Menyiapkan agenda 3 bulan mencari rumah
Pengalaman saya sendiri saat mencari rumah kemarin-kemarin itu butuh waktu sekitar 3-6 bulan. Maklumlah untuk mengkombinasikan antara budget yg terbatas dengan ekspektasi yg lumayan tinggi cukup menuntut kesabaran extra. intinya sabar dan teliti serta banyak2lah membandingkan.
Mas Octav
Setuju 3-6 bulanan, menurut saya dibagi 3 periode:
1. Global survey (Bekasi, Bintaro, BSD, Cibubur, Depok, Pondok Gede)
2. Focused survey, eg satu lokasi tertentu Cibubur
3. Comparison (2-3 rumah target), eg Kota Wisata vs Citra Grand
4. Additional survey eg rumah baru vs second, bangun sendiri vs developer
5. Pricing survey (2-3 bank KPR), eg Permata, BNI, Niaga
6. Deal
Mungkin mas Oktav atau teman-teman yang lain mau nambahin pengalamannya? Saran saya pribadi kalaupun terlalu cepat eg < 1 bulan, ada baiknya jangan terburu-buru membuat keputusan, bahkan selera pun bisa berubah dalam hitungan hari.


Kok gak ada yang mikirin daerah cengkareng ya? Padahal bisa dilalui dari tol airport dan daan mogot. Ada BusWay pula.. Ada apa dengan cengkareng??
lele MBA
Oktober 3, 2007 at 1:42 am
Wah kalau saya (dan suami) nyari rumah termasuk super kilat kali ya. Ekspektasi nya sih cari rumah dengan 3 kamar. Dengan pertimbangan nanti kalau dapat amanah punya anak, setidaknya perlu kamar buat pembantu/baby sitter, maklum saya dan suami sama2 kerja. Trus nanti kalau ortu/mertua/saudara ada yang mau menginap, ada lah kamar. Nah waktu itu kami berpikir kalau rumah baru dg 3 kamar harganya pasti mahal, jadi kami cari second dulu. Ternyata gak ada yang sreg, karena kebanyakan rumah yang kami lihat, halaman depan dan belakang sudah full ceramic, kok gak ada ijo2 nya buat taman walau sejengkal.
Ekspektasi yang lain adalah yang ready, makanya awalnya terpikir rumah second. Cari yang ready karena kami tidak lagi mau perpanjang kontrakan yang habis desember ini, sayang duitnya. Trus cari rumah baru yang ready juga agak susah. Kalau ada rumah ortu atau mertua di jakarta mah enak, sementara nebeng dan bisa cari rumah dengan tidak buru2.
Akhirnya pas kami lihat pameran properti awal bulan Juni 2007, kami temukan rumah dengan 3 kamar, baru, ready stock, ada halaman, walau melebihi budget sedikit. 1 kamar di bawah, 2 kamar di atas, dan masih punya halaman cukup lega di belakang (tipe 57/90). Pulang pameran, besoknya lihat, langsung tanda jadi. Banyak temen yang menilai keputusan kami terlalu buru2, katanya cari rumah harus pelan-pelan.
Tapi kalau sudah “pulung” nya, semua jadi mudah. Walaupun maunya KPR di BCA dengan fix and cap nya, karena developer nya (Kharisma Group) bekerja samanya dengan Lippo, akhirnya pake Lippo deh. Ternyata konsumen tidak bisa menentukan KPRnya sendiri ya. Kata Dev nya, BCA sulit untuk KPR rumah baru, mereka mainnya kebanyakan di secondary.
anjar: terimakasih sharingnya mba Juminten, iya cepet banget tuh huntingnya. hebat. btw boleh tahu itu perumahan dimana dengan harga berapa dealnya?
Juminten
Oktober 3, 2007 at 4:05 am
Harganya 236 jt. Di cluster dan menghadap taman. Di Taman Harapan Baru (Belakang Harapan Indah), Bekasi. Awalnya pengin di Harapan Indah (Duta Bumi/Boulevard Hijau), tapi saat itu gak ada yang ready stock. Oh ya sebenarnya ada yang ready di dkt2 HarpIn yaitu Menteng Metropolitan, masih jakarta, tapi dengan harga lebih tinggi (hampir 300 jt) dapat tipe 45 (2 kamar), kalau pakai nambah 1 kamar lagi makin mahal dan lagian suami lebih sreg di THB. Untuk masuk THB lewat HarPin jadi tetap bisa merasakan gerbang HarPin yang super lega itu :-). Kalau soal macet, jalan raya bekasi itu muacet puoll. Gak papa lah dinikmati aja. Maklum belum ada mobil jadi waktu terpikir Grand Wisata Bekasi dengan private toll nya, masih terasa jauh dari kantor di Cakung. Penginnya sih nanti kalau sudah pensiun dari kerja, tinggal di Bogor. 25 tahun lagi Bogor masih adem gak ya??? ;-)
Juminten
Oktober 3, 2007 at 5:20 am
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya dan istri (belum ada anak) sebelumnya pesimis tahun ini bisa DP rumah (maklum, dompet low batt terus). Sudah 2.5 tahun ini saya tinggal di Pondok Mertua Indah di Bojonggede. Karena saya berpendapat satu hal besar terdiri dari ribuan hal-hal kecil, saya coba survei beberapa perumahan di daerah Bojonggede & Cilebut agar niat dan optimisme kami makin tebal.
Awal Juli 2007, setelah ke beberapa pengembang, kami mampir ke PT Sari Gaperi (Bojong Depok Baru). Mereka satu-satunya pengembang yang mensyaratkan DP 5% dari harga jual. Akhirnya kami taruh tanda jadi untuk T 45/82.5 dan setelah melalui beberapa proses, akad kredit dilakukan di PT Bank Niaga Bogor tanggal 24 Agustus 2007.
Jadi, kami “entry point”nya dari anggaran, bukan jumlah kamar atau lain-lain. Hal ini sangat kami syukuri dan kami ingin berbagi pada yang lain agar optimisme punya rumah dipelihara terus.
Wassalamualaikum Wr.Wb. Matur nuwun Mas Anjar, salam kenal!
Andrie D
Oktober 3, 2007 at 5:24 am
Thanks untuk infonya.. yap mencari rumah memang butuh banyak pertimbangan.. baik dari segi sosial, ekonomi, transportasi dsb… tulisan ini mencerahkan bagi orang2 yang sedang mencari rumah idaman… thanks..
http://www.puthzel.com
Puthzel
Oktober 3, 2007 at 5:24 am
Setuju dengan Pak Andrie untuk keep optimis :-). Idealnya mencari rumah memang tidak terburu2 tapi juga jangan terlalu lama memutuskan. Kalau saya dan suami terus terang cepat memutuskan karena ada keinginan sangat kuat untuk tidak mau perpanjang kontrakan. Rasanya hidup jadi tenang dan lebih fokus (ke kerjaan, ke keluarga) jika punya rumah sendiri walau minimalis (baca : kecil). Pak Anjar bilang jangan terburu-buru membuat keputusan karena selera bisa berubah dalam hitungan hari, wah kalau nuruti selera gak akan beli2 rumah Pak. Kecuali punya dana tak terbatas ;-).
Juminten
Oktober 3, 2007 at 7:20 am
rekan2 yg baik,
saya dan suami sedang dlm tahap mencari KPR untuk rumah second di bsd seharga 232jutaan. kami applied ke niaga dan mandiri. mungkin hasilnya akan ketahuan minggu ini.
yang jadi pertanyaan kami – mungkin teman2 ada yg bisa bantu saran – bagaimana kami bisa meyakinkan bahwa semua dokumen rumah sudah lengkap dan sah.
soalnya, agen property yg handle rumah ini bilang (pun baru info kami setelah kami bayar booking fee!!) pbb rumah tersebut belum beres, dan bhw rumah tersebut statusnya ’sewa jual’
apa saja ya yg harus kami perhatikan/siapkan dlm menghadapi akad kredit? dan berapa besarnya kira2 biaya2 yg hrs kami siapkan disamping DP?
thanks sebelumnya.
Sisi
Oktober 3, 2007 at 10:08 am
Sy baru nempatin rmh sendiri tahun kemaren (2006) setelah hampir 8 tahun pindah2 kontrakan. Awalnya juga bingung milih-milih rumah. Mau yang ada bangunan koq dapetnya sempit & gak punya halaman…
Walaupun anggaran pas2an tapi penginnya punya halaman & tanah sisa …sapa tau bisa kaya…terus nambah luas bangunan. Ini agak susah nyari di real estate.
Akhirnya pas satu waktu saya anter temen yang pindahan ke Komp Kav suatu Instansi pemerintahan…daerah Cipadu.
Rupanya disitu kav nya cukup luas & banyak kosong. Ada developer semi amatir yg kerjanya beli kavling sekitar 750 m per kav, terus dia pecah menjadi 3,4 or 5 kav kecil..sama sekalian dia bangunin rumahnya.
Gak tau gimana saya koq langsung klik akhirnya beli kav. tanah dpt 200 m..harga 95 jtan. ( tahun 2005)..( bener2 sampai hbs tabungan). Sy jg belum kepikir bisa bangunnya.
Alhamdulillah dikit2 dapat rejeki akhirnya bisa nyelesain bangun walaupun cuma kecil 54 m2…
ya..intinya saya setuju cari rumah gak usah buru2..tapi juga jangan terlalu lama..nanti harganya udah keburu naik.
Gak ada salahnya jg kalo mikir ke depan..sapa tau bisa jd org kaya..jadi mending bangunan agak kecil…tp tanahnya luas.
Rgds
Must Jirun
Oktober 3, 2007 at 12:57 pm
saya pun lg bingung nyari rumah yg bisa di KPR 10 tahun :D, tp budget DP terbatas…
*fyuh…..
dobelden
Oktober 3, 2007 at 1:28 pm
Mas Dobeldon, ngga perlu bingung. Banyak Bank yg bisa cover KPR 10 tahun bahkan hingga 20 tahun. Bulan ini saya bayar cicilan ke-3 KPR Bank NIAGA dgn tenor 15 tahun.
Waktu hunting rumah pun terbilang cepat, hanya satu bulan. karena targetnya cuma disekitar Ciledug, pilihan pun jatuh ke Permata Japos (cluster). Dgn LT/LB 108/45 harga 215jt cukuplah bagi saya yg baru saja berkeluarga.
Sebelumnya saya menempati rumah om yg di Vila Japos. karena faktor lingkungan yang sangat cocok disekitar Japos ini, maka pilihan saya ke sesama ‘Japos’ :)
Rajasa
Oktober 4, 2007 at 2:07 am
wah saya kyknya hampir sama tuh kasusnya ama mbak juminten, buru2 nyari rumah biar tahun depan gak bayar kontrakan lg :D sayang juga klo tiap tahun bayar kontrakan yg naik terus tiap tahunnya. Pengennya sih beli rumah di jkt, tp rasanya dgn duit yg pas2an untuk DP gak akan mungkin dpt rumah di jkt. Sampai akhirnya saya & suami menentukan lokasi di cibubur.
Pertimbangan utama yg kita cari rumahnya yg udah bisa ditempati pertengahan thn depan dan masih punya tanah sisa meskipun kecil (pengalaman pertama wkt masih single beli rumah LB/LT 36/60,5 di bojong depok baru dan sampai skrg lom pernah ditempatin & akhirnya dikontrakin krn berasa bgt rumahnya kecil **tp gpp jg sih buat tabungan**) Yang kedua ya cari rumah yg bisa DP kecil, klo bisa sih 10% biar masih ada uang sisa buat renovasi kecil2an atao buat dana darurat.
Dan cuma sekali survey ke cibubur akhirnya emg lgs nemu yg pas sesuai tujuannya. Hari sabtu survey dan hari kamisnya lgs ngasih booking fee. Terlalu cepat emang menentukan pilihan, tp krn hari jumatnya harga akan naik jd lgs dech kasih booking feenya, lumayan saving seblm harga naik :D
Jd klo kt mas anjar nyari rumah gak buru2 itu sih bener & boleh2 aja, tp klo menurut saya semuanya tergantung pertimbangan kebutuhan & keinginan masing2….soalnya klo kelamaan jg gak bagus (itu sih mnrt saya, semakin lama semakin gak dpt rumah krn harganya makin tinggi & kebetulan kami dikejar dgn waktu u/ bayar kontrakan lg :D)
Yang pasti beli rumah gak akan pernah ada ruginya kan ya mas anjar? ;))
lope'
Oktober 4, 2007 at 3:29 am
boz anjar & rekan2 lainnya,
pengalaman saya mulai hunting itu sekitar april 2007. kebetulan memang saya dan istri udah sreg dengan daerah bintaro. jadi udah langsung fokus di daerah ini. ekspektasi kita sih lebih ke luas tanah, dengan pertimbangan ekspansi bangunan yang lebih fleksibel dimasa datang serta faktor halaman dan taman /ruang hijau.
mengingat budget yang terbatas dan dengan budget segitu cuma dapat lahan tanah yang kecil utk produk rumah baru made in bintaro jaya akhirnya bulan berikutnya kita putuskan putar haluan cari rumah second dan bukan produk bintaro jaya tapi masih dalam lingkungan/jangkauan fasum/fasos bintaro jaya.
mencari rumah second sedikit lebih repot karna kita harus pintar2 cari info harga pasaran, cek kondisi rumah, cek status kepemilikan, dll. setelah comparing beberapa lokasi/komplek (sekitar 2 bulan) akhirnya kita putuskan fokus di komplek pondok jaya. komplek ini tadinya dibangun utk karyawan pt.jaya property & bukan produk komersil bintaro jaya tapi berada persis ditengah bintaro jaya dengan akses langsung ke jalan bintaro utama sektor 3A (seberang STAN).
utk rumahnya sendiri rata-rata di komplek tersebut adalah rumah tua (kecuali utk yg udah renov) dengan tanah yg relatif cukup luas dibanding produk2 binjay, sehingga kasarnya kita cuma beli tanah doang. dari 3 alternatif rumah yang ada di komplek tsb akhirnya kita pilih 1 yang paling cocok di harga dan cocok di hati :)
proses negosiasi sendiri cukup memakan waktu plus pengurusan/pengecekan sertifikat + notaris sekitar 1 bulan. akhirnya awal september kemaren AJB dan akad kredit dilangsungkan di bank permata dengan lancar dan sukses.
demikian sedikit sharing pengalaman saya.
osinaga
Oktober 4, 2007 at 3:41 am
o iya, sekedar sharing info utk alternatif rumah di seputaran bintaro jaya bisa dibaca di sini.
osinaga
Oktober 4, 2007 at 4:03 am
kalo aku sih mikirnya jangan kelamaan,
kalo udah ada yang sreg, yakin dan sesuai budget, ambil aja,
karena kalo ditunggu survey lebih banyak apalagi dalam waktu 3-6 bulan, tuh rumah yang tadinya udah kita taksir bisa jadi kagak sanggup kebeli, keburu naik gk kira-kira harganya hehe
anjar: 6 bulan mungkin terlalu lama ya? tapi kalau tiga bulan kan artinya ada 3 x 4 x 2 alias 24 pertemuan (asumsi tiap sabtu/minggu jalan). Kalau tiap pertemuan (hunting) butuh waktu setengah hari atau 4 jam. Moso iya sih kurang dari 1 bulan dah bisa mantep milih rumah?
Irene
Oktober 4, 2007 at 4:49 am
Saya mau nanggepin pertanyaannya mba juminten:
Gak usah 25 tahun, sekarang aja udah gak dingin…
rezayazdi
Oktober 4, 2007 at 5:43 am
Mungkin kalau untuk cari rumah second perlu waktu lebih panjang. Kita harus mendatangi rumah satu per satu kemudian banyak yang harus di check : kondisi bangunan, layout rumah, sertifikat kepemilikan dll (untuk rumah second, saya baru sampai tahap lihat layout rumah dan tanya harga). Dulu saya cari info rumah second dari internet kemudian saya telpon satu2 untuk dapat info detil. Suami juga keliling ke perumahan yang akan dipilih, kalau ada yang pasang pengumuman dijual, dicatat dulu no telp sama contact personnya (ini berlangsung 2X). Baru kemudian saya dan suami mendatangi rumah yang kira2 prospek satu per satu. Baru berlangsung sehari rasanya cukup melelahkan karena tidak ada yang sreg di hati. Karena kebetulan yang kami lihat kalau rumah second tidak ada lagi halaman belakang (yg merupakan ekpektasi kami), maka saya dan suami memutuskan untuk stop cari rumah second kemudian fokus ke rumah baru. Pas kebetulan 2 minggu kemudian ada pameran properti di jhcc. Di pameran kami hanya mendatangi stand perumahan yang prospek kami pilih. Pas ada 1 yang sreg. Besoknya lihat, cocok, langsung kasih tanda jadi sambil berucap “Bismillahirrahmanirrahiim”. Alhamdullillah, Allah memudahkan jalan. Harusnya DP di angsur 6X, tapi karena diburu masa kontrakan, kami percepat akad kredit. Eh, dapat discount hampir 10 jt krn percepatan ini. Jadi ada dana segar buat ninggiin tembok belakang, buat dak tampungan air, toren, ndalemin sumur (standar dev kan cuma dapat air) dll.
Kebetulan lagi ternyata ada temen yang tinggal dicluster yang sama, tanya ini, tanya itu, makin mantep deh :-). Insya Allah, habis lebaran ini kami pindah ke rumah baru karena mertua mau datang. Rugi juga kontrakan masih sisa 2 bulan, tapi daripada kebablasen 2 bulan? :D
Tapi ngomong2 cari rumah itu seperti mencari pasangan hidup, jodoh2 an ;-). Ada temen saya yang sudah mulai mengangsur DP, eh dev nya tidak sanggup meneruskan pembangunan, gagal. Ada juga temen yang dapat info rumah di jual di pos kota, didatangin, cocok, jadi deh, katanya sampai pemiliknya bilang dia lega menemukan pembeli yang sreg di hati (mungkin rumahnya rumah kesayangan kali :-)).
Jadi Pak Anjar, menurut saya, soal mantep apa nggak, tidak melulu soal lama/tidaknya waktu cari rumah. Lha kalau makin lama makin gak mantep tapi malah semakin bingung gimana? Kalau rumah yang kita pilih sudah sesuai budget yang mencover setidaknya ekspektasi prioritas, biasanya sudah membuat kita mantep.
Kalau mau mantep lagi, beli tanah di lokasi strategis, cari arsitek untuk mendesain rumah impian kita, dibangun dengan tidak buru2 karena gak ada masalah sama uang kontrakan. Yang ini baru joss tenan ;-).
Juminten
Oktober 4, 2007 at 6:24 am
kalau ke barat ada rekomendasi apa ya? gimana dengan puri metropolitan?
Deon
Oktober 4, 2007 at 7:20 am
gak perlu buru2, tapi juga jangan kelamaan.
menurut saya si dalam satu sampe dua bulan sudah cukup
untuk memutuskan rumah mana yg akan dibeli.
jangan lupa berdoa semoga rumah yg mo kita beli barokah
kroco
Oktober 4, 2007 at 8:51 am
saya ada rencana ambil rumah di sekitaran daerah jatibening dgn pertimbangan deket dengan pintu tol yang bis bisa berhenti. saya dan calon istri kerja ditempat berlawanan, saya di cibitung, dia di jakpus. gak tega sama calon nyonya kalo mau ngambil rmh skitaran cibitung. Krn budget terbatas, kayaknya mesti ambil KPR. gak masalah ambil rumah baru atau second, menurut saya, budget, lokasi, angkutan umum dan bebas banjir jadi pertimbangan utama. kabarnya disekitaran jatibening, caman, ratna dsk harga sdh tinggi ya? mungkin rekan-rekan bisa kasih advise ke saya kira2 daerah yang masih price reasonable untuk kuli pabrik spt saya dimana? dan berapa pasaran rmh diskitar daerah tsb (kira2 radius 1-3 km dr pintu tol jatibening. tks sebelumnya.
satria
Oktober 4, 2007 at 12:48 pm
Just sharing,
soal waktu mencari rumah sebenarnya tidak ada tenggat yang ideal, tetapi yang penting adalah pertimbangan ketika membeli rumah.
Tahun 1999: Pengalaman saya tinggal di kota Batam, nilai kontrakan relatif mahal. Kontrak rumah kecil tipe 36/72 sudah 300-400 ribu per bulan, tergantung lokasi. Makanya daripada mbayar ke orang, mendingan beli rumah sendiri, uangnya bisa buat bayar angsuran KPR. Prosesnya cukup cepat untuk membeli rumah pertama, hanya perlu waktu 1 bulan. Waktu itu, karena kemampuan terbatas, saya membeli rumah RSS tipe 36/90 harganya 40 juta, ngambil KPR 10 tahun, angsurannya 450 ribu per bulan. Tetapi lokasinya dekat jalan raya dan jika suatu saat nanti punya uang, saya akan pindah dan rumah mudah dikontrakkan.
Tahun 2006, kebetulan ada rejeki untuk beli rumah baru yang lebih besar, rumah pertama sudah saya kontrakkan.
Key point-nya … apapun pilihan Anda, harus melihat kemampuan keuangan diri sendiri. Jangan takut salah pilih, masa depan Anda pasti lebih baik dari hari ini.
Mister T
Oktober 7, 2007 at 4:07 pm
Sekedar sharing saja.
Berapapun waktu yang akan diambil (3-6 bulan atau lebih) sebenarnya tergantung kita saja. Asalkan kita sudah menetapkan bahwa rumah tersebut sesuai dengan budget dan layak huni sebaiknya jangan ditunda-tunda.
Sedikit tips untuk membeli rumah, jika budget terbatas pertimbangkan untuk membeli rumah bekas, karena secara harga rumah tersebut jauh lebih murah dibanding rumah baru (ex. LT/LB 90/45 di lippo karawaci lebih murah dibanding luas yang sama di villa ilhami, bisa selisih 50jtan) selain itu anda tidak menunggu lama developer selesai membangun.
Hal yang harus disiapkan/ditanyakan:
A. Negosiasikan harga (jika anda ambil dari kpr, maka akan muncul biaya2 seperti dibawah). Anda bisa menawar rumah tersebut dengan membebankan beberapa item yang anda punya menjadi beban penjual. Selama penjual mau itu sah sah saja kok.
Komposisi biaya untuk penjual adalah seperti ini:
1. Pajak Penjual (SSP), Tot NJOP x 5 %
2. Legalisir Pajak
3. Cek Sertipikat
4. Plotting (apabila ada site plan)
5. Tunggakan PBB (bila ada)
Biaya yang akan anda keluarkan (selain DP anda:)
1. Pajak Pembeli (SSB), Total NJOP – 30 jt x 5% (30jt kalo ga salah tergantung lokasi)
2.Legalisir pajak
3.Akta jual beli dan balik nama
4. APHT +SHT
Apabila ternyata rumah tersebut masih HGB dan ingin ditingkatkan menjadi SHM maka akan muncul biaya Peningkatan Hak dari SHGB ke SHM :
1. Kas negara (NJO Bumi 114.660.000-30 jt) x 2%
2. Peningkatan hak
B. Tanyakan kelengkapan persyaratan untuk mengambil KPR seperti :
– Sertifikat Rumah
– Akte Jual Beli (AJB)
– Kartu Keluarga
– KTP suami istri
– PBB
– Polis Asuransi
– Surat Nikah
C. Tanyakan apakah ada tunggakan dari rumah tersebut. Kalau ada, negosiasikan bagaimana solusinya.
Demikian
Eka
Oktober 8, 2007 at 9:40 am
selamat sore bapak-2 dan ibu-2,
waduh ternyata nyari rumah idaman emang gampang-2 susah….saya juga lagi bingung nih, dari pada bayar 300 rb s/d 600 rb per bulan bayarin rumah orang alias ngontrak mending ambil KPR 15 thn kali ya..rumah akhirnya milik sendiri.
saya sendiri sih sudah ngincar beberapa peumahan di daerah bekasi, seperti villa gading harapan 2, candrabaga, tapi masih banyak pertimbngan seperti fasilitas airnya bukan PAM,ya kalo jarak sih lumayan agak jauh dr rumah sekarang, kantor di Tj.priok.
yah mudah-2an dapat rumah idaman lah.
anthon
Oktober 23, 2007 at 8:30 am
Bapak/Ibu, ada referensi ga di daerah Depok atau Bogor? Soalnya suami ngotot banget pengen rumah didaerah tsb. Adem katanya. Sudah beberapa kali ditawari daerah Bekasi tapi tidak mau.
Terima kasih.
Munawar
Oktober 23, 2007 at 9:02 am
mas anjar,
iya sih emang sebaiknya jangan buru-buru
cuma kemarin itu pertimbangan kami mengenai harga rumah yang akan naik melulu sementara penghasilan tetep-tetep aja jadi pengen cepet2 ngambil, takut keburu harga rumah naik semua uangnya jadi makin kagak cukup ^_^
sekarang jadi mikir2 juga, masih banyak pertimbangan
jadinya proses survei masih jalan terus
yang jadi masalah makin banyak yang disurvei aku makin bingung
mas anjar, aku mau minta pertimbangan
gimana menurut mas anjar atau rekan-rekan lain kalau mengambil rumah yang kondisi nya belum bisa kita lihat (baru gambar di brosur ? )
termasuk kompleksnya pun belum bisa dilihat,
cuman ada kantor pemasarannya.
buat Mister T,
thanks infonya, bermanfaat
Irene
Oktober 24, 2007 at 8:54 am
Bapak/Ibu semua, ada yang bisa kasih saran gak?
Saya sedang mengajukan KPR ke bank Niaga dan Mandiri, dua2nya disetujui. Saya masih awam masalah KPR, mana bak yang lebih baik. Mandiri memberikan plafond lebih kecil di banding mandiri fix 3 tahun, sementara niaga dgn plafond lebih tinggi tapi fix 1 thn. sebaiknya saya pilih bank mana? Hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih bank. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih…
iim
Nopember 5, 2007 at 6:25 am
Terima kasih mas Anjar buat blog-nya yg informatif :)
Saat ini saya jg dalam rangka hunting rumah dan cita-citanya bisa dapat awal januari 2008 (setelah acara nikah). Beberapa minggu lalu saya sempat survei di BSD nyari rumah seken lewat beberapa broker.
Dari hasil survei untuk rumah dg luas tanah 120m pasarannya 300-350jt, dan ada satu rumah kemungkinan deal-nya di 330jt.
Setelah dihitung pakai rumusan Perhitungan KPR 2007 dari mas Anjar ternyata first payment + selisih appraisal dg harga jual = 198jt… aduh mak, banyak amat…. :(
Join income saya + calon istri sekitar 10jt, cuma buat bayar pertama kok berat sekali, apalagi setelah habis-habisan di resepsi pernikahan.
Memang kepikiran mau kost dulu sembari nabung, cuma takutnya nanti keenakan belum lagi suku bunga simpanan vs. kenaikan harga properti apakah mungkin bisa terkejar?
Ada saran buat saya mas Anjar, atau mungkin dari rekan lainnya?
Terima kasih.
Yudo
Nopember 6, 2007 at 10:46 am
saya & suami sedang dalam proses membeli rumah juga nih, insyaAlloh Des besok baru mau mulai bayar DP dulu, bismillaahirrohmaanirrohiiim semoga dimudahkan Alloh SWT, amin ya robbal alamin:)
awalnya kami perkirakan baru akan beli rumah sekitar akhir tahun 2008 lah… karena kontrakan yang sekarang dah lumayan nyaman, trus masih berdua juga (blom ada momongan), masih ada tanggungan sekolah sampai pertengahan 2008, jadi biar nanti pas beli rumah pas plong… tanggungan sekolahnya dah selesai
tapi dapet info tahun 2008 pemerintah bakal menaikkan harga BBM gitu deh.. yg pasti berdampak juga pada kenaikan harga rumah.. yang katanya bakal naik sampai 30%… akhirnya cepet-cepet kami hunting rumah.
jadi daripada ditunda-tunda malah harganya membumbung tinggi, dan keburu bingung ngurusin masalah baru lainnya … yang malah nantinya bikin rumah gak kebeli, jadi beli rumahnya sekarang ajah :D
wishbeukhti
Nopember 7, 2007 at 8:10 am
Wahh ini ada blog+bahasan menarik, tapi sayang aku taunya dah telat, aku dah terlanjur DP rumah baru di Mahkota Simprug, di Jl. Hj.Mencong Ciledug. Waktu da pameran property di JCC awal bulan kemarin aku iseng2 datang, sebenarnya tidak ada niatan untuk cari rumah. Waktu datang ke salah satu peserta pameran yaa punyanya developer dari perumahan Mahkota Simprug dijelasin katanya ada program untuk rumah pojok kelebihan tanah tidak dihitung(entah bener apa nggak aku awam soal hitung2an beginian). Besoknya aku iseng2 jalan2 ke rumah kakak yang kebetulan juga lokasinya tidak jauh dari Mahkota Simprug(sktr 1km). Di kantor pemasaran Mahkota Simprug ditawari rumah LB/LT 39/244 dengan harga 194jt plus macam2 jadi sktr 228jt, mendapat tawaran yang menggiurkan itu ht mulai goyah dah mulai condong pingin beli aja. Akhirnya dengan Bismillah aku ambil tawaran dengan menyerahkan booking fee. Setelah itu aku masih bimbang, antara beli dan tidak, kalo beli takut banjir (posisi rumah pinggir saluran air besar mungkin sungai), kalo tidak koq sayang tanah seluas itu lepas. Kebetulan ada temen kantor yang sudah lebih dulu beli di tempat itu+rmh sdh ditempati sekitar 2 bln ini, aku tanya2 katanya waktu banjir besar memang sungai meluap tapi itu dibagian depan perumahan karena jembatan tersumbat sampah, sktr 2-3jam dah surut dan untuk lokasi rumah temenku tersebut(berseberangan dengan yang aku booking) masih bisa dibilang aman, karena dijalan cuma kena semata kaki terendam sekitar 2-3jam. Aku juga telpon temen2 yang tinggal di daerah ciledug, dan dari infonya bahwa daerah tersebut relatif aman dari banjir akhirnya yaa aku bayar DP juga.
Saya mohon pendapat+saran Mas2, Mbak2, Abang2, Bapak2, Ibu2 yang baca tulisan saya ini, saya tetap beli atau cancel dengan konsekuensi DP-25%. Terima kasih
NoE
Nopember 19, 2007 at 3:07 pm
BLOG nya asik banget, nambahin wawasan
bagaimana dengan kasus seperti di bwh ini (seorang temen curhat- dan kepikiran juga.oleh saya..hehehe………browsing dan
ketemu blog ini)…jadi numpang nanya …ya..sekalian mohon solusinya.
========================
M punya gaji Rp. 6.500.000,- dan si istri C PNS Slip gaji Rp. 1.500.000,-. (walau kenyataan pendapatan istrinya lebih dari slip gaji tersebut).
setiap bulan dari gaji mereka bisa menyisihkan simpanan lebih kurang 2,5 juta…. (setelah dikurangi pengeluaran bulanan rutin, termasuk investasi pendidikan untuk anak mereka (umur 2 thn) di bank mandiri)
dan Mas M ini pengen KPR rumah, tapi pesimis di persyaratan “rekening tabungan 3 bulan terakhir”…karena semua tabungan (Mandiri) atas nama istrinya yang PNS. sedang tabungan dia (BCA) buat transfer gaji dari kantor dia aja. terus langsung di transfer lg ke istrinya.
kalo yang mengajukan permintaan KPR atas nama dia, gimana dengan tabungannya yang tiap bulan, yang masuk ke tabungannya adalah gaji dari kantornya trus keluar lagi dlm bentuk transfer ke istrinya… Mas M… mikir tentu tabungan BCA nya tidak memenuhi syarat…….untuk mengajukan KPR.
Tolong pencerahannya Mas Anjar.
terimasih
JO.
jo
Nopember 23, 2007 at 5:23 am
Menurutku gpp yaa saldo rekening kita sedikit, kan kalo dah suami istri untuk ngajuin KPR bisa pake saldo rekening keduanya, jadi ga mslh saldo Mas M kecil tapi saldo istri mas M besar, mungkin demikian.
kingnoe
Nopember 25, 2007 at 3:30 am
blog yang bagus untuk sharing tentang perumahan
Saya baru dua tahun menikah dengan 1 anak, tinggal di Gaperi Bojonggede kerja di Jakarta (NGO) dan istri kerja di sebagai guru TK al-azhar Cibinong, saya dan istri hanya butuh waktu 1 minggu untuk bokingfee (itu pun sudah disember orang kaflingnya karena dipertigaan, akhirnya ambil dipojok dengan LT 88/36 di blok 8) untuk KPR, dan dalam waktu 3 minggu KPR bank langsung di acc, subhanallah ngga nyangka secepat itu.
Pertimbangan tidak lama2 untuk ambil KPR karena;
- Kontrakan dah mau habis, ingin perpanjang kotrakan untuk 1 tahun sayang uangnya (ditentang orang tua maupun mertua).
- Istri bekerja di daerah cibinong maka fokus lokasi hanya seputaran pemda kabupaten cibinong
- Hanya 200 meter dari angkutan umum/jalan raya,
jadi kalo orang tua atau mertua ingin berkunjung tidak perlu naek ojek
- Cari DP yang 5-10 % sesuai dengan isi kantong
- Dinding rumah 2 dinding dengan rumah sebelah
Jadi kalo syarat dan petimbangan di atas sudah terpenuhi ngga perlu lama2, takut keburu disamber orang.
Untuk Pak Andrie D, salam kenal, Lokasinya Perumahannya di samping Bidan Ma’ruf dekat material Bintang Timur yah, saya ngontak dibelakang Material
firman
Nopember 28, 2007 at 10:01 am
tuk mba Noe dan pencari rumah lainnya di daerah H. Mencong Ciledug pada bulan Februari 2008:
Mahkota Simprug banjir lumayan parah
Villa Japos juga banjir
mati lampu juga
karena rumah kami di Perum Permata Japos
sempet terjebak banjir dan macet total di Puri Beta dan seterusnya arah ke Jakarta
kalo soal akses jalan keluar banyak deh…lewat bintaro atau joglo juga OK
camelia
April 8, 2008 at 2:18 pm
Saya mau cari rumah kontakan yang murah , bersih dan aman dan bebas banjir di wilayah cengkareng atau meruya..
Ada yang tahu nggak?Kontrakan yang saya cari sekitar 350rb – 500rb sebulan.
Yang tinggla cuma 3 orang.ya cukup 1 atau 2 kamar.Kalau ada yang tahu, kasih info nya dong ke k4yz82@hotmail.com
Terima Kasih ya
Kurnia
Juni 10, 2008 at 4:28 am
tanya juga dong..
kok deerah cengkareng, poris tidak banyak yang singgung yah.
saya tertarik dengan rumah di simprug poris, minta kesan dan pesan-nya dong..
btw kalau sudah ketemu rumah second, untuk KPR-nya mesti kemana yah..
thx before
budi
Juni 30, 2008 at 9:39 am
oh yah kelupaan.. kalau ada yang bisa bantu silahkan pm ke buddianto@gmail.com
budi
Juni 30, 2008 at 9:39 am
to : mas budi
daerah cengkareng sekarang banyak perumahan.. klo daerah poris saya masih ragu …sepertinya banjir mas,,.. mungkin dapat beralih agak masuk ke pinggir daerah tangerang. harganyapun banyak yg masih terjangkau di bnding di daerah lain(Jabotabek) seperti bekasi, BSD, depok , bintaro–> pinggiran bandara seperti daerah sepatan, rajeg , pasar kemis (tangerang), cadas layak dijadikan lokasi alternatif untuk pencarian rumah dengan harga jual yg terjangkau, dilihat dari topografinya pun…daerah2 tersebut dilalui saluran irigasi yg bermuara di kali cisadane yg cukup besar & terbukti bebas banjir.
Agus
Agustus 15, 2008 at 8:54 am
Dear All,
mohon masukannya utk perumahan wilayah Depok, ada infokah yang sudah ambil dsna?.. thx a lot sebelumnya..
ILDA
Agustus 19, 2008 at 10:17 am
Saya sedang kesulitan cari rumah kontrakan di Bogor. Dengan budget kontrakan 7-9 juta saya pengen kontrak di lokasi sekitar Taman Sari Persada, Pesona Cilebut, Bukit Cimanggu City, Kawasan Bhumi Indraprasta, Bangbarung. Kalo ada teman2 yang ada info kontrakan, tolong dong saya di bantu. Terima kasih banget. Kalo ada info tolong bisa langsung email saya ke masgesit@yahoo.com.
GESIT
Agustus 23, 2008 at 12:47 pm