Adakah manfaat menjadi anggota KPK?
PS: Sebelum berdiskusi lebih jauh, ada baiknya kita mencoba menempatkan diri dalam posisi yang berbeda. Coba bayangkan, diluar sana banyak orang-orang seperti Mas Max ini, yang punya kapabel dan punya kompetensi untuk melakukan pekerjaan investigasi dan sangat berguna bagi KPK. Kira-kira bagaimana cara KPK mendapatkan kandidat yang terbaiknya, anak-anak muda yang smart. Sementara lebih banyak anak muda berbakat yang bimbang. Pastinya bukan semudah: karena panggilan moral kan.
-Anjar-
Mas Anjar, Ada hal yang selama ini masih menjadi pikiran saya setiap saya mendengar kata KPK. Saya sebenarnya pernah melamar menjadi anggota KPK tahun 2005, sebagai Spesialis Elektro Telekomunikasi. Saya sudah sampai keterima dan diminta datang untuk sign kontrak kerja setelah menjalani 4 bulan test dengan segala tetek bengeknya, namun akhirnya saya tidak mengambil kesempatan tersebut karena beberapa hal :
1. Gaji yang ditawarkan adalah 60% dari gaji sekarang, artinya saya turun 40%
2. Statusnya bukan pegawai negeri (hanya pegawai tetap KPK)
3. Kerjaan saya berisiko lumayan tinggi, diliat dari interview terakhir dimana saya setidaknya akan berperan seperti James Bond (kata salah satu panelis saya), apakah itu benar, itu yg saya mau tanyakan. Barangkali ada teman yg kerja di KPK bagian lapangan ( pencarian barang bukti dengan teknologi telco dan penginderaan citra)
Saya selalu berandai-andai setiap kali membaca atau mendengar kata KPK, akankah seperti apa saya sekarang jika bergabung dengan KPK, apakah ada benefit-benefit lainnya yang mengiurkan sebagai pelipur gaji yang hilang 40%. sebagai informasi saja, karena saya tetap memilih perusahaan yg saya sekarng ini, dimana saya sekarang sedang bekerja di salah satu operator seluler 2G/3G, dan saya sekarang mendapat salary kenaikan 90% dari gaji yang saya peroleh saat saya sedang bernegosiasi dengan KPK th 2005, jadi hampir 3 kali lipatnya yg ditawarkan KPK saat itu.
Semoga ada pengalaman-pengalaman yang bisa di share ke saya, seperti apakah kerja di KPK saat ini dan benefitnya sekarang ? agar saya tidak jadi penasaran seperti ini terus dengan keputusan saya ini. Kalaupun di KPK lebih baik dari yang sekarang, berarti saya melakukan bad deal dan saya tetap akan bertanggung jawab dengan pilihan saya. setidaknya penasaran saya akan terjawab.
Max, via email
Ada yang punya pendapat?


Hanya opini saja, kerja di KPK tidak bisa pakai cara pandang salary. Hanya bisa pake cara pandang “mimpi Indonesia”.
Jangan dibandingin lah, KPK dgn operator. Gak sekalian aja bandingin KPK dgn Google? Susah kalau pake cara pandang salary untuk masalah seperti ini. Sori jawabannya terkesan emosional.
rezayazdi
Oktober 9, 2007 at 6:44 am
anggota kpk ato pegawai kpk? kayaknya 2 hal yang berbeda deh…
jimvonwynn
Oktober 9, 2007 at 6:58 am
Ya tau lah, maksudnya.. Pegawai pastinya…
rezayazdi
Oktober 9, 2007 at 7:17 am
@rezayazdi: setuju 100%!
Rasanya agak aneh ngomongin gaji dan segala benefit untuk bekerja di sebuah badan pemerintah bernama Komisi Pemberantasan Korupsi.
Kalo tujuan nyari duit ya baiknya tetap di jalur swasta aja, ngapain pake ke KPK segala..? Ato anda mengharapkan ada “benefit” seperti yg diterima orang2 pajak/beacukai? Kalo gitu ya bisa besar jumlahnya…
Tapi kalo ngga, saya kira setiap hari pulang kerja di KPK anda bisa berpikir bahwa anda sudah berbuat sedikit lebih banyak untuk negara dan bangsa anda dibanding anda bekerja di operator seluler. Buat anda itu termasuk benefit ato tidak?
Kalo mikirnya masih gaji dan benefit materiil, terus terang aja saya pribadi ngga setuju anda kerja di KPK. Bisa berabe, karena para koruptor jelas bisa ngasih “benefit” melebihi operator seluler manapun..:-D
acooljerk
Oktober 9, 2007 at 1:52 pm
KPK = Nasionalisme tinggi… Tinggikah nasionalisme Anda?
Sulit sih kalau membicarakan nasionalisme dan hubungannya dengan compensation & benefit (C&B). Kalau masih mempertimbangkan masak2 masalah C&B, lebih baik rasa nasionalisme-nya disalurkan melalui jalan lain. Tapi kalau akhirnya memang memilih KPK, saya ngacung jempol…
Semoga comment ini menyiratkan perasaan saya yang menjawab rasa penasaran mas Max.
lele MBA
Oktober 10, 2007 at 2:08 am
Dikit-dikit udah mikirin gaji, bahkan memikirkan benefit2 lain untuk menutupi gaji..
Gak layak jadi KPK kalau begitu!
Bukan masalah nasionalisme, harga diri atau semacamnya.. tapi masuk ke KPK harusnya punya kerelaan. Kalau pikirannya selalu ke masalah penghasilan yang rendah, sementara tugas KPK adalah menyelidiki korupsi, apa dia gak akan tergiur bila ada yang menawarkan suap? Jelas integritasnya diragukan, nJar!
Lebih baik cari pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi dan halal daripada menerima pekerjaan KPK, trus karena gaji kurang lalu korup. Kita tahu kok kalau masalah gaji itu sensitif. Kalau toh, Max menolak pekerjaan KPK karena masalah gaji, gak akan ada yang mencibirnya kok.
kunderemp
Oktober 10, 2007 at 4:43 am
1. kalau kompetensi anda lebih tinggi dari gaji yg di offering, pun gaji anda sebelumnya memang lebih tinggi dari yg dioffering ada beberapa kemungkinan.
a. ada kompetensi anda yg belum di diappraisal.
b. KPK punya standar lebih rendah
2. seorang teman bisa nego naik gaji dua kali lipatnya, karena ternyata ijazah s2nya belum masuk di data base HRD nya, lewat kenalan yg di KPK juga bisa nego sehingga kelasnya naik.
3. jika KPK punya standar lebih rendah, anda bisa mendeskripsikan hal hal yg anda anggap jadi nilai tambah yg sangat dibutuhkan KPK.
papabonbon
Oktober 10, 2007 at 4:59 am
Sudahlah Max, lupakan KPK karena tampaknya Anda benar-benar tidak cocok di dalamnya. Cari saja duit sebanyak-banyaknya dengan menjadi karyawan di perusahaan besar, kalau perlu sampai ke luar negeri sana, karena itu kayaknya yang paling sesuai dengan Anda karena selalu gaji yang dibicarakan. Gaji memang penting, dan standar KPK lebih tinggi dibanding PNS lain. Tentang kandidat terbaik KPK, setahu saya mereka memang sangat ketat dalam hal mentalitas ini, setelah itu baru skill. Asal ada kemauan kuat dan dasar skill cukup baik, skill tinggi bisa diasah dan dipelajari. Untuk lembaga sekaliber KPK, banyak pakar universitas yang bersedia memberikan training ilmunya gratis
Roel
Oktober 16, 2007 at 8:10 am
setuju ama si roel..lupakan aj KPK,cari yang lebih menguntungkan.
KPK memang harusnya di isi oleh orang2 yang sudah “selesai” dengan hidupnya bukan orang yang baru mau nyari modal hidup.
onoda
Oktober 17, 2007 at 12:19 am
Waduh, Mas Max ini ga tau malu dech, hal2 kyk gt dtanyain.
KPK amat sangat tidak cocok sekali untuk nerima pegawai kayak sampeyan, lha wong nawaitu/ niatnya cari duit. Rugi mas kuliah pinter2 n hidup di Indonesia klu mikirnya duit. Oy. pesenq buat mas Max : Mas, jangan nyalonkan diri jadi Lurah atau Bupati ya, kayaknya calon koruptor tuh,,,Apa mau dipake modal untuk mati …!!!???.
Sorry ya mas, rada cespleng….
Mohil
Oktober 25, 2007 at 8:25 am
Max pilihan lo tepat…klolo di kpk, lo ga bakalan kebeli Helikopter!..Mending lo jual program buat kelancaran
kerja KPK.
Beldy
Desember 2, 2007 at 5:36 pm
wajar dong kalo setiap orang yang akan pindah kerja mengharapkan kesejahteraan yang lebih baik dari sebelumnya….. itu adalah prinsip membangun karir…..
Setiap pindah kerja mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, dan kita juga akan bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya……….Siapa yang mau pindah kerja tapi kesejahteraan menurun ???????????????????
Dimas
April 4, 2008 at 12:54 am
aaah ada ada aja yang ditanyain ,… yang nanya anjar kali bukan max ,…. mungkin maksutnya kpk lebih punya “power” yah dibandingin di operator??? wuah wuah capee deee
ikow
April 4, 2008 at 1:48 am
Dasar setan terkutuk !!! sontoloyo !!! tai bebek !!! udah tau negara kere, sekarat, diajak berjuang malah nanyain benefit…
tawan
Juni 4, 2008 at 2:54 pm
pegawe kpk alias karyawan alias org yg bekerja thd kelancaran sistem di kpk
anggota kpk adalah org yg bertugas mencari data-data dan menangkap tertuduh
kalo pegawe masih bisalah bicara duit namanya juga pegawe kan harus gajian
tapi kalo dah anggota kpk tentu kurang baik jika nanyain masalah duit krn ini adalah pekerjaan moral, disini moral yang berbicara bukan materi …….
fajar
Juni 19, 2008 at 8:51 am
Saya juga merasakan dilema yg dialami max dimana keputusan utk berjuang bersama kpk apabila mengambil penawaran dari kpk dengan nilai lebih tinggi dr penghasilan di tempat kerja saat itu.. Namun ternyata perusahaan lama menawarkan penawaran yg cukup menggiurkan : golongan dinaikkan, penghasilan lebih tinggi dr offering kpk dan diberi fasilitas mobil.. Memang selama niat kita adalah benefit pasti akan tergoda dgn kondisi ini dan pertimbangan lainnya adalah keluarga.. Saya memutuskan seperti Max yaitu mengambil penawaran dr perusahaan lama.. Saya menyadari memang saya belum cocok utk bekerja di KPK karena masih memiliki niat utk berkarir & memiliki penghasilan yg baik bukan berjuang memberantas korupsi.. Mungkin penawaran yg lebih rendah dari kpk bisa jadi merupakan tes niat kita apakah motivasi kerja di kpk gaji or berjuang memberantas korupsi.. Kabar terakhir yg saya dengar sih remunerasi disana sedang diperbaiki but i don’t know how much is it..
Roy
Desember 21, 2008 at 1:53 pm
terserah deh mau jadi apa, asal bukan TARGET KPK
big boss
Januari 25, 2009 at 3:22 pm
jujur… saya malah kebalikan dengan mas max.
saya dulu pernah coba ngelamar jadi anggota KPK pada awal tahun 2008, saat itu saya coba masuk menjadi staff computer forensic (mumpung pny skill di situ) tp blm punya pengalaman. akan tetapi saya gagal pada test pertama (seleksi awal lewat web). saat itu saya shock berat, kenapa saya yg jelas2 pny skilll spt itu malah tdk di terima dan lagian proses seleksi awal lewat web juga tidak jelas (seperti apa dan bagaimana prosesnya). saya tidak peduli dengan gaji yg kecil, toh pemerintah juga tidak bodoh, mereka tentu akan membayar orang sesuai dengan tuntutan kerja dan resiko.
salah satu point yg menjadi minat saya kerja di KPK adalah ilmu, dengan berbagai peralatan yg serba canggih dan personel yg profesional tentunya akan membuat saya punya “value” lebih. walaupun ada banyak motivasi lain selain itu…
saat ini ada lowongan kerja di KPK dibuka dari tanggal 7 febuari sampai dengan 17 febuari 2009. dan saya ingin coba lagi….
kepada mas anjar dan rekan-rekan semua, tolong doakan saya biar keterima ya…
thank’s
arief
Februari 7, 2009 at 5:28 pm
Kerja di KPK itu kayaknya murni harus panggilan so jangan tanya2 benefit lah. Mungkin benefitnya adalah jalan pintas ke surga buat anda dan istri anak2 juga ;)
yox
Februari 8, 2009 at 5:30 am
saya salah satu orang yang sedang melamar di KPK..bagi saya masalah salaryi itu adalah hal yang kecil… bagi saya apa yang bisa saya perbuat untuk bangsa dan negara saya dengan saya berada di KPK dan membawa kondisi bangsa ini lebih baik..bagi saya pekerjaan itu lebih besar nilai nya dari pada mengharapkan gaji semata…
karena hidup ini tidak bisa di ukur dengan materi….kepuasan seseorang hanya bisa di ukur ketika dia menikmati pekerjaannya…
aris
Februari 12, 2009 at 2:50 am
Wahhhhh…………………….salut buat mas aris, tapi kalau sudah punya keluarga materi juga penting loh mas.
fredi
Februari 12, 2009 at 5:47 am
Banyak pejabat negara (bkn pejabat BUMN loh ya) yg ngiri sama gaji pak antasari yg katanya 60jt. pas dibeberin, taunya tuh gaji 60jt = THP -> ya buat makan anak istri, ya buat beli bensin, ya buat bayar listrik, ya buat isi pulsa, ya buat ongkos servis AC, ya ya ya…
Bandingin sama THP anggota DPR & bandingin jobdesc sama resiko kerjanya!!! Ga level, satu malaikat satunya lagi iblis… Maaf kalo agak berterus terang.
idel
Februari 20, 2009 at 2:16 am
humm..
kalo salary 25 jeti (denger2 angka segitu buat pegawe tetap KPK) masih kurang buat mas max…saya ga bisa ngomong lagi deh..mo nyari apa lagi dia?
reeno
Februari 24, 2009 at 5:46 am
jieeeeeeh aris ,… biar keterimaaa tuuuh
Basi Risssss,… kalo emang panggilan mah,.. ga usah cuap2 ribut2 gitu aaaaah,….
juned
Februari 24, 2009 at 7:14 am
menurut ilmu psikologi dalam teori tentang motivasi dalam pemenuhan kebutuhan manusia oleh Abraham maslow ada 8 hierarki diantaranya:
1. phsycologycal = lapar, haus, dkk
2. safety
3. belonginess n love
4. esteem
5. cognitive
6. asthetic
7. self actualization
8. self transendence = membuat sekitar menjadi baik.
anggota KPK disaring dengan secara skill dan komitmen/integritas, secara skill mungkin nampak, tapi komitmen ??
secara mas Max, saya kira masih pengin memenuhi dulu kebutuhan no.1 jadi untuk jadi KPK Mas Max kudu Perbaiki niat dulu…
Larcenciel
Februari 24, 2009 at 9:18 am
Saya setuju dengan max, kalau kita punya skill yg ok..adalah hak kita untuk memilih pekerjaan yg terbaik buat kita. Sangat manusiawi kal kita milih pekerjaan karena benefit. Kalo ada orang muda yg ngomong tentang nasionalisme dll itu bull shit. Saya pernah jadi PNS dept. basah yg sangat bangga akan nasionalismenya, tapi buktinya mereka ujung2nya mencari kesejahteraan lebih alias duit, sama aja dengan TNI atau pegawai swasta lainnya. Jadi ga usah didengerin orang yg seperti ini, paling juga orang ga laku atau sirik. KPK, mirip organisasi lainnya, punya aturan sendiri dan kalau anda sdh pernah kerja di swasta yg jelas2 disiplin, aturan di kpk itu mah biasa aja..ga ada yg aneh, kalo ga disiplin ya dipecat. Cuma kalo aturan swasta diterapkan di PNS jadi keliatan aneh coz di PNS disiplin adalah hal yg langka, yg ga masuk setahun aja ga dipecat kok…bahkan yg baru keluar dari BUI karena korupsi bisa balik kerja lagi.
Menurut saya kerja di kpk, anda ga perlu kuatir karena pengalaman saya jadi PNS dulu, gaji memang cuman 1.5 juta tapi THP minim 5 juta dan itu halal. kalo dikumpulin dgn yg ga halal, mungkin bisa 9-10 dan masalahnya yg ga halal ini susah ditolak. sekali anda ga ikut arus, ya gaji anda tinggal 1.5 juta itu, makanya saya mundur walau harus bayar 30 jt dan balik ke swasta.
Ada Bnk sekali komponen gaji lain seperti honor,lembur dan lebihan SPJ(kalo kita ngirit) yg jadi tambahan penghasilan dan tidak ditulis pada negosiasi karena memang pegawai negara harus KELIATAN bersahaja .
Saya pribadi senang kalo ada orang pinter masuk kpk karena disamping jarang yg mau, anda juga bisa bermanfaat buat orang banyak dan menyelamatkan bangsa secara langsung.
Jadi kalo ada kesempatan lgi ya ambil aja, yg penting persiapkan mental karena resiko kerja disana yg paling tinggi adalah menolak pemberian.
trust
Februari 28, 2009 at 6:41 am
Sedihnya.. sudah berkali-kali ikut tes di kpk ternyata belum jodoh.. Alhamdulillah ditunjukkan bahwa saya bukan orang yg cocok bekerja di kpk.. bye bye kpk!
Andi
April 16, 2009 at 10:32 am
Wah untung gw ga jadi masuk kpk.. Ketuanya aja kayak gitu, gimana mau memberantas korupsi? Jangan2 yg lainnya model gitu juga ya.. Jangan sampe deh.. Naudzubillahminzalik..
romy
Mei 10, 2009 at 1:00 am
sebenarnya diantara yg sedang diskusi disini ada ga sih pegawai KPK?
dioz
Mei 25, 2009 at 1:31 am