Jadi Manager di Indonesia atau Senior Engineer di Amerika
September 17, 2007 — priandoyoHalo Mas Anjar, Minta pendapatnya, saat ini saya bekerja sebagai product manager di salah satu vendor telekomunikasi multinasional, base di jakarta, tapi dengan responsibility regional. Saya senang dengan pekerjaan saya saat ini, juga mendapat gaji yang cukup baik untuk standard Indonesia (sekitar 20 juta/bulan,). Cerita-nya beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan tawaran pekerjaan (permanen) dari salah satu operator mobile terkemuka di dunia sebagai Senior Project Engineer, berbasis di Amerika dengan gaji kalau dirupiahkan sekitar 70 juta/bulan.
Saya minta pendapat, apakah move ini strategis kalo dilihat dari career development. Saya memang berencana untuk kerja disana jangka panjang, tapi misalnya saya pulang ke Indonesia, kira-kira akan balik jadi engineer lagi atau bisa langsung menduduki posisi managerial ?? Untuk informasi, pengalaman saya sebagai managerial di indonesia ini kira-kira 1.5 tahun. Total work experience 8 tahun. Mohon saran dan pendapatnya.
Richard di Jakarta
Komentar:
Mas Richard, selamat ya atas tawaran bekerja di Amerikanya. Saya kira move ini strategis sekali buat Mas. Jadi sekarang yang dipusingkan bukan diambil atau tidak, tapi kira-kira apa langkah yang akan ditempuh sepulang dari Amerika (bila ternyata memang ingin pulang). Tapi seharusnya buat Mas Richard ‘networking’ dan move-move sepulang dari Amerika bukanlah suatu hal yang sulit bukan. Saya yakin 2-3 tahun Mas Richard di sana pulang ke Indonesia untuk posisi GM/VP bukanlah suatu hal yang sulit
Mungkin ada teman-teman yang punya pengalaman serupa?













September 17, 2007 pukul 6:56 am
Setuju. Jadi nanti di Amerika jangan lupa tetap membangun dan menjaga networking. Saya yakin hasilnya akan lebih baik. Jarang2 ada kesempatan seperti ini. Tapi yakinkan juga Rp 70 jt itu tidak menurunkan standard hidup atau kalau turun tidak jauh2 sekali. Karena kemungkinan besar 20 jt di Jakarta tidak berarti sama dengan 70 Jt di Amerika. Good luck Pak……
September 17, 2007 pukul 12:07 pm
Saran saya, jangan diambil, keliatannya 70 jt itu besar, tapi apakah ada tahu berapa income tax di US ? apakah ada fasilitas lain seperti perumahan ? setahu saya gaji standar untuk senior engineer/developer di Microsoft sudah mencapai 10K USD, jadi kalu cuma 70 jt, untuk kurang layak.
Kecuali anda memang berencana untuk migrate, ok lah, long term career di US cukup menjanjikan. Dan satu lagi, tidak semudah itu mendapatkan visa untuk bekerja di US, banyak temen saya “Muslim” yang di reject visanya padahal sudah mendapat kerja di sana apalagi sekarang US sedang mengetatkan sistem immigrasinya.
September 18, 2007 pukul 7:07 am
buset… 20 juta perbulan…. thx for the info mas anjar
September 18, 2007 pukul 7:51 am
Kok mantep banget… salarynya ;)
September 18, 2007 pukul 9:40 am
20 juta/bulan=P~
masih ada lowongan ga’;;)
September 18, 2007 pukul 2:46 pm
beuh, 20 juta.
gede banget ya.
selamat deh, dapet tawaran kerja ke luar negeri.
:D
-IT-
September 19, 2007 pukul 1:07 am
Mas Anjar,
Dibahas juga dengan gaji PEgawai Negeri..
mereka gajinya sekarang melampoi standar gaji swasta mis telco…soalnya misalnya aja guru negeri di DKI masuk pertama gajinya 2jt plus tunjangan dari pemda DKI 3jt total terima 5jt..itupun jam kerjanya cuman jam 07.00-13.00wib enak sekali khan…
belum lagi di Depkeu gaji pertama sekitar 2.5jt tunjangan level paling rendah 2jt total terima 4.5jt
September 19, 2007 pukul 2:49 am
yakin mau hidup di amerika ? saran saya nonton dulu film-filmnya michael moore.
September 19, 2007 pukul 2:57 am
Blog nya bagus sekali. Mas anda bisa publikasikan blog anda secara gratis di http://www.lintasberita.com
September 19, 2007 pukul 5:28 am
gaji manager level 20 jt/bln…. itu mah lumrah di bidang telco…
September 19, 2007 pukul 9:35 am
Saran saya, diambil saja kesempatan yang baik itu! Yang penting adalah networking. Apa yang mas Anjar bilang benar sekali.
Harap diingat, gaji 7000 bila gross, maka akan di-tax 30%. Orang US rata2 annual Salary antara 35.000 - 45.000 gross. Memang 7000 tidak bisa menyamai standard hidup Indonesia dengan gaji 20jt. Tapi, pengalamannya yang luar biasa itulah yang harus dipegang. In addition, 7000 cukup kok untuk hidup lebih dari layak! .
Sejelek-jeleknya Amerika, masih jauh lebih bagus dari Indonesia. Terutama untuk urusan birokrasi. Bila Anda berangkat ke US, anggap saja dapat training di US. Perusahaan saya dulu (FMCG retailer terbesar di Indonesia), mempunyai syarat harus stay 2 tahun bersama perusahaan untuk mendapatkan kesempatan training di S’pore selama 1 bulan.
Semoga ini memberikan pencerahan. Salam,
MBA candidate in US
September 19, 2007 pukul 12:06 pm
Sepertinya permulaan gaji yang bagus untuk mulai karir di luar negeri, asal sudah research dari Indo, cost of living, any cost yang harus dikeluarin di sono. Good opportunity, don’t miss it! Congrat
September 20, 2007 pukul 5:07 am
Wew….jadi kepengen….20 juta/bulan ?
Em… kalo kerja di pertambangan gajinya kira-kira berapa yah? Saya lagi kuliah di bidang teknologi mineral gitu…..
September 20, 2007 pukul 5:14 am
Di industry telco, kalo kerja di MNC rata-rata gaji manager (technical/operation/pre-sales) sekitar 20-30 juta. jadi udah wajar. Kalo yang sales/account manager malah lebih gede lagi, sekitar 25-40 jt/bln, belom komisinya+mobil.
September 20, 2007 pukul 5:21 am
Saran saya ambil saja, terus lowongan di jktnya kasih saya :D
September 20, 2007 pukul 7:46 am
Ada tuh,warnet deket rumah saya, dia punya income sehari rata-rata 1juta rupiah dengan 22 PC. Dikali 30 hari jadi 30 juta deh. Pengeluaran 10 juta. Jadi untungnya 20 Juta. Wah kok sama ya gajinya.hehe..yang satu bisa jalan-jalan, yang satu pusing mikirin kerjaan.
Cheers
September 20, 2007 pukul 5:07 pm
Wah selamat dech… Punya kesempatan dan change bt kerja di LN, bukan sebagai TKi tapi sebagai SM…
Pesen saya… jangan lupa nulis buku mas Richard.
Walaupun kerja di luar negeri tetapi tetap memberi sumbangsih pada negara…
Kapan ya Text book kuliah di tulis ma orang Indonesia???
September 21, 2007 pukul 7:07 am
Saya dulu pernah ada kesempatan kerja disana 2thn, sayangnya setelah black september tidak pernah ada kesempatan kesana lagi. Sampai sekarang saya masih kangen dan mengidam2kan untuk bisa balik kesana.
Kalau motivasinya untuk mencari materi, saya rasa dengan pengalaman bapak, banyak perusahaan telco di jakarta yang bisa memberi 50 jt per bulan.
Tapi kalau untuk mencari pengalaman, dan kenyamanan hidup apalagi kalau sudah berkeluarga, saya rasa pergi ke US adalah lebih baik.
September 26, 2007 pukul 1:33 am
[...] Kenapa komentar Bongky saya hapus? September 26th, 2007 — priandoyo Vendor telco multinasional, experience 8 th, posisi manager cuma digaji 20jt??? Kecil & khayal banget ceritanya… :-) C’mon, Njar… you can create much better story than that, even if it’s just for your personal justification… :-p Sept 20, comment di posting manager di Indonesia atau senior manager di Amerika [...]
Oktober 9, 2007 pukul 11:49 pm
mas richard,
mmhh.. kerja di US di negara bagian mana? karna masing2 daerah punya UMR masing2.. sebagai contoh di california, UMR $8.5/jam.. biasanya ini standar tuk ngegaji pekerja part time gt..
kalo tuk level eng’g non telco.. biasanya $5000/bulan.. (ini di persh semiconductor).. saya ga tau juga tren di US seperti apa.. apakah kyk di Indo yg gaji eng’g telco lebih tinggi dari eng’g semiconductor. info ini valid koq.. krn saya dapatkan dr pengalaman sbg eng’g di perusahaan semiconductor yg lg di training di US..
saya setuju dgn mas adri.. kalo mau pengalaman kerja dan kenyamanan hidup.. US adalah pilihan yg baik..
dan biasanya setelah plg dari luar negeri, penawaran di Indonesia jadi lebih baik..
Oktober 20, 2007 pukul 6:43 am
Offer untuk pergi ke US merupakan kesempatan bagus untuk menambah experience, technical skills, dan jg network. Masalah compensation musti ditaru dibelakang kalau saya rasa. Sebab opportunity untuk bisa ke US itu yg punya offer power yg lebih tinggi, mungkin paling tinggi. Meskipun sudah level menengah ke atas, melanjutkan education adalah sebuah nilai plus. Selagi full time kerja, bisa nyambi part time graduate education spt MBA, MSc, etc. Ato ambil certification tertentu yg susah didapat diindo. Lebih baik apabila ini termasuk dalam company benefit (enak kuliah gratis, kerja dibayar).
Seperti disebut dalam beberapa post, untuk menilai compensation di US sini tergantung di state dan kota mana kita tinggal (CA vs TX = JKT vs JOGJA). Net pay bakalan sekitar 60-70% dari base salary. Jadi 70 jet sbulan bakal dipotong macem2 (byk taxes, FICA ato SSN, medical, etc) dan akan menyisakan 50 jet paling banter. Itu pun musti di deduct ama rent, utilities bills, car payment, etc. Additional income yah mungkin didapat dari X-mas bonus dan annual performance bonus. Tergantung company kalo soal bonus2an.
Quality of life juga musti dipertimbangkan. Dimana akan tinggal dan bagaimana kotanya. Ntar dibayar lebih tetapi tinggalnya malah di desa 5000 orang dan jauh dari kota2 besar. Bisa depresi de yg terbiasa hidup diindo.
Toh kalo kangen JKT juga bisa balik ke indo kapan saja. Saya yakin banyak companies di indo yg siap nampung org2 yg punya international experience.
Sgitu aja 2 cents dari saya.
Nopember 30, 2007 pukul 5:03 pm
Maaf mas anjar mo nanya divendor bag divisi apa, kan tgt jobdesknya kan?
sebagai perbandingan dr temen saya di vendor (bukan amerika)
expat exp 1 thnan dapet $5000/bln, posisi BSS eng
expat exp 4thnan dapet $9000/bln, posisi BSC eng
tgt posisinya kan, tp kontrak sih
klo menurut saya g bisa nego lagi tuh?
coba cari info orang indonesia yg kerja di amrik biasanya gaji permanen<dikit ma kontrak
ati2 lho klo permanen susah nego lagi
Desember 17, 2007 pukul 3:16 pm
Setuju dgn bbrp pendapat temen2 yg bilang bahwa kesempatan bekerja di US itu sangat sulit, sehingga kl menurut saya pribadi lebih baik diambil sebagai batu loncatan. Mengenai masalah gaji, memang angka segitu sedikit dibawah standard, tp at least sebagai pintu gerbang untuk masuk ke market US.
Tapi kl sudah lama di US, jangan lupa kelak kembali ke Indonesia ya mas.. kasian bumi pertiwi kita masih perlu uluran tangan putra-putri bangsa :)
Good Luck. Maju terus Indonesia!
Februari 10, 2008 pukul 6:52 am
Ambil aja mas Richard ke US…..kalau banyak lebihnya artinya bisa menolong lebih banyak masyarakat Indonesia yg membutuhkan bantuan, anak2 yg perlu biaya sekolah, dll
lalu untuk menjaga network, jangan lupa gabung sama milis Parakontel yah, untuk membangung jaringan ahli telco kita di luar negeri!
Februari 10, 2008 pukul 10:28 am
Gaji 20jt untuk yg sudah experience 8 thn sudah wajar di bidang Telco, tidak kegedhean juga tidak terlalu kecil. Artinya ada bisa dapet di atasnya, dan ada juga yang exp 8 tahun tapi gaji masih di bawahnya…Banyak alasan mengapa bisa berbeda-beda…
to be straight, engineer2 expert di bidangnya indonesia di bidang Oil n Gas yang bekerja di Middle East, dengan pengalaman kerja hampir sama dengan pak Richard, rata-rata bisa nabung sampai 40jt rupiah per bulan. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada yg saving dibawah 40jt, penyebabnya adalah terutama karena salah negoisasi awal atau memang tidak terlalu expert di bidang kerjanya.
Untuk perhitungan materi, dengan standar hidup yg sama, dihitung saja kira2 nabungnya bisa berapa. Gaji tinggi gak make sense kalo ternyata gak bisa nabung karena disebabkan tingginya pengeluaran…
April 23, 2008 pukul 4:18 am
Saya cuma mau cerita pengalaman saya saja.
Tahun 1995 saya lulus sebagai Civil Engineer dari Univ. negeri di Indonesia, bekerja 2 tahun di republik ini, dan Alhamdulillah dapat kesempatan ambil S-2 di Amerika. Tahun 1997 saya berangkat, sekolah, dan kebetulan thn 2000 mendapat pekerjaan sebagai Engineer di perusahaan kontraktor terkemuka di kota Chicago. Saya bekerja di perusahaan tersebut selama 7 tahun, meniti karir dari level Engineer-1 sampai terakhir sebelum meninggalkan US thn 2007 jabatan saya adalah Project Manager. Salary terakhir saya disana US$ 75.000/tahun (kotor), dengan potongan tax, medical, FICA, FUCA, Social Security, dll, take home pay per bulan sekitar $ 4.500/bulan. Salary ini termasuk median income pay untuk jabatan managerial di US.
Pengeluaran per bulan (saya beli condominium kecil 2 kamar dengan mortgage/’KPR’, istri 1, anak 1) sekitar roughly $ 4.000. Uang segitu paling2 habis sebulan, kadang2 malah nombok. Bonus Christmas sekitar US$ 2.000-2.500, potong pajak, dll, terima bersih $ 1.600-an. Karena istri tidak bekerja, anak 1, dan ambil mortgage, kalau saya filing tax-return (lapor pajak) setiap tahunnya, pemerintah US mengembalikan sekitar $ 2.500- $ 3.000 (bersih). Jadi tambahan pemasukan per tahun sekitar $ 4.200 (bersih), atau setara dengan Rp 36 juta.
Sekarang saya sudah balik ke Jakarta, sudah setahun bekerja di perusahaan property besar dengan level Senior Manager, gaji 20 juta/bulan. Masih ngontrak (rencana ingin beli rumah), punya kredit mobil, dan single income. Uang segitu juga habis ludes per bulannya. Tapi kebetulan tahun ini perusahaan untung, sehingga saya kebagian bonus hampir 4x lipat gaji saya.
Moral of the story: yang penting adalah berapa besar anda dapat menyisihkan uang untuk tabungan anda, bukan seberapa besar anda digaji. Quality of Life memang lebih baik di Amerika, dan bekerja di US memang dapat boost your career, tapi pertimbangkan juga bahwa meningkatnya umur pada saat anda kembali bisa menjadi halangan utk meniti karir.
Saran saya: Ambil kesempatan itu, tapi jangan terlena terlalu lama di US, karena peraturan ketat anda tidak bisa pindah-pindah kerja untuk dapat ’salary jump’ (saya pastikan anda dapat visa H1-B dari perusahaan US itu). 2 tahun paling lama, lalu pulang dan berkarir di Indonesia, mumpung masih muda (kalau memang ingin spend the rest of your life di Indonesia).
Sekedar memberikan pertimbangan…… good luck!
Mei 6, 2008 pukul 7:53 am
kesempatan tidak datang dua kali. Orang indonesia bisa bekerja di states dengan posisi yang cukup enak itu jarang sekali jika tidak ada prestasi. Tabrak aja, sekalian kumpulin duit siapa tahu ingin wiraswasta.
Juni 2, 2008 pukul 8:54 am
Mantabz.. kalo manager di telco gaji 20 jt ++ standard juga sih, tapi liat perusahaannya dulu.
Kalo tawaran kerja di Amrik, wah jangan ditolak om. Bener kata orang2 diatas, kesempatan ga datang 2 kali. So?
Juni 2, 2008 pukul 11:44 am
thx @Mamaze dengan penjelasannya yang gamblang.
“Moral of the story: yang penting adalah berapa besar anda dapat menyisihkan uang untuk tabungan anda, bukan seberapa besar anda digaji”
Saya ada 2 pertanyaan :
1. Berapa kira kira yang anda dapat tabung di Indonesia ?
2. Penyataan ini :”bekerja di US memang dapat boost your career, tapi pertimbangkan juga bahwa meningkatnya umur pada saat anda kembali bisa menjadi halangan utk meniti karir”
Segitu pentingnyakah umur jika bekerja di Indonesia ?
Saya dari dulu mikir kalau anda punya US experience + US education saya rasa mudah untuk bekerja di Indonesia dengan posisi setingkat GM bahkan director regardless umur. Apa saya salah asumsi?