Anjar Priandoyo

Lulusan teknik industri, kerja di instrumen baiknya S2 apa?

with 18 comments

Mas Anjar. Mau nanya nih. Saya lulusan 2001 dari Teknik Industri PTN di Bandung. Tapi, saya bekerjanya di bidang Instrument & Control di sebuah perusahaan system integrator asing. Belum 2 tahun bekerja alhamdulillah saya udah digaji 7.5 juta (nett), apakah gaji tersebut termasuk besar atau kecil dengan pengalaman belum 2 tahun?

Kemudian saya juga pengen S2 untuk lebih memantapkan karir saya di teknik elektro bukan di teknik industri, -agak menyesal juga sih kuliah di Teknik Industri?. Apa kira-kira saran mas, setelah saya lulus S2? Soalnya cita-cita saya ingin ke oil & gas (control system)
Albert via comments

Written by priandoyo

Oktober 9, 2007 pada 5:27 am

Ditulis dalam Standar Gaji

18 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wah rupanya mas penanya ini bingung antara “who are you” dengan “what can you do”.

    Saya coba jawab, walaupun saya bukan dari background Teknik Industri ataupun Elektro (tapi Statistika dan Computer Science).

    Mas sebenarnya telah “beruntung” karena “kecelakaan sejarah” orang teknik industri telah masuk ke system integrator asing. Kalau itu US Company, pasti yang mereka pikir “what can you do”. Artinya mas sekarang ama employer sudah dilupakan sebagai orang teknik industri, tapi sudah dianggap sebagai orang teknik elektro – kontrol (atau orang teknik fisika ?). So, you seems ok for everyday’s job regarding on control.

    Mau ambil S2 di bidang elektro dengan background teknik industri, apa nggak kesulitan tuh ? Mungkin orang S1 elektro lebih mudah masuk ke S2 teknik industri daripada sebaliknya.

    Mau kerja sebagai instrument & control di Oil & Gas company ? Saya kira nggak masalah, dengan pengalaman kerja di bidang kerja sekarang, apalagi perusahaan asing. Tinggal ngelamar aja (dan syukur-syukur diterima)..

    S2 Elektro saya kira akan sedikit berat krn sebagai S1 teknik industri mas belum dapat banyak “core courses” di elektro, kecuali S2 Elektro di universitas/institut ecek-ecek yang nggak ngecek sampai sedalam itu..

    Jadi, saran saya untuk S2 mas adalah tetap di Teknik Industri atau Teknik Informatika (ngikutin jejak saya..he..he..).

    Mengenai gaji Rp 7.5 juta di tahun kedua, menurut saya belum terlalu top. Kalau anda masuk oilco seperti Pertamina, mestinya sudah dapat golongan VI yang gajinya segitu di bulan ke-4 ! (Maaf kalau saya salah…).

    Salam, dan semoga sukses

    tridjoko

    Oktober 10, 2007 at 9:50 am

  2. gaji 7.5 nett udh alhamdulillah hrsnya..kl mau bersyukur selalu lihat kebawah..masih banyak org yg nggak seberuntung kita

    Mr.Humble

    Oktober 11, 2007 at 11:42 am

  3. Kalau mau masuk ke jenjang pendidikan S2, saya memiliki pemikiran yang bisa dipertimbangkan …

    Apakah karir Anda selanjutnya ? Apakah akan tetap berkarir sebagai profesional di bidang engineering, misalnya sebagai chief engineer ? Atau mau berpindah ke jenjang manajerial ? Rasanya ini juga perlu dipertimbangkan juga.

    Kalau memang ingin terus berkarir sebagai professional engineer sampai level expert (ini pilihan bagus), maka silakan mengambil S2 bidang bidang terkair, bisa elektro, information technology, teknik fisika, dan sejenisnya lah …

    Tapi kalau ingin berkarir di bidang manajerial (juga pilihan bagus), maka dilakan mengambil S2 di bidang manajemen, seperti manajemen teknologi, dan sejenisnya.

    Jadi, di dalam sebuah perusahaan, memang ada 2 jalur karir, yaitu jalur karir manajerial, serta jalur karir profesional. Tinggal kita mau meniti ke mana, maka sesuaikanlah pendidikan yang akan kita pilih … begitu ..

    He he he … Anda mungkin akan ketawa begitu melihat sekolah saya, S1 computer science, S2 strategic management, S3 human resource management & organization behavior … Tapi semua sesuai kok dengan perjalanan karir saya … yang juga rada aneh ..

    Well, the choice is yours Mas …. salam sukses selalu.
    Riri Satria ( http://www.ririsatria.net )

    Riri Satria

    Oktober 14, 2007 at 5:31 am

  4. wow…komentar Mas Riri Satria tentang S2 atau S3 Manajemen Teknologi sangat menarik. Apakah karir lulusan Manajemen Teknologi S2 atau S3 di Indonesia cukup menarik untuk disimak ?

    Setahu saya S2 Manajemen Teknologi kalau di Indonesia cuman ada di ITB (MBA Teknologi). Kalau di luar cukup banyak, ada di AIT Bangkok, GWU Washington DC, ataupun Univ of Melbourne. Ketiga-tiganya saya punya teman lulusan S2 dan S3 dari sana. Yang menurut saya karirnya hanya rata-rata saja di Indonesia ini. Bandingkan dengan S2 atau S3 di bidang Finance, Marketing atau IT yang cukup banyak client-nya di Indonesia sehingga karirnyapun cukup melesat atau meroket…

    Point saya adalah, di Indonesia ini belum ada perusahaan teknologi “asli Indonesia sendiri” yang cukup besar sehingga memerlukan seorang Manajer Teknologi (lulusan Manajemen Teknologi). Di Indonesia belum ada perusahaan setingkat Microsoft atau Apple atau HP yang sudah enlisting di Bursa Efek. Bahkan, di Indonesia tidak ada “indeks saham teknologi” khusus macam NASDAQ kalau di NYSE atau KOSDAQ di Bursa Korea (kan belum ada INDAQ sampai hari ini, ya toh ?)…

    Saya sering baca buku Tarik Khalel “Technology Management” yang digunakan di Univ. of Miami, dari Perencanaan Teknologi, Technology Forecasting, sampai Audit Teknologi.

    Sayangnya, saya dan kawan2 telah berkunjung ke beberapa perusahaan top di Indonesia dan mereka “tidak” atau “belum” melakukan apa yang disarankan oleh Tarik Khalel tersebut. Apakah ini “trade secret” yang tidak boleh atau tidak perlu diceritakan ke orang lain selain ke auditor macam Mas Anjar ?

    Point saya, saran S2 di bidang Manajemen Teknologi, untuk sementara ini tolong dicoret dulu…mengingat alasan2 yang telah saya sampaikan sebelumnya…

    Salam,
    -Tridjoko
    twahjono.wordpress.com

    tridjoko

    Oktober 14, 2007 at 12:52 pm

  5. Halo Mas Tridjoko … he he he … saya sih sepakat aja dengan Anda … tapi itu kan saya kasih saran asumsinya ybs bekerja di lingkungan perusahaan yang sarat teknologi … ya, a kind of engineering company lah … makanya sarannya manajemen teknologi, … tapi kalau saya sih memang lebih setuju strategic management … kalau menurut saya sih Mas, sekelas Microsoft atau Apple butuh sekelas S3 manajemen teknologi sih Mas … jadi mohon dilihat saran di atas kontekstual aja … kalau untuk generik, saya sih sepakat dengan Anda … salam kenal Mas …

    Riri ( http://www.ririsatria.net )

    Riri Satria

    Oktober 14, 2007 at 3:16 pm

  6. yup thanks atas saran2nya

    cuma kayaknya gak setuju sich klo anak Teknik Industri kesusahan klo masuk k elektro (kontrol)
    tergantung orangnya masung2
    toh banyak juga s1 elektro yang gak ngerti apa2 tentang kontrol (PLC, HMI, DCS)….

    Naga Kecil

    Oktober 16, 2007 at 8:20 am

  7. Hallo Naga Kecil, saya tidak bermaksud lho men-discourage anda yang S1 Teknik Industri untuk mengambil S2 Teknik Elektro-Kontrol. Never…

    Point saya adalah, ilmu Teknik Industri itu (di dunia dan di Indonesia) usianya masih muda yang lahir setelah Teknik Mesin dan Teknik Elektro ada. Dulu di ITB Teknik Industri disebut “Teknik Ekonomi”.

    Saya amati, baik di Indonesia maupun di luar negeri terutama di US universities, jarang sekali orang ngambil Master’s bidang Electrical Engineering padahal dia undergraduate-nya Industrial Engineering. Kalau sebaliknya, yaitu undergrad di EE dan ngambil Master’s di IE itu banyak sekali.

    Apakah bisa undergrad IE ngambil Master’s EE ? Pasti bisa, seperti yang anda katakan, tergantung orangnya. Waktu saya ngambil Master’s in Computer Science, ada temen sekelas saya cewek Taiwan yang undergrad-nya History (!!!!) dan ada satu teman Korea yang undergrad-nya German (!!!). Malahan yang terakhir bisa lulus Ph.D in Computer Science dan sekarang menjadi Associate Professor di Dept. CS di sebuah univ di Korea…

    Jadi, tugas saya hanya memberi saran, the choice is yours…..(begitu juga kata Mas Riri Satria kan ?)…

    Good luck !

    [Hah...S1 elektro gak ngerti PLC ? Wah itu kayak S1 Teknik Informatika gak ngerti bahasa C...he..he.....]

    tridjoko

    Oktober 17, 2007 at 11:48 am

  8. Saya sepakat dengan Mas Tridjoko.
    S1 Teknik Industri pengin ke S2 Teknik Elektro kurang lazim, meskipun secara kasus-per-kasus sangat mungkin dilakukan. Yang sering terjadi adalah sebaliknya, karena teknik Industri lebih methodologically-oriented sementara teknik yg lain lebih ke domain-specific. Lebih lanjut sila jenguk di http://budihartono.wordpress.com/2007/06/26/kompetensi-inti-teknik-industri/

    Di NUS sini, banyak sekali engineers dari non Tek Ind mengambil S2 di Tek Ind. Ternyata buat sebagian dari mereka juga agak berat.

    Satu lagi, saya agak merasa aneh jika ada Industrial Engineers merasa menyesal pernah belajar tentang Industrial Engineering (IE). Menurut saya, suka atau tidak suka, saat kuliah IE-ers sudah dibekali satu ilmu yg sangat penting, yg selalu dicari oleh employer: “learning how to learn”.

    wassalam
    boed | http://budihartono.wordpress.com/

    b oe d

    Desember 6, 2007 at 8:04 am

  9. Kalo mau S2, di Program Studi Instrumentasi dan Kontrol ITB aja….

    imoRomi

    Mei 2, 2008 at 11:25 pm

  10. @Naga Kecil Berkata:
    …toh banyak juga s1 elektro yang gak ngerti apa2 tentang kontrol (PLC, HMI, DCS)….
    Salam kenal,
    Hehehe, saya tidak mengerti semua yang disebutkan di atas karena dulu D3 di teknik elektro – jurusan kom. bergerak, s1 di teknik elektro – jurusan teknik komputer dan informatika. Terus terang kalau tanya perihal ilmu yang diambil di D3, tidak banyak yang bisa saya jawab. Kalau yang s1, sedikit-sedikit ada (terus terang, cuma saat s1 ini saya bisa bilang saya kuliah) – dan sekarang bekerja di bidang IT. :p

    Boleh minta masukkan? Setelah sekian tahun bekerja, timbul ketertarikan untuk mempelajari elektronika kembali. Rasa-rasanya kok sampai sekarang saya belum bisa memberikan sesuatu untuk kepentingan umum, ya? Itu sebabnya saya ingin melanjutkan studi ke S2 teknik elektro. Untuk ITB, kira-kira jurusan mana yang mirip dengan Sistem Keisyaratan Elektronis di UGM? Terima-kasih sebelumnya.

    chateux

    Juni 23, 2008 at 1:00 pm

  11. Kalo saranku sih ke S2 Instrumen n kontrol yg setau saya di ITB dipegang ma Teknik Fisika, secara kerjaanya emang disitu, memang sih untuk bidang instrumen n kontrol itu di indonesia rata2 dipegang ma elektro ma teknik fisika.

    Wong Ndeso

    Juli 25, 2008 at 2:41 am

  12. Trima kasih atas pencerahannya

    Sya sekarang semester 5 jurusan teknik industri

    Sya ingin melanjutkan studi s2 ke luar negeri . Saya tertarik pada bidang manajerial. Untuk itu saya mohon informasi mengenai studi di Ln . Mengenai jurusan yang akan asaya ambil tersebut

    oktavius

    Agustus 11, 2008 at 3:43 am

  13. Saya termasuk yang ‘agak pindah jurusan’ S1 dan S2 Computer Science, tapi ambil lagi master EE dgn konsentrasi Robotics&Vision dan sedang PhD di bidang Industrial Vision (bidangnya EE banget deh).

    Dulu waktu saya ambil master EE, ada teman2 saya yang dari CS, IE bahkan Material Engineering ! tapi kita survive2 saja walaupun yang diluar EE musti berusaha ekstra keras.

    Sekarang malah saya kerjanya di Instrumentation, Control and Robotics, agak jauh dari computer science.

    Menurut saya sih dari Industrial Engineering ke master EE mungkin2 saja, tapi anda harus berusaha ekstra keras untuk belajar Partial Differential Equations termasuk, Laplace, Fourier transform dkk , Digital Signal Processing, Teory rangkaian elektronika, PLC, Microcontroller, control theory, instrumentation dasar, digital electronics. Dan jangan lupa untuk belajar LABVIEW ! itu bahasa ibunya para instrument engineer (di Eropa at least, saya nggak tau kondisi di Indonesia). Anyway, saya bisa sarankan bagi anda yang S1-nya diluar EE untuk baca buku2 Demystified series atau mcgrawhill Schaum series.

    Buku2 ini bagus untuk belajar basic EE bagi non-EE :
    - Signals & Systems Demystified
    - Electronics Demystified by Stan Gibilisco
    - Electricity Demystified by Stan Gibilisco
    - Digital Electronics Demystified by Myke Predko
    - Robotics Demystified by Edwin Wise
    - LabVIEW based Advanced Instrumentation Systems by S. Sumathi and P. Surekha

    - Understanding Digital Signal Processing (2nd Edition) by Richard G. Lyons

    adhiguna

    Agustus 11, 2008 at 7:43 am

  14. Saya lulusan fisika ITB n baru aj keterima di Saipem, salah satu perusahaan dari Eni group, Oil Co Italy. Keterimanya bareng ma temen yang anak teknik fisika dengan posisi sebagai Instrument Engineer.

    Seingat saya, technical testnya memang ttg sistem kontrol&instrumentation. Sewaktu kuliah dulu saya pernah juga mengambil beberapa mata kuliah di teknik industri n mmg tidak nyambung dengan C&I.

    Di ITB sendiri, control system mmg lbh dikuasai oleh teknik fisika. Secara mereka punya mata kuliah Kontrol Automatik, Kontrol Modern, dll. Silahkan belajar S2 disana untuk memperdalam ilmu yang anda inginkan dan untuk mengembangkan karir.

    -Salam-

    ikut nimbrung

    Agustus 29, 2008 at 5:35 am

  15. mas
    ada yang tau ga nama universitas terbaik di jakarta apa
    soal nya saya mau kuliah di jakarta mohon bantuan nya
    thanks

    vino

    April 7, 2009 at 8:32 am

  16. kuliah BSI aja

    ucok

    April 7, 2009 at 8:34 am

  17. enak kali ya chat di sini
    tapi ntah kapan di balas nya

    ucok

    April 7, 2009 at 8:35 am

  18. saya lulusan D3
    saya tinggal di batam
    kalau di batam D3 sudah menjadi teknisi
    kalau di luar batam sama ga ya
    mohon serring nya

    jimmy

    April 7, 2009 at 8:36 am


Tinggalkan Balasan