Peta lapangan kerja perusahaan IT Consulting
September 27, 2007 — priandoyoMas, kok belum pernah dibahas mengenai perusahaan IT consulting ya? Kayak IBM, Accenture, ato Soltius gitu. Bagaimana & berapa sering mereka rekrut new graduate. Kemudian di mana perbedaannya dengan software house kayak Jatis, Sigma, Mitrais atau AdIns
Acooljerk, via comments
Terimakasih atau pertanyaannya mas Acooljerk, memang belum pernah dibahas karena terus terang cukup sulit untuk menjelaskan peta perusahaan IT/Consulting yang ada saat ini. Saya coba sharing sedikit ya -mohon koreksi bila ada kesalahan. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengklasifikasikan perusahaan-perusahaan tersebut. Bisa dilihat dari asal perusahaannya (local/mnc) atau dari segi jualannya (custom/package) atau dilihat dari fungsinya (indukperusahaan/anak perusahaan).
Berdasarkan produk yang dijual: Core Application
Pengklasifikasian berdasarkan produk yang dijual merupakan cara yang paling mudah. Ukurannya adalah budget terbesar sebuah perusahaan untuk pengembangan IT dialokasikan pada bidang apa: Core Application. Core application sendiri secara umum dibagi berdasarkan masing-masing industrinya, misalkan.
Banking: Core Banking System (CBS), vendor: Silverlake
Telco: Billing System, vendor: Amdocs, Geneva
Manufaktur: Enterprise Resource Planning (ERP), vendor: SAP R/3, Oracle Finance
Nah untuk implementasi core application ini, tentunya resource perusahaan sangatlah terbatas, sehingga dibutuhkan bantuan IT consultant/vendor untuk mengerjakannya dalam hal ini.
SAP Implementation: Accenture, IBM, SCS Astragraphia, Perdana Consulting
Core banking system: Sigma, Silverlake
Pertanyaannya, apakah bekerja di Accenture yang notabene SAP Implementator selalu lebih baik dibanding IT Consulting yang lain? jawabannya tergantung, karena Accenture pun memiliki line business yang tidak bergerak dalam SAP, semisal .Net solution. .Net project di client tertentu bisa jadi bukan merupakan keunggulan dari Accenture.
Selain nilai project pertimbangannya juga tergantung apakah Accenture memiliki kompetensi dalam industri tertentu. Misalkan Sigma yang punya pengalaman kuat dalam implementasi di Perbankan, atau Jatis ECOM yang punya posisi kuat di Telco industri. Tentunya masing-masing punya keunggulan dan kekurangan yang saling melengkapi satu sama lain.
Non Core Application
Selain Core Application, produk yang dijual IT solution adalah Non Core Application semisal aplikasi Human Resources, atau aplikasi integrasi ataupun aplikasi yang spesifik industri seperti Ring Back Tone untuk Telco misalnya. Nah masing-masing perusahaan IT Consulting diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Intinya masing-masing perusahaan IT consulting diatas secara umum sama, yang membedakan adalah technology yang digunakan dan besaran client yang digarapnya.
Catatan 1: IT Consulting juga tidak hanya berkutat di application development tapi juga security, business process reengineering, disaster recovery. Pembahasan mengenai line bisnis ini didiskusikan belakangan karena bisa melebar kemana-mana. Fokus kali ini untuk application development.
Catatan 2: Yang berhubungan dengan system integrator atau hardware supplier seperti Sisindokom, Sun, Microsoft, Oracle, IBM atau Cisco juga dibahas belakangan.
Berdasarkan induk dan anak perusahaan
Selain dari produk yang dijual, kita juga perlu melihat hubungan antara induk dan anak perusahaan dari IT Consulting tersebut. Semisal hubungan antara Elnusa dan Elnusa Telematika. Mulanya Elnusa Telematika merupakan bagian dari inisiasi ELnusa Group untuk IT solution diperusahaannya, kemudian Elnusa Telematika akhirnya bisa berkembang menjadi perusahaan sendiri. Untuk kasus seperti ini Elnusa mendapat backup penuh dari perusahaan induknya.
Contoh:
Astra International dan SCS Astragraphia Technologies
Mitsubhishi dan Berlian Sistem Informasi
Elnusa dan Elnusa Telematika
Jadi apa yang perlu kita pertimbangkan saat memilih?
1. Fokus on competency
Kompetensi itu bisa berdasarkan tools yang kita kuasai (SAP, .NET, PHP, Linux) berdasarkan industri (telco, bangking, agro) ataupun berdasarkan business process tertentu (Human Resources, ERP, Sales, Integration). Perusahaan IT Consulting manapun memberikan kesempatan kita untuk berkembang dengan baik, asalkan kita mau fokus dalam setiap kategori yang ada.
2. Nama besar mungkin perlu tapi seberapa lama
Bekerja di perusahaan yang punya global recognition mungkin lebih terkesan mentereng dibandingkan bekerja diperusahaan lokal. Tapi ingat, bahwa perusahaan asing itu beroperasi di Indonesia, dimana perang harga adalah fenomena yang wajar. Implementasi SAP via Accenture tentunya jauh lebih mahal dibandingkan local implementor. Artinya apa? semakin banyak proyek semakin besar kesempatan kita berkembang.
Kira-kira sekian dulu sharingnya, mungkin yang bekerja di masing-masing IT Consulting diatas -saya yakin banyak para pembaca yang bekerja disana- bisa sharing lebih detail seputar kelebihan, kekurangan dan peta persaingannya. Yang mungkin juga menarik untuk didiskusikan adalah issue seputar akuisisi yang sedang marak belakangan ini.
Baca juga:
Profesi spesialis mahal versi SWA (10 comments)
Kompetisi aplikasi ERP (SAP, Oracle Finance) di Indonesia (10 comments)
Catatan:
Kebayang kan kalau harus menjawab seluruh pertanyaan Mas Acooljerk seperti apa?













September 27, 2007 pukul 11:24 am
Makasih Mas Anjar, udah menulis panjang lebar & berbagi pengetahuan. Kalo di WordPress bisa kasih GRP kayak di forum2, pasti udah saya kasih dua..:-D
anjar: kasih GRP itu apa ya maksudnya?
September 28, 2007 pukul 6:11 am
:D susah memahaminya harus baca berulang-ulang nih, Jadi intinya Consulting IT ini memang tidak ada batasan khusus gitu ya? dipengaruhi berbagai efek daripada perusahaan tersebut. Kok tumben nomer 2 gue bisa comment disini )
anjar: hahaha, makanya dari dulu saya paling puyeng kalau disuruh nulis tentang prospek IT :D
September 28, 2007 pukul 2:02 pm
GRP = Good Reputation Point
Di CHIP Forum, kalo salah satu anggota ada yg menulis posting yg bagus dan berguna utk orang lain, biasanya akan diberikan GRP sebagai sebuah bentuk penghargaan.
Btw Mas Anjar, ini blog-nya belum dipasangin iklan..;-)
September 28, 2007 pukul 10:28 pm
Agak kurang sepakat dengan statement nya samean :
“Perusahaan IT Consulting manapun memberikan kesempatan kita untuk berkembang dengan baik, asalkan kita mau fokus dalam setiap kategori yang ada.”
Menurutku kata “manapun” bisa diganti kadang, soalnya pengalaman, di tempatku sekarang kita ni, yang udah2 jauh di-training ke India sono, balik2 ternyata cuma di”geletak”in, dibuat ta berkembang (yah.. ato memang kemampuanku emang tidak se-outstanding rekan2 yang lain), tapi kan setidaknya mereka memberi kita kesempatan untuk belajar dan fokus untuk kategori tertentu, semisal di billing Geneva, CRM Siebel, Mediation Openet, EAI Tibco, dsb dsb. Well… jadi menanggapi pernyataan nya samean.. disini saya interrupt .. tidak semua IT Consulting khususnya para pemain asing, mau memberi kesempatan kepada anak negeri untuk belajar lebih dari apa yang dimiliki mereka.
Salam perdamaian.
Oktober 1, 2007 pukul 1:29 am
Mas Agustian,
di perusahaan mana Mas abis di-train ke India??
Saya baru aja dapet surat penerimaan dari PT. Tech Mahindra, Ltd. & saya harus ngasi follow up selambatnya 10 Okt ‘07.
Kalo ada yg pernah tau seluk beluk perusahaan ini…tulung di-share yak hi2.. :^>
Oktober 1, 2007 pukul 7:33 pm
Wahh…
Olie.. selamat datang di dunia baru, dunia TechMahindra, dimana orang-orang India berkumpul dan bekerja tanpa kenal lelah…
Well, Selamat sebelumnya, karena menurut kabar dari temenku, tes kali ini katanya lebih susah dari yang kemaren ya? Anyway, dikau dari ITS jurusan apa? Angkatan tahun berapa ?
Hmm.. mengenai seluk beluk TM (TechMahindra red.), singkat cerita aja, TM benernya perusahaan BSS & OSS no. 3 dunia. It’s big company. Klo Olie belajar EAI, CRM, ERP dsb. dsb. dikau bakal menemukannya disini. Cuman, menurut pendapat pribadiku.. PM aja yah, ga enak bicara disini .. email ke mr.agustian@gmail.com .. hehehe..
Selamat berjuang Saudaraku!
Oktober 2, 2007 pukul 5:32 am
wah mas agustian dulu belajar di india ma techmahindra ya? dulu spesialisasinya dimana mas? boleh tau? iya, techmahindra mang kumpulan orang india yang klo kerja ga ngikut langit “alias mo itu yang diatas sedang bulan kek! mo itu yang diatas matahari kek! mreka cuma tau klo dah ngantuk baru dah notebook di tinggal) orang2 sana kembar siam ma notebook kali ya? :)
Oktober 2, 2007 pukul 11:22 pm
wah mas gimpe, waktu training dulu ga sepenuhnya dispesialisasikan, belajar SQL, Java, Unix, bla bla … Cuman sebulan aja training Geneva, itu aja e-training. :(
Sepakat! Orang2 India kayaknya punya semboyan “Hidup untuk Kerja”. gile bener pokoknya… 12-16 jam dah biasa buat mereka.
Fiuhh….
Oktober 5, 2007 pukul 12:52 am
@gimpe & Agustian:
gitu ya?…. brati kalo kita bisa ngiringi behaviour kerja mereka*, baru mereka bisa impressed dong ama kita ya?….
…hehehe bisa ngga ya, bisa ngga ya, bisa ngga ya…
*)mereka = Indian employees khususnya di TechM.
Oktober 6, 2007 pukul 9:23 pm
Well.. met berjuang kawan !
Oktober 8, 2007 pukul 2:22 am
hehe..
banyak jalan buat mreka impress olie, “be your self” aj bro, sukses buat kamu y, tunjukin klo org indonesia berkelas dalam arti positif..
Oktober 8, 2007 pukul 9:58 am
[...] punya semboyan “Hidup untuk Kerja”. gile bener pokoknya… 12-16 jam dah biasa buat mereka. Peta lapangan kerja IT Consulting Boleh donk share “behaviour” India disini … ? Disini, Totalitas sepakat 95%. Klo ada bos [...]
Oktober 10, 2007 pukul 4:43 am
Pengalaman saya sebagai seorang programmer, fresh graduate paling bagus masuk ke IT consultant kalau bisa yang sudah punya nama (IBM, AGIT, SIGMA, METRODATA, JATIS), karena bisa nimba ilmu banyak sekali, nah nanti kalau sudah pinter kita bakalan banyak yang mau merecrut kita, dan jika sudah berumur 30 th keatas segeralah pindah kerja di perusahan yg mapan di end users ( astra, BUMN, oil & gas, bank) dgn berbekal pengalam kita di consultan, karena kita tidak mungkin jadi engineer or programmer di IT consultant sampai diatas umur 40 kan? kan karir di konsultan itu makin ke atas arahnya ke sales or marketing nah kalau di end users kita umur 40 tinggal merintis karir di perusahaan itu sampai pensiun…(mikir yg simple aja)
Nah ini berdasarkan pengalaman pribadi saya…
Oktober 10, 2007 pukul 5:31 am
Maap mas anjar,tidak liat postingan sebelumnya,ternyata ada jg tentang BuSol, skrg saya di salah satu tempat dari ini (IBM, AGIT, SIGMA, METRODATA, JATIS)
@pentong
Bisa di share ga bro,pengalaman yg udah diambil dari BuSol truz loncat ke end user BUMN
Oktober 22, 2007 pukul 4:16 am
numpang lewat maaas. Tech mahindra ya? tp katanya penerimaan yang terakhir ini trainingnya di jakarta ya? btw orang TM waktu presentasi sih nawarin yang muacem2 gt. dari training sampe peluang ke luar negeri. yang mau saya tanyain. Pertama ,trainingnya kan 3 bulan (katanya), habis itu, what’s next? penempatan? wage raise (maunya hehehe)? atau gimana? Kedua, gimana peluang untuk bisa keluar negeri, entah peluang untuk kerja dan belajar? mungkin yang udah di dalam sono (Tech-M) bisa menjawab. Terima kasiiihhh….
Oktober 22, 2007 pukul 6:12 am
@Windrider:
ikut perekrutan TM ya? Utk periode kapan? dari univ mana?
Aku jg direkrut TM & udh mau masuk akhir bulan ini. Chatting donk..
my email: oli_prakus@yahoo.com
Oktober 22, 2007 pukul 6:12 am
Kerja di Perusahaan india berarti siap kerja keras dengan gaji rendah.
Kalau mau kerja di LN sih yang penting skills loe lagi on demand. Misalnya SAP, Unix, Java programmer, Cisco (CCIE) pasti ngak susah dapat peluang. Kalau skills loe microsoft sih ngak usah berharap banyak di indo juga susah kali karena banyak supplynya kali.