Apa dibalik kesuksesan seorang lelaki
September 24, 2007 — priandoyoKonon dibalik kesuksesan seorang lelaki, pasti ada seorang perempuan tangguh dibelakangnya. Begitupun sebaliknya, dibalik kesuksesan seorang istri pasti ada seorang suami yang memback-upnya siang dan malam. Begitulah, hal ini merupakan suratan takdir bahwa lelaki dan perempuan sudah dipasang-pasangkan layaknya siang dan malam. Akan selalu ada masa susah begitupun akan selalu ada masa senang, akan ada yang kaya dan akan selalu ada yang miskin.
Hidup berumah tangga, adalah suatu mekanisme paling sederhana untuk menggambarkan betapa Tuhan mendesign bentuk kehidupan ini sedemikian rupa untuk ciptaannya. Dengan berpasang-pasangan kita akan lebih mudah memahami bahwa design pasang surut kehidupan sebagaimana design gas dan rem sudah merupakan suatu yang fitrah. C’est la vie, begitulah kehidupan dan akan selalu begitu.
Bagi seorang lelaki, pelajaran pertama tentang berumah tangga bisa jadi adalah pelajaran tentang tanggung jawab. Apatah tanggung jawab mencari nafkah, apakah tanggung jawab untuk berperilaku adil kepada istri, adil kepada keluarga, adil kepada rekan sejawat dan segala bentuk pelajaran mengenai tanggung jawab lainnya.
Sedangkan, bagi seorang perempuan, pelajaran pertama tentang berumah tangga bisa jadi pelajaran tentang keikhlasan. Ikhlas menerima situasi awal berumah tangga yang pas-pasan. Ikhlas menerima menjalani tugas-tugas baru sebagai seorang istri hingga ikhlas bahwasanya hidup berumah tangga bukanlah hidup untuk menjadi dirinya sendiri, tapi demi keluarga, demi si kecil kelak dan demi pelajaran untuk menjadi orang tua yang baik.
Tanggung jawab dan ikhlas adalah makan pagi pasangan menikah. Sebagaimana disusul dengan sabar dan ikhtiar sebagai makan siang pasangan yang baru menikah. Dan semuanya adalah pelajaran-pelajaran hidup yang membuat seseorang sukses menghadapi kehidupannya. Jadi kalau pertanyaannya apa yang mengawali kesuksesan seorang lelaki? hampir dipastikan jawabannya adalah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah.
Amin, semoga kita semua bisa membangun keluarga seperti diatas. Bagi yang belum? ah tenang saja, ramadhan ini, besok pulang kampung ini mungkin awal yang bagus untuk merencanakan pernikahan tahun depan.
Selamat menunaikan ibadah puasa ya.













September 24, 2007 pukul 3:19 am
Apakah menikah bisa jadi salah satu terapi untuk quarter life crisis :)?
September 24, 2007 pukul 4:39 am
iya. saya kira ini memang pulang kampung nanti saya akan ‘nembung’ pada kedua orang tua tercinta. untuk merencanakan pernikahan kami. mohon doa restunya. semua pernikahan bisa menjadikan hidup lebih baik. amin.
September 24, 2007 pukul 4:41 am
rangkaian kata-katanya amburadul banged ya. ga dibaca ulang sih tadi. ah pokonya segaralah menikah. menghindari fitnah dan dosa. begitu?
September 24, 2007 pukul 5:26 am
Bagi yang belum tahu arti kata sakinah, mawaddah dan warohmah:
Sakinah = Ketenangan
Mawaddah = Persatuan
Warohmah = dan Kasih Sayang
:)
September 24, 2007 pukul 5:37 am
setujuu…. saya juga semangat “nembung” ke “dia”.. stelah baca tulisan Pak Anjar….
September 24, 2007 pukul 6:07 am
Posting yang bagus tuh buat para cowok-cewek yang belum menikah… bisa buat referensi nih
September 24, 2007 pukul 7:39 am
mm… tanggung jawab dan ikhlas… dicacat mas.. :)
September 24, 2007 pukul 8:09 am
*dicatat maksudnya… :)
September 24, 2007 pukul 8:54 am
Waduhh.. soal adil dan ikhlas bukan hanya wajib bagi masing2 pihak saja. Mestinya kedua belah pihak juga harus berbuat yang sama.
Kadang saya sering kasihan terhadap banyak perempuan yang selalu dan selalu dijejali kata-kata harus ikhlas untuk ini dan itu. Ikhlas menerima apa saja. Ikhlas mengerjakan apa saja.
Hati-hati, ikhlas untuk prempuan bukan berarti seluruh pekerjaan rumah ditanggung oleh perempuan loh…
Bukan berarti pusingnya mengatur keuangan rumah tangga juga cuma dirasakan oleh perempuan.
September 24, 2007 pukul 9:31 am
jadi lebih semangat lagi untuk nikah…..mohon doa restunya moga dia cepet memutuskan nikah denganku. amin
September 24, 2007 pukul 1:29 pm
Jadi mana yang benar?
Woman, without her, man is nothing….
or
Woman, without her man, is nothing…
September 24, 2007 pukul 3:00 pm
Assalamualaikum wr wb
Nabi Muhammad SAW sukses ber Dakwah karena dukungan istri nya Siti Khodijah r.a, Juga Nabi Ibrahim a.s meraih sukses dengan dukungan istri nya Siti Hajar
September 24, 2007 pukul 3:09 pm
oh, itu toh makna berumah tangga.
:D
-IT-
September 24, 2007 pukul 4:30 pm
Assalamualaikum wr. wb. Ikut nibrung nih, saya do’ain deh bagi yang akan segera menikah, Insya Allah tujuan utamanya tercapai, dan mudah2an kena imbasnya saya segera menikah pula he… Amiin
September 25, 2007 pukul 1:31 am
apakah ini berarti bahwa kesuksesan seorang laki-laki adalah kesuksesan keluarga? bagi yang mau menikah, semoga Allah memudahkan urusannya dan dilancarkan segala sesuatunya. amin.
September 25, 2007 pukul 2:39 am
Sepakat, klo ga berat ga mungkin nilainya setenmgah agama, maaf baru sekedar teori, karena saya sendiri juga masih belum menjalankan, tapi nilai yang disampaikan berat bagus banget.trimakasih
September 25, 2007 pukul 8:06 am
sebuah inspirasi yang menakjubkan. Terima kasih
September 25, 2007 pukul 10:39 am
SAKINAH=KETENANGAN,bukan berarti dalam rumah tangga itu tidk ada masalah tapi bagaimana kita menyikapi masalah itu,.
MAWADDAH=PERSATUAN/KEBERSAMAAN,dalam sebuah rumah tangga harus adanya sebuah kejujuran,keterbukaan agar terciptanya sebuah kebersamaan yang akan melahirkan WARAHMAH=KASIH SAYANG,….WALLOHU’ALAM
September 25, 2007 pukul 5:20 pm
wah, bongky kok commentnya bisa di semua tempat.. sama lagi? hmmm…
September 25, 2007 pukul 6:31 pm
ada pepatah : “menikah akan membuat seseorang lebih bertanggung jawab sama hidupnya”
saya kok jadi mikir, apakah menikah yang membuat seseorang bertanggung jawab terhadap hidup ? :) dan ketika dia tidak menikah, dia tidak bertanggung jawab thd hidup ? :)
sorry Njar kalau mbulet gak jelas, tapi menurutku terlalu banyak hal, selain perempuan, dibalik kesuksesan seseorang lelaki.
September 25, 2007 pukul 8:40 pm
Menarik…
September 26, 2007 pukul 4:23 am
Hmm, tanggung jawab dan keihklasan, siang dan malam, bulan dan bintang, kiranya itulah romantika kehidupan :)
September 26, 2007 pukul 7:51 am
aslm…
ehmmm. seru juga ikutan obrolan tentang nikah…
setuju komentar dari erliny…..ada banyak amalan yang bisa dilaksanakan dengan menikah….
uhhh sebenarnya ini juga menyemangati diri sendiri….
kita saling mendoakan semoga sgr bertemu soulmate ya…
waslm…