Apakah S2 memudahkan kita mencari kerja? dan berapa gajinya?
September 26, 2007 — priandoyoSaya lulusan teknik arsitektur PTS Bandung, saya sudah pernah bekerja di konsultan arsitektur selama kurang lebih 1,5 tahun. Melihat perkembangan dunia telco, saya sangat tertarik untuk terjun bekerja di dunia, sekarang saya kuliah S2 ngambil MM di salah satu PTS yang dimiliki oleh yayasan perusahaan telco terbesar di indonesia.
Saya mau tanya dan minta sarannya nih mas, dengan saya sekolah tersebut, apakah saya dapat mudah mendapat bekerja di dunia telco atau dengan background saya tersebut sudah cukup untuk mencobanya? biasanya posisi apa untuk lulusan seperti saya ini?
Indra 24th, via email
Saya mau tanya neh. saya tamat S1 IT, lsg ambil S2 IT. tanpa kerja sama sekali. nanti kalo udah ngelamar kerja, apa dapet gaji = fresh graduate ITnya kebanyakan? bingung juga neh hehehe. Mohon bantuan buat rekan2 disini yg sudah expert, tentang kasus orang2 yg mirip dengan saya ini. thanks.
Jimmy, via email
Komentar:
Mungkin ada yang mau sharing? pengalaman dengan S2-nya? positif atau negatif? pengalaman saya kalau fresh S2 harusnya hanya beda sedikit dengan S1 fresh mungkin 20-30% gaji. Tapi dari segi karir mungkin S2 bisa lebih diuntungkan, bila kebetulan background S1-nya ternyata tidak sesuai. Atau ada pendapat lain?
Baca juga
S2 untuk telekomunikasi apa ya (19 comments)
Sanggupkah S2 atau MM mendongkrak gaji anda? (31 comments)













September 26, 2007 pukul 4:33 am
rata2 untuk S2 tanpa exp gak mendapatkan “kelebihan salary” dibanding S1 fresh grad. Tapi ya tergantung opportunity jg.
September 26, 2007 pukul 7:59 am
Aku habis lulus S1 elektro langsng ambil S2 elektro juga. Selama kul S2 ikutan project telco2 / IT sama dosenku. Setelah lulus, Beberpa kali sblmny jg coba2 melamar ke pershn2 IT n kebanyakan emang penawaran gajinya berdasarkan pengalaman (so S2 ku gak dilirik). Lalu aku melamar lagi ke pershn vendor telco multinasional dan akhirnya memang aku digaji sama dengan yg lulusan S1 fresh (lagi2 pengalaman, krn dipershn sebelumnya emang cuma project2 lokal n kecil2, jd mungkin kurang dilirik).
Jadi buat para lulusan S2 apalagi yg fresh emang harus siap nrima apa adanya dulu aja deh. Yang penting kita kembangkan dulu skill kita. Mungkin kalau sudah bbrp tahun exp, baru S2 kita ikut dilirik
September 26, 2007 pukul 8:58 am
Menurut saya memang pada awalnya gelar S2 tidak diperhitungkan, tetapi kesempatan utk dipromosikan bagi pemegang gelar S2 lebih besar.
September 26, 2007 pukul 12:12 pm
@property to invest: itu maksudnya di pemerintahan kali ya?
Setahu gue, dibanding IT ato telco, bidang perbankan biasanya lebih menghargai S2. Buktinya ada lowongan2 perbankan yg hanya utk fresh-grad S2, terutama overseas. Kayak Citigroup, ABN Amro, ato bahkan BII biasanya utk Management Associate lebih milih S2 overseas.
Di bidang IT sih, dari pengalaman pribadi ya, harga naik kalo elo punya hot skill yg laris. Jadi kalo mau gaji gede di IT, daripada kuliah S2, mending kejar tuh CCIE ato cari pengalaman implementasi SAP. Dijamin mahal..:-D
Lagian mahasiswa IT mah biasanya banyak sampingan, ngerjain ini-itu. Jadi lumayan buat pengalaman…
@Jimmy: pengalaman asli temen gue nih. Lulus S1 Gunadarma, langsung kul MTI UGM. Trus kerja diterima sbg staf IT Lippobank, gaji hampir 6 jt.
September 27, 2007 pukul 3:23 am
mm… di salah satu BUMN telco new employee dgn gelar S2 punya starting point lebih bagus satu level lbh tinggi dr entry level S1. Tp kenyataannya sebagian besar dalam waktu 2-3 atau 5-6 tahun akhirnya antara S1 dan S2 berada di level posisi sama yg salary antar mereka jg sama…
kl nurut aku sih kl memang ada kesempatan S2 ambil dulu aja :D (pengin sekolah lagi gak jadi2 euy..) krn sudah berbasis kompetensi kl dah jadi pegawai ya mau S1 atau S2 gak gitu dilirik lagi kecuali nanti dah di level General Manager, yg penting kita kerja bagus ya karir bagus….
September 27, 2007 pukul 4:01 am
di tempat kerja lama bedanya cuman 100 rb. btw, anjar dapat contoh perusahaan mana, yg bedanya gaji bisa 30 persen itu. mau dong, aku … :D
September 27, 2007 pukul 4:12 am
Saya lulusan S1 dan S2 (MM) dari UGM.
Pengalaman saya sih, S2 tidak serta merta menaikkan rate sallary anda, tapi (sedikit) lebih memudahkan anda masuk ke perusahaan yang lebih favorit. Kecuali, kalau di PNS atau BUMN (mungkin).
Tapi bagi gw, motivasi gw ikutan S2 bukan semata-mata pingin cari instant impactnya, tapi lebih long term. Dan lebih bagus lagi, kalau kita bisa ambil S2 yang tidak di Indonesia, dan sukur2 karena beasiswa. Di jamin posisi tawar kita akan melejit.
S2 skg gampang. Tinggal lo punya uang, bisa apply. Mau di UI kek, UGM atau ITB. ;)
*jujur, gw lulusan S1 UGM yang kecewa ambil S2 di dalem negeri.
September 27, 2007 pukul 4:34 am
bagaimana kalo kerja sambil bisnis ini?
September 27, 2007 pukul 6:12 am
Pernah baca di blog temen yang kerja di Amerika (ntah di Indonesia dan sayangnya blog dia dilock gt) katanya orang yang kalau S1 langsung S2 disana justru agak-agak riskan buat diterima. Apalagi yang S1 ama S2-nya agak2 g nyambung kayak S1 teknik tapi S2 manajemen. Soalnya kualifikasinya udah tinggi tapi kurang pengalaman. Agak sulit untuk ditempatkan kata dia.
September 27, 2007 pukul 8:13 am
Kalau menurut pengalaman sy melanjutkan kuliah S2 MM tidak rugi dan untuk karier lebih bagus karna saya 3 tahun langsung naik ke level Area Manager tp itu tergantung dari perusahaan n skill qt.. Kalau soal pengalaman menurut sy tidak terlalu penting asalkan pada saat qt kerja nanti menunjukkan prestasi yang baik.. Lulusan S2 lebih cepat naik jabatan.. Sya lulusan S1 UPN n S2 UGM
September 28, 2007 pukul 4:29 am
Mo nanggapi posting ini.. Menarik, tp tidak ada yg memberikan pokok permasalahannya.
Mungkin pertanyaannya lebih pas kalau dibalik, kenapa S2/Master Degree tidak memperbaiki karier secara signifikan?
Salah satu jawabannya adalah terjadi inflasi gila-gilaan di Indonesia soal gelar yang satu ini. Akhirnya perusahaan dalam merekrut akan merefer balik ke kualifikasi S1, yang notabene seleksi dan prosesnya lebih terdiferensiasi dibandingkan dengan S2. Gambaran: S1 ITB lebih valueable daripada S2 ITB.
By default memang karier seseorg akan lbh cepat saat punya kualifikasi dan maturity yang lebih tinggi. Tapi jika time evolved sudah cukup jauh (say 8-10 years), semuanya kembali ke personality masing2. Toh dalam promosi pekerjaan tidak sekedar kualifikasi menjadi pertimbangan , ada faktor lain seperti kepribadian atau kepemimpinan.
Saran saya, hati2 untuk fresh grad yang ingin langsung lanjut S2 di dalam negeri, apalagi karena lama tidak mendapat pekerjaan. Mungkin lbh baik kontemplasi diri dulu baru berpikir apa yang dilakukan selanjutnya.
September 29, 2007 pukul 2:31 am
[i]Saya mau tanya neh. saya tamat S1 IT, lsg ambil S2 IT. tanpa kerja sama sekali. nanti kalo udah ngelamar kerja, apa dapet gaji = fresh graduate ITnya kebanyakan? bingung juga neh hehehe. Mohon bantuan buat rekan2 disini yg sudah expert, tentang kasus orang2 yg mirip dengan saya ini. thanks.[/i]
perasaan pertanyaan ini pertanyaan saya di topic lainnya deh.
thanks udah diangkat jadi topic.
September 30, 2007 pukul 3:06 pm
Menurut saya untuk jenjang S2 lebih baik buka lapangan kerja saja, karena untuk bekerja di kantoran kayaknya mubazir deh….., tapi kalo ditanya bermanfaat gak? saya rasa gak ada ruginya. dan yang S1 langsung ke S2 tanpa pengalaman kerja mungkin akan dapat penghasilan freshgraduate tapi logikanya sih jenjang karirnya lebih baik atau lebih diperhitungkan untuk di promosi.
Oktober 1, 2007 pukul 4:12 am
Sebernya pengen sih S2 cuman danan nya itu blom ada.
hikss.. hikss… btw ngambil S2 di ITB mesti siap dana berapa puluh juta yah?
Oktober 2, 2007 pukul 11:59 pm
@outsorcing.
kebetulan saya kuliah di tempat berlogo gajah itu.
anda mau ambil s2 teknik atau mba?
yang teknik ga mahal2 amat kok.
saya sendiri kena +-7jt per semester, kul normal 3 semester.
kalo lulus normal habis 21juta. ga semahal biaya MM atau MBA.
untuk info jelasnya bisa dilihat.
http://www.pps.itb.ac.id/
http://www.mba.itb.ac.id/
Oktober 18, 2007 pukul 3:52 am
[...] gak kaya-kaya juga.. berarti kita gak bakat jadi orang kaya. Bahkan orang-orang S2 pun belum tentu bergaji besar [...]
Oktober 31, 2007 pukul 4:26 am
Wah.. jadi mikir2 lagi buat ngambil S2 nih.
Mo tanya dong ama senior. Mana yg lebih baik dalam karir yah, kuliah lagi S2 atau ngambil sertifikasi keahlian internasional? Karena skrng saya kerja di bank asing sbg softw engineer, sedangkan S1 saya swasta.
Desember 19, 2007 pukul 7:40 am
mas, saya mau tny, bagus mana sih prospek s2 IT dgn MM…
makasih…
Februari 9, 2008 pukul 2:38 pm
Kalau menurut saya pribadi, tidak ada jaminan bahwa setelah S2 akan memudahkan kita mencari kerja, apalagi kalau S2 nya tidak dibarengi dengan skill yg sangat spesifik atau pengalaman kerja. S2 sebaiknya digunakan sebagai “Advancement” dari karir yg telah berjalan >2 atau 3 tahun. Sebagian perusahaan di Indonesia malah enggan mengambil lulusan S2 yg FRESH, karena lulusan S2 cenderung ‘meminta’ gaji yg lebih besar… kecuali kalau ada lulusan S2 yg berani dibayar standard S1, tentunya perusahaan dgn senang hati akan menerima.
Mungkin bagi rekan2 yg sudah bekerja namun ingin melanjutkan studi, bisa mempertimbangkan mengambil gelar online (Online Degree)… Pengalaman pribadi saya cukup menyenangkan jg mengambil Online Degree, walaupun seringkali terbentur dgn Motivasi yg naik turun :)
Demikian sharing dari saya.. mudah2an bermanfaat…
Februari 10, 2008 pukul 11:14 am
selain S1, sekarang malahan orang2 lulusan S2 banyak direkrut oleh perusahaan2 asing berkelas dunia seperti chevron,conocophillips,total,dll…….karena mereka membutuhkan orang2 perencana,rekayasa,manajerial
dan untuk yang kerja dilapangan sekarang perusahaan2 itu menerapkan sistem kontrak, yang notabene karyawannya adalah orang2 D3 atau S1….
ni contohnya
http://sac.its.ac.id/chevron_adv.html
disini dituliskan S2/master degree will be advantage….
Februari 27, 2008 pukul 8:43 am
asslmkm….
saya mahasiswa s1 di salah satu ptn
mo tau informasi s2 ke luar negri
ada yang tau??
mohon informasinya
April 2, 2008 pukul 1:57 pm
haloooo…
pengalaman saya lulusan S2…
saya dulu ambil S1 di IT, lalu pas waktu kul S2 saya kerja di perusahaan rokok ternama sebagai programmer dan saya waktu itu masih kul S2 Informatika di ITS Surabaya…
Klo masalah gaji sih tergantung SDM, klo mmg orgnya kreatif bisa dapat banyak.. gaji saya pertama sbg programmer di perusahaan rokok tsb 12,300,000/bln. setelah saya lulus S2 dari ITS, saya ngelamar kerja dan kerja di JKT dengan pengalaman dan grade saya S2, maka saya mendapatkan gaji 20,150,000/bln. Saat ini usia saya masih 27 tahun.
Semua tergantung pada niat kita dan SDM kita.. S2/S1/S3 bukanlah masalah, tetapi mmg semakin tinggi grade maka smakin besar pengalaman kita, dan tentunya, saya masih ingin melanjutkan S3 jika Allah mengijinkan….
April 2, 2008 pukul 10:27 pm
Mas Arifin.mzainal..mantep bgt gajinya…
Kalau S2 usahakan ambil yang bisa partime, jadi bisa sambil kerja dan jam terbang anda (alias work experience) tetap jalan terus.
Work experience itu lebih dihargai di industry. Work experience + higher degree= top abis sperti mas Arifin m.zainal diatas.
Mei 12, 2008 pukul 8:42 am
teman-teman saya mo tanya neh saya lulusan psikologi pts di yogya rencana mo nglanjutin di S2 UGM tapi saya belum yakin kalo ijazah S2 saya bisa dilirik perusahaan dengan gaji yang tinggi karena saya belum punya pengalaman kerja…minta sarannya yah..thanks…
Mei 12, 2008 pukul 10:38 am
“Klo masalah gaji sih tergantung SDM, klo mmg orgnya kreatif bisa dapat banyak.. gaji saya pertama sbg programmer di perusahaan rokok tsb 12,300,000/bln. setelah saya lulus S2 dari ITS, saya ngelamar kerja dan kerja di JKT dengan pengalaman dan grade saya S2, maka saya mendapatkan gaji 20,150,000/bln. Saat ini usia saya masih 27 tahun”
Saya gak percaya….
Juni 18, 2008 pukul 4:05 pm
“Klo masalah gaji sih tergantung SDM, klo mmg orgnya kreatif bisa dapat banyak.. gaji saya pertama sbg programmer di perusahaan rokok tsb 12,300,000/bln. setelah saya lulus S2 dari ITS, saya ngelamar kerja dan kerja di JKT dengan pengalaman dan grade saya S2, maka saya mendapatkan gaji 20,150,000/bln. Saat ini usia saya masih 27 tahun” (arifin.mzainal) Says
Saya gak percaya…. ( sugeng says )
He he he….., saya gak percaya juga. maaf lho ya bukan sentimen. memang nama perusahaannya apa? dimana? divisi apa?
Juni 19, 2008 pukul 4:39 am
Saya Percaya ^_^
Pernah ngerasain sih..
Di sampoerna - Philip moris International, saya kerja outsource dan belum lulus S1 dari ITS. Bekerja sebagai programmer saya dapat gaji 5 juta an belum tambahan uang lemburnya
Mungkin gaji dia besar krn jadi supervisor programmernya ato memang job descp yang sangat langka tenga ahlinya ^_^
Biaya hidup surabaya juga murah
Yang terpenting :
TERUSLAH MENGUPDATE ILMU krn ALLAH AKAN MENINGGIKAN 1 DERAJAT ORANG2 YG BERILMU
mahardhika@cs.its.ac.id
http://www.friendster.com/mahardhika84
Salam - Sampoerna Untuk Indonesia-
Juni 19, 2008 pukul 1:26 pm
Masuk akal juga,
Saya pernah jadi ABAPER, hanya modal bahasa java. Bahkan gaji saya sudah 25jt. Saya bekerja di perusahaan telekomukasi ternama sudah 5 tahun.
Mungkin kalau gaji di pabrik rokok segitu pasti pegang server database, karena kakak saya juga di pabrik rokok sebagai admin nya oracle, harus benar-benar ahli statistik.
Saya senang kalau negara kita maju.
(Steven)