Anjar Priandoyo

Kerja itu cermin kehidupan

with 30 comments

Dagang itu gimana sih Sal?
Dagang? gimana ya, dagang itu cermin kehidupan Jar
kalau kehidupan keluarga kita baik dagang juga lancar
kalau kehidupan pribadi kita ada masalah dagang juga tersendat
tahu kan maksudnya.., mestinya di pekerjaan juga gitu
promosi, kenaikan jabatan mestinya sama dengan dagang
Faisal, pedagang busana muslim di Tanah Abang, alumni PTN ternama, penghasilan rata-rata 12 juta perbulan.

Jadi cerita begini, Amir, sebutlah namanya mengkritik tulisan-tulisan diblog ini. Kira-kira begini kritikannya
‘Blog lu tuh Jar beda banget ma blog blog pengusaha dan motivator pada umumnya. Di blog lu tuh isinya keluh kesah pegawai, curhat seputar remunerasi dikantor. Beda banget di blog sebelah yang sharing kesuksesan mereka bikin usaha, bagaimana bisa mengapai omset sekian milyar. Di blog sebelah bakal kedengeran kisah sukses mereka, sementara pengunjung diblog ini tetep jalan ditempat jadi karyawan”

Tung, kira-kira begitu intisarinya, yang jelas si Amir ini mengkritik cukup banyak menyangkut visi dan misi yang tertulis diblog ini. Merasa tertantang akhirnya kemarin saya mencoba membuktikan tantangan si Amir bahwa menjadi wirausahawan adalah opsi yang jauh lebih baik dari menjadi apa yang sering didiskusikan di blog ini (eg karyawan rajin bergaji dollar)

Tempat tujuan saya adalah Pasar Tanah Abang, tepatnya di Blok F2 -buat yang belum familiar dengan Tanah Abang, Tanah Abang ini terdiri dari beberapa blok. Blok F2 letaknya dibelakang blok A (yang berwarna hijau berikon Titi Kamal). Blok F2 menjual barang-barang yang lebih murah dan bersegmen berbeda dibandingkan Blok A yang lebih elit.

Sasaran saya adalah Faisal, teman karib semasa kuliah. Kenapa harus Faisal yang saya temui? karena tentunya umur, pengalaman dan visi hidup tidak jauh berbeda dibandingkan saya. Artinya kalau saya juga menjadi pengusaha, mungkin track recordnya akan sama dengan si Faisal ini. Sebenarnya ada opsi lain wirausahawan yang lebih besar dan mungkin bisa lebih banyak memberikan masukan daripada si Faisal ini, tapi ah, untuk mencontoh kan paling mudah dari orang yang paling ‘dekat’ baik secara social dan ekonomi dengan kita.

Saya berangkat dari rumah pagi-pagi betul, selepas subuh. Bukan kenapa-kenapa, karena pasar Tasik tempat si Faisal ini buka selepas subuh dan habis jam 8.00 pagi. Bayangkan betapa sangat cepat transaksi yang terjadi di pasar ini. Faisal berangkat dari Bandung, usahanya menjual busana muslim (atasan) secara grosir.

Bla bla bla akhirnya terjadilah diskusi yang panjang antara saya dan Faisal. Minta nasihat biasa bagaimana si Faisal bisa keukeuh untuk berwirausaha semenjak lulus, dari pada bekerja disebuah perusahaan paling terhormat di negeri ini. Bagaimana dia berani memilih untuk berjualan baju dikios berukuran 1 x 1/2 M (toilet distasiun bahkan jauh lebih besar) daripada harus duduk dikubikel ber AC dan dandanan necis. Bagaimana keputusannya untuk menikah cepat, untuk menunda kuliah MM-nya demi ambisi membiayai kuliah dengan dana sendiri. Ah hebat gumam saya dalam hati.

Pagi itu, lama sekali saya berdiskusi dengan Faisal, diskusi pun beberapa kali harus tersela, karena ada saja ibu-ibu yang marah karena barang yang dijual Faisal habis
‘Tuh kan Jar, kalau dateng jam segini sudah habis semua barangnya. Ini nih sengaja aku sembunyikan satu model yang paling bagus untuk contoh kekamu’
Sesaat saya memandangi model baju -yang sebenarnya menurut saya tidak banyak bedanya dengan model yang lain, ya tentunya karena sense of fashion saya sangat rendah. Sampai tiba-tiba model baju yang dipegang saya pun ditawar oleh seorang ibu yang lain.

‘Aku dah bilang Jar, ini model yang paling laris. Butuh 4 bulan lho, hanya untuk mengetahui model mana yang disukai konsumen disini’
Faisal memang baru satu tahun ini berjualan di Tanah Abang, kiosnya pun hanya sewa. Pilihan yang sederhana, karena banyak teman kampusnya yang memulai dengan membangun warnet sekian ratus juta, membangun warung makan sekian puluh juta justru gagal.

Pagi itu pula, saya merasa mendapat banyak pelajaran tentang hidup yang baru. Nasihat-nasihat Faisal terasa sekali menyentuh hati saya. Masih di pelataran parkir Tanah Abang menuju kantor saya bergumam dalam hati. Ah Ramadhan tahun depan saya harus punya bisnis sendiri. Amiinn.

Selamat menunaikan ibadah puasa ya.

Written by priandoyo

September 14, 2007 pada 1:40 am

Ditulis dalam Entrepreneurship

30 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ceritanya bagus bgt,,,^_^
    mm,,aku mhsswa,,jujur aku msh bingung….bgt!gmn klu aku lulus dapet kerja ga ya????apa yang hrs aku lakuin nanti sedang aku tak begtu pnya bnyak kemampuan,,,,,,ukh…pucing!!!mu mulai usaha gmn caranya yup????
    met menunaikan ibadah puasa,,,
    mohon maap lahir batin yup…

    fitrimeiyanti

    September 14, 2007 at 2:12 am

  2. Kang Anjar yang bener itu pasar Tasik apa pasar Tanah Abang.
    Atau pasar Tasik itu adanya di Tanah Abang

    Anjar: ‘Pasar Tasik yang ada di Tanah Abang, letaknya di Lt 5 Blok F2, buka tiap Senin Kamis’

    Rakhmat

    September 14, 2007 at 2:16 am

  3. ini Faisal himakom itu ya njar ?

    Anjar: Nama dirahasiakan hehehe :P

    andrias ekoyuono

    September 14, 2007 at 2:25 am

  4. yah komen saya di post sebelah, abis hari ini bukanya ini duluan sih : http://priandoyo.wordpress.com/2007/09/14/kapan-sebaiknya-memulai-usaha/

    yuki

    September 14, 2007 at 3:02 am

  5. Sebuah posting yang sangat insightful….!!

    Blog Strategi Bisnis

    September 14, 2007 at 4:21 am

  6. Ayah saya adaha pedagang, mertua saya juga dagang. Sodara ayah dan saudara mertua juga dagang. Tapi saya pegawai. Tiga tahun saya menjalani rutinitas pegawai. Tapi nampaknya belum ada peningkatan. Apa memang jalan saya adalah dagang alias usaha…Maka saat ini saya perlu memilih, terus jadi pegawai atau banting stir usaha sendiri…banyak yang kasih saran usaha sendiri. ehemememem, seperti yang sering dibaca dalam blog ini.

    andinur

    September 14, 2007 at 4:31 am

  7. Entrepreneurship category kynya mjd new category ya njar di blog ini. Trus judulnya nih mulai cb bersentuhan dg tema-tema spt yg seblmnya sdh dibhs sama dedengkotnya yg punya pemikiran ky Brad Sugar, Tung Desem, Anthony Robbin plus anak didiknya “Robert Kiyosaki” the Cash Flow Quandrant-nya”.

    Satu hal yg mjd pertanyaan besar, knp ya yg kt dptkan seblmnya dr mulai SD s.d PT cuman theory keilmuan mulu yg tdk bersifat praksi jk dihadapkan pd situsasi riil di masyarakat. Koq malah Entrepreneurship Sense & Methode Pembelajarannya justru diberikan oleh lembaga2 non-formil (pesantren sbg contoh) dimn spirit & jiwa tahan banting hsl didikan mrk lebih kuat dibandingkan kt yg mencicipi keilmuan lebih tinggi tp mlh “memble, manja & terbuai oleh sesuatu yg serba instan”. Cb denger komentar-nya Purdhi Chandra dengan kerajaan “primagama”-nya .

    (kalo ngga salah), 9 dr 10 pintu rezeki, kt Rasulullah berada di Usaha…… so where we’re now……………

    cholis

    September 14, 2007 at 5:43 am

  8. Diriwayatkan Ibn Abi al-Dunya dalam kitab Islah al-Mal dari Muhammad ibn al-Sabbah, dari Husyaim, dari Dawud ibn Abi Hind, dari Nu’aim ibn Abd al-Rahman, Rasulullah SAW bersabda:
    Tis’at a’syar al-rizq fi al-tijarah
    sembilan per sepuluh dari sumber rezeki ada pada perdagangan.

    ibrahim

    September 14, 2007 at 6:23 am

  9. skrg byk orang pengen punya usaha tapi gak mo susah.
    mereka pada pilih gampangnya saja, mo nya invest doank tapi gak mo berjuang.

    si faizal ini contoh yg bagus klo mo jadi pengusaha, harus berjuang, kepala jadi kaki…kaki jadi kepala, gak gengsi2an, gak beli macem2 klo gak perlu (beli barang dipikir untung ruginya, apa kegunaanya, bukan kaya orang kantoran yg mikiran gaya, gonta ganti hape, ganti mobil dll).

    emg pada bisa lu ?

    tekre

    September 14, 2007 at 7:32 am

  10. Mas Ibrahim, Tks FYI. Pembahasan mengenai “Keberkahan Finansial” (term dari sisi spiritual), tp jk term umum yg dipakai adalah “kebebasan finansial”, dibahas scr logis, ilmiah & menarik oleh Mas Safak Muhammad membahas dalam bukunya Keberkahan Finansial.

    Kebayang ngga ya, dengan kita sendiri yg bs ngatur waktu (biasanya khan kita nich yg diatur oleh schedule perusahaan kt kerja, mulai waktu masuk s/d pulang kerja) tp dlm posisi tsb justru kt yg bs ngatur waktu untuk relaks, travelling, kecukupan waktu untuk ibadah vertikal (dgn Dia) & horizontal (Sesama kita & keluarga), tp income tetap masuk ke pendapatan kt tiap bulannya dg nominal yg cukup signifikan. Trus udah tahu ky gitu, koq kita ngga memulainya.

    Paparan Faisal di atas kiranya sdh cukup menggambarkan bg kita hasil yg didpt. “Ketakutan utk mencoba mulai saat ini” kt mas Safak mjd salah satu faktor penghambat utk kt mjd pengusaha.

    FYI, Puspo Wardoyo kalau ngga salah mengalokasikan +/- 10 s.d 20% dari omzet “Indonesian Cuisine Wong Solo-nya” untuk zakat. However, there’s a significant increase of his omzet with his spritual & social responsibility. So, what is going to be done for us, going to be followers or …………..

    cholis

    September 14, 2007 at 8:04 am

  11. ceritanya ringan,tapi dalem bgt mas.hihi

    yudhipras

    September 14, 2007 at 9:45 am

  12. Buka usaha sendiri untuk pemberani, bekerja pada orang lain untuk penakut. Sesederhana itu aja kok, terserah pilihan masing2 pribadi.

    Tapi ya jelas, high risk high income, no pain no gain…

    acooljerk

    September 14, 2007 at 12:28 pm

  13. Kalo jd pegawe, dptnya AIR (rezeki) 1 ember/bln, ya segitu dptnya (kecuali korupsi). Kalo dagang,ibaratnya kita punya KRAN AIR sendiri,tinggal berusaha dg cerdas dan keras utk memperbesar debit kran,atau menambah jumlah kran. Ngalir terus.
    Semakin kaya seseorang pengusaha, semakin banyak waktu luang, utk bersama dan membahagiakan keluarga. (sptnya kubaca dr Kiyosaki).

    ontoseno

    September 14, 2007 at 12:48 pm

  14. Saya setuju dengan yang ditulis Bung Ontoseno, karena saya juga sudah membaca bukunya Robert T. Kiyosaki. Dengan menjadi pengusahalah bakat manajemen akan terasah dengan sendirinya dan tentu kemampuan-kemampuan yang lain juga terasah. Saya ucapkan selamat bagi yang sudah mengambil keputusan sebagai pengusaha. Anda yang menentukan diri anda sendiri, bukan atasan !

    Jack

    September 15, 2007 at 4:36 am

  15. wah keren nie tulisannya very inspiring

    Ntar saya mau buka operator arung jeram di kalimantan…
    Doain ya bang… cita-cita say moga terkabul

    mriyandi

    September 16, 2007 at 7:57 am

  16. woii dimana kira-kira milis para entrepeneur alamatnya di manaaja ya? kayaknya harus banyak gaul neh ama mereka.

    isal

    September 17, 2007 at 3:31 am

  17. Saya mau berbagi pendapat & curhat sekalian yah mas Anjar…hehehe……Saya mau banget buka usaha sendiri….saya jadi karyawan sdh 7 thn sejak lulus kuliah…sampai detik ini keinginan untuk wirausaha masih besar, mungkin belum dapet kesempatan nih; (next resolution..amin)….setuju & salut dengan rekan2 yg sdh buka usaha sendiri..tapi bagi yg masih karyawan spt saya tetaplah fokus serta tekuni bidang anda skrg..karena sebagai wirausaha atau karyawan adalah ibadah yg masing2 akan mendapat rizki & pahala…btw..klo semua jadi pengusaha, ntar siapa karyawannya..??? hehehe…. kan tetep rekrut karyawannya tuh…hihihi…

    dandunk

    September 17, 2007 at 4:17 am

  18. Meraih Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual…..

    Saya mendengar seorang ustadz, mencontohkan tentang seorang pengusaha sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin. ”Sekarang gantilah sogokan Anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu atau anak jalanan. Kalau kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah dari-Nya, jangan dari manusia.”
    Sekarang, kata dia, bayangkanlah keuntungan yang akan Anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5 persen disedekahkan di muka. ”Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan? Inilah contoh implementasi membangun usaha dengan spiritual,” paparnya.

    Menurut saya rezeki bisa darimana saja… karena sebenarnya ini adalah wilayah yang ternyata kita juga tidak punya “hak prerogratif” untuk mengetahui jatah sebenarnya pada diri kita…maka tidak ada salahnya mencoba melibatkan-Nya ketika akan “memulai, berproses, dan setelah mendapatkannya”…entah proses itu adalah menjadi karyawan, wiraswasta, atau apapun itu… mohon maaf jika terlalu “fundamentalist”…mumpung Romadhon mas Anjar…

    Tonny

    September 17, 2007 at 7:26 am

  19. @Tonny: Pak, kalo mau beramal masa dengan berharap akan balasan di dunia, dalam bentuk materi kayak gitu..? Balasan yg benar ya di akherat nanti…

    acooljerk

    September 17, 2007 at 12:13 pm

  20. @Tonny & @Acooljerk and all of my brothers,

    Hitungan & formulasi matematis kita sgt berbeda sekali dgn hitungan & formulasi matematis Dia.

    Result…., bs lgs di dunia kt rasakan bs jk di akhirat. Tp pengalaman empiris spt yg di uraian o/mas Tonny byk koq yg tjd. Menangin tender stlh keluarin zakat.

    Perlu kita elaborate lbh dlm lg keterkaitan berbanding lurus antara tanggung jawab spritual & social dgn our willingness, koq bs sinkron & simetriss…

    Once again….., it’s so different, the mathematic formulation of mankind with the mathematic formulation of His…

    cholis

    September 18, 2007 at 12:47 am

  21. Bener kata mas Faisal :
    “Di blog lu tuh isinya keluh kesah pegawai, curhat seputar remunerasi dikantor. Beda banget di blog sebelah yang sharing kesuksesan mereka bikin usaha, bagaimana bisa mengapai omset sekian milyar”.
    Jadi mas Anjar…gak salah memang untuk membahas hal-2 tersebut bagi yg berkepentingan … tapi karena tampaknya banyak juga dari pembaca blog ini yang masih muda-2 yg perlu semangat, mereka perlu mengetahui proses perjuangan hidup yg lebih dalam … bukan cuma denger bahwa si X di gaji berjuta-juta … ada kesan juga dari si x selain memberi info juga sepertinya bangga sekali bisa nulis di blog ini dan memberitahu gajinya sekian juta … tidak salah … mungkin dengan tulisan tentang faisal ini dan yg semacam ini … memberi penyeimbang buat blog ini …

    Sidiq

    September 18, 2007 at 6:59 am

  22. kalau semua jadi pedagang siapa yang jadi presiden

    budi

    September 19, 2007 at 2:54 am

  23. Topik wirausaha sangat menyentuh karyawan yang merasa karirnya ngga maju2 atau kok ngga cepet2 kaya. Topik ini ngga ada matinye.. Coba deket2 aja dan buka telinga di warung2 seputar kantor2, pasti ada ngobrolin seputar keinginan2 untuk mandiri.

    Mau jadi wirausaha atau karyawan, intinya tetap satu, mari bekerja keras. Yang jadi karyawan bekerjalah dengan baik, mandiri, jangan rewel, sehingga cepat dipromosi dan naik gaji, kemudiah kalo mau pindah kerja ya sudah punya track record yang baik. berhematlah, jangan hedonis.
    Yang jadi pengusaha ya harus bekerja dengan tekun, kepala jadi kaki, sehingga bisa cepet maju. Tidak semua karyawan dijamin miskin atau kaya, tidak semua pengusaha dijamin kaya atau miskin. Mari introspeksi..:)

    kata pak reinhald kasali ada INTRAPRENEUR , ada enterpreneur. Intrapreneur adalah orang yang punya dan melakukan sikap dan mental wirausaha dalam berkarir menjadi karyawan.

    Jadi. monggo silahkan pilih yang mana..:)

    Rudyanto

    September 19, 2007 at 3:40 am

  24. jgn2 neh bang fais himakom yah, saya ade kelasmu ankatan 2005 n insyaAllah tahun depan mau lulus, amin. Bang, minta cara wirausaha sukses yang gak butuh modal banyak dong, kirim ke email saya di celerolic@yahoo.co.id yah thx bgt, himakom 3x

    adhit 2005

    September 19, 2007 at 6:12 am

  25. gue tau sapa yg lu maksud, gue pernah berurusan dgn dia jg.. :D gotcha! klo ini brati real story… wah tumben ekspos sampe penghasilan rata2 gitu…

    kodhim

    September 19, 2007 at 7:00 am

  26. om anjar, terakhir saya ke blok F juga, tepatnya senin kemarin (17-09) ketempatnya pak haji allay. Tanah Abang oh Tanah Abang … Crowded…& satu lagi susah cari parkir :)
    om anjar, coba lihat2 ya di http://www.cikalmart.blogspot.com siapa tahu dapat inspirasi.
    oh ya si om faisal ada kontak numbernya? -salam, @rd

    @rdcikalmart

    September 21, 2007 at 1:33 am

  27. pak haji allay ? wah dedengkotnya komunitas “Tangan Di Atas” tuh…
    Membaca kiprah komunitas ini, kita optimis Indonesia akan semakin diwarnai pengusaha-pengusaha yang jujur, ulet, dan jagoan. Googling aja, blog walking.

    hendy

    Oktober 24, 2007 at 9:02 am

  28. [...] kantoran’. Sedapat mungkin saya berusaha menyajikan sharing dari mereka yang tidak hanya sukses baik bekerja maupun wirausaha, tapi juga mereka yang gagal. Bukankah kita bisa belajar jauh lebih banyak dari [...]

  29. [...] Tonny Says: September 17, 2007 at 7:26 am [...]

  30. saya sangat suka entrepreneur….

    Saat ini saya masih kuliah di salah satu universitas swasta semester 8. dari kecil sampai sekarang di lingkungan keluarga saya sudah ditekankan untuk menjadi entrepreneur…

    mohon bimbingan dari temen-temen..

    regards,
    Armavi-wang

    armavi

    Maret 14, 2008 at 4:58 am


Tinggalkan Balasan