Anjar Priandoyo

Adakah manfaat menjadi anggota KPK?

with 57 comments

PS: Sebelum berdiskusi lebih jauh, ada baiknya kita mencoba menempatkan diri dalam posisi yang berbeda. Coba bayangkan, diluar sana banyak orang-orang seperti Mas Max ini, yang punya kapabel dan punya kompetensi untuk melakukan pekerjaan investigasi dan sangat berguna bagi KPK. Kira-kira bagaimana cara KPK mendapatkan kandidat yang terbaiknya, anak-anak muda yang smart. Sementara lebih banyak anak muda berbakat yang bimbang. Pastinya bukan semudah: karena panggilan moral kan.
-Anjar-

Mas Anjar, Ada hal yang selama ini masih menjadi pikiran saya setiap saya mendengar kata KPK. Saya sebenarnya pernah melamar menjadi anggota KPK tahun 2005, sebagai Spesialis Elektro Telekomunikasi. Saya sudah sampai keterima dan diminta datang untuk sign kontrak kerja setelah menjalani 4 bulan test dengan segala tetek bengeknya, namun akhirnya saya tidak mengambil kesempatan tersebut karena beberapa hal :

1. Gaji yang ditawarkan adalah 60% dari gaji sekarang, artinya saya turun 40%
2. Statusnya bukan pegawai negeri (hanya pegawai tetap KPK)
3. Kerjaan saya berisiko lumayan tinggi, diliat dari interview terakhir dimana saya setidaknya akan berperan seperti James Bond (kata salah satu panelis saya), apakah itu benar, itu yg saya mau tanyakan. Barangkali ada teman yg kerja di KPK bagian lapangan ( pencarian barang bukti dengan teknologi telco dan penginderaan citra)


Saya selalu berandai-andai setiap kali membaca atau mendengar kata KPK, akankah seperti apa saya sekarang jika bergabung dengan KPK, apakah ada benefit-benefit lainnya yang mengiurkan sebagai pelipur gaji yang hilang 40%. sebagai informasi saja, karena saya tetap memilih perusahaan yg saya sekarng ini, dimana saya sekarang sedang bekerja di salah satu operator seluler 2G/3G, dan saya sekarang mendapat salary kenaikan 90% dari gaji yang saya peroleh saat saya sedang bernegosiasi dengan KPK th 2005, jadi hampir 3 kali lipatnya yg ditawarkan KPK saat itu.

Semoga ada pengalaman-pengalaman yang bisa di share ke saya, seperti apakah kerja di KPK saat ini dan benefitnya sekarang ? agar saya tidak jadi penasaran seperti ini terus dengan keputusan saya ini. Kalaupun di KPK lebih baik dari yang sekarang, berarti saya melakukan bad deal dan saya tetap akan bertanggung jawab dengan pilihan saya. setidaknya penasaran saya akan terjawab.
Max, via email

Ada yang punya pendapat?

About these ads

Written by priandoyo

Oktober 9, 2007 at 5:26 am

Ditulis dalam Standar Gaji

57 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hanya opini saja, kerja di KPK tidak bisa pakai cara pandang salary. Hanya bisa pake cara pandang “mimpi Indonesia”.
    Jangan dibandingin lah, KPK dgn operator. Gak sekalian aja bandingin KPK dgn Google? Susah kalau pake cara pandang salary untuk masalah seperti ini. Sori jawabannya terkesan emosional.

    rezayazdi

    Oktober 9, 2007 at 6:44 am

  2. anggota kpk ato pegawai kpk? kayaknya 2 hal yang berbeda deh…

    jimvonwynn

    Oktober 9, 2007 at 6:58 am

  3. Ya tau lah, maksudnya.. Pegawai pastinya…

    rezayazdi

    Oktober 9, 2007 at 7:17 am

  4. @rezayazdi: setuju 100%!
    Rasanya agak aneh ngomongin gaji dan segala benefit untuk bekerja di sebuah badan pemerintah bernama Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Kalo tujuan nyari duit ya baiknya tetap di jalur swasta aja, ngapain pake ke KPK segala..? Ato anda mengharapkan ada “benefit” seperti yg diterima orang2 pajak/beacukai? Kalo gitu ya bisa besar jumlahnya…

    Tapi kalo ngga, saya kira setiap hari pulang kerja di KPK anda bisa berpikir bahwa anda sudah berbuat sedikit lebih banyak untuk negara dan bangsa anda dibanding anda bekerja di operator seluler. Buat anda itu termasuk benefit ato tidak?

    Kalo mikirnya masih gaji dan benefit materiil, terus terang aja saya pribadi ngga setuju anda kerja di KPK. Bisa berabe, karena para koruptor jelas bisa ngasih “benefit” melebihi operator seluler manapun..:-D

    acooljerk

    Oktober 9, 2007 at 1:52 pm

  5. KPK = Nasionalisme tinggi… Tinggikah nasionalisme Anda?

    Sulit sih kalau membicarakan nasionalisme dan hubungannya dengan compensation & benefit (C&B). Kalau masih mempertimbangkan masak2 masalah C&B, lebih baik rasa nasionalisme-nya disalurkan melalui jalan lain. Tapi kalau akhirnya memang memilih KPK, saya ngacung jempol…

    Semoga comment ini menyiratkan perasaan saya yang menjawab rasa penasaran mas Max.

    lele MBA

    Oktober 10, 2007 at 2:08 am

  6. Dikit-dikit udah mikirin gaji, bahkan memikirkan benefit2 lain untuk menutupi gaji..

    Gak layak jadi KPK kalau begitu!

    Bukan masalah nasionalisme, harga diri atau semacamnya.. tapi masuk ke KPK harusnya punya kerelaan. Kalau pikirannya selalu ke masalah penghasilan yang rendah, sementara tugas KPK adalah menyelidiki korupsi, apa dia gak akan tergiur bila ada yang menawarkan suap? Jelas integritasnya diragukan, nJar!

    Lebih baik cari pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi dan halal daripada menerima pekerjaan KPK, trus karena gaji kurang lalu korup. Kita tahu kok kalau masalah gaji itu sensitif. Kalau toh, Max menolak pekerjaan KPK karena masalah gaji, gak akan ada yang mencibirnya kok.

    kunderemp

    Oktober 10, 2007 at 4:43 am

  7. 1. kalau kompetensi anda lebih tinggi dari gaji yg di offering, pun gaji anda sebelumnya memang lebih tinggi dari yg dioffering ada beberapa kemungkinan.
    a. ada kompetensi anda yg belum di diappraisal.
    b. KPK punya standar lebih rendah

    2. seorang teman bisa nego naik gaji dua kali lipatnya, karena ternyata ijazah s2nya belum masuk di data base HRD nya, lewat kenalan yg di KPK juga bisa nego sehingga kelasnya naik.

    3. jika KPK punya standar lebih rendah, anda bisa mendeskripsikan hal hal yg anda anggap jadi nilai tambah yg sangat dibutuhkan KPK.

    papabonbon

    Oktober 10, 2007 at 4:59 am

  8. Sudahlah Max, lupakan KPK karena tampaknya Anda benar-benar tidak cocok di dalamnya. Cari saja duit sebanyak-banyaknya dengan menjadi karyawan di perusahaan besar, kalau perlu sampai ke luar negeri sana, karena itu kayaknya yang paling sesuai dengan Anda karena selalu gaji yang dibicarakan. Gaji memang penting, dan standar KPK lebih tinggi dibanding PNS lain. Tentang kandidat terbaik KPK, setahu saya mereka memang sangat ketat dalam hal mentalitas ini, setelah itu baru skill. Asal ada kemauan kuat dan dasar skill cukup baik, skill tinggi bisa diasah dan dipelajari. Untuk lembaga sekaliber KPK, banyak pakar universitas yang bersedia memberikan training ilmunya gratis

    Roel

    Oktober 16, 2007 at 8:10 am

  9. setuju ama si roel..lupakan aj KPK,cari yang lebih menguntungkan.
    KPK memang harusnya di isi oleh orang2 yang sudah “selesai” dengan hidupnya bukan orang yang baru mau nyari modal hidup.

    onoda

    Oktober 17, 2007 at 12:19 am

  10. Waduh, Mas Max ini ga tau malu dech, hal2 kyk gt dtanyain.
    KPK amat sangat tidak cocok sekali untuk nerima pegawai kayak sampeyan, lha wong nawaitu/ niatnya cari duit. Rugi mas kuliah pinter2 n hidup di Indonesia klu mikirnya duit. Oy. pesenq buat mas Max : Mas, jangan nyalonkan diri jadi Lurah atau Bupati ya, kayaknya calon koruptor tuh,,,Apa mau dipake modal untuk mati …!!!???.
    Sorry ya mas, rada cespleng….

    Mohil

    Oktober 25, 2007 at 8:25 am

  11. Max pilihan lo tepat…klolo di kpk, lo ga bakalan kebeli Helikopter!..Mending lo jual program buat kelancaran
    kerja KPK.

    Beldy

    Desember 2, 2007 at 5:36 pm

  12. wajar dong kalo setiap orang yang akan pindah kerja mengharapkan kesejahteraan yang lebih baik dari sebelumnya….. itu adalah prinsip membangun karir…..
    Setiap pindah kerja mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, dan kita juga akan bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya……….Siapa yang mau pindah kerja tapi kesejahteraan menurun ???????????????????

    Dimas

    April 4, 2008 at 12:54 am

  13. aaah ada ada aja yang ditanyain ,… yang nanya anjar kali bukan max ,…. mungkin maksutnya kpk lebih punya “power” yah dibandingin di operator??? wuah wuah capee deee

    ikow

    April 4, 2008 at 1:48 am

  14. Dasar setan terkutuk !!! sontoloyo !!! tai bebek !!! udah tau negara kere, sekarat, diajak berjuang malah nanyain benefit…

    tawan

    Juni 4, 2008 at 2:54 pm

  15. pegawe kpk alias karyawan alias org yg bekerja thd kelancaran sistem di kpk
    anggota kpk adalah org yg bertugas mencari data-data dan menangkap tertuduh
    kalo pegawe masih bisalah bicara duit namanya juga pegawe kan harus gajian
    tapi kalo dah anggota kpk tentu kurang baik jika nanyain masalah duit krn ini adalah pekerjaan moral, disini moral yang berbicara bukan materi …….

    fajar

    Juni 19, 2008 at 8:51 am

  16. Saya juga merasakan dilema yg dialami max dimana keputusan utk berjuang bersama kpk apabila mengambil penawaran dari kpk dengan nilai lebih tinggi dr penghasilan di tempat kerja saat itu.. Namun ternyata perusahaan lama menawarkan penawaran yg cukup menggiurkan : golongan dinaikkan, penghasilan lebih tinggi dr offering kpk dan diberi fasilitas mobil.. Memang selama niat kita adalah benefit pasti akan tergoda dgn kondisi ini dan pertimbangan lainnya adalah keluarga.. Saya memutuskan seperti Max yaitu mengambil penawaran dr perusahaan lama.. Saya menyadari memang saya belum cocok utk bekerja di KPK karena masih memiliki niat utk berkarir & memiliki penghasilan yg baik bukan berjuang memberantas korupsi.. Mungkin penawaran yg lebih rendah dari kpk bisa jadi merupakan tes niat kita apakah motivasi kerja di kpk gaji or berjuang memberantas korupsi.. Kabar terakhir yg saya dengar sih remunerasi disana sedang diperbaiki but i don’t know how much is it..

    Roy

    Desember 21, 2008 at 1:53 pm

  17. terserah deh mau jadi apa, asal bukan TARGET KPK

    big boss

    Januari 25, 2009 at 3:22 pm

  18. jujur… saya malah kebalikan dengan mas max.
    saya dulu pernah coba ngelamar jadi anggota KPK pada awal tahun 2008, saat itu saya coba masuk menjadi staff computer forensic (mumpung pny skill di situ) tp blm punya pengalaman. akan tetapi saya gagal pada test pertama (seleksi awal lewat web). saat itu saya shock berat, kenapa saya yg jelas2 pny skilll spt itu malah tdk di terima dan lagian proses seleksi awal lewat web juga tidak jelas (seperti apa dan bagaimana prosesnya). saya tidak peduli dengan gaji yg kecil, toh pemerintah juga tidak bodoh, mereka tentu akan membayar orang sesuai dengan tuntutan kerja dan resiko.
    salah satu point yg menjadi minat saya kerja di KPK adalah ilmu, dengan berbagai peralatan yg serba canggih dan personel yg profesional tentunya akan membuat saya punya “value” lebih. walaupun ada banyak motivasi lain selain itu…

    saat ini ada lowongan kerja di KPK dibuka dari tanggal 7 febuari sampai dengan 17 febuari 2009. dan saya ingin coba lagi….
    kepada mas anjar dan rekan-rekan semua, tolong doakan saya biar keterima ya…

    thank’s

    arief

    Februari 7, 2009 at 5:28 pm

    • kekekeke jangan harap di kpk propesional mass,… bahkan bisa lebih gila dari lembaga yang katanya udah gila,…… udah di swasta aje daah,,,,

      joni

      Oktober 8, 2010 at 7:32 am

      • bener kata bang Joni. Diswasta aje daah, apalagi yang mau cari karir profesional….
        Disana lembaga untuk pengabdian ke negara dan siap me”wakaf”kan diri, bukan berfikir kedepan mau jadi apa.

        Hasibuan

        Mei 5, 2012 at 1:51 am

  19. Kerja di KPK itu kayaknya murni harus panggilan so jangan tanya2 benefit lah. Mungkin benefitnya adalah jalan pintas ke surga buat anda dan istri anak2 juga ;)

    yox

    Februari 8, 2009 at 5:30 am

  20. saya salah satu orang yang sedang melamar di KPK..bagi saya masalah salaryi itu adalah hal yang kecil… bagi saya apa yang bisa saya perbuat untuk bangsa dan negara saya dengan saya berada di KPK dan membawa kondisi bangsa ini lebih baik..bagi saya pekerjaan itu lebih besar nilai nya dari pada mengharapkan gaji semata…
    karena hidup ini tidak bisa di ukur dengan materi….kepuasan seseorang hanya bisa di ukur ketika dia menikmati pekerjaannya…

    aris

    Februari 12, 2009 at 2:50 am

  21. Wahhhhh…………………….salut buat mas aris, tapi kalau sudah punya keluarga materi juga penting loh mas.

    fredi

    Februari 12, 2009 at 5:47 am

  22. Banyak pejabat negara (bkn pejabat BUMN loh ya) yg ngiri sama gaji pak antasari yg katanya 60jt. pas dibeberin, taunya tuh gaji 60jt = THP -> ya buat makan anak istri, ya buat beli bensin, ya buat bayar listrik, ya buat isi pulsa, ya buat ongkos servis AC, ya ya ya…

    Bandingin sama THP anggota DPR & bandingin jobdesc sama resiko kerjanya!!! Ga level, satu malaikat satunya lagi iblis… Maaf kalo agak berterus terang.

    idel

    Februari 20, 2009 at 2:16 am

  23. humm..
    kalo salary 25 jeti (denger2 angka segitu buat pegawe tetap KPK) masih kurang buat mas max…saya ga bisa ngomong lagi deh..mo nyari apa lagi dia?

    reeno

    Februari 24, 2009 at 5:46 am

  24. jieeeeeeh aris ,… biar keterimaaa tuuuh

    Basi Risssss,… kalo emang panggilan mah,.. ga usah cuap2 ribut2 gitu aaaaah,….

    juned

    Februari 24, 2009 at 7:14 am

  25. menurut ilmu psikologi dalam teori tentang motivasi dalam pemenuhan kebutuhan manusia oleh Abraham maslow ada 8 hierarki diantaranya:
    1. phsycologycal = lapar, haus, dkk
    2. safety
    3. belonginess n love
    4. esteem
    5. cognitive
    6. asthetic
    7. self actualization
    8. self transendence = membuat sekitar menjadi baik.

    anggota KPK disaring dengan secara skill dan komitmen/integritas, secara skill mungkin nampak, tapi komitmen ??
    secara mas Max, saya kira masih pengin memenuhi dulu kebutuhan no.1 jadi untuk jadi KPK Mas Max kudu Perbaiki niat dulu…

    Larcenciel

    Februari 24, 2009 at 9:18 am

  26. Saya setuju dengan max, kalau kita punya skill yg ok..adalah hak kita untuk memilih pekerjaan yg terbaik buat kita. Sangat manusiawi kal kita milih pekerjaan karena benefit. Kalo ada orang muda yg ngomong tentang nasionalisme dll itu bull shit. Saya pernah jadi PNS dept. basah yg sangat bangga akan nasionalismenya, tapi buktinya mereka ujung2nya mencari kesejahteraan lebih alias duit, sama aja dengan TNI atau pegawai swasta lainnya. Jadi ga usah didengerin orang yg seperti ini, paling juga orang ga laku atau sirik. KPK, mirip organisasi lainnya, punya aturan sendiri dan kalau anda sdh pernah kerja di swasta yg jelas2 disiplin, aturan di kpk itu mah biasa aja..ga ada yg aneh, kalo ga disiplin ya dipecat. Cuma kalo aturan swasta diterapkan di PNS jadi keliatan aneh coz di PNS disiplin adalah hal yg langka, yg ga masuk setahun aja ga dipecat kok…bahkan yg baru keluar dari BUI karena korupsi bisa balik kerja lagi.
    Menurut saya kerja di kpk, anda ga perlu kuatir karena pengalaman saya jadi PNS dulu, gaji memang cuman 1.5 juta tapi THP minim 5 juta dan itu halal. kalo dikumpulin dgn yg ga halal, mungkin bisa 9-10 dan masalahnya yg ga halal ini susah ditolak. sekali anda ga ikut arus, ya gaji anda tinggal 1.5 juta itu, makanya saya mundur walau harus bayar 30 jt dan balik ke swasta.
    Ada Bnk sekali komponen gaji lain seperti honor,lembur dan lebihan SPJ(kalo kita ngirit) yg jadi tambahan penghasilan dan tidak ditulis pada negosiasi karena memang pegawai negara harus KELIATAN bersahaja .
    Saya pribadi senang kalo ada orang pinter masuk kpk karena disamping jarang yg mau, anda juga bisa bermanfaat buat orang banyak dan menyelamatkan bangsa secara langsung.
    Jadi kalo ada kesempatan lgi ya ambil aja, yg penting persiapkan mental karena resiko kerja disana yg paling tinggi adalah menolak pemberian.

    trust

    Februari 28, 2009 at 6:41 am

  27. Sedihnya.. sudah berkali-kali ikut tes di kpk ternyata belum jodoh.. Alhamdulillah ditunjukkan bahwa saya bukan orang yg cocok bekerja di kpk.. bye bye kpk!

    Andi

    April 16, 2009 at 10:32 am

  28. Wah untung gw ga jadi masuk kpk.. Ketuanya aja kayak gitu, gimana mau memberantas korupsi? Jangan2 yg lainnya model gitu juga ya.. Jangan sampe deh.. Naudzubillahminzalik..

    romy

    Mei 10, 2009 at 1:00 am

  29. sebenarnya diantara yg sedang diskusi disini ada ga sih pegawai KPK?

    dioz

    Mei 25, 2009 at 1:31 am

  30. BENER TU…UNTUK MENJADI ANGGOTA KPK HARUS BERDASARKAN PANGGILAN HATI NURANI DAN SIKAP BERANI MATI,JANGAN TAKUT SAMA PEMBUNUH BAYARAN YANG DISEWA OLEH PARA KORUPTOR TAPI TAKUTLAH SAMA TUHAN YANG TELAH MENCIPTAKAN KITA,KALO MASIH MIKIRIN GAJI….MENDINGAN GA USAH JADI ANGGOTA KPK DEH…NTAR DISUAP..EH MALAH DITELAN,KAN NTAR URUSANNYA JADI REPOT,hehehehe…………

    HIDUP KPK…..!

    LANJUTKAN!

    SHALEH (MAHASISWA FAKULTAS HUKUM)

    Juli 14, 2009 at 9:47 am

  31. Max, max…
    dasar guoblooooooooooooooooookkkkkkk,,

    mau jadi abdi negara tapi liat2 gaji, pindag negara aj lu!

    Pegawai

    Agustus 27, 2009 at 1:35 pm

  32. Ayuh om Anjar, dilanjutkan saja thread ini dengan mengundang salah satu anggota/pegawai KPK agar bisa memberi penjelasan kepada teman2 yang penasaran,
    sepertinya masih banyak wilayah abu-abu dari diskusi di thread ini…

    ayuh om Anjar pasti punya kenalan kan di KPK..
    he.he.he

    Peace ahhh…

    natal hutabarat

    April 11, 2010 at 5:02 am

  33. saya setuju sm teman2 semua bhw menjadi pegawai KPK harus lebih karena panggilan jiwa ketimbang itung2an profit.

    Sayang si max kurang cari informasi sehingga dibombardir kyk gini.. padahal kalau menurut saya tidak mungkinlah remunerasi di KPK di bawah swasta pada umumnya..

    gaji bulanan kpk mungkin memang kecil..
    tapi THPnya bisa jadi besar karena KPK banyak tunjangan operasionalnya untuk pegawai operasional/lapangan..
    http://nasional.kompas.com/read/2008/09/09/00182464/gaji.jaksa.rp2.juta.kpk.rp20.juta

    hasrul

    April 19, 2010 at 2:41 am

  34. menjadi anggota kpk harus orang2 yang memiliki keinginan memajukan Negara.yang inti dari semuanya adalah mengawasi keuangan negara harus di gunakan untuk memajukan, mensejahterakan Rakyat,bangsa dan negara indonesia,yang adil.menyelamatkan keuangan negara di tempatkan ke kas negara.
    dan untuk sekarang harus bekerja keras untuk mengembalikan uang negara yang telah di curi dengan metode2 smoth.oleh tikus-tikus kantor pemerintah

    Broer

    April 26, 2010 at 8:03 am

  35. Saya fikir jika memang kita mau bergabung menjadi pegawai KPK yang sudah jelas bukan perusahan waralaba/operator dll, memang harus orang yg berintegritas, bukan orang yang ahli di IT misalnya namun moralnya bobrok, saya fikir itu gak sesuai masuk ke KPK.

    Saya yakin KPK tidak hanya melihat dari orang itu Ahli/jago dsb tapi juga melihat apakah orang ini mempunyai keyakinan untuk membela bangsa walau hanya digaji kecil.. (tentu ada penyesuainlah kedepannya), Gaji KPK itu dari rakyat jelas.

    dan orang yg merekrut pegawai KPK tentunya orang yg harusnya tahu keinginan KPK.
    saya fikir kalau mau mencari orang ahli dan jago di bidang IT di Indonesia banyak sekali brother..

    cuma orang yg mau digaji apa adanya seperti di KPK dengan resiko resiko BESAR demi membangun bangsa dari keterpurukan, apakah anda dan kita semua orangnya ?

    KPK terus maju.

    cinta INA

    Mei 12, 2010 at 2:29 am

  36. Mas…. jangan2 offering letter itu adalah salah satu rangkaian tes dari KPK untuk menyaring calon pegawai juga, dimana KPK mementingkan SOFT COMPETENCY dibanding HARD COMPETENCY. Orang dengan berbagai kelebihan HARD COMPETENCY banyak di Indonesia, kan banyak orang pinter di Indonesia. Tapi orang dengan SOFT COMPETENCY bagus ini yang susah dicari……

    jadi Offering Letter di KPK kayanya salah satu media seleksi juga. begitu menerima first salary eh ternyata 4 kali nya ;)

    Orang biasa

    Mei 12, 2010 at 2:49 am

  37. Dulu sih ay pernah ikutan tes & dioffering ** juta.. Tapi ane tolak karena menurut ane tidak sesuai dengan kebutuhan ane.. Kalo bener ternyata 4xnya rugi juga ane ya hehehehe… Yah ngga papa lah namanya bukan rejeki ane di kpk.. sukses KPK!!

    mantan peserta tes

    September 16, 2010 at 11:49 am

  38. Kalo ada peluang ditempat lain yang lebih baik mending cari tempat lain. Gaji juga tidak besar. Sayang untuk skill & kemampuannya bisa di-nol-kan, malah merusak cv yang sekarang.

    parjo

    Oktober 7, 2010 at 10:01 am

  39. masuk kpk itu cita2 saya sejak kuliah dulu. Sekarang, saya udah 3 tahun kerja. benefit yang di kasih di tempat saya kerja sekarang mencapai 2 digit dan semua org bilang, prosepek karir saya bagus di kantor saya sekarang. Ada rasa gak rela kalo harus melepaskan apa yg saya dapat skrg dan kemungkinan apa yg saya bisa dapat nantinya. Tapi kalo kata bapak saya, mumpung umur saya masih 24 tahun, jangan ragu mengejar apa yg jadi cita2 saya. rejeki sudah ada yg ngatur. *\(^^)/*

    peserta tes

    November 2, 2010 at 9:42 am

  40. buat mantan peserta tes, jadi dulu ditawarin berapa?

    ihsan

    November 18, 2010 at 9:17 pm

  41. menurut saya untuk menjadi anggota KPK, atau anggota apapun dalam lembaga sosial, tidak lagi untuk memikirkan benefit, untuk mas ini niat yang harus dirubah, panggilan moral yang bekerja pada pendaftaran KPK ini, karena itu menjadi dasar dari segala kegiatan mas selanjutnya,, kalau memikirkan benefit saya rasa banyak karena itu yang dapat memberikan kontribusi dalam bentuk kegiatan sosial, untuk bangsa ini, gak ada ruginya menjadi anggota KPK walaupun gaji mungkin lebih sedikit atau apalah,
    dan saya pribadipun berniat untuk menjadi anggota KPK. amin

    E . Sri Mulyani

    Desember 13, 2010 at 3:03 am

  42. masuk KPK susah susah gampang..SOFT COMPETENCY & HARD COMPETENCY sama2 penting..saya skrg kerja di KPK, sudah 3-4 tahun saya di sini. pada awalnya gaji masih di 7 digit, itupun pajak ditanggung sendiri. pegawai hanya mendapatkan tunjangan transport, tunjangan hari tua & asuransi. pajak atas premi asuransi-pun juga dibebankan ke pegawai..seiring bertambahnya waktu, perbaikan di sana-sini, skrg udah 8 digit dan pajak tetap ditanggung pegawai. pajaknya juga pajak progresif.

    dan menurut saya, itu sudah sangat cukup, bahkan untuk biaya hidup di Jakarta. tentunya dengan gaya hidup normal..yang saya catat adalah saat ini saya hanya harus bekerja keras, kerjakan tugas, selesaikan dengan baik, saya tidak perlu mencari tambahan penghasilan, karena saya & keluarga saya sudah merasa cukup terlindungi..
    PENGHASILAN SAYA DARI UANG RAKYAT..dari pajak yang dibayar oleh para pedagang di pasar, pajak yang dibayar oleh buruh pabrik, pajak yang dibayar oleh pegawai, dll. untuk itu, saya harus bekerja keras. tidak harus sempurna, tetapi paling tidak saya merasa berbuat sesuatu untuk negeri ini. negeri di mana saya & saudara saya lahir, besar, mencari nafkah, berkeluarga & akhirnya nanti berkalang tanah.

    filosofi orang bekerja adalah rasa aman. naluri dasar manusia adalah dengan bekerja kita akan merasa aman, aman dari kekurangan & kelaparan.
    untuk rekans yang berminat bekerja di KPK, jangan pernah bermimpi untuk kaya. tetapi yakinlah bahwa penghasilan yang anda terima cukup.

    jangan menyalahkan Max, apapun pilihan dia harus kita hormati. bekerja di manapun adalah baik, tidak ada yang salah karena semua itu pilihan. pilihan yang beresiko..dan untuk itu, saya memilih mengabdi di KPK dengan segala resikonya. saya hanya tinggal meminta kepada Tuhan saya, Ya Tuhan berikanlah yang terbaik untuk dunia & akhiratku. Mari kerjakan urusan kita, biarkan Tuhan mengerjakan urusan-Nya.

    Salam & Jabat erat

    tomi

    Januari 4, 2011 at 8:01 am

    • Mas kpn anda info lagi untuk buka lowongan di KPK

      knoxos2000

      Januari 26, 2011 at 11:30 pm

      • kalau tidak salah, skrg sudah angkatan ke-5..dan saya tidak tau apakah tahun 2011 ini akan menerima pegawai lagi. silahkan dipantau saja di website KPK, dan kalau tertarik silahkan mencoba..yang pasti, selama proses seleksi mulai dari pendaftaran s/d pengumuman, anda dilarang menghubungi siapapun di KPK. karena proses dilakukan oleh konsultan pihak ketiga. sekali anda menghubungi, anda dinyatakan GAGAL
        anyway, semoga bermanfaat & salam

        tomi

        Februari 2, 2011 at 11:59 am

    • Mas kpn ada info lagi untuk buka lowongan di KPK

      knoxos2000

      Januari 26, 2011 at 11:30 pm

  43. jika saya ketrima KPK, maka saya akan ber JIHAD di jalan Alloh SWT.

    Amar ma’ruf nahi mungkar.

    muttaqin.

    Mei 28, 2011 at 7:01 am

  44. KPK itu tempat mengabdi kepada negara, bukan sebagai ajang mencari karir atau menjadi bos kecil dalam organisasi yang relatif baru karena mungkin diinstansi sebelumnya (dulunya) karirnya pada susah payah & gaji susah sewaktu jadi PNS…..
    Apalagi yang dulunya kerja dari unsur non PNS, banyak yang berasal perusahaan gak jelas, posisi & pengalaman juga gak tinggi. Yang semula THP gaji tidak sampe 5jt-an, skrg level fungsional terbawah sudah langsung distandarisasi bisa sampe 3 kalinya.

    Beruntung sekali… Ibarat kerja di bank yang semula THP level staff berubah menjadi THP senior manager (level managerial) untuk sekelas perusahaan level middle. Kalau dalam persaingan dunia kerja gak bakal tahu-tahu bisa mendapatkan angka standarisasi sebesar itu, tapi berdasarkan kronologi saat kontrak nego gaji awal.
    Lebih bagus dikembalikan ke nego gaji awal saja, hemat & efisiensi APBN!!I

    Hasibuan

    Mei 2, 2012 at 3:32 pm

  45. di atas sudah banyak ngomongin masalah niat, buat seorang muslim, niat yang benar yaitu niat yang ikhlas adalah melakukan sesuatu karena mengharapkan kebaikan di akhirat: masuk surga, takut neraka, meraih keridhoan Allah, meraih kecintaan Allah, mendapatkan pahala. Dan korupsi dengan berbagai jenisnya tentu jelas-jelas tidak sesuai syariat islam, mengambil harta negara/tidak menunaikan amanat, dll. Maka nasehat saya, perbaiki niatnya.

    jadi jangan sampe salah niat. kalau seorang niat melakukan sesuatu karena sukunya, karena bangsanya, karena negaranya, atau istilah modern-nya berjiwa nasionalisme, coba kita renungkan sebentar: nanti di akhirat kesemuanya ini ga bisa memberikan manfaat sama sekali, ga bisa dimintai pertolongan sedikitpun, sedangkan pemilik dan Raja dunia dan akhirat adalah Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Raja. Jadi lakukan sesuatu sebagai hambanya Allah. budaknya Allah. bukan hamba negara, suku, atau bangsa. jadi nanti Allah Yang Maha Kuasa akan akan kasih kita balasan bahkan lebih baik dari yang kita lakukan sedikit di dunia ini yaitu surga, aamiin.

    sekedar_nasehat

    September 14, 2012 at 6:18 am

  46. Begini Bapak/Ibu yang terhormat, Wajar sekali yang dikemukakan Bapak tadi mengenai perbandingan salary, Menjadi pegawai KPK itu tak semudah yang dikira, mungkin anda yang kurang mengerti akan berbicara masalah niat bekerja di KPK. Satu hal yang harus kita ingat dan manusiawi sifatnya, bahwa salary memang bukan segalanya tetapi faktor yang sangat penting guna menunjang professionalitas seseorang. Tentunya salary juga harus kita diukur berdasarkan kelayakan dan keadilan. Dan perlu diingat sebagai individu yang berkeluarga tentunya ada resiko yang ditanggung, dan ini bukan masalah gampang apalagi sebagai pegawai KPK. Bagi yang belum merasakan, mungkin akan mencemooh tapi bagi yang sudah merasakan beratnya jadi orang beresiko… jawabannya tentu akan lain.

    Xtra-Ordinary

    Mei 23, 2013 at 6:30 am

  47. Allhamdulillah,, minggu ini saya ikut medical test KPK.. :D

    fajar

    September 4, 2013 at 2:24 am

  48. *nyimak

    Ana Khoiruroh

    Mei 20, 2014 at 6:55 am

  49. Baru mau ikut tes KPK ini, saya sekarang kerja di salah satu BUMN. Niat saya mengabdi di KPK adalah idealisme.

    Antok

    Mei 24, 2014 at 4:18 pm

  50. KALO INGIN MENGABDI UNTUK NEGERI,LUPAIN TUH YANG NAMANYA SALARY…….KITA BISA MENYIMPAN URUTAN SALARY DI NO YG KE SEKIAN, JIKA KITA INGIN MENGABDI UNTUK NEGERI SALAH SATU NYA MEMBERANTAS KORUPSI….YA HARUS DENGAN HATI NURANI SEMAKSIMAL MUNGKIN…

    herdian

    Mei 26, 2014 at 2:48 am

    • anak istri mau dikasih makan pengabdian ? makan tuh pengabdian ckckck

      bemzinside

      Juni 5, 2014 at 7:11 am

  51. yang komentar baru-baru ini pasti yang sedang search material untuk ngikut tes KPK.. xixixi

    Cho

    Juni 12, 2014 at 11:33 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 483 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: