tidak cukup. Teori memang mengatakan ACTION ACTION AND ACTION, tapi kalau gagal, anak istri mau makan apa. Ini memang dilema. Idealnya, menurut pemikiran saya, memang kerja sambil usaha, terutama yang sudah berkeluarga, kalau usaha kira2 udah menampakkan kemajuan, barulah pekerjaan dilepas….

    Tommy

    September 18, 2007 at 7:38 am

  30. Sharing yah….
    Saya sekarang udah hampir 3 taon kerja di PT X di sebuah kota di JATIM (samaan ama kota asalnya nyonya Anjar) and sekarang udah jadi kepala perwakilannya. But… di rumah aku nyambi jadi freelance translator, itu udah dijalanin sejak kuliah tahun 1999, tapi waktu itu ngga serius2 amat, dan dengan tarif yang minim banget….. Trus tahun 2005 kemaren aku mulai expand cari bisnis sejenis di internet. And you know what, here the adventure began. Ternyata di internet tarif jasa sejenis apalagi untuk luar negeri berpuluh2 kali lipat. Bahkan gaji sebulan di PT X bisa terlibas hampir 6 lipat dengan bisnis ini.

    Tapi waktu aku ngomong ama staf di kantor kalo aku pengen resign dan konsen di bisnis ini aja (secara aku jadi sering kurang tidur dan konsentrasi terganggu karena ada klien terjemahan yang telp waktu aku lagi meeting ma klien di kantor), dia bilang “jangan Mba, mendingan bisnis jalan, kerjaan tetap juga jalan, jadi balance, karena bisnis kan ada pasang surutnya”…. ups… jadi mundur satu langkah. Kepikiran juga neh, wah kalo ngga ada order sama sekali gimana dong? (lagian suami juga nekad resign duluan gara-gara bisnis Desktop Publishing lewat internet juga). Kalo bener2 kejadian ngga ada order, trus ngga ada penghasilan tetap, trus si junior mau dikasih susu apa? Trus KPR siapa yang bayar? Alamak…….

    Tapi…………… uraian mas Eko di atas memberikan sedikit titik terang. So, sooner or later PT X bakal cari kepala perwakilan baru nih………………….. :D

    Dee

    September 18, 2007 at 5:02 pm

  31. mngkn modal utama (dari segi mental) buat wirausaha adalah bisa menepis rasa malu dan ragu2. terus bisa smart risk taking. memilih usaha di bidang yg kita cintai and have passion for, bukan yang sekedar lagi trend dan tampak bisa menghasilkan uang bnyk dan mudah.

    entahlah yah..ini hanya berdasarkan pengamatan terhadap mantan pacar yang skrng sudah jadi suami :)

    hehe..ttg elit atau ga di mata calon mertua sih..gimana mata mertuanya aja mas yuki :) yang penting sabar dan yakin sama diri sendiri.

    lei

    September 19, 2007 at 2:18 am

  32. Ikut share ya.. Wirausaha itu susahnya luar biasa dibanding bekerja. Lebih2 yang sudah punya tanggungan keluarga. Resikonya bukan cuma bisnis yang hancur, bisa jadi dua2nya. Jadi kalo banyak yang lebih suka kerja wajar aja. Manusiawi dan masuk akal jika yang dicari yang lebih gampang dan aman. Wajar juga kalo yang sudah coba berusaha tdk tahan akhirnya kembali bekerja.

    Namun yang gampang dan aman biasanya membuat kita jadi keenakan, membuat kita takut, membuat kita tidak pd. Membuat kita jadi kurang berkualitas. Bandingkan kulitas pengusaha sukses dengan pekerja karir yang hebat, ada perbedaan antara keduanya.

    Apapun profesinya yang sering ditempa kesulitan, pandai, tangguh bermental baja, fokus, mencintai pekerjaan / usahanya dan mampu meliwatinya dengan baik dialah yang lebih berkualitas.

    Gandhi Purwanto

    September 19, 2007 at 8:21 am

  33. Banyak orang yang maksudnya bermental enterpreneur, tapi malah ‘keblinger’ jadi orang yang gelap mata, membabi buta, dan cenderung meremehkan profesi dan bahkan pendidikan.

    Sering kali kita dengar, banyak ungkapan “ah ngapain sih kuliah pinter2 kalau nanti cuman jadi kuli. Liat tuh Bill Gates yang ga pernah kuliah juga kaya raya” atau “ah kuliah cuman teori, gak penting lah, bisnis gak butuh teori tapi keberanian dan insting”.

    Benarkah ?

    Dari pengalaman saya, kelompok orang seperti ini biasanya adalah kelompok orang yang frustrasi secara akademik dan karir, sehingga tidak membandingkan dg apple-to-apple.

    Untuk membangun bisnis yang nanti hasilnya bisa comparable apple-to-apple dengan kesuksesan orang yang kerja di MNC bergaji dolar, tentu gak bisa sekedar bermodal keberanian, nekad dan insting. Apalagi freshgraduate.

    Saya orang IT, banyak teman2 kuliah saya dulu yang menggebu2 termakan jargon2 enterpreneur yang ngawur, sehingga selepas lulus mereka langsung investasikan uang ortunya ratusan juta buat warnet, atau modal jutaan bikin software house, dll.

    1-2 tahun pertama bisa jadi memang ada income dari sana. Tapi selanjutnya ? Cmon, bisnis bikin software gak bisa dijalanin cuman dengan modal S1 yang ngga kelar2 (kayak saya hehe) atau pengalaman 1-2 kali ngerjain proyek aplikasi book rental atau apotek. Absolutely no, man ! Kecuali kalau yang kita maksud “bisnis” adalah income 2-3 jutaan sebulan.

    Sekali lagi, apple-to-apple. Kalau loe adalah orang kebanyakan yang karirnya mentok di gaji 2-3 jutaan, ya it’s worthed to do something else. Tapi buat career people yang udah bagus education backgroundsnya, dan dapet companya yang bagus, macam mas Anjar di EY, lanjutin aja !

    Tapi buat yang memang memilih jadi enterpreneur, juga tidak salah, asalkan konsekuen dan tidak membabi buta. Jangan terlalu banyak makan buku2 motivasi bisnis yang seakan2 menganggap segala2nya mudah.

    Goodluck.

    Ant

    September 19, 2007 at 12:41 pm

  34. @Ant
    “Tapi buat yang memang memilih jadi enterpreneur, juga tidak salah, asalkan konsekuen dan tidak membabi buta. Jangan terlalu banyak makan buku2 motivasi bisnis yang seakan2 menganggap segala2nya mudah”

    setuju sekaleeee…
    dulu saya punya teman, yg tiap bicara pake teori kiyosaki mulu, bahkan dia sudah ikut pelatihan sana sini untuk berbisnis, memang saat itu karir dia sedang “tanpa harapan”.
    sekarang, posisi dia sudah bagus, dan kesempatan untuk naik ke posisi diatasnya semakin terbuka lebar (dia sudah diikutkan diklat macem2 yg disyaratkan utk menduduki level atas)
    apa yg terjadi ?ketika saya tanya kapan mo keluar kerja ? ktnya mo bisnis ?
    dia cuma tertawa, dan sudah tidak terucap lg kata2 indah kiyosaki.
    padahal dulu orang tuanya sampe nangis2 menahan keinginan dia untuk keluar kerja.

    menurut saya, semua orang bebas menentukan jalan hidupnya masing, toh resiko ditanggung sendiri.
    tidak ada critanya, pebisnis derajatnya lebih tinggi drpd karyawan di mata Tuhan, yg membedakan ya cuma tingkat ketakwaannya…betul ?

    tekre

    September 20, 2007 at 1:04 am

  35. cuma mo sharing….
    jangan lupakan ilmu akuntansi, banyak temen yang usahanya dah jalan dengan bagus yang keblinger gara2 meremehkan akuntansi, akhirnya usahanya jadi ambruk.

    popo

    September 20, 2007 at 1:42 am

  36. Setuju ma Mr. Popo, sistem akuntansi yang sederhana sekalipun harus diterapkan dalam bisnis sampingan untuk memantau cash flow dari bisnis kita. Karena uang bisnis rentan sekali untuk bercampur dengan uang untuk keperluan pribadi.

    Dee

    September 20, 2007 at 3:59 pm

  37. Wah telat nih. Tapi topik yang bagus memang harus nambah sub topik lagi nih. Bagaimana sih perbandingan kualitas leadeship seorang pengusaha dengan karyawan. Menurut saya topik ini berguna bagi mereka yang memilih jalan hidup di politik.
    Kalau menurut saya sih kharakter seorang pengusaha semestinya berbeda dengan yang memilih menjadi karyawan, terutama dalam leadershipnya.

    Coba liat aja kualitas SBY dengan Yusuf Kalla. SBY terkesan kurang tegas dan berani dalam melaksanakan keputusan, lebih memilih posisi “aman” sedangkan Yusuf Kalla terlihat berani dan lebih visioner. Coba lihat program 10.000 MW, konversi minyak,meminta Jepang mendirikan pabrik di Indonesia dan bukannya memberikan gas ke negara itu sesuai permintaan Jepang,a dan komentar 2 yang lugas lainnya dari Kalla. (Bahkan Kalla sebenarnya tidaklah 100% jiwa pengusaha, karena bisnisnya sudah dirintis orang tuanya).
    Menurut saya posisi sebagai karyawan yang mencari aman dan nyaman dibawah orang lain sebagaimana SBY yang selalu dibawah orang lain selama hampir sepanjang kariernya, kecuali saat terpilih jadi Presiden, telah mewarnai kinerja kepemimpinannya yang tidak mau ambil resiko dan cenderung datar (walaupun memang lebih baik dibanding Soeharto, Habibie, Gus-Dur, Mega). Nb: Jika Soeharto-(korupsi +Anti demokrasi), Soeharto jauh lebih baik(mungkin karena sudah menjadi pemimpin dalam usia yang lebih muda)
    Selain itu hampir semua politisi kuat di negara kita saat ini adalah Pengusaha atau Dosen. Dua profesi yang memiliki tingkat independensi tertinggi dibanding profesi lainnya.
    So, apakah benar pendapat saya, yakni bagi mereka yang ingin berjuang di area politik dan merasa ingin menjadi pemimpin masa depan, sebaiknya melatih mental dan kharakter melalui jalur hidup penuh resiko, yakni pengusaha. Tolong koreksi (apalagi yang sarjana psikologi, nimbrung dong discuss sub topik ini)

    muhamadrasul

    November 3, 2007 at 6:29 pm

  38. Ikutan sharing, mudah mudah-an bisa jadi masukan. Cerita mengenai diri saya.

    Saya berumur di atas 35 tahun, S2, bekerja sebagai manager, penghasilan OK, rumah dan kendaraan ada. Dan di promosikan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.

    Tapi saya berniat memulai usaha secara TOTAL dalam 2 – 3 bulan ini. Alias berhenti dari pekerjaan.
    Meninggalkan kondisi yang aman ke kondisi yang tidak pasti.
    Meninggalkan comfort zone ke un-comfort zone.

    Usahanya sudah saya mulai 1 tahun yang lalu, tapi hanya sebagai sampingan dan hasilnya kecil sekali.

    Alasan memulai usaha sendiri :
    1. Perusahaan yang besar, karena mempunyai visi yang besar.
    Saya punya mimpi dan ingin memuwudkan mimpi tersebut. Jika menjadi karyawan tidak mungkin saya mencapai mimpi tersebut.
    Saya tidak ingin berada di comfort zone, saya ingin berada di Great life.

    2. Usaha yang saya mulai setahun yang lalu tidak berjalan maksimal.
    Maka saya harus dalam kondisi terpaksa untuk benar benar total, karena jika tidak, keluarga saya tidak bisa makan. Maka saya harus keluar dari pekerjaan saya.

    3. Selalu berpikir positif.
    Jika belum apa-apa sudah berpikir negatif.Takut tidak laku, takut gagal. Maka tidak akan pernah jalan.
    Jika kita berkeinginan berwirausaha, harus berpikiran positif, usaha kita akan berhasil, usaha kita akan sukses.

    4. Tidak perlu semuanya harus sudah lengkap, sudah serba siap. Kapan di mulainya jika harus begitu.
    ”You don’t have to be great to get started, but you have to get started to be great,” (Anda tidak perlu menjadi besar dulu untuk memulai, tapi Anda harus memulai dulu untuk menjadi ”besar”, begitulah yang dikatakan Les Brown).

    5. Tidak ada yang instant. Semuanya membutuhkan proses.
    Waktu belajar sepeda pasti jatuh berkali kali. Karena tetap kita berusaha akhirnya kita bisa naik sepeda.
    Berusahapun pasti begitu, pasti akan jatuh. Tapi di sana kita belajar mengapa jatuh. Jadi kita akan sukses nanti, Jika kita berhenti dan pindah ke bidang lain, artinya memulai lagi suatu bidang dari nol.

    6. Terakhir, saya mendapatkan itu semua, karena kata orang bijak :
    Jika ingin sukses, bertanyalah pada orang yang sukses berusaha, bukan pada orang yang gagal atau mundur dari usahanya.

    jauhari

    November 16, 2007 at 2:39 am

  39. 6. Terakhir, saya mendapatkan itu semua, karena kata orang bijak :
    Jika ingin sukses, bertanyalah pada orang yang sukses berusaha, bukan pada orang yang gagal atau mundur dari usahanya.

    betul juga sih, tapi ada juga yg bilang “jangan pernah belajar dari kesuksesan orang lain, karena setiap orang mempunyai jalannya sendiri utk sukses, belajarlah dari kegagalan orang lain agar kita bisa berhati-hati jika (kebetulan) melewati jalan yang sama”.

    ok deh mas selamat yaa,….

    ikow

    November 16, 2007 at 3:57 am

  40. maaf perlu sedikit meluruskan pemahaman “bertanya pada orang yang sukses”

    untuk mencapai kesuksesan pasti ada harga yang harus di bayar, pengorbanan dan kendala kendala yang di hadapi.
    Proses yang harus di jalani sehingga menjadi orang sukses.

    Dengan bertanya pada orang sukses, artinya kita mempelajari bagaimana dia menghadapi semua kendala kendala tersebut, hal inilah yang kita perlukan untuk maju terus.

    Jika bertanya pada orang yang gagal, orang yang keluar atau menyerah dengan kendala yang terjadi, maka kita harus meraba raba langkah apa yang harus kita lakukan.

    Kita mempunyai jalan hidupnya masing masing, pertanyaanya ; apakah kita sudah memaksimalkan potensi yang kita miliki. Kita di lahirkan untuk menjadi pemenang. Terserah pada diri kita masing masing.
    Seberapa besar mimpi kita . .

    jauhari

    November 19, 2007 at 3:13 am

  41. saya punya usaha tapi sekarang bangkrut
    menderita kerugian yang banyak, untungnya saya masih bekerja jadi masih eksis
    tapi saya tidak akan putus asa saya ingin berusaha lagi

    ryanto

    November 25, 2007 at 1:04 pm

  42. share sedikit … sekarang ini saya baru lulus (wisuda oktober kemarin)

    sementara masi cari kerja (blom dapet2 nih)

    so far yg dilakukan adalah jualan lampu mobil (bisa dilihat di blog) dan lumayan buat sekedar nambah uang jajan (bisnis ini udah jalan 1 thn lebih)

    tp skr binun.. apa mending kerja aja atau terus bisnis

    soalnya byk yg bilang. kalo abis lulus ga kerja2 dan suatu saat mau bekerja jadi susah (gak ada pengalaman)

    mungkin rekan2 di sini bisa bantu

    thx

    Chris

    November 25, 2007 at 7:13 pm

  43. Salam

    Maef nech ikut nimbrung MAS, :)..
    “…Kerja itu cermin kehidupan….!!!..” , Asik Juga Nech Kalimatnya,,dari judul post lainnya di mas anjar

    Bisnis Itu kalo dilakukan sesuai kesenangan/hobi kita akan merasa enjoy dan nggak terbebani. Apalagi dapat menjadi topangan hidup kita. Sabar dan Yakin..Semuanya pasti Bisa

    Sama nech…!!
    Awalnya saya minder aja tentang masa depan saya. Jujur waktu lulus tahun 2000. Saya Frustasi Gak masuk AKPOL pas seleksi terakhir dan UMPTN saya gagal. Saya Hanya masuk di Program Diploma di Universitas Brawijaya.

    Disana selama setahun saya menimba ilmu di bid IT, dan bekerja sambilan sebagai OP di warnet. Dari sana saya berniat membuka bisnis ini sambil kuliah.

    Alhamdulillah di tahun berikutnya saya masuk UMPTN di Universitas negeri surabaya dan mengambil jurusan elektro komunikasi. Kepindahan saya disurabaya malah membingungkan saya untuk masuk kebisnis ini karena banyak yang kolaps di thn-2 itu (2001-2002).

    Saya malah membuka bisnis suplier sayur dan buah ke resto dan rumah sakit **lumayan nech..,hasilnya**, berbekal koneksi temen-2 di malang dan pedagang lokal di pasar keputran ( praktis bisnis warnet sedikit terlupakan dan hanya survei pasar selama 3th).

    Nov TH 2004 (Berkah Alloh Kpd Saya)
    Di bln ini mungkin saya diberi kesempatan, saya menyewa tempat strategis di deket kampus saya yang akhirnya saya dirikan warnet. Dari sini semuanya berawal, setelah 10bln BEP, bisnis yang dulunya sulit mendapat sokongan dana dari perbankan, lambat laun saya dapatkan.

    Singkat Cerita :
    Rmh Yang Dulunya sewa dapat kita beli,Dukungan Dari Perbankan Kita Dapatkan.

    ++ Jualan sayur dipasar tetep (hehehehe….)

    Sekarang Saya Masih Menimba Ilmu di ITS Manajemen Industri (S2-MMT ITS)

    Kedepan pengennya jualan hasil bumi Indonesia Ke Negara -2 Eropa Timur…

    (Nb. Ada yang bisa ngajarin bhs rusia,slav,rtc nggak…heheh)

    Kibojong

    Desember 6, 2007 at 7:14 pm

  44. apakah betul bahwa untuk menjadi pengusaha itu sebaiknya melewati jenjang profesional dulu ? (sehingga butuh transisi)

    Ataukah seharusnya dimulai sedini mungkin?

    bank_al

    Desember 9, 2007 at 5:09 am

  45. segala sesuatu itu dimulai dengan niat dan diakhiri dengan usaha maksimal untuk mencapainya….simpel ya…tapi butuh mental dan tentunya dukungan dana tergantung dari usaha apa yang akan dijalani….banyak sih yang bisa saya share mengenai usaha ini, saya adalah pelaku bisnis pemula yang ingin menjadi pebisnis yang sukses dan barokah…
    kalau ingin share ke blogku aja…..
    salam eva

    Eva

    Januari 4, 2008 at 9:59 am

  46. sebaiknya memulai usaha ya mulai aja… nanti dalam perjalannanya belajar, belajar dan belajar. Just Action

    Resto

    Juli 2, 2008 at 6:40 am

  47. Peluang kerja apa setelah pensiun ? dagang/jualan bila belum mempunyai kemampuan berbisnis.
    Mohon penjelasannya. Tks

    bambang triono

    Agustus 20, 2008 at 8:26 am

  48. aku punya modal buat usaha restoran yang sederhana dulu…tapi masih ragu dan bingung buat memulainya….lokasi ada di bogor, dekat dengan perumahan estate dan komplek perkantoran..intinya di daerah strategis……ada yg bisa kasih tips langkah lang yg baik buat usaha saya nanti…

    mas4gung

    November 17, 2008 at 1:39 am

  49. Dibutuhkan jiwa pemberani untuk memulai suatu usaha

    syamsudin

    November 30, 2008 at 7:42 am

  50. Modal utama adalah bukan keberanian. Tapi keterpaksaan. Sy sudah mengalami ngelamar sana sini sampai ratusan lamaran. Ada panggilan juga sih tapi kagak ada yg lulus. Daripada jadi pengangguran ya kerjain aja apa yg bisa dilakukan. Jadi buruh ketik. Kebanggaan Lulusan PTN ternama sy buang jauh2. Persetan gelar sarjana. Setelah menjalani hampir empat tahun, ya perasaan biasa2 saja, ngga minder. Otak jalan terus bgmn spy jualan nambah. Ilmu yg diterapin jg ngga canggih2 kayak di bangku kuliah. Alhamdulillah sy lancar-lancar aja usahanya. Mengalir seperti air. Saat ekonomi sdh cukup nih, iseng2 ngelamar kerja. Eh malah diterima, padahal ngga pake fotokopi ijazah. Sy mulai karir dari bawah. Dan skrg sy jadi manajer di perusahaan swasta. Tapi mental sy sdh terbentuk sbg pedagang. Naluri sy tetap bukan sbg orang kantoran. Sy hanya ingin membandingkan saja. Ternyata masih lebih enak kerja sendiri. Di kantor terlalu byk birokrasi. Materi udah cukup, tapi yg sy butuhkan adalah KEBEBASAN. Titik.

    Wong nDeso

    Januari 21, 2009 at 3:23 am

  51. Tentang kapan memulai usaha, ada aspek penting perlu dicermati :

    Bidang Usaha yang digeluti mesti hal yg disenangi (lebih baik bila termasuk hobby) sebab saat omset turun tetap semangat.Dan ga gampang nyerah ato pindah bidang usaha.Tanpa terasa bisnis naik lagi.

    Satu hal lagi.
    Jangan abaikan potensi anda sebagai pekerja yang sukses.
    Jgn mudah teriming-iming mencapai kebebasan finansial padahal potensi sebagai pegawai/karyawan belum maksimal (mencapai jenjang karir optimum, ato pindah ke perushaan dengan system benefit yg baik).

    Karena tdk setiap orang punya potensi bisa bertahan dalam berbisnis. Ada yg bilang (walau kontroversial !) faktor genetis bisa saja menentukan, berapa orang di keluarga besar sukses berbisnis, apakah banyakan jd pegawai yg sukses ?

    tresna

    Januari 21, 2009 at 7:53 am

  52. ikut Nimbrung mas…
    saya mantan staff IT yang memutuskan untuk memulai sebuah usaha (jualan makanan) G nyambung kan..?? hehe.
    tp saya tertarik dengan kata” dari Les Brown yang disampaikan oleh mas jauhari ”You don’t have to be great to get started, but you have to get started to be great,” (Anda tidak perlu menjadi besar dulu untuk memulai, tapi Anda harus memulai dulu untuk menjadi ”besar”. memang action harus tp saran saya perencanaan jg penting untuk meminimalisir resiko. terakhir buat calon pengusaha saya berpesan “kita akan dapat apa yang kita inginkan jika kita dapat memberikan apa yang orang butuhkan” think about it

    Willy

    April 27, 2009 at 1:27 am

  53. wah boleh curhat nih..
    memulai usaha udah sering gue lakuin. ternyata banyak pelajaran yang gue dapet..

    dari usaha jadi tukang foto anak sekolahan sampe usaha jasa air bersih yang gue anter ke kamar mandinya orang2 tiap hari dan usaha Wartel yang gue tutup karena kejamnya Vendor2 kelas kakap.. dari posisi enak sampe gue akhirnya harus rajin ke warnet untuk cari lowongan lagi udah sering gue lakuin..

    hingga saat ini pun gue masih tetap ke warnet lagi..
    emang kuncinya ada dikata KONSISTEN…Istiqomah katanya Aa`.

    ada 3 hal yang gue belum sanggup njalanin usaha :
    1 . Konsisten terhadap keuangan
    so.. dari usaha yang udah gue jalanin soal keuangan kita harus TOTAL pada budget yang udah kita alokasikan buat usaha kita dan tidak boleh diganggu gugat… nah itu dia yang susah, apalagi usaha yang dimulai denggan modal minim…kebutuhan sehari2 bagaimana bro?

    2. Konsisten terhadap waktu.
    Emang sih namanya usaha sendiri itu emang sesuka kita aja.. kitakan manager sekaligus karyawan inti dari usaha kita..,so.. dari yang udah gue lakuin gue cendrung ninggalin usaha gue karena gue ngelihat ke langit banyak awan2 indah yang bisa jadi peluang baru dan kesenangan2 baru lagi…berhubung tangan, kaki dan indra yang laen kecuali mulut dan … gue yang sempurna ini hanya diberi jatah sepasang ama Tuhan.. yah gue tinggal lah usaha gue yang baru jalan untuk terbang meraih awan indah itu.. begitu terus.. Kalo kata salah satu pelanggan gue bilang kita Harus TOTAL ama waktu kita sampai usaha kita emang bener2 dapat kita lepas tanpa harus kita hentikan..Kalo kata orang tua gue sih ngelihat KONSISTEN usaha gue kalo dalam 2 tahun tuh.. usaha ada hasilnya dan tetep berjalan normal.. dibawah 2 tahun mereka masih belum ngangep blum apa2 ama usaha gue. emang bener gue paling kuat buka usaha cuma 1 tahun aj….

    3. Konsisten terhadap Liarnya pikiran kita..
    Nah ini yang susah kalo katanya instruktur senam yoga yang pernah gue tau dari CD yang dibeli cewe gue katanya butuh KONSENTRASI.. kalo cuma 45 menit gue duduk diatas matras konsentrasi ama gerakan yang ditunjukin ama instruktur sih oke2 aj.. tapi kalo 2 tahun gimana? kunci dari “KONSISTEN yo ngono le” kata mbah 2 yang sering beli air gue… jadi TOTAL terhadap pikiran kita tuh juga jadi tantangan..

    kalo emang mau buka usaha sendiri emang harus bisa membentuk Team ato ada orang kepercayaan kita untuk bisa bantu2..yang punya kesamaan dari ketiga hal diatas deh… “wah gue ngutip lagi nih” kalo katanya THUFAIL AL gHIFARI BILANG “rejeki kita takkan mungkin diambil orang lain dan amal kita juga takkan mungkin dilakukan orang lain” nah tegantung kita mau cari rejeki kita bagaimana?
    mau seperti air mengalir dari sungai yang mengalir dari puncak gunung ato mau ngambil rejeki kita dari botol teh dingin yang ada di depan komputer yang isinya cuma 220 ml.

    terserah elu2 pada..
    thanks bro gue bisa curhat.. kalo ada yang posting lagi kabarin gue bro

    lordseageat

    Mei 11, 2009 at 5:42 am

  54. mendingan di pikir masak masak klo mau usaha apalgi dengan modal besar… saya berani ambil resiko usaha dengan KMK bank… malah sekarang saya pontang panting.. padahal usaha saya di bidang yang menjanjikan car wash. aneh memang…nda sesuai dengan harapan saya semuanya… yang ada StreZzzz!!!!! padahal saya sudah terjun langsung!!! SDM indonesia payaahh semua!!! gaji juga sudah sistem persen!!! pendidikan indonesia terlalu rendah kwalitas nya. hingga untuk karyawan cuci mobil aja susah nya minta ampun mau cari yang bener bener niat kerja. salon mobil juga sudah ada. ganti oli pun sudah ada. harga bersaing… tolong dong bantuin!!!!

    andi_sabar

    Mei 12, 2009 at 9:09 am

  55. kapan waktu memulai usaha?
    1.kepepet x1000 kali.
    2. action!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    single-fighter

    Mei 12, 2009 at 3:03 pm

  56. Coba anda list kemungkinan usaha disekitar anda, jangan jauh jauh. Coba dianalisa mana yang modal paling kecil, biasanya sih yang bersifat jasa. Lihat juga mana yang bisa dikerjakan tanpa meninggalkan pekerjaan (lebih aman kalau pekerjaan lama tidak ditinggalkan). Periksa berapa waktu luang anda untuk kerja sampingan. Bila waktu sedikit, coba gabungkan dengan istri anda atau keluarga anda yang lain yang punya waktu luang. Jangan berharap usaha langsung hasil, anda harus pikirkan 6 bln atau sampai 1 tahun bila usaha ini belum berhasil anda harus sediakan dana berapa? dan sumber dari mana? Sebelum melaksanakan usaha, sebaiknya lakukan survei kemana anda akan memasarkan , berapa harga pasaran yang layak dan dari mana aja bahan yang akan didapat (pemasaran adalah hal utama), biaya apa saja yang harus dikeluarkan perbulan dan berapa omset yang harus anda raih agar impas. Jangan terpancang pada margin yang tinggi tapi hitung pula berapa rate penjulan yang mungkin anda raih dalam sebulan. Margin kecil tapi bila rate penjualan perbulan tinggi hasil bisa baik. Jangan terfokus pada hasil yang sedikit tapi fokuslah pada apa yang konsumen inginkan tentang hasil kerja anda.
    Saya pernah dan sedang bekerja sebagai karyawan, yang mana perusahaannya ada yang tutup. Pernah usaha sampingan MLM, jual baju, mainan anak, programer computer, jual computer frelance dan terakhir bekerja sama dengan istri membuka toko listrik dan sudah hampir 3 tahun berjalan. Pagi dihandel istri dan 1pegawai, malam saya jaga. Tanggungan 3 orang anak paling besar kelas 2 SD. Berat! tapi saya berusaha untuk tidak menyerah! Semoga tulisan saya bisa menyemangati anda!

    rendy

    Mei 14, 2009 at 8:35 am

    • untuk orang indonesia yang ingin menjadi sukses tak usah jadi orang pinter pinter orang bodo juga bisa kok, yang terpenting adalah memulainya, bukan seberapa pintar, hebat, dan besarnya keinginan. kalau cuma punya keinginan saja itu tidak cukup. yang terpenting adalah memulai, dan tak usah takut gagal, karena gagal adalah bagian dari keber hasilan . tak ada keberhasilan tanpa kegagalan sebelumnya. karena dengan kegagalan itu kita akan tambah pengetahuan

      “LAKUKAN” itu kunci sukses

      kalau tak mau dan cuma nunggu terus tak akan sukses lah.

      Sadino

      Mei 29, 2009 at 7:14 am

  57. Kebanyankan para pengusaha sukses berawal dari kepepet”,
    tidak punya pilihan lain untuk mencari sumber penghasilan.Lain halnya dengan para profesional yang terjun didunia enterpreneurship, banyak yang gagal karena sedikit saja usahanya merugi mereka akan berpikir untuk beralih kembali kedunia kerja alias jadi karyawan” kembali.

    Mungkin ini sedikit tips bagi para profesional muda yang ingin memulai usaha:

    1.Anda harus focus pada bisnis yang anda geluti (jangan berpikir hanya sebagai usaha sampingan)

    2.lupakan semua pikiran tentang enaknya mejadi karyawan yang medapatkan gaji tiap bulan

    3.Jangan terlalu berorintasi pada profit semata saat memulai usaha

    4.Apabila bila usaha yang anda geluti melibatkan banyak karyawan, maka pikirkanlah untuk kesejahtraan mereka dulu, apabila mereka sejahtra mereka akan slalu mendoakan kita untuk cepat sukses

    5.Jangan gunakan uang hasil usaha anda untuk hal yang tidak bermanfaat walau hanya satu rupiah saja.Dan jangan lupa sedekah ke anak yatim sebanyak-banyaknya.

    6.Awali selalu dengan doa’ apabila memulai usaha, jangan pernah berpikir bahwa semua pengetahuan kita cukup mampu untuk memulai usaha, tapi berpikirlah kita berusaha agar kita dapat berbuat kebaikan lebih banyak lagi.

    7.Curahkan segenap waktumu,pikiranmu juga tenagamu pada usaha yang anda tekuni, berpikrlah bahwa bekerja adalah ibadah dan dekatkan dirimu selalu pada TUHAN..,
    karena hanya DIAlah yang mampu mewujudkan apa yang anda inginkan.

    Thaks

    Suryana

    Agustus 26, 2009 at 4:29 pm

  58. Bagaimana usaha yang mudah setelah pensiun dari Pegawai negeri

    bambang triono

    Agustus 27, 2009 at 7:23 am

  59. Sharing sedikit, saya sekarang masih kerja tapi juga usaha sampingan, dr kecil memang saya suka bisnis, tapi malah sampai sekarang belum berani untuk resign kerja. Suami yg baru tau bisnis malah nekat resign beberapa bulan lalu, mulai usaha buka counter ice cream tapi ditipu sama rekanan, akhirnya tutup sekarang mulai lagi buka gerai tetapi belum menghasilkan. Tapi niatnya untuk jadi pengusaha sukses tetep ngga surut :) karenanya walaupun saya harus menunda resign saya (karena dapur kan harus tetep ngepul :) ) saya tetep support suami saya, karena saya yakin kegagalan nya sekarang cuma sebuah sukses yg tertunda. Cuma saya bener2 dapet pelajaran berharga bahwa jadi pengusaha tidak lah mudah, tapi saya yakin pengorbanan dan ilmu yg kita dapat akan sebanding kelak dengan hasil dan kesuksesan yg bakal kita raih. Tetap semangat!

    Libryana

    Oktober 9, 2009 at 3:09 am

  60. saya setuju dgn om jauhari..
    umur saya baru 23 thn, saya niat sekali untuk mempunyai usaha. saat ini saya merintis usaha menjual pulsa pada teman2, keluarga dan orang2 dilingkungan saya. Memang modal yg digunakan masih terbilang kecil, karena saya masih dibantu org tua. Saya belum bisa merasakan pengalaman om-om atw bpak2 diatas.

    buat saya sendiri, ketika berpikir untuk memulai usaha hal yg terpenting adalah modal. Bagaimana saya bisa berusaha kalo tdk ada modal??

    Buat saya pribadi, untuk memulai usaha (berdasarkan pengalaman saya yg masih minim ini) perlu:

    1. Niat dan kemauan. Ya, saya menjalankan usaha jual pulsa (keliling) ini dengan niat yg kuat dan kemauan yg keras untuk bisa menjadi seorg pengusaha.

    2. modal. Buat saya perlu sekali modal untuk usaha apalagi bagi yg masih bergantung sama org tua seperti saya, tapi sepertinya om dan bpk ibu sekalian tidak bergantung lagi sama org tuax. hehe..

    3. Berpikir positif. Seperti yg om Jauhari katakan, jika belum usaha sudah berpikir negatif, maka usahanya tidak akan jalan. Untungnya saya tidak pernah kepikiran negatif takut akan rugi, karena saya pikir pulsa sudah merupakan kebutuhan primer,jadi saya menyimpulkan pasti akan ada orang yg beli walau jangka waktunya agak lama.

    4. Fokus. Selama ini saya selalu fokus dengan apa yg saya jalankan. karena saya tidak punya banyak kesibukan,hanya sedikit waktu untuk konsultasi skripsi saya dikampus saja.

    5. Seperti kata om/pak Suryana, jgn gunakan modal usaha untuk kepentingan pribadi. Ini pernah saya lakukan, dan hasilnya saya mengalami rugi. Sejak saat itu saya tidak berani lagi menggunakan modal usaha utk kpentingan pribadi.

    6. Jangan takut gagal. Saya coba menjadikan kegagalan sebelumnya sebagai pelajaran. (mohon maaf) Mungkin karena modal usaha saya sedikit sehingga saya berani bicara begini. Seperti kata Pak Mario Teguh, “kegagalan merupakan proses menuju kesempurnaan”, itu yg saya coba untuk tanamkan dalam pikiran saya.

    7. Manfaatkan jaringan untuk memperluas usaha. Ya, saya memanfaatkan jaringan dari tante saya. Saya menjual pulsa disekolah, perusahaan dan dikantor berkat bantuannya.

    8. Akhirnya, action jugalah yg saya lakukan. Saya tidak mau bermimpi dapat untung bnyak dari usaha ini, tetapi saya harus berbuat dan bekerja.

    Mohon maaf kalo saya salah, ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Saya masih punya keinginan yg kuat untuk menjadi pengusaha, tapi tidak menutup kemungkinan menuju “ZONA AMAN” mengingat suatu saat saya akan bekeluarga.

    Saya mengharapkan kritik dan saran dari bpk/ibu/om sekalian yg tentunya mempunyai pengalaman berharga yg dapat di-sharingkan kepada saya dan siapa saja generasi muda yg ingin menjadi pengusaha.

    Terima kasih…

    Awaludin Arif

    November 1, 2009 at 3:06 pm

  61. Harus dari usia muda, tapi emang menunggu mindsetnya siap dlu kali ya

    most interesting facts

    Maret 12, 2010 at 12:38 am

  62. Kalau mau mulai usaha mulailah dengan keyakinan. Mesti punya 6 kali gaji kita untuk sebagai pegangan. Karena usaha itu akan kelihatan setelah >6 bulan. Kalau usaha mestinya yang sebagian dari HOBBY kita supaya ngak bosan. Contoh : yang hobby mancing boleh jualan alat2 pancing

    Umar

    Juli 30, 2010 at 8:01 am

  63. Menurut saya pak,
    1. Bisnis itu kepercayaan, dan kepercayaan perlu waktu. Makanya kalo bisnis, fokus ke satu bidang aja sampai orang2 mengenal reputasi kita dengan baik.

    2. Memang skill dibutuhkan, tapi membangun relasi/hub. dg orang2 yg berkecimpung disitu perlu dilakukan. Caranya ya harus jd pegawai dulu.

    3. Lalu membangun trusted- network yg kuat. Teman saya punya perusahaan IS Consultant dan sering dapat subkontrak dari rekan2 kerjanya ato tender di pemerintah,

    4. Selain itu non teknisnya adalah amalan batin, karena faktanya begitu.

    Ahmad Juniar

    Juli 30, 2010 at 9:26 am

  64. Mas Andjar, mungkin ada penyebab org2 yg bertekad lalu malah mengurungkan tekadnya utk berbisnis..
    Waktu masih jd asisten manager, merasa duit belum cukup, modal usaha masih pas2an..lalu tekad berbisnis dimundurkan “nanti aja ah, kalau modal dah cukup, lagian kebutuhan masih mepet..kalau dah jadi manager pasti duit sisa makin banyak..”
    dan jadilah dia seorang manager, kembali tekad berbisnis muncul, tapi sekali lagi merasa tidak cukup uang, karena gaya hidup sudah ter upgrade, biasa naik busway sekarang sudah ada cicilan Honda CRV, yah syukur2 kalo cicilan dibayarkan kantor selama 15 tahun (itu juga gak bisa cabut dr perusahaan). Biasa anak minum SGM, sekarang Procal Gold, biasa belanja di pasar tradisional, sekarang di Foodmart..makin ndak ada spare uang untuk berusaha.Dan bila sudah menjadi direktur, gaya hidup makin menanjak, membuka usaha terlihat sebagai pilihan yang sangat beresiko mengorbankan gaya hidup dan kenyamanan selama ini.

    Sementara teman2 yang punya usaha ternyata diam2 sudah punya aset yang sangat besar, hasil bersusah2 mereka selama membangun usahanya dengan jerih payah.

    Memang ada org yang cocok jd karyawan, mungkin mereka yang memuja kenyamanan hidup..namun, bila ada orang yg berani berusaha, mereka adalah tipe orang yang siap untuk bersusah susah agar di akhirnya bisa lompat lebih tinggi dr hasil keringat mereka..

    Salut utk semua tipe orang..saya sendiri sedang berusaha berpindah dr tipe pertama ke kedua, pak..:)
    It’s totally a choice, ndak bisa dipaksakan krn konsekuensi selalu mengikuti sebuah pilihan..

    Steve

    Oktober 6, 2010 at 1:47 am

  65. artikel yang menarik yang dapat membantu kita dalam mengambil keputusan untuk memulai usaha dan berbisnis.
    yang penting kita harus yakin sama keputusan kita dan harus memiliki jiwa optimisme yang sangat tinggi.
    terima kasih

    Konsultan Arsitek

    Oktober 8, 2010 at 2:56 am

  66. sy adalah PNS di suatu instansi pemerintah. Sy berniat untuk ngmbil uang dengan cr menggadailan sk sbgai modal usaha. Sy ingin membeli kapal ikan, bersma kluarga. Mmang hasilnya fluktuatif, kadang bnyak, kadang dikit, dan kadang ga ada… Mhon sharenya…

    putra pesisir

    Juli 13, 2011 at 12:58 pm

  67. Memulai bisnis memang banyak yang dipertimbangkan, kalau boleh saya ingin sharing .. melengkapi dari sisi kalkulasi finansialnya untuk membuka usaha, kalkulasi bisnis layak tidaknya di buat simple dan applicable untuk small business .. tulisan bisa di lihat di http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2012/01/bagaimana-menghitung-kelayakan-bisnis.html#more

    jauhari mk

    Januari 5, 2012 at 10:12 am

  68. Memulai usaha seringkali terbentur dengan manajemen, keuangan, pengalaman. Semangat sebagai prioritas utama. Solusi Keuangan bisa dibaca di blog saya Solusi modal keuangan

    IklanSmart (@IklanSmart)

    September 17, 2012 at 2:43 pm

  69. Kapan mau mulai usaha ?

    kalau dalam kondisi mapan sebagai pegawai kayaknya “menjadi pengusaha” hanya akan menjadi wacana saja.

    Yang terjadi pada banyak orang, termasuk kami adalah kami menjadi pengusaha karena KEPEPET.

    Ketika saya dan suami di layoff dari pekerjaan kami karena krisis keuangan di Amerika. Dan tidak bisa mencari pekerjaan lagi karena overqualified.

    Akhirnya dia memutuskan untuk berbisnis sendiri.

    nat

    Oktober 19, 2012 at 10:47 am

  70. kalau ada yang punya modal besar untuk buka usaha, saya siapa jalankan misi itu, karena saya sendiri udah ikut perusahaan selama ini dan banyak pengalaman yang saya dapatkan .. sekarang saya ingin membangun daerah kelahiran saya dengan rencana membentuk perwakilan di daerah …Sentani jayapura papua dengn bendera perusahaan PT. DELTA GARDA PERSADA ( BUJPP) karena banyak masyarakata papua yang belum menikmati dan bekerja dengan baik di daerahnya sendiri , untuk itu saya ingin dan berniat untuk mengemgbangkan usaha dengan memakai bendera perusahaan …saya kerja saat ini untuk majukan usaha sendiri namun ..saya juga belum mempunya modal yang cukup untuk pengembangannya kedepan, untuk itu bila ada pengusaha yang punya mpdal usaha yang cukup dan siap bekerjasama dan tertarik dengan planing saya ini silahkan hub saya di nomor 085213367975, saya mau jalankan usaha tersebut di papua namun tetap ada ikatan perjanjian dan harus memiliki legalitas yang kkuat …atas perhatian dan kerjasamnya saya ucapkan terima kasih

    salam
    Boy Lowdik SUebu
    085213367975

    boy

    November 12, 2012 at 7:33 am

  71. […] juga: Who moved my cheese-nya Mba Juminten. Kapan sebaiknya memulai usaha (36 respons) Kerja itu cermin kehidupan (26 respons): Kerja atau usaha itu sama saja Cerita mereka yang gagal […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: