Apakah S2 memudahkan kita mencari kerja? dan berapa gajinya?
Saya lulusan teknik arsitektur PTS Bandung, saya sudah pernah bekerja di konsultan arsitektur selama kurang lebih 1,5 tahun. Melihat perkembangan dunia telco, saya sangat tertarik untuk terjun bekerja di dunia, sekarang saya kuliah S2 ngambil MM di salah satu PTS yang dimiliki oleh yayasan perusahaan telco terbesar di indonesia.
Saya mau tanya dan minta sarannya nih mas, dengan saya sekolah tersebut, apakah saya dapat mudah mendapat bekerja di dunia telco atau dengan background saya tersebut sudah cukup untuk mencobanya? biasanya posisi apa untuk lulusan seperti saya ini?
Indra 24th, via email
Saya mau tanya neh. saya tamat S1 IT, lsg ambil S2 IT. tanpa kerja sama sekali. nanti kalo udah ngelamar kerja, apa dapet gaji = fresh graduate ITnya kebanyakan? bingung juga neh hehehe. Mohon bantuan buat rekan2 disini yg sudah expert, tentang kasus orang2 yg mirip dengan saya ini. thanks.
Jimmy, via email
Komentar:
Mungkin ada yang mau sharing? pengalaman dengan S2-nya? positif atau negatif? pengalaman saya kalau fresh S2 harusnya hanya beda sedikit dengan S1 fresh mungkin 20-30% gaji. Tapi dari segi karir mungkin S2 bisa lebih diuntungkan, bila kebetulan background S1-nya ternyata tidak sesuai. Atau ada pendapat lain?
Baca juga
S2 untuk telekomunikasi apa ya (19 comments)
Sanggupkah S2 atau MM mendongkrak gaji anda? (31 comments)


rata2 untuk S2 tanpa exp gak mendapatkan “kelebihan salary” dibanding S1 fresh grad. Tapi ya tergantung opportunity jg.
Amir Karimuddin
September 26, 2007 at 4:33 am
Aku habis lulus S1 elektro langsng ambil S2 elektro juga. Selama kul S2 ikutan project telco2 / IT sama dosenku. Setelah lulus, Beberpa kali sblmny jg coba2 melamar ke pershn2 IT n kebanyakan emang penawaran gajinya berdasarkan pengalaman (so S2 ku gak dilirik). Lalu aku melamar lagi ke pershn vendor telco multinasional dan akhirnya memang aku digaji sama dengan yg lulusan S1 fresh (lagi2 pengalaman, krn dipershn sebelumnya emang cuma project2 lokal n kecil2, jd mungkin kurang dilirik).
Jadi buat para lulusan S2 apalagi yg fresh emang harus siap nrima apa adanya dulu aja deh. Yang penting kita kembangkan dulu skill kita. Mungkin kalau sudah bbrp tahun exp, baru S2 kita ikut dilirik
mo_cab
September 26, 2007 at 7:59 am
Menurut saya memang pada awalnya gelar S2 tidak diperhitungkan, tetapi kesempatan utk dipromosikan bagi pemegang gelar S2 lebih besar.
property to invest
September 26, 2007 at 8:58 am
@property to invest: itu maksudnya di pemerintahan kali ya?
Setahu gue, dibanding IT ato telco, bidang perbankan biasanya lebih menghargai S2. Buktinya ada lowongan2 perbankan yg hanya utk fresh-grad S2, terutama overseas. Kayak Citigroup, ABN Amro, ato bahkan BII biasanya utk Management Associate lebih milih S2 overseas.
Di bidang IT sih, dari pengalaman pribadi ya, harga naik kalo elo punya hot skill yg laris. Jadi kalo mau gaji gede di IT, daripada kuliah S2, mending kejar tuh CCIE ato cari pengalaman implementasi SAP. Dijamin mahal..:-D
Lagian mahasiswa IT mah biasanya banyak sampingan, ngerjain ini-itu. Jadi lumayan buat pengalaman…
@Jimmy: pengalaman asli temen gue nih. Lulus S1 Gunadarma, langsung kul MTI UGM. Trus kerja diterima sbg staf IT Lippobank, gaji hampir 6 jt.
acooljerk
September 26, 2007 at 12:12 pm
mm… di salah satu BUMN telco new employee dgn gelar S2 punya starting point lebih bagus satu level lbh tinggi dr entry level S1. Tp kenyataannya sebagian besar dalam waktu 2-3 atau 5-6 tahun akhirnya antara S1 dan S2 berada di level posisi sama yg salary antar mereka jg sama…
kl nurut aku sih kl memang ada kesempatan S2 ambil dulu aja :D (pengin sekolah lagi gak jadi2 euy..) krn sudah berbasis kompetensi kl dah jadi pegawai ya mau S1 atau S2 gak gitu dilirik lagi kecuali nanti dah di level General Manager, yg penting kita kerja bagus ya karir bagus….
pa-hayden
September 27, 2007 at 3:23 am
di tempat kerja lama bedanya cuman 100 rb. btw, anjar dapat contoh perusahaan mana, yg bedanya gaji bisa 30 persen itu. mau dong, aku … :D
papabonbon
September 27, 2007 at 4:01 am
Saya lulusan S1 dan S2 (MM) dari UGM.
Pengalaman saya sih, S2 tidak serta merta menaikkan rate sallary anda, tapi (sedikit) lebih memudahkan anda masuk ke perusahaan yang lebih favorit. Kecuali, kalau di PNS atau BUMN (mungkin).
Tapi bagi gw, motivasi gw ikutan S2 bukan semata-mata pingin cari instant impactnya, tapi lebih long term. Dan lebih bagus lagi, kalau kita bisa ambil S2 yang tidak di Indonesia, dan sukur2 karena beasiswa. Di jamin posisi tawar kita akan melejit.
S2 skg gampang. Tinggal lo punya uang, bisa apply. Mau di UI kek, UGM atau ITB. ;)
*jujur, gw lulusan S1 UGM yang kecewa ambil S2 di dalem negeri.
saya
September 27, 2007 at 4:12 am
bagaimana kalo kerja sambil bisnis ini?
bisnis
September 27, 2007 at 4:34 am
Pernah baca di blog temen yang kerja di Amerika (ntah di Indonesia dan sayangnya blog dia dilock gt) katanya orang yang kalau S1 langsung S2 disana justru agak-agak riskan buat diterima. Apalagi yang S1 ama S2-nya agak2 g nyambung kayak S1 teknik tapi S2 manajemen. Soalnya kualifikasinya udah tinggi tapi kurang pengalaman. Agak sulit untuk ditempatkan kata dia.
Nenda Fadhilah
September 27, 2007 at 6:12 am
Kalau menurut pengalaman sy melanjutkan kuliah S2 MM tidak rugi dan untuk karier lebih bagus karna saya 3 tahun langsung naik ke level Area Manager tp itu tergantung dari perusahaan n skill qt.. Kalau soal pengalaman menurut sy tidak terlalu penting asalkan pada saat qt kerja nanti menunjukkan prestasi yang baik.. Lulusan S2 lebih cepat naik jabatan.. Sya lulusan S1 UPN n S2 UGM
Guna
September 27, 2007 at 8:13 am
Mo nanggapi posting ini.. Menarik, tp tidak ada yg memberikan pokok permasalahannya.
Mungkin pertanyaannya lebih pas kalau dibalik, kenapa S2/Master Degree tidak memperbaiki karier secara signifikan?
Salah satu jawabannya adalah terjadi inflasi gila-gilaan di Indonesia soal gelar yang satu ini. Akhirnya perusahaan dalam merekrut akan merefer balik ke kualifikasi S1, yang notabene seleksi dan prosesnya lebih terdiferensiasi dibandingkan dengan S2. Gambaran: S1 ITB lebih valueable daripada S2 ITB.
By default memang karier seseorg akan lbh cepat saat punya kualifikasi dan maturity yang lebih tinggi. Tapi jika time evolved sudah cukup jauh (say 8-10 years), semuanya kembali ke personality masing2. Toh dalam promosi pekerjaan tidak sekedar kualifikasi menjadi pertimbangan , ada faktor lain seperti kepribadian atau kepemimpinan.
Saran saya, hati2 untuk fresh grad yang ingin langsung lanjut S2 di dalam negeri, apalagi karena lama tidak mendapat pekerjaan. Mungkin lbh baik kontemplasi diri dulu baru berpikir apa yang dilakukan selanjutnya.
Johan Batubara
September 28, 2007 at 4:29 am
[i]Saya mau tanya neh. saya tamat S1 IT, lsg ambil S2 IT. tanpa kerja sama sekali. nanti kalo udah ngelamar kerja, apa dapet gaji = fresh graduate ITnya kebanyakan? bingung juga neh hehehe. Mohon bantuan buat rekan2 disini yg sudah expert, tentang kasus orang2 yg mirip dengan saya ini. thanks.[/i]
perasaan pertanyaan ini pertanyaan saya di topic lainnya deh.
thanks udah diangkat jadi topic.
Wibawa
September 29, 2007 at 2:31 am
Menurut saya untuk jenjang S2 lebih baik buka lapangan kerja saja, karena untuk bekerja di kantoran kayaknya mubazir deh….., tapi kalo ditanya bermanfaat gak? saya rasa gak ada ruginya. dan yang S1 langsung ke S2 tanpa pengalaman kerja mungkin akan dapat penghasilan freshgraduate tapi logikanya sih jenjang karirnya lebih baik atau lebih diperhitungkan untuk di promosi.
Andrew
September 30, 2007 at 3:06 pm
Sebernya pengen sih S2 cuman danan nya itu blom ada.
hikss.. hikss… btw ngambil S2 di ITB mesti siap dana berapa puluh juta yah?
outsourcing
Oktober 1, 2007 at 4:12 am
@outsorcing.
kebetulan saya kuliah di tempat berlogo gajah itu.
anda mau ambil s2 teknik atau mba?
yang teknik ga mahal2 amat kok.
saya sendiri kena +-7jt per semester, kul normal 3 semester.
kalo lulus normal habis 21juta. ga semahal biaya MM atau MBA.
untuk info jelasnya bisa dilihat.
http://www.pps.itb.ac.id/
http://www.mba.itb.ac.id/
Wibawa
Oktober 2, 2007 at 11:59 pm
[...] gak kaya-kaya juga.. berarti kita gak bakat jadi orang kaya. Bahkan orang-orang S2 pun belum tentu bergaji besar [...]
Kaya Itu Apa Sih? - blog.apung.web.id - ..may the source be with us..
Oktober 18, 2007 at 3:52 am
Wah.. jadi mikir2 lagi buat ngambil S2 nih.
Mo tanya dong ama senior. Mana yg lebih baik dalam karir yah, kuliah lagi S2 atau ngambil sertifikasi keahlian internasional? Karena skrng saya kerja di bank asing sbg softw engineer, sedangkan S1 saya swasta.
mauser
Oktober 31, 2007 at 4:26 am
mas, saya mau tny, bagus mana sih prospek s2 IT dgn MM…
makasih…
pippo
Desember 19, 2007 at 7:40 am
Kalau menurut saya pribadi, tidak ada jaminan bahwa setelah S2 akan memudahkan kita mencari kerja, apalagi kalau S2 nya tidak dibarengi dengan skill yg sangat spesifik atau pengalaman kerja. S2 sebaiknya digunakan sebagai “Advancement” dari karir yg telah berjalan >2 atau 3 tahun. Sebagian perusahaan di Indonesia malah enggan mengambil lulusan S2 yg FRESH, karena lulusan S2 cenderung ‘meminta’ gaji yg lebih besar… kecuali kalau ada lulusan S2 yg berani dibayar standard S1, tentunya perusahaan dgn senang hati akan menerima.
Mungkin bagi rekan2 yg sudah bekerja namun ingin melanjutkan studi, bisa mempertimbangkan mengambil gelar online (Online Degree)… Pengalaman pribadi saya cukup menyenangkan jg mengambil Online Degree, walaupun seringkali terbentur dgn Motivasi yg naik turun :)
Demikian sharing dari saya.. mudah2an bermanfaat…
Adi
Februari 9, 2008 at 2:38 pm
selain S1, sekarang malahan orang2 lulusan S2 banyak direkrut oleh perusahaan2 asing berkelas dunia seperti chevron,conocophillips,total,dll…….karena mereka membutuhkan orang2 perencana,rekayasa,manajerial
dan untuk yang kerja dilapangan sekarang perusahaan2 itu menerapkan sistem kontrak, yang notabene karyawannya adalah orang2 D3 atau S1….
ni contohnya
http://sac.its.ac.id/chevron_adv.html
disini dituliskan S2/master degree will be advantage….
BROM
Februari 10, 2008 at 11:14 am
asslmkm….
saya mahasiswa s1 di salah satu ptn
mo tau informasi s2 ke luar negri
ada yang tau??
mohon informasinya
putri.badri
Februari 27, 2008 at 8:43 am
haloooo…
pengalaman saya lulusan S2…
saya dulu ambil S1 di IT, lalu pas waktu kul S2 saya kerja di perusahaan rokok ternama sebagai programmer dan saya waktu itu masih kul S2 Informatika di ITS Surabaya…
Klo masalah gaji sih tergantung SDM, klo mmg orgnya kreatif bisa dapat banyak.. gaji saya pertama sbg programmer di perusahaan rokok tsb 12,300,000/bln. setelah saya lulus S2 dari ITS, saya ngelamar kerja dan kerja di JKT dengan pengalaman dan grade saya S2, maka saya mendapatkan gaji 20,150,000/bln. Saat ini usia saya masih 27 tahun.
Semua tergantung pada niat kita dan SDM kita.. S2/S1/S3 bukanlah masalah, tetapi mmg semakin tinggi grade maka smakin besar pengalaman kita, dan tentunya, saya masih ingin melanjutkan S3 jika Allah mengijinkan….
arifin.mzainal
April 2, 2008 at 1:57 pm
Mas Arifin.mzainal..mantep bgt gajinya…
Kalau S2 usahakan ambil yang bisa partime, jadi bisa sambil kerja dan jam terbang anda (alias work experience) tetap jalan terus.
Work experience itu lebih dihargai di industry. Work experience + higher degree= top abis sperti mas Arifin m.zainal diatas.
Adhi
April 2, 2008 at 10:27 pm
teman-teman saya mo tanya neh saya lulusan psikologi pts di yogya rencana mo nglanjutin di S2 UGM tapi saya belum yakin kalo ijazah S2 saya bisa dilirik perusahaan dengan gaji yang tinggi karena saya belum punya pengalaman kerja…minta sarannya yah..thanks…
pipit
Mei 12, 2008 at 8:42 am
“Klo masalah gaji sih tergantung SDM, klo mmg orgnya kreatif bisa dapat banyak.. gaji saya pertama sbg programmer di perusahaan rokok tsb 12,300,000/bln. setelah saya lulus S2 dari ITS, saya ngelamar kerja dan kerja di JKT dengan pengalaman dan grade saya S2, maka saya mendapatkan gaji 20,150,000/bln. Saat ini usia saya masih 27 tahun”
Saya gak percaya….
sugeng
Mei 12, 2008 at 10:38 am
“Klo masalah gaji sih tergantung SDM, klo mmg orgnya kreatif bisa dapat banyak.. gaji saya pertama sbg programmer di perusahaan rokok tsb 12,300,000/bln. setelah saya lulus S2 dari ITS, saya ngelamar kerja dan kerja di JKT dengan pengalaman dan grade saya S2, maka saya mendapatkan gaji 20,150,000/bln. Saat ini usia saya masih 27 tahun” (arifin.mzainal) Says
Saya gak percaya…. ( sugeng says )
He he he….., saya gak percaya juga. maaf lho ya bukan sentimen. memang nama perusahaannya apa? dimana? divisi apa?
dimas_aji_w
Juni 18, 2008 at 4:05 pm
Saya Percaya ^_^
Pernah ngerasain sih..
Di sampoerna – Philip moris International, saya kerja outsource dan belum lulus S1 dari ITS. Bekerja sebagai programmer saya dapat gaji 5 juta an belum tambahan uang lemburnya
Mungkin gaji dia besar krn jadi supervisor programmernya ato memang job descp yang sangat langka tenga ahlinya ^_^
Biaya hidup surabaya juga murah
Yang terpenting :
TERUSLAH MENGUPDATE ILMU krn ALLAH AKAN MENINGGIKAN 1 DERAJAT ORANG2 YG BERILMU
mahardhika@cs.its.ac.id
http://www.friendster.com/mahardhika84
Salam – Sampoerna Untuk Indonesia-
Mahardhika Candra P
Juni 19, 2008 at 4:39 am
Masuk akal juga,
Saya pernah jadi ABAPER, hanya modal bahasa java. Bahkan gaji saya sudah 25jt. Saya bekerja di perusahaan telekomukasi ternama sudah 5 tahun.
Mungkin kalau gaji di pabrik rokok segitu pasti pegang server database, karena kakak saya juga di pabrik rokok sebagai admin nya oracle, harus benar-benar ahli statistik.
Saya senang kalau negara kita maju.
(Steven)
Steven Tjandra
Juni 19, 2008 at 1:26 pm
duh, pingin juga S2 karena gosip di perusahaan tempat saya kerja, hanya orang2 S2 nanti yg bisa di promote :( :( :( :( jadi level yg lebih tinggi.
randi
Juli 18, 2008 at 12:55 pm
@pipit: S2nya orientasi kerja kan?! y udah ikutin aja tu komen yang di atasnya, Adhi: “Kalau S2 usahakan ambil yang bisa partime, jadi bisa sambil kerja dan jam terbang anda (alias work experience) tetap jalan terus,”
..ato klo ada 2 pilihan di dpan mata, kerja dulu ato s2 dulu gmn?
..klo gw sih kerja dulu ; p
Olie
Juli 18, 2008 at 6:49 pm
Kalo kita niat ambil S2, sebaiknya kita niatkan pula bahwa kita ingin pendalaman ilmu yakni dengan melakukan penelitian kl mau S2 kita berkualitas. Publikasi ilmiah kalo bisa minimal 3 kali.Ini memudahkan utk ambil beasiswa S3.
Kalo mudah tidaknya mendapat kerjaan itu tergantung bagaimana kegiatan dia saat mengisi waktu luang menunggu pekerjaan tersebut.
Bila yang dilakukan adalah kesibukan positif dan maka pada akhirnya dia menyadari bahwa tidak ada yang perlu dia tunggu melainkan memantapkan yang iya kerjakan kini.
Mendongkrak tidaknya gaji, tergantung pengalaman, strategi dan kompetensi.Tp S2 atau S3 biasanya relatif menjamin masa depan (mendapat kerja),tp blm tentu
perusahaan yg bonafit.
Oya yang dimaksud dengan pengalaman kerja pada beberapa perusahaan sangat specifik yakni pengalaman pada bidang yang sama.
Oleh sebab itu hati2 menerima tawaran kerjaan yang meleset dari bidang keahlian kita.
Contoh : 3 tahun IT, 2 tahun Marketing, 2 tahun Manajemen Umum. Nah ngelamar ke perusahaan IT bilang pengalaman : 7 tahun pdhal cuman 3 thn. Kl pun pindah bidang harus dijelaskan kronoligisnya sama interviewernya.
Oleh sebab itu career planning penting.
Satu pengalaman kerja mesti mendukung ke langkah kerja berikutnya.Tutup satu pintu = membuka pintu berikutnya.
tresna
Desember 4, 2008 at 7:15 am
@Tresna, menurut saya sih kalau kita ingin menjadi murni profesional, mengambil S2 berorientasi riset tidak perlu.
Cukup mengambil sertifikasi atau master by course. Ambil yang part-time kalau bisa.
Master berorientasi research atau PhD sebaiknya dilakukan oleh mereka yang ingin berkarir di R&D atau akademis saja. Time is money.
adhiguna
Desember 4, 2008 at 8:17 am
Kayaknya search keywords : kerja, pekerjaan, gaji, karyawan, pensiun, perusahaan, karir; blognya mas anjar selalu top twenty.
Congratz.
Pengangguran nan gundah
Januari 23, 2009 at 2:43 pm
Saya ada teman lulusan Magister Tek Informatika UI, kerja di perushaan rokok sukun, gajinya 1 jutaan saja. Trus pindah ke pabrik kacang garuda di gresik (milik garudafood) gaji sama sejutaan. Posisi teman saya programer (realita nech), karena gak tahan gaji segitu akhirnya buka usaha sbg konsultan web design…..ini baru lumayan bisa sering jalan-jalan.
Gubrak
Februari 16, 2009 at 8:55 am
Kakak sepupu S1 universitas negeri terkemuka, dan dapat beasisaw untuk S2 di Univ Negeri terkemuka juga. Saat itu sambil mengajar menjadi dosen di IPB, trus dia dapat beasiswa S3 ke Thailand. Pulang kesini, ga ada perubahan yg terlalu signifikan. Ekonominya juga biasa saja, dan gajinya pun tidak terlalu besar. Jadi menurut saya, pengalaman kerja yg paling penting…
NOVI
April 20, 2009 at 8:04 am
jaman skarang tempat kerja atau apalah namanya rata2 lebih ngutamain pengalaman. tp gelar s2 penting jg di tarok di blakang nama, karna punya andil besar untuk memperdalam skill n ilmu qta… begitu lah stau gw
Ledy
April 29, 2009 at 12:48 pm
kalo lulus S2 dan umur masih muda min 27/28 gw rasa perusahaan yang cocok dan bisa menerima adalah perushaan “end user” seperti telkom, telkomsel, chevron, unilever, Bank Mandiri, BNI, dll…soalnya skrang perusahaan tsb butuh orang2 manajerial dan perencana yang notabene lebih prefer ke S2 dibanding S1 (S2 will be advantage)…..untuk sisi teknis yang prefer ke S1 dan D3 mereka memberlakukan sistem kontrak……
nah untuk rekan2 yang merasa sudah lulus S2, kalo ngelamar ke perusahaan bukan “end user” agak susah keterimanya, selain gaji, posisi pun mereka bingung mau tarok di mana…..
Bram
Juni 22, 2009 at 11:55 am